Forim Iman Kristen
Ajaran-Ajaran Kristen => Katolik => Topic started by: Jenova on October 08, 2012, 03:35:50 PM
-
Artikel Iman : Roh Kudus
KARUNIA BERBICARA DALAM BAHASA ROH(I KOR. 12: 10, 28)
Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir. Mengenai karunia bahasa roh ini akan dibahas sebagai berikut:
1. Pengertian Bahasa Roh.
Bahasa roh berasal dari kata Yunani glossa yang berarti suatu bahasa atau lidah dan lalein yang berarti berbicara atau berkata-kata. Dalam bahasa Inggrisnya menggunakan istilah tongue untuk kata glossa dan speaking untuk lalein. Istilah lengkap dalam bahasa Inggris adalah speaking in tongues. Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti berbicara dalam bahasa lidah (Sumakud, 2005:8).
Dalam Perjanjian Baru bahasa roh adalah gejala yang sangat biasa, bahwa orang yang dipermandikan dalam Roh Kudus mulai berbicara dalam bahasa roh. Bahasa roh ini merupakan tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum (Kis.2: 1-4, Kis.10: 44-47, Kis.!9:6, dll). Berbahasa roh itu adalah sesuatu yang amat wajar, dan merupakan hal yang amat biasa dalam Perjanjian Baru. Karunia bahasa roh ini diberikan bukan kepada orang yang sudah sempurna atau telah mencapai suatu kematangan rohani tertentu, melainkan justru diberikan kepada setiap orang, bahkan orang yang baru dipermandikan dan yang belum banyak pengetahuan agama atau imannya. Ingat! Bahasa roh itu merupakan salah satu tanda bahwa seseorang itu telah menerima Roh Kudus. Karena masih ada tanda lain lagi dan bahkan lebih penting yaitu Buah Roh Kudus (Gal.5: 22-23).
2. Dasar Kitab Suci.
”lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, (Kis. 2: 4)
”Mereka bingung…mendengar Rasul2 itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri (Kis.2: 6)
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, …(Mrk. 16: 17- 18).
“sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah (Kis.10: 46).
“…dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan berbubuat” (Kis. 19: 6).
“…berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kpd Allah (I Kor.14: 28).
Dll.
3. Ada 3 Jenis dalam Karunia Bahasa Roh.
A. Karunia mukjizat / Karunia berkata-kata dalam bahasa asing (Kis.2: 6-11, I Kor.14:22)
berbagai macam orang yang hadir di Yerusalem pada waktu Pentakosta, mereka mendengar para Rasul berkata-kata dalam bahasa yang dipakai di negeri asalnya, misalnya, misalnya yang hadir, ada oarng Partia, Media, Elam, Kapadokia,…Mesir dan daerah sekiarnya. Selain itu juga hadir orang penganut agama Yahudi, orang Kreta dan juga orang Arab.
B.Berupa pesan, untuk karunia ini harus ada yang menafsirkan (I Kor.14: 26-27),
dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pesan Allah yang berupa nubuat ini disampaikan dalam bentuk kata-kata bahasa roh, yang perlu ditafsirkan agar orang-orang mendengarkan pesan itu dapat mengerti.
C. Berupa Doa,
mengenai hal ini ada dua sifat, yaitu: 1). didoakan secara lantang (tidak didoakan dalam hati), dan (2) tidak verbal atau tidak dimengerti (I Kor. 14: 2). Doa dalam bahasa roh ini dapat disampaikan dengan kata-kata yang dapat didengar oleh orang-orang yang hadir, tetapi tidak dimengerti (non verbal), dan doa ini juga dapat disampaikan secara diam (dalam hati).
(bersambung ... ...)
-
(... ... sambungan)
4. Perbedaan Karunia Berdoa Dalam Roh Dengan Karunia Berkata-kata Dalam Bahasa Roh.
Karunia berdoa dalam roh
a. Bersifat tetap, maksudnya karunia ini dpt diperoleh seseorang dan sejak saat itu karunia tersebut berada dalam dirinya dan dapat digunakan setiap saat, kapan saja, dan seturut kehendaknya.
b. Cara memperolehnya pada umumnya berawal dari pada saat seseorang mengalami pencurahan Roh Kudus (namun demikian karunia bahasa roh ini tidak selalu diterima pada waktu pencurahan Roh Kudus), tetapi pada saat seseorang mengintensifkan kualitas hidup rohaninya, misalnya pada saat menerima sakramen inisiasi.
c. Pada umumnya karunia ini diberikan kepada setiap orang Kristen, terutama jemaat yang membuka hatinya. Karunia ini merupakan karunia doa yang memampukan seseorang untuk masuk ke dalam kontemplasi yang mendalam.
d. Pada umumnya karunia ini merupakan karunia doa; doa pujian, ucapan syukur dan doa permohonan.
e. Karunia ini lebih bersifat personal, untuk pertumbuhan, dan membangun relasi pribadi dengan Tuhan.Jadi tidak perlu ada penafsiran.
Karunia berkata-2 dengan bahasa roh.
a. Bersifat tidak tetap (sementara atau sesaat), artinya hanya pada saat-saat tertentu saja, di mana Allah berkenan menyatakannya.
b. Jemaat yang sudah dewasa rohaninya, yang membuka hati guna dipakai Tuhan untuk menyamnpaikan SabdaNya.
c. Pada umumnya karunia ini hanya diberikan pada jemaat yang sudah dewasa rohaninya, karena mereka sudah lebih peka dan lebih mampu membedakan mana gerakan Roh, dan mana yang bukan!
d. Lebih bersifat nubuatan artinya karuinia ini lebih merupakan pernyataan Sabda Allah.
e. Pada umumnya disampaikan dalam persekutuan doa (PD), ditujukan pada jemaat yang hadir untuk; menghibur,mengajar, pertumbuhan rohani jemaat, dan lain-lain
5. Penggunaan Karunia Bahasa Roh.
a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).
Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).
b. Menyanyi dalam roh (I Kor. 14: 15).
Karunia ini merupakan karunia doa pujian, yang seringkali diwujudkan dalam bentuk nyanyian yang disebut menyanyi dalam roh atau disebut juga bersenandung dalam roh. Dalam I Kor. 14: 15 Paulus menulis bahwa selain ia berdoa dengan akal budi, dia juga akan menyanyi dan memuji Allah dalam rohnya.
c. Dalam wujud bahasa malaikat (I Kor. 13: 1).
Berdoa dalam bahasa roh seringkali berbentuk kata-kata yang disampaikan pada Allah tetapi tidak dimengerti oleh yang mendoakan ataupun orang lain yang mendengarnya, hal inilah yang disebut berkata-kata dengan bahasa malaikat. (Bandingkan I Kor. 14: 2).
d. Berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14: 26-28).
Berkata-kata dengan bahasa roh, seringkali juga dimksudkan sebagai karunia bernubuat, yang mana dalam hal ini orang yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan dan yang mendengar juga tidak mengerti, maka untuk itu dibutuhkan karunia penafsiran. Karunia berkata-kata dalam bahasa roh ini harus ditafsirkan karena kata-kata berupa pesan yang disampaikan berguna untuk membangun jemaat. (I Kor. 14: 4).
6. Manfaat Bahasa Roh.
a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).
b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.
c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.
e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.
f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.
g. Dan lain-lain.
7. Cara Memperolehnya.
a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.
b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.
c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
Sumber Referensi:
•Kitab Suci
•Bahan Retret Pengembangan Karunia, Kamis s.d. Minggu, 19 s.d. 22 Nopember 1992, Ngadireso – Tumpang, Malang.
•Bertumbuh dalam Karunia-karunia Roh Kudus, Sebuah Buku Panduan yang disusun oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus.
•Kemitraan Allah dengan Manusia, Rteret Imam Sumatera III, 1998 oleh Fr. Fio Mascarenhas, SJ.
•Pembaharuan Karismatik Katolik, Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK, 1996 Fr. Fio Mascarenhas, SJ., terjemahan Rm. F.X. Soekarno, OSC.
•Aneka Karunia, Satu Roh Surat Gembala Mengenai Pembaharuan Karismatik Katolik
•Konferensi Waligereja Indonesia, 2006
•Karunia Sabda Pengetahuan, Penuntun Praktis Pemecahan Masalah Kehidupan, oleh Fr. Robert DeGrandis, S.S.J. 1993
•Discerment, Karunia Membeda-bedakan Roh, oleh Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel, SJ dan Rm. B. S. Mardiatmadja, SJ, 2006.
•Mungkinkah Karismatik Sungguh Katolik? Sebuah Pencarian, oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ. 2007.
•The Gift of Tongues, Fr. Robert DeGrandis, S.S.J, USA., 1983.
•Suara-Suara Surgawi, Sumakud, Hendra Ignatius, A. Centra Print, 2005.
•Glossa, DR. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Batu, 1979.
Andreas Sardjono
Sumber: WS 03/th VI/Mei-Juni/2010
dikutip dari: http://www.karismatikkatolik.org/detailArticle.asp?id=3&id2=8&id3=228
08/10/2012
-
Artikel Iman : Roh Kudus
KARUNIA BERBICARA DALAM BAHASA ROH(I KOR. 12: 10, 28)
Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir. Mengenai karunia bahasa roh ini akan dibahas sebagai berikut:
Entah bahasa yang digunakan dikenal atau tidak, utamanya adalah bahwa pesan tersampaikan dan dimengerti oleh orang kepada siapa kita berbicara.
Saya berbicara kepada seseorang yang hanya mengerti bahasa Jawa, apa yang saya bicarakan ditangkap dan dimengerti olehnya padahal bahasa yang saya gunakan adalah bahasa Batak dan bukan bahasa Jawa.
1. Pengertian Bahasa Roh.
Bahasa roh berasal dari kata Yunani glossa yang berarti suatu bahasa atau lidah dan lalein yang berarti berbicara atau berkata-kata. Dalam bahasa Inggrisnya menggunakan istilah tongue untuk kata glossa dan speaking untuk lalein. Istilah lengkap dalam bahasa Inggris adalah speaking in tongues. Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti berbicara dalam bahasa lidah (Sumakud, 2005:8).
Kenapa dikatakan "LIDAH"? [Gift of Tongues]
Ya, karena bunyi yang dihasilkan adalah bunyi sebagaimana lidah manusia mengucapkan sesuatu dan ada artikulasi.
Hal ini menjadi pertanyaan besar buat saya akan klaim para Karismatikers yg mengibaratkan glossolalia sebagai bahasa malaikat. Padahal kita tahu bahwa Malaikat selaku spiritual being, tidak memiliki LIDAH sebagaimana manusia.
I Kor 13:1 menurut saya hanya gaya bahasa St. Paulus untuk menekankan bahwa yang paling utama adalah Kasih/Charity.
Dalam Perjanjian Baru bahasa roh adalah gejala yang sangat biasa, bahwa orang yang dipermandikan dalam Roh Kudus mulai berbicara dalam bahasa roh. Bahasa roh ini merupakan tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum (Kis.2: 1-4, Kis.10: 44-47, Kis.!9:6, dll). Berbahasa roh itu adalah sesuatu yang amat wajar, dan merupakan hal yang amat biasa dalam Perjanjian Baru. Karunia bahasa roh ini diberikan bukan kepada orang yang sudah sempurna atau telah mencapai suatu kematangan rohani tertentu, melainkan justru diberikan kepada setiap orang, bahkan orang yang baru dipermandikan dan yang belum banyak pengetahuan agama atau imannya. Ingat! Bahasa roh itu merupakan salah satu tanda bahwa seseorang itu telah menerima Roh Kudus. Karena masih ada tanda lain lagi dan bahkan lebih penting yaitu Buah Roh Kudus (Gal.5: 22-23).
Klaim yang terlalu mengada-ada oleh para Kharismatikers.
Afaik dari seluruh kitab Perjanjian Baru, hanya 1 Korintus dan Kisah Para Rasul yg mencatat peristiwa bahasa Roh. [Dan sebagian kisah di Kisah Para Rasul adalah dalam kaitannya dengan Sakramen Konfirmasi]
Dan menurut para ahli glossolalia menjadi gejala yang biasa HANYA di Korintus. Mereka paling getol melakukan penyimpangan/abuse dalam hal glossolalia ini sehingga Rasul Paulus secara khusus membahasanya di I kor 14.
===
Salam,
-
a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).
Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).
Jika beroda dalam bahasa Roh adalah hanya roh yg berdoa sedangkan akal budi tidak [dan itu disebut sebagai karunia], mengapa Rasul Pulus tidak mau melakukannya?
Karena apa yang selalu diperbuat oleh Rasul Paulus adalah:
I Kor 14:15
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
6. Manfaat Bahasa Roh.
a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).
b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.
c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.
e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.
f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.
g. Dan lain-lain.
Jika melihat peristiwa yg dialami para Rasul di Yerusalem, Glossolalia adalah karunia temporary yg memungkinkan Injil tersampaikan ke-berbagai bangsa dan bahasa pada tahap awal pembentukan dan pengembangan Gereja. Karunia adikodrati yang saat ini tidak perlu ada lagi karena tergantikan oleh berbagai bangsa dan bahasa dalam Gereja dewasa ini.
Mereka yg fasih dengan bahasa ini sekarang seyogyanya dikirim ke suku-suku di pedalaman-pedalaman bumi yg sangat terpencil dan terisolasi dari peradaban dan sama sekali tidak ada yang tahu bhasa mereka dan bahkan belum pernah mendengar Injil.
Kalau hanya berkumpul di mall mall atau rumah atau gereja.... dengan nama Persekutuan Doa Karismatik.... betapa mubazir....
Supernatural gift koq hanya dimanfaatkan untuk tujuan seperti itu???
====
7. Cara Memperolehnya.
a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.
b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.
c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
Saya sangat penasaran.... darimanakah para dedengkot Karismatik mendapat pencerahan sehingga bisa menentukan suatu cara tertentu untuk mendapatkan suatu Supernatural gift????
Saya belum pernah membaca atau mendengar dari KS, Katekismus, ensiklik, etc cara-cara seperti disebutkan di atas.
=====
Salam,
-
Saya sangat penasaran.... darimanakah para dedengkot Karismatik mendapat pencerahan sehingga bisa menentukan suatu cara tertentu untuk mendapatkan suatu Supernatural gift????
Saya belum pernah membaca atau mendengar dari KS, Katekismus, ensiklik, etc cara-cara seperti disebutkan di atas.
Mungkin gak justru orang orang Katolik karismatik belajar atau tiru tiru dari Protestan Karismatik? Kayanya gitu deh.
:rofl:
-
Mungkin gak justru orang orang Katolik karismatik belajar atau tiru tiru dari Protestan Karismatik? Kayanya gitu deh.
:rofl:
I couldn't agree more.
Bukan hanya Katolik, semua aliran Protestan (main stream) yg getol ber-karismatik-ria adalah juga belajar dan niru-niru gerakan pentakostal yg marak di USA sana.
Terlahir sebagai Katolik tahun 72, hingga tahun 90 an.... saya gak pernah melihat persekutuan2 'aneh' seperti itu (Atau sayanya yang gak 'ngeh' ya?? :idiot:). Setelahnya baru marak kedengaran. Malah ada yang sampai menyentuh inti ibadah Katolik, i.e. Ekaristi.
AFAIK, di Katolik biasanya didukung oleh rohaniawan2 dari ordo Carmelit (ofm.carm) dan SJ.
====
Salam,
-
Mudah mudahan tiru tiru nya gak keterusan bin kebablasan jadi makin aneh ya.
Wk wk wk kw kwk
-
Tapi biasanya PDKK akan menolak jika mereka dianggap nyontek protestan kharismatik.
Karena gerakan kharismatik bukan berasal dari protestan, melainkan jg merupakan suksesi dari para rasul.
Dan bukankah Vatican sendiri "merestui" PDKK ini ? CMIIW
-
Tapi biasanya PDKK akan menolak jika mereka dianggap nyontek protestan kharismatik.
Karena gerakan kharismatik bukan berasal dari protestan, melainkan jg merupakan suksesi dari para rasul.
Dan bukankah Vatican sendiri "merestui" PDKK ini ? CMIIW
Emang ada para rasul yang ngoceh pake bahasa roh? Rasanya kaga ada deh.
:whistle:
-
Emang ada para rasul yang ngoceh pake bahasa roh? Rasanya kaga ada deh.
:whistle:
Baca2 dulu aja bro biblenya..... :)
btw, kekharismatikan bukan hanya melulu bahasa roh.
-
Baca2 dulu aja bro biblenya..... :)
btw, kekharismatikan bukan hanya melulu bahasa roh.
Plus kemakmuran ya bro? :whistle:
-
Plus kemakmuran ya bro? :whistle:
Hehehe..... mau meledek ya ? :scold: :scold:
Iya dong.... kecil bahagia, sudah besar kaya raya, mati masuk sorga..... Ada aminnnn ?? :ballspin:
-
Entah bahasa yang digunakan dikenal atau tidak, utamanya adalah bahwa pesan tersampaikan dan dimengerti oleh orang kepada siapa kita berbicara.
Saya berbicara kepada seseorang yang hanya mengerti bahasa Jawa, apa yang saya bicarakan ditangkap dan dimengerti olehnya padahal bahasa yang saya gunakan adalah bahasa Batak dan bukan bahasa Jawa.
Setuju!!
Makanya diajarkan agar bahasa roh yg berlangsung di ibadah itu utk ditafsirkan.
Kenapa dikatakan "LIDAH"? [Gift of Tongues]
Ya, karena bunyi yang dihasilkan adalah bunyi sebagaimana lidah manusia mengucapkan sesuatu dan ada artikulasi.
Hal ini menjadi pertanyaan besar buat saya akan klaim para Karismatikers yg mengibaratkan glossolalia sebagai bahasa malaikat. Padahal kita tahu bahwa Malaikat selaku spiritual being, tidak memiliki LIDAH sebagaimana manusia.
I Kor 13:1 menurut saya hanya gaya bahasa St. Paulus untuk menekankan bahwa yang paling utama adalah Kasih/Charity.
AFAIK, karismatik mengibaratkan glossolalia sbg bahasa malaikat, karena dalam glossolalia itu kami berbicara langsung dengan Allah dalam bahasa yg hanya dimengerti oleh Allah tapi tidak dimengerti oleh manusia, sebagaimana para malaikat berbicara kepada Allah secara langsung dengan bahasa yg dimengerti oleh Allah tapi tidak dimengerti oleh manusia.
AFAIK, karismatik tidak mendefinisikan bahwa malaikat memiliki lidah atau berkata2 dgn mekanisme biologis seperti manusia. Tidak ada definisi demikian (AFAIK) dalam karismatik.
Klaim yang terlalu mengada-ada oleh para Kharismatikers.
Berhubung artikel ini ada di board ajaran yg tidak memperbolehkan sanggahan atau diskusi, bgm kalo kita lanjutkan di board diskusi dalam thread dgn topik serupa:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,764.msg23945.html#new
Akan sangat menarik utk mendiskusikan hal ini dengan Anda.
Kalo Anda memiliki ajaran (katolik) ttg bahasa roh yg berbeda dgn yg aku sampaikan di thread ini, mungkin bisa Anda buka thread baru, jadi kita semua memiliki referensi2 katolik ttg bahasa roh dari sudut pandang2 yg berbeda ini.
Afaik dari seluruh kitab Perjanjian Baru, hanya 1 Korintus dan Kisah Para Rasul yg mencatat peristiwa bahasa Roh. [Dan sebagian kisah di Kisah Para Rasul adalah dalam kaitannya dengan Sakramen Konfirmasi]
Dan menurut para ahli glossolalia menjadi gejala yang biasa HANYA di Korintus. Mereka paling getol melakukan penyimpangan/abuse dalam hal glossolalia ini sehingga Rasul Paulus secara khusus membahasanya di I kor 14.
===
Salam,
AFAIK, glossolalia pada jaman gereja perdana tidak hanya terjadi di Korintus, tetapi juga terjadi setidaknya di Yerusalem dan Efesus.
Now St. Paul had seen the gift conferred at Ephesus and St. Luke does not distinguish Ephesian glossolaly from that of Jerusalem.
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htm
Menurut newadvent, glossollalia yg serupa jg terjadi (setidaknya) di Yerusalem dan Efesus, tapi glossolalia di sana tidak ditegur oleh Paulus karena tidak ada penyimpangan.
AFAIU dari membaca artikel di newadvent tersebut, penyimpangan di Korintus itu terjadi karena di Korintus itu ada kebiasaan pesta ekstasi, dan glossolalia disalah-gunakan utk menggantikan ekstasi dalam pesta2 hedonisme itu. Makanya Paulus menegur jemaat Korintus, tapi perlu diingat bahwa Paulus pun sebenarnya memuji dan menganjurkan utk mengejar karunia glossolalia itu.
-
Jika beroda dalam bahasa Roh adalah hanya roh yg berdoa sedangkan akal budi tidak [dan itu disebut sebagai karunia], mengapa Rasul Pulus tidak mau melakukannya?
Karena apa yang selalu diperbuat oleh Rasul Paulus adalah:
I Kor 14:15
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Amin!!! Amin dengan ajaran Kitab Suci (1 Kor 14 : 15)!!
Amin juga dengan ajaran dalam 1 Kor 14 : 2, 4.
IMHO, kuncinya adalah menggunakan karunia itu secara proporsional.
Berdoa dengan bahasa roh, sekalipun budi kita tidak berdoa, tetapi sebagaimana yg diajarkan dalam ayat 4, doa ini sangat lah besar manfaatnya dalam membangun diri kita.
Amin pula ajaran dalam ayat 15, karena berdoa terus menerus tanpa budi juga akan mendatangkan kerugian, maka tetap diperlukan juga berdoa dengan budi.
IMHO, karismatik yg sehat akan mematuhi ajaran Paulus ini secara proporsional. Doa dengan bahasa roh dilakukan karena memang baik dan besar manfaatnya, tapi berdoa dengan menggunakan roh dan budi juga tidak boleh ditinggalkan.
Jika melihat peristiwa yg dialami para Rasul di Yerusalem, Glossolalia adalah karunia temporary yg memungkinkan Injil tersampaikan ke-berbagai bangsa dan bahasa pada tahap awal pembentukan dan pengembangan Gereja. Karunia adikodrati yang saat ini tidak perlu ada lagi karena tergantikan oleh berbagai bangsa dan bahasa dalam Gereja dewasa ini.
Mereka yg fasih dengan bahasa ini sekarang seyogyanya dikirim ke suku-suku di pedalaman-pedalaman bumi yg sangat terpencil dan terisolasi dari peradaban dan sama sekali tidak ada yang tahu bhasa mereka dan bahkan belum pernah mendengar Injil.
Karunia yg mungkin tidak diperlukan lagi, tetapi bukan karunia yg tidak boleh dikejar lagi bukan?
KVII secara terbuka menyambut gerakan2 dalam GK yg mengejar karunia2 pentakosta ini lagi. :)
Kalau hanya berkumpul di mall mall atau rumah atau gereja.... dengan nama Persekutuan Doa Karismatik.... betapa mubazir....
Supernatural gift koq hanya dimanfaatkan untuk tujuan seperti itu???
IMHO, tidak mubazir. :)
Ibadah di mall atau gereja dengan berbahasa roh, tujuannya utamanya bukan utk mewartakan Injil dalam bahasa2 yg tidak dimengerti oleh evangelist. Tujuan dari ibadah karismatik adalah seperti yg diajarkan dalam 1 Kor 14 : 2, 4, yaitu utk membangun jemaat. Jika ada penafsiran, maka membangun seluruh jemaat.
Jika tidak ada penafsiran, maka ibadah karismatik yg aku tahu akan melanjutkan sesi bahasa roh itu dalam hening, jadi masing2 jemaat membangun dirinya sendiri dengan berbahasa roh secara pribadi (dalam diam atau dgn berbisik pada diri sendiri)
Saya sangat penasaran.... darimanakah para dedengkot Karismatik mendapat pencerahan sehingga bisa menentukan suatu cara tertentu untuk mendapatkan suatu Supernatural gift????
Saya belum pernah membaca atau mendengar dari KS, Katekismus, ensiklik, etc cara-cara seperti disebutkan di atas.
=====
Salam,
Cara2 di atas, AFAIK, serupa dengan doktrin/disiplin.
Kita bisa setuju, bisa juga tidak setuju, dan IMHO sah2 saja, karena cara2 yg disampaikan di atas itu bukan berupa dogma yg wajib kita imani tanpa syarat.
Sumber2nya IMHO bisa dicari dari referensi2 yg ada di akhir artikel yg aku berikan itu.
Kalo Anda tidak setuju, dan memiliki referensi yg lain, alangkah baiknya kalo Anda menyampaikannya di thread terpisah agar referensi2 yg berbeda itu tidak bertubrukan di satu thread ini.
Atau, alangkah baik dan menarik jika kita bisa diskusikan di thread diskusi yg aku sampaikan di atas. :)
-
Berhubung artikel ini ada di board ajaran yg tidak memperbolehkan sanggahan atau diskusi, bgm kalo kita lanjutkan di board diskusi dalam thread dgn topik serupa:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,764.msg23945.html#new
Akan sangat menarik utk mendiskusikan hal ini dengan Anda.
Saya bersedia, jika Anda memindahkan postingan Anda ini dari Board Ajaran Katolik.
Sebenarnya, justru karena Anda membuat topik ini di Board Ajaran Katolik.... maka saya sengaja menyanggahnya.
Sebab, jika tidak... seolah-olah apa yang Anda posting ini adalah ajaran Katolik.
Kalau saya tanya... kapan Gereja Katolik pernah mengajarkan bahwa:
- ada 8 (a-g) manfaat dari bahasa roh,?
- ada 4 (a-d) cara memperoleh karunia berbahasa roh,?
- ada 4 penggunaan bahasa roh,?
- ada 3 jenis karunia bahasa roh,?
dokumen-dokumen Gereja atau kanon konsili manakah referensinya.... bisakah Anda tunjukkan???
Saya melihat bahwa Anda hanya menggangkat dan menggunakan referensi dari pendapat dan buku-buku yg ditulis oleh para 'pengejar' bahasa roh.
====
AFAIK, glossolalia pada jaman gereja perdana tidak hanya terjadi di Korintus, tetapi juga terjadi setidaknya di Yerusalem dan Efesus.
Now St. Paul had seen the gift conferred at Ephesus and St. Luke does not distinguish Ephesian glossolaly from that of Jerusalem.
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htm
Menurut newadvent, glossollalia yg serupa jg terjadi (setidaknya) di Yerusalem dan Efesus, tapi glossolalia di sana tidak ditegur oleh Paulus karena tidak ada penyimpangan.
AFAIU dari membaca artikel di newadvent tersebut, penyimpangan di Korintus itu terjadi karena di Korintus itu ada kebiasaan pesta ekstasi, dan glossolalia disalah-gunakan utk menggantikan ekstasi dalam pesta2 hedonisme itu. Makanya Paulus menegur jemaat Korintus, tapi perlu diingat bahwa Paulus pun sebenarnya memuji dan menganjurkan utk mengejar karunia glossolalia itu.
Saya takkan menyanggahnya sampai postingan ini dipindah ke board lain. [walau banyak pendapat saya perihal tersebut di atas]
====
Salam,
-
Saya bersedia, jika Anda memindahkan postingan Anda ini dari Board Ajaran Katolik.
Sebenarnya, justru karena Anda membuat topik ini di Board Ajaran Katolik.... maka saya sengaja menyanggahnya.
Sebab, jika tidak... seolah-olah apa yang Anda posting ini adalah ajaran Katolik.
Kalau saya tanya... kapan Gereja Katolik pernah mengajarkan bahwa:
- ada 8 (a-g) manfaat dari bahasa roh,?
- ada 4 (a-d) cara memperoleh karunia berbahasa roh,?
- ada 4 penggunaan bahasa roh,?
- ada 3 jenis karunia bahasa roh,?
dokumen-dokumen Gereja atau kanon konsili manakah referensinya.... bisakah Anda tunjukkan???
Setuju banget.
Sejak kapan bahasa Roh jadi ajaran resmi gereja Katolik? Tidak pernah.
Sejak kapan ada Paus berbahasa Roh? Tidak pernah.
-
Kalau saya tanya... kapan Gereja Katolik pernah mengajarkan bahwa:
- ada 8 (a-g) manfaat dari bahasa roh,?
- ada 4 (a-d) cara memperoleh karunia berbahasa roh,?
- ada 4 penggunaan bahasa roh,?
- ada 3 jenis karunia bahasa roh,?
dokumen-dokumen Gereja atau kanon konsili manakah referensinya.... bisakah Anda tunjukkan???
Saya melihat bahwa Anda hanya menggangkat dan menggunakan referensi dari pendapat dan buku-buku yg ditulis oleh para 'pengejar' bahasa roh.
AFAIK, tidak ada ajaran resmi GK yg mengatakan bahwa manfaat bahasa roh ada 8, cara memperoleh karunia bahasa roh ada 4, penggunaan bahasa roh ada 4, jenis karunia bahasa roh ada 4.
Sesuai dengan paragraf pembuka dari artikel tersebut, penulis membahas ttg karunia bahasa roh ini dalam tulisannya, yg menjadikan tulisannya ini sebagai ajaran katolik dalam taraf doktrin/disiplin.
IMHO, selama doktrin ini tidak dinyatakan salah oleh GK, maka seorang katolik boleh menerima dan juga boleh menolak doktrin tersebut.
Mengenai cara memperoleh karunia bahasa roh, malah ada ajaran (doktrin) katolik lainnya yg menyebutkan 5 cara:
http://www.presentationministries.com/brochures/Tongues.asp
Ajaran yg ini juga telah mendapat ”nihil obstat” dan ”imprimatur” dari otoritas GK.
My points, ada banyak ajaran serupa yg bernafaskan katolik mengenai bahasa roh.
Ajaran2 ini AFAIK tidak ditolak oleh GK, dan tidak ada keputusan magisterium yg infallible yg mengecam/mengutuk praktek bahasa roh dalam Pembaruan Karismatik Katolik.
Selama ajaran2 ini dapat dipertanggung-jawabkan secara katolik, sesuai dengan ajaran2 katolik, terlebih jika telah mendapat "nihil obstat" dan "imprimatur" atau direstui oleh keuskupan setempat, maka ajaran tersebut boleh diterima oleh umat katolik meskipun tidak menjadikan ajaran tersebut infallible (menolaknya tidak menjadikan orang tersebut berdosa).
Saya bersedia, jika Anda memindahkan postingan Anda ini dari Board Ajaran Katolik.
Sebenarnya, justru karena Anda membuat topik ini di Board Ajaran Katolik.... maka saya sengaja menyanggahnya.
Sebab, jika tidak... seolah-olah apa yang Anda posting ini adalah ajaran Katolik.
(cut ... …)
====
Saya takkan menyanggahnya sampai postingan ini dipindah ke board lain. [walau banyak pendapat saya perihal tersebut di atas]
====
Salam,
IMHO, aku mengutipkan suatu ajaran yg bernafaskan katolik, dan memiliki sumber2 katolik, dan telah aku cantumkan sumber2nya.
Jika memang ditemukan ajaran tersebut salah, maka IMHO seharusnya ditunjukkan referensi2 katolik yg menyatakan sebaliknya, dan jika terbukti bahwa sumber2 yg aku cantumkan itu tidak benar, maka aku setuju jika thread ini dipindahkan atau dihapuskan karena bertentangan dengan ajaran katolik.
Jika Anda menyanggah artikel ini dengan argument2 Anda, maka IMHO sebaiknya kita lanjutkan diskusinya di board diskusi. Suatu doktrin tidak mutlak infallible, dan IMHO justru sehat sekali jika didiskusikan.
Mari, kita lanjutkan diskusinya di thread sebelah, yg linknya telah aku berikan di atas. :)
-
Setuju banget.
Sejak kapan bahasa Roh jadi ajaran resmi gereja Katolik? Tidak pernah.
Sejak kapan ada Paus berbahasa Roh? Tidak pernah.
Harap dibedakan antara ajaran mengenai bahasa roh (glossolalia) dengan praktek berbahasa roh dalam PKK.
Bahasa roh (glossolalia) adalah ajaran resmi dalam GK sejak jaman para rasul.
Praktek ibadah bahasa roh adalah BUKAN ajaran resmi, melainkan lebih bersifat optional (i.e. disiplin / praktek).
Seorang katolik boleh beribadah dgn bahasa roh, boleh juga utk tidak beribadah dgn bahasa roh.
Paus bisa jadi tidak beribadah dalam bahasa roh, tetapi semua paus pasti memegang teguh ajaran mengenai bahasa roh (atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa "semua paus pasti berbahasa roh").
:)
-
AFAIK, tidak ada ajaran resmi GK yg mengatakan bahwa manfaat bahasa roh ada 8, cara memperoleh karunia bahasa roh ada 4, penggunaan bahasa roh ada 4, jenis karunia bahasa roh ada 4.
Sesuai dengan paragraf pembuka dari artikel tersebut, penulis membahas ttg karunia bahasa roh ini dalam tulisannya, yg menjadikan tulisannya ini sebagai ajaran katolik dalam taraf doktrin/disiplin.
IMHO, selama doktrin ini tidak dinyatakan salah oleh GK, maka seorang katolik boleh menerima dan juga boleh menolak doktrin tersebut.
Mengenai cara memperoleh karunia bahasa roh, malah ada ajaran (doktrin) katolik lainnya yg menyebutkan 5 cara:
http://www.presentationministries.com/brochures/Tongues.asp
Ajaran yg ini juga telah mendapat ”nihil obstat” dan ”imprimatur” dari otoritas GK.
My points, ada banyak ajaran serupa yg bernafaskan katolik mengenai bahasa roh.
Ajaran2 ini AFAIK tidak ditolak oleh GK, dan tidak ada keputusan magisterium yg infallible yg mengecam/mengutuk praktek bahasa roh dalam Pembaruan Karismatik Katolik.
Selama ajaran2 ini dapat dipertanggung-jawabkan secara katolik, sesuai dengan ajaran2 katolik, terlebih jika telah mendapat "nihil obstat" dan "imprimatur" atau direstui oleh keuskupan setempat, maka ajaran tersebut boleh diterima oleh umat katolik meskipun tidak menjadikan ajaran tersebut infallible (menolaknya tidak menjadikan orang tersebut berdosa).
Baiklah.... ini yg terakhir dari saya di topik disini.
Nihil Obstat dan imprimatur hanyalah sekedar pernyataan bahwa tidak ada yang merusak iman dan moral dari suatu tulisan sehingga boleh dipublikasi. Sama sekali tidak menyatakan bahwa isi buku tersebut adalah ajaran Katolik. Nihil Obstat dan di-Imprimatur hanya pernyataan lokal [dan bukan dalam ranah ajaran sehingga uskup dalam hal ini bukan dalam kapasitas Magisterium]
Selain tidak inffallible... jika ternyata ada yg salah dari buku tersebut, ya harus ditolak dan justru akan sesat bisa tidak menolaknya.
Ambil contoh buku-buku De Mello dinotifikasi oleh CDF. Buku-buku tsb AFAIK adalah NIHIL OBSTAT dan direstui untuk dipublikasi oleh Uskup (Imprimatur).
====
Yg membuat saya keberatan dengan postingan Anda adalah karena tempatnya di Board Ajaran Katolik. Sementara postingan di Board tersebut TIDAK BOLEH disanggah. [Entah sengaja atau tidak, Anda seperti bermaksud 'membuat' postingan Anda dan PKK Anda terbebas dari sanggahan.]
====
Jika toh, sudah ada topiknya di ruang disksusi.... kenapa masih Anda buat juga di Board Ajaran Katolik???? Supaya tidak ada yg menyanggah???
====
Salam,
-
Bro Medice dan bro Jeno.... :)
sungguh topik yang menarik silahkan dilanjutkan di diskusi kristen saja... :)
Di sini boleh menuliskan ajaran iman katolik walaupun tidak semua setingkat dogma...
Yang saya tau Vatican sampai detik ini masih merestui Gerakan karismatik...jadi Imho tidak sepantasnya kita lebih ketat dari Vatican itu sendiri...
Tetapi tentu saja bisa didiskusikan, bahkan dibantah tentu dengan argumen2 yang berdasarkan ajaran katolik yang kita ketahui...
Memang ini topik yang masih pro kontra dalam Gereja katolik namun janganlah hal ini sampai memisahkan persaudaraan kita dalam bunda Gereja yang satu kudus katolik dan apostolik.
salam damai :)
-
ini artikel yang lumayan menarik karena banyak penafsiran yang unik. coba saya telusuri. yang nomornya diskip artinya saya no comment.
Artikel Iman : Roh Kudus
KARUNIA BERBICARA DALAM BAHASA ROH(I KOR. 12: 10, 28)
...
3. Ada 3 Jenis dalam Karunia Bahasa Roh.
A. Karunia mukjizat / Karunia berkata-kata dalam bahasa asing (Kis.2: 6-11, I Kor.14:22)
berbagai macam orang yang hadir di Yerusalem pada waktu Pentakosta, mereka mendengar para Rasul berkata-kata dalam bahasa yang dipakai di negeri asalnya, misalnya, misalnya yang hadir, ada oarng Partia, Media, Elam, Kapadokia,…Mesir dan daerah sekiarnya. Selain itu juga hadir orang penganut agama Yahudi, orang Kreta dan juga orang Arab.
B.Berupa pesan, untuk karunia ini harus ada yang menafsirkan (I Kor.14: 26-27),
dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pesan Allah yang berupa nubuat ini disampaikan dalam bentuk kata-kata bahasa roh, yang perlu ditafsirkan agar orang-orang mendengarkan pesan itu dapat mengerti.
C. Berupa Doa,
mengenai hal ini ada dua sifat, yaitu: 1). didoakan secara lantang (tidak didoakan dalam hati), dan (2) tidak verbal atau tidak dimengerti (I Kor. 14: 2). Doa dalam bahasa roh ini dapat disampaikan dengan kata-kata yang dapat didengar oleh orang-orang yang hadir, tetapi tidak dimengerti (non verbal), dan doa ini juga dapat disampaikan secara diam (dalam hati).
(bersambung ... ...)
Kurang tepat...
Bahasa Roh yang tercatat dalam Alkitab:
1. Sebagai Karunia (1 Kor 12:10), dan harus ada yang mengerti (1 Kor 14:2-33) karena berfungsi untuk membangun jemaat.
2. Tanda orang sedang kepenuhan Roh Kudus (Kis 2:6-11, 10:44-46, 19:1-7) dan karena ini bukan "karunia" maka mau 100 orang kepenuhah Roh Kudus lalu berbahasa Roh tidak apa-apa, tidak ada keperluan untuk menafsirkan.
Ini menurut ajaran Pantekosta tentang Roh Kudus, yang pertama dirumuskan di sekolah Alkitab Charles Fox Parham di Topeka Kansas tahun 1899, dan di sana pencurahan Roh Kudus yang pertamakali setelah sekian lama jaman kitab Ester terulang, tanggal 1 Januari 1900.
Tetapi ada juga berberapa teolog yang menambahkan poin ke 3 berdasarkan 1 Kor 14:2,4,18, bahasa Roh sebagai bahasa doa pribadi.
5. Penggunaan Karunia Bahasa Roh.
a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).
Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).
b. Menyanyi dalam roh (I Kor. 14: 15).
Karunia ini merupakan karunia doa pujian, yang seringkali diwujudkan dalam bentuk nyanyian yang disebut menyanyi dalam roh atau disebut juga bersenandung dalam roh. Dalam I Kor. 14: 15 Paulus menulis bahwa selain ia berdoa dengan akal budi, dia juga akan menyanyi dan memuji Allah dalam rohnya.
c. Dalam wujud bahasa malaikat (I Kor. 13: 1).
Berdoa dalam bahasa roh seringkali berbentuk kata-kata yang disampaikan pada Allah tetapi tidak dimengerti oleh yang mendoakan ataupun orang lain yang mendengarnya, hal inilah yang disebut berkata-kata dengan bahasa malaikat. (Bandingkan I Kor. 14: 2).
d. Berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14: 26-28).
Berkata-kata dengan bahasa roh, seringkali juga dimksudkan sebagai karunia bernubuat, yang mana dalam hal ini orang yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan dan yang mendengar juga tidak mengerti, maka untuk itu dibutuhkan karunia penafsiran. Karunia berkata-kata dalam bahasa roh ini harus ditafsirkan karena kata-kata berupa pesan yang disampaikan berguna untuk membangun jemaat. (I Kor. 14: 4).
b. Kurang tepat. Menyanyi, memuji, ataupun bersenandung dalam Roh, bukan karunia berbahasa Roh, bukan tidak mungkin tiba2 seseorang dapat bernyanyi dalam bahasa lain, tetapi ayat ini ikut dijelaskan di Yohanes 4:23-24 "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-pnyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebaba Bapa menghendaki penyebah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jadi ini bukan karunia tetapi memang sudah seharusnya kita semua menyembah Tuhan dalam Roh. Lebih luas lagi, menyembah Tuhan bukan hanya dalam ibadah, bukan hanya dalam nyanyian pujian, tetapi dalam hidup (bd. Yoh 14:12), maka Paulus menulis dalam Efesus 5:18 untuk penuh dengan Roh dan jika kita lihat dalam teks Yunani dan terjemahan Amplified penuh di sini merupakan satu continuity/perpetually, terus menerus, setiap saat penuh dengan Roh.
c. Saya bukan ahli taurat garis keras, dan akan bilang ajaran ini bidat/heresy, tetapi penulis artikel ini (atau perumus ajaran ini, siapapun) sepertinya tidak membaca kata pertama dalam ayat 1 Korintus 13:1, yaitu "SEKALIPUN/IF". Ini adalah kalimat pengandaian. Bukan berarti Paulus bisa berbahasa Malaikat. Paulus sedang menjelaskan jika ia berbicara dalam semua bahasa yang diketahui di dunia tetapi ga punya kasih, ga ada artinya. Ia bukan menjelaskan tentang bahasa Malaikat. Dan kalau definisi bahasa malaikat adalah kata-kata yang tidak dimengerti siapapun, apakah hal tersebut akan membangun baik orang yang mendoakan maupun yang didoakan? Kembali ke ayat 9-12.
(to be continued)
-
6. Manfaat Bahasa Roh.
a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).
b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.
c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.
e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.
f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.
g. Dan lain-lain.
ada Pendeta yang bilang "seenggaknya sekali setiap hari berdoalah dalam bahasa Roh". I don't feel a need to do that, dan saya ga pernah baca di Alkitab ada kalimat seperti itu. Yang ada hanyalah setiap hari penuh dengan Roh. Ga harus berbahasa Roh. Yang membawa dekat kita kepada hadirat Allah bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus. Gerakan Kharismatik sangat menekankan pada Karunia/KHARISMA dalam pengajarannya, sehingga terkadang melupakan Roh Kudus yang memberikannya.
b. yang bikin semangat bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus!
c. berdoa bahasa roh menjadikan seseorang jadi lebih teratur berdoa? bukan Roh Kudus nya? hmm...
d. ups.... karunia karismatik, bukan karunia roh ya? Dan kayaknya redundant yah? Karismatik sendiri asal katanya dari kata Kharisma, yang artinya karunia. jadi kalo mau diEYD kan, karunia karuniatik? hmm..
Dan bahasa Roh bukan "pintu" memasuki karunia lainnya secara lebih efektif. Karunia Roh digunakan untuk membangun jemaat, memberkati orang lain. Tetapi Roh Kudus baru akan menaruh kepercayaan bahwa kita bertanggung jawab untuk menerimanya jika kita sudah bertumbuh dewasa dalam Roh, dalam pengenalan, dalam persekutuan/hubungan yang pribadi dengan Bapa. Bukan bahasa Roh.
e. bukan bahasa Roh yang memberi perasaan tenang dan damai, tetapi Roh Penghibur/Parakletos yaitu Roh Kudus. dan tidak mungkin hening karena sesuai tulisan di awal, bahasa Roh diucapkan bukan di dalam hati kan (ada juga yang di dalam hati, well, entahlah dengan artikel ini)? Dan apakah orang yang mendengarnya akan merasa tenang dan damai juga?
f. Ketika saya berdoa dan tidak tahu apa yang harus didoakan, karena Roh Kudus yang selalu menjadi kekuatan ketika kita berdoa, maka Roh Kudus sendirilah yang akan membantu kita, entah Ia menyuarakan bahasa Roh, atau Ia memberikan perkataan hikmat (yang juga merupakan karunia Roh, baca 1 Kor 12:8). Bukan berdoa dalam bahasa Roh, emang orang yang didoain ngerti?
7. Cara Memperolehnya.
a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.
b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.
c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
a. Kis 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, akau akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Not exactly kerjasama, karena kita sebenarnya tidak sanggup berbuat apa-apa, semua hanya karena pekerjaan kuasa Allah. Bagian dari kita, kita cuma bisa berserah.
b. not sure what it means by faal iman, tetapi memang mencabut akar-akar pahit dalam hati itu perlu, tetapi bukan kita yang mencabutnya, minta Roh Kudus untuk membantu mencabut semua akar-akar pahit.
c. "Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!"
jadi menyerahkan diri pada, karunia? Bukan dipenuhi Roh? Ini aja udah ga bener, lalu mendoakan orang lain dalam bahasa Roh, entah orang itu mengerti atau tidak, lalu orang yang didoakan disuruh meniru yang artinya udah berserah. apa yang BENAR dan SESUAI DENGAN Alkitab dari poin ini?
d. wait, ini proses?
Sumber Referensi:
•Kitab Suci
•Bahan Retret Pengembangan Karunia, Kamis s.d. Minggu, 19 s.d. 22 Nopember 1992, Ngadireso – Tumpang, Malang.
•Bertumbuh dalam Karunia-karunia Roh Kudus, Sebuah Buku Panduan yang disusun oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus.
•Kemitraan Allah dengan Manusia, Rteret Imam Sumatera III, 1998 oleh Fr. Fio Mascarenhas, SJ.
•Pembaharuan Karismatik Katolik, Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK, 1996 Fr. Fio Mascarenhas, SJ., terjemahan Rm. F.X. Soekarno, OSC.
•Aneka Karunia, Satu Roh Surat Gembala Mengenai Pembaharuan Karismatik Katolik
•Konferensi Waligereja Indonesia, 2006
•Karunia Sabda Pengetahuan, Penuntun Praktis Pemecahan Masalah Kehidupan, oleh Fr. Robert DeGrandis, S.S.J. 1993
•Discerment, Karunia Membeda-bedakan Roh, oleh Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel, SJ dan Rm. B. S. Mardiatmadja, SJ, 2006.
•Mungkinkah Karismatik Sungguh Katolik? Sebuah Pencarian, oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ. 2007.
•The Gift of Tongues, Fr. Robert DeGrandis, S.S.J, USA., 1983.
•Suara-Suara Surgawi, Sumakud, Hendra Ignatius, A. Centra Print, 2005.
•Glossa, DR. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Batu, 1979.
Andreas Sardjono
Sumber: WS 03/th VI/Mei-Juni/2010
dikutip dari: http://www.karismatikkatolik.org/detailArticle.asp?id=3&id2=8&id3=228
08/10/2012
gak yakin sih, apa ajaran dari aliran Kharismatik denom lainnya sama dengan ajaran katolik karismatik ini, tetapi yang pasti saya memandang artikel ataupun ajaran ini Alkitabiah. Artikel ini juga banyak inkonsistensi, misalnya bahasa Roh udah ditulis hendaknya berdoa membangun jemaat dalam bahasa yang dimengerti, tetapi juga menulis mendoakan orang lain dalam bahasa Roh atau bahasa malaikat. piye toh iki
Saya dapat dibilang orang yang sangat sound dengan karunia-karunia ini karena saya dibesarkan dalam lingkungan Kristen Pantekosta (Gereja Pantekosta di Indonesia, gereja Pantekosta pertama di Indonesia sebelum GISI dan GBI), dan karena saya melihat banyak false 'prophet' dari kalangan ajaran Kharismatik dan Word of Faith seperti Kenneth Copeland dan Rodney Howard-Browne dan pengikut2 gerakan Toronto Blessing lainnya, sehingga banyak ajaran-ajaran dalam Alkitab termasuk Karunia Roh diacak-acak, sehingga muncul orang-orang seperti John MacArthur yang menyangkal Roh Kudus masih bekerja, karena adanya orang-orang ini.
-
Baiklah.... ini yg terakhir dari saya di topik disini.
Nihil Obstat dan imprimatur hanyalah sekedar pernyataan bahwa tidak ada yang merusak iman dan moral dari suatu tulisan sehingga boleh dipublikasi. Sama sekali tidak menyatakan bahwa isi buku tersebut adalah ajaran Katolik. Nihil Obstat dan di-Imprimatur hanya pernyataan lokal [dan bukan dalam ranah ajaran sehingga uskup dalam hal ini bukan dalam kapasitas Magisterium]
Selain tidak inffallible... jika ternyata ada yg salah dari buku tersebut, ya harus ditolak dan justru akan sesat bisa tidak menolaknya.
Ambil contoh buku-buku De Mello dinotifikasi oleh CDF. Buku-buku tsb AFAIK adalah NIHIL OBSTAT dan direstui untuk dipublikasi oleh Uskup (Imprimatur).
====
Yg membuat saya keberatan dengan postingan Anda adalah karena tempatnya di Board Ajaran Katolik. Sementara postingan di Board tersebut TIDAK BOLEH disanggah. [Entah sengaja atau tidak, Anda seperti bermaksud 'membuat' postingan Anda dan PKK Anda terbebas dari sanggahan.]
====
Jika toh, sudah ada topiknya di ruang disksusi.... kenapa masih Anda buat juga di Board Ajaran Katolik???? Supaya tidak ada yg menyanggah???
====
Salam,
Supaya tidak OOT dan tidak melanggar aturan board ajaran, mari kita lanjutkan diskusinya di sini:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,764.msg26386.html#new
:)
-
ini artikel yang lumayan menarik karena banyak penafsiran yang unik. coba saya telusuri. yang nomornya diskip artinya saya no comment.
Kurang tepat...
Bahasa Roh yang tercatat dalam Alkitab:
1. Sebagai Karunia (1 Kor 12:10), dan harus ada yang mengerti (1 Kor 14:2-33) karena berfungsi untuk membangun jemaat.
2. Tanda orang sedang kepenuhan Roh Kudus (Kis 2:6-11, 10:44-46, 19:1-7) dan karena ini bukan "karunia" maka mau 100 orang kepenuhah Roh Kudus lalu berbahasa Roh tidak apa-apa, tidak ada keperluan untuk menafsirkan.
Ini menurut ajaran Pantekosta tentang Roh Kudus, yang pertama dirumuskan di sekolah Alkitab Charles Fox Parham di Topeka Kansas tahun 1899, dan di sana pencurahan Roh Kudus yang pertamakali setelah sekian lama jaman kitab Ester terulang, tanggal 1 Januari 1900.
Tetapi ada juga berberapa teolog yang menambahkan poin ke 3 berdasarkan 1 Kor 14:2,4,18, bahasa Roh sebagai bahasa doa pribadi.
b. Kurang tepat. Menyanyi, memuji, ataupun bersenandung dalam Roh, bukan karunia berbahasa Roh, bukan tidak mungkin tiba2 seseorang dapat bernyanyi dalam bahasa lain, tetapi ayat ini ikut dijelaskan di Yohanes 4:23-24 "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-pnyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebaba Bapa menghendaki penyebah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jadi ini bukan karunia tetapi memang sudah seharusnya kita semua menyembah Tuhan dalam Roh. Lebih luas lagi, menyembah Tuhan bukan hanya dalam ibadah, bukan hanya dalam nyanyian pujian, tetapi dalam hidup (bd. Yoh 14:12), maka Paulus menulis dalam Efesus 5:18 untuk penuh dengan Roh dan jika kita lihat dalam teks Yunani dan terjemahan Amplified penuh di sini merupakan satu continuity/perpetually, terus menerus, setiap saat penuh dengan Roh.
c. Saya bukan ahli taurat garis keras, dan akan bilang ajaran ini bidat/heresy, tetapi penulis artikel ini (atau perumus ajaran ini, siapapun) sepertinya tidak membaca kata pertama dalam ayat 1 Korintus 13:1, yaitu "SEKALIPUN/IF". Ini adalah kalimat pengandaian. Bukan berarti Paulus bisa berbahasa Malaikat. Paulus sedang menjelaskan jika ia berbicara dalam semua bahasa yang diketahui di dunia tetapi ga punya kasih, ga ada artinya. Ia bukan menjelaskan tentang bahasa Malaikat. Dan kalau definisi bahasa malaikat adalah kata-kata yang tidak dimengerti siapapun, apakah hal tersebut akan membangun baik orang yang mendoakan maupun yang didoakan? Kembali ke ayat 9-12.
(to be continued)
Sama seperti di atas, mari kita lanjutkan diskusinya di sini:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,764.msg26386.html#new
:)