Forim Iman Kristen
FIK Cafe => Politik dan Berita Teractual => Topic started by: WorldPeace8281 on September 17, 2012, 06:49:14 PM
-
nih, gw rada tertarik nieh ama judulnye :grining: soalnye agak unik :rofl:
(http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/new-york.jpg&h=235&w=355&zc=1)
Amerika Serikat seperti negeri yang rakyatnya kena kutukan Tuhan. Mungkin Tuhan sudah tidak lagi bersimpati kepada rakyat Amerika. Di mana kasih sayang sudah punah. Rakyat saling membunuh satu dengan lainnya. Satu peristiwa belum usai, datang lagi peristiwa lainnya. Saling membunuh.
Selama ini Amerika Serikat hanya bisa membunuhi rakyat di negeri-negeri Muslim, yang tanpa dosa. Dibunuhi dengan cara-cara yang keji dan biadab. seperti invasi militer Amerika Serikat ke Afghanistan, Irak, Palestina, Somalia, Yaman, dan Vietnamn. Jutaan orang tewas oleh tangan-tangan kotor Amerika Serikat, yang tak mengenal belas kasihan.
Sekarang Amerika Serikat seperti mendapatkan kuktukan Tuhan. Kejahatan Amerika Serikat yang maha dahsyat itu, sekarang dibalas, dalam bentuk rakyatnya saling membunuh. Pembunuhan yang brutal dan sangat mengerikan sekarang berlangsung hampir setiap saat di seluruh Amerika Serikat.
Kemarin, dua orang tewas dan sedikitnya delapan orang terluka dalam penembakan di The Empire State Building di New York City pada Jumat. Penembakan yang sangat brutal membuat para penghuni gedung pencakar langit itu, kebingungan. Mereka seperti tidak percaya. Melihat peristiwa yang terjadi, di mana seorang bisa melakukan pembunuhan dengan menembakan senjata secara membabi-buta.
Penembakan terjadi di pusat kota New York, Manhattan. Di mana peristiwa ini bersamaan dengan membanjirnya para turis yang datang ke kota New York.
Rakyat Amerika Serikat sekarang menghadapi pedemi frustasi yang sangat akut. Mereka tidak mengerti lagi tentang tujuan kehidupan mereka. Materi tak dapat lagi memberikan kenikmatan dan kepuasan. Apalagi sesudah krisis ekonomi yang mendera mereka. Kini yang ada hanyalah keputus-asaan belaka.
Para pengejar materi yang sudah kehabisan energinya itu, sekarang seperti orang-orang yang linglung, tidak mengerti lagi apa yang dilakukannya. Krisis perbankan, dan banyaknya bank-bank besar yang bangkrut, dan tidak lagi dapat memberikan kredit, membuat rakyat Amerika Serikat yang sangat gila dengan kartu kredit itu, sekarang oleng menghadapi kenyataan hidup mereka yang pahit. Satu-satunya jalan yang mereka lakukan menumpahkan frustasi mereka dengan cara membunuhi orang lain.
Pada 20 Juli, James Holmes, 24, mahasiswa kandidat Phd, di bidang neuro science, yang menghadapi kehidupan yang tanpa harapan itu, di tengah malam, saat berlangsungnya gala priemerei film Batman "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado, secara brutal menembaki orang-orang yang berada di dalam gedung. Sedikit 20 orang mat seketika, dan melukai 78 orang lainnya.
Pada 5 Agustus, seorang pria bersenjata membunuh 6 orang dan melukai 3, dan dalam kondisi kritis di sebuah kuil Sikh di luar Milwaukee sebelum polisi menembaknya hingga mati.
The Empire State Building adalah gedung tertinggi di dunia yang sudah berdiri selama 40 tahun dari tahun 1931 sampai pembangunan World Trade Center. Setelah serangan 11 September 2001. Di gedung yang menjadi kebanggaan orang Amerika itu, di mana orang yang sudah frustasi menembakkan senjata dengan membabi-buta. Tak memikirkan berapa jumlah korban yang akan mati. Karena, di benak mereka sudah tidak ada lagi belas kasihan. Orang hanya ingin melepaskan frustasi kepada orang lain, tanpa mengenal akibatnya.
Selain, Tuhan Yesus sudah tidak sayang lagi kepada rakyat Amerika, azab itu yang ditimpakan kepada para pengikut agama Kristen itu, tak henti-henti di timpa bencana badai tropis yang maha dahsyat dan kebakaran. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat sejak mulai dari Teluk Mexico, sampai masuk ke wilayah pedalaman, tak luput dari amukan badai tropis. Semua luluh lantak.
Sekarang Amerika Serikat akan menghadapi badai Isaac, yang menjadi ancaman bagi rakyat Amerika. Inilah bencana yang terus-menerus tanpa jeda. Sehingga, rakyat Amerika Serikat menjadi frustasi menghadapi kehidupan mereka. Para pemburu kenikmatan dunia itu, tak mendapatkan kenikmatan yang mereka cari. Justeru yang mereka dapatkan hanyalah malapetaka. Rumah megah mereka, yang hasil kredit, luluh lantak dihantam badai.
Mulai dari krisis ekonomi, ketidak pastian masa depan, konflik antara kulit berwarna. Tak pernah putus-putus. Apa yang dibilang Amerika Serikat negara "melting pot" itu, hanyalah bohong belaka. Kebencian terhadap kelompok kulit hitam di Amerika Serikat itu, sampai ke ubun-ubun. Apalagi, sesudah Barack Obama menjadi presiden. Orang-orang kulit putih, seperti terhina, dan semakin frustasi. Bagaimana orang kulit hitam, yang dahulunya budak, sekarang harus menjadi presiden Amerika Serikat?
Di tengah-tengah rasa frustasi yang sudah memuncak itu, mereka hanya bisa membeli senjata di toko-toko, kemudian melampiaskannya dengan menembak siapa saja, tanpa pilih-pilih. Apalagi, kalau pemilihan presiden nanti yang menang dari tokoh Partai Republik, Romney, dan pasti akan lebih konservatif, dan tidak akan ada pembatasan kepemilikan senjata.
Belum lagi para veteran perang yang sekarang berserak di berbagai kota di Amerika Serikat. Mereka merasa menjadi manusia yang tidak berharga. Dicibir oleh masyarakat. Tidak mendapat penghargaan. Tanpa masa depan. Mereka sangat potensial menjadi para pelaku kejahatan. Karena frustasi.
Ribuan veteran perang Afghanistan, Irak, dan Vietnam, kehilangan masa depan. Akhirnya, hanya bisa melampiaskan kekecewaan mereka dengan menumpahkan senjata. Rakyat Amerika Serikat akan saling membunuh satu dengan yang lainnya. Apakah Tuhan Yesus sudah tidak sayang lagi terhadap rakyat Amerika Serikat?
Sumber: http://www.voa-islam.com/news/opini/2012/08/24/20337/adakah-Tuhan-Yesus-sudah-tidak-sayang-rakyat-amerika/
gimana nieh pendapatnya teman2 sekalian :bigrin1:
-
saya langsung ketawa baca posting Anda.
hahahahaha...
lucu sekali, rangkaian tragedi terjadi dan akhirnya menyimpulkan bahwa Tuhan sudah tidak sayang pada AS?
hehehehehehehehe..padahal itu tidak ada korelasinya sama sekali.
:onion15:
-
Sependapat dengan reply sis Kitty, tidak ada relevansinya antara masalah yang terjadi dan sayang atau tidak sayangnya Tuhan. Dan adalah aneh bagi pandangan Kristen jika menghubungkan masalah, terlebih lagi dengan masalah yang dibuat sendiri oleh manusia, dengan urusan sayang atau tidak sayangnya Tuhan pada suatu bangsa.
Syalom
-
ga ada hubungannya lah..
Tuhan sayang semua orang bahkan org yg membenciNya sekalipun...
-
Lihat saja sumbernya, voa-islam.....yang jelas2 anti amerika.
Kalau memakai logika yang sama, Bangladesh misalnya sebagai salah satu negara islam, bencana bertubi-tubi, kepentingan politik menjadikan mereka saling bunuh...apakah Bangladesh dibenci/tidak disayang Tuhan?
Somalia, sebagai salah satu negara yang muslimnya dominan, sudah negara miskin, kering, rakyatnya saling bunuh...apakah Somalia dibenci/tidak disayang Tuhan?
dan masih banyak contoh lain (salah satunya Indonesia)......
-
sumbernya ngak kredibel tuh..
ada kepentingan anti amerika di dalamnya.. :doh:
-
Lihat saja sumbernya, voa-islam.....yang jelas2 anti amerika.
Kalau memakai logika yang sama, Bangladesh misalnya sebagai salah satu negara islam, bencana bertubi-tubi, kepentingan politik menjadikan mereka saling bunuh...apakah Bangladesh dibenci/tidak disayang Tuhan?
Somalia, sebagai salah satu negara yang muslimnya dominan, sudah negara miskin, kering, rakyatnya saling bunuh...apakah Somalia dibenci/tidak disayang Tuhan?
dan masih banyak contoh lain (salah satunya Indonesia)......
akur mod.. :afro1: :deal:
-
Saya no comment saja deh. :)
-
cum hoc ergo propter hoc ?
-
cum hoc ergo propter hoc ?
με αυτό, επομένως λόγω αυτού
:whistle:
-
Wah, ini kalo orang-orang planet demonstrasi kemampuan bahasa asing, orang-orang planet lainnya akan klepek-klepek.
:signofcross: :pray3: :signofcross:
-
Wah, ini kalo orang-orang planet demonstrasi kemampuan bahasa asing, orang-orang planet lainnya akan klepek-klepek.
:signofcross: :pray3: :signofcross:
bukan bro,
itu cum hoc ergo propter hoc kan logical fallacy yg berkaitan (?) dengan cerita TS.
Gitu loh...
-
Wah, ini kalo orang-orang planet demonstrasi kemampuan bahasa asing, orang-orang planet lainnya akan klepek-klepek.
:signofcross: :pray3: :signofcross:
maksudnya bro John adalah logical fallacy...karena mencoba menghubung2kan beberapa kejadian yang sebenarnya tidak berkaitan tetapi dikait-kaitkan satu dengan yang lainnya :)
Dengan cara berpikir yang sama seharusnya si penulis juga bisa menulis bahwa Tuhan Yesus tidak sayang lagi dengan bangsa Indonesia karena setelah dijajah bangsa asing ternyata juga masih tidak sejahtera karena banyak pejabatnya sendiri yang korupsi :D
Plus bencana alam : seperti Tsunami, gempa dll... :doh:
-
bukan bro,
itu cum hoc ergo propter hoc kan logical fallacy yg berkaitan (?) dengan cerita TS.
Gitu loh...
maksudnya bro John adalah logical fallacy...karena mencoba menghubung2kan beberapa kejadian yang sebenarnya tidak berkaitan tetapi dikait-kaitkan satu dengan yang lainnya :)
Dengan cara berpikir yang sama seharusnya si penulis juga bisa menulis bahwa Tuhan Yesus tidak sayang lagi dengan bangsa Indonesia karena setelah dijajah bangsa asing ternyata juga masih tidak sejahtera karena banyak pejabatnya sendiri yang korupsi :D
Plus bencana alam : seperti Tsunami, gempa dll... :doh:
Oooohhh... maafkan dan ampuni ketidaktahuan saya. :blush: :doh: :signofcross: :pray3: :signofcross: :drool:
-
Oooohhh... maafkan dan ampuni ketidaktahuan saya. :blush: :doh: :signofcross: :pray3: :signofcross: :drool:
saya ampuni bro.. wakakakakak :lol:
-
saya ampuni bro.. wakakakakak :lol:
Terima kasih JP III. Anda memang 'maha pengampun'. :grining:
Tentang kasih, dan sayang, dan cinta, dan berkat dari Tuhan Jesus Kristus kepada manusia, bukan hanya suku tertentu, saya pikir dan saya imani memang tidak pernah berubah, dari dahulu, sekarang, selalu, dan sampai selama-lamanya. Hanya saja, karena kasih, sayang, cinta, dan berkat itu disampaikan tidak seperti yang diinginkan manusia berdasarkan pemikiran manusia, maka sering muncul dalam pikiran manusia bahwa kasih, sayang, cinta, dan berkat Tuhan berubah. Pun kalau terjadi perubahan kasih, sayang, cinta, dan berkat Tuhan kepada manusia, itu karena respons manusianya.
Damai, damai, damai.