Forim Iman Kristen

Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kristen => Topic started by: Husada on October 11, 2012, 08:39:21 AM

Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:39:21 AM
Karena ada pernyataan Martin Luther ini, terutama yang saya garisbawahi,
Namun, menurut saya, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya, demikian juga sekarang, saya memohon kepada semua orang dengan iman Kristus, agar menunjukkan kepada saya jalan yang lebih baik, jika jalan yang semacam itu sudah dinyatakan Allah kepadanya, atau paling tidak untuk memberikan pendapat mereka tentang penilaian Allah dan gereja,
maka saya ingin berpendapat atas ke-95 tesis tersebut, sebagai berikut:
1. Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika Ia mengucapkan "Bertobatlah," dan seterusnya, menyatakan bahwa seluruh hidup orang-orang yang percaya harus diwarnai dengan pertobatan.
Sependapat.

2. Kata ini tidak boleh dimengerti mengacu kepada hukuman sakramental; maksudnya, berkaitan dengan proses pengakuan dan pelepasan (dosa), yang diberikan oleh imam-imam yang dilakukan di bawah pelayanan imam-imam.
Sependapat. Bahwa dalam proses Pertobatan dan Surat Pengampunan Dosa, bukan mengacu pada hukuman sakramental, melainkan mengacu pada kewenangan yang diberikan Jesus Kristus kepada  imam, sesuai dengan Mat 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

3. Dan, pertobatan tidak hanya mengacu pada penyesalan batiniah; tidak, penyesalan batiniah semacam itu tidak ada artinya, kecuali secara lahiriah menghasilkan pendisiplinan diri terhadap keinginan daging.
Sependapat. Adalah tidak berguna jika di mulut berkata “Saya bertobat”,  tetapi dalam sikap tetap mengulangi perbuatan yang salah.
4. Jadi, hukuman itu terus berlanjut selama ada kebencian pada diri sendiri - maksudnya, penyesalan batin yang sejati berlanjut:  yaitu, sampai kita masuk ke dalam kerajaan surga.
Sependapat.

5. Paus tidak memiliki kekuatan maupun kuasa untuk mengampuni kesalahan apa pun, kecuali yang telah ia diberikan dengan otoritasnya sendiri, atau oleh peraturan.
Sependapat. Maka, wasiat yang terkandung dalam Mat 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga, semakin bermakna.

6. Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecuali dengan menyatakan dan menjaminnya te1ah diampuni Allah; atau setidaknya ia dapat memberikan pengampunan pada kasus-kasus yang menjadi tanggung jawabnya, da1am kasus tersebut, jika kuasanya diremehkan, kesalahan akan tetap ada.
Sependapat. Sama dengan #5

7. Allah tidak pernah mengampuni dosa apa pun, tanpa pada saat yang sama Dia menundukkan diri manusia itu, merendahkan diri da1am sega1a sesuatu, kepada otoritas imam, wakilnya.
Sependapat. Bahwa dosa seseorang diampuni oleh Tuhan setelah orang tersebut ditundukkan, dibuat takluk, dibuat menyadari diri hanya ciptaan.

8. Peraturan pengakuan dosa hanya dikenakan pada orang yang hidup dan tidak seharusnya dikenakan pada orang yang mati; menurut peraturan tersebut.
Sependapat. Orang yang mati tidak dapat berbuat apa-apa, maka tidak mungkin seorang yang mati diminta untuk mealakukan pengakuan dosa.

9. Oleh karena itu Roh Kudus berkarya da1am diri Paus me1akukan hal yang baik bagi kita, sejauh da1am keputusannya, Paus se1a1u membuat perkecualian terhadap aturan ten tang kematian dan nasib seseorang.
Sependapat. Paus tidak kompeten menentukan hidup atau matinya seseorang. Kompetensi seperti itu adalah milik Tuhan.

10. Imam-imam bertindak salah dan tanpa pengetahuan, jika dalam kasus orang yang sekarat, mengganti hukuman kanonik dengan api penyucian.
Sependapat. Api penyucian bukan benda fisik yang dapat digunakan menggantikan sesuatu, dan tidak dalam penguasaan imam. Karena itu, imam tidak kompeten menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang tidak dalam kekuasaannya

11. Benih ilalang tentang mengubah hukuman kanonik menjadi hukuman di api penyucian tampaknya tentu saja telah ditaburkan sementara para uskup tertidur.
Untuk butir ini, saya tidak berkomentar, ini di luar pemahaman dan daya nalar saya.

12. Pada mulanya, hukuman kanonik dikenakan bukan sesudah, melainkan sebelum pengampunan, sebagai ujian untuk pertobatan mendalam yang sejati.
Logis. Dalam kondisi seperti itu, hukuman kanonik dipandang sebagai imbangan atau tebusan atas segala sesuatu yang dimintakan pengampunan.

13. Orang yang sekarat melunasi semua hukuman dengan kematian, dianggap sudah mati sesuai hukum kanon dan mendapat hak dilepaskan dari hukum kanon.
Saya pikir, karena kompetensi penentuan hidup matinya seseorang berada di pihak Tuhan, maka pada saat seseorang  –apakah didahului kesekaratan atau tidak– yang sudah mati, sudah terbebas dari Hukum Kanonik yang diperuntukkan bagi yang masih hidup.

berlanjut
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:40:39 AM
lanjutan

14. Kebaikan atau kasih yang tidak sempurna dari orang yang sekarat pasti menyebabkan ketakutan yang besar; dan makin sedikit kebaikan atau kasihnya, makin besar ketakutan yang diakibatkannya.
Logis.

15. Rasa takut dan ngeri tersebut sudah cukup bagi dirinya sendiri, tanpa berbicara hal-hal lain, tanpa ditambah penderitaan di api penyucian karena hal itu sangat dekat dengan kengerian keputusasaan.
Logis, namun saya belum pernah mengalami kesekaratan yang sedemikian dekat kepada kematian.

16. Neraka, api penyucian, dan surga tampak berbeda seperti halnya keputusasaan, hampir putus asa, dan kedamaian pikiran itu berbeda.
Dengan keimanan, sangat dapat dipercayai seperti itu.

17. Jiwa da1am api penyucian, tampaknya harus seperti ini: saat kengerian menghilang, kasih meningkat.
Logis.

18. Namun, hal itu tampaknya tidak terbukti dengan penalaran apa pun atau ayat Alkitab mana pun, api penyucian berada di luar kebaikan seseorang atau meningkatnya kasih.
Sependapat.

19. Hal itu juga tidak terbukti; bahwa jiwa dalam api penyucian yakin dan mantap dengan berkat mereka sendiri; mereka semua, bahkan jika kita bisa sangat yakin dengan hal tersebut.
Sependapat. Justru, pada saat seseorang berada di api penyucian, idealnya, akan semakain menyadari kesalahannya, dengan demikian, meski dia rindu untuk segera diampuni, tetapi dia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya menunggu dan mengharap.
 
20. Oleh karena itu Paus, ketika ia berbicara tentang pengampunan sepenuhnya dari semua hukuman, itu bukan sekadar bermakna semua dosa, melainkan hanya hukuman yang ia jatuhkan sendiri.
Tidak sependapat. Mat 16:19 yang adalah perkataan Tuhan sendiri, bertentangan dengan itu. Bahwa Mat 16:19 itu sudah cukup tegas mengatakannya.

21. Jadi, para pengkhotbah pengampunan dosa, yang berkata bahwa dengan surat pengampunan dosa dari Paus, seseorang dibebaskan dan diselamatkan dari semua hukuman, melakukan kesalahan.
Sependapat. Surat pengampunan dosa hanya merupakan simbol fisik, bahwa dosa seseorang telah diampuni. Pengampunan itu sendiri bukan karena Surat Pengampunan Dosa, justru karena sudah diampuni maka Surat Pengampunan Dosa diberikan sebagai lambang.

22. Sebab sesungguhnya ia tidak menghapuskan hukuman, yang harus mereka bayar dalam kehidupan sesuai dengan peraturan, bagi jiwa-jiwa di api penyucian.
Sependapat. Sinkron dengan poin #21, Surat Pengampunan Dosa merupakan lambang bahwa dosa seseorang telah diampuni, namun untuk mewujudkan pengampunan itu, orang tersebut harus melakukan tobat yang sungguh-sungguh, dan bukan karena memiliki Surat Pengampunan Dosa.
23. Jika pengampunan sepenuhnya bagi semua hukuman bisa diberikan kepada seseorang, sudah tentu tidak akan diberikan kepada seorang pun kecuali orang yang paling sempurna - yaitu, kepada sangat sedikit orang.
Logis.

24. Oleh karena itu sebagian besar orang pasti tertipu dengan janji pembebasan dari hukuman yang bersifat tidak pandang bulu dan sangat manis itu.
Maka, para imam harus menjelaskan semua hal mengenai pengampunan dosa dan Surat Pengampunan Dosa, dan secara transparan memberitahukan kepada umat.

25. Kekuasaan seperti itu dimiliki Paus atas api penyucian secara umum, seperti halnya dimiliki setiap uskup di keuskupannya dan setiap imam di jemaatnya sendiri, secara khusus.
Sependapat.

26. Paus bertindak dengan benar dengan memberikan pengampunan dosa kepada jiwa-jiwa, bukan dengan kekuasaan kunci-kunci (yang tak ada gunanya dalam hal ini), melainkan dengan doa syafaat.
Menurut saya, justru doa syafaat Paus, Uskup, dan Imam itu merupakan kunci yang membuka ikatan pada seseorang.

27. Orang yang berkata bahwa jiwa seseorang terlepas dari api penyucian segera setelah uang dimasukkan ke dalam peti yang menimbulkan bunyi gemerencing, berkhotbah dengan gila.
Gila atau tidak gilanya seorang pengkhotbah, menurut saya, gemerincing uang logam yang dimasukkan ke dalam peti tidak berhubungan dengan keterikatan atau keterlepaan seseorang dari api penyucian.

28. Sudah tentu, ketika uang yang dimasukkan dalam peti menimbulkan bunyi gemerencing, ketamakan, dan keuntungan mungkin meningkat, tetapi doa syafaat gereja tergantung pada kehendak Allah semata-mata.
Saya pikir, doa syafaat tergantung pada pihak yang berdoa, tetapi pengabulan doa tersebbut tergantung pada kerelaan dan kasih Tuhan. Manusia beriman boleh mengimaninya, mengingat adanya perkataan Tuhan, “Terjadilah kepadamu seperti yang engkau percayai.”

29. Siapa tahu apakah semua jiwa di api penyucian ingin dibebaskan darinya atau tidak, sesuai dengan cerita yang dikisahkan tentang Santo Severinus dan Paschal?
Saya pikir, dalam hal ingin tahu pada keinginan tidak terlalu penting dalam mengetahui kebenaran kisah Santo Severinus dan Paschal.

lanjutan
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:42:12 AM
lanjutan

30. Tidak ada seorang pun yang yakin tentang realita perasaan berdosanya sendiri, terlebih-lebih pencapaian pengampunan dosa seluruhnya.
Sependapat. Dan tidak untuk diketahui, hanya diimani atau dipercayai.

31. Seperti halnya petobat sejati itu jarang, demikian juga orang yang sungguh-sungguh membeli surat pengampunan dosa itu jarang - maksudnya, sangat jarang.
Bila ada pihak yang membeli Surat Pengampunan Dosa,  menurut hemat saya, itu dilatari oleh ketidaktahuan.

32. Orang yang percaya bahwa, melalui surat pengampunan dosa, mereka dijamin mendapatkan keselamatan mereka, akan dihukum secara kekal bersama dengan guru-guru mereka.
Tentang realisasi hukuman kekal atau tidak, saya tidak mengetahui. Yang dapat saya kaitkan kepada kasus ini, menurut hemat saya, bila seorang guru mengajarkan kepada muridnya sesuatu yang diketahuinya salah, maka guru itu yang layak dipersalahkan. Murid yang menerima ajaran dari gurunya, tentu tidak dapat dipersalahkan. Maka dari itu, seorang murid yang berlaku salah, padahal kelakuannya didasarkan pada ajaran gurunya, menurut saya, si murid tidak dapat dipersalahkan, apalagi harus menanggung hukuman.

33. Kita harus secara khusus berhati-hati terhadap orang yang berkata bahwa surat pengampunan dari Paus ini merupakan karunia Allah yang tak ternilai harganya, yang menyebabkan seseorang diperdamaikan dengan Allah.
Saya sepakat. Seperi telah saya beri pendapat sebelumnya, bahwa Surat Pengampunan Dosa hanyalah simbol, atau lambang, bahwa orang tersebut di surat itu sudah diampuni dosanya. Dan, kiranya jelas, bahwa surat dalam bentuk fisik, bukan karunia Allah, melainkan buatan manusia. Dan intinya, bukan karena surat pengampunan dosa itu maka dosa seseorang diampuni, melainkan karena sudah diampuni maka seseorang memperoleh surat pengampunan.
 
34. Sebab kasih karunia yang disalurkan melalui pengampunan ini hanya berkaitan dengan hukuman untuk memenuhi hal-hal yang bersifat sakramen, yang ditentukan oleh manusia.
Sependapat.
 
35. Orang yang mengajar bahwa penyesalan yang mendalam itu tidak diperlukan oleh orang-orang yang membeli jiwa-jiwa keluar dari api penyucian atau membeli lisensi pengakuan, tidak mengkhotbahkan doktrin Kristen.
Sependapat.

36. Setiap orang Kristen yang merasakan penyesalan yang sejati akan mendapatkan pengampunan dosa seluruhnya yang sejati dari penderitaan dan rasa bersalah, bahkan meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
Sependapat.

37. Setiap orang Kristen sejati, entah yang hidup atau yang mati, mendapatkan bagian dalam semua berkat Kristus dan gereja yang diberikan kepadanya oleh Allah meskipun tanpa surat pengampunan dosa.
Sependapat.

38. Namun, pengampunan dosa, yang dilakukan oleh Paus, tidak boleh dipandang rendah dengan cara apa pun sebab pengampunan, seperti saya katakan, merupakan pernyataan pengampunan dosa dari Allah.
Sependapat.

39. Menekankan dampak pengampunan dosa yang besar dan pada saat yang sama menekankan pentingnya penyesalan yang sejati di mata orang-orang, merupakan hal yang paling sulit, bahkan juga untuk teolog yang paling terpelajar sekalipun.
Bisa ya, bisa tidak.
Dampak pengampunan dosa memang besar, yaitu membebaskan seseorang dari penghukuman kekal.
Penyesalan yang sejati di mata orang-orang merupakan hal yang sulit. Sebab, setulus-tulusnya niat hati seorang pertobat, selalu terbuka kemungkinan disalahtafsirkan oleh orang yang melihat.

 
40. Penyesalan yang sejati mendambakan dan mencintai hukuman, sementara hadiah pengampunan dosa menjadikannya lega dan membuat manusia membencinya, atau paling tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk membencinya.
Saya kurang dapat menangkap maksud poin#40 ini. Betapa menyenangkannya kalau ada pihak yang lebih memperjelas maksudnya.

41. Pengampunan dosa apostolikharus dinyatakan dengan penuh hati-hati, jika tidak, orang-orang secara salah akan menduga hal itu diletakkan pada perbuatan baik kasih lainnya.
Sependapat. Bahkan, sebaiknya dalam segala hal, orang harus berhati-hati untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir kesalahtafsiran.

42. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus tidak pernah berpikir bahwa pembelian surat pengampunan dosa dalam cara apa pun bisa dibandingkan dengan karya kasih karunia.
Sependapat.

43. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memberi kepada orang miskin, atau memberi pinjaman kepada orang yang kekurangan, berbuat lebih baik daripada jika ia membeli surat pengampunan dosa.
Sependapat.

44. Karena, melalui kasih, kasih meningkat, dan manusia menjadi lebih baik; sementara melalui surat pengampunan dosa, ia tidak menjadi lebih baik, tetapi hanya lebih bebas dari hukuman.
Bisa dimengerti.

berlanjut
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:43:57 AM
lanjutan

45. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa orang yang memandang seseorang yang kekurangan dan melewatinya, memberikan uang untuk mendapatkan pengampunan dosa, tidak sedang membeli surat pengampunan dosa dari Paus untuk dirinya sendiri, tetapi murka Allah.
Sependapat.

46. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, kecuali mereka memiliki kekayaan yang berlimpah, mereka terikat untuk melakukan hal yang perlu untuk dipakai bagi keperluan rumah tangga mereka sendiri dan dengan cara apa pun tidak boleh menghamburkannya untuk mendapatkan surat pengampunan.
Sependapat.

47. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, meskipun mereka bebas untuk membeli surat pengampunan dosa, mereka tidak diwajibkan untuk melakukannya.
Sependapat.

48. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus, dalam memberikan pengampunan, memiliki kebutuhan lebih banyak dan keinginan lebih banyak agar doa yang tekun dinaikkan baginya, daripada uang yang sudah siap untuk dibayarkan.
Sependapat.

49. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa pengampunan dari Paus itu berguna, jika mereka tidak meletakkan kepercayaan mereka penyucian; tetapi paling berbahaya, jika melaluinya mereka kehilangan rasa takut mereka kepada Allah.
Sependapat. Paus adalah pemegang otoritas sebagai pemimpin Gereja yang mewakili Tuhan, dan bukan Tuhan itu sendiri.

50. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa,  jika Paus mengetahui tuntutan para pengkhotbah pengampunan dosa, ia akan lebih menyukai jika Basilika St. Petrus dibakar sampai menjadi abu, daripada dibangun dengan kulit, daging, dan tulang domba-dombanya.
Sependapat.

51. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa, seperti halnya merupakan kewajiban, demikian juga itu merupakan harapan Paus yang jika perlu menjual Basilika St. Petrus dan memberikan uangnya sendiri kepada banyak orang, yang darinya para pengkhotbah pengampunan dosa menarik uang.
Sependapat.

52. Sia-sialah harapan untuk mendapatkan keselamatan melalui surat-surat pengampunan dosa, bahkan sekalipun itu komisaris, tidak, bahkan Paus sendiri - harus menjanjikan jiwanya sendiri bagi mereka.
sepakat.

53. Orang yang, demi memberitakan pengampunan dosa, mengutuk firrnan Allah untuk meredakan ketenangan di gereja lainnya, adalah musuh Kristus dan Paus.
Sependapat.

54. Kesalahan dilakukan terhadap firman Allah jika, dalam khotbah yang sama, waktu yang sama atau lebih lama dihabiskan untuk membahas surat pengampunan daripada untuk membahas firman Allah.
Sependapat.

55. Menurut pikiran Paus jika surat pengampunan, yang merupakan masalah yang sangat kecil, dirayakan dengan satu bel, satu prosesi, dan satu seremoni; Injil, yang merupakan masalah yang sangat besar, seharusnya diberitakan dengan ratusan bel, ratusan prosesi, dan ratusan seremoni.
Sependapat.

56. Kekayaan gereja yang menyebabkan Paus mengeluarkan surat pengampunan dosa, tidak cukup didiskusikan atau dikenal di antara umat Kristus.
Berterima di akal.

57. Tampak jelas bahwa kekayaan tersebut bukanlah kekayaan sementara; sebab kekayaan tersebut tidak untuk dibagikan secara gratis, tetapi hanya ditimbun oleh banyak pengkhotbah surat pengampunan dosa.
Demikiankah? Pada jaman ini, saya pastikan, tidak ada lagi pengkhotbah yang mengkhususkan diri dengan topik Surat Pengampunan Dosa.
 
58. Kekayaan itu juga bukan kebaikan Kristus dan para Rasul; sebab tanpa peran Paus, kebaikan selalu menghasilkan kasih karunia kepada manusia rohani; dan salib, kematian, dan neraka bagi manusia lahiriah.
Saya sulit memahami ini.
 
59. St. Lawrence berkata bahwa harta benda gereja adalah orang-orang miskin di gereja, tetapi ia berbicara menurut penggunaan kata itu pada zamannya.
Berterima di pikiran.

60. Kami tidak tergesa-gesa berbicara jika kami berkata bahwa kunci gereja, yang diserahkan melalui kebaikan Kristus, adalah kekayaan itu.
Tidak mengerti. Sebab, apabila kekayaan dapat menjadi kunci, yang dapat dibuka adalah hal-hal duniawi.

61. Sangat jelas bahwa kuasa Paus pada hakikatnya sudah memadai untuk mengampuni hukuman dan kasus-kasus yang khusus diberikan padanya.
Menurut pemahaman saya, sampai akhir jaman, Tuhan tidak akan membatalkan atau merevisi Mat 16:19, Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

62. Kekayaan gereja yang sejati adalah Injil Kudus dari kemuliaan dan kasih karunia Allah.
Sepakat, ditambah dengan Tradisi Suci.
 
63. Namun, kekayaan itu paling dibenci karena membuat orang yang pertama menjadi yang terkemudian.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

berlanjut
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:46:05 AM
lanjutan


64. Sementara kekayaan surat pengampunan dosa paling diterima karena membuat yang terakhir menjadi yang pertama.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

65. Oleh karena itu kekayaan Injil adalah jala, yang pada mulanya digunakan untuk menjala orang kaya.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

66. Kekayaan surat pengampunan dosa adalah jala yang sekarang digunakan untuk menjala kekayaan orang.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

67. Surat pengampunan dosa, yang dipromosikan secara jelas oleh para pengkhotbah sebagai kasih karunia terbesar, dipandang sungguh-sungguh seperti itu sepanjang berkaitan dengan meningkatnya keuntungan.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

68. Namun, dalam kenyataan, surat itu tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kasih karunia Allah dan kesalehan karena salib.
Sependapat.

69. Uskup dan imam terikat untuk menerima komisaris kepausan yang mengurusi surat pengampunan dengan segala kehormatannya.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

70. Namun, mereka masih terikat untuk melihatnya dengan segenap mata mereka dan memerhatikan dengan segenap telinga mereka supaya orang-orang ini tidak mengkhotbahkan keinginan mereka sendiri, namun mengkhotbahkan apa yang diperintahkan oleh Paus.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

71. Biarlah orang yang berbicara menentang kebenaran surat pengampunan dosa Paus terkucil dan terkutuk.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

72. Namun, pada sisi lain, orang yang mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menentang hawa nafsu dan penye1ewengan kebebasan para pengkhotbah pengampunan, biarlah ia diberkati.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

73. Seperti  halnya Paus secara adil menghardik orang yang menggunakan berbagai cara untuk merusak perdagangan surat pengampunan.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

74. Terlebih-lebih jika ia menghardik orang yang, dengan dalih surat pengampunan, menggunakannya sebagai alasan untuk merusak kasih kudus dan kebenaran.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

75. Berpikir bahwa surat pengampunan Paus memiliki kuasa sedemikian sehingga mereka bisa membebaskan manusia bahkan jika - meskipun itu tidak mungkin - ia telah bersalah kepada Bunda Allah, merupakan kegilaan.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

76. Sebaliknya, kami meneguhkan bahwa surat pengampunan Paus tidak bisa menghapuskan dosa paling remeh sekalipun, sepanjang hal itu terkait dengan kesalahannya.
Sependapat.

77. Ungkapan yang mengatakan bahwa seandainya St. Petrus menjadi Paus sekarang, ia tidak bisa memberikan kasih karunia yang lebih besar, merupakan penghujatan kepada St. Petrus dan Paus.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

78. Kami sebaliknya meneguhkan bahwa Paus saat ini atau Paus lain mana pun memiliki kasih karunia yang lebih besar yang dapat digunakan menurut kehendaknya - yaitu, InjiI, kuasa, karunia kesembuhan, dan sebagaimana tertulis (1 Korintus XII.9.)
Sependapat. Menurut hemat saya, ini tercakup dalam ketidakmungkinsalahan Paus.

79. Mengatakan bahwa salib yang dihiasi panji-panji kepausan merniliki kuasa yang sama dengan salib Kristus, merupakan penghujatan.
Saya pikir, ini masih berterima mengingat bahwa Paus adalah yang dipilih Tuhan untuk meneruskan pengabaran kabar suka cita di dunia, sampai nanti tiba saat penuaian. Artinya, meskipun tidak akan identik, dan pembeda secara fisik adalah panji-panji dimaksud, dalam beberapa hal, ada kesetaraan salib Jesus Kristus dengan salib yang digunakan kepausan dalam prosesi keimanan.

berlanjut
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:47:17 AM
lanjutan

80. Uskup, imam, dan teolog yang mengizinkan khotbah semacam itu beredar di antara umat, harus memberikan pertanggung-jawaban.
Pada jaman sekarang, tidak dapat dimengerti. Ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

81. Khotbah mengenai surat pengampunan dosa yang tidak terkontrol ini bukanlah hal yang mudah, bahkan juga bagi orang terpelajar, tidak bisa menyelamatkan Paus dari fitnah, atau, dalam semua peristiwa, pertanyaan kritis kaum awam.
Sependapat.
 
82. Misalnya: "Mengapa Paus tidak mengosongkan api penyucian demi kasih yang paling kudus, dan kebutuhan jiwa yang mendesak - ini menjadi yang paling benar dari semua alasan - jika ia menebus jumlah jiwa yang tidak terbatas demi hal yang paling hina, uang, untuk digunakan membangun Basilika - ini menjadi alasan yang paling sepele?"
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

83. Sekali lagi: "Mengapa misa penguburan dan misa peringatan hari kematian masih berlanjut, dan mengapa Paus tidak mengembalikan, atau mengizinkan penarikan dana yang diwariskan untuk tujuan ini; karena hal ini merupakan kesalahan untuk berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus?"
Pada suatu poin, yaitu berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus agak berterima di benak saya. Tetapi, kalau membandingkan dengan kehidupan sehari-hari, kalau pada hari senin sidah berdoa, mengapa harus berdoa lagi pada hari selasa? Jadi, karena berdoa bagi orang-orang yang sudah ditebus itu dilakukan oleh orang yang masih hidup di pejiarahan, saya pikir, itu masih layak dilakukan, sebab, meski pendoa itu mempercayai orang yang didoakan sudah ditebus, si pendoa masih mendoakan lagi, saya pandang seperti kasus berdoa tiap hari.
Tentang misa penguburan dan misa peringatan hari kematian, dilakukan adalah untuk keperluan si mati, sebab si mati itu tidak dapat berbuat apa-apa lagi bagi dirinya, maka kerabat dan orang yang mengasuhinya melakukan misa untuk si mati.


84. Sekali lagi: "Apakah karena kesalehan yang baru kepada Allah dan Paus, maksudnya, demi uang, pejabat gereja mengizinkan orang yang tidak beriman dan musuh Allah untuk menebus jiwa-jiwa yang saleh dan mengasihi Allah dari api pencucian, namun tidak menebus jiwa yang saleh dan terkasih itu, berdasarkan kasih yang cuma-cuma, demi kebutuhannya jiwa-jiwa itu sendiri?"
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif yang sangat keji?

85. Sekali lagi: "Mengapa peraturan tentang penyesalan dosa, yang sudah lama dihapuskan dan mati dalam kenyataannya karena tidak digunakan, sekarang dipatuhi lagi dengan memberikan surat pengampunan dosa, seolah-olah peraturan-peraturan tersebut masih hidup dan berlaku?"
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

86. Sekali lagi: "Mengapa Paus, yang kekayaannya saat ini jauh lebih banyak daripada orang yang paling kaya di antara orang kaya, tidak membangun Basilika St. Petrus dengan uangnya sendiri, sebaliknya dengan uang dari orang-orang percaya yang miskin?"
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

87. Sekali lagi: "Apa yang diampuni atau dianugerahkan Paus kepada orang-orang, yang dengan penyesalan yang dalam dan sempurna, memiliki hak untuk mendapatkan pengampunan dan berkat yang sempurna?
Seharusnya, karena Mat 16:19 masih eksis, maka harus dipercayai seperti itu.
 
88. Sekali lagi: "Berkat yang lebih besar apakah yang akan diterima gereja jika Paus, tidak satu kali, seperti yang ia lakukan sekarang, memberikan pengampunan dosa dan berkat seratus kali sehari kepada setiap orang yang setia dalam iman?"
Berkat yang dikatakan oleh Tuhan, bahwa Tuhan akan menyertai Geeja sampai akhir jaman, dan alam maut tidak akan menguasai Gereja.

89. Oleh karen a keselamatan jiwa, bukannya uang, yang dicari Paus melalui surat pengampunannya, mengapa ia menunda surat-surat dan pengampunan dosa yang diberikan sejak lama karen a keduanya sama-sama manjur?
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

90. Untuk menindas keberatan dan argumen kaum awam dengan kekuatan semata-mata dan tidak menyelesaikannya dengan memberikan penjelasan, berarti memberi kesempatan kepada gereja dan Paus untuk dicemooh musuh-rnusuh mereka dan membuat orang-orang Kristen tidak senang.
Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?

berlanjut
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on October 11, 2012, 08:48:19 AM
lanjutan 

91. jika, kemudian, pengampunan dikhotbahkan sesuai semangat dan pikiran Paus, sernua pertanyaan ini akan diselesaikan dengan mudah - tidak, bahkan tidak akan ada.
Untuk jaman ini, sepanjang acara misa yang pernah saya ikuti, tidak ada pengkhotbah yang mengkhususkan diri dengan materi khotbah tentang Surat Pengampunan Dosa.

92. Jadi, menyingkirlah, semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Damai, damai," dan tidak ada damai!
Hehhehheee... mosok sih, apakah damai yang selalu saya sebutkan itu sudah tidak berarti?

93. Diberkatilah semua nabi yang berkata kepada umat Kristus, "Salib, salib," dan tidak ada salib! Tidak dapat dimengerti, ada yang bersedia untuk memperjelas? Apakah itu bukan tuduhan subyektif?
 
94. Orang-orang Kristen harus dinasihati untuk setia mengikuti Kristus Sang Kepala mereka melalui penderitaan, kematian, dan neraka.
Sepakat.

95. Dan dengan demikian yakin untuk memasuki surga melalui penganiayaan, bukannya melalui damai sejahtera yang palsu.
Dengan memperhatikan poin#95 ini, justru menimbulkan pertanyaan di benak saya, apakah Kristen harus mencari medan penganiayaan agar bisa masuk surga?
Apakah kedamaian yang kita rasakan dan saksikan terjadi di negara-negara Kristen, atau lingkup kecil dalam keluarga-keluarga Kristen merupakan sesuatu yang semu?


Demikian pendapat dari saya.

LKMD (Lebih Kurangnya Mohon Dimaafkan.)

Damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus menyertai FIKers sekalian.
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Jenova on October 11, 2012, 06:34:41 PM
Damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus menyertai FIKers sekalian.
Quote
Bro Husada,
Terima kasih atas pendapat dan tanggapan Anda mengenai thesis martin luther ini.
CMIIW, sepertinya ini adalah  merupakan pendapat pribadi Anda ya?
Jika benar demikian, mungkin lebih tepat jika postingan pendapat Anda ini dipindahkan ke board diskusi?

Mohon moderator board memindahkannya, karena IMHO pendapat/tanggapan pribadi dapat mengaburkan pesan/ajaran yg disampaikan dalam board ajaran ini.
Terima kasih, dan LKMD... :)
Terima kasih.

Anda betul, untuk menegakkan kesepakatan bersama, ini sudah saya pindah ke tempat yang sesuai.

Damai, damai, damai.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on July 26, 2013, 10:22:50 AM
Baru saya sadari, ternyata pemindahan trit ini membuat kehilangan jejak, menjadi sulit melacak dari situs mana trit ini diambil. Saya sendiri sudah lupa, dari situs mana ini dikopi. Ada yang bisa bantu? Jenova, mungkin?

Terima kasih.

Damai, damai, damai.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on July 27, 2013, 06:24:03 PM
O, ternyata sumber dari trit ini saya salin dari http://www.sarapanpagi.org/martin-luther-s-95-theses-95-dalil-luther-vt1174.html.

Sangat diharapkan ada partisipan, terutama mereka yang sering membawa-bawa nama Martin Luther, meberikan tanggapan atas tesis-tesis ini, mungkin setuju, atau menolak, atau apapun.

Dalam semangat damai tentunya, untuk saling membangun selaku sama-sama merasa sebagai pengikut Kristus.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on July 30, 2013, 04:30:00 PM
Kelihatannya, tesis pendahulu protestan ini tidak menarik minat partisipan. Tidak aka pertambahan komentar, baik yang setuju atau menolak tesis-tesis ini. Ato, mungkinkah hal yang diprotes sudah beranak-pinak, bukan lagi ke-95 tesis ini? Atau malah setiap protes yang diajukan sudah disatukan dengan ke-95 tesis ini, meski tidak sama?
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: sniperX on July 30, 2013, 05:44:12 PM
Kelihatannya, tesis pendahulu protestan ini tidak menarik minat partisipan. Tidak aka pertambahan komentar, baik yang setuju atau menolak tesis-tesis ini. Ato, mungkinkah hal yang diprotes sudah beranak-pinak, bukan lagi ke-95 tesis ini? Atau malah setiap protes yang diajukan sudah disatukan dengan ke-95 tesis ini, meski tidak sama?

Karena tukang protes sekarang ini bukan lagi pengikut Martin Luther, tetapi pengikut solasolit**g.

:D :D :D
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Phooey on July 31, 2013, 05:57:41 AM
Karena tukang protes sekarang ini bukan lagi pengikut Martin Luther, tetapi pengikut solasolit**g.

:D :D :D


Hahahahaaa.

Bro Snip rindu dengan Bro Soli dan Bro Osas ya    :giggle:
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: sniperX on July 31, 2013, 06:03:09 AM

Hahahahaaa.

Bro Snip rindu dengan Bro Soli dan Bro Osas ya    :giggle:

Bukan rindu, tetapi peluru terlanjur disiapkan.

(https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR8tqPx_iuSLSAyHvoe9czwNLybaHUskpPdpMR6WzovwzmOt9Sp)
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Ignas on August 01, 2013, 11:45:48 AM
lanjutan

48. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa Paus, dalam memberikan pengampunan, memiliki kebutuhan lebih banyak dan keinginan lebih banyak agar doa yang tekun dinaikkan baginya, daripada uang yang sudah siap untuk dibayarkan.
Sependapat.

49. Orang-orang Kristen harus diajar bahwa pengampunan dari Paus itu berguna
, jika mereka tidak meletakkan kepercayaan mereka penyucian; tetapi paling berbahaya, jika melaluinya mereka kehilangan rasa takut mereka kepada Allah.
Sependapat. Paus adalah pemegang otoritas sebagai pemimpin Gereja yang mewakili Tuhan, dan bukan Tuhan itu sendiri.

kalau dilihat dari pasal ini jelas bahwa Luther mengakui Indulgensi, dan Afaik juga dalam Pengajaran Calvin ada disebutkan bahwa Gereja dapat mengampuni (perpanjangan tangan Tuhan) dosa umat.

Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on August 01, 2013, 01:29:19 PM
kalau dilihat dari pasal ini jelas bahwa Luther mengakui Indulgensi, dan Afaik juga dalam Pengajaran Calvin ada disebutkan bahwa Gereja dapat mengampuni (perpanjangan tangan Tuhan) dosa umat.
Wadduh, Calvin? Menekehe? :drool:
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on August 29, 2013, 03:57:58 PM
kalau dilihat dari pasal ini jelas bahwa Luther mengakui Indulgensi, dan Afaik juga dalam Pengajaran Calvin ada disebutkan bahwa Gereja dapat mengampuni (perpanjangan tangan Tuhan) dosa umat.
Adakah partisipan yang dapat menguraikannya?

Damai, damai, damai.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on August 30, 2013, 03:19:22 AM
Kelihatannya, tesis pendahulu protestan ini tidak menarik minat partisipan. Tidak aka pertambahan komentar, baik yang setuju atau menolak tesis-tesis ini. Ato, mungkinkah hal yang diprotes sudah beranak-pinak, bukan lagi ke-95 tesis ini? Atau malah setiap protes yang diajukan sudah disatukan dengan ke-95 tesis ini, meski tidak sama?
saya sebenernya paling "benci" dan males utk mempelajari sejarah. Apalagi sejarah "perang" selalu mempunyai 2 kubu yang masing2 mempunyai alesannya sendiri-sendiri.

Saya sebenernya tertarik ttg hal Katolik-Protestan ... ada keingin-tahuan di benak saya ... KENAPA bisa ampe terjadi ... dan akan berada dimana saya "memihak" ...hehehe ... :D.

Namun karena ada banyak banget (95 butir ... kenapa nggak sekalian aja 100 biar genep gitu yah ?? :)), saya akan perlu amat sangat lama dan amat sangat pelan utk bisa mengertikan ke 95 butir tsb ---> dan ini = MALES! :D :lol:

Anyway, saya sudah pernah nonton film yg berjudul "LUTHER".
Diluar pengetahuan saya ttg 95 butir thesis-nya, secara general (melalui film) - saya terus terang merasa "kesal" pada pihak penjual, ketika penggambaran dimana orang2 miskin sampe sebegitunya membeli surat pengampunan dosa yang di jual :D.

Mungkin saya perlu nonton lagi itu film (kalo dvd-nya nggak jamuran dan masih bisa diputer), dimana saya akan lebih menyimak alur cerita, sikon2 pembeli dan penjual, dlsb.

Dari nonton lagi tsb, mudah2an saya menemukan jawaban :

So, Husada ...
saya skip dulu ya yg 95 butir tsb ... saya "belajar"nya lewat nonton felm itu lagi aja ... gak sampe 2 jem, sambil belajar - juga ada hiburannya. :D.

:)
salam.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: dmikael on August 30, 2013, 02:39:22 PM
Dari nonton lagi tsb, mudah2an saya menemukan jawaban :
  • Kenapa ampe dijual surat pengampunan dosa ?
  • Kenapa ampe ada yang mao beli ? apakah karena dipaksa ? apakah demi masuk surga ? atau bagaimana ?
  • Apakah "penjualan surat pengampunan dosa" memang dijadikan doktrin Gereja (infallible) sebagai tuntunan iman dan moral yg seperti dmikael tuliskan ? ataukah cuma "akal2an" individunya saja ?
  • dll dll


Ketemu lagi mas oda..
sepertinya yang saya baca melalui post2 mas oda ada banyak pertanyaan tentang ini
kalo mau dibuat thread nya aja, dan saya yakin temen2 Katolik disini mau menjelaskan ttg masalah ini

Saya sih blom pernah nonton film itu mas, hanya takut apa yg dimuat di film tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi (misleading)



Salam Damai Kristus
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: cadangdata on August 31, 2013, 01:35:12 PM
Ketemu lagi mas oda..
sepertinya yang saya baca melalui post2 mas oda ada banyak pertanyaan tentang ini
kalo mau dibuat thread nya aja, dan saya yakin temen2 Katolik disini mau menjelaskan ttg masalah ini

Saya sih blom pernah nonton film itu mas, hanya takut apa yg dimuat di film tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi (misleading)



Salam Damai Kristus

ah... amat sulit memang menemukan Fakta sejarah yang BENAR_BENAR objektif...

misalnya, kalo kita nonton:
a. Film Perjuangan Pahlawan Diponegoro melawan Penjajahan Belanda yang kejam dan bengis..
b. Film Pemberontakan Ekstrimis Java yg bernama Diponegoro yang mendestabilisasi keamanan dan ketentraman Hindia Belanda..

bukankah keduanya mengacu pada peristiwa yg sama?
ehehe.....
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on August 31, 2013, 02:21:17 PM
Saya sih blom pernah nonton film itu mas, hanya takut apa yg dimuat di film tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi (misleading)


Nah.. dari yg bold pada kata merah, artinya kan kita sendiri (anggap saja kita = kelompok netral) juga mesti bisa pandai2 menilai dari versi kedua belah pihak, kaan ? Oleh karena itulah seperti post saya sebelumnya - saya BELUM sempet mengetahui "fakta yg sebener2nya" itu kayak begimana pada event di jaman dahulu tsb.

Semisal nanti ada felm berjudul "Luther, si pemberontak" dan tentu kisahnya ini dari pov Gereja --- maka ini tentu saya harus menontonnya pula :).

Alhasil, apa yang saya dapatkan (dari nonton versi kedua belah pihak) akan ambigu  :think1: ---> karena masing2 akan mempunyai versi cerita "kami yang oke, benar punya, tidak mempunyai kesalahan apa apa .... dia/merekalah yang ngawur, gak tau diri, salah, dlsb".

Dengan begitu artinya yang disebut FAKTA sejarah itu tetep gak bisa diambil kesimpulan "awal mulanya" itu begimana/kayak apa yg bener2 sebenarnya apabila ditinjau Causal-nya.

FAKTA hanyalah cuma apa yg terjadi disaat itu, ada aksi - ada yang mati - ada yg ngebunuh - ada yg berontak, dlsb ---> namun tidak akan pernah bisa ataupun sangat sulit utk diketahui Causal-nya siapa yg salah/benar, karena masing2 pihak memberikan versi alasan yg oke punya dan selalu terbuka kemungkinan memutar-balikan fakta.

Contoh lain Hypatia.
Yang satu bilang Hypatia = normal2/biasa2 aja sbg filsuf.
Yang satu bilang Hypatia = turunan iblis, penyembah setan/tukang sihir.
Dan itu 1500 tahun yang lalu. Siapa yg bisa memastikan ? Mesin Waktu ? :D

Oleh karena itu, saya "benci" dengan sejarah pertikaian.
Isinya cuma mengungkit masa lalu yg gak kelar2 TANPA perduli memikirikan bagaimana baiknya di masa sekarang.

Yang lewat ya sudah lewat kooook....
Lain cerita kalo masa lalu memang bisa di ulang :D.

saya OOT 1 x.

:)
salam.
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: budi on September 01, 2013, 01:10:36 AM
FAKTA hanyalah cuma apa yg terjadi disaat itu, ada aksi - ada yang mati - ada yg ngebunuh - ada yg berontak, dlsb ---> namun tidak akan pernah bisa ataupun sangat sulit utk diketahui Causal-nya siapa yg salah/benar, karena masing2 pihak memberikan versi alasan yg oke punya dan selalu terbuka kemungkinan memutar-balikan fakta.

Contoh lain Hypatia.
Yang satu bilang Hypatia = normal2/biasa2 aja sbg filsuf.
Yang satu bilang Hypatia = turunan iblis, penyembah setan/tukang sihir.
Dan itu 1500 tahun yang lalu. Siapa yg bisa memastikan ? Mesin Waktu ? :D

Oleh karena itu, saya "benci" dengan sejarah pertikaian.
Isinya cuma mengungkit masa lalu yg gak kelar2 TANPA perduli memikirikan bagaimana baiknya di masa sekarang.

Yang lewat ya sudah lewat kooook....
Lain cerita kalo masa lalu memang bisa di ulang :D.

saya OOT 1 x.

:)
salam.

Saya rasa saya juga punya merasakan "benci"nya bro oda di atas.

Saya sepemahaman dng bro oda soal fakta sejarah. Fakta sejarah itu pada dirinya sendiri tidak bermakna apa-apa. Ia baru bermakna ketika ia disajikan. Bentuk penyajiannya adalah narasi (kisah/cerita) dan itu berarti ada narator dan ada reader/listener (baik yang imagined maupun yang real, yg known maupun yg unknown --> reader yang ada dalam kepalanya Luther sewaktu ia menulis theses itu beda dengan reader yg sesungguhnya, beda lagi dengan reader yg unknown bagi Luther seperti kita-kita ini dan orang-orang lain). Narator dan reader/listener ini masing-masing memiliki struktur yg kompleks dan tidak fixed alias dinamis.

Natur sejarah yg seperti ini membuat orang-orang yg memerlukannya membuat semacam regulasi yg mengatur bagaimana cara sejarah tsb dibaca. Bicara regulasi berarti bicara play of Power (hegemoni, class struggle, politics, peluru dst dst.)

Kebanyakan orang tidak bersikap "rigorous" thd sejarah; kebanyakan orang bersikap "take for granted". Saya pikir sikap yg demikian adalah sikap yang tidak pantas bila ingin menghadap pada Kebenaran.

IMO, orang mustinya tahu ttg kompleksitas ini and thus be humbled in "fear and trembling" sebelum ia berkata-kata ttg sejarah. Seperti kata pepatah "Diamlah seribu bahasa sebelum satu kata terucap"


SAlam

PS: IMO, bro oda nggak OOT karena thread ini berkaitan dengan sejarah.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on September 02, 2013, 02:53:36 PM
Odading dan Budi, sedang membahas apa gerangan?

Lepas dari kebenaran fakta sejarah, lepas dari kebencian atau kegemaran akan fakta sejarah, nyatanya, dewasa ini banyak kelompok yang menamakan diri sebagai Lutheran, dan atau kelompok-kelompok lainnya. Masing-masing anggota kelompok tersebut, mengklaim diri sebagai "Pengikut Kristus".

Banyak orang yang melakukan protes terhadap Gereja, menamakan diri sebagai mengikut Martin Liuther, atau mengikut tokoh-tokoh pelaku protes terhadap Gereja. Benarkah bahwa orang itu adalah pengikut Luther, atau tokoh-tokoh yang disebutnya? Saya kira, salah satu tujuan trit ini adalah memperjelas bahwa pikiran-pikiran protes yang hidup di benak orang, tdak dengan serta merta merupakan kesamaan dengan maksud Luther atau tokoh-tokoh lainnya.

Maksud saya, salah satu kegunaan trit ini adalah untuk mendudukkan sesuatu parda porsinya. Hal tersebut adalah untuk menghindari adanya partisipan yang numpang nampang.  Maksud saya, pernah tertangkap suatu spirit protes yang menamakan diri mengikuti tesis Luther, tetapi substansi protesnya tidak sesuai dengan salah satu dari ke-95 tesis Luther itu. Yang begitu itu, saya pikir akan kecil kemungkinan terjadi, apabila 95 tesis Luther ini sudah dibaca. Bisa saja orang itu berkumpul bersama kelompok yang menamai diri Lutheran, tetapi protes yang disampaikannya bukan lagi protes Luther.

Nah, Odading dan Budi, trit ini dikemukakan adalah untuk menjaring kesetujuan dan/atau ketidaksetujuan dengan tesis Martin Luther tersebut. Syukur-syukur kalau kesetujuan atau ketidaksetujuan itu disertai pula dengan latar pikirnya. Jadi, asumsi yang digunakan ketika mengemukakan trit ini adalah bahwa ke-95 tesis itu adalah benar pikiran Martin Luther. Pertanyaannya, apakah partisipan forum ini setuju terhadap substansi protes tersebut? Itu saja. Bukan ingin mengukur kadar kebenaran data sejarah.

Damai, dama, damai.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: salt on September 02, 2013, 03:04:10 PM

Sepertinya, dari beberapa thread di samping, sangat jelas apa yang dimaksud, bahwa para pembela scriptura itu justru mengatakan mereka bukanlah pengikut Luther, bukan pula pengikut Calvin, dan bahkan menyatakan Luther itu keliru adalah pastor katolik yang desersi.

Jadi, memang apa yang disuarakan Luther dalam 95 theses nya sudah berbeda jauh dengan apa yang disuarakan oleh penerus Protestanism sekarang ini. Katakanlah, protes dari protes dari protestan.

Syalom
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on September 02, 2013, 07:23:58 PM
@husada,

sori saya OOT pada post sebelom-sebelomnya ... hehehe :D.

apakah partisipan forum ini setuju terhadap substansi protes tersebut? Itu saja. Bukan ingin mengukur kadar kebenaran data sejarah.

Seperti yang pada post saya sebelumnya, setidaknya bagi saya - sebelon saya bisa mengerti "substansi protes" makanya saya pingin tau dulu kenapa/bagaimana sampe munculnya "protes" tsb, husada. Oleh karena itu saya ya pingin tau sejarahnya begimana ? Nggak mungkin kan - tanpa sebabmusabab tau2 si Luther bikin 95 butir tsb ? :).

Saya rada bingung, karena saya liat bbrp butir dari 95 butir tsb - husada menyatakan sependapat. Sementara dari yang saya tangkep, justru bukankah itu "protes" dari ketidak-sependapatan Luther ? ---> dimana otomatis kan artinya ke 95 95 butir tsb tidak di-sependapati oleh pihak Gereja Katolik. Bukan begitu yah, husada ?

Ibaratnya begini :
Dari pihak otoritas ada peraturan "harus berhenti di lampu hijau".
Mr.X protes dengan menuliskan 1 butir "thesis"nya, yakni "tidak perlu berhenti di lampu hijau" ---> dan tentu ini tidak akan disependapati oleh pihak otoritas.

Bukankah menjadi aneh, apabila pihak otoritas sependapat dgn protes mr.X tsb ? ini kan artinya jadi bhw mr.X itu bukan lagi protes ?

Anyway, (walopun saya belon membaca 95 butir tsb dgn pelan, seksama dan mengerti semuanya) dari nonton felm-nya (yg juga ada bbrp butir dari isi 95 butir tsb disebutkan) - saya belon/tidak menemukan suatu kesimpulan bhw Luther sedang protes tentang tradisi Gereja ataupun "menambah-nambahkan yg tidak ada di Alkitab" ke Gerejanya sendiri seperti yang bbrp teman2 disini kemukakan demikian.

:)
salam.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: salt on September 02, 2013, 07:28:54 PM
Quote
Anyway, (walopun saya belon membaca 95 butir tsb dgn pelan, seksama dan mengerti semuanya) dari nonton felm-nya (yg juga ada bbrp butir dari isi 95 butir tsb disebutkan) - saya belon/tidak menemukan suatu kesimpulan bhw Luther sedang protes tentang tradisi Gereja ataupun "menambah-nambahkan yg tidak ada di Alkitab" ke Gerejanya sendiri seperti yang teman2 reform disini kemukakan demikian.

Yang jelas, Luther melihat terdapat tindak korupsi dalam organisasi oleh oknum Gereja Katolik. Termasuk di antaranya adalah penerbitan surat indulgensi yang diperjual belikan.

Semoga membantu.

Syalom
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: Husada on September 03, 2013, 09:18:08 AM
Damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus menyertaimu O Dad.
Saya rada bingung, karena saya liat bbrp butir dari 95 butir tsb - husada menyatakan sependapat. Sementara dari yang saya tangkep, justru bukankah itu "protes" dari ketidak-sependapatan Luther ? ---> dimana otomatis kan artinya ke 95 95 butir tsb tidak di-sependapati oleh pihak Gereja Katolik. Bukan begitu yah, husada ?
Saya mengerti kerisauan Odading mengetahui kesependapatan saya dengan poin tesis Martin Luther itu.

Izinkan saya sampaikan kronologis mengenai saya sajikan trit ini:
1. Di Board Ajaran-Ajaran Kristen, pada tanggal 7 September 2012, Jenova menyajikan trit The 95 Theses;
2. Pada lanjutan trit itu, Jenova menyajikan nama suatu link berisikan tanggapan Katolik atas tesis-tesis tersebut;
3. Dari ngalor-ngidul di dunia maya, Husada pernah mampir di sarapanpagi, dan menemukan ada trit di sana dengan bahasa Indonesia bicara tentang 95 tesis Martin Luther. Spontan Husada berpikir, betapa bagusnya kalo trit yang ada di sarapanpagi itu diurutkan dengan The 95 Theses. Dengan demikian, Husada pikir, para pengguna bahasa Indonesia akan dengan lebih mudah mengerti;
4. Husada menyalin 95 tesis Martin Luther dari sarapanpagi itu dan memberi komentar menurut pikiran Husada, bukan menurut Katolik yang resmi;
5. Ternyata, menurut admin Jenova, Husada salah menempatkan salinan dari sarapanpagi itu di board Ajaran-Ajaran Kristen, sebab, board itu tidak membuka peluang interaksi antar partisipan, sementara saya menyisipkan pikiran-pikiran saya pada salinan dari sarapanpagi dimaksud. Board Ajaran-Ajaran Kristen disajikan sebagai tempat berbagai kumpulan untuk mengemukakan ajaran yang digunakan di kumpulan masing-masing;
6. Karena itu, maka trit yang berupa salinan plus komentar saya itu, dipindahkan ke board Diskusi Tanya Jawab.

Nah, begitu kisahnya sehingga trit ini muncul di sini.

Bagaimana kondisi yang mempengaruhi Martin Luther ketika itu sehingga dia mengajukan ke-95 tesisnya, saya tidak mendapat informasi yang kiranya dapat saya sajikan di sini. Namun, kiranya tidak berlebihan kalau disimpulkan bahwa dengan adanya protes yang dilancarkan oleh Luther, maka penyelenggaraan pelayanan oleh oknum aktivis Gereja kepada pengikut Kristus, mungkin 'dinilai semakin baik'. Singkatnya, ada perbaikan sikap oknum aktivis Gereja dalam melayani umat. Bagaimana detilnya, saya belum dapat informasi akurat, dan mohon maaf, saya tidak tertarik melacak sampai ke sana.

Yang ingin saya kemukakan melalui trit ini ialah, bahwa saya sependapat dengan beberapa poin tesis Luther. Saya menduga, andaikan saya sezaman dengan Luther, dan bila apa yang menjadi poin tesis tersebut benar terjadi, saya akan berada bersama Luther untuk poin-poin dimana saya sependapat itu. Tetapi, sebaliknya, kalau poin-poin tesis itu hanya mengada-ada, saya memilih berhadapan dengan Luther.

Jadi, saya sungguh mohon maaf kepada partisipan FIK sekalian, karena dalam hal ini saya terkesan potong kompas, dimana saya tidak mengemukakan kondisi yang mempengaruhi Luther sehingga dia mengajukan tesis. Itu terjadi karena saya tidak menemukan bahan, dan yang menjadi pokok perhatian saya adalah ke-95 tesis itu, seperti yang telah dikemukakan oleh Jenova di board Ajaran-ajaran Kristen.

Ketertarikan saya pada ke-95 tesis itu karena sering saya temukan ada pihak yang mempertamengkan Luther, dimana dikatakannya bahwa protesnya sebagai bagian dari protes yang pernah dilontarkan Luther. Padahal, kalau dicermati lebih seksama, nyatalah bahwa protesnya tidak termuat di 95 tesis Luther. Dengan adanya poin-poin protes Luther ini, kiranya para pihak yang mengkambinghitamkan Martin Luther semakin sedikit.

Damai, damai, damai.
Title: Re: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on September 03, 2013, 12:08:11 PM
@husada,

Makasih atas penjelasannya yg detail tentang hal thread ini.

Quote
Ketertarikan saya pada ke-95 tesis itu karena sering saya temukan ada pihak yang mempertamengkan Luther, dimana dikatakannya bahwa protesnya sebagai bagian dari protes yang pernah dilontarkan Luther.
Sementara saya, ketertarikan saya terdiri dari 2 jenis ...

Pada point-2 diatas, ini berdasarkan penangkapan saya setelah ada diskusi2 sebelumnya antara saya, husada dan dmikael :). Entah saya yg salah tangkep atau bagaimana ... saya masih samar2 dari maksud husada dan dmikael ttg dua pohon ini, karena yg saya tangkep - ini dirujuk ke cikal bakal awal Protestan yakni pemberontakan Luther.

Quote
Padahal, kalau dicermati lebih seksama, nyatalah bahwa protesnya tidak termuat di 95 tesis Luther.
Dari felm yg saya tonton (ini tentu felm yg dibuat dari pov Luther bukan pov GK - so ke validannya saya tidak bisa tahu) saya sama sekali tidak melihat bhw Luther menentang Gereja dan Paus - bahkan kalo boleh saya katakan, Luther statusnya masih dibawah Gereja saat itu, Luther masih menjalankan ibadah Katolik di dalam penggambaran felm tsb. Dengan demikian, penggambaran ini menuntun saya berpendapat LutherPUN asli beriman Katolik. Felm tidak menggambarkan bhw Luther menentang Tradisi Katolik, Relik2, dlsb. Karena kalo dia memang bener2 menentang Gereja/Paus (imo) maka dia tidak akan melakukan ibadah Katolik.

Kekerasan datangnya bukan dari pribadi Luther.
Tidak bisa dipungkiri, kritikan Luther membuka peluang SebabAkibat - dan itu menjadi kenyataan dgn adanya salah satu pendukung Luther yg segera "membelokan" inti/fokus maksud Luther yg sebenernya.

Di penggambaran felm, si pendukung jahat inilah yg memulai menggunakan ayat "jangan membuat patung" ketika dia ber-orasi di gereja (sementara Luther di pelosok lagi menterjemahkan Alkitab)  dengan merenggut salib yg sedang dikenakan salah satu pendengarnya ---> dan ini kontras dgn penggambaran film dimana Lutherpun berdoa didepan Relik.
Si Pendukung inilah yang memulai kekerasan - menganiaya Gereja, baik para individunya maupun menghancurkan Relik2, bersama2 dengan para rakyat jelata atas hasil "pembelokan" ide Luther yg dia sampaikan ke rakyat jelata.

Quote
Dengan adanya poin-poin protes Luther ini, kiranya para pihak yang mengkambinghitamkan Martin Luther semakin sedikit.
Berdasarkan dari nonton lagi itu felm (bukan dari membedah 95 theses Luther) saya sependapat dengan husada. So point-1 diatas saya anggap "clear" :).

Sekarang point-2.
Saya masih belon nangkep/mengerti pada analogi dua pohon, dimana dikatakan cabang yg dipatahkan (Luther) tumbuh menjadi pohon lain yang kemudian mempunyai cabang2nya sendiri, karena yg saya lihat - pohon itu tetep satu dan mempunyai cabang2 ... hehehe :).

Saya cenderung melihat analoginya yg ibarat jaringan "family tree". Semakin cabang beranak cabang beranak cabang beranak cabang, semakin jauh cabang2 ini dari induknya dan semakin terbuka kemungkinannya cabang2 ini menjadi melenceng, tidak terkontrol, melemah menjadi ranting yg fragile dan akhirnya patah sendiri.

:)
salam.
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on September 03, 2013, 12:47:28 PM
Quote
1. Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus, ketika Ia mengucapkan "Bertobatlah," dan seterusnya, menyatakan bahwa seluruh hidup orang-orang yang percaya harus diwarnai dengan pertobatan. 2. Kata ini tidak boleh dimengerti mengacu kepada hukuman sakramental; maksudnya, berkaitan dengan proses pengakuan dan pelepasan (dosa), yang diberikan oleh imam-imam yang dilakukan di bawah pelayanan imam-imam. 3. Dan, pertobatan tidak hanya mengacu pada penyesalan batiniah; tidak, penyesalan batiniah semacam itu tidak ada artinya, kecuali secara lahiriah menghasilkan pendisiplinan diri terhadap keinginan daging. 4. Jadi, hukuman itu terus berlanjut selama ada kebencian pada diri sendiri - maksudnya, penyesalan batin yang sejati berlanjut:  yaitu, sampai kita masuk ke dalam kerajaan surga.
Husada sependapat pada 4 point diatas....dan dari yg saya tangkep, bold tidak menuntun saya utk berpendapat bhw Luther ber"paham"kan faith only, melainkan faith and works ibarat kesatuan. Saya tidak menemukan nada "protes" disini :).

Quote
5. Paus tidak memiliki kekuatan maupun kuasa untuk mengampuni kesalahan apa pun, kecuali yang telah ia diberikan dengan otoritasnya sendiri, atau oleh peraturan. 6. Paus tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa apa pun, kecuali dengan menyatakan dan menjaminnya te1ah diampuni Allah; atau setidaknya ia dapat memberikan pengampunan pada kasus-kasus yang menjadi tanggung jawabnya, da1am kasus tersebut, jika kuasanya diremehkan, kesalahan akan tetap ada.
Disini, saya tidak tahu :


Saya juga tidak tahu :
apakah Paus saat itu memang membuat pernyataan memiliki - tanpa kecuali (yg ini sebenernya bertentangan dgn pengakuan Gereja) ataukah ajaran Gereja sampe sekarangpun juga memang menyatakan Paus memiliki - tanpa kecuali.

Namun karena husada sependapat pada point-5 dab 6, saya asumsikan baik individu Paus di jaman tsb tidak pernah menyatakan memiliki tanpa kecuali --- Gerejapun (sampe jaman sekarang) tidak pernah menyatakan bhw Paus memiliki tanpa kecuali

So, apabila memang tidak pernah ada pernyataan Paus jaman tsb  bhw dia memiliki tanpa kecuali DAN Gerejapun tidak pernah menyatakan Paus memiliki - tanpa kecuali, maka (imo) pernyataan Luther tidak mengandung protes --- malahan (imo) bisa dibilang Luther menyatakan/mendukung bhw peran Paus sangat penting.

Quote
8. Peraturan pengakuan dosa hanya dikenakan pada orang yang hidup dan tidak seharusnya dikenakan pada orang yang mati; menurut peraturan tersebut. 9. Oleh karena itu Roh Kudus berkarya da1am diri Paus me1akukan hal yang baik bagi kita, sejauh da1am keputusannya, Paus se1a1u membuat perkecualian terhadap aturan ten tang kematian dan nasib seseorang.

10. Imam-imam bertindak salah dan tanpa pengetahuan, jika dalam kasus orang yang sekarat, mengganti hukuman kanonik dengan api penyucian. 11. Benih ilalang tentang mengubah hukuman kanonik menjadi hukuman di api penyucian tampaknya tentu saja telah ditaburkan sementara para uskup tertidur.

Yang saya tangkep, point-8 dan 9 semacem argumen Luther. Point-10 adalah kritik/protes Luther ke beberapa Imam2 dijaman tsb yg menjual surat2 tsb sambil menyatakan ke para calon pembeli bhw dengan membeli surat, maka kerabat yg mati langsung diampuni dari hukuman2 di purgatori. (info ungu saya dapet liwat nonton felm-nya ... benar atau tidak-nya penyajian ungu dari felm tsb /versi Luther/ saya tidak tahu, karena saya belon tau /versi Gereja/ ttg hal ini).

Di point-11, Luther sepertinya memparabelkan event yg sedang terjadi tsb (ungu) dgn parabel Yesus, dimana menurut Luther itu melenceng dari point 8 dan 9 karena para Uskup (di jaman tsb) "tertidur" sehingga terjadilah ungu.

Dari bahasa inggrisnya mungkin bisa lebih ketangkep maksud point-11 ini :)

11. This changing of the canonical penalty to the penalty of purgatory is quite evidently one of the tares that were sown while the bishops slept.

Quote
12. Pada mulanya, hukuman kanonik dikenakan bukan sesudah, melainkan sebelum pengampunan, sebagai ujian untuk pertobatan mendalam yang sejati. 13. Orang yang sekarat melunasi semua hukuman dengan kematian, dianggap sudah mati sesuai hukum kanon dan mendapat hak dilepaskan dari hukum kanon.
utk point 13, mungkin bahasa inggrisnya bisa lebih ketangkep :

13. The dying are freed by death from all penalties; they are already dead to canonical rules, and have a right to be released from them.

Luther menggunakan istilah "the living" dan "the dying" ---> saya tangkepnya - mungkin maksud Luther adalah "para hidup" dan "para mati". Jadi, "the dying" disitu (imo) mungkin kurang tepat apabila diterjemahkan "orang yg sekarat" :)

Pada point-12 dan 13 ini, sepertinya Luther kembali menegaskan "argumen"nya dengan klarifikasi bhw menurut Luther : "para mati" sudah terbebas dari aturan2/hukum2 kanonikal - pembelian surat pengampunan dosa tidak ada effeknya bagi "para mati".

Kesimpulan saya dari gabungan nonton felm dan s/d 13 point diatas :

Maap husada, saya cuma baru bisa ngebaca pelan2 dan mencoba mengertikan sampe butir ke-13 aja saat ini. Nanti kalo ada waktu, tak lanjutin butir2 berikutnya  :walkman:

Mohon di koreksi kalo pengertian saya ada yang "bukan begitu loh...", hehehe :D.

:)
salam.
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: dmikael on September 04, 2013, 12:36:20 AM
@ mas oda

Saya sudah membuatkan thread tentang sejarah Luther dan ekskomunikasi disini http://forumimankristen.com/index.php/topic,1623.0.html (http://forumimankristen.com/index.php/topic,1623.0.html)
Semoga bisa membantu mas oda   :D


Salam Damai Kristus
Title: Re: Martin Luther's 95 Theses
Post by: odading on September 04, 2013, 04:41:12 PM
@ mas oda

Saya sudah membuatkan thread tentang sejarah Luther dan ekskomunikasi disini http://forumimankristen.com/index.php/topic,1623.0.html (http://forumimankristen.com/index.php/topic,1623.0.html)
Semoga bisa membantu mas oda   :D


Salam Damai Kristus
Terimakasih banyak dmikael.
Saya menghargai atas tulusnya dmikael menjelaskan tentang hal ini.
Saya sudah bales post-nya disana :)

salam.