Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kristen => Topic started by: Phooey on March 04, 2013, 11:21:11 AM
-
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mat 7:21-23 ITB)
35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:35-40 ITB)
Salam Damai teman2.
Mau nanya saja.
Kita memberikan persembahan kepada Gereja entah namanya dalam bentuk perpuluhan, persembahan kasih, kolekte ataupun lain2nya.
Tujuannya agar dapat didistribusikan dengan benar, baik untuk Tuhan ataupun untuk sesama.
Bilamana uang yang diberikan tersebut ternyata aktualnya (maaf saya ekstrimkan) dikorupsi ataupun semisal melulu hanya untuk keperluan pendidikan yang elit saja (dengan harapan untuk pemberitaan Injil melalui pendidikan tentunya).
Sehingga porsi untuk sesama tidak tercover.
Bagaimana status kita nantinya. Sebagai kambing ataukah sebagai domba ?
GBU
:)
-
Salam Damai teman2.
Mau nanya saja.
Kita memberikan persembahan kepada Gereja entah namanya dalam bentuk perpuluhan, persembahan kasih, kolekte ataupun lain2nya.
Tujuannya agar dapat didistribusikan dengan benar, baik untuk Tuhan ataupun untuk sesama.
Bilamana uang yang diberikan tersebut ternyata aktualnya (maaf saya ekstrimkan) dikorupsi ataupun semisal melulu hanya untuk keperluan pendidikan yang elit saja (dengan harapan untuk pemberitaan Injil melalui pendidikan tentunya).
Sehingga porsi untuk sesama tidak tercover.
Bagaimana status kita nantinya. Sebagai kambing ataukah sebagai domba ?
GBU
:)
bro phooey,
anda benar duit kolekte salah satu fungsinya untuk membantu saudara2 yang kesusahan...
secara umum kalau dalam Gereja katolik dan sepertinya Gereja2 lain tidak jauh beda ada 3 kegunaan duit kolekte :
1 menopang hidup para pelayan altar,
2 membantu orang-orang miskin,
3 memenuhi kebutuhan rumah Allah atau tempat ibadat.
biasanya ada tempatnya sendiri2...tapi secara umum kegunaannya seperti di atas.
Nah pertanyaannya bagaimana jika no 2 tidak tepat sasaran...
menurut saya membantu orang lain tidak hanya dengan memberikan kolekte malah bisa menyumbang sendiri...
dan membantu/ menolong orang bukan cuman dengan duit bisa bantu saran, nasehat, doa, mengunjungi, besuk dll...
Jadi ayat tentang domba dan kambing pada intinya adalah adakah kamu mengejawantahkan ajaram iman mu dengan perbuatan kasih terhadap sesama mu...?
so pengelompokkan domba dan kambing tidak terlalu berpengaruh terhadap penyalahgunaan kolekte oleh Gereja karena yang disasar oleh ayat tersebut adalah sikap kita terhadap sesama dan bukan hanya untuk kolekte saja :)
salam :)
-
bro phooey,
anda benar duit kolekte salah satu fungsinya untuk membantu saudara2 yang kesusahan...
secara umum kalau dalam Gereja katolik dan sepertinya Gereja2 lain tidak jauh beda ada 3 kegunaan duit kolekte :
1 menopang hidup para pelayan altar,
2 membantu orang-orang miskin,
3 memenuhi kebutuhan rumah Allah atau tempat ibadat.
biasanya ada tempatnya sendiri2...tapi secara umum kegunaannya seperti di atas.
Nah pertanyaannya bagaimana jika no 2 tidak tepat sasaran...
menurut saya membantu orang lain tidak hanya dengan memberikan kolekte malah bisa menyumbang sendiri...
dan membantu/ menolong orang bukan cuman dengan duit bisa bantu saran, nasehat, doa, mengunjungi, besuk dll...
Jadi ayat tentang domba dan kambing pada intinya adalah adakah kamu mengejawantahkan ajaram iman mu dengan perbuatan kasih terhadap sesama mu...?
so pengelompokkan domba dan kambing tidak terlalu berpengaruh terhadap penyalahgunaan kolekte oleh Gereja karena yang disasar oleh ayat tersebut adalah sikap kita terhadap sesama dan bukan hanya untuk kolekte saja :)
salam :)
Nanya lagi ..........
Sekarang ambil contoh.
Seseorang menyisihkan pendapatannya 30% semua nya diberikan ke Gereja dengan harapan didistribusikan dengan benar.
Kemudian orang tersebut tidak mengeluarkan se senpun bagi sesama karena beranggapan sudah memberikan 30% pendapatannya.
Sedangkan di Gereja tersebut.....uang itu tidak disalurkan ke orang2 miskin.
Status orang tersebut bagaimana Mod Leo ?
GBU
:)
-
Salam Damai teman2.
Mau nanya saja.
Kita memberikan persembahan kepada Gereja entah namanya dalam bentuk perpuluhan, persembahan kasih, kolekte ataupun lain2nya.
Tujuannya agar dapat didistribusikan dengan benar, baik untuk Tuhan ataupun untuk sesama.
Bilamana uang yang diberikan tersebut ternyata aktualnya (maaf saya ekstrimkan) dikorupsi ataupun semisal melulu hanya untuk keperluan pendidikan yang elit saja (dengan harapan untuk pemberitaan Injil melalui pendidikan tentunya).
Sehingga porsi untuk sesama tidak tercover.
Bagaimana status kita nantinya. Sebagai kambing ataukah sebagai domba ?
GBU
:)
Tergantung kitanya juga.
kalau kita menyerahkan bulu kita untuk dipakai melindungi orang yang kedinginan maka kita adalah DOMBA
tapi kalau kita menyerahkan Susu kita buat diperas peras oleh pemeras susu untuk di nikmati susunya , ya kita adalah kambing perasan.
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Nanya lagi ..........
Sekarang ambil contoh.
Seseorang menyisihkan pendapatannya 30% semua nya diberikan ke Gereja dengan harapan didistribusikan dengan benar.
Kemudian orang tersebut tidak mengeluarkan se senpun bagi sesama karena beranggapan sudah memberikan 30% pendapatannya.
Sedangkan di Gereja tersebut.....uang itu tidak disalurkan ke orang2 miskin.
Status orang tersebut bagaimana Mod Leo ?
GBU
:)
ini pendapat pribadi yah...pertama2 menurut saya orang itu telah membantu sesama dalam memberikan kolekte tetapi apakah itu cukup itu relatif dan lebih penting lagi
bagaimana sikap orang itu terhadap orang lain dalam kesehariannya...ini juga memberikan andil akan dikelompokkan ke mana orang tersebut dan semuanya itu kita serahkan pada belas kasih Tuhan sang Hakim Agung.
salam :)
-
Tergantung kitanya juga.
kalau kita menyerahkan bulu kita untuk dipakai melindungi orang yang kedinginan maka kita adalah DOMBA
tapi kalau kita menyerahkan Susu kita buat diperas peras oleh pemeras susu untuk di nikmati susunya , ya kita adalah kambing perasan.
Tuhan Yesus memberkati
han
Hehehehe.......
Om Hans bisa saja nih .........
:giggle:
-
ini pendapat pribadi yah...pertama2 menurut saya orang itu telah membantu sesama dalam memberikan kolekte tetapi apakah itu cukup itu relatif dan lebih penting lagi
bagaimana sikap orang itu terhadap orang lain dalam kesehariannya...ini juga memberikan andil akan dikelompokkan ke mana orang tersebut dan semuanya itu kita serahkan pada belas kasih Tuhan sang Hakim Agung.
salam :)
Atau secara ekstrim ...
Semisal (kalo ada) Gereja yang setiap terima persembahan digunakan hanya untuk gaji hamba Tuhan dan membangun Gereja lagi yang baru. Enggak pernah ditujukan untuk orang2 miskin semisal bikin panti asuhan dll. Dan bilamana diketahui dengan jelas oleh jemaatnya.
Menurut pendapat saya sih, sang jemaat tetap ikut bertanggung-jawab.
Lha kalo hanya bersikap tanpa bertindak, bukannya di surat Yakobus menegaskan mengenai Iman dan Perbuatan.
:think:
-
Kalau gereja lain memang ada yang sampenya ke gembala gereja aja, kalo abis itu si gembala memberi ke orang lain, itu atas nama gembala nya.
Ha ha ha ha
-
Atau secara ekstrim ...
Semisal (kalo ada) Gereja yang setiap terima persembahan digunakan hanya untuk gaji hamba Tuhan dan membangun Gereja lagi yang baru. Enggak pernah ditujukan untuk orang2 miskin semisal bikin panti asuhan dll. Dan bilamana diketahui dengan jelas oleh jemaatnya.
Menurut pendapat saya sih, sang jemaat tetap ikut bertanggung-jawab.
Lha kalo hanya bersikap tanpa bertindak, bukannya di surat Yakobus menegaskan mengenai Iman dan Perbuatan.
:think:
maksudnya bersikap pada orang lain itu lingkupnya lebih luas bukan hanya pada gereja...tetapi kalau dia tau ada penyalahgunaan dalam gerejanya dan dia menegur dengan mekanisme yang di atur gereja masing2 yah lebih baik lagi. :)
Tetapi yang mau saya tekankan adalah pengelompokkan kambing dan domba bukan hanya relasi orang tersebut dengan gerejanya tapi lebih luas terhadap seluruh kesehariannya ...
bagaiamana sikapnya dalam keluarga, dalam masyarakat , dalam pekerjaannya apakah dia peduli pada orang lain, temannya , saudaranya ...
apakah dia mengamalkan imannya dalam kesehariannya tersebut.
Jika taunya menolong orang lain hanya semata2 memberi kolekte dan sikap2nya dalam kehidupan sehari2nya apatis , cenderung egois yah bisa saja beliau dikelompokkan dalam group kambing....
salam :)
-
maksudnya bersikap pada orang lain itu lingkupnya lebih luas bukan hanya pada gereja...tetapi kalau dia tau ada penyalahgunaan dalam gerejanya dan dia menegur dengan mekanisme yang di atur gereja masing2 yah lebih baik lagi. :)
Tetapi yang mau saya tekankan adalah pengelompokkan kambing dan domba bukan hanya relasi orang tersebut dengan gerejanya tapi lebih luas terhadap seluruh kesehariannya ...
bagaiamana sikapnya dalam keluarga, dalam masyarakat , dalam pekerjaannya apakah dia peduli pada orang lain, temannya , saudaranya ...
apakah dia mengamalkan imannya dalam kesehariannya tersebut.
Jika taunya menolong orang lain hanya semata2 memberi kolekte dan sikap2nya dalam kehidupan sehari2nya apatis , cenderung egois yah bisa saja beliau dikelompokkan dalam group kambing....
salam :)
Okee Mod Leo :nod:
-
kalo persembahan di GRK semuanya disetorkan ke vatikan ya ? Nanti dari vatikan baru dikirimkan lagi utk keperluan tiap2 GRK di seluruh dunia ?
-
kalo persembahan di GRK semuanya disetorkan ke vatikan ya ? Nanti dari vatikan baru dikirimkan lagi utk keperluan tiap2 GRK di seluruh dunia ?
Ngga bolak balik seperti itu, bro.
-
kalo persembahan di GRK semuanya disetorkan ke vatikan ya ? Nanti dari vatikan baru dikirimkan lagi utk keperluan tiap2 GRK di seluruh dunia ?
ya nggak lah itu yang ngatur keuskupan masing2 kok berapa share untuk vatikan...yang jelas perjalanan alur kolekte di Gereja katolik seperti ini
Uang kolekte prinsipnya dikirim ke Keuskupan untuk diterapkan atau dipakai untuk pengelolaan Gereja Katolik se keuskupan itu. Jadi uang itu tidak masuk ke kantong pastor siapa pun. Pastor hidup dari honor atau gaji, atau dari pemberian umat yang lain. Misalnya saat misa di keluarga, atau intensi misa yang lain. Bahkan juga kalau pastor memberkati perkawinan, membaptis orang, uang pemberian pihak yang berbahagia, namanya Iura Stolae, itu juga dikirim ke keuskupan, tidak ke kantong pribadi pastor.
Para pastor harus membuat laporan keuangan baik pribadi maupun gereja, secara rinci dan rutin, dan setiap akhir bulan dilaporkan kepada ekonomat keuskupan.
Lalu keperluan Gereja itu, running cost. kebutuhan peribadatan, dll ... dimintakan dari keuskupan. Praktek simplenya ada macam-macam, misalnya:
a. Ada yang langsung pakai uang kolekte itu, dan nanti di akhir bulan dilaporkan ke ekonomat keuskupan saldo plus atau minusnya. Kalau minus ya minta ganti atau tombok dari Keuskupan, kalau surplus ya setor ke Keuskupan.
b. Model lain adalah prinsip bagi prosentase. Misalnya, 50% atau 30% dimasukkan ke kas Paroki, dan sisanya dikirim ke Keuskupan dlsb. Masing-masing keuksupan atau wilayah Gereja Katolik (misalnya dekanat) mempunyai kebijakan yang disepakati yang dianggap mudah dan jelas. Tetapi tidak harus seragam, karena jumlah kolekte di paroki-paroki KAJ tentu tidak bisa disamakan dengan di Jayapura, atau Sanggau.
Tetapi prinsipnya jelas dan sama: kolekte adalah hak keuskupan, dan kehidupan paroki ditanggung oleh Keuskupan. Maka prinsip solidaritas dan subsidiaritas berjalan atau dipakai secara fleksibel
di ambil dari jawaban seorang romo ....
salam :)
-
ya nggak lah itu yang ngatur keuskupan masing2 kok berapa share untuk vatikan...yang jelas perjalanan alur kolekte di Gereja katolik seperti ini
di ambil dari jawaban seorang romo ....
salam :)
Berarti tiap2 keuskupan tingkat "kecukupan" nya tidak rata ya ? Dalam arti ada beberapa keuskupan mungkin di daerah yg kekurangan, dan ada yg keuskupan yg berkecukupan di kota.
Karena ini jg yg jadi masalah rata2 dgn gereja2 lainnya di Indonesia, termasuk jg gereja saya.
Jika seluruh keuangan disetorkan ke vatikan, dan kemudia Vatikan bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan gereja2 katolik di dunia kan mungkin bisa lebih merata.. ada subsidi silang gitu..
-
Berarti tiap2 keuskupan tingkat "kecukupan" nya tidak rata ya ? Dalam arti ada beberapa keuskupan mungkin di daerah yg kekurangan, dan ada yg keuskupan yg berkecukupan di kota.
Karena ini jg yg jadi masalah rata2 dgn gereja2 lainnya di Indonesia, termasuk jg gereja saya.
Jika seluruh keuangan disetorkan ke vatikan, dan kemudia Vatikan bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan gereja2 katolik di dunia kan mungkin bisa lebih merata.. ada subsidi silang gitu..
betul sekali ...kalau untuk kehidupan romo2 nya kebetulan di GK ada disiplin selibat jadi tidak begitu banyak tuntutannya..apalagi umatnya juga hampir semua mendukung pelayanan romo2nya...jadi cukuplah :)
yang jadi masalah mungkin untuk pelayanan sosialnya atau yayasan sekolah, rumah sakit dll...nah ini masih butuh dukungan dana yang banyak dan vatican biasanya juga ikut ambil bagian walaupun masih terasa kurang...
kalau di gereja bro Djo...ada sinodenya atau berdiri sendiri...kalau ada sinode pusat berapa bagian yang di share ke pusat... :)
-
betul sekali ...kalau untuk kehidupan romo2 nya kebetulan di GK ada disiplin selibat jadi tidak begitu banyak tuntutannya..apalagi umatnya juga hampir semua mendukung pelayanan romo2nya...jadi cukuplah :)
yang jadi masalah mungkin untuk pelayanan sosialnya atau yayasan sekolah, rumah sakit dll...nah ini masih butuh dukungan dana yang banyak dan vatican biasanya juga ikut ambil bagian walaupun masih terasa kurang...
:)
ya misalnya saja utk pembangunan gedung GRK di pedalaman...., tentunya kan lebih sulit karena terbatasnya dana, sementara GRK katedral di jakarta pusat begitu megahnya dgn fasilitas CCTV dan secure parking dan security 24 jam.
kalau di gereja bro Djo...ada sinodenya atau berdiri sendiri...kalau ada sinode pusat berapa bagian yang di share ke pusat... :)
Gereja saya ada sinodenya bro.
Setahu saya memang ada yg disetor ke pusat, dan berapa sharenya tergantung dari brp jumlah jemaat dan persembahan dr gereja lokal tsb.
Misalnya utk gereja yg jemaatnya masih dibawah 100 orang dan persembahannya sekian, maka tidak perlu setor ke BPH Sinode Pusat, dan Pusat justru sebisa mungkin harus membantu gereja lokal tersebut dlm hal pertumbuhan jemaat dan kebutuhan gereja tsb. Nah utk gereja yg jemaatnya ribuan dan persembahannya dlm satuan M, maka ada kewajiban utk share ke pusat. Dan seingat saya dulu ada tabel nya bro utk jumlah angka2nya :D
-
phooey... ijinin ikutan yah ... :)
Nanya lagi ..........
Sekarang ambil contoh.
Seseorang menyisihkan pendapatannya 30% semua nya diberikan ke Gereja dengan harapan didistribusikan dengan benar.
IMO, yang biru - kalo juga didahului PLUS tulus, maka...
Kemudian orang tersebut tidak mengeluarkan se senpun bagi sesama karena beranggapan sudah memberikan 30% pendapatannya
maka saya rasa gak mungkin ybs tsb ungu :).
Sedangkan di Gereja tersebut.....uang itu tidak disalurkan ke orang2 miskin
IMO, ini lain perkara dan gak ada sangkut-pautnya dgn orang yg biru diatas.
Status orang tersebut bagaimana Mod Leo ?
Tuhan yang tau kali yeee ... ? hehehe :D.
salam.
-
phooey... ijinin ikutan yah ... :)
IMO, yang biru - kalo juga didahului PLUS tulus, maka...
maka saya rasa gak mungkin ybs tsb ungu :).
IMO, ini lain perkara dan gak ada sangkut-pautnya dgn orang yg biru diatas.
Tuhan yang tau kali yeee ... ? hehehe :D.
salam.
Setelah membaca postingan2 diatas .... kesimpulannya Tuhan melihat hati ya Bro.
:)
-
ya misalnya saja utk pembangunan gedung GRK di pedalaman...., tentunya kan lebih sulit karena terbatasnya dana, sementara GRK katedral di jakarta pusat begitu megahnya dgn fasilitas CCTV dan secure parking dan security 24 jam.
Gereja saya ada sinodenya bro.
setau saya Gereja katedral jakarta adalah peninggalan pemerintahan belanda :D
kalau menurut saya yah kita jangan terlalu terpaku pada pembangunan gereja (gedung) tetapi seharusnya lebih terfokus pada pembangunan Gereja (umat).
Di eropa banyak gedung gereja yang besar tetapi pada hari minggu hanya sedikit orang yang datang itupun kebanyakan di dominasi oleh para manula....jarang sekali kaum muda terlibat di situ apalagi mau bicara komunitas persekutuan doa kegiatan mudika / pemuda , retreat, pendalaman Kitab Suci...
lah wong ke gereja hari minggu aja nggak :doh:
kalau dulu eropa yang jadi pusat misionaris dunia sekarang eropa lah yang perlu ditolong karena jumlah pengikut kristen berkurang drastis... :pray3:
Setahu saya memang ada yg disetor ke pusat, dan berapa sharenya tergantung dari brp jumlah jemaat dan persembahan dr gereja lokal tsb.
Misalnya utk gereja yg jemaatnya masih dibawah 100 orang dan persembahannya sekian, maka tidak perlu setor ke BPH Sinode Pusat, dan Pusat justru sebisa mungkin harus membantu gereja lokal tersebut dlm hal pertumbuhan jemaat dan kebutuhan gereja tsb. Nah utk gereja yg jemaatnya ribuan dan persembahannya dlm satuan M, maka ada kewajiban utk share ke pusat. Dan seingat saya dulu ada tabel nya bro utk jumlah angka2nya :D
I see...semoga gereja bro Djo juga boleh jadi berkat bagi sesama kita , masyarakat dan bangsa kita juga yah bro... :)
salam :)
-
I see...semoga gereja bro Djo juga boleh jadi berkat bagi sesama kita , masyarakat dan bangsa kita juga yah bro... :)
salam :)
Amiinnn ..... :D
-
Tetapi yang mau saya tekankan adalah pengelompokkan kambing dan domba bukan hanya relasi orang tersebut dengan gerejanya tapi lebih luas terhadap seluruh kesehariannya ...
salam :)
[/quote
bukan sudzon tapi hasil pengalaman.
Gereja gereja jaman sekarang lebih suka memerah susu kambing yang harus rela karena di iming iming sama sama nikmat kalau di perah susunya dari pada ngurusin Domba yang tersesat karena mau Hemat energi ====> hemat pangkal kaya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
bukan sudzon tapi hasil pengalaman.
Gereja gereja jaman sekarang lebih suka memerah susu kambing yang harus rela karena di iming iming sama sama nikmat kalau di perah susunya dari pada ngurusin Domba yang tersesat karena mau Hemat energi ====> hemat pangkal kaya
Tuhan Yesus memberkati
Han
maksudnya Gereja sekarang lebih menekankan besarnya persembahan gitu yah bro Halim :)
Yah kalaupun ada tidak bisa kita pakai sebagai generalisasi karena masih banyak juga kok Gereja yang mempergunakan persembahan umat memang untuk pelayanan hamba Tuhan dan membantu sesama yang membutuhkan .
Jadi jangan kapok untuk memberikan persembahan kolekte ya om :)
salam :)
-
maksudnya Gereja sekarang lebih menekankan besarnya persembahan gitu yah bro Halim :)
Yah kalaupun ada tidak bisa kita pakai sebagai generalisasi karena masih banyak juga kok Gereja yang mempergunakan persembahan umat memang untuk pelayanan hamba Tuhan dan membantu sesama yang membutuhkan .
Jadi jangan kapok untuk memberikan persembahan kolekte ya om :)
salam :)
Orang kaya dan pengusaha lebih dapet prioritas akses perlayanan dari pada orang miskin , alasannya gak ada ongkos transport.
memang tidak di generallisir tapi yang bener tulus tidak pandang bulu bisa di itung dengan jari
Kolecte sih Jalan terus walau nitip.
yang TIDAK dilakukan adalah perpuluhanke gereja , sebab Aturan perpuluhan termasuk dalam Aturan Taurat.
Dengan melakukan Perpuluhan berarti tidak menghargai pekerjaan Yesus membatalkan Tauratl dan tidak menghargai mahalnya darah Yesus.
ini sama halnya dengan melakukankembali korban kambing yang berarti tidak mengakui korban anak domba Allah.sebagai penebus dosa.
P. Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
Tuhanyesus memberkati
Han
-
yang TIDAK dilakukan adalah perpuluhanke gereja , sebab Aturan perpuluhan termasuk dalam Aturan Taurat.
Dengan melakukan Perpuluhan berarti tidak menghargai pekerjaan Yesus membatalkan Tauratl dan tidak menghargai mahalnya darah Yesus.
Memang betul persepuluhan ada dalam hukum taurat, tapi IMO dasar yg menjadikan persepuluhan ini dilaksanakan oleh sebagian gereja adalah berasal dari kitab Maleakhi 3:6-12 (dimana dalam judul perikop dikatakan bahwa pembayaran persembahan persepuluhan meyenangkan hati Allah), dan bukan dari sumber kitab taurat nya sendiri (keluaran,imamat, bilangan, ulangan).
Dimana dlm ayat2 ini (Maleakhi), ada semacam fasilitas/janji yg diberikan oleh Allah utk memberkati umatNya yg percaya kepadaNya. karena itulah kami menggunakan kesempatan itu.
Dengan melakukan Perpuluhan berarti tidak menghargai pekerjaan Yesus membatalkan Tauratl dan tidak menghargai mahalnya darah Yesus.
ini sama halnya dengan melakukankembali korban kambing yang berarti tidak mengakui korban anak domba Allah.sebagai penebus dosa.
Justru kami amat sangat menghargai mahalnya darah Kristus, sehingga kami amat sangat percaya, bahwa cukup sekali saja darah Yesus tertumpah ribuan tahun lalu dan itu sudah lebih dari cukup utk menghapus dosa2 manusia. Sehingga memang tidak perlu ada penebusan dosa berkali2.
-
Memang betul persepuluhan ada dalam hukum taurat, tapi IMO dasar yg menjadikan persepuluhan ini dilaksanakan oleh sebagian gereja adalah berasal dari kitab Maleakhi 3:6-12 (dimana dalam judul perikop dikatakan bahwa pembayaran persembahan persepuluhan meyenangkan hati Allah), dan bukan dari sumber kitab taurat nya sendiri (keluaran,imamat, bilangan, ulangan).
Dimana dlm ayat2 ini (Maleakhi), ada semacam fasilitas/janji yg diberikan oleh Allah utk memberkati umatNya yg percaya kepadaNya. karena itulah kami menggunakan kesempatan itu.
Nah dari mana Malaikhi mengatur tentang a perpuluhan kalu bukan mengacu pada Taurat musa ???
Nah Malaaikhi hanya meneruskan Peraturan taurat Musa tanpa dia sendiri mendapat/ membuat patokannya.
Murid murid Yesus sudah tau bahwa jika Taurat di batalkan Yesus akan banyak perlawanan Frontal, dan murid murid Yesus sudah tahu bahwa akan ada upaya penyelamatan Hukum taurat oleh para murid murid musa yang penghasilannya dari pekerjaan hukum taurat (seperti memungut perpuluhan , mengadakan kurban kurban lainnya yang termasuk taurat)
oleh karena itu salah satu dari murid Yesus yaitu LUKAS mengambil inisiatif mengatur batas ahir dari berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi (salah satunya ya melaekhi itu )
Masa itu adalh masa sosialisasi batalnya hukum taurat (kurang lebih sampai 120 Masehi dalam masa itu hukum taurat masih berlaku meskipun sudah dibatalkan Yesus , karena banyak yang belum tahu.
Sekarang ini zaman sosialisasi, (zaman Yohanes udah lewat jauh sekali
jadi hukum taurat dan kitab para nabi udah engga berlaku bagi yang menghargai pekerjaan Yesus membatalkan taurat, dan aturan perpuluhan yang termasuk tauratpun tentunya otomatis batal dan tidak berlaku lagi sekarang , karena meskipun diambil dari kitab malaekhi tapi kitab para nabi juga sudah tidak berlaku lagi sekarang
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
tapi tentu saja adalah bebas memilih untuk hidup dibawah hukum taurat atau hidup dibawah kasih karunia
juga tentunya mengangap Yesus tidak berhasil membatalkan taurat itu juga suatu pilihan
Tapi bagi oom Yang percaya pada Yesus percaya bahwa Yesus telah berhasil membatatalkan taurat secara keseluruhan.
juga Oom percaya pada apa yang tertulis di lukas mengenai batas ahir masa berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi termasuk nabi malaekhi itu
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Nah dari mana Malaikhi mengatur tentang a perpuluhan kalu bukan mengacu pada Taurat musa ???
Nah Malaaikhi hanya meneruskan Peraturan taurat Musa tanpa dia sendiri mendapat/ membuat patokannya.
Murid murid Yesus sudah tau bahwa jika Taurat di batalkan Yesus akan banyak perlawanan Frontal, dan murid murid Yesus sudah tahu bahwa akan ada upaya penyelamatan Hukum taurat oleh para murid murid musa yang penghasilannya dari pekerjaan hukum taurat (seperti memungut perpuluhan , mengadakan kurban kurban lainnya yang termasuk taurat)
oleh karena itu salah satu dari murid Yesus yaitu LUKAS mengambil inisiatif mengatur batas ahir dari berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi (salah satunya ya melaekhi itu )
Masa itu adalh masa sosialisasi batalnya hukum taurat (kurang lebih sampai 120 Masehi dalam masa itu hukum taurat masih berlaku meskipun sudah dibatalkan Yesus , karena banyak yang belum tahu.
Sekarang ini zaman sosialisasi, (zaman Yohanes udah lewat jauh sekali
jadi hukum taurat dan kitab para nabi udah engga berlaku bagi yang menghargai pekerjaan Yesus membatalkan taurat, dan aturan perpuluhan yang termasuk tauratpun tentunya otomatis batal dan tidak berlaku lagi sekarang , karena meskipun diambil dari kitab malaekhi tapi kitab para nabi juga sudah tidak berlaku lagi sekarang
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
tapi tentu saja adalah bebas memilih untuk hidup dibawah hukum taurat atau hidup dibawah kasih karunia
juga tentunya mengangap Yesus tidak berhasil membatalkan taurat itu juga suatu pilihan
Tapi bagi oom Yang percaya pada Yesus percaya bahwa Yesus telah berhasil membatatalkan taurat secara keseluruhan.
juga Oom percaya pada apa yang tertulis di lukas mengenai batas ahir masa berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi termasuk nabi malaekhi itu
Tuhan Yesus memberkati
Han
Ya silahkan saja om mengimaninya, tapi saya sarankan utk tidak menambahi embel2 bahwa pelaku persepuluhan tidak menghargai Karya keselamatan yg diberikan Kristus.
Yg saya coba lakukan adlah melakukan sesuatu yg menurut Kitab Suci itu menyenangkan hati Tuhan, dan itu berujung pada bonus yg saya terima dari Tuhan yaitu berkat berkelimpahan. Sehingga everybody bisa happy, both side. :D
-
Ya silahkan saja om mengimaninya, tapi saya sarankan utk tidak menambahi embel2 bahwa pelaku persepuluhan tidak menghargai Karya keselamatan yg diberikan Kristus.
Lho orang yang menghargai mahalnya darah kristus melalui karya penebusannya
tentu nya juga menghargai hasil karya pekerjaan kristus yaitu berupa batalnya taurat
tapi kalau kita yang sudah dimerdekaan kristus dari huku mtaurat tapi masih ngeyel untuk hidup dibawah taurat,dan melaksanakan hukum tauratv
bukankah itu berarti tidak menghargai karya keselamatannya ???
sedangkan hukum taurat mendatangkan kutuk
padahal Yesus telah menanggung segala kutuk masakan kita tidak mau menghargai karya Yesus dengan mengerjakan lagi ypekerjaan yang dibawah kutuk ??(salah satu dari pekerjaan hukum taurat ialah melaksanakan perpuluhan)
Galatia 3
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.
Yg saya coba lakukan adlah melakukan sesuatu yg menurut Kitab Suci itu menyenangkan hati Tuhan, dan itu berujung pada bonus yg saya terima dari Tuhan yaitu berkat berkelimpahan. Sehingga everybody bisa happy, both side. :D
Menyenangkan hati Tuhan itu baik
tetapi menyenangkan hati Tuhan tentulah dengan menghargai pekerjaan Tuhan dan hasilnya. yaitu dengan tidak melakuakn apa yang telah dibatalkannya hasil jerih payahnya.itu.
tetapi itu sekali lagi pilihan , bebas buat yang masih mau melakukan apa yang sudah dibatalkan Yesus dengan harapan di beri bonus berkelimpahan dengan mengimani janji Kitab para nabi yang sudah habis masa berlakjnya itu
Silahkan.
Tuhan yesusmemberkati
Han
-
Ya silahkan saja om mengimaninya, tapi saya sarankan utk tidak menambahi embel2 bahwa pelaku persepuluhan tidak menghargai Karya keselamatan yg diberikan Kristus.
Ter-iring permohonan maaf dari Oom , bukan Om bermaksud menuduh para pemberi perpuluhan itu bermaksud Tidak menghargai Karya keselamatan Kristus,
Tapi Itulah Gaya oom dalam penyampaian kebenaran Firman Tuhan ;Apa adanya dan kadang dengan penyampaian yang Extreem dimaksudkan supaya jelas dimengerti (istilahnya :DI-SUNDA-Keun)
Artinya jika ada yang Tertipu karena ketulusannya
maka Ketulusannya akan diperhitungkan Allah sebagai Pahala
dan dosa Tipu akan di timpakan kepada si Penipu
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
At least, sudah saya katakan bahwa saya memberi persepuluhan bukan dalam rangka menjalankan hukum taurat. Sekali lagi bukan karena persepuluhan ada dalam hukum taurat maka lantas saya kerjakan.
Tapi karena ada janji Allah yg indah dalam persembahan persepuluhan itu, yaitu berkat Allah yg berkelimpahan. Ketika kita senantiasa mengingat ada "PERAN" Allah dalam setiap berkat2 yg kita terima, maka Allah pun akan senantiasa memberkati kita.
Btw, apakah om tahu kenapa tiba2 Maleakhi ngomongin persepuluhan ? Bukankah hukum taurat itu banyak ? kenapa cuma persepuluhan yg disebut2 ?
-
Tapi karena ada janji Allah yg indah dalam persembahan persepuluhan itu, yaitu berkat Allah yg berkelimpahan.
Waduuuuh, kalau gak dijanjikan 'imbalan' apakah anda juga akan memberikan persepuluhan itu dengan rela, bro?
Salam damai
-
Waduuuuh, kalau gak dijanjikan 'imbalan' apakah anda juga akan memberikan persepuluhan itu dengan rela, bro?
Salam damai
Lho karena dijanjikan maka kita percaya. Dan yg menjanjikan ini bukan Pendeta saya, tapi Tuhan saya, maka saya percaya.
Sama seperti halnya Tuhan menjanjikan hidup yg kekal bagi setiap orang yg percaya kepadaNya, maka kita percaya akan setiap janjiNya ?
Nah bro kenapa bisa percaya kepada Yesus ? Kalau pengikut Kristus nantinya akan binasa, apakah bro tetap akan percaya kepadaNya ?
It's all about faith bro...
-
Justru yang saya tanyakan tadi apakah kalau tidak dijanjikan 'imbalan' maka anda masih rela?
Bukan karena sudah dijanjikan dan sebagainya, bro.
Salam damai
-
Justru yang saya tanyakan tadi apakah kalau tidak dijanjikan 'imbalan' maka anda masih rela?
Bukan karena sudah dijanjikan dan sebagainya, bro.
Salam damai
Thats the point untuk direnungkan !!!
Apakah kita (Katanya) mencintai kristus bermotivasi untuk bisa ke sorga ???
Seandainya boleh berandai andai
Jika Yesus berkata yang mencintaiku akan masuk Neraka
masih maukah kita mencintai Yesus ???
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Waduuuuh, kalau gak dijanjikan 'imbalan' apakah anda juga akan memberikan persepuluhan itu dengan rela, bro?
Salam damai
Salam Damai.
Kalo saya melakukan persembahan entah namanya kolekte, perpuluhan, persembahan kasih atau yang lain2 lebih dalam hubungan kepada mengasihi Allah dan mengasihi sesama.
GBU
:)
-
Salam Damai.
Kalo saya melakukan persembahan entah namanya kolekte, perpuluhan, persembahan kasih atau yang lain2 lebih dalam hubungan kepada mengasihi Allah dan mengasihi sesama.
GBU
:)
benar sekali bro hendaknya dilakukan karena kasih bukan semata2 untuk mendapatkan imbalan.
ada tertulis demikian...
1 kor 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku
Alkitab bilang jangankan persepuluhan bakan seratus persen sekalipun jika tanpa kasih tidak ada faedahnya...
tetapi
Markus 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya
Alkitab juga bilang melakukan hal yang kecil jauh lebih kecil dari menyumbangkan sepersepuluh harta kekayaan kita ia tidak kehilangan upahnya.
Intinya marilah kita memberi dengan ikhlas dan kasih baik itu kepada Tuhan juga sesama :afro1:
-
Meski agak aneh karena belum saya cari ayat pendukung, saya ingin urun pendapat.
Begini.
Bila Gereja itu dipandang sebagai Tubuh Kristus dan Jesus Kristus adalah kepala Gereja, maka apa-apa yang sudah diberikan (dipersembahkan) kepada Gereja, menurut saya, tidak perlu dipertanyakan. Hanya saja, karena Gereja itu terdiri dari orang-orang yang masih makan nasi dan minum air, tentu perlu adanya transparansi. Transparansi memungkinkan setiap anggota Gereja mengetahui seluk beluk Gereja, termasuk keuangannya.
Kalau diposting atas sudah ada yang menggambarkan bahwa uang diperoleh Gereja telah 'dikapling-kapling' untuk pengurus Gereja, untuk kaum yang memerlukan, dan untuk sarana prasarana Gereja, saya kira tidak kaku juga. Gereja lokal mengetahui seberapa besar kebutuhan keuangannya. Maka, 'kapling-kapling' tersebut masih dimungkinkan untuk di rubah (ditabrak/dilanggar) suatu saat dan kemudian dikembalikan pada ketetapan semula pada masa selanjutnya.
Yang ingin saya sampaikan, ijinkan saja Gereja mengalokasikan dana yang ada untuk kelangsungan hidup Gereja. Jika nyata-nyata Gereja sudah menyeleweng, misalnya menggunakan dana tanpa dapat dipertanggungjawabkan semata-mata untuk kebutuhan umat (termasuk pengrus Gereja), maka umat bisa mengambil sikap. Dalam hal seperti itu pula akan kelihatan apakah para pengurus Gereja itu bertujuab untuk mengurus Gereja untuk Tuhan atau untuk siapa.
Begitu saya kira.
Damai, damai, damai.
-
@ All
Sekali lagi tolong dibaca reply saya #25.... bahwa persembahan persepuluhan itu menyenangkan hati Allah. Ini tetap merupakan kalimat utamanya dlm Maleakhi tsb.
Sedangkan janji/berkat dari Tuhan sebagai buah ketaatan akan kita nikmati hasilnya.
Imo, ayat ini mempersilahkan kita "menguji" janji Allah. Karena itu, ini akan menjadi pengalaman rohani tiap2 orang yg percaya pada janji Allah yg satu ini.
Orang yg hidup diluar janji ini/ tidak mengalami sendiri pengalaman iman ttg hal ini , memang besar kemungkinan akan sulit menerima hal2 sprti ini. Banyak juga yg mencemooh dgn mengatakan bahwa Allah seperti penagih pajak yg mengambil PPN 10%.
Sekali lagi, jika Maleakhi ini berbicara mengenai isi hukum taurat, mengapa hanya persepuluhan yg disebut ? Bukankah ada banyak ketentuan taurat yg lain ?
Saya pribadi melihat ini jg adalah salah satu cara Allah utk memberkati umatNya yg taat.
Salam.
-
benar sekali bro hendaknya dilakukan karena kasih bukan semata2 untuk mendapatkan imbalan.
ada tertulis demikian...
1 kor 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku
Alkitab bilang jangankan persepuluhan bakan seratus persen sekalipun jika tanpa kasih tidak ada faedahnya...
tetapi
Markus 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya
Alkitab juga bilang melakukan hal yang kecil jauh lebih kecil dari menyumbangkan sepersepuluh harta kekayaan kita ia tidak kehilangan upahnya.
Intinya marilah kita memberi dengan ikhlas dan kasih baik itu kepada Tuhan juga sesama :afro1:
Saya sangat setuju dgn anda bro....
Tapi celakanya, banyak orang2 yg menggunakan FT ini justru utk menghindari memberi.
Sama halnya sprti ayat ini ;
Yoh 12 :4-6
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Banyak orang yg teriak2 percuma memberi jika tidak punya Kasih, padahal dia sendiri tidak mau memberi apalagi memiliki Kasih....
Jangankan mau memberi 100%, lah ketika diminta 10% aja sudah teriak2....
Jadi bro memang benar bahwa dalam setiap pemberian kita harus memiliki Kasih, tetapi jangan juga dilupakan bahwa tidak ada Kasih tanpa memberi.
Salam.
-
Saya sangat setuju dgn anda bro....
Tapi celakanya, banyak orang2 yg menggunakan FT ini justru utk menghindari memberi.
Sama halnya sprti ayat ini ;
Yoh 12 :4-6
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Banyak orang yg teriak2 percuma memberi jika tidak punya Kasih, padahal dia sendiri tidak mau memberi apalagi memiliki Kasih....
Jangankan mau memberi 100%, lah ketika diminta 10% aja sudah teriak2....
betul sekali bro...hendaknya jangan ada saling menghakimi yang satu bilang saya memberi 10% pasti saya yang lebih disayangi Tuhan...dan begitu juga sebaliknya menghakimi / sirik terhadap saudaranya yang mau dan mampu untuk memberi 10%... :)
Jadi bro memang benar bahwa dalam setiap pemberian kita harus memiliki Kasih, tetapi jangan juga dilupakan bahwa tidak ada Kasih tanpa memberi.
Salam.
betul sekali kalau kita mengasihi sudah pasti kita berbuat .../ berbagi/memberi bukan cuman beriman doang :D
-
betul sekali kalau kita mengasihi sudah pasti kita berbuat .../ berbagi/memberi bukan cuman beriman doang
Perbuatan juga penting ya, mod. Jadi iman dan perbuatan.
Siiiiiip siiiip
-
betul sekali bro...hendaknya jangan ada saling menghakimi yang satu bilang saya memberi 10% pasti saya yang lebih disayangi Tuhan...dan begitu juga sebaliknya menghakimi / sirik terhadap saudaranya yang mau dan mampu untuk memberi 10%... :)
Nah ini lebih pas.......
Saya sudah bilang, persepuluhan ini adalah fasilitas dari Tuhan. Bagi yg mau menggunakan fasilitas ini ya silahkan, bagi yg tidak mau yg silahkan.
Yg penting jgn ada embel2 tidak menghargai salib Kristus bagi pelaku per10an.....
-
Nah ini lebih pas.......
Saya sudah bilang, persepuluhan ini adalah fasilitas dari Tuhan. Bagi yg mau menggunakan fasilitas ini ya silahkan, bagi yg tidak mau yg silahkan.
Yg penting jgn ada embel2 tidak menghargai salib Kristus bagi pelaku per10an.....
Koq fasilitas? Apa untungnya kalau dipergunakan atau apa ruginya kalau tidak dipergunakan, bro?
-
Koq fasilitas? Apa untungnya kalau dipergunakan atau apa ruginya kalau tidak dipergunakan, bro?
Saya kasih keuntungannya saja ya, nanti bro yg nilai sendiri apa kerugiannya... :D
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan semesta alam.
Bagi saya ini fasilitas yg diberikan Allah utk memberkati umatNya, dan yg terutama sebagai reward bagi umat yg mau mentaati firmanNya ini, dengan kasih tentunya.
-
Jika Yesus sudah mencurahkan darahnya di golgota untuk menebus dosa kita .
tapi kita masih melakukan Korban domba sembelihan , apakah kita dianggap mengahargai korban Yesus ??
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Zaman PL(perjanjianlama) memberi persepuluhan mendapat imbalan
menurut nabi Malaekhi
ada tertulis di lukas
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
sekarang zaman Yohanes sudah lewat maka perjanjin lama (kitab para nabi) sudah tidak berlaku lagi termasuk kitab nabi malaekhi
malahan Yesus bilang :
Matius 23
23:23a Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar,
maka harap hati hati bagi orang munafik supaya tidak celaka
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Damai bagi FIKers sekalian.
Saya pikir, dari namanya saja, persembahan, sudah menggambarkan bahwa itu diserahkan sebagai tanda takhluk, taat, patuh, ikhlas, dan rela. Dengan demikian, hendak dikemanakan oleh pihak yang menerima persembahan, yah... sudah dipersembahkan, bukan lagi urusan pihak yang mempersembahkan. Namun demikian, bila sudah disebutkan untuk tujuan tertentu (di Gereja saya sering disebutkan pemungutan persembahan untuk tujuan tertentu, misalnya untuk pendidikan para imam, atau untuk menolong korban bencana, dll), dan ternyata disalurkan bukan untuk yang disebutkan semula, kualitas moral para penyalur hasil persembahan itu akan dinilai oleh umat. Janji pribadinya untuk sampai pada tugas sebagai pengurus Gereja patut dipertanyakan, patut diuji.
Bila terjadi keterlanjuran, dalam arti kata, terpilihnya seseorang sebagai pengurus Gereja dan ternyata orang tersebut bersikap diskriminatif yang tidak obyektif, maka kehancuran Gereja akan mendekat. Bila seluruh pengurus Gereja menjalankan tugas, dan selalu mau menerima dan menjalankan penyertaan Tuhan, saya kira, penyelewengan penyaluran hasil persembahan umat tidak akan terjadi. Nah, dari sudut itu, para pengurus Gereja yang tidak memiliki keluarga sebagai pemegang prioritas yang harus diurus, lebih membulatkan hati dan pikiran pengurus Gereja untuk mengurus Gereja.
Damai, damai, damai.
-
Damai bagi FIKers sekalian.
Saya pikir, dari namanya saja, persembahan, sudah menggambarkan bahwa itu diserahkan sebagai tanda takhluk, taat, patuh, ikhlas, dan rela. Dengan demikian, hendak dikemanakan oleh pihak yang menerima persembahan, yah... sudah dipersembahkan, bukan lagi urusan pihak yang mempersembahkan. Namun demikian, bila sudah disebutkan untuk tujuan tertentu (di Gereja saya sering disebutkan pemungutan persembahan untuk tujuan tertentu, misalnya untuk pendidikan para imam, atau untuk menolong korban bencana, dll), dan ternyata disalurkan bukan untuk yang disebutkan semula, kualitas moral para penyalur hasil persembahan itu akan dinilai oleh umat. Janji pribadinya untuk sampai pada tugas sebagai pengurus Gereja patut dipertanyakan, patut diuji.
Bila terjadi keterlanjuran, dalam arti kata, terpilihnya seseorang sebagai pengurus Gereja dan ternyata orang tersebut bersikap diskriminatif yang tidak obyektif, maka kehancuran Gereja akan mendekat. Bila seluruh pengurus Gereja menjalankan tugas, dan selalu mau menerima dan menjalankan penyertaan Tuhan, saya kira, penyelewengan penyaluran hasil persembahan umat tidak akan terjadi. Nah, dari sudut itu, para pengurus Gereja yang tidak memiliki keluarga sebagai pemegang prioritas yang harus diurus, lebih membulatkan hati dan pikiran pengurus Gereja untuk mengurus Gereja.
Damai, damai, damai.
Itu dia perbedaannya ajaran Taurat dengan kasih karunia
Taurat , asal mempersembahkan saja (mempersembahkan ke batu tugu juga ga masalah)
Tapi Kasih karunia tetap bertanggung jawab terhadap apa yang mungkin terjadi kalau persembahan diberikan sembarangan
contoh kalau kasih terhadap pecandu narkoba jnganlah denganmemberi uang banyak kepadanya.
Tuhan Yesus membekati
Han
-
malahan Yesus bilang :
Matius 23
23:23a Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar,
Ayo terusin ayatnya om..... kenapa dipotong disitu ?? Takut malah jadi berbalik ya ? :D
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Persepuluhan = harus dilakukan (sekali lagi, HARUS DILAKUKAN)
Keadilan, belas kasihan, kesetiaan = jangan diabaikan
Mana dari ayat itu yg menyebutkan persepuluhan adalah perbuatan tercela dan munafik ?
maka harap hati hati bagi orang munafik supaya tidak celaka
Mudah2an kita bukan termasuk orang munafik yg dimaksud.
Salam.
-
Ayo terusin ayatnya om..... kenapa dipotong disitu ?? Takut malah jadi berbalik ya ? :D
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan danyang lain jangan diabaikan.
Mudah2an kita bukan termasuk orang munafik yg dimaksud.
Salam.
HE he he he
Mau diteruskan ayatnya juga tidaklah akan berbalik
Karena didalam PERIKOP itu
:
Yesus Sedang memaki, atau menasehati (kata yang halusnya)
KEPADA Pengikut Taurat yang membayar peruluhan dan
BUKAN kepada orang yang tidak memberi perpuluhan
Bisa dibaca lagi berulang ulang supaya jelas kepada siapa Yesus memaki
apakah kepada yang bayar perpuluhan atau kepada yang tidak membayar perpuluhan.
bersambung ,lagi entar kalau sudah pada jelas kepada siapa makian ditujukan.
kepada yang bayarperpuluhan atau kepada yang tidak bayar
Mudah2an kita bukan termasuk orang munafik yg dimaksud.
Kalau bagi OOm , om engga perlu berkata ;MUDAH MUDAHAN karena :
Oom sudah jelas bukan yang dimakud Yesus karena
Semejak Rohkudus mengerakan hati oom untuk memberitakan Kebenaran Alkitab TentangYesus MEMBATALKAN TAURAT SELURUHNYA
Oom sudah tidak lagi melakukan pekerjaan Hukum taurat ==> PERPULUHAN . tetapi melaksanakan persembahan sukarela yang di pimpin Roh Kudus
jadi hidup Oom sudah tidak lagi dibawah Taurat karena Oom sangat menghargai Pekerjaan Yesus membatalkan Taurat melalui kematiannya.
Oom sekarang sebagai anak perjanjianbaru sudah bebas merdeka dari hukum taurat dan sudah berada dalam lingkup Kasih karunia
Tapi sekali lagi semua orang bebas memilih , mau hidup dibawah kasih karunia atau mau Taurat masih berlaku baginya itu pilihan masing masing
mau tetap melakukan pekerjaan Taurat ?? Monggo !!kalau memang beriman demikian
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
HE he he he
Mau diteruskan ayatnya juga tidaklah akan berbalik
Karena didalam PERIKOP itu
:
Yesus Sedang memaki, atau menasehati (kata yang halusnya)
KEPADA Pengikut Taurat yang membayar peruluhan dan
BUKAN kepada orang yang tidak memberi perpuluhan
Bisa dibaca lagi berulang ulang supaya jelas kepada siapa Yesus memaki
apakah kepada yang bayar perpuluhan atau kepada yang tidak membayar perpuluhan.
Lho...... ?? Justru Yesus sedang menasehati (kata halusnya) orang2 yg MENGABAIKAN kesetiaan keadilan dan belas kasihan.
Mengenai persepuluhan, Yesus bilang harus dilakukan kok... cuma kesetiaan belas kasihan dan keadilannya jangan diabaikan..
Coba tanya sama rekan2 yg lain deh..... menurut mereka, apa isi ayat itu.....
bersambung ,lagi entar kalau sudah pada jelas kepada siapa makian ditujukan.
kepada yang bayarperpuluhan atau kepada yang tidak bayar
Eits.... jangan kabur dulu om....... :shrug:
-
Lho...... ?? Justru Yesus sedang menasehati (kata halusnya) orang2 yg MENGABAIKAN kesetiaan keadilan dan belas kasihan.
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Alenia pertama dari Ayat itu secara jelas menunjukan kepada siapa makian itu ditujukan (lihat kara Hai)
Nah coba jelaskan siapakah orang paris idan Ahli taurat itu !!
( mereka adalah pengikut Taurat yang tentunya tidak akan rela Taurat dibatalkan)
Alenia ketiga menyatakan Topic dari perkataan Yesus yaitu mengenai Perpuluhan Taurat ===> jadi sekaligus alenia kedua meneguhkan siapa yang dimaksud yaiitu
Para pelaku perpuluhan
Alenia ketiga menekankan bahwa hukum taurat merupakan kesatuan
(kalau mau melakukan Taurat hendknya melakukan seluruh aturan taurat jangan membagi baginya menjadi batal sebagian saja jelas ===> yang satu dilakukan yang lain jangan diabaikan.
Dalam efesus 2 :15 Jelas mengatakan bahwa seluruh (SEGALA) perintah ketentuan HUKUM taurat telah dibatalkan Yesus
Nah bagi yang menghargai pekerjaan Yesus tentunya mengimani Taurat batal seluruhnya
Bagi para penganut Taurat (Taurat masih berlaku) hendaknya menjalankan perintah taurat secara utuh
yang dimaki Yesus sebagai munafik adalah yang membagi bagi hukum taurat menjadi bagian yang berlaku (perpuluhan ) dan bagian tang tidak berlaku
(Akal akalan membagi jadi moral ,sipil, upacara dan lain lain yang satu berlaku yang lain tidak )
Contoh Perpuluhan di lakukan ,berhenti sampai iming iming hal berkat kemudian giliran memberi kepada orang miskin (belas kasihan)malah tidak dilakukan dengan alasan memberi kepada orang miskin adalah jalan pikiran JUDAS.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Dalam efesus 2 :15 Jelas mengatakan bahwa seluruh (SEGALA) perintah ketentuan HUKUM taurat telah dibatalkan Yesus
Tapi faktanya Yesus berkata "Harus dilakukan"
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Nah bagi yang menghargai pekerjaan Yesus tentunya mengimani Taurat batal seluruhnya
Bagi para penganut Taurat (Taurat masih berlaku) hendaknya menjalankan perintah taurat secara utuh
yang dimaki Yesus sebagai munafik adalah yang membagi bagi hukum taurat menjadi bagian yang berlaku (perpuluhan ) dan bagian tang tidak berlaku
(Akal akalan membagi jadi moral ,sipil, upacara dan lain lain yang satu berlaku yang lain tidak )
Tapi faktanya Yesus tidak bilang Taurat secara utuh 610/613 point.
Yesus bilang yg terpenting dalam Hukum Taurat
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Dan yg terpenting dalam hukum Taurat itu jelas TIDAK KAMI ABAIKAN.
Contoh Perpuluhan di lakukan ,berhenti sampai iming iming hal berkat kemudian giliran memberi kepada orang miskin (belas kasihan)malah tidak dilakukan dengan alasan memberi kepada orang miskin adalah jalan pikiran JUDAS.
Itu hanya utk memberi penekanan saja buat sebagian orang2 yg sulit utk memberi dgn dalih menghargai pekerjaan Kristus.
-
Shalom Bro Djo..
Kalau boleh bertanya, menurut Bro Djo.. Nabi Maleakhi, yang adalah nabi terakhir dari PL, bermaksud menyampaikan apa dalam pasal 3:10 ya?
Apakah memang hanya untuk menyampaikan 'opsi fasilitas Allah' untuk menerima berkat?
Menurut Bro Djo, apa fungsi perpuluhan yang Allah perintahkan langsung lewat Musa dlm Keluaran, Imamat dan Ulangan?
Apakah masih sama fungsinya dgn yang Maleakhi sampaikan?
Maaf kalau terlalu banyak Bro..
Terima kasih.
-
Tapi faktanya Yesus berkata "Harus dilakukan"
Mat 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Betul sekali bro Djo , Yesus mengatakan HARUS DILAKUKAN
Didalam menelaah Ayat dalam Alkitab ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan
diantaranya Yaitu :
1) KEPADA SIAPA nas itu ditujukan ( berlaku bagi siapa nas itu.)
2) ERA atau saat atau zaman ketika perkataan nas itu berlangsung
nah Nas /ayat Alkitab itu diucapkan Yesus KEPADA
para Ahli taurat dan PARISI
dan seperti telah Oom jelaskan bahwa parisi Ahli taurat itu adalah PARA PENGANUT TAURAT yang Tentunya Hidup dibawah Hukum taurat dan hidup dalam pekerjaan hukum taurat
Nah karena Iman mereka berpaut pada taurat maka Yesus mengatakan mereka itu Harus konsekwen dengan Imannya artinya mereka Harus menjalankan Perpuluhan (dan juga tidak boleh mengabaikan yang lain)
hal yang kedua adalah ERa /masa ketika nas Alkitab tersebut terjadi
: Menurut efesus 2: 15YESUS selesai membatalkan Seluruh Taurat dengan kematiannya di kayu salib
Terus Lukas juga masih memberikan Toleransi sosialisasi masa belakunya Taurat yaitu sampai zaman Yohanes (glebih sampai 120 masehi)
nah dengan memperhatikan kedua hal diataas jelaslah
Hukum Taurat berlaku bagi orang yang hidup dibawah hukum taurat
dan bagi mereka Haruslah menjalankan Perpuluhan dengan tidak mengabaikanyang lain (hukum taurat deilakukan secara utuh tidak di bagi bagi0
kalau tidak mau disebut Munafik.
Dan bagi Yang menghargai pekeerjanan Yesus dan menghargai hasil karyanya itu
(MEMBATALKAN TAURAT
tentu tidak akan lagi mengerjakan pekerjaan hukum taurat (misal perpuluhan)
yang sudah DIBATALKAN Yesus melalui kematiannNya itu
Sekarang pertanyaan Kuncinya adalah :
Apakah anda (dan saya) MENGIMANI TAURT TELAH BATAL SELURUHNYA
ATAU ANDA TIDAK MENGIMANI TAURAT BATAL SELURUHNYA (MASIH BERLAKUSELURUHNYA)
atau mengakui Suam suam (Taurat berlaku sebagian , batal sebagian )
Silahkan PILIH (kehendak bebas)
KALAU Oom sih menghargai pekerjaan Yesus maka Oom mengimani Yesus telah membatalkan Seluruh Taura ==> kaka om berada dibawah kasih karunia
Bagaimana dengan anda anda sekalian pilih mana ??
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Shalom Bro Djo..
Kalau boleh bertanya, menurut Bro Djo.. Nabi Maleakhi, yang adalah nabi terakhir dari PL, bermaksud menyampaikan apa dalam pasal 3:10 ya?
Apakah memang hanya untuk menyampaikan 'opsi fasilitas Allah' untuk menerima berkat?
Menurut Bro Djo, apa fungsi perpuluhan yang Allah perintahkan langsung lewat Musa dlm Keluaran, Imamat dan Ulangan?
Apakah masih sama fungsinya dgn yang Maleakhi sampaikan?
Maaf kalau terlalu banyak Bro..
Terima kasih.
Setahu saya persepuluhan diberikan untuk menjadi persembahan kudus bagi Allah.
Imamat 27:30
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan.
Dan kemudian Allah memberikannya kepada suku Lewi utk menjadi milik pusaka mereka.
Bil 18:21
Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
Dan persepuluhan yg terdapat di Maleakhi juga kurang lebih bernada sama...
Mal 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku
Ini berbicara ttg para hamba Allah /Lewi yg bekerja pada Kemah Pertemuan/Rumah Allah.
Mengapa tiba2 Maleakhi berbicara soal ini saya tidak mengerti, tapi mungkin yg mau disampaikan adalah sprti ini...
Bahwa ketetapan Allah tidak berubah, dlm hal ini persembahan persepuluhan. Karena itu Allah mengajak Bangsa Israel utk kembali kepada ketetapan Allah, yaitu persepuluhan tsb.
Karena itu di awal perikop ayatnya berbunyi :
Mal 3:6
Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
-------------------------------------------------------
Masalah dalam kehidupan bergereja kini, bahwa persepuluhan hanya dimengerti, diperlakukan dan dianggap sbg "alat pancing berkat" tentu juga tidak benar.
Karena persepuluhan harus tetap diletakkan pada porsinya, yaitu utk menjadi persembahan kudus bagi Tuhan sbg yg utama, sambil tetap menantikan janji2 Tuhan nyata dalam kehidupan kita sbg anak2Nya.
-
Setahu saya persepuluhan diberikan untuk menjadi persembahan kudus bagi Allah.
Imamat 27:30
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan.
Dan kemudian Allah memberikannya kepada suku Lewi utk menjadi milik pusaka mereka.
Bil 18:21
Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
Saya setuju dengan Bro Djo..
Persembahan persepuluhan adalah persembahan bagi Allah yang diperuntukan bagi kaum Lewi yang mendapat tugas khusus untuk mengurus dan melakukan segala tata tertib dan peraturan dalam Kemah Suci yang telah ditetapkan Allah.
Tapi saya kira, bagian sepersepuluh ini bukan hanya menjadi bagian kaum Lewi saja, khususnya yang bekerja dalam Rumah Tuhan, melainkan juga bagi orang asing, anak yatim dan janda seperti yang tertulis dalam
Ulangan 14:29,
maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya Tuhan, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.
Kalau demikian, saya kira peruntukkan persepuluhan tidak secara eksklusif milik kaum Lewi saja, namun juga sebagai sarana bagi pelayanan tidak hanya bagi keluarga yang tidak memiliki sumber penopang dan pencari nafkah tapi juga orang orang asing atau pendatang yang membutuhkan bantuan.
Kalau kita lihat secara menyeluruh, sebenarnya persembahan kepada Allah bukan hanya sepersepuluh dari penghasilan, masih ada beberapa persembahan2 lain yang juga diwajibkan Allah
bagi umat Israel.
Imamat 19:9-10 ... menyisihkan sebagian hasil panen untuk kaum miskin.
Keluaran 23:10-11 ... seluruh hasil panen tahun ke 7 untuk orang miskin dan juga kelestarian lingkungan alam.
Jadi kalau saya hitung secara kasar, mungkin bisa mencapai 20% dari rata2 penghasilan yang seharusnya kita berikan ya Bro?
Nah, yang jadi pertanyaan apakah kaum Lewi juga ikut mengatur pembagian dan pemberian jatah bagi anak yatim, janda, orang asing dan kaum miskin?
Karena pasti dan harus ada yang mengurus dan mengatur juga kan? Kalau tidak saya kira, pasti akan kacau jadinya..
Kalau Bro Djo setuju dengan saya bahwa kaum Lewi juga yang mengatur, mungkin bisa disimpulkan bahwa kaum Lewi ini 'seperti' pemegang otoritas pemerintahan
bangsa Israel yang bersifat Theokrat karena memang dipilih Allah langsung untuk mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjalankan 'pemerintahan bangsa Israel'.
Untuk Maleakhi 3:10,
Sebelum membahas pendapat Bro Djo, mungkin ada yang perlu saya tanyakan dulu nih..
Kalau dalam versi Bahasa Inggrisnya, judul perikopnya tidak sama artinya dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris-nya, Robbing God atau 'Merampok Allah'.
Saya jadi berpikir lain setelah membaca keseluruhan perikop dan baru mengerti maksudnya setelah membaca seluruh kitab Maleakhi ini.
Menurut Bro Djo, apa memang Allah sekadar mengingatkan bahwa ketetapan-Nya(tentang persepuluhan) tidak berubah atau ada maksud lain ?
Sekadar diskusi ya Bro..
Untuk menambah wawasan saja
Terima kasih
-
Tapi saya kira, bagian sepersepuluh ini bukan hanya menjadi bagian kaum Lewi saja, khususnya yang bekerja dalam Rumah Tuhan, melainkan juga bagi orang asing, anak yatim dan janda seperti yang tertulis dalam
Ulangan 14:29,
maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya Tuhan, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.
Kalau demikian, saya kira peruntukkan persepuluhan tidak secara eksklusif milik kaum Lewi saja, namun juga sebagai sarana bagi pelayanan tidak hanya bagi keluarga yang tidak memiliki sumber penopang dan pencari nafkah tapi juga orang orang asing atau pendatang yang membutuhkan bantuan.
Saya sependapat dlm hal ini. Intinya bahwa supaya di dalam rumah Tuhan tidak ada yg kekurangan. Apakah di dalam rumah Tuhan hanya ada suku Lewi ? Saya rasa tidak.
Tapi mekanismenya tetap bahwa persepuluhan dibawa ke rumah Tuhan terlebih dahulu, baru nanti diatur distribusinya.
Kalau kita lihat secara menyeluruh, sebenarnya persembahan kepada Allah bukan hanya sepersepuluh dari penghasilan, masih ada beberapa persembahan2 lain yang juga diwajibkan Allah
bagi umat Israel.
Imamat 19:9-10 ... menyisihkan sebagian hasil panen untuk kaum miskin.
Keluaran 23:10-11 ... seluruh hasil panen tahun ke 7 untuk orang miskin dan juga kelestarian lingkungan alam.
Jadi kalau saya hitung secara kasar, mungkin bisa mencapai 20% dari rata2 penghasilan yang seharusnya kita berikan ya Bro?
Ya dalam hukum taurat memang tertulis demikian. Namun perlu diremind kembali bahwa dasar kita memberi persepuluhan bukan karena kita tunduk pada hukum taurat itu sendiri, tapi lebih kepada keinginan kita utk menyenangkan hati Allah dgn ketetapanNya.
Bisa diawali dgn 10% dahulu, jika kemudian kita mampu maka tidak ada batasannya mau sampai berapa %pun silahkan, karena tokh seyogyanya harta dan hidup kita adalah milik Allah. Apalagi Tuhan bilang dimana hartamu berada, disitu hatimu berada. Dari praktek persepuluhan ini kita diajar utk berpegang pada Tuan kita yg sejati yaitu Allah, dan bukan kepada harta sbg mamon.
Nah, yang jadi pertanyaan apakah kaum Lewi juga ikut mengatur pembagian dan pemberian jatah bagi anak yatim, janda, orang asing dan kaum miskin?
Karena pasti dan harus ada yang mengurus dan mengatur juga kan? Kalau tidak saya kira, pasti akan kacau jadinya..
Kalau Bro Djo setuju dengan saya bahwa kaum Lewi juga yang mengatur, mungkin bisa disimpulkan bahwa kaum Lewi ini 'seperti' pemegang otoritas pemerintahan
bangsa Israel yang bersifat Theokrat karena memang dipilih Allah langsung untuk mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjalankan 'pemerintahan bangsa Israel'.
Ini langsung diimplementasikan ke gereja saya saja ya.... :D
Di tempat saya, uang hasil persepuluhan memang diatur oleh majelis gereja. Berapa yg diberikan kpd Gembala, kpd para pengerja, para pelayan, utk diakonia, dsb. Tapi sy kurang tahu seberapa besar % bagian dari masing2 pos itu.
Untuk Maleakhi 3:10,
Sebelum membahas pendapat Bro Djo, mungkin ada yang perlu saya tanyakan dulu nih..
Kalau dalam versi Bahasa Inggrisnya, judul perikopnya tidak sama artinya dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris-nya, Robbing God atau 'Merampok Allah'.
Mungkin merampok disini bermakna bahwa kita mencuri sesuatu yg hak milik Allah dgn tidak memberikan persepuluhan.
Saya jadi berpikir lain setelah membaca keseluruhan perikop dan baru mengerti maksudnya setelah membaca seluruh kitab Maleakhi ini.
Menurut Bro Djo, apa memang Allah sekadar mengingatkan bahwa ketetapan-Nya(tentang persepuluhan) tidak berubah atau ada maksud lain ?
Sekadar diskusi ya Bro..
Untuk menambah wawasan saja
Terima kasih
Ya silahkan saja pemikirannya disampaikan disini..... utk menambah wawasan kita bersama :D
Salam.
-
Bisa diawali dgn 10% dahulu, jika kemudian kita mampu maka tidak ada batasannya mau sampai berapa %pun silahkan, karena tokh seyogyanya harta dan hidup kita adalah milik Allah. Apalagi Tuhan bilang dimana hartamu berada, disitu hatimu berada. Dari praktek persepuluhan ini kita diajar utk berpegang pada Tuan kita yg sejati yaitu Allah, dan bukan kepada harta sbg mamon.
Mungkin ini yang menjadi sorotan oom Han..
Kalau Taurat mewajibkan tidak hanya persepuluhan dan masih ada persembahan2 kudus yang lain, mengapa gereja yang masih menerima/mengajak jemaat memberikan persepuluhan, hanya menekankan persepuluhan saja? Padahal Taurat menuliskan bahwa persepuluhan dan persembahan-persembahan kudus berjalan bersama2.
Jadi terkesan setengah2 gitu mungkin ya..
Mungkin merampok disini bermakna bahwa kita mencuri sesuatu yg hak milik Allah dgn tidak memberikan persepuluhan.
Ya silahkan saja pemikirannya disampaikan disini..... utk menambah wawasan kita bersama :D
Pemikiran saya kalau kita membaca keseluruhan perikop dan kitab Maleakhi ini, paling tidak ada 6 teguran keras Allah kepada umat Israel,
yang jika kita baca, tentu akan menimbulkan kesan 'main2 dan tidak serius' dari umat Israel dalam meresponi teguran dan peringatan Allah
akan kehidupan mereka yang sudah menyimpang dan tidak taat kepada peraturan dan ketetapan Allah.
Dan tentunya, salah satunya adalah pemberian persembahan persepuluhan. (Yang 5 tentu ngga usah dibahas)
Hal ini pun tercatat dalam zaman Nabi Ezra dan Nehemiah yang mencatat peristiwa ketidak-taatan umat Israel yang sama, yang salah satunya
juga soal persepuluhan (Neh 13:10-14).
Yang menjadi pertanyaan berikutnya mungkin, mengapa Allah begitu memperhatikan soal persembahan persepuluhan ini?
Alasannya, saya yakin bukan karena sesuai dengan judul perikop terjemahan Bahasa Indonesia seperti yang Bro Djo berikan,
bahwa persembahan persepuluhan menyenangkan hati Allah, tetapi tentu saja karena segala ketetapan dan peraturan Allah harus dilakukan secara konsisten
tanpa mengorbankan atau ditutupi oleh yang lain.
Sama seperti kecaman Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat dalam Mat 23:23.
Mereka suka memperlihatkan ketaatan mereka dalam memberikan persepuluhan tapi mengorbankan atau lalai akan peraturan yang lain.
Bahkan dalam Mat 23:23 tsb bisa diambil kesimpulan bahwa mereka suka memamerkan persembahan mereka sampai yang paling kecil sehingga orang banyak melihat
bahwa mereka sungguh2 setia melakukan peraturan yang Allah berikan.
Alasan kedua mungkin dengan pertanyaan ini,
Apakah Allah benar2 senang dan membutuhkan persembahan persepuluhan ini?
Saya kira kita semua setuju bahwa Allah yang Maha Sangat Kaya, tidak akan membutuhkan apalagi senang dan berkenan dengan persembahan kita.
Tapi saya yakin yang membuat Allah senang adalah saat DIA melihat kita taat dan setia melakukan perintah dan kehendak-NYA.
Dan kalau kita mengerti maksud dan fungsi persembahan persepuluhan dan persembahan2 kudus lainnya, tentunya kita bisa mengerti mengapa terjemahan
Bahasa Inggris 'Merampok Allah' sesungguhnya memang pas buat mereka (umat Israel) yang tidak sungguh2 melakukan (6 hal) peraturan dan ketetapan Allah.
Dan kalau kita juga mengerti peran dan fungsi kaum Lewi sebagai pengelolanya, tentunya kita juga bisa mengerti mengapa Yesus mengecam para ahli Taurat
dan orang-orang Farisi atas persembahan persepuluhan mereka.
Jadi, saya kira persembahan persepuluhan ini perlu diluruskan maksud dan tujuannya dan yang paling penting adalah meluruskan 'motivasi' dalam memberikan
persembahan persepuluhan, yang saya yakin dibeberapa denominasi gereja sudah menyimpang dari apa yang Allah maksudkan.
Kita perlu hati hati dalam mengartikan Mal 3:10. Kalau membaca ayat 10 saja tentu mudah dimengerti.
Namun perhatikan ayat 9, salah motivasi, lalai melakukan semua peraturan dan ketetapan Allah, bukan berkat yang didapat tapi kutuk.
Dan tentunya, berkat tidak hanya bersifat materi saja.
Begitu naïf, kalau ada orang yang mengartikan berkat Allah hanya berkat materi semata, hanya karena dunia sekuler sekarang menghitung
segalanya dengan uang. Dan yang parahnya, banyak gereja Tuhan tercebur dalam paham sekulerisme ini baik sadar maupun tidak sadar.
Saya memiliki banyak rekan dari suatu denominasi yang menyampaikan alasan mereka memberikan persepuluhan adalah karena mereka beriman
Tuhan akan menggantikannya berlipat kali ganda.
Saya kira ini terlalu naïf dan absurd untuk mengklaim janji Tuhan lewat iman seperti ini.
Apa yang Yesus ajarkan dalam Injil soal persembahan persepuluhan?
Saya sendiri tidak menemukan apapun soal persepuluhan. Yang ada justru lebih banyak memberi kepada mereka yang miskin,
yang membutuhkan pertolongan, memerlukan tumpangan dan membayar pajak kepada pemerintah.
Saya kira Paulus menginterpretaskannya dengan begitu cerdas dalam hukum tabur-tuai dalam 2 Kor 9:8
Jadi kita memberi persembahan apapun itu, bukan supaya kita menerima berkat materi yang berkali lipat dari yang kita berikan,
tapi supaya kita 'berkecukupan' dalam segala hal, jasmani dan rohani.
Dan yang 'berkelimpahan' itu justru bukan berkat materinya, tetapi dalam 'pelbagai kebajikan' atau perbuatan baik.
Sesuai dengan hukum kasih yang Yesus ajarkan kepada kita, 'banyak memberi', bukan 'berharap menerima banyak'.
-
Sesuai dengan hukum kasih yang Yesus ajarkan kepada kita, 'banyak memberi', bukan 'berharap menerima banyak'.
Setuju.
-
Setuju.
Makanya Lupakanlah M3:10
yang penuh iming iming berkat dan ancaman Kutuk Belalang Pelahap itu
padahal lukas secara jelas telah menetapkan Batas ahir masa berlakunya kitab para nabi dan hukum taurat
Sebab kalau kita masih melakukan Hukum taurat kita harus melakukan semua hukum taurat supaya tidak celaka dan disebut munafik, sebab bersalah (tidak melakukan Satu saja) adalah bersalah terhadap keseluruhan
Yakobus 2
2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Mungkin ini yang menjadi sorotan oom Han..
Kalau Taurat mewajibkan tidak hanya persepuluhan dan masih ada persembahan2 kudus yang lain, mengapa gereja yang masih menerima/mengajak jemaat memberikan persepuluhan, hanya menekankan persepuluhan saja? Padahal Taurat menuliskan bahwa persepuluhan dan persembahan-persembahan kudus berjalan bersama2.
Jadi terkesan setengah2 gitu mungkin ya..
Ya karena memang pada orientasi asarnya kami tidak melakukan itu krn tunduk dibawah hukum taurat, seperti sudah sy tekankan diawal2.
Sama seperti kecaman Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat dalam Mat 23:23.
Mereka suka memperlihatkan ketaatan mereka dalam memberikan persepuluhan tapi mengorbankan atau lalai akan peraturan yang lain.
Yg saya tahu orang farisi dan ahili taurat adalah jagonya menjalankan perintah taurat. Mereka tahu betul setiap hukum taurat mungkin sampai ke titik koma nya.
IMO, yg dikecam dari mereka itu adalah mereka menjalankan hukum taurat tapi mereka mengabaikan hal yg terpenting ttg makna hukum taurat itu yaitu keadilan,kesetiaan dan belas kasihan. Jadi bukan berarti mereka hanya menjalankan sebagian perarturan saja, karena sbg orang farisi dan ahli taurat mereka pasti menjalankan semuanya, tapi semuanya meaningless / hanya liturgiah sj.
Bahkan dalam Mat 23:23 tsb bisa diambil kesimpulan bahwa mereka suka memamerkan persembahan mereka sampai yang paling kecil sehingga orang banyak melihat
bahwa mereka sungguh2 setia melakukan peraturan yang Allah berikan.
Yg ini jelas nggak ya. Saya memberikan per10an bukan untuk anda lihat. :D
kalo ada gereja yg memamer2kan per10annya itu ya salah gerejanya, bukan ajaran per10annya.
Jadi, saya kira persembahan persepuluhan ini perlu diluruskan maksud dan tujuannya dan yang paling penting adalah meluruskan 'motivasi' dalam memberikan
persembahan persepuluhan, yang saya yakin dibeberapa denominasi gereja sudah menyimpang dari apa yang Allah maksudkan.
Yg terutama motivasinya memang tetap utk Tuhan. Jika kemudian kita memiliki pengharapan kpd Tuhan, itu semua sah2 saja. Bagaimana kita bisa menjalani hidup, bila kita tidak memiliki pengharapan akan Tuhan ?
Kita perlu hati hati dalam mengartikan Mal 3:10. Kalau membaca ayat 10 saja tentu mudah dimengerti.
Namun perhatikan ayat 9, salah motivasi, lalai melakukan semua peraturan dan ketetapan Allah, bukan berkat yang didapat tapi kutuk.
Jika gereja yg menerapkan per10an dianggap melalaikan ketetapan Allah, entah berapa puluh ribu gereja yg sudah kena kutuk...
Dan gereja saya pun termasuk yg sudah dikutuk Tuhan......
Dan tentunya, berkat tidak hanya bersifat materi saja.
Begitu naïf, kalau ada orang yang mengartikan berkat Allah hanya berkat materi semata, hanya karena dunia sekuler sekarang menghitung
segalanya dengan uang. Dan yang parahnya, banyak gereja Tuhan tercebur dalam paham sekulerisme ini baik sadar maupun tidak sadar.
Saya setuju bahwa berkat itu memang bukan materi saja.
Cinta akan uang memang bisa menuji kebinasaan.
Saya memiliki banyak rekan dari suatu denominasi yang menyampaikan alasan mereka memberikan persepuluhan adalah karena mereka beriman
Tuhan akan menggantikannya berlipat kali ganda.
Saya kira ini terlalu naïf dan absurd untuk mengklaim janji Tuhan lewat iman seperti ini.
Seorang anak2 akan berlaku seperti anak2
Orang dewasa selayaknya berlaku sprti orang dewasa
Jika kita masih kecil, maka merengek2 minta uang jajan kepada ortu masih dianggap pantas. Kalau sudah dewasa akan aneh jadinya jika kita masih merengek2.
Jika kita ikut Tuhan hanya karena iming2 berkat yg akan diterima, maka iman kita adalah iman anak2.
Salahkah kalo kita punya iman anak2 sprti ini kpd Tuhan ?
Jika kita adlh orang yg baru mengenal Tuhan rasa2nya sih tidak salah juga ya, tapi seiring dgn proses pengalaman rohani kita berjalan bersama dgn Sang sumber berkat, nanti kita akan merasakan bahwa Sang Sumber berkat jauh lebih bernilai ketimbang berkat itu sendiri.
Apa yang Yesus ajarkan dalam Injil soal persembahan persepuluhan?
Saya sendiri tidak menemukan apapun soal persepuluhan. Yang ada justru lebih banyak memberi kepada mereka yang miskin,
yang membutuhkan pertolongan, memerlukan tumpangan dan membayar pajak kepada pemerintah.
pajak kpd pemerintah ?
ini berdasarkan ayat : "beri kepada kaisar apa yg kaisar punya, beri kpd Tuhan apa yg Tuhan punya" ya ?
Nah saya mengimani per10an adalah sesuatu yg jg Tuhan punya, makanya saya berikan.
Sesuai dengan hukum kasih yang Yesus ajarkan kepada kita, 'banyak memberi', bukan 'berharap menerima banyak'.
At least, per10an memberi saya kesempatan utk memberi lebih banyak bro... :D
Think positif aja.
-
padahal lukas secara jelas telah menetapkan Batas ahir masa berlakunya kitab para nabi dan hukum taurat
Salam Oom Han
Kalau boleh bertanya oom..
Apakah oom menginterpretasikan Luk 16:16 bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi tidak berlaku lagi begitu?
Karena ayat 17 justru akan jadi kontradiksi jika interpretasinya seperti itu ya oom..
Sama seperti Mat 5:17 dengan 18,
antara "... bukan untuk meniadakannya melainkan menggenapinya" (ay 17) dengan "... satu titikpun tidak akan ditadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (ay 18)
Apakah memang oom memukul rata semua Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi tidak berlaku atau batal semuanya?
Kalau iya, dasarnya apa hanya Luk 16:16?
Ayat 17 bgmn pengertiannya?
Moga ngga OOT ya..
Tuhan Yesus memberkati
a'thea
-
Ya karena memang pada orientasi asarnya kami tidak melakukan itu krn tunduk dibawah hukum taurat, seperti sudah sy tekankan diawal2.
Nah itu dia Bro, apakah ngga menyalahi Yak 2:10 kalau setengah2 begitu..
Yg saya tahu orang farisi dan ahili taurat adalah jagonya menjalankan perintah taurat. Mereka tahu betul setiap hukum taurat mungkin sampai ke titik koma nya.
IMO, yg dikecam dari mereka itu adalah mereka menjalankan hukum taurat tapi mereka mengabaikan hal yg terpenting ttg makna hukum taurat itu yaitu keadilan,kesetiaan dan belas kasihan. Jadi bukan berarti mereka hanya menjalankan sebagian perarturan saja, karena sbg orang farisi dan ahli taurat mereka pasti menjalankan semuanya, tapi semuanya meaningless / hanya liturgiah sj.
Mereka memang orang2 yang begitu eager dan zealous melakukan hukum Taurat. Dan Yesus pun 'sekali-kalinya' mengajak kita untuk meneladani 'cara hidup keagamaan' mereka.
Tetapi semua itu membawa mereka kepada sikon dimana mereka merasa 'sempurna' dapat memenuhi semua perintah, ketetapan dan peraturan Allah. Alhasil, mereka jadi sombong, self-center,
munafik yang akhirnya mereka sendiri tanpa sadar mencari2 hal2 yang bersifat self-prideness, jahat, konspiratif dan bahkan tanpa kasih dan tidak tahu arti kemurahan, etc.
Dan secara tegas Yesus mengecam mereka dalam banyak kesempatan (Mat23:1-36, Luk 11:37-54, Mar 12:38-40)
Kita lihat, bagaimana mereka jadi begitu benci dan ingin membunuh Yesus. Mereka menolak semua perkataan dan pengajaran Yesus.
Tragis, saya kira, mereka sudah begitu dekat dengan Kerajaan Allah tapi konsep mereka yang bengkok membawa mereka kepada murka dan kutuk Allah. (Mar12:32-34)
Yg ini jelas nggak ya. Saya memberikan per10an bukan untuk anda lihat. :D
kalo ada gereja yg memamer2kan per10annya itu ya salah gerejanya, bukan ajaran per10annya.
Setuju Bro..
Yang penting motivasinya bukan agar Tuhan memberkati dengan kekayaan lebih banyak lagi.
Kalau Tuhan berencana memberkati lebih ya bersyukur.. kalau tidak, jangan complaint begitu ya..
Yg terutama motivasinya memang tetap utk Tuhan. Jika kemudian kita memiliki pengharapan kpd Tuhan, itu semua sah2 saja. Bagaimana kita bisa menjalani hidup, bila kita tidak memiliki pengharapan akan Tuhan ?
Setuju Bro..
Tentunya bukan pengharapan menjadi semakin kaya ya..
Tapi pengharapan untuk terus disempurnakan sampai serupa dengan Kristus.
Jika gereja yg menerapkan per10an dianggap melalaikan ketetapan Allah, entah berapa puluh ribu gereja yg sudah kena kutuk...
Dan gereja saya pun termasuk yg sudah dikutuk Tuhan......
Itulah pentingnya kita menjaga kelurusan motivasi kita dalam memberi per10an kepada Allah lewat gereja.
Kutuk bersifat personal/individu bukan kolektif/gereja karena semua pertanggungjawaban kita dihadapan Tuhan adalah bersifat individu.
Kalau kita memberi dengan motivasi yang benar, tentu akan mendatangkan kesukaan bagi Allah.
Kalau tidak, ya itu hak Allah dan waktu Allah untuk menegakkan keadilan-Nya dan menyatakan murka-Nya.
Jangan sampai kita merasa sudah benar seperti orang farisi dan ahli Taurat tanpa menyadari bahwa murka Allah ada atas kita,
karena kita lalai mencari dan menggali kebenaran Allah.
Yesus mengingatkan, Kerajaan Sorga bukan soal makanan dan minuman, tetapi 'kebenaran'..
Saya kira kalau kita sungguh mencari Tuhan, yang kita cari dan focus kita bukan lagi soal bagaimana kita mendapat berkat bukan?
Saya setuju bahwa berkat itu memang bukan materi saja.
Cinta akan uang memang bisa menuji kebinasaan.
Sepaham
Seorang anak2 akan berlaku seperti anak2
Orang dewasa selayaknya berlaku sprti orang dewasa
Jika kita masih kecil, maka merengek2 minta uang jajan kepada ortu masih dianggap pantas. Kalau sudah dewasa akan aneh jadinya jika kita masih merengek2.
Jika kita ikut Tuhan hanya karena iming2 berkat yg akan diterima, maka iman kita adalah iman anak2.
Salahkah kalo kita punya iman anak2 sprti ini kpd Tuhan ?
Jika kita adlh orang yg baru mengenal Tuhan rasa2nya sih tidak salah juga ya, tapi seiring dgn proses pengalaman rohani kita berjalan bersama dgn Sang sumber berkat, nanti kita akan merasakan bahwa Sang Sumber berkat jauh lebih bernilai ketimbang berkat itu sendiri.
Yesus berkata dimana hartamu berada disitu hatimu berada.
Yang Tuhan mau hati kita bukan uang atau harta kita.
Perumpamaan ttg orang muda yang kaya yang mau memperoleh keselamatan tentu suatu pelajaran yang baik untuk kita renungkan.
Saya kira ukurannya bukan soal baru mengenal Tuhan atau lama, karena semua berpusat pada hati kita.
Paulus begitu lahir baru, berubah total tanpa harus mengalami pendewasaan rohani, karena Tuhan sendiri yang mengubah hati manusia.
Mungkin fokusnya jangan ke berkat, tapi carilah kebenaran-kebenaran Allah.
Siapa bekerja, tentu layak mendapat makan.
Berkecukupan lebih nyaman dan lebih rendah resiko jatuh dalam dosa, daripada mengejar kekayaan atau menjadi kaya..
Bukan begitu yang Yesus mau?
pajak kpd pemerintah ?
ini berdasarkan ayat : "beri kepada kaisar apa yg kaisar punya, beri kpd Tuhan apa yg Tuhan punya" ya ?
Betul bro
Nah saya mengimani per10an adalah sesuatu yg jg Tuhan punya, makanya saya berikan.At least, per10an memberi saya kesempatan utk memberi lebih banyak bro... :D
Memberi tentu bukan hanya uang saja.
Sekali lagi bukan uang dan harta yang Tuhan inginkan, tetapi memberikan lebih banyak waktu, perhatian, kasih kepada Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
Think positif aja.
Lebih pas lagi, Think what He wants us to think..
-
Salam Oom Han
Kalau boleh bertanya oom..
Apakah oom menginterpretasikan Luk 16:16 bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi tidak berlaku lagi begitu?
Sama seperti Mat 5:17 dengan 18,
antara "... bukan untuk meniadakannya melainkan menggenapinya" (ay 17) dengan "... satu titikpun tidak akan ditadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (ay 18)
Apakah memang oom memukul rata semua Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi tidak berlaku atau batal semuanya?
Kalau iya, dasarnya apa hanya Luk 16:16?
Ayat 17 bgmn pengertiannya?
Moga ngga OOT ya..
Salam balik nip Alithea
Lukas i6 ; 16 erat kaitannya dengan efesus 2 :15
ini oom kutip lagi
P. Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan SEGALA perintah dan ketentuannya,
jadi Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan manusia
cara yang ditempuhnya adalah dengan membatalkan taurat sebab hukum taurat tidak menyelamatkan , sebab tidak seorangpun dibenarkan dengan melakukan hukum taurat
untuk membatalkannya tentulah tidak mudah (pasti murid murid musa sebangsanya orang parisi dan ahli Taurat bakalan mempertahankan)
Dan Yesus memulai dengan yang ringan dulu ==. yaitu soal hari sabat
dan pekerjaan Yesus membatalkan Taurat itu selesai ketika Yesus pada Ahir hayatnya bilang : SUDAH SELESAI
Pembatalan Taurat itu dibayar Yesus dengan darahnya melalui Kematiannya di kayu Salib , SUATU HARGA YANG SANGAT MAHAL
Dan OOM Han sangat menghargai mahalnya darah Yesus yang tercurah demi batalnya Taurat itu.
Tentu bagi Oom Yang menghargai mahalnya darah Yesus , tidak akan meng -Anulir Goal yang telah dicapai Yesus.
Tapi terserah nip Alithea, Kalau nip masih mau Pakai aturan aturan Taurat yang sudah dibatalkan Yesus, itu adalah pilihan NIP pilihan bebas.
Oom cuma mau mengingatkan orang orang saja bahwa SELURUH PERINTAH DAN KETENTUAN HUKUM TAURAT SUDAH DIBATALKAN Yesus
Tapi kalau Ada yang masih mau pakai oom juga ga bisa larang
O
Tuhan Yesus memberkati
HAN
-
Nah itu dia Bro, apakah ngga menyalahi Yak 2:10 kalau setengah2 begitu..
Dalam Mat 23:23, Menurut Yesus, YG TERPENTING / Meaning dalam hukum taurat keadilan kesetiaan dan belas kasihan. Jadi yg saya lakukan adalah tetap menjalankan per10an (karena tertulis harus dilakukan) dan tidak melupakan YG TERPENTING / MEANING dalam hukum taurat itu.
Dan saya memang tidak sedang menjalankan hukum taurat point to point. Sehingga tidak bisa dikatakan setengah2, karena per10an yg saya lakukan adalah jg perintah Yesus.
Begitu kira2 bro.
Mereka memang orang2 yang begitu eager dan zealous melakukan hukum Taurat. Dan Yesus pun 'sekali-kalinya' mengajak kita untuk meneladani 'cara hidup keagamaan' mereka.
Tetapi semua itu membawa mereka kepada sikon dimana mereka merasa 'sempurna' dapat memenuhi semua perintah, ketetapan dan peraturan Allah. Alhasil, mereka jadi sombong, self-center,
munafik yang akhirnya mereka sendiri tanpa sadar mencari2 hal2 yang bersifat self-prideness, jahat, konspiratif dan bahkan tanpa kasih dan tidak tahu arti kemurahan, etc.
Dan secara tegas Yesus mengecam mereka dalam banyak kesempatan (Mat23:1-36, Luk 11:37-54, Mar 12:38-40)
Kita lihat, bagaimana mereka jadi begitu benci dan ingin membunuh Yesus. Mereka menolak semua perkataan dan pengajaran Yesus.
Tragis, saya kira, mereka sudah begitu dekat dengan Kerajaan Allah tapi konsep mereka yang bengkok membawa mereka kepada murka dan kutuk Allah. (Mar12:32-34)
Ya, sayangnya kami yg jg melakukan per10an dicap munafik dan sesat seperti mereka.
Padahal kami berusaha keras utk tidak melupakan yg terpenting dlm hukum taurat.
Setuju Bro..
Yang penting motivasinya bukan agar Tuhan memberkati dengan kekayaan lebih banyak lagi.
Kalau Tuhan berencana memberkati lebih ya bersyukur.. kalau tidak, jangan complaint begitu ya..
Betul.
Type2 orang yg cuma mau mancing berkat lewat per10an, biasanya akan berhenti memberi per10an setelah 2-3 bulan dirasa tidak membuahkan hasil / tidak ada perbedaan antara memberi dan tidak.
Berbeda dgn orang2 yg memang berusaha mau taat dgn setia memberi, dgn ada atau tidaknya berkat yg kemudian ia terima.
Setuju Bro..
Tentunya bukan pengharapan menjadi semakin kaya ya..
Tapi pengharapan untuk terus disempurnakan sampai serupa dengan Kristus.
:deal: Setuju bro.
Kalau kita memberi dengan motivasi yang benar, tentu akan mendatangkan kesukaan bagi Allah.
Kalau tidak, ya itu hak Allah dan waktu Allah untuk menegakkan keadilan-Nya dan menyatakan murka-Nya.
Setuju.
Yesus berkata dimana hartamu berada disitu hatimu berada.
Yang Tuhan mau hati kita bukan uang atau harta kita.
Perumpamaan ttg orang muda yang kaya yang mau memperoleh keselamatan tentu suatu pelajaran yang baik untuk kita renungkan.
Ini jg berarti supaya kita tidak terikat kpd uang. Dgn demikian kita jd tidak merasa berat hati ketika memberi, apalagi kepada Tuhan.
Saya kira ukurannya bukan soal baru mengenal Tuhan atau lama, karena semua berpusat pada hati kita.
Paulus begitu lahir baru, berubah total tanpa harus mengalami pendewasaan rohani, karena Tuhan sendiri yang mengubah hati manusia.
Tapi nyatanya tidak semua orang sprti Paulus.
Ada yg memang butuh proses dlm mengikut Kristus. Ada yg diawali dgn mengejar berkat, kemudian setelah matang/dewasa, mulai meninggalkan berkat dan berusaha mengejar Sang Sumber berkat itu sendiri. yg seperti ini tidak bisa disalahkan jg.
Kecuali memang orang tsb tidak mau bertumbuh rohaninya, dlm arti tetap saja hanya mengejar berkat semata.
Memberi tentu bukan hanya uang saja.
Sekali lagi bukan uang dan harta yang Tuhan inginkan, tetapi memberikan lebih banyak waktu, perhatian, kasih kepada Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
Ada orang yg mudah memberi hartanya, tapi sulit memberi waktunya (selalu sibuk).
Ada orang yg mudah memberi waktunya, tapi sulit memberi hartanya (pelit).
Menurut saya, semuanya musti balance dan yg terutama, apa yg kita berikan itu bisa dan boleh berkenan di hadapan Tuhan, baik itu harta, waktu kita, dsb.
Lebih pas lagi, Think what He wants us to think..
Nice bro..... thanks :deal:
-
Tapi terserah nip Alithea, Kalau nip masih mau Pakai aturan aturan Taurat yang sudah dibatalkan Yesus, itu adalah pilihan NIP pilihan bebas.
Oom cuma mau mengingatkan orang orang saja bahwa SELURUH PERINTAH DAN KETENTUAN HUKUM TAURAT SUDAH DIBATALKAN Yesus
Salam Oom Han
Saya memiliki pengertian yang sama dengan Oom Han sebelumnya, tapi ada beberapa pertanyaan yang kemudian membawa saya utk lebih memahami hukum Taurat.
Pertanyaan saya waktu itu adalah apakah hukum Taurat benar2 dibatalkan?
Mengapa Paulus berani mengklaim batal sementara Yesus justru mengatakan menggenapinya dan tidak ada yang batal?
Dan apa maksud Yesus dengan tidak batal?
Pemikiran saya, kalau ada yang kontradiksi tentunya ada hal yang harus dimengerti dan dicari alasannya dg hati2.
Kalau dilihat secara detil, sebelum dan sesudah keluar dari tanah Mesir, bangsa Israel menerima hukum Taurat dalam berbagai cara.
Ada perintah secara langsung maupun tidak langsung baik lewat Musa maupun Imam2.
Perintah langsung berupa peringatan, ketetapan dan peraturan termasuk 10 Perintah Allah yang dikenal dengan Hukum Allah (Bbrp ayatnya Kel 31:18; Ul 4:44, 5:1)
Perintah tidak langsung berupa ketetapan dan peraturan yang mengatur tata cara hidup, bertanam, beternak dan aturan korban bakaran, jenis korban dan jumlah korban untuk berbagai jenis upacara penghapus dosa, keselamatan dlsb, yang dikenal dengan Hukum Musa (Kitab Imamat dan Ulangan).
Bahkan setelah Musa, Allah masih memberikan berbagai Perintah, ketetapan, peraturan dan ketentuanNya lewat Nabi yang dimasukkan ke dalam Hukum Musa (1 Raj 2:3, 2 Raj 14:6, kitab Tawarikh).
Dan oleh para Imam/Rabbi Hukum Taurat ditambahkan oleh berbagai peraturan dan ketentuan yang oleh orang Yahudi dikenal dengan Rabbinical Tradition/adat istiadat Yahudi, yaitu berupa aturan2 tambahan tentang kehidupan sosial dan masyarakat (Mat 14:34 -15:1-9, Mar 7:1-13).
Namun pada prakteknya, mereka lebih fokus pada tradisi adat istiadat ketimbang hukum2 yang diberikan Allah.
Jadi, hukum Taurat bagi orang Yahudi, bangsa Israel, penerima janji dan hukum dari Allah, bisa kita breakdown menjadi 3 yaitu Hukum Allah, Hukum Musa dan Tradisi adat istiadat Yahudi.
Sampai di sini bgmn Oom Han, apa bisa diterima?
Mgkn seblm diterusin, kita bisa bertanya, kira2 waktu Yesus berkotbah di bukit (Mat 5:17-20), kepada siapa Yesus menunjukkan bahwa hukum Taurat akan Ia genapi?
Hanya orang yahudi saja atau non yahudi juga?
Mana yang tidak batal?
Apakah Paulus dlm Efesus 2:15 berkata kepada orang yahudi saja? Atau dengan non yahudi juga?
Lalu, mengapa Paulus sendiri menyatakan hal yang bertentangan juga dengan Ef 2:15 dalam Rom 3:31?
Roma 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak!
Sebaliknya, kami meneguhkannya.
-
Dan saya memang tidak sedang menjalankan hukum taurat point to point. Sehingga tidak bisa dikatakan setengah2, karena per10an yg saya lakukan adalah jg perintah Yesus.
Silahkan Bro. Saya pun tetap memberikan apa yang harus saya berikan kepada Allah.
Ya, sayangnya kami yg jg melakukan per10an dicap munafik dan sesat seperti mereka.
Padahal kami berusaha keras utk tidak melupakan yg terpenting dlm hukum taurat.
Yang terpenting adalah mengasihi Allah dengan segenap hati kita.
Memelihara perhatian dan fokus kita kepada perintah dan kehendakNya.
Seperti Daud yang kesukaannya ialah Taurat Allah.
Tapi nyatanya tidak semua orang sprti Paulus.
Ada yg memang butuh proses dlm mengikut Kristus. Ada yg diawali dgn mengejar berkat, kemudian setelah matang/dewasa, mulai meninggalkan berkat dan berusaha mengejar Sang Sumber berkat itu sendiri. yg seperti ini tidak bisa disalahkan jg.
Bukan hak saya menghakimi, bro..
Tapi adalah tugas kita untuk saling mengingatkan sesama anggota tubuh Kristus, bukan?
Well, that was pretty much like my own story..
Kecuali memang orang tsb tidak mau bertumbuh rohaninya, dlm arti tetap saja hanya mengejar berkat semata.
Ada orang yg mudah memberi hartanya, tapi sulit memberi waktunya (selalu sibuk).
Ada orang yg mudah memberi waktunya, tapi sulit memberi hartanya (pelit).
Menurut saya, semuanya musti balance dan yg terutama, apa yg kita berikan itu bisa dan boleh berkenan di hadapan Tuhan, baik itu harta, waktu kita, dsb.
Daud merupakan salah satu teladan buat kita, bagaimana kekuatan hatinya mencintai perintah dan hukum Allah dalam
keteguhan, ketulusan dan kerendahan hatinya, yang membuatnya begitu berkenan dihati Allah.
-
Salam Oom Han
Pertanyaan saya waktu itu adalah apakah hukum Taurat benar2 dibatalkan?
Mengapa Paulus berani mengklaim batal sementara Yesus justru mengatakan menggenapinya dan tidak ada yang batal?
Dan apa maksud Yesus dengan tidak batal?
Salam juga nif.
Hukum taurat benar dibatalkan sesuai apa yangbtertulis dengan sangat jelas di Efesus 2:15
Yesus membatalkan Hukum taurat justru dengan cara menggenapi (membayar lunas) dengan darahnya sehingga genaplah apa yang di nubuatkan nabi nabi.
Dan Tuhan Yesus belumpernah menyatakan Tidak batal (boleh nip tunjukan ayatnya kalau memang Yesus mengatakan Tidak batal )
Jadi, hukum Taurat bagi orang Yahudi, bangsa Israel, penerima janji dan hukum dari Allah, bisa kita breakdown menjadi 3 yaitu Hukum Allah, Hukum Musa dan Tradisi adat istiadat Yahudi.
Sampai di sini bgmn Oom Han, apa bisa diterima?
Mau dibagi bagi jadi berapa bagianpun tetap aja batal seluruhnya, karena efesus 2:15 tertukis Yesus membatalkan segala perintah dan ketentuan huykum taurat
Segala disini berarti semua,atau seluruhnya.
Mgkn seblm diterusin, kita bisa bertanya, kira2 waktu Yesus berkotbah di bukit (Mat 5:17-20), kepada siapa Yesus menunjukkan bahwa hukum Taurat akan Ia genapi?
Hanya orang yahudi saja atau non yahudi juga
Didalam menelaah ayat Alkitab ada 2 hal penting yang perlu ditelaah
yaitu kepada siapa , dan Era/masa ketika nas perkataan itu terjadi
nah kotbah di bukit ditujukan KEPADA KHALAYAK RAMAI (mewakili semua orang)
Dan Era/ saat itu ; saat Yesus masih hidup berarti Saat itu Yesus belum selesai membatalkan , dan zaman yohanes belum berlalau jadi saat itu hukum taurat masih berlaku
Apakah Paulus dlm Efesus 2:15 berkata kepada orang yahudi saja? Atau dengan non yahudi juga?
Lalu, mengapa Paulus sendiri menyatakan hal yang bertentangan juga dengan Ef 2:15 dalam Rom 3:31?
Roma 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak!
Sebaliknya, kami meneguhkannya.
perkataan Paulus ini tidaklah bertentangan dengan efesus 2:15
sebab jelas sekali dalam efesus 2:15 Tertulis Yesuslah yang membatalkan Taurat
dan bukan Paulus , bukan iman Paulus , dan bukan para murid Yesus (Kami) yang membatalkannya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Hukum taurat benar dibatalkan sesuai apa yangbtertulis dengan sangat jelas di Efesus 2:15
Yesus membatalkan Hukum taurat justru dengan cara menggenapi (membayar lunas) dengan darahnya sehingga genaplah apa yang di nubuatkan nabi nabi.
Dan Tuhan Yesus belumpernah menyatakan Tidak batal (boleh nip tunjukan ayatnya kalau memang Yesus mengatakan Tidak batal )
Nampaknya Om Han semangat sekali menolak hukum Taurat, sehingga mengabaikan perkataan Yesus berikut ini:
(Mat 5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
(Mat 5:18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
(Mat 5:19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
:)
Mau dibagi bagi jadi berapa bagianpun tetap aja batal seluruhnya, karena efesus 2:15 tertukis Yesus membatalkan segala perintah dan ketentuan huykum taurat
Efesus 2:15 adalah tulisan Rasul Paulus, dengan kata lain pengajaran Rasul Paulus, bukan perkataan Yesus. Yang dimaksudkan Rasul Paulus adalah tindakan Kristus (matinya Kristus), bukan perkataan Kristus. Rasul Paulus ingin menekankan bahwa tindakan Kristus (kematianNya) membawa akibat penggenapan atas hukum taurat, sehingga tuntutan taurat dimana manusia harus mempersembahkan korban bagi penebusan dosanya dibatalkan karena sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Dengan kata lain apa yang sudah digenapi Kristus, maka tuntutan taurat menjadi batal.
Tetapi tuntutan2 moral hukum taurat tetaplah sama, tidak ada yang dibatalkan, karena tindakan2 moral adalah tanggung jawab manusia. Yesus menggantikan hukuman atas dosa2 kita, tetapi tidak menggantikan tindakan2 moral yang seharusnya kita lakukan, sehingga kita bisa bersantai2 berbuat sesukanya karena menyangka Yesus sudah melakukan (menggantikannya) untuk kita.
Salam
-
Salam juga nif.
Hukum taurat benar dibatalkan sesuai apa yangbtertulis dengan sangat jelas di Efesus 2:15
Yesus membatalkan Hukum taurat justru dengan cara menggenapi (membayar lunas) dengan darahnya sehingga genaplah apa yang di nubuatkan nabi nabi.
Salam Oom Han
Efesus 2:15
Dalam Efesus 2:11-22 Paulus memberikan pengertian bahwa lewat Salib Kristus, manusia diperdamaikan dengan Allah. Lewat Salib Kristus, tidak ada lagi dinding / tembok pemisah antara bangsa Yahudi dan non Yahudi. Semua yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menerima keselamatan yang Kristus sediakan lewat SalibNya.
Kita tahu Allah memberikan Hukum Taurat yang berisi berbagai perintah dan ketetapan yang begitu lengkap, seperti cara bercocok tanam, cara makan, berbagai makanan halal dan haram, dlsb.
Allah memberikan Hukum ini tentu dengan tujuan, salah satunya, untuk membuat umat pilihanNya memiliki hidup yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang hidup tanpa hukum, yang tentunya begitu liar dan tidak beradab.
Sehingga hal ini membuat bangsa Yahudi memiliki konsep berpikir yang eksklusif bahwasanya hanya merekalah yang mengenal Allah, hanya mereka yang pantas menerima keselamatan dari Allah. Yang sebenarnya, pengertian mereka tentang 'keselamatan' itu sendiri hanya sebatas bagaimana Allah akan 'menyelamatkan/membebaskan' mereka dari penjajahan bangsa Romawi.
Kita bisa lihat dalam Kis 21:27-32.
Apa yang mereka pahami dalam tradisi yahudi adalah tidak boleh bergaul dengan orang non yahudi spt, samaria, romawi, yunani, dll, apalagi membawanya ke dalam Bait Allah.
Dan Paulus sendiri harus menghadapi kemarahan dan keberingasan orang2 sebangsanya sendiri karena tradisi dan adat istiadat yahudi.
Hukum inilah yang Paulus maksud.
Hukum yang memisahkan bangsa yahudi dan non yahudi.
Adat dan tradisi yahudi yang telah begitu kuat, yang tentu tidak mudah memberi pengertian yang baru, karena mereka sendiri banyak yang menolak Kristus.
Jadi segala perintah dan ketentuan Hukum Taurat, yang ada dalam Hukum Musa dan tradisi Yahudi yang memisahkan hubungan antara manusia (bangsa yahudi dan non yahudi), inilah yang Paulus maksudkan.
Sejalan dengan maksud Yesus untuk saling mengasihi, sesama manusia, siapapun itu.
Yoh 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
-
Dan Tuhan Yesus belumpernah menyatakan Tidak batal (boleh nip tunjukan ayatnya kalau memang Yesus mengatakan Tidak batal
Ini Oom Han
Mat 22:37-40
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Bisa dibandingkan dengan,
Yoh 13:34-35
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Artinya,
Yesus meneguhkan 10 perintah dalam Hukum Allah menjadi SATU dalam Hukum Kasih Karunia, Hukum Kristus.
Bagaimana dengan hukum lainnya dalam 10 perintah Allah?
Paulus memberikan pengertiannya,
Rom 13:8-10
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Demikian pula Yakobus,
Yak 2:8-10 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.
Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
10 Perintah Allah adalah Hukum Allah, Hukum yang ditulis langsung dengan Tangan Allah, merefleksikan Sifat dan Karakter Allah. Sifat dan karakter inilah yang menjadi standard moral setiap orang percaya. Bahkan hukum ini akan Allah sendiri tanam dalam hati setiap kita yang percaya.
Rom 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Ibr 10:16
sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
-
nah kotbah di bukit ditujukan KEPADA KHALAYAK RAMAI (mewakili semua orang)
Dan Era/ saat itu ; saat Yesus masih hidup berarti Saat itu Yesus belum selesai membatalkan , dan zaman yohanes belum berlalau jadi saat itu hukum taurat masih berlaku
Menurut saya, kalau kita melihat secara keseluruhan isi kotbah Yesus di bukit, merupakan inti dari Hukum Kristus itu sendiri dan itulah Hukum Kasih Karunia.
Sama saat Allah memberikan inti dari Hukum Allah yaitu 10 perintah kepada Musa, demikian pula Yesus memberikannya kepada murid2Nya.
Mungkin kalau boleh saya gambarkan, saat Yesus berkotbah, memang banyak orang mendengarkannya, tapi mata Yesus hanya tertuju kepada para murid.
Karena merekalah yang akan mengabarkan Injil Kristus kelak.
Yesus tahu siapa yang akan menjadi 'pembawa berita' keselamatan dan siapa yang hanya menjadi 'pendengar' saja.
-
Nampaknya Om Han semangat sekali menolak hukum Taurat, sehingga mengabaikan perkataan Yesus berikut ini:
(Mat 5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
sebenarnya ayat ini sudah terjawab oleh quote bro husada pada
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1205.msg32247.html#msg32247
kalau tidak ada yang keberatan dan tidak melanggar peraturan fik om kutipkan dibawah ini quote bro Husada
tapi jika ada yang keberatan mimin boleh hapus.
Bukan untuk berdiskusi, hanya ingin mengutarakan bahwa antara membatalkan dan meniadakan menurut pemahaman saya ada perbedaan. Membatalkan berarti membuat batal, bahwa sesuatu yang dibatalkan itu tetap eksis, hanya saja, sudah tidak berpengarush apa-apa. Sementara meniadakan berarti membuat tiada, bahwa sesuatu yang ditiadakan itu dirubah dari ada mejadi tidak ada atau hilang atau raib.
Damai, damai, damai.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Nampaknya Om Han semangat sekali menolak hukum Taurat, sehingga mengabaikan perkataan Yesus berikut ini:
(Mat 5:18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
(Mat 5:19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Nah setelah berdasarkan quote bro husada kita jadi mengerti bahwa membatalkan tidak sama dengan meniadakan maka om akan menjelaskan ayat yang diatas
Perkataan Yesus oom tidak abaikan.
oom setuju bahwa hukum taurat tidak lenyap, hukum taurat masih exsis
jadi sekarang pertanyaannya adalah
:MENGAPA, SETELAH Yesus MEMBATALKANNYA,Tidak SEKALIAN DI LENyAPKAN AJA ?? Kan buat APA huykum yang Sudah batal dibiarkan masih ada exis ??
nah pertanyaan ini oom jawab dengan ayat
Roma 2
2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
Roma 3
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat,
Tuhan Yesus sengaja membiarkan Taurat tetap ada dan utuh tidak dibagi bagi
karena pada hari penghakiman akan dipakai buat menghukum orang orang yang ngeyel/ngotot taurat masih berlaku dan masih mau hidup dibawah hukum taurat
jadi buat yang ngeyel mau pakai hukum taurat silahkan saja dengan resiko akan dihakimi menurut taurat secara utuh (tanpa satu iotapun dihilangkan)
Maaf , Oom bukan memaksakan, itu pilihan dengan resikonya
kalau dibawah taurat maka akan lepas dari kristus/ diluar kasih karunia
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
:MENGAPA, SETELAH Yesus MEMBATALKANNYA,Tidak SEKALIAN DI LENyAPKAN AJA ?? Kan buat APA huykum yang Sudah batal dibiarkan masih ada exis ??
nah pertanyaan ini oom jawab dengan ayat
Roma 2
2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
Roma 3
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat,
Salam oom Han,
Apakah Yesus pernah bilang 'membatalkan' Hukum Taurat, Oom?
Yesus 'menggenapi' Hukum Taurat, betul.
Tapi membatalkan, saya sendiri tidak menemukannya, baik secara langsung maupun tersirat.
Coba Oom baca ayat2 selanjutnya, Mat 5:21-48.
Kalau kita membacanya dan bisa mengerti, kita bisa melihat bahwa Hukum Kristus 'terlihat' jauh lebih
berat dari Hukum Taurat.
Contoh :
Jangan membunuh. Tapi Yesus berfirman, marah saja sudah dosa.
Jangan berzinah. Tapi Yesus berkata, mengingini saja sudah dosa.
dst.
Nah, bagaimana tuh?
Kesannya, maaf loh oom..
Oom ngga mau ada di bawah Hukum Taurat karena mungkin berat.
Tapi kenyataannya, Hukum Kasih karunia jauh lebih berat loh oom..
Anehnya,
Mengapa Yesus mengatakan 'kuk' yang Dia berikan itu 'ringan' ya?
Nah, bagaimana tuh maksudnya?
Tuhan Yesus sengaja membiarkan Taurat tetap ada dan utuh tidak dibagi bagi
karena pada hari penghakiman akan dipakai buat menghukum orang orang yang ngeyel/ngotot taurat masih berlaku dan masih mau hidup dibawah hukum taurat
jadi buat yang ngeyel mau pakai hukum taurat silahkan saja dengan resiko akan dihakimi menurut taurat secara utuh (tanpa satu iotapun dihilangkan)
Menurut saya, Yesus tidak pernah menyatakan batal atau membiarkan Taurat.
Mungkin Oom bisa melihat lagi beberapa peristiwa dimana Yesus menekankan kepada umat Israel,
jangan kamu taat kepada adat istiadat, tapi mengabaikan apa yang Allah perintahkan.
Contoh :
Oom bisa baca di Mat 15:1-9
Dalam ayat ini, kita bisa lihat bahwa Yesus kembali berpegang pada Hukum Allah, yaitu Hormatilah ayah
ibumu, dan Yesus mengatakan Siapa yang mengutuki orang tuanya, mati.
Kemudian, kita bisa lihat di ayat 5-6, Aturan yang ditambahkan oleh Para Imam yang menjadi Tradisi Yahudi, yang artinya bagi bangsa Yahudi, menjadi bagian dalam Hukum Taurat.
Dalam peristiwa ini, saya kira sangat jelas bahwa Yesus tetap berpegang dan mengajarkan Hukum Allah.
Namun Dia menentang adat istiadat yang ada dalam Tradisi Yahudi, peraturan yang dibuat manusia, yaitu
para Imam yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.
Maaf , Oom bukan memaksakan, itu pilihan dengan resikonya
kalau dibawah taurat maka akan lepas dari kristus/ diluar kasih karunia
Pengertian singkatnya begini oom,
Yesus menggenapi seluruh tuntutan Hukum Taurat, baik Hukum yang Allah berikan langsung, maupun
Hukum yang diberikan lewat Musa dan Para Nabi.
Sebagai Juruselamat, syarat dan kriterianya jelas harus sempurna menjalankan semua Hukum Allah.
Dan hanya Dia, yang tidak bercacat cela oleh dosa, boleh menjadi korban penebusan dosa, sekali saja, dan
bagi semua orang yang percaya.
Dan Hukum ini diteruskan dan dikabarkan oleh murid-muridNya sampai saat ini dalam bentuk Injil, yaitu
Hukum Kasih, yang didalamnya termaktub juga Hukum Allah.
Hukum Musa adalah gambaran korban penebusan dosa, yang adalah Kristus itu sendiri.
Nubuatan Para nabi adalah gambaran kedatangan sang penebus dosa, yang adalah Kristus itu sendiri.
Inilah yang Yesus genapi buat kita semua yang percaya.
Namun jelas, Yesus menolak segala hukum manusia, buatan dan rekayasa manusia, yang terdapat dalam
Tradisi Yahudi / Rabbinical Tradition yang menyimpang dari pesan dan maksud Perintah Allah.
Mudah2an bisa membantu memahami Hukum Taurat secara keseluruhan, sehingga kita bisa lebih mudah mengerti maksud Paulus dan Para Rasul saat mereka berbicara Hukum Taurat sesuai dengan konteks dan keadaan yang sedang terjadi/berlaku saat itu.
Tuhan Yesus memberkati
-
Salam Oom Han
Efesus 2:15
Dalam Efesus 2:11-22 Paulus memberikan pengertian bahwa lewat Salib Kristus, manusia diperdamaikan dengan Allah. Lewat Salib Kristus, tidak ada lagi dinding / tembok pemisah antara bangsa Yahudi dan non Yahudi. Semua yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menerima keselamatan yang Kristus sediakan lewat SalibNya.
Kita tahu Allah memberikan Hukum Taurat yang berisi berbagai perintah dan ketetapan yang begitu lengkap, seperti cara bercocok tanam, cara makan, berbagai makanan halal dan haram, dlsb.
Allah memberikan Hukum ini tentu dengan tujuan, salah satunya, untuk membuat umat pilihanNya memiliki hidup yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang hidup tanpa hukum, yang tentunya begitu liar dan tidak beradab.
Sehingga hal ini membuat bangsa Yahudi memiliki konsep berpikir yang eksklusif bahwasanya hanya merekalah yang mengenal Allah, hanya mereka yang pantas menerima keselamatan dari Allah. Yang sebenarnya, pengertian mereka tentang 'keselamatan' itu sendiri hanya sebatas bagaimana Allah akan 'menyelamatkan/membebaskan' mereka dari penjajahan bangsa Romawi.
Kita bisa lihat dalam Kis 21:27-32.
Apa yang mereka pahami dalam tradisi yahudi adalah tidak boleh bergaul dengan orang non yahudi spt, samaria, romawi, yunani, dll, apalagi membawanya ke dalam Bait Allah.
Dan Paulus sendiri harus menghadapi kemarahan dan keberingasan orang2 sebangsanya sendiri karena tradisi dan adat istiadat yahudi.
Hukum inilah yang Paulus maksud.
Hukum yang memisahkan bangsa yahudi dan non yahudi.
Adat dan tradisi yahudi yang telah begitu kuat, yang tentu tidak mudah memberi pengertian yang baru, karena mereka sendiri banyak yang menolak Kristus.
Jadi segala perintah dan ketentuan Hukum Taurat, yang ada dalam Hukum Musa dan tradisi Yahudi yang memisahkan hubungan antara manusia (bangsa yahudi dan non yahudi), inilah yang Paulus maksudkan.
Sejalan dengan maksud Yesus untuk saling mengasihi, sesama manusia, siapapun itu.
Yoh 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
sudah jelas dan gamblang dalam efesus 2: 15 yang dibatalkan adalah SEGALAn Perintah dan ketentuan Hukum Taurat
Segala disini berarti seluruh Bukan sebagian.saja.P. Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
Jika memang Yesus membatalkan hanya sebagian saja maka efesus 2:15
Tidak akan ada kata SEGALA
mungkin bunyinya akan tertulis demikian
P. Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan SEBAGIAN perintah dan ketentuannya,
Atau
P. Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat hanya perintah tentang yahudi dan non yahudi
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Ini Oom Han
Mat 22:37-40
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Bisa dibandingkan dengan,
Yoh 13:34-35
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Nah dari kedua ayat diatas Jelaslah bahwa Yesus telah memberikan hukum KasihKarunia sebagai Hukum KASIH Yang baru yang akan jadi pedoman setelah hukum taurat selesai dibatalkan semua dan masa sosialisasinya telah mencapai batas ahir .(KL 120 masehi.)
Juga jelaslah bahwa Hukum kasih karunia tidak sama dengan hukum taurat
Tuhan Yesus memberkati
Han