Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Dengan non Kristen => Topic started by: St Yopi on September 19, 2012, 01:36:19 PM
-
Sekedar bertanya strik, apakah dalam Al Qur'an tidak ada ayat yang menyatakan bahwa kitab-kitab terdahulu (dari Al Qur'an) sudah diturunkan, yaitu Zabur, Talmud, dan Injil sebelum Al Qur'an diturunkan? Pertanyaan lanjutannya, jika Al Qur'an diturunkan melalui Muhammad, lantas Zabur, Talmud, dan Injil itu diturunkan melalui siapa? Tidakkah disebut dalam Al Qur'an? Ini pemikiran striker sendiri atau ada ayat Al Qur'an menjelaskan begitu? Menurut Injil Matius, Markus, Lukas , dan Yohanes, dikatakannya, Jesus Kristus disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Pada hari ketiga, bangkit dari antara orang mati. Kemudian naik ke surga, tidak membawa apa-apa. Memang kita tidak punya cara lain selain menunggu strik. Seperti yang pernah dikatakan Jesus Kristus itu, tidak ada jalan lain selain melalui Dia untuk datang kepada Bapa, dan Dia dan Bapa adalah satu.
Silahkan yang berkepentingan menjawab, dalam hal ini tentu saja Sdr. Striker dkk
-
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian.
Berhubung starter postingnya disalin dari postingan saya di trit lain, rasanya terbebani untuk memperjelas pertanyaannya.
Saya mengajukan pertanyaan itu sebenarnya untuk memastikan pemahaman striker mengenai turunnya suatu Kitab Suci. Saya menanyakan itu terpicu oleh pernyataan striker, sepanjang yang dapat saya tangkap, seolah-olah striker menganggap bahwa dengan naiknya Jesus Kristus (striker bilang Isa) ke sorga, Dia membawa ajaranNya (striker artikan Injil 'asli') [mohon klarifikasi dari striker].
Dari berbagai interaksi di dumay ini, saya menyimpulkan, striker dan kawan-kawan penganut Islam memahami bahwa Talmud, Zabur, dan Injil telah diturunkan sebelum Al Qur'an diturunkan. Nah, katanya, Al Qur'an diturunkan melalui Muhammad dalam kurun waktu 22 tahun lebih (cmiiw). Pertanyaan itu saya ajukan untuk mengetahui apakah metode penurunan Kitab Suci itu menurut kawan-kawan penganut Islam melalui prosedur yang sama? Artinya, apakah proses penurunan Talmud, Zabur, dan Injil sama dengan penurunan Al Qur'an?
Saya pikir ini penting. Sebab, salah satu perbedaan pemahaman mengenai metode penurunan Kitab Suci ini menjadi sesuatu yang sangat sering menimbulkan persimpangan-persimpangan pikiran. Wajar dan lazim. Dengan satu metode dan satu sumber saja terdapat persimpangan pemahaman bagi mereka yang hidup beratus tahun setelah peristiwa penurunan tersebut. Apalagi kalau metode penurunannya berbeda, akan memperlebar persimpangan pikiran tersebut.
Damai, damai, damai.
-
Thread ini akan di lock juga kah?
-
Thread ini akan di lock juga kah?
Tanya kenapa?
-
Thread ini akan di lock juga kah?
Baru pemanasan kok udah finish bang? :what: :D
-
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian.
Baru pemanasan kok udah finish bang? :what: :D
:grining: Membaca postingan Wing Broke ini, terus terang, saya jadi ingat istilah yang pernah populer, editansil (ejakulasi dini tanpa hasil) :grining:
Wing, postingan di atas hanya menanyakan apakah trit ini akan dikunci juga. Tentu akan dikunci kalau pembahasan sudah melebar kemana-mana tak tentu arah, atau karena kondisi-kondisi lain yang bertentangan dengan aturan forum. Trit ini masih on the right track, sebab dibahas di Diskusi Dengan Non Kristen, dan Diskusi Tanya Jawab.
Jangan risau Wing. Meski pertanyaan di trit ini ditujukan kepada striker, saya kira, karena Wing Broke juga memahami pertanyaannya, Wing Broke bisa berpartisipasi. Yahhh... bila perlu, melalui gaya bahasa yang bagaimana untuk menjaga agar striker tidak merasa diserobot, gitu. Kita di sini adalah untuk berbagi kok. :grining:
Damai, damai, damai.
-
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian. :grining: Membaca postingan Wing Broke ini, terus terang, saya jadi ingat istilah yang pernah populer, editansil (ejakulasi dini tanpa hasil) :grining:
:D asal bukan pengalaman pribadi aja bang. :blush: :whistle:
-
Jangan risau Wing. Meski pertanyaan di trit ini ditujukan kepada striker, saya kira, karena Wing Broke juga memahami pertanyaannya, Wing Broke bisa berpartisipasi. Yahhh... bila perlu, melalui gaya bahasa yang bagaimana untuk menjaga agar striker tidak merasa diserobot, gitu. Kita di sini adalah untuk berbagi kok. :grining:
Gitu ya bang?
Klu ada kesalahan, tolong diluruskan ya brader striker? ... sebelumnya saya minta maaf atas kelancangan ini .. :scold: :deal:
Diantara Kitab-Kitab yg diturunkan kepada para Nabi, ada yg disebut dan ada yg tidak disebut dalam al-Quran. Kaum muslimin hanya diwajibkan mengimaninya secara umum. Allah berfirman,
dan katakanlah : "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah ... “ (Qs. Asy-Syuura: 15)
Sedangkan kitab-kitab yg disebut dalam al-Quran adalah Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, dan al-Quran kepada Nabi Muhammad.
Taurat:
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya ( berturut-turut ) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran ( mukjizat ) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.” (Qs. al-Baqarah: 87).
Zabur:
"...Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (Qs. An-Nisaa':163)
Injil:
"Kemudian Kami iringi dibelakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. (Qs. Al-Hadiid: 27)
Mengenai metode diturunkannya wahyu kepada para Nabi (kitab Nabi), al-Quran tidak begitu detil dan banyak menerangkan, Ibrahim dan Musa berupa suhuf (lembaran2) .... Mengenai Nabi Isa juga sedikit sekali al-Quran menerangkan. Jadi saya kurang tahu wahyu yg diberikan kepada Nabi Isa itu berupa lisan atau tulisan (teks). Allah berfirman,
dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu (Isa) menulis, hikmah, Taurat, dan Injil,.. (Qs. Al-Maidah: 110)
Maaf, klu g' sinkron lagi, soalnya g' tahu awal mulanya ... :idiot: :)
-
:D asal bukan pengalaman pribadi aja bang. :blush: :whistle:
Amit-amit. Meski bukan lagi 'pandangan hidup' dan 'pegangan hidup', sudah mulai 'perjuangan hidup', tapi belum sampai editansil kok. :grining:
-
Klu ada kesalahan, tolong diluruskan ya brader striker? ... sebelumnya saya minta maaf atas kelancangan ini .. :scold: :deal:
Jiahhahhaaa... selera humor WB termasuk tinggi juga, ya? Mosok dipentung dulu, kemudian menyalami dan minta maaf? Lucu.
Diantara Kitab-Kitab yg diturunkan kepada para Nabi, ada yg disebut dan ada yg tidak disebut dalam al-Quran. Kaum muslimin hanya diwajibkan mengimaninya secara umum. Allah berfirman,
dan katakanlah : "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah ... “ (Qs. Asy-Syuura: 15)
Sedangkan kitab-kitab yg disebut dalam al-Quran adalah Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, dan al-Quran kepada Nabi Muhammad.
Nah, pertanyaan yang terkandung dalam judul trit kira-kira ialah, apakah cara penurunan kitab-kitab tersebut sama seperti penurunan Al Qur'an? Adakah disebut dalam Al Qur'an? Soalnya, tidak semua partisipan forum ini (termauk saya) mendalami Al Qur'an.
Taurat:
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya ( berturut-turut ) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran ( mukjizat ) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.” (Qs. al-Baqarah: 87).
Zabur:
"...Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (Qs. An-Nisaa':163)
Injil:
"Kemudian Kami iringi dibelakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. (Qs. Al-Hadiid: 27)
Mengenai metode diturunkannya wahyu kepada para Nabi (kitab Nabi), al-Quran tidak begitu detil dan banyak menerangkan, Ibrahim dan Musa berupa suhuf (lembaran2) .... Mengenai Nabi Isa juga sedikit sekali al-Quran menerangkan. Jadi saya kurang tahu wahyu yg diberikan kepada Nabi Isa itu berupa lisan atau tulisan (teks). Allah berfirman,
dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu (Isa) menulis, hikmah, Taurat, dan Injil,.. (Qs. Al-Maidah: 110)
Maaf, klu g' sinkron lagi, soalnya g' tahu awal mulanya ... :idiot: :)
Weisss... selain berselera humor, WB ini juga low profile. Postingannya sangat sinkron dengan judul trit, malah bertanya seolah tidak sinkron. Awal mula trit ini, ya seperti postingan di atas WB. Anda belum ketinggalan awalnya karena awalnya memang segitu itu.
WB, terima kasih. Tapi, saya jadi pengen nanya. Bagaimana mengartikan Kami berikan kepadanya Injil? Maksud saya, bagaimana Injil itu diberikan kepada Isa? Apakah dengan Qs Al-Maidah: 110 itu bisa diartikan bahwa kepada Isa didiktekan ayat-ayat yang kemudian dituliskan oleh Isa? Kemudian setelah pendiktean itu selesai, maka tulisan-tulisan Isa itu dikumpulkan, da dijadikan Injil berupa buku?
Karena, dengan mengartikan Kami berikan kepadanya Injil, bisa juga diartikan bahwa pihak "Kami" memberikan Injil yang sudah berupa buku kepada Isa. Atau, pemahaman saya tidak sesuai dengan yang tercatat dalam Al Qur'an?
Begitu WB. Salam damai sejahtera menyertaimu.
-
Nah, pertanyaan yang terkandung dalam judul trit kira-kira ialah, apakah cara penurunan kitab-kitab tersebut sama seperti penurunan Al Qur'an? Adakah disebut dalam Al Qur'an? Soalnya, tidak semua partisipan forum ini (termauk saya) mendalami Al Qur'an.
WB, terima kasih. Tapi, saya jadi pengen nanya. Bagaimana mengartikan Kami berikan kepadanya Injil? Maksud saya, bagaimana Injil itu diberikan kepada Isa? Apakah dengan Qs Al-Maidah: 110 itu bisa diartikan bahwa kepada Isa didiktekan ayat-ayat yang kemudian dituliskan oleh Isa? Kemudian setelah pendiktean itu selesai, maka tulisan-tulisan Isa itu dikumpulkan, da dijadikan Injil berupa buku?
Karena, dengan mengartikan Kami berikan kepadanya Injil, bisa juga diartikan bahwa pihak "Kami" memberikan Injil yang sudah berupa buku kepada Isa. Atau, pemahaman saya tidak sesuai dengan yang tercatat dalam Al Qur'an?
Begitu WB. Salam damai sejahtera menyertaimu.
Seperti jawaban saya sebelumnya. Saya tidak tahu apakah wahyu (Injil) yg diberikan kepada Nabi Isa itu berupa tulisan (teks) ataukah secara lisan, karena al-Quran tidak memberikan secara detil mengenai hal itu. Al-Quran hanya menerangkan bahwa Nabi Isa diajarkan tulis menulis, diajarkan hikmah, dan diberikan Injil ... Sedangkan tentang al-Quran sendiri adalah merupakan wahyu terucap (lisan) yg diturunkan kepada Nabi Muhammad saw agar beliau membacakannya kepada manusia.
“Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. “ (QS. al- Isra’: 106).
Namun demikian, ulama tidak dapat memastikan apakah wahyu yg dibacakan kepada Nabi Muhammad saw itu seperti halnya kita membacakan serangkaian kalimat kepada orang lain, karena bagaimana cara wahyu diturunkan itu adalah urusan Allah, bagaimana caranya wahyu itu turun hanya Allah yg tahu, sedangkan kaum muslimin hanya berkewajiban mengimani wahyu itu diturunkan kepada para Nabi ... Begitu juga mengenai bagaimana cara Injil diturunkan, kaum muslimin tidak mengetahuinya secara pasti, karena itu urusan Allah, kami hanya berkewajiban mengimani kalau Injil itu telah diberikan kepada Nabi Isa.
Begitu pemahaman saya bang. Maaf, klu jawaban saya tidak seperti yg diharapkan bang Husada .... :)
Btw, salam jumpa kembali bang Husada, bang Bruce, bang Leonardo, dan brader Striker ... teman lama di LT. :hug: :flower1:
-
Karena udah lamaaa g' ketemu, pasti udah mulai nampak keriput dan cewek-cewek mulai males melihatnya .... :'o :o
Pis .. :deal:
-
Damai sejahtera menyertaimu WB.
Seperti jawaban saya sebelumnya. Saya tidak tahu apakah wahyu (Injil) yg diberikan kepada Nabi Isa itu berupa tulisan (teks) ataukah secara lisan, karena al-Quran tidak memberikan secara detil mengenai hal itu. Al-Quran hanya menerangkan bahwa Nabi Isa diajarkan tulis menulis, diajarkan hikmah, dan diberikan Injil ... Sedangkan tentang al-Quran sendiri adalah merupakan wahyu terucap (lisan) yg diturunkan kepada Nabi Muhammad saw agar beliau membacakannya kepada manusia.
Mmm... begitu. :nod:
“Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. “ (QS. al- Isra’: 106).
:nod: Ya, tentang berangsur-angsur ini, kalau tidak salah ingat, striker sudah pernah bilang, katanya lebih dari 22 tahun, nggih? Tolong diluruskan kalo melenceng.
Namun demikian, ulama tidak dapat memastikan apakah wahyu yg dibacakan kepada Nabi Muhammad saw itu seperti halnya kita membacakan serangkaian kalimat kepada orang lain, karena bagaimana cara wahyu diturunkan itu adalah urusan Allah, bagaimana caranya wahyu itu turun hanya Allah yg tahu, sedangkan kaum muslimin hanya berkewajiban mengimani wahyu itu diturunkan kepada para Nabi ...
Ooo begitu. :nod: Kalau demikian, bahwa bagaimana teknik penurunan wahyu itu kepada Muhammad tidak diinformasikan dalam Al Qur'an, apakah tidak ada risalah lain yang menginformaikannya? :think: Mungkin catatan dari orang yang menyaksikannya? :think1: Begitu juga mengenai bagaimana cara Injil diturunkan, kaum muslimin tidak mengetahuinya secara pasti, karena itu urusan Allah, kami hanya berkewajiban mengimani kalau Injil itu telah diberikan kepada Nabi Isa.
Ooo begitu. :nod: Artinya, kalau ada seorang yang mengaku Muslimin, bercerita bahwa penurunan Injil kepada Isa adalah sama seperti pewahyuan Al Qur'an kepada Muhammad yang nota bene tidak diketahui secara persis, maka bisa disimpulkan bahwa orang itu berbohong?
Begitu pemahaman saya bang. Maaf, klu jawaban saya tidak seperti yg diharapkan bang Husada .... :)
:hi: Makasih informasinya WB. Saya tidak kompeten menentukan jawaban WB. :grining: Tolong jangan panggil bang kepada saya, membuat saya merasa tua. Ijinkan saya tetap merasa muda, dengan tidak dipanggil bang, ato Om, ato Om...pung, ato lainnya. :grining:
Btw, salam jumpa kembali bang Husada, bang Bruce, bang Leonardo, dan brader Striker ... teman lama di LT. :hug: :flower1:
:hug: :deal: Selamat datang, selamat bergabung. Forum ini kurang ramai tanpa WB. :grining:
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian.
-
Karena udah lamaaa g' ketemu, pasti udah mulai nampak keriput dan cewek-cewek mulai males melihatnya .... :'o :o
Pis .. :deal:
Eh, sebagian cewek mungkin begitu. Tapi, melihat perut yang sudah semakin maju, dikira berbanding lurus dengan ketebalan dompet, malah sebagian cewek makin mendekat, tuh? :dance:
-
Damai sejahtera menyertaimu WB.Mmm... begitu. :nod:
:nod: Ya, tentang berangsur-angsur ini, kalau tidak salah ingat, striker sudah pernah bilang, katanya lebih dari 22 tahun, nggih? Tolong diluruskan kalo melenceng.
Siip ... 22 tahun, 2 bulan, 22 hari, klu g' salah
Ooo begitu. :nod: Kalau demikian, bahwa bagaimana teknik penurunan wahyu itu kepada Muhammad tidak diinformasikan dalam Al Qur'an, apakah tidak ada risalah lain yang menginformaikannya? :think: Mungkin catatan dari orang yang menyaksikannya? :think1:
Sudah diinformasikan berdasar ayat di atas, yaitu secara lisan atau diucapkan kepada Nabi Muhammad ... hanya saja pengertian penyampaian secara lisan itu apakah sama pengertiannya dg kita menyampaikan sesuatu secara lisan kepada orang lain. Itu yg kita tidak tahu, mengingat itu adalah wahyu yg berasal dari Allah, jdi itu adalah urusan Allah, kita hanya wajib mempercayainya bahwa wahyu itu adalah dari Allah untuk para Nabi.
Apakah ada yg berpendapat lain, hingga kini saya masih belum menjumpainya ... barangkali brader striker punya keterangan lain.
Ooo begitu. :nod: Artinya, kalau ada seorang yang mengaku Muslimin, bercerita bahwa penurunan Injil kepada Isa adalah sama seperti pewahyuan Al Qur'an kepada Muhammad yang nota bene tidak diketahui secara persis, maka bisa disimpulkan bahwa orang itu berbohong? :
Bukan, barangkali tepatnya adalah perbedaan dalam memahami sesuatu. :)
Tolong jangan panggil bang kepada saya, membuat saya merasa tua. Ijinkan saya tetap merasa muda, dengan tidak dipanggil bang, ato Om, ato Om...pung, ato lainnya. :grining:
Siap mas! ... apa sekarang mas Husada merasa lebih muda. :afro1:
-
Eh, sebagian cewek mungkin begitu. Tapi, melihat perut yang sudah semakin maju, dikira berbanding lurus dengan ketebalan dompet, malah sebagian cewek makin mendekat, tuh? :dance:
Manstaaab! :afro1:
-
Siap mas! ... apa sekarang mas Husada merasa lebih muda. :afro1:
:grining: Seperti 17-an maksudnya? 17-an itu terjadi pada Agustus, sementara sekarang sudah September. :grining:
Okelah, makasih. Artinya, Al Qur'an itu diwahyukan kepada Muhammad, kemudian dirisalahkan para pengikutnya, dan diimani oleh Muslimin, nggigh?
-
:grining: Seperti 17-an maksudnya? 17-an itu terjadi pada Agustus, sementara sekarang sudah September. :grining:
Okelah, makasih. Artinya, Al Qur'an itu diwahyukan kepada Muhammad, kemudian dirisalahkan para pengikutnya, dan diimani oleh Muslimin, nggigh?
:afro:
-
@St Yopi.
Dengan demikian, apakah pertanyaan di benak Yopi sudah terjawab?
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian, sekarang sampai selamanya.
-
@St Yopi.
Dengan demikian, apakah pertanyaan di benak Yopi sudah terjawab?
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian, sekarang sampai selamanya.
Tentu saja belum bro, sebab dari Kristen dan Yahudi tidak mengklaim jatuh dari langit, semua bukti menunjukkan bahwa baik Taurat/PL maupun Injil/PB DITULIS oleh para Nabi dan para Rasul dengan tuntunan Roh Kudus (Allah).
Jadi, klaim dari pihak muslim adalah klaim sepihak, kecuali pihak muslim bisa menunjukkan bukti2, dengan catatan, bukti tersebut bukan dari Alquran melainkan dari luar Alquran!
Kalau bukti dari Alquran, berarti yang memberikan bukti tersebut sedang melawak!
-
Tentu saja belum bro, sebab dari Kristen dan Yahudi tidak mengklaim jatuh dari langit, semua bukti menunjukkan bahwa baik Taurat/PL maupun Injil/PB DITULIS oleh para Nabi dan para Rasul dengan tuntunan Roh Kudus (Allah).
Jadi, klaim dari pihak muslim adalah klaim sepihak, kecuali pihak muslim bisa menunjukkan bukti2, dengan catatan, bukti tersebut bukan dari Alquran melainkan dari luar Alquran!
Kalau bukti dari Alquran, berarti yang memberikan bukti tersebut sedang melawak!
Saya malah g' ngerti maksud bang Yopi ini.
Siapa yg mengatakan PL/PB jatuh dari langit? .... Klu bang Yopi mengikuti diskusi saya dg mas Husada, tentu mengetahui duduk perkaranya ... Saya hanya mengatakan bahwa kaum muslimin mengimani kalu para Nabi diutus oleh Allah diberi wahyu (Kitab) ... Injil telah diberikan kepada Nabi Isa. Bagaimana cara pemberian wahyu? Wallahu a'lam, al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai hal tsb, itu urusan Allah.... Jadi, saya tidak pernah mengklaim apapun tentang PL maupun PB.
Saya tegaskan. Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran. Kaum muslimin hanya berkewajiban untuk percaya/beriman klu Kitab2 tersebut telah diberikan kepada para Nabi-Nya.
-
Saya malah g' ngerti maksud bang Yopi ini.
Siapa yg mengatakan PL/PB jatuh dari langit? .... Klu bang Yopi mengikuti diskusi saya dg mas Husada, tentu mengetahui duduk perkaranya ... Saya hanya mengatakan bahwa kaum muslimin mengimani kalu para Nabi diutus oleh Allah diberi wahyu (Kitab) ... Injil telah diberikan kepada Nabi Isa. Bagaimana cara pemberian wahyu? Wallahu a'lam, al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai hal tsb, itu urusan Allah.... Jadi, saya tidak pernah mengklaim apapun tentang PL maupun PB.
Saya tegaskan. Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran. Kaum muslimin hanya berkewajiban untuk percaya/beriman klu Kitab2 tersebut telah diberikan kepada para Nabi-Nya.
Apa definisi Injil yang dipercaya oleh umat Muslim bro? Sepertinya masih bingung juga ya?
Salam
-
Damai sejahtera menyertai FIKers sekalian.
@Yopi, salam hangat.
Yop, dalam hal tanya jawab yang terhormat, saya pikir, memang pantas dan layak para partisipan saling memperhatikan apa yang disampaikan oleh pasangan diskusinya. Bila masih nyambung, diskusi berlanjut. Jika sudah tidak nyambung, maka saling menanyakan ketidaknyambungan, atau saling meminta penjelasan lanjutan, untuk mempersambungkan kembali. Jika sudah sampai pada titik tidak ada ketersambungan, maka sebaiknya diskusi atau tanya jawab dihentikan. Sebab bila diteruskan juga, akan cenderung melebar kemana-mana dan tidak mustahil justru menjadi ajang saling merasa tidak nyaman.
@WB, salam hangat.
Saya malah g' ngerti maksud bang Yopi ini.
Mungkin Yopi berkenan menjelaskan maksudnya kepada WB mengenai apa saja yang WB tidak mengerti.
Saya hanya mengatakan bahwa kaum muslimin mengimani kalu para Nabi diutus oleh Allah diberi wahyu (Kitab) ... Injil telah diberikan kepada Nabi Isa. Bagaimana cara pemberian wahyu? Wallahu a'lam, al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai hal tsb, itu urusan Allah.... Jadi, saya tidak pernah mengklaim apapun tentang PL maupun PB.
Saya jadi lebih ingin tahu pemahaman WB mengenai yang saya garisbawahi di atas. Menurut WB, wahyu kepada Isa itu, diberikan atau diturunkan, apakah dalam bentuk kitab seperti yang Anda maksudkan dalam kurung di atas? Tentang cara pemberian wahyu kepada Isa, kiranya yang saya tangkap, WB tidak mengetahuinya. Tetapi bentuk wahyu termaksud, apakah dalam bentuk kitab (seperti yang Anda tulis dalam kurung itu)?
Saya tegaskan. Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran. Kaum muslimin hanya berkewajiban untuk percaya/beriman klu Kitab2 tersebut telah diberikan kepada para Nabi-Nya.
Baiklah, saya cukup dapat mengartikan penegasan Anda. Tapi, mungkin hanya sedikit, atau malah hanya WB sorangan yang berpemahaman seperti itu (Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran). Sebab, adalah fakta, banyak kisah-kisah yang dikisahkan dalam Alkitab (PB dan PL) mirip dengan kisah-kisah yang dikisahkan dalam Al Qur'an. Mosok sih Anda tidak pernah tergoda untuk mencari tahu, mana yang lebih benar antara kisah-kisah yang sudah ratusan tahun dikisahkan dengan kisah-kisah dikisahkan setelah tahun 500an?. Apakah WB serta merta lebih memilih menerima kisah-kisah terbaru, meskipun di bahagian kisah terbaru itu WB dianjurkan mempercayai bahwa sudah ada kisah-kisah yang mirip dengan itu terdahulu?
Betapa diskusi ini semakin menggembirakan, bila WB berkenan menjelaskan.
Damai sejahtera menyertaimu WB.
-
Apa definisi Injil yang dipercaya oleh umat Muslim bro? Sepertinya masih bingung juga ya?
Salam
Seperti yg sudah dijelaskan, Injil adalah wahyu Allah yg deberikan kepada Nabi Isa, bang.
-
Baiklah, saya cukup dapat mengartikan penegasan Anda. Tapi, mungkin hanya sedikit, atau malah hanya WB sorangan yang berpemahaman seperti itu (Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran). Sebab, adalah fakta, banyak kisah-kisah yang dikisahkan dalam Alkitab (PB dan PL) mirip dengan kisah-kisah yang dikisahkan dalam Al Qur'an. Mosok sih Anda tidak pernah tergoda untuk mencari tahu, mana yang lebih benar antara kisah-kisah yang sudah ratusan tahun dikisahkan dengan kisah-kisah dikisahkan setelah tahun 500an?. Apakah WB serta merta lebih memilih menerima kisah-kisah terbaru, meskipun di bahagian kisah terbaru itu WB dianjurkan mempercayai bahwa sudah ada kisah-kisah yang mirip dengan itu terdahulu?
Betapa diskusi ini semakin menggembirakan, bila WB berkenan menjelaskan.
Damai sejahtera menyertaimu WB.
Kebalik brader, malah banyak muslim yg g' tahu apa itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Barangkali mereka yg akrab dg internet atau memang sengaja mempelajari perbandingan agama yg mengetahuinya.
Tentu mas Husada ngertilah bagaimana Alkitab dalam pandangan Islam, dan bagaimana kedudukan al-Quran sebagai wahyu Allah bagi kaum muslimin .... Andaikata dikemudian hari ada yg mengklaim telah menemukan Kitab Taurat dan Injil asli, sama sekali tidak berpengaruh bagi kaum muslimin mas, karena telah ada al-Quran ... seperti yg telah saya jelaskan berkali-kali bahwa kaum muslimin hanya berkewajiban mengimani saja bahwa Kitab2 tersebut telah diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa bagi umat2-nya.
-
Seperti yg sudah dijelaskan, Injil adalah wahyu Allah yg deberikan kepada Nabi Isa, bang.
Wahyu yang bagaimana yang diterima Isa, bro?
Begini, kalau dari Musa, kita (Islam dan Kristen) mungkin mengetahui apa itu Taurat, dan ajaran serta larangan dalam Taurat, betul ya.
Bagaimana dengan Isa dan InjilNya ? Kalau kami (Kristen) mengetahui apa itu Injil Nya, sedangkan kalau dari Islam, apa yang dipelajari dari kedatangan Isa ? Saya yakin Isa dianggap sebagai sala satu nabi terbesar dalam Islam (disamping Muhamad dan Ibrahim), nah bukankah aneh kalau sebagai nabi besar tidak ketahuan apa yang diajarkanNya?
Salam
-
Saya malah g' ngerti maksud bang Yopi ini.
Siapa yg mengatakan PL/PB jatuh dari langit? .... Klu bang Yopi mengikuti diskusi saya dg mas Husada, tentu mengetahui duduk perkaranya ... Saya hanya mengatakan bahwa kaum muslimin mengimani kalu para Nabi diutus oleh Allah diberi wahyu (Kitab) ... Injil telah diberikan kepada Nabi Isa. Bagaimana cara pemberian wahyu? Wallahu a'lam, al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai hal tsb, itu urusan Allah.... Jadi, saya tidak pernah mengklaim apapun tentang PL maupun PB.
Saya tegaskan. Keberadaan Taurat maupun Injil sekarang tidaklah penting bagi kaum muslimin, karena sudah ada al-Quran. Kaum muslimin hanya berkewajiban untuk percaya/beriman klu Kitab2 tersebut telah diberikan kepada para Nabi-Nya.
Al-Quran atau Quran (bahasa Arab: القرآن al-Qur'ān) ialah Kitab Suci bagi umat Islam. Menurut ajaran Islam, al-Quran ialah wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. melalui perantaraan Malaikat Jibril yang sampai ke zaman sekarang secara mutawatir. Perihal diturunkan Al-Quran mempunyai kaitan rapat dengan Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara beransur-ansur dalam tempoh 23 tahun.
Dalam salah satu ayat yang terdapat di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kamilah yang akan menjaganya". (Al-Hijr 15:9)
(Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil. (Ali Imran)
Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. (An Nisa)
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al-Maa`idah)
Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. (Al-Baqarah)
Semua kitab turun pada bulan Ramadan
Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad, kesemua kitab-Kitab Suci tersebut turun pada bulan Ramadan, shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.
Menurut Muhammad, ketiga Kitab Suci yaitu Taurat (PL), Injil (PB) dan Alquran dibawa utuh2 oleh Malaikat Jibril (Gabriel).
Nah, saya minta dibuktikan diluar ayat2 Alquran.
Semoga dimengerti
-
Wahyu yang bagaimana yang diterima Isa, bro?
Begini, kalau dari Musa, kita (Islam dan Kristen) mungkin mengetahui apa itu Taurat, dan ajaran serta larangan dalam Taurat, betul ya.
Bagaimana dengan Isa dan InjilNya ? Kalau kami (Kristen) mengetahui apa itu Injil Nya, sedangkan kalau dari Islam, apa yang dipelajari dari kedatangan Isa ? Saya yakin Isa dianggap sebagai sala satu nabi terbesar dalam Islam (disamping Muhamad dan Ibrahim), nah bukankah aneh kalau sebagai nabi besar tidak ketahuan apa yang diajarkanNya?
Salam
Al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai ajaran dan larangan Kitab2 terdahulu. Al-Quran hanya sekilas mengisahkan sejarah para Nabi beserta kaumnya dan musuh yg dihadapinya ..... Namun pada intinya ajaran para Nabi itu sama, baik Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad, karena bersumber pada ajaran yg sama, yaitu menyerukan untuk mengesakan Allah dan larangan untuk menyekutukan-Nya.
Allah berfirman,“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.” (Al-Anbiya: 25)
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan, “ sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut itu” (QS. An-Nahl : 36)
”Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) : ikutilah agama Ibrahim yang hanif, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. An-Nahl : 123)
Mengenai makna hanif, Imam Ibnu Katsir berkata bahwa makna kata hanif ialah dengan sengaja menjauhi dan meninggalkan syirik menuju tauhid.
-
Al-Quran tidak menerangkan secara detil mengenai ajaran dan larangan Kitab2 terdahulu. Al-Quran hanya sekilas mengisahkan sejarah para Nabi beserta kaumnya dan musuh yg dihadapinya ..... Namun pada intinya ajaran para Nabi itu sama, baik Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad, karena bersumber pada ajaran yg sama, yaitu menyerukan untuk mengesakan Allah dan larangan untuk menyekutukan-Nya.
Allah berfirman,“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.” (Al-Anbiya: 25)
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan, “ sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut itu” (QS. An-Nahl : 36)
”Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) : ikutilah agama Ibrahim yang hanif, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. An-Nahl : 123)
Mengenai makna hanif, Imam Ibnu Katsir berkata bahwa makna kata hanif ialah dengan sengaja menjauhi dan meninggalkan syirik menuju tauhid.
Jadi menurut ajaran agama Islam, sebenarnya nabi nabi itu diturunkan dengan ajaran yang sama? Tidak ada kekhususan yang dibawanya serta yang diajarkannya?
Jika, diturunkannya nabi nabi terus menerus hinga yang tercatat di Kitab, karena disebabkan manusia yang tidak kunjung patuh, maka apakah masih dimungkinkan untuk diturunkan lagi nabi baru, mengingat saat ini manusia belum juga patuh?
Salam
-
Menurut Muhammad, ketiga Kitab Suci yaitu Taurat (PL), Injil (PB) dan Alquran dibawa utuh2 oleh Malaikat Jibril (Gabriel).
Nah, saya minta dibuktikan diluar ayat2 Alquran.
Semoga dimengerti
Loo, berarti bang Yopi salah faham atas postingan saya. Bukan seperti itu pemahamannya bang. Saya sama sekali tidak menyinggung masalah penulisan Alkitab. :) ... Saya simpelkan aja maksud postingan saya.
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Musa adalah Taurat
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Isa adalah Injil
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah al-Quran melalui Malaikat Jibril
Mengenai penulisan Alkitab (Bibel), bang Yopi lebih tahu daripada saya.
Mudah2-an bang Yopi faham apa yg saya maksud
-
Jadi menurut ajaran agama Islam, sebenarnya nabi nabi itu diturunkan dengan ajaran yang sama? Tidak ada kekhususan yang dibawanya serta yang diajarkannya?
Jika, diturunkannya nabi nabi terus menerus hinga yang tercatat di Kitab, karena disebabkan manusia yang tidak kunjung patuh, maka apakah masih dimungkinkan untuk diturunkan lagi nabi baru, mengingat saat ini manusia belum juga patuh?
Salam
Ya, kira2 seperti itulah bang. Dan Muhammad adalah penutup para Nabi, begitulah al-Quran menjelaskan. :)
-
Ya, kira2 seperti itulah bang. Dan Muhammad adalah penutup para Nabi, begitulah al-Quran menjelaskan. :)
Pertanyaannya belum terjawab nih bro.
Jika nabi nabi diturunkan sejak dulu hingga Muhamad, dengan ajaran yang sama, dan bertujuan untuk mengingatkan manusia yang belum juga patuh. Mengapa tidak dimungkinkan untuk diturunkan nabi berikutnya, karena hingga sekarangpun manusia tidak juga patuh pada Allah SWT.
Salam
-
Pertanyaannya belum terjawab nih bro.
Jika nabi nabi diturunkan sejak dulu hingga Muhamad, dengan ajaran yang sama, dan bertujuan untuk mengingatkan manusia yang belum juga patuh. Mengapa tidak dimungkinkan untuk diturunkan nabi berikutnya, karena hingga sekarangpun manusia tidak juga patuh pada Allah SWT.
Salam
Bukan hanya belum terjawab,bang bruce. Memang saya tidak tahu jawabannya, itu urusan Allah SWT ... :)
-
Bukan hanya belum terjawab,bang bruce. Memang saya tidak tahu jawabannya, itu urusan Allah SWT ... :)
Wuaduuuh, he he he he :doh: :lol:
-
hahahaha .... :shrug:
-
Loo, berarti bang Yopi salah faham atas postingan saya. Bukan seperti itu pemahamannya bang. Saya sama sekali tidak menyinggung masalah penulisan Alkitab. :) ... Saya simpelkan aja maksud postingan saya.
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Musa adalah Taurat
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Isa adalah Injil
Wahyu yg diberikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah al-Quran melalui Malaikat Jibril
Mengenai penulisan Alkitab (Bibel), bang Yopi lebih tahu daripada saya.
Mudah2-an bang Yopi faham apa yg saya maksud
Begini, menurut anda, Alkitab diturunkan oleh Malaikat ke para Nabi (versi Muhammad) atau bukan?
-
Begini, menurut anda, Alkitab diturunkan oleh Malaikat ke para Nabi (versi Muhammad) atau bukan?
Klu yg dimaksud Alkitab adalah Bibel, jelas bukan bang.
-
Klu yg dimaksud Alkitab adalah Bibel, jelas bukan bang.
Referensi dari saya sudah saya berikan, bahwa Muhammad "menganggap" bahwa proses Injil dan Taurat sama dengan Alquran, "jatuh dari langit" alias dibawa dalam bentuk lembaran dari Surga oleh Malaikat,
Nah, alasannya bro mengatakan bukan apa ya?
-
Referensi dari saya sudah saya berikan, bahwa Muhammad "menganggap" bahwa proses Injil dan Taurat sama dengan Alquran, "jatuh dari langit" alias dibawa dalam bentuk lembaran dari Surga oleh Malaikat,
Nah, alasannya bro mengatakan bukan apa ya?
Alasannya ya dari al-Quran bang ... Coba dibaca lagi postingan saya dari atas perlahan-lahan, disitu saya sertakan juga keterangan menurut al-Quran.
Gini aja, tunjukan referensi (al-Quran atau Hadist) bang Yopi yg menerangkan klu Nabi Muhammad mengatakan proses Injil dan Taurat sama dengan al-Quran dibawa Malaikat jatuh dari langit dalam bentuk lembaran dari Surga?
-
sepertinya saya sdh jauh tertinggal diskusi hangat dan menyenangkan ini.
Alhamdulillah ada bang WB yg sudi masuk forum utk meramaikannya. :)
utk sementara saya menyimak dulu aja deh :)
-
Alasannya ya dari al-Quran bang ... Coba dibaca lagi postingan saya dari atas perlahan-lahan, disitu saya sertakan juga keterangan menurut al-Quran.
Gini aja, tunjukan referensi (al-Quran atau Hadist) bang Yopi yg menerangkan klu Nabi Muhammad mengatakan proses Injil dan Taurat sama dengan al-Quran dibawa Malaikat jatuh dari langit dalam bentuk lembaran dari Surga?
Coba baca baik2 postingan saya sebelumnya
-
Referensi dari saya sudah saya berikan, bahwa Muhammad "menganggap" bahwa proses Injil dan Taurat sama dengan Alquran, "jatuh dari langit" alias dibawa dalam bentuk lembaran dari Surga oleh Malaikat,
Nah, alasannya bro mengatakan bukan apa ya?
mungkin yg dimaksud mas Yopi itu referensi yg ini:
(Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil. (Ali Imran)
Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. (An Nisa)
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al-Maa`idah)
Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. (Al-Baqarah)
Semua kitab turun pada bulan Ramadan
Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad, kesemua kitab-Kitab Suci tersebut turun pada bulan Ramadan, shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.
dan mas yopi mengambil kesimpulan sendiri seperti ini:
Menurut Muhammad, ketiga Kitab Suci yaitu Taurat (PL), Injil (PB) dan Alquran dibawa utuh2 oleh Malaikat Jibril (Gabriel).
======================================================================================
Saya rasa tdk ada yg mengatakan bahwa Taurat, Injil dan Al Qur'an dibawa utuh2 oleh malaikat jibril dan diserahkan berupa buku / kitab / lembaran2 kepada masing2 rasul mas :)
Kalau menurut saya prosesnya mungkin hampir sama, dan yg dimkasudkan dengan 'turun' yaitu malaikat Jibril memberikan / mengajarkan ilmu Allah kepada para Rasul, dan kemudian para sahabat atau murid yg menuliskan apa yg diajarkan oleh para rasul tersebut kepada mereka.
Kalau mungkin ada proses lain, hanya keterbatasan saya pribadilah tdk mengetahui masalah tersebut :)
-
@Striker
Kalau menurut anda dan umat Islam pada umumnya, apakah Kitab Zabur dan Taurat juga telah dipalsukan seperti yang terjadi pada Injil, mas?
:grining:
-
Saya rasa tdk ada yg mengatakan bahwa Taurat, Injil dan Al Qur'an dibawa utuh2 oleh malaikat jibril dan diserahkan berupa buku / kitab / lembaran2 kepada masing2 rasul mas :)
Kalau menurut saya prosesnya mungkin hampir sama, dan yg dimkasudkan dengan 'turun' yaitu malaikat Jibril memberikan / mengajarkan ilmu Allah kepada para Rasul, dan kemudian para sahabat atau murid yg menuliskan apa yg diajarkan oleh para rasul tersebut kepada mereka.
Kalau mungkin ada proses lain, hanya keterbatasan saya pribadilah tdk mengetahui masalah tersebut :)
---cut---
Well...
Dari cerita di atas, Qt bisa mengetahui bahwa Gabriel dalam menyampaikan berita yang harus dia sampaikan kepada manusia, TIDAK PERNAH MEMBERIKAN RASA TAKUT kepada siapa yang dia temui, bahkan Gabriel MEMPERKENALKAN DIRINYA TERLEBIH DAHULU sebagai malaikat utusan Allah dan MEMBERIKAN KETENANGAN KETIKA MANUSIA YANG DIA TEMUI MERASA TAKUT.
Malaikat Jibril
Sosok dalam Alquran dan hadist yang terkenal karena wahyu yang dia berikan kepada Muhammad di gua Hira.
Seperti apa sosok malaikat yang satu ini.
Dalam Islam diceritakan bahwa Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul.
Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi : "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ..."
QS 96:1-5
Dari cerita di atas, Qt bisa menarik beberapa kesimpulan :
1. Muhammad dikatakan tidak bisa baca dan tulis. Kenapa Jibril kemudian harus datang membawa sehelai lembaran dan menyuruh membaca. Sepertinya Allah SWT tidak Maha Tahu, sehingga tidak tahu pasti apakah Muhammad bisa baca dan tulis atau tidak sehingga harus dicoba-coba dengan ancaman dulu.
2. Jibril memaksa Muhammad SAW membaca bahkan sampai mencekik padahal Muhammad sudah menyatakan “Saya tidak dapat membaca”. Bukankah dikatakan bahwa adalah orang yang paling terpuji, paling terpercaya, paling jujur dan tidak pernah berbohong. Implikasi dari hal ini adalah :
- Jibril memang bodoh dan tidak tahu kalau Muhammad SAW itu konon sangat jujur.
- Mungkin Jibril menganggap Muhammad SAW berbohong waktu berkata “Saya tidak dapat membaca” padahal beliau sebetulnya bisa membaca.
- Atau mungkin Muhammad dan teman-temannya memang berbohong saat menyatakan Muhammad SAW adalah orang paling jujur.
3. Lucunya, setelah 2 kali gagal memaksa Muhammad SAW membaca akhirnya malah malaikat Jibril sendiri yang membaca lembaran yang dia bawa.
Perhatikan kutipan diatas lagi :
Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ..."
Gimana sih...? :think1:
4. Allah SWT konon Maha Kuasa. Apa susahnya membuat mujizat dimana Muhamamd kemudian tahu-tahu bisa baca tulis.
Bandingkan dengan nabi Isa yang menurut Al-Qur’an sudah membuat mujizat dengan berbicara saat masih bayi dengan seijin Allah SWT.
QS 19 : 29 – 30 : ……….. Mereka berkata : “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” Berkata Isa : “ Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Bisa jadi dengan berlalunya waktu semenjak era nabi Isa, Allah SWT menjadi lebih tua dan menjadi bertambah bodoh dan terserang insomnia sehingga lupa caranya membuat mujizat membuat orang menjadi bisa membaca.
Demikian sebuah kesimpulan tentang malaikat Jibril.
Itu yang Alquran, bagaimana?
-
TS ..
Agar tidak terjadi pembahasan yg berulang-ulang ada baiknya difahami sekelumit sejarah al-Quran... Seperti penjelasan sebelumnya bahwa al-Quran turun secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril secara lisan/dibacakan kepada Nabi Muhammad, bukan berupa teks/tulisan
Allah berfirman, “Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. “ (QS. Al- Isra’: 106).
Nabi membacakannya kepada para sahabat. Para sahabat menerima dg cara menghafalkannya, sebagian yg bisa baca tulis, menuliskannya dalam berbagai media. Dan tulisan/catatan para sahabat ini dikenal dg istilah “mushaf.” .. Wahyu (al-Quran) yg turun secara berangsur-angsur itu baru selesai selama 22 tahun lebih, ada yg turunnya disebabkan adanya suatu peristiwa (asbabun nuzul), ada yg turun begitu saja tanpa adanya sebab terjadinya suatu peristiwa.
Wahyu pertama yg turun adalah surat al-‘Alaq atau ada yg menyebut surat iqra’ (yg dipostingkan bang Yopi) terdiri dari 19 ayat. Sebagian ayatnya berbunyi,
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dst...
Dalam tafsir al-Misbah dijelaskan mengenai kata “iqra’” yg dimaknai dg “bacalah”... Iqra’ terambil dari kata kerja “qara’a” yg bermakna menghimpun, yaitu bila kita merangkai kata kemudian kita mengucapkan rangkaian tersebut, maka kita telah menghimpunnya atau membacanya. Dengan demikian, realisasi perintah pada surat ini tidaklah mengharuskan adanya suatu teks tertulis sebagai obyek bacaan, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. Karena ditemukan beragam makna dari kata tersebut, antara lain bermakna, menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meniliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu, dsb, yg kesemuanya bermuara pada arti menghimpun. Jadi,ayat tersebut tidak menyebutkan obyek bacaan, dan Jibril ketika itu juga tidak membaca teks tertulis. Oleh karena itu dalam satu riwayat dinyakan bahwa Nabi Muhammad bertanya, ma aqra’? Apakah yang saya harus baca?
Adapun al-Quran yg dipegang kaum muslimin sekarang ini adalah hasil upaya Khalifah Ustman dalam mengumpulkan dan menuliskan al-Quran dalam satu mushaf, yaitu disebut dg mushaf Ustmani.
-
Agar tidak terjadi pembahasan yg berulang-ulang ada baiknya difahami sekelumit sejarah al-Quran... Seperti penjelasan sebelumnya bahwa al-Quran turun secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril secara lisan/dibacakan kepada Nabi Muhammad, bukan berupa teks/tulisan
Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi : "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ..."
QS 96:1-5
Perhatikan yg dibold!
Jadi, memang Alquran, walaupun satu per satu, tetap aja jatuh dari langit (dibawa dari surga oleh malaikat?)
Nah, demikian juga (menurut Islam) Taurat dan Injil!
Maka aku minta dibuktikan dengan cara pembuktian terbalik!
Buktikan (diluar ayat2 Alquran) bahwa Taurat dan Injil "jatuh dari langit" seperti Alquran!
Nanti, kita bandingkan lagi, kenapa batu dari surga (Hajar Aswad) masih ada namun yang begitu penting seperti Kitab Suci dari surga tidak ada lagi???!!!
Ini penting bagi 3 agama langit demi kebenaran!
Semoga jelas!
-
Perhatikan yg dibold!
Jadi, memang Alquran, walaupun satu per satu, tetap aja jatuh dari langit (dibawa dari surga oleh malaikat?)
Nah, demikian juga (menurut Islam) Taurat dan Injil!
Maka aku minta dibuktikan dengan cara pembuktian terbalik!
Buktikan (diluar ayat2 Alquran) bahwa Taurat dan Injil "jatuh dari langit" seperti Alquran!
Nanti, kita bandingkan lagi, kenapa batu dari surga (Hajar Aswad) masih ada namun yang begitu penting seperti Kitab Suci dari surga tidak ada lagi???!!!
Ini penting bagi 3 agama langit demi kebenaran!
Semoga jelas!
Maaf, saya g' ngerti karepe sampean bang ... barangkali bro striker bisa menjawab .... Karena selama ini, saya kira Kristen juga percaya kalau ajaran-ajaran Musa dan Isa berasal dari Allah, g' tahu klu bang Yopi beranggapan berbeda.
-
Maaf, saya g' ngerti karepe sampean bang ... barangkali bro striker bisa menjawab .... Karena selama ini, saya kira Kristen juga percaya kalau ajaran-ajaran Musa dan Isa berasal dari Allah, g' tahu klu bang Yopi beranggapan berbeda.
Kalau ujung2nya berasal dari Allah, iya...
Namun berbeda dengan Islam, baik Kristen maupun Yahudi, Kitab Sucinya bukan "berupa lembaran dibawa oleh Malaikat" dan dihadapan para Nabi berkata, "Iqra!", melainkan "diilhamkan" oleh Roh Kudus, kemudian mereka (para Nabi dan Rasul) menulis kitab2 tersebut, bahkan, Tuhan Yesus tidak menulis satu kitabpun!
So, keyakinan umat Islam yang berasal dari Muhammad bahwa Alquran, Taurat dan Injil yang ditengarai "jatuh dari langit", saya minta dibuktikan diluar ayat2 Alkitab, dengan acuan pembuktian adalah Taurat dan Injil, dimana akan dibandingkan hasilnya dengan Hajar Aswad!
Semoga jelas...
-
Saya tidak pernah mengatakan kalau Yesus diberi sebuah Kitab oleh Allah, kok malah saya disuruh membuktikan adanya Kitab itu, piyeeee iki? :what:
Makanya baca postingan saya sebelumnya biar g' muter2 dan mengulang-ngulang persoalan. :o
-
Saya tidak pernah mengatakan kalau Yesus diberi sebuah Kitab oleh Allah, kok malah saya disuruh membuktikan adanya Kitab itu, piyeeee iki? :what:
Makanya baca postingan saya sebelumnya biar g' muter2 dan mengulang-ngulang persoalan. :o
Lho yang bilang itu Muhammad, bukan kamu!
Nah, pengikut Muhammad, ya tugas kamu untuk membuktikan bahwa Muhammad gak salah!
Paham?
-
Damai sejahtera menyertaimu WB. Maaf, setelah 6 hari, baru gabung kembali.
Kebalik brader, malah banyak muslim yg g' tahu apa itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Barangkali mereka yg akrab dg internet atau memang sengaja mempelajari perbandingan agama yg mengetahuinya.
O begitu. Jadi, meski dalam Al Qur'an ada disebut bahwa seblum Al Qur'an sudah ada Taurat, Zabur, dan Injil, para penjunjung Muhammad itu tidak mencari tahu, apa itu Taurat, Zabur, dan Injil. Cukup saja dengan mengatakan bahwa Alkitab yang ada sekarang sudah tidak asli? Menurut saya, aneh sikap seperti itu. Jika itu benar, bahwa penjunjung Muhammad hanya diharapkan tahu (mengimani) sudah ada kitab sebelum Al Qur'an, tanpa mencari tahu apa dan bagaimana kitab dimaksud, dan penjunjung Muhammad menerima pemahaman seperti itu tanpa mengujinya, yahh... menjadi terhenti deh diskusinya. Tidak ada yang perlu didiskusikan lagi.
Tentu mas Husada ngertilah bagaimana Alkitab dalam pandangan Islam,
Bagaimana saya bisa mengerti kalau Anda tidak menjelaskan? Apakah Anda menyimpulkan bahwa saya memahami cara pandang Islam terhadap Alkitab? Sungguh, saya tidak tahu. Justru ketidaktahua itu juga yang mendorong saya mau berdiskusi, agar dari diskusi itu, saya memiliki pengetahuan barang sedikit tentang cara pandang Islam terhadap Alkitab. dan bagaimana kedudukan al-Quran sebagai wahyu Allah bagi kaum muslimin
Juga yang ini tidak saya ketahui persis, saya berharap ada rekan Muslim yang memberitahukan. Andaikata dikemudian hari ada yg mengklaim telah menemukan Kitab Taurat dan Injil asli,
Nah, ini salah satu yang kurang dapat saya pahami.
Apakah Muslim mengimani bahwa Taurat, Zabur, dan Injil yang diturunkan sebelum Al Qur'an diturunkan, adalah berasal dari Allah? Jika dari Allah, apakah Allah tidak sanggup menjaga keaslian kitab-kitab yang telah diturunkanNya itu? Jika tidak sanggup, kayaknya keallahanNya harus diragukan. Jika sanggup, dimana Taurat, Zabur, dan Injil itu sekarang? Kaum Kristen percaya bahwa Alkitab yang digunakan sekarang, itulah yang telah diilhamkan oleh Allah kepada para penulis, dan itu tidak berubah dari dahulu sampai sekarang, karena Allah campur tangan dalam penulisan serta penjagaannya.
Berbeda dengan Muslim yang menyimpulkan bahwa Alkitab sekarang (yang didalamnya termuat Injil), sudah tidak asli. Namun, ketika diminta menunjukkan Alkitab yang asli, si Muslim tidak dapat menunjukkan. Idealnya, secara logis, jika seseorang menyatakan sesuatu tidak asli, tentu harus dapat menunjukkan yang asli. Bagaimana menurut WB? Apakah untuk menyimpulkan sesuatu itu tidak asli, cukup dengan pernyataan saja? Tidak perlu didukung oleh yang asli untuk menunjukkan ketdakaslian sesuatu yang eksis? sama sekali tidak berpengaruh bagi kaum muslimin mas, karena telah ada al-Quran
Wah, kalau demikian adanya, untuk apa lagi diskusi ini? Jika, walaupun disajikan berbagai bukti, namun Muslim lebih mempercayai yang tidak terbukti, saya mau bilang apa lagi? seperti yg telah saya jelaskan berkali-kali bahwa kaum muslimin hanya [/b][/u]berkewajiban mengimani saja bahwa Kitab2 tersebut telah diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa bagi umat2-nya.[/u][/b]
Siapa sih yang mewajibkan? Kepada Muslim, sama seperti kepada kaum lainnya, diberikan kemampuan menganalisis dengan pikirannya, apakah jika berpikir dan keluar dari kewajiban seperti yang Anda maksud itu, diharamkan? Juga, setelah menjalankan kewajiban itu, yaitu Muslim [/b][/u]berkewajiban mengimani saja bahwa Kitab2 tersebut telah diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa bagi umat2-nya,[/u][/b] tidak perlu mengetahui dalam bentuk apa kitab itu diturunkan? Apakah satu kitab utuh, atau kalimat demi kalimat, atau per halaman, atau bagaimana?
Jika hanya mempercayai bahwa kitab itu diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, tanpa mengetahui dalam bentuk apa kitab itu, apakah tidak menjadi aneh? Yang namanya kitab, saya pikir, ya dalam bentuk lembaran-lembaran yang kemudian disatukan, jadilah kitab. Atau ada pengertian kitab yang lain menurut WB? Dan lebih aneh lagi, ketika kumpulan lembaran itu setelah dinamai Alkitab ditunjukkan kepada Muslim, justru Muslim mengatakan "tidak asli". Ketika diminta menunjukkan yang asli, hanya mempertegang leher untuk mengatakan bahwa Alkitab sudah "tidak asli". Menurut saya, yang seperti itu adalah konyol. Namun, bila WB merasa hal seperti itu tidak konyol, yaaa... WB merdeka.
Damai, damai, damai.
-
Sya ikutan nimbrung ya.
Perhatikan ayat dalam Al Quran berikut ini:
Allah Taala berfirman, “Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
Dia menurunkan kitab Alquran padamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab yang telah lebih
dulu daripadanya dan juga menurunkan kitab Taurat dan Injil sebelum (Alquran diturunkan, Taurat dan Injil itu) menjadi petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqan (Alquran).” (Q.S. Ali Imran 3:24)
Lihat bagian yang saya bold. Ayat di atas mengindikasikan bahwa Injil dan Taurat memang ada dalam bentuk fisik Kitab. Pertanyaan saya dimana kitab2 tersebut sekarang? Kalau Taurat dan Injil yang dipegang orang Yahudi dan Kristen dianggap tidak asli, lalu dimana yang asli? Masak sih lenyap begitu saja? Masak sih tidak ada para pengikut sejati yang menyimpan dan mengamankan "Injil dan Taurat asli" tersebut dari pemalsuan, sehingga bisa membuktikan kebenaran kenabian Muhammad?
Salam
-
Perhatikan yg dibold!
Jadi, memang Alquran, walaupun satu per satu, tetap aja jatuh dari langit (dibawa dari surga oleh malaikat?)
Nah, demikian juga (menurut Islam) Taurat dan Injil!
Maka aku minta dibuktikan dengan cara pembuktian terbalik!
Buktikan (diluar ayat2 Alquran) bahwa Taurat dan Injil "jatuh dari langit" seperti Alquran!
Nanti, kita bandingkan lagi, kenapa batu dari surga (Hajar Aswad) masih ada namun yang begitu penting seperti Kitab Suci dari surga tidak ada lagi???!!!
Ini penting bagi 3 agama langit demi kebenaran!
Semoga jelas!
Maaf mas yopi, karena baru sekarang ini saya tahu ada tulisan dan cerita malaikat membawa SEHELAI LEMBARAN, entah darimana anda mendapatkan cerita tersebut tapi dari kecil sampai sekarang tdk pernah dlm ajaran Islam mengatakan bahwa malaikat membawa lembaran2 firman Allah yg diserahkan kepada Nabi.
penjelasan maslah turunnya wahyu Allah detailnya sdh diberikan oleh mas WB :)
Taurat dan zabur juga tdk pernah dikatakan kitab yg ujug2 turun dari langit berupa lembaran2.
Jadi apa yg harus dibuktikan?
kami tidak tahu dimana ke 3 kitab terdahulu, mungkin sdh dibuang / disembunyikan dan di edat edit oleh pengikut2nya yg jahil.
Tapi ajaran sesungguhnya saya rasa kembali kepada Allah dan diturunkan penyempurnaannya yaitu Al Qur'an.
-
Maaf mas yopi, karena baru sekarang ini saya tahu ada tulisan dan cerita malaikat membawa SEHELAI LEMBARAN, entah darimana anda mendapatkan cerita tersebut tapi dari kecil sampai sekarang tdk pernah dlm ajaran Islam mengatakan bahwa malaikat membawa lembaran2 firman Allah yg diserahkan kepada Nabi.
penjelasan maslah turunnya wahyu Allah detailnya sdh diberikan oleh mas WB :)
Taurat dan zabur juga tdk pernah dikatakan kitab yg ujug2 turun dari langit berupa lembaran2.
Jadi apa yg harus dibuktikan?
kami tidak tahu dimana ke 3 kitab terdahulu, mungkin sdh dibuang / disembunyikan dan di edat edit oleh pengikut2nya yg jahil.
Tapi ajaran sesungguhnya saya rasa kembali kepada Allah dan diturunkan penyempurnaannya yaitu Al Qur'an.
Nanti setelah ayat Quran diedat edit lagi, maka akan turun lagi ayat Quran jilid 2, ya mas? Begitukah?
:whistle:
-
Nanti setelah ayat Quran diedat edit lagi, maka akan turun lagi ayat Quran jilid 2, ya mas? Begitukah?
:whistle:
sudah ada yg berusaha mencobanya seperti anis shoros, Alhamdulillah dengan ijin Allah usaha tersebut gatot (gagal total)
:P
-
sudah ada yg berusaha mencobanya seperti anis shoros, Alhamdulillah dengan ijin Allah usaha tersebut gatot (gagal total)
:P
Gagal total atau belum berhasil? Tergantung dari sisi mana anda melihatnya mas.
-
sudah ada yg berusaha mencobanya seperti anis shoros, Alhamdulillah dengan ijin Allah usaha tersebut gatot (gagal total)
:P
Wah, gosip darimana nih? Baru dengar Anis Shorosh mengedit Quran. Yang saya tahu Anis hanya berusaha menjawab/berapologi terhadap tuduhan2 Ahmed Deedat. Tapi kalau gosipnya dari sumber Islam sih ya gak heran... :idiot:
-
Gagal total atau belum berhasil? Tergantung dari sisi mana anda melihatnya mas.
Insya Allah gagal total, karena Allah berjanji utk menjaga Al Qur'an.
Anda mau mencobanya? :whistle:
15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya[793].
[793]. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.
-
Insya Allah gagal total, karena Allah berjanji utk menjaga Al Qur'an.
Anda mau mencobanya? :whistle:
15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya[793].
[793]. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.
Ayat yang mana yang mau diubah Anish Shoros ?
-
Wah, gosip darimana nih? Baru dengar Anis Shorosh mengedit Quran. Yang saya tahu Anis hanya berusaha menjawab/berapologi terhadap tuduhan2 Ahmed Deedat. Tapi kalau gosipnya dari sumber Islam sih ya gak heran... :idiot:
lama tdk sowan ke mbah google ya mas? geratis tdk usah bawa gula ama kopi kok :D
klik, surat2 palsu anis shorros
Menurut data-data, keempat surat palsu karya anis shoros yang bernama al-iman, at-tajassud, al-wasaya dan al-muslimoon yg terangkum dalam al-furqan ini pertama kali dimuat dalam situs www.thequran.com namun kemudian situs ini ditutup, sekarang surat-surat palsu tersebut kembali dimuat dalam situs www.geocities.com/hollywood namun juga telah ditutup.
-
Maaf mas yopi, karena baru sekarang ini saya tahu ada tulisan dan cerita malaikat membawa SEHELAI LEMBARAN, entah darimana anda mendapatkan cerita tersebut tapi dari kecil sampai sekarang tdk pernah dlm ajaran Islam mengatakan bahwa malaikat membawa lembaran2 firman Allah yg diserahkan kepada Nabi.
Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi : "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ..."
QS 96:1-5
Kalo begitu ini ayat setan ya? :doh:
penjelasan maslah turunnya wahyu Allah detailnya sdh diberikan oleh mas WB :)
Taurat dan zabur juga tdk pernah dikatakan kitab yg ujug2 turun dari langit berupa lembaran2.
Jadi apa yg harus dibuktikan?
kami tidak tahu dimana ke 3 kitab terdahulu, mungkin sdh dibuang / disembunyikan dan di edat edit oleh pengikut2nya yg jahil.
Tapi ajaran sesungguhnya saya rasa kembali kepada Allah dan diturunkan penyempurnaannya yaitu Al Qur'an.
Udah dibantu bro Shakes
Allah Taala berfirman, “Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
Dia menurunkan kitab Alquran padamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab yang telah lebih
dulu daripadanya dan juga menurunkan kitab Taurat dan Injil sebelum (Alquran diturunkan, Taurat dan Injil itu) menjadi petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqan (Alquran).” (Q.S. Ali Imran 3:24)
Bagaimana? Masih menyangkal? :doh:
-
Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi : "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ..."
QS 96:1-5
Kalo begitu ini ayat setan ya? :doh:
anda sdh recheck dengan Al Qur'an khususnya QS 96: 1- 5 mas?
saya berikan referensinya ya:
AL 'ALAQ
(SEGUMPAL DARAH)
SURAT KE 96 : 19 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
saya tdk menemukan kalimat membawa sehelai lembaran tuh?
Udah dibantu bro Shakes
Allah Taala berfirman, “Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
Dia menurunkan kitab Alquran padamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab yang telah lebih
dulu daripadanya dan juga menurunkan kitab Taurat dan Injil sebelum (Alquran diturunkan, Taurat dan Injil itu) menjadi petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqan (Alquran).” (Q.S. Ali Imran 3:24)
Bagaimana? Masih menyangkal? :doh:
apa yg mau disangkal?
Adapun Ayat2 Allah kemudian menjadi Kitab Suci itu melalui proses, bukan ujug2 dibawa oleh malaikat dan diserahkan kepada para rasul.
kalau njenengan bersikukuh bahwa Taurat, Zabur dan Al Qur'an itu kitab/buku yg gedebuk turun dari langit, ya monggo2 saja.
Tapi bukan itu yg kami yakini.
merdeka kata mas husada :)
-
Ayat yang mana yang mau diubah Anish Shoros ?
bukan diubah mas, tapi anis shorros mencoba menyisipkan ayat2 yg dibuatnya yaitu: al-iman, at-tajassud, al-wasaya dan al-muslimoon.
Dan Alhamdulillah ayat2 palsu yg coba disipkan anis sohorros itu, ternyata atas ijin dan perlindungan dari Alah diketahui oleh fihak muslim yg hapal dengan isi Al Qur'an.
-
bukan diubah mas, tapi anis shorros mencoba menyisipkan ayat2 yg dibuatnya yaitu: al-iman, at-tajassud, al-wasaya dan al-muslimoon.
Dan Alhamdulillah ayat2 palsu yg coba disipkan anis sohorros itu, ternyata atas ijin dan perlindungan dari Alah diketahui oleh fihak muslim yg hapal dengan isi Al Qur'an.
Disisipkan di Quran terbitan mana, mas?
-
Disisipkan di Quran terbitan mana, mas?
yg saya tahu Al-Qur’an Palsu Versi Pendeta Amerika DR.Anish A.Shorrosh itu diberi nama “ Al-Furqan al Haq ”
Al-Qur’an palsu yang diberi nama Al-Furqan Al-Haq (The True Furqan) yang pertama kali dicetak dan diterbitkan di negara muslim iaitu Kuwait dan Iraq serta disebarkan dan dicetak oleh Amerika dan saudaranya iaitu Israel.
kalau diterbitkan di Indonesia memakai terbitan siapa saya belum mengetahuinya.
Sekitar tahun 2002“Al-Quran Palsu” atau dikenal dengan “ Al-Furqan Al-Haq (The True Furqan) ” pernah menghebohkan Surabaya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur , Menurut Baptist News, kitab ini pada 17 April 1999 sudah pernah dikirimkan ke beberapa kedutaan besar negeri-negeri Muslim di Paris, Perancis. The True Furqan juga pernah mampir ke institusi-institusi penting Inggris, termasuk BBC. Pada waktu hampir bersamaan, buku yang sama juga sudah muncul di ruang redaksi jurnal berbahasa Arab di London, Inggris, serta di meja editor majalah-majalah berbahasa Arab, Ibrani, dan Inggris di Yerusalem. Al-Quran palsu yang tebalnya 368 halaman ini digarap serius selama tujuh tahun lewat Proyek Omega 2001 , dan mencoba meniru mentah-mentah gaya dan bahasa Al-Quran, tapi isinya justru menggoyang ajaran-ajaran Al-Quran.
berikut contoh suratnya:
“Wahai manusia sungguh kamu telah mati dan kami hidupkan kembali dengan kalimat injil al-haq kemudian kami hidupkan (kembali) dengan cahaya al-furqon al-haq”.
“Dan kamu mengira bahawa al-injil itu telah diubah (palsukan) sebahagiannya dan kemudian kamu mengingkarinya belakang punggung-punggung kamu.”
ajaran / doktrin yahudipun dimasukannya:
“Dan kamu berkata: kami telah beriman dengan Allah dan apa-apa yang telah diturunkan Musa dari Tuhannya kemudian kamu mengingkarinya, dan barang siapa yang menjadikan selain dari agama kami sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya dan inilah perkataan orang-orang munafiq.”
bahkan bismillahpun dibuat beda: “Dengan nama bapa kalimat roh Tuhan yang esa tiga dalam satu satu dalam tiga yang berbeza-beza”
maaf saya tdk tahu caranya memasukan kalimat dlm tulisan arabnya. ketika saya copi paste gak tampak disini.
-
anda sdh recheck dengan Al Qur'an khususnya QS 96: 1- 5 mas?
saya berikan referensinya ya:
AL 'ALAQ
(SEGUMPAL DARAH)
SURAT KE 96 : 19 ayat
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
saya tdk menemukan kalimat membawa sehelai lembaran tuh?
apa yg mau disangkal?
Adapun Ayat2 Allah kemudian menjadi Kitab Suci itu melalui proses, bukan ujug2 dibawa oleh malaikat dan diserahkan kepada para rasul.
kalau njenengan bersikukuh bahwa Taurat, Zabur dan Al Qur'an itu kitab/buku yg gedebuk turun dari langit, ya monggo2 saja.
Tapi bukan itu yg kami yakini.
merdeka kata mas husada :)
Silahkan protes ke Kementerian Agama Republik Indonesia :doh:
http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/103
Nuzulul Quran
Turunnya Alquran atau yang dikenal dengan sebutan Nuzulul Quran terjadi pada Malam Bulan Ramadhan. Tepatnya, sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al Qadar, bahwa Alquran diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
Malam itu, lima ayat pertama dari Surat Al-Alaq (QS 96:1-5) turun kepada Muhammad SAW lewat perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa itu dikenal juga sebagai tanda pelantikan seorang manusia menjadi rasul, utusan Allah yang terakhir.
***
Kutipan Menag
Jabal Nur adalah salah tempat tujuan utama jamaah haji Indonesia selama berada di Makkah. Di tempat ini terdapat Goa Hira, tempat pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu, pertama kalinya ayat Alquran turun.
“Iqra (bacalah),” kata Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad di Goa Hira. Muhammad menduga disuruh membaca, dia pun menjawab “Ma ana biqirain (saya tidak bisa membaca”. Jibril pun memeluk erat Muhammad yang salah memahaminya itu.
“Iqra” kata Jibril lagi bermaksud agar Muhammad mengulangi perkataannya. Suasana hati Muhammad pun tak karuan, campur aduk, berdegup kencang, tak kuasa memahami maksud Jibril. “Ma ana dibiqirain”. Jibril kembali memeluknya dengan erat,.
Jibril kembali mendesaknya, “Iqra”. Jibril memeluknya erat kemudian menatap wajah Muhammad yang salah sangka itu. Akhirnya, Muhammad paham bahwa Jibril memintanya mengulangi perkataannya.
“Iqra bismirabbikalladzi halaq. Halaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzi allama bil qalam. Allamal insana ma lam ya`lam.”
Jabal Nur berada sekitar 6 kilometer sebelah utara dari Masjidil Haram. Untuk mencapai gunung dengan ketinggian 2.500 kaki ini ditempuh dengan satu jam perjalanan menanjak yang cukup tajam.
***
http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/103
http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2012/08/05/“berfikir-dan-berzikir-dimulai-dari-iqra’-sekitar-kita-dan-alam-semesta”/
-
Silahkan protes ke Kementerian Agama Republik Indonesia :doh:
http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/103
Nuzulul Quran
Turunnya Alquran atau yang dikenal dengan sebutan Nuzulul Quran terjadi pada Malam Bulan Ramadhan. Tepatnya, sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al Qadar, bahwa Alquran diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
Malam itu, lima ayat pertama dari Surat Al-Alaq (QS 96:1-5) turun kepada Muhammad SAW lewat perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa itu dikenal juga sebagai tanda pelantikan seorang manusia menjadi rasul, utusan Allah yang terakhir.
***
Kutipan Menag
Jabal Nur adalah salah tempat tujuan utama jamaah haji Indonesia selama berada di Makkah. Di tempat ini terdapat Goa Hira, tempat pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu, pertama kalinya ayat Alquran turun.
“Iqra (bacalah),” kata Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad di Goa Hira. Muhammad menduga disuruh membaca, dia pun menjawab “Ma ana biqirain (saya tidak bisa membaca”. Jibril pun memeluk erat Muhammad yang salah memahaminya itu.
“Iqra” kata Jibril lagi bermaksud agar Muhammad mengulangi perkataannya. Suasana hati Muhammad pun tak karuan, campur aduk, berdegup kencang, tak kuasa memahami maksud Jibril. “Ma ana dibiqirain”. Jibril kembali memeluknya dengan erat,.
Jibril kembali mendesaknya, “Iqra”. Jibril memeluknya erat kemudian menatap wajah Muhammad yang salah sangka itu. Akhirnya, Muhammad paham bahwa Jibril memintanya mengulangi perkataannya.
“Iqra bismirabbikalladzi halaq. Halaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzi allama bil qalam. Allamal insana ma lam ya`lam.”
Jabal Nur berada sekitar 6 kilometer sebelah utara dari Masjidil Haram. Untuk mencapai gunung dengan ketinggian 2.500 kaki ini ditempuh dengan satu jam perjalanan menanjak yang cukup tajam.
***
http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/103
http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2012/08/05/“berfikir-dan-berzikir-dimulai-dari-iqra’-sekitar-kita-dan-alam-semesta”/
dimana tertulis jibril membawa helai lembaran Al Qur'an yg dibawa dari surga?
kata diturunkan itu bukan berarti Al Qur'an turun berupa helai helai lembaran mas, tapi ajaran2 / Firman Allah itu yg diturunkan, lebih tepatnya diajarkan kepada Nabi melalui Malaikat Jibril.
Nah sekarang anda tahu bahwa Jibril bukan membawa lembaran2 yg harus dibaca oleh Nabi, tapi Jibril ingin Nabi mengulangi perkataannya.
Sepertinya anda harus lebih sering sowan ke mbah google utk mencari proses turunnya Al Qur'an, and jangan lupa hilangkan dulu suudhon dan kebencian anda terhadapnya :)
-
dimana tertulis jibril membawa helai lembaran Al Qur'an yg dibawa dari surga?
kata diturunkan itu bukan berarti Al Qur'an turun berupa helai helai lembaran mas, tapi ajaran2 / Firman Allah itu yg diturunkan, lebih tepatnya diajarkan kepada Nabi melalui Malaikat Jibril.
Nah sekarang anda tahu bahwa Jibril bukan membawa lembaran2 yg harus dibaca oleh Nabi, tapi Jibril ingin Nabi mengulangi perkataannya.
Sepertinya anda harus lebih sering sowan ke mbah google utk mencari proses turunnya Al Qur'an, and jangan lupa hilangkan dulu suudhon dan kebencian anda terhadapnya :)
♡̬ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ♡̬
:D
Aku memang sengaja mengumpan dengan link Depag :D
Seingat saya, dan juga tertulis:
"Iqra!"
"Baca!"
Apa memang Jibril (malaikat kalian yang bukan St Gabriel) tidak tahu bahwa seharusnya:
"Tirulah"
atau
"Hapalkan!"
Jadi, kalau "Iqra", bukan lembaran ya?
Berarti kemungkinan si Jibril bawa laptop neh...
:doh:
-
dimana tertulis jibril membawa helai lembaran Al Qur'an yg dibawa dari surga?
kata diturunkan itu bukan berarti Al Qur'an turun berupa helai helai lembaran mas, tapi ajaran2 / Firman Allah itu yg diturunkan, lebih tepatnya diajarkan kepada Nabi melalui Malaikat Jibril.
Nah sekarang anda tahu bahwa Jibril bukan membawa lembaran2 yg harus dibaca oleh Nabi, tapi Jibril ingin Nabi mengulangi perkataannya.
Sepertinya anda harus lebih sering sowan ke mbah google utk mencari proses turunnya Al Qur'an, and jangan lupa hilangkan dulu suudhon dan kebencian anda terhadapnya :)
Itu hasil asumsi bang Yopi sendiri klu jibril membawa lembaran al-Quran, mas bro striker. Bayangan dia kata "bacalah" pada surat al-'Alaq itu menandakan Malaikat Jibril membawa lembaran al-Quran ... lucunya kita dipaksa membuktikan lembaran al-Quran asumsinya itu .... Udah dijelasin menurut tafsir kaum muslimin mengenai surat al-'Alaq tsb gak digubris, ngotot dg asumsinya sendiri. :'o
Wahyu pertama yg turun adalah surat al-‘Alaq atau ada yg menyebut surat iqra’ (yg dipostingkan bang Yopi) terdiri dari 19 ayat. Sebagian ayatnya berbunyi,
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dst...
Dalam tafsir al-Misbah dijelaskan mengenai kata “iqra’” yg dimaknai dg “bacalah”... Iqra’ terambil dari kata kerja “qara’a” yg bermakna menghimpun, yaitu bila kita merangkai kata kemudian kita mengucapkan rangkaian tersebut, maka kita telah menghimpunnya atau membacanya. Dengan demikian, realisasi perintah pada surat ini tidaklah mengharuskan adanya suatu teks tertulis sebagai obyek bacaan, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. Karena ditemukan beragam makna dari kata tersebut, antara lain bermakna, menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meniliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu, dsb, yg kesemuanya bermuara pada arti menghimpun. Jadi,ayat tersebut tidak menyebutkan obyek bacaan, dan Jibril ketika itu juga tidak membaca teks tertulis. Oleh karena itu dalam satu riwayat dinyakan bahwa Nabi Muhammad bertanya, ma aqra’? Apakah yang saya harus baca?
Adapun al-Quran yg dipegang kaum muslimin sekarang ini adalah hasil upaya Khalifah Ustman dalam mengumpulkan dan menuliskan al-Quran dalam satu mushaf, yaitu disebut dg mushaf Ustmani.
Jadi percuma kalau cuma modal ngotot, hasilnya hanya debat kusir aja ... ngalah ajalah mas bro striker. :afro:
-
Itu hasil asumsi bang Yopi sendiri klu jibril membawa lembaran al-Quran, mas bro striker. Bayangan dia kata "bacalah" pada surat al-'Alaq itu menandakan Malaikat Jibril membawa lembaran al-Quran ... lucunya kita dipaksa membuktikan lembaran al-Quran asumsinya itu .... Udah dijelasin menurut tafsir kaum muslimin mengenai surat al-'Alaq tsb gak digubris, ngotot dg asumsinya sendiri. :'o
Jadi percuma kalau cuma modal ngotot, hasilnya hanya debat kusir aja ... ngalah ajalah mas bro striker. :afro:
Berarti Jibril blg Iqra itu salah ngomong ya? :doh:
ºќ (y) ºќ ºќ (y) ºќ. dech kalo begitu :D
-
Berarti Jibril blg Iqra itu salah ngomong ya? :doh:
ºќ (y) ºќ ºќ (y) ºќ. dech kalo begitu :D
Yop, mungkin juga bahwa iqra dalam bahasa Arab itu tidak ada padanan kata yang pas dalam bahasa lain termasuk Indonesia, maka dialihbahasakan ke Indonesia menjadi "baca", padahal belum tentu artinya persis seperti itu. Jika persis dengan "baca", memang idealnya, yang dibaca itu adalah tulisan, apakah tertulis di kertas, ato kain, ato kulit, ato media apapun.
Jadi, yahh... kalau dikatakan "Baca", logisnya sih di tangan atau di sekitar pihak yang memerintah itu harus ada tulisan yang dapat dibaca. Jika tadinya tulisan itu tidak ada, maka berarti, tulisan itu dibawakan pihak yang memerintahkan membaca. Kalau ada pengertian lain selain seperti itu, memang menurut nalar sehat saya, "agak aneh". :grining: Untuk memperhalus, saya pakai kata "agak". :grining:
-
Yop, mungkin juga bahwa iqra dalam bahasa Arab itu tidak ada padanan kata yang pas dalam bahasa lain termasuk Indonesia, maka dialihbahasakan ke Indonesia menjadi "baca", padahal belum tentu artinya persis seperti itu. Jika persis dengan "baca", memang idealnya, yang dibaca itu adalah tulisan, apakah tertulis di kertas, ato kain, ato kulit, ato media apapun.
Jadi, yahh... kalau dikatakan "Baca", logisnya sih di tangan atau di sekitar pihak yang memerintah itu harus ada tulisan yang dapat dibaca. Jika tadinya tulisan itu tidak ada, maka berarti, tulisan itu dibawakan pihak yang memerintahkan membaca. Kalau ada pengertian lain selain seperti itu, memang menurut nalar sehat saya, "agak aneh". :grining: Untuk memperhalus, saya pakai kata "agak". :grining:
°˚°\=D/ЋΐЋΐ Ћΐ:D°˚°
:D
Padahal ada kata "Tirulah", "hapalkan" dll lho bro :doh:
-
Al-Quran diturunkan bukan untuk pribadi Nabi Muhammad saw. Beliau hanyalah penyammpai wahyu Allah (al-Quran) kepada sepanjang sejarah umat manusia. Termasuk surat al-'Alaq bukanlah untuk diri pribadi Nabi SAW. Karena akan jadi mengherankan pengertiannya bila Jibril membawa lembaran diberikan kepada diri pribadi Nabi Muhammad saw yg buta huruf... Jadi, baca postingan saya sebelumnya biar gak mubazir diposting berulang-ulang, apa yg dimaksud kata 'iqra' dari segi bahasa maupun makna dalam surat al-'Alaq tsb menurut mufassirin yg lebih mengerti bahasa arab sebagai bahasa al-Quran, yg menguasai ilmu nahwu dan sorof, yg menguasai ilmu balagha, dll yg berkaitan dg ilmu tafsir ... Ya gak tahu lagi bila sudah merasa udah lebih hebat daripada para mufassirin dalam menafsirkan al-Quran dg tetap ngotot Jibril membawa lembaran al-Quran. Ya, saya g' bisa ngomong apa2, karena saya sendiri sangatlah bodoh bila dibanding mereka (mufassirin). :'o :drool:
-
Damai sejahtera menyertaimu WB.
Apakah WB percaya yang bergaris bawah ini, Karena akan jadi mengherankan pengertiannya bila Jibril membawa lembaran diberikan kepada diri pribadi Nabi Muhammad saw yg buta huruf...
Coba renungkan, deh.
Pada usia 12 tahun, Muhammad sudah dibawa ke luar negeri oleh pamannya Abu Thalib. Sejak itu, kayaknya beliau sudah berulang kali ke luar negeri, meniti karir dalam kabilah (maaf kalo salah istilah), sampai jadi pimpinan kabilah dan menikahi Khadizah pada usia 25 tahun. Kemudian pada usia 40, turunlah ayat-ayat Al Qur'an.
Memang bagaimana sih tingkat kecerdasan Muhammad sehingga meski sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri, mulai dari kanak-kanak/remaja 12 tahun sampai usia 40, masih tetap buta huruf? Lha kalau sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri masih tetap buta huruf, itu "mu'jizat" saya pikir. Kira-kira setingkat apa kecerdasan beliau sehingga tetap buta huruf pada usia 40 tahun sementara perjalanan dan karirnya di kabilah sudah menanjak? Sungguh, kurang berterima di akal saya.
Damai, damai, damai.
-
Damai sejahtera menyertaimu WB.
Apakah WB percaya yang bergaris bawah ini,Coba renungkan, deh.
Pada usia 12 tahun, Muhammad sudah dibawa ke luar negeri oleh pamannya Abu Thalib. Sejak itu, kayaknya beliau sudah berulang kali ke luar negeri, meniti karir dalam kabilah (maaf kalo salah istilah), sampai jadi pimpinan kabilah dan menikahi Khadizah pada usia 25 tahun. Kemudian pada usia 40, turunlah ayat-ayat Al Qur'an.
Memang bagaimana sih tingkat kecerdasan Muhammad sehingga meski sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri, mulai dari kanak-kanak/remaja 12 tahun sampai usia 40, masih tetap buta huruf? Lha kalau sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri masih tetap buta huruf, itu "mu'jizat" saya pikir. Kira-kira setingkat apa kecerdasan beliau sehingga tetap buta huruf pada usia 40 tahun sementara perjalanan dan karirnya di kabilah sudah menanjak? Sungguh, kurang berterima di akal saya.
Damai, damai, damai.
Sekalipun buta huruf (mungkin?), untuk mengerti Kitab Suci Ebyon ataupun Taurat Yahudi, beliau mempunya asisten lho (versi resmi Islam itu sendiri!)
Untuk menunjang tugas kesekretariatan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Ibrani, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Ibrani adalah bahasa komunikasi lisan dan tulisan kaum Yahudi. Dengan sekretaris tetap yang menguasai bahasa Ibrani secara lisan dan tulisan, Rasulullah shallallahu 'alahi wa salam bisa memahami surat-surat kaum Yahudi dan selamat dari makar jahat mereka. Beliau juga mampu membalas surat-surat kaum Yahudi dengan bahasa mereka.
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ «أَنْ يَتَعَلَّمَ كِتَابَ اليَهُودِ» حَتَّى كَتَبْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُتُبَهُ، وَأَقْرَأْتُهُ كُتُبَهُمْ، إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ
Dari Zaid bin Tsabit bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa salam telah memerintahkan kepadanya untuk mempelajari tulisan (bahasa lisan dan tulisan) kaum Yahudi. Zaid berkata: "Sehingga aku bisa menuliskan surat-surat Nabi shallallahu 'alaihi wa salam kepada kaum Yahudi (dengan bahasa Ibrani) dan aku bisa membacakan surat-surat kaum Yahudi kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa salam." (HR. Bukhari no. 7195)
Dari Zaid bin Tsabit bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda kepadanya:
يَا زَيْدُ، تَعَلَّمْ لِي كِتَابَ يَهُودَ، فَإِنِّي وَاللهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي " قَالَ زَيْدٌ: فَتَعَلَّمْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ، مَا مَرَّتْ بِي خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً حَتَّى حَذَقْتُهُ وَكُنْتُ أَقْرَأُ لَهُ (3) كُتُبَهُمْ إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ، وَأُجِيبُ عَنْهُ إِذَا كَتَبَ "
"Wahai Zaid, pelajarilah untukku bahasa kaum Yahudi karena sesungggunya, demi Allah, aku tidak bisa mempercayai kaum Yahudi terhadap surat-suratku!" Zaid menuturkan, "Maka aku mempelajari tulisan (bahasa) mereka. Tidak lebih dari 15 hari, aku telah menguasai bahasa mereka dengan baik. Maka aku membacakan untuk beliau surat-surat kaum Yahudi jika mereka menulis surat kepada beliau dan aku menuliskan surat beliau jika beliau membalas surat mereka." (HR. Ahmad no. 21618, Abu Daud no. 3645, Tirmidzi no. 2715, Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil Al-Atsar no. 2039 dan Ath-Thabarani no. 4856-4957. Imam Bukhari meriwayatkannya dalam shahihnya no. 7195 secara mu'allaq denga shighat jazm, yang menunjukkan keshahihan hadits ini. Imam At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan shahih)
Kalo memang betul (?) buta huruf, maka terjawab sudah darimana beliau memahami Kitab Suci Ebyon dan Taurat Yahudi :D
:doh:
-
Damai sejahtera menyertaimu WB.
Apakah WB percaya yang bergaris bawah ini,Coba renungkan, deh.
Pada usia 12 tahun, Muhammad sudah dibawa ke luar negeri oleh pamannya Abu Thalib. Sejak itu, kayaknya beliau sudah berulang kali ke luar negeri, meniti karir dalam kabilah (maaf kalo salah istilah), sampai jadi pimpinan kabilah dan menikahi Khadizah pada usia 25 tahun. Kemudian pada usia 40, turunlah ayat-ayat Al Qur'an.
Memang bagaimana sih tingkat kecerdasan Muhammad sehingga meski sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri, mulai dari kanak-kanak/remaja 12 tahun sampai usia 40, masih tetap buta huruf? Lha kalau sudah 28 tahun hilir mudik ke luar negeri masih tetap buta huruf, itu "mu'jizat" saya pikir. Kira-kira setingkat apa kecerdasan beliau sehingga tetap buta huruf pada usia 40 tahun sementara perjalanan dan karirnya di kabilah sudah menanjak? Sungguh, kurang berterima di akal saya.
Damai, damai, damai.
Begitulah pendapat Ahli tarikh, tafsir, dan hadist, klu Nabi SAW adalah seorang buta huruf. Hanya ketika Nabi SAW menjadi kepala pemerintahan ada yg berpendapat Nabi SAW bisa baca tulis, sedangkan pendapat lainnya mengatakan Nabi SAW buta huruf hingga akhir hayatnya.
Tapi yg jelas pada jaman jahiliyah buta huruf memang meraja lela. Hanya dapat dihitung dg jari para sahabat yg mempunyai kemampuan baca tulis. Sebagian besar sahabat menerima wahyu dg cara menghafalkannya.
-
Sekalipun buta huruf (mungkin?), untuk mengerti Kitab Suci Ebyon ataupun Taurat Yahudi, beliau mempunya asisten lho (versi resmi Islam itu sendiri!)Kalo memang betul (?) buta huruf, maka terjawab sudah darimana beliau memahami Kitab Suci Ebyon dan Taurat Yahudi :D
:doh:
Nabi Muhammad juga seorang kepala pemerintahan yg berhubungan dg berbagai bangsa, suku, dan kabilah, maka adalah hal yg wajar bila beliau mengangkat seorang asisten untuk membantu berkomunikasi dg bahasa yg beliau tidak menguasainya.
-
Ketika "Iqra" bisa menjadi batu sandungan, maka diterjemahkan menjadi "Dengar & Hafalkan" bukannya "Baca" :doh:
Maka, semua Kitab Suci diseluruh dunia dari semua agama tak ada yang salah menurut Islam, karena artinya bisa dirubah sesuka hati! :doh:
Dengan demikian, sebagai TS maka saya minta agar thread ini dilock karena diskusi tidak mungkin mendapat jawaban karena arti sesungguhnya dapat dirubah sesuka hati!
Sampai jumpa di topik yang lain.
Semoga dapat menjadi berkat bagi sesama.
GBU
-
Kesimpulan, mengenai Muhammad dan Alquran, umat Islam sendiri banyak yang tidak sependapat mengenai ini dan itu. Payah.