Forim Iman Kristen
FIK Cafe => Ngobrol Santai => Topic started by: detik on September 11, 2012, 09:59:58 AM
-
www[dot]kompas[dot]com
(http://s14.postimage.org/nexaxhgyp/biaya_kuliah.jpg)
mendingan kuliah di indonesia juga.. :rofl: :rofl: :rofl:
-
mari kita tunggu posting mereka yang pernah kuliah di luar negeri
Mas Jenova kelihatannya kompeten tentang masalah ini.. :whistle:
-
mari kita tunggu posting mereka yang pernah kuliah di luar negeri
Mas Jenova kelihatannya kompeten tentang masalah ini.. :whistle:
di amrik 27.000 dollar/ tahun.. :drool:
di indonesia 270jt bisa kuliah kedokteran sampai kelar..
540jt buat ambil spesialist.. :dance:
-
di amrik 27.000 dollar/ tahun.. :drool:
di indonesia 270jt bisa kuliah kedokteran sampai kelar..
540jt buat ambil spesialist.. :dance:
Fiuhhh.....
Saya bersyukur dahulu kala saya bersekolah di sekolah negri dan disubsidi pemerintah.
Hanya Rp. 120.000,- per semester
Setahun Rp. 240.000,-
Tanpa uang pangkal/uang gedung lagi
:dance:
-
Fiuhhh.....
Saya bersyukur dahulu kala saya bersekolah di sekolah negri dan disubsidi pemerintah.
Hanya Rp. 120.000,- per semester
Setahun Rp. 240.000,-
Tanpa uang pangkal/uang gedung lagi
:dance:
Yep, saya di Univ swasta, ketika itu uang masuk plus uang kuliah satu semester cuma 595.000, dan semester berikutnya cuma 195.000. Mengapa sekarang kuliah menjadi begitu mahal?
-
Yep, saya di Univ swasta, ketika itu uang masuk plus uang kuliah satu semester cuma 595.000, dan semester berikutnya cuma 195.000. Mengapa sekarang kuliah menjadi begitu mahal?
inflasi??? :think:
atau karena universitas negeri sudah tidak di-subsidi?
-
inflasi??? :think:
atau karena universitas negeri sudah tidak di-subsidi?
Kalau saya lihat justru karena pemerintah kita abai terhadap pendidikan rakyat negeri ini.
Jika kita mau menyalahkan inflasi ataupun nilai dollar, saya coba bandigkan uang sekolah (SPP) perbulan dengan dulu dan sekarang.
Saat saya SMA, kurs US$ 1 = Rp. 425,-
SPP saya (disekolah Katolik populer saat itu) Rp. 12.000,- atau kira kira US$ 28.3
Saat ini, kurs US$ 1 = Rp. 9.725,-
SPP di sekolah yang sama saat ini adalah Rp. 650.000,- atau kira kira US$ 66.8
Jadi, sudah berlipat hingga mendekati tiga kali lipat.
:shrug:
-
Kalau saya lihat justru karena pemerintah kita abai terhadap pendidikan rakyat negeri ini.
Jika kita mau menyalahkan inflasi ataupun nilai dollar, saya coba bandigkan uang sekolah (SPP) perbulan dengan dulu dan sekarang.
Saat saya SMA, kurs US$ 1 = Rp. 425,-
SPP saya (disekolah Katolik populer saat itu) Rp. 12.000,- atau kira kira US$ 28.3
Saat ini, kurs US$ 1 = Rp. 9.725,-
SPP di sekolah yang sama saat ini adalah Rp. 650.000,- atau kira kira US$ 66.8
Jadi, sudah berlipat hingga mendekati tiga kali lipat.
:shrug:
sebentar..saya bandingkan SPP saya dulu:
Saat saya SMA, kurs US$ 1 = Rp. 2000,-
SPP saya (disekolah Katolik populer saat itu) Rp. 50000,- atau kira kira US$ 25
Saat ini, kurs US$ 1 = Rp. 9.725,-
SPP di sekolah yang sama saat ini adalah Rp. 650.000,- atau kira kira US$ 66.8
wauwww..jauh banget perbedaannya.. :'o
-
Kalau saya lihat justru karena pemerintah kita abai terhadap pendidikan rakyat negeri ini.
Jika kita mau menyalahkan inflasi ataupun nilai dollar, saya coba bandigkan uang sekolah (SPP) perbulan dengan dulu dan sekarang.
Saat saya SMA, kurs US$ 1 = Rp. 425,-
SPP saya (disekolah Katolik populer saat itu) Rp. 12.000,- atau kira kira US$ 28.3
Saat ini, kurs US$ 1 = Rp. 9.725,-
SPP di sekolah yang sama saat ini adalah Rp. 650.000,- atau kira kira US$ 66.8
Jadi, sudah berlipat hingga mendekati tiga kali lipat.
:shrug:
kurs 1 dollar = Rp 425,-
pernah yeh ? :drool:
-
kurs 1 dollar = Rp 425,-
pernah yeh ? :drool:
Kasihan deh, anda ngga pernah merasakan sebagai orang kaya ya? Saat itu kalau kita mengantungi uang 10ribu saja sudah sangat berarti, bro. Kalau sekarang? Naik ojek aja mentok sampai ujung jalan. H aha ha ha.
-
Kasihan deh, anda ngga pernah merasakan sebagai orang kaya ya? Saat itu kalau kita mengantungi uang 10ribu saja sudah sangat berarti, bro. Kalau sekarang? Naik ojek aja mentok sampai ujung jalan. H aha ha ha.
mod kan lebih enak org tidak kaya drpada org bekas kaya.. =))
setuju mod ?
-
mod kan lebih enak org tidak kaya drpada org bekas kaya.. =))
setuju mod ?
Pokoknya anda kan ngga penah berani masuk berdua ke resto sekelas bakmi GM cuma bermodalkan 10ribu kan?
Bayangkan waktu itu motor honda bebek cuma 700ribu, motor sekelas yamaha RX cuma 950ribu. Anda bisa beli motor tiap hari kan?
Mobil? Waktu itu Toyota Corolla DX brand new cuma seharga 9-10 juta. Sekarang uang segitu beli skutik aja ngga cukup.
:what: :lol:
-
Pokoknya anda kan ngga penah berani masuk berdua ke resto sekelas bakmi GM cuma bermodalkan 10ribu kan?
Bayangkan waktu itu motor honda bebek cuma 700ribu, motor sekelas yamaha RX cuma 950ribu. Anda bisa beli motor tiap hari kan?
Mobil? Waktu itu Toyota Corolla DX brand new cuma seharga 9-10 juta. Sekarang uang segitu beli skutik aja ngga cukup.
:what: :lol:
hihihihihihi..inilah akibatnya kalau hidup di zaman yang berbeda..
:whistle:
-
Fiuhhh.....
Saya bersyukur dahulu kala saya bersekolah di sekolah negri dan disubsidi pemerintah.
Hanya Rp. 120.000,- per semester
Setahun Rp. 240.000,-
Tanpa uang pangkal/uang gedung lagi
:dance:
Bro Phooey
120,000 ribu itu di mana dan tahun berapa :D
-
Bro Phooey
120,000 ribu itu di mana dan tahun berapa :D
Betul koq bro, adik saya di ITB, saat itu per semester cuma bayar 70ribu.
Kalo tahun berapa, nanti ketahuan umurnya om phooey, hi hi hi hi.
-
Betul koq bro, adik saya di ITB, saat itu per semester cuma bayar 70ribu.
Kalo tahun berapa, nanti ketahuan umurnya om phooey, hi hi hi hi.
Bro Phooey
120,000 ribu itu di mana dan tahun berapa :D
@ Bro Leo...
Tuhhh kan.......
Saat itu SPP semua universitas negeri sama semua. Mau di ITB, ITS, Unair, Unibraw ataupun UI.
Saat saya kuliah Rp. 120.000,- per semester.
5 tahun sebelumnya Rp. 100.000,- per semester.
10 tahun sebelumnya Rp. 70.000,- per semester.
Anggap saja adiknya Bro Bruce itu 3 tahun lebih muda dari Bro Bruce.
Saya masuk kuliah tahun 1980
jadi.......
Usia bro Bruce = Usia saya + 10 tahun + 3 tahun
Jadi usia bro Bruce = 13 tahun lebih tua dari saya.
Kalo saat ini semisal umur saya 50 tahun maka usia bro Bruce .........................
:m09: hihihihihii kaburrrrrr
-
@ Bro Leo...
Tuhhh kan.......
Saat itu SPP semua universitas negeri sama semua. Mau di ITB, ITS, Unair, Unibraw ataupun UI.
Saat saya kuliah Rp. 120.000,- per semester.
5 tahun sebelumnya Rp. 100.000,- per semester.
10 tahun sebelumnya Rp. 70.000,- per semester.
Anggap saja adiknya Bro Bruce itu 3 tahun lebih muda dari Bro Bruce.
Saya masuk kuliah tahun 1980
jadi.......
Usia bro Bruce = Usia saya + 10 tahun + 3 tahun
Jadi usia bro Bruce = 13 tahun lebih tua dari saya.
Kalo saat ini semisal umur saya 50 tahun maka usia bro Bruce .........................
:m09: hihihihihii kaburrrrrr
Waaaah, ternyata emang pantas disebut opa phoo
Hi hi hi hi
-
@ Bro Leo...
Tuhhh kan.......
Saat itu SPP semua universitas negeri sama semua. Mau di ITB, ITS, Unair, Unibraw ataupun UI.
Saat saya kuliah Rp. 120.000,- per semester.
5 tahun sebelumnya Rp. 100.000,- per semester.
10 tahun sebelumnya Rp. 70.000,- per semester.
Anggap saja adiknya Bro Bruce itu 3 tahun lebih muda dari Bro Bruce.
Saya masuk kuliah tahun 1980
jadi.......
Usia bro Bruce = Usia saya + 10 tahun + 3 tahun
Jadi usia bro Bruce = 13 tahun lebih tua dari saya.
Kalo saat ini semisal umur saya 50 tahun maka usia bro Bruce .........................
:m09: hihihihihii kaburrrrrr
oh 1980 toh :D
wah berarti bro Phoeey termasuk siswa yang pintar pada umur 6 tahun sudah masuk SD dan naik kelas terus tidak pernah tinggal kelas sehingga pada tahun 1980 kira2 umur 17 atau 18 tahun sudah kuliah benar nggak :D
iya deh bro eh kung percaya kok hehe....
saya aja yang angkatan anak masa kini :P
uang kuliah dulu juga 180 ribu nggak beda jauh deh hehe....
-
hahahahahaaa.
Para Momod mengeroyok saya :onion15:
Ya sudah......saya percaya kalo Para Momod masih muda2 :afro1:
-
oh 1980 toh :D
wah berarti bro Phoeey termasuk siswa yang pintar pada umur 6 tahun sudah masuk SD dan naik kelas terus tidak pernah tinggal kelas sehingga pada tahun 1980 kira2 umur 17 atau 18 tahun sudah kuliah benar nggak :D
iya deh bro eh kung percaya kok hehe....
saya aja yang angkatan anak masa kini :P
uang kuliah dulu juga 180 ribu nggak beda jauh deh hehe....
Wah, jangan2 kita seangkatan bro?
Saya dulu juga kuliah di negeri, per semester 180.000
-
Mengapa ngga ada mencantumkan saja masing masing tahun berapa dilahirkan, tahun berapa lulus kuliah, beres kan?
Ha ha ha ha ha
:rofl:
-
Mengapa ngga ada mencantumkan saja masing masing tahun berapa dilahirkan, tahun berapa lulus kuliah, beres kan?
Ha ha ha ha ha
:rofl:
walah..kok kayak menulis lamaran kerja begitu, Bro?
boleh deh.
saya yakin akan menjadi yang paling imut. horeeeeeeee............ :dance:
-
hahahahahaaa.
Para Momod mengeroyok saya :onion15:
Ya sudah......saya percaya kalo Para Momod masih muda2 :afro1:
peace bro...eh om phooey :D :deal:
sekarang ini anak SD uang sekolah bisa 600 ribuan belum antar jemput wkkk...sungguh terlalu tingkat inflasi negara kita :takethat:
-
Mengapa ngga ada mencantumkan saja masing masing tahun berapa dilahirkan, tahun berapa lulus kuliah, beres kan?
Ha ha ha ha ha
:rofl:
wkkk....jangan bro nanti nggak seru nggak ada penasaran lagi wkkk....
Wah, jangan2 kita seangkatan bro?
Saya dulu juga kuliah di negeri, per semester 180.000
wah bisa jadi bro..dulu saya kuliah di Semarang jadi sitek2 iso boso Jowo :D
-
... ...
Saya masuk kuliah tahun 1980
... ... ...
Ini sama aja "ulo marani gebuk"...
Kartu as kok dibuka, jadi tau semua deh umurnya "opa" phooey... :rofl:
-
Mengapa ngga ada mencantumkan saja masing masing tahun berapa dilahirkan, tahun berapa lulus kuliah, beres kan?
Ha ha ha ha ha
:rofl:
Bisa dimulai dari bro bruce nih kayanya... :giggle: :giggle:
-
www[dot]kompas[dot]com
(http://s14.postimage.org/nexaxhgyp/biaya_kuliah.jpg)
mendingan kuliah di indonesia juga.. :rofl: :rofl: :rofl:
Hmm... IMO ga bisa dibandingin dari biaya kuliah aja.
Memang kuliah di LN lebih mahal daripada rata2 biaya kuliah di Indo, tapi AFAIK dan berdasar pengalaman, kualitas kuliah di LN terutama dalam hal fasilitas2 pendukung seperti literature, laboratorium, praktek, peluang research, dll, jauh lebih bagus di luar negri.
Kalo kualitas pendidikan sama, dan dengan melihat harga saja, tentunya ga bakal ada mahasiswa2 Indonesia yg rela "hidup susah" di tanah rantau... :D
-
Ini sama aja "ulo marani gebuk"...
Kartu as kok dibuka, jadi tau semua deh umurnya "opa" phooey... :rofl:
Yaeelaahhh...
Bener2 babak belur kena "trap" nya Bro Bruce
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/63d4808b.gif)
-
Yeah, Bener juga, emang jauh lebih senior opa phooey he he he
-
Hmm... IMO ga bisa dibandingin dari biaya kuliah aja.
Memang kuliah di LN lebih mahal daripada rata2 biaya kuliah di Indo, tapi AFAIK dan berdasar pengalaman, kualitas kuliah di LN terutama dalam hal fasilitas2 pendukung seperti literature, laboratorium, praktek, peluang research, dll, jauh lebih bagus di luar negri.
Kalo kualitas pendidikan sama, dan dengan melihat harga saja, tentunya ga bakal ada mahasiswa2 Indonesia yg rela "hidup susah" di tanah rantau... :D
Nah ini ada bener ndak juganya bro Jeno :D
benernya penghargaan dari company memang lebih tinggi dari yang lulusan dalam negri.
nggak benernya kalau dimulai dari start yang sama misal sama2 fresh graduate dan kebetulan dunia kerjanya tidak pas seratus persen....maka ilmunya 11-12 dengan lulusan dalam negri :)
walhasil rada2 merusak iklim kerja di perusahaan tersebut :D
tapi kalau sudah pengalaman yah no problem sih...jadi misal kayak bro Jeno mau pulang kampung kan udah pengalaman lama yah nggak apa2...langsung minta gaji tinggi expatriat :D
btw udah berapa tahun kerja di sana bro?
-
walah..kok kayak menulis lamaran kerja begitu, Bro?
boleh deh.
saya yakin akan menjadi yang paling imut. horeeeeeeee............ :dance:
ah masa sih emang sis kitty masih sweet seventeen yah kalau masih sweet seventeen saya nyerah kalah deh :P :D
-
Kelebihan lain kalau kuliah di luar negeri adalah kemampuan berbahasa Inggris biar bagaimanapun pasti lebih baik dibanding yang cuma lulusan lokal. Sehingga lebih berpeluang untuk kerja di perusahaan asing. Dan buntutnya tentu juga peghargaan yang diterima menjadi lebih tinggi.
:D
-
Kelebihan lain kalau kuliah di luar negeri adalah kemampuan berbahasa Inggris biar bagaimanapun pasti lebih baik dibanding yang cuma lulusan lokal. Sehingga lebih berpeluang untuk kerja di perusahaan asing. Dan buntutnya tentu juga peghargaan yang diterima menjadi lebih tinggi.
:D
terus dapet gaji 25 juta sebulan untuk dihabiskan ya, Bro?
kalau tidak pernah tersisa sama sekali, saya justru curiga..terus persiapan masa depan gimana?
sama saja dengan karyawan biasa dong?
bedanya adalah mereka hidup enak sekarang, tapi entah di masa depan :hi:
-
terus dapet gaji 25 juta sebulan untuk dihabiskan ya, Bro?
kalau tidak pernah tersisa sama sekali, saya justru curiga..terus persiapan masa depan gimana?
sama saja dengan karyawan biasa dong?
bedanya adalah mereka hidup enak sekarang, tapi entah di masa depan :hi:
Kalo yang ini .... saya ikutan memberikan ulasan.
Para Pria, baik yang lulusan sekolah di luar negeri maupun didalam negeri.
Baik yang bergaji 25 jt sebulan ataupun 1.25 jt sebulan (UMR).
Nasib yang sama menanti mereka.................harus setor gaji ke Isteri :deal:
-
ah masa sih emang sis kitty masih sweet seventeen yah kalau masih sweet seventeen saya nyerah kalah deh :P :D
hihihihihihi..kalau saya sekarang masih usia 17 tahun, terus kuliah-nya kapan nih Mas?
jelas ga nutut..karena posisi sekarang saya sudah kerja.. :dance:
-
terus dapet gaji 25 juta sebulan untuk dihabiskan ya, Bro?
kalau tidak pernah tersisa sama sekali, saya justru curiga..terus persiapan masa depan gimana?
sama saja dengan karyawan biasa dong?
bedanya adalah mereka hidup enak sekarang, tapi entah di masa depan :hi:
Sepupu saya suami istri tinggal dan bekerja di Canada. Negara itu sangat makmur, dan memberikan tunjangan lengkap kepada warganegaranya. Pekerja kena pajak tinggi, tetapi mereka tahu bahwa masa tua mereka terjamin. Jadi para pasangan muda di sana kerja keras, untuk bayar rumah, mobil , pajak dan sisanya dihabiskan untuk apa yang mereka ingini. Tabungan? Untuk apa? Toh kesehatan dijamin, masa tua mereka juga dijamin. Nah lho...
:doh:
-
Kelebihan lain kalau kuliah di luar negeri adalah kemampuan berbahasa Inggris biar bagaimanapun pasti lebih baik dibanding yang cuma lulusan lokal. Sehingga lebih berpeluang untuk kerja di perusahaan asing. Dan buntutnya tentu juga peghargaan yang diterima menjadi lebih tinggi.
:D
ini benar sekali 100% hihi...
kebanyakan kemampuan bahasa inggris lulusan dalam negri memprihatinkan...terutama dalam conversation ....
Saya juga nggak nyangka waktu pertama kali interview di perusahaan jepang kebetulan perusahaan tersebut memakai jasa agency.
Tahap awal tes psikologi lancar..,
interview pertama juga lancar nah pas interview kedua tes di perusahaannya yang menginterview saya bilang begini...
Ok now let's introduce your self...
dan saya langsung kebingungan jawabnya :think1: :doh: :whistle:
baru deh saya dong ternyata bahasa asing bukan cuman buat dimengerti aja tapi juga harus bisa percakapan... :D
-
Setuju dan sependapat dengan bro Leon
:)
-
hihihihihihi..kalau saya sekarang masih usia 17 tahun, terus kuliah-nya kapan nih Mas?
jelas ga nutut..karena posisi sekarang saya sudah kerja.. :dance:
oh berarti sis kity dulu waktu masuk kuliah angkatan berapa yah :D :dance:
-
oh berarti sis kity dulu waktu masuk kuliah angkatan berapa yah :D :dance:
hahahahahahahha..jalur pribadi saja deh..
malu ntar ketahuan masih imut :blush:
-
Mengapa ngga ada mencantumkan saja masing masing tahun berapa dilahirkan, tahun berapa lulus kuliah, beres kan?
Ha ha ha ha ha
:rofl:
Hidup tidak menarik kalau tidak ada misteri.. :giggle:
@bro Leonardo
Wah, sama lagi...saya juga kuliah di semarang. Tapi cukup sampai disini deh bro, jangan buka2 kartu lagi.. :rofl:
-
Hidup tidak menarik kalau tidak ada misteri.. :giggle:
@bro Leonardo
Wah, sama lagi...saya juga kuliah di semarang. Tapi cukup sampai disini deh bro, jangan buka2 kartu lagi.. :rofl:
tahun berapa mod kuliah di semarang ??
cuma mau tau stock lama atau stock baru neh ??
-
Hidup tidak menarik kalau tidak ada misteri.. :giggle:
@bro Leonardo
Wah, sama lagi...saya juga kuliah di semarang. Tapi cukup sampai disini deh bro, jangan buka2 kartu lagi.. :rofl:
wah jangan2...jangan2......setuju sama bro shakespeare biar tetap ada sedikit misteri :lol:
-
tahun berapa mod kuliah di semarang ??
cuma mau tau stock lama atau stock baru neh ??
Menunggu "ulo marani gebuk" lagi, sama kaya "opa" phooey... :whistle: :giggle:
-
Nah ini ada bener ndak juganya bro Jeno :D
benernya penghargaan dari company memang lebih tinggi dari yang lulusan dalam negri.
nggak benernya kalau dimulai dari start yang sama misal sama2 fresh graduate dan kebetulan dunia kerjanya tidak pas seratus persen....maka ilmunya 11-12 dengan lulusan dalam negri :)
walhasil rada2 merusak iklim kerja di perusahaan tersebut :D
tapi kalau sudah pengalaman yah no problem sih...jadi misal kayak bro Jeno mau pulang kampung kan udah pengalaman lama yah nggak apa2...langsung minta gaji tinggi expatriat :D
btw udah berapa tahun kerja di sana bro?
Eh.. kelewat menanggapi yang ini.
Setuju, bro Leo, secara ilmu, emang lulusan DN itu 11-12 dengan lulusan LN. IMO, malah secara teori, kebanyakan lulusan indo itu lebih pinter daripada lulusan LN.
Pas kuliah di sini, aku sih bukan termasuk mahasiswa pinter, tapi temen2ku orang indo yg lain, aku lihat lebih menguasai materi daripada orang2 lokal lulusan S1 di sini.
Bedanya, mereka di sini itu lebih jago aja dalam hal praktis dan penerapan, diantaranya ya karena mereka lebih maju dalam hal praktek laboratorium (misal) atau pengalaman magang di dunia industri. Belum lagi fasilitas2 pendukung lainnya seperti perpustakaan yg super lengkap dan GRATIS, kalo ada buku baru yg ga ada di perpus tapi dibutuhkan mahasiswa, tinggal order, dan tunggu 1 2 minggu kemudian buku itu sudah tersedia utk dipinjam. Belum lagi akses internet yg super lancar, terus ada akses ke jurnal2 ilmiah yg GRATIS karena dibiayai universitas. Ada pula kesempatan research dan berpartisipasi dalam konferensi2 ilmiah. Fasilitas rekreasi jg ga kalah derwamannya, ada gym/kolam renang/tenis, dll, dengan standard yg jauh lebih bagus jika dibanding dengan fasilitas2 rekreasi di ITB (almamaterku dulu) misalnya.
Banyaklah (berdasar pengalamanku) yg merupakan keunggulan belajar di LN dibanding kuliah di indo yg menjadi daya tarik yg memikat mahasiswa2 indonesia utk berburu kesempatan belajar di LN.
Soal appreciation perusahaan terhadap lulusan LN/DN, itu tergantung perusahaan jg.
Perusahaan2 di eropa sini memandang lulusan S2 dari universitas indo itu setara dgn lulusan S2 dari universitas2 Eropa lho.
Tapi bener sih ada keuntungan lebih kalo lulusan universitas ini, yaitu masalah kemudahan melamar pekerjaan di perusahaan eropa (visa, transportasi utk interview, dll), jadi perusahaan2 sini ya lebih memilih orang2 lulusan sini juga. Tapi IMO, ini ga ada hubungannya dengan nama almameter yg dibawa dalam hal apreciation perusahaan.
-
wah jangan2...jangan2......setuju sama bro shakespeare biar tetap ada sedikit misteri :lol:
wah ngak asik kalu begitu mod.. :doh:
-
Eh.. kelewat menanggapi yang ini.
Setuju, bro Leo, secara ilmu, emang lulusan DN itu 11-12 dengan lulusan LN. IMO, malah secara teori, kebanyakan lulusan indo itu lebih pinter daripada lulusan LN.
Pas kuliah di sini, aku sih bukan termasuk mahasiswa pinter, tapi temen2ku orang indo yg lain, aku lihat lebih menguasai materi daripada orang2 lokal lulusan S1 di sini.
Bedanya, mereka di sini itu lebih jago aja dalam hal praktis dan penerapan, diantaranya ya karena mereka lebih maju dalam hal praktek laboratorium (misal) atau pengalaman magang di dunia industri. Belum lagi fasilitas2 pendukung lainnya seperti perpustakaan yg super lengkap dan GRATIS, kalo ada buku baru yg ga ada di perpus tapi dibutuhkan mahasiswa, tinggal order, dan tunggu 1 2 minggu kemudian buku itu sudah tersedia utk dipinjam. Belum lagi akses internet yg super lancar, terus ada akses ke jurnal2 ilmiah yg GRATIS karena dibiayai universitas. Ada pula kesempatan research dan berpartisipasi dalam konferensi2 ilmiah. Fasilitas rekreasi jg ga kalah derwamannya, ada gym/kolam renang/tenis, dll, dengan standard yg jauh lebih bagus jika dibanding dengan fasilitas2 rekreasi di ITB (almamaterku dulu) misalnya.
Banyaklah (berdasar pengalamanku) yg merupakan keunggulan belajar di LN dibanding kuliah di indo yg menjadi daya tarik yg memikat mahasiswa2 indonesia utk berburu kesempatan belajar di LN.
Soal appreciation perusahaan terhadap lulusan LN/DN, itu tergantung perusahaan jg.
Perusahaan2 di eropa sini memandang lulusan S2 dari universitas indo itu setara dgn lulusan S2 dari universitas2 Eropa lho.
Tapi bener sih ada keuntungan lebih kalo lulusan universitas ini, yaitu masalah kemudahan melamar pekerjaan di perusahaan eropa (visa, transportasi utk interview, dll), jadi perusahaan2 sini ya lebih memilih orang2 lulusan sini juga. Tapi IMO, ini ga ada hubungannya dengan nama almameter yg dibawa dalam hal apreciation perusahaan.
wah taunya telat nih sekarang sudah punya buntut jadi lebih susah untuk movingnya hehe...
btw kalau musim dingin suhunya di norway berapa an bro hehe...masih di atas 0 atau serasa hidup di kulkas :D
-
wah taunya telat nih sekarang sudah punya buntut jadi lebih susah untuk movingnya hehe...
btw kalau musim dingin suhunya di norway berapa an bro hehe...masih di atas 0 atau serasa hidup di kulkas :D
Eh... ga ada kata "telat" kok, bro Leo.
Ada temenku yg udah punya 2 buntut, okay2 aja tuh pindah ke mari. D sini malah nambah lagi buntutnya.
Justru kalo udah punya buntut, makin untung tinggal di Eropa sini. Banyak social benefit yg bs diambil, misal: pendidikan anak gratis & kesehatan anak gratis. Makin banyak anak / dependant, pajak juga semakin kecil.
Apalagi klo bro Leo apply ke kantornya bro Leo yg ada di sini, 99,99% kemungkinan bakal diterima tuh... :dance:
Suhu di musim dingin, tergantung lokasi jg.
Utk daerah barat (pesisir laut), iklimnya relative "mild", klo winter paling cm -5 deg.
Kalo mendekati gunung (kaya kotaku sekarang), bs nyampe -20 deg. :doh:
-
Eh... ga ada kata "telat" kok, bro Leo.
Ada temenku yg udah punya 2 buntut, okay2 aja tuh pindah ke mari. D sini malah nambah lagi buntutnya.
Justru kalo udah punya buntut, makin untung tinggal di Eropa sini. Banyak social benefit yg bs diambil, misal: pendidikan anak gratis & kesehatan anak gratis. Makin banyak anak / dependant, pajak juga semakin kecil.
Apalagi klo bro Leo apply ke kantornya bro Leo yg ada di sini, 99,99% kemungkinan bakal diterima tuh... :dance:
Suhu di musim dingin, tergantung lokasi jg.
Utk daerah barat (pesisir laut), iklimnya relative "mild", klo winter paling cm -5 deg.
Kalo mendekati gunung (kaya kotaku sekarang), bs nyampe -20 deg. :doh:
Wah kayaknya bro Jeno betah nih di sana hehe...
Iya pendidikan di sini juga kesehatan semakin lama malah semakin mahal....jangan2 nanti pas jaman anak2 saya sudah dewasa, biaya pendidikan di Indonesia sama luar negri...cuman 11-12 lagi hehe...
Hehe kayaknya sebentar lagi di sana mau masuk musim dingin yah...white X-Mas di Indo atau di sana :D
Thanks bro Jeno atas berbagi pengalamannya :afro:
-
Eh... ga ada kata "telat" kok, bro Leo.
Ada temenku yg udah punya 2 buntut, okay2 aja tuh pindah ke mari. D sini malah nambah lagi buntutnya.
Justru kalo udah punya buntut, makin untung tinggal di Eropa sini. Banyak social benefit yg bs diambil, misal: pendidikan anak gratis & kesehatan anak gratis. Makin banyak anak / dependant, pajak juga semakin kecil.
Apalagi klo bro Leo apply ke kantornya bro Leo yg ada di sini, 99,99% kemungkinan bakal diterima tuh... :dance:
Suhu di musim dingin, tergantung lokasi jg.
Utk daerah barat (pesisir laut), iklimnya relative "mild", klo winter paling cm -5 deg.
Kalo mendekati gunung (kaya kotaku sekarang), bs nyampe -20 deg. :doh:
di sana ada jual pecel lele ngak min ?
aku males kuliah disana karena ngak ada pecel lele..