Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kitab Suci => Topic started by: Phooey on November 19, 2013, 03:26:57 PM
-
4 As it was written in the book of the sayings of Isaias the prophet: A voice of one crying in the wilderness: Prepare ye the way of the Lord, make straight his paths.
5 Every valley shall be filled; and every mountain and hill shall be brought low; and the crooked shall be made straight; and the rough ways plain;
6 And all flesh shall see the salvation of God. (Luk 3:4-6 DRA)
4 As it is written in the book of the words of Esaias the prophet, saying, The voice of one crying in the wilderness, Prepare ye the way of the Lord, make his paths straight.
5 Every valley shall be filled, and every mountain and hill shall be brought low; and the crooked shall be made straight, and the rough ways shall be made smooth;
6 And all flesh shall see the salvation of God. (Luk 3:4-6 KJV)
4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan." (Luk 3:4-6 ITB)
@ teman2 semua.
Apakah penggunaan kata "flesh"/daging memiliki makna tertentu ??? :what:
Karena bila dibandingkan dengan terjemahan Indonesia yang menggunakan "orang" tentunya memiliki makna yang berbeda sama sekali.
:)
-
@ teman2 semua.
Apakah penggunaan kata "flesh"/daging memiliki makna tertentu ??? :what:
Karena bila dibandingkan dengan terjemahan Indonesia yang menggunakan "orang" tentunya memiliki makna yang berbeda sama sekali.
:)
Sebaiknya kita teliti dulu kalimat aslinya.
Situ tulis apa? en sarx atau antropos? atau interchangeble?
-
Sebaiknya kita teliti dulu kalimat aslinya.
Situ tulis apa? en sarx atau antropos? atau interchangeble?
Kalau Latin
Lc 3:4 sicut scriptum est in libro sermonum Esaiae prophetae vox clamantis in deserto parate viam Domini rectas facite semitas eius
Lc 3:5 omnis vallis implebitur et omnis mons et collis humiliabitur et erunt prava in directa et aspera in vias planas
Lc 3:6 et videbit omnis caro salutare Dei
Kalau Yunani
Lk 3:4 wV gegraptai en biblw logwn hsaiou tou profhtou legontoV fwnh bowntoV en th erhmw etoimasate thn odon kuriou euqeiaV poieite taV tribouV autou
Lk 3:5 pasa faragx plhrwqhsetai kai pan oroV kai bounoV tapeinwqhsetai kai estai ta skolia eiV euqeian kai ai traceiai eiV odouV leiaV
Lk 3:6 kai oyetai pasa sarx to swthrion tou qeou
-
@ teman2 semua.
Apakah penggunaan kata "flesh"/daging memiliki makna tertentu ??? :what:
Karena bila dibandingkan dengan terjemahan Indonesia yang menggunakan "orang" tentunya memiliki makna yang berbeda sama sekali.
:)
Naskah asli injil Lukas ditulis dalam bahasa Yunani, jadi IMHO sebaiknya penelusuran dimulai dari Lexicon Yunani.
Seperti yg sudah dikutipkan oleh bro salt, kata "flesh" di sini adalah terjemahan dari kata "sarx".
Menurut Lexicon Yunani, definisi dari kata "sarx" adalah:
1) flesh (the soft substance of the living body, which covers
the bones and is permeated with blood) of both man and beasts
2) the body
2a) the body of a man
2b) used of natural or physical origin, generation or
relationship
2b1) born of natural generation
2c) the sensuous nature of man, "the animal nature"
2c1) without any suggestion of depravity
2c2) the animal nature with cravings which incite to sin
2c3) the physical nature of man as subject to suffering
3) a living creature (because possessed of a body of flesh)
whether man or beast
4) the flesh, denotes mere human nature, the earthly nature of man apart
from divine influence, and therefore prone to sin and opposed to God
Dalam konteks ayatnya, kata "sarx" ini tentunya mengacu pada definisi 3) dan 4).
IMHO, terjemahan versi KJV dan DRA juga tepat ketika menerjemahkan "sarx" sebagai "flesh", karena dalam bahasa Inggris, kata "flesh" ini juga memiliki arti yg seoadn dengan definisi 3) dan 4) di atas.
flesh
1.
a. The soft tissue of the body of a vertebrate, covering the bones and consisting mainly of skeletal muscle and fat.
b. The surface or skin of the human body.
2. The meat of animals as distinguished from the edible tissue of fish or fowl.
3. Botany The pulpy, usually edible part of a fruit or vegetable.
4. Excess fatty tissue; plumpness.
5.
a. The body as opposed to the mind or soul.
b. The physical or carnal nature of humankind.
c. Sensual appetites.
6. Humankind in general; humanity.
7. One's family; kin.
8. Substance; reality:
http://www.thefreedictionary.com/flesh
"sarx" di atas tepat diterjemahkan sebagai "flesh" yg sesuai dengan definisi 6) di atas.
Sayangnya, dalam bahasa Indonesia AFAIK kata "daging" tidak memiliki arti yg sepadan dengan definisi 3) dan 4) dari kata "sarx" atau definisi 6) dari kata "flesh".
Jadi IMHO, sudah tepat jika LAI menerjemahkan kata "sarx" sebagai "orang".
*just my two cents... :)*
-
Naskah asli injil Lukas ditulis dalam bahasa Yunani, jadi IMHO sebaiknya penelusuran dimulai dari Lexicon Yunani.
Seperti yg sudah dikutipkan oleh bro salt, kata "flesh" di sini adalah terjemahan dari kata "sarx".
Menurut Lexicon Yunani, definisi dari kata "sarx" adalah:
1) flesh (the soft substance of the living body, which covers
the bones and is permeated with blood) of both man and beasts
2) the body
2a) the body of a man
2b) used of natural or physical origin, generation or
relationship
2b1) born of natural generation
2c) the sensuous nature of man, "the animal nature"
2c1) without any suggestion of depravity
2c2) the animal nature with cravings which incite to sin
2c3) the physical nature of man as subject to suffering
3) a living creature (because possessed of a body of flesh)
whether man or beast
4) the flesh, denotes mere human nature, the earthly nature of man apart
from divine influence, and therefore prone to sin and opposed to God
Dalam konteks ayatnya, kata "sarx" ini tentunya mengacu pada definisi 3) dan 4).
IMHO, terjemahan versi KJV dan DRA juga tepat ketika menerjemahkan "sarx" sebagai "flesh", karena dalam bahasa Inggris, kata "flesh" ini juga memiliki arti yg seoadn dengan definisi 3) dan 4) di atas.
flesh
1.
a. The soft tissue of the body of a vertebrate, covering the bones and consisting mainly of skeletal muscle and fat.
b. The surface or skin of the human body.
2. The meat of animals as distinguished from the edible tissue of fish or fowl.
3. Botany The pulpy, usually edible part of a fruit or vegetable.
4. Excess fatty tissue; plumpness.
5.
a. The body as opposed to the mind or soul.
b. The physical or carnal nature of humankind.
c. Sensual appetites.
6. Humankind in general; humanity.
7. One's family; kin.
8. Substance; reality:
http://www.thefreedictionary.com/flesh
"sarx" di atas tepat diterjemahkan sebagai "flesh" yg sesuai dengan definisi 6) di atas.
Sayangnya, dalam bahasa Indonesia AFAIK kata "daging" tidak memiliki arti yg sepadan dengan definisi 3) dan 4) dari kata "sarx" atau definisi 6) dari kata "flesh".
Jadi IMHO, sudah tepat jika LAI menerjemahkan kata "sarx" sebagai "orang".
*just my two cents... :)*
@ Mr. Cosmic, Mr. Salt & Mr. Jenova
Yunani ya :
καὶ ὄψεται πᾶσα σὰρξ τὸ σωτήριον τοῦ θεοῦ. (Luk 3:6 BGT)
Tetapi, penulis yang sama di tempat lain menggunakan padanan kata untuk manusia/orang menggunakan kata Yunani yang berbeda.
δόξα ἐν ὑψίστοις θεῷ καὶ ἐπὶ γῆς εἰρήνη ἐν ἀνθρώποις εὐδοκίας. (Luk 2:14 BGT)
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.(Luk 2:14 ITB)
καὶ ἀπεκρίθη πρὸς αὐτὸν ὁ Ἰησοῦς· γέγραπται ὅτι οὐκ ἐπ᾽ ἄρτῳ μόνῳ ζήσεται ὁ ἄνθρωπος. (Luk 4:4 BGT)
Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Luk 4:4 ITB)
Saya membayangkan Lukas menulis mengapa menggunakan frase berbeda. Tidak menggunakan antropos ??
Kan istilah tersebut lebih umum ?
:what: :what: :what:
-
@ teman2 semua.
Apakah penggunaan kata "flesh"/daging memiliki makna tertentu ??? :what:
Karena bila dibandingkan dengan terjemahan Indonesia yang menggunakan "orang" tentunya memiliki makna yang berbeda sama sekali.
:)
Penggunaan kata "flesh" sepertinya memang disengaja untuk menyampaikan makna tertentu yg tidak tersampaikan jika menggunakan kata lain seperti "man" atau "human being" atau "human kind".
Saya pribadi mengartikan sbb:
- mengacu kepada semua ciptaan [not only 'human being']
- mengacu kepada earthly [all flesh] Vs Divine [the salvation of God].
===
Salam,
-
Naskah asli injil Lukas ditulis dalam bahasa Yunani, jadi IMHO sebaiknya penelusuran dimulai dari Lexicon Yunani.
Afaik, St. Lukas di Luk 3:4-6 mengutip dari Yesaya 40:4-5 [Versi Septuagint].
4) Every valley shall be exalted, and every mountain and hill shall be made low: and the crooked shall be made straight, and the rough places plain: 5) And the glory of the LORD shall be revealed, and all flesh shall see it together: for the mouth of the LORD hath spoken it
Karena Septuagint adalah terjemahan pertama Perjanjian Lama (ibrani) ke dalam bahasa Yunani sebelum era Kristen; maka akan lebih mantap jika penelusuran tersebut dimulai dari Yesaya 40:4-5 versi Ibrani/Hebrew.
Sayangnya, dalam bahasa Indonesia AFAIK kata "daging" tidak memiliki arti yg sepadan dengan definisi 3) dan 4) dari kata "sarx" atau definisi 6) dari kata "flesh".
Jadi IMHO, sudah tepat jika LAI menerjemahkan kata "sarx" sebagai "orang".
*just my two cents... :)*
KBBI.... entry "daging":
1) ... 2) ... 3) ki tubuh manusia (sbg imbangan jiwa atau batin)
Menurut saya... LAI mau yang gampangnya saja.
===
Salam,
-
Penggunaan kata "flesh" sepertinya memang disengaja untuk menyampaikan makna tertentu yg tidak tersampaikan jika menggunakan kata lain seperti "man" atau "human being" atau "human kind".
Saya pribadi mengartikan sbb:
- mengacu kepada semua ciptaan [not only 'human being']
- mengacu kepada earthly [all flesh] Vs Divine [the salvation of God].
===
Salam,
Iya Bro Med.
Saya kog juga mengartikan flesh=semua ciptaan.
Pendapat teman2 ??
:)
-
Setuju dgn penjelasan bro med..
Kadang terjemahan baru tidak selalu lebih baik dari pada terjemahan yang lebih tua..
-
Setuju dgn penjelasan bro med..
Kadang terjemahan baru tidak selalu lebih baik dari pada terjemahan yang lebih tua..
Lho ...
Jadi flesh = mengacu pada semua ciptaan.
Bro Ignas setuju ya
:D
-
Penggunaan kata "flesh" sepertinya memang disengaja untuk menyampaikan makna tertentu yg tidak tersampaikan jika menggunakan kata lain seperti "man" atau "human being" atau "human kind".
Saya pribadi mengartikan sbb:
- mengacu kepada semua ciptaan [not only 'human being']
- mengacu kepada earthly [all flesh] Vs Divine [the salvation of God].
===
Salam,
Bro Medice telah bersabda, jadi aku ikut ngangguk aja... :nod: :afro:
Afaik, St. Lukas di Luk 3:4-6 mengutip dari Yesaya 40:4-5 [Versi Septuagint].
4) Every valley shall be exalted, and every mountain and hill shall be made low: and the crooked shall be made straight, and the rough places plain: 5) And the glory of the LORD shall be revealed, and all flesh shall see it together: for the mouth of the LORD hath spoken it
Karena Septuagint adalah terjemahan pertama Perjanjian Lama (ibrani) ke dalam bahasa Yunani sebelum era Kristen; maka akan lebih mantap jika penelusuran tersebut dimulai dari Yesaya 40:4-5 versi Ibrani/Hebrew.
Thanks buat clue-nya, bro medice.
Kalo ditelusuri dari akar katanya, sepertinya memang tepat kalo Lukas menggunakan kata "sarx" dan bukan "antropos", karena dalam versi Septuaginta, Yesaya menggunakan kata "basar" yang sepadan dgn kata "sarx"
Leksikon Ibrani: "basar"
1) flesh
1a) of the body
1a1) of humans
1a2) of animals
1b) the body itself
1c) male organ of generation (euphemism)
1d) kindred, blood-relations
1e) flesh as frail or erring (man against God)
1f) all living things
1g) animals
1h) mankind
KBBI.... entry "daging":
1) ... 2) ... 3) ki tubuh manusia (sbg imbangan jiwa atau batin)
Menurut saya... LAI mau yang gampangnya saja.
===
Salam,
Bro Medice,
Menurut Anda, seharusnya LAI menerjahkan "sarx" dgn kata apa?
Kok IMHO kata "orang" adalah terjemahan yg paling pas untuk bahasa Indonesia...
-
Bro Medice,
Menurut Anda, seharusnya LAI menerjahkan "sarx" dgn kata apa?
Kok IMHO kata "orang" adalah terjemahan yg paling pas untuk bahasa Indonesia...
Kalo saya .... "tubuh"
:D
-
Bro Medice telah bersabda, jadi aku ikut ngangguk aja... :nod: :afro:
Masih dari KBBI => "bersabda" adalah khas Tuhan atau Raja/Penguasa. :D
Thanks buat clue-nya, bro medice.
Kalo ditelusuri dari akar katanya, sepertinya memang tepat kalo Lukas menggunakan kata "sarx" dan bukan "antropos", karena dalam versi Septuaginta, Yesaya menggunakan kata "basar" yang sepadan dgn kata "sarx"
Leksikon Ibrani: "basar"
1) flesh
1a) of the body
1a1) of humans
1a2) of animals
1b) the body itself
1c) male organ of generation (euphemism)
1d) kindred, blood-relations
1e) flesh as frail or erring (man against God)
1f) all living things
1g) animals
1h) mankind
Merci atas "basar" nya.
Saya cenderung ke 1f
Bro Medice,
Menurut Anda, seharusnya LAI menerjahkan "sarx" dgn kata apa?
Kok IMHO kata "orang" adalah terjemahan yg paling pas untuk bahasa Indonesia...
Menurut saya, seharusnya tetap dengan kata "daging". Sebab dalam versi TOBA EJAAN BARU, LAI justru konsisten dengan kata "DAGING"
sbb:
Luk 3:6 "Jala idaon ni nasa daging do haluaon na sian Debata!" [nasa = segenap, segala; haluaon = keselamatan; penebusan]
Lebih jauh, kata daging merujuk kepada semua mahluk hidup.... dan bukan hanya manusia. Sebab jika merujuk ke hanya manusia.... kata yang seharusnya digunakana adalah "PAMATANG" [Tubuh manusia].
Dalam komuni bahasa Batak, "PAMATANG NI KRISTUS = TUBUH KRISTUS"
===
Atau sekalian dengan kata : "semua ciptaan" atau "segenap mahluk" atau malah "semesta alam" karena kalau mengacu ke Yes 40:4-5... yang mau dikedepankan dari sisi Allah adalah KEMUALIAAN-NYA.
Sebagaimana lagu rohani: "Semua bunga ikut bernyanyi.... Segala rumput pun riang ria."
=====
Salam,
P.s
Bukan karena saya orang Batak (Toba) :D, tapi dalam banyak terjemahan ke berbagai bahasa Daerah oleh LAI, terjemahan ke dalam bahasa Batak Toba menurut saya yang lebih tepat.
Luk 3:6
Jawa ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e: "manungsa" [manusia/orang]
Batak Simalungun ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e : "jolma" [manusia/orang]
Batak Karo ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e. : "manusia" [manusia/orang]
====
Kata lain dari KS misalnya kata "exousia/power/kuasa di Roma 13:1 yg oleh LAI di TB diterjemahkan sbg PEMERINTAH/PENGUASA/Negara"
LAI Jawa ==> sejalan dengan LAI TB: "pangwasané negara"
LAI Karo ==> Sejalan dengan LAI TB: "pemerentah"
LAI Simalungun ==> Sejalan dengan LAI TB: "pamerentah"
LAI TOBA sendiri menerjemahkannya dengan: "namarsahala".
Sahala ==> kuasa yg ilahi/rohani.
Sebab Vulgata dan KJV merujuk kepada "omnis anima"/"every soul"/"Semua jiwa" ==> dan bukan "semua orang"
"13:1 Let every soul be subject unto the higher powers.
[perihal kata "exousia/power/kuasa" di Rom 13:1 ini dulu udah pernah saya bahas di AP, FK dan Batak_Gaul yahoo groups]
====
Salam,
-
Masih dari KBBI => "bersabda" adalah khas Tuhan atau Raja/Penguasa. :D
Merci atas "basar" nya.
Saya cenderung ke 1f
Menurut saya, seharusnya tetap dengan kata "daging". Sebab dalam versi TOBA EJAAN BARU, LAI justru konsisten dengan kata "DAGING"
sbb:
Luk 3:6 "Jala idaon ni nasa daging do haluaon na sian Debata!" [nasa = segenap, segala; haluaon = keselamatan; penebusan]
Lebih jauh, kata daging merujuk kepada semua mahluk hidup.... dan bukan hanya manusia. Sebab jika merujuk ke hanya manusia.... kata yang seharusnya digunakana adalah "PAMATANG" [Tubuh manusia].
Dalam komuni bahasa Batak, "PAMATANG NI KRISTUS = TUBUH KRISTUS"
===
Atau sekalian dengan kata : "semua ciptaan" atau "segenap mahluk" atau malah "semesta alam" karena kalau mengacu ke Yes 40:4-5... yang mau dikedepankan dari sisi Allah adalah KEMUALIAAN-NYA.
Sebagaimana lagu rohani: "Semua bunga ikut bernyanyi.... Segala rumput pun riang ria."
=====
Salam,
P.s
Bukan karena saya orang Batak (Toba) :D, tapi dalam banyak terjemahan ke berbagai bahasa Daerah oleh LAI, terjemahan ke dalam bahasa Batak Toba menurut saya yang lebih tepat.
Luk 3:6
Jawa ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e: "manungsa" [manusia/orang]
Batak Simalungun ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e : "jolma" [manusia/orang]
Batak Karo ==> sejalan dengan LAI TB/TL i.e. : "manusia" [manusia/orang]
====
Kata lain dari KS misalnya kata "exousia/power/kuasa di Roma 13:1 yg oleh LAI di TB diterjemahkan sbg PEMERINTAH/PENGUASA/Negara"
LAI Jawa ==> sejalan dengan LAI TB: "pangwasané negara"
LAI Karo ==> Sejalan dengan LAI TB: "pemerentah"
LAI Simalungun ==> Sejalan dengan LAI TB: "pamerentah"
LAI TOBA sendiri menerjemahkannya dengan: "namarsahala".
Sahala ==> kuasa yg ilahi/rohani.
Sebab Vulgata dan KJV merujuk kepada "omnis anima"/"every soul"/"Semua jiwa" ==> dan bukan "semua orang"
"13:1 Let every soul be subject unto the higher powers.
[perihal kata "exousia/power/kuasa" di Rom 13:1 ini dulu udah pernah saya bahas di AP, FK dan Batak_Gaul yahoo groups]
====
Salam,
waduhhhh mantaabbb Om :'o :'o :'o :afro: :afro: :afro:
-
Urun pndapat ya.
Saya sepakat dengan bro medice:
- mengacu kepada semua ciptaan [not only 'human being']
- mengacu kepada earthly [all flesh] Vs Divine [the salvation of God].
Mungkin "all flesh" bisa diterjemahkan dengan "yang fana". Jadi:
and the crooked shall be made straight, and the rough ways shall be made smooth; And all flesh shall see the salvation of God
yang bengkok akan diluruskan, yg tak rata akan dimuluskan; dan yang fana akan menjadi saksi keselamatan Allah.
------
Tapi, apakah all flesh/sarx bisa merepresentasikan semua ciptaan? Mengingat Allah juga menciptakan benda-benda mati seperti tanah, air, udara, dll.. ?
Cheers
Cheers
-
Tapi, apakah all flesh/sarx bisa merepresentasikan semua ciptaan? Mengingat Allah juga menciptakan benda-benda mati seperti tanah, air, udara, dll.. ?
Sejak kapan benda mati seperti tanah, air dan udara, termasuk 'flesh' ?
Syalom
-
Urun pndapat ya.
Saya sepakat dengan bro medice:
Mungkin "all flesh" bisa diterjemahkan dengan "yang fana". Jadi:
and the crooked shall be made straight, and the rough ways shall be made smooth; And all flesh shall see the salvation of God
yang bengkok akan diluruskan, yg tak rata akan dimuluskan; dan yang fana akan menjadi saksi keselamatan Allah.
------
Tapi, apakah all flesh/sarx bisa merepresentasikan semua ciptaan? Mengingat Allah juga menciptakan benda-benda mati seperti tanah, air, udara, dll.. ?
Cheers
Cheers
Untuk benda mati, pasti ada kata Yunani yang ditujukan untuk maksud tersebut.
Bukankah seperti itu Bro
:D
-
Emmm...sbnrnya apa yg jadi latar blakang alasan ptanyaan ini ya?
-
Emmm...sbnrnya apa yg jadi latar blakang alasan ptanyaan ini ya?
Pertanyaan ini sebagai lanjutan dari pemikiran, apakah keselamatan untuk orang pilihan ataukah untuk semua orang.
Begitu Bro Siip.
:)
-
Hadjiahhhh
Salah satu praktek yg kurang saya stujui dari calvinist adl mnafsirkan makna dg dsesuaikan konsep.
Skalipun kita artikan itu sbg 'semua manusia' tp mreka akan mnafsirkannya dg 'semua manusia pilihan (saja)'.
-
Hadjiahhhh
Salah satu praktek yg kurang saya stujui dari calvinist adl mnafsirkan makna dg dsesuaikan konsep.
Skalipun kita artikan itu sbg 'semua manusia' tp mreka akan mnafsirkannya dg 'semua manusia pilihan (saja)'.
Dan kelanjutannya, bagaimana menafsir Alkitab. (ntar saya bikin thread baru untuk mendapatkan masukan dari teman2 .... kalo ga repot) :)
Sebagai contoh :
οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ θεὸς τὸν κόσμον, ὥστε τὸν υἱὸν τὸν μονογενῆ ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται ἀλλ᾽ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον. (Joh 3:16 BGT)
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting. (Joh 3:16 DRA)
Kita semua pasti percaya bahwa penulis Kitab Suci mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus.
Pemilihan kata pasti mempunyai makna tertentu.
Seandainya keselamatan ditujukan kepada "orang pilihan", mengapa dipakai phrase kata "κόσμον/dunia"
Mengapa tidak langsung dituliskan phrase kata "orang pilihan"
:)
-
Dan kelanjutannya, bagaimana menafsir Alkitab. (ntar saya bikin thread baru untuk mendapatkan masukan dari teman2 .... kalo ga repot) :)
Sebagai contoh :
οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ θεὸς τὸν κόσμον, ὥστε τὸν υἱὸν τὸν μονογενῆ ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται ἀλλ᾽ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον. (Joh 3:16 BGT)
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting. (Joh 3:16 DRA)
Kita semua pasti percaya bahwa penulis Kitab Suci mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus.
Pemilihan kata pasti mempunyai makna tertentu.
Seandainya keselamatan ditujukan kepada "orang pilihan", mengapa dipakai phrase kata "κόσμον/dunia"
Mengapa tidak langsung dituliskan phrase kata "orang pilihan"
:)
Sori nyerobot bro phooey,
IMO, secara tata bahasa, kata "the world" di situ adalah objek dari God's love ( for God so loved the world).
Sementara yg menjadi objek penyelamatan Allah adalah yg bagian "whosoever believeth in him" (whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting).
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Yg merah adalah penyebab.
Yg hijau adalah proses.
Yg biru adalah hasil.
Cheers
-
Sori nyerobot bro phooey,
IMO, secara tata bahasa, kata "the world" di situ adalah objek dari God's love ( for God so loved the world).
Sementara yg menjadi objek penyelamatan Allah adalah yg bagian "whosoever believeth in him" (whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting).
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Yg merah adalah penyebab.
Yg hijau adalah proses.
Yg biru adalah hasil.
Cheers
IMO, perihal ayat 16 tsb, tidak ada hubungannya dengan persoalan sebab; proses; dan hasil.
====
whosoever = whoever = any person at all ==> merujuk pada kata "the world" ; believeth in him adalah kriteria/syarat (yg harus dipenuhi).
Frasa: "that whosoever believeth in Him" secara tegas sudah menyatakan 'peran' dari "Free-will" si "whoever" ybs.
Siapa pun/no matter who .... sepanjang dia memenuhi kriteria i.e. percaya kepada Kristus, maka ia tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
====
Sebenarnya gak perlu memusingkan ayat "16" karena di ayat 15 sebelumnya ini sudah tegas dinyatakan siapa saja yg dimaksud:
15) supaya setiap orang (whosoever = whoever = any person at all= no matter who) yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
====
Salam,
-
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Yg merah adalah penyebab.
Yg hijau adalah proses.
Yg biru adalah hasil.
Yang merah adalah Sebab.
Yang ijo adalah adanya proses Akibat dari merah
Yang biru adalah adanya proses, Akibat dari ijo
Yang ungu adalah hasil akhir akibat dari biru.
Mata rantai SebabAkibat, gitu loh ... :D
IMO loh ...
:)
salam.
-
@ teman2 semua.
Apakah penggunaan kata "flesh"/daging memiliki makna tertentu ??? :what:
Karena bila dibandingkan dengan terjemahan Indonesia yang menggunakan "orang" tentunya memiliki makna yang berbeda sama sekali.
:)
5 Every valley shall be filled, and every mountain and hill shall be brought low; and the crooked shall be made straight, and the rough ways shall be made smooth; 6 And all flesh shall see the salvation of God. (Luk 3:4-6 KJV)
Utk ayat ini, saya mengertikannya itu= gaya bahasa :).
Every valley shall be filled
Every mountain and hill shall be brought low
The crooked shall be made straight
The rough ways shall be made smooth
All flesh shall see the salvation of God
All "flesh" (dgn tanda petik) imo= semua makhluk hidup. Dan kalo menurut odading sih, nggak perlu dikaitkan ke : apakah itu manusia/binatang/amuba/bakteri/roh jahat/roh baik/terumbu karang, dlsb ....hehehe.... :D.
:)
salam.
-
5 Every valley shall be filled, and every mountain and hill shall be brought low; and the crooked shall be made straight, and the rough ways shall be made smooth; 6 And all flesh shall see the salvation of God. (Luk 3:4-6 KJV)
Utk ayat ini, saya mengertikannya itu= gaya bahasa :).
Every valley shall be filled
Every mountain and hill shall be brought low
The crooked shall be made straight
The rough ways shall be made smooth
All flesh shall see the salvation of God
All "flesh" (dgn tanda petik) imo= semua makhluk hidup. Dan kalo menurut odading sih, nggak perlu dikaitkan ke : apakah itu manusia/binatang/amuba/bakteri/roh jahat/roh baik/terumbu karang, dlsb ....hehehe.... :D.
:)
salam.
Justru hal ini menurut saya sangat penting Bro Oda.
Konsep penciptaan sangat penting.
Karena merupakan cara pandang terhadap hasil ciptaan sendiri.
:D
-
Mnrt saya, kata 'all flesh' di ayat itu kurang mustajab utk counter unconditional election krn disitu konteksnya adalah :
All flesh shall 'see' the salvation of God.
Pd dasarnya memang 'all flesh shall see'. Pan cuma 'see'.
Hahahaha...
Sama spt 'semua lutut bertelut' dan 'semua lidah mengaku', memang semua bertelut dan mengaku bhw Yesus Kristus adl Tuhan yg mana bisa ditafsirkan org yg tidak pcaya pun akan btelut dan mngaku pd saat kedatanganNya yang kedua, hanya saja sudah terlambat.
----------
Ayat yg lebih dapat dgunakan mnrt saya adalah ini :
1 Tim 2:3-4
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Tp ayat inipun nanti akan dibelokkan ke arah 'hanya orang percaya saja'.
Hehehe
-
Mnrt saya, kata 'all flesh' di ayat itu kurang mustajab utk counter unconditional election krn disitu konteksnya adalah :
All flesh shall 'see' the salvation of God.
Pd dasarnya memang 'all flesh shall see'. Pan cuma 'see'.
Hahahaha...
Sama spt 'semua lutut bertelut' dan 'semua lidah mengaku', memang semua bertelut dan mengaku bhw Yesus Kristus adl Tuhan yg mana bisa ditafsirkan org yg tidak pcaya pun akan btelut dan mngaku pd saat kedatanganNya yang kedua, hanya saja sudah terlambat.
----------
Ayat yg lebih dapat dgunakan mnrt saya adalah ini :
1 Tim 2:3-4
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Tp ayat inipun nanti akan dibelokkan ke arah 'hanya orang percaya saja'.
Hehehe
Wkwkwkwkw
Bener juga Bro .... kan cuman melihat ....
:rofl:
Kenapa saya katakan cara pandang awal.
Bila dari Predestinasi, sejak awal Allah memilih.
Yang dipilih "selamat" dan tidak dipilih "binasa"
Tentunya berbeda bila dilihat dari sudut pandang "Allah menginginkan semua selamat".
Perbedaannya akan berlanjut pada, ada tidaknya faktor "kehendak bebas".
Kalo predestinasi Calvin, tidak ada kehendak bebas.
:D
-
Justru hal ini menurut saya sangat penting Bro Oda.
Konsep penciptaan sangat penting.
Karena merupakan cara pandang terhadap hasil ciptaan sendiri.
:D
Lah tapi kan ayat tsb nggak sedang ngomongin konsep penciptaan, phooey :).
"All flesh shall see"
Tetep menurut saya itu gaya bahasa ...hehehe :ballspin:
1. "flesh/daging" tentu bukan ngrujuk literal daging seonggok
2. "shall/akan" tidak bisa diketahui secara jelas KAPAN
3. "see/melihat" juga tidak jelas (ambigu) apakah literal melihat dgn biiji mata semasa orang2 hidup di bumi ? ataukah "melihat" dgn tanda petik ?
4. Dengan menggunakan kata "ALL", menuntun ke kesimpulan bhw KAPAN-nya itu : bisa "sudah-sedang-akan" terjadi s/d fully tercapai ALL NANTI ... bisa juga tidak ada "sudah-sedang", melainkan literally AKAN/NANTI (saat ini belum terjadi).
So, terjemahan versi odading :
Semua ciptaan (yg berupa makhluk hidup) akan melihat ---> Dimana abu2 tidak memerlukan penelaahan lebih jauh, apakah itu manusia/binatang/bakteri/keong/kerang dlsb ---> dan ini gaya bahasa ... hehehe :D.
:)
salam.
-
Ayat yg lebih dapat dgunakan mnrt saya adalah ini :
1 Tim 2:3-4
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Tp ayat inipun nanti akan dibelokkan ke arah 'hanya orang percaya saja'.
Hehehe
Diganti satu kata dan ditambah satu kata sambung, ayat diatas amat sangat mendukung predestinasi.
"yang menghendaki supaya semua orang YANG diselamatkan dan AKAN memperoleh pengetahuan akan kebenaran"
hehehe :D.
-
Diganti satu kata dan ditambah satu kata sambung, ayat diatas amat sangat mendukung predestinasi.
"yang menghendaki supaya semua orang YANG diselamatkan dan AKAN memperoleh pengetahuan akan kebenaran"
hehehe :D.
Tolong jangan memiliki kebiasaan mengganti apa yang sudah tertulis sebagai ayat ayat Kitab Suci, bro.
Syalom
-
Sori nyerobot bro phooey,
IMO, secara tata bahasa, kata "the world" di situ adalah objek dari God's love ( for God so loved the world).
Sementara yg menjadi objek penyelamatan Allah adalah yg bagian "whosoever believeth in him" (whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting).
For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Yg merah adalah penyebab.
Yg hijau adalah proses.
Yg biru adalah hasil.
Cheers
Penekanan saya kepada : Allah mencintai dunia.
Kalaupun ada yang tidak selamat, bukan penetapan dari Pihak Allah.
:D
-
Tolong jangan memiliki kebiasaan mengganti apa yang sudah tertulis sebagai ayat ayat Kitab Suci, bro.
Syalom
Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai FIKers.
Husada sepakat kepada salt. Kurang layak menggonta-ganti kata-kata dalam Alkitab.
Damai, damai, damai.
-
Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai FIKers.
Husada sepakat kepada salt. Kurang layak menggonta-ganti kata-kata dalam Alkitab.
Damai, damai, damai.
Kalo urusan seperti ini ....
Om Salt kereng bin galak....
:giggle: