Forim Iman Kristen

Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kitab Suci => Topic started by: hanhalim2 on August 31, 2012, 06:24:28 PM

Title: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on August 31, 2012, 06:24:28 PM
I Timotius  4
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Siapakah nenek  nenek Tua, dan apa yang di dongengkannya  ??

Tuhan Yesus memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: St Yopi on August 31, 2012, 07:09:29 PM
I Timotius  4
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Siapakah nenek  nenek Tua, dan apa yang di dongengkannya  ??

Tuhan Yesus memberkati

Han
Itu karena mengikuti tafsiran KJV:

KJV 1 Timothy 4:7
But refuse profane and old wives' fables and exercise thyself rather unto godliness

Sedangkan terjemahan Katolik:

RSVCE 1 Timothy 4:7
7 Have nothing to do with godless and silly myths. Train yourself in godliness;

1 Timothy 4:7
τοὺς δὲ βεβήλους καὶ γραώδεις μύθους παραιτοῦ. γύμναζε δὲ σεαυτὸν πρὸς εὐσέβειαν·

G1126  graodes  grah-o'-dace

crone-like, i.e. silly, an old woman

KJV: old wives'.
RSVCE: silly myths
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Jenova on August 31, 2012, 08:04:53 PM
Terkadang aku berpikir, seharusnya kita umat kristen mengikuti contoh saudara2 kita umat muslim utk menggunakan Alkitab dalam bahasa asli yang disertai terjemahan dalam bahasa yg dipake umat.

Miris juga kalo melihat kata sederhana: "graodes" yg artinya sederhana sebagai "tahayul", bisa diartikan macam2 ketika diterjemahkan sebagai "dongeng nenek2 tua", dan akhirnya (seringkali) menjadi batu sandungan bagi kita2 yg mempelajari Alkitab.  :(
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: bruce on August 31, 2012, 08:19:26 PM
Terkadang aku berpikir, seharusnya kita umat kristen mengikuti contoh saudara2 kita umat muslim utk menggunakan Alkitab dalam bahasa asli yang disertai terjemahan dalam bahasa yg dipake umat.

Miris juga kalo melihat kata sederhana: "graodes" yg artinya sederhana sebagai "tahayul", bisa diartikan macam2 ketika diterjemahkan sebagai "dongeng nenek2 tua", dan akhirnya (seringkali) menjadi batu sandungan bagi kita2 yg mempelajari Alkitab.  :(

Jadi seperti umat tetangga yang cuma hafal bunyinya tanpa tahu artinya, bro?
Bisa sedih kalau kejadiannya seperti itu. Karena justru dengan Konsili Vatican II, kita telah memperbaharui liturgi, sehingga liturgi bisa menggunakan bahasa setempat.

Syalom
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Jenova on August 31, 2012, 08:23:34 PM
Jadi seperti umat tetangga yang cuma hafal bunyinya tanpa tahu artinya, bro?
Bisa sedih kalau kejadiannya seperti itu. Karena justru dengan Konsili Vatican II, kita telah memperbaharui liturgi, sehingga liturgi bisa menggunakan bahasa setempat.

Syalom

Yah... memang ada positif negatifnya.
Tapi at least dengan berpegang pada terjemahan asli, kerancuan bahasa bisa dihindari.

Btw, jadi OOT ya kalo membahas ttg penggunaan Alkitab bahasa asli di sini?
(Padahal sendirinya yg memulai topik OOT)  :lol:

Okay... Okay, mohon maaf atas OOT-nya.
Silakan dilanjut membahas ttg kata "nenek2 tua" dalam ayat di atas.
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: striker on August 31, 2012, 08:36:48 PM
Jadi seperti umat tetangga yang cuma hafal bunyinya tanpa tahu artinya, bro?
Bisa sedih kalau kejadiannya seperti itu. Karena justru dengan Konsili Vatican II, kita telah memperbaharui liturgi, sehingga liturgi bisa menggunakan bahasa setempat.

Syalom

sepertinya anda salah mas.
Kami tahu bahasa aslinya, bunyinya, kami tahu artinya, bahkan kami dipandu pula dengan tafsirnya  :)

salam
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Jenova on August 31, 2012, 08:41:22 PM
sepertinya anda salah mas.
Kami tahu bahasa aslinya, bunyinya, kami tahu artinya, bahkan kami dipandu pula dengan tafsirnya  :)

salam

Bro striker,
Terima kasih, kami hargai antusiasme Anda utk berdiskusi di forum ini.
Tapi peraturan tetap peraturan, dan sayangnya Anda berada di luar board diskusi Anda.
Silakan kalo Anda tertarik mendiskusikan topik di board yg di luar area Anda, Anda bisa membuka thread balasan di board "diskusi dengan non-kristen" dan bisa kita lanjutkan diskusinya di sana.
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on September 01, 2012, 06:30:26 PM
Terkadang aku berpikir, seharusnya kita umat kristen mengikuti contoh saudara2 kita umat muslim utk menggunakan Alkitab dalam bahasa asli yang disertai terjemahan dalam bahasa yg dipake umat.

Miris juga kalo melihat kata sederhana: "graodes" yg artinya sederhana sebagai "tahayul", bisa diartikan macam2 ketika diterjemahkan sebagai "dongeng nenek2 tua", dan akhirnya (seringkali) menjadi batu sandungan bagi kita2 yg mempelajari Alkitab.  :(

sebetulnya diterjemahkan akan lebih memudahkan orang untuk mempelajari Alkitab, mungkin saya sendiri tidak akan pernah baca dan mempelajari Alkitab jika seandainya Alkitab yang ada hanya salinan dari bahasa aslinya tanpa diterjemahkan, mungkin akan banyak domba domba lain jika Alkitab tidak diterjemahkan.

Tuhan Yesus memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on September 01, 2012, 06:41:53 PM
Jadi seperti umat tetangga yang cuma hafal bunyinya tanpa tahu artinya, bro?
Bisa sedih kalau kejadiannya seperti itu. Karena justru dengan Konsili Vatican II, kita telah memperbaharui liturgi, sehingga liturgi bisa menggunakan bahasa setempat.

Syalom

Konsili vatikan II menyebabkan domba domba lain dapat dituntun oleh orang lain selain kristus sendiri.
jadi bukan dengan bahasa setempat saja tapi melalui kebudayaan setempat.

saya pernah nonton acara di tV (kalau engga salah sih RCTI ada acara mimbar agama katholik) ada wawancara dengan romo dan juga penjelasan menge
nai bagaimana misionaris katholik memberitakan Yesus ditengah masarakat desa yang blon pernah mendengar tentang Yesus.
misionaris itu menyebut bahwa gusti Yesus itu arjuna (karena masarakat disitu pada nge-fan sama arjuna]
jadi agama katholik ,paling flexible dan tidak extreem, berdoa di depan peti mati pun boleh.

Tuhan Yesus memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on September 03, 2012, 05:23:14 AM
Konsili vatikan II menyebabkan domba domba lain dapat dituntun oleh orang lain selain kristus sendiri.
jadi bukan dengan bahasa setempat saja tapi melalui kebudayaan setempat.



Tetapi kalau mendengar kaset kotbah hamba Tuhan non Katholik. Cerita cerita nenek nenek tua adalash cerita cerita synetron ,gosip, dunia lain uji nyali dan sebagainya jadi dianjurkan  buat  tidak nonton acara TV.
Saya jadi Teringat akan cerita teman saya yang kebetulan beragama tetangga
bahwa ada aliran agamanya yang mempunyai paham akan menentang produk produk modern , seperti kulkas , TV, radio, amplifier dll
jadi mereka punya kulkas tapi tidak dicolok, digunakan sebagai lemari saja.
katanya.
ciri cirinya aliran itu terutama dilihat dari wanitanya pakai pakaian serba hitam dan cuma kelihatan matanya saja

jadi kalau TV dianggap "Nenek nenek tua" barangkali umat Pendeta itu yang fanatik akan berperilaku seperti itu

Tuhan Yesus Memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: St Yopi on September 03, 2012, 05:44:31 AM
Tetapi kalau mendengar kaset kotbah hamba Tuhan non Katholik. Cerita cerita nenek nenek tua adalash cerita cerita synetron ,gosip, dunia lain uji nyali dan sebagainya jadi dianjurkan  buat  tidak nonton acara TV.
Saya jadi Teringat akan cerita teman saya yang kebetulan beragama tetangga
bahwa ada aliran agamanya yang mempunyai paham akan menentang produk produk modern , seperti kulkas , TV, radio, amplifier dll
jadi mereka punya kulkas tapi tidak dicolok, digunakan sebagai lemari saja.
katanya.
ciri cirinya aliran itu terutama dilihat dari wanitanya pakai pakaian serba hitam dan cuma kelihatan matanya saja

jadi kalau TV dianggap "Nenek nenek tua" barangkali umat Pendeta itu yang fanatik akan berperilaku seperti itu

Tuhan Yesus Memberkati

Han
Tak dapat dipungkiri bahwa tv dan internet serta semua produk kemajuan jaman adalah media terampuh bagi pengkabaran setan, tinggal bagaimana kita dapat bijak untuk menyikapinya.
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on September 03, 2012, 03:08:11 PM
Tak dapat dipungkiri bahwa tv dan internet serta semua produk kemajuan jaman adalah media terampuh bagi pengkabaran setan, tinggal bagaimana kita dapat bijak untuk menyikapinya.

Tapi kalau saya pribadi menafsirkan cerita dongeng nenek nenek tua yang dimaksud Paulus adalah bagiancerita cerita yang diragukan kejadiannya.
sebagaimana keterangan bro bruce bahwa cerita cerita yang ditulis musa juga sebagian mengambil CERITA Henoch ,barangkali saja disana banyak nenek nenek tua yang mendongeng

Tuhan Yesus memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: bruce on September 03, 2012, 03:58:36 PM
Quote
,barangkali saja disana banyak nenek nenek tua yang mendongeng

 :o
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: hanhalim2 on September 04, 2012, 08:43:01 AM
:o

Cerita simson dan delilah apakah cerita bener terjadi atau Dongeng (nenek tua)
kok kekuatan bisa hilang kalau rambut di gunting ??

Tuhan Yesus memberkati

Han
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Husada on March 31, 2015, 02:46:44 PM
Cerita simson dan delilah apakah cerita bener terjadi atau Dongeng (nenek tua)
kok kekuatan bisa hilang kalau rambut di gunting ??

Tuhan Yesus memberkati

Han
Cerita Simson&Delilah?
Lhah, kalo diceritakan oleh nenek-nenek tua, berarti itu tergolong cerita nenek-nenek tua.
Kalo diceritakan nenek muda, tergolong cerita nenek muda. :drool:

Damai, damai, damai.
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Phooey on March 31, 2015, 03:09:45 PM
Cerita Simson&Delilah?
Lhah, kalo diceritakan oleh nenek-nenek tua, berarti itu tergolong cerita nenek-nenek tua.
Kalo diceritakan nenek muda, tergolong cerita nenek muda. :drool:

Damai, damai, damai.

Saya sih percaya kalo cerita simson dan delilah itu adalah history dan nyata.

 :D
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Husada on March 31, 2015, 05:43:40 PM
Saya sih percaya kalo cerita simson dan delilah itu adalah history dan nyata.

 :D
Lhah, maksud Husada, bukan antara history/unhistory atau nyata/tidak nyata.
Kalo yang menceritakan adalah nenek-nenek tua, itu cerita nenek-nenek tua.
Kalo yang menceritakan adalah nenek muda, itu cerita nenek muda. :drool: :drool: :drool:

Damai, damai, damai.
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Phooey on April 01, 2015, 06:14:21 AM
Lhah, maksud Husada, bukan antara history/unhistory atau nyata/tidak nyata.
Kalo yang menceritakan adalah nenek-nenek tua, itu cerita nenek-nenek tua.
Kalo yang menceritakan adalah nenek muda, itu cerita nenek muda. :drool: :drool: :drool:

Damai, damai, damai.

Sebagai orang yang masih muda ... saya lebih memilih mendapat cerita langsung dari nenek2 muda.
Nenek2 tua kebagian mendapat jadwal cerita ke para Council kayak Om Husada dan Om Salt

hehehehee :D
Title: Re: NENEK NENEK TUA
Post by: Husada on April 01, 2015, 05:02:19 PM
Sebagai orang yang masih muda ... saya lebih memilih mendapat cerita langsung dari nenek2 muda.
Nenek2 tua kebagian mendapat jadwal cerita ke para Council kayak Om Husada dan Om Salt

hehehehee :D
Berarti, Phooey tidak mau mendengar perkataan orang tua.  Bisa kualat, lho.
Bagaimanapun, nenek-nenek tua lebih berpengalaman daripada nenek muda. :drool:

Damai, damai, damai.