Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Dengan non Kristen => Topic started by: odading on September 22, 2012, 11:58:21 PM
-
Apakah umur manusia
dikarenakan bumi mengelilingi matahari ataupun berotasi pada axisnya ?
ataukah
ibarat bom "waktu" yg tidak terpengaruh oleh pergerakan bumi ?
maap... kalo pertanyaannya ada ada saja,
soalnya saya kebetulan lagi mikirin hal ini ... :giggle:
:)
salam.
-
Damai sejahtera menyertai FIKers.
Apakah umur manusia
dikarenakan bumi mengelilingi matahari ataupun berotasi pada axisnya ?
ataukah
ibarat bom "waktu" yg tidak terpengaruh oleh pergerakan bumi ?
maap... kalo pertanyaannya ada ada saja,
soalnya saya kebetulan lagi mikirin hal ini ... :giggle:
:)
salam.
Menurut pemahaman saya, mengingat penanggalan yang digunakan oleh manusia adalah peredaran bumi di orbitnya mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada sumbunya, maka umur manusia adalah karena keduanya. Peredaran bumi mengelilingi matahari adalah untuk menghitung tahunnya, dan perputaran bumi untuk menghitung harinya. :giggle: Benar nggak, yah? :signofcross:
Damai, damai, damai.
-
Waktu, Time :
Waktu adalah dimensi dmana peristiwa peristiwa tersusun sejak masa lalu, sekarang dan akan datang. Waktu adalah ukuran yang diterapkan untuk mengukur lamanya suatu peristiwa terjadi.
Jadi, waktu tidak terikat pada peristiwa alam, jarum jam yang berputar, atau bahkan perputaran benda benda di angkasa. Justru peristiwa peristiwa di alam yang dijadikan pembatas untuk membuat ukuran terhadap waktu yang berjalan.
Waktu, seperti juga panas, dan terang atau berat, diukur dengan skala yang ditentukan dan disepakati oleh manusia.
:think1:
-
Damai sejahtera menyertai FIKers.Menurut pemahaman saya, mengingat penanggalan yang digunakan oleh manusia adalah peredaran bumi di orbitnya mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada sumbunya, maka umur manusia adalah karena keduanya. Peredaran bumi mengelilingi matahari adalah untuk menghitung tahunnya, dan perputaran bumi untuk menghitung harinya. :giggle: Benar nggak, yah? :signofcross:
Damai, damai, damai.
yg di bold - kayaknya husada salah nangkep maksud pertanyaan saya ... :).
Maksud saya begini ...
Kan manusia itu : Bayi - Anak - Remaja - Tua - TuaRenta.
Siklus ungu itu di "belah belah" berdasarkan rotasi dan orbit bumi.
Nah yg saya mau tau,
apakah dikarenakan rotasi&orbit bumi yg menyebabkan manusia menjadi tua
atokah siklus tsb tidak tersangkut paut dgn rotasi&orbit bumi. ---> ini saya ibaratkan "biological time-bomb".
Pertanyaan aneh aneh ini muter di benak saya, karena saya pernah ketemu di internet - bhw umur manusia menjadi berbeda beda di tiap tiap planet (dgn asumsi setiap planet bisa di hidupi) dikarenakan rotasi&orbit setiap planet berbeda dgn bumi.
Sebagai contoh, pada siklus ungu tsb --- sso telah mendekati stadium TuaRenta.
Taruhlah bumi telah 80 x mengitari matahari ---> jadi orang ini di define berdasarkan orbit bumi, ber-usia 80 tahun.
Namun, apabila orang ini hidup di Mars - sejak awal siklus naturalnya (yang ungu stadium Bayi), maka stadium TuaRenta orang tsb dimana bumi 80 x mengorbit matahari, ternyata orbit planet Mars baru 40 x mengitari matahari --- alias orang ini baru berumur 40 tahun-nya Martian Years.
Nah yg menjadi pertanyaan di benak :
Orang yg hidup di Mars ini dimana siklus natural orang ini sejak awal terjadi di Mars --- disaat Mars telah mengorbit matahari sebanyak 40 x, apakah orang ini tetep aja seperti di stadium TuaRenta manusia bumi, atokah ternyata dia masih di stadium Tua (belum TuaRenta) ?
Apabila jawabannya yg coklat, maka kesimpulan saya --- manusia itu ibarat mempunyai biological time-bomb, tidak bersangkutpaut dgn rotasi/orbit planet yg didiaminya. (durasinya fix)
Apabila jawaban yg ijo, maka kesimpulan saya --- durasi siklus natural manusia itu tergantung pada rotasi/orbit planet yg didiaminya, dgn kata lain --- durasinya "mengerut/memuai" tergantung di planet mana dia berdiam.
btw,
semua ini tentu dalam asumsi planet2 bisa dihidupi - tidak ada polusi/pencemaran, tidak ada malapetaka, dlsb...:)
Nah, menurut husada - yang ijo atokah yg coklat ?
Maap... husada tak ajak puyeng... hehehe :D.
:)
salam.
-
Jadi, waktu tidak terikat pada peristiwa alam, jarum jam yang berputar, atau bahkan perputaran benda benda di angkasa. Justru peristiwa peristiwa di alam yang dijadikan pembatas untuk membuat ukuran terhadap waktu yang berjalan.
makasih atas masukan bruce .. :)
apakah dari quote diatas, bisa saya simpulkan bahwa bruce juga berpendapat bhw manusia itu ibarat mempunyai biological time-bomb ? please CMIIW.
:)
salam.
-
makasih atas masukan bruce .. :)
apakah dari quote diatas, bisa saya simpulkan bahwa bruce juga berpendapat bhw manusia itu ibarat mempunyai biological time-bomb ? please CMIIW.
:)
salam.
Sejak dilahirkan, manusia bertumbuh besar, dewasa, semakin tua, dan akhirnya komponennya mulai rusak. Kalau komponen rusak yang satu akan mengakibatkan kerusakan yang lain, hingga akhirnya akan meninggal.
Syalom
-
Sejak dilahirkan, manusia bertumbuh besar, dewasa, semakin tua, dan akhirnya komponennya mulai rusak. Kalau komponen rusak yang satu akan mengakibatkan kerusakan yang lain, hingga akhirnya akan meninggal.
Syalom
Nah... durasi siklus tsb (ungu), apakah tergantung dari pergerakan planet yg didiami ? (dalam asumsi : planet bisa di diami, udara murni, bahan makanan cukup - tidak ada pencemaran atopun malapetaka).
:)
salam.
-
Gak Ada hubungannya bro. Mau planetnya muter atau diam (kalau mungkin) tetap saja umur manusia terbatas. Komponen tubuh Ada yang tidak bisa regenerasi kan? Maka kalau rusak atau aus ya game over.
-
Gak Ada hubungannya bro. Mau planetnya muter atau diam (kalau mungkin) tetap saja umur manusia terbatas. Komponen tubuh Ada yang tidak bisa regenerasi kan? Maka kalau rusak atau aus ya game over.
oke bruce, makasih atas masukannya.
Sepertinya saya sependapat dgn bruce, dimana saya ibaratkan manusia mempunyai biological time-bomb ... yang tidak terpengaruh durasinya dimanapun jua. Soalnya dulu sempet kepikiran durasi siklus narutal-nya bisa jadi mengerut atopun memuai apabila beda planet --- habis kebanyakan nonton felm sih... hehehe... :)
salam.
-
oke bruce, makasih atas masukannya.
Sepertinya saya sependapat dgn bruce, dimana saya ibaratkan manusia mempunyai biological time-bomb ... yang tidak terpengaruh durasinya dimanapun jua. Soalnya dulu sempet kepikiran durasi siklus narutal-nya bisa jadi mengerut atopun memuai apabila beda planet --- habis kebanyakan nonton felm sih... hehehe... :)
salam.
Hadeeeh :doh: :lol:
-
Salam kenal, dan salam jumpa lagi bagi yang udah kenal..
Menurut saya waktu adalah salah satu dimensi yang membentuk alam semesta yang kita kenal, yang paling sulit untuk dimengerti.. Waktu terus "berjalan" dan berdampak pada semua materi. Walaupun waktu tidak menunggu dan terus berjalan tanpa memperdulikan apapun, tetapi ternyata waktu juga relatif bagi orang per orang. Saat disuruh menunggu sesuatu, waktu terasa sangat lambat, tetapi saat kita bersenang-senang, waktu berjalan terlalu cepat.
Saya percaya siklus hidup manusia memang dipengaruhi waktu, lahir muda tua renta mati, akan dialami setiap orang dan menurut saya tidak terpengaruh oleh rotasi bumi, namun tetap dipengaruhi oleh waktu "relatif" orang per orang.
Contohnya orang yang banyak pikiran-stress akan terlihat lebih tua dari umurnya, namun orang yang tidak banyak pikiran (selalu berpikir positif) terlihat lebih segar dan awet muda.. tentu saja dalam batas tertentu :)
Salam Damai
-
Saya percaya siklus hidup manusia memang dipengaruhi waktu, lahir muda tua renta mati, akan dialami setiap orang dan menurut saya tidak terpengaruh oleh rotasi bumi
Terimakasih atas masukan samiaji dan salam kenal juga :).
Nah... setelah satu kesimpulan di tarik di thread sini ---> yaitu : umur manusia tidak dipengaruhi rotasi atopun orbit dari planet yg ditempati, maka pertanyaan selanjutnya ....
Dalam asumsi, kondisi sbb diabaikan : (yg ungu)
Contohnya orang yang banyak pikiran-stress akan terlihat lebih tua dari umurnya, namun orang yang tidak banyak pikiran (selalu berpikir positif) terlihat lebih segar dan awet muda..
termasuk pula pencemaran bumi, malapetaka, sakit-penyakit, dlsb diabaikan.
Apakah umur manusia dipengaruhi Waktu ?
Jangan lupa, dalam kehidupan bumi ini ---> waktu = bulan/tahun (rotasi/orbit planet yg di diami).
Bisakah kalo saya berpendapat :
Waktu itu hanya ilusi ?
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan adanya "hidup" ?
Atau mungkin (benak saya)...
Waktu = salah satu atribut Allah itu sendiri ?
Waktu tidak diciptakan, namun ... materi (dalam hal ini celestial bodies / planet2 dlsb) dan being (dalam hal ini makhluk hidup) yang diciptakan dgn "waktu"nya sendiri sendiri ?
:)
salam.
-
Bisakah kalo saya berpendapat :
Waktu itu hanya ilusi ?
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan adanya "hidup" ?
Lhoh, koq, apa hubungannya dengan 'hidup'
Pernah dengar yang namanya 'Half-Life'? Bukan game half-life lho.
http://en.wikipedia.org/wiki/Half-life
:nod:
-
Lhoh, koq, apa hubungannya dengan 'hidup'
Karena sesuatu yg bergerak/tumbuh/mempunyai siklus ... apabila sesuatu tsb mati, maka tidak bisa lagi di-aplikasikan waktu yg berdasarkan rotasi/orbit planet yg ditempati, bruce ... :) (apalagi apabila planet itu sendiri yang "mati")
Pernah dengar yang namanya 'Half-Life'?
Belum :)
http://en.wikipedia.org/wiki/Half-life
barusan saya membacanya, puyeng ... :giggle:.
Kan bruce sendiri dulu pernah tau, saya cuma sekolah ampe SMA jurusan IPS, jadi hal hal mengenai spt yg di wiki tsb (fisika, atom, radio aktif) --- bikin saya klenger puyeng tujuh keliling. (jadi saya nggak baca ampe tuntas wiki tsb...hehehe :giggle:)
salam.
-
He he he he, terus saya harus mulai dari mana bro?
Syalom
-
He he he he, terus saya harus mulai dari mana bro?
Syalom
sekali sekali, bruce donk yang mencoba memposisikan diri utk berpikiran/mengertikan/berpendapat secara jurusan IPS ... wkwkwkk :lol:
Kira kira sependapat gak (secara jurusan IPS) pada quote saya sebelumnya sbb ini ? :
sesuatu yg bergerak/tumbuh/mempunyai siklus ... apabila sesuatu tsb mati, maka tidak bisa lagi di-aplikasikan waktu yg berdasarkan rotasi/orbit planet yg ditempati
Dengan demikian, adanya waktu - itu ada hubungannya dgn sesuatu yg "hidup".
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg "hidup".
:D
salam.
-
sekali sekali, bruce donk yang mencoba memposisikan diri utk berpikiran/mengertikan/berpendapat secara jurusan IPS ... wkwkwkk :lol:
Kira kira sependapat gak (secara jurusan IPS) pada quote saya sebelumnya sbb ini ? :
Dengan demikian, adanya waktu - itu ada hubungannya dgn sesuatu yg "hidup".
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg "hidup".
:D
salam.
Yang sudah matipun masih tetap terpengaruh oleh waktu tuh, bro?
Belum lagi dalam urusannya dengan 'hidup' itu sendiri. Matahari itu benda hidup atau benda mati menurut anda?
:P
-
Yang sudah matipun masih tetap terpengaruh oleh waktu tuh, bro?
waktu yg berdasarkan orbit/rotasi, bruce ? misalnya ato contohnya, please bruce ?
Belum lagi dalam urusannya dengan 'hidup' itu sendiri.
itulah bruce.
Di quote atas, bruce menggunakan tanda petik utk kata "hidup" --- sayapun menggunakan tanda petik.
Apapun bentuknya "hidup" tsb, maka waktu menjadi "ada".
Hidup berdaging/bermateri/berjasmani --- "waktu" menjadi "ada" berdasarkan rotasi/orbit.
Hidup yg setelah mati jasmani --- "waktu" tetep menjadi "ada", namun berdasarkan atribut Allah.
Matahari itu benda hidup atau benda mati menurut anda?
IMO, celestial bodies itu benda hidup, bruce. Sesuatu yg bergerak dan BUKAN ciptaan/buatan tangan manusia ---menurut saya, bisa disebut benda "hidup", mempunyai siklus lahir s/d mati..
Perbedaannya dgn manusia/binatang (tumbuhan juga gak yah ?) :
yg satu disebut makhluk hidup, yang satu lagi disebut benda hidup :D.
salam.
-
waktu yg berdasarkan orbit/rotasi, bruce ? misalnya ato contohnya, please bruce ?
itulah bruce.
Lho, rotasi atau orbit apa, bro?
Bintang alpha centaury misalnya, anda mau mengenakannya pada orbit apa?
Di quote atas, bruce menggunakan tanda petik utk kata "hidup" --- sayapun menggunakan tanda petik.
Apapun bentuknya "hidup" tsb, maka waktu menjadi "ada".
Hidup berdaging/bermateri/berjasmani --- "waktu" menjadi "ada" berdasarkan rotasi/orbit.
Hidup yg setelah mati jasmani --- "waktu" tetep menjadi "ada", namun berdasarkan atribut Allah.
IMO, celestial bodies itu benda hidup, bruce. Sesuatu yg bergerak dan BUKAN ciptaan manusia ---menurut saya, bisa disebut benda "hidup", mempunyai siklus lahir s/d mati..
Mati atau menjadi musnah?
Sebuah bintang dinyatakan hidup selama bintang itu menggunakan dirinya sebagai bahan bakar, dan suatu saat akan redup, dan 'mati', apakah itu yang anda maksudkan?
Perbedaannya dgn manusia/binatang (tumbuhan juga gak yah ?) :
yg satu disebut makhluk hidup, yang satu lagi disebut benda hidup :D.
salam.
Ahh, dimana pula ada benda hidup tetapi buka mahluk hidup, bro. He he he he.
:grining:
-
Lho, rotasi atau orbit apa, bro?
rotasi/orbit planet yg didiaminya, bruce
Yang sudah matipun masih tetap terpengaruh oleh waktu tuh, bro?
Karena menurut saya, yang sudah mati --- tidak bisa dikatakan lagi masih "berumur" sekian bulan/tahun :). (tentu disini saya tidak sedang berpatokan pada kalimat "ayah saya meninggal sudah berumur 2 tahun, setelah kematiannya di tahun 2010" - loh :)).
Bintang alpha centaury misalnya, anda mau mengenakannya pada orbit apa?
utk yg diluar jangkauan, tentu saya nggak tau orbit-nya gimana ... oleh karena itu kalimat yg saya gunakan orbit/rotasi (orbit ato rotasi... ato pokok setidaknya mempunyai siklus/pergerakan) ... BUKAN orbit dan rotasi... :)
Sebuah bintang dinyatakan hidup selama bintang itu menggunakan dirinya sebagai bahan bakar, dan suatu saat akan redup, dan 'mati', apakah itu yang anda maksudkan?
Ya... mungkin kira kira demikian.... oleh karena itu saya gunakan tanda petik "hidup".
Dan bintang itu ciptaan Tuhan kan ? bukan buatan manusia... :).
Ahh, dimana pula ada benda hidup tetapi buka mahluk hidup, bro. He he he he.
Maksud saya begini bruce,
Allah menciptakan benda benda langit, termasuk bumi.
Nah ... ---imo--- bumi saat diciptakan itu "hidup" --- karena "ada hal bergerak" saat diciptakan Allah.
Oleh karena itulah saya katakan "benda hidup" --- karena bumi kan nggak bernafas ... :).
Dalam kehidupan bumi disini (ditinjau dr kepintaran manusia) --- robot adalah "benda hidup".
Tetapi belum ada manusia yang bisa seperti Allah, yaitu menciptakan "benda hidup" yg dalam hal ini adalah celestial bodies... :).
salam.
-
rotasi/orbit planet yg didiaminya, bruce
Kalau orang yang tidak pernah menginjak planet, seperti yang hidup di USS Enterprise misalnya, bagaimana anda menghitung waktu?
Karena menurut saya, yang sudah mati --- tidak bisa dikatakan lagi masih "berumur" sekian bulan/tahun :). (tentu disini saya tidak sedang berpatokan pada kalimat "ayah saya meninggal sudah berumur 2 tahun, setelah kematiannya di tahun 2010" - loh :)).
utk yg diluar jangkauan, tentu saya nggak tau orbit-nya gimana ... oleh karena itu kalimat yg saya gunakan orbit/rotasi (orbit ato rotasi... ato pokok setidaknya mempunyai siklus) ... BUKAN orbit dan rotasi... :)
Ya... mungkin kira kira demikian.
Anda tetap bisa menugkur usia sebuah pyramid, kan?
Dan bintang itu ciptaan Tuhan kan ? bukan buatan manusia... :).
Maksud saya begini bruce,
Allah menciptakan benda benda langit, termasuk bumi.
Nah ... ---imo--- bumi saat diciptakan itu "hidup" --- karena "ada hal bergerak" saat diciptakan Allah.
Oleh karena itulah saya katakan "benda hidup" --- karena bumi kan nggak bernafas ... :).
Dalam kehidupan bumi disini (ditinjau dr kepintaran manusia) --- robot adalah "benda hidup".
Tetapi belum ada manusia yang bisa seperti Allah, yaitu menciptakan "benda hidup" yg dalam hal ini adalah celestial bodies... :).
salam.
Antara bergerak dan hidup itu berbeda lho bro.
Antara berpikir dan memproses itu juga berbeda lho bro.
Antara belajar dan mengolah informasi itu berbeda lho bro.
Bumi bukan benda hidup bro, mahluk yang hidup di bumi disebut mahluk hidup, diantaranya manusia hewan dan tumbuh2an.
:grining:
-
Kalau orang yang tidak pernah menginjak planet, seperti yang hidup di USS Enterprise misalnya, bagaimana anda menghitung waktu?
tergantung orang itu memakai rotasi/orbit planet yg mana yang dijadikan patokan dalam mengukur waktu tsb, bruce.
Seperti di awal thread, topik ini karena dulu saya tau dari internet --- umur manusia menjadi terkesan "berbeda beda" apabila menggunakan per orbit/rotasi suatu planet.
Apabila waktu-Bumi yg dipake sebagai patokan ... maka umur manusia dimana bumi telah mengelilingi matahari 80 kali --- disebut 80 tahunnya EarthYears.
Namun apabila (misal) waktu-Mars yang dipake sebagai patokan ... maka umur manusia kira kira "baru" berumur 40 tahun MartianYears (karena 80 kali yg digunakan bumi mengelilingi matahari, hanya sekitar 40 kali yg digunakan Mars mengelilingi matahari).
Anda tetap bisa menugkur usia sebuah pyramid, kan?
tapi... piramid kan nggak bergerak, bruce ? :).
Antara bergerak dan hidup itu berbeda lho bro.
oleh karena itu, kan saya sudah memberi tanda petik pada kata "hidup", bruce ... :).
Bumi bukan benda hidup bro,
ya... karena disitu tidak ada tanda petiknya.
Makanya saya gunakan tanda petik ---> bumi itu benda "hidup" :).
Oleh karenanya ... masih bisa di aplikasikan/diprediksikan "UMUR" bumi selama dia ber-rotasi/orbit.
Dan saya gunakan lagi tanda petik pada kata "umur" ... karena bumi tidak bernafas/berjiwa berpikir/belajar :).
mahluk yang hidup di bumi disebut mahluk hidup, diantaranya manusia hewan dan tumbuh2an.
apakah saya salah, kalo berpendapat ---disaat melihat robot yg sedang bergerakgerak--- itu adalah benda "hidup" ?? :D.
salam.
-
Kalau setiap yang bergerak anda sebut 'hidup' maka akan banyak 'kehidupan' di sekitar kita bro.
:doh:
-
Untuk menambah keruwetan yang telah ada, saya punya satu cerita...
Di Jerman, industri peternakan ayam sudah sedemikian "maju" nya, sehingga setelah adanya penelitian, maka diketahui bahwa manusia dapat merekayasa siklus bertelurnya ayam petelur... Dalam hal ini ayam dimasukkan ke dalam ruangan dan tidak pernah melihat dunia luar. Matahari buatan dipakailah lampu. Hanya saja simulasi matahari buatan tsb memiliki siklus 23jam (bukannya 24 jam seperti matahari di alam luar). Ternyata ayam tersebut dapat bertelur setiap "pagi" dgn siklus 23 jam tersebut. Hanya saja tidak disebutkan apakah umur ayam menjadi lebih pendek menurut earth-time ataukah tidak....
Hal tersebut katanya sudah dilarang dilakukan :)
Salam Damai
-
Untuk menambah keruwetan yang telah ada, saya punya satu cerita...
Di Jerman, industri peternakan ayam sudah sedemikian "maju" nya, sehingga setelah adanya penelitian, maka diketahui bahwa manusia dapat merekayasa siklus bertelurnya ayam petelur... Dalam hal ini ayam dimasukkan ke dalam ruangan dan tidak pernah melihat dunia luar. Matahari buatan dipakailah lampu. Hanya saja simulasi matahari buatan tsb memiliki siklus 23jam (bukannya 24 jam seperti matahari di alam luar). Ternyata ayam tersebut dapat bertelur setiap "pagi" dgn siklus 23 jam tersebut. Hanya saja tidak disebutkan apakah umur ayam menjadi lebih pendek menurut earth-time ataukah tidak....
Hal tersebut katanya sudah dilarang dilakukan :)
Salam Damai
Mungkin pakai metode nya Hitler dan SS nya kali ya bro, he he he.
:doh:
-
yg di bold - kayaknya husada salah nangkep maksud pertanyaan saya ... :).
He'eh, iya tuh. Saya salah nagkep. Kirain nanya tahun dan hari menurut orbit bumi, dan nanya bulan menurut orbit bulan mengelilingi bumi. :grining:
Maksud saya begini ...
Kan manusia itu : Bayi - Anak - Remaja - Tua - TuaRenta.
Siklus ungu itu di "belah belah" berdasarkan rotasi dan orbit bumi.
Nah yg saya mau tau,
apakah dikarenakan rotasi&orbit bumi yg menyebabkan manusia menjadi tua
atokah siklus tsb tidak tersangkut paut dgn rotasi&orbit bumi. ---> ini saya ibaratkan "biological time-bomb".
Dalam hal ini, saya kira "tua" itu harus dilihat dari tampak fisikkah, atau hitungan orbita bumi tadi itu? Saya kira, pengertian "tua" berdasar orbit bumi itu, orang berusia 20 tahun tentu lebih tua daripada yang berumur 15 tahun. Namun, dari tampilan fisik, dimungkinkan seorang berusia 15 tahun 'tampak' lebih tua daripada yang berusia 20 tahun. Itu lho, ada istilah bermutu, to? Alias bermuka tua. :grining:
Pertanyaan aneh aneh ini muter di benak saya, karena saya pernah ketemu di internet - bhw umur manusia menjadi berbeda beda di tiap tiap planet (dgn asumsi setiap planet bisa di hidupi) dikarenakan rotasi&orbit setiap planet berbeda dgn bumi.
Dalam hal ini, saya pikir, harus diartikan bahwa memang evolusi planet di orbitnya memang beda-beda. Bila 1 tahun itu adalah peredaran 3600 suatu planet pada orbitnya, dan waktu orbit bagi tiap planet berbeda-beda, maka 1 tahun bumi tidak sama dengan 1 thun mars, tidak sama dengan 1 tahun Yupiter, dll. Jadi, andaikan parameter waktu itu adalah detik (kalau tidak salah detik distandar dari gerakan suatu netron/elektron/proton [entahlah] memutari inti atomnya). Jika itu dijadikan parameter, maka meski rentang waktu satu tahun bumi tidak sama dengan satu tahun mars, bisa juga dihitung bila distandar ke hitungan detik tadi itu. :think1:
Sebagai contoh, pada siklus ungu tsb --- sso telah mendekati stadium TuaRenta.
Taruhlah bumi telah 80 x mengitari matahari ---> jadi orang ini di define berdasarkan orbit bumi, ber-usia 80 tahun.
Namun, apabila orang ini hidup di Mars - sejak awal siklus naturalnya (yang ungu stadium Bayi), maka stadium TuaRenta orang tsb dimana bumi 80 x mengorbit matahari, ternyata orbit planet Mars baru 40 x mengitari matahari --- alias orang ini baru berumur 40 tahun-nya Martian Years.
Betul, 1 tahun bumi ialah evolusi bumi mengedari matahari 3600, 1 tahun mars ialah evolusi mars mengedari matahari 3600. Panjang garis lintasan orbit keduanya berbeda, maka waktunya juga berbeda, tergantung panjang lintasan dan kecepatan masing-masing planet.
Nah yg menjadi pertanyaan di benak :
Orang yg hidup di Mars ini dimana siklus natural orang ini sejak awal terjadi di Mars --- disaat Mars telah mengorbit matahari sebanyak 40 x, apakah orang ini tetep aja seperti di stadium TuaRenta manusia bumi, atokah ternyata dia masih di stadium Tua (belum TuaRenta) ?
Apabila jawabannya yg coklat, maka kesimpulan saya --- manusia itu ibarat mempunyai biological time-bomb, tidak bersangkutpaut dgn rotasi/orbit planet yg didiaminya. (durasinya fix)
Apabila jawaban yg ijo, maka kesimpulan saya --- durasi siklus natural manusia itu tergantung pada rotasi/orbit planet yg didiaminya, dgn kata lain --- durasinya "mengerut/memuai" tergantung di planet mana dia berdiam
Saya kira, pikiran dari saya, kembali ke arti "tua" itu tadi. Jika parameternya adalah detik, maka semakin banyak detik yang dijalani akan semakin tua, di planet manapun dia berada, dengan parameter yang sama, bisa diukur tingkat ketuaannya, yaitu jumlah detik yang dilaluinya. Namun kalau tampak fisik, ya itu tadi, bisa saja orang bermutu (bermuka tua) :grining: belum 60 tahun tetapi sudah terlihat seperti berumur 75 tahun. :grining:
btw,
semua ini tentu dalam asumsi planet2 bisa dihidupi - tidak ada polusi/pencemaran, tidak ada malapetaka, dlsb...:)
Nah, menurut husada - yang ijo atokah yg coklat ?
Maap... husada tak ajak puyeng... hehehe :D.:)
Sudah memenuhi keinginan O Dad? Menurut saya, waktu itu adalah linier bagi manusia, dan iireversibel alias tidak dapat diulang, meskipun banyak orang meyakini, ada bioritme, dimana setiap suatu periode (entah sembilan bulan, atau berapa waktu), seluruh bagian-bagian tubuh diregenerasi.
O Dad benar, ternyata saya mulai ikut puyeng. :grining:
Damai, damai, damai.
-
O Dad benar, ternyata saya mulai ikut puyeng.
Hati hati om, kalau mulai puyeng, duduk dulu narik nafas panjang, setelah itu minum air putih segelas ya.
:D
-
Hati hati om, kalau mulai puyeng, duduk dulu narik nafas panjang, setelah itu minum air putih segelas ya.
:D
Jiahhahhaaa... pamer gigi. Iya deh. Huuuuu...shaaaaa... Huuuuu... shaaaaa... Huuuuu... shaaaaa... eh, mana danya? Kan harusnya Huuuuusaaaaadaaaaa... gitu ya Bruce? Hmmhh...
-
Kalau setiap yang bergerak anda sebut 'hidup' maka akan banyak 'kehidupan' di sekitar kita bro.
Iya donk bruce, selama kata kata yg warna merah itu pake tanda petik - bukankah sah sah aja disebut begitu ? :)
Padanan kalimat quote bruce diatas, kan bisa juga begini :
Kalo setiap benda disebut "mati" (benda mati) --- maka akan banyak "kematian" disekitar kita. :D.
Belon lagi ...
Anda tetap bisa menugkur usia sebuah pyramid, kan?
Belon lagi, bukankah benda-pun sering juga disebut memiliki umur/usia ?
Anyway, makanya saya gunakan tanda petik pada kata "hidup", gitu loh ... :).
salam.
-
Jadi, tolong anda berikan definisi dari pengertian 'hidup' itu bro, saya masih ngga ngerti.
Syalom
-
Dalam hal ini, saya kira "tua" itu harus dilihat dari tampak fisikkah, atau hitungan orbita bumi tadi itu?
sebenernya saya nggak terlalu memperhitungkan tampilan muka/fisik, husada.
Saya cuma lagi pingin tau, durasi dari siklus natural manusia itu sendiri.
Jadi yang paling mudah utk membedakan adalah : awal siklus natural yg disebut lahir (bayi) dgn menjelang akhir siklus natural yg disebut tua-renta---> menjelang kematian (dewasa).
Saya kira, pengertian "tua" berdasar orbit bumi itu, orang berusia 20 tahun tentu lebih tua daripada yang berumur 15 tahun. Namun, dari tampilan fisik, dimungkinkan seorang berusia 15 tahun 'tampak' lebih tua daripada yang berusia 20 tahun
Dalam "kasus" ini... mungkin mudahnya, saya gunakan contoh 9 bulan bayi didalam kandungan.
Jadi, andaikan parameter waktu itu adalah detik (kalau tidak salah detik distandar dari gerakan suatu netron/elektron/proton [entahlah] memutari inti atomnya). Jika itu dijadikan parameter, maka meski rentang waktu satu tahun bumi tidak sama dengan satu tahun mars, bisa juga dihitung bila distandar ke hitungan detik tadi itu. :think1:
Nah ini menarik ... jadi maksud husada disini adalah Atomic-clock ya ?
Saya sendiri gak terlalu tau banyak ttg Atomic-clock.
Namun anggap saja : 1 menit bumi adalah 60 kali tiktok-nya Atomic-Clock (fix/precise).
Maka artinya, 1 kali putar bumi pada porosnya (yg disebut 1 hari) adalah 24 x 60 x 60 = 86.400 tiktoknya Atomic-clock. Maka usia kandungan bayi adalah terdiri dari tiktok sebanyak 270 x yg ungu. (9 bulan-nya bumi).
Misal pada planet Venus, 270 harinya bumi itu --- ternyata Venus baru kira kira 1.1 harinya Venus. (Bumi sudah 270 x berputar, Venus baru 1.1 kali berputar pada porosnya) ---> Maka ini berarti, Di planet Venus - seorang wanita yg mulai dari awal kandungan s/d kelahiran bayi itu - hanya memerlukan 1 harinya Venus utk melahirkan bayi tsb ---> ini dikarenakan tiktok-nya Atomic-clock tsb sudah mencapai jumlah yg coklat diatas, sekalipun Venus baru kira kira 1.1 kali berputar pada porosnya. (dan yg "mengerikan" --- 1.1 kali rotasi Venus pada porosnya tsb = 1.2 kali Venus sudah mengelilingi matahari !)
Dan dari patokan Atomic-clock ini, kesimpulannya adalah sama :
umur manusia tidak dipengaruhi oleh rotasi/orbit suatu planet yg didiaminya ---> durasi siklus naturalnya tidak mengerut atopun memuai.
Nah... dari semua masukan (termasuk dari husada) satu kesimpulan (yg biru diatas) sudah kita sepakati.
Pertanyaan buat husada (atopun temen laen) :
Bisakah saya pendapati, bahwa manusia itu ibarat "Atomic-clock" ?
Manusia tidak perlu bawa bawa Atomic-clock di planet Venus, "tubuh-nya" sendiri akan bisa menghitung tiktok yg diperlukan dalam kehamilan 9 bulan ---> Maha Hebat Allah itu ! manusia repot2 bikin atomic-clock, padahal dirinya sendiri adalah "atomic-clock" yg dibuat Tuhan :)
Apabila jawaban husada : Ya sependapat ... maka selanjutnya ....
Bagaimana menurut husada, kalo saya berpendapat :
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" ?
moga moga gak tambah puyeng yah husada ... hehehe :D
salam.
-
Jadi, tolong anda berikan definisi dari pengertian 'hidup' itu bro, saya masih ngga ngerti.
Syalom
Maksud saya pada kata "hidup" disini adalah : sesuatu yg ada sequence, baik itu makhluk (mempunyai nafas kehidupan) maupun pada benda (tidak mempunyai nafas kehidupan).
"Usia/umur" dihitung pada patokan : selama benda/makhluk itu "dipakai".
Pada makhluk --- "pemakaiannya" adalah selama makhluk bernafas didalam jasmani.
Pada benda --- "pemakaiannya" misal spt pada lampu led dgn 10.000 jam pemakaian, mobil dgn 10 tahun pemakaian, baterai dgn 100 jam pemakaian, dlsb --- dimana setelah mencapai limit2 batas pemakaian tsb, benda bisa dikatakan "mati". (jadi bukan musnah, spt yg bruce sempet tanyakan di post sebelumnya).
:)
salam.
-
Maksud saya pada kata "hidup" disini adalah : sesuatu yg ada sequence, baik itu makhluk (mempunyai nafas kehidupan) maupun pada benda (tidak mempunyai nafas kehidupan).
"Usia/umur" dihitung pada patokan : selama benda/makhluk itu "dipakai".
Pada makhluk --- "pemakaiannya" adalah selama makhluk bernafas didalam jasmani.
Pada benda --- "pemakaiannya" misal spt pada lampu led dgn 10.000 jam pemakaian, mobil dgn 10 tahun pemakaian, baterai dgn 100 jam pemakaian, dlsb --- dimana setelah mencapai limit2 batas pemakaian tsb, benda bisa dikatakan "mati". (jadi bukan musnah, spt yg bruce sempet tanyakan di post sebelumnya).
:)
salam.
Usia pakai ? Mobil umumnya usia pakainya sebutlah 10 tahun, tetapi degan perawatan toh bisa ratusan tahun. Manusia dengan peningkatan ilmu kesehatan toh bisa diatas 100 tahun, mungkin bisa lebih. Jadi yang mana?
:)
-
Usia pakai ? Mobil umumnya usia pakainya sebutlah 10 tahun, tetapi degan perawatan toh bisa ratusan tahun. Manusia dengan peningkatan ilmu kesehatan toh bisa diatas 100 tahun, mungkin bisa lebih. Jadi yang mana?
he-he-he... seperti yg sudah sempet saya sampaikan ... saya mengabaikan "kondisi2" lain misal seperti pencemaran, pikiran lagi stress ato kagak, sakit-penyakit, penemuan2 ilmuwan, vitamin2 dlsb --- dan pada benda, tentunya saya abaikan juga : dirawat dgn apik, tidak pernah dipake, dlsb.
Jadi ibarat ---taro kata--- misal :
Manusia bekerja nge-gedur terus 24 jam, maka mobil dipake nge-gedur 24 jam.
Manusia hidup secara normal dalam 24 jam, maka pemakaian mobil dipakai secara normal dalam 24 jam. Manusia merawat kesehatannya dgn baik atopun mobil dirawat dgn baik atopun faktor2 lainnya spt mobil tabrakan, manusia kena kanker --- saya abaikan.
Yang menjadi fokus buat saya sebenernya adalah memuai/tidaknya durasi siklus natural seorang manusia tsb. Begitu loh bruce ... :).
salam.
-
Damai sejahtera menyertaimu O Dad.
Saya cuma lagi pingin tau, durasi dari siklus natural manusia itu sendiri.
Jadi yang paling mudah utk membedakan adalah : awal siklus natural yg disebut lahir (bayi) dgn menjelang akhir siklus natural yg disebut tua-renta---> menjelang kematian (dewasa).
Dalam "kasus" ini... mungkin mudahnya, saya gunakan contoh 9 bulan bayi didalam kandungan.
Okey, tetapi tidak semua manusia memasuki usia renta, bukan? Ada yang bahkan usia kandungannya tidak dijalani penuh, dia sudah 'berpulang'.
Nah ini menarik ... jadi maksud husada disini adalah Atomic-clock ya ?
Nggih. Atomic-clocknya bumi. Tetapi kayaknya, ilmu pengetahuan manusia bumi belum sampai pada kesimpulan: atom-atom benda bumi sama dan identik dengan atom-atom benda planet lainnya. Artinya, pengetahuan manusia bumi belum mengetahui apakah struktur atom pembentuk benda-benda planet sama dengan struktur atom pembentuk benda-beda di bumi, sehingga Atomic-clock bumi belum dapat dipastikan sama dengan Atomic-clocknya planet lain.
Saya sendiri gak terlalu tau banyak ttg Atomic-clock.
Sama dengan saya. Kita sepakati atomic-clock, itu bedasar atomnya bumi, yang belum tentu sama dengan atomnya planet lain.
Namun anggap saja : 1 menit bumi adalah 60 kali tiktok-nya Atomic-Clock (fix/precise).
Tiktoknya bumi, dan bukan planet lain yang belum diketahui apakah tiktoknya sama dengan tiktoknya bumi.
Maka artinya, 1 kali putar bumi pada porosnya (yg disebut 1 hari) adalah 24 x 60 x 60 = 86.400 tiktoknya Atomic-clock.
Bumi. Maka usia kandungan bayi adalah terdiri dari tiktok sebanyak 270 x yg ungu. (9 bulan-nya bumi).
Okeh, dengan rata-rata sebulannya bumi = 30 harinya bumi.
Misal pada planet Venus, 270 harinya bumi itu --- ternyata Venus baru kira kira 1.1 harinya Venus. (Bumi sudah 270 x berputar, Venus baru 1.1 kali berputar pada porosnya) ---> Maka ini berarti, Di planet Venus - seorang wanita yg mulai dari awal kandungan s/d kelahiran bayi itu - hanya memerlukan 1 harinya Venus utk melahirkan bayi tsb ---> ini dikarenakan tiktok-nya Atomic-clock tsb sudah mencapai jumlah yg coklat diatas, sekalipun Venus baru kira kira 1.1 kali berputar pada porosnya. (dan yg "mengerikan" --- 1.1 kali rotasi Venus pada porosnya tsb = 1.2 kali Venus sudah mengelilingi matahari !)
Sabar dulu O Dad. Teori itu kita dasarkan pada rotasi bumi berputar di porosnya to? Itu belum tentu sama dengan waktu yang diperlukan Venus berputar di porosnya. Demikian juga, waktu rotasi Venus di porosnya, dibandingkan terhadap waktu evolusi Venus mengelilingi matahari, belum tentu sebanding dengan waktu rotasi Bumi di porosnya terhadap waktu evolusi Bumi mengelilingi matahari. Dengan kata lain, waktu rotasi Venus (rV) berbanding terhadap waktu evolusi Venus (eV) belum tentu sama dengan waktu rotasi Bumi (rB) berbanding terhadap waktu evolusi Bumi (eB). Dengan notasi, rV:eV belum tentu sama dengan rB:eB.
Dan dari patokan Atomic-clock ini, kesimpulannya adalah sama :
umur manusia tidak dipengaruhi oleh rotasi/orbit suatu planet yg didiaminya ---> durasi siklus naturalnya tidak mengerut atopun memuai.
Belum tentu juga. Kita (manusia Bumi) dapat menyusun teori berdasarkan apa yang kita teliti di bumi, belum tentu teori tersebut dapat diterapkan serta merta di planet lain, sebab, kita belum mengetahui secara persis segala kondisi yang ada di planet lain tersebut. Jika kita paksakan menggunakan teori bumi kepada planet lain, menurut hemat saya, terlalu spekulatif, sebab kita belum persis mengetahui kondisi planet lain.
Nah... dari semua masukan (termasuk dari husada) satu kesimpulan (yg biru diatas) sudah kita sepakati.
Sabar dulu O Dad. Saya belum melihat bahwa kita sudah sepemahaman dalam hal tersebut. Harus didahului oleh konversi-konversi, misalnya, konversi O Dad di atas, 270 harinya bumi = 1.1 harinya Venus. Argumen saya, secara ringkas sudah saya paparkan. Tentu masih terbuka untuk kita sesuaikan.
Pertanyaan buat husada (atopun temen laen) :
Bisakah saya pendapati, bahwa manusia itu ibarat "Atomic-clock" ?
Manusia tidak perlu bawa bawa Atomic-clock di planet Venus, "tubuh-nya" sendiri akan bisa menghitung tiktok yg diperlukan dalam kehamilan 9 bulan ---> Maha Hebat Allah itu ! manusia repot2 bikin atomic-clock, padahal dirinya sendiri adalah "atomic-clock" yg dibuat Tuhan :)
Bisa saja, namun kembali ingin saya sampaikan, bahwa segala sesuatu yang digunakan manusia Bumi untuk mengukur atomic-clocknya, adalah berdasarkan apa-apa yang ditemukannya di Bumi. Hal tersebut, belum tentu dapat diterapkan di dan ke planet lain. Memang, dimungkinkan dapat diterapkan, tetapi harus ada konversi-konversi, penyesuaian parameter.
Apabila jawaban husada : Ya sependapat ... maka selanjutnya ....
:grining: Saya jawab, BELUM TENTU.
Bagaimana menurut husada, kalo saya berpendapat :
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" ?
Bisa saja. Pada titik itu, O Dad berpendapat atas keadaan sang waktu. Menurut hemat saya, keberadaan sang waktu itu lepas atau terpisah dari alat ukur waktu (yang di diskusi atas kita sebut sebagai dasar pengukur atomic-clock).
moga moga gak tambah puyeng yah husada ... hehehe :D
Sepuyeng-puyengnya, akan saya coba tetap di jalur diskusi, O Dad. :grining: Ini untuk kebangunan bersama, to? :grining:
Damai sejahtera menyertaimu O Dad, menyertai FIKers juga ding. :grining:
-
Eh, dikit lagi. Di Bumi kita kenal dengan istilah anomali. Di planet lain juga sangat dimungkinkan adanya anomali-anomali.
-
he-he-he... seperti yg sudah sempet saya sampaikan ... saya mengabaikan "kondisi2" lain misal seperti pencemaran, pikiran lagi stress ato kagak, sakit-penyakit, penemuan2 ilmuwan, vitamin2 dlsb --- dan pada benda, tentunya saya abaikan juga : dirawat dgn apik, tidak pernah dipake, dlsb.
Jadi ibarat ---taro kata--- misal :
Manusia bekerja nge-gedur terus 24 jam, maka mobil dipake nge-gedur 24 jam.
Manusia hidup secara normal dalam 24 jam, maka pemakaian mobil dipakai secara normal dalam 24 jam. Manusia merawat kesehatannya dgn baik atopun mobil dirawat dgn baik atopun faktor2 lainnya spt mobil tabrakan, manusia kena kanker --- saya abaikan.
Yang menjadi fokus buat saya sebenernya adalah memuai/tidaknya durasi siklus natural seorang manusia tsb. Begitu loh bruce ... :).
salam.
Lantas yang anda bicarakan apanya, bro?
Apakah maksudnya, jika seorang manusia hidup sehat dalam lingkungan tanpa penemaran, makan makanan sehat tanpa kemungkinan kena penyakit degeneratif, umurnya akan abadi?
:doh:
-
Belum tentu juga. Kita (manusia Bumi) dapat menyusun teori berdasarkan apa yang kita teliti di bumi, belum tentu teori tersebut dapat diterapkan serta merta di planet lain, sebab, kita belum mengetahui secara persis segala kondisi yang ada di planet lain tersebut. Jika kita paksakan menggunakan teori bumi kepada planet lain, menurut hemat saya, terlalu spekulatif, sebab kita belum persis mengetahui kondisi planet lain.
ya..ya... husada, saya mengerti.
Dalam hal pemaparan saya, saya-pun tentu tidak sedang menyatakan sebuah kepastian.
Namun sekedar ingin mendengar pendapat : "apabila" - taroh kata planet2 bisa di diami/dihidupi oleh manusia, di bumi tdk terdpt pencemaran/malapetaka, dlsb --- maka kira kira apa yg terjadi pada siklus natural manusia (umur manusia), yah ? Begitu .... :).
Sabar dulu O Dad. Saya belum melihat bahwa kita sudah sepemahaman dalam hal tersebut. Harus didahului oleh konversi-konversi, misalnya, konversi O Dad di atas, 270 harinya bumi = 1.1 harinya Venus.
semua itu berdasarkan pengamatan para ahli dan tidak ada konversi konversi, husada. (sumber : http://www.exploratorium.edu/ronh/age/ (http://www.exploratorium.edu/ronh/age/)).
Jadi (abaikan waktu tahun.bulan.hari.jam.menit.detik) - yg para ahli lihat, disaat Bumi "sudah" berputar 272.3 kali pada porosnya (titik patokan ketemu titik patokan lagi setelah berputar) - maka planet Venus itu "baru" berputar 1.1 kali pada porosnya.
Karena di Bumi 1 kali planet bumi berputar pada porosnya disebut 1 hari bumi (Earth Day) , maka berputar 270 kali tsb disebut 270 hari-nya Bumi. Maka di venus, 270 hari-nya Bumi itu, "baru" 1.1 "hari"nya Venus (Venus Day), jadi tidak ada konversi-konversi-an disini .. :).
Hal tersebut, belum tentu dapat diterapkan di dan ke planet lain.
Ya betul, demikian juga topik ini .... tentu tidak bisa blek-plek saya terapkan manusia kalo di planet lain itu PASTI bisa hidup... namun semua ini dalam pengertian "seandainya". :)
Menurut hemat saya, keberadaan sang waktu itu lepas atau terpisah dari alat ukur waktu (yang di diskusi atas kita sebut sebagai dasar pengukur atomic-clock).
Saya sependapat. Keberadaan waktu terpisah dari alat ukur waktu ---> dgn demikian :
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" --- husada bisa sependapat donk.... hehehe ... :).
btw, husada percaya "hidup" setelah mati jasmani ?
salam.
-
Damai sejahtera menyertaimu O Dad.
Namun sekedar ingin mendengar pendapat : "apabila" - taroh kata planet2 bisa di diami/dihidupi oleh manusia, di bumi tdk terdpt pencemaran/malapetaka, dlsb --- maka kira kira apa yg terjadi pada siklus natural manusia (umur manusia), yah ? Begitu .... :).
Umur tetap bisa diukur dengan menetapkan parameter yang disepakati bersama.
semua itu berdasarkan pengamatan para ahli dan tidak ada konversi konversi, husada. (sumber : http://www.exploratorium.edu/ronh/age/ (http://www.exploratorium.edu/ronh/age/)).
Jadi (abaikan waktu tahun.bulan.hari.jam.menit.detik) - yg para ahli lihat, disaat Bumi "sudah" berputar 272.3 kali pada porosnya (titik patokan ketemu titik patokan lagi setelah berputar) - maka planet Venus itu "baru" berputar 1.1 kali pada porosnya.
Nah, yang saya garis bawahi itu, saya artikan adalah mengkonversi. Bahwa bumi berputar 272.3 kali pada porosnya, dikonversi atau sama dengan atau sama waktunya dengan waktu Venus berputar 1.1 kali pada porosnya.
Saya sependapat. Keberadaan waktu terpisah dari alat ukur waktu ---> dgn demikian :
Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" --- husada bisa sependapat donk.... hehehe ... :).
Oke, sependapat. Ini sangat dekat dengan kalimat siapa itu, filsuf Yunanikah, siapakah, yang bilang, SAYA BERPIKIR MAKA SAYA ADA, bukan sebaliknya, SAYA ADA MAKA SAYA BERPIKIR. Jadi, proses berpikir itu adalah sebagian dari hidup, maka si berpikir itu ada. Dikaitkan dengan waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" maka saya memahami, waktu itu "ADA" karena KESADARAN.
btw, husada percaya "hidup" setelah mati jasmani ?
Ya, saya percaya, sinkron dengan pemahaman saya tadi itu, bahwa saya percaya, meski sudah mati jasmani, masih terdapat "sesuatu" dari "saya" yang sadar, meskipun sudah tidak mempunyai inisiatif lagi. Mungkin, ini hanya mungkin lho ya, itu salah satu dari yang disebut oleh Sang Guru dan Tuhan, ROH ITU PENURUT. Sudah tidak berinisiatif, hanya nurut mulu. :grining:
-
Lantas yang anda bicarakan apanya, bro?
di post pertama di topik saya, pertama kali kan saya masih ingin tau dulu ttg hal umur manusia.
Apakah maksudnya, jika seorang manusia hidup sehat dalam lingkungan tanpa penemaran, makan makanan sehat tanpa kemungkinan kena penyakit degeneratif, umurnya akan abadi
jadi saya nggak sedang berpendapat ttg hidup abadi, bruce.
Kan saya sudah berangkat dari siklus natural seorang manusia : lahir, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati.. (dgn saya melibatkan kata 'mati' disitu, tentu saya nggak sedang membicarakan ttg keabadian donk ... :)).
Begini bruce : Dari yang ungu tsb, saya nggak sedang menghitung waktu yg berupa tahun.bulan.hari.jam.menit.detik --- melainkan sebuah durasi dari titik ke titik. (dalam hal ini, titik lahir / atopun sejak mulai dikandungan s/d titik kematian).
Seperti yg sudah saya post buat husada, pada usia dalam kandungan --- terdapat suatu durasi (demi memudahkan diskusi) sebut saja 100 jeda .... dan karena kebetulan kita hidup di bumi --- durasi tsb disebut selama 9 bulan-nya bumi. Namun saya tidak sedang berfokus ke ttg 9 bulan tsb, melainkan durasi "100 jeda" tsb.
Nah yang saya pingin tau itu... apakah "100 jeda" tsb akan mengerut/memuai apabila semisal bumi berputar lebih cepat/lambat atopun manusia berdiam di planet lain yg rotasi/orbitnya berbeda dgn bumi ? Atau apakah "100 jeda" tsb fix ?
Tentu saja saya tau, jawaban2 yg masuk bukan sebuah kepastian dan gak akan bisa merupakan sebuah kepastian --- namun setidaknya saya bisa mendapatkan pandangan pandangan yang seperti apa mengenai durasi siklus natural tsb ..:).
Dari jawaban2 thread (kecuali dari husada), jawaban yg saya dapatkan --- kayaknya bisa ditarik kesimpulan bahwa "100 jeda" tsb adalah fix (sekali lagi, disini tentu saya memang mengabaikan faktor2 malapetaka, pencemaran, vitamin2, perawatan janin, dlsb)..
Maka berangkat dari kesimpulan tsb-lah,
maka saya lanjut ke pertanyaan yg lebih jauh.... :).
salam.
-
Dikaitkan dengan waktu itu "ADA", hanya dikarenakan sesuatu yg hidup atopun "hidup" maka saya memahami, waktu itu "ADA" karena KESADARAN.
. Ya betul, kira kira cara mikir saya begitu... :).
Namun secara lebih jauh, ---imo--- sekalipun semua makhluk bernyawa (makhluk hidup) telah mati, dan ternyata (misal loh) masih terjadi rotasi/orbit bumi ---maka--- sekalipun disitu sudah tidak ada "kesadaran" lagi (krn sudah tidak ada lagi makhluk bernyawa), namun disitu waktu masih tetap "ada".
Ya, saya percaya
dan apabila memang benar adanya "hidup" setelah mati jasmani, sekalipun bumi berhenti berotasi/mengorbit ... maka waktu tsb tetap saja "ada". (tentunya bukan lagi definisi waktu yg berupa tahun.bulan.hari.jam.menit.detik, loh :)).
apakah husada, yang percaya adanya "hidup" setelah mati jasmani sependapat dgn pernyataan saya yang coklat ? :).
salam.
-
dan apabila memang benar adanya "hidup" setelah mati jasmani, sekalipun bumi berhenti berotasi/mengorbit ... maka waktu tsb tetap saja "ada". (tentunya bukan lagi definisi waktu yg berupa tahun.bulan.hari.jam.menit.detik, loh :)).
apakah husada, yang percaya adanya "hidup" setelah mati jasmani sependapat dgn pernyataan saya yang coklat ? :).
salam.
Sangat sependapat. Salam hangat.
Damai sejahtera menyertai kita, sekarang sampai selamanya.
-
Sangat sependapat. Salam hangat.
he-he-he.... kayaknya supaya nggak jadi "puyeng" --- husada jawab demikian aja deh biar cepet beres... wkwkwk :D. (mudah2an bukan begitu yaaa...).
Masih mao bisa terima pernyataan/pertanyaan gak nih dari saya ? :lol:
salam.
-
he-he-he.... kayaknya supaya nggak jadi "puyeng" --- husada jawab demikian aja deh biar cepet beres... wkwkwk :D. (mudah2an bukan begitu yaaa...).
:grining: Jangan mendiskreditkan saya sebegitu rupa dong. Kejam amir. :drool:
Masih mao bisa terima pernyataan/pertanyaan gak nih dari saya ? :lol:
Saya belum kapok kok. :grining: Meskipun rasanya saya masih punya hutang, ya? Entah di trit mana itu, rasanya masih ada yang tertinggal. :blush:
salam.
Damai sejahtera menyertaimu, O Dad.
-
@Oda
jadi saya nggak sedang berpendapat ttg hidup abadi, bruce.
Kan saya sudah berangkat dari siklus natural seorang manusia : lahir, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati.. (dgn saya melibatkan kata 'mati' disitu, tentu saya nggak sedang membicarakan ttg keabadian donk ... ).
Begini bruce : Dari yang ungu tsb, saya nggak sedang menghitung waktu yg berupa tahun.bulan.hari.jam.menit.detik --- melainkan sebuah durasi dari titik ke titik. (dalam hal ini, titik lahir / atopun sejak mulai dikandungan s/d titik kematian).
dst...
Begini bro, bagaimana kalau saya katakan, JIKA, manusia hidup di dunia yang tanpa polusi, bersih dari segala hama, menghirup udara yang berih, makan makanan yang sehat, badan terjaga kesehatannya, sistem pengobatan bekerja dengan sempurna, maka manusia memiliki batasan usia yang unlimited.
:giggle:
-
:grining: Jangan mendiskreditkan saya sebegitu rupa dong. Kejam amir. :drool:
he he he.... maap ...maap.... maksud saya cuma sekedar "mancing" kok ... :giggle:
Saya belum kapok kok. :grining:
Nah, pernyataan saya selanjutnya :
Waktu ... ---> itu "sebenernya" adalah suatu hal yg tidak nyata.
Setiap being yg hidup mempunyai atribut "kesadaran waktu"-nya sendiri sendiri tanpa perlu keterlibatan-nya waktu yg didefinisikan tahun.bulan.hari.jam.menit.detik
Pernahkah husada merasakan suatu "durasi", dimana momen 1 tahun yl terasa baru kemarin, dan momen kemarin terasa sudah berlalu lama ? sehingga menjadi tidak terlalu penting, apakah itu 1 tahun yl ataupun kemarin, pokok suatu momen2 dalam hidup telah lewat yg berupa order/sequence ? Dan ini semua dikarenakan adanya being yg hidup dan mempunyai kesadaran, sementara tahun.bulan.hari hanyalah sekedar "penanda" dari order/sequence tsb ?
bagaimana menurut pendapat husada pada yang coklat ?
Meskipun rasanya saya masih punya hutang, ya? Entah di trit mana itu, rasanya masih ada yang tertinggal. :blush:
"hutang" tsb yg ttg Lazarus, gpp ... pelan pelan aja yaaa... :).
salam.
-
@Oda
Begini bro, bagaimana kalau saya katakan, JIKA, manusia hidup di dunia yang tanpa polusi, bersih dari segala hama, menghirup udara yang berih, makan makanan yang sehat, badan terjaga kesehatannya, sistem pengobatan bekerja dengan sempurna, maka manusia memiliki batasan usia yang unlimited.
IMO - yg ungu mungkin mungkin saja, bruce.
Namun terus terang saya cenderung utk mengambil kemungkinan, bahwa segala ciptaanNYA itu mempunyai siklus natural : 9 bulan dalam kandungan-lahir-anak-remaja-dewasa-tua-mati.
Jadi sekalipun warna merah, disuatu titik, pasti mati.... berapa panjang/lama durasinya (entah mungkin 1000 tahun), saya tidak tau --- namun imo, pasti mati :).
Tarohlah saya juga memposisikan diri spt quote bruce diatas.
Lalu bagaimana dgn "100 jeda" yg didefinisikan 9 bulan pada usia kandungan ? Bukankah secara normal - usia kandungan adalah 9 bulan ? apakah dgn semakin yg merah, maka "100 jeda" tsb menjadi "30 jeda" atopun "200 jeda" ? ya...saya akui mungkin mungkin saja apabila teknologi nanti sudah sangat berkembang ... seorang ibu cukup mengandung bayi 1 jam, langsung beranak (kayak di felm felm, seorang wanita yg dikawinin roh iblis :D).
salam.
-
IMO - yg ungu mungkin mungkin saja, bruce.
Namun terus terang saya cenderung utk mengambil kemungkinan, bahwa segala ciptaanNYA itu mempunyai siklus natural : 9 bulan dalam kandungan-lahir-anak-remaja-dewasa-tua-mati.
Jadi sekalipun warna merah, disuatu titik, pasti mati.... berapa panjang/lama durasinya (entah mungkin 1000 tahun), saya tidak tau --- namun imo, pasti mati :).
Tarohlah saya juga memposisikan diri spt quote bruce diatas.
Lalu bagaimana dgn "100 jeda" yg didefinisikan 9 bulan pada usia kandungan ? Bukankah secara normal - usia kandungan adalah 9 bulan ? apakah dgn semakin yg merah, maka "100 jeda" tsb menjadi "30 jeda" atopun "200 jeda" ? ya...saya akui mungkin mungkin saja apabila teknologi nanti sudah sangat berkembang ... seorang ibu cukup mengandung bayi 1 jam, langsung beranak (kayak di felm felm, seorang wanita yg dikawinin roh iblis :D).
salam.
Anda mencampur adukan antara proses dan kerusakan, bro. Seorang bayi butuh proses untuk bertumbuh, begitu juga tanaman, begitu juga proses pembuatan mobil. Sementara kerusakan, aus, karena terjadinya ketidak sempurnaan di alam ini. Tahukah anda, bahwa perhitungan fisika yang paling detail sekalipun tetap menyertakan faktor kesalahan. Perhitungan benda yang bergerak mengabaikan gesekan udara, ukuran piston menggunakan toleransi, dan sebagainya.
Hilangkan semua itu, dan anda akan mendapatkan kesempurnaan yang tidak akan rusak.
:doh:
-
he he he.... maap ...maap.... maksud saya cuma sekedar "mancing" kok ... :giggle:
:afro: :drool:
Nah, pernyataan saya selanjutnya :
Waktu ... ---> itu "sebenernya" adalah suatu hal yg tidak nyata.
Setiap being yg hidup mempunyai atribut "kesadaran waktu"-nya sendiri sendiri tanpa perlu keterlibatan-nya waktu yg didefinisikan tahun.bulan.hari.jam.menit.detik
Baiklah. Dimengerti.
Pernahkah husada merasakan suatu "durasi", dimana momen 1 tahun yl terasa baru kemarin, dan momen kemarin terasa sudah berlalu lama ? sehingga menjadi tidak terlalu penting, apakah itu 1 tahun yl ataupun kemarin, pokok suatu momen2 dalam hidup telah lewat yg berupa order/sequence ? Dan ini semua dikarenakan adanya being yg hidup dan mempunyai kesadaran, sementara tahun.bulan.hari hanyalah sekedar "penanda" dari order/sequence tsb ?
Pernah. Dan rasa 'baru' dan 'lama' itu kayaknya tergantung pada kedalamannya menghunjam di sanubari. Contoh, peristiwa wafatnya ayah saya, meski sudah 7 tahun silam, rasanya masih baru saja, sementara mandi tadi pagi, serasa tidak pernah terjadi.
Okeh, jika O Dad sudah coba 'menghayal' sejauh itu, yaitu sejauh being yang O Dad maksudkan itu, itu merupakan kelebihan O Dad daripada saya. Saya belum pernah merenungkan sejauh itu.
Damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus menyertaimu.
-
sementara mandi tadi pagi, serasa tidak pernah terjadi.
Mungkin memang tidak pernah terjadi, bro.
:doh:
-
Mungkin memang tidak pernah terjadi, bro.
:doh:
:D :D Hei, buka kartu ndiri, napa? Kartu teman mo dibuka-buka. Ndak sopan. :giggle: :lol:
-
:D :D Hei, buka kartu ndiri, napa? Kartu teman mo dibuka-buka. Ndak sopan. :giggle: :lol:
Lhoh, saya sudah mandi dua kali hari ini, tadi pagi, dan bau saja, setelah cuci mobil. He he he, nanti sebelum tidur malam mandi lagi. So segar kalee.
:swt: :lol:
-
Contoh, peristiwa wafatnya ayah saya, meski sudah 7 tahun silam, rasanya masih baru saja
idem ... masih "segar" serasa baru "kemarin" di benak saya momen2 saya menunggui ibu di RS ampe dia mati. (Yesus aja pake istilah mati, ibu juga nggak papa kaaannn ---> bisa bikin topik nih : kenapa Yesus gak disebut meninggal ? wkwkwk ... :)).
1 tahun yang lalu kah ? 2 tahun yg lalu kah ? ---> tidak-lah menjadi hal penting lagi - saya sendiri kadang lupa taon berapa ibu saya meninggal ... hehehe :).
Okeh, jika O Dad sudah coba 'menghayal' sejauh itu, yaitu sejauh being yang O Dad maksudkan itu
"being" tsb adalah diri kita sendiri, husada.
Manusia itu mempunyai siklus natural dan disitulah "waktu" juga ada pada manusia (kesadaran ttg momen2 yg telah lewat) --- Jadi saya nggak sedang berpikir secara ke-Allah-an ... :)
Oke deh.. makasih atas masukan2 husada.
salam.
-
Anda mencampur adukan antara proses dan kerusakan, bro. Seorang bayi butuh proses untuk bertumbuh, begitu juga tanaman, begitu juga proses pembuatan mobil.
nggak bruce, saya nggak lagi mencampur adukan antara proses dan kerusakan.
Saya lagi fokus pada proses itu sendiri ... makanya hal hal "kerusakan" spt malapetaka, pencemaran, tidak dirawat janin-nya / mobil rajin di servis, digeber ngebut tiap dipake, vitamin, dlsb saya abaikan.
Hilangkan semua itu, dan anda akan mendapatkan kesempurnaan yang tidak akan rusak.
Sekalipun mungkin bukan literally 120 tahun --- bukankah Tuhan berkata bahwa manusia ada batas umurnya ?
Maap jadi OOT,
taruhlah saya juga berpendapat sama dengan bruce, bhw AdamHawa adalah simbolis.
Apakah menurut bruce AdamHawa ini --- tidak akan mengalami siklus natural apabila mereka tidak makan buah ?
:)
salam.
-
nggak bruce, saya nggak lagi mencampur adukan antara proses dan kerusakan.
Saya lagi fokus pada proses itu sendiri ... makanya hal hal "kerusakan" spt malapetaka, pencemaran, tidak dirawat janin-nya / mobil rajin di servis, digeber ngebut tiap dipake, vitamin, dlsb saya abaikan.
Sekalipun mungkin bukan literally 120 tahun --- bukankah Tuhan berkata bahwa manusia ada batas umurnya ?
Maap jadi OOT,
taruhlah saya juga berpendapat sama dengan bruce, bhw AdamHawa adalah simbolis.
Apakah menurut bruce AdamHawa ini --- tidak akan mengalami siklus natural apabila mereka tidak makan buah ?
:)
salam.
Seandainya, Adam dan Hawa itu literal.
Saya percaya bahwa bumi pada saat itu sangat jauh dari pencemaran, penyakit, dan segala macam yang mengurangi umur manusia hidup. Saya percaya bahwa Adam akan berusia sangat lanjut, mungkin nyaris tidak mati-mati.
Syalom
-
Seandainya, Adam dan Hawa itu literal.
Saya percaya bahwa bumi pada saat itu sangat jauh dari pencemaran, penyakit, dan segala macam yang mengurangi umur manusia hidup. Saya percaya bahwa Adam akan berusia sangat lanjut, MUNGKIN nyaris tidak mati-mati.
Itulah bruce, pada kata "mungkin" sayapun tidak menampik - mungkin saja suatu saat teknologi maju - maka manusia tidak akan bisa mati mati sampai kapanpun.
Namun pada kata "nyaris" --- maka saya cenderung memilih, bhw biar bagaimanapun juga artinya manusia itu akan mengalami siklus natural, dan siklus natural itu bukan : 9 bulan kandungan, lahir, anak, remaja, dewasa, tuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa abadi ..... .
Apabila didalam felm, ya benar saya pun juga suka mengkhayalkan demikian --- sampe sampe manusia perlu ambil planet lain utk bisa ditempatin/ditinggalin, karena bumi sudah penuh sesak oleh manusia manusia yg semua pada ga bisa mati tsb ... :D.
salam.
-
Itulah bruce, pada kata "mungkin" sayapun tidak menampik - mungkin saja suatu saat teknologi maju - maka manusia tidak akan bisa mati mati sampai kapanpun.
Namun pada kata "nyaris" --- maka saya cenderung memilih, bhw biar bagaimanapun juga artinya manusia itu akan mengalami siklus natural, dan siklus natural itu bukan : 9 bulan kandungan, lahir, anak, remaja, dewasa, tuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa abadi ..... .
Apabila didalam felm, ya benar saya pun juga suka mengkhayalkan demikian --- sampe sampe manusia perlu ambil planet lain utk bisa ditempatin/ditinggalin, karena bumi sudah penuh sesak oleh manusia manusia yg semua pada ga bisa mati tsb ... :D.
salam.
Mengapa kita tidak bisa membayangkan kondisi manusia yang hidup abadi? Karena kita berada pada kondisi TIDAK ABADI.
Tetapi, percayakah anda kalau ada benda yang bisa dibuat untuk tidak pernah rusak? Yang bisa bertahan puluhan ribu tahun? Anda percaya, karena anda melihat. Sebuah patung dari bahan platina misalnya, patung itu tidak akan pernah rusak, aus, ataupun hancur, selama lamanya.
Bagaimana?
-
Mengapa kita tidak bisa membayangkan kondisi manusia yang hidup abadi? Karena kita berada pada kondisi TIDAK ABADI.
Betul, karena kita berada didalam tubuh-jasmani yg tidak abadi.
Tetapi, percayakah anda kalau ada benda yang bisa dibuat untuk tidak pernah rusak?
Ya... saya percaya apabila benda tsb adalah benda "mati" --- yg tidak mempunyai masa-pemakaian. :)
Sebuah patung dari bahan platina misalnya, patung itu tidak akan pernah rusak, aus, ataupun hancur, selama lamanya.
Bagaimana?
oleh karena itu, saya bedakan pengertian antara benda yg "mati" dan yg "hidup", bruce... :P
Benda yg "mati" adalah benda yg tidak membutuhkan suatu momen ... misal perhiasan, patung, bangunan, gelas, dlsb. Sedangkan yg "hidup" itu misal robot, mobil, lampu, televisi, dlsb yg berfungsi sesuai dgn nama nama benda tsb. (maksud saya disini, kalo mobil itu selamanya cuma di garasi atopun televisi yg tidak pernah disetel ... ya itu saya anggap benda yg "mati" :)).
Tetapi sebetulnya saya juga tidak sedang fokus ttg benda2 buatan manusia yg ada di bumi - melainkan bumi itu sendiri (benda ciptaan Tuhan) yg saya asumsikan sebagai hal yg "hidup" karena berotasi dan mengorbit ..:)
Kembali ke ttg umur AdamHawa, (maap sedikit OOT) apakah Adam yg mencapai umur 930 tahun tsb lalu mati jasmani dikarenakan oleh dosa makan buah ? Dimana kalo dia tidak makan buah, sso bisa pasti yakin 100% dia masih hidup saat ini ? (sepertinya perlu bikin topik baru yah ttg ini ? :)).
BTT,
sebenernya sepertinya kita udah sama pendapat kan bruce, bahwa siklus natural makhluk hidup mulai dari lahir s/d mati (umur manusia) tidak tergantung dari cepat/lambat rotasi/orbit bumi ... namun sepertinya bruce tidak sependapat kalo saya berpendapat : Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan adanya "hidup", ya ? :)
Jadi, kalo menurut bruce sendiri gimana ? kasih tau donk ... :)
salam.
-
BTT,
sebenernya sepertinya kita udah sama pendapat kan bruce, bahwa siklus natural makhluk hidup mulai dari lahir s/d mati (umur manusia) tidak tergantung dari cepat/lambat rotasi/orbit bumi ... namun sepertinya bruce tidak sependapat kalo saya berpendapat : Waktu itu "ADA", hanya dikarenakan adanya "hidup", ya ?
Sebentar, bro, saya tidak menyangkal tetapi juga tidak menyatakan sependapat dengan pengertian siklus yang anda sampaikan.
Adalah benar bahwa jika disebut siklus, satu siklus, maka pastilah diawali dengan lahir, besar, tua dan mati. Tidak mungkin diawali dengan besar, kemudian mati, lantas tua dan lahir. :doh:
Tetapi, apakah memang yang anda sebut satu siklus itu berhubungan dengan waktu? Saya katakan TIDAK. Tidak ada hubungannya antara waktu dan siklus itu.
Menurut pengertian yang saya pahami, waktu dan siklus itu tidak ada hubungan sebab akibat.
Syalom
-
Tidak mungkin diawali dengan besar, kemudian mati, lantas tua dan lahir. :doh:
iyah...gak mungkin ... nanti kayak felm Benjamin Button donk...hehehe :).
Tetapi, apakah memang yang anda sebut satu siklus itu berhubungan dengan waktu? Saya katakan TIDAK.
iyah... spt di post #8, bruce sudah menyatakannya --- dan saya sependapat.
Oleh karena itu saya mikir, artinya Waktu itu sebenernya tidak ada. Karena manusia ya tetep aja akan mengalami siklus natural ... tanpa perlu keberadaan Waktu dimana bumi mengorbit matahari. Begitu bruce :).
salam.
-
iyah...gak mungkin ... nanti kayak felm Benjamin Button donk...hehehe :).
iyah... spt di post #8, bruce sudah menyatakannya --- dan saya sependapat.
Oleh karena itu saya mikir, artinya Waktu itu sebenernya tidak ada. Karena manusia ya tetep aja akan mengalami siklus natural ... tanpa perlu keberadaan Waktu dimana bumi mengorbit matahari. Begitu bruce :).
salam.
Lho, kan sudah saya katakan di atas. Bahwa tidak ada hubungannya antara siklus natural manusia dengan waktu. Tetapi manusia (atau yang anda sebutkan mahluk hidup) berada di dalam waktu. Terdapat proses, dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Itu waktu, dan waktu itu tidak tergantung dari siklus, tidak tergantung dari putaran planet. Waktu sudah berjalan sejak awal diciptakan.
-
tidak ada hubungannya antara siklus natural manusia dengan waktu.
hehehe... iya emang gak ada, bruce. Tapi jeda antara dari bayi s/d ke remaja kan = durasi ?
manusia (atau yang anda sebutkan mahluk hidup) berada di dalam waktu.
jadi, fungsi Waktu itu sendiri - kayak gimana ya bruce ? (saya sungguh nggak tau).
Terdapat proses, dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Itu waktu,
Ya, jadi proses dari bayi s/d remaja - jaraknya itu kan sebuah durasi ?
dan waktu itu tidak tergantung dari siklus, tidak tergantung dari putaran planet.
Iya... saya juga berpendapat demikian --- jadi.... ---Waktu---, dikala tidak ada apapun , tidak "ada" ---> dan menjadi "ada", dikarenakan ada yg "hidup" atopun hidup. (saya menggunakan tanda petik "ada", karena sebenernya menurut saya ---Waktu--- tidak nyata, yang nyata adalah even ke even).
Waktu sudah berjalan sejak awal diciptakan.
Bisa tolong bruce jabarkan quote diatas ?
:)
salam.
-
Sejak pencitaan, atau kalau menurut ilmuwan sejak big-bang, maka waktu mulai berjalan bro. Hingga kelak waktu dihentikan dengan hancurnya alam semesta.
Penggalan penggalan waktu selama penciptaan hingga kehancuran itu yang dicoba dibagi bagi lagi oleh manusia untuk mendapatkan ukuran terhadap waktu. Yang dipergunakan bisa putaran planet, putaran bulan, rotasi bumi, atau bahkan bandul yang bergoyang, terserah. Itu semua bukan waktu, tetapi dibuat untuk mengukur penggalan waktu, supaya bisa diukur.
Jadi, kembali ke tulisan di atas itu, adanya mahluk hidup tidak berpengaruh terhadap waktu.
Syalom
-
Jadi, kembali ke tulisan di atas itu, adanya mahluk hidup tidak berpengaruh terhadap waktu.
Maaf, pingin njeblak, nih.
Tentang ada atau tidak adanya 'makhluk hidup' (tumbuhan, hewan, & manusia), menurut pemahaman saya, memang tidak berpengaruh terhadap waktu. Tetapi, waktu itu 'ada', karena KESADARAN. Artinya, menurut saya, untuk memahami adanya waktu, diperlukan adanya proses secara 'sadar'. :think:
Makin menarik nih, semoga tidak makin mumet. :'o
-
Maaf, pingin njeblak, nih.
Tentang ada atau tidak adanya 'makhluk hidup' (tumbuhan, hewan, & manusia), menurut pemahaman saya, memang tidak berpengaruh terhadap waktu. Tetapi, waktu itu 'ada', karena KESADARAN. Artinya, menurut saya, untuk memahami adanya waktu, diperlukan adanya proses secara 'sadar'. :think:
Makin menarik nih, semoga tidak makin mumet. :'o
Kesadaran siapa?
Tanpa seorang manusiapun, waktu yang ada sudah berjalan koq bro, disaksikan ataupun tidak.
-
Kesadaran siapa?
Nah, itu yang perlu kita sama-sama cari. Untuk sementara, saya sebut Sang Maha Ada.
Tanpa seorang manusiapun, waktu yang ada sudah berjalan koq bro, disaksikan ataupun tidak.
Perjalanan waktu tersebut, irreversibel, bukan? Dari t0 ke t1 ke t2,... dst, dan tidak mungkin dari t2 kembali ke t0, bukan?
Sementara, kalau saya tidak salah menangkap, partisipan sepakat, bahwa bagi Sang Maha Ada, semuanya presence. Saya pikir, semuanya presence itu akan menyimpang atau bertentangan atau berbeda dengan 'berjalannya' waktu. Sebab, dengan berjalannya waktu, artinya 'ada yang ditinggalkan', dan 'ada yang dituju'. Yang ditinggalkan itu menjadi lampau, dan yang dituju itu akan datang. Nah, dengan adanya lampau dan akan datang, tentu bukan lagi presence.
Damai, damai, damai.
-
kelak waktu dihentikan dengan hancurnya alam semesta.
bruce, kalimat bruce diatas --- menuntun saya utk berpengertian bahwa hancurnya alam semesta, menyebabkan waktu berhenti atopun tiada.
Alam semesta itu terdiri dari celestial-bodies --- apabila (anggaplah) seluruh celestial-bodies itu berhenti/"mati"/hancur/musnah, bukankah artinya Waktu ikutan menjadi tiada ?
Disisi lain, disisi pengertian saya .... sekalipun semua jagad raya bubar, semua celestial-bodies yg ungu... maka waktu itu tetep aja "ada" --- selama masih ada yg "hidup". (ini berkaitan dgn pertanyaan saya ke husada, ttg hidup stlh mati jasmani).
Penggalan penggalan waktu selama penciptaan hingga kehancuran itu yang dicoba dibagi bagi lagi oleh manusia untuk mendapatkan ukuran terhadap waktu. Yang dipergunakan bisa putaran planet, putaran bulan, rotasi bumi, atau bahkan bandul yang bergoyang, terserah. Itu semua bukan waktu, tetapi dibuat untuk mengukur penggalan waktu, supaya bisa diukur.
Betul, saya sependapat.
Makanya saya berpendapat, waktu itu akan "ada" --- selama ada yg "hidup".
btw, saya belon sempet tanya ke bruce...
Tentu bruce pun juga percaya adanya hidup setelah mati jasmani.
Nah ... di kehidupan (yg setelah mati jasmani) tsb, apakah menurut bruce masih terdapat Waktu ?
Saya kemukakan pendapat saya ttg pertanyaan saya sendiri diatas.
IMO --- waktu tsb tetep "ada" (saya masih tetep gunakan tanda petik) --- karena kalo memang betul ternyata ada itu yg disebut "hidup" stlh mati jasmani ... maka sesuatu yg "hidup" tsb mempunyai sequence/order dan tidaklah menjadi penting durasinya antara sequence ke sequence tsb.
:)
salam.
-
Nah, itu yang perlu kita sama-sama cari. Untuk sementara, saya sebut Sang Maha Ada.Perjalanan waktu tersebut, irreversibel, bukan? Dari t0 ke t1 ke t2,... dst, dan tidak mungkin dari t2 kembali ke t0, bukan?
Sementara, kalau saya tidak salah menangkap, partisipan sepakat, bahwa bagi Sang Maha Ada, semuanya presence. Saya pikir, semuanya presence itu akan menyimpang atau bertentangan atau berbeda dengan 'berjalannya' waktu. Sebab, dengan berjalannya waktu, artinya 'ada yang ditinggalkan', dan 'ada yang dituju'. Yang ditinggalkan itu menjadi lampau, dan yang dituju itu akan datang. Nah, dengan adanya lampau dan akan datang, tentu bukan lagi presence.
Damai, damai, damai.
Karena Tuhan tidak terikat waktu, mod, Ia tidak terikat ruang dan waktu.
@oda
bruce, kalimat bruce diatas --- menuntun saya utk berpengertian bahwa hancurnya alam semesta, menyebabkan waktu berhenti atopun tiada.
Alam semesta itu terdiri dari celestial-bodies --- apabila (anggaplah) seluruh celestial-bodies itu berhenti/"mati"/hancur/musnah, bukankah artinya Waktu ikutan menjadi tiada ?
Disisi lain, disisi pengertian saya .... sekalipun semua jagad raya bubar, semua celestial-bodies yg ungu... maka waktu itu tetep aja "ada" --- selama masih ada yg "hidup". (ini berkaitan dgn pertanyaan saya ke husada, ttg hidup stlh mati jasmani).
Tidak, yang saya maksud dengan dihancurkannya seluruh alam semesta, berarti waktu yang berawal sejak penciptaan, dihentikan oleh Tuhan. Begitu juga ruang, suadah tidak ada lagi.
Betul, saya sependapat.
Makanya saya berpendapat, waktu itu akan "ada" --- selama ada yg "hidup".
btw, saya belon sempet tanya ke bruce...
Tentu bruce pun juga percaya adanya hidup setelah mati jasmani.
Nah ... di kehidupan (yg setelah mati jasmani) tsb, apakah menurut bruce masih terdapat Waktu ?
Saya kemukakan pendapat saya ttg pertanyaan saya sendiri diatas.
IMO --- waktu tsb tetep "ada" (saya masih tetep gunakan tanda petik) --- karena kalo memang betul ternyata ada itu yg disebut "hidup" stlh mati jasmani ... maka sesuatu yg "hidup" tsb mempunyai sequence/order dan tidaklah menjadi penting durasinya antara sequence ke sequence tsb.
Tidak, waktu tidak terikat dan tergantung pada 'hidup'
Setelah manusia mati, ia (roh nya ?) tidak lagi terikat pada ruang dan waktu, sehingga dikatakan bahagia selamanya di sorga atau menderita selamanya di neraka. Bagi nya (roh itu) waktu tidak lagi berlaku. Jadi kalau memperoleh kebahagiaan maka kebahagiaan setiap saat, kalau penderitaan maka penderitaan setiap saat.
Naah.
-
Tidak, Waktu tidak terikat dan tergantung pada 'hidup'
Iya bruce, --Waktu-- tidak terikat dan tergantung pada "hidup" ... saya sependapat kok --- dan dalam pandangan saya, ini dikarenakan --Waktu-- itu sendiri memang tidak ada (ilusi istilahnya yg saya pake).
Di alam kehidupan manusia ini, --Waktu-- itu tidak ada, --Waktu-- bukan suatu entitas.
Setelah manusia mati, ia (roh nya ?) tidak lagi terikat pada ruang dan waktu, sehingga dikatakan bahagia selamanya di sorga atau menderita selamanya di neraka. Bagi nya (roh itu) waktu tidak lagi berlaku. Jadi kalau memperoleh kebahagiaan maka kebahagiaan setiap saat, kalau penderitaan maka penderitaan setiap saat.
---> dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya
Dari yang saya merahin diatas, itu menunjukan bahwa ada suatu kontinuitas. Ada even ke even (order/sequence).
Bagi nya (roh itu) waktu tidak lagi berlaku
Waktu yg seperti apa ? Tentunya Waktu yg berupa definisi ukuran --- ukuran yg digunakan dari mana ? Tidak ada lagi ukuran yg bisa digunakan apabila tidak ada materi. Jadi, bukankah apabila tidak pernah ada materi atopun yg hidup, --Waktu yg berupa ukuran-- juga tidak ada ?
Bruce berpendapat sbb : Tuhan tidak terikat waktu, mod, Ia tidak terikat ruang dan waktu.
juga berpendapat sbb : Bagi nya (roh itu) waktu tidak lagi berlaku
Saya ada pertanyaan :
apakah maksud bruce pada pernyataan ungu tsb, roh2 yg "hidup" stlh mati jasmani tsb juga menjadi tidak terikat ruang dan waktu ? Dengan kata lain, roh2 tsb menjadi setara dengan MahaHadir ataupun MahaTahu - nya Allah ?
IMO,
Roh roh tsb masih tetap terikat dgn "waktu"-nya Allah.
Roh roh tsb masih tetap terikat dgn "ruang"-nya Allah.
Roh2 boleh/bisa dikatakan tidak lagi terikat Ruang&Waktu ... namun kata "Ruang&Waktu" disitu hanya semata mata apabila berupa suatu aplikasi ukuran dimana ukuran yg digunakan berdasarkan materi.
Bagi para roh .... antara dari even ke even, durasinya sudahlah menjadi tidak penting lagi --- namun tetap semua order/sequence tsb masih berada didalam "Ruang&Waktu" -nya Allah.
So bagi bruce, yang seperti bagaimanakah : waktu tidak lagi berlaku bagi roh2 ? --- apakah yang sama seperti dgn pengertian ttg : Allah tidak terikat Ruang&Waktu ?
:)
salam.
-
Iya bruce, --Waktu-- tidak terikat dan tergantung pada "hidup" ... saya sependapat kok --- dan dalam pandangan saya, ini dikarenakan --Waktu-- itu sendiri memang tidak ada (ilusi istilahnya yg saya pake).
Di alam kehidupan manusia ini, --Waktu-- itu tidak ada, --Waktu-- bukan suatu entitas.
Waktu, bagi saya bukan ilusi, tetapi real.
---> dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya
Dari yang saya merahin diatas, itu menunjukan bahwa ada suatu kontinuitas. Ada even ke even (order/sequence).
Koq bisa anda katakan ada sequence ?
Waktu yg seperti apa ? Tentunya Waktu yg berupa definisi ukuran --- ukuran yg digunakan dari mana ? Tidak ada lagi ukuran yg bisa digunakan apabila tidak ada materi. Jadi, bukankah apabila tidak pernah ada materi atopun yg hidup, --Waktu yg berupa ukuran-- juga tidak ada ?
Bukan karena ngga ada patokan ukurannya yang membuat waktu itu tidak ada, bro.
Saya ada pertanyaan :
apakah maksud bruce pada pernyataan ungu tsb, roh2 yg "hidup" stlh mati jasmani tsb juga menjadi tidak terikat ruang dan waktu ? Dengan kata lain, roh2 tsb menjadi setara dengan MahaHadir ataupun MahaTahu - nya Allah ?
IMO,
Roh roh tsb masih tetap terikat dgn "waktu"-nya Allah.
Roh roh tsb masih tetap terikat dgn "ruang"-nya Allah.
Roh2 boleh/bisa dikatakan tidak lagi terikat Ruang&Waktu ... namun kata "Ruang&Waktu" disitu hanya semata mata apabila berupa suatu aplikasi ukuran dimana ukuran yg digunakan berdasarkan materi.
Bagi para roh .... antara dari even ke even, durasinya sudahlah menjadi tidak penting lagi --- namun tetap semua order/sequence tsb masih berada didalam "Ruang&Waktu" -nya Allah.
So bagi bruce, yang seperti bagaimanakah : waktu tidak lagi berlaku bagi roh2 ? --- apakah yang sama seperti dgn pengertian ttg : Allah tidak terikat Ruang&Waktu ?
Jangan ke sifat Tuhan yang lain dulu, bro, nanti tambah kusut diskusinya.
Fokus kepada waktu dulu saja.
Syalom
-
Waktu, bagi saya bukan ilusi, tetapi real.
Real-nya ? kayak gimana ? Apakah ada fungsi tertentu dari entitas ini ?
Koq bisa anda katakan ada sequence ?
Loh ? apa roh2 yg "hidup" setelah mati jasmani tsb --- diem aja spt patung di alam sana ?
Bukankah kalo dikatakan :
bahagia sampai selamanya ... artinya ada even ke even ? Juga :
memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya ... artinya ada even ke even ?
Bukan karena ngga ada patokan ukurannya yang membuat waktu itu tidak ada, bro.
Jadi... apabila tidak ada apapun, tidak ada celestial-bodies dan tidak ada pula yg "hidup" --- bisa tolong bruce definisikan sang Waktu tsb ? :)
Jangan ke sifat Tuhan yang lain dulu, bro, nanti tambah kusut diskusinya.
Fokus kepada waktu dulu saja.
hehehe... iyah maap. :blush:
Gini aja deh : bisa tolong bruce jabarkan pengertian dari quote sbb ini ? :
Bagi nya (roh itu) waktu tidak lagi berlaku
---> kira kira seperti apa penjabarannya, --Waktu-- tidak lagi berlaku bagi para roh ?
:)
salam.
-
kira kira seperti apa penjabarannya, --Waktu-- tidak lagi berlaku bagi para roh ?
Kan sudah tadi saya tuliskan, bro.
Jadi kalau memperoleh kebahagiaan maka kebahagiaan setiap saat, kalau penderitaan maka penderitaan setiap saat.
Syalom
-
penjabarannya --Waktu-- tidak lagi berlaku bagi para roh ?
kalau memperoleh kebahagiaan maka kebahagiaan setiap saat, kalau penderitaan maka penderitaan setiap saat.
maksud saya, penjabaran yg menyangkut ttg yg merah tsb, bruce ... :)
btw, yang ini belon dijawab looh.. :)
Waktu, bagi saya bukan ilusi, tetapi real.
Real-nya ? kayak gimana ? Apakah ada fungsi tertentu dari entitas ini ?
:)
salam.
-
kalau memperoleh kebahagiaan maka kebahagiaan setiap saat, kalau penderitaan maka penderitaan setiap saat. maksud saya, penjabaran yg menyangkut ttg yg merah tsb, bruce ... :)
Saya ngga jelas maksud anda, bro. Saya coba memberi ilustrasi lain. Kalau sebutlah jari anda disulut korek api, dan terasa panas. Maka maksud saya adalah korek itu terus menerus berada di jari anda dan anda tetap merasakan panas, tanpa batas waktu.
btw, yang ini belon dijawab looh.. :)Real-nya ? kayak gimana ? Apakah ada fungsi tertentu dari entitas ini ?
:)
salam.
Maksud anda dengan entitas itu bagaimana?
-
Saya ngga jelas maksud anda, bro. Saya coba memberi ilustrasi lain. Kalau sebutlah jari anda disulut korek api, dan terasa panas. Maka maksud saya adalah korek itu terus menerus berada di jari anda dan anda tetap merasakan panas, tanpa batas waktu.
Maksud saya, bruce menggunakan kata kata yang merah tsb adalah kata kata yang menyangkut kontinuitas, bruce :).
setiap saat, sampai selama-lamanya, terus menerus, tetap merasakan ---> itu kan ada suatu kontinuitas (suatu keberlangsungan dari even ke even).
Sementara bruce menyatakan, dialam sana - waktu sudah tidak ada lagi, namun kalimat2 bruce yg menggunakan kata kata yg merah itu kan menyangkut ttg waktu. Bener gak ? :)
Maksud anda dengan entitas itu bagaimana?
Maksud saya keberadaan Waktu yg menurut bruce itu adalah Real. Real-nya kayak gimana bruce ? (honestly, saya sungguh sungguh tidak tahu).
waktu tidak terikat dan tergantung pada 'hidup'
Dan dengan keberadaan sang Waktu yg Real tsb tapi tidak ada sangkutpautnya dgn yang "hidup" --- jadi apa fungsi keberadaan sang Waktu di dunia ini ? (honestly, saya sungguh sungguh juga tidak tahu).
jangan cemberut donk.... :lol:. Lama lama saya bisa di jitak nih ama bruce :D
salam.
-
Maksud saya, bruce menggunakan kata kata yang merah tsb adalah kata kata yang menyangkut kontinuitas, bruce :).
setiap saat, sampai selama-lamanya, terus menerus, tetap merasakan ---> itu kan ada suatu kontinuitas (suatu keberlangsungan dari even ke even).
Apa pengertian anda terhadap kata kontinuitas?
Sementara bruce menyatakan, dialam sana - waktu sudah tidak ada lagi, namun kalimat2 bruce yg menggunakan kata kata yg merah itu kan menyangkut ttg waktu. Bener gak ? :)
Jika dikatakan bahwa seorang manusia itu sudah meninggal. Menurut anda, meninggal itu masih terikat waktu atau tidak?
Maksud saya keberadaan Waktu yg menurut bruce itu adalah Real. Real-nya kayak gimana bruce ? (honestly, saya sungguh sungguh tidak tahu).
Dan dengan keberadaan sang Waktu yg Real tsb tapi tidak ada sangkutpautnya dgn yang "hidup" --- jadi apa fungsi keberadaan sang Waktu di dunia ini ? (honestly, saya sungguh sungguh juga tidak tahu).
jangan cemberut donk.... :lol:. Lama lama saya bisa di jitak nih ama bruce :D
salam.
Saat anda menulis post di atas, dan saat saya mereply post ini, menurut anda berlangsung secara seketika, atau ada jeda? Jeda itulah waktu. Dan itu adalah real.
:doh:
-
Apa pengertian anda terhadap kata kontinuitas?
suatu keberlangsungan dari even ke even, bruce.
Menurut anda, meninggal itu masih terikat waktu atau tidak?
Kan dasar pengertian saya, Waktu itu tidak ada, bruce --- yang ada adalah "hidup" atopun hidup.
Saat anda menulis post di atas, dan saat saya mereply post ini, menurut anda berlangsung secara seketika, atau ada jeda? Jeda itulah waktu. Dan itu adalah real.
Lah ? Justru ini kan yang menjadi dasar pemikiran saya bruce. Kok dibalikin ke saya siii ? :D.
Bukankah yang ungu itu --- artinya ada sesuatu yg hidup atopun "hidup" ? Dimana Jeda dikarenakan yg ungu ?
Jeda disebut durasi --- dan durasi (di bumi sini) dinyatakan dgn mengukur sesuatu yg laen lagi yg juga "hidup" (dalam hal ini rotasi/orbit bumi) ---> maka ini disebutlah Waktu.
Makanya saya sempet katakan, kalo memang ada itu "hidup" setelah mati jasmani --- maka durasi bukanlah hal penting lagi (berapa lama / berapa pendek durasinya tsb disana), namun biar bagaimanapun juga, tetap, jiwa/roh tsb mempunyai sequence/order, karena dia "hidup" ---> dimana "hidup"-nya ini masih tetep terikat dibawah YME.
Pengertian saya diatas itu cuma sekedar mempermudah pertanyaan2 benak saya, bruce.
Misal : dikatakan kondisi hidup" setelah mati jasmani berarti sudah tidak lagi terikat dgn Waktu. Sementara Allah juga di katakan : tidak terikat dgn Waktu.
Lalu bagaimana menggambarkan tidak terikat dgn Waktu dari sudut pandang si jiwa yg telah mati ini ? Kan tidak mungkin kondisi mereka jadi setara dgn Allah ?
Bagi saya, akan menjadi mudah apabila ngambil "akar"nya, bahwa : yang Hidup atopun "hidup" akan selalu tetap terikat dgn YME. (dibawah YME).
Atau opsi lain : "waktu" adalah atribut Allah ---> dimana "waktu" disitu pengertiannya adalah : jeda antara even ke even - suatu order/sequence, dgn demikian --- yg hidup setelah mati jasmani tsb, masih dibawah "waktu"-nya Allah.
:)
salam.
-
Jeda disebut durasi --- dan durasi (di bumi sini) dinyatakan dgn mengukur sesuatu yg laen lagi yg juga "hidup" (dalam hal ini rotasi/orbit bumi) ---> maka ini disebutlah Waktu.
Tidak bro, anda terbalik lagi.
Ada ataupun tidak ada rotasi bumi, waktu itu terus berjalan.
Kita manusia bumi, yang menggunakan rotasi bumi untuk mengukur waktu.
Seperti juga kita manusia yang menggunakan air mendidih dan air membeku sebagai ukuran panas. Apakah tanpa air tidak ada panas? Apakah tanpa rotasi bumi tidak ada waktu?
Syalom
-
Tidak bro, anda terbalik lagi.
bruce, apa yg saya sampaikan ya cuma berdasarkan bahwa tidak bisa di sangkal --sekarang ini, di bumi ini-- jeda/durasi tsb di ukur berdasarkan dari sesuatu yg bergerak.
Ada ataupun tidak ada rotasi bumi, waktu itu terus berjalan.
Kan saya nggak sedang berpendapat dikarenakan rotasi/orbit bumi maka waktu menjadi "ada" --- namun dikarenakan ada yg hidup atopun "hidup" (sesuatu yg ada even ke even) maka waktu menjadi "ada" :).
Apakah tanpa air tidak ada panas?
IMO - gak ada matahari, gak ada panas bruce. ---> gradasi panas di ukur oleh manusia dalam ukuran derajat.
Apakah tanpa rotasi bumi tidak ada waktu?
gak ada yg bergerak/hidup/"hidup", gak ada jeda (even ke even) bruce. ---> jeda diukur manusia dalam ukuran tahun.bulan.hari.jam.menit.detik :).
salam.
-
bruce, apa yg saya sampaikan ya cuma berdasarkan bahwa tidak bisa di sangkal --sekarang ini, di bumi ini-- jeda/durasi tsb di ukur berdasarkan dari sesuatu yg bergerak.
Lha apa yang bergerak itu yang dipakai manusia untuk membagi waktu yang memang sudah ada, supaya bisa diukur. Sama seperti panas, sama seperti cahaya.
Kan saya nggak sedang berpendapat dikarenakan rotasi/orbit bumi maka waktu menjadi "ada" --- namun dikarenakan ada yg hidup atopun "hidup" (sesuatu yg ada even ke even) maka waktu menjadi "ada" :).
IMO - gak ada matahari, gak ada panas bruce. ---> gradasi panas di ukur oleh manusia dalam ukuran derajat.
Siapa bilang gak ada matahari gak ada panas?
Anda pasti pernah tahu kompor kan? :D
Atau api, atau bintang, atau bahkan panas dari gesekan.
gak ada yg bergerak/hidup/"hidup", gak ada jeda (even ke even) bruce. ---> jeda diukur manusia dalam ukuran tahun.bulan.hari.jam.menit.detik :).
salam.
Lho, saya ngga ngerti apa hubungannya antara hidup dan bergerak bro.
:think1:
-
Lha apa yang bergerak itu yang dipakai manusia untuk membagi waktu yang memang sudah ada, supaya bisa diukur.
Sekali lagi, bagaimana kalo tidak ada yg bergerak ?
Sama seperti panas, sama seperti cahaya.
Kalo panasnya api/matahari/kompor/bintang --- bisa dirasakan manusia, tanpa perlu tau ukuran derajat-nya --- apa yang bisa dirasakan manusia pada waktu, bruce ? (panas ? dingin ? berat ? ringan ? --- tidak ada di daftar ini) ---> lalu apa donk ?... :).
Siapa bilang gak ada matahari gak ada panas?
Anda pasti pernah tahu kompor kan? :D
Atau api, atau bintang, atau bahkan panas dari gesekan.
Kalo panas tanpa perlu dicari patokan pengukur derajatnya --- kita tetep bisa tau "entitas" realnya (bukti/real) adalah matahari, api, bintang, kompor --- lalu bagaimana dgn Waktu, bruce ? Seperti apa Waktu yang real itu ? dimananya yg real, bruce ?
Lho, saya ngga ngerti apa hubungannya antara hidup dan bergerak bro.
Bruce, sesuatu yg hidup itu tentu akan ada hal yg berupa even ke even (order/sequence). Kalo nggak ada pergerakan atopun even ke even, melainkan statis dieeeeeemmm aja (misal patung) --- maka tentu tidak bisa dikatakan itu adalah hidup.
Hubungan antara hidup dan bergerak itu pasti ada, bruce.
Di bumi ini, tidak ada yg disebut makhluk hidup yang tidak bergerak, kan ?
Sekalipun sso tidak melakukan aksi apa apa (duduk dieeeem aja atopun bertapa) --- namun mind (jiwa ?) orang tsb "hidup" --> ada sequence even ke even. Begitu maksud saya, bruce... :)
btw, disaat bruce mengambil contoh : saya mempost - bruce mereply, bukankah artinya itu bergerak ? :D
salam.
-
Sekali lagi, bagaimana kalo tidak ada yg bergerak ?
Waktu justru terlihat atau terukur kalau ada ukuran jelas yang berulang. Dengan menghilangkan gerak, sama saja anda mengukur cahaya tetapi tidak ada sinar sama sekali.
Kalo panasnya api/matahari/kompor/bintang --- bisa dirasakan manusia, tanpa perlu tau ukuran derajat-nya --- apa yang bisa dirasakan manusia pada waktu, bruce ? (panas ? dingin ? berat ? ringan ? --- tidak ada di daftar ini) ---> lalu apa donk ?... :).
Lho? yang diukur adalah LAMA nya dog,
Kalo panas tanpa perlu dicari patokan pengukur derajatnya --- kita tetep bisa tau "entitas" realnya (bukti/real) adalah matahari, api, bintang, kompor --- lalu bagaimana dgn Waktu, bruce ? Seperti apa Waktu yang real itu ? dimananya yg real, bruce ?
Apa itu panas, bro? Coba jawab definisi panas itu dulu deh, he he he.
Bruce, sesuatu yg hidup itu tentu akan ada hal yg berupa even ke even (order/sequence). Kalo nggak ada pergerakan atopun even ke even, melainkan statis dieeeeeemmm aja (misal patung) --- maka tentu tidak bisa dikatakan itu adalah hidup.
Anda diam saja pun sudah pasti waktu berjalan, bro.
Hubungan antara hidup dan bergerak itu pasti ada, bruce.
Di bumi ini, tidak ada yg disebut makhluk hidup yang tidak bergerak, kan ?
Sekalipun sso tidak melakukan aksi apa apa (duduk dieeeem aja atopun bertapa) --- namun mind (jiwa ?) orang tsb "hidup" --> ada sequence even ke even. Begitu maksud saya, bruce... :)
Mind? Apanya yang bergerak, bro?
btw, disaat bruce mengambil contoh : saya mempost - bruce mereply, bukankah artinya itu bergerak ? :D
salam.
Memang, lantas apa yang bergerak kalau saya mendengar musik, atau saya memandang lukisan?
-
Lho? yang diukur adalah LAMA nya dog,
kok jawabannya "yang di ukur adalah LAMA nya", sih ? :) --- kan saya nggak bertanya: "apanya yang di ukur ?" --- Bukan itu kook pertanyaannya ... :)
Apa itu panas, bro? Coba jawab definisi panas itu dulu deh, he he he.
wew... kalo definisi panas terus terang saya gak tau - apalagi yang secara ilmiah / fisika ... hehehe :). Yang saya tau, panas itu mempunyai sumber dan bisa dirasakan : "poanassss" ... :D.
balik lagi ke pertanyaan saya :
Kalo panas bersumber (misal) dari matahari --- jadi, apakah sumber Waktu itu ?
Anda diam saja pun sudah pasti waktu berjalan, bro.
Loh... kan saya nggak sedang berpendapat pada azas bergeraknya seorang manusia bruce, namun manusia sebagai hal yg hidup.
Anda diam saja pun sudah pasti waktu berjalan, bro.
YA tentu, walopun diam --- selama sso masih hidup, maka tentu dia akan menyadari even ke even --- dan itu semua karena dia hidup.
Mind? Apanya yang bergerak, bro?
bukan bergerak bruce, saya gak tulis bergerak pada post sebelumnya, tetapi "hidup" ..:).
Memang, lantas apa yang bergerak kalau saya mendengar musik, atau saya memandang lukisan?
Sekali lagi, kan sudah saya jelaskan ... saya tidak sedang membicarakan pergerakan apabila berkenaan dgn yang bernyawa bruce --- namun HIDUP ... Ha I De U Pe ... :D.
Dan apabila berkenaan dgn makhluk yg tidak bernyawa namun bergerak (dalam hal ini rotasi/orbit bumi) --- baru saya gunakan tanda petik ... "hidup". :).
Dulu bruce kan sempet gunakan contoh piramid dan patung, dan kan saya juga udah kasih tau --- kalo piramid ato patung itu statis.
Jadi untuk menanggapi quote dibawah ini :Memang, lantas apa yang bergerak kalau saya mendengar musik, atau saya memandang lukisan?
---> saat melihat lukisan / denger musik tsb --- bukankah saat itu kondisi bruce sbg yg hidup ? :).
Kita bisa merasakan ada panas dimana asalnya bisa dari pihak kedua - tanpa perlu tau berapa derajat celcius ukuran panas tsb, dan panas itu sumbernya bisa dari pihak lain.
Kita bisa menyadari ada momen yg telah lewat tanpa perlu pihak kedua - tanpa perlu tau ukuran durasinya, dan kesadaran sequence yg telah lewat itu sumbernya adalah diri kita sendiri karena kita hidup.
:)
salam.
-
Pembahasaan oleh O Dad sangat bagus. Berterima di akal saya. "Nyambung", geto loh. :grining:
Eh, hampir lupa dengan, damai, damai, damai. :P
-
kok jawabannya "yang di ukur adalah LAMA nya", sih ? :) --- kan saya nggak bertanya: "apanya yang di ukur ?" --- Bukan itu kook pertanyaannya ... :)
Koq bukan itu pertanyaannya? Anda bertanya APA YANG DIUKUR KAN? Saya jawab LAMA nya.
wew... kalo definisi panas terus terang saya gak tau - apalagi yang secara ilmiah / fisika ... hehehe :). Yang saya tau, panas itu mempunyai sumber dan bisa dirasakan : "poanassss" ... :D.
Begitu pun dngan waktu. Yang anda rasakan hanya segera/cepat atau lambat/lama.
balik lagi ke pertanyaan saya :
Kalo panas bersumber (misal) dari matahari --- jadi, apakah sumber Waktu itu ?
Siapa bilang matahari sumber panas? Banyak yang lain. Ada api, ada panas bumi, ada akibat gesekan, ada akibat tumbukan, ada akibat reaksi kimia. Sumber waktu adalah saat diciptaka dulu pada saat bigbang.
Loh... kan saya nggak sedang berpendapat pada azas bergeraknya seorang manusia bruce, namun manusia sebagai hal yg hidup.
Maksudnya?
YA tentu, walopun diam --- selama sso masih hidup, maka tentu dia akan menyadari even ke even --- dan itu semua karena dia hidup.
bukan bergerak bruce, saya gak tulis bergerak pada post sebelumnya, tetapi "hidup" ..:).
Sekali lagi, kan sudah saya jelaskan ... saya tidak sedang membicarakan pergerakan apabila berkenaan dgn yang bernyawa bruce --- namun HIDUP ... Ha I De U Pe ... :D.
Bukankah anda yang mngidentyikan hidup dengan gerak?
Dan apabila berkenaan dgn makhluk yg tidak bernyawa namun bergerak (dalam hal ini rotasi/orbit bumi) --- baru saya gunakan tanda petik ... "hidup". :).
Dulu bruce kan sempet gunakan contoh piramid dan patung, dan kan saya juga udah kasih tau --- kalo piramid ato patung itu statis.
Bro, kalau saya melempar sebuah batu di luar angkasa, maka batu itu akan terus bergerak tanpa akhir tanpa berubah kecepatan. Menurut anda batu itu 'hidup' ?
Jadi untuk menanggapi quote dibawah ini : ---> saat melihat lukisan / denger musik tsb --- bukankah saat itu kondisi bruce sbg yg hidup ? :).
Kita bisa merasakan ada panas dimana asalnya bisa dari pihak kedua - tanpa perlu tau berapa derajat celcius ukuran panas tsb, dan panas itu sumbernya bisa dari pihak lain.
Kita bisa menyadari ada momen yg telah lewat tanpa perlu pihak kedua - tanpa perlu tau ukuran durasinya, dan kesadaran sequence yg telah lewat itu sumbernya adalah diri kita sendiri karena kita hidup.
:)
salam.
Lantas apa bedaya panas dan waktu?
Jika anda bisa percaya ada panas, mengapa anda tidak percaya ada waktu?
:think1:
-
Bruce, saya kira, kaitan hidup dan gerak yang dimaksudkan Odading itu, gerak itu bukan terbatas pada transportasi dimensi ruang saja, melainkan termasuk juga dinamika. Jadi, permainan-permainan pikiran, seperti merenung, menghayal, itu adalah termasuk gerak juga, yaitu sesuatu yang dinamis.
Begitukah, Ding?
-
Bruce, saya kira, kaitan hidup dan gerak yang dimaksudkan Odading itu, gerak itu bukan terbatas pada transportasi dimensi ruang saja, melainkan termasuk juga dinamika. Jadi, permainan-permainan pikiran, seperti merenung, menghayal, itu adalah termasuk gerak juga, yaitu sesuatu yang dinamis.
Begitukah, Ding?
Makasih husada. Ya --- betul, begitu kira kira yg saya maksudkan.
Jadi fokus saya adalah yg disebut hidup itu --- sekalipun tidak melakukan pergerakan (misal tidur, merenung, denger musik, liat lukisan, dlsb).
salam.
-
Koq bukan itu pertanyaannya? Anda bertanya APA YANG DIUKUR KAN? Saya jawab LAMA nya.
Bruce, saya quote ulang aja ya pertanyaan saya :
Kalo panasnya api/matahari/kompor/bintang --- bisa dirasakan manusia, tanpa perlu tau ukuran derajat-nya --- apa yang bisa dirasakan manusia pada waktu, bruce ? (panas ? dingin ? berat ? ringan ? --- tidak ada di daftar ini) ---> lalu apa donk ?... :).
dan terjawab disini :
Yang anda rasakan hanya segera/cepat atau lambat/lama.
Pertanyaan selanjutnya : apakah cepat/lama ini phisically real ?
Siapa bilang matahari sumber panas? Banyak yang lain. Ada api, ada panas bumi, ada akibat gesekan, ada akibat tumbukan, ada akibat reaksi kimia.
Bruce, walo saya anak IPS, ya tentu tau donk bahwa sumber panas bukan hanya matahari ... :D. Apa bruce tidak lihat saya menaruh kata "misal" didalam tanda kurung pada post saya tsb ?
Sumber waktu adalah saat diciptakan dulu pada saat bigbang.
Maksud saya saat ini, bruce. Kalo menggunakan yg bold mah atuh kan semuanya juga begitu awalnya ... :).
Saat ini - sinar, gravitasi, panas --- bisa dikatakan adalah "physically" real ---> karena ada korelasinya (atau relasi yah ? :blush:) dgn hal hal yg physical.
Sinar bisa diliat dengan mata - "sumber" sinar pun ada yg bisa kita lihat.
Panas bisa kita rasakan pada anggota tubuh - "sumber" panas pun ada yg bisa kita lihat.
Gravitasi bisa kita ketahui dari benda jatuh yg bisa kita liat.
Lalu bagaimana dgn waktu yang menurut bruce Real ? Cepat / lambat yg dirasakan ?
Tapi bukankah itu sangkut pautnya hanya dari benak sso --- dan bersumber juga dari diri orang ini sendiri ?
Maksudnya?
maksudnya kira kira seperti yang husada mengertikan di post atas ... :)
Bukankah anda yang mngidentyikan hidup dengan gerak?
Nggak, saya membedakan yg hidup dan yg "hidup" ---> yang pake tanda petik itulah yg saya katakan bergerak (dalam hal ini rotasi/orbit bumi), husada disitu juga sudah membantu menjelaskannya :).
Bro, kalau saya melempar sebuah batu di luar angkasa, maka batu itu akan terus bergerak tanpa akhir tanpa berubah kecepatan. Menurut anda batu itu 'hidup' ?
Ya... selama kata "hidup" disitu menggunakan tanda petik.
Bruce kok kayaknya berpendapat bhw batu yg bergerak dan saya istilahkan "hidup" itu --- kesannya (dalam pikiran bruce) saya sedang berpendapat bhw batu itu bernyawa, siii ? Ya nggak begitu-lah bruce ... :) --- yg saya maksudkan "hidup" itu adalah ada even ke even --- ada sequence yg terjadi.
Batu yg sedang melayang --- tentu gak bisa di sama-in kondisinya = batu yg tergeletak di tanah. Karena ada batu melayang --- terbuka kemungkinan batu bisa mendarat di jidat saya, sedangkan batu yg tergeletak di tanah --- terbuka kemungkinannya saya yg bisa mendarat di batu tsb ... hehehe :).
Lantas apa bedaya panas dan waktu?
Bedanya antara yg merah dan biru bruce :
Kita bisa merasakan ada panas dimana asalnya bisa dari pihak kedua - tanpa perlu tau berapa derajat celcius ukuran panas tsb, dan panas itu sumbernya bisa dari pihak lain.
Kita bisa menyadari ada momen yg telah lewat tanpa perlu pihak kedua - tanpa perlu tau ukuran durasinya, dan kesadaran sequence yg telah lewat itu sumbernya adalah diri kita sendiri
Bruce sempet bilang bahwa waktu itu real.
Yang saya mau tanya dulu, apakah real disini dalam pengertian physically real ? atokah mentally (spiritually/abstractly) "real" ?
Jika anda bisa percaya ada panas, mengapa anda tidak percaya ada waktu?
Yang saya percaya adalah adanya even ke even (sequence) dari sesuatu yg hidup atopun "hidup". Jeda dari even ke even ini adalah durasi ... berapa lama durasinya tidak penting.
Jadi yg saya tidak percaya adalah --Waktu-- yg dinyatakan sebagai suatu hal yg exist Real --- independent ---> menurut saya, Waktu yg dimengertikan secara coklat --- maka itu hanyalah ilusi ... tidak ada Waktu yg seperti itu.
Oleh karena itu saya berpendapat :
Waktu menjadi "ada" (saya gunakan tanda petik, karena bukan ttg physically exist in reality ) hanya apabila ada yang hidup atopun "hidup" --- ada even ke even. ("hidup" dgn tanda petik --- tidak mempunyai kesadaran -- benda mati yg bergerak).
:)
salam.
-
Pertanyaan selanjutnya : apakah cepat/lama ini phisically real ?
jelas sekali, bahkan bisa dihitung. Baik untuk proses pemanasan, maupun untuk proses percepatan, dan segala macam fisika. Waktu, perhitungan waktu sangat penting.
Maksud saya saat ini, bruce. Kalo menggunakan yg bold mah atuh kan semuanya juga begitu awalnya ... .
Saat ini - sinar, gravitasi, panas --- bisa dikatakan adalah "physically" real ---> karena ada korelasinya (atau relasi yah ? ) dgn hal hal yg physical.
Sinar bisa diliat dengan mata - "sumber" sinar pun ada yg bisa kita lihat.
Panas bisa kita rasakan pada anggota tubuh - "sumber" panas pun ada yg bisa kita lihat.
Gravitasi bisa kita ketahui dari benda jatuh yg bisa kita liat.
Lalu bagaimana dgn waktu yang menurut bruce Real ? Cepat / lambat yg dirasakan ?
Tapi bukankah itu sangkut pautnya hanya dari benak sso --- dan bersumber juga dari diri orang ini sendiri ?
Waktu, sejak tercipta, terus berlangsung, bro. Seperti juga kalau dikatakan bahwa ruang terus memuai sejak diciptakan dulu.
Waktu, cepat atau lambatnya, tidak hanya dapat dirasakan oleh orang bro. Bahkan waktu itu bisa dihitung. Tetapi mungkin terlalu rumit jika ditampilkan rumus rumus fisika di thread ini.
Jadi, coba baca saja ulasan Stephen Hawking tentang waktu (dan ruang) di link ini :
http://www.generationterrorists.com/quotes/abhotswh.html
Nggak, saya membedakan yg hidup dan yg "hidup" ---> yang pake tanda petik itulah yg saya katakan bergerak (dalam hal ini rotasi/orbit bumi), husada disitu juga sudah membantu menjelaskannya .
Kalau anda membedakan antara hidup dan 'hidup', apakah anda juga membedakan antara mati dan 'mati' ?
:think1:
Batu yg sedang melayang --- tentu gak bisa di sama-in kondisinya = batu yg tergeletak di tanah. Karena ada batu melayang --- terbuka kemungkinan batu bisa mendarat di jidat saya, sedangkan batu yg tergeletak di tanah --- terbuka kemungkinannya saya yg bisa mendarat di batu tsb ... hehehe .
Apa anda melupakan fakta bahwa batu yang diam saja di permukaan bumi, sebenarnya juga bergerak dengan kecepatan yang mengaggumkan? Pertama gerakan yang sama dengan kecepatan bumi berotasi, kemudian gerakan yang sama dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari, dan dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan matahari berputar mengelilingi bima-sakti, dan kecepatan yang sama dengan kecepatan galaksi yang berputar mengelilingi super clusternya, dan seterusnya.
Yang saya percaya adalah adanya even ke even (sequence) dari sesuatu yg hidup atopun "hidup". Jeda dari even ke even ini adalah durasi ... berapa lama durasinya tidak penting.
Jadi yg saya tidak percaya adalah --Waktu-- yg dinyatakan sebagai suatu hal yg exist Real --- independent ---> menurut saya, Waktu yg dimengertikan secara coklat --- maka itu hanyalah ilusi ... tidak ada Waktu yg seperti itu.
Oleh karena itu saya berpendapat :
Waktu menjadi "ada" (saya gunakan tanda petik, karena bukan ttg physically exist in reality ) hanya apabila ada yang hidup atopun "hidup" --- ada even ke even. ("hidup" dgn tanda petik --- tidak mempunyai kesadaran -- benda mati yg bergerak).
Silahkan baca dulu ulasan Stephen Hawking, bro
Syalom
-
jelas sekali, bahkan bisa dihitung. Baik untuk proses pemanasan, maupun untuk proses percepatan, dan segala macam fisika. Waktu, perhitungan waktu sangat penting.
Bruce, saya ngerti maksud bruce.
Dibawah ini, mohon maap kalo bukan seperti sbb yg bruce maksudkan :
Maksudnya kan ini ibarat perhitungan2 fisika seperti :
jarak antar kota A ke B = 60 km.
WAKTU yg diperlukan sebuah mobil dari A ke B adalah 1 jam.
Maka kecepatan mobil tsb adalah 60 km/jam.
Dari contoh tsb diatas, tanpa "adanya" WAKTU, maka rumus2 fisika tsb tidak bisa di formulasikan.
Namun kembali lagi yg seperti saya mengertikan, bukankah Waktu tsb "ada" karena ada even perpindahan mobil dari A ke B ?
Contoh lain :
"saya gak punya waktu utk membalas suratmu". Real-kah kata "waktu" disitu ?
se-real-nya "saya gak punya kopi utk buat minuman" - pada kata "kopi" ?
"Janin di kandungan membutuhkan Waktu utk sampai lahir."
Benarkah secara realitas, si janin butuh Waktu ?
Bukankah hanya apabila memang janin itu hidup maka barulah ada X-durasi yg dibutuhkan didalam kandungan sampai lahir ?
btw, bruce belum menjawab pertanyaan saya : Waktu yg bruce katakan Real tsb --- apakah physically real ataukah mentally (conceptually?) real :).
Waktu, sejak tercipta, terus berlangsung, bro.
Kalo menurut saya bruce, Tuhan menciptakan sesuatu yg hidup ---dalam hal ini manusia + siklus naturalnya---, bruce. Sesuatu yg hidup itu ada even ke even. (OOT - Even ini adalah "now" dan satu dari probabilitas tak terhingga dari rentetan peristiwa SebabAkibat). Sepertinya Tuhan tidak membiarkan manusia hidup tsb "kebingungan" untuk mengukur durasi/jeda dari even ke even tsb, oleh karena itu : "Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun".
Kalau anda membedakan antara hidup dan 'hidup', apakah anda juga membedakan antara mati dan 'mati' ?
he-he-he... iya bruce ... :).
Misal... : yah batre-nya "mati" --- waduh..."mati" lampu nih --- pak tolong kirim derek, mobilnya tau tau "mati" ditengah jalan ... :lol: :D.
Waktu, cepat atau lambatnya, tidak hanya dapat dirasakan oleh orang bro.
IMO - cepat/lambat-nya sebuah jeda dari even ke even yg dirasakan adalah tergantung kesadaran per-individu itu sendiri bruce.... X-durasi bagi si A bisa dia rasakan sebentar --- namun X-durasi (yg sama), bagi si B bisa dia rasakan lama.
Bahkan waktu itu bisa dihitung.
Tetapi mungkin terlalu rumit jika ditampilkan rumus rumus fisika di thread ini.
--- ya, apalagi buat saya ... hehehe. Kalo boleh nanya secara garis besarnya saja : Apakah Waktu yg bisa dihitung tsb berdasarkan suatu pergerakan atopun ada even ke even, bruce ?
Apa anda melupakan fakta bahwa batu yang diam saja di permukaan bumi, sebenarnya juga bergerak dengan kecepatan yang mengaggumkan?
Pertama gerakan yang sama dengan kecepatan bumi berotasi, kemudian gerakan yang sama dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari, dan dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan matahari berputar mengelilingi bima-sakti, dan kecepatan yang sama dengan kecepatan galaksi yang berputar mengelilingi super clusternya, dan seterusnya.
Dan siapa yg menggerakan itu semua bruce ? Tuhan, kan ? Bukan "sang Waktu" .. :).
Jadi, coba baca saja ulasan Stephen Hawking tentang waktu (dan ruang) di link ini :
Makasih bruce atas masukan link-nya .... namun saya mesti saya akui kalopun saya membacanya, saya nggak akan mampu utk memahami hal hal yg melibatkan fisika atopun rumus2/istilah2 science ... :blush:.
makasih atas masukan2nya bruce.
:)
salam.
-
"saya gak punya waktu utk membalas suratmu". Real-kah kata "waktu" disitu ?
se-real-nya "saya gak punya kopi utk buat minuman" - pada kata "kopi" ?
Apa menurut anda pengertian waktu pada kalimat anda di atas itu sama dengan pengertian waktu yang sedang kita bicarakan?
btw, bruce belum menjawab pertanyaan saya : Waktu yg bruce katakan Real tsb --- apakah physically real ataukah mentally (conceptually?) real
Sudah saya jawab di atas kan? Silahkan hapus rumus waktu pada perhitungan fisika, dan lihat hasilnya. Itu yang anda sebut fisikal.
Kalo menurut saya bruce, Tuhan menciptakan sesuatu yg hidup ---dalam hal ini manusia + siklus naturalnya---, bruce. Sesuatu yg hidup itu ada even ke even. (OOT - Even ini adalah "now" dan satu dari probabilitas tak terhingga dari rentetan peristiwa SebabAkibat). Sepertinya Tuhan tidak membiarkan manusia hidup tsb "kebingungan" untuk mengukur durasi/jeda dari even ke even tsb, oleh karena itu : "Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun".
Kalau menurut anda seperti itu, ya terjadilah menurut kehendakmu, apa yang bisa saya sampaikan lagi?
Kalau menurut saya, Tuhan justru menciptakan hukum alam dan hukum fisika untuk memungkinkan mahluk hidup bisa hidup dan tumbuh. Didalamnya termasuk dimensi waktu dan ruang.
IMO - cepat/lambat-nya sebuah jeda dari even ke even yg dirasakan adalah tergantung kesadaran per-individu itu sendiri bruce.... X-durasi bagi si A bisa dia rasakan sebentar --- namun X-durasi (yg sama), bagi si B bisa dia rasakan lama.
Itulah mengapa dipergunakan alat pengukur, bro. Sama seperti juga panas atau dingin, itu relative tergantung siapa yang merasakan, begitu kan? Maka diciptakan termometer, agar temperatur bisa diukur secara benar. Begitupun waktu, apa yang anda anggap lama, bisa dianggap cepat oleh orang lain, maka diciptakan pengukur waktu, dan dalam hal ini yang sekarang dipergunakan adalah
The invention in 1955 of the caesium atomic clock has led to the replacement of older and purely astronomical time standards, for most practical purposes, by newer time standards based wholly or partly on atomic time.
http://en.wikipedia.org/wiki/Time_standard
Dan siapa yg menggerakan itu semua bruce ? Tuhan, kan ? Bukan "sang Waktu" .. .
Pertanyaan aneh, kalau menurut saya, bro.
Apa Tuhan menciptakan panas? Apa Tuhan menciptakan berat? Apa Tuhan menciptakan kacang goreng? Baca lagi yang saya tulis di atas, saya katakan bahwa Tuhan menciptakan hukum alam dan hukum fisika, dimana dengan hukum2 itu memungkinkan mahluk hidup dapat hadir dan tumbuh.
Makasih bruce atas masukan link-nya .... namun saya mesti saya akui kalopun saya membacanya, saya nggak akan mampu utk memahami hal hal yg melibatkan fisika atopun rumus2/istilah2 science ... .
makasih atas masukan2nya bruce.
Jika anda tidak percaya apa yang saya ucapkan, tidak mau pula percaya apa yang diucapkan oleh ahli sekaliber Hawking, maka apa lagi yang bisa saya katakan, bro?
He he he he
Syalom
-
Apa menurut anda pengertian waktu pada kalimat anda di atas itu sama dengan pengertian waktu yang sedang kita bicarakan?
Makanya saya kan bilang : mohon maap kalo bukan seperti sbb yg bruce maksudkan :
Kan bruce cukup jawab dengan : "ya bukan pengertian Waktu yg seperti itu yg saya maksudkan" .... :).
Sudah saya jawab di atas kan?
Belum bagi saya, karena saya pingin sebuah jawaban yang semacam : "YA, Waktu adalah physically real" --- ato "Tidak, Waktu tidak physically real - melainkan secara yg dirasakan atopun konseptual".
Silahkan hapus rumus waktu pada perhitungan fisika, dan lihat hasilnya. Itu yang anda sebut fisikal.
Saya nggak ngerti dgn kalimat ini ? :)
Kalau menurut saya, Tuhan justru menciptakan hukum alam dan hukum fisika untuk memungkinkan mahluk hidup bisa hidup dan tumbuh. Didalamnya termasuk dimensi waktu dan ruang.
Saya tidak menyangkal apabila Tuhan MENERAPKAN hukum alam & fisika, bruce.
Dan dalam pengertian saya ... wujud penerapannya adalah Tuhan menciptakan materi (baik yg hidup maupun yg "hidup") dan disitulah terdapat hukum alam dan fisikanya.
Tuhan justru menciptakan hukum alam dan hukum fisika untuk memungkinkan mahluk hidup bisa hidup dan tumbuh
Karena yg sedang kita bicarakan adalah ttg Waktu (bukan hukum alam atopun hukum fisika), jadi : Tuhan menciptakan Waktu --- dgn Dia menciptakan Waktu maka barulah memungkinkan ciptaan YANG Dia ciptakan HIDUP itu bisa hidup dan tumbuh ?? Apakah kira kira begitu maksud bruce ? please CMIIW.
Itulah mengapa dipergunakan alat pengukur, bro. Sama seperti juga panas atau dingin, itu relative tergantung siapa yang merasakan, begitu kan?
Bruce, kalo sso berkata : "Panas nih !" --- tanpa perlu ngukur derajatnya, yg mendengar akan sudah bisa tau bhw panas is panas.
Kalo sso berkata : "Waktu nih !" --- maka yg mendengar tidak akan tau durasi Waktu tsb dan tidak mungkin bisa dia dgn cukup membayangkan Waktu is Waktu maka dia bisa tau durasinya tsb lama/sebentar.
Maka diciptakan termometer, agar temperatur bisa diukur secara benar. Begitupun waktu, apa yang anda anggap lama, bisa dianggap cepat oleh orang lain
Panas is panas bruce, cukup denger kata "panas" org sudah nge-sense seperti apa panas itu, tanpa perlu ngukur2 derajatnya.
Disaat sso mendengar kata "waktu", dia gak akan bisa otomatis nge-sense durasinya tsb.
Pertanyaan aneh, kalau menurut saya, bro.
Apa Tuhan menciptakan panas? Apa Tuhan menciptakan berat? Apa Tuhan menciptakan kacang goreng?
IMO - Dia menciptakan materi, baik yg hidup maupun yg "hidup", bruce.
Dari situlah, panas, berat, gravitasi atopun bahkan kacang goreng bisa ada... :).
Baca lagi yang saya tulis di atas, saya katakan bahwa Tuhan menciptakan hukum alam dan hukum fisika, dimana dengan hukum2 itu memungkinkan mahluk hidup dapat hadir dan tumbuh.
IMO, Dia menerapkan hukum alam/fisika pada penciptaan bruce. Dia tidak perlu menciptakan spesial hukum2 tsb utk manusia, karena Hukum itu sendiri adalah Dia dan terwujud pada ciptaan2NYA. Berdasarkan dari ciptaan2NYA itulah, manusia "menemukan" hukum alam/fisika tsb.
Jika anda tidak percaya apa yang saya ucapkan, tidak mau pula percaya apa yang diucapkan oleh ahli sekaliber Hawking, maka apa lagi yang bisa saya katakan, bro?
He he he he
he-he-he... iya bruce, saya akui memang saya masih sulit utk mengerti hal hal demikian.
Saya cuma ambil "gampang-nya" aja :
sebatas mana saya mampu mengetahui dan mengertikan atopun merasakan (sense it) --- dari situlah azas saya bisa percaya.
Hawking sang kaliber dunia menyatakan : (secara garis besarnya/ringkasnya)
Waktu itu diciptakan Tuhan dan physically real, begitu yah ?
Nah bagi bruce, yg secara talenta lebih bisa mengerti ttg fisika --- YA saya percaya, bhw bruce bisa juga yakin dan percaya Hawking bahwa Waktu itu physically real dan diciptakan Tuhan.
Namun bagi saya yg memang mumet ttg hal2 fisika, maka apa yg saya percaya ya cuma bisa sampe yg coklat diatas yg akhirnya ber-konklusi Waktu itu tidak physically real.
Mungkin disuatu hari, otak saya lebih encer ttg fisika - setelah membaca teori2 tsb, maka sayapun mungkin juga menjadi percaya Hawking, bahwa Waktu itu physically real.
Kesimpulan sementara : (berdasarkan masukan bruce)
Umur manusia (siklus natural-nya) tergantung penuh dgn adanya Waktu (hukum fisika).
Apabila tidak ada Waktu, maka si manusia tidak akan mempunyai "kesempatan" utk bisa mempunyai umur, hidup sejak usia kandungan sampai dia mati.
Saya rasa mungkin diskusi saya dengan bruce sampe sini cukup ... masukan2 lain dari teman2 lain saya akan senang utk ngebacanya dan ngerespondnya :D.
Makasih atas post bolak-balik dan masukan2 dari bruce. :deal:
:)
salam.
-
Bruce, kalo sso berkata : "Panas nih !" --- tanpa perlu ngukur derajatnya, yg mendengar akan sudah bisa tau bhw panas is panas.
Kalo sso berkata : "Waktu nih !" --- maka yg mendengar tidak akan tau durasi Waktu tsb dan tidak mungkin bisa dia dgn cukup membayangkan Waktu is Waktu maka dia bisa tau durasinya tsb lama/sebentar.
Mana bisa semudah itu, bro?
Kalau anda biasa tinggal di Lembang, kemudian ke Jakarta, anda akan berkata kepanasan.
Sementara bagi yang biasa tinggal di Saudi, berkata Jakarta sejuk.
Begitupun kalau seseorang berkata 'panas nih' identik dengan seseorang berkata 'lama nih' bukan dengan 'waktu nih'
Panas is panas bruce, cukup denger kata "panas" org sudah nge-sense seperti apa panas itu, tanpa perlu ngukur2 derajatnya.
Disaat sso mendengar kata "waktu", dia gak akan bisa otomatis nge-sense durasinya tsb.
Wa ha ha ha, mana pernah seperti itu bro?
Kalau saya katakan hati hati, processor AMD yang lama mudah panas.
Apakah dalam benak anda, anda menyamakan panas itu dengan panasnya kompor?
Kalau saya berkata, awas kopi nya masih panas, apakah panasnya anda bayangkan sama dengan panas besi cair?
Kalau seseorang berkata bahwa kopinya sudah dingin, itu berarti sudah sedingin es?
:D
Kembali, perbandingan kata 'panas' itu identik dengan 'lama'
IMO - Dia menciptakan materi, baik yg hidup maupun yg "hidup", bruce.
Dari situlah, panas, berat, gravitasi atopun bahkan kacang goreng bisa ada... .
Tidak cocok untuk dibahas di sini. Walau saya ingin juga menyatakan kepada anda. Lantas apa yang menyebabkan es membeku kalau didinginkan? Apa yang menyebabkan air menguap kalau dipanaskan? Apa yang menyebabkan mengapa kedua benda bersifat tarik menarik atau tolak menolak? Apa yang menyebabkan hukum anomali air, sehigga mahluk air bisa hidup walaupun danau membeku ? Daaaan sebagainya.
IMO, Dia menerapkan hukum alam/fisika pada penciptaan bruce. Dia tidak perlu menciptakan spesial hukum2 tsb utk manusia, karena Hukum itu sendiri adalah Dia dan terwujud pada ciptaan2NYA. Berdasarkan dari ciptaan2NYA itulah, manusia "menemukan" hukum alam/fisika tsb.
Bedakan antara menemukan dan menciptakan. Manusia menemukan, tidak menciptakan.
Manusia menemukan bahwa pada suatu temperatur (panas) tertentu air akan membeku atau menguap. Manusia menemukan, tidak menciptakan sifat itu. Bukan manusia yang menciptakannya.
Nah bagi bruce, yg secara talenta lebih bisa mengerti ttg fisika --- YA saya percaya, bhw bruce bisa juga yakin dan percaya Hawking bahwa Waktu itu physically real dan diciptakan Tuhan.
Namun bagi saya yg memang mumet ttg hal2 fisika, maka apa yg saya percaya ya cuma bisa sampe yg coklat diatas yg akhirnya ber-konklusi Waktu itu tidak physically real.
Mungkin disuatu hari, otak saya lebih encer ttg fisika - setelah membaca teori2 tsb, maka sayapun mungkin juga menjadi percaya Hawking, bahwa Waktu itu physically real.
Saya sudah sejak awal mencoba memberi anda pemahaman. Tetapi anda sibuk memaksakan pengertian anda sendiri, bro. Itu yang menyebabkan diskusi kita tidak pernah maju maju. Satu hal anda tidak mengerti, tetapi diberi pengertian tidak mau menerima. Bisa apa lagi saya?
He he he he
:shrug: :lol:
-
he-he-he.... maap jadi mau ngelanjut lagi ... :).
(ditarik dulu yah... perkataan saya yg ttg menyudahi diskusi dgn bruce :blush:).
Sementara bagi yang biasa tinggal di Saudi, berkata Jakarta sejuk
apakah orang di Saudi kalo dibakar api, akan tetap merasakan sensasi sejuk ? :P
Begitupun kalau seseorang berkata 'panas nih' identik dengan seseorang berkata 'lama nih' bukan dengan 'waktu nih'
Baiklah bruce, jadi padanannya :
Panas pada suhu = Lama pada waktu.
Dingin pada suhu = Sebentar pada waktu.
Bagaimana seorang buta nge-sense panas/dingin ? Dari sesuatu yg mempunyai temperatur --- sesuatu yg panas atopun dingin tanpa perlu tau ukurannya - tanpa perlu tau nama bendanya.
Bagaimana seorang buta nge-sense lama/sebentar ? Dari sesuatu yg mempunyai Waktu. Sesuatu yang lama ato sebentar. Bisa bruce tolong kasih contohnya, sesuatu ini --- sehingga orang buta ini bisa nge-sense bhw sesuatu itu adalah lama/sebentar tanpa perlu tau ukurannya ?
Wa ha ha ha, mana pernah seperti itu bro?
Kalau saya katakan hati hati, processor AMD yang lama mudah panas.
Apakah dalam benak anda, anda menyamakan panas itu dengan panasnya kompor?
Kalau saya berkata, awas kopi nya masih panas, apakah panasnya anda bayangkan sama dengan panas besi cair?
Kalau seseorang berkata bahwa kopinya sudah dingin, itu berarti sudah sedingin es?
:D
Ya nggak-lah begitu bruce ... :D.
Namun kan setidaknya orang bisa tau dan merasakan bhw api itu panas, es itu dingin ... :).
Kembali, perbandingan kata 'panas' itu identik dengan 'lama'
apabila seorang buta memegang api merasakan sensasi panas, apakah saat dia memegang nenek jadi bisa juga merasakan sensasi lama/tua ? Nggak begitu kan ? :).
Bedakan antara menemukan dan menciptakan. Manusia menemukan, tidak menciptakan.
Ya, kan yg saya post juga menyatakan : "manusia menemukan" :).
Saya sudah sejak awal mencoba memberi anda pemahaman. Tetapi anda sibuk memaksakan pengertian anda sendiri, bro.
iyah maap bruce.
Sebetulnya bukan maksud saya utk memaksakan pengertian saya sendiri.
Namun saya masih belum/tidak mengerti dgn pengertian bhw Waktu = physically real.
Supreme Being (YME).
Saya sebagai manusia bisa merasakan/menyadari keberadaanNYA maka saya tidak memerlukan bukti nyata-nya, toh apalagi Dia tidak physically real.
Satu hal anda tidak mengerti, tetapi diberi pengertian tidak mau menerima.
Berilah saya pengertian dgn penyampaian secara sederhana, yg tidak menyangkut fisika, rumus rumus atopun teori teori - bruce.
Seperti apakah Waktu yg menurut keKristenan (Hawking?) adalah sesuatu yg Real (physically real ?) tsb ? Apa buktinya ? Apa kaitannya dgn umur manusia ?
"sederhana" disitu maksud saya, misal :
saya mempunyai pertanyaan : seperti apakah temperatur yg disebut real ?
Jawab sederhanya-nya :
sesuatu (real) yg bertemperatur panas/dingin, dan physically kita bisa merasakan sensasi panas/dingin-nya tsb pada diri kita. Dan sebagai contoh dari "sesuatu" ini, misal api, matahari, es, dlsb :). Temperatur dalam batas normal, tidak ada kaitannya dgn umur manusia --- namun temperatur yg amat sangat berlebihan, bisa membuat manusia pendek umur (mati atopun cepet mati) :D.
:)
salam.
-
Apakah umur manusia
dikarenakan bumi mengelilingi matahari ataupun berotasi pada axisnya ?
ataukah
ibarat bom "waktu" yg tidak terpengaruh oleh pergerakan bumi ?
maap... kalo pertanyaannya ada ada saja,
soalnya saya kebetulan lagi mikirin hal ini ... :giggle:
:)
salam.
binun juga om..
masalahnya umur abraham sampai beratus2 tahun ngitungnya gimana.. apa sudah mengenal tahun jaman tsb ?? :think1: :think1: :think1:
-
binun juga om..
masalahnya umur abraham sampai beratus2 tahun ngitungnya gimana.. apa sudah mengenal tahun jaman tsb ?? :think1: :think1: :think1:
entah juga ..., namun kalo liat dari ayat sih - mestinya sudah :)
Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
:D
salam.