Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kitab Suci => Topic started by: bruce on July 31, 2012, 03:52:53 PM
-
Apakah Hukum Taurat Dibatalkan Yesus?
Banyak orang yang bingung tentang apakah Yesus membatalkan atau menggenapi Hukum Taurat. Mat 5:17 menuliskan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Mat 5:17 menuliskan bahwa Yesus tidak membatalkan Hukum Taurat namun Ef 2:15 menyatakan bahwa Yesus membatalkan Hukum Taurat, dengan menuliskan “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Untuk mengerti tentang hal ini, maka kita melihat terlebih dahulu 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama. St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:
1. Moral Law atau hukum moral: Hukum moral adalah bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3) dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan digenapi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.
Dalam pengertian inilah maka memang Tuhan Yesus tidak mengubah satu titikpun, sebab segala yang tertulis dalam hukum moral ini (sepuluh perintah Allah) masih berlaku sampai sekarang. Dengan prinsip ini kita melihat bahwa menguduskan hari Sabat dan memberikan persembahan perpuluhan, sesungguhnya adalah bagian dari hukum moral/ kodrat, di mana umat mempersembahkan waktu khusus (Sabat) dan hasil jerih payah (perpuluhan) kepada Allah.
2. Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan termasuk sunat (Kel 17:10, Im 12:3), perpuluhan (Mal 3:6-12), tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku lagi dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna, Kristus menjadi Anak Domba yang dikurbankan. Maka persembahan yang paling berkenan kepada Allah adalah kurban kita yang dipersatukan dengan korban Kristus dalam Ekaristi kudus.
Itulah sebabnya di Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) juga tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar. Ulasan ini dapat melihat di jawaban ini (silakan klik ini, dan juga klik ini). Kalau kita mau terus menjalankan hukum seremonial secara konsisten, maka kita harus juga menjalankan peraturan tentang makanan yang lain, seperti larangan untuk makan babi hutan, jenis binatang di air yang tidak bersisik (ikan lele), katak, dll. (Lih Im 11).
3. Judicial law atau hukum yudisial: Ini adalah merupakan suatu peraturan yang menetapkan hukuman/ sangsi sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Contoh dari hukum yudisial: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1); hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3); mata ganti mata, gigi ganti gigi (Kel 21:24, Im 24:20, Ul 19:21); sangsi jika hukum perpuluhan dilanggar (lih. Bil 18:26,32). Setelah kedatangan Kristus, maka judicial law ini tidak berlaku lagi. Kalau kita mau konsisten, kita juga harus menjalankan hukuman rajam, hukum cambuk, dll. Di masa sekarang, hukum yudisial ditetapkan oleh penguasa/ pemerintah negara yang bersangkutan sebagai perwakilan dari Tuhan, sehingga hukum dapat ditegakkan untuk kepentingan bersama. Menarik bahwa Yesus tidak mengajarkan hukum yudisial, karena hal itu telah diserahkan kepada kewenangan otoritas pada saat itu. Dan kewenangan disiplin di dalam kawanan Kristus diserahkan kepada Gereja, di mana disiplin ini dapat berubah sejalan dengan perkembangan waktu dan keadaan. Ini juga yang mendasari perubahan Kitab Hukum Gereja 1917 ke 1983.
-bersambung-
-
-lanjutan-
Dengan adanya penjelasan dari St. Thomas ini, maka, kita mengetahui bahwa memang Kristus merupakan penggenapan Hukum Taurat Musa. Dan dengan peranNya sebagai penggenapan, maka Kristus tidak mengubah hukum moral, namun hukum seremonial dan yudisial yang dulu tidak berlaku lagi, karena hukum- hukum tersebut hanya merupakan ‘persiapan’ yang disyaratkan Allah agar umat-Nya dapat menerima dan menghargai kesempurnaan yang diberikan oleh Kristus. Maka dalam PB, sunat, tidak lagi sunat jasmani, tetapi sunat rohani (Rom 2:29). Penekanan kerohanian ini juga nampak dalam pengaturan persembahan; sebab persembahan perpuluhan PL disempurnakan oleh perintah untuk memberi persembahan kepada Allah dengan suka cita sesuai dengan kerelaan hati (lih. 2 Kor 9:7). Dengan demikian, maka Allah tidak lagi memberikan patokan tertentu; dan pada orang-orang tertentu, “kerelaan hati dan sukacita” ini malah melebihi dari sepuluh persen. Kita ketahui dari kisah hidup para kudus, dan juga pada para imam dan biarawan dan biarawati, yang sungguh mempersembahkan segala yang mereka miliki untuk Tuhan. Dengan demikian mereka mengikuti teladan hidup Kristus yang memberikan Diri-Nya secara total kepada Allah Bapa dan manusia. Di sinilah arti bagaimana penggenapan Hukum Taurat memberikan kepada kita hukum kasih yang baru. Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, sebab dengan mengenal hukum Taurat, kita akan dapat lebih memahami Hukum Kasih yang diberikan oleh Kristus.
Demikian juga dalam hal hukum yudisial/ judicial law. Penggenapan PL oleh Kristus mengakibatkan dikenalnya nilai-nilai Injil secara universal di seluruh dunia. Maka prinsip martabat hak-hak azasi manusia ditegakkan secara umum di negara manapun, oleh pihak otoritas pemerintahan setempat. Atau, di dalam kalangan umat Allah, penetapan hukum yudisial ini diberikan Yesus kepada Gereja, seperti yang tertera dalam Kitab Hukum Kanonik. Gereja yang menjadi umat pilihan Allah yang baru mendapat kuasa untuk mengatur anggota-anggota-nya (lih. Mat 18:18) dan segala ketentuan hukum yudisial ini adalah berdasarkan ajaran Kristus. Dengan Kristus sebagai penggenapan Hukum Taurat, maka tidak lagi dikenal prinsip denda, ‘mata ganti mata dan gigi ganti gigi’ (Kel 21:24, Mat 5:58) namun kembali ke pengajaran asal mula ‘kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’ (Mat 22:39), yang disempurnakan Kristus menjadi, ‘kasihilah musuhmu’ (Mat 5:44). Pemahaman kita akan perintah kasih yang diajarkan oleh Yesus ini akan dapat lebih kita hayati setelah pertama- tama mengetahui bahwa kita harus melakukan prinsip keadilan seperti yang sangat ditekankan di dalam PL. Baru setelah kita menerapkan prinsip keadilan, kita mengetahui bahwa ajaran Kasih Kristus di PB ternyata jauh melampaui prinsip keadilan itu.
Demikian yang dapat saya tuliskan tentang pertanyaan anda. Mari kita bersama membaca Kitab Suci dengan selalu memperhatikan kesatuan antara Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Jangan lupa, sekitar 2/3 Kitab Suci terdiri dari Perjanjian Lama; maka terdapat pengajaran-pengajaran di PL yang memang masih sangat relevan bagi kita untuk dikaitkan dengan PB, sehingga kita dapat semakin lebih menghargai dan menghayati penggenapannya di dalam diri Kristus Yesus Tuhan kita. Dengan pengertian ini maka Yesus memang tidak menginginkan seorangpun untuk menghilangkan satu titikpun dari hukum Taurat (lih. Mat 5:17-19), sebab Ia ingin agar kita dapat melihat secara utuh penggenapan dan penyempurnaan hukum Taurat itu dalam diri-Nya.
http://katolisitas.org/2319/apakah-hukum-taurat-dibatalkan-Yesus
-
Uraian yang bagus, sederhananya dengan mentaati peraturan, dengan sendirinya kita mengasihi orang lain, karena tidak menyusahkan orang lain
-
Didalam Lukas 16 : 16a ada tertulis bakwa Hukum taurat dan kitab para nabi (PL) berlaku sampai kepada zaman Yohanes
Zaman /era Yohanes adalah batas ahir dari masa berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi, dan tentunya setelah zaman itu lewat, maka hukum taurat dan kitab para nabi (PL) menjadi expired bukan ??
apalagi zaman ini sudah abad ke 21 sudah jauh dari batas tersebut,jadi ke expiredannya lebih pasti bukan ?
Mengenai Hukum taurat sendiri telah dibatalkan SELURUhnya oleh kematian Kristus,jadi bukan sebagian hukumnya saja melainkan seluruhnya
ini tertulis dalam Efesus 2:15
Terpujilah Yesus, kita yang Hidup dibawah Kasihkarunia telah babas dari Hukum Taurat
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Didalam Lukas 16 : 16a ada tertulis bakwa Hukum taurat dan kitab para nabi (PL) berlaku sampai kepada zaman Yohanes
Zaman /era Yohanes adalah batas ahir dari masa berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi, dan tentunya setelah zaman itu lewat, maka hukum taurat dan kitab para nabi (PL) menjadi expired bukan ??
apalagi zaman ini sudah abad ke 21 sudah jauh dari batas tersebut,jadi ke expiredannya lebih pasti bukan ?
Mengenai Hukum taurat sendiri telah dibatalkan SELURUhnya oleh kematian Kristus,jadi bukan sebagian hukumnya saja melainkan seluruhnya
ini tertulis dalam Efesus 2:15
Terpujilah Yesus, kita yang Hidup dibawah Kasihkarunia telah babas dari Hukum Taurat
Tuhan Yesus memberkati
Han
Memang hukum Taurat yang bersifat ceremonial sudah tidak berlaku lagi, bro.
Dan akan menjadi aneh jika sudah mengaku Kristen tetapi masih tunduk pada hukum Taurat.
Syalom
:signofcross:
-
Didalam Lukas 16 : 16a ada tertulis bakwa Hukum taurat dan kitab para nabi (PL) berlaku sampai kepada zaman Yohanes
Zaman /era Yohanes adalah batas ahir dari masa berlakunya hukum taurat dan kitab para nabi, dan tentunya setelah zaman itu lewat, maka hukum taurat dan kitab para nabi (PL) menjadi expired bukan ??
Saya kok nggak lihat hubungan antara apa yang tertulis di Lukas 16: 16 itu dengan masa kadaluarsa Hukum Taurat ya. Bisa dijelaskan lebih lanjut?
Apa yang saya baca di Lukas 16:16 adalah:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."
Coba lihat bagian yang saya beri warna biru. Benarkah Hukum Taurat expired?
Bila diteruskan sampai Lukas 16: 31, kita akan mendapati:
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
"Kesaksian Musa dan para nabi" merujuk pada Hukum Taurat. "Seorang yg bangkit dari antara orang mati" merujuk pada Tuhan Yesus. Ayat tsb menunjukan bahwa Hukum Taurat dan Tuhan Yesus tidak bertentangan. Hukum Taurat merujukkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menggenapi rujukan Hukum Taurat.
-
Memang hukum Taurat yang bersifat ceremonial sudah tidak berlaku lagi, bro.
Dan akan menjadi aneh jika sudah mengaku Kristen tetapi masih tunduk pada hukum Taurat.
Syalom
:signofcross:
bro momod bruce...please be netral.. hahahahahhaa..asik2 ngerjain momod..haha :grining: :rofl:
-
Bingung saya...
buka thread tapi sepi dan belon terpuaskan.. eh muncul pembicaraannya di 'warung' laen ... :giggle:
Benarkah Hukum Taurat expired?
Yang dimaksudkan hukum Taurat itu apa ya ?
10P saja ? OC (+ segala macem Law Law -nya ?) atau apa ?
http://forumimankristen.com/index.php/topic,283.0.html (http://forumimankristen.com/index.php/topic,283.0.html)
(16) Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
(16) Until John came, there were the Law and the Prophets; since then the good news (the Gospel) of the kingdom of God is being preached, and everyone strives violently to go in [would force his own way rather than God's way into it].
Pada yang merah dan ijo - saya condong mengertikan yg 'masuk akal' adalah yg ijo... :)
OC + hukum2 & aturan2 'maen'nya ---imo--- sudah mendekati habis, tapi belon.
Kata "mendekati" itu setara pengertiannya dalam kata "segera" dalam kalimat : apa yang harus segera terjadi ---> tidak diketahui kapan ... tdk diketahui dlm berapa lama lagi waktunya.
Bener gak yah ? :)
salam.
-
Damai sertamu O Dad.
Bingung saya...
buka thread tapi sepi dan belon terpuaskan.. eh muncul pembicaraannya di 'warung' laen ... :giggle:
:D :grining: Tidak perlu bingung. Kayaknya itu indikasi bahwa Anda perlu introspeksi cara penyampaian. Ada kalanya, barang bagus tidak laku di pasar, karena salah kemas. :giggle: :giggle: :giggle:
-
Damai sertamu O Dad. :D :grining: Tidak perlu bingung. Kayaknya itu indikasi bahwa Anda perlu introspeksi cara penyampaian. Ada kalanya, barang bagus tidak laku di pasar, karena salah kemas. :giggle: :giggle: :giggle:
hihihi... iyah Husada, saya ngaku... saya gak pinter literatur.
Banyak yg sering bingung ama tulisan2 saya ... (bbrp teman disini kayaknya sih udah terbiasa ama cara penyampaian saya yang 'membingungkan' :idiot: ).
:D
salam.
-
Saya kok nggak lihat hubungan antara apa yang tertulis di Lukas 16: 16 itu dengan masa kadaluarsa Hukum Taurat ya. Bisa dijelaskan lebih lanjut?
Saya berikan analogi
saya punya sim A (surat izin mengemudi mobil ) disim itu tertulis berlaku sampai 26 juni 2010 nah apakah sekarang sudah 2012 sim A saya tersebut masih berlaku ??
Apa yang saya baca di Lukas 16:16 adalah:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. ."
Coba lihat bagian yang saya beri warna biru. Benarkah Hukum Taurat expired?
Hukum taurat memang tidak lenyap tapi sudah expired
Sim A punya saya yang sudah expired itu juga tidak lenyap (masih saya simpan walaupun saya sudah punya yang baru )
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
bro momod bruce...please be netral.. hahahahahhaa..asik2 ngerjain momod..haha :grining: :rofl:
Bro momod sudah netral kok
sebab Saya (TS) bilang SELURUH HUKUM TAURAT BATAL
Ada yang bilang seluruhnya TIDAK BATAL
dan momod karena harus netral, terpaksa bilang :
sebagian batal sebagian tidak batal alias yang batal cuma bagian ceremonynya saja.
Bukan begitu mod ?
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bro momod sudah netral kok
sebab Saya (TS) bilang SELURUH HUKUM TAURAT BATAL
Ada yang bilang seluruhnya TIDAK BATAL
dan momod karena harus netral, terpaksa bilang :
sebagian batal sebagian tidak batal alias yang batal cuma bagian ceremonynya saja.
Bukan begitu mod ?
Tuhan Yesus memberkati
Han
Thankyou om, he he he he.
Syalom
-
Bingung saya...
buka thread tapi sepi dan belon terpuaskan.. eh muncul pembicaraannya di 'warung' laen ... :giggle:
Kan beda dagangan :swt:
lagian juga biasanya kan , bosen nyicipin masakan sendiri ,
kali kali mampir ke warung lain , siapa tau terpuaskan :deal:
quote author=odading link=topic=336.msg5236#msg5236 date=1343754158]
Yang dimaksudkan hukum Taurat itu apa ya ?
10P saja ? OC (+ segala macem Law Law -nya ?) atau apa ?
http://forumimankristen.com/index.php/topic,283.0.html (http://forumimankristen.com/index.php/topic,283.0.html)
[/quote]
hukum taurat adalah 10 p + law law musa lainnya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
FYI.
Dua buah thread yang mirip, telah saya satukan dalam satu thread ini, mudah mudahan tidak mengganggu jalannya diskusi.
Silahkan dilanjutkan.
Syalom
-
Damai sertamu O Dad. :D :grining: Tidak perlu bingung. Kayaknya itu indikasi bahwa Anda perlu introspeksi cara penyampaian. Ada kalanya, barang bagus tidak laku di pasar, karena salah kemas. :giggle: :giggle: :giggle:
Sebenarnya bukan salah kemas saja, beda lokasi tempat dagang dan beda dagangannya
saya dagang torat dan PL kalau bro O Dad jual OC dan sabat
sabat kan cuma langanan ADV hari ke 7, sedangkan Torat masih banyak yang suka,
malah momod juga suka sebagian
TuhanYesus memberkati
Han
-
FYI.
Dua buah thread yang mirip, telah saya satukan dalam satu thread ini, mudah mudahan tidak mengganggu jalannya diskusi.
Silahkan dilanjutkan.
Syalom
Oh beginilah nasib orang kecil (Pedagang kaki lima) yang sudah tua. :scold:
baru mulai menggelar dagangan sudah kena razia sama satpol PP jadinya dilokalisasi . nasib.....oh nasib .....
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Oh beginilah nasib orang kecil (Pedagang kaki lima) yang sudah tua. :scold:
baru mulai menggelar dagangan sudah kena razia sama satpol PP jadinya dilokalisasi . nasib.....oh nasib .....
Tuhan Yesus memberkati
Han
He he he, sorry sorry, niatnya mau tetap pakai judul anda, tetapi rupanya salah pilih, thread yang saya buat justru menjadi awal (walau memang lebih cocok begitu), sementara keinginan saya thread anda yang karena lebih dulu dibuat, menjadi awal. Tetapi mungkin cocok juga om, karena yang sedang jalan sekarang kan thread yang anda buat. Sementara thread yang saya buat sebenarnya lebih tepat sebagai pengantar saja.
Jadi, disertai permitaan maaf, dipersilahkan melanjutkan, he he he, mangga ....
:swt:
-
Saya berikan analogi
saya punya sim A (surat izin mengemudi mobil ) disim itu tertulis berlaku sampai 26 juni 2010 nah apakah sekarang sudah 2012 sim A saya tersebut masih berlaku ??
Hukum taurat memang tidak lenyap tapi sudah expired
Sim A punya saya yang sudah expired itu juga tidak lenyap (masih saya simpan walaupun saya sudah punya yang baru )
Tuhan Yesus memberkati
Han
Hukum Taurat tidak lenyap tapi expired.
Kalau expired, ya sama saja lenyap, kan? Sama seperti SIM, kalau sudah expired ya sama saja lenyap, kan?
Gimana dong?
Menurut saya, Hukum Taurat tidak lenyap dan tidak expired, melainkan digenapi (oleh Tuhan Yesus). Apa artinya?
Sebelum tergenapi oleh Tuhan Yesus, Hukum Taurat menjadi semacam cermin yang menunjukan bahwa semua orang berdosa. Setelah digenapi oleh Tuhan Yesus, Hukum Taurat menjadi Hukum Kasih:
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Sama tapi beda, beda tapi sama. Penggenapan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (mati di salib) membuat Hukum Taurat tidak lagi bersifat legalistik, melainkan prinsip/pedoman hidup.
-
hukum taurat adalah 10 p + law law musa lainnya
Han,
Makasih atas penjelasannya... :)
Jadi maksudnya ibarat kertas2 yg lama di daur ulang menjadi kertas baru ya ? ---> bahan dasarnya, ya kertas2 lama yg itu itu juga.
salam.
-
Hukum Taurat tidak lenyap tapi expired.
Kalau expired, ya sama saja lenyap, kan? Sama seperti SIM, kalau sudah expired ya sama saja lenyap, kan?
Gimana dong?
Ya engga donk !!
Saya punya uang RI kuno , sudah expired tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah saya simpan dalam laci lemari ternyata barusan saya buka ternyata,
uang kuno itu masih ada (tidak lenyap )
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
He he he, sorry sorry, niatnya mau tetap pakai judul anda, tetapi rupanya salah pilih, thread yang saya buat justru menjadi awal (walau memang lebih cocok begitu), sementara keinginan saya thread anda yang karena lebih dulu dibuat, menjadi awal. Tetapi mungkin cocok juga om, karena yang sedang jalan sekarang kan thread yang anda buat. Sementara thread yang saya buat sebenarnya lebih tepat sebagai pengantar saja.
Jadi, disertai permitaan maaf, dipersilahkan melanjutkan, he he he, mangga ....
:swt:
Ngga usah minta maaf segala , saya tidak marah kok :) :), cuma mengeluh aja
kan bro punya hak preogatif buat ngoper ngoper Trit :ballspin:
Om sih cuma pedagang kaki lima , yang bisa dilakukan cuma unjuk rasa saja , dan itupun harus ada izin dan dikawal polisi.
yang om keluhkan adalah :sebenarnya dagangan kita beda
ibaratnya pedagang kerajinan kulit
dagangan Om adalah jaket ====>jadi kulit sapi utuh om bikin jacket dan om jual,
yang nip bruce lakukan adalah kulit sapi dipotong potong lalu dibikin dompet, sabuk, dan sepatu.
kalau jual dompet di toko jaket ntar ketutupan karena jaket lebih besar.
sebaliknya kalau jaket dijual di toko dompet ntar yang cari jaket ngga masuk ke toko dompet karena dikira jualnya dompet melulu.
kalau ada yang nyasar. biasanya engga jadi beli karena uangnya pas pas -an buat beli dompet (jacket kulit relatif lebih mahal dari dompet kulit )
itu dulu analoginya ntar analogi kedua
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kalau menurut saya dengan merujuk pendapat Thomas Aquinas seperti yang dikutip Bro Bruce
Hukum taurat : Moral, Seremonial dan Yudisial.
Tuhan Yesus menggenapi Hukum Taurat.
Dalam arti membatalkan implementasi nya yang tidak benar berupa Seremonial dan Yudisial dan menggantikannya dengan Kasih Karunia.
Untuk Nilai Moral dari Taurat sendiri tidaklah dibatalkan.
CMIIW
-
Kalau menurut saya dengan merujuk pendapat Thomas Aquinas seperti yang dikutip Bro Bruce
Hukum taurat : Moral, Seremonial dan Yudisial.
Tuhan Yesus menggenapi Hukum Taurat.
Dalam arti membatalkan implementasi nya yang tidak benar berupa Seremonial dan Yudisial dan menggantikannya dengan Kasih Karunia.
Untuk Nilai Moral dari Taurat sendiri tidaklah dibatalkan.
CMIIW
Setuju, bro
:deal:
-
Kalau menurut saya dengan merujuk pendapat Thomas Aquinas seperti yang dikutip Bro Bruce
Hukum taurat : Moral, Seremonial dan Yudisial.
Tuhan Yesus menggenapi Hukum Taurat.
Dalam arti membatalkan implementasi nya yang tidak benar berupa Seremonial dan Yudisial dan menggantikannya dengan Kasih Karunia.
Untuk Nilai Moral dari Taurat sendiri tidaklah dibatalkan.
CMIIW
Tapi Yesus bilang bahwa hukum taurat adalah merupakan suatu kesatuan yang engga boleh di pisah pisah, kalau menjalankan satu bagian , misalnya perpuluhan ,haruslah juga menjalankan perintahtaurat yang lainnnya
yang satu dijalankan yang lain jangan diabaikan
jadi dengan kata lain kalau mau batal ya seluruhnya batal, kalau mau tidak batal ya tidak batal semuanya.
katakan yang Ya diatas yang ya, jangan abu abu atau suam suam kuku
Matius 23
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
-
Tapi Yesus bilang bahwa hukum taurat adalah merupakan suatu kesatuan yang engga boleh di pisah pisah, kalau menjalankan satu bagian , misalnya perpuluhan ,haruslah juga menjalankan perintahtaurat yang lainnnya
yang satu dijalankan yang lain jangan diabaikan
jadi dengan kata lain kalau mau batal ya seluruhnya batal, kalau mau tidak batal ya tidak batal semuanya.
katakan yang Ya diatas yang ya, jangan abu abu atau suam suam kuku
Matius 23
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Setiap aturan pasti berhubungan dengan tiga sisi yang disampaikan oleh Thomas Aquinas itu, om.
Apakah aturan itu bersifat hukum moral, hukum yudisial, ataukah ceremonial.
Untuk yang bersifat ceremonial, semua memang sudah dihilangkan. Tetapi tidak untuk yang bersifat yudisial dan moral. Larangan zinah tetap dilarang, larangan mencuri tetap dilarang, karena melanggar hukum kasih. Tetapi sunat dsb yang bersifat seremonial, dan tidak berhubungan dengan hukum kasih, sudah dibatalkan.
Jadi bukan hukum yang mana saja yang dibatalkan dan berupa pilah pilih, tetapi semua yang bersifat ceremonial dan tidak berhubungan dengan hukum kasih, itu yang dihilangkan. Tetapi yang masih berhubungan dengan hukum kasih, dan bersifat moral serta yudisial, tetap berlaku.
Syalom
-
Setiap aturan pasti berhubungan dengan tiga sisi yang disampaikan oleh Thomas Aquinas itu, om.
Apakah aturan itu bersifat hukum moral, hukum yudisial, ataukah ceremonial.
Untuk yang bersifat ceremonial, semua memang sudah dihilangkan. Tetapi tidak untuk yang bersifat yudisial dan moral. Larangan zinah tetap dilarang, larangan mencuri tetap dilarang, karena melanggar hukum kasih. Tetapi sunat dsb yang bersifat seremonial, dan tidak berhubungan dengan hukum kasih, sudah dibatalkan.
Jadi bukan hukum yang mana saja yang dibatalkan dan berupa pilah pilih, tetapi semua yang bersifat ceremonial dan tidak berhubungan dengan hukum kasih, itu yang dihilangkan. Tetapi yang masih berhubungan dengan hukum kasih, dan bersifat moral serta yudisial, tetap berlaku.
Syalom
loh bukankah hal pembatalan itu trrtera dengan jelas sekali dalam efesus 2 :15a
P. Baru: Efesus: 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
perhatikan yang om bold itu
Segala itu berarti semua (tanpa pandang bulu ,apakah itu bersifat moral atau bukan ) jadi juga termasuk kepada 10 perintah
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
loh bukankah hal pembatalan itu trrtera dengan jelas sekali dalam efesus 2 :15a
P. Baru: Efesus: 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
perhatikan yang om bold itu
Segala itu berarti semua (tanpa pandang bulu ,apakah itu bersifat moral atau bukan ) jadi juga termasuk kepada 10 perintah
Tuhan Yesus memberkati
Han
Lain, om.
Karena kita harus percaya bahwa Allah itu tetap, dan tidak berubah.
Jadi yang dulu dilarang tidak mungkin menjadi dibolehkan.
Yang dulu diperintahkan, tidak kemudian mejadi dilarang.
Yang terjadi adalah karena secara 'cara' manusia telah salah dalam menerapkannya.
Sehingga yang seremonialnya dicabut, tetapi yang moral dan yudisial tetap sifatnya.
Kalau seperti yang om contohkan sebagai analogi, KTP.
KTP itu tidak dibatalkan, tetapi diperbaharui.
Apa yang menjadi data dari KTP itu tidak dicabut, karena NIK, Nama, dan data data lainnya adalah tetap, kecuali alamat yang mungkin diperbaharui.
Jadi secara 'sifat' KTP yang om pegang sifatnya sama, fungsinya (moral law) sama, dan dasar hukumnya (yudicial law) sama, dengan KTP lama digantikan dengan KTP baru (ceremonial, bentuknya eKTP), bukan karena KTP lama dicabut, tetapi karena sudah diperbaharui.
Kira kira seperti itu.
Syalom
-
Lain, om.
Karena kita harus percaya bahwa Allah itu tetap, dan tidak berubah.
Jadi yang dulu dilarang tidak mungkin menjadi dibolehkan.
Yang dulu diperintahkan, tidak kemudian mejadi dilarang.
Yang terjadi adalah karena secara 'cara' manusia telah salah dalam menerapkannya.
Sehingga yang seremonialnya dicabut, tetapi yang moral dan yudisial tetap sifatnya.
ngga usah jauh jauh keperjanjian Baru,masih dalam PL
Perintah moral "Jangan Membunuh"
telah menjadi perintah "untuk membunuh " (contoh orang amalek/raja agag)
Kalau seperti yang om contohkan sebagai analogi, KTP.
KTP itu tidak dibatalkan, tetapi diperbaharui.
Apa yang menjadi data dari KTP itu tidak dicabut, karena NIK, Nama, dan data data lainnya adalah tetap, kecuali alamat yang mungkin diperbaharui.
Jadi secara 'sifat' KTP yang om pegang sifatnya sama, fungsinya (moral law) sama, dan dasar hukumnya (yudicial law) sama, dengan KTP lama digantikan dengan KTP baru (ceremonial, bentuknya eKTP), bukan karena KTP lama dicabut, tetapi karena sudah diperbaharui.
Bukan saja Alamat tetapi banyak hal juga bisa berubah dalam KTP
misalnya pekerjaan, bahkan nama sekalipun.apalagi jika data yang diberikan tidak valid,
Tetapi yang terpenting dalam hal ini adalah masa belakunya, masa berlakunya selalu berubah, antara KTP lama dan Ktp baru (kecuali kalau sudah mau koit ktpnya dianggap yang terahir)
untuk hal yang tidak penting ,memang KTP expired dapat dipakai misalnya mo nunjukin pada cucu bahwa Om orang bandung asli
Tapi kalau buat hal penting (misalnya akta notaris maka yang dipakai harus KTP yang masih berlaku.)
demikian juga kalau sekedar cucu suka mitesin semut kita bisa pake tuh hukum torat "jangan membunuh" walaupun sebenarnya bukan hukum torat aja.
Tapi untuk "KeselamaTAN" kita Harus YAKIN ' Yesus TELAH MATI DAN TORAT DAH BATAL SELURUHNYA ' dan sejak itu pedomannya adalh hukum Kasih Karunia
Tuhan Yesus Memberkati
Han
Kira kira seperti itu.
Syalom
-
ngga usah jauh jauh keperjanjian Baru,masih dalam PL
Perintah moral "Jangan Membunuh"
telah menjadi perintah "untuk membunuh " (contoh orang amalek/raja agag)
Kan ada alasannya oom (alasannya bebeda).
Tuhanpun melakukan pembunuhan besar besaran di jaman Nuh, Sodom dan Gomora, dan berniat menghabisi Niniwe.
Maka konon yang diperintahkan Tuhan adalah sah untuk dilakukan, sehingga dalam perang dengan Amalek, pembunuhan dilakukan atas perintah Tuhan.
Bukan saja Alamat tetapi banyak hal juga bisa berubah dalam KTP
misalnya pekerjaan, bahkan nama sekalipun.apalagi jika data yang diberikan tidak valid,
Tetapi yang terpenting dalam hal ini adalah masa belakunya, masa berlakunya selalu berubah, antara KTP lama dan Ktp baru (kecuali kalau sudah mau koit ktpnya dianggap yang terahir)
untuk hal yang tidak penting ,memang KTP expired dapat dipakai misalnya mo nunjukin pada cucu bahwa Om orang bandung asli
Tapi kalau buat hal penting (misalnya akta notaris maka yang dipakai harus KTP yang masih berlaku.)
demikian juga kalau sekedar cucu suka mitesin semut kita bisa pake tuh hukum torat "jangan membunuh" walaupun sebenarnya bukan hukum torat aja.
Tapi untuk "KeselamaTAN" kita Harus YAKIN ' Yesus TELAH MATI DAN TORAT DAH BATAL SELURUHNYA ' dan sejak itu pedomannya adalh hukum Kasih Karunia
Ya itu tadi, intinya bukan hukumnya yang dibatalkan/dicabut. Tetapi ada bagian yang diganti (dalam Taurat yang dibatalkan adalah yang bersifat ceremonial), sedangkan dasar Tauratnya yang merupakan hukum dari Allah, tetap berlaku dengan hukum yang baru.
Undang undang juga seperti itu kan? Jika di jaman belanda membunuh adalah pelanggaran hukum dan terdapat di dalam wetboek, maka sekarang kita mengacu pada KUHP, yang intinya membunuh tetap suatu pelanggaran pidana dan terancam hukum pidana.
Yang berubah adalah ceremonialnya, jika dulu mungkin dihukum gantung, sekarang adalah dihukum tembak.
Kira kira seperti itu.
Syalom
-
Kan ada alasannya oom (alasannya bebeda).
Tuhanpun melakukan pembunuhan besar besaran di jaman Nuh, Sodom dan Gomora, dan berniat menghabisi Niniwe.
Maka konon yang diperintahkan Tuhan adalah sah untuk dilakukan, sehingga dalam perang dengan Amalek, pembunuhan dilakukan atas perintah Tuhan.
walaupun ada alasan (dengan alasan apapun)
ini membuktikan bahwa hukum moralpun tidak kebal,jadi sekali lagi bahwa percuma membagi bagi hukum taurat menjadi hukum moral, hukum upacara, etc karena prinsipnya hukum taurat adalah kesatuan , kalau yang satu dijalankan yang lain jangan diabaikan.
kalau mau batal ya batal seluruhnya
sekali lagi EFESUS 2:15 menyatakan SEGALA KETENTUAN DAN PERINTAHNYA
BUkan tertulis HANYA UPACARA dan JUDISIAL TAURAT SAJA
Maaf ya nip,kalau om beda pendapat dengan nip yang masih mempertahankan bagian dari Hukum taurat.
Ya itu tadi, intinya bukan hukumnya yang dibatalkan/dicabut. Tetapi ada bagian yang diganti (dalam Taurat yang dibatalkan adalah yang bersifat ceremonial), sedangkan dasar Tauratnya yang merupakan hukum dari Allah, tetap berlaku dengan hukum yang baru.
Undang undang juga seperti itu kan? Jika di jaman belanda membunuh adalah pelanggaran hukum dan terdapat di dalam wetboek, maka sekarang kita mengacu pada KUHP, yang intinya membunuh tetap suatu pelanggaran pidana dan terancam hukum pidana.
Yang berubah adalah ceremonialnya, jika dulu mungkin dihukum gantung, sekarang adalah dihukum tembak.
Kira kira seperti itu.
Syalom
Dalam hal analogi KTP dan SIM yang om tekankan adalah tentang masa berlakunya
dalamhubungandengan masa berlakunya old onvenant (PL/kitab nabi ) dan hukum taurat.
dimana yang sudah expired tidak lagi dipakai sebagai acuan jika telah terbit yang baru sebagai penggantinya
Tuhan Yesus Memberkati
Han
-
Dalam hal analogi KTP dan SIM yang om tekankan adalah tentang masa berlakunya
dalamhubungandengan masa berlakunya old onvenant (PL/kitab nabi ) dan hukum taurat.
dimana yang sudah expired tidak lagi dipakai sebagai acuan jika telah terbit yang baru sebagai penggantinya
Han,
Kalo pengertian saya sih, kayaknya 10P (bukan ttg Taurat dgn pernak perniknya) belum expired --- melainkan menjelang expired. (expired disini : literally nggak terpakai lagi).
IMO, perbedaan antara yg lama dgn yg baru itu : yg baru (NC) adalah inti rangkuman yg lama (10P) di jaman sekarang ini. (Dimana dulu, 10P ibarat rangkuman inti dari Taurat dgn pernak perniknya).
Kalo saya 'pikir muter', ---imo--- lumayan masuk logika utk berpengertian 10P menjelang expired tapi masih binding di jaman sekarang ---> selama manusia dibungkus daging jasmani yg seperti kita punyai jaman sekarang ini.
Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Nanti, dikala Pengadilan Terakhir terlaksana, logikanya adalah sudah tidak mungkin lagi ada jiwa jiwa yg iri, saling membunuh, berbuat zinah, dlsb ---> maka logika selanjutnya ---imo--- 10P literally sudah bener2 tidak mungkin binding lagi sementara NC itu terus berjaya : mengasihi Allah dan sesama 'jiwa' dgn tubuh kemuliaan mereka.
Namun pengertian saya ini, ya cuma 'maen maen logika' aja siii ... :)
salam.
-
Bikin analogi.
Hukum Absensi masuk kerja
Hukum LAMA : Taurat
1. Moral : Jangan terlambat.
2. Ceremonial : Harus absen 10 jari, supaya memenuhi SOP yang berlaku. Tidak ada perkecualian.
3. Yudisial : Kalo absennya kurang 1 jari maka ada hukuman denda yang diberlakukan sesuai dengan kelipatan jari yang lalai.
Sehingga bukan terlambatnya yang diutamakan, melainkan mempersiapkan aneka macam hukuman bilamana
ceremonial tidak dijalankan.
Walaupun tidak terlambat, tetapi ada faktor ceremonial tidak dipatuhi maka tetap diberlakukan hukuman.
Hukum BARU : Hukum Taurat digenapi.
1. Moral : POKOKNYA JANGAN TERLAMBAT.
2. Ceremonial : Tidak diberlakukan.
3. Yudisial : Diberlakukan bila terlambat saja.
:)
-
Bikin analogi.
Hukum Absensi masuk kerja
Hukum LAMA : Taurat
1. Moral : Jangan terlambat.
2. Ceremonial : Harus absen 10 jari, supaya memenuhi SOP yang berlaku. Tidak ada perkecualian.
3. Yudisial : Kalo absennya kurang 1 jari maka ada hukuman denda yang diberlakukan sesuai dengan kelipatan jari yang lalai.
Sehingga bukan terlambatnya yang diutamakan, melainkan mempersiapkan aneka macam hukuman bilamana
ceremonial tidak dijalankan.
Walaupun tidak terlambat, tetapi ada faktor ceremonial tidak dipatuhi maka tetap diberlakukan hukuman.
Hukum BARU : Hukum Taurat digenapi.
1. Moral : POKOKNYA JANGAN TERLAMBAT.
2. Ceremonial : Tidak diberlakukan.
3. Yudisial : Diberlakukan bila terlambat saja.
:)
Yang dipakai yang lama atau yang baru ??
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Yang dipakai yang lama atau yang baru ??
Tuhan Yesus memberkati
Han
Maap nyelak... pingin kemukakan pendapat aja siii .. :)
IMO, yg dipake yg Baru, dimana didalam yg Baru ini - yg Lama tetep binding.
Misal :
Sso yg sudah menikah ..., karena mengasihi sesama manusia : "saya mengasihi perempuan itu. Kesian dia... udah janda, beranak 10 - gak ada kerjaan pula... makanya saya nikahin - agar hidupnya gak sengsara dan tidak dahaga krn tidak dapet gijig gijig". ---> Jangan berzinah !, ---imo--- masih binding.
:)
salam.
-
Maap nyelak... pingin kemukakan pendapat aja siii .. :)
IMO, yg dipake yg Baru, dimana didalam yg Baru ini - yg Lama tetep binding.
Misal :
Sso yg sudah menikah ..., karena mengasihi sesama manusia : "saya mengasihi perempuan itu. Kesian dia... udah janda, beranak 10 - gak ada kerjaan pula... makanya saya nikahin - agar hidupnya gak sengsara dan tidak dahaga krn tidak dapet gijig gijig". ---> Jangan berzinah !, ---imo--- masih binding.
:)
salam.
Jadi gijig-gijig adalah binding dalam pernikahan ya bro, oke oke.
:rofl:
-
Yang dipakai yang lama atau yang baru ??
Tuhan Yesus memberkati
Han
Hehehehe.....
Menurut saya pribadi....
Sudah berlaku Hukum Baru, dengan meniadakan aspek ceremonial + aspek yudisial tetapi tetap mempertahankan aspek moral. :D
-
Maap nyelak... pingin kemukakan pendapat aja siii .. :)
IMO, yg dipake yg Baru, dimana didalam yg Baru ini - yg Lama tetep binding.
Misal :
Sso yg sudah menikah ..., karena mengasihi sesama manusia : "saya mengasihi perempuan itu. Kesian dia... udah janda, beranak 10 - gak ada kerjaan pula... makanya saya nikahin - agar hidupnya gak sengsara dan tidak dahaga krn tidak dapet gijig gijig". ---> Jangan berzinah !, ---imo--- masih binding.
:)
salam.
Kalo lelakinya itu raja minyak, mungkin betul menjadikan si janda menjadi 'terpelihara'. Lha kalo lelakinya karyawan kroco yang baru PHK? Makin blangsak dah hidup janda itu.
-
Yang gue tau, hukum taurat berlaku selamanya. (Kata itu berkali-kali tertulis di pentateukh). Tidak ada yang bisa membatalkannya. Yang ada hanya menggenapinya. Tidak boleh ditambah dan dikurangi. Yang diperintahkan adalah mematuhinya. Terkutuklah orang yang tidak melakukan apa yang tertulis di kitab taurat ini. Amin.
-
Yang gue tau, hukum taurat berlaku selamanya. (Kata itu berkali-kali tertulis di pentateukh). Tidak ada yang bisa membatalkannya. Yang ada hanya menggenapinya. Tidak boleh ditambah dan dikurangi. Yang diperintahkan adalah mematuhinya. Terkutuklah orang yang tidak melakukan apa yang tertulis di kitab taurat ini. Amin.
Silahkan saja anda melakukan apa yang tertulis di kitab Taurat, kalau itu Kitab Suci anda, kalau kami kitab sucinya adalah Alkitab.
Paham ya
:idiot:
-
Damai bagimu daveedhenokhinin.
Yang gue tau, hukum taurat berlaku selamanya. (Kata itu berkali-kali tertulis di pentateukh). Tidak ada yang bisa membatalkannya. Yang ada hanya menggenapinya. Tidak boleh ditambah dan dikurangi. Yang diperintahkan adalah mematuhinya. Terkutuklah orang yang tidak melakukan apa yang tertulis di kitab taurat ini. Amin.
Taurat itu kitabnya Yahudi, kan? Apakah daveedhenokhinin itu orang Yahudi? Kalau daveedhenokhinin orang Kristen, tentu kitab daveedhenokhinin harusnya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Damai, damai, damai.
-
Yang gue tau, hukum taurat berlaku selamanya. (Kata itu berkali-kali tertulis di pentateukh). Tidak ada yang bisa membatalkannya. Yang ada hanya menggenapinya. Tidak boleh ditambah dan dikurangi. Yang diperintahkan adalah mematuhinya. Terkutuklah orang yang tidak melakukan apa yang tertulis di kitab taurat ini. Amin.
berarti Injil lukas terlewat dibaca Ya ??
sebab dalam injil lukas jelas tertulis bahwa hukum taurat berlaku sampai Zaman yohanes
Bukan berlaku slamanya.
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Hmmm... daveedhenokhinin ini kayaknya sedang merayakan sabat, jadi, hari ini tidak OL.
-
Hanhalim.. Yang tertulis itu selamanya. Tuhan ga boleh bohong (hambanya aja ga boleh).
-
Kalau Tuhan bohong, mati deh orang bener. Apalagi yang jadi pegangan? Wong bisa bohong. Matiiii gw..
-
Hanhalim.. Yang tertulis itu selamanya. Tuhan ga boleh bohong (hambanya aja ga boleh).
Maaf, Daveedhenokhinin. Apa gerangan asosiasi dalam benak Daveedhenokhinin ketika menulis Yang tertulis itu? Apakah yang Daveedhenokhinin maksud ialah Perjanjian Lama, atau Perjanjian Baru, atau kedua-duanya? Perjanjian Lama, dengan deuterokanonika ato tidak?
Terima kasih. Damai sejahtera menyertaimu Daveedhenokhinin.
-
Hanhalim.. Yang tertulis itu selamanya. Tuhan ga boleh bohong (hambanya aja ga boleh).
Siapa yang bisa melarang atau mengatur yang maha kuasa dengan Dalil manusia ???
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kemana Daveedhenokhinin gerangan? Ada yang lihat?
-
Kemana Daveedhenokhinin gerangan? Ada yang lihat?
KO
Karena hukum taurat ditiadakan Om Han :whistle:
-
KO
Karena hukum taurat ditiadakan Om Han :whistle:
Nahn jangan dipelencengkan.
Hukum taurat tetap exsis Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan melainkan mengenpinya dan dengan pengenapannya melalu kematiannya maka beliau (Yesus) sekaligus membatalkan Turat dengan segala perintah dan ketentuannya
lihat :
P Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Nahn jangan dipelencengkan.
Hukum taurat tetap exsis Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan melainkan mengenpinya dan dengan pengenapannya melalu kematiannya maka beliau (Yesus) sekaligus membatalkan Turat dengan segala perintah dan ketentuannya
lihat :
P Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
Tuhan Yesus memberkati
Han
Btw, apakah berarti kitab PL dari Alkitab sebaiknya dilepas dan tidak perlu dibaca lagi om?
:shrug:
-
Btw, apakah berarti kitab PL dari Alkitab sebaiknya dilepas dan tidak perlu dibaca lagi om?
:shrug:
Masih bisa dipakai buat sejarah, cari silsilah
dibuat skenario film kolosal
dan buat ngasih tau kepada orang yangt masih hidup dibawah taurat
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Masih bisa dipakai buat sejarah, cari silsilah
dibuat skenario film kolosal
dan buat ngasih tau kepada orang yangt masih hidup dibawah taurat
Tuhan Yesus memberkati
han
Kalo Om setuju PL dilepas dari Alkitab, nanti Om enggak bisa ber Mazmur lho.
:pray3:
-
Masih bisa dipakai buat sejarah, cari silsilah
dibuat skenario film kolosal
dan buat ngasih tau kepada orang yangt masih hidup dibawah taurat
Tuhan Yesus memberkati
han
Lantas darimana kita (om) tahu sebab atau mengapa Jesus harus datang ke dunia, om?
-
@ Om Han,
Om sedemikian gigih menginformasikan "batalnya taurat".
Kalo boleh nanya nih Om.
1. Om mendapatkan semangat ini dari mana ? Wahyu Pribadi ? ataukah dari jajan rohani :)
2. Kalo boleh tanya lebih lanjut, siapa pewarta nya (wahyu pribadi) atau siapa pendetanya (kalo jajan rohani).
:)
-
@ Om Han,
Om sedemikian gigih menginformasikan "batalnya taurat".
Kalo boleh nanya nih Om.
1. Om mendapatkan semangat ini dari mana ? Wahyu Pribadi ? ataukah dari jajan rohani :)
2. Kalo boleh tanya lebih lanjut, siapa pewarta nya (wahyu pribadi) atau siapa pendetanya (kalo jajan rohani).
:)
Dulu, gak tahu kalau sekarang, di hotel hotel selalu diletakan sebuah Alkitab terbitan Gideon. Isinya cuma perjanjian baru.
Nah mungkin si om terlalu sering menginap di hotel, jadi selalu bacanya Alkitab Gideon itu.
Ini sekilas dugaan.
:whistle:
-
Dulu, gak tahu kalau sekarang, di hotel hotel selalu diletakan sebuah Alkitab terbitan Gideon. Isinya cuma perjanjian baru.
Nah mungkin si om terlalu sering menginap di hotel, jadi selalu bacanya Alkitab Gideon itu.
Ini sekilas dugaan.
:whistle:
Bisa jadi juga .... hahahahahaa
:rofl:
-
Kalo Om setuju PL dilepas dari Alkitab, nanti Om enggak bisa ber Mazmur lho.
:pray3:
Mazmur tidak harus dari kitab mazmur
lagian juga mazmur dalam kitab mazmur masih ada yang terkandung taurat
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Lantas darimana kita (om) tahu sebab atau mengapa Jesus harus datang ke dunia, om?
Pb secara jelas menceritakan hal itu
bahkann oleh Yesus jururuslamat itu sendiri
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
@ Om Han,
Om sedemikian gigih menginformasikan "batalnya taurat".
Kalo boleh nanya nih Om.
1. Om mendapatkan semangat ini dari mana ? Wahyu Pribadi ? ataukah dari jajan rohani :)
2. Kalo boleh tanya lebih lanjut, siapa pewarta nya (wahyu pribadi) atau siapa pendetanya (kalo jajan rohani).
:)
1)
kalo tak pikir pikir itu wahyu perbadi .sebab ada jajanan dimana yang Htnya bilang taurat telah di batalkan ???
omm bahkan telah terusir dari beberapa mailing list karena memberitakan ini
2) smua terjadi begitu saja dan smua tersedia begitu
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Dulu, gak tahu kalau sekarang, di hotel hotel selalu diletakan sebuah Alkitab terbitan Gideon. Isinya cuma perjanjian baru.
Nah mungkin si om terlalu sering menginap di hotel, jadi selalu bacanya Alkitab Gideon itu.
Ini sekilas dugaan.
:whistle:
Waktu sr ada guru kristen yang berhenti karena menikah . dan beliau ini menghadiahi oom satu Alkitab saku perjanjian Baru saja dan kalau oom berpergian jauh Alkitab itu oom bawa (walau blon tentu dibaca)
jadi oom tidak perlu baca dari Alkitab hotel
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bisa jadi juga .... hahahahahaa
:rofl:
Udah di jelsin prasangkanya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Jadi, semua partisipan forum ini sudah ikhlas, bahwa Huku Taurat sudah batal?
-
Jadi, semua partisipan forum ini sudah ikhlas, bahwa Huku Taurat sudah batal?
kalu ada yang belon Ichlas harap protes
kalau tidak ada yang protes berarti semua Ichlas
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Jd bgini...
Pd saat sso percaya (beriman) kpd Kristus, maka dosa-dosa orang itu yg mlanggar Taurat telah dipakukan ke kayu salib dan ditanggung oleh Yesus Kristus.
Maka orang itu dimata Tuhan telah berhasil mlakukan semua aturan dan ketentuan Taurat karena Yesus Kristus sudah berhasil melakukannya.
Nah, stelah orang itu bhasil mlakukan Taurat, maka dia lulus naik kelas.
Naik ke mana?
Ke Hukum Kristus yg lebih berat daripada Taurat krn menghakimi sampai tahap motivasi.
Krn orang itu sudah naik kelas, maka bagi orang itu Taurat dibatalkan sbg sarana pembenaran.
Org itu skrg ngga bisa lagi (ngga cocok lagi) diukur kebenarannya mnurut Taurat, tetapi harus diukurkan menurut Hukum Kristus.
Kl Taurat mengatur 23,333% persembahan wajib, maka dalam Hukum Kristus itu kudu mpersembahkan seluruh tubuh, jiwa dan roh.
Tp kl ndak sanggup, ya doa sama Tuhan krn Hukum Kristus diikuti oleh Kasih Karunia.
Itu kl ndak sanggup...kl ndak mau? Saya ndak tauuu
-
APAKAH HUKUM TAURAT MASIH BERLAKU
Ke sepuluh Perintah Allah adalah hukum moral yang berlaku selamanya
- karena mencerminkan kekudusan dan sifat Allah sendiri (Maz.111 : 7,8 ; Mat.5:18)
- Seluruh Hukum Allah oleh Kristus disingkat menjadi hukum kasih (Mat.22:37-40),yang didalam Injil disebut sebagai Hukum Kristus (1 Kor.9:21 ; Gal.6:2). Kesepuluh Hukum Moral Tuhan ituwalaupun baru dinyatakan pada jaman Musa tetapi prinsip prinsipnya sudah berlaku sejakAdam,bahkan kejatuhan Iblispun terjadi akibat melanggar hukum yg pertama (1 Yoh.3:8;Yeh.28:15-17)
Sistim Ritual berupa tata-cara korban binatang tidak berlaku lagi karena sudah digenapkan oleh Kristus diatas kayu salib (Ibr.13:11,12). Darah binatang hanya sebagai bayangan saja tidak mungkin biasa menebus dosa manusia (Ibr.10:4).
Sistim Keimaman sudah berubah karena semua orang percaya adalah imamat yang rajani (1 Pet.2:9) dimana setiap orang percaya boleh langsung menghampiri tahta kasih karunia Allah (Ibr.4:16). Hal ini dilambangkan oleh terbelahnya tabir Bait Suci ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa Nya diatas kayu salib (Mat.27:51). Jabatan Imam Besar sudah tidak diperlukan lagi karena Yesus lah Imam Besar Agung kita (Ibr.4:14) yang telah mempersembahkan diri Nya sendiri sebagai korban bakaran diatas altar Tuhan (Ibr.7:27).
• Pengertian Bait Allah berupa bangunan sudah diganti dengan tubuh kita sebagai bait Allah yang sejati dimana Roh Kudus tinggal didalam hati kita (1 Kor.3:16;2 Kor.1:22). Jemaat Allah atau Gereja adalah kumpulan orang orang percaya yang dipanggil oleh Allah (1 Pet.1:2 ; Kis.20:28).
• Semua peraturan peraturan yang ditambahkan oleh Imam Iman Yahudi kedalam Hukum Taurat tidak berlaku lagi karena semua orang percaya adalah anak anak Abraham atau anak anak Allah secara iman,bukan keturunan (Gal.3:7);secara rohani bukan kedagingan (Rom.8:4,13 ; 9:8)
Shalom
-
Jd bgini...
Pd saat sso percaya (beriman) kpd Kristus, maka dosa-dosa orang itu yg mlanggar Taurat telah dipakukan ke kayu salib dan ditanggung oleh Yesus Kristus.
Maka orang itu dimata Tuhan telah berhasil mlakukan semua aturan dan ketentuan Taurat karena Yesus Kristus sudah berhasil melakukannya.
Nah, stelah orang itu bhasil mlakukan Taurat, maka dia lulus naik kelas.
Naik ke mana?
Ke Hukum Kristus yg lebih berat daripada Taurat krn menghakimi sampai tahap motivasi.
Krn orang itu sudah naik kelas, maka bagi orang itu Taurat dibatalkan sbg sarana pembenaran.
Org itu skrg ngga bisa lagi (ngga cocok lagi) diukur kebenarannya mnurut Taurat, tetapi harus diukurkan menurut Hukum Kristus.
Kl Taurat mengatur 23,333% persembahan wajib, maka dalam Hukum Kristus itu kudu mpersembahkan seluruh tubuh, jiwa dan roh.
Tp kl ndak sanggup, ya doa sama Tuhan krn Hukum Kristus diikuti oleh Kasih Karunia.
Itu kl ndak sanggup...kl ndak mau? Saya ndak tauuu
Mantap juga Siip. Semakin banyak saja orang yang mengetahui cara pandang Tuhan, nggih? Benarkah seperti itu pandangan Tuhan? Untuk semakin meyakinkan, kalo Siip punya sayat pendukung, semakin mantap.
Damai, damai, damai.
-
APAKAH HUKUM TAURAT MASIH BERLAKU
Ke sepuluh Perintah Allah adalah hukum moral yang berlaku selamanya
- karena mencerminkan kekudusan dan sifat Allah sendiri (Maz.111 : 7,8 ; Mat.5:18)
- Seluruh Hukum Allah oleh Kristus disingkat menjadi hukum kasih (Mat.22:37-40),yang didalam Injil disebut sebagai Hukum Kristus (1 Kor.9:21 ; Gal.6:2). Kesepuluh Hukum Moral Tuhan ituwalaupun baru dinyatakan pada jaman Musa tetapi prinsip prinsipnya sudah berlaku sejakAdam,bahkan kejatuhan Iblispun terjadi akibat melanggar hukum yg pertama (1 Yoh.3:8;Yeh.28:15-17)
Sistim Ritual berupa tata-cara korban binatang tidak berlaku lagi karena sudah digenapkan oleh Kristus diatas kayu salib (Ibr.13:11,12). Darah binatang hanya sebagai bayangan saja tidak mungkin biasa menebus dosa manusia (Ibr.10:4).
Sistim Keimaman sudah berubah karena semua orang percaya adalah imamat yang rajani (1 Pet.2:9) dimana setiap orang percaya boleh langsung menghampiri tahta kasih karunia Allah (Ibr.4:16). Hal ini dilambangkan oleh terbelahnya tabir Bait Suci ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa Nya diatas kayu salib (Mat.27:51). Jabatan Imam Besar sudah tidak diperlukan lagi karena Yesus lah Imam Besar Agung kita (Ibr.4:14) yang telah mempersembahkan diri Nya sendiri sebagai korban bakaran diatas altar Tuhan (Ibr.7:27).
• Pengertian Bait Allah berupa bangunan sudah diganti dengan tubuh kita sebagai bait Allah yang sejati dimana Roh Kudus tinggal didalam hati kita (1 Kor.3:16;2 Kor.1:22). Jemaat Allah atau Gereja adalah kumpulan orang orang percaya yang dipanggil oleh Allah (1 Pet.1:2 ; Kis.20:28).
• Semua peraturan peraturan yang ditambahkan oleh Imam Iman Yahudi kedalam Hukum Taurat tidak berlaku lagi karena semua orang percaya adalah anak anak Abraham atau anak anak Allah secara iman,bukan keturunan (Gal.3:7);secara rohani bukan kedagingan (Rom.8:4,13 ; 9:8)
Shalom
Sudah tidak ada Imam Besar? Tapi, Sol, dari antara para rasul Tuhan Jesus Kristus, perintah menggembalakan domba-domba Kristus hanya diberikan kepada Petrus, lhoh. Apakah perintah Tuhan Jesus Kristus itu tidak berarti apa-apa? Atau, pada hakekatnya, perintah itu adalah kepada semua rasul? Bagi pemahaman saya, akan terlalu memaksakan kalau perinbtah yang sampai tiga kali disebutkan oleh Tuhan Jesus Kristus itu hanya kepada Petrus, namun kita maknai bahwa itu adalah perintah kepada seluruh rasul.
Menurut pengertian Solideogloria, ketika Tuhan Jesus Kristus mengatakan mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang, bagi Solideogloria dan kelompoknya, itu tidak berarti apa-apa?
Hebat. Benar-benar hebat.
Damai, damai, damai.
-
Udah di jelsin prasangkanya
Tuhan Yesus memberkati
Han
Asal jangan .... kalo nemu Alkitab trs dirobek perjanjian Lamanya
:D
-
Jadi, semua partisipan forum ini sudah ikhlas, bahwa Huku Taurat sudah batal?
Kan saya sudah protes.
Yang dibatalkan adalah seremonialnya
:D
-
kalu ada yang belon Ichlas harap protes
kalau tidak ada yang protes berarti semua Ichlas
Tuhan Yesus memberkati
han
Saya tidak akan iklas tapi malas protes :P
-
Mantap juga Siip. Semakin banyak saja orang yang mengetahui cara pandang Tuhan, nggih? Benarkah seperti itu pandangan Tuhan? Untuk semakin meyakinkan, kalo Siip punya sayat pendukung, semakin mantap.
Damai, damai, damai.
Ayat utamanya sbgmn yg sering didengungkan Om Halim.
Kmudian di PB carilah Hukum Kristus.
Lalu pbandingkan antara ktentuan Taurat dg ucapan Yesus Kristus pd saat mbahas sabda bahagia.
Lalu masukkan jg ayat ttg hormati dan taatilah pemimpinmu.
-
1)
kalo tak pikir pikir itu wahyu perbadi .sebab ada jajanan dimana yang Htnya bilang taurat telah di batalkan ???
omm bahkan telah terusir dari beberapa mailing list karena memberitakan ini
2) smua terjadi begitu saja dan smua tersedia begitu
Tuhan Yesus memberkati
han
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Karena sudah diingatkan oleh ayat diatas Om ....
kaburrrr............... :giggle:
-
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Karena sudah diingatkan oleh ayat diatas Om ....
kaburrrr............... :giggle:
mendingan di disurga paling rendah, atau dineraka paling atas? ya mending disurga paling bawah lah.. ga papa...
kaburrrr............... :giggle:
-
Saya diam-diam saja, tp juga kabuuuurrrrrr
-
Waduhhh gimana nih ...
Yang kabur2 diatas itu setuju ataukah tidak setuju hukum taurat dibatalkan Tuhan Yesus ???
:D
-
Percuma Bro...
Saya malah udh pernah kutip surat Paulus dimana Paulus mengambil Hukum ke-5 kemudian mcantumkan janji Allah apabila hukum itu dipatuhi.
Dg bgitu maka jelas bhw Paulus mmahami kl 10 Hukum masih berlaku sbg janji Allah, sdgkn sisa Hukum Seremonial sudah batal, tp Om Han tetep keukeuh seumeukeuh.
dan tentunya tetap saja posting kata-kata mutiaranya berulang-ulang dimana-mana
-
Kalo saya seorang Kristen, secara pov individu Kristen (imo) - kayaknya Oom Han gak salah loh :D.
"kerepotan" timbul, dikala ada Gereja yg semisal melakukan perpuluhan ---> ini di pov Oom Han (kayaknya) Gereja tsb sedang patuh ke Hukum Taurat.
Sedang kalo mengacu 10P saja, (imo) kalo mao dibilang yang batal ekspresi kalimatnya - bisa dan saya sependapat ... namun kalo dibilang dasar dari hukum 10P tsb yg ternyata adalah ajaran Kasih dianggap batal saya kurang sependapat :D.
"kerepotan" timbul, dari pov Oom Han Kitab para Nabi PL yg berisi hukum2 lama tsb tidak mengandung ajaran Kasih, Yesus-lah yang pelopor ajaran Kasih.
Sementara :
(26) Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" (27) Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Waduh... si Oom Han pasti sekarang kupingnya lagi terdengar "ngiiiiiinnnggg" deh... karena ada orang laen yang lagi ngomongin die ... hehehe :D.
Maapin yah Oom.... jadi ngerumpi ... :flower1:
:)
salam.
-
Heheheheee....
Mumpung ga ada Om ... ikutan ngrumpi. :giggle:
Lha Om bacanya cuman sebagian saja sih :giggle:
-
Saya tidak akan iklas tapi malas protes :P
hati hati , ntar jadi dendam terpendam (dendam kesumat 0 seperti ajaran taurat
gigi ganti gigi
he he he
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Percuma Bro...
Saya malah udh pernah kutip surat Paulus dimana Paulus mengambil Hukum ke-5 kemudian mcantumkan janji Allah apabila hukum itu dipatuhi.
Dg bgitu maka jelas bhw Paulus mmahami kl 10 Hukum masih berlaku sbg janji Allah, sdgkn sisa Hukum Seremonial sudah batal, tp Om Han tetep keukeuh seumeukeuh.
dan tentunya tetap saja posting kata-kata mutiaranya berulang-ulang dimana-mana
Bukan keukeuh ,tapi efesus 2 :15 yang sudah secara jelas menerangkan bahwa yang batal itu adalah SEGALA perintah dan ketentuannya jadi janganlah di kerdilkan menjadi hanya hukum seremonialnya saja
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Bukan keukeuh ,tapi efesus 2 :15 yang sudah secara jelas menerangkan bahwa yang batal itu adalah SEGALA perintah dan ketentuannya jadi janganlah di kerdilkan menjadi hanya hukum seremonialnya saja
Tuhan Yesus memberkati
han
Oom Han,
mosok ini termasuk yang "segala" ?
Ulangan 6 :
(5) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Imamat 19 :
(18) Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.
Juga ayat yang saya post di #77 : http://forumimankristen.com/index.php/topic,335.msg52650.html#msg52650
Orang2 "purba" (pra Yesus) juga udah denger hukum "baru" yang nggak baru itu loh Oom ... aplikasinya aja mereka yang mungkin kayaknya nggak "pas" :D.
:)
salam.
-
Bukan keukeuh ,tapi efesus 2 :15 yang sudah secara jelas menerangkan bahwa yang batal itu adalah SEGALA perintah dan ketentuannya jadi janganlah di kerdilkan menjadi hanya hukum seremonialnya saja
Tuhan Yesus memberkati
han
Tafsirannya saja yang kurang pas Om ...
hehehehe...
:D
-
Tafsirannya saja yang kurang pas Om ...
hehehehe...
:D
Itu karena si om Han membaca Efesus 2 HANYA pada ayat 15 SAJA.
Padahal Surat Efesus berbicara kepada dan mengenai orang orang non-Yahudi yang memang tidak terikat oleh hukum Taurat.
Ef 2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
Ef 2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
Ef 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
Ef 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
Ef 2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Ef 2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
Ef 2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Ef 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Ef 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Ef 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Ef 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Fakta bahwa 'Taurat' masih terdapat di dalam Alkitab, dan tidak dicabut oleh Magisterium, membuktikan bahwa ada NILAI yang MASIH BERLAKU.
Syalom
-
Itu karena si om Han membaca Efesus 2 HANYA pada ayat 15 SAJA.
Padahal Surat Efesus berbicara kepada dan mengenai orang orang non-Yahudi yang memang tidak terikat oleh hukum Taurat.
Ef 2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
Ef 2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
Ef 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
Ef 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
Ef 2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Ef 2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
Ef 2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Ef 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Ef 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Ef 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Ef 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Fakta bahwa 'Taurat' masih terdapat di dalam Alkitab, dan tidak dicabut oleh Magisterium, membuktikan bahwa ada NILAI yang MASIH BERLAKU.
Syalom
Rm 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
Rm 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Rm 13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Setuju Bro Salt
Diperkuat bacaan hari ini.
:D
-
Setuju Bro Salt
Diperkuat bacaan hari ini.
Setuju, om, Taurat bukan dibatalkan, tetapi sudah tergenapi.
Syalom
-
Saya stuju bhw Hukum (seremonial) Taurat alias Hukum Musa sudah dibatalkan krn sudah tergenapi.
Sedangkan Hukum Allah itu masih berlaku, tetapi pelaksanaannya dilakukan menurut Hukum Kristus.
Jd Hukum Allah menjadi Hukum Kristus.
-
Tafsirannya saja yang kurang pas Om ...
hehehehe...
kurang pas bagaimana lagi ?
bukan kah itu sudah sangat jelas ???
knapa harus dikerdilkan ke seremonialnya saja ??/
Tuhan Yesus memberkati
han
-
kurang pas bagaimana lagi ?
bukan kah itu sudah sangat jelas ???
knapa harus dikerdilkan ke seremonialnya saja ??/
Tuhan Yesus memberkati
han
Karena memang penafsiran nya seperti itu.
Yang dibatalkan seremonialnya.
:D
-
Oom Han,
mosok ini termasuk yang "segala" ?
Ulangan 6 :
(5) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Imamat 19 :
(18) Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.
Yah betul kedua ayat yang diatas itu termasuk "Segala"
karena jelas kedua ayat tersebut termasuk Taurat dan terdapat di perjanjian lama yang telah digenapi Yesus dan juga telah lukas tentukan batas ahir masa berlakunya seperti yang tertera dibawah ini
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Perlu , diingat bahwa Yesus tidak membatalkannya sebelum memberikan hukum yang baru (Kasih Karunia) jadi hukum itulah yang harus dijadikan pedoman ketika taurat batal
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Iya! Ayat maut sudah keluar.
Ayoh bubar semua!
Angkat lapakmu, gulung tikarmu, berlarilah keluar
-
Iya! Ayat maut sudah keluar.
Ayoh bubar semua!
Angkat lapakmu, gulung tikarmu, berlarilah keluar
ayat itu bukanlah ayat maut tetapi ayat itu lah menhhidupkan membebaskan kita dari maut.
sebab jika dibiarkan taurat tetap berlaku dan tidak dibatalkan Yesus.
maka semua orang pastilah tidak akan selamat , sebab tidak seorangpun didunia yang sanggup memenuhi tuntutan hukum taurat
kita semua harusnya bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah memenuhi tuntutan taurat dan sekaligus telah membatalkannya
kok malah tidak pada menghargai karya Yesus itu dan malah coba mempertahankannya.
Tuhan Yesus memberkati
han
-
ayat itu bukanlah ayat maut tetapi ayat itu lah menhhidupkan membebaskan kita dari maut.
Dua ayat di PL itu juga bukan ayat maut kan Oom :).
Perbedaan-nya adalah aplikasi ayat tsb di jaman yang berlaku.
Saat itu (pra-PB) hanya berlaku bagi bangsa Israel - tidak berlaku pada bangsa lain.... setelah PB, dua ayat utama itu berlaku buat semua bangsa.
kita semua harusnya bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah memenuhi tuntutan taurat dan sekaligus telah membatalkannya
Bagaimana bisa dikatakan Yesus membatalkan dua ayat di PL tsb, sementara dua ayat itu juga dipake oleh Yesus, Oom ? :).
kok malah tidak pada menghargai karya Yesus itu dan malah coba mempertahankannya.
IMO, Penghargaan-nya adalah tentang bhw : DULU dua ayat utama tsb berlaku cuma utk bangsa Israel, SEKARANG utk semua bangsa, Oom :).
DULU Firman cuma utk bangsa Israel.
SEKARANG Firman utk semua bangsa.
:D.
:)
salam.
-
Perlu , diingat bahwa Yesus tidak membatalkannya sebelum memberikan hukum yang baru (Kasih Karunia) jadi hukum itulah yang harus dijadikan pedoman ketika taurat batal
Oom...
waktu si Ahli Taurat itu ditanya Yesus : "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?" dia tidak menjawab dengan : "bayar perpuluhan, potong mbek, dan entah ratusan jenis tindakan lainnya", Oom :D.
Yang merah mengandung pengertian : "so... dari bejibun-nya hukum2 Taurat tsb - apa yang ada di hatimu ?" ----> How do you read it?
Yang dengan segera si ahli Taurat menjawab : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Dan saya perhatikan, as simple as that answer - as simple as Jesus' respond : "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Baik si ahli Taurat maupun Yesus tidak melibatkan segala potong mbek, bayar perpuluhan, bla3x dlsb ... simple kan my dear Oom ... :D.
:)
salam.
-
Ayatnya ngga maut Om...tp cara Om mnafsirkannya, itu maut bagi yg ngga stuju sama Om
-
Dua ayat di PL itu juga bukan ayat maut kan Oom :).
yang bro siip maksudkan dengan ayat maut adalah kedua ayat dibawah ini
Tapi sssssst !!! bacanya janagn keras keras ntar momod bangun dan nyemprit
nah ini dia ayatnya :
P Baru: Efesus
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(Yesus) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
sedangkan dua ayat yang nif oda kutipkan bukanlah ayat maut tapi ayat yang sudah hampir mengalami maut karena ada dalam perjanjian lama yang sudah tua dan usang yang telah lewat masa berlakunya ,dan sudah dibatalkan Yesus karena termasuk "SEGALA" (ef2:15)
quote author=odading link=topic=335.msg55381#msg55381 date=1383809964]
Perbedaan-nya adalah aplikasi ayat tsb di jaman yang berlaku.
Saat itu (pra-PB) hanya berlaku bagi bangsa Israel - tidak berlaku pada bangsa lain.... setelah PB, dua ayat utama itu berlaku buat semua bangsa.
Bagaimana bisa dikatakan Yesus membatalkan dua ayat di PL tsb, sementara dua ayat itu juga dipake oleh Yesus, Oom ? :).
IMO, Penghargaan-nya adalah tentang bhw : DULU dua ayat utama tsb berlaku cuma utk bangsa Israel, SEKARANG utk semua bangsa, Oom :).
DULU Firman cuma utk bangsa Israel.
SEKARANG Firman utk semua bangsa.
:D.
:)
salam.
[/quote]
mengenai dua ayat kasih karunia yang ada di PB itu bukanlah Kasih taurat , oom pikir baiknya buka trit baru aja ya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Itu karena si om Han membaca Efesus 2 HANYA pada ayat 15 SAJA.
Padahal Surat Efesus berbicara kepada dan mengenai orang orang non-Yahudi yang memang tidak terikat oleh hukum Taurat.
Ef 2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
Ef 2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
Ef 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
Ef 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
nah mau dibaca mulai dari ayat berapapun ,ketika sampai ayat 15 tetep aja Ia (Yesus) membatalkan segala perintah dan ketentuan hukum taurat
karena secara kronologis ayat sebelum ayat 15 menerangkann tentang alasan pembatalan,
ayat 15 menerangkan peristiwa pembatalan
dan ayat sesudah ayat 15 (ayat 16 dst) menerangkan tujuan dari pembatalan
tapi intinya tetap di ayat 15 yaitu Yesus MEMBATALKAN TAURAT
-
ayat itu bukanlah ayat maut tetapi ayat itu lah menhhidupkan membebaskan kita dari maut.
sebab jika dibiarkan taurat tetap berlaku dan tidak dibatalkan Yesus.
maka semua orang pastilah tidak akan selamat , sebab tidak seorangpun didunia yang sanggup memenuhi tuntutan hukum taurat
Om Han,
Apa yg Om Han maksudkan dng "batal"? Apakah artinya bahwa pasca Yesus, orang sudah boleh bersaksi dusta, atau membunuh, atau mencuri? Ataukah artinya bahwa orang percaya yg telah berdusta, atau membunuh, atau mencuri tidak dihukum sesuai tuntutan hukum Taurat?
Cheers
-
Om Han,
Apa yg Om Han maksudkan dng "batal"? Apakah artinya bahwa pasca Yesus, orang sudah boleh bersaksi dusta, atau membunuh, atau mencuri? Ataukah artinya bahwa orang percaya yg telah berdusta, atau membunuh, atau mencuri tidak dihukum sesuai tuntutan hukum Taurat?
Cheers
Gimana Om Han ?
:whistle:
-
Damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus menyertai FIKers sekalian.
Sambil menunggu jawaban Han, menurut saya, kalo inti ato saripati dari Hukum Taurat adalah 10 Perintah Tuhan, yang kemudian disarikan lagi oleh Tuhan Jesus Kristus menjadi Kasihilah Tuhanmu, dan kasihilah sesamamu, tetap saja tidak membuka peluang untuk bersaksi dusta, atau membunuh, atau mencuri, atau berzinah, dll. Sebab, 10 Perintah Tuhan itu sejalan, senafas, sinkron dengan Hukum Kasih.
Damai, damai, damai.
-
Om Han,
Apa yg Om Han maksudkan dng "batal"? Apakah artinya bahwa pasca Yesus, orang sudah boleh bersaksi dusta, atau membunuh, atau mencuri? Ataukah artinya bahwa orang percaya yg telah berdusta, atau membunuh, atau mencuri tidak dihukum sesuai tuntutan hukum Taurat?
Cheers
bukan kedua duanya
Tetapi artinya adalah hukum taurat tidak dipakai lagi sebagai pedoman bagi orang orang yang Hidup dibawah kasih karunia
jadi anggap saja hukum taurat tidak pernah ada, lalu berpedomanlah kepada kedua Hukum kasih karunia saja
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
nah mau dibaca mulai dari ayat berapapun ,ketika sampai ayat 15 tetep aja Ia (Yesus) membatalkan segala perintah dan ketentuan hukum taurat
karena secara kronologis ayat sebelum ayat 15 menerangkann tentang alasan pembatalan,
ayat 15 menerangkan peristiwa pembatalan
dan ayat sesudah ayat 15 (ayat 16 dst) menerangkan tujuan dari pembatalan
tapi intinya tetap di ayat 15 yaitu Yesus MEMBATALKAN TAURAT
(19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Orang2 yang biru dapet ijo, loh Oom :D.
Pertanyaannya,
seperti apa Oom mengambil pengertian kata "membatalkan" ?
A. Expired ?
B. Abolished ?
C. yang ada menjadi "lama", dikarenakan ada yang "baru" ?
- Kalo point-A,
ibarat obat yg kedaluarsa, obatnya masih ada keliatan - ada opsi bisa dimakan/tidak - tapi kalo dimakan bisa mematikan. - Kalo point-B,
tidak ada opsi obat bisa dimakan/tidak, karena obatnya udah masuk tong sampah lenyap entah kemana :D - Kalo point-C,
ibarat TV tanpa remote tetep nyokol di ruangan, bersamaan dengan TV dengan remote ... mau nonton dengan bersusah payah ganti channel dan besar/kecilin volume pake TV lama bolehhh... mao mudah ganti channel/volume pake TV baru juga boleh ---> toh inti utamanya adalah nonton :D
:)
salam.
-
A. Expired ?
B. Abolished ?
C. yang ada menjadi "lama", dikarenakan ada yang "baru" ?
Kalo point-A,
ibarat obat yg kedaluarsa, obatnya masih ada keliatan - ada opsi bisa dimakan/tidak - tapi kalo dimakan bisa mematikan.
Kalo point-B,
tidak ada opsi obat bisa dimakan/tidak, karena obatnya udah masuk tong sampah lenyap entah kemana :D
Kalo point-C,
ibarat TV tanpa remote tetep nyokol di ruangan, bersamaan dengan TV dengan remote ... mau nonton dengan bersusah payah ganti channel dan besar/kecilin volume pake TV lama bolehhh... mao mudah ganti channel/volume pake TV baru juga boleh ---> toh inti utamanya adalah nonton :D
Sebenarnya kurang tepat jika dikatakan/diibaratkan dengan contoh point point di atas, bro. Bahkan jika kita artikan sebagai KUHP menggantikan Wetboek, tidak tepat.
Yang lebih sesuai adalah Taurat terangkum dalam hukum Kasih. Jika diibaratkan adalah KUHP terangkum dalam UUD'45.
UUD'45 tidak mengatur soal perselingkuhan dan pencurian, perselingkuhan dan pencurian terdapat dalam KUHP, tetapi larangan perselingkuhan dan pencurian, terangkum dalam sila sila Pancasila.
Semoga bisa dibedakan, dan tidak terjebak pada soal baju seragam batik dll.
Syalom
-
Yang lebih sesuai adalah Taurat terangkum dalam hukum Kasih. Jika diibaratkan adalah KUHP terangkum dalam UUD'45.
Kayaknya Oom Han tidak membedakan antara KUHP dan UUD'45, salt :).
Dari penangkepan saya atas pengertian Oom Han, kata "SEGALA" itu = mencakup KUHP dan UUD'45 = pov Oom Han.
Nah pada asumsi "SEGALA" itu = pov Oom Han --- saya ingin tau pengertian Oom Han pada kata MEMBATALKAN atas batal-nya "segala" tsb.
Seperti apa Yesus membatalkan SEGALAnya tsb pada pov Oom Han ?
Segala tsb Expired ? Segala tsb Abolished ? atau bagaimana ?
:)
salam.
-
Kayaknya Oom Han tidak membedakan antara KUHP dan UUD'45, salt :).
Dari penangkepan saya atas pengertian Oom Han, kata "SEGALA" itu = mencakup KUHP dan UUD'45 = pov Oom Han.
Nah pada asumsi "SEGALA" itu = pov Oom Han --- saya ingin tau pengertian Oom Han pada kata MEMBATALKAN atas batal-nya "segala" tsb.
Seperti apa Yesus membatalkan SEGALAnya tsb pada pov Oom Han ?
Segala tsb Expired ? Segala tsb Abolished ? atau bagaimana ?
:)
salam.
Sedikit ralat, dalam post saya seharusnya bukan zPancasila, tetapi zUUD'45.
Nah, justru itu saya menyampaikan analogi yang lebih tepat, antara ajaran Jesus dan Taurat, karena ibaratnya ajaran Jesus adalah UUD'45 dan Taurat itu KUHP. Jadi ada faktor hirarki dalam hal ini.
Syalom
-
Nah, justru itu saya menyampaikan analogi yang lebih tepat, antara ajaran Jesus dan Taurat, karena ibaratnya ajaran Jesus adalah UUD'45 dan Taurat itu KUHP. Jadi ada faktor hirarki dalam hal ini.
Nah... dikarenakan bunyi ayat menuntun saya ke pengertian bhw UUD'45 itu bukan spesifik "baru keluar" dari Yesus secara historis.... maka kesimpulan saya adalah :
Before-PB : UUD'45 dengan KUHP-nya sendiri.
After-PB : UUD'45 itu tetep namun KUHP-nya berbeda.
UUD'45 = dua inti utama dari the Law (Hukum Kasih).
KUHP = pernak-perniknya ---> old : the Law and the Prophets, new : ajaran2 Yesus dan para Rasul.
:D
salam.
-
Nah... dikarenakan bunyi ayat menuntun saya ke pengertian bhw UUD'45 itu bukan spesifik "baru keluar" dari Yesus secara historis.... maka kesimpulan saya adalah :
Before-PB : UUD'45 dengan KUHP-nya sendiri.
After-PB : UUD'45 itu tetep namun KUHP-nya berbeda.
UUD'45 = dua inti utama dari the Law (Hukum Kasih).
KUHP = pernak-perniknya ---> old : the Law and the Prophets, new : ajaran2 Yesus dan para Rasul.
:D
salam.
Nah kalau sudah menyangkut kesimpulan anda, tentunya sudah berada di luar kemampuan saya untuk mencampurinya.
Syalom
-
Kl mau di UUD-kan,
Maka 2 Hukum terutama itu spt Pembukaan UUD yg mjd roh dari seluruh isi UUD.
Kmudian 10 Perintah adalah Bab.
Hukum Musa (di jaman PL) adalah pasal dan ayat.
Jd Pembukaan dan Bab tidak dbatalkan krn mrupakan Hukum Allah.
Yg dibatalkan adl Hukum Musa agar bisa berlaku Hukum Kristus.
-
Nah kalau sudah menyangkut kesimpulan anda, tentunya sudah berada di luar kemampuan saya untuk mencampurinya.
Syalom
pertanyaannya :
dua hukum Kasih yg diayat tsb, itu yang UUD'45 ataukah yg KUHP dari contoh ilustrasi salt ?
-
Yg dibatalkan adl Hukum Musa agar bisa berlaku Hukum Kristus.
Nah... kalo dari pengertian siip, seperti pertanyaan saya yg saya ajukan ke Oom Han : apakah maksud dari kata "dibatalkan" tsb dari pov siip ?
Yesus meng-expiredkan Mosaic Law ? meng-abolished Mosaic Law ?
atau bagaimana ?
:)
salam.
-
Jd gini Bro,
Hukum Musa itu usang dari segi manfaat. Usang krn sudah tidak cocok.
Hukum Musa itu batal dari segi tujuan. Batal krn sudah tidak bisa membenarkan.
Hukum Musa itu expired (berlalu) dari segi praktek. Expired krn sudah tergenapi oleh Kristus.
Tp Hukum Musa itu masih tetap ada.
Ada sbg suatu pembelajaran.
Ada sbg suatu adat tradisi bagi Israel.
Ada sbg standar phakiman bagi org Israel yg tidak mau pcaya Kristus.
-
pertanyaannya :
dua hukum Kasih yg diayat tsb, itu yang UUD'45 ataukah yg KUHP dari contoh ilustrasi salt ?
Menurut anda yang mana? Mana yang lebih tinggi, mana yang lebih mendasar, dan mana yang merangkum?
Syalom
-
Jd gini Bro,
Hukum Musa itu usang dari segi manfaat.
siip,
sungguh minta maap... saya masih kurang ngerti (nggak nangkep) pada bold, gara2 saya ketemu ayat yg saya post di thread satu lagi :).
Saya menunggu pencerahan dari siip sbg respond dari link sbb : http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg55433.html#msg55433
Makasih atas masukan2 siip.
:)
salam.
-
Menurut anda yang mana? Mana yang lebih tinggi, mana yang lebih mendasar, dan mana yang merangkum?
dari pengertian saya - kalo baca ayat tsb, dua hukum kasih yang utama itu yang UUD'45, salt :).
Tapi pengertian saya tsb berbeda dengan salt, dimana pov salt :
ajaran Jesus adalah UUD'45 dan Taurat itu KUHP
Pada asumsi saya, dua hukum Kasih yg terutama tsb adalah UUD'45 dan karena ayat2 yang saya cantumkan berbicara bhw "old" Law mengandung kedua hukum Kasih tsb - oleh karena itulah saya berpendapat "old" Law itu udah ada UUD'45 nya :).
Jadi dari pov saya, ajaran Yesus itu adalah KUHP yang berbeda dgn KUHP "old" Law. Apapun itu KUHP-nya, ini tetep ngerujuk ke UUD'45 (dua hukum Kasih tsb).
:)
salam.
-
bukan kedua duanya
Tetapi artinya adalah hukum taurat tidak dipakai lagi sebagai pedoman bagi orang orang yang Hidup dibawah kasih karunia
jadi anggap saja hukum taurat tidak pernah ada, lalu berpedomanlah kepada kedua Hukum kasih karunia saja
Tuhan Yesus memberkati
Han
Apa yg om maksudkan dengan "Hukum kasih karunia"?
Cheers
-
Apa yg om maksudkan dengan "Hukum kasih karunia"?
Cheers
Om Han .. ada yang nanya nih
Sundull ...
:D
-
siip,
sungguh minta maap... saya masih kurang ngerti (nggak nangkep) pada bold, gara2 saya ketemu ayat yg saya post di thread satu lagi :).
Saya menunggu pencerahan dari siip sbg respond dari link sbb : http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg55433.html#msg55433
Makasih atas masukan2 siip.
:)
salam.
Ambil 1 contoh ya Bro.
Menyatakan dosa sbg dosa.
Hukum Musa mjelaskan perintah 'jangan berzinah' didefinisikan bhw hubungan seks seorang suami dg wanita lain adl zinah.
Yg bukan dosa adl kl menikahi wanita lain scr sah alias poligami.
Jd mnrt Hukum Musa, zinah dg wanita lain adalah dosa, menikah sah dg wanita lain bukan dosa.
Supaya jangan berzinah, nikahi dulu wanita idaman lain.
Namun Kristus mngembalikan standar Allah, yaitu istri hanya satu dan satu-satunya sama spt hanya ada 1 Hawa bagi Adam.
Siapa yg mmandang wanita lain dan mengingininya, dia sudah berzinah.
Mengingini saja sudah zinah, kalo sampai dinikahi scr sah maka dia zinah kuadrat.
Krn itu Hukum Musa sudah usang. Udah ga up to date. Udah ga compatible utk mjelaskan standar Allah.
Hukum Musa ngga cocok utk orang benar krn orang benar harus smakin mdekati standar Allah.
Hukum Musa itu cocoknya utk orang berdosa supaya ngga tambah banyak dosanya.
1 Tim 1:9
yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
Nah, soal usang/expired, ini ayatnya :
Ibr 8:13
Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Ketika perjanjian baru berlaku, maka perjanjian lama telah menjadi tua dan usang.
-
Yang menggelitik di benak saya, apa yah maksud dari ayat sbb, siip ?
(19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
"salah satu perintah HT" ---> ini salah satu dari perintah HT yang mana ?
Yang Mosaic Law ? ataukah Yang God's Law (10P) ?
Kalo baca ayat2 sebelumnya, sepertinya itu ngerujuk yang Mosaic Law ?
Ini menjadi menarik, karena menuntun ke kesimpulan :
orang yg ungu dapetnya merah
---> ibaratnya, orang2 Kristen yang nggak disunat = merah :D.
:)
salam.
Mnrt pmahaman saya Bro Oda...
Di ayat 17,
Tuhan Yesus berkata bhw Dia tidak datang utk meniadakan Hukum Allah ataupun Hukum Musa mlainkan menggenapiNya. .
Dia tidak sdg mnggantikan Hukum Allah dg ssuatu yg baru sama skali, seolah-olah apapun yg dilakukanNya adl aturan baru.
Tuhan Yesus justru sdg :
1. Menggenapi semua yg dinubuatkan oleh Hukum Musa.
2. Mngembalikan standar dari Hukum Musa ke Hukum Allah.
Tkait poin ini, semua yg dlakukan Tuhan Yesus itu harus dilihat dari kacamata pemenuhan Hukum Allah yg elevate / far excel dari apa yg dtuntut Hukum Musa.
Contoh-contohnya ada di ayat 21-48.
Phatikan bhw dg dasar Perintah Allah yg sama, Tuhan Yesus mnuntut jauh lebih dari yg dituntut Hukum Musa.
Di ayat 18,
Tuhan Yesus bicara bahwa akan ada saat dimana semua nubuat dari Hukum Musa akan digenapi.
Di Hukum Musa itu ada banyak upacara seremonial. Semua itu akan digenapi dalam Kristus.
Maka jangan tiadakan satupun tulisan dari Hukum Musa apalagi Hukum Allah, krn apa yg tertulis di Hukum Musa itulah yg mjd smacam petunjuk bhw Yesus Kristus-lah Mesias yg dinubuatkan dlm Hukum Musa itu.
Misalnya, kl kita mmahami upacara pendamaian, maka kita baru mmahami apa yg Kristus lakukan sbg Anak Domba Allah.
Kl ktentuan upacara pdamaian itu dianggap remeh, maka pngorbanan Kristus spt di-blur-kan dari makna ssungguhnya.
Di ayat 19 dan 20,
Tuhan Yesus mnetapkan standar, yaitu jangan mengajarkan kurang dari apa yg diajarkan oleh Hukum Musa, tetapi melakukan lebih dari apa yg dituntut Hukum Musa.
Kl Hukum Musa mngajarkan A, jangan ajarkan dan lakukan A-, tetapi ajarkan dan lakukan A+.
Ayat 19 juga mbrikan warning bagi kita semua bahwa semua 10 Hukum Allah (commandments) mrupakan 1 kesatuan. Tidak bisa mengkompromikan 1 Hukum dibawah Hukum lainnya.
Disini Tuhan mbandingkan antara muridNya (PB) dg ahli Taurat & orang Farisi (PL).
Hidup keagamaan (kesalehan) muridNya harus lebih benar (lebih benar mnrt standar Tuhan) drpd ahli Taurat & Farisi. Jika tidak bgitu, maka mreka tidak layak dsebut umat Allah. Harus A+, jangan hanya A apalagi A-.
Contoh perilakunya ada di ayat 21-48.
Btw,
Sunat itu sbnrnya bukan original Hukum Taurat, mlainkan perjanjian Israel jasmani dg Tuhan scr turun-temurun.
Maka org Israel jasmani tetap disunat skalipun sudah Kristen.
-
Btw,
Sunat itu sbnrnya bukan original Hukum Taurat, mlainkan perjanjian Israel jasmani dg Tuhan scr turun-temurun.
Maka org Israel jasmani tetap disunat skalipun sudah Kristen.
Dan sekarangpun banyak orang Kirsten yang bukan Yahudi juga ikut di sunat atas nama kesehatan, dan tidak berhubungan sedikitpun dengan kepercayaan ataupun keselamatan.
Syalom
-
dan ada juga org Kristen yg diet babi...krn takut kena serangan jantung.
hehehe
-
dan ada juga org Kristen yg diet babi...krn takut kena serangan jantung.
hehehe
Uuuups, kalau babi (juga angur / miras) ada kan penganut Adventism (Kristen bukan ya?) yang mengharamkannya karena alasan agama lho.
:shrug:
-
Ambil 1 contoh ya Bro.
Menyatakan dosa sbg dosa.
Hukum Musa mjelaskan perintah 'jangan berzinah' didefinisikan bhw hubungan seks seorang suami dg wanita lain adl zinah.
Yg bukan dosa adl kl menikahi wanita lain scr sah alias poligami.
Jd mnrt Hukum Musa, zinah dg wanita lain adalah dosa, menikah sah dg wanita lain bukan dosa.
Supaya jangan berzinah, nikahi dulu wanita idaman lain.
Namun Kristus mngembalikan standar Allah
Aku gak mengerti dengan bold, siip. Kalimat bold, menuntun saya berkesimpulan bhw orang2 pra-Yesus telah melencengkan standard Allah namun disetujui oleh Allah.
Sementara yang saya tangkep,
pra-Yesus : standard Allah ya memang demikian adanya dan itu berlaku HANYA bagi bangsa Israel daging ---> ungu.
Dan standard Allah adalah jangan mengawini bangsa lain yg saat itu adalah bangsa (non-Israel) yg musuh Allah.
yaitu istri hanya satu dan satu-satunya sama spt hanya ada 1 Hawa bagi Adam.
IMO, gak bisa dijadiin patokan siip :).
Kalo bold dijadiin patokan, maka incest putra-putri AdamHawa juga bisa menjadi patokan - kan siip ? :D.
Krn itu Hukum Musa sudah usang. Udah ga up to date. Udah ga compatible utk mjelaskan standar Allah.
Sepertinya kita kecampur aduk dengan yang sudah usang antara yg Moral, Judicial dan Ceremonial, siip :).
Bagaimana kalo kita fokus dimana yang Ceremonial itu yang sudah usang, siip ? Soalnya yang siip bahas diatas kan menyangkut 10P (jangan berzinah) ---> God's Law tidak pernah usang ... "kuhp"nya aja berbeda.
Hukum Musa ngga cocok utk orang benar krn orang benar harus smakin mdekati standar Allah.
Nah sekarang yang mana yang Mosaic Law ? yang mana yg God's Law ? Yang mana yang usang ? apakah 10P = God's Law = usang ? ataukah 10P = Mosaic Law = usang ?
1 Tim 1:9
yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
Yang masih saya gak ngerti, HT itu lagi ngomongin yang mana ? Kalo kita sekarang membedakan dgn 3 kategori : Moral-Judicial-Ceremonial ... maka merah diatas itu masuk kategori yang mana ?
Karena kalo dikatakan ketiga-tiganya (Moral-Judicial-Ceremonial) ---> maka ini menjadi "janggal" karena tentu cukup jelas yg Ceremonial itu untuk bangsa Israel dan tidak sedang diperuntukan bagi penzinah, durhaka, lalim, fasik, dlsb .. kaaan ? :)
Nah, soal usang/expired, ini ayatnya :
Ibr 8:13
Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Saya disini juga nggak ngerti siip.... kok Perjanjian ---> dilariin-nya ke the Law ?
IMO, yang Perjanjian yg terdahulu punya "kuhp"-nya sendiri ... Perjanjian yg blakangan ya juga punya "kuhp"-nya sendiri.
Perjanjian yg terdahulu literally berlaku dan diperuntukan HANYA ke 1 kelompok bangsa (Israel jasmani) ... sedangkan Perjanjian yg blakangan berlaku dan diperuntukan ke segala bangsa, bener gak saya siip ? Please CMIIW.
Ketika perjanjian baru berlaku, maka perjanjian lama telah menjadi tua dan usang.
Pertanyaan-nya yang tua dan usang itu SUDAH musnah dan tidak boleh dipakai lagi ? ataukah masih bisa/boleh dipakai ?
"telah dekat kepada kemusnahannya"
Ketika kita membaca ayat diatas.... kalimat itu masih berlaku ato kagak siip ?
(pertanyaan senada yg saya ajukan ke Oom Han dgn ilustrasi TV lama dan TV baru).
Makasih atas masukan2 siip.
:)
salam.
-
Uuuups, kalau babi (juga angur / miras) ada kan penganut Adventism (Kristen bukan ya?) yang mengharamkannya karena alasan agama lho.
:shrug:
Ya bagus itu.
Disiplin rohani itu baik.
Biarlah mreka mlakukan utk kmuliaan Allah.
(tho God will not love them more for not eating pork, and will not love us more for eating pork)
-
Aku gak mengerti dengan bold, siip. Kalimat bold, menuntun saya berkesimpulan bhw orang2 pra-Yesus telah melencengkan standard Allah namun disetujui oleh Allah.
Sementara yang saya tangkep,
pra-Yesus : standard Allah ya memang demikian adanya dan itu berlaku HANYA bagi bangsa Israel daging ---> ungu.
Dan standard Allah adalah jangan mengawini bangsa lain yg saat itu adalah bangsa (non-Israel) yg musuh Allah.
Saya sih ngga myakini (dan ga habis pikir) bhw Tuhan design sprangkat hukum yg dissuaikan hanya utk 1 jenis bangsa saja.
Hukum Musa adl standar Allah yg disesuaikan utk manusia daging (bukan hanya 1 bangsa Israel daging).
Pd waktu itu, Allah mmilih Israel sbg bangsa sulung utk mnerima hukumNya.
Jd bgini bro Oda, pd awalnya Tuhan itu mmilih Israel sbg bangsa pelopor utk mnunjukkan pd bangsa-bangsa lain mngenai cara hidup manusia daging yg benar.
Tp krn Israel ngelakuinnya empot-empotan, maka ga berhasillah Israel mngemban amanat itu.
Ambil contoh dari Oda ya,
Kl bangsa non-israel mmutuskan utk ikut Taurat, maka mreka juga jadi 'Israel' walau scr jasmaniah bukan dari Yahudi.
Kl udah bgitu ya silakan dikawini.
Rahab adl org Kanaan, Rut adl org Kanaan, tp mreka kawin sama org Israel krn mreka mmutuskan utk hidup mngikuti Hukum Taurat.
IMO, gak bisa dijadiin patokan siip :).
Kalo bold dijadiin patokan, maka incest putra-putri AdamHawa juga bisa menjadi patokan - kan siip ? :D.
Kita skip aja soal kawin deh biar ga panjang pbahasannya.
Kl soal kawin-kawinan bisa jd masalah utk pbahasan, saya ganti pake aturan mbunuh deh.
Mnrt Hukum Musa,
Jangan Membunuh (10 Perintah) itu artinya jangan mencabut nyawa sesama (Hukum Musa).
Kristus mngembalikan standar Allah dg mngatakan bhw kemarahan dan kalimat agresi verbal saja sudah dipersamakan dg kejahatan membunuh.
Jadi Jangan Membunuh (10 Perintah) brarti juga jangan berkata kasar (Hukum Kristus).
Sepertinya kita kecampur aduk dengan yang sudah usang antara yg Moral, Judicial dan Ceremonial, siip :).
Bagaimana kalo kita fokus dimana yang Ceremonial itu yang sudah usang, siip ? Soalnya yang siip bahas diatas kan menyangkut 10P (jangan berzinah) ---> God's Law tidak pernah usang ... "kuhp"nya aja berbeda.
Itu kan versi Bruce.
Saya ngga perlu pake versi Bruce kan?
KUHP juga versi Oda.
Saya hanya mbagi jadi 2,
Hukum Allah dg Hukum Musa.
Yg usang adl Hukum Musa.
Ibaratnya,
Semua adalah UUD
Yg 2 Hukum terutama itu Pembukaan UUD,
Yg 10 Perintah adalah 10 Bab,
Yg Hukum Musa adl pasal dan ayat.
Pembukaan (roh) dan Bab (jiwa) tidak pernah dihapus.
Yg berbeda adalah pasal dan ayat yg mjadi pjelasan akan Pembukaan dan Bab tsb.
Nah sekarang yang mana yang Mosaic Law ? yang mana yg God's Law ? Yang mana yang usang ? apakah 10P = God's Law = usang ? ataukah 10P = Mosaic Law = usang ?
Kl mbaca tulisan saya, maka sudah jelas bhw yg usang adalah Hukum Musa.
Yang masih saya gak ngerti, HT itu lagi ngomongin yang mana ? Kalo kita sekarang membedakan dgn 3 kategori : Moral-Judicial-Ceremonial ... maka merah diatas itu masuk kategori yang mana ?
Karena kalo dikatakan ketiga-tiganya (Moral-Judicial-Ceremonial) ---> maka ini menjadi "janggal" karena tentu cukup jelas yg Ceremonial itu untuk bangsa Israel dan tidak sedang diperuntukan bagi penzinah, durhaka, lalim, fasik, dlsb .. kaaan ? :)
Saya ngga pake definisi versi Bruce.
Oda hrs mmahami jika kita bicara soal batas perilaku, maka kita bicara tentang hukum Musa.
Kl Oda mdengar 'Jangan Membunuh' maka apa batasannya?
Org Israel dahulu mbunuh org Amalek. Knapa boleh?
Krn diatur batasannya di Hukum Musa.
Jd Hukum Taurat disitu definisinya adalah Hukum Allah yg dijelaskan oleh Hukum Musa.
Kl Paulus katakan:
1 Tim 1:9
yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
Kenapa Hukum Musa masih cocok utk pembunuh?
Krn org yg mbunuh ada sanksi langsungnya toh.
Kl pake hukum Kristus, pembunuh harus diampuni, ya bubarlah negara krn punah rakyatnya.
Hahahahahaha
Lagipula kl org udh susah payah mnahan hasrat mcabut nyawa, gimana dia mau diajari utk tidak ngata-ngatain orang?
Saya disini juga nggak ngerti siip.... kok Perjanjian ---> dilariin-nya ke the Law ?
Hukum Taurat adl Perjanjian Lama.
Memang bgitulah adanya. Maaf saya ngga jelaskan di ksempatan ini yaaaa.
IMO, yang Perjanjian yg terdahulu punya "kuhp"-nya sendiri ... Perjanjian yg blakangan ya juga punya "kuhp"-nya sendiri.
KUHP (mminjam istilah oda) itulah isi perjanjiannya.
Kl istilah saya, ini ibarat UUD adalah janji penyelenggara negara terhadap rakyatnya dan janji rakyat pd penyelenggara negara, mulai dari pembukaan, bab sampai pasal-ayat.
Perjanjian yg terdahulu literally berlaku dan diperuntukan HANYA ke 1 kelompok bangsa (Israel jasmani) ... sedangkan Perjanjian yg blakangan berlaku dan diperuntukan ke segala bangsa, bener gak saya siip ? Please CMIIW.
Ngga Bro.
Perjanjian Lama juga diperuntukkan bagi bangsa lain jika mreka mau mlakukannya.
Hanya memang Tuhan wakilkan 'terlebih dahulu' kepada Israel.
Ada org bpikir bhw Tuhan eksklusif hanya berkarya kpd Israel.
Kurang tepat Bro.
Tuhan maunya berkarya pd seluruh bangsa melalui Israel, tp Israel gagal.
Skrg kita tiba pd design awal, yaitu Gereja mjd perwakilan yg mbritakan karya Allah pd seluruh dunia.
Pertanyaan-nya yang tua dan usang itu SUDAH musnah dan tidak boleh dipakai lagi ? ataukah masih bisa/boleh dipakai ?
"telah dekat kepada kemusnahannya"
Ketika kita membaca ayat diatas.... kalimat itu masih berlaku ato kagak siip ?
(pertanyaan senada yg saya ajukan ke Oom Han dgn ilustrasi TV lama dan TV baru).
Makasih atas masukan2 siip.
:)
salam.
Nah, harap pahami kalimat ini ya...
Yg sudah usang dan tua itu masih tepat digunakan utk (meredam) orang berdosa, tp sudah tidak tepat dgunakan utk (mencetak) orang benar.
-
Ya bagus itu.
Disiplin rohani itu baik.
Biarlah mreka mlakukan utk kmuliaan Allah.
(tho God will not love them more for not eating pork, and will not love us more for eating pork)
Betul, tidak ada urusannya dengan Tuhan, tetapi pada soal selera, karena jujur saja, rasa pork roast memang seng ada lawan, he he heh e.
-
sam chan ya bro
hahahahaha
-
sam chan ya bro
hahahahaha
(http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROSUtSXe-MVq_cf-ykQjU0fIAO6UB9RoMrqgQRZnoUu0EZTwKH)
One of the most delicious dish in the world
:afro: :afro: :afro:
-
Tolong ya!!! Jangan ditampilkan!!!!
Saya NGILEEER!!!
-
(http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROSUtSXe-MVq_cf-ykQjU0fIAO6UB9RoMrqgQRZnoUu0EZTwKH)
One of the most delicious dish in the world
:afro: :afro: :afro:
Kayaknya, kalo ndak pake bumbu, kurang nikmat, nih. :drool:
-
(http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROSUtSXe-MVq_cf-ykQjU0fIAO6UB9RoMrqgQRZnoUu0EZTwKH)
One of the most delicious dish in the world
:afro: :afro: :afro:
Kalo sudah urusan yg ini, saya setuju deh kalo hukum taurat batal
:drool: :drool: :drool:
-
Nah, atas alasan apa ya barang nikmat seperti itu diharamkan di Taurat?
:D :D
-
Nah, atas alasan apa ya barang nikmat seperti itu diharamkan di Taurat?
:D :D
Terlalu banyak lemak mungkin hehehe :D
-
Terlalu banyak lemak mungkin hehehe :D
Tuhan juga suka lemak lho
Kej 4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
Kel 29:22 Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya--sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan--
Im 3:3 Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai korban api-apian bagi Tuhan,
:D :D
-
Saya sih ngga myakini (dan ga habis pikir) bhw Tuhan design sprangkat hukum yg dissuaikan hanya utk 1 jenis bangsa saja.
Makanya mungkin ada baiknya kita bedakan... apakah disini tentang "Tuhan yg didalam durasi waktu" ? ataukah "Tuhan yg diluar waktu" ? Apakah Tuhan yang hidup (dinamis) ? Ataukah Tuhan yang statis ?
Pov odading adalah cenderung memilih ke Tuhan yang hidup, dinamis dan otomatis ya didalam durasi waktu :D. ---> berangkat dari pedoman ini, saya tidak merasa janggal apabila ungu ---> dengan kata lain, saat itu - ya design perintah2 tsb (the Law) emang khusus utk 1 bangsa aja, yakni Israel. Toh Perjanjian yang diadakan saat itu kan dengan bangsa Israel, kan siip ? :)
Apakah menurut siip :
- - Perjanjian yang diadakan saat itu tsb BUKAN hanya dengan bangsa Israel ? sehingga the Law tsb juga BUKAN hanya utk 1 bangsa itu aja ?
- - Perjanjian yang diadakan saat itu memang hanya dengan bangsa Israel - namun the Law-nya berlaku utk semua bangsa saat itu ?
Please CMIIW.
Hukum Musa adl standar Allah yg disesuaikan utk manusia daging (bukan hanya 1 bangsa Israel daging).
Tapi.... Perjanjiannya itu kan hanya dengan 1 bangsa itu aja, kan siip ? Please CMIIW.
Saya mencoba memaparkan pengertian saya yang kemungkinan besar adalah salah dan tidak sesuai dengan keKristenan ... mohon siip tolong bantu kasih pencerahan.
Perjanjian yg diadakan dengan Musa adalah : masuknya bangsa Israel jasmani ke tanah perjanjian dengan pra-syarat. Nah pra-syaratnya tsb adalah the Law yg Allah minta utk dipatuhi oleh semua orang Israel - baik selama menuju ke tanah perjanjian ataupun setelah memasuki tanah perjanjian.
Tp krn Israel ngelakuinnya empot-empotan, maka ga berhasillah Israel mngemban amanat itu.
Sekalipun bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, namun secara bangsa - Israel gagal dalam memenuhi pra-syarat tsb ... akibatnya tidak semua orang Israel tetep berada di tanah perjanjian tsb.
Perjanjian ini - "sudah usang" dan "telah dekat kepada kemusnahannya" ... artinya = BELUM musnah. Nanti, diketika bangsa Israel (secara bangsa) dimata Allah telah memenuhi pra-syarat tsb - diketika itu pulalah bangsa Israel (secara bangsa) yg berserakan memulai/start to enter tanah perjanjian ---> diketika itulah Perjanjian (dua arah) "usang" dgn bangsa Israel ini terminasi.
Karena dimata Allah tidak memungkinkan Perjanjian dua arah ini terpenuhi, maka Allah memberikan kelonggaran dengan menambah dengan Perjanjian satu arah : yakni the Law tidak lagi berupa tulisan2 literal, melainkan ditanamkan di hati bangsa Israel dimana bangsa Israel (secara bangsa) NANTI akan menjadi umatNYA ---> Perjanjian yang lama "telah sampai kepada kemusnahannya", Perjanjian yang baru berlaku.
Rahab adl org Kanaan, Rut adl org Kanaan, tp mreka kawin sama org Israel krn mreka mmutuskan utk hidup mngikuti Hukum Taurat.
Kok kayaknya saya pengertiannya terbalik ama siip ya ?
Dalam pengertian saya : mereka memutuskan mengikut Allah Israel, konsekwensinya adalah mereka hidup didalam Israel Law (the Law) ---> dan ya "otomatis" mereka kawin dgn orang Israel ... atau bisa juga dgn pria Kanaan, namun pria ini juga harus melakukan hal yang sama ... yaitu mengikut Allah Israel dan bersedia hidup didalam the Law tsb.
Mnrt Hukum Musa,
Jangan Membunuh (10 Perintah) itu artinya jangan mencabut nyawa sesama (Hukum Musa).
Lalu, saat itu ... saat diberikannya Loh Batu tertulis 10P - itu Hukum Allah ? ataukah Hukum Musa yah siip ?
Dari quote diatas, 10P itu Hukum Musa yah siip ?
Yang mana yang Hukum Allah saat itu ?
Jadi Jangan Membunuh (10 Perintah) brarti juga jangan berkata kasar (Hukum Kristus).
Maap... saya masih nggak ngerti siip.
IMO, 10P itu Hukum Allah ... dan "jangan membunuh" standard-nya saat itu adalah berlaku di kalangan bangsa Israel sendiri. Dan adalah tidak kontradiksi apabila Allah memerintahkan Israel utk membunuh bangsa lain - dimana bangsa lain saat itu dimata Allah adalah musuh (secara bangsa) ... toh saat itu Allah BUKAN Allah bangsa lain, belum saatnya :D.
Ibaratnya,
Semua adalah UUD
Yg 2 Hukum terutama itu Pembukaan UUD,
Yg 10 Perintah adalah 10 Bab,
Yg Hukum Musa adl pasal dan ayat.
Yang Hukum Musa itu yg 603 butir tsb yah siip ya ?
Pembukaan (roh) dan Bab (jiwa) tidak pernah dihapus.
Yg berbeda adalah pasal dan ayat yg mjadi pjelasan akan Pembukaan dan Bab tsb.
Akh akhirnya kayaknya saya nangkep maksud siip.... dan ini ya idem ama pengertian saya donk ... yang biru tidak pernah usang, yang ungu aplikasinya berbeda :D.
bersambung
-
Kl Oda mdengar 'Jangan Membunuh' maka apa batasannya?
Org Israel dahulu mbunuh org Amalek. Knapa boleh?
Krn diatur batasannya di Hukum Musa.
Pertanyaannya, apakah orang Amalek (secara bangsa) saat itu dimata Tuhan sebagai musuh atau kagak ? Apakah saat itu Allah adalah Allah seluruh bangsa ataukah hanya Allah bangsa Israel ?
Kl Paulus katakan:
1 Tim 1:9
yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
Minta maap... saya sungguh nggak ngerti pada ayat diatas.
Jadi maksudnya ayat tsb menyatakan bhw Hukum Musa saat itu diperuntukan bagi ungu ? ---> dengan demikian, artinya = orang2 Israel saat itu = ungu, termasuk mereka (Israel) adl orang2 yang tidak beragama (tidak mempunyai Allah) ??? Bunda Maria, Yohanes Pembaptis dan Yesus itu juga termasuk ungu ???? :drool: :'o ... kan mereka hidup dibawah Hukum Musa juga ?
Kl pake hukum Kristus, pembunuh harus diampuni, ya bubarlah negara krn punah rakyatnya.
Hahahahahaha
hehehe :D.... , ya nggak gitu juga sih saya mengertikannya....
IMO, "kasihilah/ampunilah musuhmu" saya mengertikannya itu nggak secara literal ada orang membunuh bapak saya ditangkep dan siap dijebloskan penjara, lalu saya mohon2 polisi utk membebaskan pembunuh tsb agar tidak di penjara :D.
Saya cenderung mengertikannya secara memaafkan di hati nurani, tidak dendam ke orang tsb, dan mengharapkan agar Tuhan menuntun dia kembali ke jalan yang benar ---> si pembunuh itu sendiri gak perlu tau ttg hal ini :).
Hukum Taurat adl Perjanjian Lama.
Memang bgitulah adanya. Maaf saya ngga jelaskan di ksempatan ini yaaaa.
KUHP (mminjam istilah oda) itulah isi perjanjiannya.
Diatas saya ada memaparkan sedikit ttg pengertian saya pada perihal "Perjanjian". Kalo berkepanjangan, ya nanti mungkin dibuat threadnya aja sendiri kali yah siip ... asal jangan gerah terus aja ama odading ... hehehe :D
Ngga Bro.
Perjanjian Lama juga diperuntukkan bagi bangsa lain jika mreka mau mlakukannya.
Kayaknya mungkin memang mesti saya bikin thread baru deh siip ttg "Perjanjian" ini ... karena kok saya mengertikannya berbeda yah ? :). Nanti deh ya... saya cari waktu utk bikin thread ttg perihal ini. Paparan saya diatas ttg "Perjanjian" nggak usah siip respond dulu yaaaa...
Ada org bpikir bhw Tuhan eksklusif hanya berkarya kpd Israel.
Kurang tepat Bro.
Tuhan maunya berkarya pd seluruh bangsa melalui Israel, tp Israel gagal.
Yang ini juga buat nanti di thread baru yaaa siip ya .. :).
Nah, harap pahami kalimat ini ya...
Yg sudah usang dan tua itu masih tepat digunakan utk (meredam) orang berdosa, tp sudah tidak tepat dgunakan utk (mencetak) orang benar.
Siip kan bilang yang tua dan usang itu adalah yang Mosaic Law. Tapi kok sepertinya siip mengkhususkan pengertiannya bhw Mosaic Law itu HANYA ngerujuk ke 10P yang berupa Moral Law, yah siip ?
Bagaimana dengan Mosaic Law yg misal perayaan hari raya Passover/Unleavened Bread ? Apakah para pelaku hari raya ini adalah para ungu diatas (para pembunuh, orang tidak beragama, dlsb) ?
:)
salam.
-
Makanya mungkin ada baiknya kita bedakan... apakah disini tentang "Tuhan yg didalam durasi waktu" ? ataukah "Tuhan yg diluar waktu" ? Apakah Tuhan yang hidup (dinamis) ? Ataukah Tuhan yang statis ?
Pov odading adalah cenderung memilih ke Tuhan yang hidup, dinamis dan otomatis ya didalam durasi waktu :D. ---> berangkat dari pedoman ini, saya tidak merasa janggal apabila ungu ---> dengan kata lain, saat itu - ya design perintah2 tsb (the Law) emang khusus utk 1 bangsa aja, yakni Israel. Toh Perjanjian yang diadakan saat itu kan dengan bangsa Israel, kan siip ? :)
Apakah menurut siip :
- - Perjanjian yang diadakan saat itu tsb BUKAN hanya dengan bangsa Israel ? sehingga the Law tsb juga BUKAN hanya utk 1 bangsa itu aja ?
- - Perjanjian yang diadakan saat itu memang hanya dengan bangsa Israel - namun the Law-nya berlaku utk semua bangsa saat itu ?
Please CMIIW.
Tapi.... Perjanjiannya itu kan hanya dengan 1 bangsa itu aja, kan siip ? Please CMIIW.
Saya mencoba memaparkan pengertian saya yang kemungkinan besar adalah salah dan tidak sesuai dengan keKristenan ... mohon siip tolong bantu kasih pencerahan.
Perjanjian yg diadakan dengan Musa adalah : masuknya bangsa Israel jasmani ke tanah perjanjian dengan pra-syarat. Nah pra-syaratnya tsb adalah the Law yg Allah minta utk dipatuhi oleh semua orang Israel - baik selama menuju ke tanah perjanjian ataupun setelah memasuki tanah perjanjian.
Sekalipun bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, namun secara bangsa - Israel gagal dalam memenuhi pra-syarat tsb ... akibatnya tidak semua orang Israel tetep berada di tanah perjanjian tsb.
Keliru Bro.
Seluruh isi Hukum adalah perjanjian.
Masuk tanah Kanaan adl perjanjian Allah dg Abraham dan ini dilakukan sebelum Israel ada.
Israel masuk tanah perjanjian sbg wujud pemenuhan janji Tuhan kpd Abraham, ga ada hubungannya dg Law.
Perjanjian antara Allah dg Israel adl The Law itu sendiri.
---------
Saya lanjutkan ya.
Apabila kita melihat kitab Taurat + tulisan Paulus utk jemaat Roma, maka kita bisa mmahami bhw Taurat itu sbetulnya :
1. Dapat diterapkan pd semua manusia daging (artinya segala bangsa)
2. Desain awal Tuhan tkait pmberian Taurat ini adalah Israel mjd bangsa SULUNG yg menerima Hukum.
Jika ada sulung maka akan ada yg bungsu.
Bgini Oda, kamu harus mmahami suatu prinsip tentang 'PEMILIHAN'.
Bbrp org mngartikan PEMILIHAN Allah sbg : yg satu dipilih yg lain tidak dipilih alias ditolak.
Itu kurang tepat Bro.
Yg tepat adalah : Yg satu dipilih TERLEBIH DAHULU utk menyebarkan kpd org lainnya.
Kita coba mnyimpang topik ke Calvinism ya.
Salah satu kekurangan dlm doktrin Calvinism (mnrt saya) adl sikap yg terlalu dikotomis, shg kl ada yg dipilih maka sisanya pasti ditolak.
Hal itu memang betul dlm konteks 'hasil akhir'.
Apabila hasil akhir seseorang itu buruk, maka dia pasti ditolak.
Tp dlm segi proses, Tuhan memilih sseorang sbg yg sulung shg org itu bisa mnarik yg lain mjd para bungsu.
Israel itu adalah bangsa pilihan yg sulung Bro.
Prinsip itu bisa kita jajarkan kpd Kristus.
Kristus adalah yang SULUNG.
Kristus dipilih terlebih dahulu. Kmudian Kristus mmilih para rasul. Lalu Kristus mmilih 70 murid. Lalu terbentuklah kelompok 150 orang, Dari situ terjadilah Gereja. Skrg Gereja mnyebar ke sluruh dunia dg milyaran penganut (entah aktif entah tidak).
Itulah prinsip pemilihan Allah.
Dlm konteks prinsip kesulungan itu, maka Taurat pasti didesain Tuhan utk cocok pd segala bangsa scr daging.
Perjanjian ini - "sudah usang" dan "telah dekat kepada kemusnahannya" ... artinya = BELUM musnah. Nanti, diketika bangsa Israel (secara bangsa) dimata Allah telah memenuhi pra-syarat tsb - diketika itu pulalah bangsa Israel (secara bangsa) yg berserakan memulai/start to enter tanah perjanjian ---> diketika itulah Perjanjian (dua arah) "usang" dgn bangsa Israel ini terminasi.
Karena dimata Allah tidak memungkinkan Perjanjian dua arah ini terpenuhi, maka Allah memberikan kelonggaran dengan menambah dengan Perjanjian satu arah : yakni the Law tidak lagi berupa tulisan2 literal, melainkan ditanamkan di hati bangsa Israel dimana bangsa Israel (secara bangsa) NANTI akan menjadi umatNYA ---> Perjanjian yang lama "telah sampai kepada kemusnahannya", Perjanjian yang baru berlaku.
Kamu ngga nyambung dg ayatnya Oda.
Perjanjian Lama menjadi usang ketika muncul Perjanjian Baru.
Perjanjian Baru itu adalah KRISTUS.
Ingat prumpamaan anggur baru yg tidak bisa dimasukkan ke anggur lama.
Please jgn mnafsirkan ayat tlalu jauh dari apa yg ada di ayat itu. Pusing saya jadinya.
Dalam pengertian saya : mereka memutuskan mengikut Allah Israel, konsekwensinya adalah mereka hidup didalam Israel Law (the Law) ---> dan ya "otomatis" mereka kawin dgn orang Israel ... atau bisa juga dgn pria Kanaan, namun pria ini juga harus melakukan hal yang sama ... yaitu mengikut Allah Israel dan bersedia hidup didalam the Law tsb.
Iya. Mksd saya jg bgitu.
Intinya, Hukum Taurat pun cocok utk org Kanaan.
Lalu, saat itu ... saat diberikannya Loh Batu tertulis 10P - itu Hukum Allah ? ataukah Hukum Musa yah siip ?
Dari quote diatas, 10P itu Hukum Musa yah siip ?
Yang mana yang Hukum Allah saat itu ?
Rasanya udah saya tulis dg jelas deh.
Supaya kamu ngga bingung, saya bahasakan ulang ya :
Jangan Membunuh (Hukum Allah) itu artinya jangan mencabut nyawa sesama (bdsk Hukum Musa).
Jelas ya.
Maap... saya masih nggak ngerti siip.
IMO, 10P itu Hukum Allah ... dan "jangan membunuh" standard-nya saat itu adalah berlaku di kalangan bangsa Israel sendiri. Dan adalah tidak kontradiksi apabila Allah memerintahkan Israel utk membunuh bangsa lain - dimana bangsa lain saat itu dimata Allah adalah musuh (secara bangsa) ... toh saat itu Allah BUKAN Allah bangsa lain, belum saatnya :D.
Nah, kamu tau dari mana semua itu?
Dari Hukum Musa kan?
Kl tidak djelaskan oleh Hukum Musa, maka kamu ga tau batasan Hukum Allah 'Jangan Membunuh'.
Yang Hukum Musa itu yg 603 butir tsb yah siip ya ?
Akh akhirnya kayaknya saya nangkep maksud siip.... dan ini ya idem ama pengertian saya donk ... yang biru tidak pernah usang, yang ungu aplikasinya berbeda :D.
bersambung
ow yessss... :dance:
-
Pertanyaannya, apakah orang Amalek (secara bangsa) saat itu dimata Tuhan sebagai musuh atau kagak ? Apakah saat itu Allah adalah Allah seluruh bangsa ataukah hanya Allah bangsa Israel ?
Ini hanya mbri gambaran kpd Oda bhw kamu akan tau apakah Amalek halal dbinasakan bdsk Hukum Musa.
Jd yg usang adalah Hukum Musa, bukan Hukum Allah.
Krn bdsk Hukum Kristus, saat ini klpun ada org Amalek, maka ia tidak halal dbunuh.
Minta maap... saya sungguh nggak ngerti pada ayat diatas.
Jadi maksudnya ayat tsb menyatakan bhw Hukum Musa saat itu diperuntukan bagi ungu ? ---> dengan demikian, artinya = orang2 Israel saat itu = ungu, termasuk mereka (Israel) adl orang2 yang tidak beragama (tidak mempunyai Allah) ??? Bunda Maria, Yohanes Pembaptis dan Yesus itu juga termasuk ungu ???? :drool: :'o ... kan mereka hidup dibawah Hukum Musa juga ?
Mksdnya Paulus adalah Hukum Taurat itu cocok utk manusia daging yg masih bjuang mlawan kdagingannya.
Ktika sso sudah mjd orang benar, maka Hukum Taurat tidak cocok lagi utknya krn ia akan dtuntut lebih tinggi.
Bunda Maria dan Yohanes Pembaptis walau hidup di bawah zaman Taurat, tetapi mreka telah mlakukan lebih dari tuntutan Taurat.
hehehe :D.... , ya nggak gitu juga sih saya mengertikannya....
IMO, "kasihilah/ampunilah musuhmu" saya mengertikannya itu nggak secara literal ada orang membunuh bapak saya ditangkep dan siap dijebloskan penjara, lalu saya mohon2 polisi utk membebaskan pembunuh tsb agar tidak di penjara :D.
Saya cenderung mengertikannya secara memaafkan di hati nurani, tidak dendam ke orang tsb, dan mengharapkan agar Tuhan menuntun dia kembali ke jalan yang benar ---> si pembunuh itu sendiri gak perlu tau ttg hal ini :).
Ini krn di muka bumi masih berjalan hukum normatif.
Hukum normatif itu ya sifatnya spt Taurat Musa.
Mencuri potong tanganlah, dipenjaralah, dicambuklah. Itu semua adl sifat Taurat Musa.
Kl ga ada hukum normatif, apa jadinya dunia ini?
Krn di dunia ini ada 2 jenis manusia (bdsk pov Allah), yaitu orang benar dan orang berdosa, maka hukum dg sifat Taurat Musa masih berjalan.
Namun siapa yg hidup di bawah hukum sjenis Taurat Musa, dia itu masih jauh dari standar Allah.
Itu mksd saya Oda.
Yaitu bhw skalipun Hukum Musa sudah usang dg datangnya Perjanjian Baru, tapi krn manusia itu masih banyak yg daging, maka Tuhan ijinkan Hukum Musa (dan hukum sjenis itu) utk tetap diterapkan.
Siip kan bilang yang tua dan usang itu adalah yang Mosaic Law. Tapi kok sepertinya siip mengkhususkan pengertiannya bhw Mosaic Law itu HANYA ngerujuk ke 10P yang berupa Moral Law, yah siip ?
Bagaimana dengan Mosaic Law yg misal perayaan hari raya Passover/Unleavened Bread ? Apakah para pelaku hari raya ini adalah para ungu diatas (para pembunuh, orang tidak beragama, dlsb) ?
:)
salam.
Skali lagi ya Oda (udh mulai gemes saya).
Bagi saya, 10P adalah HUKUM Allah dan tidak pernah usang.
Sisanya adalah Hukum Musa, mau itu seremonial kex, mau itu norma kex, mau itu apalah tserah.
Saya ngga gunakan definisi Bruce.
-
Hukum Taurat bukan di batalkan tapi di genapi, artinya, yg lawas ya udahlah ngga usah dipake lagi, karena udah ada yg baru... gitu loh.
-
Keliru Bro.
Seluruh isi Hukum adalah perjanjian.
Apa isi janji tsb siip ?
Israel masuk tanah perjanjian sbg wujud pemenuhan janji Tuhan kpd Abraham, ga ada hubungannya dg Law.
Saya nggak ngerti .... sepengertian saya adalah : Allah memenuhi janji masuk Tanah Perjanjian, namun bangsa Israel tidak memenuhi the Law dimata Allah.
Perjanjian antara Allah dg Israel adl The Law itu sendiri.
The Law mengandung SebabAkibat, dimana the Law tidak/belum terpenuhi, maka di setiap "present time" s/d saat ini, masih ada bangsa Israel yang tidak/belum menempati Tanah Perjanjian.
Kan bukannya dulu siip yang ngejelasin bhw di akhir jaman, SEMUA bangsa Israel (secara bangsa) akan menempati Tanah Perjanjian ? :D.
Israel itu adalah bangsa pilihan yg sulung Bro.
Iya... saya ngerti siip. Dan itu berlaku jaman dulu, kaan ? :).
Dlm konteks prinsip kesulungan itu, maka Taurat pasti didesain Tuhan utk cocok pd segala bangsa scr daging.
Dari bold, sambungannya adalah : PER jaman dulu, kan siip ?
Dengan kata lain,
pra-Yesus : ya bold
setelah-Yesus : tidak bold lagi, karena urusannya sekarang bukan "daging" lagi - melainkan "roh". Please CMIIW.
Perjanjian Baru itu adalah KRISTUS.
Saya lupa di post mana udah sempet saya tuliskan ... secara sambil diskusi berjalan, kok tiba2 terlintas dibenak saya bhw Perjanjian Baru itu masih menyangkut ttg "Tanah Perjanjian" yah siip ?
Tanah Perjanjian yg dulu itu berupa tanah literal di bumi.
Tanah Perjanjian yg sekarang itu, entah itu tanah literal di bumi - entah pula tanah berbau mistik ... namun intinya adalah "tanah" Kerajaan Allah.
Please jgn mnafsirkan ayat tlalu jauh dari apa yg ada di ayat itu. Pusing saya jadinya.
Siip mengatakan Perjanjian Baru itu KRISTUS.
(31) Behold, the days are coming, says the Lord, WHEN I will make a new covenant with the house of Israel and with the house of Judah
Nah, sebelum terlalu jauh - odading pingin tau dulu... apakah kata "WHEN" ayat diatas itu maksudnya = new covenant yg siip tuliskan : Perjanjian Baru itu adalah KRISTUS.
Please CMIIW.
Iya. Mksd saya jg bgitu.
Intinya, Hukum Taurat pun cocok utk org Kanaan.
Orang Kanaan yang secara daging hidup bersama dengan org Israel - begitu kaan siip ? :)
Nah, kamu tau dari mana semua itu?
Dari Hukum Musa kan?
Kl tidak djelaskan oleh Hukum Musa, maka kamu ga tau batasan Hukum Allah 'Jangan Membunuh'.
IMO, batasan "jangan membunuh" secara gak langsung dan tidak tertulis kayaknya sudah ada sejak jaman KainHabil, siip ?
bersambung
-
Ini hanya mbri gambaran kpd Oda bhw kamu akan tau apakah Amalek halal dbinasakan bdsk Hukum Musa.
Jd yg usang adalah Hukum Musa, bukan Hukum Allah.
Krn bdsk Hukum Kristus, saat ini klpun ada org Amalek, maka ia tidak halal dbunuh.
IMO, bukankah kayaknya lebih enak kalo penyetaraannya adalah sbb ? :
Hukum Allah is Hukum Allah = Hukum Kristus
Hukum Musa is Hukum Manusia = berlaku per-jaman yang ada
Hukum Allah di jadul per bangsa Israel (daging), Hukum Kristus per "Israel" (roh)
Hukum Musa per bangsa Israel, Hukum Manusia per tiap negara yg mengaturnya.
Dengan demikian paparan saya diatas sejalan dgn paparan siip sbb :
Ini krn di muka bumi masih berjalan hukum normatif.
Hukum normatif itu ya sifatnya spt Taurat Musa.
Mencuri potong tanganlah, dipenjaralah, dicambuklah. Itu semua adl sifat Taurat Musa.
Namun siapa yg hidup di bawah hukum sjenis Taurat Musa, dia itu masih jauh dari standar Allah.
Yaitu bhw skalipun Hukum Musa sudah usang dg datangnya Perjanjian Baru, tapi krn manusia itu masih banyak yg daging, maka Tuhan ijinkan Hukum Musa (dan hukum sjenis itu) utk tetap diterapkan.
btw, siip belum ngajarin saya begimana utk mengertikan kalimat ayat sbb :
siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga
Skali lagi ya Oda (udh mulai gemes saya).
Waduh... saya udah mesti siap siap di :scold: :takethat: ama siip nih ... :D
Bagi saya, 10P adalah HUKUM Allah dan tidak pernah usang.
Sisanya adalah Hukum Musa, mau itu seremonial kex, mau itu norma kex, mau itu apalah tserah.
Saya sudah mengerti dan saya juga sependapat ama quote kamu diatas kook, sip :).
(18) For truly I tell you, until the sky and earth pass away and perish, not one smallest letter nor one little hook will pass from the Law until all things are accomplished. (19) Whoever then breaks or does away with or relaxes one of the least of these commandments and teaches men so shall be called least in the kingdom of heaven
Yang saya belon mengerti itu adalah :
begimana caranya kita mengertikan, karena kandungan dari kalimat "the Law" / "these commandments" di ayat atas itu bisa : (opsi)
A. Hukum Allah saja
B. Hukum Musa saja
C. Hukum Allah + Hukum Musa.
:)
salam.
-
Apa isi janji tsb siip ?
Saya nggak ngerti .... sepengertian saya adalah : Allah memenuhi janji masuk Tanah Perjanjian, namun bangsa Israel tidak memenuhi the Law dimata Allah.
The Law mengandung SebabAkibat, dimana the Law tidak/belum terpenuhi, maka di setiap "present time" s/d saat ini, masih ada bangsa Israel yang tidak/belum menempati Tanah Perjanjian.
Kan bukannya dulu siip yang ngejelasin bhw di akhir jaman, SEMUA bangsa Israel (secara bangsa) akan menempati Tanah Perjanjian ? :D.
Yg pasti bgini deh Oda, masuk tanah perjanjian adl janji Tuhan pd Abraham, bukan janji Tuhan dlm Taurat.
Janji Tuhan pd Abraham itu diteguhkan Tuhan oleh sumpah shg pasti tpenuhi dan tnyata memang sudah tgenapi dg masuknya Israel ke Kanaan.
Janji ini ngga ada hubungannya dg Taurat.
Simple-nya gitu aja dah.
Bahasnya lain kali saja ya.
Iya... saya ngerti siip. Dan itu berlaku jaman dulu, kaan ? :).
Dari bold, sambungannya adalah : PER jaman dulu, kan siip ?
Dengan kata lain,
pra-Yesus : ya bold
setelah-Yesus : tidak bold lagi, karena urusannya sekarang bukan "daging" lagi - melainkan "roh". Please CMIIW.
Nah, jaman dulu itu SEMUA manusia adl daging.
Jaman skrg ada manusia daging, ada manusia roh.
Hukum Roh tdk cocok utk manusia daging, shg Hukum daging masih diijinkan bredar hingga saat ini.
KUHP (literal) Indonesia adl salah satu contoh hukum daging.
Saya lupa di post mana udah sempet saya tuliskan ... secara sambil diskusi berjalan, kok tiba2 terlintas dibenak saya bhw Perjanjian Baru itu masih menyangkut ttg "Tanah Perjanjian" yah siip ?
Tanah Perjanjian yg dulu itu berupa tanah literal di bumi.
Tanah Perjanjian yg sekarang itu, entah itu tanah literal di bumi - entah pula tanah berbau mistik ... namun intinya adalah "tanah" Kerajaan Allah.
Siip mengatakan Perjanjian Baru itu KRISTUS.
Itu tanah perjanjian dg Abraham bro, bukan tanah perjanjian Taurat.
Ingat, kanaan adl janji Tuhan pd Abraham.
Israel masuk kanaan krn Tuhan sudah janji pd Abraham.
Maka itu sebelum ada Taurat, Tuhan sudah mulai proses pnggenapan janji.
Sdgkn kpd Israel, Tuhan buat perjanjian Taurat.
Dg Gereja, Tuhan buat perjanjian baru yg dmeterai darah Kristus.
Bro Oda kudu ubah pola pikir mngenai hal ini.
Saya pikir tema ini sudah cukup saya jelaskan di ksempatan ini.
(31) Behold, the days are coming, says the Lord, WHEN I will make a new covenant with the house of Israel and with the house of Judah
Nah, sebelum terlalu jauh - odading pingin tau dulu... apakah kata "WHEN" ayat diatas itu maksudnya = new covenant yg siip tuliskan : Please CMIIW.
Luk 22:20
Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
Ibr 12:24
dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
Jadi sudah jelas ya.
-
Okeh Oda,
Mari kita bahas ayat ini scr khusus...
Mat 5:19-21
Ayat 19
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Ayat 20
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Ayat 21
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Ayat 22
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Kunci utk mmahami sluruh konteks ayat itu adalah di ayat 20.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Yg saya bold tjemahan lainnya adalah 'digenapi'.
Konsisten dg ayat 19.
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Jd timeline-nya spt ini Oda :
1. Hukum Taurat (definisi: Hukum Allah yg dijelaskan Hukum Musa) berlaku hingga titik koma
2. Yesus Kristus menggenapi Hukum Taurat (definisi: Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa)
Artinya, semua kutuk Hukum Taurat (definisi: Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa) ditanggung Kristus; semua tuntutan Hukum Taurat (definisi: Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa) dipenuhi oleh Kristus.
3. Setelah Hukum Taurat (definisi: Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa) digenapi, maka Hukum Taurat dibatalkan dan tidak berlaku lagi.
4. Maka berlakulah Perjanjian Baru di bawah Hukum Kristus (Hukum Allah yg djelaskan oleh Hukum Kristus) dan Hukum Taurat (Hukum Allah yg djelaskan oleh Hukum Musa) dbatalkan dan ditiadakan.
Nah,
Dlm kondisi nomor 1, berlakulah ayat 21
Ayat 21
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Konteks ayat 21 ini diterapkan utk ahli Taurat (tmsk yg golongan farisi maupun saduki) krn pd masa itu mrekalah yg dianggap punya otoritas utk mengajar.
...dan mengajarkannya demikian kepada orang lain...
Itu relevan dg ayat ini :
Mat 23:2
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Jd ayat 21 itu tidak pas utk orang awam, krn mreka tidak punya otoritas utk ngajar.
Nah, dlm konteks PL dimana Taurat belum digenapi, jika ada Ahli Taurat (farisi or saduki) yg downgrade Hukum Taurat, maka di dalam Kerajaan Sorga (dlm konteks sebelum penggenapan Taurat), mreka kdudukannya terendah.
Kata 'ditiadakan' disitu lebih pas diartikan 'loosen' atau 'melonggarkan', artinya mengajarkan dg kompromistis, bukan 'mengajarkan berlawanan'.
Lalu, Tuhan Yesus berkata kpd para muridnya:
Ayat 22
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Jadi, Ahli Taurat mngajarkan Taurat dg konsekuen, tp murid Kristus HARUS hidup lebih benar daripada apa yg diajarkan Ahli Taurat itu.
Disini ada upgrade melebihi huruf-huruf Hukum Taurat (Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa).
Kmudian Kristus mlanjutkan dg mnuturkan pbandingan Hukum Taurat (Hukum Allah yg djelaskan Hukum Musa) dg Hukum Kristus (Hukum Allah yg djelaskan Hukum Kristus) di ayat 23-48.
Puji Tuhan Yesus!
-
Hukum Taurat bukan di batalkan tapi di genapi, artinya, yg lawas ya udahlah ngga usah dipake lagi, karena udah ada yg baru... gitu loh.
hukum taurat itu digenapi lalu dibatalkan
jadi itu adalah dua proses yang berbeda tapi saling berkaitan
Tuhan Yesus mrmberkati
han
-
Nah... kalo dari pengertian siip, seperti pertanyaan saya yg saya ajukan ke Oom Han : apakah maksud dari kata "dibatalkan" tsb dari pov siip ?
Yesus meng-expiredkan Mosaic Law ? meng-abolished Mosaic Law ?
atau bagaimana ?
:)
salam.
Nah, dibatalkan itu karena sudah di genapi oleh Yesus
dan dan menjadi ,experied karena habis masa berlakunya setelah diadakan hukum yang baru
Tuhan Yesus memberkati
han
-
Apa yg om maksudkan dengan "Hukum kasih karunia"?
Cheers
Aduh , maap ada postingan yang belon dijawab
Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
itulah hukum kasih karunia,
tapi karena pertanyaan sudah mulai melebar keluar dari topic trit ini , maka jawaban ini oom pindahkan ke topic yang lebih sesuai karena sekaligus akan di jelaskan perbedaannya dengan hukum kasih dalam taurat
jawabannya ada di :
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg56355.html#msg56355
Tuhan Yesus memberkati
han
-
hukum taurat itu digenapi lalu dibatalkan
Pertanyaannya, Yeremia 31 itu sekarang sudah tergenapi ato belon ? Kalo belon, maka IMO, bold masih dalam proses Oom ... s/d tergenapinya Yeremia 31 :).
-
http://forumimankristen.com/index.php/topic,335.msg56358.html#msg56358
IMO, bold masih dalam proses Oom ... s/d tergenapinya Yeremia 31 :).
Pertanyaannya, Yeremia 31 itu sekarang sudah tergenapi ato belon ? Kalo belon, maka IMO, bold masih dalam proses Oom ... s/d tergenapinya Yeremia 31 :).
Yesus datang untuk menggenapi hukum taurat dan kitab para nabi
pada ahir hidupnya Yesus berkata sudah selesai
apakah bro oda menyangka bahwa Yesus kerjanya tidak tuntas ato bekerja seytengah setengah ???
lihat ayat ini
Matius 5
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
P. Baru: Yohanes: 19
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
P. Baru: Matius: 2
2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Yesus datang untuk menggenapi hukum taurat dan kitab para nabi
pada ahir hidupnya Yesus berkata sudah selesai
apakah bro oda menyangka bahwa Yesus kerjanya tidak tuntas ato bekerja seytengah setengah ???
Bukan Yesus-nya Oom... yang saya tanyakan adalah :
Era/masa yang disebut di Yeremia 31 itu masa/jamannya sudah nyampe (terpenuhi) ato belon Oom ?
AT THAT time, says the Lord, will I be the God of ALL the families of Israel, and they will be My people.
(27) Behold, the days are coming, says the Lord, when I will sow the house of Israel and the house of Judah with the seed (offspring) of man and of beast.
And they will no more teach each man his neighbor and each man his brother, saying, Know the Lord
Behold, the days are coming, says the Lord, when the city [of Jerusalem] shall be built [again] for the Lord from the Tower of Hananel to the Corner Gate.
So, yang saya tanyakan adalah :
merah diayat atas itu "jatoh tempo"nya begimana di jaman ini, Oom.
- A. sudah terjadi dan terpenuhi (komplit/totally genap) ?
- B. sudah sedang dan masih terus terjadi, ada proses (belon komplit / totally terpenuhi) ?
- C. Sama sekali belum terjadi ? itu NANTI, dan nanti-nya kapan tidak tau
Dalam pengertian saya ada di point-B, Oom ---> didalam proses : ada yg sudah terjadi, ada yg sedang dan masih akan terjadi s/d fully genap/komplit :).
"sudah selesai"
imo, adalah cuma sampe di kehidupan duniawi Yesus, Oom.
Kematian/Kebangkitan Yesus nggak sertamerta artinya proses penggenapan itu sudah beres dan Yesus sekarang lagi ongkang2 kaki di Sorga :D.
Jadi :
(1) AT THAT time, says the Lord, will I be the God of all the families of Israel, and they will be My people.
THAT specific time belon terjadi, namun ibarat sudah-sedang-akan s/d titik waktu yang saya sendiri gak tau kapan :D.
pov Oom Han :
THAT specific time sudah terjadi, sudah tuntas, sudah beres dengan kematian/kebangkitan Yesus ---> di jaman sekarang s/d akhir jaman, ALL the families of bangsa Israel adalah God's people - regardless mereka masih gunakan buku tertulis Taurat or not.
pov odading :
THAT specific time terjadi di menjelang YB ---> di jaman sekarang sudah ada family of Israel yg God's people, tapi belon genap.
For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till ALL be fulfilled.
pov Oom Han :
Kematian/Kebangkitan Yesus = ALL fulfilled
pov odading :
Kematian/Kebangkitan Yesus = fulfilled but NOT ALL yet.
THEN I saw a new sky (heaven) and a new earth, for the former sky and the former earth had passed away
Ketika ayat diatas terpenuhi, maka diketika itulah the Law bisa dikatakan vanish away dimana kalimat "is ready to vanish away" jadi nihil.
Tapi itu cuma dari penangkepan saya aja yah Oom.... dalam asumsi New Heaven dan New Earth itu belum kita alami di jaman sekarang.
Saya sendiri juga masih gak tau, apakah kita sekarang memang sudah di New Heaven & New Earth ato belon ? ayat Wahyu diatas sudah tergenapi atau belom ? (dibikin topik baru, menarik gak yah ? hehehe :D)
:)
salam.
-
Bukan Yesus-nya Oom... yang saya tanyakan adalah :
Era/masa yang disebut di Yeremia 31 itu masa/jamannya sudah nyampe (terpenuhi) ato belon Oom ?
Tidak semua ramalan harus kejadian , justru haruslah di uji
kalo sudah habis masa berlakunya belon kejadian maka ramalan itu disebut meleset
contoh ;pada zaman undian SDSB (sumbangan sosial berhadiah) masih diperbolehkan. banyak beredar ramaln /kode nomor buntut yang bakalan Keluar,
biasanya Ramalan kode itu tertulis batas untuk pembukaan tanggal berapa.
nah jika nomor buntut yang diramal itu tidak keluar juga walau tanggalnya udah lewat ,maka ramalan itu dianggap meleset alias Ka-Laut
dan kode itu sudah tidak berlaku lagi karena tanggal batas ahirnya udah lewat
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Aduh , maap ada postingan yang belon dijawab
Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
itulah hukum kasih karunia,
tapi karena pertanyaan sudah mulai melebar keluar dari topic trit ini , maka jawaban ini oom pindahkan ke topic yang lebih sesuai karena sekaligus akan di jelaskan perbedaannya dengan hukum kasih dalam taurat
jawabannya ada di :
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg56355.html#msg56355
Tuhan Yesus memberkati
han
Terima kasih jawabannya Oom.
Ada sedikit lg yg mau saya tanyakan. Di atas oom Han bilang bahwa orag percaya musti berpedoman pd Hukum Kasih saja, tidak perlu lagi Hukum Taurat karena sudah digenapi dan dibatalkan.
Seperti apa sih berpedoman pada Hukum Kasih itu? Hal seperti apa yg bisa saya lakukan untuk menunjukan bahwa saya mengasihi Allah dng segenap hati, jiwa, dan akal budi itu?
Cheers
-
Terima kasih jawabannya Oom.
Ada sedikit lg yg mau saya tanyakan. Di atas oom Han bilang bahwa orag percaya musti berpedoman pd Hukum Kasih saja, tidak perlu lagi Hukum Taurat karena sudah digenapi dan dibatalkan.
Seperti apa sih berpedoman pada Hukum Kasih itu? Hal seperti apa yg bisa saya lakukan untuk menunjukan bahwa saya mengasihi Allah dng segenap hati, jiwa, dan akal budi itu?
Cheers
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan akal budi itu ,adalah dengan menuruti segala perintah Yesus yang tertuju buat kita,
pakailah akal budi kita untuk melakukan Nya sesuai apa yang diajarkan Yesus.bukan dengan apa yang diajarkan taurat untuk lebih jelasnya bisa dilihat di :
'http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg56705.html#msg56705
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan akal budi itu ,adalah dengan menuruti segala perintah Yesus yang tertuju buat kita,
pakailah akal budi kita untuk melakukan Nya sesuai apa yang diajarkan Yesus.bukan dengan apa yang diajarkan taurat untuk lebih jelasnya bisa dilihat di :
'http://forumimankristen.com/index.php/topic,1707.msg56705.html#msg56705
Tuhan Yesus memberkati
Han
Isi taurat, jangan membunuh dst ...... tidak bertentangan dengan ajaran Kasih lho Om Han.
-
Isi taurat, jangan membunuh dst ...... tidak bertentangan dengan ajaran Kasih lho Om Han.
Om Han sudah terlanjur menyobek habis Alkitab PL nya, om
:( :doh:
-
Om Han sudah terlanjur menyobek habis Alkitab PL nya, om
:( :doh:
wkwkwkwkw.....
Dulu ada yang nyarankan pake Alkitab terbitan Gideon. PB saja isinya
:D
-
wkwkwkwkw.....
Dulu ada yang nyarankan pake Alkitab terbitan Gideon. PB saja isinya
:D
Betul juga, sayang sekarang Alkitab Gideon sudah tidak dibagikan lagi di hotel2.
-
Isi taurat, jangan membunuh dst ...... tidak bertentangan dengan ajaran Kasih lho Om Han.
Hukum Taurat ---> Negatif ---> kita mengenal dosa
Hukum Kasih ---> Positif ---> kita hanya mengenal kasih
Taurat yang disempurnakan ---> Sabat vs Minggu
Sabat tetap ada, Minggu bukanlah menggantikan Sabat, melainkan sesuai yang tertulis:
"Rayakan Sabat untuk mengingat pembebasan dari perbudakan Mesir"
Maka,
"Rayakan Minggu untuk mengingat pembebasan dari perbudakan dosa"
Salam
-
Hukum Taurat ---> Negatif ---> kita mengenal dosa
Hukum Kasih ---> Positif ---> kita hanya mengenal kasih
Taurat yang disempurnakan ---> Sabat vs Minggu
Sabat tetap ada, Minggu bukanlah menggantikan Sabat, melainkan sesuai yang tertulis:
"Rayakan Sabat untuk mengingat pembebasan dari perbudakan Mesir"
Maka,
"Rayakan Minggu untuk mengingat pembebasan dari perbudakan dosa"
Salam
Kalo positif negatif .... jadi inget Rabbi Hillel
Negatif
Hillel and the Golden Rule
Once there was a gentile who came before Shammai, and said to him: "Convert me on the condition that you teach me the whole Torah while I stand on one foot. Shammai pushed him aside with the measuring stick he was holding. The same fellow came before Hillel, and Hillel converted him, saying: That which is despicable to you, do not do to your fellow, this is the whole Torah, and the rest is commentary, go and learn it."
Positif
Tuhan Yesus
"Do to others whatever you would have them do to you. This is the law and the prophets. (Mat 7:12 NAB)
:)
-
Kalo positif negatif .... jadi inget Rabbi Hillel
Negatif
Hillel and the Golden Rule
Once there was a gentile who came before Shammai, and said to him: "Convert me on the condition that you teach me the whole Torah while I stand on one foot. Shammai pushed him aside with the measuring stick he was holding. The same fellow came before Hillel, and Hillel converted him, saying: That which is despicable to you, do not do to your fellow, this is the whole Torah, and the rest is commentary, go and learn it."
Positif
Tuhan Yesus
"Do to others whatever you would have them do to you. This is the law and the prophets. (Mat 7:12 NAB)
:)
Benar
-
Kesimpulan?
-
Hukum Taurat tidak dibatalkan tetapi digenapi.
Artinya yang tadinya tak ada dalam taurat sekarang menjadi ada.
Yang tadinya di nubuatkan menjadi digenapkan.
-
Isi taurat, jangan membunuh dst ...... tidak bertentangan dengan ajaran Kasih lho Om Han.
Ada nyamuk hinggap di pipi anak kita
Taurat ; biarkan saja kan kita dilarang membunuh
Kasih karunia : tepok saja ntu nyamuk, karena kita kasih pada anak kita
Maka lukas menetapkan batas ahir berlakunya taurat dan pl (lukas 16:16)
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Om Han sudah terlanjur menyobek habis Alkitab PL nya, om
:( :doh:
Tapi oom punya Alkitab lai perjanjian baru saja , asli tanpa harus merobeknya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
wkwkwkwkw.....
Dulu ada yang nyarankan pake Alkitab terbitan Gideon. PB saja isinya
:D
Bukan Alkitab gideon tapi asli terbitan lai
-
Ada nyamuk hinggap di pipi anak kita
Taurat ; biarkan saja kan kita dilarang membunuh
Kasih karunia : tepok saja ntu nyamuk, karena kita kasih pada anak kita
Maka lukas menetapkan batas ahir berlakunya taurat dan pl (lukas 16:16)
Tuhan Yesus memberkati
Han
Sepengetahuan saya .... jangan membunuh itu ditujukan kepada manusia ...
bukan kepada nyamuk Om Han
:lol:
-
Bukan Alkitab gideon tapi asli terbitan lai
Masih pake ejaan lama ya Om ?
:think: apa masih ada jual sekarang ?
-
Masih pake ejaan lama ya Om ?
:think: apa masih ada jual sekarang ?
mentang2 seumuran, trus mau titip beli yah :giggle: :lol:
-
Sepengetahuan saya .... jangan membunuh itu ditujukan kepada manusia ...
bukan kepada nyamuk Om Han
:lol:
Iya nih om han.. masak nyamuk kena 10 perintah,.. yang bener ahhhhh :grining:
-
mentang2 seumuran, trus mau titip beli yah :giggle: :lol:
beda dong.
kalo Om Han kan memang lulusan jaman Jepang.
Kalo saya kan anak muda yang hendak mempelajari sejarah jaman Jepang
:giggle:
-
Bagi yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka Hukum Taurat tidak berlaku lagi atas mereka, sebab mereka telah dibebaskan oleh darah Yesus dan telah menjadi anak2 yang merdeka, tetapi sebaliknya..bagi mereka yang tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka Hukum Taurat masih tetap berlaku bagi mereka, sebab mereka adalah hamba atau budak dari pada Hukum Taurat itu sendiri dan mereka belum dimerdekakan --> implikasi dengan keselamatan dan penghakiman adalah: Bagi yang telah merdeka dalam Kristus, maka Kristuslah yang akan menjadi hakim-Nya, dan bagi mereka yang diperhamba oleh Hukum Taurat, maka Hukum Tauratlah ( kata Yesus .. Firman Ku..) yang akan menjadi Hakim-Nya --> Bagi yang diperhamba oleh Hukum Taurat, maka orang tersebut "HARUS" dapat melaksanakan "SEMUA" tuntutan Hukum Taurat ( Tanpa terkecuali ), agar mereka dapat masuk kedalam surga, tetapi jika ada setitik saja pelanggaran terhadap tuntutan Hukum Taurat, maka orang yang diperhamba oleh Hukum Taurat itu, tidak akan dapat masuk ke dalam surga, sebab mereka akan "Dikategorikan Sebagai Pelanggar Hukum" dan setiap pelanggar Hukum, tidak dapat masuk dalam surga, walaupun amal dan perbuatan baiknya setinggi langit, tetap saja mereka tidak dapat masuk kedalam surga.
sebaliknya, bagi yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka orang tersebut berarti telah melaksanakan semua tuntutan Hukum Taurat didalam Yesus, sehingga setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka orang tersebut "PASTI" masuk ke dalam surga, sebab Firman Tuhan yang menjanjikannya, yaitu:"Setiap orang yang melaksanakan semua perintah Tuhan ( Hukum Taurat ), akan memperoleh Hidup Kekal, Nah.. setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, berarti telah melaksanakan semua perintah Tuhan ( Hukum Taurat ) didalam diri Yesus Kristus.
Itulah sebabnya dikatakan, bahwa keselamatan itu diperoleh setiap orang, bukan karena amal dan perbuatannya, tetapi karena Anugerah Tuhan, dikatakan "Anugerah", karena setiap orang dapat "percaya" pada Yesus, jika Yesus memilih orang tersebut untuk diselamatkan, pilihan Yesus pada setiap orang tersebut adalah "Anugerah" yang diberikan dengan cuma-cuma oleh Roh Kudus, itulah sebabnya dikatakan, "Hanya Roh Kudus" yang berdiam dalam diri seseorang yang dianugerahkan oleh Yesus, yang dapat menerima Yesus dan mengaku "Yesus adalah Tuhan".
Bagaiman agar seseorang dapat menerima anugerah Roh Kudus tersebut ??? Buka hati dan Jiwa kita, serta datang pada Yesus dan mengaku atas semua dosa2 kita, maka Yesus yang setia dan adil akan mengampuni semua dosa2 kita dan akan mengutus Roh-Nya ( Roh Kudus), untuk menghibur dan menolong semua orang yang percaya pada-Nya.
Salam ..
-
Hukum Taurat diberikan kpd manusia yg masih hidup dlm hukuman/belenggu dosa akibat perbuatan Adam dan Hawa.. dan awalnya hanya diberikan kpd bangsa Israel, karna bangsa Israel dipilih Tuhan dr bangsa2 lain utk dipisahkan/dikuduskan agar seluruh umat manusia bisa bebas dr belenggu dosa tsb..
Hukum Taurat ini merupakan standart/kriteria yg dijadikan batasan ttg perbuatan2 apa aj yg boleh dilakukan dan mana yg tidak berkenan dihadapan Tuhan..jd sebenarnya Hukum Taurat ini diberikan kpd orang2 yg masih berdosa, orang2 yg masih terikat hukuman..
hanya orang2 yg suka mencuri, maka dia memerlukan hukum "Jangan mencuri"
hanya orang2 yg suka membunuh, maka dia memerlukan hukum "Jangan membunuh"
hanya orang2 yg suka berzinah, maka dia memerlukan hukum "Jangan berzinah"
jd ketika Yesus ketika hidupNya terbukti telah memenuhi segala tuntutan yg ada dlm Taurat maka itu juga mjd bukti bhw manusia bisa hidup kudus shg nantinya bisa bersatu kembali kpd Tuhan.. dan saat Yesus datang Kerajaan Allah telah diberitakan, maka bagi orang2 berdosa yg percaya akan kematian dan kebangkitanNya adlh utk menebus dan membebaskan manusia dr belenggu dosa, dia sudah tidak lagi memerlukan Hukum Taurat karna yg ada dlm Kerajaan Allah hanya ada kasih dan bukan hukuman..
orang2 yg mengenal kasih maka dia tidak suka membunuh, mencuri, berzinah, dan perbuatan2 dosa lainnya.. jd orang2 yg mengenal kasih tidak perlu lagi hukum: Jangan membunuh, Jangan mencuri, jangan berzinah.. orang2 yg mengenal kasih hanya berbuat kebaikan, dan pasti akan menjauhkan dirinya dr perbuatan2 dosa..
jadiii intinya, Hukum Taurat hanya diperlukan bagi orang2 yg masih berkubang dlm dosa, dan masih terus aj suka dgn perbuatan dosa.. :D
Syalom, :peace:
-
Hukum Taurat diberikan kpd manusia yg masih hidup dlm hukuman/belenggu dosa akibat perbuatan Adam dan Hawa.. dan awalnya hanya diberikan kpd bangsa Israel, karna bangsa Israel dipilih Tuhan dr bangsa2 lain utk dipisahkan/dikuduskan agar seluruh umat manusia bisa bebas dr belenggu dosa tsb..
Hukum Taurat ini merupakan standart/kriteria yg dijadikan batasan ttg perbuatan2 apa aj yg boleh dilakukan dan mana yg tidak berkenan dihadapan Tuhan..jd sebenarnya Hukum Taurat ini diberikan kpd orang2 yg masih berdosa, orang2 yg masih terikat hukuman..
hanya orang2 yg suka mencuri, maka dia memerlukan hukum "Jangan mencuri"
hanya orang2 yg suka membunuh, maka dia memerlukan hukum "Jangan membunuh"
hanya orang2 yg suka berzinah, maka dia memerlukan hukum "Jangan berzinah"
jd ketika Yesus ketika hidupNya terbukti telah memenuhi segala tuntutan yg ada dlm Taurat maka itu juga mjd bukti bhw manusia bisa hidup kudus shg nantinya bisa bersatu kembali kpd Tuhan.. dan saat Yesus datang Kerajaan Allah telah diberitakan, maka bagi orang2 berdosa yg percaya akan kematian dan kebangkitanNya adlh utk menebus dan membebaskan manusia dr belenggu dosa, dia sudah tidak lagi memerlukan Hukum Taurat karna yg ada dlm Kerajaan Allah hanya ada kasih dan bukan hukuman..
orang2 yg mengenal kasih maka dia tidak suka membunuh, mencuri, berzinah, dan perbuatan2 dosa lainnya.. jd orang2 yg mengenal kasih tidak perlu lagi hukum: Jangan membunuh, Jangan mencuri, jangan berzinah.. orang2 yg mengenal kasih hanya berbuat kebaikan, dan pasti akan menjauhkan dirinya dr perbuatan2 dosa..
oke Bro :D
jadiii intinya, Hukum Taurat hanya diperlukan bagi orang2 yg masih berkubang dlm dosa, dan masih terus aj suka dgn perbuatan dosa.. :D
Syalom, :peace:
Bro Nothing, .....
Banyak orang2 yang mengenal hukum kasih tetapi ia masih suka perbuatan dosa lho Bro....
Nah gimana Bro ???
-
Bro Nothing, .....
Banyak orang2 yang mengenal hukum kasih tetapi ia masih suka perbuatan dosa lho Bro....
Nah gimana Bro ???
ini pertanyaan yg menarik bro, sy jg bingung mo jwb gimana yaa... :think1:
klo gitu mungkin ada baiknya sy sampaikan pendapat sy mengenai hukum kasih ini ya bro Phoo..
mnurut sy sih sebenarnya kurang tepat jika hukum kasih itu dikategorikan dlm sebuah hukum, karna biasanya dlm sebuah hukum pasti ada sangsi/hukuman bagi yg melanggarnya.. sedang menurut sy, dlm kasih yg sempurna itu tidak ada sangsi/hukuman, tp dimana ada kasih ada kasih, di situ ada kesetiaan, di mana ada kesetiaan, di situ ada ketaatan, dimana ada ketaatan disitu ada kesabaran.. Dan dlm kasih jg ada kepercayaan dan keadilan.. spt di Alkitab ada tertulis :
1Co 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
1Co 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
1Co 13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
1Co 13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Karena kasih, Tuhan mempercayai manusia bahwa manusia akan setia dan taat kepada Tuhan, bukan karna takut akan hukuman.. jd mnurut sy, kasih ini tidak tepat klo dikatakan sbg sebuah hukum, klo Taurat memang iya, krn arti makna Taurat yg sebenarnya adlh Hukum.. Tp klo kita gunakan sbg "istilah" aj bagi kita utk membedakan antara Hukum Kerajaan Allah dan Hukum Taurat, ok lah kita pake istilah hukum kasih tsb.. :D
Hukum kerajaan Allah, tidak lagi bicara selayaknya hukum pasif, yang baru berjalan ketika ada pelanggaran.. Dan itu adalah hukum yang diterapkan pada diri setiap pribadi yang sadar bahwa diri mereka adalah umat yg telah di tebus dr pelanggaran.. dan prilaku orang yg sudah ditebus dr pelanggaran itu seharusnya tidak lagi melakukan pelanggaran atau setidaknya menjauhi segala tindakan pelanggaran(dosa)..
Jika ada orang2 yg merasa dirinya telah "mengenal" hukum kasih, namun masih aj suka dgn perbuatan dosa (spt pertanyaan anda diatas), itu artinya dia belum benar2 tinggal dlm hukum kasih itu bro..
dan hukum kasih ini sebenarnya memang tidak bisa sembarang diterapkan/diimplementasikan ol semua manusia, karna utk melaksanakan hukum kasih ini sso harus berada dlm persekutuan dgn Kerajaan Allah tlebih dahulu, setelah dia berada dlm Kerajaan Allah baru lah dia bisa menerapkan hukum Kasih ini..
lalu bgmn caranya sso masuk ke dlm persekutuan Kerajaan Allah..?
utk masuk dlm persekutuan dgn Kerajaan Allah, maka dia harus bertobat, datang kpd Tuhan, dan kemudian lahir baru dr air dan roh (ini berkaitan dgn mslh pembabtisan), spt ada tertulis :
Joh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
1Pe 2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
1Pe 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
1Pe 2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
1Pe 2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
Jd sebelum sso bertobat atas dosa2nya, kemudian mjd lahir baru, dia tidak mungkin masuk ke dlm Kerajaan Allah.. dan krn tidak berada dlm persekutuan dlm Kerajaan Allah, maka hukum kasih tidak akan dpt diimplementasikan pd dirinya..
tp spt pertanyaan anda diatas, bukankan akan ada pertanyaan serupa :
banyak orang2 yg sudah dibabtis (entah mo pake cara yg mana), masih suka berbuat dosa..?
ya itu artinya dia sendiri telah mengingkari janji keselamatan yg ada dlm Kerajaan Allah, maka scr otomatis dia telah berada diluar hukum kasih, dan bagi mereka2 ini hukum Taurat masih berlaku, spt di Alkitab ada tertulis :
1Ti 1:8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan,
1Ti 1:9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
1Ti 1:10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat
1Ti 1:11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.
aaah, sptnya sy jd ngoceh ngalor-ngidul nih.. tp smoga pendapat sy ini bisa menjawab pertanyaan bro Phooey diatas ya.. bila ada kekurangan mohon koreksinya ya bro.. :afro:
Syalom, :peace:
-
Bagi yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka Hukum Taurat tidak berlaku lagi atas mereka, sebab mereka telah dibebaskan oleh darah Yesus dan telah menjadi anak2 yang merdeka
saya gak ngudeng dengan kalimat jesuit diatas :).
Agar mudahnya saya kasih ilustrasi berdasarkan kalimat2 jesuit di quote atas yah.
A. Cuplis dari Indonesia awalnya nonK.
B. Cuplis berada dibawah 613 butir (termasuk 10P) Taurat.
C. Cuplis di injili mengenai Yesus
D. Cuplis percaya dan menerima.
E. Cuplis tidak lagi didalam state B.
Pertanyaan :
begimana bisa dikatakan demikian pada point-B yang sehingga menimbulkan point-E ?
IMO, 613 butir Taurat itu hanya buat Israel baik yg aslinya AIY (Jews) maupun yg aslinya bukan AIY ("Jews").
So kalo mau dikatakan bold pada quote diatas, imo - pada kata "mereka", maka logiknya "mereka" disitu adalah yang masuk kategori Jews ataupun "Jews".
Kecuali 10P, butir2 Taurat lain itu buatan manusia lalu di kasih cap : "kata Allah" :D.
Saya tidak sedang berpendapat bhw butir2 Taurat lain itu dalam pengertian buruk/baik - namun saya berpendapat apa yg buatan manusia itu sangkut pautnya duniawi, dgn demikian ada punishment2 duniawi ... 10P adalah buatan Allah, sangkut pautnya bisa didalam ranah duniawi (kalo ketauan dpt punishment2 duniawi) namun sangkut paut rohaninya tetep berlaku (kalo gak ketauan sekalipun punishment2 jasmaninya lolos semasa ybs hidup, pelanggaran 10P nanti diperhitungkan oleh Allah setelah mati jasmani ).
10P ditaruh didalem Tabut.
The book of the Law of Moses ditaroh diluar Tabut.
:)
salam.
-
POHON YANG BAIK MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK... JANGAN MENGATAKAN SESUATU HANYA MELALUI PERSANGKAAN BELAKA...
-
rafael.blue.3 ini sedang berdehem, atau bagaimana? Nggak nyambung dengan judul trit, atau pokok bahasan yang sedang dibicarakan. :drool:
Damai, damai, damai.
-
saya gak ngudeng dengan kalimat jesuit diatas :).
Agar mudahnya saya kasih ilustrasi berdasarkan kalimat2 jesuit di quote atas yah.
A. Cuplis dari Indonesia awalnya nonK.
B. Cuplis berada dibawah 613 butir (termasuk 10P) Taurat.
C. Cuplis di injili mengenai Yesus
D. Cuplis percaya dan menerima.
E. Cuplis tidak lagi didalam state B.
Pertanyaan :
begimana bisa dikatakan demikian pada point-B yang sehingga menimbulkan point-E ?
IMO, 613 butir Taurat itu hanya buat Israel baik yg aslinya AIY (Jews) maupun yg aslinya bukan AIY ("Jews").
So kalo mau dikatakan bold pada quote diatas, imo - pada kata "mereka", maka logiknya "mereka" disitu adalah yang masuk kategori Jews ataupun "Jews".
Kecuali 10P, butir2 Taurat lain itu buatan manusia lalu di kasih cap : "kata Allah" :D.
Saya tidak sedang berpendapat bhw butir2 Taurat lain itu dalam pengertian buruk/baik - namun saya berpendapat apa yg buatan manusia itu sangkut pautnya duniawi, dgn demikian ada punishment2 duniawi ... 10P adalah buatan Allah, sangkut pautnya bisa didalam ranah duniawi (kalo ketauan dpt punishment2 duniawi) namun sangkut paut rohaninya tetep berlaku (kalo gak ketauan sekalipun punishment2 jasmaninya lolos semasa ybs hidup, pelanggaran 10P nanti diperhitungkan oleh Allah setelah mati jasmani ).
10P ditaruh didalem Tabut.
The book of the Law of Moses ditaroh diluar Tabut.
:)
salam.
Yang bersifat seremonial dihapus.
Tapi esensinya kan tetap
:D
-
saya gak ngudeng dengan kalimat jesuit diatas :).
Agar mudahnya saya kasih ilustrasi berdasarkan kalimat2 jesuit di quote atas yah.
A. Cuplis dari Indonesia awalnya nonK.
B. Cuplis berada dibawah 613 butir (termasuk 10P) Taurat.
C. Cuplis di injili mengenai Yesus
D. Cuplis percaya dan menerima.
E. Cuplis tidak lagi didalam state B.
Pertanyaan :
begimana bisa dikatakan demikian pada point-B yang sehingga menimbulkan point-E ?
IMO, 613 butir Taurat itu hanya buat Israel baik yg aslinya AIY (Jews) maupun yg aslinya bukan AIY ("Jews").
So kalo mau dikatakan bold pada quote diatas, imo - pada kata "mereka", maka logiknya "mereka" disitu adalah yang masuk kategori Jews ataupun "Jews".
Kecuali 10P, butir2 Taurat lain itu buatan manusia lalu di kasih cap : "kata Allah" :D.
Saya tidak sedang berpendapat bhw butir2 Taurat lain itu dalam pengertian buruk/baik - namun saya berpendapat apa yg buatan manusia itu sangkut pautnya duniawi, dgn demikian ada punishment2 duniawi ... 10P adalah buatan Allah, sangkut pautnya bisa didalam ranah duniawi (kalo ketauan dpt punishment2 duniawi) namun sangkut paut rohaninya tetep berlaku (kalo gak ketauan sekalipun punishment2 jasmaninya lolos semasa ybs hidup, pelanggaran 10P nanti diperhitungkan oleh Allah setelah mati jasmani ).
10P ditaruh didalem Tabut.
The book of the Law of Moses ditaroh diluar Tabut.
:)
salam.
Kalau nurut saya itu begini bro oda.
1. Hukum taurat menyebabkan terjadinya dosa.(Kalau tidak ada hukum, maka tidak ada dosa, sebab dosa adalah pelanggaran hukum). Logis yaa...
2. Kalimat seperti ini "Jika percaya Yesus, maka tidak lagi dibawah hukum taurat",.. berarti,... bahwa,...ADA HUKUM yang lebih KUAT dari hukum taurat itu sendiri, .. yaitu.. hukum dari Yesus. Dari sini manusia MENGETAHUI bahwa TELAH ADA HUKUM BARU itu.
3. Dengan MENGETAHUI, maka, timbullah HARAPAN.
4. Dengan adanya HARAPAN, kita tidak lagi dijajah oleh KETAKUTAN akan hukum taurat. Artinya kita HARAPAN kita yang tadinya DIHUKUM oleh ketentuan hukum taurat, telah berubah menjadi HARAPAN akan KEBEBASAN dari hukum taurat itu sendiri.
Jadi semuanya itu dasarnya "PENGETAHUAN" (bandingkan dengan cerita buah pengetahuan dalam kisah adam dan hawa). Itulah sebabnya dikatakan, dosa masuk karena satu manusia, dan keselamatan datang dari satu manusia"
demikian menurut saya.
-
Kalau nurut saya itu begini bro oda.
1. Hukum taurat menyebabkan terjadinya dosa.(Kalau tidak ada hukum, maka tidak ada dosa, sebab dosa adalah pelanggaran hukum). Logis yaa...
Ga... ga logiss.... :giggle:
Ada dosa dulu baru timbul hukuman
:whistle:
-
Maaf sy ikut nimbrung diskusinya bro Phooey n bro Gavin ya.. :afro1:
Kalau nurut saya itu begini bro oda.
1. Hukum taurat menyebabkan terjadinya dosa.(Kalau tidak ada hukum, maka tidak ada dosa, sebab dosa adalah pelanggaran hukum). Logis yaa...
Ga... ga logiss.... :giggle:
Ada dosa dulu baru timbul hukuman
:whistle:
setuju dgn pendapatnya bro Phooey diatas, ada dosa dulu baru kemudian muncul hukum/peraturan.. jd dosa sudah ada walaupun tidak ada satu pun hukum yg mengaturnya.. :D
IMO, Hukum Taurat sama sekali tidak menyebabkan terjadinya dosa, tetapi dgn adanya Hukum Taurat, dosa itu menjadi nyata/jelas.. karna Hukum Taurat ini merupakan standard ato yg mjd batasan mana perbuatan2 yg berdosa dan mana yg tidak.. sehingga utk mengetahui apakah seseorang itu bersih dr tindakan dosa, maka dia harus MEMENUHI segala aturan yg ada dlm Hukum Taurat.. "memenuhi" ini lah yg dilakukan Yesus, sehingga bisa dikatakan bhw Yesus telah "menggenapi" Hukum Taurat.. :)
2. Kalimat seperti ini "Jika percaya Yesus, maka tidak lagi dibawah hukum taurat",.. berarti,... bahwa,...ADA HUKUM yang lebih KUAT dari hukum taurat itu sendiri, .. yaitu.. hukum dari Yesus. Dari sini manusia MENGETAHUI bahwa TELAH ADA HUKUM BARU itu.
Setuju dgn bro Gavin,.. benar memang ada hukum yg lebih "kuat" dr Hukum Taurat Musa bro, yaitu Hukum Kerajaan Allah(God's Law).. tp bukan berarti itu merupakan Hukum yg lebih baru muncul setelah adanya Hukum Taurat.. karna Hukum Kerajaan Allah (God's Law) ini sudah ada sebelum adanya Hukum Taurat Musa..
ini spt yg terdapat pd Alkitab :
Kej 26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
Kej 26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."
Di situ, kata yang dipakai untuk hukum, adalah "To'rah".. tp jelas yg dimaksud To'rah disana tidak merujuk pd Hukum Taurat yg diberikan kpd Musa (baik 10 P maupun 600an butir Hukum Musa), dan jelas Abraham tidak terikat dgn Taurat Musa tsb.. yg disebut dengan To'rah pd ayat tsb, sebenarnya adalah God's Law.. Dan yg kemudian diperjelas lg ol Yesus :
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Jd ada Hukum kasih, tergantung dibawahnya 10 perintah Allah, dan bagi Israel masih ada lagi hukum Musa dan hukum yg tercantum dlm kitab para Nabi.. Yang kesemuanya itu disebut To'rah (God's Law)... sehingga yg mjd dasar dr Hukum Tuhan ini sebenarnya adlh Hukum Kasih, dan sudah ada bahkan sebelum manusia diciptakan, karna manusia itu sendiri diciptakan dgn adanya kasih dr Tuhan... :D
Ok, sekian dulu pendapat yg bs sy kemukakan, jika ada waktu nti sy teruskan.. dan mohon tanggapan ato koreksinya jika ada kekurangan ya bro..
Syalom, :peace:
-
Ga... ga logiss.... :giggle:
Ada dosa dulu baru timbul hukuman
:whistle:
Kan saya ngomong Hukum , bukan hukuman.
-
Maaf sy ikut nimbrung diskusinya bro Phooey n bro Gavin ya.. :afro1:
Ga... ga logiss.... :giggle:
Ada dosa dulu baru timbul hukuman
:whistle:
setuju dgn pendapatnya bro Phooey diatas, ada dosa dulu baru kemudian muncul hukum/peraturan.. jd dosa sudah ada walaupun tidak ada satu pun hukum yg mengaturnya.. :D
Ok. Kita mengacu pada Hukum pertama yang diberikan pada manusia : "Jangan makan buah".
Kalau hukum tsb. tidak ada, dosa tidak pernah ada.
-
Ok. Kita mengacu pada Hukum pertama yang diberikan pada manusia : "Jangan makan buah".
Kalau hukum tsb. tidak ada, dosa tidak pernah ada.
weewww .... betul sekali Bro Gavin :afro:
OOT lagi.
Kalo saat itu, Allah tidak memberikan hukum .... maka tidak mungkin ada dosa.
Mengapa justru diberi hukum sehingga terjadi dosa
:think:
-
weewww .... betul sekali Bro Gavin :afro:
OOT lagi.
Kalo saat itu, Allah tidak memberikan hukum .... maka tidak mungkin ada dosa.
Mengapa justru diberi hukum sehingga terjadi dosa
:think:
Hukum pertama yg diberikan saat itu adalah untuk ngetes.
Supaya free will manusia bisa berjalan.
Kalau tak ada hukum, tak ada godaan, free will tidak berjalan.
-
Ok. Kita mengacu pada Hukum pertama yang diberikan pada manusia : "Jangan makan buah".
Kalau hukum tsb. tidak ada, dosa tidak pernah ada.
klo mnurut sy sih tergantung bro..
jika memang buah PJB dan buah Kehidupan tsb memang tidak diperuntukkan bagi Adam dan Hawa, maka walaupun tidak ada hukum ato perintah larangan Tuhan tsb, Adam akan tetap berdosa jika memakannya..
sama halnya spt jika tidak ada Hukum ato perintah Tuhan yg menyatakan : "Jangan membunuh"
apakah lalu kemudian menjadikan membunuh itu sesuatu yg tidak berdosa..?
mnurut sy sih, walaupun nda ada hukum yg menyatakan "jangan membunuh", maka akan tetap menjadikan membunuh adlh suatu tindakan yg berdosa, makanya Kain pun tetap dikutuk ol Tuhan..
dlm postingan sy sebelumnya mengatakan bhw dosa sudah ada walaupun tidak ada satu pun hukum yg mengaturnya.. ttp hukum/peraturan jg bukan dibuat karna adanya dosa ya bro.. Hukum dibuat utk menunjukkan dan atau melindungi Kebenaran atau agar tercipta keadilan, karna dlm kebenaran jg pasti ada keadilan atau bisa jg dikatakan bhw hukum dibuat agar segala sesuatunya itu bisa berjalan dgn baik dan benar atau sesuai dgn apa yg sudah direncanakan..
dan menurut sy jg dgn adanya Hukum/peraturan maka membuat dosa itu terlihat jelas/nyata, karna hukum jg merupakan standard ato yg mjd batas/garis pemisah antara sesuatu yg benar dan yg salah.. ibaratnya Hukum ini adlh "jurang" yg memisahkan antara Kebenaran dan Kesalahan(dosa)..
jd mnrut sy sih, bukan hukum yg menyebabkan adanya dosa bro.. hukum hanya membuat dosa mjd lebih terlihat jelas dan nyata, dan mnrut sy jg dosa ini adlh sesuatu yg 'semu' atau sesuatu yg ada namun tidak nyata, ato sesuatu yg eksit namun tidak real.. waduuh, gimana cara mengungkapkan maksud sy ya.. :doh: :think1: :think:
mungkin dosa ini ibarat sebuah 'bayangan' dr suatu object, dimana bayangan ini baru muncul (terlihat nyata) ketika object tsb disinari cahaya.. kayaknya analoginya sy ini kurang tepat amat, tp semoga anda bisa memahami maksud sy, dan jika blum mudeng jg silahkan ditanyakan ya bro.. :P
dan mnurut sy adanya dosa ini adlh karna adanya Tuhan (Tuhan yg memiliki Kehendak), tp bukan berarti Tuhan yg menciptakan/menyebabkan adanya dosa ya bro.. jd klo dlm analogi sy ttg bayangan diatas, Tuhan ini ibarat yg mjd objectnya, dan bayangan itu adlh dosa.. atau jika anda ingat dulu waktu di SMA ato Kul dlm pelajaran logika algoritma.. dikenal ada istilah "negasi" yg merupakan "ingkaran" ato negatif kondisi dr suatu statement kebenaran.. maka jika Tuhan adlh Kebenaran, maka ingkaran Tuhan ini adlh dosa/kesalahan..
aah, sy ingin menyampaikan lebih lanjut ttg ada/munculnya dosa ini, tp blum ada kesempatan atau jd nanti aj dan itu pun jika anda ingin membahasnya lebih lanjut lagi.. soalnya takut jd OOT jg nih.. :P
bagaimana menurut pendapat anda mengenai hal ini bro Gavin... :)
Thanx to bro Gavin atas tanggapannya ya.. :afro:
-
klo mnurut sy sih tergantung bro..
jika memang buah PJB dan buah Kehidupan tsb memang tidak diperuntukkan bagi Adam dan Hawa, maka walaupun tidak ada hukum ato perintah larangan Tuhan tsb, Adam akan tetap berdosa jika memakannya..
Kalau benar buah tsb tidak diperuntukan bagi adam hawa, maka, mengapa Tuhan tetap perlu memberi larangan pada adam dan hawa?
Larangan ada = hukum ada.
sama halnya spt jika tidak ada Hukum ato perintah Tuhan yg menyatakan : "Jangan membunuh"
apakah lalu kemudian menjadikan membunuh itu sesuatu yg tidak berdosa..?
Kalau menurut saya sih, jika hukum pertama (jangan makan buah) tidak ada, maka, manusia tidak akan pernah tau apa itu yang namanya dosa.
Tidak pernah akan ada keinginan untuk membunuh. Sebab membunuh kan datang dari emosi/pengetahuan akan yg baik dan buruk.
dlm postingan sy sebelumnya mengatakan bhw dosa sudah ada walaupun tidak ada satu pun hukum yg mengaturnya.. ttp hukum/peraturan jg bukan dibuat karna adanya dosa ya bro.. Hukum dibuat utk menunjukkan dan atau melindungi Kebenaran atau agar tercipta keadilan, karna dlm kebenaran jg pasti ada keadilan atau bisa jg dikatakan bhw hukum dibuat agar segala sesuatunya itu bisa berjalan dgn baik dan benar atau sesuai dgn apa yg sudah direncanakan..
Emang bener juga sih. Tapi semua nya itu kan tergantung dari pengetahuan.
Apa itu dosa. Mengapa berdosa. Karena kita mengetahui ada hukum. Kita mengetahui ada hukum dan kemudian melanggar.
Jika pengetahuan itu tidak pernah ada (Adam tidak pernah makan buah), maka dunia itu aman2 aja (kecuali jika Tuhan mengeluarkan hukum lain , misalnya, selain tidak boleh makan buah, juga tidak boleh membunuh).
Semua kuncinya ada di dosa pertama, makanya st. Paulus bilang : karena satu manusia dosa masuk ke dunia,..dst..dst..
mungkin dosa ini ibarat sebuah 'bayangan' dr suatu object, dimana bayangan ini baru muncul (terlihat nyata) ketika object tsb disinari cahaya.. kayaknya analoginya sy ini kurang tepat amat, tp semoga anda bisa memahami maksud sy, dan jika blum mudeng jg silahkan ditanyakan ya bro.. :P
dan mnurut sy adanya dosa ini adlh karna adanya Tuhan (Tuhan yg memiliki Kehendak), tp bukan berarti Tuhan yg menciptakan/menyebabkan adanya dosa ya bro.. jd klo dlm analogi sy ttg bayangan diatas, Tuhan ini ibarat yg mjd objectnya, dan bayangan itu adlh dosa.. atau jika anda ingat dulu waktu di SMA ato Kul dlm pelajaran logika algoritma.. dikenal ada istilah "negasi" yg merupakan "ingkaran" ato negatif kondisi dr suatu statement kebenaran.. maka jika Tuhan adlh Kebenaran, maka ingkaran Tuhan ini adlh dosa/kesalahan..
Masuk juga sih analoginya, makanya ada tertulis di Alkitab, bahwa Tuhan adalah "segala yang benar". Selain dari itu adalah "salah".
Makanya dikatakan, "jika makan buah" maka akan tahu mana yang baik dan yang buruk.
Jadi, ,... jika adam tidak makan, maka, adam tidak akan pernah tau mana yang baik dan yang buruk.
Adam dalam keadaan murni (seperti bayi yang baru lahir, dan belum pernah kenal dunia).
Tidak ada namanya perzinahan, lha wong mereka tidak tau apa itu zinah.
Tidak ada pembunuhan, lhawong mereka tidak tahu apa itu sakit hati, emosi, iri hati, dll
Yang ada hanyalah senang-senang.
Thanks atas diskusinya :)
-
Kalau benar buah tsb tidak diperuntukan bagi adam hawa, maka, mengapa Tuhan tetap perlu memberi larangan pada adam dan hawa?
Justru kita mengetahui bhw buah PJB dan buah Kehidupan itu bukan buat Adam, ya karna adanya larangan Tuhan itu bro.. klo buah tsb buat Adam, tetapi Tuhan melarangnya kan malah aneh.. :D
harusnya pertanyaan yg muncul adlh : kenapa buah tsb terlarang/tidak diperuntukan bagi Adam..?
klo ptanyaannya spt ini sy jg nda tau jawaban pastinya, ya cuma Tuhan yg tau alasannya, karna di Alkitab jg tidak ada keterangan ttg hal tsb.. tp mnrut apa yg ada di Alkitab kita bisa tau bhw pohon PJB itu sudah ada taman Eden sebelum manusia diciptakan.. ketika Tuhan menempatkan Adam disana, Tuhan telah memberikan "kepercayaan" kpd Adam utk merawat apa yg harus dirawat dan menjaga apa yg harus dijaga.. dan begitu percaya dan cintanya Tuhan kpd Adam, maka Tuhan memberi peringatan/perintah (Hukum) kpd Adam supaya jangan makan buah PJB tsb, karna itu akan 'membahayakan' bagi Adam jika memakannya.. klo Tuhan nda ngasih peringatan dan larangan tsb kan sama artinya Tuhan dgn sengaja mencelakakan Adam.. tp kenyataannya kan lain, Adam malah mengkhianati kepercayaan Tuhan tsb dgn lebih mempercayai omongannya si iblis..
Kalau menurut saya sih, jika hukum pertama (jangan makan buah) tidak ada, maka, manusia tidak akan pernah tau apa itu yang namanya dosa.
IMO, dgn makan buah PJB manusia(Adam) cuma tau apa yg baik dan apa yg buruk tp dia pun belum tau apa itu dosa atau dia blum tau klo melanggar hukum Tuhan berakibat dirinya akan berdosa bro.. setelah makan buah tsb Adam Hawa cuma merasa 'malu' krn telanjang ketika bertemu Tuhan, tp tidak menyadari bhw dirinya telah bersalah(berdosa) karna melanggar perintah, setelah itu Adam mengetahui dirinya dihukum dgn diusir keluar taman tp tetap Adam blum sadar ttg apa yg namanya dosa..
manusia baru mengenal apa itu yg namanya dosa nanti, ketika Hukum Taurat disampaikan kpd Musa dan bangsa Israel..
Tapi semua nya itu kan tergantung dari pengetahuan.
Apa itu dosa. Mengapa berdosa. Karena kita mengetahui ada hukum. Kita mengetahui ada hukum dan kemudian melanggar.
mnrut sy, pernyataan anda ada yg sedikit janggal bro..
ketika hukum pertama diberikan Tuhan, manusia kan blom makan buah pengetahuan, jd dia kan tentu blom tau ada hukum, harusnya ketika dia makan buah tsb tidak dihukum donk..?! kan Adam tau ada hukumnya stelah dia nelen buah PJB tsb..
harusnya pernyataan anda dibalik : manusia(Adam) melanggar hukum (dgn makan buah), baru kemudian tau akan adanya hukum(dilarang makan buah) .. :D
Jika pengetahuan itu tidak pernah ada (Adam tidak pernah makan buah), maka dunia itu aman2 aja.
spt penjelasan sy diatas, dgn dimakannya buah PJB ol Adam, manusia hanya memiliki pengetahuan akan kebaikan dan keburukan, tp tidak menjadikan manusia tau akan adanya dosa.. dan klo pun Adam tidak makan buah tsb, bukan berarti dunia ini aman2 aj dlm arti dunia terbebas dr perbuatan buruk ya bro.. mnrut sy selama manusia masih memiliki kehendak bebas/freewill, perbuatan2 buruk akan tetap terjadi di dunia ini hanya manusia tidak akan sadar/mengetahui bhw perbuatan2 tsb adlh perbuatan yg buruk/jahat.. jd dlm POV(sudut pandang) manusia, perbuatan baik atau buruk akan sama aja ato tidak ada bedanya, tetapi tidak dlm POV Tuhan..
Ok bro Gavin, thanx atas tanggapan yg diberikan.. klo ada kesalahan sy mohon maaf dan tolong dikoreksi ya bro..
Syalom, :peace:
-
Yang bersifat seremonial dihapus.
kalo saya milih berpendapat sbb, phooey :
Yang bersifat seremonial itu tetep ada ---- namun possible berubah.
Yang bersifat hukuman badani/duniawi tetep ada --- namun possible berubah.
Apa yang possible berubah itu dibuat oleh manusia - "disetujui Allah" sesuai dengan sikon, masa yg berjalan, sosbud, lokasi, dlsb-nya :D.
Tapi esensinya kan tetap
Esensinya ya 10P kan ya phooey ? :ballspin:
:)
salam.
-
Kalau nurut saya itu begini bro oda.
1. Hukum taurat menyebabkan terjadinya dosa.(Kalau tidak ada hukum, maka tidak ada dosa, sebab dosa adalah pelanggaran hukum). Logis yaa...
Nah... mungkin kita pertama tama perlu samain persepsi dulu Gavin ... yang kita maksud "Torah Law" itu yang begimana ?
Kalo mengacu "Torah Law" yang ditulis Musa, maka (imo) kalimatnya yang pas :
orange : diketahuinya "Hukum Allah" menyebabkan diketahuinya telah/sedang/akan eksisnya dosa.
---> so (imo) adalah kurang pas kalo dipendapati bhw "Torah Law" yang ditulis Musa menyebabkan terjadinya dosa :).
ungu : Kalau tidak ada pengetahuan tentang "Hukum Allah" oleh manusia, maka di pov manusia dosa tidak telah_sedang_akan eksis ... namun tetep eksis di pov Allah
----> so, bahkan sebelum Musa menulis Torah Law pun ... dosa itu sendiri telah/sedang/akan eksis diketahui manusia.
2. Kalimat seperti ini "Jika percaya Yesus, maka tidak lagi dibawah hukum taurat"
Oleh karena itu saya perlu nyamain dulu persepsinya, gavin. Dalam hal ini yang saya maksudkan pada kalimat "hukum Taurat" adalah "Torah Law" yang ditulis oleh Musa, gavin.
Kalimat ungu itu buat saya terus terang terasa janggal apabila aplikasinya kepada seseorang non Jews ataupun non "Jews". Alesan saya adalah non Jews itu tidak pernah berada dibawah Torah Law yg ditulis oleh Musa, gavin ... jadi seseorang yang lahir di Indonesia sebagai nonK lalu belakangan percaya Yesus dan kemudian menjadi K , buat saya terasa janggal pabila orang lain berkata kepada ybs : karena anda percaya Yesus, maka anda sudah tidak lagi dibawah Torah Law yg ditulis oleh Musa :D.
kalimat coklat itu ya pantesnya dinyatakan kepada seorang Jew/"Jew" yang statenya (sewaktu dia belum percaya Yesus) dibawah Torah Law yg ditulis oleh Musa.
Bukankah begitu, gavin ? :nod:
Nah, kalo dari yang gavin kasih masukan pendapat ... dari baca pendapat gavin tsb, yang oda tangkep ... maksud gavin pada kalimat "Hukum Taurat" itu tidak berkenaan mengenai Torah Law yg ditulis Musa ... melainkan berkenaan dengan 10P. Bener gak yah penangkepan saya ? :peace:
:)
salam.
-
Ga... ga logiss.... :giggle:
Ada dosa dulu baru timbul hukuman
:whistle:
yang dimaksud gavin itu kayaknya LAW... bukan punishment, phooey.
Dan jangan lupa, LAW yang didalem tabut kan tidak tertulis punishment duniawi/badani loh :)
-
Jd ada Hukum kasih, tergantung dibawahnya 10 perintah Allah, dan bagi Israel masih ada lagi hukum Musa dan hukum yg tercantum dlm kitab para Nabi.. Yang kesemuanya itu disebut To'rah (God's Law)
nothingman, disini saya nggak sedang mengoreksi ataupun berniat menyatakan perihal benar/salah ... melainkan kepingin kita sama2 berpendapat yah.... :peace:
IMO, saya berpendapat Torah Law yang ditulis Musa itu tidak pas utk dipendapati = God's Law.
God's Law is God's Law ---> 10P, ditulis olehNYA sendiri di batu, batunya disimpen didalam tabut.
Moses Law bukan God's Law melainkan man made Law ---> ditulis dibuku, oleh Musa, bukunya ditaroh diluar tabut.
Apa yang man made Law mengikut sertakan punishment duniawi/badani ---> Law ini possible berubah/berbeda/bervariasi .... demikian pula punishment2 duniawi/badaninya possible berubah/berbeda/bervariasi ... tidak demikian halnya pada God's Law.
Saya bikin thread di forum lain : "The Law of God vs The Law of Moses", secara thread disitu sedang berjalan - banyak member yang tetep bilang bhw Torah Law yg ditulis Musa = God's Law.
Saya kasih analogi (tidak utk dimengertikan secara blekplek) ibaratnya sbg berikut :
The Law of gula = manis
The Law of kue = manis
The Law of kue bisa berbeda/bervariasi/berubah ... dari brownies bisa jadi chocolate chip, ada juga bika ambon, taart, dlsb. Didalam the Law of kue mengandung the Law of gula ... namun adalah impossible didalam the Law of gula mengandung the Law of kue :nod:
Didalam Torah Law yang ditulis Musa mengandung God's Law (10P) ... namun adalah impossible didalam God's Law (10P) mengandung Torah Law yg ditulis Musa.
dengan begitu, the Law of God tidak= the Law of Moses :D.
Dimana letak ke"tidak pas"an paparan saya pabila ada temen yang nggak sependapat ? :ballspin:
:)
salam.
-
maap saya nyrobot pembicaran gavin ama nothingman.
Boleh ya ... anyway kalopun gak boleh, saya udah nyrobot dibawah ini...
hehehe... :D.
Justru kita mengetahui bhw buah PJB dan buah Kehidupan itu bukan buat Adam, ya karna adanya larangan Tuhan itu bro.. klo buah tsb buat Adam, tetapi Tuhan melarangnya kan malah aneh.. :D
IMO, Allah menginginkan Law & Order.
Dengan terpenuhinya Law & Order, chaos tidak eksis.
harusnya pertanyaan yg muncul adlh : kenapa buah tsb terlarang/tidak diperuntukan bagi Adam..?
imo jawabannya adalah : PBJ memang "natural"nya mesti ada disitu ---> ini ibaratnya adalah sebuah "Law" secara "gak keliatan". Karena Law itu "gak keliatan" maka diberitahukanlah ke AdamHawa utk tidak memakannya.
klo ptanyaannya spt ini sy jg nda tau jawaban pastinya, ya cuma Tuhan yg tau alasannya, karna di Alkitab jg tidak ada keterangan ttg hal tsb..
saya tentu juga gak tau bhw jawaban saya diatas itu adalah pasti mutlak benar ... dan bold saya sependapat.
Namun disini saya cuma sedang mencoba "ngolah pikiran".
Kalimat ungu tidak sedang bermaksud didalam pendapat : Tuhan sengaja naroh PBJ deket2 di dalam lingkungan Adam (agar mudah dijangkau)
secara khayalan saya berdasarkan kisah AdamHawa di Eden :
PBJ adalah "Law" (dalam menghindari Chaos)... dan ini "tidak keliatan".
Kita cenderung berpendapat bhw Apa_yang_dilarang ---> inilah yang disebut Law yg dinyatakan
Padahal kalo kita pikir2 lagi ...(imo) Apa_yang_disuruh ---> ini juga Law yg dinyatakan
Saat itu di Eden, binatang2 adalah "Law" yang "nggak keliatan".
Allah menyuruh Adam menamai binatang2 ---> Law dinyatakan.
Dan Adam menurutinya, tidak ada chaos.
Ya... memang ... tidak tertulis di ayat bhw Allah bilang "kalo kamu nggak namain binatang2, akibatnya akan bla3x".
kesimpulan sementara :
sekalipun AdamHawa tidak memakan buah di Eden... disuatu ketika - entah kapan, eksis itu event makan buah oleh "adam2" atopun "hawa2" berikutnya, karena posibilitasnya eksis.
sekalipun Adam nggak namain binatang2 saat itu di Eden... disuatu ketika - entah kapan, eksis itu event namain binatang oleh "adam2" lainnya, karena posibilitasnya eksis.
tp mnrut apa yg ada di Alkitab kita bisa tau bhw pohon PJB itu sudah ada taman Eden sebelum manusia diciptakan..
kayaknya PBJ itu setelah penciptaan Adam, nothingman ?
nyok kita coba liat ayatnya :
(8) And the Lord God planted a garden toward the east, in Eden ; and there He put the man whom He had formed
tapi sudahlah... nggak penting kok kalo buat saya yg nonK ... toh saya mengertikan kisah AdamHawa itu cenderung memilih secara simbolis, ketimbang literally blekplek begitu adanya :D.
Tuhan memberi peringatan/perintah (Hukum) kpd Adam supaya jangan makan buah PJB tsb, karna itu akan 'membahayakan' bagi Adam jika memakannya.. klo Tuhan nda ngasih peringatan dan larangan tsb kan sama artinya Tuhan dgn sengaja mencelakakan Adam..
:afro: :nod: :deal:
hehehe... akhirnya saya ketemu juga temen yg cara berpendapatnya mirip ama saya .... :dance:
IMO, dgn makan buah PJB manusia(Adam) cuma tau apa yg baik dan apa yg buruk tp dia pun belum tau apa itu dosa atau dia blum tau klo melanggar hukum Tuhan berakibat dirinya akan berdosa bro.. setelah makan buah tsb Adam Hawa cuma merasa 'malu' krn telanjang ketika bertemu Tuhan
Nah.... secara saya mengertikan kisah AdamHawa secara simbolis, bold itu dipengertian saya bukan literally seperti diri kita malu telanjang bulet. "malu" karena "telanjang" adalah diketika secara gak keliatan eksis perasaan "nggak pas" di diri ybs. Dengan demikian....
tp tidak menyadari bhw dirinya telah bersalah(berdosa) karna melanggar perintah
terlepas apakah Adam literally bhw sebuah pelanggaran itu disebutnya / dinamai DOSA ... (imo) yang pasti eksis itu perasaan "nggak pas" di diri Adam.
Selanjutnya, saya kurang sependapat dalam pemilihan kalimat sbb : Adam malah mengkhianati kepercayaan Tuhan tsb dgn lebih mempercayai omongannya si iblis..
karena saya tidak mampu utk berpendapat Adam mengkhianati Tuhan :).
Ibu melarang sesuatu pada Cuplis, namun Cuplis tidak menurutinya (imo) tidak sertamerta artinya ketidakmenurutan Cuplis tsb = Cuplis mengkhianati ibu.
manusia baru mengenal apa itu yg namanya dosa nanti, ketika Hukum Taurat disampaikan kpd Musa dan bangsa Israel..
secara kata dosa pertama kali muncul di peristiwa Kain, maka (imo) bahkan sebelum Torah Musa dituliskan-pun dosa sudah dikenal.
(7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
mnrut sy, pernyataan anda ada yg sedikit janggal bro..
ketika hukum pertama diberikan Tuhan, manusia kan blom makan buah pengetahuan, jd dia kan tentu blom tau ada hukum
terlepas apakah itu punishment badani/duniawi ato bukan, ... akibatnya pasti ada pabila Law/Order tidak terpenuhi - terlepas apakah sebelumnya diketahui ato tidak mengenai akibatnya.
quote dari gavin :
Jika pengetahuan itu tidak pernah ada (Adam tidak pernah makan buah), maka dunia itu aman2 aja.
belon tentu kalo menurut saya :D. Karena adanya PBJ disitu artinya menempatkan suatu posibilitas. So, (pada asumsi kisah AdamHawa literal) sekalipun kedua manusia (AdamHawa) tsb gak makan buah... maka it's always possible "adam2" / "hawa2" berikutnya makan buah ... so "dunia itu aman2 aja" bukan suatu kepastian diketika hanya apabila AdamHawa gak makan buah, KARENA (imo) makan buah itu sendiri akan menyebabkan "chaos" sekalipun tidak dinyatakan oleh Allah.
Taro kata di suatu negara antah berantah "timbuktu" ditaroh utk pertama kalinya lampu merah dijalanan (kira2 beginilah maksud saya pada kalimat ungu diatas).
Apa tujuan pemerintah menaruh lampu merah tidak ada satu rakyatpun yang tau ... dengan kata lain, pemerintah tidak mengumandangkan "Law" : jangan nglewatin lampu merah.
So, diketika orang2 pada ngelewatin lampu merah ... tidak sertamerta artinya tidak akan ada chaos dikarenakan tidak adanya pencanangan "Law" oleh pemerintah.
Cuma kan jadinya lucu, pemerentah naroh lampu merah agar tidak ada akibat "chaos" tapi diem diem aja nggak menyatakannya kepada orang2/rakyat :D.
makasih atas waktu yg diberikan utk "nyrobot" ...
hehehe.... :peace: :giggle: :hi:
:)
salam.
-
Nah... mungkin kita pertama tama perlu samain persepsi dulu Gavin ... yang kita maksud "Torah Law" itu yang begimana ?
Kalo mengacu "Torah Law" yang ditulis Musa, maka (imo) kalimatnya yang pas :
orange : diketahuinya "Hukum Allah" menyebabkan diketahuinya telah/sedang/akan eksisnya dosa.
---> so (imo) adalah kurang pas kalo dipendapati bhw "Torah Law" yang ditulis Musa menyebabkan terjadinya dosa :).
Jadi begini, Oda,..
Maksud kalimat saya di atas adalah seperti ini :
Kalimat "Hukum Taurat menyebabkan dosa", berarti bahwa dengan adanya hukum ini, maka, manusia menjadi subjek untuk dihukum.
Contoh untuk memperjelas:
Hukum : "Dilarang mendirikan bangunan di pinggir kali"
Sebelum ada hukum ini, orang tentu bebas mendirikan bangunan di pinggir kali (asumsikan: IMB udah di dapat).
Setelah hukum ini berlaku, orang yang mendirikan bangunan di pinggir kali setelah hukum ini berlaku, tentunya akan dihukum.
Pa Lurah bilang : "loe udah tau kok masih melanggar sih,.."
Kembali ke taurat.
Sebelum Torah law diumumkan, manusia memang berbuat dosa (Menurut POV Tuhan). Tetapi tidak di POV manusia (artinya, manusia tidak tau bahwa itu adalah dosa/melanggar)
Setelah Torah law diumumkan, manusia menjadi subjek hukum dari torah itu. Manusia menjadi tahu bahwa ada hukum mengenai pembunuhan, perzinahan dst.
Jadi sebenarnya yang ingin saya tekankan disini adalah tentang PENGETAHUAN.
Pengetahuan membuat manusia mengetahui bahwa X itu buruk, Y itu baik.
Darimana asalnya pengetahuan ini ?
Dari manusia pertama.
Manusia pertama telah MENGETAHUI bahwa X itu buruk, dan Y itu baik. Manusia mengerti sakit hati, emosi, cemburu, iri, kecantikan, kegantengan, daya tarik pria-wanita, dst...
Dari situ timbulah turunan dari pengetahuan2 ini, seperti, pembunuhan (hasil dari sakit hati dan emosi), pencurian (hasil dari iri hati, keinginan, kecongkakan), Perxinahan (kombinasi dari berbagai macam pengetahuan tsb)....dst..dst...
Lalu manusia pertama ini menurukan "pengetahuan akan yg baik dan yang buruk" ini pada anak cucu mereka (baik secara langsung maupun tak langsung), sampai pada zaman musa.
Jika adam tak pernah melanggar, dosa tidak pernah akan ada ( cerita jadi lain sebab, tanpa adanya pengetahuan baik/buruk ini, mungkin saja adam tidak akan pernah tertarik pada hawa dalam hal sexualitas, sehingga tidak pernah akan ada keturunan dari adam/hawa - ini terbukti lhoh, sebab adam tidak pernah tau bahwa dirinya telanjang, sampai dia makan itu buah).
Tidak akan ada yg namanya iri hati, dengki, keinginan lebih, congkak, sakit hati dan emosi lain.
Yang ada hanya rasa bahagia.
Lanjut,
Lalu hadirlah Yesus dengan hukum baruNya.
Disini kembali berperan kata "PENGETAHUAN".
Mereka yg telah berada dalam penjajahan hukum taurat, sekarang menjadi TAHU, bahwa, ada caranya untuk lari (bebas) dari penjajahan hukum taurat tsb.
Meraka yang tadinya tidak punya harapan (karena telah melanggar dan menjadi subjek untuk dihukum), menjadi, punya harapan untuk bebas dari hukuman tsb.
Demikian olahan pikiran saya. Mudah-mudahan benar.
-
nothingman, disini saya nggak sedang mengoreksi ataupun berniat menyatakan perihal benar/salah ... melainkan kepingin kita sama2 berpendapat yah.... :peace:
Ooh, anda nda perlu sungkan bro Oda,.. :D
sy yakin meski ada perbedaan pendapat diantara kita, itu semua terlepas dr niat utk saling menyalahkan.. tp walaupun begitu, jika menurut anda dlm pendapat sy dirasakan ada yg salah/bertentangan dgn prinsip ajaran Kristen/Katolik, sy mohon anda tunjukkan aj bro.. sebab sy sadar sy bukan ahli dibidang theologi, jd pasti akan ada banyak salahnya.. sy justru akan merasa senang dan sangat menghargai anda bila, kesalahan sy itu bisa ditunjukkan, sehingga sy bisa mengkoreksi dan memperbaiki kesalahan tsb.. :deal: :peace: :afro:
IMO, saya berpendapat Torah Law yang ditulis Musa itu tidak pas utk dipendapati = God's Law.
God's Law is God's Law ---> 10P, ditulis olehNYA sendiri di batu, batunya disimpen didalam tabut.
Moses Law bukan God's Law melainkan man made Law ---> ditulis dibuku, oleh Musa, bukunya ditaroh diluar tabut.
Hhhmmm.. bisakah sy mengartikan perkataan anda yg menulis man made Law adlh sbg "Hukum yg dibuat ol manusia(Musa dan para Nabi)..?
jika benar demikian maka, scr literal sy bisa memahami pendapat anda diatas bro Oda.. tp yg sy blum mudeng adlh mengenai logika/cara berpikir anda, knp bisa sampe kpd berpendapat demikian,..
shg sptnya kok ada sesuatu yg mengganjal dlm benak sy.. :think1:
mungkin spy sy lebih mudeng dlm memaknai pendapat anda, maka sy perlu mengetahui cara berpikir anda lebih dulu..., dan utk itu sy ingin ajukan bbrp pertanyaan ya bro.. :P
Jika yg anda gunakan sbg pembeda an. God's law dgn man's law(Taurat Musa) adlh masalah siapa yg nulis, ditulis di media apa dan kemudian ditaroh dimana hukum tsb, maka ptanyaan sy adlh :
1. bgmn dgn Hukum Kasih(HK) bro, apakah mnrut anda HK ini termasuk God's Law apa masuk yg man made Law..??
2. lalu HK tsb dimana ditulisnya, oleh siapa penulisnya, dan ditaroh/ditempatkan dimana..??
Apa yang man made Law mengikut sertakan punishment duniawi/badani ---> Law ini possible berubah/berbeda/bervariasi .... demikian pula punishment2 duniawi/badaninya possible berubah/berbeda/bervariasi ... tidak demikian halnya pada God's Law.
jd mnrt anda, God's Law ini hukumannya bersifat rohani(non duniawi), sedang man's Law(Taurat Musa) hukumannya dua2nya yaitu baik punish rohani maupun punish duniawi.. benar gitu ato bgmn bro..?
IMO, tidak pengaruh apakah hukumannya itu bersifat rohani atau pun bersifat jasmani/tubuh, selama itu dinyatakan/disampaikan langsung ol Tuhan, maka itu tetap God's Law..
Ok, petanyaan sy selanjutnya adlh :
3. mnrut anda sangsi/punishm duniawi dlm man's Law(dlm Taurat Musa) itu gunanya buat apaan sih..??
4. dlm Taurat Musa(yg anda anggap man's law), bagi yg berzinah, membunuh, dan berbuat kekejian(murtad) tdh Tuhan, sangsinya adlh hukuman mati tuh bro.. sedang dlm 10P(yg anda anggap sbg God's Law) ada perintah "Jangan membunuh" (ingat dlm 10 P tsb tidak ada pengecualian).. bukankah itu tampak antara Taurat Musa dgn 10P ada pertentangan..? bolehkah man's law bertentangan dgn God's law..? bgmn mnrut anda bro Oda...
Saya bikin thread di forum lain : "The Law of God vs The Law of Moses", secara thread disitu sedang berjalan - banyak member yang tetep bilang bhw Torah Law yg ditulis Musa = God's Law.
walaupun sy blum sempet "nengok2" ke trit tsb, tp sptnya sy jg termasuk salah satu member yg tetep bilang bhw Torah Law yg ditulis Musa = God's Law.. :D
jd sy memang berbeda pendapat dgn anda dlm hal ini bro Oda... :deal:
Didalam Torah Law yang ditulis Musa mengandung God's Law (10P) ... namun adalah impossible didalam God's Law (10P) mengandung Torah Law yg ditulis Musa.
dengan begitu, the Law of God tidak= the Law of Moses :D.
utk analogi yg bold sih sy setuju dgn anda, tp tidak dgn kesimpulannya(bold biru).. tp sy ingin tau dulu logika pemikiran anda ya bro, jd sy ingin kembali mengajukan pertanyaan..
5. apakah menurut anda law of Moses itu ditulis/dbuat ol Musa, dgn tidak berdasarkan kehendak/persetujuan Tuhan..??
6. jika Musa menulis/membuat semua(600an butir) tsb berdasar adanya perintah/Firman dr Tuhan, maka apakah itu menurut anda masih bisa dikatakan sbg man made Law..??
Dimana letak ke"tidak pas"an paparan saya pabila ada temen yang nggak sependapat ? :ballspin:
:)
salam.
cuma satu hal doang yg sy nda spendapat dgn anda,.. :D tp karna sy masih banyak yg blum mudeng, jd kasih banyak pertanyaan kpd anda... :doh:
sy mohon maaf jika dianggap telah merepotkan ya bro.. :pray3: :signofcross: :flower1:
Syalom, :peace:
-
maap saya nyrobot pembicaran gavin ama nothingman.
Boleh ya ... anyway kalopun gak boleh, saya udah nyrobot dibawah ini...
hehehe... :D.
santai aj bro.. kita sesama bis kota dibolehkan saling nyrobot, yg dilarang itu kan saling mengoper penumpang tanpa bayar.. hehehehe :dance:
IMO, Allah menginginkan Law & Order.
Dengan terpenuhinya Law & Order, chaos tidak eksis.
IMO, Tuhan menginginkan kebenaran, memisahkan kebenaran dgn kesalahan, dan kemudian ingin membuat yg eksit adlh hanya kebenaran.. adanya pohon PJB, adanya Law n Order adlh merupakan alat ato "instrumen" agar keinginan Tuhan tsb dpt berjalan dgn semestinya ato sesuai dgn rencanaNya.. Law n Order ini jg yg digunakan Tuhan utk memisahkan kebenaran dgn kesalahan..
bila kebenaran telah terpisah, lalu kebenaran tsb telah terkuak dgn jelas, gamblang, dan semua tempat yg 'gelap' telah diliputi dgn yg 'terang', maka tidak ada lg tempat buat 'bayangan'(dosa dan kesalahan).. maka dgn demikian Law & Order jg sudah tidak diperlukan, karna chaos tidak akan mungkin ada lg...
harusnya pertanyaan yg muncul adlh : kenapa buah tsb terlarang/tidak diperuntukan bagi Adam..?
imo jawabannya adalah : PBJ memang "natural"nya mesti ada disitu ---> ini ibaratnya adalah sebuah "Law" secara "gak keliatan". Karena Law itu "gak keliatan" maka diberitahukanlah ke AdamHawa utk tidak memakannya.
kok jawaban anda tsb kurang cocok dgn pertanyaan sy ya, jd terkesan nda nyambung bro ato sy yg kurang memahami maksud anda.. apa lg ada kata2/istilah "Law yg tidak keliatan".. makin tambah nda mudeng aj sy... :doh:
statement ato pertanyaan sy diatas itu timbul adlh terkait dgn pernyataan bro Gavin sbb :
Ok. Kita mengacu pada Hukum pertama yang diberikan pada manusia : "Jangan makan buah".
Kalau hukum tsb. tidak ada, dosa tidak pernah ada
kemudian sy tanggapan sy atas postingan bro gavin tsb :
klo mnurut sy sih tergantung bro..
jika memang buah PJB dan buah Kehidupan tsb memang tidak diperuntukkan bagi Adam dan Hawa, maka walaupun tidak ada hukum ato perintah larangan Tuhan tsb, Adam akan tetap berdosa jika memakannya..
dan setelah itu bbrp posting tambahan baru muncul pertanyaan dr sy tsb... jd intinya sy ingin menyampaikan kpd bro Gavin, bhw tanpa adanya perintah(Law), dosa sudah ada keberadaannya namun blom nyata/jelas.. sebab menurut sy adanya dosa ini karna adanya Tuhan dan karna Tuhan punya kehendak/keinginan.. dan apa keinginan Tuhan tsb..? spt penjelasan sy diatas Tuhan ingin hanya kebenaranNya yg ada/eksit didunia ini...
kayaknya PBJ itu setelah penciptaan Adam, nothingman ?
nyok kita coba liat ayatnya :
(8) And the Lord God planted a garden toward the east, in Eden ; and there He put the man whom He had formed
tp inti dr pernyataan sy diatas adlh cm ingin bilang klo buah PJB tidak ditujukan bagi Adam, sebab Adam dilarang memakannya(setidaknya utk saat itu)..
Ok bro, thanx atas koreksinya... :afro:
Nah.... secara saya mengertikan kisah AdamHawa secara simbolis, bold itu dipengertian saya bukan literally seperti diri kita malu telanjang bulet. "malu" karena "telanjang" adalah diketika secara gak keliatan eksis perasaan "nggak pas" di diri ybs. Dengan demikian....
terlepas apakah Adam literally bhw sebuah pelanggaran itu disebutnya / dinamai DOSA ... (imo) yang pasti eksis itu perasaan "nggak pas" di diri Adam.
sy jg mengartikan kisah AdamHawa scr simbolis, namun scr literalis jg... :D
jd "malu" krn "telanjang" disana, yg anda artikan sbg perasaan "nggak pas" di diri Adam, IMO bukan berarti Adam sadar sudah bersalah krn melanggar perintah Tuhan(telah berdosa).. sampai akhirnya ketika ditanyakan Tuhan "Apakah kau makan buah yg Aku larang ?"
Selanjutnya, saya kurang sependapat dalam pemilihan kalimat sbb : karena saya tidak mampu utk berpendapat Adam mengkhianati Tuhan :).
Ibu melarang sesuatu pada Cuplis, namun Cuplis tidak menurutinya (imo) tidak sertamerta artinya ketidakmenurutan Cuplis tsb = Cuplis mengkhianati ibu.
analoginya kurang kumplit bro, biar lebih jelas maka sy tambahi ya...
Ibu melarang sesuatu pada Cuplis, namun bbrp saat kemudian ada si Unyil tetangga/temannya Cuplis datang (mungkin saat itu Unyil mencuri dengar pembicaran ibu dgn Cuplis) dan bilang kpd Cuplis, utk melakukan sesuatu yg dilarang Ibu tsb.. lalu karna tertarik akan bujuk-rayu si Unyil atau karna si Cuplis lebih mempercayai perkataan Unyil, Cuplis pun lebih memilih mengikuti perkataannya Unyil dr pd mengikuti larangannya Ibu..
jd terserah anda mau mengartikan ato menggantikan kata "ketidak-menurutan" Cuplis kpd Ibunya itu dgn "kebandelan", "kenakalan", "pemberontakan", "pembangkangan" ato kata ganti apapun selama makna ato artinya adlh sesuatu yg "mengingkari" perintah Ibu..
sy akan tetap setuju dan sependapat dgn anda bro.. :afro1:
secara kata dosa pertama kali muncul di peristiwa Kain, maka (imo) bahkan sebelum Torah Musa dituliskan-pun dosa sudah dikenal.
(7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
betul, betul, betul.. :nod:
secara perkataan dosa sudah muncul ato digunakan di Alkitab, bahkan sblm Hukum Taurat diturunkan kpd Musa.. tp yg sy maksud dgn "mengenal apa itu dosa", bukan spt itu bro,.. "mengenal" yg sy maksud adlh "memahami" apa itu yg namanya dosa, memahami itu tau ttg seluk-beluknya, tau apa sebabnya, tau bgmn cara menghindarinya, tau bgm cara "menguasainya", dsb.. Nah, IMO manusia baru "memahami" apa itu dosa adlh ketika HT diberitakan kpd Musa dan bangsa Israel.. dan dgn HT, manusia jg mengetahui klo mereka bisa dibebaskan dr belenggu dosa.. sebab yg mjd "kuasa" atas dosa tsb adlh Hukum Taurat..
spt perkataannya Rasul Paulus : Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat (1 Kor 15:56)
makasih atas waktu yg diberikan utk "nyrobot" ...
hehehe.... :peace: :giggle: :hi:
:)
salam.
sy persilahkan kpd anda utk nyrobot lain kali.... :afro: :deal:
Syalom, :peace:
-
maap bro Oda, kayaknya ada yg terlewat... setelah sy baca2 lg sy baru mudeng dgn maksud postingan anda yg ini.. :P
imo jawabannya adalah : PBJ memang "natural"nya mesti ada disitu ---> ini ibaratnya adalah sebuah "Law" secara "gak keliatan". Karena Law itu "gak keliatan" maka diberitahukanlah ke AdamHawa utk tidak memakannya.
secara khayalan saya berdasarkan kisah AdamHawa di Eden :
PBJ adalah "Law" (dalam menghindari Chaos)... dan ini "tidak keliatan".
Karena adanya PBJ disitu artinya menempatkan suatu posibilitas. So, (pada asumsi kisah AdamHawa literal) sekalipun kedua manusia (AdamHawa) tsb gak makan buah... maka it's always possible "adam2" / "hawa2" berikutnya makan buah ... so "dunia itu aman2 aja" bukan suatu kepastian diketika hanya apabila AdamHawa gak makan buah, KARENA (imo) makan buah itu sendiri akan menyebabkan "chaos" sekalipun tidak dinyatakan oleh Allah.
Taro kata di suatu negara antah berantah "timbuktu" ditaroh utk pertama kalinya lampu merah dijalanan (kira2 beginilah maksud saya pada kalimat ungu diatas).
Apa tujuan pemerintah menaruh lampu merah tidak ada satu rakyatpun yang tau ... dengan kata lain, pemerintah tidak mengumandangkan "Law" : jangan nglewatin lampu merah.
So, diketika orang2 pada ngelewatin lampu merah ... tidak sertamerta artinya tidak akan ada chaos dikarenakan tidak adanya pencanangan "Law" oleh pemerintah.
Cuma kan jadinya lucu, pemerentah naroh lampu merah agar tidak ada akibat "chaos" tapi diem diem aja nggak menyatakannya kepada orang2/rakyat.
sptnya pendapat anda nda jauh beda dgn pengertian sy sebelomnya ya bro.. tp anda menyatakan dgn cara yg berbeda.. benar begitu apa tidak bro nih bro Oda..?
tp yg mnurut sy agak aneh dan janggal(mungkin sy yg lemotz bro :drool:), adlh pernyataan anda yg ini :
PBJ memang "natural"nya mesti ada disitu ---> ini ibaratnya adalah sebuah "Law" secara "gak keliatan". Karena Law itu "gak keliatan" maka diberitahukanlah ke AdamHawa utk tidak memakannya.
"natural" itu artinya kan "alamiah" ato bisa jg diartikan "sudah layak dan sepantasnya", ato dianggap "sudah sewajarnya" gitu kan ya bro.. maka IMO, akan jd aneh jika yg dianggap sudah "pantas" dan "sewajarnya" itu lalu ol Tuhan dianggap sesuatu yg "terlarang" bagi Adam, terlebih Adam tinggal didekat pohon PJB tsb..?!? :think1:
ato mungkin yg dimaksud dgn "natural" ini hanya cuma masalah penempatan PJBnya aja ya, bukan berarti buah PJB ini memang "natural" bagi Adam makan..?? :think:
tolong diperjelas lg bro, biar sy bener2 mudeng dgn maksud anda tsb...
Thanx ya bro... :afro:
-
Jadi begini, Oda,..
Maksud kalimat saya di atas adalah seperti ini :
Kalimat "Hukum Taurat menyebabkan dosa", berarti bahwa dengan adanya hukum ini, maka, manusia menjadi subjek untuk dihukum.
nah itu gavin, saya terus terang masih kurang nangkep pada bold.
Bold itu maksudnya gavin begimana yah ?
A. Hukum Taurat yang ditulis Musa menyebabkan dosa
B. Eksisnya Law menyebabkan dosa
Kalo saya cenderung berpendapat :
Pelanggaran adalah Law yg tidak terpenuhi (miss the mark)
Law itu sendiri tidak menyebabkan dosa.
Cuplis dateng ke timbuktu dan tidak mengetahui Law disana justru yg lampu ijo adalah berhenti - lalu Cuplis ini nylonong aja tidak berhenti .... maka di pov timbuktu tetep terjadi pelanggaran, sekalipun Cuplis tidak tau Law timbuktu tsb. Nah, diketika setelah dikasih tau mengenai Law ini ke si Cuplis maka barulah Cuplis ini tau bhw dirinya telah melakukan pelanggaran (miss the mark Law timbuktu).
Dilain sisi, pabila ketika Cuplis dateng ke timbukti dikasih tau imigrasi mengenai Law bhw lampu ijo berhenti ... lalu blakangan Cuplis tetep nylonong aja ... Cuplis artinya tau bhw dirinya telah melakukan aksi miss the mark Law timbuktu. So, pabila Cuplis menjawab "maap pak... saya gak tau mengenai hal ini" ketika ditangkep ---> disini artinya Cuplis berbohong.
Kalo Cuplis menjawab "katanya temen saya boleh terus kook" ---> disini artinya Cuplis ngelempar batu sembunyi tangan ... dimana jelas2 sebenernya dia tau Law-nya berhenti, namun tetep nylonong dengan ngelempar kesalahan ke teman-nya tsb :).
Kembali ke taurat.
Sebelum Torah law diumumkan, manusia memang berbuat dosa (Menurut POV Tuhan)
Tetapi tidak di POV manusia (artinya, manusia tidak tau bahwa itu adalah dosa/melanggar)
Saya terus terang gak mengerti pada kalimat gavin diatas .... maksud gavin secara kalimat lengkapnya sbb bukan ?
Sebelum Torah Law yg ditulis Musa tsb, manusia tidak menyadari bhw misal membunuh adalah miss the mark Torah Law yg ditulis Musa tsb.
Kalo bener begitu maksud gavin, maka respond saya :
tergantung dari isi isi dari Torah Law yg ditulis Musa.
Pabila isinya dari Law tsb ada yang baru, dan Israel sebelumnya memang kagak tau mengenai Law ini ... ya di pov Israel mereka tidak menyadari bhw ketika mereka beraksi yg miss the mark Torah Law yg ditulis Musa, mereka sedang melakukan pelanggaran ----> ini analogis setara dengan Cuplis dateng ke timbuktu tanpa pengetahuan Law timbuktu lampu ijo berhenti tsb. Diketika Cuplis nylonong aja saat lampu ijo, Cuplis so pasti tidak tau atopun tidak menyadari bhw dia sedang melakukan pelanggaran.
Kalo blakangan Cuplis dikasih tau mengenai Law timbuktu ini - ya artinya barulah Cuplis tau/menyadari bhw dirinya telah melakukan pelanggaran.
Nah kita balik ke Torah Law yg ditulis Musa.
MISAL salah satu bunyi Law "orang berzinah dirajam sampe mati" adalah hal baru dimana tidak diketahui oleh Israel sebelum dicanangkan Musa .... sebelonnya ada orang berzinah didiemin aja - yang berzinahpun tidak merasa bersalah (krn tidak tau bhw itu adalah salah / miss the mark Torah Law yg ditulis Musa) ---> maka ya saya sependapat ama gavin.... Yakni, mereka tidak tau bhw ketika akan_sedang_setelah berzinah DAN ketika orang lain tau mereka berzinah dan ngediemin yg berzinah ... mereka itu akan_sedang_telah melanggar Torah Law yg ditulis Musa.
Setelah Torah law diumumkan, manusia menjadi subjek hukum dari torah itu. Manusia menjadi tahu bahwa ada hukum mengenai pembunuhan, perzinahan dst.
Namun, kalo saya liat2 kisah di ayat (imo) ... setidaknya membunuh itu sudah diketahui bhw aksi demikian = miss the mark God's Law sekalipun Torah Law yg ditulis Musa belon eksis. Kisah Kain contohnya.
(13) Kata Kain kepada Tuhan: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
Kain tau bhw perbuatan membunuh Habil adalah miss the mark God's Law. Allah sendiri sudah sempet ngasih tau wanti2 ke Kain : (7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
merah secara gak langsung itu = Law.
Aksi membunuh Habil = Kain miss the mark Law tsb.
Kain tidak bilang "salah saya apa ? kok tau tau dihukum ya ?" :D
Jadi sebenarnya yang ingin saya tekankan disini adalah tentang PENGETAHUAN.
Pengetahuan membuat manusia mengetahui bahwa X itu buruk, Y itu baik.
Darimana asalnya pengetahuan ini ?
Dari manusia pertama.
Hawa sudah bisa tau bhw : buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian
Pertanyaannya :
Sebelum mereka melakukan aksi makan buah PBJ, mereka tau gak bhw aksi ini tidak baik di pov Allah ?
IMO, mereka tau bhw aksi ini = pelanggaran = tidak baik di pov Allah.
Namun mereka lebih mengutamakan their own desire, makan buah = mereka memilih apa yg baik di pov mereka.
Lalu manusia pertama ini menurukan "pengetahuan akan yg baik dan yang buruk" ini pada anak cucu mereka (baik secara langsung maupun tak langsung), sampai pada zaman musa.
saya kira2 nangkep maksud gavin pada tulisan diatas. Ini ibarat ilustrasinya sbb bukan ?
Adam bilang : "nak... membunuh itu buruk ... mengasihi orang itu baik" ke Kain dan Habil.
Ya... kayaknya sih mungkin aja Adam cuma ngasih tau mengenai hal itu. Tapi kalo logik kalimatnya dilanjutin, kan terasa janggal loh gavin : "nak... membunuh itu buruk ... mengasihi orang itu baik ... jadi kalo kamu ngebunuh ya silahkan aja... tapi itu kagak baik loh ... " :D.
Bener gak penangkepan saya gavin ?
mohon koreksi ya kalo salah ...
Jika adam tak pernah melanggar, dosa tidak pernah akan ada ( cerita jadi lain sebab, tanpa adanya pengetahuan baik/buruk ini, mungkin saja adam tidak akan pernah tertarik pada hawa dalam hal sexualitas, sehingga tidak pernah akan ada keturunan dari adam/hawa - ini terbukti lhoh, sebab adam tidak pernah tau bahwa dirinya telanjang, sampai dia makan itu buah).
Tidak akan ada yg namanya iri hati, dengki, keinginan lebih, congkak, sakit hati dan emosi lain.
Yang ada hanya rasa bahagia.
Kalo imo sih ya gavin, hal demikian tidak bisa dipastikan. It's always possible "adam2" atopun "hawa2" berikutnya makan buah PBJ ---> so tidak bisa dipastikan seperti sbb : AdamHawa tidak makan buah, maka otomatis semua keturunannya impossible makan buah PBJ tsb.
:)
salam.
-
santai aj bro.. kita sesama bis kota dibolehkan saling nyrobot, yg dilarang itu kan saling mengoper penumpang tanpa bayar.. hehehehe :dance:
IMO, Tuhan menginginkan kebenaran, memisahkan kebenaran dgn kesalahan, dan kemudian ingin membuat yg eksit adlh hanya kebenaran.. adanya pohon PJB, adanya Law n Order adlh merupakan alat ato "instrumen" agar keinginan Tuhan tsb dpt berjalan dgn semestinya ato sesuai dgn rencanaNya.. Law n Order ini jg yg digunakan Tuhan utk memisahkan kebenaran dgn kesalahan..
secara garis besar, kayaknya pendapat/pemikiran nothingman emang mirip ama saya .... nothingman menggunakan kata "instrumen", saya menggunakan kata "tool" di post saya diatas :).
bila kebenaran telah terpisah, lalu kebenaran tsb telah terkuak dgn jelas, gamblang, dan semua tempat yg 'gelap' telah diliputi dgn yg 'terang', maka tidak ada lg tempat buat 'bayangan'(dosa dan kesalahan).. maka dgn demikian Law & Order jg sudah tidak diperlukan, karna chaos tidak akan mungkin ada lg...
Nah... bold itu sebenernya masih "nguwek2" jadi pertanyaan di benak saya, nothingman.
Hal ini karena saya masih belon bisa dapet "solusi" yg pas begimana itu ceritanya malaikat ampe bisa jato kedalam dosa, pabila segalanya berawal dari keKUDUS-an ?
Jawaban yang ada sementara ini, karena malaikat punya freewill.
Nah, kalo jawabannya malaikat punya freewill ... artinya (pada asumsi malaikat ada duluan drpd manusia) Law&Order itu juga ada, malaikat "terkena" Law&Order Allah ---> dengan demikian, didalam keKUDUSanPUN Law&Order Allah tetep ada.
Nah, begimana "nanti" ?
Untuk sementara ini saya berpendapat : di "nanti"PUN - Law&Order Allah tetep eksis.
Experience semasa hidup di dunia-lah yang menyebabkan "rakyat" "satu" Will dengan Allah.
Wahyu 22:5
Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.
Dulu saya sempet nanyain (lupa di forum yg mana dan apa hasilnya) mengenai yg merah...: Q : siapa yg diperintah ?
A : rakyat
Q : siapa siapa aja itu rakyat ?
A : ya jiwa2 yg lolos masuk ke YB (Yerusalem Baru)
Anyway, merah yang menyebabkan saya berpendapat ungu :).
jd "malu" krn "telanjang" disana, yg anda artikan sbg perasaan "nggak pas" di diri Adam, IMO bukan berarti Adam sadar sudah bersalah krn melanggar perintah Tuhan(telah berdosa).. sampai akhirnya ketika ditanyakan Tuhan "Apakah kau makan buah yg Aku larang ?"
Saya sulit utk menjabarkan pengertian saya... anyway kira2 begini :
Saya mengertikan "Adam/Hawa" itu wakil para manusia secara general, nothingman.
Secara general :
nggak ngaku atopun ngelempar kesalahan adalah dikarenakan mempunyai perasaan bersalah (saya tulis "gak pas" ... ngeganjel).
Yang secara nggak general :
tidak ngelempar kesalahan atopun ngaku secara gentleman bhw dirinya melakukan kesalahan.
So kalimat bold diatas saya nggak sependapat.
Terlepas Adam tau/tidak tau itu disebut/dinamain Dosa :
Kalo Adam gak sadar sudah bersalah - dia gak akan ngelempar perbuatannya itu gara2 Hawa.
Kalo Hawa gak sadar sudah bersalah - dia gak akan ngelempar perbuatannya itu gara2 rumpi-an uler :D.
Kalo menurut nothingman gimana ?
Kenapa mereka lempar batu sembunyi tangan ?
analoginya kurang kumplit bro, biar lebih jelas maka sy tambahi ya...
Ibu melarang sesuatu pada Cuplis, namun bbrp saat kemudian ada si Unyil tetangga/temannya Cuplis datang (mungkin saat itu Unyil mencuri dengar pembicaran ibu dgn Cuplis) dan bilang kpd Cuplis, utk melakukan sesuatu yg dilarang Ibu tsb.. lalu karna tertarik akan bujuk-rayu si Unyil atau karna si Cuplis lebih mempercayai perkataan Unyil, Cuplis pun lebih memilih mengikuti perkataannya Unyil dr pd mengikuti larangannya Ibu..
saya nangkep yang nothingman paparkan pada ilustrasi diatas.
Cuma ya itu, saya cenderung berpendapat AdamHawa itu bukan manusia jahat, melainkan manusia biasa ... tidak luput dari kesalahan. Dimana sekalipun kagak ada tersangkut paut faktor eksternal Unyil (uler) ... AdamHawa sendiri bisa tergoda/digoda by their own desire.
Iblis gak ada ngasih-tau / membujuk rayu Hawa tentang apa yang terlintas dibenak Hawa spt sbb loh ... :
(6) Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian :).
which in fact, sebenernya "uler" saya mengertikan secara simbolis ... yakni human's own desire :).
secara perkataan dosa sudah muncul ato digunakan di Alkitab, bahkan sblm Hukum Taurat diturunkan kpd Musa.. tp yg sy maksud dgn "mengenal apa itu dosa", bukan spt itu bro,.. "mengenal" yg sy maksud adlh "memahami" apa itu yg namanya dosa, memahami itu tau ttg seluk-beluknya, tau apa sebabnya, tau bgmn cara menghindarinya, tau bgm cara "menguasainya"
setidaknya yang bold, (imo) sebelum HT - Tuhan juga sudah kasih tau mengenai hal tsb ... :
(7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Apakah Tuhan tau bhw Kain impossible "menguasainya" namun menyuruh seperti di kalimat merah ?
Kalo saya, saya tidak tau :D
Kalo nothingman gimana ?
Namun kalo secara imo, imo Tuhan memberikan manusia "tool" agar possible "menguasainya".
:)
salam.
-
"natural" itu artinya kan "alamiah" ato bisa jg diartikan "sudah layak dan sepantasnya", ato dianggap "sudah sewajarnya" gitu kan ya bro.. maka IMO, akan jd aneh jika yg dianggap sudah "pantas" dan "sewajarnya" itu lalu ol Tuhan dianggap sesuatu yg "terlarang" bagi Adam, terlebih Adam tinggal didekat pohon PJB tsb..?!? :think1:
Nah, makanya saya kasih ilustrasi lampu merah (mohon jangan secara blekplek disamain dgn kisah AdamHawa yaaa).
Di timbuktu utk pertama kalinya kendaraan sbg lalulintas di jalanan - dan utk pertama kalinya lampu merah ditaroh oleh pemerentah.
So... "lampu merah" di otaknya si pemerentah emang seharusnya/sewajarnya ditaroh disitu utk menghindari akibat yang tidak di inginkan. Tapi kalo lampu merah ditaroh disitu utk menghindari akibat yang tidak di inginkan TANPA dikasih tau ke rakyat bhw lampu merah tidak boleh dilewatin ... ya artinya kan sama juga bo-ong. Bener gak saya disini, nothingman ?
Saya anggep nothingman sependapat pada ilustrasi diatas.
Nah selanjutnya masuk ke PBJ.
PBJ emang seharusnya/sewajarnya ditaroh disitu utk menghindari akibat yang tidak di inginkan. Tapi kalo PBJ ditaroh disitu utk menghindari akibat yg tidak di inginkan TANPA dikasih tau ke AdamHawa bhw PBJ gak boleh dimakan ... ya artinya kan sama juga bo-ong :D.
Secara garis besar lampu merah ditaroh sbg "tool" dari Law & Order.
Secara garis besar PBJ ditaroh di Eden sbg "tool" dari Law & Order.
Lah tapi kalo pemerentah gak kasih tau ke rakyat "lampu merah jangan dilewatin" - gimana teraplikasi Law&Order-nya ?
Demikian juga,
kalo Allah gak kasih tau ke AdamHawa "PBJ jangan dimakan" - gimana teraplikasi Law&Ordernya ?
ato mungkin yg dimaksud dgn "natural" ini hanya cuma masalah penempatan PJBnya aja ya, bukan berarti buah PJB ini memang "natural" bagi Adam makan..?? :think:
Yaaaa....... :afro: :dance: ... begitulah maksud saya, nothingman. Lampu merah ditaroh bukan berarti lampu merah ini memang "natural" bagi rakyat utk dilewatin :nod:
Betul... kalo secara blekplek gak masuk ilustrasi lampu merah saya tsb.
Namun karena saya mengertikannya dalam cara simbolis, yah kira2 begitulah jadinya... hehehe :).
Pohon lain yang boleh dimakan adalah lampu ijo :).
So, pohon tidak saya mengertikan secara literal dimakan nyaem2 ... melainkan :
lampu ijo = begini, lampu merah begono
pohon laen = begini, PBJ begono
Saya tidak fokusin secara : yg "begini" = boleh .... yg "begono" = dilarang (jangan/tidakboleh).
Melainkan baik yang "begini" maupun yg "begono" adalah pemberitahuan, ibarat kata : yang "lampu ijo" kamu lewat - yang "lampu merah" kamu berhenti.
Makanya saya "wanti2" agar jangan secara blekplek diterapkan ke pohon laen/PBJ ... karena aksi makan gak ada padanan lawan kata-nya... mao gak mao ya dipake kalimat "jangan makan" yg jadinya membawa ke pengertian = dilarang :D.
:)
salam.
-
nah itu gavin, saya terus terang masih kurang nangkep pada bold.
Bold itu maksudnya gavin begimana yah ?
A. Hukum Taurat yang ditulis Musa menyebabkan dosa
B. Eksisnya Law menyebabkan dosa
Kalo saya cenderung berpendapat :
Pelanggaran adalah Law yg tidak terpenuhi (miss the mark)
Law itu sendiri tidak menyebabkan dosa.
Cuplis dateng ke timbuktu dan tidak mengetahui Law disana justru yg lampu ijo adalah berhenti - lalu Cuplis ini nylonong aja tidak berhenti .... maka di pov timbuktu tetep terjadi pelanggaran, sekalipun Cuplis tidak tau Law timbuktu tsb. Nah, diketika setelah dikasih tau mengenai Law ini ke si Cuplis maka barulah Cuplis ini tau bhw dirinya telah melakukan pelanggaran (miss the mark Law timbuktu).
Dilain sisi, pabila ketika Cuplis dateng ke timbukti dikasih tau imigrasi mengenai Law bhw lampu ijo berhenti ... lalu blakangan Cuplis tetep nylonong aja ... Cuplis artinya tau bhw dirinya telah melakukan aksi miss the mark Law timbuktu. So, pabila Cuplis menjawab "maap pak... saya gak tau mengenai hal ini" ketika ditangkep ---> disini artinya Cuplis berbohong.
begini, Oda..
Cuplis datang ke Timbuktu lalu dikasih tau bahwa lampu ijo berhenti. Tetapi dengan pengetahuan tersebut, cuplis tetel nyelonong aja.
Jadi karena adanya pengetahuan tentang hukum itulah maka cuplis dihukum.
(dengan asumsi pa polisi bisa mengetahui isi hati cuplis)
Kembali ke taurat.
Dengan adanya pengetahuan tentang hukum taurat (Baca : taurat diturunkan/diumumkan pada bangsa israel - dan lalu disebarkan ke penjuru dunia lewat injil),... maka,... manusia mengetahui bahwa X itu tidak boleh, Z itu dilarang, dengan demikian jika manusia masih melakukan, maka dia akan dihukum.
Begitu kira2 maksud saya pada kalimat "Hukum taurat menyebabkan dosa"
Saya terus terang gak mengerti pada kalimat gavin diatas .... maksud gavin secara kalimat lengkapnya sbb bukan ?
Sebelum Torah Law yg ditulis Musa tsb, manusia tidak menyadari bhw misal membunuh adalah miss the mark Torah Law yg ditulis Musa tsb.
Kalo bener begitu maksud gavin, maka respond saya :
tergantung dari isi isi dari Torah Law yg ditulis Musa.
Pabila isinya dari Law tsb ada yang baru, dan Israel sebelumnya memang kagak tau mengenai Law ini ... ya di pov Israel mereka tidak menyadari bhw ketika mereka beraksi yg miss the mark Torah Law yg ditulis Musa, mereka sedang melakukan pelanggaran ----> ini analogis setara dengan Cuplis dateng ke timbuktu tanpa pengetahuan Law timbuktu lampu ijo berhenti tsb. Diketika Cuplis nylonong aja saat lampu ijo, Cuplis so pasti tidak tau atopun tidak menyadari bhw dia sedang melakukan pelanggaran.
Kalo blakangan Cuplis dikasih tau mengenai Law timbuktu ini - ya artinya barulah Cuplis tau/menyadari bhw dirinya telah melakukan pelanggaran.
Nah kita balik ke Torah Law yg ditulis Musa.
MISAL salah satu bunyi Law "orang berzinah dirajam sampe mati" adalah hal baru dimana tidak diketahui oleh Israel sebelum dicanangkan Musa .... sebelonnya ada orang berzinah didiemin aja - yang berzinahpun tidak merasa bersalah (krn tidak tau bhw itu adalah salah / miss the mark Torah Law yg ditulis Musa) ---> maka ya saya sependapat ama gavin.... Yakni, mereka tidak tau bhw ketika akan_sedang_setelah berzinah DAN ketika orang lain tau mereka berzinah dan ngediemin yg berzinah ... mereka itu akan_sedang_telah melanggar Torah Law yg ditulis Musa.
Memang seperti ini yang saya maksud. Sebelum adanya hukum perzinahan, mereka tidak tau itu dosa.
Jadi pas mati lalu dihakimi dihadapan Tuhan, mereka bisa ngeles seperti si cuplis : "Yah. saya ngga tau"
-
Hal ini karena saya masih belon bisa dapet "solusi" yg pas begimana itu ceritanya malaikat ampe bisa jato kedalam dosa, pabila segalanya berawal dari keKUDUS-an ?
Jawaban yang ada sementara ini, karena malaikat punya freewill.
Nah, kalo jawabannya malaikat punya freewill ... artinya (pada asumsi malaikat ada duluan drpd manusia) Law&Order itu juga ada, malaikat "terkena" Law&Order Allah ---> dengan demikian, didalam keKUDUSanPUN Law&Order Allah tetep ada.
Nah, begimana "nanti" ?
Untuk sementara ini saya berpendapat : di "nanti"PUN - Law&Order Allah tetep eksis.
Experience semasa hidup di dunia-lah yang menyebabkan "rakyat" "satu" Will dengan Allah.
sptnya scr garis besar sy sependapat dgn anda, begitu jg yg bold..
IMO bgm pun jg sampe kiamat, Law n Order Tuhan akan tetap ada.. ttp bila kondisi yg bold merah sudah terpenuhi, maka Law n Order tidak diperlukan/tidak ada gunanya lg, begitupula dgn dgn freewill, baik freewill manusia maupun freewill makhluk ciptaan lain, sudah tidak ada gunanya sebab sudah bersatu dgn Willnya Tuhan..
Wahyu 22:5
Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.
Anyway, merah yang menyebabkan saya berpendapat ungu :).
waduuuh... :doh: Kitab Wahyu masih terlalu berat utk bisa sy pahami bro, karna penuh dgn makna simbolik..
sy nda ngerti knp anda mengartikan kata "memerintah" disana scr literal sm spt pemerintahan yg ada didunia ini, jd harus ada rakyat, harus ada pejabat negara, harus ada hukum, dsb.. tp jika anda anggap "Hukum" kasih itu, ibaratnya dijadikan Hukum/UU dlm pemerintahan Kerajaan Allah tsb, mungkin pendapat anda bisa masuk dan sy setuju dgn pendapat anda..
Secara general :
nggak ngaku atopun ngelempar kesalahan adalah dikarenakan mempunyai perasaan bersalah (saya tulis "gak pas" ... ngeganjel).
So kalimat bold diatas saya nggak sependapat.
Terlepas Adam tau/tidak tau itu disebut/dinamain Dosa :
Ok, klo gitu scr general kita buat istilah yg "gak pas", "ngeganjel" (mnrut anda) dgn kata "kesalahan" dan istilah "dosa" (mnurut sy) jg dgn kata "kesalahan" ya bro..
kayaknya gara2 itu tuh yg bikin diskusi kita jd runyam dan seolah nda nyambung... :doh:
Kalo Adam gak sadar sudah bersalah - dia gak akan ngelempar perbuatannya itu gara2 Hawa.
kesalahan dr "perbuatan" apa yg dilempar ol Adam..?? krn telanjang ato krn makan buah..??
pasti krn makan buah kan bro..
trus kapan Adam tau kalo makan buah itu salah..??
setelah Tuhan bertanya : apakah engkau memakan buah yg aku larang..??
jd Adam tau ttg kesalahan makan buah itu setelah Tuhan bertanya, bukan setelah Adam makan buah PJB.. karna setelah makan buah PJB, yg Adam tau kesalahannya kpd Tuhan itu cuma karna dirinya telanjang..
makanya dlm postingan sblmnya sy katakan, setelah makan buah PJB, Adam tau mana yg baik dan mana yg buruk, tau mana yg pantas dan mana yg tidak pantas, tp blum tau klo melanggar perintah Tuhan itu adlh sesuatu yg pantas atau tidak pantas.. setelah makan buah PJB, dlm PoV Adam taunya klo telanjang itu sebuah kesalahan dimata Tuhan, makanya dia takut dan sembunyi.. tp kan yg dipersalahkan ol Tuhan bukan karna telanjangnya Adam, melainkan karna melanggar perintahNya.. jd setelah Tuhan bertanya apakah dia makan buah terlarang, baru Adam sadar bhw kesalahannya itu adlh krn melanggar perintah.. Nah baru deh kemudian insiden "lempar batu sembunyi tangan" tsb terjadi.. ini pun Adam jg nda sadar/nda tau, klo melakukan perbuatan "lempar batu sembunyi tangan" adlh sebuah kesalahan dimata Tuhan.. :P
Ok, smoga maksud dr penjelasan sy bisa dimengerti.. :D
saya nangkep yang nothingman paparkan pada ilustrasi diatas.
Cuma ya itu, saya cenderung berpendapat AdamHawa itu bukan manusia jahat, melainkan manusia biasa ... tidak luput dari kesalahan. Dimana sekalipun kagak ada tersangkut paut faktor eksternal Unyil (uler) ... AdamHawa sendiri bisa tergoda/digoda by their own desire.
sy pd prinsipnya(yg bold) sama dgn anda, namun dlm kisah tsb, tetap ada faktor eksternal(uler/iblis) juga bro.. jd ada faktor eksternal(uler) dan internal(own desire) yg mempengaruhi Adam utk tergoda.. cuma seberapa besar persentase/probabilitas kedua faktor tsb yg mjd penyebab terjadinya , sy nda tau..
Iblis gak ada ngasih-tau / membujuk rayu Hawa tentang apa yang terlintas dibenak Hawa spt sbb loh ... :
(6) Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian :).
(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
(5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
rayuan iblis yg berwarna biru itu lah yg paling mantaaaappp dan bikin Hawa tertarik.... :grining:
which in fact, sebenernya "uler" saya mengertikan secara simbolis ... yakni human's own desire :).
uler jg sy artikan simbolis adanya pihak ke-3 (yg jd faktor eksternal) yg jelas sangat bertentangan dgn Tuhan, dan ingin menyaingi ato ingin mjd seperti Tuhan, dan dia ingin agar manusia mjd pengikutnya.. :)
setidaknya yang bold, (imo) sebelum HT - Tuhan juga sudah kasih tau mengenai hal tsb ... :
(7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
betul bro, sblm HT Tuhan sudah beri tau gmn cara "menguasai" dosa, yaitu dgn cara berbuat baik..
tp berbuat baik yg bgmn, spt apa, kpd siapa ditujukan, Kain pun blum ngerti.. terlebih Tuhan tidak menyampaikan lebih lanjut ttg apa perintah dan laranganNya.. maka (mungkin) ketika Kain membunuh Habel, dianggapnya perbuatan ini tidak mendatangkan dosa, (mungkin) dgn membunuh Habel, dia berbuat "kebaikan" bagi dirinya sendiri.. spt misalnya dgn tidak adanya perintah "Jangan mencuri", mungkin aj sy akan menganggap bila mencuri demi kebaikan anak/istri adlh perbuatan yg baik, apa lg klo yg sy curi itu adlh rumahnya seorang koruptor, dan hasilnya pun sy bagikan kpd tetangga sy yg miskin..
jd IMO, manusia itu "mengenal" segala seluk-beluk ttg dosa itu setelah HT disampaikan kpd Musa..
Apakah Tuhan tau bhw Kain impossible "menguasainya" namun menyuruh seperti di kalimat merah ?
Kalo saya, saya tidak tau :D
Kalo nothingman gimana ?
Namun kalo secara imo, imo Tuhan memberikan manusia "tool" agar possible "menguasainya".
weleeeh, sy jg bingung jawabnya bro.. mungkin sy jg nda tau... hehehehe :P
bukankah nti jg ada pertanyaan:
Apakah Tuhan tau klo manusia(bangsa Israel) impossible menjalankan "tool" yg diberikan tsb, namun tetap menyuruh utk menjalankannya..?? :drool:
Syalom, :peace:
-
Kembali ke taurat.
Dengan adanya pengetahuan tentang hukum taurat (Baca : taurat diturunkan/diumumkan pada bangsa israel - dan lalu disebarkan ke penjuru dunia lewat injil),... maka,... manusia mengetahui bahwa X itu tidak boleh, Z itu dilarang, dengan demikian jika manusia masih melakukan, maka dia akan dihukum.
Begitu kira2 maksud saya pada kalimat "Hukum taurat menyebabkan dosa"
pada bold, (imo) kita terlalu memfokuskan mengenai apa yg dilarang - apa yang tidak boleh, gavin.
HT yg ditulis Musa itu tidak melulu berisi ungu, melainkan ada juga berisi yang sifatnya disuruh utk dilakukan.
Misal : (3) Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;
pertanyaannya :
Ini SEBELUM Law yg Musa tulis itu eksis, pernah ada aksi persembahan ato kagak ?
A. kalo jawabannya pernah - pertanyaan lanjut : persembahannya berupa apa ?
kalo jawabannya : BUKAN emas, perak, tembaga
maka disini artinya mereka telah melakukan pelanggaran (karena bukan emas, perak, tembaga dll yg mereka persembahkan), mereka semua di pov Allah telah melakukan kesalahan sekalipun hal ini dikarenakan mereka tidak tau, HT belon eksis.
B. kalo jawabannya tidak pernah melakukan persembahan ...
maka disini artinya mereka telah melakukan pelanggaran (karena mereka tidak melakukan persembahan), mereka semua di pov Allah telah melakukan kesalahan sekalipun hal ini dikarenakan mereka tidak tau, HT belon eksis.
Ini setara dgn analogi Cuplis dateng ke timbuktu, nlonong di lampu ijo. Di pov timbuktu, Cuplis telah melakukan kesalahan sekalipun hal ini dikarenakan Cuplis tidak tau soalnya Timbuktu Law tidak dinyatakan ketika Cuplis masuk timbuktu.
dilain sisi :
Kain...
Kenapa Kain dihukum setelah membunuh Habil ? padahal menurut gavin, Kain tidak/belon tau apa isi HT yg ditulis Musa karena HT itu sendiri belon eksis.
Memang seperti ini yang saya maksud. Sebelum adanya hukum perzinahan, mereka tidak tau itu dosa.
bold saya detail-kan yah, gavin ... :) :
sebelum eksisnya HT yg ditulis Musa di butir perihal sso yg berzinah, mereka tidak tau bhw berzinah itu dosa ... dengan demikian mereka tidak layak dihukum. Ini setara dengan sikon point-A dan B diatas, juga setara dengan sikon Cuplis karena tidak tau timbuktu Law makanya nylonong lampu ijo.
Saya sempet ngubek internet, dan (imo) SELAMA orang masih terus ngedebatin "Ayub itu hidup kapan ? sebelon HT yg ditulis Musa eksis ? ataukah setelahnya ?" dikarenakan tidak bisa ditemukan jawaban yg valid 100% bener absolut ... maka artinya posibilitas orange masih terbuka :D.
Ayub 31 :
(11) Karena hal itu adalah perbuatan mesum, bahkan kejahatan, yang patut dihukum oleh hakim.
pertanyaannya : (pada asumsi orange)
1. Dari mana / begimana itu ceritanya / dari siapa ... sehingga Ayub bisa mencanangkan : hal itu adalah perbuatan mesum ?
2. begimana Ayub dapet idea bhw itu adalah sebuah kejahatan ?
3. begimana Ayub dapet idea bhw kejahatan itu patut dihukum ?
Ayub 31 :
(30) aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah!
Pertanyaannya : (pada asumsi orange)
4. Dari mana / begimana itu ceritanya / dari siapa ... sehingga Ayub bisa mencanangkan perihal berbuat dosa ?
Memang seperti ini yang saya maksud. Sebelum adanya hukum perzinahan, mereka tidak tau itu dosa.
Jadi pas mati lalu dihakimi dihadapan Tuhan, mereka bisa ngeles seperti si cuplis : "Yah. saya ngga tau"
tapi gavin... maksud saya disini BUKAN ttg setelah mati loh... melainkan ketika hidup, melakukan dosa, diketahui lalu mendapat hukuman duniawi/badani :D.
Seperti di post sebelonnya tentang pendapat saya :
- HT yg ditulis Musa itu adalah man made Law
- 10P itu God's Law
Dan (imo) pendapat saya ini masuk kemana mana :D.
Sso yg hidup sebelum HT yg ditulis Musa eksis, membunuh - berzinah - mencuri - meninju ortu, dlsb ---> hal ini SUDAH DIKETAHUI "Law"nya ... terlepas apakah itu dari tulisan yg ditulis bukan oleh Musa ... ataupun secara lisan turun temurun ---> bukan fokusnya. Fokusnya adalah mereka TAU bhw membunuh - berzinah - mencuri - meninju ortu adalah tidak patut dilakukan dan pabila dilakukan, patut dapet hukuman duniawi/badani.
di 10P, terlepas orang pernah denger ato kagak ... pernah baca tulisan mengenai Law membunuh/berzinah, dlsb ... itu di pov Allah ybs melakukan keselahan. So, sekalipun ybs hidup di jaman sebelum HT yg ditulis Musa, ybs di pov Allah tetep melakukan kesalahan.
dilain sisi, di Moses Law :
Seseorang yg melakukan persembahan SEKALIPUN bukan emas/perak/tembaga ... selama ybs melakukan persembahan berdasarkan kerelaan hatinya ... maka saya cukup yakin bhw di pov Allah ybs ini tidak melakukan kesalahan sekalipun ybs hidup di jaman sebelum HT yg ditulis Musa.
Sementara kalo kita masukin pendapat :
sebelum eksisnya HT yg ditulis Musa di butir perihal sso yg berzinah, mereka tidak tau bhw berzinah itu dosa ... dengan begitu tidak patut mendapat hukuman badani/duniawi
Maka kisah Kain menjadi bahan pertanyaan :
Kenapa Kain dihukum ? Dia kan gak tau bahwa membunuh itu, di pov Allah = Kain melakukan kesalahan ?
Kain kan gak tau bhw setelah dia membunuh Habil, aksi membunuh-nya itu adalah melanggar HT yg ditulis Musa ?
Dan pada asumsi Ayub hidup sebelum HT yg ditulis Musa eksis, menjadi seperti ke empat pertanyaan diatas.
Kalo menurut gavin begimana ?
:)
salam.
-
sptnya scr garis besar sy sependapat dgn anda, begitu jg yg bold..
IMO bgm pun jg sampe kiamat, Law n Order Tuhan akan tetap ada.. ttp bila kondisi yg bold merah sudah terpenuhi, maka Law n Order tidak diperlukan/tidak ada gunanya lg,
Ada satu hal juga yg "kritis" karena tidak bisa kita ketahui karena Alkitab tidak mencatatnya ... yakni : Allah akan melakukan aksi menciptakan lagi atao kagak setelah akhir kisah happy ending di Wahyu ? :D.
Secara khayalan pada asumsi jawabannya : YA, akan ada penciptaan (materi yg possible punah) lagi ... maka (imo) Law&Order itu tetep perlu dan tetep ada gunanya.
begitupula dgn dgn freewill, baik freewill manusia maupun freewill makhluk ciptaan lain, sudah tidak ada gunanya sebab sudah bersatu dgn Willnya Tuhan..
Dengan demikian, berdasarkan bold ... perkiraan kita adalah : diketika malaikat pertama kali diciptakan ... will para malaikat ini belon bersatu dgn Will-nya Tuhan ... hehehe... :D
Saya ada pernah sempet post, dipendapat saya :
Will yg disebut FreeWill itu yang ngrujuk ke Yes/No ---> ini "salah kaprah".
Tapi ini OOT, mari kita abaikan hal ini :D.
sy nda ngerti knp anda mengartikan kata "memerintah" disana scr literal sm spt pemerintahan yg ada didunia ini, jd harus ada rakyat, harus ada pejabat negara, harus ada hukum, dsb..
apakah nothingman sudah bisa ketemu maksud dari kata "memerintah" yang BUKAN secara bold ? :D.
Saya ngaku terus terang, sejauh2 dan seaneh2nya saya ini yg suka berkhayal --- saya gak bisa mengkhayalkan pengertian lain dari kata "memerintah" dimana pokok intinya dipengertian saya : ada yg "diatas" sebagai yg memerintah ... ada yg "dibawah" sebagai yg diperintah terlepas kayak gimana, terlepas kayak bold ato kagak.
Saya belon bisa membayangkan : semuanya "diatas" dan saling perentah ini itu .... saya juga belon bisa membayangkan : semuanya "diatas" nyanyi2 sepanjang hari (so, "memerintah" secara tidak literal = "menyanyi") :D.
Saya sependapat dengan nothingman : dalam asumsi tidak ada posibilitas, maka Law&Order tidak berfungsi, ato bisa juga dikatakan redundant sehingga akhirnya tertuntun ke pendapat : Law&Order tidak eksis :).
Ok, klo gitu scr general kita buat istilah yg "gak pas", "ngeganjel" (mnrut anda) dgn kata "kesalahan" dan istilah "dosa" (mnurut sy) jg dgn kata "kesalahan" ya bro..
Sip nothingman. Di post saya yg buat gavin diatas juga saya gunakan kata "kesalahan" ... ada suatu perihal yg "salah".
kesalahan dr "perbuatan" apa yg dilempar ol Adam..?? krn telanjang ato krn makan buah..??
pasti krn makan buah kan bro..
urutan-nya begini yg menurut saya, nothingman ... sbb :
- 1. AdamHawa makan buah
- 2. setelah melakukan aksi makan buah, AdamHawa merasakan suatu perihal yg "salah" ---> Disimbolisasikan dengan kalimat : (7) Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
- 3. Perasaan akan suatu perihal yang "salah" itu mereka tepis dihati mereka ---> disimbolisasikan dengan kalimat : lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
So, mata mereka bukan literally baru terbuka dimana sebelonnya mereka buta/gak bisa ngliat sehingga mereka ngliat diri mereka telanjang bulet literally ... lalu karena malu telanjang bulet buru2 nyari dedaonan utk nutupin genital mereka :D. Melainkan yg seperti di point-2 dan 3.
trus kapan Adam tau kalo makan buah itu salah..??
setelah Tuhan bertanya : apakah engkau memakan buah yg aku larang..??
Di point-2 diatas. So, bukan .... bukan setelah pertanyaan Tuhan yg bold.
Mari kita perhatikan bhw Allah sendiri "bingung" pada simbolisasi kalimat sbb : Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang?
Lanjutan urutan saya berikutnya :
4. Di pov AdamHawa ada perihal eksternal yang bertanya/menuduh ---> disimbolisasikan dengan kalimat Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? ... kalimat pertanyaan selanjutnya tidak memerlukan jawaban : Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu? ---> so, kesimpulan : dengan melakukan aksi makan buah, mereka tau dgn sendirinya bhw diri mereka telanjang ---> dimana pengertiannya di point-2 diatas.
jd Adam tau ttg kesalahan makan buah itu setelah Tuhan bertanya, bukan setelah Adam makan buah PJB.. karna setelah makan buah PJB, yg Adam tau kesalahannya kpd Tuhan itu cuma karna dirinya telanjang..
Saya tidak mengerti kalimat nothingman .... apa bedanya TAU setelah Tuhan bertanya dengan TAU sebelum Tuhan bertanya ?
apakah kata "telanjang" disitu nothingman sedang didalam pengertian literal telanjang bulet, dimana tadinya karena mata mereka literally merem/buta (tidak/belon terbuka) so mereka nggak ngliat bhw diri mereka literally telanjang bulet ?
IMO, "terbukalah mata mereka" itulah fokus intinya dari yang metafora (bukan yg telanjang buletnya :D) ... yakni mengalami perihal sesuatu yg "salah".
Sedangkan "telanjang bulet" saya mengertikan bhw itu biar bagaimanapun gak bisa ditutup-tutupin atas rasa "salah" tsb dihadapan Allah.
Dari sini kayaknya saya udah nangkep perbedaan diantara kita berdua.
nothingman : AdamHawa literally ngumpet karena malu literally telanjang bulet
oda : AdamHawa "ngumpet" karena diri mereka merasakan suatu perihal "salah" ---> namun se"ngumpet"nya kayak apapun, Allah TAU bhw mereka telah melakukan kesalahan.
makanya dlm postingan sblmnya sy katakan, setelah makan buah PJB, Adam tau mana yg baik dan mana yg buruk, tau mana yg pantas dan mana yg tidak pantas, tp blum tau klo melanggar perintah Tuhan itu adlh sesuatu yg pantas atau tidak pantas
Tapi apakah ini tidak menjadikan tertuntun-nya ke pertanyaan sbb, nothingman ? :
Kalo Adam udah tau yang mana yang buruk - yang mana yang baik, dengan dia tidak melakukannya yang mana yang baik - bukankah artinya Adam telah melakukan kesalahan ?
Kalo menurut saya, point 2 dari urutan saya itulah yg disebut "mengetahui yang mana yang buruk", nothingman ---> yakni merasakan suatu perihal yang "salah" ... selama AdamHawa makan buah yang lain, mereka tidak akan mengalami perasaan pada suatu perihal yang "salah".
Nah, setelah mengalami hal coklat inilah - maka AdamHawa bisa membandingkan dengan diketika mereka makan buah yang lain. Selama mereka hanya makan buah yg lain, "mata mereka gak akan terbuka" ---> mereka gak akan mengalami perasaan "salah". Sekarang mereka "TAU" perbedaan itu :).
bersambung
-
.. setelah makan buah PJB, dlm PoV Adam taunya klo telanjang itu sebuah kesalahan dimata Tuhan
maap nothingman... tulisan nothingman diatas membawa saya berpendapat bhw yg ada di pendapat nothingman sbb :
1. literally telanjang bulet adalah kesalahan.
2. state AdamHawa sebelum makan buah TIDAK telanjang bulet.
3. Setelah makan buah, AdamHawa menjadi telanjang bulet.
4. So Adam mengetahui bhw telanjang bulet = kesalahan.
Dilain sisi,
1. pada kenyataannya Allah membuat mereka dalam keadaan literally telanjang bulet
2. So, Allah membuat mereka dalam state "salah" (yakni telanjang bulet) yang sebelumnya Adam tidak ketahui karena tidak/belum makan buah.
makanya dia takut dan sembunyi.. tp kan yg dipersalahkan ol Tuhan bukan karna telanjangnya Adam, melainkan karna melanggar perintahNya.. jd setelah Tuhan bertanya apakah dia makan buah terlarang, baru Adam sadar bhw kesalahannya itu adlh krn melanggar perintah..
Ya... perbedaan oda ama nothingman :
nothingman :
AdamHawa merasa bhw literally telanjang bulet = suatu perihal yang "salah" (sebelon ditanya Tuhan)
odading :
"terbukalah mata mereka" adalah diketika AdamHawa merasa suatu perihal yang "salah".
"telanjang bulet" adalah "aib" ... suatu perihal yang menyebabkan AdamHawa nutupin "aib" tsb (bikin cawet)
"ngumpet" adalah diketika AdamHawa merasa "terancam" bhw "aib" itu ketauan (sekalipun udah pake cawet)
"Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Bahkan setelah "ngumpet" ... AdamHawa nyadar gak bisa nutupin "aib" dihadapan Tuhan.
Nah baru deh kemudian insiden "lempar batu sembunyi tangan" tsb terjadi..
"lempar batu sembunyi tangan" adalah usaha terakhir Adam utk ngurangin "aib" :D.
ini pun Adam jg nda sadar/nda tau, klo melakukan perbuatan "lempar batu sembunyi tangan" adlh sebuah kesalahan dimata Tuhan.. :P
pertanyaannya : saat itu Adam TAU gak bhw "lempar batu sembunyi tangan" adalah hal yang mana yang tidak baik di pov Allah ? :D.
Begini nothingman, kisah AdamHawa itu cenderung saya mengertikan secara simbolis, "wakil" humanity secara general ---> yakni bahwa manusia itu mempunyai "pendapat sendiri" mengenai apa yang baik, terlepas apakah ybs mengetahui apa yg baik di pov Allah ato tidak - bukan fokusnya.
Nah diketika ybs telah melakukan 1.apa_yang_baik_di_pov_dia sendiri itu - lalu mengalami perasaan suatu perihal yang "salah" maka ybs akan melakukan 2.apa_yang_baik_di_pov_dia terlepas apakah ybs mengetahui apa yg baik di pov Allah ato tidak - bukan fokusnya. Setelah aksi 2 ini, pabila masih mengalami lagi orange, maka ybs akan melakukan LAGI 3.apa_yang_baik_di_pov_dia terlepas apakah ybs mengetahui apa yg baik di pov Allah ato tidak - bukan fokusnya. Dan itu terus berentet s/d disuatu titik dimana apa_yang_baik_di_pov_dia = apa_yang_baik_di_pov_Tuhan, barulah berhenti :D.
Contohnya ya itu kisah Adam ... dari bikin cawet, ngumpet dan "lempar batu sembunyi tangan" :D/
sy pd prinsipnya(yg bold) sama dgn anda, namun dlm kisah tsb, tetap ada faktor eksternal(uler/iblis)
juga bro.. jd ada faktor eksternal(uler) dan internal(own desire) yg mempengaruhi Adam utk tergoda.
Seperti di post sebelumnya, saya cenderung berpendapat bhw uler/iblis yg dikisah AdamHawa adalah their (AdamHawa) own evil desire.
kecuali memang ada being corporeal lain yang adalah manusia juga di saat peristiwa "penggodaan" di Eden tsb, maka posibilitas faktor eksternal memang ada ---> ini bersifat ibarat "katalis" ---> "mempercepat" :D.
(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
(5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
iblis ga ada kasih tau bhw buah itu enak dimakan, cantik menarik hati dan kalo setelah dimakan akan memberi pengertian, nothingman.
Iblis cuma kasih tau APA yang emang bener itulah yang akan terjadi :
"mata terbuka" dan "menjadi seperti Allah".
rayuan iblis yg berwarna biru itu lah yg paling mantaaaappp dan bikin Hawa tertarik.... :grining:
bisa dibilang rayuan... tapi (imo) pemberitahuan adalah lebih "pas" :)
Iblis gak ngerayu2 Hawa "ayuuuu... dimakan donk itu buahnya...." ...hehehe.. :D
uler jg sy artikan simbolis adanya pihak ke-3 (yg jd faktor eksternal) yg jelas sangat bertentangan dgn Tuhan, dan ingin menyaingi ato ingin mjd seperti Tuhan, dan dia ingin agar manusia mjd pengikutnya.. :)
kalo saya cenderung berpendapat : pabila memang ada pihak ke-3 ... maka itu adalah corporeal being yang adalah manusia juga :D.
Alesan saya kenapa gak memilih itu siluman uler yg bisa ngomong adalah karena jadi menimbulkan pertanyaan yg nantinya jadi bisa berentet dimana dimulai dgn pertanyaan : KENAPA Allah naroh iblis tetangga-an dengan AdamHawa ?
bersambung
-
betul bro, sblm HT Tuhan sudah beri tau gmn cara "menguasai" dosa, yaitu dgn cara berbuat baik..
tp berbuat baik yg bgmn, spt apa, kpd siapa ditujukan, Kain pun blum ngerti..
nothingman... yuk kita liat lagi bareng2 ayatnya :
"Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?"
Mari kita bikin Q&A :
Q1 : mengapa muka Kain tidak berseri ?
A2 : karena dia mengetahui persembahannya tidak di-indahkan Allah
Q2 : lalu apa maksud Allah bilang "berbuat baik" di ayat atas ? ngerujuk ke perbuatan yang mana ?
Q2a : perbuatan bermuka muram tidak berseri ?
Q2b : perbuatan aksi persembahan yg tidak berkenan dihadapan Allah ?
Nah pertanyaan Q2 itu, jawabannya "kritis" karena akan menyangkut ke kalimat berikutnya.
Saya memilih jawaban yang Q2b. Kalimat selanjutnya :
Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.
"kesalahan" awal Kain di pov Allah adalah diketika Kain melakukan persembahan tidak berkenan Allah.
Selanjutnya Kain mengetahui bhw persembahannya tidak di indahkan Allah. Nah... disini "kritis" karena masuk ke dalam dua asumsi :
A. Kain TAU bagaimana melakukan persembahan yg berkenan Allah sebelum melakukan persembahan.
--VS--
B. Kain TIDAK TAU bagaimana melakukan persembahan yg berkenan Allah sebelum melakukan persembahan.
Either way,
kisah menyatakan Kain muram krn TAU persembahannya tidak di indahkan Allah... maka logik selanjutnya : setelah mengetahui persembahannya tidak di indahkan Allah, disini kembali "kritis" karena masuk lagi ke dalam dua asumsi :
C. Kain TAU bhw Allah tidak mengindahkan persembahannya dikarenakan ada hal "tidak baik" diketika dia melakukan aksi persembahannya --- NAMUN dia malah jadi panas dan muram
--VS--
D. Kain TIDAK TAU bhw Allah tidak mengindahkan persembahannya dikarenakan ada hal "tidak baik" diketika dia melakukan aksi persembahannya ---- OLEH KARENA itu Kain menjadi panas dan muram ... ibaratnya dibenak Kain bertanya tanya "apa sih salah gue shg persembahan gue gak di indahkan ?"
begimana menurut nothingman ?
terlebih Tuhan tidak menyampaikan lebih lanjut ttg apa perintah dan laranganNya..
Nah itu... siapa yang kasih tau Kain dan Habil untuk melakukan persembahan ? sementara HT yg ditulis Musa belon eksis ?
maka (mungkin) ketika Kain membunuh Habel, dianggapnya perbuatan ini tidak mendatangkan dosa
kita sepakat dimana pada kata "dosa" kita tulis "kesalahan" / perihal yg "salah" di pov Allah.
Nah, kembali lagi : dari mana Kain dan Habil TAU perihal melakukan persembahan ? Jelas2 dari kisah di ayat mereka melakukan persembahan utk Allah. So... jadinya ini ngerujuk ke dua asumsi (A dan B) diatas yg warna ijo :D.
Pabila yang dipilih adalah A, maka pertanyaan ungu muncul. Namun logik-nya adalah yang A ... karena kalo dipilih yang B, maka pertanyaan-nya menjadi : lalu begimana itu cerita di kisahnya kok tiba2 bisa muncul tentang KainHabil melakukan aksi persembahan sementara padahal kedua-duanya TIDAK TAU tentang perihal melakukan aksi persembahan ? komedi puter, karena pertanyaannya masuk lagi ke ungu :D.
(mungkin) dgn membunuh Habel, dia berbuat "kebaikan" bagi dirinya sendiri.. spt misalnya dgn tidak adanya perintah "Jangan mencuri", mungkin aj sy akan menganggap bila mencuri demi kebaikan anak/istri adlh perbuatan yg baik, apa lg klo yg sy curi itu adlh rumahnya seorang koruptor, dan hasilnya pun sy bagikan kpd tetangga sy yg miskin..
sependapat ... ini seperti yg saya tulis diatas mengenai : apa_yg_baik_di_pov_manusia :D.
jd IMO, manusia itu "mengenal" segala seluk-beluk ttg dosa itu setelah HT disampaikan kpd Musa..
IMO, dosa is dosa di pov Allah, nothingman. Tidak ada itu yang : "DULU yang tadinya tidak dosa - SEKARANG dosa dimana seiring dgn Law-nya yakni dpt hukuman badani/duniawi" setara dengan "DULU yang tadinya dosa dan seiring dgn Law-nya yakni dpt hukuman badani/duniawi - SEKARANG tidak dosa".
Nah, saya mau tau ... menurut nothingman : salah satu misal yang ada yakni sunat-menyunat .... pabila Law ini tidak teraplikasi = dosa ato kagak di pov Allah ? (jangan lupa, saya nggak menerima pendapat : dulu dosa, sekarang nggak dosa loh yaa... hehehe...)
weleeeh, sy jg bingung jawabnya bro.. mungkin sy jg nda tau... hehehehe :P
bukankah nti jg ada pertanyaan:
Apakah Tuhan tau klo manusia(bangsa Israel) impossible menjalankan "tool" yg diberikan tsb, namun tetap menyuruh utk menjalankannya..?? :drool:
seperti yang di post saya sebelumnya (imo)... dengan "tool" dari Allah : possible.
So..., tanpa "tool" dari Allah : impossible.
Please note : saya nggak gunakan absolut, melainkan possible dikarenakan saya ngitung faktor manusia-nya :
1. pabila manusia merasa kurangnya "tool" dari Allah tsb, manusianya minta lagi ato kagak "tool" tsb utk menguasai dosa ke Allah ?
2. baik dari "tool" yang cukup dari Allah ataupun manusianya masih merasa kurang "tool"nya lalu minta lalu ditambahin oleh Allah --- digunakan ato kagak oleh si manusia "tool" utk menguasai dosa tsb ?
secara nalar, kalimat sbb doesn't make sense :
Allah TAU adalah impossible bagi Kain utk "berkuasa atasnya" namun Allah berkata di ayat : "engkau harus berkuasa atasnya" :D.
:)
salam.
-
pada bold, (imo) kita terlalu memfokuskan mengenai apa yg dilarang - apa yang tidak boleh, gavin.
Sebenarnya sih fokus saya pada pengetahuan bukan pada larangan itu sendiri.
dilain sisi :
Kain...
Kenapa Kain dihukum setelah membunuh Habil ? padahal menurut gavin, Kain tidak/belon tau apa isi HT yg ditulis Musa karena HT itu sendiri belon eksis.
Kain di hukum fisik/duniawi, sedangkan yg saya bicarakan itu lebih fokus ke hukuman rohani( kematian abadi)
-
Ya... perbedaan oda ama nothingman :
odading :
"terbukalah mata mereka" adalah diketika AdamHawa merasa suatu perihal yang "salah".
"telanjang bulet" adalah "aib" ... suatu perihal yang menyebabkan AdamHawa nutupin "aib" tsb (bikin cawet)
"ngumpet" adalah diketika AdamHawa merasa "terancam" bhw "aib" itu ketauan (sekalipun udah pake cawet)
"Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Bahkan setelah "ngumpet" ... AdamHawa nyadar gak bisa nutupin "aib" dihadapan Tuhan.
"lempar batu sembunyi tangan" adalah usaha terakhir Adam utk ngurangin "aib" :D.
nothingman :
setelah makan buah(sebelon ditanya Tuhan), sesuatu yg dikiranya salah dihadapan Tuhan adlh krn telanjang, pd hal bukan krn telanjangnya Adam yg disalahkan Tuhan.. jd keadaan salah dlm POV Adam =/= salah dlm POV Tuhan, sampe saat Tuhan bertanya..
makanya sy bilang dlm postingan sblm2nya, setelah Adam makan buah PJB, dia pun blum ngerti akan dosanya dia.. maksudnya adl dia cuma tau apa yg baik dan apa yg buruk dlm PoV dirinya sendiri..
Ok, sy rasa kita sudah saling memahami perbedaan kita utk masalah ini bro.. :afro:
Seperti di post sebelumnya, saya cenderung berpendapat bhw uler/iblis yg dikisah AdamHawa adalah their (AdamHawa) own evil desire.
kecuali memang ada being corporeal lain yang adalah manusia juga di saat peristiwa "penggodaan" di Eden tsb, maka posibilitas faktor eksternal memang ada ---> ini bersifat ibarat "katalis" ---> "mempercepat" :D.
Nah, utk yg masalah ini kita jg berbeda pendapat..
sy masih blum bisa mengerti, knp anda anggap "uler" sbg own desire (faktor internal) dlm kasus tsb, pd hal kan di Alkitab tertulis :
(1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah
jd IMO dgn ayat tsb kita bisa tau klo Tuhan menciptakan "makhluk" lain selain manusia, yg jg dibekalinya dgn pengetahuan, dan mungkin jg dgn freewill, dan makhluk ini di simbolkan dgn 'ular' tsb.. dan ular ini jd faktor eksternal yg menyebabkan Adam jatuh kpd dosa..
dan IMO, yg mjd faktor internal(own desire) dlm kisah Adam tsb adlh "tanah" yg dijadikan Tuhan utk membentuk tubuh(daging) manusia bro.. krn tanah ini bukan berasal dr Tuhan langsung, tp dr hasil ciptaan maka, hidup manusia jg tergantung kpd apa yg ada/melekat di bumi.. cth: tubuh manusia butuh makanan, butuh air utk minum, butuh udara, dan semua yg melekat pd tanah..
apa lg tanah(bumi) ini sudah mjd tempat yg 'celaka' krn itu jg mrpk tempat dimana iblis dijatuhkan dr sorga, sblm Adam jatuh ke dlm dosa.. spt ada tertulis di Kitab :
Wahyu 12:12
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
dan krn tubuh manusia dibuat dr tanah, itu artinya sejak awal Tuhan memang tidak merancang tubuh(daging) manusia utk hidup abadi, tp cuma Rohnya yg abadi krn berasal langsung dr Tuhan.. tp justru krn tubuh yg terbuat dr tanah itu bisa mati, maka Roh manusia yg ikut tercemar dosa itu bisa diselamatkan.. coba klo tubuh(daging) manusia itu bersifat kekal/abadi spt tubuh malaikat yg jatuh ke dlm dosa dan mjd iblis, maka dia tidak akan bisa diselamatkan.. dgn melalui kematian ini manusia bisa ditebus/diselamatkan, krn dlm kematian Kristus jg ada kebangkitan-Nya(ini ajaran rasul Paulus)..
iblis ga ada kasih tau bhw buah itu enak dimakan, cantik menarik hati dan kalo setelah dimakan akan memberi pengertian, nothingman.
ini kan krn ada perkataan ular yg di ayat (5), maka dibenaknya Hawa timbul yg bold..
coba klo tidak ada perkataan ular tsb, apakah dibenak Hawa ada muncul pemikiran demikian..?
yah kemungkinan ada jg sih tp fifty-fifty lah bro.. :D
Iblis cuma kasih tau APA yang emang bener itulah yang akan terjadi :
"mata terbuka" dan "menjadi seperti Allah".
bisa dibilang rayuan... tapi (imo) pemberitahuan adalah lebih "pas" :)
tp apakah yg bener mnrut iblis itu jg sesuatu hal yg baik bagi Adam..? klo emg baik, napa Tuhan melarangnya..? apakah Tuhan dgn sengaja tidak berterus terang ato "ngibulin" Adam dgn mengatakan "ketika kau memakannya kau akan mati"..?
ini nih yg mnrut sy 'aneh', dr pernyataan anda tsb bro..
IMO, pd kenyataanya perkataan "ular" tsb jelas sangat bertentangan dgn perintah Tuhan..
Tuhan bilang klo Adam akan mati jika memakannya tp iblis bilang:
(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati"
kalo saya cenderung berpendapat : pabila memang ada pihak ke-3 ... maka itu adalah corporeal being yang adalah manusia juga :D.
IMO, di Alkitab jelas disebutkan disana memang ada pihak ke 3, tp itu bukan manusia, itu iblis yg berbentuk uler kadut.. dan iblis ingin agar manusia jg pengikutnya..
tp jika anda tetap menganggap uler sbg faktor internal(own desire), jg gpp kok bro itu artinya memang kita berbeda pendapat.. :afro:
Alesan saya kenapa gak memilih itu siluman uler yg bisa ngomong adalah karena jadi menimbulkan pertanyaan yg nantinya jadi bisa berentet dimana dimulai dgn pertanyaan : KENAPA Allah naroh iblis tetangga-an dengan AdamHawa ?
krn Tuhan ingin agar manusia dpt "menguasai bumi", ini sy artikan manusia bisa 'menguasai' atas seluruh makhuk ciptaan yg ada dibumi, dan jg bisa menguasai tubuh(daging) yg terbuat dr 'tanah' tsb.. ini kan jg ada ayat2nya di Alkitab..
Syalom, :peace:
-
Sebenarnya sih fokus saya pada pengetahuan bukan pada larangan itu sendiri.
kayaknya saya mulai nangkep maksud gavin .... maksudnya gavin bhw ketika diketahuinya suatu Law (baik yg berupa larangan atopun suruhan) oleh seseorang, ya ? bener gak tangkepan saya ini, gavin ?
Kain di hukum fisik/duniawi, sedangkan yg saya bicarakan itu lebih fokus ke hukuman rohani( kematian abadi)
Nah itu... saya sependapat kalo mengenai hukuman rohani.
Dengan demikian Taurat yg ditulis oleh Musa (lengkap dgn hukuman2 badani-nya) bukan Law pertama kali dimana manusia mengenal suatu perihal "yang begini (disuruh) - yang begono (dilarang)". Jauh sebelon Musa hidup, manusia sudah mengenal dosa (miss the mark dari ungu).
:)
salam.
-
nothingman :
setelah makan buah(sebelon ditanya Tuhan), sesuatu yg dikiranya salah dihadapan Tuhan adlh krn telanjang
saya gak ngerti disini nothingman ... bukankah literal telanjang bulet itu sendiri adalah state AdamHawa sebelum makan buah ?
Begimana itu cerita (atopun analoginya) bhw setelah makan buah, AdamHawa mikir bhw literal ketelanjangan-buletan mereka adalah suatu kesalahan ?
akan menjadi bisa dimengerti pabila state AdamHawa sebelon makan buah adalah literally tidak telanjang bulet ... dimana setelah makan buah tiba2 diri mereka jreng! literally telanjang bulet :D
atopun menjadi bisa dimengerti pabila state AdamHawa literally tertutup matanya (tidak bisa melihat, shg tidak tau bhw diri mereka telanjang bulet) ... setelah makan buah, mata mereka terbuka dan mendapati diri mereka telanjang bulet :D
pd hal bukan krn telanjangnya Adam yg disalahkan Tuhan.. jd keadaan salah dlm POV Adam =/= salah dlm POV Tuhan, sampe saat Tuhan bertanya..
kita coba pake analogi literal ya nothingman ...
seorang anak lagi sakit perut.
Anak ini tau dia sakit perut.
Ibu bilang : jangan makan kue yg di meja makan.
Anak itu tetep makan kue tsb.
So, secara pov nothingman : anak ini barulah tau bhw sakit perut adalah perihal yg "buruk" karena makan kue tsb ?
makanya sy bilang dlm postingan sblm2nya, setelah Adam makan buah PJB, dia pun blum ngerti akan dosanya dia..
maap... saya juga belon nangkep secara logik pada bold, nothigman.
Berdasarkan ilustrasi si anak diatas ...
setelah makan kue si anak tau bhw sakit perut adalah hal yang buruk ...
Nah... si anak denger keteplok2 ibunya masuk ruangan.
Si anak ngumpet.
maksudnya adl dia cuma tau apa yg baik dan apa yg buruk dlm PoV dirinya sendiri..
Pertanyaannya :
si anak ini ngumpet karena di pov anak ini [sakit perut] adalah hal yang buruk ?
ataukah [aksi makan kue tsb] adalah hal yang buruk di pov anak ini ?
sy masih blum bisa mengerti, knp anda anggap "uler" sbg own desire (faktor internal) dlm kasus tsb, pd hal kan di Alkitab tertulis :
(1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah
karena ada juga ayat yang bilang sbb, nothingman :
Everyone is tempted by his own desires as they lure him away and trap him.
kata "they" diatas personifikasi (seolah-olah being eksternal)
OwnDesires lure man away and trap man = man is tempted.
bersambung
-
jd IMO dgn ayat tsb kita bisa tau klo Tuhan menciptakan "makhluk" lain selain manusia, yg jg dibekalinya dgn pengetahuan, dan mungkin jg dgn freewill, dan makhluk ini di simbolkan dgn 'ular' tsb.. dan ular ini jd faktor eksternal yg menyebabkan Adam jatuh kpd dosa..
Kalopun saya nunut secara pendapat nothingman di quote atas, maka saya "menihilkan" asumsi bhw malaikat berontak itu sebelum peristiwa makan buah ... asumsinya menjadi : pertama kali malaikat berontak adalah ya diketika dia nge-rumpi ke Hawa di Eden tsb :D. Dengan begitu .....
tanah(bumi) ini sudah mjd tempat yg 'celaka' krn itu jg mrpk tempat dimana iblis dijatuhkan dr sorga, sblm Adam jatuh ke dlm dosa..
dengan begitu, saya lagi2 berada di posisi pendapat yg berseberangan dengan nothingman... hehehe... :D.
Tapi saya punya alesan... bukan asal ngejaplak :
spt ada tertulis di Kitab :
Wahyu 12:12
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat
1. IMO, ayat yg nothingman itu lagi ngomongin event nanti.
2. semisal saya nunut nothingman bhw ayat diatas ngomongin sikon kondisi sebelum AdamHawa makan buah ... maka artinya ayat tsb sedang menyatakan bhw sikon bumi dan laut adalah didalam state celaka sebelum AdamHawa makan buah ---> dari sini jadi
X. menimbulkan pertanyaan : pabila statenya celaka, mengapa state-nya dikatakan baik di kitab Kejadian ?
Y. menimbulkan asumsi pernyataan : state celaka = state baik di pov Allah.
ini kan krn ada perkataan ular yg di ayat (5), maka dibenaknya Hawa timbul yg bold..
coba klo tidak ada perkataan ular tsb, apakah dibenak Hawa ada muncul pemikiran demikian..?
yah kemungkinan ada jg sih tp fifty-fifty lah bro.. :D
hahaha.... nah itu... it's possible kan yah nothingman ? :nod:
dan kalo semisal mao kita pikirkan secara lebih lanjut, maka posibilitas "own desire" itu lebih keliatan ketimbang adanya faktor eksternal :
tanpa adanya faktor eksternal, dari diri manusia itu sendiri terdapat posibilitas.
tidak bisa dipastikan bhw tanpa adanya faktor eskternal maka PASTI posibilitas "own desire" terwujud = nol.
karena tanpa adanya faktor eksternalPUN, posibilitas "own desire" terwujud tetep ada.
So... tanpa eksisnya uler ngomongPUN, posibilitas bang Adam dan jeng Hawa makan buah tetep ada.
bang Adam dan jeng Hawa nggak makan buahpun ampe mereka mati jasmani ... secara mereka tetep akan berketurunan manusia2 lain, maka posibilitas "own desire" manusia terwujud tetep ada ... yakni tetep terbuka kemungkinan dimakan buah tsb oleh "adam2" / "hawa2" berikutnya :grining:
tp apakah yg bener mnrut iblis itu jg sesuatu hal yg baik bagi Adam..? klo emg baik, napa Tuhan melarangnya..? apakah Tuhan dgn sengaja tidak berterus terang ato "ngibulin" Adam dgn mengatakan "ketika kau memakannya kau akan mati"..?
ini nih yg mnrut sy 'aneh', dr pernyataan anda tsb bro..
makanya saya berpendapat apa yg dikatakan iblis itu ibarat pemberitahuan. Tinggal yang ngedenger itu nangkepnya begimana serta sependapat ato kagak dari hasil penangkepan dirinya tsb :D.
IMO, pd kenyataanya perkataan "ular" tsb jelas sangat bertentangan dgn perintah Tuhan..
Tuhan bilang klo Adam akan mati jika memakannya tp iblis bilang:
(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati"
ilustrasi :
ibu bilang ke Cuplis : kalo kamu keluar malem ke disko akan ibu pukul.
Unyil bilang ke Cuplis : ke disko itu asik loh - kamu gak akan kena pukul kalo ke disko.
So, Cuplis ke disko.
Besoknya Cuplis dipukul pake rotan ampe babak belur oleh sang ibu.
Nah... jelas disitu ibu tidak berbohong bhw dia akan mukul Cuplis kalo Cuplis ke disko.
dilain sisi,
Unyil bilang : saya gak bermaksud bilang kena pukul pake rotan ampe babak belur .. maksud saya adalah kamu gak akan kena pukul pake besi ampe tewas. Toh ibumu waktu ngelarang kamu ke disko itu kan bilang nya dia akan pukul kamu aja kaaan ?
Nah, apakah Unyil salah atopun menipu Cuplis ?
:D :ballspin: :lol:
IMO, di Alkitab jelas disebutkan disana memang ada pihak ke 3, tp itu bukan manusia, itu iblis yg berbentuk uler kadut.. dan iblis ingin agar manusia jg pengikutnya..
tp jika anda tetap menganggap uler sbg faktor internal(own desire), jg gpp kok bro itu artinya memang kita berbeda pendapat.. :afro:
iyah ... makasih nothingman... hal ini tentu karena nothingman "nangkep" pengertiannya pabila didalam asumsi menurut saya : yakni kisah AdamHawa lebih secara simbolis ketimbang literal-nya :).
krn Tuhan ingin agar manusia dpt "menguasai bumi", ini sy artikan manusia bisa 'menguasai' atas seluruh makhuk ciptaan yg ada dibumi, dan jg bisa menguasai tubuh(daging) yg terbuat dr 'tanah' tsb.. ini kan jg ada ayat2nya di Alkitab..
yang jadi "problem" (imo) adalah : mengertikan secara literal vs mengertikan secara simbolis, nothingman.
Pabila satu acuan kita pake, misal : ALL literal
maka (imo) probabilitasnya kecil terjadi perbedaan pendapat.
dilain sisi,
pabila acuannya kombinasi : ada yg literal ada yg simbolis,
maka (imo) disinilah probabilitasnya gede terjadi perbedaan pendapat.
Makasih atas masukan2 nothingman.
:)
salam.
-
Kelihatannya, pembahasan semakin ke masa penciptaan, ya? :D
-
Kelihatannya, pembahasan semakin ke masa penciptaan, ya? :D
iyaa nih Oom... mohon maaf klo jd OOOOT... :doh:
smoga sy dimaafkan ya.. :pray3: :flower:
-
seorang anak lagi sakit perut.
Anak ini tau dia sakit perut.
Ibu bilang : jangan makan kue yg di meja makan.
Anak itu tetep makan kue tsb.
setelah makan kue si anak tau bhw sakit perut adalah hal yang buruk ...
Nah... si anak denger keteplok2 ibunya masuk ruangan.
Si anak ngumpet.
Pertanyaannya :
si anak ini ngumpet karena di pov anak ini [sakit perut] adalah hal yang buruk ? (A)
ataukah [aksi makan kue tsb] adalah hal yang buruk di pov anak ini ? (B)
IMO, yg A
karena ada juga ayat yang bilang sbb, nothingman :
Everyone is tempted by his own desires as they lure him away and trap him.
kata "they" diatas personifikasi (seolah-olah being eksternal)
OwnDesires lure man away and trap man = man is tempted.
waduh, pd kitab Kejadian yg menceritakan kisah Adam tsb, ada diayat nomer berapa tuh yg anda kutip itu bro..?
Kalopun saya nunut secara pendapat nothingman di quote atas, maka saya "menihilkan" asumsi bhw malaikat berontak itu sebelum peristiwa makan buah ... asumsinya menjadi : pertama kali malaikat berontak adalah ya diketika dia nge-rumpi ke Hawa di Eden tsb
Ok bro, (seandainya) anda nunut pendapat sy dan menyimpulkan yg bold, maka jelas sy tidak setuju dgn anda.. jd diskusi lanjut mengenai adanya pihak ke 3 dlm kasus Adam tsb.. :deal:
eh iya, sblmnya sy mo tanya dulu donk bro, boleh kan..
anda percaya apa tidak sih, dgn adanya 'sosok' yg bertentangan dgn Tuhan yg dinamakan sbg 'iblis' ini..? ato singkatnya pertanyaan sy adlh :
percayakah anda dgn adanya 'iblis'..? (adanya sosok being lain, selain manusia dan Tuhan tentu hewan tidak termasuk ya bro)
1. IMO, ayat yg nothingman itu lagi ngomongin event nanti.
sy ada pertanyaan buat anda terkait yg no 1 diatas bro..
nantinya kapan bro..? sesudah Adam makan buah..? sesudah akhir jaman..? atau setelah peristiwa apa event pd kitab Wahyu tsb terjadi menurut anda..?
2. semisal saya nunut nothingman bhw ayat diatas ngomongin sikon kondisi sebelum AdamHawa makan buah ... maka artinya ayat tsb sedang menyatakan bhw sikon bumi dan laut adalah didalam state celaka sebelum AdamHawa makan buah ---> dari sini jadi
X. menimbulkan pertanyaan : pabila statenya celaka, mengapa state-nya dikatakan baik di kitab Kejadian ?
Y. menimbulkan asumsi pernyataan : state celaka = state baik di pov Allah.
sblm jawab, sy mau tanya dulu pendapat anda ya bro.. ini pertanyaan sy :
1. state bumi = baik (yg X) itu kapan terjadinya menurut anda, bukankah setelah langit, bumi diciptakan Tuhan..?
2. trus mnrut anda kpn malaikat diciptakannya..? apakah sesudah/sebelum adanya langit(heaven) dan bumi ..?
3. kpn terjadinya pemberontakan 'malaikat' di surga spt yg ada dlm kitab Wahyu tsb..? (klo ini anda bilang terjadi besok dimasa YAD, ato abis kiamat, ya sudah semua jd nda nyambung)
IMO, klo anda menjawab petanyaan sy itu sesuai dgn urut2annya sih, pernyataan anda yg (Y) tidak akan muncul bro..
tanpa adanya faktor eksternal, dari diri manusia itu sendiri terdapat posibilitas.
betul, kan sy sblmnya jg bilang ada faktor eksternal dan faktor internal, tp seberapa besar probabilitas hal tsb jd pengaruh sy jg tidak tau..
makanya saya berpendapat apa yg dikatakan iblis itu ibarat pemberitahuan. Tinggal yang ngedenger itu nangkepnya begimana serta sependapat ato kagak dari hasil penangkepan dirinya tsb
pemberitahuan yg bgm dulu nih bro.. klo mnrut anda kan pemberitahuan tsb adlh sesuatu yg benar.. klo mnrut sy, pemberitahuan iblis itu adl sesuatu yg 'menyesatkan', wong jelas2 bertentangan dgn perintah Tuhan kok.. tinggal yg denger itu mau percaya ama sapa..
ilustrasi :
ibu bilang ke Cuplis : kalo kamu keluar malem ke disko akan ibu pukul.
Unyil bilang ke Cuplis : ke disko itu asik loh - kamu gak akan kena pukul kalo ke disko.
So, Cuplis ke disko.
Besoknya Cuplis dipukul pake rotan ampe babak belur oleh sang ibu.
Nah... jelas disitu ibu tidak berbohong bhw dia akan mukul Cuplis kalo Cuplis ke disko.
dilain sisi,
Unyil bilang : saya gak bermaksud bilang kena pukul pake rotan ampe babak belur .. maksud saya adalah kamu gak akan kena pukul pake besi ampe tewas. Toh ibumu waktu ngelarang kamu ke disko itu kan bilang nya dia akan pukul kamu aja kaaan ?
Nah, apakah Unyil salah atopun menipu Cuplis ?
pd kenyataannya Cuplis kena pukul ibu kan bro.. dan bukan Cuplis aj yg kena, si Unyil jg ikut ditampol ibu.. :D
apa anda masih blum bisa liat dgn jelas, klo tindakannya si Unyil itu salah dan anda tetep belain si Unyil..? wong dia sampe di amuk sm ibu Cuplis..
apa lg bila ada pernyataan yg merah tsb klo Cuplis komplain kpd Unyil besoknya.. ini sih jelas terbukti klo niatnya Unyil itu ingin 'ngadalin' Cuplis abis-abisan bro... hehehe :lol:
yang jadi "problem" (imo) adalah : mengertikan secara literal vs mengertikan secara simbolis, nothingman.
IMO, utk menafsirkan ayat2 dia Alkitab, tidak bisa cuma mengandalkan salah satu dr kedua cara tsb bro.. blom lagi klo diliat ada tidaknya hubungan/keterkaitan dgn ayat2 di kitab yg lain..
dan mnrut sy sih dlm diskusi kita terdapat banyak perbedaan, itu bukan masalah.. dan krn pernyataan2 yg sudah sy berikan itu jg kebanyakan hanya berdasarkan "khayalan liar" sy aj bro, pasti akan ada lebih banyak ngawurnya dr pd benernya.. hehehehe :rofl:
jd klo sy ada kesalahan/kekurangan tolong dimaafkan aj ya bro... :afro:
Syalom, :peace:
-
IMO, yg A
Lalu kenapa gak ngumpet aja sebelon makan kue, nothingman ?
pertanyaan selanjutnya :
si anak makan kue yang didalem lemari.
Apakah si anak juga akan tetep ngumpet karena sakit perut di pov-nya adalah hal buruk ?
waduh, pd kitab Kejadian yg menceritakan kisah Adam tsb, ada diayat nomer berapa tuh yg anda kutip itu bro..?
hehehe.... ayat itu bukan di kitab Kejadian siii... :blush:
Nothingman kan juga loncat ke kitab Wahyuuuu... yeeee.... :D
Ok bro, (seandainya) anda nunut pendapat sy dan menyimpulkan yg bold, maka jelas sy tidak setuju dgn anda.. jd diskusi lanjut mengenai adanya pihak ke 3 dlm kasus Adam tsb.. :deal:
:deal: sip dah, nothingman. Kayaknya ini juga menarik mengenai malaikat "kepleset" ... nanti ada kesempatan saya bikin warungnya, kamu ngopi yah disana, nothingman ... :D.
eh iya, sblmnya sy mo tanya dulu donk bro, boleh kan..
anda percaya apa tidak sih, dgn adanya 'sosok' yg bertentangan dgn Tuhan yg dinamakan sbg 'iblis' ini..? ato singkatnya pertanyaan sy adlh :
percayakah anda dgn adanya 'iblis'..? (adanya sosok being lain, selain manusia dan Tuhan tentu hewan tidak termasuk ya bro)
mohon maap... jawaban saya akan menjengkelkan nothingman, yakni : percaya gak percaya .... yang pasti BUKAN keyakinan saya, saya tidak menaruh "faith" eksisnya supranatural being yang tadinya bukan iblis berubah menjadi iblis :D
sy ada pertanyaan buat anda terkait yg no 1 diatas bro..
nantinya kapan bro..? sesudah Adam makan buah..? sesudah akhir jaman..? atau setelah peristiwa apa event pd kitab Wahyu tsb terjadi menurut anda..?
NANTI-nya itu saya gak bisa pasti, nothingman. Kalo saya maksa jawab, maka jawabannya secara acuan Era/Jaman : NANTI-nya itu setidaknya setelah tulisan tsb "dituangkan" oleh si penulis.
Wahyu 1
1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
selain itu :
9. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Taroh kata si uler tua beserta malaikat2nya itu telah menyesatkan seluruh dunia kosmologi (universe) - siapa2 saja itu yang disesatkan oleh si uler tua di seluruh dunia sebelum Adam makan buah ?
Tapi ini kita makin OOT ...
nanti tak bikinin threadnya deh ya, nothingman...
dengan demikian ...
sblm jawab, sy mau tanya dulu pendapat anda ya bro.. ini pertanyaan sy :
1. state bumi = baik (yg X) itu kapan terjadinya menurut anda, bukankah setelah langit, bumi diciptakan Tuhan..?
2. trus mnrut anda kpn malaikat diciptakannya..? apakah sesudah/sebelum adanya langit(heaven) dan bumi ..?
3. kpn terjadinya pemberontakan 'malaikat' di surga spt yg ada dlm kitab Wahyu tsb..? (klo ini anda bilang terjadi besok dimasa YAD, ato abis kiamat, ya sudah semua jd nda nyambung)
dengan demikian quote diatas kita tangguhin dulu yaa.... :deal:
betul, kan sy sblmnya jg bilang ada faktor eksternal dan faktor internal, tp seberapa besar probabilitas hal tsb jd pengaruh sy jg tidak tau..
imo, cara "ngitung"nya secara general sebenernya sih gak terlalu sulit ...
tinggal nothingman pendapati :
A. apakah pabila tidak ada faktor eksternal (uler) maka posibilitas AdamHawa-makan-buah itu tetep eksis ?
ataukah
B. pabila tidak ada faktor eksternal (uler) maka impossible AdamHawa-makan-buah tsb eksis ?
Saya milih yang A :D.
pemberitahuan yg bgm dulu nih bro.. klo mnrut anda kan pemberitahuan tsb adlh sesuatu yg benar.. klo mnrut sy, pemberitahuan iblis itu adl sesuatu yg 'menyesatkan', wong jelas2 bertentangan dgn perintah Tuhan kok.. tinggal yg denger itu mau percaya ama sapa..
1. pemberitahuan bhw AdamHawa kalo makan buah tidak mati, dimana pada kata "mati", mati yang kayak begimana tidak dijelaskan baik oleh uler maupun oleh Allah.
2. pemberitahuan bhw Allah mengetahui, bahwa pada waktu mereka memakannya mata mereka akan terbuka, dan mereka akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.
pd kenyataannya Cuplis kena pukul ibu kan bro.. dan bukan Cuplis aj yg kena, si Unyil jg ikut ditampol ibu.. :D
apa anda masih blum bisa liat dgn jelas, klo tindakannya si Unyil itu salah dan anda tetep belain si Unyil..? wong dia sampe di amuk sm ibu Cuplis..
Nop... saya disini nggak sedang bermaksud belain Unyil ataupun saya gak bisa liat bhw Unyil itu jahat, nothingman.
apa lg bila ada pernyataan yg merah tsb klo Cuplis komplain kpd Unyil besoknya.. ini sih jelas terbukti klo niatnya Unyil itu ingin 'ngadalin' Cuplis abis-abisan bro... hehehe :lol:
terlepas Unyil memang "ngadalin" atopun "ngejahatin" si Cuplis, argumen pembelaan Cuplis masuk akal. IMO, "detail" berperan disini.
Ibu cuma bilang "mukul" --- mukulnya model begimana gak dijelasin.
Unyil juga cuma bilang "kagak mukul" --- kagak mukulnya model begimana juga gak dijelasin.
Sementara Cuplis sendiri dia sebelonnya tidak pernah denger kata "mukul" apalagi tau aksinya ataupun tau ada dua jenis pemukulan.
apakah AdamHawa tau bhw kata "mati" dari ucapan Allah disitu adalah mati rohani ?
apakah AdamHawa tau bhw kata "mati" dari ucapan uler disitu adalah mati jasmani ?
begitu maksud saya, nothingman :nod:
IMO, utk menafsirkan ayat2 dia Alkitab, tidak bisa cuma mengandalkan salah satu dr kedua cara tsb bro.. blom lagi klo diliat ada tidaknya hubungan/keterkaitan dgn ayat2 di kitab yg lain..
sependapat. Namun kembali lagi, tetep aja [didalam menentukan bhw yg anu literal yg una simbolis] itu sendiri - possible eksisnya perbedaan :).
kebanyakan hanya berdasarkan "khayalan liar" sy aj bro, pasti akan ada lebih banyak ngawurnya dr pd benernya.. hehehehe :rofl:
jd klo sy ada kesalahan/kekurangan tolong dimaafkan aj ya bro...
tidak ada yang salah, nothingman.
Saya disini emang punya kejelekan tersendiri, yakni hobi "ngejar" kelogika-an sampe sebatas yg saya bisa dan memungkinkan :D.
makasih atas masukan2 nothingman.
:)
salam.
-
Kayaknya ini juga menarik mengenai malaikat "kepleset" ... nanti ada kesempatan saya bikin warungnya, kamu ngopi yah disana, nothingman ...
Ok deh bro, klo gitu sekalian postingan anda yg terakhir diatas, sy replynya di trit itu aj ya.. soalnya kita bener2 udah OOT jauh dr judul di trit ini... jadii, sebelum ada pihak yg "Berkuasa" diforum ini turun tangan utk nyemprit kita, sebaiknya kita tau diri lah... hehehehe :D
usulan sy sih, sebaiknya buat tritnya di forum obrolan santai aj, shg nti klo dlm diskusi kita tsb sampe nglebar kemana2, kita nda usah kuatir di komplain sm member yg lain bro, malah kita ajak mereka utk OOT bersama.. heheheheh :P
sedang utk judul trit terserah anda aj.. :afro:
gimana mnrut anda bro Oda..? :D
Syalom, :peace:
-
Terus?
Simpulanya apa, dong?
Hukum Taurat dibatalkan atau tidak?
Kalo menurut Efe 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, jelas-jelas dikatakan bahwa dengan kematian Yesus sebagai manusia, Yesus membatalkan hukum Taurat. Berterima, kah?
Damai, damai, damai.
-
Terus?
Simpulanya apa, dong?
Hukum Taurat dibatalkan atau tidak?
Kalo menurut Efe 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, jelas-jelas dikatakan bahwa dengan kematian Yesus sebagai manusia, Yesus membatalkan hukum Taurat. Berterima, kah?
Damai, damai, damai.
Oke deh Oom, back to topic.. :D
Nah yg sering diributkan itu kan masalah pengertian "membatalkan" tsb maksudnya adlh apakah berarti "menghilangkan", "menggenapi", "menggantikan" ato yg gimana..?
dan Hukum Taurat yg dibatalkan itu adh "Hukum" yg mana..?
sebab dr pengertian "To'rah" itu sendiri artinya adlh "Hukum", shg klo di EYD(Ejaan yg Disempurnakan) dlm Alkitab Indonesia, ditulis sbg "Hukum Taurat" maka jd terkesan agak rancu jg Oom..
Jika HT tsb mengacu pd hukum yg diberikan kpd Musa, maka kan ada dua bagian : 10P dan 600(B) butir hukum yg lain.. apakah kedua hukum tsb batal semua, apa cuma yg 600(B) doang..?
kemudian jika "membatalkan" tsb dikaitkan dgn Hukum Kasih(HK) yg dinyatakan ol Yesus, apakah ini artinya Yesus memberikan hukum yg baru, ato HK tsb memang sebenernya udah ada sblm adanya HT..?
trus apa tujuan HT diturunkan dijaman Musa, klo akhirnya HT tsb dibatalkan di jaman Yesus..?
Nah dr pertanyaan2 tsb bisa muncul berbagai pendapat dan pertanyaan yg akhirnya 'nylonong' mbahas hal2 lain sampe terjadinya awal mula penciptaan Oom... hehehehehe :D
Syalom, :peace: :peace: :peace:
-
Terus?
Simpulanya apa, dong?
Hukum Taurat dibatalkan atau tidak?
Kalo menurut Efe 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, jelas-jelas dikatakan bahwa dengan kematian Yesus sebagai manusia, Yesus membatalkan hukum Taurat. Berterima, kah?
Damai, damai, damai.
Yang batal adalah seremonialnya.
Tetapi esensi nya tetap
:D
-
Nah ituuu...
A. Taurat yang ditulis Musa dimana bukunya itu ditaroh diluar Tabut itu, batal ato kagak ?
B. "Taurat" (10P) yang ditulis Allah dimana LohBatunya ditaroh didalam Tabut itu, batal ato kagak ?
Makanya saya ambil "jalan keluar",
yang A = man made Law, possible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
yang B = God's Law, impossible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
yang man made Law mengandung God's Law
tapi impossible yg God's Law mengandung man made Law.
IMO - Taurat yang ditulis Musa nggak batal, melainkan berubah :D.
Nubuat Yehezkiel mengenai Holy Temple dimasa nanti :
Then said he to me, The north chambers and the south chambers, which are before the separate place, they be holy chambers, where the priests that approach to the LORD shall eat the most holy things: there shall they lay the most holy things, and the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering; for the place is holy.
yang saya belon ketemu jawabannya adalah dari pertanyaan dibenak :
jadi apanya donk yah yang berubah pada kalimat merah ? :D.
Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ?
:think: :think1: :shrug:
:)
salam.
-
Nubuat Yehezkiel mengenai Holy Temple dimasa nanti :
Then said he to me, The north chambers and the south chambers, which are before the separate place, they be holy chambers, where the priests that approach to the LORD shall eat the most holy things: there shall they lay the most holy things, and the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering; for the place is holy.
yang saya belon ketemu jawabannya adalah dari pertanyaan dibenak :
jadi apanya donk yah yang berubah pada kalimat merah ? :D.
Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ?
:think: :think1: :shrug:
:)
salam.
IMHO
Seremonialnya sudah berubah.
Kalo dulu, kenisah, altar persembahan dan kurban bakaran.
Sekarang ketiganya adalah Kristus sendiri.
Sedang esensinya tetap.
Semuanya ditujukan kepada Allah
:D
-
kayaknya saya mulai nangkep maksud gavin .... maksudnya gavin bhw ketika diketahuinya suatu Law (baik yg berupa larangan atopun suruhan) oleh seseorang, ya ? bener gak tangkepan saya ini, gavin ?
Kayaknya sih... :think:
Jadi maksud saya berkata "Hukum taurat menyebabkan dosa" adalah dalam rangkaian sebab akibat:
Hukum Taurat Eksis --> Timbulah Pengetahuan --> timbul dosa (jika hukum tsb. dilanggar)
Pada Zaman adam, hukumnya cuma satu : Jangan makan buah
Meski cuma satu, itu sudah cukup untuk membuka mata manusia tentang pengetahuan.
Karena adam melanggar, maka pengetahuan timbul, maka dengki iri hati emosi dll (termasuk dalam pengetahuan) timbul, maka keinginan timbul, maka muncul kejahatan seperti : pembunuhan, zinah, fitnah, dll.
Nah itu... saya sependapat kalo mengenai hukuman rohani.
Dengan demikian Taurat yg ditulis oleh Musa (lengkap dgn hukuman2 badani-nya) bukan Law pertama kali dimana manusia mengenal suatu perihal "yang begini (disuruh) - yang begono (dilarang)". Jauh sebelon Musa hidup, manusia sudah mengenal dosa (miss the mark dari ungu).
:)
salam.
[/quote]
-
IMHO
Seremonialnya sudah berubah.
seremonial, hukuman2 badani/jasmani, aturan2, dlsb possible berubah ---> menunjukan bahwa point A = man made Law (terkait erat dgn sikon, era/jaman, sosbud, dlsb) :D.
Sedang esensinya tetap.
sependapat. Karena didalam point-A mengandung point-B :afro:
:)
salam.
-
Kayaknya sih... :think:
Jadi maksud saya berkata "Hukum taurat menyebabkan dosa" adalah dalam rangkaian sebab akibat:
Hukum Taurat Eksis --> Timbulah Pengetahuan --> timbul dosa (jika hukum tsb. dilanggar)
sip... sependapat ama gavin :afro:
:)
salam.
-
A. Taurat yang ditulis Musa dimana bukunya itu ditaroh diluar Tabut itu, batal ato kagak ?
B. "Taurat" (10P) yang ditulis Allah dimana LohBatunya ditaroh didalam Tabut itu, batal ato kagak ?
Makanya saya ambil "jalan keluar",
yang A = man made Law, possible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
yang B = God's Law, impossible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
sy kok masih merasa janggal dgn pendapat anda yg merah dan yg bold itu bro..
seolah terkesan bhw Torah Musa itu dibuat bukan berdasarkan ketetapan Tuhan, jd seolah2 Hukum tsb di buat sendiri ol Musa, sehingga anda bisa mengatakan bhw itu hukum yg dibuat ol manusia..
IMO, yg A dan B adlh God's Law, dan tetap possible berubah/bervariasi/berbeda dr sejak dicanangkan s/d akhir jaman.. tapi yg berhak utk merubah/membatalkan ya jg harus Tuhan.. Namun bila ada perubahan sekalipun, jangan pula dianggap bhw Tuhan itu tidak konsisten/plin-plan atau pun jangan dianggap bhw hukum yg lama itu tidak baik/kurang sempurna sehingga harus direvisi, tapi harus dilihat dr maksud n tujuannya bro.. kita harus liat tujuan diberikannya HT Musa itu utk apa, kpd siapa HT diberikan, dan apa maksudnya diberikan HT tsb..
Nubuat Yehezkiel mengenai Holy Temple dimasa nanti :
Then said he to me, The north chambers and the south chambers, which are before the separate place, they be holy chambers, where the priests that approach to the LORD shall eat the most holy things: there shall they lay the most holy things, and the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering; for the place is holy.
yang saya belon ketemu jawabannya adalah dari pertanyaan dibenak :
jadi apanya donk yah yang berubah pada kalimat merah ? :D.
Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ?
:think: :think1: :shrug:
:)
salam.
Nah itu dia bro, sebelum kita mengetahui arti kata "membatalkan" pd ayat di Efe 2:15 itu spt apa, kita harus memahami HT Musa itu diberikan kpd siapa ?, utk tujuan apa ?, dan apa yg dilakukan Yesus shg Dia bisa dikatakan 'membatalkan' Torah Musa ?, sehingga nti kita akan mengerti apa yg dimaksud ol Paulus dgn berkata spt itu.. dan dibenak kita, tidak lg muncul pertanyaan : apanya yg berobah dan mana yg tidak..?, apanya yg dibatalkan dan mana yg tidak..?, apanya yg tidak berlaku dan masih berlaku..? dsb..
Syalom, :peace:
-
Nah ituuu...
A. Taurat yang ditulis Musa dimana bukunya itu ditaroh diluar Tabut itu, batal ato kagak ?
B. "Taurat" (10P) yang ditulis Allah dimana LohBatunya ditaroh didalam Tabut itu, batal ato kagak ?
Makanya saya ambil "jalan keluar",
yang A = man made Law, possible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
yang B = God's Law, impossible berubah/bervariasi/berbeda sejak dicanangkan s/d akhir jaman
yang man made Law mengandung God's Law
tapi impossible yg God's Law mengandung man made Law.
IMO - Taurat yang ditulis Musa nggak batal, melainkan berubah :D.
Nubuat Yehezkiel mengenai Holy Temple dimasa nanti :
Then said he to me, The north chambers and the south chambers, which are before the separate place, they be holy chambers, where the priests that approach to the LORD shall eat the most holy things: there shall they lay the most holy things, and the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering; for the place is holy.
yang saya belon ketemu jawabannya adalah dari pertanyaan dibenak :
jadi apanya donk yah yang berubah pada kalimat merah ? :D.
Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ?
:think: :think1: :shrug:
:)
salam.
"Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ? "
IMHO semuanya sudah digenapi dalam Kristus.
Menyembah dalam Roh dan Kebenaran
Esensi nya tetap, Seremonialnya yang berubah.
:D
-
sy kok masih merasa janggal dgn pendapat anda yg merah dan yg bold itu bro..
seolah terkesan bhw Torah Musa itu dibuat bukan berdasarkan ketetapan Tuhan
Ya... saya emang berpendapat bold, nothingman.
jd seolah2 Hukum tsb di buat sendiri ol Musa, sehingga anda bisa mengatakan bhw itu hukum yg dibuat ol manusia..
"seolah2", YA ... seolah olah.
Namun tidak sertamerta artinya Hukum tsb dibuat oleh Musa SENDIRIAN.
Selama didalamnya mengandung God's Law (10P), maka tidak bisa dikatakan Moses Law itu murni dibuat Musa sendirian, hasil idea Musa sendirian.
IMO, yg A dan B adlh God's Law, dan tetap possible berubah/bervariasi/berbeda dr sejak dicanangkan s/d akhir jaman..
makanya di post sebelon-sebelonnya saya tanyain : kalo kita berpendapat yang B (10P) possible berubah/bervariasi/berbeda, maka kita setidaknya bisa menyatakan contoh perubahan dari ke-possible-an itu APA ?
Saya terus terang tidak/belon bisa menyatakan-nya sekalipun saya berpikir keras kira2 apa yang possible berubah dari 10P dari awal s/d akhir jaman ? Tidak ada ... saya tidak ketemu :blush:
Dilain sisi, yang point A itu sendiri dimasa era/jaman passing by - setidaknya udah diketahui ada mengalami perubahan/variasi/perbedaan. Apa yang dulu tidak ada detail-nya ... sekarang possible ada detailnya KARENA jaman/pengetahuan manusia/sosbud, sikon, dlsb. Apa yg dulu ada detailnya ... sekarang detailnya possible berubah ataupun menjadi tidak ada KARENA jaman/pengetahuan manusia/sosbud, sikon, dlsb.
Dulu gak ada detail Law mengenai narkoba.
Sekarang ada.
Law narkoba itu buatan manusia ... namun tidak sertamerta artinya buatan manusia SENDIRIAN, karena didalam Law narkoba ada mengandung God's Law.
Israeli police keep making arrests for light drug possession
itu salah satu judul yg barusan saya dapet dari internet.
Pabila judul itu bunyinya di jaman baheula ...(Era - XXX) maka aksi menangkapnya dari si polisi itu pada drug possession, possible dinyatakan bhw itu Tuhan yang nyuruh ... demikian pula setelah ditangkep, dihukum bakar hidup2 s/d mati --> ini possible dinyatakan Tuhan yang nyuruh. Dan orang2 di jaman tsb setuju atas Law tsb dimana ini terkait dgn era jaman/sikon/sosbud, dlsb.
Masa/era passing by.... (Era - YYY)
punishment bakar hidup2 s/d mati jasmani ---> possible berubah.
So, Law narkoba-nya : (misal) "setelah ditangkep, diselidiki sampe mendalem, ditimbang sono sini" - maka seberat-beratnya dipenjara seumur hidup". Di era ini masih dinyatakan : ini Tuhan yang nyuruh (yakni Tuhan merubah dari hukum bakar hidup2 menjadi "seberat-beratnya penjara seumur hidup"). Dan orang2 di jaman/era ini setuju.
Masa/era passing by.... (Era - ZZZ)
Law narkoba sekarang ada detail lagi, yakni bagi yg drug dealer dan bagi yg drug user.
Terlepas pernyataan Tuhan yang nyuruh eksis ato kagak, orang2 di jaman/era ini setuju. Di era ini, bagi drug dealer tidak ada pertimbangan ... hukumannya ditembak ampe mati. Dan orang2 ada yang setuju - ada juga yang tidak setuju. KENAPA ??? Karena itu man made Law.
Jujur saya nggak bisa plinplan utk berpendapat bhw :
1. Oh... karena kalo dulu itu Tuhan yang nyuruh, wajar di bakar ampe mati
2. sekarang Tuhan nggak nyuruh, so nggak wajar ditembak sampe mati.
IMO, Pernyataan seperti point-1 dan point-2 ini KARENA orang membaca tulisan (yg berisi Tuhan yang nyuruh) di point-1 dan tidak ada tulisan (yg berisi Tuhan yang nyuruh) di point-2.
tapi yg berhak utk merubah/membatalkan ya jg harus Tuhan..
YA... karena membaca tulisan.
Tulisan2 Law sudah mengalami perubahan2 .... DAN pabila didalam tulisan Law ini berisi "Tuhan yang nyuruh" ... maka orang2 setuju bhw Tuhan sendiri yang merubah2NYA.
TAPI,
sekarang bagaimana utk menyatakan bhw 10P itupun possible dirubah Tuhan ?
10P itu sendiri adalah butir dari 2P.
Didalam 10P mengandung 2P, didalam 2P mengandung 10P.
God's Law ini tidak menyertakan baik detail maupun model/jenis punishment badani/duniawinya.
Di jaman sekarang,
orang sendirilah yang membuat sendiri baik melalui asumsi pribadi atopun undang2 tertulis mengenai hukuman badani/duniawinya.
Seseorang gak ke gereja, pergi ke Mall, makan eskrim, sakit perut .... sakit perut di pov orang ini possible dia pendapati adalah hukuman Tuhan karena dia gak ke gereja melainkan ke Mall. Ada lagi dipendapati "ditegur Tuhan" dgn sakit perut. Apapun itu (hukuman or ditegur) akibatnya adalah badani/duniawi karena tidak ke gereja :D.
Pabila tidak ada sakit-perut .... tidak ada teguran/hukuman ... atoooo...
ditunggu sampe suatu kali ngalamin peristiwa gak menyenangkan bagi dirinya, lalu dirujuk "oh... ini karena gak ke gereja 5 hari yang lalu" :)
Di jaman sekarang,
orang sendirilah yang membuat "jangan nonton blue-film"....
DAN, pabila disitu dinyatakan "ini Tuhan yang nyuruh" literally ... maka orang2 setuju. Orang2 setuju bhw Tuhan sendiri menambahkan Law-nya, literally dalam bentuk apapun sang Tuhan tsb audible berbunyi "jangan nonton blue-film" ke seseorang, lalu orang ini menyampaikan ke orang lain : Tuhan bilang ke saya "jangan nonton blue-film" melalui malaikat yg semalem dateng kerumah saya. Dan orang percaya.
Namun bila ada perubahan sekalipun, jangan pula dianggap bhw Tuhan itu tidak konsisten/plin-plan atau pun jangan dianggap bhw hukum yg lama itu tidak baik/kurang sempurna sehingga harus direvisi, tapi harus dilihat dr maksud n tujuannya bro..
Apapun perubahan tertulis tsb, (imo) itu buatan manusia, nothingman. Coba deh nothingman perhatian Era XXX dan YYY ... disitu ditulis/dinyatakan "Tuhan yang nyuruh". Dengan demikian pembaca tertuntun ke pendapat bhw Tuhan itu sendiri merubah Law-NYA.
BTW, saya disini nggak melibatkan perihal Tuhan plinplan atopun tidak konsisten, dlsb. Bukan ini fokus saya :).
apa yg dilakukan Yesus shg Dia bisa dikatakan 'membatalkan' Torah Musa ?
gimana bisa dikatakan "membatalkan" sementara ayat Yehezkiel mengenai Bait Allah di masa nanti itu tertulis the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering ?
Kalo literally batal, maka ayat Yehezkiel itu jadinya salah.
Setelah Yesus batalkan, kalimat merah tidak eksis lagi, batal s/d akhir jaman.
Tidak ada itu nanti di perform kalimat merah di Bait Allah di masa nanti, ya karena kan udah batal ... :what:
tidak lg muncul pertanyaan : apanya yg berobah dan mana yg tidak..?, apanya yg dibatalkan dan mana yg tidak..?, apanya yg tidak berlaku dan masih berlaku..? dsb..
IMO, munculnya pertanyaan bold adalah dikarenakan orang membaca tulisan "Tuhan yang nyuruh" di mengertikan literally blekplek demikian adanya ....sehingga : Moses Law blekplek = God's Law, God's Law = blekplek Moses Law.
Nah, kembali ke tulisan ijo saya diatas...
Apa / begimana kalo nothingman ?
:)
salam.
-
"Kan kalo masih tetep blekplek spt yg ditulis Musa ttg sembelihan binatang sebagai korban penghapus dosa (sin offering) ... ya artinya nggak berobah, kan ya ? "
IMHO semuanya sudah digenapi dalam Kristus.
Menyembah dalam Roh dan Kebenaran
Esensi nya tetap, Seremonialnya yang berubah.
dengan begitu tidak batal, melainkan berubah ya kan phooey ya ? :D.
-
Thanx to bro Oda atas tanggapannya ya... :afro:
Ya... saya emang berpendapat bold, nothingman. "Torah Musa itu dibuat bukan berdasarkan ketetapan Tuhan"
Namun tidak sertamerta artinya Hukum tsb dibuat oleh Musa SENDIRIAN.
Selama didalamnya mengandung God's Law (10P), maka tidak bisa dikatakan Moses Law itu murni dibuat Musa sendirian, hasil idea Musa sendirian.
jujur sy bingung dgn logika anda, yg bisa mengatakan Bold, tp pd hal anda jg tau klo dlm To'rah Musa itu jg mengandung 10P.. :think1:
anda sangat keliru jika menganggap bhw 10P itu diluar dr hukum Musa(600P), hanya karna 10P ditulis Tuhan, ditaroh dlm tabut, dan yg 600P ditulis ol Musa dan ditaroh diluar, lalu menyimpulkan bhw yg 10P = God's Law dan yg 600P = man made law.. IMO, Torah Musa itu = 10P + 600P itu bro, dan itu satu kesatuan yg tidak terpisahkan.. sy ada pertanyaan buat anda :
pernahkah ada manusia lain sblm Musa yg diberikan 10P..??
IYO, perintah manakah yg ada dlm 600P, namun anda anggap TIDAK mengandung 10P..?? (tolong sebutkan ayatnya di Alkitab bro, biar bisa kita tinjau bersama)
Saya terus terang tidak/belon bisa menyatakan-nya sekalipun saya berpikir keras kira2 apa yang possible berubah dari 10P dari awal s/d akhir jaman ?[/color] Tidak ada ... saya tidak ketemu :blush:
dari 10P ke 2P apakah jg bukan diangap sbg perubahan bagi anda..?? ya klo anda anggep itu bukan perubahan, wajar jika anda sampe sekarang nda ketemu jg bro.. :D
Jujur saya nggak bisa plinplan utk berpendapat bhw :
1. Oh... karena kalo dulu itu Tuhan yang nyuruh, wajar di bakar ampe mati
2. sekarang Tuhan nggak nyuruh, so nggak wajar ditembak sampe mati
IMO, Pernyataan seperti point-1 dan point-2 ini KARENA orang membaca tulisan (yg berisi Tuhan yang nyuruh) di point-1 dan tidak ada tulisan (yg berisi Tuhan yang nyuruh) di point-2.
Tidak bro, IMO adanya yg bold itu karna sebagian orang(anda), hanya berfokus pd adanya hukuman(merah), bukan berfokus pd inti/maksud(esensi) dr adanya perintah/larangannya itu sendiri..
jika misal ada perintah "bagi siapapun yg menyembah berhala, maka harus di bakar ampe mati" apakah dgn begitu anda melihatnya bhw Tuhan sangat kejam dan begitu marahnya, sehingga Dia ingin melihat manusia yg menyembah berhala itu mati dgn cara yg begitu menyakitkan, bahkan melalui tanggan manusia..?
dan misal ada perintah "dilarang makan babi", apakah dgn begitu anda jg anggap bhw daging babi itu kotor, shg jika memakan dagingnya adlh suatu perbuatan yg keji dimata Tuhan..?
gimana menurut anda bro ttg hal ini bro Oda...
YA... karena membaca tulisan.
Tulisan2 Law sudah mengalami perubahan2 .... DAN pabila didalam tulisan Law ini berisi "Tuhan yang nyuruh"[/font] ... maka orang2 setuju bhw Tuhan sendiri yang merubah2NYA.
sy blum jelas ttg maksud anda yg bold itu bro..?
IMO, "Tulisan2 Law" ini ditulis dlm sebuah KITAB yg sampe sekarang diyakini orang2(termasuk sy) terjaga kebenarannya krn Tuhan sendiri yg menjaganya.. krn dlm Kitab yg diyakini kebenarannya, maka bila ada yg merah kemudian muncul yg biru akan masuk diakal sy.. TERKECUALI jika "tulisan2 law" ini tidak tertulis dlm Kitab yg tidak diakui kebenarannya sbg sebuah karya dan terjaga kebenarannya oleh dan dr Tuhan sendiri, maka walaupun ada merah yg biru jd tidak wajar..
sama spt analogi anda sblmnya, walaupun dlm Kitab UU negara Israel ada yg mengutip perintah yg ada di HT, maka jelas kita bisa bilang klo peraturan dlm Kitab UU Israel bukan God's Law tp cuma sekedar man made law.. krn kita bisa yakin klo Kitab UU tsb tidak dijaga kebenarannya ol Tuhan sendiri..
sekarang bagaimana utk menyatakan bhw 10P itupun possible dirubah Tuhan ?
10P itu sendiri adalah butir dari 2P.
Didalam 10P mengandung 2P, didalam 2P mengandung 10P.
analogi sy ttg "dirubah" atau "dibatalkan" itu spt begini bro:
Didalam 600P kan mengandung 10P, dan didalam 10P mengandung 2P.. jika sudah kerjakan 2P maka, yg 10P dan 600P tidak perlu dikerjakan lg, krn yg mjd inti/esensi dr 10P dan 600P adlh yg 2P..
Bersambung..............
-
sambungan............
God's Law ini tidak menyertakan baik detail maupun model/jenis punishment badani/duniawinya.
inti/esensi dr 600P dlm Hukum Musa itu memang bukan tentang model/jenis hukuman ato adanya hukuman yg bersifat duniawi itu bro..
emang anda pikir ketika memberikan 600P, Tuhan itu ingin melihat manusia saling menghakimi dan saling membalas dendam..?? Tidak kan.. makanya pd postingan sblmnya sy bilang kita harus tau dulu apa maksud Tuhan dgn memberikan HT kpd Musa, apa gunanya, apa manfaatnya, dsb..
kenapa dlm HT Musa itu dipenuhi dgn segala perintah dan hukuman yg bersifat duniawi..?
Apa maksud dr adanya perintah "gigi ganti gigi, mata bayar mata"..??
ayoo bro, klo menurut anda bagaimana..
Apapun perubahan tertulis tsb, (imo) itu buatan manusia, nothingman. Coba deh nothingman perhatian Era XXX dan YYY ... disitu ditulis/dinyatakan "Tuhan yang nyuruh". Dengan demikian pembaca tertuntun ke pendapat bhw Tuhan itu sendiri merubah Law-NYA.
Tidak bro ini bukan ttg adanya periode jaman/era,.. anda anggep itu buatan manusia karna anda tidak yakin/mempercayai dgn apa yg tertulis dlm Alkitab tsb sbg sebuah kebenaran.. Karna anda tidak yakin akan kebenaran yg ditulis di Alkitab, dan krn mengganggap krn 600P ditulis sendiri ol Musa, dan ditaroh diluar Tabut, maka menuntun anda ke pendapat bhw 600P itu adlh man made law..
gimana bisa dikatakan "membatalkan" sementara ayat Yehezkiel mengenai Bait Allah di masa nanti itu tertulis the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering ?
Kalo literally batal, maka ayat Yehezkiel itu jadinya salah.
Setelah Yesus batalkan, kalimat merah tidak eksis lagi, batal s/d akhir jaman.
Tidak ada itu nanti di perform kalimat merah di Bait Allah di masa nanti, ya karena kan udah batal ... :what:
IMO, ini jg sebenarnya keliru jika mengganggap bhw Nubuat dlm ayat Yehezkiel itu adlh tentang gambaran Bait Allah dimasa nanti ato dimasa setelah Yesus bangkit bro.. Nubuat tsb adlh ttg gambaran ttg pembangunan kembali Bait Allah setelah bangsa Israel mengalami masa pembuangan di Babel selama 40thn.. jd bukan ttg gambaran Bait Allah dimasa nanti setelah kematian Yesus ato setelah akhir jaman..
IMO, setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Bait Allah bukan lagi soal tempat/bangunan bro.. Rasul Paulus pernah menyatakan bhw tubuh kita adlh "Bait Allah", maka sudah selayaknya kita hidup suci/kudus, jgn lagi dikotori dgn noda dosa.. dan bukankah Yesus sendiri pernah menubuatkan ttg hancurnya Bait Allah, dan dalam 3 hari Dia akan membangunnya kembali..??
silahkan anda cari sendiri ayat2 keterangan mengenai hal ini..
jd jelas IMO, kalimat merah yg dimaksud pd Yehezkiel tsb emang sudah tidak eksist lagi.. :D
IMO, munculnya pertanyaan bold adalah dikarenakan orang membaca tulisan "Tuhan yang nyuruh" di mengertikan literally blekplek demikian adanya ....sehingga : Moses Law blekplek = God's Law, God's Law = blekplek Moses Law.
lho bukankah anda bisa mengatakan Moses Law = man made law itu karna anda literally blekplek mengartikan hukuman2 yg bersifat duniawi dlm 600P, tanpa melihat inti/esensi dr perintah tsb..? dan literally blekplek mengartikan "10P ditaroh di tabut, dan 600P ditaroh disampingnya"..?? :think: :D
Syalom, :peace:
-
dengan begitu tidak batal, melainkan berubah ya kan phooey ya ? :D.
Pake istilah Alkitab saja.
4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Rom 10:4 ITB)
:D
-
anda sangat keliru jika menganggap bhw 10P itu diluar dr hukum Musa(600P)
ehm... kayaknya nothingman yang keliru deh dalam "nangkep" tulisan2 saya sebelumnya.
Saya nggak buka post2 saya sebelumnya utk nge-quote... saya tulis ulang lagi aja deh ya :
Yang man made Law mengandung God's Law.
Yang God's Law impossible mengandung man made Law.
Saya ulang ilustrasi saya :
Law of gula = manis
Law of kue = manis
Yang Law of kue mengandung Law of gula
Namun tidak sertamerta artinya : Law of gula = Law of kue.
Juga : impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue.
pernahkah ada manusia lain sblm Musa yg diberikan 10P..??
secara corporeal (duniawi/jasmani) seperti yang ada di kisah Musa, tidak diketemukan kisah/ayatnya. So, pertanyaannya (imo) yang pas adalah : Adakah manusia manusia sebelum jaman Musa, TAU suatu perihal yg secara tidak blekplek = isi dari 10P ?
Jawab saya : ADA
alesan saya :
1. Tidak pernah ada dikisahkan oleh ayat bhw KainHabil diperintahkan melakukan aksi persembahan.
2. Allah ada "warning" ke Kain mengenai dosa
3. Ayub ada menyatakan mengenai aksi mesum patut dihukum oleh hakim.
4. Abimelekh tau mengenai ngambil istri orang yg tadinya dikirain adik Abraham = kesalahan
Dilain sisi,
bbrp butir dari Moses Law itu tidak murni hanya BARULAH saat itu blekplek diketahui diketika event gn. Sinai ...,
SEBELUM Torah Musa (tertulis) eksis :
1. [Sunat-menyunat] sudah eksis
2. [Ritual persembahan] sudah eksis
3. [memakan sesuatu yang tidak boleh] sudah eksis
4. [pembuatan "bangunan" utk tempat menyembah] sudah eksis
IYO, perintah manakah yg ada dlm 600P, namun anda anggap TIDAK mengandung 10P..?? (tolong sebutkan ayatnya di Alkitab bro, biar bisa kita tinjau bersama)
saya tidak mengerti kok nothingman menanyakan suatu hal (bold) yang padahal udah di bbrp post saya tulis : Law of Moses mengandung God's Law , yah ?
Sudah juga saya kasih ilustrasi jaman sekarang "jangan nonton blue-film" mengandung God's Law, dimana "jangan nonton blue-film" itu sendiri adalah man made Law, kan ? :nod:
dari 10P ke 2P apakah jg bukan diangap sbg perubahan bagi anda..?? ya klo anda anggep itu bukan perubahan, wajar jika anda sampe sekarang nda ketemu jg bro.. :D
di pendapat saya : nggak ada itu dari 10P ke 2P, nothingman.
Yang ada adalah pengetahuan yang tertunda.
Orang dulu taunya 10P, blakangan mendengar 2P.
Sehingga dipendapati dari 10P ke 2P itu event-nya eksis.
10P = 2P , 2P = 10P ---> ini God's Law.
TAPI,
Moses Law BUKAN = 10P = 2P
melainkan
Moses Law mengandung 10P / 2P.
Tidak bro, IMO adanya yg bold itu karna sebagian orang(anda), hanya berfokus pd adanya hukuman(merah), bukan berfokus pd inti/maksud(esensi) dr adanya perintah/larangannya itu sendiri..
Lalu kenapa sebagian orang (nothingman) tidak berfokus bhw 10P itu sendiri tidak menyertakan hukuman badani/duniawi ?
jika misal ada perintah "bagi siapapun yg menyembah berhala, maka harus di bakar ampe mati" apakah dgn begitu anda melihatnya bhw Tuhan sangat kejam dan begitu marahnya
pertanyaan bold nggak bisa diajukan ke saya, nothingman. Begimana ceritanya kok nothingman mengajukan pertanyaan seperti bold ?
Dari awal kan saya sudah bilang :
Law yang menyertakan hukuman badani/duniawi ---> ini adalah man made Law.
Q : Apakah orang yang membuat Law beserta hukuman bakar-hiduphidupnya tsb bisa dibilang kejam ?
A : tergantung era/jaman, sikon, sosbud, lokasi, dlsb.
Q : maksudnya ?
A : pencernaan pada [degree] dari kata "kejam" possible berbeda, terkait era/jaman, sikon, sosbud, lokasi, dlsb ---> so... di masa dulu, [bakar hidup2] di pov orang2nya mungkin saja = layak ... di masa lain [bakar hidup2] di pov orang2nya mungkin saja = kejam.
dan misal ada perintah "dilarang makan babi", apakah dgn begitu anda jg anggap bhw daging babi itu kotor,
bold adalah man made Law. Idem di jaman sekarang ibaratnya "jangan nonton blue-film" ... atopun "jangan merokok" :D. Dengan demikian...
shg jika memakan dagingnya adlh suatu perbuatan yg keji dimata Tuhan..?
dengan demikian pertanyaan diatas tidak bisa diajukan donk ... :whistle: :)
IMO, apa yang keji dimata Tuhan tidak berubah.
Kalo dulu keji, ya sekarang - ampe kapanpun keji dimata Tuhan.
So, kalo DULU ada orang bilang [makan babi] adalah perbuatan keji dimata Tuhan... maka sampai kapanpun, orang2 yang sedang makan babi adalah orang2 yg sedang berbuat keji dimata Tuhan :D.
bersambung
-
sy blum jelas ttg maksud anda yg bold itu bro..?
IMO, "Tulisan2 Law" ini ditulis dlm sebuah KITAB yg sampe sekarang diyakini orang2(termasuk sy) terjaga kebenarannya krn Tuhan sendiri yg menjaganya.. krn dlm Kitab yg diyakini kebenarannya, maka bila ada yg merah kemudian muncul yg biru akan masuk diakal sy..
begini nothingman .... saya ngliat secara "tahap"... ilustrasi :
Taroh kata film blue-movie untuk pertama kalinya di produksi dan beredar.
Lalu ada seseorang bernama Cuplis sebagai orang yang pertama kali bilang sbb ke orang2 : Tuhan bilang ke saya "jangan nonton blue-film, karena ini tidak baik" melalui malaikat yg semalem dateng kerumah saya
Nah, dari sekelompok orang2 yang mendengar disitu cuma ada dua posibilitas : ada yg percaya - ada yang gak percaya.
Kalo diteliti lebih jauh, kemungkinannya sbb :
A1. [jangan nonton blue-film, karena ini tidak baik] = benar di pov pendengar. So... disini pendengar percaya.
A2. [Tuhan bilang ke saya melalui malaikat yg semalem dtg kerumah saya ]= benar di pov pendengar yg di point-1. So... di point ini si pendengar juga percaya point-2.
dilain sisi, ada kemungkinan sbb :
B1. [jangan nonton blue-film, karena ini tidak baik] = benar di pov pendengar. So... disini pendengar percaya.
B2. [Tuhan bilang ke saya melalui malaikat yg semalem dtg kerumah saya] = tidak benar di pov pendengar yg di point-1. So... di point ini si pendengar menerima [jangan nonton blue-film, karena ini tidak baik] = kebenaran ... dilain sisi, [Tuhan bilang ke saya melalui malaikat yg semalem dtg kerumah saya] tidak diterima / diragukan / tidak diyakini oleh si pendengar = kebenaran.
Nah, kita aplikasikan ke diri kita sebagai pembaca Alkitab ... misal di Keluaran 32:27
Musa bilang : "Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
bagi orang yg seperti type-A, Tuhan literally bilang ke Musa = benar ---> dipercayai/diyakini ... tidak diragukan.
Musa bilang : [Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya] = benar
bagi orang yg seperti type-B, Tuhan literally bilang ke Musa = tidak benar ---> tidak dipercayai/diyakini ... diragukan.
Musa bilang : [Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya] = benar ---> dipercayai.
Bagi orang yg seperti type-A memerlukan "rumusan" lagi utk menjawab pertanyaan yg diajukan pihak lain yg berupa : "mengapa Tuhan ampe tega menyuruh sesama Israel utk membunuh anak/sodara/teman/tetangga-nya ?"
Pertanyaan tsb tidak bisa diajukan ke orang yg type-B, karena orang type-B tidak sedang didalam keyakinan percaya bhw Tuhan literally bilang ke Musa = benar. Karena ini adalah Alkitab, maka possible orang type-B cenderung mengertikannya secara simbolis/metafora ataupun mengertikan secara lebih jauh mengacu ke Musa-nya ... BUKAN ke Tuhan-nya.
TERKECUALI jika "tulisan2 law" ini tidak tertulis dlm Kitab yg tidak diakui kebenarannya sbg sebuah karya dan terjaga kebenarannya oleh dan dr Tuhan sendiri, maka walaupun ada merah yg biru jd tidak wajar..
"problem"nya, nggak semua orang sama dalam mengertikan tiap kata/kalimat di Alkitab, nothingman. Pada kalimat yang sama, possible seseorang mengertikan secara berbeda dgn orang lain.... ada yg mengertikan secara simbolis/metafora/gayabahasa penyampaian ... ada yg mengertikan secara blekplek literal begitu adanya. Gak usah jauh2, 6 hari penciptaan - sebagai contohnya :D.
sama spt analogi anda sblmnya, walaupun dlm Kitab UU negara Israel ada yg mengutip perintah yg ada di HT, maka jelas kita bisa bilang klo peraturan dlm Kitab UU Israel bukan God's Law tp cuma sekedar man made law..
bold, pada asumsi Ayub hidup sblm jaman Musa ... Ayub mengutip dari mana, nothingman ? Kan di pov nothingman SEBELUM Moses Law tertulis eksis, tidak ada Law lain ?
krn kita bisa yakin klo Kitab UU tsb tidak dijaga kebenarannya ol Tuhan sendiri..
nah itu... seperti yg saya tulis diatas mengenai "tahap".
orang type-A YAKIN bhw semua yang tertulis di Alkitab = Firman Allah...
yakni blekplek Allah berkata bla3x, lalu ditulis manusia bla3x.
Dengan begitu otomatis krono logiknya berikutnya yang ada, adalah : semua isi tulisan di Alkitab ya literally blekplek = benar / kebenaran yg begitu adanya spt yg tertulis. contoh misal, 6 hari penciptaan ya literally blekplek = 6x24 jam :D.
dilain sisi,
orang type-B berpendapat Alkitab MENGANDUNG Firman Allah.
Dengan begitu otomatis krono logiknya berikutnya yang ada, adalah : tidak semua isi tulisan di Alkitab = literally blekplek benar / kebenaran yang begitu adanya spt yg tertulis. Ada yang simbolis/metafora/gaya bahasa penyampaian. contoh misal, 6 hari penciptaan tidak literally blekplek = 6x24 jam :D.
analogi sy ttg "dirubah" atau "dibatalkan" itu spt begini bro:
Didalam 600P kan mengandung 10P, dan didalam 10P mengandung 2P.. jika sudah kerjakan 2P maka, yg 10P dan 600P tidak perlu dikerjakan lg, krn yg mjd inti/esensi dr 10P dan 600P adlh yg 2P..
Ya... saya juga begitu pendapatnya nothingman... dari awal kan saya sudah tulis : Moses Law mengandung God's Law.
odading : tapi ini tidak sertamerta artinya Moses Law = God's Law ... God's Law = Moses Law
nothingman : ini otomatis artinya Moses Law = God's Law .... God's Law = Moses Law.
alesan odading : tidak bisa dilogik-kan yg God's Law mengandung Moses Law.
alesan nothingman : adalah logik yg God's Law mengandung Moses Law.
odading :
yang Moses Law (man made Law) possible berubah/bervariasi/berbeda tergantung era jaman sikon sosbud lokasi, dlsb s/d akhir jaman.
masuk kedalam topik : Moses Law tidak literally batal melainkan berubah.
nothingman :
yang Moses Law (God's Law) impossible berubah/bervariasi/berbeda s/d akhir jaman.
masuk kedalam topik : Moses Law impossible batal, kecuali Tuhan sendiri yang ngebatalin.
:)
salam.
-
sambungan............inti/esensi dr 600P dlm Hukum Musa itu memang bukan tentang model/jenis hukuman ato adanya hukuman yg bersifat duniawi itu bro..
emang anda pikir ketika memberikan 600P, Tuhan itu ingin melihat manusia saling menghakimi dan saling membalas dendam..?? Tidak kan.. makanya pd postingan sblmnya sy bilang kita harus tau dulu apa maksud Tuhan dgn memberikan HT kpd Musa, apa gunanya, apa manfaatnya, dsb..
kenapa dlm HT Musa itu dipenuhi dgn segala perintah dan hukuman yg bersifat duniawi..?
Apa maksud dr adanya perintah "gigi ganti gigi, mata bayar mata"..??
begimana saya harus menjawab apa maksud Tuhan atas perintah "gigi ganti gigi, mata bayar mata" --- sementara saya sendiri sedang didalam pendapat "gigi ganti gigi, mata bayar mata" itu BUKAN literally blekplek audible corporeal omongan Tuhan ?
Yang dipendapat saya adalah :
"gigi ganti gigi, mata bayar mata" adalah omongan manusia :D.
Dan sebelum ADA tertulisnya di kronologi ayat tsb ... sudah ada Law "gigi ganti gigi, mata bayar mata" walopun tidak secara blekplek bunyinya "gigi ganti gigi, mata bayar mata" :).
Tidak bro ini bukan ttg adanya periode jaman/era,.. anda anggep itu buatan manusia karna anda tidak yakin/mempercayai dgn apa yg tertulis dlm Alkitab tsb sbg sebuah kebenaran..
sudah saya tulis di post atas mengenai hal ini, nothingman.
Saya ulangi tulisan sy di post sebelonnya yah....
secara contoh misal : 6 hari penciptaan.
Karna anda tidak yakin akan kebenaran yg ditulis di Alkitab, dan krn mengganggap krn 600P ditulis sendiri ol Musa, dan ditaroh diluar Tabut, maka menuntun anda ke pendapat bhw 600P itu adlh man made law..
tulisan di quote atas itu adalah dari salah nangkepnya tulisan2 saya sebelumnya ... hehehe...
saya tekankan dari yang di bold pada quote atas :
saya tidak berpendapat Moses Law itu ditulis sendiri oleh Musa.
Ini quote saya pada post sebelonnya :
Namun tidak sertamerta artinya Hukum tsb dibuat oleh Musa SENDIRIAN.
Selama didalamnya mengandung God's Law (10P), maka tidak bisa dikatakan Moses Law itu murni dibuat Musa sendirian, hasil idea Musa sendirian.
Begimana ceritanya dari quote saya tsb, nothingman berpendapat sbb yah ? krn mengganggap krn 600P ditulis sendiri ol Musa
Saya ulang yaaaa....
Moses Law (man made Law) tidak bisa dikatakan bhw itu Musa total sendirian yang membuatnya. Didalamnya ADA mengandung God's Law. So, itu bukan semuanya murni idea dari Musa.
"jangan nonton bf karena tidak baik" = man made Law ---> tidak bisa dikatakan bhw itu Cuplis total sendirian yg membuatnya. Didalamnya ADA mengandung God's Law. So itu bukan murni idea dari Cuplis.
IMO, ini jg sebenarnya keliru jika mengganggap bhw Nubuat dlm ayat Yehezkiel itu adlh tentang gambaran Bait Allah dimasa nanti ato dimasa setelah Yesus bangkit bro.. Nubuat tsb adlh ttg gambaran ttg pembangunan kembali Bait Allah setelah bangsa Israel mengalami masa pembuangan di Babel selama 40thn..
nothingman bisa tolong kasih bukti akurat bhw Holy Temple tsb = blekplek percis bangunan seperti yang di detail-kan di Yehezkiel ?
Sepanjang yg saya ketahui, nubuat Yehezkiel itu mengacu ke suatu bangunan yang belon eksis s/d jaman sekarang ?
Dilain sisi, KALAU tulisan Yehezkiel itu adalah secara metafora/simbolis/gaya bahasa penyampaian ... maka, bangunan tsb BUKAN mengenai literal bangunan seperti yg nothingman bilang "pembangunan Bait Allah".
Namun barusan saya ngubek internet, nubuat Yehezkiel itu (ditulis oleh banyak artikel) "senada" dengan yang di kitab Wahyu 11. Dimana kitab Wahyu itu sendiri kan katanya mengenai nubuat YAD ... entah 5 menit kemudian, entah 1000 taon kemudian... pokok yang pasti setelah Yohanes menerima wahyu tsb ?
jd jelas IMO, kalimat merah yg dimaksud pd Yehezkiel tsb emang sudah tidak eksist lagi.. :D
Tidak jelas, nothingman. Silahkan nothingman search di gugel, banyak yang bilang itu ngerujuk ke Third Temple.
lho bukankah anda bisa mengatakan Moses Law = man made law itu karna anda literally blekplek mengartikan hukuman2 yg bersifat duniawi dlm 600P, tanpa melihat inti/esensi dr perintah tsb..?
begimana ceritanya nothingman berpendapat saya tidak melihat inti/esensi dr perintah tsb, sementara saya bilang bhw Moses Law mengandung God's Law, nothingman ?
dan literally blekplek mengartikan "10P ditaroh di tabut, dan 600P ditaroh disampingnya"..?? :think: :D
waduh... kacau.... saya justru TIDAK literally blekplek mengartikan [10P ditaroh di tabut, dan Buku Moses Law disampingnya], nothingman :D.
Itu saya mengertikan dalam makna secara simbolis, bahwa :
yg diluar tabut = man made Law ... possible berubah
yg didalem tabut = God's Law ... impossible berubah
yg didalem tabut : tidak menyertakan hukuman badani/jasmani
yg diluar tabut : menyertakan hukuman badani/jasmani
waktu saya tanya-in KENAPA ?
ada member yang jawab : supaya gak dicuri, makanya ditaruh didalem tabut.
Padahal jelas2 tabut-nya itu sendiri tidak ketahuan juntrungannya sekarang ada dimana.
Saya mengertikannya secara simbolis :
yg didalam tabut : impossible di "curi" dengan tanda petik.
yang impossible di"curi", impossible dirubah.
yg diluar tabut : possible di "curi" dengan tanda petik.
yang possible di"curi", possible berubah.
10P impossible berubah.
Kalo mau dinyatakan bhw 10P itu possible berubah, maka nothingman seyogyanya menyertakan contoh misal seperti apa berubahnya tsb dari posibilitas yang ada :D.
dilain sisi, dari pihak saya...
A. saya sudah menunjukan bbrp contoh bhw Moses Law itu sendiri sudah berubah.
Yang tadinya harus sunat-menyunat jasmani sekarang dinyatakan tidak harus lagi.
B. Dan saya tidak bisa menunjukan bhw 10P itu berubah atopun possible berubah.
YAAA.... saya ngerti, pada point-A dari pihak nothingman pendapatnya adalah : itu karena Tuhan sendiri sebagai pembuat Law yang ngerubah. ... nah kalo gitu saya tanyakan : "jangan merokok" itu God's Law ataukah man made Law ?
jawabannya dari pov nothingman tentunya adalah : God's Law.
Saya tanya : KAPAN itu Tuhan secara corporeal/audible literally blekplek bilang ke seseorang "jangan merokok" - dimana selanjutnya orang ini menyebarkan perkataan Tuhan ?
Sekarang "jangan merokok" itu kita terapkan pada kondisi suku pedalaman yg percaya roh dan suka melakukan aksi ngelinting klobot jagung dibakar dihisap. Ada orang tetua bilang disana : "semalem saya kedatengan roh berbentuk burung, dia bilang ke saya bhw menghisap asep klobot jagung dibakar gak baik" ... posibilitas apakah yang ada dari pov para pendengar ?
Pada asumsi ADA orang yang percaya dari para pendengar tsb, maka posibilitasnya adalah : probabilitas orang yang type-A cenderung lebih banyak drpd orang yg type-B :nod:
sedangkan saya :
"jangan merokok" itu man made Law yang mengandung God's Law :D.
:)
salam.
-
ehm... kayaknya nothingman yang keliru deh dalam "nangkep" tulisan2 saya sebelumnya.
Yang man made Law mengandung God's Law.
Yang God's Law impossible mengandung man made Law.
ini jg nih penyebab bingungnya sy bro (pd hal dipostingan awal sy sempet setuju jg krn blum ngerti).. :P
IMO, jika dlm man law mengandung God's Law, maka dlm God's Law jg possible terdapat man Law..
jika man Law ini adlh himpunan (A)={1, 2, 3, 4, 5}, God's Law adlh himpunan (B)={4, 5} maka A ∩ B = B ∩ A = {4, 5}, dan A{1, 2, 3, 4, 5} == (A U B){1, 2, 3, 4, 5} tapi B{4, 5} =/= (A U B){1, 2, 3, 4, 5}
Saya ulang ilustrasi saya :
Law of gula = manis
Law of kue = manis
Yang Law of kue mengandung Law of gula
Namun tidak sertamerta artinya : Law of gula = Law of kue.
Juga : impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue.
ini jg sy sungguh bingung dgn logika anda yg Bold itu bro.. :think1:
sy coba jabarkan ke dlm teori logika aritmetik dan himpunan ya (jd belajar matematik lg nih):
jika ada semesta(S) himpunan {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 9}, dan "gula"= himpunan A, "manis" = himpunan B, "kue" = himpunan C, dan anggota A("gula")={1, 2, 3, 4} maka :
Law gula = manis --> maka anggota himpunan B("manis") = {1, 2, 3, 4}, karna B = A
Law kue = manis --> maka anggota himpunan C("kue") = {1, 2, 3, 4}, karna C = B
Yang Law of kue mengandung Law of gula --> pernyataan anda ini bernilai TRUE sebab C("kue") = B("manis") dan B("manis") = A("gula") = {1, 2, 3, 4}
Namun tidak sertamerta artinya : Law of gula = Law of kue. --> Naaah ini nih janggalnya bro...
bgmn mungkin anda bisa bilang yg bold merah tsb, pd hal jelas diatas menyatakan "kue"(C) = "manis"(B), dan "gula"(A) = "manis"(B) :think1: harusnya kata "TIDAK" itu anda hilangkan krn A = B dan C = B, maka dari itu A(gula) = C(kue)..
begitu pula dgn pernyataan anda yg ini:
Juga : impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue.
bagaimana mungkin didalam himpunan A(gula) tidak mengandung himpunan C(kue) jika isi dr A(gula) dan C(kue) tsb adlh sama2 mengandung himpunan B(manis)..
:o :drool:
Apakah sudah terbayangkan ttg "kejanggalan" yg ada dibenak sy thd pernyataan anda diatas..??
10P = 2P , 2P = 10P ---> ini God's Law.
TAPI,
Moses Law BUKAN = 10P = 2P
melainkan
Moses Law mengandung 10P / 2P.
hehehe.. ini jg janggal bro di 'otak' sy.. jika 10P = 2P = himpunan A{1, 2, 3, 4, 5}
bagaimana mungkin anda bisa Moses Law IS NOT A{1, 2, 3, 4, 5}, TAPI, KEMUDIAN, LALU, anda bilang Moses Law MENGANDUNG entah "irisan"(∩), atopun "gabungan"(U) dr A{1, 2, 3, 4, 5}....
:drool:
Dari awal kan saya sudah bilang :
Law yang menyertakan hukuman badani/duniawi ---> ini adalah man made Law[/b].
Yaaa, disinilah letak perbedaan kita bro.. klo IMO, Law yg menyertakan hukuman badan dlm 600P, tsb adalah God's Law, bukan man made law.. tapii, dlm 600P itu fokusnya adlh bukan soal hukuman badan.. sehingga sy pun tidak setuju klo ada yg mengatakan bhw Tuhan sangat kejam krn memberikan hukuman badan tsb..
Ok, sy rasa cukup sampe disini dulu ya bro, sy nyicil nih diskusinya sambil nunggu ada kesempatan lg..
Syalom, :peace:
-
Ooh ada sedikit tambahan dr sy bro...
nothingman bisa tolong kasih bukti akurat bhw Holy Temple tsb = blekplek percis bangunan seperti yang di detail-kan di Yehezkiel ?
terlepas apakah bangunan Holy Temple yg dibangun kembali setelah pembuangan Yehuda ke Babel tsb blekplek percis spt yg ada pd detail gambaran pengelihatannya Yehezkiel.. IMO, nubuatan tsb, memang mengacu pd peristiwa yg terjadi pd masa itu (masa setelah pembuangan), bukan ttg gambaran Bait Allah dimasa YAD(yg akan datang) bro..
Sepanjang yg saya ketahui, nubuat Yehezkiel itu mengacu ke suatu bangunan yang belon eksis s/d jaman sekarang ?
Dilain sisi, KALAU tulisan Yehezkiel itu adalah secara metafora/simbolis/gaya bahasa penyampaian ... maka, bangunan tsb BUKAN mengenai literal bangunan seperti yg nothingman bilang "pembangunan Bait Allah".
ini kan krn anda terlalu 'liar' dlm menafsirkan gaya bahasa yg bersifat metafora tsb bro... krn bangunan Bait Allah yg dibangun setelah pembuangan dr Babel TIDAK sama percis blekplek dgn yg digambarkan Yehezkiel, lalu menyimpulkan bhw bangunan Bait Allah tsb belon eksis s/d sekarang, dan kemungkinan baru dibangun nanti setelah kiamat.. begitu kan..?
Namun barusan saya ngubek internet, nubuat Yehezkiel itu (ditulis oleh banyak artikel) "senada" dengan yang di kitab Wahyu 11.
eeh iya sebelon kita jd makin salah tangkep, sy mo tanya dulu donk bro..
Ayat yg anda kutip dulu itu ada di ayat mana sih dlm kitab Yehezkiel..? sebab anda waktu itu cuma bilang klo itu dr kitab Yehezkiel (versi Inggris), tanpa menuliskan ada di Bab, dan ayat mana tuh... mungkin krn sy pakenya Alkitab TB Indo, ada kemungkinan ayat yg kita ributin itu ternyata beda.. hehehehe :drool:
ini nih sy copas lg postingan anda :
Then said he to me, The north chambers and the south chambers, which are before the separate place, they be holy chambers, where the priests that approach to the LORD shall eat the most holy things: there shall they lay the most holy things, and the meat offering, and the sin offering, and the trespass offering; for the place is holy.
klo mnrut sy, yg tidak punya dan nda pernah baca Alkitab English version, dan karna kemampuan Bhs Inggris sy yg sangat pas-pasan dan minimalis, ayat tsb merujuk pd Kitab Yehezkiel 42:13 :
Lalu ia berkata kepadaku: "Bilik-bilik yang di utara dan bilik-bilik yang di selatan yang menghadap ke lapangan tertutup, itulah bilik-bilik kudus, di mana imam-imam, yang mendekat kepada Tuhan, memakan persembahan-persembahan maha kudus. Di sana mereka akan menaruh persembahan-persembahan maha kudus, korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, sebab tempat itu kudus.
apakah kita mengacu pd ayat yg sama..??
klo sama, berarti benar spt kata sy sebelumnya bhw penglihatan Yehezkiel tsb, memang mengacu pd pembangunan kembali Bait Allah setelah masa pembuangan 40thn di Babel.. bukan pd masa yg nanti2, ato masa setelah akhir jaman..
Dimana kitab Wahyu itu sendiri kan katanya mengenai nubuat YAD ... entah 5 menit kemudian, entah 1000 taon kemudian... pokok yang pasti setelah Yohanes menerima wahyu tsb ?
weleeeh... anda salah klo mengira penglihatan Yohanes yg ada dlm Kitab Wahyu itu pasti dan selalu mengenai peristiwa yg belum terjadi ato terjadinya pd masa setelah Yohanes menerima wahyu tsb.. siapa yg ngajarin bro sampe anda bisa menyimpulkan demikian..??
IMO, nubuat dlm kitab Wahyu Yohanes tsb, bisa terjadi dimasa lalu (flashback) atopun terjadi dimasa YAD.. entah mengenai peristiwa yg sudah terjadi, maupun peristiwa yg belon terjadi stelah Yohanes menerima wahyu tsb..
makanya sy pernah bilang, klo Kitab Wahyu itu "terlalu berat" utk bisa sy pahami, ya karna masalah tsb bro...
Oooh pantesan dlm diskusi kita sblmnya ttg adanya 'ular' pd kisah Adam itu, dan ketika sy kutip ayat dr Wahyu 12:12 ttg jatuhnya iblis dr sorga, anda jg mengira kejadian tsb terjadi di masa YAD..
klo kejatuhan iblis dr sorga itu terjadi nanti dimasa YAD, berarti sampe sekarang ato setidaknya sampe masa Yohanes, iblis masih tinggal di sorga dan kongkow2 bareng para malaikat dan Tuhan ya bro..?
hehehehehe :D
Tidak jelas, nothingman. Silahkan nothingman search di gugel, banyak yang bilang itu ngerujuk ke Third Temple.
sy tidak perlu gugel2 utk nyari tau bhw nubuatan Yehezkiel itu memang merujuk pd peristiwa pembangunan kembali Bait Allah setelah masa pembuangan bro.. cukup lihat dr perikopnya aj di Alkitab..
tp ya sudahlah kita nda perlu berdebat ttg penafsiran ayat tsb, toh buktinya sama spt diskusi kita sebelumnya ttg masalah "ular" pd kisah Adam (Kej 3:1).. anda tetep yakin disana tidak ada pihak ke 3, walaupun di kitab Wahyu 12:12 dijelaskan, kenapa tiba2 si 'uler' bisa nongol di kisah Adam tsb.. dan yg jd faktor internal(own desire) adlh krn "debu tanah" yg dibentuk mjd tubuh(daging) manusia (Kej 2:7), spt penjelasan rasul Paulus di 1 Kor 15:45..
sy sebetulnya sama dgn anda, sama2 menafsirkan ayat dgn cara simbolik, tp sy tetap pake pegangan, ya salah satu pegangannya itu dgn melihat di perikopnya, bukan maen asal khayalan doank bro.. :)
Syalom, :peace:
-
ini jg nih penyebab bingungnya sy bro (pd hal dipostingan awal sy sempet setuju jg krn blum ngerti).. :P
IMO, jika dlm man law mengandung God's Law, maka dlm God's Law jg possible terdapat man Law..
jika man Law ini adlh himpunan (A)={1, 2, 3, 4, 5}, God's Law adlh himpunan (B)={4, 5} maka A ∩ B = B ∩ A = {4, 5}, dan A{1, 2, 3, 4, 5} == (A U B){1, 2, 3, 4, 5} tapi B{4, 5} =/= (A U B){1, 2, 3, 4, 5}
ini jg sy sungguh bingung dgn logika anda yg Bold itu bro.. :think1:
ini karena di man-made Law itu, nothingman menseparasi antara [1,2,3] dengan [4,5], nothingman.
nothingman bikin [1,2,3] sbg azas Law yg berdiri sendiri,
[4,5] sbg azas Law yg berdiri sendiri, dimana [123] ditambah [45] = [12345] = men's Law.
sedangkan saya tidak demikian.
yang dipikiran saya pada men's Law : [1,2,3] ngerujuk berdasarkan azas Law [4,5] BUKAN ditambahin azas Law [45]nya .
God's Law : jangan mencuri ---> ini azasnya.
Men's Law, berdasarkan God's Law bunyinya menjadi :
yang mencuri ayam, hukuman duniawi/badaninya bla3x
yang mencuri bank, hukuman duniawi/badaninya blu3x
God's Law : hormati ortu ---> ini azasnya
Men's Law, berdasarkan God's Law bunyinya menjadi :
yang nglawan bicara kami (sbg ortu) akan dijewer
yang menabok kami (sbg ortu) akan tak kurung di gudang.
Tidakkah keliatan perbedaannya, nothingman ?
bahwa ungu mengandung orange tanpa perlu literally berisi orange ?
sementara orange itu sendiri tidak pernah literally ada ungu ?
sy coba jabarkan ke dlm teori logika aritmetik dan himpunan ya (jd belajar matematik lg nih):
jika ada semesta(S) himpunan {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 9}, dan "gula"= himpunan A, "manis" = himpunan B, "kue" = himpunan C, dan anggota A("gula")={1, 2, 3, 4} maka :
saya nggak mengerti kenapa bold yah ?
Maksud saya pada kata "manis" adalah azas Gula itu sendiri, nothingman.
gula is gula yang ya tentu manis (Law of gula).
Namun ketika manusia bikin kue, kue itu sendiri bisa bervariasi, berubah, berbeda SEKALIPUN didalam pake gula.
Manusia bikin kue martabak, pake gula.
bikin kue bika ambon, pake gula.
tapi ini tidak sertamerta artinya gula = kue martabak ... kue martabak = gula.
tidak sertamerta gula yang Law-nya manis = kue martabak yg Law-nya manis juga.
Keinginan kue martabak ber"Law" manis adalah sah sah saja... namun membuat martabak itu sendiri bisa kemungkinan gosong! :D. ini karena martabak itu sendiri ya bikinan manusia ---> di pov mr.X possible rasanya kemanisan ... di pov mr.Y rasanya pas ... di pov mr.Z rasanya kurang manis.
Pada pov mr.X Y Z, tidak memungkinkan utk bervariasi pendapat Gula itu kemanisan/pas/kurang manis :'o :D
ortu menampar anaknya karena si anak cerewet
di pov mr.X possible tidak setuju, mr.Y terserah, mr.Z emang patut.
Namun X Y Z tidak memungkinkan bervariasi pendapat spt demikian pada "hormati ortu"
mohon maap saya ngelewatin penjelasan2 secara matematis-nya nothingman.
Anyway, penjelasan saya diatas menurut nothingman bener (logical) ato kagak ?
Juga : impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue.
bagaimana mungkin didalam himpunan A(gula) tidak mengandung himpunan C(kue) jika isi dr A(gula) dan C(kue) tsb adlh sama2 mengandung himpunan B(manis)..
:o :drool:
karena diketika sudah jadi kue, di pov orang lain itu bisa bervariasi pemikirannya SEKALIPUN didalam kue itu sendiri terdapat gula atopun rasa manis.
nothingman ngliat "manis"nya di kue tsb.
sedangkan yg saya maksudkan adalah "kue"nya :D.
kue manis itu sendiri bisa kue taart, bika ambon, dlsb.
Sementara kue taart itu sendiri memungkinkan bervariasi pendapat di pov orang, demikian pula di kue bika ambon itu sendiri memungkinkan bervariasi pendapat di pov orang.
pada contoh orange ungu diatas,
pada ungu itu memungkinkan orang bervariasi pendapat.
pada ungu, mohon jangan diliat cuma di akibatnya, namun secara keseluruhan bunyi Law itu sendiri, nothingman.
hal yang sama pada ilustrasi kue/gula ... mohon jangan diliat "manis"nya ... melainkan keseluruh Law (kue) itu sendiri.
Apakah sudah terbayangkan ttg "kejanggalan" yg ada dibenak sy thd pernyataan anda diatas..??
ya... mungkin janggal kalo dimasukin rumusan matematik nothingman. Saya terus terang gak mampu utk mencernanya... hehehe :D.
Anyway, apakah nothingman nangkep penjelasan saya diatas ?
kalo nangkep, logical ato kagak penjelasan saya tsb ?
possible ato kagak adanya variasi pendapat di pov orang pada ungu ?
possible ato kagak adanya variasi pendapat di pov orang pada martabak ?
kalo saya yang jawab : ya possible... tuh contohnya sudah saya kasih diatas :nod:
saya tidak mengerti begimana nothingman kalo ampe berpendapat impossible, sementara contohnya sudah saya tuliskan :D.
:)
salam.
-
ini karena di man-made Law itu, nothingman menseparasi antara [1,2,3] dengan [4,5], nothingman.
nothingman bikin [1,2,3] sbg azas Law yg berdiri sendiri,
[4,5] sbg azas Law yg berdiri sendiri, dimana [123] ditambah [45] = [12345] = men's Law.
sedangkan saya tidak demikian.
tidak bro sy sama sekali tidak bermaksud utk menseparasi/memisahkan an. men's law dgn God's law.. tp sy ingin nyatakan dlm man's law terdapat bagian dr God's law, begitu pula sebaliknya..
misal men's law(A) = {1, 2, 3, 4, 5} dan God's law(B) = {4, 5, 6, 7, 8}, maka didalam A ada dlm sebagian B, begitu jg sebaliknya ada sebagian B di dlm A yaitu {4, 5}..
sehingga TIDAK MUNGKIN BISA sy mengatakan bahwa didalam B(God's Law) TIDAK ADA A(man's law).. klo pendapat anda kan malah mengatakan sebaliknya, ini loh buktinya :
yang man made Law mengandung God's Law
tapi impossible yg God's Law mengandung man made Law.
apakah kejanggalan sy terhadap postingan anda diatas sudah dpt dimengerti..?
yang dipikiran saya pada men's Law : [1,2,3] ngerujuk berdasarkan azas Law [4,5] BUKAN ditambahin azas Law [45]nya .
Ok, supaya lebih jelas mengenai apa "azaz law" dr 600P Musa, 10P, dan 2P, sy coba narasikan melalui notasi matematik lg supaya "logika" kita ada standardnya..
jika dlm himpunan semesta S= {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}, dan dlm S tsb "gula" adl 600P(Torah Musa) = A terdiri dr {1, 2, 3, 4, 5, 6}, dan "kue" adlh 10P = B terdiri dr {4, 5, 6, 7} dan "manis" adlh 2P = C terdiri dr {6, 7, 8, 9} maka :
anda bilang : "gula"(A) = "manis"(C) --> nilainya TRUE sebab ada {6} yg ada pd A, jg ada di C.
anda bilang : "kue"(B) = "manis"(C) --> nilainya TRUE sebab ada {6, 7} yg ada pd A, jg ada di C.
anda bilang : Namun tidak sertamerta artinya : Law of gula = Law of kue.
jika "tidak serta merta" ini artinya adlh "tidak seluruh" bagian yg ada pd gula(A) ADA/EKSIST pd bagian yg kue(B) --> maka nilainya TRUE sebab A{1, 2, 3} TIDAK ADA di B.
TAPIII klo anda bilang : impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue --> ini jadi JANGGAL bro.. sebab sebelumnya anda bilang yg merah dan yg biru.. sebab dlm A ada yg C, dan dalam B jg ada yg C, jd manis(C)={6} adlh esensi/irisan yg menghubungkan antara A dan B..
tapi jika anda bilang : gula(A) = kue(B) = manis(C) --> maka nilainya TRUE, sebab ada {6} pd ketiganya.
Okay, apakah contoh logic notasi matematik dr sy bisa anda mengerti bro..??
mohon maap saya ngelewatin penjelasan2 secara matematis-nya nothingman.
Anyway, penjelasan saya diatas menurut nothingman bener (logical) ato kagak ?
menurut sy pendapat anda yg mengatakan :
impossible didalam Law of gula mengandung Law of kue
dan jg :
10P = 2P , 2P = 10P ---> ini God's Law.
TAPI,
Moses Law BUKAN = 10P = 2P
melainkan
Moses Law mengandung 10P / 2P.
dan jg :
yang man made Law mengandung God's Law
tapi impossible yg God's Law mengandung man made Law.
krn pendapat anda sangat janggal dan tidak dapat di terima dgn logika yg ada dikepala sy, maka penjelasan anda mengenai hal tsb jg mjd sangat aneeh bro..
ya... mungkin janggal kalo dimasukin rumusan matematik nothingman. Saya terus terang gak mampu utk mencernanya... hehehe :D.
Naah itu dia bro yg jd masalah, utk mengetahui logic seseorang bener atau tidak, kita butuh yg namanya "Standard" yg jd batasannya.. dlm hal ini sy mencoba pake rumusan matematik, krn matematik ini ilmu pasti, dan matematik merupakan dasar dr seluruh ilmu pengetahuan(science) yg ada.. sy bukannya ingin membawa persoalan (keyakinan)agama, kpd soal science bro.. yg sy ingin bawa adlh soal logika(cara pikir) yg kita gunakan dlm memahami ajaran agama..
Anyway, apakah nothingman nangkep penjelasan saya diatas ?
kalo nangkep, logical ato kagak penjelasan saya tsb ?
possible ato kagak adanya variasi pendapat di pov orang pada ungu ?
possible ato kagak adanya variasi pendapat di pov orang pada martabak ?
kalo saya yang jawab : ya possible... tuh contohnya sudah saya kasih diatas :nod:
saya tidak mengerti begimana nothingman kalo ampe berpendapat impossible, sementara contohnya sudah saya tuliskan :D.
sy nangkep penjelasan anda bro, tapi sy pun jg tidak berpendapat yg bold.. klo anda ingin mengkaitkan masalah man's law vs God's Law ini ke soal adanya "variasi" dr sudut pandang sso, sy pun setuju dgn anda, dan IMO, penjelasan anda itu benar dan masuk diakal..
Ooh iya, sy jg belum sempet menjelaskan pendapat sy mengenai kaitan/hubungan antara 600P, 10P, dan 2P secara logika matematik, sehingga seolah diantara kita terjadi perbedaan pendapat.. oleh karna itu sy mohon kesabarannya ya bro, sy nunggu waktu luang dulu..
Syalom, :peace:
-
klo mnrut sy, yg tidak punya dan nda pernah baca Alkitab English version, dan karna kemampuan Bhs Inggris sy yg sangat pas-pasan dan minimalis, ayat tsb merujuk pd Kitab Yehezkiel 42:13
iya betul, nothingman. Itu dari Yehezkiel 42.
klo sama, berarti benar spt kata sy sebelumnya bhw penglihatan Yehezkiel tsb, memang mengacu pd pembangunan kembali Bait Allah setelah masa pembuangan 40thn di Babel.. bukan pd masa yg nanti2, ato masa setelah akhir jaman..
seperti di post yang sebelumnya nothingman tulis "sudah jelas" ... saya bilang justru "nggak jelas" ... demikian juga bold diatas ... "belon tentu" ... karenaaaaa..... kalo emang sudah jelas, pasti dan benar - maka tidak akan bererot itu artikel2 mengenai nubuat Yehezkiel yg ngerujuk ke Bait Suci di masa yad, dimana sekarang belon eksis :D.
Nah, kalopun semisal dipendapati bhw nubuat Yehezkiel itu adalah mengenai BaitSuci dimasa setelah pembuangan ... maka ayat Yehezkiel mengenai BaitSuci itu begitu detail ttg bangunannya, ampe makan banyak pasal. Dengan demikian, pembuktiannya adalah melalui BaitSuci yg pernah eksis itu ukurannya = detail dari ayat Yehezkiel ---> ini dulu krono logiknya.
Setelah sudah didapati detail bangunan BaitSuci itu memang = detail yg di ayat Yehezkiel, barulah bisa dikatakan : sudah jelas, pasti dan benar ayat Yehezkiel lagi ngomongin BaitSuci setelah pembuangan ... wong ukurannya jelas2 blekplek sama seperti yg Yehezkiel. Baru ini tidak bisa dipungkiri :D.
IMO, nubuat dlm kitab Wahyu Yohanes tsb, bisa terjadi dimasa lalu (flashback) atopun terjadi dimasa YAD..
yang mana yang flashback ? yang mana yang telah terjadi ? yang mana yg akan terjadi, nothingman ?
So, Wahyu 11:1-2 itu flashback menurut keKristenan ya ?
Oooh pantesan dlm diskusi kita sblmnya ttg adanya 'ular' pd kisah Adam itu, dan ketika sy kutip ayat dr Wahyu 12:12 ttg jatuhnya iblis dr sorga, anda jg mengira kejadian tsb terjadi di masa YAD..
sekalipun saya ngikutin nothingman bhw kitab Wahyu ada flashback, telah terjadi dan akan terjadi .... (imo) Wahyu 12:12 itu nggak pas di aplikasikan bhw itu event-nya di masa sebelum AdamHawa makan buah, nothingman.
(9) Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. (10) Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
krono-nya kan sbb di pov yang melempar :
1. being exist
2a. being ini menyesatkan seluruh dunia
2b. being ini mendakwa sodara2 kita siang dan malam.
3. being dilempar
Nah, nothingman bilang ketiga krono tsb terjadi sebelum AdamHawa makan buah.
Pertanyaannya :
- dunia apa yang disesatkan oleh being tsb ?
- siapa2 aja isi dari seluruh dunia tsb ?
- Siapa "saudara saudara kita" yang disesatkan oleh si pendakwa ?
(11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Pertanyaannya : Siapa "mereka" yg berkata dan bersaksi di ayat atas ?
(12) Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
Iblis dilempar ke bumi sebelum AdamMakan buah.
Pertanyaannya : diketika kapankah bumi itu celaka ?
yang pasti diketika setelah bumi diciptakan.
Tapi KAPAN (antara hari kesatu s/d ke enam) bumi itu celaka ? sementara s/d penciptaan AdamHawa, tidak ada ayat di Kejadian 1 ada bilang bumi yang baru diciptakan itu celaka ? malah dibilang "baik" di pov Allah ?
klo kejatuhan iblis dr sorga itu terjadi nanti dimasa YAD, berarti sampe sekarang ato setidaknya sampe masa Yohanes, iblis masih tinggal di sorga dan kongkow2 bareng para malaikat dan Tuhan ya bro..?
Nah itu... coba deh kita cek kisah Ayub. Itu iblis yang masuk ke Kerajaan sorga ? ataukah Allah itu sendiri emang lagi gak di Kerajaan Sorga ?
terus kita masukin pendapat bhw sebelum AdamHawa makan buah iblis udah dilempar ke bumi, dilempar karena sebelum AdamHawa makan buah iblis telah menyesatkan seluruh dunia serta telah mendakwa "sodara2 kita" siang dan malam.
pertanyaannya :
setelah dilempar ke bumi, iblis itu masih diijinin turun naik pp bumi/sorga ? :D
sy tidak perlu gugel2 utk nyari tau bhw nubuatan Yehezkiel itu memang merujuk pd peristiwa pembangunan kembali Bait Allah setelah masa pembuangan bro.. cukup lihat dr perikopnya aj di Alkitab..
nggak masuk disini, nothingman :
Yehezkiel 43:7
And He said to me, “Son of man, this is the place of My throne and the place of the soles of My feet, where I will dwell among the sons of Israel forever. And the house of Israel will not again defile My holy name . . ."
ayat diatas pada asumsi itu BaitSuci setelah pembuangan, maka :
1. dibangunan itulah sampe sekarang His throne, dimana
2. He will dwell among the sons of Israel forever, dimana
3. the son's of Israel ini never again defile His holy name.
Masuk gak ketiga point tsb, baik di jaman bangunan BaitSuci setelah masa pembuangan - maupun s/d jaman sekarang ? Nggak kaaan ? :D.
tapi ini jangan diterusin kali yah nothingman.
Nanti saya bikin threadnya aja sendiri.
Tengkiuuuuu....
:)
salam.
-
tidak bro sy sama sekali tidak bermaksud utk menseparasi/memisahkan an. men's law dgn God's law.. tp sy ingin nyatakan dlm man's law terdapat bagian dr God's law, begitu pula sebaliknya..
misal men's law(A) = {1, 2, 3, 4, 5} dan God's law(B) = {4, 5, 6, 7, 8}, maka didalam A ada dlm sebagian B, begitu jg sebaliknya ada sebagian B di dlm A yaitu {4, 5}..
Yang saya tangkep dari nothingman punya matematik adl sbb :
Men's Law berisi 15 butir : (A)
1. melanggar lampu merah di tilang
2. membunuh secara gak sengaja hukuman penjara 3 hari
3. membunuh dengan sengaja hukuman mati
4. mencuri ayam hukuman push-up
5. mencuri bank hukuman cambuk
6. memukul ortu hukuman tidak makan
7. mencaci ortu hukuman tampar
8. ke gereja hari minggu pagi
9. ke gereja hari minggu sore
10. paskah dirayain tanggal sekian
11. natal dirayain tanggal sekian
12. memukul hukuman bakar
13. jangan mencuri
14. hormati ortu
15. jangan membunuh
God's Law berisi 5 butir : (B)
1. jangan mencuri
2. hormati ortu
3. jangan membunuh
4. jangan iri
5. kuduskanlah hari Sabat
bener gak paparan saya diatas adalah begitu maksud nothingman pada matematik sbb : misal men's law(A) = {1, 2, 3, 4, 5} dan God's law(B) = {4, 5, 6, 7, 8}
Ini dulu yah saya perlu tau dulu :D.
:)
salam.
-
Yang saya tangkep dari nothingman punya matematik adl sbb :
Men's Law berisi 15 butir : (A)
1. melanggar lampu merah di tilang
2. membunuh secara gak sengaja hukuman penjara 3 hari
3. membunuh dengan sengaja hukuman mati
4. mencuri ayam hukuman push-up
5. mencuri bank hukuman cambuk
6. memukul ortu hukuman tidak makan
7. mencaci ortu hukuman tampar
8. ke gereja hari minggu pagi
9. ke gereja hari minggu sore
10. paskah dirayain tanggal sekian
11. natal dirayain tanggal sekian
12. memukul hukuman bakar
13. jangan mencuri
14. hormati ortu
15. jangan membunuh
God's Law berisi 5 butir : (B)
1. jangan mencuri
2. hormati ortu
3. jangan membunuh
4. jangan iri
5. kuduskanlah hari Sabat
bener gak paparan saya diatas adalah begitu maksud nothingman pada matematik sbb :
Ini dulu yah saya perlu tau dulu :D.
huahahahahaha... kok yg anda tangkep dr paparan sy diatas itu, malah tentang ada banyak-dikitnya butir perintah/larangan sih bro.. pd hal bukan spt itu maksud sy, melainkan ttg adanya keterkaitan/hubungan diantara keduanya.. :D
sy buat narasi matematik itu pun krn mau ngikuti logic anda yg seolah memisahkan ada dua hukum yg berbeda yaitu man's law dan God's law.. klo dlm POV sy, kedua hukum tsb adlh satu bagian yaitu sama2 God's law.. jd dlm PoV sy tidak ada tuh yg namanya man's law..
Nah, jikalau sy ingin nuruti logic anda yg "seolah" memisahkan adanya hukum yg berbeda antara 2P, 10P dan 600P, maka logic matematik sy mjd :
2P = A {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, 10P = B {1, 2, 3, 4}, 600P = C {1, 2}
sehingga sy akan mengatakan bhw baik B dan C adlh bagian dr A, walaupun kenyataannya "terlihat" di dlm C ada lebih banyak butir hukum/perintah dr pd yg B dan A.
apakah sampe disini anda bisa mengerti ttg PoV sy bro..?
Syalom, :peace:
-
huahahahahaha... kok yg anda tangkep dr paparan sy diatas itu, malah tentang ada banyak-dikitnya butir perintah/larangan sih bro.. pd hal bukan spt itu maksud sy, melainkan ttg adanya keterkaitan/hubungan diantara keduanya.. :D
wkwkwk.... :D ... abis nothingman nulis angka2 sih...
sy buat narasi matematik itu pun krn mau ngikuti logic anda yg seolah memisahkan ada dua hukum yg berbeda yaitu man's law dan God's law.. klo dlm POV sy, kedua hukum tsb adlh satu bagian yaitu sama2 God's law.. jd dlm PoV sy tidak ada tuh yg namanya man's law..
tapi logic saya nggak seperti yg nothingman matematika-in itu....
Nah, jikalau sy ingin nuruti logic anda yg "seolah" memisahkan adanya hukum yg berbeda antara 2P, 10P dan 600P, maka logic matematik sy mjd :
2P = A {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, 10P = B {1, 2, 3, 4}, 600P = C {1, 2}
Nah itu daaah... saya nggak ngerti begimana itu nothingman maksudnya pada 2P = A {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} ? .
apakah sampe disini anda bisa mengerti ttg PoV sy bro..?
... jangankan ampe ke yang ijo, wong yang coklat-nya aja saya masih gak ngerti.... hehehe... :what:
Sebenernya yang saya maksud itu mungkin kira kira begini :
(http://www.indonesiangems.com/FIK/Law.gif)
Misal ada 3 butir yg dari God's Law ... yang Moses Law (misal) jadi 15 butir ngerujuk ketiga butir tsb (arah panah keatas).
Yang 3 butir itu Tuhan yg kasih, terlepas tertulis atopun gak tertulis, entah gimana, pokok sudah eksis sebelon event gn. Sinai.
Sedangkan yang 15 butir, terlepas apakah salah satunya sudah eksis ato kagak sebelumnya, pokok itu ceritanya tertulis setelah Musa tuliskan. Isi dari Moses Law possible berubah, possible tidak lagi blekplek percis seperti yang pertama kali dituliskan.
yang saya pingin tau, nothingman sependapat gak ama kalimat warna ungu diatas ? :whistle:
:)
salam.
-
wkwkwk.... :D ... abis nothingman nulis angka2 sih...
tapi logic saya nggak seperti yg nothingman matematika-in itu....
Nah itu daaah... saya nggak ngerti begimana itu nothingman maksudnya pada 2P = A {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} ? .
... jangankan ampe ke yang ijo, wong yang coklat-nya aja saya masih gak ngerti.... hehehe... :what:
klo gitu sy mohon maaf ya bro, krn dgn membuat angka2 tsb malah justru bikin anda makin nda ngerti maksud sy.. :doh:
sorry.. :(
Sebenernya yang saya maksud itu mungkin kira kira begini :
Misal ada 3 butir yg dari God's Law ... yang Moses Law (misal) jadi 15 butir ngerujuk ketiga butir tsb (arah panah keatas).
Nah begitu jg maksud sy sebelumnya bro..
klo sy tulis God's Law(A) = man's law(B)--> A{1, 2, 3} = B{1, 2, 3, 4, ..., 15} itu artinya:
diantara butir2/anggota di A memiliki "hubungan" dgn anggota2 yg di B..
dan krn adanya "hubungan" ini maka tiap2 butir anggota A harus memiliki keterkaitan dgn tiap2 butir anggota B, begitu pula sebaliknya, tapi tidak boleh tidak memiliki keterkaitan (dlm arti butir yg di B tidak boleh tidak punya hubungan pd yg di A)..
Nah "hubungan" ini ada tingkatan/derajadnya, dan ada 3 jenis tingkatan dlm hubungan tsb :
1. hubungan One to One
artinya 1 butir di A hanya memiliki hub. ke 1 butir di B
2. hubungan One to Many
artinya 1 butir di A hanya memiliki hub. ke 1 butir di B, tapi 1 butir di B bisa berhub. lebih dr 1 burtir di A
3. hubungan Many to Many
artinya 1 butir di A bisa punya lebih dr 1 hub. ke B, begitu pula 1 butir di B bisa punya lebih dr 1 di A
jd intinya antara butir di A dgn butir di B, harus memiliki keterkaitan hubungan dan tidak bisa berdiri sendiri..
smoga maksud sy ini bisa anda pahami...
Yang 3 butir itu Tuhan yg kasih, terlepas tertulis atopun gak tertulis, entah gimana, pokok sudah eksis sebelon event gn. Sinai.
Sedangkan yang 15 butir, terlepas apakah salah satunya sudah eksis ato kagak sebelumnya, pokok itu ceritanya tertulis setelah Musa tuliskan. Isi dari Moses Law possible berubah, possible tidak lagi blekplek percis seperti yang pertama kali dituliskan.
yang saya pingin tau, nothingman sependapat gak ama kalimat warna ungu diatas ?
tentu sy sependapat dgn dgn kalimat anda tsb bro.. kan dr awal sy jg sudah katakan, jangankan yg Moses law (600P), utk yg God's law(10P), aj menurut sy possible berubah(tidak lagi blekplek percis seperti yang pertama kali dituliskan).
Ok, thanx to bro Oda yg sudah mau 'kerepotan' kasih penjelasan begitu detailnya dgn memberikan gambar.. sy sangat menghargai usaha anda tsb.. :afro: :afro:
Syalom, :peace:
-
klo gitu sy mohon maaf ya bro, krn dgn membuat angka2 tsb malah justru bikin anda makin nda ngerti maksud sy.. :doh:
sorry.. :(
oalaah... disini gak ada yang salah loh nothingman :D.
Kalopun ada yang salah, nah salahnya itu di saya karena saya ga bisa ketemu logik yang nothingman paparkan ...
begitchu... hehehe :blush: :giggle: ... misalnya nih ya...
klo sy tulis God's Law(A) = man's law(B)--> A{1, 2, 3} = B{1, 2, 3, 4, ..., 15} itu artinya:
diantara butir2/anggota di A memiliki "hubungan" dgn anggota2 yg di B..
nah... pada bold itu saya gak bisa ketemu bhw isi dari A memiliki hubungan dgn isi dari B.
Yang saya temui adalah, isi dari B memiliki hubungan dgn isi dari A.
ilustrasi : (mohon jangan secara blekplek di aplikasikan dgn diskusi kita ya)
Doni pamit kepada ibunya untuk keluar ke jalanan mengendarai motor.
Ibu bilang "hati hati dijalan nak".
That's it ... hanya itu yang ibu bilang.
Semua itu menjadi ada "banyak" diketika Doni lagi dijalanan itu sendiri.
1. Ada kucing nyebrang - Doni melanin lajunya
2. Lampu merah - Doni nggak terabas
3. Ada truk mau mendahului - Doni mengalah
4. Ada yang manas2in motor nyalib - Doni gak ladenin.
5. Mao belok - Doni liat spion.
Dari kelima point diatas, semuanya doni doni doni.
Dan ini terkait erat dengan sikon diketika Doni di jalanan itu sendiri.
Kelima point diatas ngerujuk ke satu omongan ibu tsb.
dan krn adanya "hubungan" ini maka tiap2 butir anggota A harus memiliki keterkaitan dgn tiap2 butir anggota B, begitu pula sebaliknya, tapi tidak boleh tidak memiliki keterkaitan (dlm arti butir yg di B tidak boleh tidak punya hubungan pd yg di A)..
underlined, inilah yang saya belon ketemu nothingman :D.
Begimana caranya mengertikan bhw "hati hati di jalan" memiliki keterkaitan dengan kelima point diatas ?
Nah "hubungan" ini ada tingkatan/derajadnya, dan ada 3 jenis tingkatan dlm hubungan tsb :
1. hubungan One to One
artinya 1 butir di A hanya memiliki hub. ke 1 butir di B
2. hubungan One to Many
artinya 1 butir di A hanya memiliki hub. ke 1 butir di B, tapi 1 butir di B bisa berhub. lebih dr 1 burtir di A
3. hubungan Many to Many
artinya 1 butir di A bisa punya lebih dr 1 hub. ke B, begitu pula 1 butir di B bisa punya lebih dr 1 di A
jd intinya antara butir di A dgn butir di B, harus memiliki keterkaitan hubungan dan tidak bisa berdiri sendiri..
yang dipendapat saya, "hati hati dijalan" itu berdiri sendiri. Tapi kelima point dari pihak Doni tidak bisa dikatakan berdiri sendiri.... karena itu ngerujuk ke "hati hati dijalan".
"Hati hati dijalan" tetep berlaku, sekalipun gak ada kucing nyebrang, lampu merah, truk mendahului, motor nyalib, membelok.
smoga maksud sy ini bisa anda pahami...
hehehe... makanya saya pikir kesalahan ada di saya, karena saya nggak/belon bisa bisa juga ketemu penjelasan nothingman. Sori loh ya... :flower1:
tentu sy sependapat dgn dgn kalimat anda tsb bro.. kan dr awal sy jg sudah katakan, jangankan yg Moses law (600P), utk yg God's law(10P), aj menurut sy possible berubah(tidak lagi blekplek percis seperti yang pertama kali dituliskan).
mungkin nothingman bisa tolong kasih masukan bbrp contoh mengenai perubahan 10P dari keposibilitasan yang ada ?
Ok, thanx to bro Oda yg sudah mau 'kerepotan' kasih penjelasan begitu detailnya dgn memberikan gambar.. sy sangat menghargai usaha anda tsb.. :afro: :afro:
makasih sama sama nothingman. Saya juga hargai usaha penjelasan nothingman yang secara matematik tsb ... :afro1: :flower: :deal:
:)
salam.
-
Batal, tidak batal, batal, tidak batal, batal, tidak batal, ...
Kesimpulannya?
-
Batal, tidak batal, batal, tidak batal, batal, tidak batal, ...
Kesimpulannya?
Tuhan Yesus tidak membatalkan, melainkan menggenapi hukum Taurat
:D
-
Tuhan Yesus tidak membatalkan, melainkan menggenapi hukum Taurat
:D
Yup. Tertulis di Alkitab, dan perkataan Tuhan Yesus langsung, nggeh? :afro1: