Forim Iman Kristen
Diskusi Tanya Jawab => Diskusi Kristen => Topic started by: St Yopi on September 22, 2012, 06:32:40 AM
-
Bahasa Roh, apakah tidak dimengerti ataukah dimengerti?
Seperti apa itu bahasa Roh itu?
Apakah Roh Kudus datang dalam bahasa Roh?
-
Terus terang ketika saya melihat seseorang berbahasa Roh,.. saya kok skeptis.
-
Menurut saya sih, bahasa Roh hanya ada pada orang-orang tertentu, yang dipilih Tuhan, contohnya : para rasul dan para nabi jaman dulu.
Kalau sekarang , saya masih ragu ada orang yg dikarunia bahasa Roh.
-
Bahasa Roh, apakah tidak dimengerti ataukah dimengerti?
jiwa kita gak ngerti tp roh kita mengerti
Apakah Roh Kudus datang dalam bahasa Roh?
tidak, ketika kita percaya Yesus adalah Tuhan dan mengaku dengan hati kita, Roh Kudus itu sudah ada dalam diri kita..
org bilang sih berbahasa roh itu tanda kepenuhan Roh Kudus, sbnrny sulit dijelaskan dengan kata2 mesti alami sendiri sih... dan jgn skeptik dl ama bahasa roh, maap ini kebiasaan rata2 kristen non karismatik.peace2.....just open your Heart..
-
Menurut saya sih, bahasa Roh hanya ada pada orang-orang tertentu, yang dipilih Tuhan, contohnya : para rasul dan para nabi jaman dulu.
Kalau sekarang , saya masih ragu ada orang yg dikarunia bahasa Roh.
Benar bro
-
jiwa kita gak ngerti tp roh kita mengerti
Tapi di Alkitab menyatakan bahwa bahasa Roh adalah bahasa suku lain, jadi sebenarnya bahasa manusia juga, yang tidak dimengerti adalah bahasa Malaikat, dan ada seorang dalam Gereja Katolik yang bisa bahasa Malaikat (seorang Santo)
tidak, ketika kita percaya Yesus adalah Tuhan dan mengaku dengan hati kita, Roh Kudus itu sudah ada dalam diri kita..
Dalam Alkitab dikonfirmasi melalui Hembusan Nafas (Tuhan Yesus), Salam (Bunda Maria) berbicara/khotbah (St Petrus), dan Penmpangan tangan Rasuli (para Rasul dan Uskup)
org bilang sih berbahasa roh itu tanda kepenuhan Roh Kudus, sbnrny sulit dijelaskan dengan kata2 mesti alami sendiri sih... dan jgn skeptik dl ama bahasa roh, maap ini kebiasaan rata2 kristen non karismatik.peace2.....just open your Heart..
Karena baik Alkitab maupun Tradisi Suci menolak hal tersebut!
-
yg benar itu bahasa roh (r kecil). Bukan bahasa Roh.
Karena yg berbicara itu roh kita manusia.
-
Kalau sekarang , saya masih ragu ada orang yg dikarunia bahasa Roh.
di katolik ada seseorang yg spesialis bahasa roh.
Dulu pernah dikasih tahu bro deogratia, tp lupa siapa namanya.
Apakah masih ragu juga dgn yg ini ?
-
Tapi di Alkitab menyatakan bahwa bahasa Roh adalah bahasa suku lain, jadi sebenarnya bahasa manusia juga, yang tidak dimengerti adalah bahasa Malaikat, dan ada seorang dalam Gereja Katolik yang bisa bahasa Malaikat (seorang Santo)
bahasa roh ada 2 jenis, yaitu bahasa asing (diluar bahasa lokal) dan bahasa yg sangat asing (bukan bahasa dunia, butuh karunia Roh utk translatenya)
Dalam Alkitab dikonfirmasi melalui Hembusan Nafas (Tuhan Yesus), Salam (Bunda Maria) berbicara/khotbah (St Petrus), dan Penmpangan tangan Rasuli (para Rasul dan Uskup)
Para Rasul dan Uskup itu berbicara ttg Hamba Tuhan, dan Hamba Tuhan itu bukan hanya 12 Rasul dan Uskup.
Karena baik Alkitab maupun Tradisi Suci menolak hal tersebut!
Di Alkitab saya sih ada bro.
-
di katolik ada seseorang yg spesialis bahasa roh.
Dulu pernah dikasih tahu bro deogratia, tp lupa siapa namanya.
Apakah masih ragu juga dgn yg ini ?
nah itu dia bro.
Siapa orang itu , saya mau lihat dulu. Nanti kalau sudah saya lihat baru saya bisa putuskan apakah ia benar2 berbahasa roh atau cuman pura-pura.
Sebab banyak yg pura-pura bro.
Salam.
-
yg benar itu bahasa roh (r kecil). Bukan bahasa Roh.
Karena yg berbicara itu roh kita manusia.
Tubuh, jiwa dan Roh!
Tubuh akan binasa, kembali menjadi debu, dan Jiwa akan ke Surga atau Neraka, sedangkan Roh kembali kepada Allah!
Pengkotbah 12
7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
JIWA DAN ROH
"Ada perbedaan" antara jiwa dengan roh, Alkitab tidak menulis bahwa "roh" itu dapat mati atau binasa. Namun jiwa jelas dapat "dibinasakan". Dan yang mampu membinasakan jiwa adalah Allah sendiri saat hari kiamat nanti, tentu saja "membinasakan jiwa" di sini berbeda maknanya dengan "membunuh tubuh".
Matius 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
And fear not them which kill the body, but are not able to kill the soul: but rather fear him which is able to destroy both soul and body in hell.
και μη φοβηθητε απο των αποκτεινοντων το σωμα την δε ψυχην μη δυναμενων αποκτειναι φοβηθητε δε μαλλον τον δυναμενον και ψυχην και σωμα απολεσαι εν γεεννη
Translit Interlinear, kai {dan} mê {jangan} phobêthête {takutlah kalian} apo {dari} tôn {yang}apokteinontôn {membunuh} to sôma {tubuh} tên de {tetapi} psukhên {jiwa} mê {tidak} dunamenôn {dapat} apokteinai {membunuh} phobêthête {takutlah kalian} de {tetapi} mallon {lebih} ton {yang} dunamenon {dapat} kai {dan} psukhên {jiwa} kai {dan} sôma {tubuh} apolesai {membinasakan} en {didalam} geennê {neraka}
Kebinasaan jiwa berarti hukuman kebinasaan selama-lamanya (2 Tesalonika 1:8-10) yaitu penyiksaan di neraka (Wahyu 20:10-15).
2 Tesalonika 1:8-10
1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
1:10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Wahyu 20:10-15
20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
"Jiwa" (Ibrani: נפש - NEFESY) keluar meninggalkan tubuh pada saat kematian, tubuh mati namun jiwa masih tetap belum mati hingga penghakiman akhir. Perhatikan terjemahan kata per kata dari bahasa asli Alkitab di bawah ini.
Kejadian 35:18
Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas -- sebab ia mati kemudian -- diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.
And it came to pass, as her soul was in departing, (for she died) that she called his name Benoni: but his father called him Benjamin.
Hebrew,
וַיְהִי בְּצֵאת נַפְשָׁהּ כִּי מֵתָה וַתִּקְרָא שְׁמֹו בֶּן־אֹונִי וְאָבִיו קָֽרָא־לֹו בִנְיָמִֽין׃
Translit Interlinear, VAIHI {dan ia menjadi} BETSE'T {berangkat keluar} NAFSYAH {jiwanya} KI {karena} METAH {ia mati} VATIKRA' {dan ia memanggil} SHEMO {namanya} BEN-'ONI {Ben-oni} VE'AVIV {dan ayahnya} KARA'-LÕ {ia memanggilnya} VINYAMIN {Benyamin}
בְּצֵאת - BETSE'T" adalah bentuk sederhana infinitif dari יצא - YATSA, "ke luar". Dengan perkataan lain, kematian berarti jiwa ke luar dari tubuh.
bahasa roh ada 2 jenis, yaitu bahasa asing (diluar bahasa lokal) dan bahasa yg sangat asing (bukan bahasa dunia, butuh karunia Roh utk translatenya)
Bahasa Roh dalam Alkitab adalah bahasa suku lain yang tidak kita kenal, namun suku itu ada, berikan contoh dalam Alkitab bahasa Roh yang bukan bahasa dunia!
Para Rasul dan Uskup itu berbicara ttg Hamba Tuhan, dan Hamba Tuhan itu bukan hanya 12 Rasul dan Uskup.
Hamba Tuhan maksudnya Pendeta atau bagaimana? Pendeta tidak ada dalam Alkitab!
Di Alkitab saya sih ada bro.
Mana ayatnya?
-
nah itu dia bro.
Siapa orang itu , saya mau lihat dulu. Nanti kalau sudah saya lihat baru saya bisa putuskan apakah ia benar2 berbahasa roh atau cuman pura-pura.
Sebab banyak yg pura-pura bro.
Salam.
St. Fransiskus Xaverius, St. Vincent de Ferrer, St. Vincent dll termasuk Padre Pio
-
Bahasa Roh dalam Alkitab adalah bahasa suku lain yang tidak kita kenal, namun suku itu ada, berikan contoh dalam Alkitab bahasa Roh yang bukan bahasa dunia
bahasa suku lain yg tidak kita kenal lebih sering disebut sbg bahasa lidah. Namun ada jg bahasa yg tidak dimengerti sama sekali.
1 Kor 14:2
(2) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Jika anda ngomong bahasa zimbabwe, maka orang zimbabwe akan ngerti apa yg anda ucapkan.
Seluruh rakyat zimbabwe tahu apa yg anda ucapkan, dan ini tidak menjadi rahasia lagi.
Tapi ternyata ayat ini bilang tidak ada seorang pun yg mengerti bahsa tsb.
Maka bahasa apakah itu ?
Hamba Tuhan maksudnya Pendeta atau bagaimana? Pendeta tidak ada dalam Alkitab!
Ya, Pendeta adalah salah satu hamba Tuhan.
Istilah Pendeta memang tidak ada di Alkitab, begitu jg istilah romo,uskup, kardinal, pastur, bahkan paus.
Namun mereka semua adalah para hamba Tuhan.
Mana ayatnya?
Sudah saya kasih ayatnya diatas ttg bahasa roh. Kalo cth bahasa lidah, bisa lihat peristiwa pentakosta.
Salam.
-
bahasa suku lain yg tidak kita kenal lebih sering disebut sbg bahasa lidah. Namun ada jg bahasa yg tidak dimengerti sama sekali.
1 Kor 14:2
(2) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Jika anda ngomong bahasa zimbabwe, maka orang zimbabwe akan ngerti apa yg anda ucapkan.
Seluruh rakyat zimbabwe tahu apa yg anda ucapkan, dan ini tidak menjadi rahasia lagi.
Tapi ternyata ayat ini bilang tidak ada seorang pun yg mengerti bahsa tsb.
Maka bahasa apakah itu ?
Ya, Pendeta adalah salah satu hamba Tuhan.
Istilah Pendeta memang tidak ada di Alkitab, begitu jg istilah romo,uskup, kardinal, pastur, bahkan paus.
Namun mereka semua adalah para hamba Tuhan.
Sudah saya kasih ayatnya diatas ttg bahasa roh. Kalo cth bahasa lidah, bisa lihat peristiwa pentakosta.
Salam.
Bro Djo,
mungkin begini maksud teman2 disini ...adalah dari mana parameternya kalau bahasa2 roh yang dilakukan para hamba Tuhan itu benar...karena toh tidak ada yang mengerti..
Bukankah bisa menjadi rancu antara yang benar2 bisa berbahasa roh dengan yang tidak dan hanya berpura2 saja...?
salam damai :)
-
Bro Djo,
mungkin begini maksud teman2 disini ...adalah dari mana parameternya kalau bahasa2 roh yang dilakukan para hamba Tuhan itu benar...karena toh tidak ada yang mengerti..
Bukankah bisa menjadi rancu antara yang benar2 bisa berbahasa roh dengan yang tidak dan hanya berpura2 saja...?
salam damai :)
Tidak ada yg bisa menjadi parameter bro. Karunia Roh adlh gift, urusan pribadi si Pemberi dan si penerima.
Sbg manusia, kita tidak dalam kapasitas sbg polisi dan hakim yg mengawasi dan menjudge mereka.
Ibarat ilalang dan gandum, biarlah mereka tumbuh bersama dan pada akhirnya nanti akan terlihat hasilnya. Mana yg memuliakan Bapa di sorga dan mana yg akan dicampakkan ke dlm api.
Tapi tentunya kita tetap memberikan pengertian dan pemahaman Firman Tuhan ttg karunia Roh ini kpd jemaat, supaya jemaat terhindar dari ilalang.
-
Tidak ada yg bisa menjadi parameter bro. Karunia Roh adlh gift, urusan pribadi si Pemberi dan si penerima.
Mudahnya sih bisa begitu bro Djo,
tetapi karena tidak ada parameternya kita juga tidak bisa menyalahkan orang2 yang skeptis pada karunia tersebut karena tidak ada ukurannya sama sekali.
Kalau karunia penyembuhan mungkin bisa dilihat dari hasilnya tetapi karunia bahasa roh ...tidak bisa diukur bukan begitu bro DJo :)
Sbg manusia, kita tidak dalam kapasitas sbg polisi dan hakim yg mengawasi dan menjudge mereka.
Ibarat ilalang dan gandum, biarlah mereka tumbuh bersama dan pada akhirnya nanti akan terlihat hasilnya. Mana yg memuliakan Bapa di sorga dan mana yg akan dicampakkan ke dlm api.
Tapi tentunya kita tetap memberikan pengertian dan pemahaman Firman Tuhan ttg karunia Roh ini kpd jemaat, supaya jemaat terhindar dari ilalang.
Sebenarnya ada juga kita disuruh menguji segala mujijat dll...
Jadi kalau bagi saya yah sepertinya karunia bahasa roh yang memang benar2 dari Allah hanya berguna untuk membangun diri sendiri tetapi dalam pertemuan jemaat, atau bagi jemaat tidak ada gunanya selama belum bisa diartikan atau menjadi nubuatan...
Ini menurut pandangan saya melihat dari bagaimana perilaku Paulus dalam jemaat Korintus. :)
salam damai :)
-
tetapi karena tidak ada parameternya kita juga tidak bisa menyalahkan orang2 yang skeptis pada karunia tersebut karena tidak ada ukurannya sama sekali.
Kalau karunia penyembuhan mungkin bisa dilihat dari hasilnya tetapi karunia bahasa roh ...tidak bisa diukur bukan begitu bro DJo :)
Skeptis atau tidak itu terserah penilaian orang bro. Yg jelas kita jg tidak bisa menganggap bahwa orang berbahasa roh itu pasti salah dan sesat.
Tidak bisa diukur karena memang bahasa roh itu bukan utk diukur bro :)
Sebenarnya ada juga kita disuruh menguji segala mujijat dll...
Ya betul. Dgn cara apa kita mengujinya ?
Dgn cara bersikap skeptis dan menjudge sesat ?
Jadi kalau bagi saya yah sepertinya karunia bahasa roh yang memang benar2 dari Allah hanya berguna untuk membangun diri sendiri tetapi dalam pertemuan jemaat, atau bagi jemaat tidak ada gunanya selama belum bisa diartikan atau menjadi nubuatan...
Ini menurut pandangan saya melihat dari bagaimana perilaku Paulus dalam jemaat Korintus. :)
salam damai :)
Ini betul.
Sayangnya tidak setiap jemaat memiliki kerohanian spt Paulus. Jadi alih2 membangun jemaat, mereka malah terkonsentrasi membangun diri sendiri.
Tapi toh ini jg nggak salah, daripada sama sekali tidak membangun apapun :)
Salam damai jg bro.
-
Skeptis atau tidak itu terserah penilaian orang bro. Yg jelas kita jg tidak bisa menganggap bahwa orang berbahasa roh itu pasti salah dan sesat.
Tidak bisa diukur karena memang bahasa roh itu bukan utk diukur bro :)
Ya betul. Dgn cara apa kita mengujinya ?
Dgn cara bersikap skeptis dan menjudge sesat ?
Ini betul.
betul juga yah :deal:
Mungkin lebih tepatnya waspada :)
Mungkin bisa kita liat bagaimana buah perbuatan orang2 tersebut...semakin rajin melayani kah dan tetap rendah hati atau malah menjadi sombong dan memandang rendah orang lain yang tidak punya karunia tersebut. :)
....sekedar sharing berbagai mujijat di dalam Gereja katolik walaupun menyangkut penampakkan para Kudus tidak begitu saja di approve oleh Gereja...butuh waktu tahunan mungkin malah sampai puluhan tahun ...menyatakan benar bahwa suatu peristiwa ini adalah mujijat dari Allah.
Sayangnya tidak setiap jemaat memiliki kerohanian spt Paulus. Jadi alih2 membangun jemaat, mereka malah terkonsentrasi membangun diri sendiri.
Tapi toh ini jg nggak salah, daripada sama sekali tidak membangun apapun :)
Salam damai jg bro.
Fine bro asalkan tidak merasa tinggi hati dengan hal tersebut.
Ada kalanya karunia yang tidak ada parameternya tersebut malah dijadikan rujukan kebesaran iman seseorang :doh:
Sepertinya inilah yang dihadapi Paulus pada jemaat korintus ... :)
salam :)
-
Mungkin bisa kita liat bagaimana buah perbuatan orang2 tersebut...semakin rajin melayani kah dan tetap rendah hati atau malah menjadi sombong dan memandang rendah orang lain yang tidak punya karunia tersebut. :)
Nah, daripada jadi detektif ngawasin karunia Roh orang lain, akan lebih bijak kalo kita perhatikan buah2 Roh yg ada pada orang lain tsb. Cek sama pribadi kita, buah apa yg dia punya tapi belum kita miliki.
Betul kan ? Rohani kita jadi lebih sehat.
-
bahasa suku lain yg tidak kita kenal lebih sering disebut sbg bahasa lidah. Namun ada jg bahasa yg tidak dimengerti sama sekali.
1 Kor 14:2
(2) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Jika anda ngomong bahasa zimbabwe, maka orang zimbabwe akan ngerti apa yg anda ucapkan.
Seluruh rakyat zimbabwe tahu apa yg anda ucapkan, dan ini tidak menjadi rahasia lagi.
Tapi ternyata ayat ini bilang tidak ada seorang pun yg mengerti bahsa tsb.
Maka bahasa apakah itu ?
http://styopi.blogspot.com/2011/03/manifestasi-roh-kudus.html
Ya, Pendeta adalah salah satu hamba Tuhan.
Istilah Pendeta memang tidak ada di Alkitab, begitu jg istilah romo,uskup, kardinal, pastur, bahkan paus.
Namun mereka semua adalah para hamba Tuhan.
Uskup, Paus dan Pastor ada dlm Alkitab, cobalah belajar lagi ya...
Sudah saya kasih ayatnya diatas ttg bahasa roh. Kalo cth bahasa lidah, bisa lihat peristiwa pentakosta.
Silahkan cek disini:
http://styopi.blogspot.com/2011/03/manifestasi-roh-kudus.html
-
http://styopi.blogspot.com/2011/03/manifestasi-roh-kudus.html
Yg mana yg mau saya tanggapi ? begitu banyak yg perlu disanggah.
Ayat yg jadi acuan anda saja tidak tepat.
Sudah saya katakan, bahwa peristiwa pentakosta adlh cth utk bahasa lidah.
Sedangkan 1 Kor 14:2 anda abaikan.
Uskup, Paus dan Pastor ada dlm Alkitab, cobalah belajar lagi ya...
Anda tidak mendapatkan point saya bro.
Siapa pun kita yg bekerja utk kemuliaan nama Tuhan adalah hamba2 Tuhan.
-
Yg mana yg mau saya tanggapi ? begitu banyak yg perlu disanggah.
Ayat yg jadi acuan anda saja tidak tepat.
Sudah saya katakan, bahwa peristiwa pentakosta adlh cth utk bahasa lidah.
Sedangkan 1 Kor 14:2 anda abaikan.
Istilah ‘bahasa lidah’, ‘bahasa asing’, ‘bahasa roh’, dalam Perjanjian Baru menggunakan kata yang sama yaitu 'γλωσσα - glôssa', "lidah". Markus 16:17 menulis 'γλωσσαις λαλησουσιν καιναις ; glôssais lalêsousin kainais', "berbicara dengan lidah yang 'baru'"; Kisah Para Rasul 2:4 menulis 'lalein heterais glôssais', "berbicara dengan lidah yang 'lain'"
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya.
Hal ini dikonfirmasi oleh Tuhan Yesus:
Markus 16:17; "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka"
Jadi, bahasa lidah (bahasa Roh) disini adalah bahasa yang baru, dalam artian bukan bahasa mereka dan belum mereka pelajari (perhatikan Peristiwa Pentakosta)
Gereja Perdana:
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
Anda tidak mendapatkan point saya bro.
Siapa pun kita yg bekerja utk kemuliaan nama Tuhan adalah hamba2 Tuhan.
Anda sudah memulai dengan kesalahan linguistic, silahkan dicoba lagi bro
-
Dgn cara apa kita mengujinya ?
Shalom bro Djo..
Salam kenal..
Maaf kalau motong,
Saya ada beberapa pertanyaan dari pengalaman pribadi tentunya..
Yang saya mengerti bahwa bahasa roh/glosolali menurut 1Kor14 adalah karunia dari Roh Kudus sebagai tanda bagi yang tidak beriman. Apakah ini artinya hanya tanda awal jadi beriman?
Yang kedua, saya pernah hadir dlm sebuah KKR gereja karismatik, saat penyembahan saya mendengar hampir semua orang ber'glosolali'.. saya sendiri tidak tahu harus bgmn selain tunduk dan berdoa. Yg menjadi pertanyaan saya, bukankah Paulus mencatat bahasa roh itu harus diterjemahkan? Harus ada yang berdoa utk mengartikannya, utk membangun jemaat. Sementara saat penyembahan selesai tidak ada terjemaah dr sekian banyak glosolali itu. Mungkin ada yg perlu saya mengerti sesuai Alkitab?
Terima kasih bro Djo
-
Gereja Perdana melawan ajaran sesat:
Ireneus atau Irenæus (±130-202M) adalah Uskup Lugdunum, Gallia, (sekarang Lyon/Lyons, Perancis).
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
"Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") ditulis untuk melawan ajaran sesat yang mengatakan bahwa keselamatan dapat diraih dengan mempelajari ajaran-ajaran rahasia khusus; itulah orang-orang rohani (bahasa Yunani: pneumatikoi) yang lebih unggul daripada orang-orang Kristen (bahasa Yunani: psychikoi) biasa.
Ireneus, uskup Lugdunum di Gallia (sekarang Lyons, Perancis) yang memerangi ajaran-ajaran sesat.
Ia dilahirkan di Asia Kecil lebih kurang pada tahun 125. Perdagangan yang lancar antara Asia Kecil dan Gaul/Gallia (Perancis) memberi peluang bagi orang-orang Kristen untuk membawa agamanya ke Perancis, tempat mereka mendirikan sebuah gereja yang mapan di kota Lyons.
Sebagai imam di Lyons, Ireneus hidup sesuai namanya, yang artinya 'damai', dengan berkunjung ke Roma untuk meminta kepada uskup kelonggaran bagi "kaum Montanis" di Asia Kecil. Ketika itulah pembantaian orang-orang Kristen sedang marak di Lyons, dan dalam peristiwa ini uskup Lyons terbunuh.
Ireneus diangkat menjadi uskup untuk menggantikan uskup yang terbunuh. Ketika itu terdapat banyak orang yang telah menganut ajaran sesat di Perancis.
Ireneus pun mempelajari bentuk-bentuk ajaran sesat. Setelah uskup Lyons itu mempelajari ajaran sesat itu, ia menulis Melawan Ajaran Sesat, suatu karya besar yang membeberkan kebodohan ajaran yang secara keliru tersebut.
Ireneus paham bahwa ajaran sesat tersebut memikat kecenderungan manusiawi yang ingin mengetahui hal-hal rahasia yang belum diketahui orang lain. Tentang orang-orang tersebut ia menulis, "Segera setelah seseorang dimenangkan, orang tersebut menjadi sombong dan merasa dirinya begitu penting, ia pun berjalan mengangkat dada dengan gaya seekor ayam jantan." Tetapi orang-orang Kristen seharusnya menerima anugerah Allah dengan rendah hati, dan tidak mengandalkan kegiatan-kegiatannya yang akan membuat ia sombong.
Sepanjang hidupnya, Ireneus dengan gembira mengenang menjadi murid St Polikarpus, yang menjadi murid Rasul Yohanes. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa ia berpegang pada keabsahan para rasul ketika ia menolak paham sesat. Sang uskup menegaskan bahwa para rasul mengajar di tempat-tempat umum dan tidak ada satu pun yang dirahasiakan. Di seluruh kekaisaran, gereja-gereja berpegang pada ajaran-ajaran yang hanya disampaikan para rasul Kristus, dan hanya inilah satu-satunya dasar keyakinan. Ireneus menyatakan bahwa para uskup yang merupakan pelindung iman Kristen adalah penerus para rasul. Dengan demikian, ia telah mengangkat martabat para uskup. Dalam bukunya "Melawan Ajaran Sesat", Ireneus menetapkan standar bagi teologi gereja. Semua kebenaran yang kita butuhkan sudah tercantum dalam Alkitab. Ia juga membuktikan bahwa dirinya adalah seorang teolog terbesar semenjak Rasul Paulus. Argumentasinya yang tersebar luas merupakan pukulan besar bagi aliran sesat pada masanya.
Ia diakui sebagai Santo baik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun Gereja Katolik Roma. Gereja Katolik Roma bahkan menganggap Ireneus sebagai salah satu Bapa Gereja. Ireneus adalah murid dari St Polikarpus, yang merupakan murid dari St Yohanes, salah satu murid dari Yesus sendiri. Tanggal peringatan Ireneus adalah 28 Juni.
"kaum Montanis"
Montanisme adalah sebuah gerakan sektarian Kristen perdana pada pertengahan abad ke-2 Masehi, yang dinamai seturut pendirinya Montanus. Gerakan ini berkembang umumnya di daerah Frigia dan sekitarnya; di sini sebelumnya pengikutnya disebut Katafrigia. Namun gerakan ini merebak cepat ke wilayah-wilayah lain di Kekaisaran Romawi, dan pada suatu masa sebelum agama Kristen ditolerir atau dianggap legal. Meskipun Gereja Kristen arus utama menang atas Montanisme dalam beberapa generasi, dan mencapnya sebagai sebuah ajaran sesat, sekte ini bertahan di beberapa tempat terisolir hingga abad ke-8.
Penganut paham Montanisme disebut dengan Montanis
Pentakostalisme yang disebut sebagian orang Neo-Montanisme.
* (Sekedar pelajaran sejarah!)
-
Istilah ‘bahasa lidah’, ‘bahasa asing’, ‘bahasa roh’, dalam Perjanjian Baru menggunakan kata yang sama yaitu 'γλωσσα - glôssa', "lidah". Markus 16:17 menulis 'γλωσσαις λαλησουσιν καιναις ; glôssais lalêsousin kainais', "berbicara dengan lidah yang 'baru'"; Kisah Para Rasul 2:4 menulis 'lalein heterais glôssais', "berbicara dengan lidah yang 'lain'"
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya.
Hal ini dikonfirmasi oleh Tuhan Yesus:
Markus 16:17; "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka"
Jadi, bahasa lidah (bahasa Roh) disini adalah bahasa yang baru, dalam artian bukan bahasa mereka dan belum mereka pelajari (perhatikan Peristiwa Pentakosta)
Jika bro hanya berpikir bahwa bahasa roh itu adalah bahasa suku/bangsa lain, maka ayat 1kor14:2 itu akan menjadi keliru.
Saya ulang sekali lagi.
1 Korintus 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Waktu hr pentakosta, adakah seseorang sj yg mengerti ucapan mereka ? Banyak !! bukan cm seorang.
Apakah ucapan itu masih menjadi sesuatu yg rahasia ? Jelas Tidak !
Entah dia bicara bahasa apapun di dunia ini, selama masih ada orang di belahan dunia manapun yg mengerti bahasa tsb, berarti tidak bisa masuk kedlm kategori bahasa roh yg dimaksud dlm ayat diatas.
Dgn demikian diimani bahwa memang ada 2 macam bahasa roh didalam Alkitab. Yg bisa dimengerti manusia, dan yg tidak bisa dimengerti manusia.
Anda sudah memulai dengan kesalahan linguistic, silahkan dicoba lagi bro
Saya bisa bilang apa lagi ?
Jika menurut anda Pendeta, penginjil, dsb tidak bisa disebut hamba Tuhan krn tidak ada di Alkitab ya sudah.
Sy tidak mau ambil pusing.
-
Shalom bro Djo..
Salam kenal..
shalom dan salam kenal jg.
Maaf kalau motong,
Nggak apa2 kalo motong diskusi, asal jangan motong leher saya ya :pray3:
Saya ada beberapa pertanyaan dari pengalaman pribadi tentunya..
Yang saya mengerti bahwa bahasa roh/glosolali menurut 1Kor14 adalah karunia dari Roh Kudus sebagai tanda bagi yang tidak beriman. Apakah ini artinya hanya tanda awal jadi beriman?
Masalah tidak beriman ini ada kaitannya antara jenis karunia Roh yg dimaksud, yaitu antara bahasa roh dan bernubuat. Bukan berarti mengejar karunia bahasa roh itu tidak bagus, tetapi akan jauh lebih baik jika mendapatkan karunia bernubuat. Simplenya, karunia bernubuat itu grade-nya lebih tinggi.
Seperti kita ketahui, bahwa karunia bahasa roh hanya utk membangun diri sendiri, sementara nubuat bisa membangun jemaat.
Yang kedua, saya pernah hadir dlm sebuah KKR gereja karismatik, saat penyembahan saya mendengar hampir semua orang ber'glosolali'.. saya sendiri tidak tahu harus bgmn selain tunduk dan berdoa. Yg menjadi pertanyaan saya, bukankah Paulus mencatat bahasa roh itu harus diterjemahkan? Harus ada yang berdoa utk mengartikannya, utk membangun jemaat. Sementara saat penyembahan selesai tidak ada terjemaah dr sekian banyak glosolali itu. Mungkin ada yg perlu saya mengerti sesuai Alkitab?
Terima kasih bro Djo
Ya, mungkin ini jg sebabnya bahwa karunia bahasa roh disebut tanda buat yg tidak beriman. Karena orang2 lain tidak mendapatkan apa2.
Mengenai penterjemah, ada hal2 yg perlu diketahui jg.
Kebanyakan org berbahasa roh utk dirinya sendiri, diilhami Roh Kudus, utk membangun dirinya sendiri. Ini menandakan bahwa apa yg diucapkan adlh murni kebutuhan rohani dirinya sendiri. Jika tidak ada yg menterjemahkan, itu krn tiap2 doa yg dipanjatkan tidak berhubungan dgn orang lain.
Ketika ada sesuatu yg perlu disampaikan kpd jemaat, akan ada orang lain yg menerima karunia menterjemahkan kpd jemaat, atau mungkin dirinya sendiri yg menterjemahkan (double karunia).
-
Jika bro hanya berpikir bahwa bahasa roh itu adalah bahasa suku/bangsa lain, maka ayat 1kor14:2 itu akan menjadi keliru.
Saya ulang sekali lagi.
1 Korintus 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Saya ulangi lagi:
Istilah ‘bahasa lidah’, ‘bahasa asing’, ‘bahasa roh’, dalam Perjanjian Baru menggunakan kata yang sama yaitu 'γλωσσα - glôssa', "lidah". Markus 16:17 menulis 'γλωσσαις λαλησουσιν καιναις ; glôssais lalêsousin kainais', "berbicara dengan lidah yang 'baru'"; Kisah Para Rasul 2:4 menulis 'lalein heterais glôssais', "berbicara dengan lidah yang 'lain'"
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya.
Hal ini dikonfirmasi oleh Tuhan Yesus:
Markus 16:17; "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka"
Jadi, bahasa lidah (bahasa Roh) disini adalah bahasa yang baru, dalam artian bukan bahasa mereka dan belum mereka pelajari (perhatikan Peristiwa Pentakosta)
Gereja Perdana:
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
Semoga dimengerti
Perhatikan ini:
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya.
Saya bisa bilang apa lagi ?
Jika menurut anda Pendeta, penginjil, dsb tidak bisa disebut hamba Tuhan krn tidak ada di Alkitab ya sudah.
Sy tidak mau ambil pusing.
Saya hanya menimbangi versi Alkitabiahnya protestan :)
-
Mengenai Bahasa Roh sudah dihadapi oleh Gereja Perdana:
Gereja Perdana:
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
Lengkapnya disini:
Gereja Perdana melawan ajaran sesat:
Ireneus atau Irenæus (±130-202M) adalah Uskup Lugdunum, Gallia, (sekarang Lyon/Lyons, Perancis).
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
"Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") ditulis untuk melawan ajaran sesat yang mengatakan bahwa keselamatan dapat diraih dengan mempelajari ajaran-ajaran rahasia khusus; itulah orang-orang rohani (bahasa Yunani: pneumatikoi) yang lebih unggul daripada orang-orang Kristen (bahasa Yunani: psychikoi) biasa.
Ireneus, uskup Lugdunum di Gallia (sekarang Lyons, Perancis) yang memerangi ajaran-ajaran sesat.
Ia dilahirkan di Asia Kecil lebih kurang pada tahun 125. Perdagangan yang lancar antara Asia Kecil dan Gaul/Gallia (Perancis) memberi peluang bagi orang-orang Kristen untuk membawa agamanya ke Perancis, tempat mereka mendirikan sebuah gereja yang mapan di kota Lyons.
Sebagai imam di Lyons, Ireneus hidup sesuai namanya, yang artinya 'damai', dengan berkunjung ke Roma untuk meminta kepada uskup kelonggaran bagi "kaum Montanis" di Asia Kecil. Ketika itulah pembantaian orang-orang Kristen sedang marak di Lyons, dan dalam peristiwa ini uskup Lyons terbunuh.
Ireneus diangkat menjadi uskup untuk menggantikan uskup yang terbunuh. Ketika itu terdapat banyak orang yang telah menganut ajaran sesat di Perancis.
Ireneus pun mempelajari bentuk-bentuk ajaran sesat. Setelah uskup Lyons itu mempelajari ajaran sesat itu, ia menulis Melawan Ajaran Sesat, suatu karya besar yang membeberkan kebodohan ajaran yang secara keliru tersebut.
Ireneus paham bahwa ajaran sesat tersebut memikat kecenderungan manusiawi yang ingin mengetahui hal-hal rahasia yang belum diketahui orang lain. Tentang orang-orang tersebut ia menulis, "Segera setelah seseorang dimenangkan, orang tersebut menjadi sombong dan merasa dirinya begitu penting, ia pun berjalan mengangkat dada dengan gaya seekor ayam jantan." Tetapi orang-orang Kristen seharusnya menerima anugerah Allah dengan rendah hati, dan tidak mengandalkan kegiatan-kegiatannya yang akan membuat ia sombong.
Sepanjang hidupnya, Ireneus dengan gembira mengenang menjadi murid St Polikarpus, yang menjadi murid Rasul Yohanes. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa ia berpegang pada keabsahan para rasul ketika ia menolak paham sesat. Sang uskup menegaskan bahwa para rasul mengajar di tempat-tempat umum dan tidak ada satu pun yang dirahasiakan. Di seluruh kekaisaran, gereja-gereja berpegang pada ajaran-ajaran yang hanya disampaikan para rasul Kristus, dan hanya inilah satu-satunya dasar keyakinan. Ireneus menyatakan bahwa para uskup yang merupakan pelindung iman Kristen adalah penerus para rasul. Dengan demikian, ia telah mengangkat martabat para uskup. Dalam bukunya "Melawan Ajaran Sesat", Ireneus menetapkan standar bagi teologi gereja. Semua kebenaran yang kita butuhkan sudah tercantum dalam Alkitab. Ia juga membuktikan bahwa dirinya adalah seorang teolog terbesar semenjak Rasul Paulus. Argumentasinya yang tersebar luas merupakan pukulan besar bagi aliran sesat pada masanya.
Ia diakui sebagai Santo baik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun Gereja Katolik Roma. Gereja Katolik Roma bahkan menganggap Ireneus sebagai salah satu Bapa Gereja. Ireneus adalah murid dari St Polikarpus, yang merupakan murid dari St Yohanes, salah satu murid dari Yesus sendiri. Tanggal peringatan Ireneus adalah 28 Juni.
"kaum Montanis"
Montanisme adalah sebuah gerakan sektarian Kristen perdana pada pertengahan abad ke-2 Masehi, yang dinamai seturut pendirinya Montanus. Gerakan ini berkembang umumnya di daerah Frigia dan sekitarnya; di sini sebelumnya pengikutnya disebut Katafrigia. Namun gerakan ini merebak cepat ke wilayah-wilayah lain di Kekaisaran Romawi, dan pada suatu masa sebelum agama Kristen ditolerir atau dianggap legal. Meskipun Gereja Kristen arus utama menang atas Montanisme dalam beberapa generasi, dan mencapnya sebagai sebuah ajaran sesat, sekte ini bertahan di beberapa tempat terisolir hingga abad ke-8.
Penganut paham Montanisme disebut dengan Montanis
Pentakostalisme yang disebut sebagian orang Neo-Montanisme.
* (Sekedar pelajaran sejarah!)
Semoga jelas
-
Saya ulangi lagi:Perhatikan ini:
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya.
Jelaskan saja frase "tidak ada seorang pun" maksudnya apa...
Saya hanya menimbangi versi Alkitabiahnya protestan :)
Lha iya, mau cari kata "Pendeta" di Alkitab ya gak ada.
Tp kalo nyari tokoh2 yg memberitakan kabar injil ya banyak.
-
Nah, daripada jadi detektif ngawasin karunia Roh orang lain, akan lebih bijak kalo kita perhatikan buah2 Roh yg ada pada orang lain tsb. Cek sama pribadi kita, buah apa yg dia punya tapi belum kita miliki.
Betul kan ? Rohani kita jadi lebih sehat.
hehe..nggak bersikap detektif bro tetapi waspada dan menguji buahnya..
Cek sama pribadi kita itu maksudnya gimana apakah karunia bahasa roh itu mutlak harus dimiliki seorang kristen :think1:
-
Mengenai Bahasa Roh sudah dihadapi oleh Gereja Perdana:Lengkapnya disini:Semoga jelas
Dari tadi sy berusaha utk tidak menanggapi ini.
Dari tulisan anda yg panjang itu, singkatnya anda memberi label sesat pd ajaran gereja yg menggunakan bahasa roh. Gerejanya pun jadi gereja sesat.
Jujur saya malas dan bosan menanggapi yg seperti ini. Di tiap forum, orang saling sesat menyesatkan.
Saya pribadi, meskipun menilai ajaran katolik berbeda dgn iman sy, sy berusaha utk tidak mencap ini itu.
Jadi materinya yg kita diskusikan, bukan sesat atau tidaknya.
Salam.
-
http://styopi.blogspot.com/2011/03/manifestasi-roh-kudus.htmlUskup, Paus dan Pastor ada dlm Alkitab, cobalah belajar lagi ya...Silahkan cek disini:
http://styopi.blogspot.com/2011/03/manifestasi-roh-kudus.html
kalu bahasa roh karismatik katolik gimana mod ??
-
hehe..nggak bersikap detektif bro tetapi waspada dan menguji buahnya..
oke bro :deal:
Cek sama pribadi kita itu maksudnya gimana apakah karunia bahasa roh itu mutlak harus dimiliki seorang kristen :think1:
Wah, saya ngomong buah lho..., bukan karunia. coba di cek lg :D
Kalo karunia mah nggak mutlak, terserah yg ngasih. :ballspin:
-
oke bro :deal:
Wah, saya ngomong buah lho..., bukan karunia. coba di cek lg :D
Kalo karunia mah nggak mutlak, terserah yg ngasih. :ballspin:
oh bukan cuman karunia bahasa roh saja yah , ok bro :deal:
-
Jelaskan saja frase "tidak ada seorang pun" maksudnya apa...
Dalam 1 Kor 14:2 dikatakan bahwa "tak ada seorangpun yang mengerti bahasa lidah". Yang dimaksudkan di situ bukan "tak ada seorangpun di dunia ini", melainkan "tak ada seorangpun dalam pertemuan ibadah tersebut". Bahasa lidah itu mungkin salah satu dari ribuan bahasa yang ada di dunia ini, tetapi dalam pertemuan ibadah itu tak ada seorang anggota jemaatpun yang mengerti itu bahasa apa. Itulah sebabnya diperlukan karunia menafsirkan bahasa lidah. Bila karunia menafsir bahasa lidah tak ada, maka karunia bahasa lidah pun jadi tak ada manfaatnya bagi jemaat.
Perhatikan ayat2 selanjutnya:
11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Dan ini kuncinya:
26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Jadi, makna "tak ada seorangpun" adalah "tak ada seorangpun dalam pertemuan ibadah tersebut". Bahasa lidah itu mungkin salah satu dari ribuan bahasa yang ada di dunia ini, tetapi dalam pertemuan ibadah itu tak ada seorang anggota jemaatpun yang mengerti itu bahasa apa. Itulah sebabnya diperlukan karunia menafsirkan bahasa lidah.
Cobalah membaca nas Kitab Suci dengan lengkap, jangan hanya satu kata dalam satu ayat, kemudian membuat kesimpulan general.
Semoga jelas
Lha iya, mau cari kata "Pendeta" di Alkitab ya gak ada. Tp kalo nyari tokoh2 yg memberitakan kabar injil ya banyak.
Berarti satu lagi dari protestan yang tidak Alkitabiah, "Pendeta" :doh:
-
Dalam 1 Kor 14:2 dikatakan bahwa "tak ada seorangpun yang mengerti bahasa lidah". Yang dimaksudkan di situ bukan "tak ada seorangpun di dunia ini", melainkan "tak ada seorangpun dalam pertemuan ibadah tersebut".
Stop sampai disini dulu. Dari mana dasarnya anda bisa membatasi itu bro ?
Lha itu orang2 yg merasa heran bahwa bahasa mereka digunakan, mau anda kemanakan ?
Karena ketika mendengar, mereka semua berkerumun bersama.
Kis 2:6
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Satu lagi, apakah yg diucapkan para rasul itu tetap menjadi rahasia, setelah orang banyak mendengarkan dan mengetahui artinya ?? Itu belum anda jawab.
Apakah bro berpikir mereka perlu penterjemah ?
-
Stop sampai disini dulu. Dari mana dasarnya anda bisa membatasi itu bro ?
Lha itu orang2 yg merasa heran bahwa bahasa mereka digunakan, mau anda kemanakan ?
Karena ketika mendengar, mereka semua berkerumun bersama.
Jangan stop! Baca jangan sepotong.
Lihat seluruh pasal 1 kor 14, kalau penggal2 jadinya gak jelas!
Silahkan baca psotingan saya seluruhnya, kalau belum jelas silahkan tanyakan lagi, kalau main potong ya tidak jelas, bahkan saya sudah memberikan bukti bapa Gereja Perdana St Iraeneus melawan ajaran sesat termasuk Montanus yang merupakan pelopor gerakan kharismatik sejak Gereja Perdana.
Baca keseluruhan, menurut saya cukup jelas, termasuk dasar dari dalam jemaat saja, karena seluruh pasal menceritakan hal tersebut.
Pahamilah satu hal, St Paulus dalam suratnya, masing-masing kepada jemaat yang berbeda, kalau memang seluruh dunia, maka seluruh surat-suratnya akan membahas mengenai bahasa Roh, mengapa hanya pada jemaat di Korintus, karena umat di Korintus sedang "membanggakan diri" dengan bahasa Roh, itulah masalah yang berkembang di Korintus, berbeda dengan jemaat yang lain, contohnya Surat kepada Jemaat di Kolose adalah mengenai manusia baru, hubungan dalam keluarga dan mengenai hari Sabat.
Jadi, jelas bahwa 1 Kor 14 menceritakan bahwa jemaat di Korintus lagi "menyombongkan diri" mengenai "siapa yang terbesar dan terbaik dalam berbahasa Roh", inilah yang menjadi tujuan ditulisnya Surat kepada jemaat di Korintus oleh St Paulus.
Kis 2:6
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Satu lagi, apakah yg diucapkan para rasul itu tetap menjadi rahasia, setelah orang banyak mendengarkan dan mengetahui artinya ?? Itu belum anda jawab.
Mereka yang berbahasa sama dengan bahasa lidah tersebut mengerti bahasa tersebut (masing2 suku)
Apakah bro berpikir mereka perlu penterjemah ?
Mereka tidak perlu karena disitu hadir berbagai suku bangsa, dan mereka mengerti bahasa mereka masing2
-
Shalom bro Djo dan bro St Yopi..
Saya sependapat dg bro St Yopi khususnya mengenai latar belakang dan alasan mengapa Paulus menulis surat secara khusus kepada jemaat korintus.
Bisa kita telaah dlm 1 Kor 12:2 bahwa jemaat korintus yang suka hal2 mistis dan supranatural mencampuradukan nubuatan nabi Yoel (2:28-29) dgn janji Kristus tentang Roh Kudus yang dijanjikan (Mark 16:17-18). Dipastikan mereka mendengar peristiwa pentakosta dari Petrus dan mencoba mengaplikasikannya dgn persepsi pikiran mereka dlm konsep mistis dn supranatural, tanpa mengerti maksud dan tujuan Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa pentakosta.
Itu sebab Paulus menggunakan 'strong word' (.. supaya kamu mengetahui kebenarannya) ayat 1.
Jadi apa yang Paulus tulis dlm 1Kor12 dan 14, saya kira lebih bermakna 'koreksi' dari kekeliruan konsep yang dijalankan jemaat korintus.
Pemahaman saya, kalau itu hanya koreksi yang salah, berarti perlu lebih dalam menggali utk mendapat kebenarannya.
Demikian pendapat saya..
-
kalu bahasa roh karismatik katolik gimana mod ??
Ada pendampingnya, setiap satu orang satu pendamping bro
-
Jangan stop! Baca jangan sepotong.
Lihat seluruh pasal 1 kor 14, kalau penggal2 jadinya gak jelas!
Silahkan baca psotingan saya seluruhnya, kalau belum jelas silahkan tanyakan lagi, kalau main potong ya tidak jelas, bahkan saya sudah memberikan bukti bapa Gereja Perdana St Iraeneus melawan ajaran sesat termasuk Montanus yang merupakan pelopor gerakan kharismatik sejak Gereja Perdana.
Baca keseluruhan, menurut saya cukup jelas, termasuk dasar dari dalam jemaat saja, karena seluruh pasal menceritakan hal tersebut.
Pahamilah satu hal, St Paulus dalam suratnya, masing-masing kepada jemaat yang berbeda, kalau memang seluruh dunia, maka seluruh surat-suratnya akan membahas mengenai bahasa Roh, mengapa hanya pada jemaat di Korintus, karena umat di Korintus sedang "membanggakan diri" dengan bahasa Roh, itulah masalah yang berkembang di Korintus, berbeda dengan jemaat yang lain, contohnya Surat kepada Jemaat di Kolose adalah mengenai manusia baru, hubungan dalam keluarga dan mengenai hari Sabat.
Jadi, jelas bahwa 1 Kor 14 menceritakan bahwa jemaat di Korintus lagi "menyombongkan diri" mengenai "siapa yang terbesar dan terbaik dalam berbahasa Roh", inilah yang menjadi tujuan ditulisnya Surat kepada jemaat di Korintus oleh St Paulus.
Memang benar bahwa ayat2 ini ditulis utk menasehati jemaat korintus ttg karunia Roh ini. Akan tetapi tetap tidak dapat membuktikan bahwa bahasa roh yg dimaksud adlah bahasa yg sama/identik dgn bahasa lidah yg terjadi saat pentakosta.
Dari peristiwa pentakosta....
Klausa tidak ada yg dapat mengerti bahasa tsb tidak terpenuhi. Karena ternyata ada orang2 yg mengerti bahasa mereka. Bahkan jika anda membatasinya dgn hanya orang yg berada dalam pertemuan tsb, maka tetap tidak terpenuhi. Setelah mendengar bunyi tiupan keras, mereka segera berada dalam pertemuan tsb. Sekali lagi, mereka berada dalam lingkungan pertemuan ibadah tsb. Bahkan Petrus berkomunikasi dgn mereka.
Mereka yang berbahasa sama dengan bahasa lidah tersebut mengerti bahasa tersebut (masing2 suku)
Klausa kedua, bahwa para rasul mengucapkan kata2 rahasia tidak terpenuhi. Ternyata orang2 biasa bisa jelas mendengarkan para rasul. Sekali lagi, orang2 biasa tanpa karunia khusus apapun ternyata bisa mendapatkan rahasia.
Mereka tidak perlu karena disitu hadir berbagai suku bangsa, dan mereka mengerti bahasa mereka masing2
Klausa ketiga, bahwa jika ada orang berbahasa roh, maka HARUS ADA yg menterjemahkan menjadi tidak terpenuhi. Bro sudah menyebutkan sendiri bahwa disana tidak ada dan memang tidak perlu penterjemah bahasa roh.
Dan statement bro menjadi rancu.
Bro bilang bahwa org2 yg tidak ada yg mengerti bahasa roh itu hanya yg ada didlm pertemuan tsb.
Padahal bro jelas menulis bahwa di pertemuan tsb hadir berbagai suku bangsa, dan PASTI mengerti bahasa masing. Kok masih bilang tidak ada yg mengerti ?
So klausa pertama, kedua, dan ketiga ternyata tidak terpenuhi dalam peristiwa pentakosta.
Jadi peristiwanya yg salah, atau memang klausanya bukan ditujukan utk peristiwa tsb ?
Bukti gereja melawan ajaran sesat yg bro tunjukan tidak menjawab ini semua bro. Lagipula apa yg sy tunjukkan kpd anda terjadi sebelum itu semua.
Salam.
-
Ada pendampingnya, setiap satu orang satu pendamping bro
Kalau boleh tahu, apa fungsi dari pendamping ini bro ? Apakah utk menterjemahkan ?
Apa kriteria yg hrs dimiliki seorang pendamping ?
-
Memang benar bahwa ayat2 ini ditulis utk menasehati jemaat korintus ttg karunia Roh ini. Akan tetapi tetap tidak dapat membuktikan bahwa bahasa roh yg dimaksud adlah bahasa yg sama/identik dgn bahasa lidah yg terjadi saat pentakosta.
Dari peristiwa pentakosta....
Klausa tidak ada yg dapat mengerti bahasa tsb tidak terpenuhi. Karena ternyata ada orang2 yg mengerti bahasa mereka. Bahkan jika anda membatasinya dgn hanya orang yg berada dalam pertemuan tsb, maka tetap tidak terpenuhi. Setelah mendengar bunyi tiupan keras, mereka segera berada dalam pertemuan tsb. Sekali lagi, mereka berada dalam lingkungan pertemuan ibadah tsb. Bahkan Petrus berkomunikasi dgn mereka.
Klausa kedua, bahwa para rasul mengucapkan kata2 rahasia tidak terpenuhi. Ternyata orang2 biasa bisa jelas mendengarkan para rasul. Sekali lagi, orang2 biasa tanpa karunia khusus apapun ternyata bisa mendapatkan rahasia.
Klausa ketiga, bahwa jika ada orang berbahasa roh, maka HARUS ADA yg menterjemahkan menjadi tidak terpenuhi. Bro sudah menyebutkan sendiri bahwa disana tidak ada dan memang tidak perlu penterjemah bahasa roh.
So klausa pertama, kedua, dan ketiga ternyata tidak terpenuhi dalam peristiwa pentakosta.
Jadi peristiwanya yg salah, atau memang klausanya bukan ditujukan utk peristiwa tsb ?
Jawabannya sederhana saja:
Pada peristiwa Pentakosta, banyak orang dari berbagai suku bangsa,
Sedangkan pada umat di Korintus, ya hanya suku bangsa di Korintus,
Simple bukan?
Janganlah berkeras hati :)
Dan statement bro menjadi rancu.
Bro bilang bahwa org2 yg tidak ada yg mengerti bahasa roh itu hanya yg ada didlm pertemuan tsb.
Padahal bro jelas menulis bahwa di pertemuan tsb hadir berbagai suku bangsa, dan PASTI mengerti bahasa masing. Kok masih bilang tidak ada yg mengerti ?
Lha emang pada peristiwa Pentakosta hadir berbagai suku bangsa!
Dan di pertemuan ibadat di Korintus tidak!!!
Mana postingan saya blg pertemuan ibadat di Korintus hadir berbagai suku bangsa??? :doh:
Bukti gereja melawan ajaran sesat yg bro tunjukan tidak menjawab ini semua bro. Lagipula apa yg sy tunjukkan kpd anda terjadi sebelum itu semua.
Semua ajaran sesat sudah pernah dihadapi oleh Gereja Perdana, apa yang dikutuk oleh Gereja Perdana, dijaga oleh pewaris mereka yaitu Gereja Katolik baik Roma maupun Orthodox!
Contohnya ssy mengulangi ajaran sesat "Adopsionisme", Pentacostal (gereja kharismatik) mengulangi ajaran sesat "Montanus" dll
Silahkan cek di:
http://styopi.blogspot.com/2012/03/heresiology.html
Nah jangan mengulang apa yang sudah dikutuk oleh para rasul dan Gereja Perdana ya...! :) :doh:
-
Jawabannya sederhana saja:
Pada peristiwa Pentakosta, banyak orang dari berbagai suku bangsa,
Sedangkan pada umat di Korintus, ya hanya suku bangsa di Korintus,
Simple bukan?
Janganlah berkeras hati :)
Lha emang pada peristiwa Pentakosta hadir berbagai suku bangsa!
Dan di pertemuan ibadat di Korintus tidak!!!
Mana postingan saya blg pertemuan ibadat di Korintus hadir berbagai suku bangsa???
Hahaha...... mudah2an ini bukan jawaban krn mentok ya bro. :P
Orang2nya beda tapi kan bahasa rohnya sama bro. So syaratnya jg sama dong. :what:
Apakah maksud bro, di tiap2 jemaat syarat berbahasa roh itu berbeda2 tergantung jemaatnya ?
Pemahaman yg lebih logis, dan sama simplenya dgn jawaban bro, adalah bukan terletak pada orang2nya yg berbeda, tapi jenis bahasa rohnya yg berbeda. :afro1:
doh:Semua ajaran sesat sudah pernah dihadapi oleh Gereja Perdana, apa yang dikutuk oleh Gereja Perdana, dijaga oleh pewaris mereka yaitu Gereja Katolik baik Roma maupun Orthodox!
Contohnya ssy mengulangi ajaran sesat "Adopsionisme", Pentacostal (gereja kharismatik) mengulangi ajaran sesat "Montanus" dll
Silahkan cek di:
http://styopi.blogspot.com/2012/03/heresiology.html
Nah jangan mengulang apa yang sudah dikutuk oleh para rasul dan Gereja Perdana ya...! :) :doh:
No comment ajah :doh: :takethat: :D
-
Kalau boleh tahu, apa fungsi dari pendamping ini bro ? Apakah utk menterjemahkan ?
Apa kriteria yg hrs dimiliki seorang pendamping ?
Biasanya Imam atau Suster yang PDKK, terkadang senior, tapi ingat bahwa namanya adalah PDKK: Persekutan Doa Katolik Karismatik.
Jadi, "hanyalah" sebatas persekutuan doa bro :)
-
Hahaha...... mudah2an ini bukan jawaban krn mentok ya bro. :P
Silahkan tertawa bro, tapi ini masalah serius abad ini!
Orang2nya beda tapi kan bahasa rohnya sama bro. So syaratnya jg sama dong. :what:
Bahasa Roh berbeda-beda bro, siapa bilang sama?
Sama karena anda masih berkutat dengan bahasa "aneh bin ajaib", sedangkan Alkitab dan Tradisi Suci mengkorfirmasi bahwa itu adalah bahasa asing dibumi dimana ada ribuan bahasa yang tidak kita ketahui, tentu saja bukan yang dimaksud dengan "bahasa roh asal2an" dimana asal mengikuti simsimsimsimsimsimsim.... seperti di karismatik protestan yang tiba2 mengaku2 dikaruniakan bahasa roh, bahasa Roh yang sejati adalah bahasa manusia yang mana tidak kita ketahui karena begitu banyaknya bahasa manusia didunia ini.
Bukankah hanya umat di Korintus yang bermasalah? Bukankah Montanus sudah dikutuk oleh Gereja Perdana?
Mau mengulang lagi?
Apakah maksud bro, di tiap2 jemaat syarat berbahasa roh itu berbeda2 tergantung jemaatnya ?
Lha cuman di Korintus aja yang mencoba mengagungkan bahasa roh seperti gereja karismatik yang marak sekarang ini!
Makanya St Paulus menulis Surat tersebut, untuk mengingatkan kepada mereka.
Umat ditempat lain tidak tuch, sejarah Alkitab menunjukkan bahwa pada jaman para Rasul, para Rasul melalui St Paulus menegur umat di Korintus mengenai bahasa Roh, sedangkan umat ditempat lain tidak, karena umat tempat lain tidak melakukan bahasa Roh secara berlebihan seperti yang terjadi pada Montanus dan kalian sekarang!
Setelah itu murid para Rasul mengutuk Montanus yang mengulangi kesalahan umat Korintus!
Dan sekarang, St Yopi memperingatkan kalian lagi :doh:
Kalau saja St Paulus bangkit lagi, dia akan menulis surat lagi kepada seluruh umat karismatik, bunyinya kira2 begini:
"Bebal amat sih kalian, sudah diperingatkan supaya tidak berbahasa roh lagi didalam umat beriman, bahasa roh BUKAN UNTUK UMAT BERIMAN, melainkan untuk YANG TIDAK BERIMAN!"
Bukankah dengan melakukan bahasa roh, dengan sendirinya mengakui kalau kalian tidak beriman? :doh:
Pemahaman yg lebih logis, dan sama simplenya dgn jawaban bro, adalah bukan terletak pada orang2nya yg berbeda, tapi jenis bahasa rohnya yg berbeda. :afro1:
Karena orang2nya berbeda maka bahasa rohnya pun berbeda
-
Bro Yopi,
lah terus karunia bahasa Roh dalam gerakan karismatik dalam Gereja Katolik gimana :D
Bukankah sama2 bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia ....11-12 sama saudara2 kita dari Pantekosta...apakah tidak kebablasan begitu saja menjudge mereka sesat tanpa melihat buahnya terlebih dahulu...
karena setau saya GK pun merestui Gerakan karismatik ini...
mohon pencerahannya bro :)
salam damai :)
-
Bro Yopi,
lah terus karunia bahasa Roh dalam gerakan karismatik dalam Gereja Katolik gimana :D
Bukankah sama2 bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia ....11-12 sama saudara2 kita dari Pantekosta...apakah tidak kebablasan begitu saja menjudge mereka sesat tanpa melihat buahnya terlebih dahulu...
karena setau saya GK pun merestui Gerakan karismatik ini...
mohon pencerahannya bro :)
salam damai :)
Sangat berbeda dengan Katolik, di Katolik dalam Misa tidak pernah ada bahasa Roh, hanya sebatas Persekutuan Doa, di Katolik tidak memprioritaskan bahasa Roh, melainkan iman, pengharapan dan kasih dengan memfokuskan diri pada sengsara, wafat dan bangkit-Nya Kristus melalui Sakramen Ekaristi!
GK merestui Persekutuan Doa, karena sepanjang sejarah Gereja, bahasa Roh ada dan hanya untuk konsumsi pribadi, seperti ajaran Alkitab yaitu Surat St Paulus, bukannya malah beramai2 seperti sebuah pertandingan bahasa Roh!
Menurut saya, itu sangat berbeda bro :)
-
Ikut nimbrung...
Sepertinya yg jadi permasalahan disini karena gejala bahasa roh yg melanda Kharismatik tp monoton.
Contohnya :
Dalam setiap kebaktian salah satu gereja tertentu, dari pemimpin pujian sampai jemaat pun bermanifestasi yg cukup mengerikan ditambah dgn ucapan yg monoton.
Seperti ucapan "...siki raba2 san...."
Dan sepertinya, pertanyaan ini juga yg menyebabkan beberapa orang termasuk Sy yg skeptis klo itu adalah bhs roh karena :
1. Semuanya serempak mengucapkan kata2 yg sama
2. G' ada yg menerjemahkan arti dr kalimat itu.
3. Manifestasi berlebihan oleh user bahasa roh itu.
Nah...
karena kejadian yg demikian itu menimbulkan opini publik bahwa bahasa roh Kharismatik tidak Alkitabiah karena hal2 yg Sy sebutkan diatas meskipun tidak semuanya demikian.
Thanks....
-
Kalau menurut saya bahasa roh itu alkitabiyah. Dan bukan maksud mengejek dan menghina ,..
Banyak yang saya lihat, seseorang berbahasa roh di mimbar, tetapi diluar mimbar, kelakuannya beda banget.
Dan inilah yg telah membuat saya jadi skeptis ketika melihat seseorang berbahasa roh.
Mungkin memang ada orang2 yg dikarunia-i bahasa roh, yaitu mereka yang benar-benar hidup dalam kekudusan. Seperti misalnya biarawan,biarawati, petapa, para rasul (dulu) dll.
salam.
:)
-
Sangat berbeda dengan Katolik, di Katolik dalam Misa tidak pernah ada bahasa Roh, hanya sebatas Persekutuan Doa, di Katolik tidak memprioritaskan bahasa Roh, melainkan iman, pengharapan dan kasih dengan memfokuskan diri pada sengsara, wafat dan bangkit-Nya Kristus melalui Sakramen Ekaristi!
GK merestui Persekutuan Doa, karena sepanjang sejarah Gereja, bahasa Roh ada dan hanya untuk konsumsi pribadi, seperti ajaran Alkitab yaitu Surat St Paulus, bukannya malah beramai2 seperti sebuah pertandingan bahasa Roh!
Menurut saya, itu sangat berbeda bro :)
Bro Yopi,
Berarti bahasa rohnya sendiri yang merupakan bahasa "aneh" karena tidak dimengerti oleh manusia tidak bermasalah , dan menjadi masalah adalah praktek, penerapan , sikap dari orang2 yang mengaku mendapat karunia tersebut...begitu yah bro ...
salam damai :)
-
Bro Yopi,
Berarti bahasa rohnya sendiri yang merupakan bahasa "aneh" karena tidak dimengerti oleh manusia tidak bermasalah , dan menjadi masalah adalah praktek, penerapan , sikap dari orang2 yang mengaku mendapat karunia tersebut...begitu yah bro ...
salam damai :)
Perlu diluruskan bahwa tidak dimengerti karena bukan bahasa sukunya, melainkan bahasa suku antah berantah di belahan dunia lain.
Yang kedua benar bro, bahwa sikap dan penerapan orang yang berbahasa Roh, belum lagi kebenaran bahwa orang tersebut benar atau tidak berbahasa Roh, atau malah hanya ikut2an, yang penting bikin bahasa aneh, itu pasti bahasa Roh, itu aku sangat menentangnya.
:)
-
Silahkan tertawa bro, tapi ini masalah serius abad ini!
Saking seriusnya sampai2 kini katolik pun berglosolali. Walau hanya dlm persekutuan doa.
Hal yg belum dilakukan dan diakui secara massal selama berabad2 sejak gereja awal.
Memang sungguh ajaib karunia Roh di abad ini.
Bahasa Roh berbeda-beda bro, siapa bilang sama?
Sama maksudnya adalah sama2 bahasa suku lain, itu kan maksud anda ?
Nak kalo bahasa roh itu adlah sama2 bahasa suku lain, maka nasehat Paulus juga harus terjadi di Pentakosta.
Sama2 bahasa roh, sama2 bahasa suku lain, sama2 rahasia, sama2 perlu penterjemah.
Bukankah hanya umat di Korintus yang bermasalah? Bukankah Montanus sudah dikutuk oleh Gereja Perdana?
Mau mengulang lagi? Lha cuman di Korintus aja yang mencoba mengagungkan bahasa roh seperti gereja karismatik yang marak sekarang ini!
Makanya St Paulus menulis Surat tersebut, untuk mengingatkan kepada mereka.
Umat ditempat lain tidak tuch, sejarah Alkitab menunjukkan bahwa pada jaman para Rasul, para Rasul melalui St Paulus menegur umat di Korintus mengenai bahasa Roh, sedangkan umat ditempat lain tidak, karena umat tempat lain tidak melakukan bahasa Roh secara berlebihan seperti yang terjadi pada Montanus dan kalian sekarang!
Setelah itu murid para Rasul mengutuk Montanus yang mengulangi kesalahan umat Korintus!
Keluarin ayatnya kalo yg dilakukan oleh jemaat korintus adalah sebuah kesalahan.
Keluarin ayatnya kalo bahasa roh yg dilakukan oleh jemaat Korintus DITENTANG Paulus dan HARUS DIKUTUK.
Baca ayat baik2 bro. Yg dilakukan oleh Paulus adalah dia mendorong jemaat utk tidak berhenti hanya pada karunia berbahasa roh, tetapi utk lanjut kepada tahap bernubuat. Supaya apa? supaya orang2 yg tidak beriman yg ikut dan mendengar mereka bisa juga ikut bertumbuh.
Baca 1 Kor 14 satu pasal sampe abis. Di awal dan akhir kembali ditekankan utk mengejar bernubuat instead of bahasa roh. Tapi bahasa rohnya SAMA SEKALI tidak salah.
Dan sekarang, St Yopi memperingatkan kalian lagi :doh:
Kalau saja St Paulus bangkit lagi, dia akan menulis surat lagi kepada seluruh umat karismatik, bunyinya kira2 begini:
"Bebal amat sih kalian, sudah diperingatkan supaya tidak berbahasa roh lagi didalam umat beriman, ....
Takutnya nanti malah dikira Santo Gadungan.... sm sprti nick anda.
Krn umat karismatik akan mengeluarkan ayat yg pernah ditulis Rasul Paulus yg ASLI, begini bunyinya :
1 Kor 14:39
(39) Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
bahasa roh BUKAN UNTUK UMAT BERIMAN, melainkan untuk YANG TIDAK BERIMAN!"
Termasuk St. Fransiskus Xaverius, St. Vincent de Ferrer, Padre Pio ?
-
Sangat berbeda dengan Katolik, di Katolik dalam Misa tidak pernah ada bahasa Roh, hanya sebatas Persekutuan Doa, di Katolik tidak memprioritaskan bahasa Roh, melainkan iman, pengharapan dan kasih dengan memfokuskan diri pada sengsara, wafat dan bangkit-Nya Kristus melalui Sakramen Ekaristi!
Yg ditanya itu ya persekutuan doa karismatiknya itu...., bahasa rohnya bagaimana ?
Kalo misa di katedral ya pasti nggak ada.
GK merestui Persekutuan Doa, karena sepanjang sejarah Gereja, bahasa Roh ada dan hanya untuk konsumsi pribadi, seperti ajaran Alkitab yaitu Surat St Paulus, bukannya malah beramai2 seperti sebuah pertandingan bahasa Roh!
Menurut saya, itu sangat berbeda bro :)
Kok hanya utk pribadi? Ini di dalam persekutuan doa...., nggak cuma sendiri dong.
-
Yang kedua benar bro, bahwa sikap dan penerapan orang yang berbahasa Roh, belum lagi kebenaran bahwa orang tersebut benar atau tidak berbahasa Roh, atau malah hanya ikut2an, yang penting bikin bahasa aneh, itu pasti bahasa Roh, itu aku sangat menentangnya.
:)
Lha kalo itu mah nggak usah nunggu anda yg ada diseberang, saya juga menentangnya.
Tapi maksud saya begini lho,
yg penting itu kalo ada orang berbahasa roh, jangan main tuduh sesat lah, ini lah , itu lah...
Masalahnya apa, iya kalo orang itu emang menipu, tapi kalo ternyata dia lagi intim berkomunikasi dgn Bapa di sorga, gimana coba ?
Bahasa roh itu karunia, ngga tiap orang mendapatkannya. Diberikan oleh Roh Kudus.
Masa sih kita nggak menghargai Sang Pemberi karunia tsb ?
Masalahnya seringkali orang sudah menjudge duluan bahwa tiap anggota DPR pasti korupsi. Yg kasian kan orang2 sperti Ahok....., untung dia jd wagub DKI (lha ?? nggak nyambung.... :D :D :D)
Salam bro.
-
Saking seriusnya sampai2 kini katolik pun berglosolali. Walau hanya dlm persekutuan doa.
Dari dulu, hanya gak seperti berlomba-lomba memamerkan dihadapan semua umat, pake acara pancing dll
Hal yg belum dilakukan dan diakui secara massal selama berabad2 sejak gereja awal.
Sudah sejak Gereja Perdana, hanya gak aneh kayak gereja karismatik protestan
Memang sungguh ajaib karunia Roh di abad ini.
Bahasa Roh memang ajaib
Sama maksudnya adalah sama2 bahasa suku lain, itu kan maksud anda ?
Nak kalo bahasa roh itu adlah sama2 bahasa suku lain, maka nasehat Paulus juga harus terjadi di Pentakosta.
Sudah terjadi kok
Sama2 bahasa roh, sama2 bahasa suku lain, sama2 rahasia, sama2 perlu penterjemah.
Benar, yang pasti adalah bahasa manusia yang belum dikenal
Keluarin ayatnya kalo yg dilakukan oleh jemaat korintus adalah sebuah kesalahan.
Keluarin ayatnya kalo bahasa roh yg dilakukan oleh jemaat Korintus DITENTANG Paulus dan HARUS DIKUTUK.
Senjata andalan protestan ini tak berlaku di forum ini :)
Silahkan pake senjata ini di forum sebelah, karena disini mengakui Tradisi Suci selain Alkitab :)
Baca ayat baik2 bro. Yg dilakukan oleh Paulus adalah dia mendorong jemaat utk tidak berhenti hanya pada karunia berbahasa roh, tetapi utk lanjut kepada tahap bernubuat. Supaya apa? supaya orang2 yg tidak beriman yg ikut dan mendengar mereka bisa juga ikut bertumbuh.
Baca 1 Kor 14 satu pasal sampe abis. Di awal dan akhir kembali ditekankan utk mengejar bernubuat instead of bahasa roh. Tapi bahasa rohnya SAMA SEKALI tidak salah.
Sudah, kamu baca bahwa itu untuk orang tidak beriman ?
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Krn umat karismatik akan mengeluarkan ayat yg pernah ditulis Rasul Paulus yg ASLI, begini bunyinya :
1 Kor 14:39
(39) Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Lihat ayat sebelumnya:
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Lihat ayat selanjutnya:
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Termasuk St. Fransiskus Xaverius, St. Vincent de Ferrer, Padre Pio ?
Mereka melakukan sesuai perintah Alkitab,
Baca 1 Kor 14 SELURUHNYA!
-
Bro Djo, bro Yopi....diskusinya hangat nih hehe...tetap sabar yah bro2 sekalian... :afro1:
salam damai :)
-
Benar, yang pasti adalah bahasa manusia yang belum dikenal
Mutar-muter...., tp peristiwa pentakosta ditolak. Padahal sudah setuju sama2 bahasa lain suku, sama2 bahasa rahasia.
Senjata andalan protestan ini tak berlaku di forum ini :)
Silahkan pake senjata ini di forum sebelah, karena disini mengakui Tradisi Suci selain Alkitab
Sebutkan saja bila Alkitab tidak berlaku di forum ini.
Aneh jika Tradisinya diterima tapi alkitabnya diabaikan.
Sudah, kamu baca bahwa itu untuk orang tidak beriman ?
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Pertanyaan saya, salah gak berbahasa rohnya ?
Lihat ayat sebelumnya:
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Lihat ayat selanjutnya:
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Nah syarat itu keluar lagi. Bandingkan lg dgn Pentakosta.
Para Rasul ramai2 berbahasa roh berbarengan (istilah anda berlomba2 ??).....
tidak ada yg menafsirkan. Meskipun ada yg mengerti, tapi ternyata mrk tidak menafsirkan.
Apakah yg terjadi saat pentakosta bisa dikatakan mirip2 dgn jemaat di Korintus ??
Mereka melakukan sesuai perintah Alkitab,
Tetap saja, karena mereka berbahasa roh, maka mereka menunjukkan tanda2 orang yg tidak beriman.
Itukan yg anda mau katakan kepada umat karismatik ?
Baca 1 Kor 14 SELURUHNYA!
Sekarang baca2 juga ttg bahasa roh di kitab lain.
Masing2 tidak boleh bertentangan.
-
Bro Djo, bro Yopi....diskusinya hangat nih hehe...tetap sabar yah bro2 sekalian... :afro1:
salam damai :)
Iya Mod. Di sini hawanya mendung, jadi butuh yg hangat2. :deal:
Yg penting jgn sampai keluar kalimat : "gue benar, elo sesat"
Masalah bahasa roh mau diterima atau nggak, gak masalah. Tapi kalo menghakimi sesama Tubuh Kristus , ini cilaka...
-
Yg ditanya itu ya persekutuan doa karismatiknya itu...., bahasa rohnya bagaimana ?
Bahasa yang gak dimengerti
Kalo misa di katedral ya pasti nggak ada.
Kok hanya utk pribadi? Ini di dalam persekutuan doa...., nggak cuma sendiri dong.
Ingat prinsip dalam Alkitab:
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Itulah sebabnya hanya PD!
-
Lha kalo itu mah nggak usah nunggu anda yg ada diseberang, saya juga menentangnya.
Tapi maksud saya begini lho,
yg penting itu kalo ada orang berbahasa roh, jangan main tuduh sesat lah, ini lah , itu lah...
Masalahnya apa, iya kalo orang itu emang menipu, tapi kalo ternyata dia lagi intim berkomunikasi dgn Bapa di sorga, gimana coba ?
Bahasa roh itu karunia, ngga tiap orang mendapatkannya. Diberikan oleh Roh Kudus.
Masa sih kita nggak menghargai Sang Pemberi karunia tsb ?
Kalau asal2an trus mengaku2 dari Roh Kudus?
Bukannya itu seperti menghina Roh Kudus?
Bukannya itu menghujat Roh Kudus?!
-
Mutar-muter...., tp peristiwa pentakosta ditolak. Padahal sudah setuju sama2 bahasa lain suku, sama2 bahasa rahasia.
Kamunya muter-muter, Pentakosta tidak ditolak, tidak ada rahasia karena sudah dimengerti oleh sebagian orang dari suku yang bahasanya dipakai dalam bahasa Roh tersebut
Sebutkan saja bila Alkitab tidak berlaku di forum ini.
Aneh jika Tradisinya diterima tapi alkitabnya diabaikan.
Fitnah!!!
Siapa yang mengabaikan Alkitab?
Baik Alkitab dan Tradisi Suci diakui di Forum ini!
Alkitab:
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Tradisi Suci yaitu St Iranaeus "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") Vs Montanus (ajaran sesat)
Jangan membuat fitnah disini seperti forum tetangga!
Pertanyaan saya, salah gak berbahasa rohnya ?
Salah kalau beramai-ramai
Nah syarat itu keluar lagi. Bandingkan lg dgn Pentakosta.
Para Rasul ramai2 berbahasa roh berbarengan (istilah anda berlomba2 ??).....
tidak ada yg menafsirkan. Meskipun ada yg mengerti, tapi ternyata mrk tidak menafsirkan.
Tentu saja tidak menafsirkan! Karena sudha mengerti apa yang dikatakan!
Kalau mengerti apa yang dikatakan ya tidak masalah sejuta orang beramai-ramai!
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Apakah yg terjadi saat pentakosta bisa dikatakan mirip2 dgn jemaat di Korintus ??
Mirip gimana? Di Korintus tidak ada yang mengerti!!!
Tetap saja, karena mereka berbahasa roh, maka mereka menunjukkan tanda2 orang yg tidak beriman.
Tetap saja paling banyak 3 orang perintah Alkitab:
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Itukan yg anda mau katakan kepada umat karismatik ?
Kalau salah ya aku bilang salah!
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Sekarang baca2 juga ttg bahasa roh di kitab lain.
Masing2 tidak boleh bertentangan.
Berikan kitabnya, aku mau baca!
Yang ada adalah Pentakosta, dimana ada yang mengerti dan menjadi tanda bagi yang tidak beriman ---> tidak bertentangan dengan 1 Kor 14
1 Kor 14, umat di Korintus diperingatkan oleh St Paulus:
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah karismatik protestan!
Melanggar semua aturan yang dibuat oleh St Paulus dalam Alkitab!
Paham?
-
Bahasa yang gak dimengerti
Pasti ada yg menterjemahkan dong ??
Apakah si pendamping yg berfungsi sbg penterjemah ?
Ingat prinsip dalam Alkitab:
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Itulah sebabnya hanya PD!
Sekali lagi, berarti pasti ada yg menterjemahkan dong di PD ?
-
Salah kalau beramai-ramai
Para Rasul berbicara beramai-ramai. Mereka berbicara seperti itu karena itulah yg diberikan Roh Kudus kpd mereka.
Tentu saja tidak menafsirkan! Karena sudha mengerti apa yang dikatakan!
Kalau mengerti apa yang dikatakan ya tidak masalah sejuta orang beramai-ramai!
Mengapa tidak menafsirkan ? Bro tahu apa artinya penafsir ?
Mereka mendengarkan orang berbicara lalu menjelaskan apa yg dikatakan org tersebut kepada sidang jemaat.
Tapi lihat apa yg terjadi saat pentakosta tsb, mereka mengerti bahasa para rasul, tapi mereka tidak menafsirkan kpd orang lain. Dgn kata lain Petrus gak ngerti ucapan Yohanes, Yohanes gak ngerti ucapan Filipus, dst. Mengapa ? Krn tidak ada yg menafsirkan, meskipun ada yg mengerti.
Makanya, kalau bro ngotot harus ada yg menafsirkan, berarti sama saja bro menolak peristiwa pentakosta.
FYI AFAIK, seseorang akan diberi karunia utk menafsirkan dlm sebuah ibadah sidang jemaat ketika Roh Kudus "merasa perlu" utk mengungkapkannya pada jemaat lain, misalnya terkait nubuatan, penguatan iman, dsb. Tapi jika tiap2 jemaat berdoa dalam roh mengenai pribadi mereka masing2, ya buat apa diterjemahkan kpd seluruh jemaat ? Apakah supaya jemaat tahu pergumulan pribadi orang lain ?
Roh Kudus itu gak rumpi bro.
Tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah karismatik protestan!
Lha iya memang tidak masalah.
Paulus saja tidak menentang, apalagi mengutuk. Yg dilakukan Paulus adalah mendorong jemaat utk mengusahakan karunia bernubuat ketimbang berbahasa roh. Karena kalo cuma berbahasa roh, maka jemaat tidak bisa dibangun. karena apa ? kalo ada jemaat yg baru bergabung datang, dia nggak akan ngerti apa2 alias tidak beriman. Beda kalo jemaat bisa bernubuat. Kalo ada yg baru bergabung dan mendengarkan nubuatan lalu terbukti, maka jemaat itu akan dikuatkan imannya.
Begitu bro, jadi tanda beriman/tidak beriman itu buat dimengerti maknanya.
bukan buat meledek dan ditembak2kan kpd orang lain.
Salam.
-
Pasti ada yg menterjemahkan dong ??
Apakah si pendamping yg berfungsi sbg penterjemah ?
Sekali lagi, berarti pasti ada yg menterjemahkan dong di PD ?
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Para Rasul berbicara beramai-ramai. Mereka berbicara seperti itu karena itulah yg diberikan Roh Kudus kpd mereka.
Mereka beramai-ramai karena yang hadir mengerti bahasa Roh mereka!
Mengapa tidak menafsirkan ? Bro tahu apa artinya penafsir ?
Karena sudah mengerti maka tidak perlu ditafsir
Mereka mendengarkan orang berbicara lalu menjelaskan apa yg dikatakan org tersebut kepada sidang jemaat.
Jemaat pada Pentakosta mengerti apa yang mereka katakan
Tapi lihat apa yg terjadi saat pentakosta tsb, mereka mengerti bahasa para rasul, tapi mereka tidak menafsirkan kpd orang lain. Dgn kata lain Petrus gak ngerti ucapan Yohanes, Yohanes gak ngerti ucapan Filipus, dst. Mengapa ? Krn tidak ada yg menafsirkan, meskipun ada yg mengerti.
Salah!!!
Mereka mengerti, dan umatpun mengerti! Baca peristiwa Pentakosta baik2!!!
Makanya, kalau bro ngotot harus ada yg menafsirkan, berarti sama saja bro menolak peristiwa pentakosta.
Salah!
Peritiwa Pentakosta sudah betul ---> sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh St Paulus di 1 Kor 14
FYI AFAIK, seseorang akan diberi karunia utk menafsirkan dlm sebuah ibadah sidang jemaat ketika Roh Kudus "merasa perlu" utk mengungkapkannya pada jemaat lain, misalnya terkait nubuatan, penguatan iman, dsb. Tapi jika tiap2 jemaat berdoa dalam roh mengenai pribadi mereka masing2, ya buat apa diterjemahkan kpd seluruh jemaat ? Apakah supaya jemaat tahu pergumulan pribadi orang lain ?
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Kamu 100% TIDAK ALKITABIAH!!!
Roh Kudus itu gak rumpi bro.
Dan tidak menyombongkan diri!
Lha iya memang tidak masalah.
Paulus saja tidak menentang, apalagi mengutuk. Yg dilakukan Paulus adalah mendorong jemaat utk mengusahakan karunia bernubuat ketimbang berbahasa roh. Karena kalo cuma berbahasa roh, maka jemaat tidak bisa dibangun. karena apa ? kalo ada jemaat yg baru bergabung datang, dia nggak akan ngerti apa2 alias tidak beriman. Beda kalo jemaat bisa bernubuat. Kalo ada yg baru bergabung dan mendengarkan nubuatan lalu terbukti, maka jemaat itu akan dikuatkan imannya.
Begitu bro, jadi tanda beriman/tidak beriman itu buat dimengerti maknanya.
bukan buat meledek dan ditembak2kan kpd orang lain.
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Masih belum paham juga??????
-
Mereka beramai-ramai karena yang hadir mengerti bahasa Roh mereka
Tahu darimana ? Alkitab atau Tradisi Suci ?
Ada orang yg mengerti bukan berarti sidang jemaat ikut mengerti.
Ada orang yg mengerti bukan berarti ada orang yg menafsirkan.
Karena sudah mengerti maka tidak perlu ditafsirJemaat pada Pentakosta mengerti apa yang mereka katakan
Mereka mengerti, dan umatpun mengerti! Baca peristiwa Pentakosta baik2!!!
Siapa bilang semua mengerti ? Apakah seluruh yg mendengarkan jg mendapat karunia menafsirkan ?
Buktinya ada yg menganggap mereka sedang mabuk, ini tanda org2 tsb tidak mengerti.
Peritiwa Pentakosta sudah betul ---> sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh St Paulus di 1 Kor 1428 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Tidak ada yg menafsirkan kpd umat.
Saya minta ayatnya kalo anda bilang ada yg menafsirkan (dan jgn bilang sy mengeluarkan jurus protestan lagi, karena tokh Alkitab anda lebih "lengkap" dr Alkitab saya )
Lalu kenapa Para Rasul tetap berbahasa roh ? Karena memang Roh Kudus yg memberikannya kpd mereka, dan mrk berkata2 langsung scr pribadi kpd Allah. Tidak ada hubungannya dgn orang lain.
Kamu 100% TIDAK ALKITABIAH!!!
Terserah anda saja bro. Memang bukan pertama kalinya bahasa roh ditentang.
Bahkan saat "premier" bahasa roh " di PB diluncurkan", mereka dianggap orang mabuk.
Dan tidak menyombongkan diri!
Betul.
Masih belum paham juga??????
Kenapa sebaiknya 2 atau 3 org saja ? Supaya ibadah teratur, si penafsir jg tidak terlalu letih (jika hanya 1 orang yg diberi karunia menafsirkan)
Kenapa harus bergantian ? Supaya penafsir mudah menafsirkan.
Meskipun misalnya sy mengerti bhs inggris, perancis, dan jerman, tapi jika mereka berbicara berbarengan, saya pasti mabok menterjemahkannya.
Tapi sekali lagi, hal apa yg perlu ditafsirkan ? Pastinya nubuatan (seringkali orang bernubuat dgn mekanisme berbahasa roh), penguatan iman, Firman / janji2 Allah, dsb yang berhubungan dgn jemaat.
Bisa dimengerti ?
-
Tahu darimana ? Alkitab atau Tradisi Suci ?
Kedua2nya
Ada orang yg mengerti bukan berarti sidang jemaat ikut mengerti.
Ada orang yg mengerti bukan berarti ada orang yg menafsirkan.
Yang tidak mengerti silahkan tanya pada yang mengerti
Siapa bilang semua mengerti ? Apakah seluruh yg mendengarkan jg mendapat karunia menafsirkan ?
Buktinya ada yg menganggap mereka sedang mabuk, ini tanda org2 tsb tidak mengerti.
Tidak ada yg menafsirkan kpd umat.
Idem diatas
Saya minta ayatnya kalo anda bilang ada yg menafsirkan (dan jgn bilang sy mengeluarkan jurus protestan lagi, karena tokh Alkitab anda lebih "lengkap" dr Alkitab saya )
:D
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Lalu kenapa Para Rasul tetap berbahasa roh ? Karena memang Roh Kudus yg memberikannya kpd mereka, dan mrk berkata2 langsung scr pribadi kpd Allah. Tidak ada hubungannya dgn orang lain.
Ya, secara pribadi, bukannya berlomba2 seakan2 memamerkan, itu tidak teratur dan tidak sopan!
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Terserah anda saja bro. Memang bukan pertama kalinya bahasa roh ditentang.
Ditentang oleh Alkitab:
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Bahkan saat "premier" bahasa roh " di PB diluncurkan", mereka dianggap orang mabuk.
Bagi orang tidak beriman
Kenapa sebaiknya 2 atau 3 org saja ? Supaya ibadah teratur, si penafsir jg tidak terlalu letih (jika hanya 1 orang yg diberi karunia menafsirkan)
Kenapa harus bergantian ? Supaya penafsir mudah menafsirkan.
Meskipun misalnya sy mengerti bhs inggris, perancis, dan jerman, tapi jika mereka berbicara berbarengan, saya pasti mabok menterjemahkannya.
Bukan pada pertemuan jemaat
Tapi sekali lagi, hal apa yg perlu ditafsirkan ? Pastinya nubuatan (seringkali orang bernubuat dgn mekanisme berbahasa roh), penguatan iman, Firman / janji2 Allah, dsb yang berhubungan dgn jemaat.
Bukan pada pertemuan jemaat:
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
-
Yang tidak mengerti silahkan tanya pada yang mengerti
Konyol jika seandainya dlm ibadah ada 3000 orang yg tdk mengerti lalu semua bertanya pada org yg mengerti. :)
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Baca baik2, siapa yang berbicara kepada siapa ?
Lihat yg saya bold biru, mereka berbicara dgn kalangan mereka sendiri yang sama2 mengerti bahasa tsb. Baca ayat 8 baik2.
(8) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
Mereka tidak sedang menjelaskan/menafsirkan kepada umat yg lain yg tidak mengerti.
Dgn kata lain, Petrus tetap nggak mengerti ucapan Yohanes, Yohanes tetap nggak ngerti ucapan Andreas, dst MESKIPUN ada orang lain yg mengerti ucapan mereka.
Paham ?
Ya, secara pribadi, bukannya berlomba2 seakan2 memamerkan, itu tidak teratur dan tidak sopan!
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.Ditentang oleh Alkitab:
Puji Tuhan, anda mengakuinya sbg doa pribadi.
Konsekuensinya ? Tidak perlu ditafsirkan kepada jemaat scr umum.
Siapa yg berlomba2 ? siapa yg pamer ? Tidak ada dalam ajaran karismatik utk hal itu.
Entah kalo dianggap dan dipandang salah seperti itu oleh orang luar. Itu lain urusan.
Tidak teratur dan sopan menurut siapa ?
Bahkan slow 8 beat tempo 64 bpm bagi saya bisa dianggap sebuah kehingar bingaran di telinga anda ?
Bahkan satu tepukan tangan bisa dianggap sebuah kekejian dan pelanggaran serius dalam ibadah anda ?
Lalu apa yg anda harapkan ? Anda berharap ukuran baju anda pasti akan cocok di tubuh saya ?
Bisa dipahami ?
Ditentang oleh Alkitab:
Sudah sy jelaskan berulang2. Paulus pun tidak menentang apalagi mengutuk.
Paulus hanya bilang dia lebih suka berbahasa biasa ketimbang bahasa roh.
Mengerti maksudnya "lebih suka" ?
Ini terkait dgn keinginan Paulus supaya jemaat berusaha utk mendapatkan karunia bernubuat dan tidak cepat puas hanya dgn karunia bahasa roh saja.
Bukan pada pertemuan jemaat
bukan pada pertemuan jemaat gimana maksudnya ? :D
Itu pentakosta mau dikemanakan ? padahal para rasul berdoa secara pribadi.
Itu persekutuan doa mau dikemanakan ? padahal rekan2 KK berdoa secara pribadi.
Kenapa umat karismatik tidak boleh berdoa secara pribadi dalam sebuah persekutuan jemaat ?
-
Konyol jika seandainya dlm ibadah ada 3000 orang yg tdk mengerti lalu semua bertanya pada org yg mengerti. :)
Bukan konyol, melainkan menjadi tanda keheranan, kok bisa ya? Nah, itulah disebutkan tanda bagi yang tidak beriman!
Baca baik2, siapa yang berbicara kepada siapa ?
Lihat yg saya bold biru, mereka berbicara dgn kalangan mereka sendiri yang sama2 mengerti bahasa tsb. Baca ayat 8 baik2.
(8) Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
Mereka tidak sedang menjelaskan/menafsirkan kepada umat yg lain yg tidak mengerti.
9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Dgn kata lain, Petrus tetap nggak mengerti ucapan Yohanes, Yohanes tetap nggak ngerti ucapan Andreas, dst MESKIPUN ada
orang lain yg mengerti ucapan mereka.
Paham ?
:doh:
Yang ngomong itu umat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :doh:
Bukan para Rasul!!!!!!!!!!!!!!!!!! :doh:
Lha yang mentafsirkan bahasa Roh tersebut St Petrus kok!
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
:doh: :doh: :doh: :doh:
Puji Tuhan, anda mengakuinya sbg doa pribadi.
Konsekuensinya ? Tidak perlu ditafsirkan kepada jemaat scr umum.
Benar
Siapa yg berlomba2 ? siapa yg pamer ? Tidak ada dalam ajaran karismatik utk hal itu.
Entah kalo dianggap dan dipandang salah seperti itu oleh orang luar. Itu lain urusan.
Tidak teratur dan sopan menurut siapa ?
Saya bukannya tidak tahu gereja karismatik, ibu yang melahirkan saya sampai detik ini GSJA! Dan dulu saya ikut juga kebaktiannya!
Paham?
Bahkan slow 8 beat tempo 64 bpm bagi saya bisa dianggap sebuah kehingar bingaran di telinga anda ?
Bahkan satu tepukan tangan bisa dianggap sebuah kekejian dan pelanggaran serius dalam ibadah anda ?
Lalu apa yg anda harapkan ? Anda berharap ukuran baju anda pasti akan cocok di tubuh saya ?
Bisa dipahami ?
Aturannya ada dalam Alkitab
Sudah sy jelaskan berulang2. Paulus pun tidak menentang apalagi mengutuk.
Paulus hanya bilang dia lebih suka berbahasa biasa ketimbang bahasa roh.
Mengerti maksudnya "lebih suka" ?
Ini terkait dgn keinginan Paulus supaya jemaat berusaha utk mendapatkan karunia bernubuat dan tidak cepat puas hanya dgn karunia bahasa roh saja.
bukan pada pertemuan jemaat gimana maksudnya ? :D
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Itu pentakosta mau dikemanakan ? padahal para rasul berdoa secara pribadi.
1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Awalnya doa pribadi, karena tertarik dengan bunyi dari langit, berkumpullah semua orang, dan karena sebagian besar mereka kafir:
9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Dan ada yang menafsirkan:
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
Maka sesuai dengan 1 Kor 14 dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan (padahal Pentakosta terjadi sebelum Surat Korintus ditulis!):
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Itu persekutuan doa mau dikemanakan ? padahal rekan2 KK berdoa secara pribadi.
Yang penting bukan di Kebaktian gereja atau Misa!
Kenapa umat karismatik tidak boleh berdoa secara pribadi dalam sebuah persekutuan jemaat ?
Kesulitan saya berdiskusi dengan protestan adalah mereka mati2an bertahan dengan ayat terjemahan LAI!!!
1 Corinthians 14:19
ἀλλὰ ἐν ἐκκλησίᾳ θέλω πέντε λόγους τῷ νοΐ μου λαλῆσαι, ἵνα καὶ ἄλλους κατηχήσω, ἢ μυρίους λόγους ἐν γλώσσῃ.
Yet in the church I had rather speak five words with my understanding that by my voice I might teach others also than ten thousand words in an unknown tongue
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
Kalo masih ngeyel :doh:
-
Bukan konyol, melainkan menjadi tanda keheranan, kok bisa ya? Nah, itulah disebutkan tanda bagi yang tidak beriman!
Lha terus gimana ? katanya yg nggak ngerti disuruh tanya sama yg ngerti ?
kalo yg gak ngerti kira2 3000 orang terus masing2 nanya sama yg ngerti gimana urusannya ?
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Intinya yg diajak bicara ngerti ucapan yg berbicara ayat tsb. Kalo yg diajak ngomong nggak ngerti, ya gak mungkin dia ngomong. Walaupun lain daerah, tokh dia tetap berkomunikasi, sesama orang luar Galilea.
Dan orang2 ini walaupun mengerti bahasa tsb, tapi tidak menafsirkan kepada orang lain.
Yang ngomong itu umat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :doh:
Bukan para Rasul!!!!!!!!!!!!!!!!!! :doh:
Gimana sih ? Termasuk para rasul dong...
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ini termasuk murid2 Yesus.
(4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Mereka itu siapa ? ya semua orang percaya di ayat 1. Ya termasuk murid2 Yesus.
(6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Rasul-rasul ini siapa ? ya murid2 Yesus. Memangnya ada rasul yg lain ?
Saya bukannya tidak tahu gereja karismatik, ibu yang melahirkan saya sampai detik ini GSJA! Dan dulu saya ikut juga kebaktiannya!
Nah, tanya sama ibu bro. Beliau suka pamer2 bahasa roh gak ?
Pendetanya nyuruh gak harus dipamer2in itu bahasa roh ?
Awalnya doa pribadi, karena tertarik dengan bunyi dari langit, berkumpullah semua orang, dan karena sebagian besar mereka kafir:
Ya berdoa pribadi. Tapi berdoa pribadi dalam sebuah perkumpulan jemaat.
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Kalo ditempat saya, kalo semua orang percaya ngumpul di satu tempat, itu namanya kebaktian. :D
Dan ada yang menafsirkan:
Salah lagi !
Perhatikan bro, Petrus tidak sedang menafsirkan.
Pertama, Petrus sedang mengcounter anggapan sinis orang lain yg menganggap mereka mabuk.
Petrus dengar ada orang yg ngomong sprti ini
(13) Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
Lalu Petrus jawab ;
(15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
Bisa jadi Petrus gak ngomong sprti itu kalau tidak ada yg menganggap mereka mabuk.
Kedua, apa yg disampaikan oleh Petrus bukanlah isi/arti/tafsiran dari bahasa2 roh yg mereka ucapkan. Petrus sedang menjelaskan bahwa yg sedang terjadi ini (peristiwa turunnya Roh Kudus) adalah penggenapan atas apa yg pernah diucapkan oleh Nabi Yoel, bahwa Tuhan akan mencurahkan RohNya kepada semua orang, dan orang2 itu akan menerima karunia, dsb.
-
Yang penting bukan di Kebaktian gereja atau Misa!
Saya ulangi bro..
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Bagi saya, ini kebaktian perkumpulan jemaat.
Nggak tau deh kalo menurut bro mereka lagi ngapain ?
Kesulitan saya berdiskusi dengan protestan adalah mereka mati2an bertahan dengan ayat terjemahan LAI!!!
1 Corinthians 14:19
ἀλλὰ ἐν ἐκκλησίᾳ θέλω πέντε λόγους τῷ νοΐ μου λαλῆσαι, ἵνα καὶ ἄλλους κατηχήσω, ἢ μυρίους λόγους ἐν γλώσσῃ.
Yet in the church I had rather speak five words with my understanding that by my voice I might teach others also than ten thousand words in an unknown tongue
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
Kalo masih ngeyel :doh:
Lha itu masalah bro yg membedakan esensi antara persekutuan doa dan misa di gereja.
Bagi kami, dimanapun tempatnya, ketika doa dipanjatkan, pujian dinaikan, firman Tuhan diberitakan, walaupun hanya beberapa orang, itu namanya ibadah (persekutuan jemaat).
Apalagi di Alkitab sdh jelas dikatakan bahwa, SEMUA orang percaya berkumpul di satu tempat.
Demikian bro,
Salam
-
Lha terus gimana ? katanya yg nggak ngerti disuruh tanya sama yg ngerti ?
kalo yg gak ngerti kira2 3000 orang terus masing2 nanya sama yg ngerti gimana urusannya ?
Intinya yg diajak bicara ngerti ucapan yg berbicara ayat tsb. Kalo yg diajak ngomong nggak ngerti, ya gak mungkin dia ngomong. Walaupun lain daerah, tokh dia tetap berkomunikasi, sesama orang luar Galilea.
Dan orang2 ini walaupun mengerti bahasa tsb, tapi tidak menafsirkan kepada orang lain.
Gimana seh???
Udah ngerti kok menafsirkan! Lha mereka udah beritahu kok:
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Gimana sih ? Termasuk para rasul dong...
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ini termasuk murid2 Yesus.
(4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Mereka itu siapa ? ya semua orang percaya di ayat 1. Ya termasuk murid2 Yesus.
Sampai sini benar!
(6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Rasul-rasul ini siapa ? ya murid2 Yesus. Memangnya ada rasul yg lain ?
Lha makanya, para Rasul berbahasa Roh, tapi bukannya mereka gak mengerti!!!
Mereka disini adalah penduduk yang datang!!!
Nah, tanya sama ibu bro. Beliau suka pamer2 bahasa roh gak ?
Pendetanya nyuruh gak harus dipamer2in itu bahasa roh ?
Lha makanya, kalau didepan banyak orang itu salah! Cukup 2-3 org!
Ya berdoa pribadi. Tapi berdoa pribadi dalam sebuah perkumpulan jemaat.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Kalo ditempat saya, kalo semua orang percaya ngumpul di satu tempat, itu namanya kebaktian. :D
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Salah lagi !
Perhatikan bro, Petrus tidak sedang menafsirkan.
Pertama, Petrus sedang mengcounter anggapan sinis orang lain yg menganggap mereka mabuk.
Petrus dengar ada orang yg ngomong sprti ini
(13) Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
Lalu Petrus jawab ;
(15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
Bisa jadi Petrus gak ngomong sprti itu kalau tidak ada yg menganggap mereka mabuk.
Kedua, apa yg disampaikan oleh Petrus bukanlah isi/arti/tafsiran dari bahasa2 roh yg mereka ucapkan. Petrus sedang menjelaskan bahwa yg sedang terjadi ini (peristiwa turunnya Roh Kudus) adalah penggenapan atas apa yg pernah diucapkan oleh Nabi Yoel, bahwa Tuhan akan mencurahkan RohNya kepada semua orang, dan orang2 itu akan menerima karunia, dsb.
22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
Yang tidak dibold adalah tafsiran dari St Pwtrus, yg dibold adalah bukti bahwa bahasa Roh tanda bagi orang tidak beriman supaya percaya:
22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
-
Saya ulangi bro..
(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Bagi saya, ini kebaktian perkumpulan jemaat.
Nggak tau deh kalo menurut bro mereka lagi ngapain ?
Perhatikan syarat dari St Paulus:
1. Tanda bagi orang tidak beriman
2. Kalau tidak ada yang menafsir, BERDIAM DIRI!
Lha itu masalah bro yg membedakan esensi antara persekutuan doa dan misa di gereja.
Bagi kami, dimanapun tempatnya, ketika doa dipanjatkan, pujian dinaikan, firman Tuhan diberitakan, walaupun hanya beberapa orang, itu namanya ibadah (persekutuan jemaat).
Makanya perhatikan syarat dari St Paulus!
Apalagi di Alkitab sdh jelas dikatakan bahwa, SEMUA orang percaya berkumpul di satu tempat.
Makanya perhatikan syarat dari St Paulus!
:doh:
-
Gimana seh???
Udah ngerti kok menafsirkan! Lha mereka udah beritahu kok:
Beritahu kepada siapa ?? kpd sesama mereka, orang luar galilea !!
Sedangkan para rasul dan umat lain (orang galilea) tetap nggak ngerti.
Masa begitu aja nggak ngerti sih bro ? Coba baca baik2 deh, atau minta pendapat rekan2 anda.
Lha makanya, para Rasul berbahasa Roh, tapi bukannya mereka gak mengerti!!!
Hahaha, berubah nih yeee. Sebelumnya anda bilang yg berbahasa roh itu umat, bukan rasul.
Mereka nggak mengerti, kecuali jika ternyata mereka jg menerima karunia menafsirkan. atau jika ada yg menafsirkan kepada mereka. Dan dalam KPR tidak dikisahkan demikian.
Lha makanya, kalau didepan banyak orang itu salah! Cukup 2-3 org
Kagak nyambung !!! Pertanyaan saya, Ibu bro kan katanya kharismatik, nah beliau suka pamerin bahasa roh gak ? Iya atau tidak...gitu aja.
Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Ini parah.
Sudah berapa kali saya bilang ? Pentakosta tidak ada yg menfasirkan !!! tapi para rasul tetap berdoa dalam roh kpd Allah. Mereka memang tidak sedang berbicara kepada jemaat. Mereka sedang berkata2 sendiri kepada Allah.
Yang tidak dibold adalah tafsiran dari St Pwtrus, yg dibold adalah bukti bahwa bahasa Roh tanda bagi orang tidak beriman supaya percaya:
Ini lebih parah...
Baca judul perikopnya bro.... Petrus lagi KHOTBAH !!!! bukan lagi menafsirkan... :takethat:
Ini jawaban anda pribadi, atau jawaban resmi katolik sih.... kok gini amat.... ?
-
Perhatikan syarat dari St Paulus:
1. Tanda bagi orang tidak beriman
2. Kalau tidak ada yang menafsir, BERDIAM DIRI!Makanya perhatikan syarat dari St Paulus!Makanya perhatikan syarat dari St Paulus!
:doh:
Cuma mengulang2 saja dan sudah berkali2 dijawab.
-
bro Djo, bro Yopi...boleh ikutan nggak :)
ok sekarang dishare aja deh apa yang dipraktekkan di gereja masing2...
mungkin bro Djo bisa mulai duluan yang dipraktekkan dalam gereja karismatik liturginya seperti apa bro...dan di bagian mana doa spontan bahasa roh itu dimulai...
ada prosesi awalnya terlebih dahulu atau bagaimana...
salam damai :)
-
Sama seperti diatas....
Saya juga kepingin tahu liturgy dalam Gereja Kharismatik...
Barangkali Bro Djo dapat memberikan sharing.
GBU
:)
-
bro Djo, bro Yopi...boleh ikutan nggak :)
ok sekarang dishare aja deh apa yang dipraktekkan di gereja masing2...
mungkin bro Djo bisa mulai duluan yang dipraktekkan dalam gereja karismatik liturginya seperti apa bro...dan di bagian mana doa spontan bahasa roh itu dimulai...
ada prosesi awalnya terlebih dahulu atau bagaimana...
salam damai :)
Tidak ada liturgi khusus utk berbahasa roh bro, dalam arti kata bahasa roh tidak harus muncul dalam setiap kebaktian.
Biasanya diawali dgn pujian penyembahan kpd Tuhan, seringkali kemudian worship leader mengajak untuk menaikkan nyanyian baru bermazmur kpd Tuhan secara spontan (biasanya kata2nya diambil dari kitab mazmur) . Jemaat masing2 berkomunikasi scr pribadi, yg berbahasa roh ya silahkan. Mau bilang haleluya ya silahkan. Yg mau berdiam diri dan mengucap syukur dlm hati ya silahkan.
-
Sama seperti diatas....
Saya juga kepingin tahu liturgy dalam Gereja Kharismatik...
Barangkali Bro Djo dapat memberikan sharing.
GBU
:)
kalo liturgi ibadahnya sih sy rasa sama aja ya.
1. Doa pembukaan
2. Pujian dan peyembahan
3. Doa firman Tuhan
4. Firman Tuhan
5. warta jemaat + persembahan kolekte
6. Doa penutup + doa berkat
-
Tidak ada liturgi khusus utk berbahasa roh bro, dalam arti kata bahasa roh tidak harus muncul dalam setiap kebaktian.
Biasanya diawali dgn pujian penyembahan kpd Tuhan, seringkali kemudian worship leader mengajak untuk menaikkan nyanyian baru bermazmur kpd Tuhan secara spontan (biasanya kata2nya diambil dari kitab mazmur) . Jemaat masing2 berkomunikasi scr pribadi, yg berbahasa roh ya silahkan. Mau bilang haleluya ya silahkan. Yg mau berdiam diri dan mengucap syukur dlm hati ya silahkan.
thanks bro Djo...
berarti dalam acara pujian awalnya yah..terus sebelum masuk ke berkoumunikasi secara pribadi adakah ajakan berdoa dari pendetanya atau siapa yang memimpin pada acara tersebut ?
salam :)
-
kalo liturgi ibadahnya sih sy rasa sama aja ya.
1. Doa pembukaan
2. Pujian dan peyembahan
3. Doa firman Tuhan
4. Firman Tuhan
5. warta jemaat + persembahan kolekte
6. Doa penutup + doa berkat
ada acara doa syafaat nggak bro ?
setau saya kalau di protestan mainstream biasanya setelah Firman Tuhan ada doa syafaatnya... :)
Dan apakah berarti acara berbahasa Roh itu ada di no 2...atau bisa di mana saja
-
thanks bro Djo...
berarti dalam acara pujian awalnya yah..terus sebelum masuk ke berkoumunikasi secara pribadi adakah ajakan berdoa dari pendetanya atau siapa yang memimpin pada acara tersebut ?
salam :)
Nggak mesti diawal bro. Tapi biasanya setelah menaikkan lagu penyembahan (lagu slow).
Nah lagu slow ini biasanya digunakan saat di awal ibadah, sebelum firman Tuhan dan setelah firman Tuhan. Tapi nggak setiap selesai lagu slow terus jemaat diajak menyembah.
Ajakan berdoa iya ada, ajakan menyembah iya ada.
Tapi ajakan berbahasa roh tidak ada.
-
ada acara doa syafaat nggak bro ?
setau saya kalau di protestan mainstream biasanya setelah Firman Tuhan ada doa syafaatnya... :)
Dan apakah berarti acara berbahasa Roh itu ada di no 2...atau bisa di mana saja
doa syafaat itu termasuk didalam doa penutup.
-
Nggak mesti diawal bro. Tapi biasanya setelah menaikkan lagu penyembahan (lagu slow).
Nah lagu slow ini biasanya digunakan saat di awal ibadah, sebelum firman Tuhan dan setelah firman Tuhan. Tapi nggak setiap selesai lagu slow terus jemaat diajak menyembah.
Ajakan berdoa iya ada, ajakan menyembah iya ada.
Tapi ajakan berbahasa roh tidak ada.
Oh begitu yah...jadi memang tidak ada session khusus untuk mengajak berdoa dalam roh...baik itu dari hamba Tuhan atau pembawa acara nya :)
Ok sekarang pas doa spontanitas berbahasa roh...jadi pas ditengah2 puji-an...tiba2 ada beberapa umat yang berdoa bahasa roh ada yang tidak , ada yang diam dan berdoa dalam hati...
Nah terus berhentinya kapan bro Djo... :)
-
Tapi ajakan berbahasa roh tidak ada.
Di GSJA (salah satu gereja karismatik protestan terbesar), bahasa Roh dimulai dengan Pendetanya memulai bahasa Roh duluan, pokoknya terserah dia menggunakan kata2 anehnya sendiri, barulah kemuadian umatnya mengikuti!
Nah, yang jadi pertanyaan, bahasa roh tersebut tidak seperti di Alkitab, ini suka2 saja, dan tidak ada yang menafsirkan!
Nah loh... :doh:
-
Ok sekarang pas doa spontanitas berbahasa roh...jadi pas ditengah2 puji-an...tiba2 ada beberapa umat yang berdoa bahasa roh ada yang tidak , ada yang diam dan berdoa dalam hati...
Nah terus berhentinya kapan bro Djo... :)
Biasanya pada akhir lagu penyembahan bro, bukan ditengah2 pujian...
nggak lama kok bro, biasanya Worship leader yg akan memandu, apakah akan melanjutkan peyembahan, atau mengakhiri penyembahan kemudian berdoa biasa, atau melanjutkan dgn lagu peyembahan lainnya.
-
Di GSJA (salah satu gereja karismatik protestan terbesar), bahasa Roh dimulai dengan Pendetanya memulai bahasa Roh duluan, pokoknya terserah dia menggunakan kata2 anehnya sendiri, barulah kemuadian umatnya mengikuti!
Nah, yang jadi pertanyaan, bahasa roh tersebut tidak seperti di Alkitab, ini suka2 saja, dan tidak ada yang menafsirkan!
Nah loh... :doh:
silahkan jawab postingan sy sebelumnya terlebih dahulu. Supaya gak loncat2.
-
Biasanya pada akhir lagu penyembahan bro, bukan ditengah2 pujian...
nggak lama kok bro, biasanya Worship leader yg akan memandu, apakah akan melanjutkan peyembahan, atau mengakhiri penyembahan kemudian berdoa biasa, atau melanjutkan dgn lagu peyembahan lainnya.
Ya..yaa..
Waktu ikut Persekutuan Doa Pria Sejati juga seperti itu.
Bro....mau nanya ya...
Seseorang pada awalnya tidak bisa berbahasa roh.
Kemudian setelah beberapa waktu, maka orang tersebut dapat berbahasa roh.
Apakah hal ini diakibatkan adanya suasana lagu penyembahan sehingga secara spontanitas mengikuti kondisi lingkungan yang ada ataukah memang yang saya istilahkan adanya Rahmat dari Tuhan sehingga seseorang yang tadinya tidak dapat berbahasa roh kemudian dapat berbahasa roh.
Maaf banyak tanya.
Terima kasih.
GBU
:)
-
Biasanya pada akhir lagu penyembahan bro, bukan ditengah2 pujian...
nggak lama kok bro, biasanya Worship leader yg akan memandu, apakah akan melanjutkan peyembahan, atau mengakhiri penyembahan kemudian berdoa biasa, atau melanjutkan dgn lagu peyembahan lainnya.
Maksud bro Djo,
bahasa roh itu bisa dikendalikan oleh worship leader? bukannya itu spontan bro
-
Beritahu kepada siapa ?? kpd sesama mereka, orang luar galilea !!
Sedangkan para rasul dan umat lain (orang galilea) tetap nggak ngerti.
Berikan buktinya kalau para Rasul tidak mengerti!!!
Masa begitu aja nggak ngerti sih bro ? Coba baca baik2 deh, atau minta pendapat rekan2 anda.
Coba kamu baca baik2 dan berikan ayatnya kalau para Rasul tidak mengerti!!!
Hahaha, berubah nih yeee. Sebelumnya anda bilang yg berbahasa roh itu umat, bukan rasul.
Hahaha, Kamu tidak membaca dengan baik! Berikan postingan saya yang bilang kalau umat di oeristiwa Pentakosta yanh berbahasa Roh!!!
Umat yang berbahasa Roh adalah yang di Korintus!!!
Bukan di Pentakosta!!!
Mereka nggak mengerti, kecuali jika ternyata mereka jg menerima karunia menafsirkan. atau jika ada yg menafsirkan kepada mereka. Dan dalam KPR tidak dikisahkan demikian.
Mereka mengerti, berikan bukti kalau mereka tidak mengerti!
Kagak nyambung !!! Pertanyaan saya, Ibu bro kan katanya kharismatik, nah beliau suka pamerin bahasa roh gak ? Iya atau tidak...gitu aja.
Ini parah.
Diluar gereja tidak, digereja iya
Sudah berapa kali saya bilang ? Pentakosta tidak ada yg menfasirkan !!! tapi para rasul tetap berdoa dalam roh kpd Allah. Mereka memang tidak sedang berbicara kepada jemaat. Mereka sedang berkata2 sendiri kepada Allah.
Sudah berapa kali saya bilang, Pentakosta ada yang menafsirkan!!!
Ini lebih parah...
Kok kamu malah mulai Ad hominem? :doh: :takethat:
Baca judul perikopnya bro.... Petrus lagi KHOTBAH !!!! bukan lagi menafsirkan... :takethat:
Lagi KHOTBAH yaitu TAFSIRAN!!!
Memangnya selama ini kalau KHOTBAH bukannya MENAFSIRKAN Alkitab???
KHOTBAH juga MENAFSIRKAN!!! :takethat:
Ini jawaban anda pribadi, atau jawaban resmi katolik sih.... kok gini amat.... ?
Kok kamu malah mulai Ad hominem? :doh: :takethat:
Cuma mengulang2 saja dan sudah berkali2 dijawab.
Demikian juga kamu!
-
Berikan buktinya kalau para Rasul tidak mengerti!!!Coba kamu baca baik2 dan berikan ayatnya kalau para Rasul tidak mengerti!!!
Pertama, Para Rasul dikatakan adalah orang galilea, tetapi bahasa yg diucapkan bukan bahasa galilea. Kedua, tidak dikisahkan bahwa Para Rasul jg menerima karunia menafsirkan bahasa roh pada saat itu.
Hahaha, Kamu tidak membaca dengan baik! Berikan postingan saya yang bilang kalau umat di oeristiwa Pentakosta yanh berbahasa Roh!!!
Umat yang berbahasa Roh adalah yang di Korintus!!!
Bukan di Pentakosta!!!
Di pentakosta berbahasa roh, di korintus jg.
Baca lagi post anda sendiri.
Mereka mengerti, berikan bukti kalau mereka tidak mengerti!
Sudah. Buktinya mereka berbahasa asing scr tiba2 (bukan belajar/kursus), padahal warga galilea.
Dan Alkitab tidak menceritakan kalo mereka jg dikarunia utk mengartikannya.
Diluar gereja tidak, digereja iya
Diluar gereja nggak pamer tapi didalam gereja pamer bhs roh, begitu maksud bro ?
Kalo gitu, mulailah nasehati ibu bro, pamer2 itu tidak baik, terlebih pamer2 karunia yg diberikan oleh Tuhan. Apalagi pamernya di dlm gereja ... :doh:
Sudah berapa kali saya bilang, Pentakosta ada yang menafsirkan!!!
Argumen bro sudah saya patahkan, Petrus sedang khotbah, bukan sdg menafsirkan. Baca judul perikop !!
Lagipula, jawaban anda berubah. Awalnya anda bilang, pentakosta tidak ada yg menafsirkan karena memang tidak perlu, karena ada yg mengerti bahasa roh mrk. Setelah sy jelaskan bahwa orang2 yg mengerti itu tidak menafsirkan kpd umat, jawaban anda kemudian berubah.
Sekarang anda bilang ada yg menafsirkan, yaitu Petrus. Padahal Petrus lagi menanggapi ucapan sinis yg menganggap mereka mabuk, kemudian mulai berkhotbah. Dan bukan menafsirkan ucapan bhs roh.
Lagi KHOTBAH yaitu TAFSIRAN!!!
Memangnya selama ini kalau KHOTBAH bukannya MENAFSIRKAN Alkitab???
KHOTBAH juga MENAFSIRKAN!!!
Tahu darimana ? ini maksain bgt bro...!!! :D
Lha khotbah memang ngambil dr ayat Alkitab, bukan ngambil dr bahasa roh orang.... :)
Kok kamu malah mulai Ad hominem?
Saya cuma mau tanya, ini pendapat resmi katolik atau argumentasi pribadi anda bro ?
-
Ya..yaa..
Waktu ikut Persekutuan Doa Pria Sejati juga seperti itu.
Bro....mau nanya ya...
Seseorang pada awalnya tidak bisa berbahasa roh.
Kemudian setelah beberapa waktu, maka orang tersebut dapat berbahasa roh.
Apakah hal ini diakibatkan adanya suasana lagu penyembahan sehingga secara spontanitas mengikuti kondisi lingkungan yang ada ataukah memang yang saya istilahkan adanya Rahmat dari Tuhan sehingga seseorang yang tadinya tidak dapat berbahasa roh kemudian dapat berbahasa roh.
Maaf banyak tanya.
Terima kasih.
GBU
:)
Rahmat karunia dari Tuhan dong bro.
Jika bisa karena terbiasa mendengar sekitar, itu namanya plagiat, bukan karunia. Dan itu salah.
-
Maksud bro Djo,
bahasa roh itu bisa dikendalikan oleh worship leader? bukannya itu spontan bro
Bukan dikendalikan, tetapi diberi kesempatan oleh WL.
Spontan itu bukan tiba2 pas ditengah Firman Tuhan terus ada yg berbahasa roh. Nggak gitu maksudnya.
-
Rahmat karunia dari Tuhan dong bro.
Jika bisa karena terbiasa mendengar sekitar, itu namanya plagiat, bukan karunia. Dan itu salah.
Oke....Thanks Penjelasannya Bro Djo.
GBU
:)
-
Bukan dikendalikan, tetapi diberi kesempatan oleh WL.
Spontan itu bukan tiba2 pas ditengah Firman Tuhan terus ada yg berbahasa roh. Nggak gitu maksudnya.
Bahasa roh tidak spontan dan diberikan kesempatan oleh WL , tapi bukan dikendalikan... :think1:
bisa lebih diberi pencerahan lagi bro Djo...maksudnya gimana bahasa roh...diberi kesempatan tapi tidak dikendalikan ... :)
-
Bahasa roh tidak spontan dan diberikan kesempatan oleh WL , tapi bukan dikendalikan... :think1:
bisa lebih diberi pencerahan lagi bro Djo...maksudnya gimana bahasa roh...diberi kesempatan tapi tidak dikendalikan ... :)
Maksudnya WL memberikan kesempatan kepada umat utk menyembah Tuhan. Nah umat dipersilahkan utk menyembah Tuhan dgn cara masing2. Ada yg berdoa sambil mengangkat tangan, ada yg bermazmur, ada yg berbahasa roh, dsb.
Wl tidak mengendalikan bahasa roh dlm arti Wl tidak mengharuskan, memaksa, mencontohkan atau menentukan seseorang harus berbahasa roh sprti A atau B ketika menyembah.
WL ini adalah Pemimpin Peyembahan. Jadi dia yg in charge kapan dimulai dan kapan diakhiri penyembahan tsb. Bukan in charge thdp bahasa roh seseorang.
-
Maksudnya WL memberikan kesempatan kepada umat utk menyembah Tuhan. Nah umat dipersilahkan utk menyembah Tuhan dgn cara masing2. Ada yg berdoa sambil mengangkat tangan, ada yg bermazmur, ada yg berbahasa roh, dsb.
Wl tidak mengendalikan bahasa roh dlm arti Wl tidak mengharuskan, memaksa, mencontohkan atau menentukan seseorang harus berbahasa roh sprti A atau B ketika menyembah.
WL ini adalah Pemimpin Peyembahan. Jadi dia yg in charge kapan dimulai dan kapan diakhiri penyembahan tsb. Bukan in charge thdp bahasa roh seseorang.
Jadi sebelum WL memimpin acara penyembahan...bahasa roh tidak bakalan ada...begitu yah bro dan ketika WL menyelesaikan acara penyembahan dalam beberapa saat maka semua berhenti termasuk orang2 yang berbahasa roh...
Please correct me If I am wrong :)
-
Pertama, Para Rasul dikatakan adalah orang galilea, tetapi bahasa yg diucapkan bukan bahasa galilea.
Namanya juga bahasa asing, kok kamu malah gak tahu?
Kedua, tidak dikisahkan bahwa Para Rasul jg menerima karunia menafsirkan bahasa roh pada saat itu.
St Petrus menafsirkan
Di pentakosta berbahasa roh, di korintus jg.
Ya, namun diberikan syarat oleh St Paulus
Baca lagi post anda sendiri.
Sudah. Buktinya mereka berbahasa asing scr tiba2 (bukan belajar/kursus), padahal warga galilea.
Ya, bukan dipandu oleh Pendeta!
Dan Alkitab tidak menceritakan kalo mereka jg dikarunia utk mengartikannya.
Di Pentakosta dikarunia, di Korintus tidak, itulah sebabnya ditegur oleh St Paulus
Diluar gereja nggak pamer tapi didalam gereja pamer bhs roh, begitu maksud bro ?
Yup...
Kalo gitu, mulailah nasehati ibu bro, pamer2 itu tidak baik, terlebih pamer2 karunia yg diberikan oleh Tuhan. Apalagi pamernya di dlm gereja ... :doh:
Lha yang namanya beramai2 lebih dari 3 orang digolongkan pamer karena melawan Alkitab!
Argumen bro sudah saya patahkan, Petrus sedang khotbah, bukan sdg menafsirkan. Baca judul perikop !!
Anda tidak mampu memberikan bukti, jadi klaim dipatahkan adalah klaim palsu!
Lagipula, jawaban anda berubah. Awalnya anda bilang, pentakosta tidak ada yg menafsirkan karena memang tidak perlu, karena ada yg mengerti bahasa roh mrk.
Ya, benar, kalo sudah mengerti kenapa ditafsirkan lagi? :doh:
Setelah sy jelaskan bahwa orang2 yg mengerti itu tidak menafsirkan kpd umat, jawaban anda kemudian berubah.
Lho, ada yang menafsirkan kepada yang lain, bukannya sudah kuberikan ayatnya?
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." :doh:
Sekarang anda bilang ada yg menafsirkan, yaitu Petrus. Padahal Petrus lagi menanggapi ucapan sinis yg menganggap mereka mabuk, kemudian mulai berkhotbah. Dan bukan menafsirkan ucapan bhs roh.
Lha bagi yang belum mengerti karena belum ada yang beritahu, ya St Petrus kemudian berkhotbah lagi, menafsirkan kepada semuanya!
Tahu darimana ? ini maksain bgt bro...!!! :D
Lho bukannya kamu yang maksain diperbolehkan berbahasa roh lebih dari 3 org? Kalo gak ada yang menafsirkan tidak boleh lebih dari 3 org (Korintus), kalo ada yang menafsirkan maka boleh lebih dari 3 org (Pentakosta)
Lha khotbah memang ngambil dr ayat Alkitab, bukan ngambil dr bahasa roh orang.... :)
Lha itu contoh!!!
Kalau contoh aja kamu gak ngerti, bagaimana kamu bisa begitu PD berdiskusi? :doh:
-
Saya cuma mau tanya, ini pendapat resmi katolik atau argumentasi pribadi anda bro ?
Gereja Katolik Orthodox
Glossolalia
Glossolalia, atau Bahasa Lidah, berasal dari kata Yunani "γλώσσα" (glossa), "lidah" dan "λαλώ" (lalô), "berbicara".
Glossolalia adalah suatu ucapan atau ungkapan, yang pengertiannya tergantung pada si pendengar dan konteksnya, sebagai bahasa asing (xenoglossia)
Perdebatan:
1. Sampai tingkat mana ucapan glossolalia ini bisa dianggap membentuk suatu bahasa, dan
2. Sumber glossolalia itu sendiri, apakah glossolalia merupakan fenomena alami atau supernatural.
Kitab Kisah Para Rasul (2:1) menggambarkan fenomena "penerjemahan mujizat", di mana ketika Para Rasul sedang berbicara, orang-orang dari berbagai belahan dunia yang hadir mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka sendiri.
Hymne Gereja Katolik Ortodoks mengenai Hari Raya Pentakosta, yang memperingati peristiwa di Kisah Para Rasul ini, menggambarkan hal ini sebagai pembalikan dari kejadian Menara Babel (Kejadian 11). Dengan kata lain, bahasa umat manusia yang dikacaubalaukan dalam peristiwa Menara Babel direunifikasikan dalam peristiwa Pentakosta, yang menghasilkan penyebaran Injil bagi orang-orang yang sedang berada di Yerusalem dari berbagai negara.
Di bagian lain Perjanjian Baru versi terjemahan King James (King James Version, KJV, terjemahan tahun 1611 Masehi, atas penugasan Raja James I dari Inggris), terdapat kata "unknown tongue" ("lidah asing") dalam 1 Korintus 14:2. Dari hasil penelitian sarjana Alkitab, kemudian kata "unknown" ("asing") ini dituliskan dengan huruf miring (italics), yang menandakan bahwa kata tersebut sedianya tidak terdapat dalam manuskrip aslinya dalam Bahasa Yunani. Para penerjemah KJV memasukkan kata "lidah asing" ini dalam hasil terjemahannya. Dalam Alkitab Terjemahan Baru (LAI), kata-kata ini diterjemahkan sebagai "bahasa roh" (dengan "roh" huruf kecil).
Anderson, Robert Mapes, Vision of the disinherited: the making of American Pentecostalism, Peabody, Mass.: Hendrickson Publishers, 1992, ISBN 1-56563-000-9, (dipublikasikan pertama kali: Oxford: Oxford University Press, 1979) :
"Alfred G. Garr dan istrinya berkunjung ke TImur Jauh dengan keyakinan bahwa mereka akan mengabarkan injil dalam 'bahasa India dan China'. Lucy Parrow berkunjung ke Afrika dan kembali setelah tujuh bulan di mana ia menyatakan bahwa ia telah berkotbah kepada kaum pribumi dalam bahasa daerah 'Kru'. Seorang Pendeta dan analis Jerman Oskar Pfister melaporkan mengenai Pentakosta... 'Simon,' telah berencana berangkat ke China dan akan mempergunakan bahasa lidah untuk berkotbah. Banyak misionaris Pentakosta lainnya berangkat dengan kepercayaan bahwa mereka memiliki kemampuan ajaib untuk berbicara dalam bahasa ibu orang, kepada siapa mereka diutus. Klaim-klaim Pentakosta seperti ini sangat terkenal pada masa itu. S.C. Todd dari Perhimpunan Misionaris Injil mewawancarai delapan belas orang Pentakosta yang pergi ke Jepang, China, dan India 'berharap untuk mengabarkan injil kepada kaum pribumi di negara-negara tersebut dan berbicara dalam bahasa ibu mereka,' dan menemukan bahwa menurut pengakuan mereka sendiri mereka ternyata tidak dapat melakukan itu. Sebagaimana para misionaris ini dan yang lainnya kembali dalam kekecewaan dan kegagalan, kaum Pentakosta terpaksa harus memikirkan kembali pandangan mereka semula mengenai berbicara dalam bahasa roh".
Gereja Katolik Roma
Gereja Perdana melawan ajaran sesat:
Ireneus atau Irenæus (±130-202M) adalah Uskup Lugdunum, Gallia, (sekarang Lyon/Lyons, Perancis).
Iranaeus dalam risalatnya "Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") menuliskan mengenai mereka "yang melalui Roh berbicara dalam segala macam bahasa."
"Against Heresies" ("Melawan Bidah/Ajaran Sesat") ditulis untuk melawan ajaran sesat yang mengatakan bahwa keselamatan dapat diraih dengan mempelajari ajaran-ajaran rahasia khusus; itulah orang-orang rohani (bahasa Yunani: pneumatikoi) yang lebih unggul daripada orang-orang Kristen (bahasa Yunani: psychikoi) biasa.
Ireneus, uskup Lugdunum di Gallia (sekarang Lyons, Perancis) yang memerangi ajaran-ajaran sesat.
Ia dilahirkan di Asia Kecil lebih kurang pada tahun 125. Perdagangan yang lancar antara Asia Kecil dan Gaul/Gallia (Perancis) memberi peluang bagi orang-orang Kristen untuk membawa agamanya ke Perancis, tempat mereka mendirikan sebuah gereja yang mapan di kota Lyons.
Sebagai imam di Lyons, Ireneus hidup sesuai namanya, yang artinya 'damai', dengan berkunjung ke Roma untuk meminta kepada uskup kelonggaran bagi "kaum Montanis" di Asia Kecil. Ketika itulah pembantaian orang-orang Kristen sedang marak di Lyons, dan dalam peristiwa ini uskup Lyons terbunuh.
Ireneus diangkat menjadi uskup untuk menggantikan uskup yang terbunuh. Ketika itu terdapat banyak orang yang telah menganut ajaran sesat di Perancis.
Ireneus pun mempelajari bentuk-bentuk ajaran sesat. Setelah uskup Lyons itu mempelajari ajaran sesat itu, ia menulis Melawan Ajaran Sesat, suatu karya besar yang membeberkan kebodohan ajaran yang secara keliru tersebut.
Ireneus paham bahwa ajaran sesat tersebut memikat kecenderungan manusiawi yang ingin mengetahui hal-hal rahasia yang belum diketahui orang lain. Tentang orang-orang tersebut ia menulis, "Segera setelah seseorang dimenangkan, orang tersebut menjadi sombong dan merasa dirinya begitu penting, ia pun berjalan mengangkat dada dengan gaya seekor ayam jantan." Tetapi orang-orang Kristen seharusnya menerima anugerah Allah dengan rendah hati, dan tidak mengandalkan kegiatan-kegiatannya yang akan membuat ia sombong.
Sepanjang hidupnya, Ireneus dengan gembira mengenang menjadi murid St Polikarpus, yang menjadi murid Rasul Yohanes. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa ia berpegang pada keabsahan para rasul ketika ia menolak paham sesat. Sang uskup menegaskan bahwa para rasul mengajar di tempat-tempat umum dan tidak ada satu pun yang dirahasiakan. Di seluruh kekaisaran, gereja-gereja berpegang pada ajaran-ajaran yang hanya disampaikan para rasul Kristus, dan hanya inilah satu-satunya dasar keyakinan. Ireneus menyatakan bahwa para uskup yang merupakan pelindung iman Kristen adalah penerus para rasul. Dengan demikian, ia telah mengangkat martabat para uskup. Dalam bukunya "Melawan Ajaran Sesat", Ireneus menetapkan standar bagi teologi gereja. Semua kebenaran yang kita butuhkan sudah tercantum dalam Alkitab. Ia juga membuktikan bahwa dirinya adalah seorang teolog terbesar semenjak Rasul Paulus. Argumentasinya yang tersebar luas merupakan pukulan besar bagi aliran sesat pada masanya.
Ia diakui sebagai Santo baik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun Gereja Katolik Roma. Gereja Katolik Roma bahkan menganggap Ireneus sebagai salah satu Bapa Gereja. Ireneus adalah murid dari St Polikarpus, yang merupakan murid dari St Yohanes, salah satu murid dari Yesus sendiri. Tanggal peringatan Ireneus adalah 28 Juni.
"kaum Montanis"
Montanisme adalah sebuah gerakan sektarian Kristen perdana pada pertengahan abad ke-2 Masehi, yang dinamai seturut pendirinya Montanus. Gerakan ini berkembang umumnya di daerah Frigia dan sekitarnya; di sini sebelumnya pengikutnya disebut Katafrigia. Namun gerakan ini merebak cepat ke wilayah-wilayah lain di Kekaisaran Romawi, dan pada suatu masa sebelum agama Kristen ditolerir atau dianggap legal. Meskipun Gereja Kristen arus utama menang atas Montanisme dalam beberapa generasi, dan mencapnya sebagai sebuah ajaran sesat, sekte ini bertahan di beberapa tempat terisolir hingga abad ke-8.
Penganut paham Montanisme disebut dengan Montanis
Pentakostalisme yang disebut sebagian orang Neo-Montanisme.
:doh:
-
Jadi sebelum WL memimpin acara penyembahan...bahasa roh tidak bakalan ada...begitu yah bro dan ketika WL menyelesaikan acara penyembahan dalam beberapa saat maka semua berhenti termasuk orang2 yang berbahasa roh...
Please correct me If I am wrong :)
Saya tahu arah dan maksud pertanyaan bro Leo.
Bro perlu diketahui, ketika seseorang berdoa didalam roh, yg berdoa itu adalah roh orang tsb. Roh Kudus mengilhami dan membantu roh orang tsb dalam berdoa kpd Bapa, namun yg berdoa tetap roh orang tsb. Orang yg berbahasa roh bukanlah orang yg "kesurupan" Roh Kudus, dalam arti dia tetaplah sadar akan kondisi sekelilingnya. Ketika WL mengajak bernyanyi, dia dapat merespon dgn berhenti menyembah dan mulai bernyanyi. Otomatis bahasa rohnya berganti dgn lagu pujian.
Jadi bukan seakan2 Roh Kudus dapat diperintah kapan mulai atau kapan selesai.
Yg selesai kan penyembahan roh orang tsb, bukan Roh Kudusnya.
-
Anda tidak mampu memberikan bukti, jadi klaim dipatahkan adalah klaim palsu!
Klaim palsu ?
Judul perikopnya Khotbah Petrus !! Bukan Tafsiran Petrus !!
Bahkan Petrus tidak menyinggung sedikitpun dlm khotbahnya bahwa ia sedang menafsirkan bahasa roh yg beramai2 itu.
(40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Apakah ini masih termasuk dalam rangka menafsirkan ?
Nanti timbul pertanyaan, bahasa roh siapa yg ditafsirkan oleh Petrus ?
Lho, ada yang menafsirkan kepada yang lain, bukannya sudah kuberikan ayatnya?
Iya tapi ngaco.
ayat itu bercerita bahwa ada orang luar galilea yg ngobrol sesama orang luar galilea. Bukannya lagi menafsirkan.
Nanti timbul pertanyaan, bahasa roh siapa yg ditafsirkan oleh org tsb ?
Lha bagi yang belum mengerti karena belum ada yang beritahu, ya St Petrus kemudian berkhotbah lagi, menafsirkan kepada semuanya
Lha kamu bilang umat udah ngerti, dan ada yg menafsirkan kpd org lain ???
Buat apa Petrus menafsirkan lagi ?
Lho bukannya kamu yang maksain diperbolehkan berbahasa roh lebih dari 3 org? Kalo gak ada yang menafsirkan tidak boleh lebih dari 3 org (Korintus), kalo ada yang menafsirkan maka boleh lebih dari 3 org (Pentakosta)
Udah dijelasin kalo itu kaitannya dgn bahasa roh yg ditujukan kpd jemaat utk ditafsirkan. Bedakan dgn bahasa roh utk konsumsi pribadi. Kenapa jgn banyak2 ? supaya mudah diterima jemaat.
Kenapa bro nggak coba berpikir kritis ? kenapa harus 3 org ? kenapa nggak 4, atau bahkan 2 atau 1 orang saja ? Apa iya begitu cara membaca Alkitab yg benar ?
Lha itu contoh!!!
Kalau contoh aja kamu gak ngerti, bagaimana kamu bisa begitu PD berdiskusi?
Lha kalo contohnya aja udah salah, gimana mau diterusin ?
-
Gereja Katolik Orthodox
Gereja Katolik Roma:doh:
Maksud saya, statement bro bahwa "Petrus sedang menafsirkan", itu pendapat bro pribadi atau statement resmi vatikan ?
-
Saya tahu arah dan maksud pertanyaan bro Leo.
Bro perlu diketahui, ketika seseorang berdoa didalam roh, yg berdoa itu adalah roh orang tsb. Roh Kudus mengilhami dan membantu roh orang tsb dalam berdoa kpd Bapa, namun yg berdoa tetap roh orang tsb. Orang yg berbahasa roh bukanlah orang yg "kesurupan" Roh Kudus, dalam arti dia tetaplah sadar akan kondisi sekelilingnya. Ketika WL mengajak bernyanyi, dia dapat merespon dgn berhenti menyembah dan mulai bernyanyi. Otomatis bahasa rohnya berganti dgn lagu pujian.
Jadi bukan seakan2 Roh Kudus dapat diperintah kapan mulai atau kapan selesai.
Yg selesai kan penyembahan roh orang tsb, bukan Roh Kudusnya.
ok...
Jadi orang yang berbahasa roh tau keadaan sekeliling...tau ada umat yang diam , begitu juga tau tau aba2 / ajakan WL untuk mulai atau mengakhiri session penyembahan dengan bahasa roh dsb...
Thus orang tersebut i.e yang mempunyai karunia bahasa roh dapat mengontrol karunia tersebut...untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam pertemuan jemaat...begitu yah bro :)
-
Kenapa bro nggak coba berpikir kritis ? kenapa harus 3 org ? kenapa nggak 4, atau bahkan 2 atau 1 orang saja ? Apa iya begitu cara membaca Alkitab yg benar ?
Lha syaratnya begitu, mau melawan Alkitab? :D :doh:
Iya tapi ngaco.
Bukannya kamu yang ngaco?
Klaim palsu ?
Judul perikopnya Khotbah Petrus !! Bukan Tafsiran Petrus !!
Bahkan Petrus tidak menyinggung sedikitpun dlm khotbahnya bahwa ia sedang menafsirkan bahasa roh yg beramai2 itu.
Nanti timbul pertanyaan, bahasa roh siapa yg ditafsirkan oleh Petrus ?
ayat itu bercerita bahwa ada orang luar galilea yg ngobrol sesama orang luar galilea. Bukannya lagi menafsirkan.
Nanti timbul pertanyaan, bahasa roh siapa yg ditafsirkan oleh org tsb ?
Lha kamu bilang umat udah ngerti, dan ada yg menafsirkan kpd org lain ???
Buat apa Petrus menafsirkan lagi ?
Udah dijelasin kalo itu kaitannya dgn bahasa roh yg ditujukan kpd jemaat utk ditafsirkan. Bedakan dgn bahasa roh utk konsumsi pribadi. Kenapa jgn banyak2 ? supaya mudah diterima jemaat.
Lha kalo contohnya aja udah salah, gimana mau diterusin ?
Maksud saya, statement bro bahwa "Petrus sedang menafsirkan", itu pendapat bro pribadi atau statement resmi vatikan ?
Catholic Encyclopedia
Nihil Obstat. November 1, 1908. Remy Lafort, S.T.D., Censor. Imprimatur. +John Cardinal Farley, Archbishop of New York.
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
http://www.newadvent.org/cathen/03588e.htm
-
ok...
Jadi orang yang berbahasa roh tau keadaan sekeliling...tau ada umat yang diam , begitu juga tau tau aba2 / ajakan WL untuk mulai atau mengakhiri session penyembahan dengan bahasa roh dsb...
Thus orang tersebut i.e yang mempunyai karunia bahasa roh dapat mengontrol karunia tersebut...untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam pertemuan jemaat...begitu yah bro :)
Betul.
-
Lha syaratnya begitu, mau melawan Alkitab?
Kalo kamu berbohong, kamu potong lidah gak ? kalo kamu mencuri, kamu potong tangan gak ?
Padahal Alkitab nulis begitu. Kalo tangan kamu berbuat dosa, mending tangan kamu dipotong aja. Lebih baik hilang tangan daripada seluruh tubuh kamu. Apa mau dilawan ? Apa benar begitu cara baca Alkitab ?
Lagipula, syarat yg kamu pakai itu gak pada tempatnya. Berulang kali saya jelaskan, tolong bedakan mana bahasa roh utk jemaat, mana yg pribadi. Bahkan bro sendiri sudah setuju dan menjawab bahwa para rasul berdoa secara pribadi. Konsekuensinya apa kalo berdoa secara pribadi ? Tidak perlu penafsir. Sudah Sepakat diawal, makanya saya sempat bilang "Puji Tuhan".
Tapi sekarang mau dirubah2 lagi :doh:
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
http://www.newadvent.org/cathen/03588e.htm
Charisma apa yg dimaksud dlm kalimat itu (No.5) ?
-
Betul.
Ok bro dari saya cukup...
terima kasih atas sharingnya :afro1:
salam damai :)
-
Kalo kamu berbohong, kamu potong lidah gak ? kalo kamu mencuri, kamu potong tangan gak ?
Padahal Alkitab nulis begitu. Kalo tangan kamu berbuat dosa, mending tangan kamu dipotong aja. Lebih baik hilang tangan daripada seluruh tubuh kamu. Apa mau dilawan ? Apa benar begitu cara baca Alkitab ?
Kalau Surat Para Rasul tidak ditafsirkan lagi, kalau ucapan dari Tuhan Yesus perlu penafsiran yang mendalam, ataukah kamu tidak setuju?
Lagipula, syarat yg kamu pakai itu gak pada tempatnya. Berulang kali saya jelaskan, tolong bedakan mana bahasa roh utk jemaat, mana yg pribadi. Bahkan bro sendiri sudah setuju dan menjawab bahwa para rasul berdoa secara pribadi. Konsekuensinya apa kalo berdoa secara pribadi ? Tidak perlu penafsir. Sudah Sepakat diawal, makanya saya sempat bilang "Puji Tuhan".
Tapi sekarang mau dirubah2 lagi
Lho kalo doa pribadi, sendiri2, emang dimana2 gak ada masalah :doh:
Charisma apa yg dimaksud dlm kalimat itu (No.5) ?
Terjemahan bebas:
Catholic Encyclopedia
Ensklopedia Katolik
Nihil Obstat. November 1, 1908. Remy Lafort, S.T.D., Censor. Imprimatur. +John Cardinal Farley, Archbishop of New York.
Telah disahkan oleh Uskup Agung New York bahwa sesuai dan tidak bertentangan dengan Alkitab+Tradisi Suci+Magisterium Gereja
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
Karisma yang membingungkan semua orang tersebut (bahasa Roh) ditafsirkan dalam khotbah St Petrus kepada orang banyak di Hari Pentakosta (KPR 2)
Masih perlu ditanyakankah? :doh:
-
Lho kalo doa pribadi, sendiri2, emang dimana2 gak ada masalah :
Lha kalo gitu masalahnya dimana ? :)
Lha kalo kira2 anggaplah 120 orang berkumpul berdoa secara pribadi saat pentakosta, lalu apa bedanya dgn saat umat karismatik berkumpul dan berdoa secara pribadi ?
Terjemahan bebas:
Masih perlu ditanyakankah? :doh:
Entahlah bro.
Yg saya baca adalah word of wisdom (kata2 bijak dan berhikmat ? )
-
Lha kalo gitu masalahnya dimana ? :)
Lha kalo kira2 anggaplah 120 orang berkumpul berdoa secara pribadi saat pentakosta, lalu apa bedanya dgn saat umat karismatik berkumpul dan berdoa secara pribadi ?
Masalahnya:
Kalau sedikit, gak masalah :)
Kalau banyak, harus ada yang menafsirkan, kalau tidak ada, silahkan berdiam diri!
Itu sudah diatur dalam Alkitab!
Entahlah bro.
Yg saya baca adalah word of wisdom (kata2 bijak dan berhikmat ? )
Maaf bro, bukannya bermaksud meremehkan, kalau bro masih kesulitan mentranslate, bisa pake google translate :afro:
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
Kalau ini translate dari saya:
Karisma yang membingungkan semua orang tersebut (bahasa Roh) ditafsirkan dalam khotbah St Petrus kepada orang banyak di Hari Pentakosta (KPR 2)
:)
-
Masalahnya:
Kalau sedikit, gak masalah :)
Kalau banyak, harus ada yang menafsirkan, kalau tidak ada, silahkan berdiam diri!
Itu sudah diatur dalam Alkitab!
Sedikit itu jumlahnya berapa ?
Banyak itu jumlahnya berapa ?
120 orang banyak atau sedikit ? 12 orang banyak atau sedikit ?
Maaf bro, bukannya bermaksud meremehkan, kalau bro masih kesulitan mentranslate, bisa pake google translate :afro:
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
Kalau ini translate dari saya:
Karisma yang membingungkan semua orang tersebut (bahasa Roh) ditafsirkan dalam khotbah St Petrus kepada orang banyak di Hari Pentakosta (KPR 2)
:)
Saya memang kurang di bhs inggris bro. Thanks for remind.
Cuma sy memang kesulitan utk menangkap bahwa karisma yg dimaksud adalah karisma menafsirkan bhs roh yg dilakukan Petrus saat pentakosta, berhubung disana nggak bicara ttg unknown language, tongue, dsb.
Jd sy copy kesini supaya bro Yopi atau rekan2 FIKers yg lain bisa mentranslate kepada saya (no offense, tlg arti sebenarnya ya bro thx)
(5) The word of wisdom and the word of knowledge (logos sophias, logos gnoseos). Wisdom (sapientia) is in St. Paul the knowledge of the great Christian mysteries: the Incarnation, Passion, and Resurrection of Christ, and the indwelling in the believer of the Spirit of God (1 Corinthians 2; cf. Ephesians 1:17). Knowledge (gnosis, scientia) likewise implies acquaintance with the religion of Christ, though in a lesser degree (1 Corinthians 1:5). In 1 Corinthians 8:1-7, "knowledge" denotes the special knowledge that all heathen religion is vain, that "there is but one God, the Father, of whom are all things, and we unto him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him". The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma, viz., the grace of propounding the Faith effectively, of bringing home to the minds and hearts of the listener with Divine persuasiveness, the hidden mysteries and the moral precepts of Christianity. The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2) and on many occasions when the heralds of the Faith being delivered up, took "no thought how or what to speak", for it was given them in that hour what to speak" (Matthew 10:19).
-
Sedikit itu jumlahnya berapa ?
Banyak itu jumlahnya berapa ?
120 orang banyak atau sedikit ? 12 orang banyak atau sedikit ?
Selama ada yang menafsirkan, bisa berapa saja...
Kalau tidak ada yang menafsirkan, cukup max. 3 orang!
(5) The word of wisdom and the word of knowledge (logos sophias, logos gnoseos). Wisdom (sapientia) is in St. Paul the knowledge of the great Christian mysteries: the Incarnation, Passion, and Resurrection of Christ, and the indwelling in the believer of the Spirit of God (1 Corinthians 2; cf. Ephesians 1:17). Knowledge (gnosis, scientia) likewise implies acquaintance with the religion of Christ, though in a lesser degree (1 Corinthians 1:5). In 1 Corinthians 8:1-7, "knowledge" denotes the special knowledge that all heathen religion is vain, that "there is but one God, the Father, of whom are all things, and we unto him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him". The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma, viz., the grace of propounding the Faith effectively, of bringing home to the minds and hearts of the listener with Divine persuasiveness, the hidden mysteries and the moral precepts of Christianity. The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2) and on many occasions when the heralds of the Faith being delivered up, took "no thought how or what to speak", for it was given them in that hour what to speak" (Matthew 10:19).
The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma, viz., the grace of propounding the Faith effectively, of bringing home to the minds and hearts of the listener with Divine persuasiveness, the hidden mysteries and the moral precepts of Christianity. The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2).
Kata kebijaksanaan dan kata-kata pengetahuan tampaknya mempunyai level yang sama dengan karisma, yaitu, rahmat mendalami iman yang efektif, mengembalikan pikiran dan hati para pendengar dengan persuasi Ilahi, misteri tersembunyi dan pandangan moral ajaran Kristen. Karisma yang dipertanyakan tersebut diwujudkan dalam pidato St Petrus kepada banyak orang pada hari Pentakosta (Kis 2).
(bold dengan bold)
The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2) and on many occasions when the heralds of the Faith being delivered up, took "no thought how or what to speak", for it was given them in that hour what to speak" (Matthew 10:19).
***
On the day of Pentecost the Apostles did indeed speak the various languages of their hearers, but the still unbaptized Gentiles in the house of Cornelius "speaking with tongues, and magnifying God" (Acts 10:46) and the twelve newly baptized Ephesians speaking with tongues and prophesying (Acts 19:6) had no reason for using any strange tongue.
***
It takes the form of an intelligible address; the explanation was to follow the speech with tongues as regularly as the discerning of spirits succeeded prophecy
***
Matthew 10:19-20
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
Silahkan yang lain memberikan terjemahannya :afro:
-
Ijin ikut dalam diskusinya.
@Bro Yopi,
Mungkin perlu dibedakan dulu antara "berkata2 dalam bahasa roh" dengan "bernubuat dalam bahasa roh".
Paulus menyebutkan 2 karunia yg berbeda ini dalam 1 kor 14 : 4.
Paulus memang lebih menyukai karunia bernubuat, karena karunia ini tidak hanya membangun pribadi seseorang, tetapi juga membangun jemaat.
Tetapi Paulus jg memuji karunia berkata2 dalam roh, karena karunia ini sekalipun tidak dimengerti oleh orang lain dapat membangun rohani pribadi yang berkata2 dalam roh tersebut.
Paulus tidak pernah melarang seseorang utk berkata2/berdoa dalam bahasa roh.
Yang dilarang adalah mengeluarkan suara ketika berkata2/berdoa dalam bahasa roh ketika berada dalam pertemuan jemaat, tapi tetap diperbolehkan utk melakukannya dengan berdiam diri (berkata2 kepada dirinyaa sendiri dan kepada Allah), Kor 1 : 14 : 28. IMHO, dan berdasar pengalaman pribadi, hal ini dapat dilakukan dengan berbisik2 pada diri sendiri atau berbicara dalam ati.
Tapi lain lagi kasusnya kalo dalam jemaat itu ada yg memiliki karunia utk menerjemahkan, baik kata2 roh, maupun nubuat dalam bahasa roh. Dalam kasus ini, ya karunia berdoa/bernubuat itu harus diucapkan dengan lantang agar yg memiliki karunia itu dapat menerjemahkannya.
Kalo pengalamanku, biasa dalam P&W, ketika kita masuk dalam pujian/penyembahan dalam bahasa roh, kita mulai dengan berbicara secara lantang, kalo setelah bbrp menit tidak ada yg menafsirkan, ya lalu kita masuk ke saat hening, di mana tiap2 orang melanjutkan berkata2 dalam bahasa roh itu kepada diri sendiri dan kepada Allah, sampai moment2 dari karunia itu berlalu.
IMHO, ajaran Paulus di sini masih diikuti dan tidak dilanggar.
IMHO, mengejar dan mempraktekkan karunia bahasa roh itu TIDAK SAMA dengan ajaran sesat/praktek bidaat.
-
Ijin ikut dalam diskusinya.
@Bro Yopi,
Mungkin perlu dibedakan dulu antara "berkata2 dalam bahasa roh" dengan "bernubuat dalam bahasa roh".
Paulus menyebutkan 2 karunia yg berbeda ini dalam 1 kor 14 : 4.
Paulus memang lebih menyukai karunia bernubuat, karena karunia ini tidak hanya membangun pribadi seseorang, tetapi juga membangun jemaat.
Tetapi Paulus jg memuji karunia berkata2 dalam roh, karena karunia ini sekalipun tidak dimengerti oleh orang lain dapat membangun rohani pribadi yang berkata2 dalam roh tersebut.
Paulus tidak pernah melarang seseorang utk berkata2/berdoa dalam bahasa roh.
Yang dilarang adalah mengeluarkan suara ketika berkata2/berdoa dalam bahasa roh ketika berada dalam pertemuan jemaat, tapi tetap diperbolehkan utk melakukannya dengan berdiam diri (berkata2 kepada dirinyaa sendiri dan kepada Allah), Kor 1 : 14 : 28. IMHO, dan berdasar pengalaman pribadi, hal ini dapat dilakukan dengan berbisik2 pada diri sendiri atau berbicara dalam ati.
Tapi lain lagi kasusnya kalo dalam jemaat itu ada yg memiliki karunia utk menerjemahkan, baik kata2 roh, maupun nubuat dalam bahasa roh. Dalam kasus ini, ya karunia berdoa/bernubuat itu harus diucapkan dengan lantang agar yg memiliki karunia itu dapat menerjemahkannya.
Kalo pengalamanku, biasa dalam P&W, ketika kita masuk dalam pujian/penyembahan dalam bahasa roh, kita mulai dengan berbicara secara lantang, kalo setelah bbrp menit tidak ada yg menafsirkan, ya lalu kita masuk ke saat hening, di mana tiap2 orang melanjutkan berkata2 dalam bahasa roh itu kepada diri sendiri dan kepada Allah, sampai moment2 dari karunia itu berlalu.
IMHO, ajaran Paulus di sini masih diikuti dan tidak dilanggar.
IMHO, mengejar dan mempraktekkan karunia bahasa roh itu TIDAK SAMA dengan ajaran sesat/praktek bidaat.
Bukannya itu yang aku maksudkan bro?
Kalau dalam gereja karismatik protestan, mereka tidak berdiam diri bro, melainkan bersahut2an :)
-
Bukannya itu yang aku maksudkan bro?
Kalau dalam gereja karismatik protestan, mereka tidak berdiam diri bro, melainkan bersahut2an :)
AFAIU,
Bro djo jg menjelaskan demikian, sama seperti pemahamanku yg aku tulis di atas.
Ada WL yg memimpin memasuki pujian dalam bahasa roh, dilanjutkan dengan adanya penafsiran.
Penafsiran ini bisa dilakukan oleh WL, oleh Pendeta, atau oleh siapapun dalam jemaat yg memiliki karunia ini.
Penafsiran bahasa roh ini berbeda dengan penafsiran ajaran/Alkitab seperti yg dicontohkan oleh Petrus dalam ayat2 yg Anda berdua diskusikan.
AFAIU, karismatik dalam protestant prakteknya ga beda dengan gerakan karismatik dalam katolik. CMIIW.
-
Selama ada yang menafsirkan, bisa berapa saja...
Mereka sedang berkata2 kepada Allah, BUKAN KEPADA MANUSIA. Jadi buat apa ditafsirkan ?
kecuali nubuat atau pesan kpd jemaat melalui mekanisme bahasa roh.
Kalau tidak ada yang menafsirkan, cukup max. 3 orang!
Contoh lain
Kis 10:46
(46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
Kis 19:6-7
(6) Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
7) Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
Kata kebijaksanaan dan kata-kata pengetahuan tampaknya mempunyai level yang sama dengan karisma, yaitu, rahmat mendalami iman yang efektif, mengembalikan pikiran dan hati para pendengar dengan persuasi Ilahi, misteri tersembunyi dan pandangan moral ajaran Kristen. Karisma yang dipertanyakan tersebut diwujudkan dalam pidato St Petrus kepada banyak orang pada hari Pentakosta (Kis 2).
Kalo menurut saya, lebih kepada bahwa Petrus sedang menjelaskan (explain) peristiwa pentakosta itu sendiri, dimana peristiwa itu membuat bingung orang banyak dan bertanya2.
Tapi ya sudahlah, kalau bro tetap berpikir ke arah sana.
-
Kalau dalam gereja karismatik protestan, mereka tidak berdiam diri bro, melainkan bersahut2an :)
Saya sudah jelaskan jg kpd bro Leo.
Dalam penyembahan, terkadang umat berdiam diri, mengangkat tangan, menangis, atau berbahasa roh.
Jadi salah kalau bro katakan tidak berdiam diri. Apalagi kata "bersahut2an" ini malah terkesan aneh.
Mereka masing2 berdoa dalam roh, bukannya lagi ngobrol berbalas pantun.
-
Mungkin perlu dibedakan dulu antara "berkata2 dalam bahasa roh" dengan "bernubuat dalam bahasa roh".
Ya betul. Nubuatan memang seringkali didapatkan melalui mekanisme bahasa roh. inilah yg perlu ditafsirkan utk menguatkan iman jemaat. Beda dgn bahasa roh yg utk konsumsi pribadi.
Paulus menyebutkan 2 karunia yg berbeda ini dalam 1 kor 14 : 4.
Paulus memang lebih menyukai karunia bernubuat, karena karunia ini tidak hanya membangun pribadi seseorang, tetapi juga membangun jemaat.
Tetapi Paulus jg memuji karunia berkata2 dalam roh, karena karunia ini sekalipun tidak dimengerti oleh orang lain dapat membangun rohani pribadi yang berkata2 dalam roh tersebut.
Setuju bro :deal:
Paulus tidak pernah melarang seseorang utk berkata2/berdoa dalam bahasa roh.
Yang dilarang adalah mengeluarkan suara ketika berkata2/berdoa dalam bahasa roh ketika berada dalam pertemuan jemaat, tapi tetap diperbolehkan utk melakukannya dengan berdiam diri (berkata2 kepada dirinyaa sendiri dan kepada Allah), Kor 1 : 14 : 28. IMHO, dan berdasar pengalaman pribadi, hal ini dapat dilakukan dengan berbisik2 pada diri sendiri atau berbicara dalam ati.
Tapi lain lagi kasusnya kalo dalam jemaat itu ada yg memiliki karunia utk menerjemahkan, baik kata2 roh, maupun nubuat dalam bahasa roh. Dalam kasus ini, ya karunia berdoa/bernubuat itu harus diucapkan dengan lantang agar yg memiliki karunia itu dapat menerjemahkannya.
Kalo pengalamanku, biasa dalam P&W, ketika kita masuk dalam pujian/penyembahan dalam bahasa roh, kita mulai dengan berbicara secara lantang, kalo setelah bbrp menit tidak ada yg menafsirkan, ya lalu kita masuk ke saat hening, di mana tiap2 orang melanjutkan berkata2 dalam bahasa roh itu kepada diri sendiri dan kepada Allah, sampai moment2 dari karunia itu berlalu.
IMHO, ajaran Paulus di sini masih diikuti dan tidak dilanggar.
IMHO, mengejar dan mempraktekkan karunia bahasa roh itu TIDAK SAMA dengan ajaran sesat/praktek bidaat.
Bro Jenova dari katolik kharismatik ya ?
Untuk yg saya bold diatas, itu di dalam ibadah misa atau di dalam persekutuan doa ?
Thanks atas sharenya bro
-
Bro Jenova dari katolik kharismatik ya ?
Untuk yg saya bold diatas, itu di dalam ibadah misa atau di dalam persekutuan doa ?
Thanks atas sharenya bro
Sebetulnya agak aneh kalo dibilang dari katolik karismatik, karena dalam katolik itu ga dibeda2kan antara karismatik dan non karismatik. Mungkin lebih tepat kalo dikatakan aku adalah seorang katolik yg menyukai gaya ibadah karismatik. :)
Dulu aku sempat bergabung dengan Komunitas Tritunggal Mahakudus, yaitu komunitas katolik awam di bawah asuhan Rm. Yohanes Indrakusuma O. Carm. Dalam komunitas ini kami beribadah dengan menggunakan tata cara ibadah karismatik, e.g. puji2an meriah (kadang disertai dengan tepuk tangan), doa dalam bahasa roh, dsb.
Tata cara ibadah karismatik ini digunakan baik dalam misa maupun ibadat.
Tapi penerapan tata cara ibadah karismatik dalam misa itu sangat terbatas, mengingat misa memiliki rumusan baku yg tidak bisa diubah2 sesuka hati, jadi implementasinya hanya menerapkan lagu2 karismatik dalam lagu2 pujian misa, dan kadang melanjutkan ordinarium "Kemuliaan" dengan PW dalam bahasa roh.
Sedangkan dalam ibadat (misal ibadat sabda, ibadat tobat, dsb), tata cara ibadah karismatik lebih leluasa utk dipraktekkan, jadi ibadat2 dalam KTM itu IMHO sangat mirip dengan susunan kebaktian mingguan dalam protestant karismatik.
-
AFAIU,
Bro djo jg menjelaskan demikian, sama seperti pemahamanku yg aku tulis di atas.
Ada WL yg memimpin memasuki pujian dalam bahasa roh, dilanjutkan dengan adanya penafsiran.
Penafsiran ini bisa dilakukan oleh WL, oleh Pendeta, atau oleh siapapun dalam jemaat yg memiliki karunia ini.
Penafsiran bahasa roh ini berbeda dengan penafsiran ajaran/Alkitab seperti yg dicontohkan oleh Petrus dalam ayat2 yg Anda berdua diskusikan.
AFAIU, karismatik dalam protestant prakteknya ga beda dengan gerakan karismatik dalam katolik. CMIIW.
Silahkan bro lihat sendiri di youtube, kalau aku ikut di GSJA
Saya sudah jelaskan jg kpd bro Leo.
Dalam penyembahan, terkadang umat berdiam diri, mengangkat tangan, menangis, atau berbahasa roh.
Jadi salah kalau bro katakan tidak berdiam diri. Apalagi kata "bersahut2an" ini malah terkesan aneh.
Mereka masing2 berdoa dalam roh, bukannya lagi ngobrol berbalas pantun.
Perhatikan yang dibold :doh:
-
Mereka sedang berkata2 kepada Allah, BUKAN KEPADA MANUSIA. Jadi buat apa ditafsirkan ?
Kepada Allah ketika berdiam diri, ketika terdengar oleh orang lain, ditafsirkan
kecuali nubuat atau pesan kpd jemaat melalui mekanisme bahasa roh.
Ya
Contoh lain
Kis 10:46
(46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
Kis 19:6-7
(6) Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
7) Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
Perhatikan yang dibold biru
Kalo menurut saya, lebih kepada bahwa Petrus sedang menjelaskan (explain) peristiwa pentakosta itu sendiri, dimana peristiwa itu membuat bingung orang banyak dan bertanya2.
Itulah gunanya menafsirkan, supaya yang bingung menjadi tidak bingung
Tapi ya sudahlah, kalau bro tetap berpikir ke arah sana.
:deal:
-
Ya betul. Nubuatan memang seringkali didapatkan melalui mekanisme bahasa roh. inilah yg perlu ditafsirkan utk menguatkan iman jemaat. Beda dgn bahasa roh yg utk konsumsi pribadi.
Kok beda ya?
Ijin ikut dalam diskusinya.
@Bro Yopi,
Mungkin perlu dibedakan dulu antara "berkata2 dalam bahasa roh" dengan "bernubuat dalam bahasa roh".
Paulus menyebutkan 2 karunia yg berbeda ini dalam 1 kor 14 : 4.
Paulus memang lebih menyukai karunia bernubuat, karena karunia ini tidak hanya membangun pribadi seseorang, tetapi juga membangun jemaat.
Tetapi Paulus jg memuji karunia berkata2 dalam roh, karena karunia ini sekalipun tidak dimengerti oleh orang lain dapat membangun rohani pribadi yang berkata2 dalam roh tersebut.
Paulus tidak pernah melarang seseorang utk berkata2/berdoa dalam bahasa roh.
Yang dilarang adalah mengeluarkan suara ketika berkata2/berdoa dalam bahasa roh ketika berada dalam pertemuan jemaat, tapi tetap diperbolehkan utk melakukannya dengan berdiam diri (berkata2 kepada dirinyaa sendiri dan kepada Allah), Kor 1 : 14 : 28. IMHO, dan berdasar pengalaman pribadi, hal ini dapat dilakukan dengan berbisik2 pada diri sendiri atau berbicara dalam ati.
Tapi lain lagi kasusnya kalo dalam jemaat itu ada yg memiliki karunia utk menerjemahkan, baik kata2 roh, maupun nubuat dalam bahasa roh. Dalam kasus ini, ya karunia berdoa/bernubuat itu harus diucapkan dengan lantang agar yg memiliki karunia itu dapat menerjemahkannya.
Kalo pengalamanku, biasa dalam P&W, ketika kita masuk dalam pujian/penyembahan dalam bahasa roh, kita mulai dengan berbicara secara lantang, kalo setelah bbrp menit tidak ada yg menafsirkan, ya lalu kita masuk ke saat hening, di mana tiap2 orang melanjutkan berkata2 dalam bahasa roh itu kepada diri sendiri dan kepada Allah, sampai moment2 dari karunia itu berlalu.
IMHO, ajaran Paulus di sini masih diikuti dan tidak dilanggar.
IMHO, mengejar dan mempraktekkan karunia bahasa roh itu TIDAK SAMA dengan ajaran sesat/praktek bidaat.
Beda dengan gereja karismatik protestan, untuk Misa PDKK sudah saya ikuti, jadi jelas berbeda dengan GSJA dkk (gereja karismatik protestan). CMIIW
-
Sebetulnya agak aneh kalo dibilang dari katolik karismatik, karena dalam katolik itu ga dibeda2kan antara karismatik dan non karismatik. Mungkin lebih tepat kalo dikatakan aku adalah seorang katolik yg menyukai gaya ibadah karismatik. :)
Dulu aku sempat bergabung dengan Komunitas Tritunggal Mahakudus, yaitu komunitas katolik awam di bawah asuhan Rm. Yohanes Indrakusuma O. Carm. Dalam komunitas ini kami beribadah dengan menggunakan tata cara ibadah karismatik, e.g. puji2an meriah (kadang disertai dengan tepuk tangan), doa dalam bahasa roh, dsb.
Tata cara ibadah karismatik ini digunakan baik dalam misa maupun ibadat.
Tapi penerapan tata cara ibadah karismatik dalam misa itu sangat terbatas, mengingat misa memiliki rumusan baku yg tidak bisa diubah2 sesuka hati, jadi implementasinya hanya menerapkan lagu2 karismatik dalam lagu2 pujian misa, dan kadang melanjutkan ordinarium "Kemuliaan" dengan PW dalam bahasa roh.
Sedangkan dalam ibadat (misal ibadat sabda, ibadat tobat, dsb), tata cara ibadah karismatik lebih leluasa utk dipraktekkan, jadi ibadat2 dalam KTM itu IMHO sangat mirip dengan susunan kebaktian mingguan dalam protestant karismatik.
kalau Misa PDKK yang aku ikuti, termasuk Ibadat Rosario PDKK di Gereja, hanya lagu dan mengangkat tangan yang mirip, bahkan sering tidak ada sesi bahasa roh (yang merasa berada didalam Keuskupan Surabaya mohon ikut menshare pengalamannya) :hug:
-
Kok beda ya?
Beda dengan gereja karismatik protestan, untuk Misa PDKK sudah saya ikuti, jadi jelas berbeda dengan GSJA dkk (gereja karismatik protestan). CMIIW
Hmm... IMO sih ga beda, bro yopi.
Sama kok, di PDKK atau misa karismatik yg ada penyembahan bahasa roh, kita ga pernah tahu sebelum memasuki penyembahan itu apakah akan ada nubuat atau tidak.
Kalo sudah masuk ke penyembahan dalam roh, ya masuk aja. Semua yg memperoleh karunia ini dapat langsung berkata2 dalam bahasa roh.
Kalo ada nubuat dan ada yg bisa menerjemahkan, tinggal diterjemahkan.
Kalo ga ada yg menerjemahkan atau tidak ada nubuat, ya dilanjut dengan penyembahan roh masing2 (dalam hening).
Sepertinya ini yg dimaksud oleh bro djo, bahwa nubuat "mekanismenya didapat melalui bahasa roh", karena memang datangnya bersamaan dengan penyembahan / pujian / berkata2 dalam bhs roh. AFAIK, dalam Alkitab juga dituliskan demikian, bahwa nubuat dalam bahasa roh selalu datang berbarengan dengan pujian/kata2 dalam bahasa roh.
Bro Djo, CMIIW.
-
Silahkan bro lihat sendiri di youtube, kalau aku ikut di GSJAPerhatikan yang dibold :doh:
Bisa tolong dibagikan di sini link videonya, bro yopi?
-
Kepada Allah ketika berdiam diri, ketika terdengar oleh orang lain, ditafsirkan
Ketika anda menaikan Doa Bapa Kami, anda berdoa kepada Allah kan ? Tapi orang lain bisa dengar tuh. Karena apa ?
Ini menyangkut doa pribadi jg, bukan hanya semata2 hal bahasa roh. Apakah ketika kita berdoa pribadi harus tidak mengeluarkan suara ?
Perhatikan yang dibold biru
Terus kenapa bro ? :D
Menurut bro ada yg menafsirkan disana ?
Itulah gunanya menafsirkan, supaya yang bingung menjadi tidak bingung
Menjelaskan kenapa orang2 tsb berbahasa roh berbeda dgn menjelaskan isi kata2 bahasa roh orang2 tsb.
-
Kok beda ya?
Lha iya emang beda. Dari awal kan sudah saya bilang.
Makanya kalo ada orang berbahasa roh, bro jangan main pukul rata bahwa harus ada penafsirnya.
Ada orang berbahasa roh, utk menguatkan dirinya sendiri. Roh Kudus membantu hati orang tsb sedemikian rupa sampai hancur hati sehingga rohnya bisa dibimbing Roh Kudus utk berbicara intim dgn Bapa. Nah kalo yg sperti ini bagaimana bisa mau ditafsirkan kpd jemaat ? karena tiap2 jemaat mempunyai masalahnya sendiri2.
Ada orang berbahasa roh krn mendapat vision atau hal yg akan terjadi kelak. Saat org itu berbahasa roh, bisa saja kemudian ada orang lain yg mendapat pengertian dari Allah dan memahami maksud org yg berbahasa roh tsb. Atau bahkan org yg berbahasa roh itu sendiri yg menafsirkannya.
Beda dengan gereja karismatik protestan, untuk Misa PDKK sudah saya ikuti, jadi jelas berbeda dengan GSJA dkk (gereja karismatik protestan). CMIIW
Sudah di jawab bro Jenova.
-
Saya percaya adanya bahasa roh..
Tapi mengenai keasliannya saya kurang tahu..
Karena terdengar seperti membeo saja..
Bila di bandingkan bahasa roh "bule" dengan lokal gereja bahasa roh nya berbeda.. Mungkin ini di karenakan faktor para WL atau penatua yang lebih dahulu "berirama" seperti demikian..
Mengapa saya katakan demikian? Karena ketika saya bergereja di kharismatik, saya di "mentor" cara berbahasa roh.
Salah satunya adalah apa yang ingin kamu katakan atau terlintas katakanlah, krn bahasa roh tidak berbicara dengan sendirinya, melainkan harus diucapkan..
Saat di suruh demikian yang terlintas dan terpikir dalam benak saya adalah irama bahasa roh yang pernah di bunyikan oleh penatua/ teman/ WL..
Tapi ini bukan berarti membuat saya menjadi seorang yang anti bahasa roh, tapi membuat saya berpikir kembali " apakah saya menipu diri saya? "
Gbu
-
Saya percaya adanya bahasa roh..
Tapi mengenai keasliannya saya kurang tahu..
Karena terdengar seperti membeo saja..
Bila di bandingkan bahasa roh "bule" dengan lokal gereja bahasa roh nya berbeda.. Mungkin ini di karenakan faktor para WL atau penatua yang lebih dahulu "berirama" seperti demikian..
Mengapa saya katakan demikian? Karena ketika saya bergereja di kharismatik, saya di "mentor" cara berbahasa roh.
Salah satunya adalah apa yang ingin kamu katakan atau terlintas katakanlah, krn bahasa roh tidak berbicara dengan sendirinya, melainkan harus diucapkan..
Saat di suruh demikian yang terlintas dan terpikir dalam benak saya adalah irama bahasa roh yang pernah di bunyikan oleh penatua/ teman/ WL..
Tapi ini bukan berarti membuat saya menjadi seorang yang anti bahasa roh, tapi membuat saya berpikir kembali " apakah saya menipu diri saya? "
Gbu
aku setuju bro rusdi..
biarlah bahasa roh itu tetap mistery yang hanya dapat dijawab oleh iman..
dan jangan sampai terjadi debat kusir utk menjelaskan bahasa roh..
mamahku aktif di PD kharismatik katolik, walaupun aku kurang sreg tapi aku tidak pernah mengatakan apa pun ttg itu..
ketika diajak cukup aku menolak tanpa menghakiminya sedikitpun..
*) kecuali utk org2 yang mengatakan org yang tidak dapat berbahasa roh adalah sesat, bolehlah kita meminta pertanggungjawabnya..
-
Saya percaya adanya bahasa roh..
Tapi mengenai keasliannya saya kurang tahu..
Karena terdengar seperti membeo saja..
Bila di bandingkan bahasa roh "bule" dengan lokal gereja bahasa roh nya berbeda.. Mungkin ini di karenakan faktor para WL atau penatua yang lebih dahulu "berirama" seperti demikian..
Mengapa saya katakan demikian? Karena ketika saya bergereja di kharismatik, saya di "mentor" cara berbahasa roh.
Salah satunya adalah apa yang ingin kamu katakan atau terlintas katakanlah, krn bahasa roh tidak berbicara dengan sendirinya, melainkan harus diucapkan..
Saat di suruh demikian yang terlintas dan terpikir dalam benak saya adalah irama bahasa roh yang pernah di bunyikan oleh penatua/ teman/ WL..
Tapi ini bukan berarti membuat saya menjadi seorang yang anti bahasa roh, tapi membuat saya berpikir kembali " apakah saya menipu diri saya? "
Gbu
Tepat sekali :doh:
-
Dalam kharismatik di gereja saya, sebelum seseorang di baptis menjadi seorang kristen, orang tersebut akan melewati semacam PA.. Setelah di baptis akan ada sesi "baptisan roh"
Saat itu orang akan ber-ramai2 mengangkat tangan..
Pembicara di depan seperti sedang meniup2 angin (padahal bahasa roh sbg tanda baptisan roh yang kita minta, bkn roh si pembicara) :shrug:
Dan para pembina akan Berbahasa roh, yg berguna untuk mengobarkan roh yang ada di dalam peserta, agar dapat berbahasa roh..
Ada yang bergetar2 tangannya.. Tidak ada yg beginian dalam Alkitab..
Ada yang jatuh ke belakang.. Dalam Alkitab adanya tersungkur sujud.
Saya ga anti kharismatik, saya hanya berpikir dan mengambil yg baik dan benar saja..
Semoga saudara pun demikian..
Gbu
-
Pembicara di depan seperti sedang meniup2 angin (padahal Roh Kudus yang kita minta, bkn roh si pembicara)
Dan para pembina akan Berbahasa roh, yg berguna untuk mengobarkan roh yang ada di dalam peserta, agar dapat berbahasa roh..
Sorry, bro, ada yang mengekspresikannya dengan menutup hidung ngga?
:D
-
Saya percaya adanya bahasa roh..
Tapi mengenai keasliannya saya kurang tahu..
Karena terdengar seperti membeo saja..
Bila di bandingkan bahasa roh "bule" dengan lokal gereja bahasa roh nya berbeda.. Mungkin ini di karenakan faktor para WL atau penatua yang lebih dahulu "berirama" seperti demikian..
Mengapa saya katakan demikian? Karena ketika saya bergereja di kharismatik, saya di "mentor" cara berbahasa roh.
Salah satunya adalah apa yang ingin kamu katakan atau terlintas katakanlah, krn bahasa roh tidak berbicara dengan sendirinya, melainkan harus diucapkan..
Saat di suruh demikian yang terlintas dan terpikir dalam benak saya adalah irama bahasa roh yang pernah di bunyikan oleh penatua/ teman/ WL..
Tapi ini bukan berarti membuat saya menjadi seorang yang anti bahasa roh, tapi membuat saya berpikir kembali " apakah saya menipu diri saya? "
Menurut yg sy terima dan yakini, bahwa bahasa roh tidak dapat diajarkan atau ditularkan kepada org lain. Memang kita perlu utk mengejar utk mendapatkan karunia Roh, tetapi caranya adalah dgn meminta kepada yg Sang Pemberi Karunia yaitu Allah Roh Kudus, bukan dgn cara minta diajarin oleh orang lain, apalagi sampai mengikuti "sekolah bahasa roh". Menurut sy ini salah kaprah.
-
Sorry, bro, ada yang mengekspresikannya dengan menutup hidung ngga?
:D
Ada, itu bro yopi tutup hidung :D
-
yopi mah selalu tepok jidat..
biarin nanti jidatnya jenong mirip profesor..
:doh:
-
biarlah bahasa roh itu tetap mistery yang hanya dapat dijawab oleh iman..
dan jangan sampai terjadi debat kusir utk menjelaskan bahasa roh..
mamahku aktif di PD kharismatik katolik, walaupun aku kurang sreg tapi aku tidak pernah mengatakan apa pun ttg itu..
ketika diajak cukup aku menolak tanpa menghakiminya sedikitpun..
*) kecuali utk org2 yang mengatakan org yang tidak dapat berbahasa roh adalah sesat, bolehlah kita meminta pertanggungjawabnya..
Ini yang saya maksudkan.
Pro atau kontra adalah urusan masing, tanpa ada tendensi menghina, melecehkan, atau bahkan mencap sesat.
thanks bro. Saya menghargainya.
-
Menurut yg sy terima dan yakini, bahwa bahasa roh tidak dapat diajarkan atau ditularkan kepada org lain. Memang kita perlu utk mengejar utk mendapatkan karunia Roh, tetapi caranya adalah dgn meminta kepada yg Sang Pemberi Karunia yaitu Allah Roh Kudus, bukan dgn cara minta diajarin oleh orang lain, apalagi sampai mengikuti "sekolah bahasa roh". Menurut sy ini salah kaprah.
Bro ada salah kaprah mengenai pengertian "mentor" atau pengajaran bahasa roh..
Memang yg di yakini kharismatik semua sama.. Bahwa bahasa roh tidak dapat di ajarkan, krn itu adalah karunia..
Akan tetapi kharismatik mempercayai, bahwa disetiap pribadi masing2 sudah ada Roh Kudus beserta semua karunia Roh Kudus..
Jadi yg di ajarkan adalah cara meng-"aktif" kan-nya
Bukan di ajarkan abjad pengucapannya..
Tapi yang menjadi masalah adalah, justru abjad pengucapannya yg di tiru oleh orang2 kharismatik, bukan cara meng-aktif-kannya
Gbu
-
Pengalaman saya berbahasa roh, yaitu saya dapat sendiri melalu penyembahan pribadi kepada Tuhan, yang saya rasakan lidah saya tak bisa di kontrol dan berkata kata dalam bahasa yang tak dimengerti, ini persis seperti penjelasan Paulus di surat korintus. :peace:
-
Pengalaman saya berbahasa roh, yaitu saya dapat sendiri melalu penyembahan pribadi kepada Tuhan, yang saya rasakan lidah saya tak bisa di kontrol dan berkata kata dalam bahasa yang tak dimengerti, ini persis seperti penjelasan Paulus di surat korintus. :peace:
wah ada bro natvanlee, sering2 main kesini bro..
disini dilarang keras ad hominem, jadi diskusi bisa adem tanpa provokator..
saya juga sedang belajar diskusi adem.. :grining:
maaf OOT dikit..
-
Bisa tolong dibagikan di sini link videonya, bro yopi?
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=BeguOPBE-vs[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=XS8F-WcZ22g[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=dkYcurJQELw[/youtube] :doh:
-
*) kecuali utk org2 yang mengatakan org yang tidak dapat berbahasa roh adalah sesat, bolehlah kita meminta pertanggungjawabnya..
Ada tuch, gerejanya si Hans188 :D :P :lol: :doh:
-
wah ada bro natvanlee, sering2 main kesini bro..
disini dilarang keras ad hominem, jadi diskusi bisa adem tanpa provokator..
saya juga sedang belajar diskusi adem.. :grining:
maaf OOT dikit..
Eit.. bro Ignas memangnya saya terkenal ad hominem yah?? :think1: :D
Ngomong2 banyak banget moderatornya di sini, syaratnya apa yah jadi moderator ?? :D :afro1:
-
Ada tuch, gerejanya si Hans188 :D :P :lol: :doh:
si hanss :doh:
biarin dah dia aja dan gerejanya yang mengatakan org yang tidak dapat berbahasa roh adl sesat..
Afaik, GK pun belum menentukan pandangan ttg ini..
yah sebaiknya jangan mendahuluinyalah.. pamali.. :P
-
si hanss :doh:
biarin dah dia aja dan gerejanya yang mengatakan org yang tidak dapat berbahasa roh adl sesat..
Afaik, GK pun belum menentukan pandangan ttg ini..
yah sebaiknya jangan mendahuluinyalah.. pamali.. :P
Dengan memberikan "porsi" Persekutuan Doa, selama hampir setengah abad, sepertinya tidak ada yang mendahului tuch bro, karena sudah jelas :D :P :lol: :doh:
-
Eit.. bro Ignas memangnya saya terkenal ad hominem yah?? :think1: :D
Ngomong2 banyak banget moderatornya di sini, syaratnya apa yah jadi moderator ?? :D :afro1:
Imho, kamu mah diskusinya nga ad hominem,
lagian kalo org2 ad hominem udah kejedot portal duluan di registrasi jadi nga bisa masuk.. :giggle:
sering2 maen bro kesini yah..
memang banyak sih moderatornya tapi nanti biasanya akan berkurang..
moderator yang sibuk nanti akan dipensiunkan dulu ada kemungkinan diganti ada kemungkinan tidak diganti, pengangkatannya dan penilaiannya tergantung admin dan ketentuan yang berlaku.. :D
-
Dengan memberikan "porsi" Persekutuan Doa, selama hampir setengah abad, sepertinya tidak ada yang mendahului tuch bro, karena sudah jelas :D :P :lol: :doh:
lah memang maunya "porsi" yang kaya gimana yop..? :doh:
-
Ketika anda menaikan Doa Bapa Kami, anda berdoa kepada Allah kan ? Tapi orang lain bisa dengar tuh. Karena apa ?
Ini menyangkut doa pribadi jg, bukan hanya semata2 hal bahasa roh. Apakah ketika kita berdoa pribadi harus tidak mengeluarkan suara ?
Saya sudah memberikan youtubenya :D
Terus kenapa bro ? :D
Menurut bro ada yg menafsirkan disana ?
Ya
Menjelaskan kenapa orang2 tsb berbahasa roh berbeda dgn menjelaskan isi kata2 bahasa roh orang2 tsb.
Menjelaskan kenapa dan apa isinya :D
Lha iya emang beda. Dari awal kan sudah saya bilang.
Makanya kalo ada orang berbahasa roh, bro jangan main pukul rata bahwa harus ada penafsirnya.
Kalo berdoa sendiri gak masalah
Ada orang berbahasa roh, utk menguatkan dirinya sendiri. Roh Kudus membantu hati orang tsb sedemikian rupa sampai hancur hati sehingga rohnya bisa dibimbing Roh Kudus utk berbicara intim dgn Bapa. Nah kalo yg sperti ini bagaimana bisa mau ditafsirkan kpd jemaat ? karena tiap2 jemaat mempunyai masalahnya sendiri2.
Ada orang berbahasa roh krn mendapat vision atau hal yg akan terjadi kelak. Saat org itu berbahasa roh, bisa saja kemudian ada orang lain yg mendapat pengertian dari Allah dan memahami maksud org yg berbahasa roh tsb. Atau bahkan org yg berbahasa roh itu sendiri yg menafsirkannya.
Intinya kalau ada yang menafsirkan maka tidak masalah, kalau tidak ada yang menafsirkan maka silahkan berdiam diri.
Itu perintah Alkitab!
Sudah di jawab bro Jenova.
Sudah saya jawab juga
-
lah memang maunya "porsi" yang kaya gimana yop..? :doh:
Kalau dalam gereja protestan, Kebaktian atau setara Misa dalam Katolik :doh:
-
Kalau dalam gereja protestan, Kebaktian atau setara Misa dalam Katolik :doh:
harus dibedakan antara protestan dan katolik,
Protestan Kharismatik tidak mengenal "Liturgy" dalam setiap kebaktiannya..
sedangkan utk kebaktian/misa katolik ada "Liturgy", dalam hal ini tidak ada namanya liturgy karismatik.. :doh:
jadi GK BELUM memberikan pandangannya terhadap gerakan kharismatik, sebaiknya kita jangan mendahuluinya.. :afro1:
-
harus dibedakan antara protestan dan katolik,
Protestan Kharismatik tidak mengenal "Liturgy" dalam setiap kebaktiannya..
sedangkan utk kebaktian/misa katolik ada "Liturgy", dalam hal ini tidak ada namanya liturgy karismatik.. :doh:
jadi GK BELUM memberikan pandangannya terhadap gerakan kharismatik, sebaiknya kita jangan mendahuluinya.. :afro1:
Bro, seperti apa sich misa kharismatik di Katolik??
-
harus dibedakan antara protestan dan katolik,
Protestan Kharismatik tidak mengenal "Liturgy" dalam setiap kebaktiannya..
sedangkan utk kebaktian/misa katolik ada "Liturgy", dalam hal ini tidak ada namanya liturgy karismatik.. :doh:
jadi GK BELUM memberikan pandangannya terhadap gerakan kharismatik, jangan mendahuluinya.. :afro1:
PAPAL MESSAGE ON LITURGY AS SOURCE OF CATECHESIS
"The Liturgy Is Not What Man Does, But What God Does"
VATICAN CITY, AUG. 24, 2011 (Zenit.org).- Here is a translation of the message sent on behalf of Benedict XVI to the 62nd Italian Liturgical Week, under way through Aug. 26.
The Pope's secretary of state, Cardinal Tarcisio Bertone, signed the message.
* * *
To His Most Reverend Excellency
Monsignor Felice di Molfetta
Bishop of Cerignola-Ascoli Satirano
Most Reverend Excellency,
I am happy to transmit the Holy Father's cordial greeting to you and to the participants in the 62nd National Liturgical Week, which will be held from August 22-28 in Trieste. The theme of the meeting -- "God Educates His People: The Liturgy, Inexhaustible Source of Catechesis" -- comes in the context of the Pastoral Guidelines of the Church in Italy for the 2010-2020 decade, geared to addressing the present educational emergency, and it attempts to put "the primacy of God unequivocally in the light ... the first of all, God" (J. Ratzinger, Theology of the Liturgy, Opera Omnia, XI, p. 5), his absolute priority in the educational role of the liturgy.
The Church, especially when she celebrates the divine mysteries, recognizes and manifests herself as a reality that cannot be reduced to a solely earthly and organizational aspect. It must appear clearly in these mysteries that the beating heart of the community should be recognized beyond the narrow yet necessary limits of ritualism, because the liturgy is not what man does, but what God does with his admirable and gratuitous condescendence. This primacy of God in the liturgical action was highlighted by the Servant of God Paul VI at the closing of the second period of the Vatican Council, when he announced the proclamation of the Constitution Sacrosanctum Concilium: "In this event we observe that the correct order has been respected of the values and duties: thus we have recognized that the post of honor is reserved to God; that as first duty we are called to raise prayers to God; that the sacred Liturgy is the primary source of this divine exchange in which the life of God is communicated to us; it is the first school of our soul, it is the first gift that must be made by us to the Christian people." (Paul VI, Address for the Closing of the Second Period, December 4, 1963, AAS [1964], 34).
In addition to expressing the absolute priority of God, the liturgy manifests its being "God with us," since "being Christian is not the result of an ethical choice or a lofty idea, but the encounter with an event, a person, which gives life a new horizon and a decisive direction." (Benedict XVI, encyclical Deus Caritas Est, 1). In this connection, God is the great educator of his people, the loving, wise, tireless guide in an through the liturgy, the action of God in the today of the Church.
From this foundational aspect, the 62nd National Liturgical Week is called to reflect on the educational dimension of the liturgical action, in as much as it is a "permanent school of formation around the Risen Lord, educational and relative place in which the faith acquires form and is transmitted" (Italian Episcopal Conference, Educare alla Vita Buona del Vangelo, n. 390). For this purpose, it is necessary to reflect ever better on the relation between catechesis and liturgy, yet rejecting all undue instrumentalization of the liturgy with "catechetical" ends. In this regard, the living Patristic tradition of the Church teaches us that the liturgical celebration itself, without losing its specificity, always has an important catechetical dimension (cf. Sacrosanctum Concilium, 33). In fact, in as much as it is the "the primary and indispensable source from which the faithful are to derive the true Christian spirit" (ibid., 14), the liturgy can be called the permanent catechesis of the Church, the inexhaustible source of catechesis, precious catechesis in act (cf. Italian Episcopal Conference, Il Rinnovamento della catechesis, Feb. 7, 1970, 113). As an integrated experience of catechesis, celebration and life, it expresses in addition the maternal support of the Church, thus helping to develop the growth of the believer's Christian life and the maturation of his conscience.
The Holy Father Benedict XVI willingly assures his prayer so that the 62nd National Liturgical Week will be fruitful for the participants and for the Church that is in Italy. He hopes that this important conference, as well as the initiatives promoted by the Center of Liturgical Action, will be placed increasingly at the service of the genuine meaning of the liturgy, favoring a solid theological-pastoral formation in full consonance with the magisterium and the tradition of the Church. To this end, the Supreme Pontiff invokes upon all the participants the maternal protection of Mary Most Holy, and he imparts from his heart to Your Excellency, to the archbishop of Trieste, to the bishops and to the priests present, to the speakers and to all the congressmen a special Apostolic Blessing.
With fraternal greetings and good wishes, I take advantage of the circumstance to greet you.
Tarcisio Cardinal Bertone
Secretary of State of His Holiness
[Translation by ZENIT]
Konsili Vatikan II menyatakan: "Upacara liturgi bukanlah tindakan perorangan, melainkan perayaan seluruh Gereja sebagai Sakramen kesatuan, yaitu umat kudus yang berhimpun bersama Uskup" (Sacrosanctum Concilium, no 26). Maka "Sebagai perayaan bersama dengan dihadiri banyak umat yang ikut serta secara aktif, harus ditandaskan, bahwa bentuk ini lebih diutamakan daripada ibadat perorangan yang bersifat pribadi" (Sacrosanctum Concilium, no 27).
Prinsip teologis pengertian liturgi:
Anamnetik (bersifat kristologis)
Epikletik (bersifat pneumatologis)
Eklesiologis (bersifat soteriologis)
SAKRAMENTALI adalah sarana untuk mengingat kehadiran Allah dalam kehidupan manusia.
(Kan 1667-1679 KGK)
BENEDICTIONES INVOCATIVE
BENEDICTIONES CONSTITUTIVAE
BENEDICTIONES CONSECRATIO
BENEDICTIONES DEDICATIO
EKSORSISME IMPREKATORIS
EKSORSISME DEPREKAORIS
:)
-
Akan tetapi kharismatik mempercayai, bahwa disetiap pribadi masing2 sudah ada Roh Kudus beserta semua karunia Roh Kudus..
Saya tidak sependapat jika setiap pribadi memiliki/sudah ada semua karunia Roh Kudus. Jika demikian maka itu bukan lagi sebuah karunia, tetapi sebuah anugerah. karena tokh setiap orang punya. Pengertian karunia adalah ada yg diberi, ada yg tidak.
Yg seorang diberi karunia bahasa roh, yg lain diberi karunia mengajar, yg lain lagi bernubuat, dsb..dsb.. Itu yg saya baca di Alkitab.
Tapi yang menjadi masalah adalah, justru abjad pengucapannya yg di tiru oleh orang2 kharismatik, bukan cara meng-aktif-kannya
Ya itu memang menjadi masalah. Tapi bukan menjadi sebuah pembenaran bahwa kharismatik tuh seperti itu hanya karena banyak yg melakukan itu.
-
Saya sudah memberikan youtubenya :DYaMenjelaskan kenapa dan apa isinya :DKalo berdoa sendiri gak masalahIntinya kalau ada yang menafsirkan maka tidak masalah, kalau tidak ada yang menafsirkan maka silahkan berdiam diri.
Itu perintah Alkitab!Sudah saya jawab juga
Rasanya kita cuma bolak balik saja bro.
Yg perlu sy sampaikan sdh saya utarakan semua kpd anda.
Mengenai bahasa roh, sudah sy sampaikan mana yg perlu ditafsir, mana yg tidak perlu. Bahkan bro Jenova jg sependapat dgn saya dalam hal ini. Karena inti diskusi kita kan soal ada/tidaknya penafsir.
-
Rasanya kita cuma bolak balik saja bro.
Yg perlu sy sampaikan sdh saya utarakan semua kpd anda.
Sepertinnya begitu bro :deal:
Mengenai bahasa roh, sudah sy sampaikan mana yg perlu ditafsir, mana yg tidak perlu. Bahkan bro Jenova jg sependapat dgn saya dalam hal ini. Karena inti diskusi kita kan soal ada/tidaknya penafsir.
Benar, itu intinya :afro:
-
Sepertinnya begitu bro :deal:
:deal:
Benar, itu intinya :afro:
Hanya saja, kira2 knp bro Jenova berbeda pandangan dgn anda soal penafsir ini ?
-
Saya percaya adanya bahasa roh..
Tapi mengenai keasliannya saya kurang tahu..
Karena terdengar seperti membeo saja..
Bila di bandingkan bahasa roh "bule" dengan lokal gereja bahasa roh nya berbeda.. Mungkin ini di karenakan faktor para WL atau penatua yang lebih dahulu "berirama" seperti demikian..
Mengapa saya katakan demikian? Karena ketika saya bergereja di kharismatik, saya di "mentor" cara berbahasa roh.
Salah satunya adalah apa yang ingin kamu katakan atau terlintas katakanlah, krn bahasa roh tidak berbicara dengan sendirinya, melainkan harus diucapkan..
Saat di suruh demikian yang terlintas dan terpikir dalam benak saya adalah irama bahasa roh yang pernah di bunyikan oleh penatua/ teman/ WL..
Tapi ini bukan berarti membuat saya menjadi seorang yang anti bahasa roh, tapi membuat saya berpikir kembali " apakah saya menipu diri saya? "
Gbu
Sekedar sharing....
TBH, kadang aku juga berpikir demikian.
Benarkah yg aku ucapkan itu benar2 bahasa roh?
Atau aku hanya sekedar ikut2an bersuara saja?
Tapi aku pernah mendengar satu nasehat yg bagus ini, bahwa utk mengetahui apakah hal tsb benar2 bahasa roh atau tidak, tinggal dilihat buahnya saja.
Dan tidak bisa aku pungkiri, jika ikut2an mengeluarkan bunyi2 yg tidak jelas ini, aku merasakan kedamaian yg luar biasa, kadang2 sampai meneteskan air mata tanpa tahu sebabnya.
So... berangkat dari sini, aku memberanikan diri utk mempercayai bahwa aku memang memperoleh kasih karunia dan memperoleh rahmat utk berbahasa roh.
Dan kalo ada kesempatan utk bergabung dalam ibadah karismatik, kalo memang aku merasakan ada dorongan utk ikut2an "menyuarakan bahasa aneh" tersebut, aku selalu melakukannya, dan kedamaian yg aku rasakan itu benar2 luar biasa.... :signofcross:
-
Saya tidak sependapat jika setiap pribadi memiliki/sudah ada semua karunia Roh Kudus. Jika demikian maka itu bukan lagi sebuah karunia, tetapi sebuah anugerah. karena tokh setiap orang punya. Pengertian karunia adalah ada yg diberi, ada yg tidak.
Yg seorang diberi karunia bahasa roh, yg lain diberi karunia mengajar, yg lain lagi bernubuat, dsb..dsb.. Itu yg saya baca di Alkitab.
Ya itu memang menjadi masalah. Tapi bukan menjadi sebuah pembenaran bahwa kharismatik tuh seperti itu hanya karena banyak yg melakukan itu.
Tapi memang seperti demikianlah kondisinya bro :)
Dalam ke 7 karunia roh salah satunya adalah bahasa roh..
Diantaranya adalah karunia iman masa bro ga punya iman?
Nubuat, rasul Paulus mengatakan tiap2 org boleh bernubuat
Hikmat dan pengetahuan, masa iya bro sama sekali tidak berhikmat dan berpengetahuan?
Dst..
Jadi pada dasarnya karunia2 roh sudah ada pada kita..
Tapi mengenai bahasa roh dan penafsirnya, ini adalah misteri besar..
Bila kita tinjau dalam satu komunitas boleh dalam lingkup gereja ataupun komsel. Saya tidak pernah melihat ada yg menafsirkan bahasa roh..
Dalam gereja kharismatik saya, salah seorang penatua katanya bisa menafsirkan bahasa roh..
Dari ribuan jemaat di gereja hanya 1 tok..
Tapi saya pun tidak pernah melihat secara langsung penatua menafsirkan secara langsung di depan jemaat..
Saya pernah di beritahu, bahwa menafsir bahasa roh tidak selalu berbentuk "kalimat" bisa juga dalam bentuk penglihatan..
Gbu
-
Tapi mengenai bahasa roh dan penafsirnya, ini adalah misteri besar..
Bila kita tinjau dalam satu komunitas boleh dalam lingkup gereja ataupun komsel. Saya tidak pernah melihat ada yg menafsirkan bahasa roh..
Dalam gereja kharismatik saya, salah seorang penatua katanya bisa menafsirkan bahasa roh..
Dari ribuan jemaat di gereja hanya 1 tok..
Tapi saya pun tidak pernah melihat secara langsung penatua menafsirkan secara langsung di depan jemaat..
Nah lho :doh:
-
:deal:
Hanya saja, kira2 knp bro Jenova berbeda pandangan dgn anda soal penafsir ini ?
Silahkan tanya dia, dapat darimana pandangan tersebut :peace:
-
Tapi mengenai bahasa roh dan penafsirnya, ini adalah misteri besar..
Bila kita tinjau dalam satu komunitas boleh dalam lingkup gereja ataupun komsel. Saya tidak pernah melihat ada yg menafsirkan bahasa roh..
Dalam gereja kharismatik saya, salah seorang penatua katanya bisa menafsirkan bahasa roh..
Dari ribuan jemaat di gereja hanya 1 tok..
Tapi saya pun tidak pernah melihat secara langsung penatua menafsirkan secara langsung di depan jemaat..
Kalo menafsirkan nubuatan saat KKR, kebetulan saya beberapa kali menyaksikannya.
Tapi saya setuju jika bahasa roh dan karunia roh2 lainnya dikatakan sebuah misteri.
Mengapa misteri ? Ada orang yg begitu ngotot berdoa bertahun2 minta bahasa roh, tapi tidak mendapatkannya, sedangkan seorang remaja yg baru kenal Tuhan bisa mendapatkannya dalam sekejab saja.
-
Silahkan tanya dia, dapat darimana pandangan tersebut :peace:
Hahaha, okelah kalau begitu... :)
-
Btw, gara2 bro Rusdinech bicara soal macam2 karunia roh, saya malah jadi teringat translate-an bro Yopi.
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Ternyata yg dimaksud adalah ayat ini :
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Jadi karunia inilah yg digunakan St.Petrus saat berkhotbah di peristiwa pentakosta, bukan karunia menafsirkan. :afro1:
-
Btw, gara2 bro Rusdinech bicara soal macam2 karunia roh, saya malah jadi teringat translate-an bro Yopi.
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Ternyata yg dimaksud adalah ayat ini :
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Jadi karunia inilah yg digunakan St.Petrus saat berkhotbah di peristiwa pentakosta, bukan karunia menafsirkan. :afro1:
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
2:35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh
:doh:
-
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh
:doh:
Saya cuma menganalisa tulisan yg bro beri
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
karisma tersebut diwujudkan dalam pidato St Petrus kepada banyak pada hari Pentakosta (Kisah 2) (google translate)[/color]
charisma apa yg dimaksud ? Nah tulisan tsb berada di charisma no 5 yaitu
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Kata kebijaksanaan dan kata-kata pengetahuan (google translate)
Berarti karisma yg dimaksud yg diwujudkan oleh St Petrus adalah karunia yg dimaksud di sini
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Tulisan Bro sendiri yg berkata seperti itu. :afro1:
-
Saya cuma menganalisa tulisan yg bro beri
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
karisma tersebut diwujudkan dalam pidato St Petrus kepada banyak pada hari Pentakosta (Kisah 2) (google translate)[/color]
charisma apa yg dimaksud ? Nah tulisan tsb berada di charisma no 5 yaitu
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Kata kebijaksanaan dan kata-kata pengetahuan (google translate)
Berarti karisma yg dimaksud yg diwujudkan oleh St Petrus adalah karunia yg dimaksud di sini
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Tulisan Bro sendiri yg berkata seperti itu. :afro1:
"The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma"
seem to be degrees of the same charisma???
Karisma yang mana yang sama? :doh:
-
"The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma"
seem to be degrees of the same charisma???
Karisma yang mana yang sama? :doh:
Karunia pertama "Word of wisdom (kata2 hikmat/bijak)" dan karunia kedua "word of knowledge (kata2 pengetahuan)"
Kedua karunia ini nampaknya mempunyai derajat/level yg sama. :afro1:
Deal ?
-
Karunia pertama "Word of wisdom (kata2 hikmat/bijak)" dan karunia kedua "word of knowledge (kata2 pengetahuan)"
Kedua karunia ini nampaknya mempunyai derajat/level yg sama. :afro1:
Deal ?
The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma, viz., the grace of propounding the Faith effectively, of bringing home to the minds and hearts of the listener with Divine persuasiveness, the hidden mysteries and the moral precepts of Christianity.
:doh:
-
The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)
It takes the form of an intelligible address; the explanation was to follow the speech with tongues as regularly as the discerning of spirits succeeded prophecy
Among the Fathers it is sententia communissima that the speaking with tongues was a speaking in foreign languages. Their interpretation is based upon the promise in Mark 16:1, "They shall speak with new tongues", and on its final fulfilment in the gift of tongues to the apostles (Acts 2:4).
:)
-
Saya cuma menganalisa tulisan yg bro beri
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
karisma tersebut diwujudkan dalam pidato St Petrus kepada banyak pada hari Pentakosta (Kisah 2) (google translate)[/color]
charisma apa yg dimaksud ? Nah tulisan tsb berada di charisma no 5 yaitu
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Kata kebijaksanaan dan kata-kata pengetahuan (google translate)
Berarti karisma yg dimaksud yg diwujudkan oleh St Petrus adalah karunia yg dimaksud di sini
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Tulisan Bro sendiri yg berkata seperti itu. :afro1:
Hampir kelewat sama saya :D :P
Kalau Pidato St Petrus BUKAN MENAFSIRKAN, maka masuk disini (No 4):
(4) The Doctor's office was to preach and teach the Faith permanently in some community assigned to their care. The Apostles themselves and the evangelists mentioned with apostles, prophets, doctors, and pastors (Ephesians 4:11) went from place to place founding new Churches; the Faith could only be maintained by permanent teachers fitted for their work by special gifts. Thus St. Paul writes to Timothy: "The things which thou hast heard of me by many witnesses, the same commend to faithful men, who shall be fit to teach others also" (2 Timothy 2:2). Such faithful men are the catechists in missionary countries.
:afro: :scold: :doh:
-
The word of wisdom and the word of knowledge seem to be degrees of the same charisma, viz., the grace of propounding the Faith effectively, of bringing home to the minds and hearts of the listener with Divine persuasiveness, the hidden mysteries and the moral precepts of Christianity.
:doh:
Still bro....., nggak bilang menafsirkan.
Anda sebenarnya sependapat gak bahwa karunia no 5 itu adalah karunia berkata2 hikmat dan kata2 pengetahuan ? Apakah menurut anda karunia no.5 itu tetap adalah karunia menafsirkan ?
Btw, jangan keseringan tepok jidat bro. :D
-
Hampir kelewat sama saya :D :P
Kalau Pidato St Petrus BUKAN MENAFSIRKAN, maka masuk disini (No 4):
(4) The Doctor's office was to preach and teach the Faith permanently in some community assigned to their care. The Apostles themselves and the evangelists mentioned with apostles, prophets, doctors, and pastors (Ephesians 4:11) went from place to place founding new Churches; the Faith could only be maintained by permanent teachers fitted for their work by special gifts. Thus St. Paul writes to Timothy: "The things which thou hast heard of me by many witnesses, the same commend to faithful men, who shall be fit to teach others also" (2 Timothy 2:2). Such faithful men are the catechists in missionary countries.
:afro: :scold: :doh:
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
(10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Ada 9 macam karunia yg dijelaskan dlm 1 Kor 12. Masing2 berbeda satu sama lain.
Dan tulisan yg bro beri
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
sedang menjelaskan karunia/karisma no 5 yaitu Kata2 hikmat dan kata2 pengetahuan yg bersumber dr 1 Kor 12:8.
Sedangkan karunia menafsirkan bahasa roh adanya di 1 Kor 12:10.
Berarti jelas bahwa karunia berkata2 hikmat & pengetahuan BERBEDA dgn karunia menafsirkan bahasa roh. :afro1:
-
Hanya saja, kira2 knp bro Jenova berbeda pandangan dgn anda soal penafsir ini ?
Silahkan tanya dia, dapat darimana pandangan tersebut :peace:
Entah apakah kita ini sebenarnya sedang membicarakan 2 hal yg berbeda, atau pada dasarnya kita memiliki definisi yg berbeda mengenai "menafsirkan/menerjemahkan bahasa roh" ini.
Kalo melihat diskusi di sini, sebagian rekan2 (termasuk bro Yopi) sepertinya mengartikan bahwa menafsirkan/menerjemahkan bahasa roh ini sama seperti ketika ada tamu orang asing dan kemudian ada penerjemah yg menerjemahkan kata per kata atau kalimat per kalimat yg diucapkan oleh orang tersebut, CMIIW.
Tidak… tidak demikian yang terjadi dalam penerjemahan bahasa roh ini.
AFAIK, ketika PD memasuki penyembahan dalam bahasa roh, maka orang2 yg memiliki karunia menerjemahkan/menafsirkan bahasa roh tersebut akan menerima/memahami pesan yg disampaikan oleh saudara2nya yg terdorong utk berkata2 dalam bahasa roh itu.
Misal, Jenova berkata ”aiueo aieuo aieuo” dan kebetulan Djo memiliki karunia menerjemahkannya, maka Djo akan memahami bahwa Jenova sedang bernubuat (atau mungkin hanya memuji dan memuliakan Allah), lalu Djo akan menyampaikannya kepada jemaat dengan berkata: ”Pujilah Tuhan yang selalu setia mendampingi kita di saat2 yg paling sulit dalam hidup kita”. Dan memang demikianlah yg sebenarnya dikatakan/dimaksudkan oleh Jenova yg hanya berkata ”aiueo aiueo aiueo” meskipun Jenova (yg tidak memiliki karunia menerjemahkan) juga tidak mengerti maksudnya.
-
Btw, gara2 bro Rusdinech bicara soal macam2 karunia roh, saya malah jadi teringat translate-an bro Yopi.
(5) The word of wisdom and the word of knowledge
Ternyata yg dimaksud adalah ayat ini :
1 Kor 12 :8
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Jadi karunia inilah yg digunakan St.Petrus saat berkhotbah di peristiwa pentakosta, bukan karunia menafsirkan. :afro1:
Wait a minute!!!
IMHO, 1 Kor 12 BUKAN berbicara mengenai bahasa roh, melainkan berbicara mengenai karunia roh.
IMHO, kata2 hikmat dan kata2 pengetahuan ini TIDAK TERBATAS dengan nubuat2 yg disampaikan ketika jemaat terdorong utk berkata2 dalam bahasa roh.
Jemaat yg bernubuat ketika berbahasa roh, dan juga Petrus/Paulus/para rasul (uskup)/pastor/Pendeta/evangelist/kaum awam yg mengajar dan berkotbah, sama2 masuk dalam kategori karunia "kata2 pengetahuan" dan "kata2 hikmat".
Setuju dengan bro Djo, Paulus ketika berkotbah adalah sedang mempraktekkan karunia "kata2 hikmat dan pengetahuan", TAPI BUKAN sedang menerjemahkan bahasa roh.
Jemaat yg sedang menerjemahkan bahasa roh adalah sedang mempraktekkan karunia "kata2 hikmat dan pengetahuan", TAPI BERBEDA dengan berkotbah/mengajar dan menginterpretasikan ajaran Gereja / menginterpretasikan Alkitab.
-
Still bro....., nggak bilang menafsirkan.
Ada tuch
Anda sebenarnya sependapat gak bahwa karunia no 5 itu adalah karunia berkata2 hikmat dan kata2 pengetahuan ? Apakah menurut anda karunia no.5 itu tetap adalah karunia menafsirkan ?
Dicontohkan selain berkarunia kata-kata hikmat dan pengetahuan, juga penafsiran
-
(8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
(10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Ada 9 macam karunia yg dijelaskan dlm 1 Kor 12. Masing2 berbeda satu sama lain.
Dan tulisan yg bro beri
"The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)"
sedang menjelaskan karunia/karisma no 5 yaitu Kata2 hikmat dan kata2 pengetahuan yg bersumber dr 1 Kor 12:8.
Sedangkan karunia menafsirkan bahasa roh adanya di 1 Kor 12:10.
Berarti jelas bahwa karunia berkata2 hikmat & pengetahuan BERBEDA dgn karunia menafsirkan bahasa roh. :afro1:
Wait a minute!!!
IMHO, 1 Kor 12 BUKAN berbicara mengenai bahasa roh, melainkan berbicara mengenai karunia roh.
IMHO, kata2 hikmat dan kata2 pengetahuan ini TIDAK TERBATAS dengan nubuat2 yg disampaikan ketika jemaat terdorong utk berkata2 dalam bahasa roh.
Jemaat yg bernubuat ketika berbahasa roh, dan juga Petrus/Paulus/para rasul (uskup)/pastor/Pendeta/evangelist/kaum awam yg mengajar dan berkotbah, sama2 masuk dalam kategori karunia "kata2 pengetahuan" dan "kata2 hikmat".
Sudah dijawab :D
-
Entah apakah kita ini sebenarnya sedang membicarakan 2 hal yg berbeda, atau pada dasarnya kita memiliki definisi yg berbeda mengenai "menafsirkan/menerjemahkan bahasa roh" ini.
Kalo melihat diskusi di sini, sebagian rekan2 (termasuk bro Yopi) sepertinya mengartikan bahwa menafsirkan/menerjemahkan bahasa roh ini sama seperti ketika ada tamu orang asing dan kemudian ada penerjemah yg menerjemahkan kata per kata atau kalimat per kalimat yg diucapkan oleh orang tersebut, CMIIW.
Ya
Tidak… tidak demikian yang terjadi dalam penerjemahan bahasa roh ini.
AFAIK, ketika PD memasuki penyembahan dalam bahasa roh, maka orang2 yg memiliki karunia menerjemahkan/menafsirkan bahasa roh tersebut akan menerima/memahami pesan yg disampaikan oleh saudara2nya yg terdorong utk berkata2 dalam bahasa roh itu.
Misal, Jenova berkata ”aiueo aieuo aieuo” dan kebetulan Djo memiliki karunia menerjemahkannya, maka Djo akan memahami bahwa Jenova sedang bernubuat (atau mungkin hanya memuji dan memuliakan Allah), lalu Djo akan menyampaikannya kepada jemaat dengan berkata: ”Pujilah Tuhan yang selalu setia mendampingi kita di saat2 yg paling sulit dalam hidup kita”. Dan memang demikianlah yg sebenarnya dikatakan/dimaksudkan oleh Jenova yg hanya berkata ”aiueo aiueo aiueo” meskipun Jenova (yg tidak memiliki karunia menerjemahkan) juga tidak mengerti maksudnya.
Itu bukan tafsiran, hanya sekedar bersyukur doank... :doh:
-
Itu bukan tafsiran, hanya sekedar bersyukur doank... :doh:
See... ketahuan sekarang akar permasalahannya, ternyata kita mengacu pada dua hal yg berbeda.. :grining:
Anda bilang bukan, tapi bagi kami ini adalah tafsiran/terjemahan dari bahasa roh itu.
Dalam PDKK yg aku ikuti, biasanya tidak hanya ada 1 orang yg memiliki karunia menerjemahkan itu.
Biasanya mereka yg memiliki karunia ini akan saling meneguhkan dan mengkonfirmasi bahwa mereka jg menerjemahkan demikian.
Setelah PDKK pun, biasanya ada semacam sharing utk evaluasi, dan biasanya ketahuan kalo beberapa orang merasa / memberi kesaksian bahwa nubuat2 atau pesan2 itu memang ditujukan utk mereka.
Contoh konkret, ada yg menerjemahkan: "saat ini juga Allah Roh Kudus menjamah seorang saudara di sini yang sedang sakit vertigo".
Saat sharing, ada saudara yg, Puji Tuhan, berbagi bahwa pada saat nubuat itu diterjemahkan dia merasakan kesembuhan dari sakitnya.
Contoh lain, ada yg menerjemahkan dan menunjuk kasus yg lebih specific, misal: "Saat ini ada seorang ibu yang sedang berbeban berat dan kesepian. Allah Roh Kudus saat ini sedang memeluk Anda dan memberi kekuatan kepada Anda."
Saat sharing, si ibu ini bersaksi bahwa dia merasakan hiburan dan kedamaian ketika nubuat itu diterjemahkan.
Yah... kalo Anda bilang ini bukan terjemahan dari nubuat dalam bahasa roh itu, ya memang ga bs diperdebatkan, karena ini adalah masalah iman.
Kami yg percaya (dan mengalaminya) akan mengatakan hal ini adalah penerjemahan bahasa roh itu, mengikuti yg diajarkan Paulus.
Bagi yg tidak percaya, ya mungkin mereka itu akan seperti yg dikisahkan dalam Alkitab.
Mereka akan mengatakan bahwa kami itu sedang mabuk, atau meragukan bahwa Allah Roh Kudus benar2 bekerja, dan akan memberikan penilaian2 skeptis yg mengatakan itu hanya sugesti, hanya histeria, hanya puji2an yg dibuat2/dicocok2kan.
Again, ini sudah kembali ke masalah iman.
Mengenai mengapa kami mengimani demikian, kiranya sudah kami jelaskan apa yg kami rasakan, kami alami, dan kami ketahui/imani sebagai kebenaran. :)
-
YaItu bukan tafsiran, hanya sekedar bersyukur doank... :doh:
Btw, bisa tolong dibagikan di sini definisi dari "menerjemahkan" bahasa roh ini dari sudut pandang Anda?
Atau bagaimana menurut Anda seharusnya bahasa roh itu diterjemahkan?
Selain dari 1 Kor 12 itu tentunya, karena IMHO perikop itu tidak sedang berbicara mengenai peristiwa menerjemahkan bahasa roh dalam ibadah jemaat.
-
Btw, bisa tolong dibagikan di sini definisi dari "menerjemahkan" bahasa roh ini dari sudut pandang Anda?
Atau bagaimana menurut Anda seharusnya bahasa roh itu diterjemahkan?
Selain dari 1 Kor 12 itu tentunya, karena IMHO perikop itu tidak sedang berbicara mengenai peristiwa menerjemahkan bahasa roh dalam ibadah jemaat.
14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."
-
See... ketahuan sekarang akar permasalahannya, ternyata kita mengacu pada dua hal yg berbeda.. :grining:
Anda bilang bukan, tapi bagi kami ini adalah tafsiran/terjemahan dari bahasa roh itu.
Dalam PDKK yg aku ikuti, biasanya tidak hanya ada 1 orang yg memiliki karunia menerjemahkan itu.
Biasanya mereka yg memiliki karunia ini akan saling meneguhkan dan mengkonfirmasi bahwa mereka jg menerjemahkan demikian.
Setelah PDKK pun, biasanya ada semacam sharing utk evaluasi, dan biasanya ketahuan kalo beberapa orang merasa / memberi kesaksian bahwa nubuat2 atau pesan2 itu memang ditujukan utk mereka.
Contoh konkret, ada yg menerjemahkan: "saat ini juga Allah Roh Kudus menjamah seorang saudara di sini yang sedang sakit vertigo".
Saat sharing, ada saudara yg, Puji Tuhan, berbagi bahwa pada saat nubuat itu diterjemahkan dia merasakan kesembuhan dari sakitnya.
Contoh lain, ada yg menerjemahkan dan menunjuk kasus yg lebih specific, misal: "Saat ini ada seorang ibu yang sedang berbeban berat dan kesepian. Allah Roh Kudus saat ini sedang memeluk Anda dan memberi kekuatan kepada Anda."
Saat sharing, si ibu ini bersaksi bahwa dia merasakan hiburan dan kedamaian ketika nubuat itu diterjemahkan.
Yah... kalo Anda bilang ini bukan terjemahan dari nubuat dalam bahasa roh itu, ya memang ga bs diperdebatkan, karena ini adalah masalah iman.
Kami yg percaya (dan mengalaminya) akan mengatakan hal ini adalah penerjemahan bahasa roh itu, mengikuti yg diajarkan Paulus.
Bagi yg tidak percaya, ya mungkin mereka itu akan seperti yg dikisahkan dalam Alkitab.
Mereka akan mengatakan bahwa kami itu sedang mabuk, atau meragukan bahwa Allah Roh Kudus benar2 bekerja, dan akan memberikan penilaian2 skeptis yg mengatakan itu hanya sugesti, hanya histeria, hanya puji2an yg dibuat2/dicocok2kan.
Again, ini sudah kembali ke masalah iman.
Mengenai mengapa kami mengimani demikian, kiranya sudah kami jelaskan apa yg kami rasakan, kami alami, dan kami ketahui/imani sebagai kebenaran. :)
Seingat saya (saya tidak aktif di PDKK, hanya beberapa kali ikut Misa Karismatik), bahkan dalam Misa untuk PDKK sekalipun tidak ada sesi bahasa roh, gak tau kalo sekarang berubah :D :doh:
-
14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."
Perikop di atas tidak menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana penerjemahan itu dilakukan.
IMO, apa yg aku contohkan di atas juga telah memenuhi yg dianjurkan oleh Paulus bukan?
Banyak jemaat berbahasa roh, ada yg menerjemahkan (biarpun dengan cara yg berbeda dgn yg Anda harapkan), dan ajaran Paulus dipenuhi, bahwa orang baru itu percaya (melalui sharing dan kesaksian) bahwa yg terjadi itu benar2 mujizat bahasa roh dan telah diterjemahkan.
-
Seingat saya (saya tidak aktif di PDKK, hanya beberapa kali ikut Misa Karismatik), bahkan dalam Misa untuk PDKK sekalipun tidak ada sesi bahasa roh, gak tau kalo sekarang berubah :D :doh:
Dan tidak ada pula kanon / dogma yg melarang penggunaan / praktek bahasa roh jika memang Roh Kudus menganugerahkannya, bukan?
IMHO, dalam GK sendiri, hal ini adalah setaraf doktrin, jika mendukung iman boleh diterima, kalo tidak mendukung atau justru menjadi batu sandungan ya boleh utk ditolak.
-
Kelihatannya di sini, sesama Katolik saja beda paham soal bahasa roh, saya kira ini cukup wajar, sepasang suami istri yang bahasanya sama saja sering miss komunikasi :whistle: :m10:, apalagi kita memahami bahasa roh yang cukup janggal terdengar bagi kita hehehe.
Saran saya buat yang belum mendapat karunia bahasa roh , minta saja, karena itu bisa diminta kepada sang pemberi Tuhan kita Yesus.
Tips dari saya, buang ego anda, rendahkan diri di hadapan Tuhan, tulus meminta dalam doa penyembahan, jangan lelah atau putus asa kalau belum dapat, Tuhan akan melihat ketulusan dan kesungguhan kita akan hal ini untuk mendapat karunia-Nya.
Kesaksian dari saya, bahasa roh itu mendatangkan kasih sukacita, damai sejahtera, itu pasti... :afro1:
-
Kelihatannya di sini, sesama Katolik saja beda paham soal bahasa roh, saya kira ini cukup wajar, sepasang suami istri yang bahasanya sama saja sering miss komunikasi :whistle: :m10:, apalagi kita memahami bahasa roh yang cukup janggal terdengar bagi kita hehehe.
Hehe... emang bahasa roh ini termasuk ajaran yg kontroversial di antara umat katolik.
Tapi selama tidak ada dogma / ajaran yg mutlak yg menerima satu ajaran dan menolak ajaran yg lainnya, semua umat katolik diperbolehkan menerima ajaran tersebut selama tidak bertentangan dengan ajaran2 Gereja.
Dan AFAIK, ajaran bahasa roh ini tidak bertentangan dengan ajaran2 Gereja Katolik dan juga tidak ditetapkan sebagai suatu ajaran yg harus diterima/ditolak.
Jadi wajar2 aja kalo aku menerimanya dan bro Yopi (mungkin) menolaknya. :)
Saran saya buat yang belum mendapat karunia bahasa roh , minta saja, karena itu bisa diminta kepada sang pemberi Tuhan kita Yesus.
Tips dari saya, buang ego anda, rendahkan diri di hadapan Tuhan, tulus meminta dalam doa penyembahan, jangan lelah atau putus asa kalau belum dapat, Tuhan akan melihat ketulusan dan kesungguhan kita akan hal ini untuk mendapat karunia-Nya.
Kesaksian dari saya, bahasa roh itu mendatangkan kasih sukacita, damai sejahtera, itu pasti... :afro1:
:amen: :amen: :amen:
:deal:
-
Perikop di atas tidak menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana penerjemahan itu dilakukan.
IMO, apa yg aku contohkan di atas juga telah memenuhi yg dianjurkan oleh Paulus bukan?
Banyak jemaat berbahasa roh, ada yg menerjemahkan (biarpun dengan cara yg berbeda dgn yg Anda harapkan), dan ajaran Paulus dipenuhi, bahwa orang baru itu percaya (melalui sharing dan kesaksian) bahwa yg terjadi itu benar2 mujizat bahasa roh dan telah diterjemahkan.
Menurut saya sudah dijelaskan secara rinci mengenai bagaimana terjemahan itu sendiri:
14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."
Perhatikan yang bold biru, kalau menurut anda belum dijelaskan secara rinci bagaimana terjemahannya, silahkan ada berikan maksud yang bold biru!
Dan tidak ada pula kanon / dogma yg melarang penggunaan / praktek bahasa roh jika memang Roh Kudus menganugerahkannya, bukan?
Darimana tahu kalo benar2 dari Roh Kudus? Bagaimana kalo asal jiplak dari pendetanya? Bukankah itu sama saja dengan menghujat Roh Kudus? :doh:
Hehe... emang bahasa roh ini termasuk ajaran yg kontroversial di antara umat katolik.
Montanus sudah dikutuk :doh:
Seingat saya, yang kontroversial dan menjadi perdebatan justru Predestination, bukannya bahasa roh, yang mulai bergema kembali tahun 1950an setelah Montanus dkk DIKUTUK sejak Gereja Perdana! :doh:
Jadi wajar2 aja kalo aku menerimanya dan bro Yopi (mungkin) menolaknya. :)
Saya menerima bahasa Roh sepanjang orang tersebut tiba2 berbahasa Roh, bukan karena DIAJARKAN oleh Pendetanya!
Dan aturan Alkitab telah jelas, selama tidak ada penafsir, MAX. 2-3 org!!! :doh:
-
Menurut saya sudah dijelaskan secara rinci mengenai bagaimana terjemahan itu sendiri:
14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
Tidak, tidak dijelaskan sama sekali di sini mekanisme / tata cara / aturan utk penerjemahan itu.
Hanya dikatakan dia (org biasa yg hadir) tidak tahu yg engkau katakan.
Jadi yg ditekankan adalah AGAR orang biasa itu tahu apa yg kita katakan ketika berbahasa roh, sama sekali tidak disebut caranya.
Cara yg biasa kami lakukan dalam PDKK itu telah memenuhi ajaran ini, orang biasa jadi tahu apa yg dibicarakan ketika berbahasa roh.
14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."
Perhatikan yang bold biru, kalau menurut anda belum dijelaskan secara rinci bagaimana terjemahannya, silahkan ada berikan maksud yang bold biru!
Sudah aku berikan di atas.
Dalam perikop ini hanya dijelaskan TUJUAN dari penerjemahan bahasa roh, BUKAN cara menerjemahkan bahasa roh.
Silakan Anda jelaskan sebaliknya.
Darimana tahu kalo benar2 dari Roh Kudus? Bagaimana kalo asal jiplak dari pendetanya? Bukankah itu sama saja dengan menghujat Roh Kudus? :doh:
Darimana Anda tahu bahwa bahasa roh itu adalah jiplak dari Pendeta?
Darimana Anda tahu bahwa itu bukan berasal dari Roh Kudus?
Kalo justru bahasa roh itu benar2 berasal dari Roh Kudus, bukankah Anda (yg menuduhnya sbg bahasa palsu) yg sebenarnya sedang menghujat Roh Kudus?
Mat 7 : 1 ”Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”
Montanus sudah dikutuk :doh:
Dikutuk oleh siapa? Oleh Gereja Universal kah?
Lalu ajaran Montanism seperti apa yg sebenarnya dikutuk?
Tolong diberikan di sini referensi kanon konsili ekumenis atau papal bull atau keputusan lembaga infabillity Gereja yg mengutuk ajaran Montanism, agar jelas apa yg sebenarnya dikutuk dan ditolak dalam ajaran Montanism ini.
Seingat saya, yang kontroversial dan menjadi perdebatan justru Predestination, bukannya bahasa roh, yang mulai bergema kembali tahun 1950an setelah Montanus dkk DIKUTUK sejak Gereja Perdana! :doh:
AFAIK, Montanism itu DIANGGAP heresy karena meramalkan hal2 yg bertentangan / kontradiksi dengan tradisi / ajaran Gereja.
Montanism dianggap bidaah karena cara2 mereka menyampaikan ramalan. Montanism TIDAK ditolak karena mempraktekkan bahasa roh dalam ibadah jemaat. Ini adalah 2 hal yang sangat berbeda.
The anonymous opponent of the sect describes the method of prophecy (Eusebius, V, xvii, 2-3): first the prophet appears distraught with terror (en parekstasei), then follows quiet (adeia kai aphobia, fearlessness); beginning by studied vacancy of thought or passivity of intellect (ekousios amathia), he is seized by an uncontrollable madness (akousios mania psyches). The prophets did not speak as messengers of God: "Thus saith the Lord," but described themselves as possessed by God and spoke in His Person. "I am the Father, the Word, and the Paraclete," said Montanus (Didymus, "De Trin.", III, xli); and again: "I am the Lord God omnipotent, who have descended into to man", and "neither an angel, nor an ambassador, but I, the Lord, the Father, am come" (Epiphanius, "Hær.", xlviii, 11). And Maximilla said: "Hear not me, but hear Christ" (ibid.); and: "I am driven off from among the sheep like a wolf [that is, a false prophet--cf. Matthew 7:15]; I am not a wolf, but I am speech, and spirit, and power." This possession by a spirit, which spoke while the prophet was incapable of resisting, is described by the spirit of Montanus: "Behold the man is like a lyre, and I dart like the plectrum. The man sleeps, and I am awake" (Epiphanius, "Hær.", xlviii, 4).
… … …
The anonymous writer tells us that some thought Montanus to be possessed by an evil spirit, and a troubler of the people; they rebuked him and tried to stop his prophesying; the faithful of Asia assembled in many places, and examining the prophecies declared them profane, and condemned the heresy, so that the disciples were thrust out of the Church and its communion.
http://www.newadvent.org/cathen/10521a.htm
Perhatikan 3 hal berikut ini:
1. Yang dikutuk adalah praktek bernubuat yg dilakukan oleh Montanist
2. Sama sekali tidak disinggung2 bahwa nubuat2 ini dilakukan dalam ibadah jemaat yg berbahasa roh
3. Menurut anonymous writer, hanya Gereja Asia (i.e. konsili lokal, BUKAN lembaga infallibility Gereja) yg menyatakan bahwa Montanism dikutuk dan di-ekskomunikasi dari Gereja Asia.
Saya menerima bahasa Roh sepanjang orang tersebut tiba2 berbahasa Roh, bukan karena DIAJARKAN oleh Pendetanya!
Siapa yg bilang kalo bahasa roh itu diajarkan oleh Pendeta?
Bahkan dalam PDKK Komunitas Tritunggal Mahakudus, romo Yohanes sekalipun TIDAK pernah mengajarkan berbahasa roh.
Bahasa roh adalah karunia yg harus dikejar, tidak ada yg dapat mengajarkan bahasa roh selain dianugerahkan oleh Roh Kudus sendiri. AFAIK, hal ini jg merupakan pengetahuan dasar yg dipegang oleh protestant karismatik.
Dan aturan Alkitab telah jelas, selama tidak ada penafsir, MAX. 2-3 org!!! :doh:
Selama tidak ada penafsir? Maksudnya?
Sudah jelas disebutkan, sekalipun ga ada penafsir, ga pernah dilarang yg namanya berbahasa roh. Hanya dianjurkan utk berdiam diri agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Max 2-3 orang? Ayat mana yg mengatakannya?
Semakin banyak yg dapat menafsirkan, ya semakin bagus lah. Apa Anda mau membatasi karya Roh Kudus agar memberikan karunia menafsirkan bahasa roh itu hanya pada 2-3 orang saja?
Tolong dibagikan lagi di sini ayatnya? Mari kita pelajari lagi ayatnya…
-
Tidak, tidak dijelaskan sama sekali di sini mekanisme / tata cara / aturan utk penerjemahan itu.
Hanya dikatakan dia (org biasa yg hadir) tidak tahu yg engkau katakan.
Jadi yg ditekankan adalah AGAR orang biasa itu tahu apa yg kita katakan ketika berbahasa roh, sama sekali tidak disebut caranya.
Cara yg biasa kami lakukan dalam PDKK itu telah memenuhi ajaran ini, orang biasa jadi tahu apa yg dibicarakan ketika berbahasa roh.
Sudah aku berikan di atas.
Dalam perikop ini hanya dijelaskan TUJUAN dari penerjemahan bahasa roh, BUKAN cara menerjemahkan bahasa roh.
Silakan Anda jelaskan sebaliknya.
Simple, kalo hanya bilang:
Misal, Jenova berkata ”aiueo aieuo aieuo” dan kebetulan Djo memiliki karunia menerjemahkannya, maka Djo akan memahami bahwa Jenova sedang bernubuat (atau mungkin hanya memuji dan memuliakan Allah), lalu Djo akan menyampaikannya kepada jemaat dengan berkata: ”Pujilah Tuhan yang selalu setia mendampingi kita di saat2 yg paling sulit dalam hidup kita”. Dan memang demikianlah yg sebenarnya dikatakan/dimaksudkan oleh Jenova yg hanya berkata ”aiueo aiueo aiueo” meskipun Jenova (yg tidak memiliki karunia menerjemahkan) juga tidak mengerti maksudnya.
Kalo begitu, maka semua bahasa roh pasti benar, baik palsu maupun asli :doh:
Yang namanya menafsirkan, ya ditafsirkan
Definisi 'tafsir'
Indonesian to Indonesian
noun
1. keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;
-- harfiah tafsir kata demi kata; -- mimpi penggunaan ciri-ciri modern untuk menguraikan arti mimpi;
me·naf·sir·kan v menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri);
Darimana Anda tahu bahwa bahasa roh itu adalah jiplak dari Pendeta?
Darimana Anda tahu bahwa itu bukan berasal dari Roh Kudus?
Kalo justru bahasa roh itu benar2 berasal dari Roh Kudus, bukankah Anda (yg menuduhnya sbg bahasa palsu) yg sebenarnya sedang menghujat Roh Kudus?
Nah, itu pentingnya ada yang menafsir
Bukan cuman aiueo aiueo doank dan bilang "Tuhan bersama kita!" :doh:
Dikutuk oleh siapa? Oleh Gereja Universal kah?
Lalu ajaran Montanism seperti apa yg sebenarnya dikutuk?
Tolong diberikan di sini referensi kanon konsili ekumenis atau papal bull atau keputusan lembaga infabillity Gereja yg mengutuk ajaran Montanism, agar jelas apa yg sebenarnya dikutuk dan ditolak dalam ajaran Montanism ini.
AFAIK, Montanism itu DIANGGAP heresy karena meramalkan hal2 yg bertentangan / kontradiksi dengan tradisi / ajaran Gereja.
Montanism dianggap bidaah karena cara2 mereka menyampaikan ramalan. Montanism TIDAK ditolak karena mempraktekkan bahasa roh dalam ibadah jemaat. Ini adalah 2 hal yang sangat berbeda.
Kita sederhanakan!
Sejak kapan Gerekan Karismatik di Gereja Katolik dimulai???
Apakah selama ini semua Santo dan Santa yang berbahasa Roh TIDAK MELAKUKAN Gerakan Karismatik???????!!!!!
Think!!! :whistle: :doh:
Perhatikan 3 hal berikut ini:
1. Yang dikutuk adalah praktek bernubuat yg dilakukan oleh Montanist
2. Sama sekali tidak disinggung2 bahwa nubuat2 ini dilakukan dalam ibadah jemaat yg berbahasa roh
1. Bukankah Karunia lebih penting dari berbahasa roh, yang lebih penting aja dikutuk kok!!!
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
2. "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit,.."
3. Menurut anonymous writer, hanya Gereja Asia (i.e. konsili lokal, BUKAN lembaga infallibility Gereja) yg menyatakan bahwa Montanism dikutuk dan di-ekskomunikasi dari Gereja Asia.
In the very first days Apollinarius, a successor of St. Papias as Bishop of Hierapolis in the southwestern corner of the province, wrote against Montanus.
Montanism in the West
St. Irenæus refers to Gaius without naming him (III, xi, 9): "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit, which in the last days has been poured upon the human race according to the good pleasure of the Father, do not admit that form [lion] which corresponds with the Gospel of John in which the Lord promised to send the Paraclete; but they reject the Gospel and with it the prophetic Spirit. Unhappy, indeed, in that, wishing to have
Siapa yg bilang kalo bahasa roh itu diajarkan oleh Pendeta?
Bahkan dalam PDKK Komunitas Tritunggal Mahakudus, romo Yohanes sekalipun TIDAK pernah mengajarkan berbahasa roh.
Bahasa roh adalah karunia yg harus dikejar, tidak ada yg dapat mengajarkan bahasa roh selain dianugerahkan oleh Roh Kudus sendiri. AFAIK, hal ini jg merupakan pengetahuan dasar yg dipegang oleh protestant karismatik.
Selama ini, semua Paus dan semua orang Kudus salah karena TIDAK MENGEJAR BAHASA ROH???? :doh:
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Selama tidak ada penafsir? Maksudnya?
Sudah jelas disebutkan, sekalipun ga ada penafsir, ga pernah dilarang yg namanya berbahasa roh. Hanya dianjurkan utk berdiam diri agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Berdiam diri :afro:
Max 2-3 orang? Ayat mana yg mengatakannya?
Semakin banyak yg dapat menafsirkan, ya semakin bagus lah. Apa Anda mau membatasi karya Roh Kudus agar memberikan karunia menafsirkan bahasa roh itu hanya pada 2-3 orang saja?
Tolong dibagikan lagi di sini ayatnya? Mari kita pelajari lagi ayatnya…
Kamu salah, saya bilang, kalau tidak ada penafsir, maka MAX 2-3 org saja!
Dan aturan Alkitab telah jelas, selama tidak ada penafsir, MAX. 2-3 org!!! :doh:
14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Yang ini belum dijawab:
Seingat saya (saya tidak aktif di PDKK, hanya beberapa kali ikut Misa Karismatik), bahkan dalam Misa untuk PDKK sekalipun tidak ada sesi bahasa roh, gak tau kalo sekarang berubah :D :doh:
Sekalian jawab juga kenapa Gerakan Karismatik baru ada tahun 1950an ya? :doh:
-
3. Menurut anonymous writer, hanya Gereja Asia (i.e. konsili lokal, BUKAN lembaga infallibility Gereja) yg menyatakan bahwa Montanism dikutuk dan di-ekskomunikasi dari Gereja Asia.
http://www.newadvent.org/cathen/07256b.htm
Spread of heresy
The growth of heresy, like the growth of plants, depends on surrounding influences, even more than on its vital force. Philosophies, religious ideals and aspirations, social and economic conditions, are brought into contact with revealed truth, and from the impact result both new affirmations and new negations of the traditional doctrine.
The first requisite for success is a forceful man, not necessarily of great intellect and learning, but of strong will and daring action. Such were the men who in all ages have given their names to new sects.
The second requisite is accommodation of the new doctrine to the contemporary mentality, to social and political conditions.
The last, but by no means the least, is the support of secular rulers.
A strong man in touch with his time, and supported by material force, may deform the existing religion and build up a new heretical sect. Modernism fails to combine into a body separate from the Church because it lacks an acknowledged leader, because it appeals to only a small minority of contemporary minds, namely, to a small number who are dissatisfied with the Church as she now is, and because no secular power lends it support. For the same reason, and proportionately, a thousand small sects have failed, whose names still encumber the pages of church history, but whose tenets interest only a few students, and whose adherents are nowhere. Such were, in the Apostolic Age, the Judeo-Christians, Judeo-Gnostics, Nicolaites, Docetae, Cerinthians, Ebionites, Nazarenes, followed, in the next two centuries, by a variety of Syrian and Alexandrian Gnostics, by Ophites, Marcionites, Encratites, Montanists, Manichæans, and others. All the early Eastern sects fed on the fanciful speculations so dear to the Eastern mind, but, lacking the support of temporal power, they disappeared under the anathemas of the guardians of the depositum fidei.
The Council of Nicaea anathematized the heresiarch, but its anathemas, like all the efforts of the Catholic bishops, were nullified by interference of the civil power.
http://styopi.blogspot.com/2012/03/heresiology.html
-
Silakan Anda jelaskan sebaliknya...
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htm
Corinthian Abuses (I Corinthians 14 passim).—Medieval and modern writers wrongly take it for granted that the charism existed permanently at Corinth — as it did nowhere else—and that St. Paul, in commending the gift to the Corinthians, therewith gave his guaranty that the characteristics of Corinthian glossolaly were those of the gift itself. Traditional writers in overlooking this point place St. Luke at variance with St. Paul, and attribute to the charism properties so contrary as to make it inexplicable and prohibitively mysterious. There is enough in St. Paul to show us that the Corinthian peculiarities were ignoble accretions and abuses. They made of "tongues" a source of schism in the Church and of scandal without (14:23). The charism had deteriorated into a mixture of meaningless inarticulate gabble (9, 10) with an element of uncertain sounds (7, 8), which sometimes might be construed as little short of blasphemous (12:3). The Divine praises were recognized now and then, but the general effect was one of confusion and disedification for the very unbelievers for whom the normal gift was intended (14:22, 23, 26). The Corinthians, misled not by insincerity but by simplicity and ignorance (20), were actuated by an undisciplined religious spirit (pneuma), or rather by frenzied emotions and not by the understanding (nous) of the Spirit of God (15). What today purports to be the "gift of tongues" at certain Protestant revivals is a fair reproduction of Corinthian glossolaly, and shows the need there was in the primitive Church of the Apostle's counsel to do all things "decently, and according to order" (40).
Semoga jelas :doh:
-
Simple, kalo hanya bilang:
Kalo begitu, maka semua bahasa roh pasti benar, baik palsu maupun asli :doh:
Bahasa roh yg menghasilkan buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera, dll, ya pasti asli.
Ga mungkin yang berasal dari yg jahat itu menghasilkan buah2 roh.
Sudah aku tunjukkan, dari praktek bahasa roh itu kami memperoleh buah2 roh.
Atau kah Anda bisa menunjukkan bahwa bahasa roh itu mendatangkan hal2 yg jahat?
Kalo Anda bisa menunjukkannya, maka ya, bisa jadi itu adalah bahasa roh palsu.
Yang namanya menafsirkan, ya ditafsirkanNah, itu pentingnya ada yang menafsir
Nah lho… kok yg dipakai definisi dari KBBI? Mana Kitab Suci agama lain dibawa2? :grining:
Yok kita pakai definisi dari bahasa aslinya.
1 Kor 4 : 5
menafsirkan, ”diermhneuw”
Arti:
1) to unfold the meaning of what is said, explain, expound
2) to translate into one's native language
Contoh yg aku berikan, apakah tidak memenuhi definisi ini?
Dari bahasa yg tidak mengerti, diungkapkan artinya dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia?
Bukan cuman aiueo aiueo doank dan bilang "Tuhan bersama kita!" :doh:
Lho… kalo memang artinya demikian, mau diterjemahkan gimana lagi?
Anda maunya ”aiueo aiueo” itu diterjemahkan sebagai apa?
Kita sederhanakan!
Sejak kapan Gerekan Karismatik di Gereja Katolik dimulai???
Sejak jaman para rasul!!!
Lha… itu sudah banyak dikisahkan di kitab Kisah Para Rasul.
Apakah selama ini semua Santo dan Santa yang berbahasa Roh TIDAK MELAKUKAN Gerakan Karismatik???????!!!!!
Lho… gerakan karismatik itu istilah yg digunakan utk mengacu pada gerakan2 yg mempraktekkan kembali bahasa roh.
Para rasul dan para murid, sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab, telah melakukan hal ini pada peristiwa Pentakosta.
Ya mereka2 ini sebenarnya telah mempraktekkan gerakan karismatik.
Think!!! :whistle: :doh:1. Bukankah Karunia lebih penting dari berbahasa roh, yang lebih penting aja dikutuk kok!!!
Hah???? Ga salah nih?
Mana ada karunia yg dikutuk? Mana ayatnya yg bilang kalo salah satu dari karunia2 itu dikutuk?
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Lah itu Anda sendiri yg bawa ayatnya supaya ga melarang orang lain utk berkata2 dalam bahasa roh.
Lalu apa yg Anda maksud dengan karunia yg dikutuk?
2. "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit,.."In the very first days Apollinarius, a successor of St. Papias as Bishop of Hierapolis in the southwestern corner of the province, wrote against Montanus.
Silakan ditunjukkan kalo Apollinarius itu menentang Montanus dalam hal mempraktekkan bahasa roh dalam ibadah jemaat.
Montanism in the West
St. Irenæus refers to Gaius without naming him (III, xi, 9): "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit, which in the last days has been poured upon the human race according to the good pleasure of the Father, do not admit that form [lion] which corresponds with the Gospel of John in which the Lord promised to send the Paraclete; but they reject the Gospel and with it the prophetic Spirit. Unhappy, indeed, in that, wishing to have
Yang ditentang oleh Irenaeus adalah yg aku warnai merah.
Hal tersebut ga ada hubungannya dengan praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat.
Selama ini, semua Paus dan semua orang Kudus salah karena TIDAK MENGEJAR BAHASA ROH???? :doh:
Siapa yg bilang demikian?
My point: mengejar karunia bahasa roh itu tidak salah. Tapi tidak pernah sekalipun aku bilang kalo ga mengejar itu salah.
AFAIK, para bapa gereja tidak mengutamakan karunia ini lagi (there’s nothing wrong with this).
Tapi tetap mengejar karunia ini juga tidak pernah dilarang ataupun dikutuk oleh bapa2 gereja, apalagi dikutuk oleh Gereja.
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Bagi mereka yg telah memperoleh karunia berbahasa roh, dianjurkan utk mengejar karunia yg lebih tinggi lagi, yaitu menerjemahkannya.
Dan tidak pernah ada larangan ataupun kutukan utk mengejar karunia berbahasa roh itu.
Berdiam diri :afro:
Pahami konteksnya, bukan kata2 harafiahnya.
Jangan sampai kita jatuh pada debat yg sama seperti ”10 Perintah Allah vs membuat patung”.
Berdiam diri dalam ibadah jemaat AGAR TIDAK MENJADI BATU SANDUNGAN BAGI NON-JEMAAT ATAU ORANG BARU.
Kalo dalam lingkup doa pribadi, atau komunitas tertutup tanpa non-jemaat atau orang baru, ya ga dilarang lah…
Kamu salah, saya bilang, kalau tidak ada penafsir, maka MAX 2-3 org saja!
14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Okay, ini memang adalah peraturan yg dianjurkan oleh Paulus.
Aku akui, memang anjuran ini tidak dipraktekkan dalam ibadah PDKK yg aku tahu.
Tapi apakah jika tidak mengikuti peraturan ini berarti kita menjadi berdosa?
Bandingkan dengan ayat 34, dan bandingkan dengan praktek misa dalam Gereja kita.
Apakah lektor wanita, pemazmur wanita, diakon wanita, mereka ini menjadi berdosa karena tidak mengikuti anjuran Paulus?
IMHO, semua ini tergantung kebijakan gereja setempat.
PDKK dengan gaya bahasa roh bersama ini telah mendapat ijin dan restu uskup setempat (at least dalam KTM ketika aku aktif di sana telah mendapat restu uskup agung semarang, bandung, dan jakarta).
Yang ini belum dijawab:Sekalian jawab juga kenapa Gerakan Karismatik baru ada tahun 1950an ya? :doh:
Lho… kata siapa baru ada tahun 1950an?
Sudah ada sejak jaman para rasul, itu sudah dikisahkan dalam Alkitab.
Memang tidak diutamakan/dikejar sejak abad ke2 dan ke3, tetapi tidak pernah ada larangan utk mengejar karunia tersebut.
-
http://www.newadvent.org/cathen/07256b.htmhttp://styopi.blogspot.com/2012/03/heresiology.html
You missed my points.
Origen berakhir dengan dikutuk sebagai heresy, tetapi bukan berarti semua ajaran origen itu adalah heresy.
Kalo mau menggunakan pernyataan senada bahwa ”Origen telah dikutuk oleh Gereja”, maka tidak akan ada satupun tulisan2 Origen yg dijadikan acuan ajaran2 Kristen. Padahal kenyataannya banyak juga ajaran2 Origen yg menjadi acuan ajaran2 utama Gereja.
Anda mengatakan ajaran Montanism yg berkaitan dengan praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat sebagai heresy.
Yang aku minta, tolong diberikan referensi yg mengatakan bahwa praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat yg dipropagandakan oleh Montanism itu telah dikutuk oleh Gereja.
Atau bisa diawali dengna memberikan referensi bahwa Montanism itu mengajarkan praktek2 bahasa roh dalam ibadah jemaat, karena ini lah yg sebenarnya sedang kita bahas di sini.
-
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htmSemoga jelas :doh:
Tidak, tidak jelas sama sekali.
Yang aku tanyakan, bagaimana ayat tersebut mengatur ttg tata cara menerjemahkan bahasa roh.
Yang Anda berikan adalah artikel mengenai dasar2 Paulus menegur jemaat di Korintus yg kesalahan2nya telah mengaburkan makna dari anugrah bahasa roh itu sendiri.
Regarding the article, I have nothing to disagree with, but it is irrelevant with our discussion.
-
Bahasa roh yg menghasilkan buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera, dll, ya pasti asli.
Ga mungkin yang berasal dari yg jahat itu menghasilkan buah2 roh.
Sudah aku tunjukkan, dari praktek bahasa roh itu kami memperoleh buah2 roh.
Atau kah Anda bisa menunjukkan bahwa bahasa roh itu mendatangkan hal2 yg jahat?
Kalo Anda bisa menunjukkannya, maka ya, bisa jadi itu adalah bahasa roh palsu.
Gak perlu bahasa Roh untuk semuanya itu
Nah lho… kok yg dipakai definisi dari KBBI? Mana Kitab Suci agama lain dibawa2? :grining:
Yok kita pakai definisi dari bahasa aslinya.
1 Kor 4 : 5
menafsirkan, ”diermhneuw”
Arti:
1) to unfold the meaning of what is said, explain, expound
2) to translate into one's native language
Contoh yg aku berikan, apakah tidak memenuhi definisi ini?
Dari bahasa yg tidak mengerti, diungkapkan artinya dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia?
dierméneuó: to explain thoroughly, by impl. to translate
Original Word: διερμηνεύω
Part of Speech: Verb
Transliteration: dierméneuó
Phonetic Spelling: (dee-er-main-yoo'-o)
Short Definition: I translate, interpret, explain
Definition: I translate, interpret, explain.
translate, interpret, explain
Definisi 'tafsir'
Indonesian to Indonesian
noun
1. keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;
-- harfiah tafsir kata demi kata; -- mimpi penggunaan ciri-ciri modern untuk menguraikan arti mimpi;
me·naf·sir·kan v menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri);
Lho… kalo memang artinya demikian, mau diterjemahkan gimana lagi?
Anda maunya ”aiueo aiueo” itu diterjemahkan sebagai apa?
Lha yang namanya diterjemahkan seperti:
Eat and Pray = Makan dan berdoa
Itu namanya menterjemahkan!
Bukan seperti ini:
Eat and pray: pokonya perbuatan :doh:
Sejak jaman para rasul!!!
Lha… itu sudah banyak dikisahkan di kitab Kisah Para Rasul.
Lho… gerakan karismatik itu istilah yg digunakan utk mengacu pada gerakan2 yg mempraktekkan kembali bahasa roh.
Para rasul dan para murid, sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab, telah melakukan hal ini pada peristiwa Pentakosta.
Ya mereka2 ini sebenarnya telah mempraktekkan gerakan karismatik.
Oh ya? Tunjukkan bahwa sebelum 1950, diadakan kegiatan berbahasa Roh seperti PDKK!!!
Lha wong dalam Alkitab Paulus menegur umat Korintus kok!
Hah???? Ga salah nih?
Mana ada karunia yg dikutuk? Mana ayatnya yg bilang kalo salah satu dari karunia2 itu dikutuk?
Ayat dimana????!!!!
Lha kita lagi bicara kenapa Montanus dkk dikutuk kok! Malah nanya ayat seh! :doh:
Lah itu Anda sendiri yg bawa ayatnya supaya ga melarang orang lain utk berkata2 dalam bahasa roh.
Jangan melarang, bukannya meniru protestan yang dimulai tahun 1950an :doh:
Silakan ditunjukkan kalo Apollinarius itu menentang Montanus dalam hal mempraktekkan bahasa roh dalam ibadah jemaat.
Yang ditentang dari Montanus adalah Nubuat dan bahasa Roh palsunya!
Yang ditentang oleh Irenaeus adalah yg aku warnai merah.
Hal tersebut ga ada hubungannya dengan praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat.
Montanism in the West
St. Irenæus refers to Gaius without naming him (III, xi, 9): "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit, which in the last days has been poured upon the human race according to the good pleasure of the Father, do not admit that form [lion] which corresponds with the Gospel of John in which the Lord promised to send the Paraclete; but they reject the Gospel and with it the prophetic Spirit. Unhappy, indeed, in that, wishing to have
Siapa yg bilang demikian?
My point: mengejar karunia bahasa roh itu tidak salah. Tapi tidak pernah sekalipun aku bilang kalo ga mengejar itu salah.
AFAIK, para bapa gereja tidak mengutamakan karunia ini lagi (there’s nothing wrong with this).
Tapi tetap mengejar karunia ini juga tidak pernah dilarang ataupun dikutuk oleh bapa2 gereja, apalagi dikutuk oleh Gereja.
Kenapa mereka semua tidak mengejar hal tersebut? :doh:
Pahami konteksnya, bukan kata2 harafiahnya.
Jangan sampai kita jatuh pada debat yg sama seperti ”10 Perintah Allah vs membuat patung”.
Jangan sok! Aku bukannya baru pertama kali berdiskusi di forum!
Okay, ini memang adalah peraturan yg dianjurkan oleh Paulus.
Aku akui, memang anjuran ini tidak dipraktekkan dalam ibadah PDKK yg aku tahu.
Nah lho, trus kenapa kamu ngeyel kalau memang mengakui peraturan tersebut??!!
Lho… kata siapa baru ada tahun 1950an?
Sudah ada sejak jaman para rasul, itu sudah dikisahkan dalam Alkitab.
Memang tidak diutamakan/dikejar sejak abad ke2 dan ke3, tetapi tidak pernah ada larangan utk mengejar karunia tersebut.
Lebih tepatnya lagi, TIDAK ADA PDKK SELAMA ITU SAMPAI KETIKA PROTESTAN HEBOH DENGAN BAHASA ROH! :doh:
The Charismatic Movement is the international trend of historically-mainstream congregations adopting beliefs and practices similar to Pentecostals. Fundamental to the movement is the belief that Christians may be "filled with" or "baptized in" the Holy Spirit as a second experience subsequent to salvation and that it will be evidenced by manifestations of the Holy Spirit. Among Protestants, the movement began around 1960. Among Roman Catholics, it originated around 1967. :doh:
-
Anda mengatakan ajaran Montanism yg berkaitan dengan praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat sebagai heresy.
Yang aku minta, tolong diberikan referensi yg mengatakan bahwa praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat yg dipropagandakan oleh Montanism itu telah dikutuk oleh Gereja.
Atau bisa diawali dengna memberikan referensi bahwa Montanism itu mengajarkan praktek2 bahasa roh dalam ibadah jemaat, karena ini lah yg sebenarnya sedang kita bahas di sini.
Satu per satu:
1) Sejarah:
Bapa-bapa gereja tidak pernah menulis apa-apa tentang terjadinya ba-hasa Roh / lidah. Clement of Rome, Justin Martyr, Origen, Chrysostom, Augustine menganggap bahasa Roh terjadi pada saat-saat awal dari kekristenan (jaman rasul-rasul).
Dalam empat sampai lima abad yang pertama dalam kekristenan / gereja, orang-orang yang dilaporkan telah berbicara dalam bahasa Roh hanyalah pengikut Montanus yang sesat dan muridnya yang bernama Tertullian.
Lalu pada abad ke 17 dilaporkan adanya bahasa Roh dalam grup yang disebut Cevenol Priests di Perancis. Grup ini juga sesat.
Pada tahun 1731 ada bahasa Roh dalam Roman Catholic Reformers yang disebut the Jansenists. Ini jelas juga grup sesat.
The Shakers, pengikut dari Mother Ann Lee, yang hidup pada tahun 1736-1784, menggunakan bahasa Roh. Mother Ann Lee menganggap dirinya sebagai 'the female equivalent of Jesus Christ' (= orang perem-puan yang setara dengan Yesus Kristus) dan menganggap sex sebagai dosa, sekalipun dilakukan di dalam pernikahan. Semua ini sudah cukup untuk menganggapnya sebagai seorang yang sesat.
Tahun 1830, seorang yang bernama Edward Irving (di London) men-dirikan the Irvingites. Grup ini berbicara dalam bahasa Roh. Ini juga grup yang sesat.
Dalam tradisi Gereja Katolik
Menarik disimak di sini adalah perkembangan yang terjadi setelah jaman para rasul. Montanus (135-177), adalah seorang yang dikenal sebagai pelopor gerakan karismatik pertama di abad kedua, dengan menekankan adanya karunia nubuat. Ia menekankan bahasa roh dan kehidupan asketisme (mati raga) yang ketat; dan ia mengklaim sebagai penerima wahyu Tuhan secara langsung, sehingga membahasakan diri sebagai orang pertama dalam nubuat-nubuatnya, seolah- olah ia sendiri adalah Tuhan. Gerakan Montanism ini akhirnya memecah Gereja di Ancyra menjadi dua; dan karena itu Uskup Apollinarius menyatakan bahwa nubuat Montanus adalah palsu (Eusebius 5.16.4) Gerakan Montanus akhirnya ditolak oleh para pemimpin Gereja.
http://forumimankristen.com/index.php/topic,367.msg5878.html#msg5878
http://katolisitas.org/6832/apakah-gerakan-karismatik-katolik-sesat
:doh:
Yang aku tanyakan, bagaimana ayat tersebut mengatur ttg tata cara menerjemahkan bahasa roh.
Sudah anda jawab sendiri disini:
Okay, ini memang adalah peraturan yg dianjurkan oleh Paulus.
Aku akui, memang anjuran ini tidak dipraktekkan dalam ibadah PDKK yg aku tahu.
See?
Yang Anda berikan adalah artikel mengenai dasar2 Paulus menegur jemaat di Korintus yg kesalahan2nya telah mengaburkan makna dari anugrah bahasa roh itu sendiri.
Nah, anda akui sendiri bukan? :doh:
-
@ Yopi,
Maksud anda para rasul tidak berbahasa roh??
-
@ Yopi,
Maksud anda para rasul tidak berbahasa roh??
Para Rasul berbahasa Roh, namun tidak seperti karismatik yang sekarang, cenderung palsu dan tidak tahu aturan, mempunyai kecenderungan untuk sesat!
-
Para Rasul berbahasa Roh, namun tidak seperti karismatik yang sekarang, cenderung palsu dan tidak tahu aturan, mempunyai kecenderungan untuk sesat!
Loh.. memang nya para Rasul berarturan bahasa roh nya?? sertakan buktinya Petrus dkk berarturan bahasa roh nya??
-
Bahasa roh yg menghasilkan buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera, dll, ya pasti asli.
Ga mungkin yang berasal dari yg jahat itu menghasilkan buah2 roh.
Sudah aku tunjukkan, dari praktek bahasa roh itu kami memperoleh buah2 roh.
Atau kah Anda bisa menunjukkan bahwa bahasa roh itu mendatangkan hal2 yg jahat?
Kalo Anda bisa menunjukkannya, maka ya, bisa jadi itu adalah bahasa roh palsu.
---cut---
Salam Damai.
Menyambung buah2 Roh yang disampaikan Bro Jenova diatas.
Ada teman yang kehidupan nya biasa2.
Kemudian setelah mengikuti kharismatik kemudian berubah 180 derajat.
Ia menjadi aktif dalam pelayanan ke sesama dan terlihat buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera
Menurut pemahaman saya, benar enggaknya bahasa roh cukup dilihat dari buah roh yang dihasilkan.
Kalo setelah bisa bahasa roh dan kehidupannya berubah.......ya pasti benar.
Gimana Mod Yopi ??
Setuju dengan pendapat saya diatas :)
GBU
-
Salam Damai.
Menyambung buah2 Roh yang disampaikan Bro Jenova diatas.
Ada teman yang kehidupan nya biasa2.
Kemudian setelah mengikuti kharismatik kemudian berubah 180 derajat.
Ia menjadi aktif dalam pelayanan ke sesama dan terlihat buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera
Menurut pemahaman saya, benar enggaknya bahasa roh cukup dilihat dari buah roh yang dihasilkan.
Kalo setelah bisa bahasa roh dan kehidupannya berubah.......ya pasti benar.
Gimana Mod Yopi ??
Setuju dengan pendapat saya diatas :)
GBU
Kalau boleh menambahkan ...Gerakan karismatik dalam Gereja katolik tetaplah harus setia dan taat pada ajaran iman Gereja ....Kitab Suci, Tradisi suci dan Magisterium...
Jika ada rekan2 karismatik yang karena karunia2nya tersebut membuat mereka jauh dari iman Gereja Katolik, memandang rendah ekaristi dan misa kudus, memandang rendah praktek devosi atau yang lain2...bersikaplah waspada dan hati2 terhadap karunia2 tersebut.
Jika tidak yah tidak apa2... :afro:
Karunia Roh Kudus itu banyak, bahasa roh hanya salah satunya bukan satu2nya apalagi segala2nya dari karunia Roh Kudus tersebut. :)
That's all... :)
salam damai :)
-
Salam Damai.
Menyambung buah2 Roh yang disampaikan Bro Jenova diatas.
Ada teman yang kehidupan nya biasa2.
Kemudian setelah mengikuti kharismatik kemudian berubah 180 derajat.
Ia menjadi aktif dalam pelayanan ke sesama dan terlihat buah2 roh, e.g. kasih, suka cita, damai sejahtera
Menurut pemahaman saya, benar enggaknya bahasa roh cukup dilihat dari buah roh yang dihasilkan.
Kalo setelah bisa bahasa roh dan kehidupannya berubah.......ya pasti benar.
Gimana Mod Yopi ??
Setuju dengan pendapat saya diatas :)
GBU
Sudah dijawab oleh bro Leo:
Kalau boleh menambahkan ...Gerakan karismatik dalam Gereja katolik tetaplah harus setia dan taat pada ajaran iman Gereja ....Kitab Suci, Tradisi suci dan Magisterium...
Jika ada rekan2 karismatik yang karena karunia2nya tersebut membuat mereka jauh dari iman Gereja Katolik, memandang rendah ekaristi dan misa kudus, memandang rendah praktek devosi atau yang lain2...bersikaplah waspada dan hati2 terhadap karunia2 tersebut.
Jika tidak yah tidak apa2... :afro:
Karunia Roh Kudus itu banyak, bahasa roh hanya salah satunya bukan satu2nya apalagi segala2nya dari karunia Roh Kudus tersebut. :)
That's all... :)
salam damai :)
Sekalian menambahkan, bahwa sebelum PDKK, sejak Gereja Perdana, bahasa Roh tidak diutamakan lagi, apalagi ribuan Santo dan Santa, bisa dihitung dengan jari yang berbahasa Roh, namun mereka sendiri tidak melakukan didepan umat :scold:
-
Loh.. memang nya para Rasul berarturan bahasa roh nya?? sertakan buktinya Petrus dkk berarturan bahasa roh nya??
1. Buktinya para umat mengerti bahasa Roh dari para Rasul
2. Buktinya aturan tersebut sudah dibuat dalam 1 Kor 14.
-
Sekalian menambahkan, bahwa sebelum PDKK, sejak Gereja Perdana, bahasa Roh tidak diutamakan lagi, apalagi ribuan Santo dan Santa, bisa dihitung dengan jari yang berbahasa Roh, namun mereka sendiri tidak melakukan didepan umat :scold:
Mustinya direnungkan, kenapa jadi tidak diutamakan lagi ?
Padahal di jemaat mula2, sedikit2 bahasa roh, sedikit2 bahasa roh...
Sedangkan Gereja perdana yg adalah penerus jemaat mula2 malah menganggap karunia roh yg satu ini tidak penting lagi. Entah dasar apa yg menjadi pertimbangan Gereja utk menilai suatu karunia Roh itu penting/utama atau tidak.
Jadi buat apa Allah Roh Kudus memberi karunia semacam ini, kalo pada akhirnya hanya menjadi perpecahan dan saling klaim sesat ? Atau sebaiknya kita tolak saja jika kita menerima karunia ini karena kita pasti akan di cap "cenderung sesat" dan "tidak tahu aturan" ?
-
Mustinya direnungkan, kenapa jadi tidak diutamakan lagi ?
Karena lebih penting buah-buah Roh
Padahal di jemaat mula2, sedikit2 bahasa roh, sedikit2 bahasa roh...
Tidak berdasarkan sejarah dan Alkitab (1 Kor 14)
Sedangkan Gereja perdana yg adalah penerus jemaat mula2 malah menganggap karunia roh yg satu ini tidak penting lagi.
Gereja Perdana adalah Jemaat mula-mula, perbaiki pemikiran anda
Entah dasar apa yg menjadi pertimbangan Gereja utk menilai suatu karunia Roh itu penting/utama atau tidak.
Buah-buah Roh
Jadi buat apa Allah Roh Kudus memberi karunia semacam ini, kalo pada akhirnya hanya menjadi perpecahan dan saling klaim sesat ? Atau sebaiknya kita tolak saja jika kita menerima karunia ini karena kita pasti akan di cap "cenderung sesat" dan "tidak tahu aturan" ?
Oleh sebab itu diberikan aturan (1 Kor 14)
-
Mustinya direnungkan, kenapa jadi tidak diutamakan lagi ?
Padahal di jemaat mula2, sedikit2 bahasa roh, sedikit2 bahasa roh...
Sedangkan Gereja perdana yg adalah penerus jemaat mula2 malah menganggap karunia roh yg satu ini tidak penting lagi. Entah dasar apa yg menjadi pertimbangan Gereja utk menilai suatu karunia Roh itu penting/utama atau tidak.
Jadi buat apa Allah Roh Kudus memberi karunia semacam ini, kalo pada akhirnya hanya menjadi perpecahan dan saling klaim sesat ? Atau sebaiknya kita tolak saja jika kita menerima karunia ini karena kita pasti akan di cap "cenderung sesat" dan "tidak tahu aturan" ?
Bro Djo...
afaik memang tidak ada satu ayatpun yang menyebut karunia bahasa roh itu yang paling utama dari yang lain...monggo kalau anda menemukan ayat yang mengatakan bahasa roh adalah lebih utama dari karunia2 yang lain :)
Dan faktanya memang ada konflik tentang karunia bahasa roh di Korintus yang membuat rasul Paulus turun tangan menengahi :)
-
Bro Djo...
afaik memang tidak ada satu ayatpun yang menyebut karunia bahasa roh itu yang paling utama dari yang lain...monggo kalau anda menemukan ayat yang mengatakan bahasa roh adalah lebih utama dari karunia2 yang lain :)
Dan faktanya memang ada konflik tentang karunia bahasa roh di Korintus yang membuat rasul Paulus turun tangan menengahi :)
Mod...
Habis baca2 lagi 1 Korintus....
Bukannya Rasul Paulus menengahi karena ada ganjalan mengenai karunia bahasa roh yang cenderung membuat jemaat ke perpecahan pada saat itu.
Kalo disini dan pada saat sekarang kan enggak ada konflik dan enggak ada perpecahan.
Apakah aturan Rasul Paulus tetap wajib dipakai ??
CMIIW
GBU
:)
-
Mod...
Habis baca2 lagi 1 Korintus....
Bukannya Rasul Paulus menengahi karena ada ganjalan mengenai karunia bahasa roh yang cenderung membuat jemaat ke perpecahan pada saat itu.
Kalo disini dan pada saat sekarang kan enggak ada konflik dan enggak ada perpecahan.
Apakah aturan Rasul Paulus tetap wajib dipakai ??
CMIIW
GBU
:)
Nah sepakat jadi karena ada ganjelan kan antara para anggota jemaat/ umat di Korintus tentang bagaimana penggunaan rupa2 karunia tersebut utamanya bahasa roh.
Tulisan di dalam Kitab Suci setau saya berguna sebagai...
2 Tim 3 : 16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran
Jadi kalau ada ganjalan bagaimana sebaiknya penggunaan rupa2 karunia tersebut terlebih dari bahasa roh yah tinggal liat Kitab Suci ... :)
salam damai :)
-
Karena lebih penting buah-buah Roh
Bagaimana bisa kita memiliki Kasih jika kita sibuk menghakimi saudara SEIMAN???
Darimana kita bisa meraih Sukacita jika setiap kata yg kita keluarkan selalu menusuk hati saudara2 SEIMAN kita ?
Tidak berdasarkan sejarah dan Alkitab (1 Kor 14)
Apakah peristiwa pentakosta bukan sejarah ?
Apakah Petrus ke Kaisarea bukan sejarah ?
Apakah Paulus ke Efesus bukan sejarah ?
Menurut anda darimana kita tahu itu semua kalo bukan dari Alkitab ?
Gereja Perdana adalah Jemaat mula-mula, perbaiki pemikiran anda
Nah, apalagi bro berkata seperti itu....
Jika Gereja perdana berbahasa roh, lalu kenapa gereja masa kini LANGSUNG di cap sesat ketika berbahasa roh ?
Oleh sebab itu diberikan aturan (1 Kor 14)
Aturan untuk jemaat Korintus supaya lebih mengejar karunia nubuat.
Aturan ini tidak diterapkan saat pentakosta, saat Petrus di Kaisarea, saat Paulus di Efesus.
-
Bro Djo...
afaik memang tidak ada satu ayatpun yang menyebut karunia bahasa roh itu yang paling utama dari yang lain...monggo kalau anda menemukan ayat yang mengatakan bahasa roh adalah lebih utama dari karunia2 yang lain :)
Lho ?? Saya juga tidak sedang membangga2kan bahwa bahasa roh itu paling hebat dan paling utama.
Saya tidak mungkin bilang bahwa mata saya lebih utama dari hidung, mulut dan telinga saya. Tetapi saya akan protes jika saya dilarang menggunakan mata saya. Bukan karena mata saya lebih utama, tetapi karena saya membutuhkan mata saya, terlebih saya INGIN MENGHARGAI Sang Pemberi mata saya ini.
Bisa dipahami kira2 bro ?
Dan faktanya memang ada konflik tentang karunia bahasa roh di Korintus yang membuat rasul Paulus turun tangan menengahi :)
Lalu jalan keluar apa yg diberikan Rasul Paulus utk masalah ini ? Saya harus berbuat apa ?
1 Kor 14
(15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Yg saya bold biru adalah jawaban dari semua pertanyaan kita (bold merah)
Keduanya berjalan beriringan. Iman pribadi bertumbuh, Iman jemaat jg bertumbuh.
-
Kepada Teman2. Mau bertanya saja.
Jemaat di Korintus sebagian berbahasa Roh.
Untuk kota2 lain seperti di Galatia, Efesus, Filipi, Kolose dll apakah juga ada yang berbahasa Roh ?
Bila diandaikan mereka juga sebagian ada yang berbahasa Roh, tetapi tidak mempunyai problem seperti di Korintus.
Berarti nasehat Rasul Paulus khusus ditujukan kepada Jemaat Korintus.
:think:
Any comment terhadap pemikiran saya diatas ? (meminjam istilah Mr. Bruce).
-
Mungkin ada hubungannya dengan keadaan kota dan jemaat Korintus itu sendiri, om?
Gambaran kota Korintus
Kota Korintus bukanlah kota kuno yang telah lama dikenal sebagai pusat perdagangan, budaya, dan berbagai macam kegiatan politik, melainkan kota ini merupakan kota yang baru setelah dihancurkan oleh orang-orang Romawi pada 146 SM. Barulah setelah kehancuran itu, kota Korintus dibangun kembali oleh Julius Caesar pada tahun 44 SM. Setelah pembangunan kembali, kota ini pun dikenal sebagai pusat provinsi Romawi, yaitu Akhaya yang dipimpin oleh Gubernur Galio dan menjadi pusat perdagangan yang berkembang, khususnya industri keramik (barang tembikar). Selain perdagangan tembikar, kota ini dikenal juga karena kemajuannya yang pesat dalam kebudayaan, pendidikan, dan juga karena banyaknya agama Hellenis yang terdapat di sana. Kota ini didominasi oleh Akrokorintus yang dikenal sebagai dewi asmara. Pelayanan dewi ini banyak menghasilkan tindakan-tindakan amoral pada zaman Aristofanes. Tindakan amoral itu didominasi oleh perilaku seksual yang sembarangan dan pemujaan dewa-dewi Romawi di kuil-kuil utama dan orang-orang Kristen di Korintus ada sebagian yang termasuk mengikuti praktik-praktik amoral tersebut.
Gambaran Jemaat di Korintus.
Paulus menyebut orang Korintus 'tidak kekurangan dalam suatu karunia pun'. Atas keadaan inilah, jemaat di Korintus menjadi sangat bergembira, namun sikap ini juga yang membuat jemaat di Korintus menjadi congkak, puas diri, sehingga keadaan jemaat menjadi kacau. Akibat kekacauan ii, jemaat Korintus mengalami ekstase (kegembiraan yang meluap). Ekstase ini ditujukan bukan lagi kepada Kristus, melainkan terhadap perempuan-perempuan yang dapat memenuhi hasrat mereka. Terjadinya berbagai macam penyimpangan moral di jemaat Korintus sebenarnya timbul dari komunitas Yahudi Gnostik. Gnostisisme adalah gerakan spiritual yang mempengaruhi kehidupan Kristen awalnya di sekitar Laut Tengah. Selanjutnya, dalam praktik penyembahan berhala, jemaat di Korintus dipengaruhi oleh pemikiran Yunani yang rasionalis.
-
Mod...
Habis baca2 lagi 1 Korintus....
Bukannya Rasul Paulus menengahi karena ada ganjalan mengenai karunia bahasa roh yang cenderung membuat jemaat ke perpecahan pada saat itu.
Kalo disini dan pada saat sekarang kan enggak ada konflik dan enggak ada perpecahan.
Apakah aturan Rasul Paulus tetap wajib dipakai ??
CMIIW
GBU
:)
Ini blender, sama saja dengan isi Alkitab tidak dipakai kalau tidak ada masalah lagi :doh:
-
Bagaimana bisa kita memiliki Kasih jika kita sibuk menghakimi saudara SEIMAN???
Darimana kita bisa meraih Sukacita jika setiap kata yg kita keluarkan selalu menusuk hati saudara2 SEIMAN kita ?
Tugas saudara seiman untuk mengingatkan saudaranya ketika salah
Apakah peristiwa pentakosta bukan sejarah ?
Apakah Petrus ke Kaisarea bukan sejarah ?
Apakah Paulus ke Efesus bukan sejarah ?
Semua ada aturannya, yang terjadi sekarang kacau balau tidak sesuai aturan Alkitab
Menurut anda darimana kita tahu itu semua kalo bukan dari Alkitab ?
Nah, apalagi bro berkata seperti itu....
Jika Gereja perdana berbahasa roh, lalu kenapa gereja masa kini LANGSUNG di cap sesat ketika berbahasa roh ?
Justru Alkitab menjadi pedoman, kalau salah ya bilang salah!
Aturan untuk jemaat Korintus supaya lebih mengejar karunia nubuat.
Aturan ini tidak diterapkan saat pentakosta, saat Petrus di Kaisarea, saat Paulus di Efesus.
Karena waktu Pentakosta, mereka baru tahu mengenai bahasa Roh, dan bahasa Roh mereka dimengerti dan ditafsirkan
-
Ini blender, sama saja dengan isi Alkitab tidak dipakai kalau tidak ada masalah lagi :doh:
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_110_.gif) Ampunnn Modd..... Namanya belajar ...............
-
Karena waktu Pentakosta, mereka baru tahu mengenai bahasa Roh, dan bahasa Roh mereka dimengerti dan ditafsirkan
Di kaisarea ? di Efesus ?
Even saat pentakosta pun, cuma bro yg bilang St. Petrus menafsirkan. Bahkan rekan katolik yg lain jg setuju bahwa St. Petrus tidak sedang menafsirkan.
-
Ini blender, sama saja dengan isi Alkitab tidak dipakai kalau tidak ada masalah lagi :doh:
Mungkin maksud om Phooey, bahwa pesan yg diberikan apakah hanya berlaku kepada si penerima pesan saat itu aka jemaat korintus (conditional), atau untuk seluruh pembaca bible (universal) ?
Sama seperti ayat ini yg juga ditujukan kepada jemaat korintus
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
(6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Apakah "aturan tudung kepala" Paulus ini juga berlaku secara universal sama seperti "aturan bahasa roh" ?
CMIIW om Phooey...
-
Di kaisarea ? di Efesus ?
Mereka mengerti dan ditafsirkan
Even saat pentakosta pun, cuma bro yg bilang St. Petrus menafsirkan. Bahkan rekan katolik yg lain jg setuju bahwa St. Petrus tidak sedang menafsirkan.
Yang mana member Katolik blg tidak sedang menafsirkan?
Mungkin maksud om Phooey, bahwa pesan yg diberikan apakah hanya berlaku kepada si penerima pesan saat itu aka jemaat korintus (conditional), atau untuk seluruh pembaca bible (universal) ?
Jelas untuk seluruh!
Kalau tidak, buat apa kita pakai Alkitab? Bukankah Alkitab tidak menceritakan tentang Indonesia?
Logika sederhana segampang inipun saja kayaknya susah ya? :doh:
Sama seperti ayat ini yg juga ditujukan kepada jemaat korintus
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
(6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Apakah "aturan tudung kepala" Paulus ini juga berlaku secara universal sama seperti "aturan bahasa roh" ?
CMIIW om Phooey...
Ya, lihat saja para Suster dan Katolik Orthodox!
-
Ini blender, sama saja dengan isi Alkitab tidak dipakai kalau tidak ada masalah lagi :doh:
(http://i1165.photobucket.com/albums/q592/phooey777/blender2.jpg)
Oh...iya.... Mod Yopi :giggle:
Koreksi yang di bold merah. Yang benar "Blunder".
Kalo Blender itu seperti foto diatas
:onion8:
-
Mungkin maksud om Phooey, bahwa pesan yg diberikan apakah hanya berlaku kepada si penerima pesan saat itu aka jemaat korintus (conditional), atau untuk seluruh pembaca bible (universal) ?
Sama seperti ayat ini yg juga ditujukan kepada jemaat korintus
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
(6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Apakah "aturan tudung kepala" Paulus ini juga berlaku secara universal sama seperti "aturan bahasa roh" ?
CMIIW om Phooey...
Yaaa....maksud saya seperti itu Bro Djo. :afro:
Bersifat conditional. Thanks diperjelas.
BTW, jangan panggil Om, karena umur saya masih lebih muda bila dibanding Mod Bruce :swt:
Saya tidak berjambang seperti avatar Mod Bruce :swt:
-
Yaaa....maksud saya seperti itu Bro Djo. :afro:
Bersifat conditional. Thanks diperjelas.
BTW, jangan panggil Om, karena umur saya masih lebih muda bila dibanding Mod Bruce :swt:
Saya tidak berjambang seperti avatar Mod Bruce :swt:
Itu di atas fitnah yang kejam sekali.
:frantic:
-
(http://i1165.photobucket.com/albums/q592/phooey777/blender2.jpg)
Oh...iya.... Mod Yopi :giggle:
Koreksi yang di bold merah. Yang benar "Blunder".
Kalo Blender itu seperti foto diatas :onion8:
Walaupun telat, dibahas juga :D sengaja biar rame terus :takethat: :doh:
BTT
Bahasa Roh diakui oleh Gereja Katolik, namun untuk menjaga keaslian dan tidak sesat, maka aturan dalam 1 Kor 14 WAJIB DITAATI :scold:
-
Mereka mengerti dan ditafsirkan
Ayat please...
Yang mana member Katolik blg tidak sedang menafsirkan?
Bro Jenova
Jelas untuk seluruh!
Kalau tidak, buat apa kita pakai Alkitab? Bukankah Alkitab tidak menceritakan tentang Indonesia?
Logika sederhana segampang inipun saja kayaknya susah ya?
Nggak juga. 613 aturan hukum Taurat hanya berlaku utk bangsa Israel. Tapi ada di Alkitab.
lihat saja para Suster dan Katolik Orthodox!
Memangnya umat katolik yg perempuan cuma suster doang ??
Istri anda pake kerudung gak ?
Istri anda pernah berdoa gak ?
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
Tiap2 perempuan berarti SEMUA perempuan. nggak cuma suster doang.
-
Ayat please...
Selamat datang di FIK, disini kami mengakui bukan hanya Alkitab
Bro Jenova
Kamu salah, saya bilang, kalau tidak ada penafsir, maka MAX 2-3 org saja!
14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Okay, ini memang adalah peraturan yg dianjurkan oleh Paulus.
Aku akui, memang anjuran ini tidak dipraktekkan dalam ibadah PDKK yg aku tahu.
Clear?
Nggak juga. 613 aturan hukum Taurat hanya berlaku utk bangsa Israel. Tapi ada di Alkitab.
Dari 613, 10nya bukan hanya untuk Israel!
Memangnya umat katolik yg perempuan cuma suster doang ??
Istri anda pake kerudung gak ?
Istri anda pernah berdoa gak ?
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
Tiap2 perempuan berarti SEMUA perempuan. nggak cuma suster doang.
Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik
Perempuan harus mengenakan tutup kepala dan berpakaian sopan terutama ketika mereka mendekati altar Tuhan (KHK 1917 kan. 1262, 2).
Berzinahpun dilarang oleh Gereja Katolik, kalau ada umat Katolik yang berzinah, apakah larangan itu batal? Tentu tidak!!!
-
Walaupun telat, dibahas juga :D sengaja biar rame terus :takethat: :doh:
BTT
Bahasa Roh diakui oleh Gereja Katolik, namun untuk menjaga keaslian dan tidak sesat, maka aturan dalam 1 Kor 14 WAJIB DITAATI :scold:
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_090_.gif) ..... kondisi terakhir setelah dipentung'i
Mod....... setelah saya search, di KGK dan KHK kog enggak menemukan aturan khusus yang mengatur pada bahasa Roh.
Barangkali Momod Yopi dapat membantu...
Thanks
:dance:
-
Mod....... setelah saya search, di KGK dan KHK kog enggak menemukan aturan khusus yang mengatur pada bahasa Roh.
Barangkali Momod Yopi dapat membantu...
Thanks
:dance:
Gereja Katolik mengajarkan bahwa penilaian akan otentisitas suatu karunia karisma dan pengaturan-nya harus tunduk kepada karisma apostolik/ rasuli yang diberikan kepada Magisterium Gereja, agar karunia tersebut dapat diberdayakan di dalam kesatuan seluruh Gereja- (lihat Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)]. Di 1 Kor 14 kembali Rasul Paulus menyebutkan adanya karunia berkata- kata dalam bahasa roh, namun ia mengajarkan bahwa yang lebih penting adalah karunia untuk menafsirkannya (lih. 1 Kor 14:5,13) dan karunia nubuat untuk membangun, menasihati dan menghibur jemaat (lih. 1 Kor 14:3).
“Selain itu, tidak hanya melalui sakramen- sakramen dan pelayanan Gereja saja, bahwa Roh Kudus menyucikan dan membimbing Umat Allah dan menghiasinya dengan kebajikan- kebajikan, melainkan, Ia juga “membagi-bagikan” kurnia-kurnia-Nya “kepada masing-masing menurut kehendak-Nya” (1Kor 12:11). Di kalangan umat dari segala lapisan Ia membagi-bagikan rahmat istimewa pula, yang menjadikan mereka cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya, menurut ayat berikut : “Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat istimewa, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira, sebab karunia- karunia tersebut sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (Puji Syukur, no.93)
“Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya Api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semua akan dijadikan baru….”
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemulian-Mu.
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu. Amin.
1) Bahasa Roh bukanlah materai bagi umat Kristus. Penertian materai disini adalah “imprint character“, yang memberikan karakter yang baru dan tak terhapuskan oleh kuasa apapun juga. Di dalam Gereja Katolik, salah satu yang memberikan karakter yang baru adalah Sakramen Baptis. Rasul Paulus mengatakan “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” (Gal 6:17). Dan tanda ini dijelaskan lebih lanjut oleh rasul Paulus “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” (2 Cor 4:10).
Pada waktu rasul Paulus mengatakan bahwa dia senantiasa membawa kematian Yesus, dia berbicara tentang Sakramen Baptis, karena dengan Sakramen Baptis, maka seseorang telah dibaptis dalam kematian Kristus dan diberi kekuatan untuk hidup menurut perintah Kristus.
Inilah yang didiskusikan oleh rasul Paulus. “3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.“(Rm 6:3-11)
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1274 mengatakan “Meterai Tuhan (“Dominicus character”: Agustinus, ep. 98,5) adalah meterai yang dengannya Roh Kudus telah memeteraikan kita “untuk hari penyelamatan” (Ef 4:30) Bdk. Ef 1:13-14; 2 Kor 1:21-22.. “Pembaptisan adalah meterai kehidupan abadi” (Ireneus, dem. 3). Orang beriman, yang mempertahankan “meterai” sampai akhir, artinya setia kepada tuntutan yang diberikan bersama Pembaptisannya, dapat mati “ditandai dengan meterai iman” (MR, Doa Syukur Agung Romawi 97), dalam iman Pembaptisannya, dalam harapan akan memandang Allah yang membahagiakan – penyempurnaan iman – dan dalam harapan akan kebangkitan.“
Semoga jelas
-
Selamat datang di FIK, disini kami mengakui bukan hanya Alkitab
Nggak ketemu jawabannya di Alkitab ?
Susah kalo diskusi di daerah abu2 begini, parameternya berbeda.
Clear?
Lihat post #171 dari Bro Jenova.
Dari 613, 10nya bukan hanya untuk Israel!
603 aturan ?? Amat sangat lebih dari cukup untuk membuktikan kalo kamu salah.
Terbukti bahwa ada 603 (seperti km bilang) aturan yg bersifat conditional di Alkitab dan TIDAK universal.
Maka dari itu Om Phooey bertanya, apakah aturan di korintus itu conditional atau universal ?
Karena TIDAK SEMUA aturan di Alkitab berlaku universal.
Sederhana kan ? :D
Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik
Perempuan harus mengenakan tutup kepala dan berpakaian sopan terutama ketika mereka mendekati altar Tuhan (KHK 1917 kan. 1262, 2).
Berzinahpun dilarang oleh Gereja Katolik, kalau ada umat Katolik yang berzinah, apakah larangan itu batal? Tentu tidak!!!
Tidak valid lagi.
Ketika KHK 1983 dipromulgasikan, kanon ini tidak dinyatakan kembali. Kanon 6, 1 (KHK 1983) menyatakan bahwa jika suatu kanon tidak dimasukkan dalam KHK yang baru ini, artinya sudah tidak diberlakukan lagi.
Itulah sebabnya istri anda tidak lagi berkerudung. Paham ?
Setelah peraturan berkerudung dihapus, mungkin sebentar lagi peraturan berbahasa roh jg dihapus...... kita tunggu saja :D
-
Gereja Katolik mengajarkan bahwa penilaian akan otentisitas suatu karunia karisma dan pengaturan-nya harus tunduk kepada karisma apostolik/ rasuli yang diberikan kepada Magisterium Gereja, agar karunia tersebut dapat diberdayakan di dalam kesatuan seluruh Gereja- (lihat Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)]. Di 1 Kor 14 kembali Rasul Paulus menyebutkan adanya karunia berkata- kata dalam bahasa roh, namun ia mengajarkan bahwa yang lebih penting adalah karunia untuk menafsirkannya (lih. 1 Kor 14:5,13) dan karunia nubuat untuk membangun, menasihati dan menghibur jemaat (lih. 1 Kor 14:3).
“Selain itu, tidak hanya melalui sakramen- sakramen dan pelayanan Gereja saja, bahwa Roh Kudus menyucikan dan membimbing Umat Allah dan menghiasinya dengan kebajikan- kebajikan, melainkan, Ia juga “membagi-bagikan” kurnia-kurnia-Nya “kepada masing-masing menurut kehendak-Nya” (1Kor 12:11). Di kalangan umat dari segala lapisan Ia membagi-bagikan rahmat istimewa pula, yang menjadikan mereka cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya, menurut ayat berikut : “Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat istimewa, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira, sebab karunia- karunia tersebut sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (Puji Syukur, no.93)
“Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya Api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semua akan dijadikan baru….”
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemulian-Mu.
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu. Amin.
1) Bahasa Roh bukanlah materai bagi umat Kristus. Penertian materai disini adalah “imprint character“, yang memberikan karakter yang baru dan tak terhapuskan oleh kuasa apapun juga. Di dalam Gereja Katolik, salah satu yang memberikan karakter yang baru adalah Sakramen Baptis. Rasul Paulus mengatakan “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” (Gal 6:17). Dan tanda ini dijelaskan lebih lanjut oleh rasul Paulus “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” (2 Cor 4:10).
Pada waktu rasul Paulus mengatakan bahwa dia senantiasa membawa kematian Yesus, dia berbicara tentang Sakramen Baptis, karena dengan Sakramen Baptis, maka seseorang telah dibaptis dalam kematian Kristus dan diberi kekuatan untuk hidup menurut perintah Kristus.
Inilah yang didiskusikan oleh rasul Paulus. “3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.“(Rm 6:3-11)
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1274 mengatakan “Meterai Tuhan (“Dominicus character”: Agustinus, ep. 98,5) adalah meterai yang dengannya Roh Kudus telah memeteraikan kita “untuk hari penyelamatan” (Ef 4:30) Bdk. Ef 1:13-14; 2 Kor 1:21-22.. “Pembaptisan adalah meterai kehidupan abadi” (Ireneus, dem. 3). Orang beriman, yang mempertahankan “meterai” sampai akhir, artinya setia kepada tuntutan yang diberikan bersama Pembaptisannya, dapat mati “ditandai dengan meterai iman” (MR, Doa Syukur Agung Romawi 97), dalam iman Pembaptisannya, dalam harapan akan memandang Allah yang membahagiakan – penyempurnaan iman – dan dalam harapan akan kebangkitan.“
Semoga jelas
Mod.....kalo boleh nanya lebih lanjut.
Memang betul, dengan dibabtis kita dimaterai oleh Tuhan.
Dan materai ini tidak dapat hilang. Saya setuju :nod:
Untuk yang Mod Yopi info kan diatas, kan tidak tertulis larangan secara spesifik mengenai Bahasa Roh.
:m09: Kabur Dulu................
-
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_090_.gif) ..... kondisi terakhir setelah dipentung'i
Mod....... setelah saya search, di KGK dan KHK kog enggak menemukan aturan khusus yang mengatur pada bahasa Roh.
Barangkali Momod Yopi dapat membantu...
Thanks
:dance:
Mungkin dirasa tidak perlu ditulis karena sudah tertulis dalam "UUD" nya yaitu Kitab Suci :D
-
Saya ikut nimbrung yah ... :)
603 aturan ?? Amat sangat lebih dari cukup untuk membuktikan kalo kamu salah.
Terbukti bahwa ada 603 (seperti km bilang) aturan yg bersifat conditional di Alkitab dan TIDAK universal.
Bukannya sudah ada konsili Yerusalem yang menyatakan pemisahan adat istiadat Yahudi dari pengikut Kristen yang bukan Yahudi... :)
Dan bukankah pengikut Kristus sekarang berpegang pada hukum kasih yang pada substansinya sama dengan melakukan Taurat...?
Maka dari itu Om Phooey bertanya, apakah aturan di korintus itu conditional atau universal ?
Karena TIDAK SEMUA aturan di Alkitab berlaku universal.
Dan dimana dikatakan aturan korintus hanya conditional? di ayat berapa dan oleh siapa?
Dari magisterium mana kita tau hal2 tersebut?
Sederhana kan ? :D
Tidak valid lagi.
Ketika KHK 1983 dipromulgasikan, kanon ini tidak dinyatakan kembali. Kanon 6, 1 (KHK 1983) menyatakan bahwa jika suatu kanon tidak dimasukkan dalam KHK yang baru ini, artinya sudah tidak diberlakukan lagi.
Itulah sebabnya istri anda tidak lagi berkerudung. Paham ?
Dalam misa Tridente hal ini masih berlaku...
Tapi ok dalam hal ini dalam hal misa Novus Ordo berkerudung bukan keharusan walaupun bukan berarti tidak boleh..
Akan tetapi dalam Gk hal itu diputuskan oleh Magisterium...
Sedangkan GP ...oleh otoritas manakah hal itu dianggap conditional semata...?
Oleh otoritas perkembangan zaman kah?
Setelah peraturan berkerudung dihapus, mungkin sebentar lagi peraturan berbahasa roh jg dihapus...... kita tunggu saja :D
Hehe...dalam hal ini umat katolik tidak mau berandai2...tetapi yang jelas Gerakan Karismatik dalam Katolik tetap berpegang pada ajaran iman GK : Kitab Suci, Tradisi suci dan Magisterium.
salam :)
-
Saya ikut nimbrung yah ... :)
Silahkan my brother :afro:
Bukannya sudah ada konsili Yerusalem yang menyatakan pemisahan adat istiadat Yahudi dari pengikut Kristen yang bukan Yahudi... :)
Dan bukankah pengikut Kristus sekarang berpegang pada hukum kasih yang pada substansinya sama dengan melakukan Taurat...?
Pointnya sih cuma satu bro.
Dalam Alkitab (PL&PB) ternyata ada aturan yg bersifat conditional dan bukan universal. Itu saja.
Dan dimana dikatakan aturan korintus hanya conditional? di ayat berapa dan oleh siapa?
Dari magisterium mana kita tau hal2 tersebut?
Jadi semua aturan di Korintus universal ya bro, Termasuk tudung kepala wanita ?
Dalam misa Tridente hal ini masih berlaku...
Tapi ok dalam hal ini dalam hal misa Novus Ordo berkerudung bukan keharusan walaupun bukan berarti tidak boleh..
Berarti ada aturan yg berlaku secara universal, tapi kemudian menjadi bukan sebuah keharusan lagi.
Kenapa yg satu ditentang habis2an, sementara yg lain diberi kelonggaran bahkan dihapuskan ?
Anda tidak sedang cherry picking dalam hal ini kan ?
Akan tetapi dalam Gk hal itu diputuskan oleh Magisterium...
Sedangkan GP ...oleh otoritas manakah hal itu dianggap conditional semata...?
Oleh otoritas perkembangan zaman kah?
Gak nyambung bro. Malah meluas kemana-mana.
Yg jelas GRK melalui anda dan Bro Yopi.telah menyatakan itu aturan universal. ARTINYA aturan itu berlaku untuk siapa saja dan kapan saja. Tapi nyatanya tidak diterapkan (lagi?) dalam umat.
Hehe...dalam hal ini umat katolik tidak mau berandai2...tetapi yang jelas Gerakan Karismatik dalam Katolik tetap berpegang pada ajaran iman GK : Kitab Suci, Tradisi suci dan Magisterium.
Ya gak masalah bro....
Yg penting sejarah sudah membuktikan bahwa aturan yg dibuat Paulus ttg tudung wanita ini bisa dianulir oleh Gereja. Dan saya jg berdoa senantiasa supaya aturan ttg bahasa roh yg dihujamkan kepada kami bisa dianulir jg.
Supaya apa ? Supaya kami tidak lagi di cap sesat, tidak tahu aturan, dsb ketika kami sedang beribadah kepada Allah.
Salam damai.
-
Silahkan my brother :afro:
Pointnya sih cuma satu bro.
Dalam Alkitab (PL&PB) ternyata ada aturan yg bersifat conditional dan bukan universal. Itu saja.
Betul tapi tetap analogi 603 Taurat tidak tepat karena sudah dibatalkan oleh Gereja dan tercatat dalam Kitab Suci konsili Yerusalem.
Kalau bro Djo..tidak mengakui otoritas Gereja masih terbentur pada otoritas Kitab Suci... :)
Jadi semua aturan di Korintus universal ya bro, Termasuk tudung kepala wanita ?
Berarti ada aturan yg berlaku secara universal, tapi kemudian menjadi bukan sebuah keharusan lagi.
Tudung kepala masih dapat dilakukan malah harus dilakukan dalam misa Tredente tapi iya bukan suatu keharusan dalam Novus Ordo....
Kenapa yg satu ditentang habis2an, sementara yg lain diberi kelonggaran bahkan dihapuskan ?
Anda tidak sedang cherry picking dalam hal ini kan ?
Karena mungkin yang lain itu menimbulkan percekcokan diantara jemaat makanya Gereja dalam hal ini Gereja katolik sangat hati2 dalam hal ini... :)
Gak nyambung bro. Malah meluas kemana-mana.
Yg jelas GRK melalui anda dan Bro Yopi.telah menyatakan itu aturan universal. ARTINYA aturan itu berlaku untuk siapa saja dan kapan saja. Tapi nyatanya tidak diterapkan (lagi?) dalam umat.
Ya gak masalah bro....
Masih diterapkan dalam Tridiente tapi tidak diharuskan dalam Novus Ordo.
Dan semuanya itu ditetapkan oleh Magisterium Gereja... :)
Yg penting sejarah sudah membuktikan bahwa aturan yg dibuat Paulus ttg tudung wanita ini bisa dianulir oleh Gereja. Dan saya jg berdoa senantiasa supaya aturan ttg bahasa roh yg dihujamkan kepada kami bisa dianulir jg.
Supaya apa ? Supaya kami tidak lagi di cap sesat, tidak tahu aturan, dsb ketika kami sedang beribadah kepada Allah.
Salam damai.
Sebenarnya sih simple bro...kita tau ada aturan bahasa Roh dalam Kitab Suci...
Jika kita melakukannya berarti kita berpegang pada Kitab Suci ...dan bila tidak yah sebaliknya.
Ternyata Kitab Suci tidak sekaku yang kita kira dan tidak selalu menjadi pedoman kita yah .... :D
-
Betul tapi tetap analogi 603 Taurat tidak tepat karena sudah dibatalkan oleh Gereja dan tercatat dalam Kitab Suci konsili Yerusalem.
Gak masalah bro. Baca point saya.
Bahwa tidak semua aturan yg ada di Alkitab berlaku utk kita. Hukum taurat itu contohnya. Tapi tokh tetap ditulis di Alkitab. Point ini yg saya tujukan buat bro Yopi.
Selesai sampai disitu.
Tudung kepala masih dapat dilakukan malah harus dilakukan dalam misa Tredente tapi iya bukan suatu keharusan dalam Novus Ordo....
Tetap saja. Itu namanya tidak universal. :D
CMIIW tudung kepala ini harus dipakai saat berdoa. Berarti termasuk saat berdoa di rmh jg, tidak hanya saat misa.
Karena mungkin yang lain itu menimbulkan percekcokan diantara jemaat makanya Gereja dalam hal ini Gereja katolik sangat hati2 dalam hal ini... :)
Jemaat yg mana bro ?
Istilahnya, saya yg makan cabe tapi kenapa bro yg kepedasan ?
Rumah saya di jakarta yg kebanjiran, kenapa rumah anda yg di batam yg sibuk ngangkat2 barang ? :D
Masih diterapkan dalam Tridiente tapi tidak diharuskan dalam Novus Ordo.
Dan semuanya itu ditetapkan oleh Magisterium Gereja... :)
Ya berarti Magisterium telah merubah perintah Rasul Paulus. Begitu maksudnya ?
Sebenarnya sih simple bro...kita tau ada aturan bahasa Roh dalam Kitab Suci...
Jika kita melakukannya berarti kita berpegang pada Kitab Suci ...dan bila tidak yah sebaliknya.
Ternyata Kitab Suci tidak sekaku yang kita kira dan tidak selalu menjadi pedoman kita yah .... :D
Kalo mau bicara adil, itu tudung kepala juga ada aturannya bro. Level kedua aturan ini sama dan sederajad. Sama2 diperintahkan oleh Paulus, sama2 utk jemaat korintus. Cuma beda 1 pasal aja.
-
Gak masalah bro. Baca point saya.
Bahwa tidak semua aturan yg ada di Alkitab berlaku utk kita. Hukum taurat itu contohnya. Tapi tokh tetap ditulis di Alkitab. Point ini yg saya tujukan buat bro Yopi.
Selesai sampai disitu.
Tetap saja. Itu namanya tidak universal. :D
CMIIW tudung kepala ini harus dipakai saat berdoa. Berarti termasuk saat berdoa di rmh jg, tidak hanya saat misa.
wah kurang tau juga bro Kalau rasul Paulus bermaksud sampai berdoa pribadi di rumah atau di kamar2... :D
Tetapi kalau konteksnya dalam jemaat berarti hal itu dilakukan dalam misa... :)
Jemaat yg mana bro ?
Istilahnya, saya yg makan cabe tapi kenapa bro yg kepedasan ?
Rumah saya di jakarta yg kebanjiran, kenapa rumah anda yg di batam yg sibuk ngangkat2 barang ? :D
Ya berarti Magisterium telah merubah perintah
Wkkk...sejak kapan tempat kejadian mendistorsi perintah / ajaran / nasehat dari Kitab Suci :D
kalau begini caranya kitab Roma hanya milik orang Roma, kitab Korintus ..milik jemaat Korintus...
lah terus Jakarta, batam gimana :D
Rasul Paulus. Begitu maksudnya ?
Kalo mau bicara adil, itu tudung kepala juga ada aturannya bro. Level kedua aturan ini sama dan sederajad. Sama2 diperintahkan oleh Paulus, sama2 utk jemaat korintus. Cuma beda 1 pasal aja.
Kalau menurut saya sih penampilan walaupun penting tidak sepenting orangnya... :)
Pertanyaan masih menggantung...
Dalam denomasi karismatik perubahan tata tertib bahasa roh didasarkan atas apa?
-
wah kurang tau juga bro Kalau rasul Paulus bermaksud sampai berdoa pribadi di rumah atau di kamar2... :D
Tetapi kalau konteksnya dalam jemaat berarti hal itu dilakukan dalam misa... :)
Tapi tetap saja kan, baik berdoa di rumah maupun dalam misa, istri anda tidak berkerudung ? :peace:
Wkkk...sejak kapan tempat kejadian mendistorsi perintah / ajaran / nasehat dari Kitab Suci :D
kalau begini caranya kitab Roma hanya milik orang Roma, kitab Korintus ..milik jemaat Korintus...
lah terus Jakarta, batam gimana :D
Kok saya gak mudeng bro :what:
Pertanyaan awal nya itu kan kenapa 1Kor 11 dihilangkan, sementara 1Kor 12 dipertahankan oleh GRK ?
Kalau menurut saya sih penampilan walaupun penting tidak sepenting orangnya... :)
Ini bukan bicara soal penting atau gak penting.
Tapi ini bicara soal peraturan atau bukan peraturan.
Pertanyaan masih menggantung...
Dalam denomasi karismatik perubahan tata tertib bahasa roh didasarkan atas apa?
Jangankan dalam karismatik, dalam GRK saja tidak ada dogma atau aturan ttg bahasa roh kecuali 1Kor, CMIIW ??
Tidak ada tata tertib bahasa roh dalam karismatik sprti yg anda minta, apalagi perubahannya.
-
Tapi tetap saja kan, baik berdoa di rumah maupun dalam misa, istri anda tidak berkerudung ? :peace:
Tidak masalah karena konteksnya korintus adalah...pertemuan jemaat...
Kok saya gak mudeng bro :what: :peace:
Pertanyaan awal nya itu kan kenapa 1Kor 11 dihilangkan, sementara 1Kor 12 dipertahankan oleh GRK ?
Lah yang bawa2 banjir tadi siapa bro :doh: :lol:
Ini bukan bicara soal penting atau gak penting.
Tapi ini bicara soal peraturan atau bukan peraturan.
Don't judge the book by the cover... :D Eh sorry nggak nyambung hehe..
Maksudnya dalam Kitab Suci yang lebih dipentingkan adalah rohaniah bukan penampilan lahiriah...
Jadi melihat bobotnya penggunaan bahasa roh ...jauh diatas dari penampilan tudung kepala... :afro1:
Jangankan dalam karismatik, dalam GRK saja tidak ada dogma atau aturan ttg bahasa roh kecuali 1Kor, CMIIW ??
Tidak ada tata tertib bahasa roh dalam karismatik sprti yg anda minta, apalagi perubahannya.
Betul sekali tidak ada tata cara bahasa roh tapi dalam Kitab Suci ada rujukan bagaimana menggunakan bahasa roh dalam pertemuan jemaat...
Semuanya dikembalikan ke umat masing2..mudah2an ...tetap berpegang pada Kitab Suci :)
salam :)
-
Tidak masalah karena konteksnya korintus adalah...pertemuan jemaat...
Konteksnya adalah berdoa kepada Allah. Dimana pun, saat konteksnya berdoa kepada Allah, maka harus bertudung. itu perintah Paulus.
Nah apakah istri anda di rumah tidak pernah berdoa kpd Allah ? :peace:
Lah yang bawa2 banjir tadi siapa bro :doh: :lol:
Bro kan bilang yg satu dipertahankan (aturan bahasa roh) karena menimbulkan cekcok diantara umat.
Yg berbahasa roh kan umat karismatik, terus kenapa jadi umat GRK yg cekcok sehingga Magisterium tetap mempertahankan aturan bahasa roh ?
Itu maksud saya, yg banjir (berbahasa roh) rumah saya, kenapa bro yg di batam (GRK) yg repot (mengurusi aturan bahasa roh) ? :D
Don't judge the book by the cover... :D Eh sorry nggak nyambung hehe..
Maksudnya dalam Kitab Suci yang lebih dipentingkan adalah rohaniah bukan penampilan lahiriah...
Jadi melihat bobotnya penggunaan bahasa roh ...jauh diatas dari penampilan tudung kepala... :afro1:
Sudah saya katakan, ini bukan masalah penting/tidak atau berbobot/tidak.
Ini adalah masalah MENTAATI peraturan.
Meskipun anda taat pada perintah penting, tapi anda tidak menjalankan perintah yg lain, itu sama saja dgn TIDAK TAAT.
Ngerti dong bro ? Lagipula memang kita berhak menilai suatu perintah itu kurang penting, sehingga kita boleh abaikan ?
Betul sekali tidak ada tata cara bahasa roh tapi dalam Kitab Suci ada rujukan bagaimana menggunakan bahasa roh dalam pertemuan jemaat...
sudah berbusa mulut (jari ?) saya menjelaskan ini kepada Yopi bro.... :D
Tapi jangan lupa, dalam Kitab Suci juga ada rujukan bagaimana menggunakan tudung kepala bagi wanita bro :P
Semuanya dikembalikan ke umat masing2..mudah2an ...tetap berpegang pada Kitab Suci :)
salam :)
Tumben nih kali ini hanya berscriptura....., ternyata Alkitab lebih komplit yahh ??? :P :P :D :D
Salam damai jg bro.
Tuhan menyertai senantiasa.
-
Nggak ketemu jawabannya di Alkitab ?
Susah kalo diskusi di daerah abu2 begini, parameternya berbeda.
Lihat post #171 dari Bro Jenova.
603 aturan ?? Amat sangat lebih dari cukup untuk membuktikan kalo kamu salah.
Terbukti bahwa ada 603 (seperti km bilang) aturan yg bersifat conditional di Alkitab dan TIDAK universal.
Maka dari itu Om Phooey bertanya, apakah aturan di korintus itu conditional atau universal ?
Karena TIDAK SEMUA aturan di Alkitab berlaku universal.
Sederhana kan ? :D
Tidak valid lagi.
Ketika KHK 1983 dipromulgasikan, kanon ini tidak dinyatakan kembali. Kanon 6, 1 (KHK 1983) menyatakan bahwa jika suatu kanon tidak dimasukkan dalam KHK yang baru ini, artinya sudah tidak diberlakukan lagi.
Itulah sebabnya istri anda tidak lagi berkerudung. Paham ?
Setelah peraturan berkerudung dihapus, mungkin sebentar lagi peraturan berbahasa roh jg dihapus...... kita tunggu saja :D
Mod.....kalo boleh nanya lebih lanjut.
Memang betul, dengan dibabtis kita dimaterai oleh Tuhan.
Dan materai ini tidak dapat hilang. Saya setuju :nod:
Untuk yang Mod Yopi info kan diatas, kan tidak tertulis larangan secara spesifik mengenai Bahasa Roh.
:m09: Kabur Dulu................
mau jawab seh, namun sekarang kalau mengenai iman yang berbeda agama dengan kita, tidak perlu diskusi panjang lebar, dilarang mempertanyakan iman agama lain, tidak etis versi bro Fantioz, jadi aku jawab aja kalau iman saya dan bro Djo berbeda :D :doh:
-
Gak perlu bahasa Roh untuk semuanya itudierméneuó: to explain thoroughly, by impl. to translate
Original Word: διερμηνεύω
Part of Speech: Verb
Transliteration: dierméneuó
Phonetic Spelling: (dee-er-main-yoo'-o)
Short Definition: I translate, interpret, explain
Definition: I translate, interpret, explain.
translate, interpret, explain
Definisi 'tafsir'
Indonesian to Indonesian
noun
1. keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;
-- harfiah tafsir kata demi kata; -- mimpi penggunaan ciri-ciri modern untuk menguraikan arti mimpi;
me•naf•sir•kan v menangkap maksud perkataan (kalimat dsb) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat (dng mengutarakan pendapatnya sendiri); Lha yang namanya diterjemahkan seperti:
Eat and Pray = Makan dan berdoa
Itu namanya menterjemahkan!
Bukan seperti ini:
Eat and pray: pokonya perbuatan :doh:
Analogi tidak sebanding!!
“Eat and pray” kita sama2 tidak tahu, jadi kalo “eat and pray” kita sama2 sepakat kalo “pokoknya perbuatan” adalah terjemahan yg ngaco dari “eat and pray”.
Bahasa roh yg terdengar seperti “aiueo aiueo” kita sama2 tidak mengerti artinya.
Kalo Djo yg memiliki karunia menerjemahkan telah menerjemahkan artinya sebagai ”Tuhan itu baik”, lalu natvale yg juga karunia ini turut mengukuhkan menerjemahkan sebagai ”Tuhan itu baik”, maka Anda yg notabene tidak punya karunia itu tidak bisa menyatakan kalo terjemahan itu salah.
Oh ya? Tunjukkan bahwa sebelum 1950, diadakan kegiatan berbahasa Roh seperti PDKK!!!
Lha wong dalam Alkitab Paulus menegur umat Korintus kok!
Kisah para rasul itu contoh paling gampang bahwa telah ada PDKK bahasa roh.
Contoh lain:
Namun demikian, walaupun tidak umum, beberapa kejadian sehubungan dengan bahasa roh terjadi di dalam kehidupan beberapa orang kudus. Seorang biarawati Benediktin St. Hildegard dari Bingen (1098 – 1179) dilaporkan menyanyikan kidung dengan bahasa yang tidak diketahui yang disebutnya sebagai “konser Roh”. Sekitar seratus tahun kemudian St. Dominic (1221) kelahiran Spanyol dilaporkan dapat berbicara dalam bahasa Jerman setelah berdoa dengan khusuk. St. Antonius dari Padua (wafat 1231) menuliskan tentang pengalaman rohaninya bahwa lidahnya menjadi pena Roh Kudus. Demikian pula St. Joachim dari Fiore (1132-1202) yang memulai kebangunan rohani yang mempengaruhi masa akhir Abad Pertengahan.
http://katolisitas.org/6832/apakah-gerakan-karismatik-katolik-sesat
Lha kita lagi bicara kenapa Montanus dkk dikutuk kok! Malah nanya ayat seh! :doh:
Yok ditelusuri lagi diskusinya, bisa diklik link quotationnya.
Yopi: Montanius sudah dikutuk
Jenova: Yang dikutuk adalah praktek bernubuat oleh Montanist
Yopi: 1. Bukankah Karunia lebih penting dari berbahasa roh, yang lebih penting aja dikutuk kok!!!
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Yang aku tanyakan, karunia mana yg dikutuk?
Ramalan2 Montanist dikutuk karena meresahkan jemaat, i.e. palsu, tetapi karunia ramalan itu sendiri TIDAK PERNAH dikutuk.
-
Jangan melarang, bukannya meniru protestan yang dimulai tahun 1950an :doh:
Atas dasar apa Anda mengatakan PDKK Katolik meniru protestant?
Katakanlah, sekali lagi, KATAKANLAH PDKK Katolik meniru protestant, lalu apa salahnya?
Apakah GK itu anti protestant, maka semua yg berbau protestant harus dibuang jauh2?
Lihat, Lumen Gentium saja tidak mengutuknya, melainkan justru memberikan dukungan tuh
Whether these charisms be very remarkable or more simple and widely diffused, they are to be received with thanksgiving and consolation since they are fitting and useful for the needs of the Church. Extraordinary gifts are not to be rashly desired nor is it from them that the fruits of apostolic labors are to be presumptuously expected. Those who have charge over the Church should judge the genuineness and proper use of these gifts, through their office, not indeed to extinguish the Spirit but to test all things and hold fast to what is good (cf. 1 Thes. 5:12, 19- 21). [Lumen Gentium 12]
Montanism in the West
St. Irenæus refers to Gaius without naming him (III, xi, 9): "Others, in order that they may frustrate the gift of the Spirit, which in the last days has been poured upon the human race according to the good pleasure of the Father, do not admit that form [lion] which corresponds with the Gospel of John in which the Lord promised to send the Paraclete; but they reject the Gospel and with it the prophetic Spirit. Unhappy, indeed, in that, wishing to have
Bro Yopi, aku yakin Anda sangat paham arti/terjemahan dari artikel itu.
Mengapa Anda membawa artikel yg tidak menentang ”praktek bahasa roh dalam ibadah jemaat” ini dalam diskusi kita?
Terjemahan:
St Irenaeus mengacu pada Gaius meskipun tidak menyebut namanya: ”Yang lainnya, dengan maksud agar mereka dapat menghalangi karunia Roh Kudus yang di hari2 terakhir ini telah ditumpahkan atas umat manusia menurut kehendak baik dari Bapa, tidak mengakui bahwa wujud (singa) yang berkaitan dengan injil Yohanes di mana Tuhan menjanjikan untuk mengirim “Paraclete” (Roh Kudus); tapi mereka menolak Injil dan dengannya menolak nubuat Roh Kudus. Tidak senang, memang, terhadapnya, berharap untuk … …(cut)
Yang dikecam oleh Irenaeus adalah bahwa mereka ini tidak mengakui bahwa Tuhan Yesus lah yg mengirimkan Roh Kudus!!
Kenapa mereka semua tidak mengejar hal tersebut? :doh:
Silakan Anda tanyakan mengapa tidak semua bapa gereja mengejar karunia utk menjadi apostle/nabi/doktor?
Jawabannya sama, yaitu mengejar karunia yg dianugerahkan secara khusus oleh Roh Kudus kepada masing2 individu secara berbeda.
Jangan sok! Aku bukannya baru pertama kali berdiskusi di forum!
Kalo begitu tunjukkanlah kalo Anda ini tidak sama dengan mereka yg hanya memahami arti harafiah dari ayat2 Kitab Suci.
Jelas2 dalam perikop yg sama Paulus tidak melarang karunia bahasa roh.
Malah Paulus menganjurkan utk tetap mengejarnya.
Tapi kalo di perikop yg sama itu dia melarang utk melakukannya, pasti ada alasannya.
Kita lihat, Paulus melarang hanya dalam kasus specifik, yaitu dilarang berbahasa roh dalam jemaat AGAR TIDAK MENJADI BATU SANDUNGAN BAGI ORANG BARU ATAU NON JEMAAT.
Selama alasannya itu tidak ada (i.e. tidak menjadi batu sandungan bagi non-jemaat atau orang baru), berarti tetap diperbolehkan utk berbahasa roh dalam ibadah jemaat lingkup pribadi.
Sama analoginya dengan dilarang membuat patung utk disembah, selama tidak disembah maka tidak dilarang utk membuat patung.
Nah lho, trus kenapa kamu ngeyel kalau memang mengakui peraturan tersebut??!!
Sudah ada yg menyebutkan, dipelajari apakah peraturan dalam Kitab Suci itu berlaku universal atau tidak.
Aturan utk satu persatu berbahasa roh , maximum 3 orang, dan langsung diterjemahkan, itu ada dalam satu paket dengan aturan tidak boleh ada perempuan yg bersuara di depan jemaat.
Sekarang silakan lihat, apakah di Gereja kita tidak ada lektor wanita, pemazmur wanita, prodiakon wanita, dsb?
Silakan Anda simpulkan, apakah peraturan itu berlaku universal atau tidak.
Untuk lebih meyakinkan Anda, silakan Anda lihat bahwa PDKK bahasa roh ini juga telah mendapat restu dari uskup2 setempat.
So.. mengapa masih dipermasalahkan kalo tata cara ibadah PDKK katolik tidak sesuai dengan anjuran Paulus dalam kasus jemaat Korintus?
Apakah Anda ini lebih berwenang dari keuskupan setempat?
Lebih tepatnya lagi, TIDAK ADA PDKK SELAMA ITU SAMPAI KETIKA PROTESTAN HEBOH DENGAN BAHASA ROH! :doh:
The Charismatic Movement is the international trend of historically-mainstream congregations adopting beliefs and practices similar to Pentecostals. Fundamental to the movement is the belief that Christians may be "filled with" or "baptized in" the Holy Spirit as a second experience subsequent to salvation and that it will be evidenced by manifestations of the Holy Spirit. Among Protestants, the movement began around 1960. Among Roman Catholics, it originated around 1967. :doh:
Memang kenapa kalo PDKK itu berbau protestant?
Apakah GK itu anti protestant?
Silakan dibandingkan dengan ajaran dalam Lumen Gentium yg aku berikan di atas.
-
Satu per satu:
1) Sejarah:
Bapa-bapa gereja tidak pernah menulis apa-apa tentang terjadinya ba-hasa Roh / lidah. Clement of Rome, Justin Martyr, Origen, Chrysostom, Augustine menganggap bahasa Roh terjadi pada saat-saat awal dari kekristenan (jaman rasul-rasul).
Dalam empat sampai lima abad yang pertama dalam kekristenan / gereja, orang-orang yang dilaporkan telah berbicara dalam bahasa Roh hanyalah pengikut Montanus yang sesat dan muridnya yang bernama Tertullian.
Lalu pada abad ke 17 dilaporkan adanya bahasa Roh dalam grup yang disebut Cevenol Priests di Perancis. Grup ini juga sesat.
Pada tahun 1731 ada bahasa Roh dalam Roman Catholic Reformers yang disebut the Jansenists. Ini jelas juga grup sesat.
The Shakers, pengikut dari Mother Ann Lee, yang hidup pada tahun 1736-1784, menggunakan bahasa Roh. Mother Ann Lee menganggap dirinya sebagai 'the female equivalent of Jesus Christ' (= orang perem-puan yang setara dengan Yesus Kristus) dan menganggap sex sebagai dosa, sekalipun dilakukan di dalam pernikahan. Semua ini sudah cukup untuk menganggapnya sebagai seorang yang sesat.
Tahun 1830, seorang yang bernama Edward Irving (di London) men-dirikan the Irvingites. Grup ini berbicara dalam bahasa Roh. Ini juga grup yang sesat.
References please??
http://katolisitas.org/6832/apakah-gerakan-karismatik-katolik-sesat
Aneh... Anda bawa2 artikel dari katolisitas utk menentang gerakan karismatik, tapi artikel itu sendiri justru mendukung gerakan karismatik?
Atau Anda hanya membaca bagian pertama yaitu surat yg menyatakan keberatan dari gerakan karismatik?
Apakah Anda sudah membaca jawaban dari pengurus katolisitas yg justru membela PDKK?
Sudah anda jawab sendiri disini:See?
Tidak, jawabanku itu bukan jawaban dari pertanyaanku.
Silakan ditunjukkan di sini aturan universal dari GK yg mengatur tata ibadah karismatik, misal urutan2 doa dan tata ibadah seperti dalam misa mingguan.
Dan yang ini jg belum Anda jawab, kalo Anda menghendaki aturan ini dijalankan, silakan Anda jelaskan dulu mengapa peraturan yg lain (ttg wanita di depan jemaat) boleh dilanggar?
Nah, anda akui sendiri bukan? :doh:
Apa yang aku akui?
Aku akui telah terjadi penyimpangan dalam praktek ibadah bahasa roh di Korintus.
Aku akui Paulus menegurnya.
Tapi Aku masih tidak menemukan bahwa berbahasa roh dalam ibadah jemaat itu dilarang secara general, atau bahkan dinyatakan sesat oleh GK.
-
Analogi tidak sebanding!!
Silakan dibandingkan dengan ajaran dalam Lumen Gentium yg aku berikan di atas.
References please??
Tepat sekali!
Kemungkinan besar referensi saya sangat kurang bro, jadi pemahaman saya bisa jadi salah :D
Masih harus banyak belajar neh :scold:
Apalagi menganggap protestan tidak setara dengan Katolik :scold:
Saya belajar dulu ya bro, lagian tidak etis mempertanyakan iman agama non Katolik :doh:
-
Tepat sekali!
Kemungkinan besar referensi saya sangat kurang bro, jadi pemahaman saya bisa jadi salah :D
Masih harus banyak belajar neh :scold:
Apalagi menganggap protestan tidak setara dengan Katolik :scold:
Saya belajar dulu ya bro, lagian tidak etis mempertanyakan iman agama non Katolik :doh:
No problem for me.
Mari kita sama2 belajar, kan memang tujuan diskusi2 di FIK adalah utk memperdalam pengetahuan iman kristen kita.
-
No problem for me.
Mari kita sama2 belajar, kan memang tujuan diskusi2 di FIK adalah utk memperdalam pengetahuan iman kristen kita.
Silahkan dilanjutkan diskusi anda dengan yang lain, saya pantau saja :whistle:
-
Kalau boleh menambahkan ...Gerakan karismatik dalam Gereja katolik tetaplah harus setia dan taat pada ajaran iman Gereja ....Kitab Suci, Tradisi suci dan Magisterium...
Jika ada rekan2 karismatik yang karena karunia2nya tersebut membuat mereka jauh dari iman Gereja Katolik, memandang rendah ekaristi dan misa kudus, memandang rendah praktek devosi atau yang lain2...bersikaplah waspada dan hati2 terhadap karunia2 tersebut.
Jika tidak yah tidak apa2... :afro:
Karunia Roh Kudus itu banyak, bahasa roh hanya salah satunya bukan satu2nya apalagi segala2nya dari karunia Roh Kudus tersebut. :)
That's all... :)
salam damai :)
Setuju sekali, bro Leo!! :afro:
Aku jadi ingin sharing (lagi), pengalamanku awal2 memperoleh (yg dengan rendah hati aku imani sebagai) karunia bahasa roh itu.
Ketika berbahasa roh itu rasanya sangat damai dan senang sekali. Dan aku bisa dibilang "ketagihan" dan bersemangat utk selalu ikut PDKK.
Akhirnya sampailah ekstasi itu pada titik yg berlebihan, aku jadi lebih mengutamakan "bahasa roh" dibanding ekaristi.
Aku merasa kok ekaristi aku tidak merasakan apa2 (hambar), sementara aku kalo bahasa roh aku lebih merasa damai dan bahagia?
Aku sampaikan isi hati ini pada pembimbing di KTM, tapi aku justru mendapat teguran sangat keras.
Ekaristi adalah pusat hidup iman katolik, adalah kesalahan besar jika merendahkan ekaristi seperti itu.
Perasaan damai, tenang, bahagia, itu adalah "bonus" dan akan berlalu, jadi aku tidak boleh mengandalkan perasaan saja dalam menyembah Tuhan.
Sementara rahmat dalam ekaristi dan rahmat dalam karunia bahasa roh itu tidak akan pernah berlalu, dan seandainya "perasaan" itu akhirnya hilang, kita tidak akan pernah sekalipun kehilangan rahmat itu.
Puji Tuhan aku memiliki pembimbing yg bijaksana dan sangat katolik, jadi aku tidak terjatuh dalam pemahaman yg salah seperti contoh dalam jemaat Korintus.
Sekarang memang kalo ada kesempatan berbahasa roh, perasaan damai itu sudah tidak seperti dulu lagi. Kadang juga malah terasa hambar. Tapi aku tidak merasakan kecewa kalo hal itu terjadi.
Dan sekarang ini justru perasaan bahagia dalam penyembahan ekaristi itu menjadi puncak dari ekstasi hidup berimanku.
Merasakan dan menyembah Allah Putra yg benar2 hadir dalam rupa roti dan anggur.
Segala puji syukur kepada Allah.
Aku sungguh merasa beruntung boleh menerima rahmat menjadi seorang katolik dan juga diberi rahmat utk mencicipi nikmat ibadah karismatik seperti yg dimiliki oleh rekan2 kita dari protestant karismatik.
-
Kepada Teman2. Mau bertanya saja.
Jemaat di Korintus sebagian berbahasa Roh.
Untuk kota2 lain seperti di Galatia, Efesus, Filipi, Kolose dll apakah juga ada yang berbahasa Roh ?
Bila diandaikan mereka juga sebagian ada yang berbahasa Roh, tetapi tidak mempunyai problem seperti di Korintus.
Berarti nasehat Rasul Paulus khusus ditujukan kepada Jemaat Korintus.
:think:
Any comment terhadap pemikiran saya diatas ? (meminjam istilah Mr. Bruce).
Menurut newadvent, fenomena bahasa roh itu terjadi tidak hanya di Korintus, tetapi juga terjadi (setidaknya) di Efesus dan Yerusalem.
Now St. Paul had seen the gift conferred at Ephesus and St. Luke does not distinguish Ephesian glossolaly from that of Jerusalem.
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htm
Mengapa hanya di Korintus saja Paulus memberikan teguran, sepertinya karena memang "abuse" atas karunia ini hanya terjadi di sana.
-
Bahkan rekan katolik yg lain jg setuju bahwa St. Petrus tidak sedang menafsirkan.
Yang mana member Katolik blg tidak sedang menafsirkan?
Bro Jenova
Hmm... kita ini sedang membicarakan Kis 2 : 14, bukan?
Kis 2 : 14 Lalu Petrus berdiri bersama sebelas rasul yang lain, kemudian berbicara kepada orang banyak itu. Dengan suara yang keras ia berkata, "Saudara-saudara, orang-orang Yahudi dan semua yang tinggal di Yerusalem! Dengarlah baik-baik, sebab hal ini perlu saya jelaskan kepadamu.
Petrus berdiri dan berkata2 demikian karena sebelumnya dikisahkan dalam Kis 2 : 1 - 13 bahwa fenomena bahasa roh sedang terjadi dan orang2 tidak percaya menuduh mereka sedang mabuk.
Perikop berikutnya menjelaskan kisah selanjutnya, bahwa dalam ayat Kis 2 : 14-15 Petrus berdiri BUKAN untuk menafsirkan bahasa roh, melainkan menjelaskan kepada orang2 yg tidak percaya bahwa mereka tidak sedang mabuk.
Ayat berikutnya, Kis 2 : 16 - 21, Petrus memang menyatakan nubuatan, tetapi ini bukan nubuat yg dibuat dalam session bahasa roh itu, melainkan nubuat yg pernah disampaikan oleh nabi Yoel (bisa dilihat di ayat 16).
Ayat2 berkutnya, Kis 2 : 22 - 36, Petrus memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus. Ini lagi2 BUKAN penafsiran dari nubuat2 yg dibuat dalam session bahasa roh di perikop sebelumnya.
Di akhir perikop, yaitu ayat Kis 2 : 40, disampaikan kesimpulan bahwa ini adalah PENJELASAN Petrus kepada orang2 yg tidak percaya itu.
Kesimpulan yg aku ambil, di ayat2 dalam perikop ini, jelas Petrus TIDAK sedang menafsirkan bahasa roh, melainkan sedang menyampaikan suatu pengajaran berangkat dari reaksi orang2 yg tidak percaya atas fenomena bahasa roh itu.
Fenomena bahasa roh di perikop sebelumnya, Kis 2 : 1 -13, bahkan tidak memerlukan penerjemahan/penafsiran, karena semua orang sudah mengerti apa yg disampaikan oleh orang2 lain meskipun menggunakan bahasa yg berbeda dgn bahasa ibu mereka.
Kis 2 : 11 Kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita masing-masing mengenai hal-hal yang ajaib yang dilakukan oleh Allah!"
Kecuali kalo Anda berdua sedang membicarakan ayat yg lain, maka aku mohon maaf telah salah memahami diskusi Anda, dan silakan diabaikan komentarku karena memang tidak relevant dengan yg Anda berdua diskusikan.
-
Menurut newadvent, fenomena bahasa roh itu terjadi tidak hanya di Korintus, tetapi juga terjadi (setidaknya) di Efesus dan Yerusalem.
Now St. Paul had seen the gift conferred at Ephesus and St. Luke does not distinguish Ephesian glossolaly from that of Jerusalem.
http://www.newadvent.org/cathen/14776c.htm
Mengapa hanya di Korintus saja Paulus memberikan teguran, sepertinya karena memang "abuse" atas karunia ini hanya terjadi di sana.
Thanks infonya Mod Jenova.
Saya baca2 dulu linknya
GBU
:)
-
Kesimpulan yg aku ambil, di ayat2 dalam perikop ini, jelas Petrus TIDAK sedang menafsirkan bahasa roh, melainkan sedang menyampaikan suatu pengajaran berangkat dari reaksi orang2 yg tidak percaya atas fenomena bahasa roh itu.
Terima kasih bro. Kesimpulan anda sudah cukup menjelaskan. :)
-
Silahkan dilanjutkan diskusi anda dengan yang lain, saya pantau saja :whistle:
Setelah saya pantau, rasanya perlu diluruskan beberapa hal:
Hmm... kita ini sedang membicarakan Kis 2 : 14, bukan?
Kis 2 : 14 Lalu Petrus berdiri bersama sebelas rasul yang lain, kemudian berbicara kepada orang banyak itu. Dengan suara yang keras ia berkata, "Saudara-saudara, orang-orang Yahudi dan semua yang tinggal di Yerusalem! Dengarlah baik-baik, sebab hal ini perlu saya jelaskan kepadamu.
Petrus berdiri dan berkata2 demikian karena sebelumnya dikisahkan dalam Kis 2 : 1 - 13 bahwa fenomena bahasa roh sedang terjadi dan orang2 tidak percaya menuduh mereka sedang mabuk.
Perikop berikutnya menjelaskan kisah selanjutnya, bahwa dalam ayat Kis 2 : 14-15 Petrus berdiri BUKAN untuk menafsirkan bahasa roh, melainkan menjelaskan kepada orang2 yg tidak percaya bahwa mereka tidak sedang mabuk.
Ayat berikutnya, Kis 2 : 16 - 21, Petrus memang menyatakan nubuatan, tetapi ini bukan nubuat yg dibuat dalam session bahasa roh itu, melainkan nubuat yg pernah disampaikan oleh nabi Yoel (bisa dilihat di ayat 16).
Ayat2 berkutnya, Kis 2 : 22 - 36, Petrus memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus. Ini lagi2 BUKAN penafsiran dari nubuat2 yg dibuat dalam session bahasa roh di perikop sebelumnya.
Di akhir perikop, yaitu ayat Kis 2 : 40, disampaikan kesimpulan bahwa ini adalah PENJELASAN Petrus kepada orang2 yg tidak percaya itu.
Kesimpulan yg aku ambil, di ayat2 dalam perikop ini, jelas Petrus TIDAK sedang menafsirkan bahasa roh, melainkan sedang menyampaikan suatu pengajaran berangkat dari reaksi orang2 yg tidak percaya atas fenomena bahasa roh itu.
Fenomena bahasa roh di perikop sebelumnya, Kis 2 : 1 -13, bahkan tidak memerlukan penerjemahan/penafsiran, karena semua orang sudah mengerti apa yg disampaikan oleh orang2 lain meskipun menggunakan bahasa yg berbeda dgn bahasa ibu mereka.
Kis 2 : 11 Kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita masing-masing mengenai hal-hal yang ajaib yang dilakukan oleh Allah!"
Kecuali kalo Anda berdua sedang membicarakan ayat yg lain, maka aku mohon maaf telah salah memahami diskusi Anda, dan silakan diabaikan komentarku karena memang tidak relevant dengan yg Anda berdua diskusikan.
Maka sudah dijawaba sebelumnya:
The charisma in question was manifested in the speech of St. Peter to the multitude on the day of Pentecost (Acts 2)
It takes the form of an intelligible address; the explanation was to follow the speech with tongues as regularly as the discerning of spirits succeeded prophecy
Among the Fathers it is sententia communissima that the speaking with tongues was a speaking in foreign languages. Their interpretation is based upon the promise in Mark 16:1, "They shall speak with new tongues", and on its final fulfilment in the gift of tongues to the apostles (Acts 2:4).
:)
Hampir kelewat sama saya :D :P
Kalau Pidato St Petrus BUKAN MENAFSIRKAN, maka masuk disini (No 4):
(4) The Doctor's office was to preach and teach the Faith permanently in some community assigned to their care. The Apostles themselves and the evangelists mentioned with apostles, prophets, doctors, and pastors (Ephesians 4:11) went from place to place founding new Churches; the Faith could only be maintained by permanent teachers fitted for their work by special gifts. Thus St. Paul writes to Timothy: "The things which thou hast heard of me by many witnesses, the same commend to faithful men, who shall be fit to teach others also" (2 Timothy 2:2). Such faithful men are the catechists in missionary countries.
:afro: :scold: :doh:
Sedangkan:
References please??
Aneh... Anda bawa2 artikel dari katolisitas utk menentang gerakan karismatik, tapi artikel itu sendiri justru mendukung gerakan karismatik?
Atau Anda hanya membaca bagian pertama yaitu surat yg menyatakan keberatan dari gerakan karismatik?
Apakah Anda sudah membaca jawaban dari pengurus katolisitas yg justru membela PDKK?
Lha saya justru mengambil sumber yang tidak memusuhi bahasa Roh, namun bersikap netral, dari bersikap netral saja sudah begitu referensinya, bagaimana yang anti bahasa Roh seperti:
http://ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2331
:doh:
-
Tidak, jawabanku itu bukan jawaban dari pertanyaanku.
Silakan ditunjukkan di sini aturan universal dari GK yg mengatur tata ibadah karismatik, misal urutan2 doa dan tata ibadah seperti dalam misa mingguan.
Lha aturan Misa Gereja Katolik BAKU!
Seingat saya (saya tidak aktif di PDKK, hanya beberapa kali ikut Misa Karismatik), bahkan dalam Misa untuk PDKK sekalipun tidak ada sesi bahasa roh, gak tau kalo sekarang berubah :D :doh:
Mana ada Misa ada bahasa Rohnya???
Paham???!!!
Lihat ini:
harus dibedakan antara protestan dan katolik,
Protestan Kharismatik tidak mengenal "Liturgy" dalam setiap kebaktiannya..
sedangkan utk kebaktian/misa katolik ada "Liturgy", dalam hal ini tidak ada namanya liturgy karismatik.. :doh:
jadi GK BELUM memberikan pandangannya terhadap gerakan kharismatik, jangan mendahuluinya.. :afro1:
PAPAL MESSAGE ON LITURGY AS SOURCE OF CATECHESIS
"The Liturgy Is Not What Man Does, But What God Does"
VATICAN CITY, AUG. 24, 2011 (Zenit.org).- Here is a translation of the message sent on behalf of Benedict XVI to the 62nd Italian Liturgical Week, under way through Aug. 26.
The Pope's secretary of state, Cardinal Tarcisio Bertone, signed the message.
* * *
To His Most Reverend Excellency
Monsignor Felice di Molfetta
Bishop of Cerignola-Ascoli Satirano
Most Reverend Excellency,
I am happy to transmit the Holy Father's cordial greeting to you and to the participants in the 62nd National Liturgical Week, which will be held from August 22-28 in Trieste. The theme of the meeting -- "God Educates His People: The Liturgy, Inexhaustible Source of Catechesis" -- comes in the context of the Pastoral Guidelines of the Church in Italy for the 2010-2020 decade, geared to addressing the present educational emergency, and it attempts to put "the primacy of God unequivocally in the light ... the first of all, God" (J. Ratzinger, Theology of the Liturgy, Opera Omnia, XI, p. 5), his absolute priority in the educational role of the liturgy.
The Church, especially when she celebrates the divine mysteries, recognizes and manifests herself as a reality that cannot be reduced to a solely earthly and organizational aspect. It must appear clearly in these mysteries that the beating heart of the community should be recognized beyond the narrow yet necessary limits of ritualism, because the liturgy is not what man does, but what God does with his admirable and gratuitous condescendence. This primacy of God in the liturgical action was highlighted by the Servant of God Paul VI at the closing of the second period of the Vatican Council, when he announced the proclamation of the Constitution Sacrosanctum Concilium: "In this event we observe that the correct order has been respected of the values and duties: thus we have recognized that the post of honor is reserved to God; that as first duty we are called to raise prayers to God; that the sacred Liturgy is the primary source of this divine exchange in which the life of God is communicated to us; it is the first school of our soul, it is the first gift that must be made by us to the Christian people." (Paul VI, Address for the Closing of the Second Period, December 4, 1963, AAS [1964], 34).
In addition to expressing the absolute priority of God, the liturgy manifests its being "God with us," since "being Christian is not the result of an ethical choice or a lofty idea, but the encounter with an event, a person, which gives life a new horizon and a decisive direction." (Benedict XVI, encyclical Deus Caritas Est, 1). In this connection, God is the great educator of his people, the loving, wise, tireless guide in an through the liturgy, the action of God in the today of the Church.
From this foundational aspect, the 62nd National Liturgical Week is called to reflect on the educational dimension of the liturgical action, in as much as it is a "permanent school of formation around the Risen Lord, educational and relative place in which the faith acquires form and is transmitted" (Italian Episcopal Conference, Educare alla Vita Buona del Vangelo, n. 390). For this purpose, it is necessary to reflect ever better on the relation between catechesis and liturgy, yet rejecting all undue instrumentalization of the liturgy with "catechetical" ends. In this regard, the living Patristic tradition of the Church teaches us that the liturgical celebration itself, without losing its specificity, always has an important catechetical dimension (cf. Sacrosanctum Concilium, 33). In fact, in as much as it is the "the primary and indispensable source from which the faithful are to derive the true Christian spirit" (ibid., 14), the liturgy can be called the permanent catechesis of the Church, the inexhaustible source of catechesis, precious catechesis in act (cf. Italian Episcopal Conference, Il Rinnovamento della catechesis, Feb. 7, 1970, 113). As an integrated experience of catechesis, celebration and life, it expresses in addition the maternal support of the Church, thus helping to develop the growth of the believer's Christian life and the maturation of his conscience.
The Holy Father Benedict XVI willingly assures his prayer so that the 62nd National Liturgical Week will be fruitful for the participants and for the Church that is in Italy. He hopes that this important conference, as well as the initiatives promoted by the Center of Liturgical Action, will be placed increasingly at the service of the genuine meaning of the liturgy, favoring a solid theological-pastoral formation in full consonance with the magisterium and the tradition of the Church. To this end, the Supreme Pontiff invokes upon all the participants the maternal protection of Mary Most Holy, and he imparts from his heart to Your Excellency, to the archbishop of Trieste, to the bishops and to the priests present, to the speakers and to all the congressmen a special Apostolic Blessing.
With fraternal greetings and good wishes, I take advantage of the circumstance to greet you.
Tarcisio Cardinal Bertone
Secretary of State of His Holiness
[Translation by ZENIT]
Konsili Vatikan II menyatakan: "Upacara liturgi bukanlah tindakan perorangan, melainkan perayaan seluruh Gereja sebagai Sakramen kesatuan, yaitu umat kudus yang berhimpun bersama Uskup" (Sacrosanctum Concilium, no 26). Maka "Sebagai perayaan bersama dengan dihadiri banyak umat yang ikut serta secara aktif, harus ditandaskan, bahwa bentuk ini lebih diutamakan daripada ibadat perorangan yang bersifat pribadi" (Sacrosanctum Concilium, no 27).
Prinsip teologis pengertian liturgi:
Anamnetik (bersifat kristologis)
Epikletik (bersifat pneumatologis)
Eklesiologis (bersifat soteriologis)
SAKRAMENTALI adalah sarana untuk mengingat kehadiran Allah dalam kehidupan manusia.
(Kan 1667-1679 KGK)
BENEDICTIONES INVOCATIVE
BENEDICTIONES CONSTITUTIVAE
BENEDICTIONES CONSECRATIO
BENEDICTIONES DEDICATIO
EKSORSISME IMPREKATORIS
EKSORSISME DEPREKAORIS
:)
:)
Dan yang ini jg belum Anda jawab, kalo Anda menghendaki aturan ini dijalankan, silakan Anda jelaskan dulu mengapa peraturan yg lain (ttg wanita di depan jemaat) boleh dilanggar?
Wanita tidak boleh memimpin Misa, bukankah sudah jelas?
Apa yang aku akui?
Aku akui telah terjadi penyimpangan dalam praktek ibadah bahasa roh di Korintus.
Aku akui Paulus menegurnya.
Ya itu point saya!
:whistle:
-
Tapi Aku masih tidak menemukan bahwa berbahasa roh dalam ibadah jemaat itu dilarang secara general, atau bahkan dinyatakan sesat oleh GK.
Lha mana pernah Misa ada bahasa Rohnya???
Kamu mau buat aturan sendiri?
Sesat apabila seperti karismatik protestan:
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=BeguOPBE-vs[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=XS8F-WcZ22g[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=dkYcurJQELw[/youtube] :doh:
Sedangkan di Gereja Katolik sudah ada aturannya:
Gereja Katolik mengajarkan bahwa penilaian akan otentisitas suatu karunia karisma dan pengaturan-nya harus tunduk kepada karisma apostolik/ rasuli yang diberikan kepada Magisterium Gereja, agar karunia tersebut dapat diberdayakan di dalam kesatuan seluruh Gereja- (lihat Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)]. Di 1 Kor 14 kembali Rasul Paulus menyebutkan adanya karunia berkata- kata dalam bahasa roh, namun ia mengajarkan bahwa yang lebih penting adalah karunia untuk menafsirkannya (lih. 1 Kor 14:5,13) dan karunia nubuat untuk membangun, menasihati dan menghibur jemaat (lih. 1 Kor 14:3).
“Selain itu, tidak hanya melalui sakramen- sakramen dan pelayanan Gereja saja, bahwa Roh Kudus menyucikan dan membimbing Umat Allah dan menghiasinya dengan kebajikan- kebajikan, melainkan, Ia juga “membagi-bagikan” kurnia-kurnia-Nya “kepada masing-masing menurut kehendak-Nya” (1Kor 12:11). Di kalangan umat dari segala lapisan Ia membagi-bagikan rahmat istimewa pula, yang menjadikan mereka cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya, menurut ayat berikut : “Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat istimewa, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira, sebab karunia- karunia tersebut sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
Semoga jelas
Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
dijelaskan dengan baik oleh Kardinal Indonesia:
Surat Gembala Mengenai
PEMBAHARUAN KARISMATIK KATOLIK
Konferensi Wali Gereja Indonesia
...
Karisma itu anugerah cuma-cuma, tanda bahwa Roh mencintai umat. Maka karunia itu tidak dapat kita kejar atau kita rebut, seakan-akan sebagai hasil jerih payah kita dan untuk selama-lamanya boleh kita miliki. Misalnya, “Bahasa Lidah” adalah karunia Roh yang sering tidak tergantung dari emosi dan berupa doa pujian atau permohonan pribadi serta disadari oleh pendoanya. Layaklah pelaksanaannya dalam suasana damai serta dengan memperhatikan situasi dan kondisi. Bahkan perlulah orang ingat kata-kata Paulus bahwa “dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.” (1 Kor 14:19)
...
http://katolisitas.org/9453/dokumen-kwi-mengenai-pembaharuan-karismatik-katolik-aneka-karunia-satu-roh
Paham???!!!
-
Shallom..
Kalau boleh saya memberi pendapat dan pandangan mengenai bahasa roh..
Secara singkat, saya kira kita perlu memahami betul maksud dan tujuan Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus pada peristiwa pentakosta, yang membawa kita saat ini, kepada berbagai macam penafsiran tentang kejadian yang terjadi saat itu.
Kalau sedikit melihat rentetan kejadian sebelum peristiwa pentakosta, ada beberapa 'sikon' dimana Tuhan Yesus mengindikasikan dan mempersiapkan apa yang akan terjadi pada saat pentakosta itu.
Yoh 7:39
Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Yoh 16:7
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Melalui ayat2 diatas Tuhan Yesus menyampaikan kepada murid2Nya utk mempersiapkan diri bagi tugas penginjilan yang
Dia berikan langsung melalui
Mat 28:18-20
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dan pasca kebangkitanNya, secara 'simbolik' Tuhan Yesus 'mengembusi' para murid, yang saat itu masih dalam keadaan bingung, takut dan cemas, utk menerima Roh Kudus dalam
Yoh 20:19-23
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Tentu saja mereka belum menerima Roh Kudus pada saat itu karena Tuhan Yesus belum dimuliakan (Yoh 7:39), namun sekali lagi Tuhan Yesus telah 'menggambarkan' kejadian yang akan terjadi pada saat pentakosta kelak.
Dalam kesempatan penampakan diriNya kpd murid2, Tuhan Yesus kembali menyatakan bahwa mereka akan menerima dan dibaptis dengan Roh Kudus (Kis 1:5).
Dan tujuan dari diberikannya Roh Kudus adalah agar para murid diberikan dan diperlengkapi dengan kuasa utk menjadi saksi Kristus
Kis 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Untuk memahami maksud Tuhan Yesus untuk mencurahkan Roh Kudus, saya coba ambil lewat perkataan Petrus lewat
Kis 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Dari perkataan Petrus ini, saya mencoba menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus lewat karya Roh Kudus, menempatkan orang2 percaya menjadi anggota Tubuh Kristus hanya melalui pertobatan.
Seperti yang Rasul Paulus katakan kepada jemaat Korintus dan Galatia,
1 Kor 12:13
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Gal 3:27
Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Dari sini saya percaya bahwa peristiwa pentakosta adalah momen awal Tuhan Yesus memulai membangun gerejaNya, membangun anggota TubuhNya.
Saya percaya kalau kita bisa memahami rentetan kejadian dan mencoba melihat kejadiannya secara utuh dan proporsional, mungkin kita bisa memperkecil perbedaan penafsiran tentang peristiwa pentakosta ini.
Sehingga bagi saya, peristiwa pentakosta merupakan murni karya Kristus, memulai dan membangun gerejaNya.
Dia mencurahkan Roh Kudus yang dijanjikanNya, utk memberikan kuasa kepada murid2Nya utk memberitakan berita keselamatan.
Kalau kita teliti peristiwa pentakosta ini sesungguhnya merupakan peristiwa dimana para murid dipenuhi oleh Roh Kudus.
.. continue ..
-
.. continue ..
Dengan kepenuhan Roh Kudus, mereka memperoleh dan diberikan kemampuan yang diperlukan untuk memberitakan kabar keselamatan yang Tuhan Yesus tugaskan kepada mereka.
Kita bisa lihat bagaimana Petrus, seorang yang penakut, bahkan menyangkal Tuhan Yesus sampai 3 kali, masih bingung dengan kematian Kristus, setelah dipenuhi Roh Kudus, bisa berkhotbah dengan berani di tengah kota Yerusalem dan 3000 ribu orang bertobat.
Dan tentu saja kuasa tersebut salah satunya adalah kemampuan yang diberikan Roh Kudus untuk berkomunikasi dalam bahasa-bahasa lain. Mengingat banyaknya pendatang di Yerusalem, bertepatan juga pada hari raya pentakosta, tentu saja merupakan waktu yang tepat untuk memberitakan Injil Kristus.
Jadi fenomena yang justru perlu kita pahami sesungguhnya bukan soal bagaimana murid2 dapat berkata2 dalam bahasa lain, tetapi bagaimana mereka dapat dipenuhi Roh Kudus, itulah yang penting, bukan hasil kepenuhannya. Karena hasilnya adalah murni otoritas Roh Kudus itu sendiri yang akan berkarya menurut kehendakNya.
Ibr 2:3-4
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.
Selanjutnya kita melihat, bagaimana para murid kembali dipenuhi Roh Kudus berulang-ulang utk menjalani tugas penginjilan dari Tuhan Yesus dengan berani,
Kis 4:8
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
Kis 4:31
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Kis 6:5
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
Kis 7:55
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Kis 9:17
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Kis 13:9
Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,
Setelah peristiwa pentakosta, para murid kembali mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk memberitakan kebenaran Injil, menurut kehendakNya dan tidak dicatat lagi mengenai berkata2 dalam bahasa lain.
Di sini saya mencoba menyimpulkan bahwa kemampuan berbahasa lain tidak bisa diartikan sebagai tanda dalam baptisan Roh Kudus tapi kepenuhan/dipenuhi Roh Kudus. Namun tidak bisa secara langsung juga diartikan sebagai respon dipenuhi Roh Kudus.
Semua kuasa dan karunia Roh Kudus diberikan hanya menurut otoritas dan kehendakNya semata. Dia tahu apa yang diperlukan bagi orang2 yang ‘zeolous’ mengabarkan kabar baik.
Hal ini sesuai dengan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Efesus,
Ef 5:18
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Inti peristiwa pentakosta adalah pembangunan gereja Kristus. Tuhan Yesus menyatukan orang2 percaya lewat karya Roh Kudus ke dalam satu Tubuh, menjadi anggota Tubuh Kristus.
Maaf kalau melebar dari topik, tapi saya kira dari diskusi yang sudah ada kita bisa melihat dari arah dan perspektif yang berbeda sehingga pemahaman tentang peristiwa pentakosta yang menghasilkan berbagai karunia Roh Kudus bisa kita pahami secara proporsional dan utuh menurut Alkitab.
Terima Kasih,
Tuhan Yesus memberkati
-
Maap saya kok masih bingung..
Jadi ceritanya apa sih di thread ini ?
Apa yg jadi permasalahan gitu loh?
-
Maap saya kok masih bingung..
Jadi ceritanya apa sih di thread ini ?
Apa yg jadi permasalahan gitu loh?
Intinya, dari Katolik tidak menentang adanya bahasa Roh, selain tercantum didalam Alkitab, sepanjang sejarah Gereja, banyak Santo dan Santa yang berbahasa Roh.
Namun, mereka semua tidak melakukan didalam Misa, hanya doa pribadi, sesuai dengan aturan didalam Alkitab bahwa kalau tidak ada penafsir, maka tidak boleh didalam Misa/Gereja, dan jumlah terbatas 2-3 orang saja.
Perlu diwaspadai bahwa sepanjang sejarah Gereja, semua yang berbahasa Roh ujung-ujungnya menjadi heresy, dimulai dari Montanus:
Dalam empat sampai lima abad yang pertama dalam kekristenan / gereja, orang-orang yang dilaporkan telah berbicara dalam bahasa Roh hanyalah pengikut Montanus yang sesat dan muridnya yang bernama Tertullian.
Lalu pada abad ke 17 dilaporkan adanya bahasa Roh dalam grup yang disebut Cevenol Priests di Perancis. Grup ini juga sesat.
Pada tahun 1731 ada bahasa Roh dalam Roman Catholic Reformers yang disebut the Jansenists. Ini jelas juga grup sesat.
The Shakers, pengikut dari Mother Ann Lee, yang hidup pada tahun 1736-1784, menggunakan bahasa Roh. Mother Ann Lee menganggap dirinya sebagai 'the female equivalent of Jesus Christ' (= orang perem-puan yang setara dengan Yesus Kristus) dan menganggap sex sebagai dosa, sekalipun dilakukan di dalam pernikahan. Semua ini sudah cukup untuk menganggapnya sebagai seorang yang sesat.
Tahun 1830, seorang yang bernama Edward Irving (di London) men-dirikan the Irvingites. Grup ini berbicara dalam bahasa Roh. Ini juga grup yang sesat.
Jadi, bahasa Roh diakui oleh Gereja Katolik, namun untuk keaslian bahasa Roh seseorang, perlu kehati-hatian!
Tapi Aku masih tidak menemukan bahwa berbahasa roh dalam ibadah jemaat itu dilarang secara general, atau bahkan dinyatakan sesat oleh GK.
Lha mana pernah Misa ada bahasa Rohnya???
Kamu mau buat aturan sendiri?
Sesat apabila seperti karismatik protestan:
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=BeguOPBE-vs[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=XS8F-WcZ22g[/youtube]
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=dkYcurJQELw[/youtube] :doh:
Sedangkan di Gereja Katolik sudah ada aturannya:
Gereja Katolik mengajarkan bahwa penilaian akan otentisitas suatu karunia karisma dan pengaturan-nya harus tunduk kepada karisma apostolik/ rasuli yang diberikan kepada Magisterium Gereja, agar karunia tersebut dapat diberdayakan di dalam kesatuan seluruh Gereja- (lihat Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)]. Di 1 Kor 14 kembali Rasul Paulus menyebutkan adanya karunia berkata- kata dalam bahasa roh, namun ia mengajarkan bahwa yang lebih penting adalah karunia untuk menafsirkannya (lih. 1 Kor 14:5,13) dan karunia nubuat untuk membangun, menasihati dan menghibur jemaat (lih. 1 Kor 14:3).
“Selain itu, tidak hanya melalui sakramen- sakramen dan pelayanan Gereja saja, bahwa Roh Kudus menyucikan dan membimbing Umat Allah dan menghiasinya dengan kebajikan- kebajikan, melainkan, Ia juga “membagi-bagikan” kurnia-kurnia-Nya “kepada masing-masing menurut kehendak-Nya” (1Kor 12:11). Di kalangan umat dari segala lapisan Ia membagi-bagikan rahmat istimewa pula, yang menjadikan mereka cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya, menurut ayat berikut : “Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat istimewa, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira, sebab karunia- karunia tersebut sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
Semoga jelas
Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
dijelaskan dengan baik oleh Kardinal Indonesia:
Surat Gembala Mengenai
PEMBAHARUAN KARISMATIK KATOLIK
Konferensi Wali Gereja Indonesia
...
Karisma itu anugerah cuma-cuma, tanda bahwa Roh mencintai umat. Maka karunia itu tidak dapat kita kejar atau kita rebut, seakan-akan sebagai hasil jerih payah kita dan untuk selama-lamanya boleh kita miliki. Misalnya, “Bahasa Lidah” adalah karunia Roh yang sering tidak tergantung dari emosi dan berupa doa pujian atau permohonan pribadi serta disadari oleh pendoanya. Layaklah pelaksanaannya dalam suasana damai serta dengan memperhatikan situasi dan kondisi. Bahkan perlulah orang ingat kata-kata Paulus bahwa “dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.” (1 Kor 14:19)
...
http://katolisitas.org/9453/dokumen-kwi-mengenai-pembaharuan-karismatik-katolik-aneka-karunia-satu-roh
Paham???!!!
Semoga jelas!
-
Intinya, dari Katolik tidak menentang adanya bahasa Roh, selain tercantum didalam Alkitab, sepanjang sejarah Gereja, banyak Santo dan Santa yang berbahasa Roh.
Namun, mereka semua tidak melakukan didalam Misa, hanya doa pribadi, sesuai dengan aturan didalam Alkitab bahwa kalau tidak ada penafsir, maka tidak boleh didalam Misa/Gereja, dan jumlah terbatas 2-3 orang saja.
Setuju dan sependapat
Perlu diwaspadai bahwa sepanjang sejarah Gereja, semua yang berbahasa Roh ujung-ujungnya menjadi heresy, dimulai dari Montanus:
Jadi, bahasa Roh diakui oleh Gereja Katolik, namun untuk keaslian bahasa Roh seseorang, perlu kehati-hatian!
Semoga jelas!
Siiip, jelas mo.
:afro:
-
Setuju sekali, bro Leo!! :afro:
Aku jadi ingin sharing (lagi), pengalamanku awal2 memperoleh (yg dengan rendah hati aku imani sebagai) karunia bahasa roh itu.
Ketika berbahasa roh itu rasanya sangat damai dan senang sekali. Dan aku bisa dibilang "ketagihan" dan bersemangat utk selalu ikut PDKK.
Akhirnya sampailah ekstasi itu pada titik yg berlebihan, aku jadi lebih mengutamakan "bahasa roh" dibanding ekaristi.
Aku merasa kok ekaristi aku tidak merasakan apa2 (hambar), sementara aku kalo bahasa roh aku lebih merasa damai dan bahagia?
Aku sampaikan isi hati ini pada pembimbing di KTM, tapi aku justru mendapat teguran sangat keras.
Ekaristi adalah pusat hidup iman katolik, adalah kesalahan besar jika merendahkan ekaristi seperti itu.
Perasaan damai, tenang, bahagia, itu adalah "bonus" dan akan berlalu, jadi aku tidak boleh mengandalkan perasaan saja dalam menyembah Tuhan.
Sementara rahmat dalam ekaristi dan rahmat dalam karunia bahasa roh itu tidak akan pernah berlalu, dan seandainya "perasaan" itu akhirnya hilang, kita tidak akan pernah sekalipun kehilangan rahmat itu.
Puji Tuhan aku memiliki pembimbing yg bijaksana dan sangat katolik, jadi aku tidak terjatuh dalam pemahaman yg salah seperti contoh dalam jemaat Korintus.
Sekarang memang kalo ada kesempatan berbahasa roh, perasaan damai itu sudah tidak seperti dulu lagi. Kadang juga malah terasa hambar. Tapi aku tidak merasakan kecewa kalo hal itu terjadi.
Dan sekarang ini justru perasaan bahagia dalam penyembahan ekaristi itu menjadi puncak dari ekstasi hidup berimanku.
Merasakan dan menyembah Allah Putra yg benar2 hadir dalam rupa roti dan anggur.
Deo Gratias = syukur kepada Allah...
Segala puji syukur kepada Allah.
Aku sungguh merasa beruntung boleh menerima rahmat menjadi seorang katolik dan juga diberi rahmat utk mencicipi nikmat ibadah karismatik seperti yg dimiliki oleh rekan2 kita dari protestant karismatik.
Sekedar sharing juga...metode kontemplasi yang ada dalam GK biasanya dalam retret2...pribadi/ sekolah/keluarga dan lain2...juga mempunyai nikmat yang tak kalah hebatnya menurut saya... :)
Waktu saya SMA, sekolah saya pernah mengadakan semacam retret...
Di dalam suatu session...ada session untuk merenungkan apa saja yang telah orang tua lakukan di dalam hidup.
Saya heran waktu itu kok yang diputar malah lagunya Ebiet G Ade...lho kok malah lagu sekuler ...judulnya ayah...
Tapi waktu saya renungkan syair2...tersebut sesuai dengan arahan si pembawa acara tersebut...tak terasa air mata menetes deras...karena saya teringat semua pengorbanan ortu saya selama ini terutama papa... :)
Begitu juga ketika mengikuti devosi jalan salib...
Jadi sepertinya ketika kita hening, kontemplasi merenungkan sesuatu , masuk ke dalam peristiwa dan konteksnya...perasaan2 tersebut bisa saja datang....
Tapi memang iman >< dengan perasaan
Jadi memang benar apapun yang kita rasakan tidak dapat menggantikan rahmat yang telah diberikan Tuhan melalui apa yang kita dapat dalam sakramen2 Gereja utamanya Ekaristi. :)
salam damai :)
-
Lha mana pernah Misa ada bahasa Rohnya???
Kamu mau buat aturan sendiri?
Sesat apabila seperti karismatik protestan:Sedangkan di Gereja Katolik sudah ada aturannya:Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang penggunaanya secara layak/teratur, termasuk dalam wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).” (Konsili Vatikan II tentang Gereja, Lumen Gentium 12)
dijelaskan dengan baik oleh Kardinal Indonesia:http://katolisitas.org/9453/dokumen-kwi-mengenai-pembaharuan-karismatik-katolik-aneka-karunia-satu-roh
Paham???!!!
Ada!!
Ada kok misa katolik karismatik yg menggunakan bahasa roh.
Kalo Anda belum pernah lihat dan tertarik utk melihatnya, silakan ikuti misa yg diadakan KTM, atau bisa ikut misa di Pertapaan Putri Karmel di Tumpang, Jawa Timur, atau di Lembah Karmel Cikanyere, Jawa Barat.
Pujian dalam (senandung) bahasa roh biasanya dilakukan hanya di akhir lagu ordinarium "Kemuliaan".
Mengenai aturan baku misa, apakah diperbolehkan memasukkan sesi bahasa roh dalam misa, itu sepenuhnya adalah wewenang dari uskup setempat.
Bisa dilihat aturannya di sini:
Lumen Gentium 26
Every legitimate celebration of the Eucharist is regulated by the bishop, to whom is committed the office of offering the worship of Christian religion to the Divine Majesty and of administering it in accordance with the Lord's commandments and the Church's laws, as further defined by his particular judgment for his diocese.
Ini salah satu bukti yg bisa aku temukan, bahwa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, merestui gerakan karismatik dan sesi bahasa rohnya.
http://www.hidupkatolik.com/2012/10/17/tumbuh-dalam-kekudusan
Dapat dibaca di artikel tersebut, bahwa Mgr. Ignatius membuka dan merestui gerakan pembaharuan karismatik Katolik, yg mempraktekkan bahasa roh yg mirip dengan praktek yg dilakukan oleh rekan2 kita dari protestant karismatik.
So... menggaris bawahi sekali lagi, gerakan karismatik katolik yg mirip dgn protestant karismatik itu telah direstui oleh uskup setempat.
Direstui artinya gerakan ini di bawah asuhan keuskupan tersebut, jadi IMHO sebaiknya tidak dicurigai sebagai gerakan sesat karena keuskupan tidak mungkin merestui dan membimbing gerakan2 sesat.
-
Setelah saya pantau, rasanya perlu diluruskan beberapa hal:Maka sudah dijawaba sebelumnya:Sedangkan:Lha saya justru mengambil sumber yang tidak memusuhi bahasa Roh, namun bersikap netral, dari bersikap netral saja sudah begitu referensinya, bagaimana yang anti bahasa Roh seperti:
http://ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2331
:doh:
Bro Yopi, tbh aku jadi bingung dgn topik yg sedang kita bahas.
Kita ini sedang membicarakan apa sih sebenarnya?
Apakah kita ini sedang membahas:
1. Petrus dalam perikop Kis 2 itu sedang menerjemahkan nubuatan2 yg dibuat dalam sesi bahasa roh, atau
2. Petrus dalam perikop Kis 2 itu sedang menjelaskan/mengajarkan ttg topik "fenomena bahasa roh"?
Aku kira kita sedang mendiskusikan/menyimpulkan apakah Petrus sedang menerjemahkan nubuatan2 dalam sesi bahasa roh yg berlangsung di perikop tersebut, i.e. point pertama?
Kalo memang ini yg sedang kita bahas, maka kesimpulanku tetap bahwa Petrus TIDAK sedang menerjemahkan nubuatan2 yg dilakukan dalam sesi bahasa roh tersebut.
Artikel yg Anda bawa dari newadvent itu menjabarkan ttg ajaran Petrus ttg fenomena bahasa roh, i.e. point kedua yg aku sebut di atas.
Petrus menjelaskan bahwa fenomena bahasa roh yg sedang terjadi itu adalah fenomena seperti yg dinubuatkan oleh nabi Yoel. Newadvent menjelaskan lebih detail mengenai maksud pengajaran Petrus.
-
Deo Gratias = syukur kepada Allah...
Sekedar sharing juga...metode kontemplasi yang ada dalam GK biasanya dalam retret2...pribadi/ sekolah/keluarga dan lain2...juga mempunyai nikmat yang tak kalah hebatnya menurut saya... :)
Waktu saya SMA, sekolah saya pernah mengadakan semacam retret...
Di dalam suatu session...ada session untuk merenungkan apa saja yang telah orang tua lakukan di dalam hidup.
Saya heran waktu itu kok yang diputar malah lagunya Ebiet G Ade...lho kok malah lagu sekuler ...judulnya ayah...
Tapi waktu saya renungkan syair2...tersebut sesuai dengan arahan si pembawa acara tersebut...tak terasa air mata menetes deras...karena saya teringat semua pengorbanan ortu saya selama ini terutama papa... :)
Begitu juga ketika mengikuti devosi jalan salib...
Jadi sepertinya ketika kita hening, kontemplasi merenungkan sesuatu , masuk ke dalam peristiwa dan konteksnya...perasaan2 tersebut bisa saja datang....
Tapi memang iman >< dengan perasaan
Jadi memang benar apapun yang kita rasakan tidak dapat menggantikan rahmat yang telah diberikan Tuhan melalui apa yang kita dapat dalam sakramen2 Gereja utamanya Ekaristi. :)
salam damai :)
Praise the Lord!!!
Makasih atas sharingnya yg menguatkan, bro Leo.
I feel blessed by your sharing... :afro:
-
Ada yang terlintas dalam pikiran saya.
Untuk menghadapi perkembangan bio teknologi maka secara khusus Gereja Katolik mengeluarkan panduan "Donum Vitae".
Donum Vitae is the instruction on Respect for Human Life in Its Origin and on the Dignity of Procreation which was issued on February 22, 1987.
Apakah untuk Bahasa Roh ini, bagi Gereja Katolik telah pernahkah dikeluarkan panduan semacam Donum Vitae diatas ?
Thanks
GBU
:)
-
panjang yah threadnya.... but this is my stance in speaking in tongues... let's see how I can keep up.
Dalam Alkitab terdokumentasi 2 macam bahasa roh (yang adalah terminologi yang salah, yang benar adalah speaking in tongues > berkata dalam bahasa-bahasa asing). adalah pertama bahasa Roh sebagai tanda orang kepenuhan Roh Kudus (bd Kis 2:4, 2:16, 10:44-46, 11:15-17, 19:6) dan semua boleh berkata-kata sekaligus, serentak, tanpa terjemahan. hal ini sebagai studi Charles Fox Parham dengan murid-muridnya dan sebagai percikan awal berdirinya gerakan Pantekosta tahun 1900, di Topeka, Kansas. Yang kedua ialah bahasa roh sebagai karunia, dan diatur dalam surat Korintus dengan jelas bahwa tidak boleh menyebabkan kegaduhan, harus ada yang menerjemahkan.
ada lagi yang membagi secara praktis bahasa roh menjadi 3:
1. bahasa roh dibuat-buat, asal2an. dalam Alkitab tertulis dengan jelas: bahasa. jadi berupa bahasa. bukan asal-asalan.
2. bahasa roh tetapi "devil-inspired". ada orang-orang yang dikaruniai dengan karunia mengartikan bahasa-bahasa ini, dan benar saja isinya menghujat Allah. berberapa kasus seperti di KKR Jeff Jansen di Tanzania, (banyak praktik satanis, voodoo, dll) banyak orang kerasukan setan mrk menghujat Allah dalam bahasa2 tidak dikenal.
3. bahasa roh yang benar-benar diinspirasikan dari Roh Kudus.
jika ada yang menjawab bahwa karunia-karunia Roh tidak ada lagi, tidak ada lagi bahasa Roh (cessassionist), saya bisa katakan saya kenal berberapa org yang bisa berbahasa bahasa lain, termasuk jepang, arab, urdu, mandarin dll padahal kalo diajak ngomong mereka ga ngerti. ada kesaksian orang Cina mendengar seseorang mendengar seseorang berbahasa Roh dalam bahasa Mandarin, dia bilang "itu adalah kalimat-kalimat terindah yang pernah saya dengar". ada juga yang berbahasa Roh... dalam bahasa Inggris! signs and wonders do not cease, but often falsified. saya mengalami sendiri dan melihat dengan mata kepala sendiri.
1 Tes 5:21 - Ujilah segala sesuatu.
-
ini ada yang saya post dari thread lain..
ini artikel yang lumayan menarik karena banyak penafsiran yang unik. coba saya telusuri. yang nomornya diskip artinya saya no comment.
Quote from: Jenova on October 08, 2012, 03:35:50 PM
Artikel Iman : Roh Kudus
KARUNIA BERBICARA DALAM BAHASA ROH(I KOR. 12: 10, 28)
...
3. Ada 3 Jenis dalam Karunia Bahasa Roh.
A. Karunia mukjizat / Karunia berkata-kata dalam bahasa asing (Kis.2: 6-11, I Kor.14:22)
berbagai macam orang yang hadir di Yerusalem pada waktu Pentakosta, mereka mendengar para Rasul berkata-kata dalam bahasa yang dipakai di negeri asalnya, misalnya, misalnya yang hadir, ada oarng Partia, Media, Elam, Kapadokia,…Mesir dan daerah sekiarnya. Selain itu juga hadir orang penganut agama Yahudi, orang Kreta dan juga orang Arab.
B.Berupa pesan, untuk karunia ini harus ada yang menafsirkan (I Kor.14: 26-27),
dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pesan Allah yang berupa nubuat ini disampaikan dalam bentuk kata-kata bahasa roh, yang perlu ditafsirkan agar orang-orang mendengarkan pesan itu dapat mengerti.
C. Berupa Doa,
mengenai hal ini ada dua sifat, yaitu: 1). didoakan secara lantang (tidak didoakan dalam hati), dan (2) tidak verbal atau tidak dimengerti (I Kor. 14: 2). Doa dalam bahasa roh ini dapat disampaikan dengan kata-kata yang dapat didengar oleh orang-orang yang hadir, tetapi tidak dimengerti (non verbal), dan doa ini juga dapat disampaikan secara diam (dalam hati).
(bersambung ... ...)
Kurang tepat...
Bahasa Roh yang tercatat dalam Alkitab:
1. Sebagai Karunia (1 Kor 12:10), dan harus ada yang mengerti (1 Kor 14:2-33) karena berfungsi untuk membangun jemaat.
2. Tanda orang sedang kepenuhan Roh Kudus (Kis 2:6-11, 10:44-46, 19:1-7) dan karena ini bukan "karunia" maka mau 100 orang kepenuhah Roh Kudus lalu berbahasa Roh tidak apa-apa, tidak ada keperluan untuk menafsirkan.
Ini menurut ajaran Pantekosta tentang Roh Kudus, yang pertama dirumuskan di sekolah Alkitab Charles Fox Parham di Topeka Kansas tahun 1899, dan di sana pencurahan Roh Kudus yang pertamakali setelah sekian lama jaman kitab Ester terulang, tanggal 1 Januari 1900.
Tetapi ada juga berberapa teolog yang menambahkan poin ke 3 berdasarkan 1 Kor 14:2,4,18, bahasa Roh sebagai bahasa doa pribadi.
Quote from: Jenova on October 08, 2012, 03:36:26 PM
5. Penggunaan Karunia Bahasa Roh.
a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).
Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).
b. Menyanyi dalam roh (I Kor. 14: 15).
Karunia ini merupakan karunia doa pujian, yang seringkali diwujudkan dalam bentuk nyanyian yang disebut menyanyi dalam roh atau disebut juga bersenandung dalam roh. Dalam I Kor. 14: 15 Paulus menulis bahwa selain ia berdoa dengan akal budi, dia juga akan menyanyi dan memuji Allah dalam rohnya.
c. Dalam wujud bahasa malaikat (I Kor. 13: 1).
Berdoa dalam bahasa roh seringkali berbentuk kata-kata yang disampaikan pada Allah tetapi tidak dimengerti oleh yang mendoakan ataupun orang lain yang mendengarnya, hal inilah yang disebut berkata-kata dengan bahasa malaikat. (Bandingkan I Kor. 14: 2).
d. Berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14: 26-28).
Berkata-kata dengan bahasa roh, seringkali juga dimksudkan sebagai karunia bernubuat, yang mana dalam hal ini orang yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan dan yang mendengar juga tidak mengerti, maka untuk itu dibutuhkan karunia penafsiran. Karunia berkata-kata dalam bahasa roh ini harus ditafsirkan karena kata-kata berupa pesan yang disampaikan berguna untuk membangun jemaat. (I Kor. 14: 4).
b. Kurang tepat. Menyanyi, memuji, ataupun bersenandung dalam Roh, bukan karunia berbahasa Roh, bukan tidak mungkin tiba2 seseorang dapat bernyanyi dalam bahasa lain, tetapi ayat ini ikut dijelaskan di Yohanes 4:23-24 "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-pnyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebaba Bapa menghendaki penyebah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jadi ini bukan karunia tetapi memang sudah seharusnya kita semua menyembah Tuhan dalam Roh. Lebih luas lagi, menyembah Tuhan bukan hanya dalam ibadah, bukan hanya dalam nyanyian pujian, tetapi dalam hidup (bd. Yoh 14:12), maka Paulus menulis dalam Efesus 5:18 untuk penuh dengan Roh dan jika kita lihat dalam teks Yunani dan terjemahan Amplified penuh di sini merupakan satu continuity/perpetually, terus menerus, setiap saat penuh dengan Roh.
c. Saya bukan ahli taurat garis keras, dan akan bilang ajaran ini bidat/heresy, tetapi penulis artikel ini (atau perumus ajaran ini, siapapun) sepertinya tidak membaca kata pertama dalam ayat 1 Korintus 13:1, yaitu "SEKALIPUN/IF". Ini adalah kalimat pengandaian. Bukan berarti Paulus bisa berbahasa Malaikat. Paulus sedang menjelaskan jika ia berbicara dalam semua bahasa yang diketahui di dunia tetapi ga punya kasih, ga ada artinya. Ia bukan menjelaskan tentang bahasa Malaikat. Dan kalau definisi bahasa malaikat adalah kata-kata yang tidak dimengerti siapapun, apakah hal tersebut akan membangun baik orang yang mendoakan maupun yang didoakan? Kembali ke ayat 9-12.
(to be continued)
-
Quote from: Jenova on October 08, 2012, 03:36:26 PM
6. Manfaat Bahasa Roh.
a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).
b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.
c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.
e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.
f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.
g. Dan lain-lain.
ada Pendeta yang bilang "seenggaknya sekali setiap hari berdoalah dalam bahasa Roh". I don't feel a need to do that, dan saya ga pernah baca di Alkitab ada kalimat seperti itu. Yang ada hanyalah setiap hari penuh dengan Roh. Ga harus berbahasa Roh. Yang membawa dekat kita kepada hadirat Allah bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus. Gerakan Kharismatik sangat menekankan pada Karunia/KHARISMA dalam pengajarannya, sehingga terkadang melupakan Roh Kudus yang memberikannya.
b. yang bikin semangat bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus!
c. berdoa bahasa roh menjadikan seseorang jadi lebih teratur berdoa? bukan Roh Kudus nya? hmm...
d. ups.... karunia karismatik, bukan karunia roh ya? Dan kayaknya redundant yah? Karismatik sendiri asal katanya dari kata Kharisma, yang artinya karunia. jadi kalo mau diEYD kan, karunia karuniatik? hmm..
Dan bahasa Roh bukan "pintu" memasuki karunia lainnya secara lebih efektif. Karunia Roh digunakan untuk membangun jemaat, memberkati orang lain. Tetapi Roh Kudus baru akan menaruh kepercayaan bahwa kita bertanggung jawab untuk menerimanya jika kita sudah bertumbuh dewasa dalam Roh, dalam pengenalan, dalam persekutuan/hubungan yang pribadi dengan Bapa. Bukan bahasa Roh.
e. bukan bahasa Roh yang memberi perasaan tenang dan damai, tetapi Roh Penghibur/Parakletos yaitu Roh Kudus. dan tidak mungkin hening karena sesuai tulisan di awal, bahasa Roh diucapkan bukan di dalam hati kan (ada juga yang di dalam hati, well, entahlah dengan artikel ini)? Dan apakah orang yang mendengarnya akan merasa tenang dan damai juga?
f. Ketika saya berdoa dan tidak tahu apa yang harus didoakan, karena Roh Kudus yang selalu menjadi kekuatan ketika kita berdoa, maka Roh Kudus sendirilah yang akan membantu kita, entah Ia menyuarakan bahasa Roh, atau Ia memberikan perkataan hikmat (yang juga merupakan karunia Roh, baca 1 Kor 12:8). Bukan berdoa dalam bahasa Roh, emang orang yang didoain ngerti?
Quote from: Jenova on October 08, 2012, 03:36:26 PM
7. Cara Memperolehnya.
a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.
b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.
c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
a. Kis 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, akau akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Not exactly kerjasama, karena kita sebenarnya tidak sanggup berbuat apa-apa, semua hanya karena pekerjaan kuasa Allah. Bagian dari kita, kita cuma bisa berserah.
b. not sure what it means by faal iman, tetapi memang mencabut akar-akar pahit dalam hati itu perlu, tetapi bukan kita yang mencabutnya, minta Roh Kudus untuk membantu mencabut semua akar-akar pahit.
c. "Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!"
jadi menyerahkan diri pada, karunia? Bukan dipenuhi Roh? Ini aja udah ga bener, lalu mendoakan orang lain dalam bahasa Roh, entah orang itu mengerti atau tidak, lalu orang yang didoakan disuruh meniru yang artinya udah berserah. apa yang BENAR dan SESUAI DENGAN Alkitab dari poin ini?
d. wait, ini proses?
Quote from: Jenova on October 08, 2012, 03:36:26 PM
Sumber Referensi:
•Kitab Suci
•Bahan Retret Pengembangan Karunia, Kamis s.d. Minggu, 19 s.d. 22 Nopember 1992, Ngadireso – Tumpang, Malang.
•Bertumbuh dalam Karunia-karunia Roh Kudus, Sebuah Buku Panduan yang disusun oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus.
•Kemitraan Allah dengan Manusia, Rteret Imam Sumatera III, 1998 oleh Fr. Fio Mascarenhas, SJ.
•Pembaharuan Karismatik Katolik, Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK, 1996 Fr. Fio Mascarenhas, SJ., terjemahan Rm. F.X. Soekarno, OSC.
•Aneka Karunia, Satu Roh Surat Gembala Mengenai Pembaharuan Karismatik Katolik
•Konferensi Waligereja Indonesia, 2006
•Karunia Sabda Pengetahuan, Penuntun Praktis Pemecahan Masalah Kehidupan, oleh Fr. Robert DeGrandis, S.S.J. 1993
•Discerment, Karunia Membeda-bedakan Roh, oleh Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel, SJ dan Rm. B. S. Mardiatmadja, SJ, 2006.
•Mungkinkah Karismatik Sungguh Katolik? Sebuah Pencarian, oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ. 2007.
•The Gift of Tongues, Fr. Robert DeGrandis, S.S.J, USA., 1983.
•Suara-Suara Surgawi, Sumakud, Hendra Ignatius, A. Centra Print, 2005.
•Glossa, DR. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Batu, 1979.
Andreas Sardjono
Sumber: WS 03/th VI/Mei-Juni/2010
dikutip dari: http://www.karismatikkatolik.org/detailArticle.asp?id=3&id2=8&id3=228
08/10/2012
gak yakin sih, apa ajaran dari aliran Kharismatik denom lainnya sama dengan ajaran katolik karismatik ini, tetapi yang pasti saya memandang artikel ataupun ajaran ini Alkitabiah. Artikel ini juga banyak inkonsistensi, misalnya bahasa Roh udah ditulis hendaknya berdoa membangun jemaat dalam bahasa yang dimengerti, tetapi juga menulis mendoakan orang lain dalam bahasa Roh atau bahasa malaikat. piye toh iki
Saya dapat dibilang orang yang sangat sound dengan karunia-karunia ini karena saya dibesarkan dalam lingkungan Kristen Pantekosta (Gereja Pantekosta di Indonesia, gereja Pantekosta pertama di Indonesia sebelum GISI dan GBI), dan karena saya melihat banyak false 'prophet' dari kalangan ajaran Kharismatik dan Word of Faith seperti Kenneth Copeland dan Rodney Howard-Browne dan pengikut2 gerakan Toronto Blessing lainnya, sehingga banyak ajaran-ajaran dalam Alkitab termasuk Karunia Roh diacak-acak, sehingga muncul orang-orang seperti John MacArthur yang menyangkal Roh Kudus masih bekerja, karena adanya orang-orang ini.
-
Nihil Obstat dan imprimatur hanyalah sekedar pernyataan bahwa tidak ada yang merusak iman dan moral dari suatu tulisan sehingga boleh dipublikasi. Sama sekali tidak menyatakan bahwa isi buku tersebut adalah ajaran Katolik. Nihil Obstat dan di-Imprimatur hanya pernyataan lokal [dan bukan dalam ranah ajaran sehingga uskup dalam hal ini bukan dalam kapasitas Magisterium]
Selain tidak inffallible... jika ternyata ada yg salah dari buku tersebut, ya harus ditolak dan justru akan sesat bisa tidak menolaknya.
Ya, jika ditemukan bertentangan dengan dogma atau ajaran infallible GK, maka ajaran itu harus ditolak, sekalipun telah memperoleh status nihil obstat.
Masalahnya sekarang yg berkaitan dengan ajaran bahasa roh, apakah ada ajaran infallible GK yg menolak / bertentangan dengan ajaran/praktek bahasa roh dalam PKK?
Kalo tidak ada ajaran infallible GK yg bertentangan / mengutuk ajaran / praktek bahasa roh dalam PKK, mengapa kita harus mempertanyakan keabsahan nihil obstat dalam ajaran bahasa roh PKK?
Ambil contoh buku-buku De Mello dinotifikasi oleh CDF. Buku-buku tsb AFAIK adalah NIHIL OBSTAT dan direstui untuk dipublikasi oleh Uskup (Imprimatur).
Maaf, aku tidak paham.
Ada apa dengan buku2 De Mello ini? :what:
Yg membuat saya keberatan dengan postingan Anda adalah karena tempatnya di Board Ajaran Katolik. Sementara postingan di Board tersebut TIDAK BOLEH disanggah. [Entah sengaja atau tidak, Anda seperti bermaksud 'membuat' postingan Anda dan PKK Anda terbebas dari sanggahan.
Jika toh, sudah ada topiknya di ruang disksusi.... kenapa masih Anda buat juga di Board Ajaran Katolik???? Supaya tidak ada yg menyanggah???
Board ajaran boleh disanggah, tapi disanggah di board diskusi.
Salah satu caranya ya seperti ini, postingan di board ajaran yg mau disanggah di-quote dan dibawa ke thread diskusi.
Cara ini dimaksudkan agar penyampaian ajaran apapun, selama dapat dipertanggung-jawabkan, tidak terinterupsi oleh sanggahan2.
Jika dari sanggahan2 dalam diskusi ditemukan bahwa ajaran tersebut menyimpang dari ajaran resmi denominasi yg bersangkutan, maka FIK akan memindahkan / mengunci / menghapus ajaran yg salah itu dari board ajaran diskusi.
Silakan, jika Anda mau menyanggah keabsahan ajaran bahasa roh PKK, bisa Anda bagikan ajaran resmi GK yg menolak gerakan karismatik PKK. :)
-
ini artikel yang lumayan menarik karena banyak penafsiran yang unik. coba saya telusuri. yang nomornya diskip artinya saya no comment.
Kurang tepat...
Bahasa Roh yang tercatat dalam Alkitab:
1. Sebagai Karunia (1 Kor 12:10), dan harus ada yang mengerti (1 Kor 14:2-33) karena berfungsi untuk membangun jemaat.
2. Tanda orang sedang kepenuhan Roh Kudus (Kis 2:6-11, 10:44-46, 19:1-7) dan karena ini bukan "karunia" maka mau 100 orang kepenuhah Roh Kudus lalu berbahasa Roh tidak apa-apa, tidak ada keperluan untuk menafsirkan.
Ini menurut ajaran Pantekosta tentang Roh Kudus, yang pertama dirumuskan di sekolah Alkitab Charles Fox Parham di Topeka Kansas tahun 1899, dan di sana pencurahan Roh Kudus yang pertamakali setelah sekian lama jaman kitab Ester terulang, tanggal 1 Januari 1900.
Tetapi ada juga berberapa teolog yang menambahkan poin ke 3 berdasarkan 1 Kor 14:2,4,18, bahasa Roh sebagai bahasa doa pribadi.
------
b. Kurang tepat. Menyanyi, memuji, ataupun bersenandung dalam Roh, bukan karunia berbahasa Roh, bukan tidak mungkin tiba2 seseorang dapat bernyanyi dalam bahasa lain, tetapi ayat ini ikut dijelaskan di Yohanes 4:23-24 "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-pnyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebaba Bapa menghendaki penyebah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jadi ini bukan karunia tetapi memang sudah seharusnya kita semua menyembah Tuhan dalam Roh. Lebih luas lagi, menyembah Tuhan bukan hanya dalam ibadah, bukan hanya dalam nyanyian pujian, tetapi dalam hidup (bd. Yoh 14:12), maka Paulus menulis dalam Efesus 5:18 untuk penuh dengan Roh dan jika kita lihat dalam teks Yunani dan terjemahan Amplified penuh di sini merupakan satu continuity/perpetually, terus menerus, setiap saat penuh dengan Roh.
c. Saya bukan ahli taurat garis keras, dan akan bilang ajaran ini bidat/heresy, tetapi penulis artikel ini (atau perumus ajaran ini, siapapun) sepertinya tidak membaca kata pertama dalam ayat 1 Korintus 13:1, yaitu "SEKALIPUN/IF". Ini adalah kalimat pengandaian. Bukan berarti Paulus bisa berbahasa Malaikat. Paulus sedang menjelaskan jika ia berbicara dalam semua bahasa yang diketahui di dunia tetapi ga punya kasih, ga ada artinya. Ia bukan menjelaskan tentang bahasa Malaikat. Dan kalau definisi bahasa malaikat adalah kata-kata yang tidak dimengerti siapapun, apakah hal tersebut akan membangun baik orang yang mendoakan maupun yang didoakan? Kembali ke ayat 9-12.
(to be continued)
IMHO, sah2 saja kalo memiliki interpretasi yg berbeda dalam menafsirkan jenis2 karunia bahasa roh.
Tafsiran Anda tidak salah, dan IMHO tafsiran dalam artikel yg aku bawa juga TIDAK bisa dibilang kurang tepat, karena toh masing2 tafsiran itu tidak ada yg infallible alias mutlak benar sehingga bisa menyatakan tafsiran yg lainnya salah.
IMHO, kita hanya memiliki tafsiran yg berbeda, dan masing2 bisa dipertanggung-jawabkan. :)
-
ada Pendeta yang bilang "seenggaknya sekali setiap hari berdoalah dalam bahasa Roh". I don't feel a need to do that, dan saya ga pernah baca di Alkitab ada kalimat seperti itu. Yang ada hanyalah setiap hari penuh dengan Roh. Ga harus berbahasa Roh. Yang membawa dekat kita kepada hadirat Allah bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus. Gerakan Kharismatik sangat menekankan pada Karunia/KHARISMA dalam pengajarannya, sehingga terkadang melupakan Roh Kudus yang memberikannya.
b. yang bikin semangat bukan bahasa Roh, tetapi Roh Kudus!
Setuju!!! :afro:
c. berdoa bahasa roh menjadikan seseorang jadi lebih teratur berdoa? bukan Roh Kudus nya? hmm...
Bukan, silakan dibaca sekali lagi kalimatnya. :)
Yg dituliskan di artikel tersebut adalah jika seseorang berdoa dlm bahasa roh secara teratur maka ia akan semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
d. ups.... karunia karismatik, bukan karunia roh ya? Dan kayaknya redundant yah? Karismatik sendiri asal katanya dari kata Kharisma, yang artinya karunia. jadi kalo mau diEYD kan, karunia karuniatik? hmm..
Dan bahasa Roh bukan "pintu" memasuki karunia lainnya secara lebih efektif. Karunia Roh digunakan untuk membangun jemaat, memberkati orang lain. Tetapi Roh Kudus baru akan menaruh kepercayaan bahwa kita bertanggung jawab untuk menerimanya jika kita sudah bertumbuh dewasa dalam Roh, dalam pengenalan, dalam persekutuan/hubungan yang pribadi dengan Bapa. Bukan bahasa Roh.
Maksud dari statement ”(bahasa roh) merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif” adalah demikian: bahwa dalam karunia karismatik itu dapat membangun diri sendiri dengan kata2 hikmat yg tidak dimengerti oleh budi dan dapat membangun jemaat jika ditafsirkan. Dalam PKK, kami mengimani bahwa utk dapat memahami atau menerjemahkan bahasa roh, maka seseorang harus mendapat karunia utk berbahasa roh itu dulu. Inilah mengapa kami katakan bahwa ”berbahasa roh menjadi pintu”, karena tanpa memperoleh karunia bahasa roh itu, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memasuki karunia2 karismatik lainnya seperti bernubuat ataupun menerjemahkan nubuat.
e. bukan bahasa Roh yang memberi perasaan tenang dan damai, tetapi Roh Penghibur/Parakletos yaitu Roh Kudus.
Setuju!!
dan tidak mungkin hening karena sesuai tulisan di awal, bahasa Roh diucapkan bukan di dalam hati kan (ada juga yang di dalam hati, well, entahlah dengan artikel ini)? Dan apakah orang yang mendengarnya akan merasa tenang dan damai juga?
IMHO, ketika pertama kali mendengar doa dalam senandung roh, aku merasakan damai lho, padahal waktu itu aku belum mendapat karunia utk berbahasa roh.
Dan doa bahasa roh dalam hening itu dilakukan jika (sesuai ajaran Paulus) tidak ada yg memiliki karunia menafsirkan dalam jemaat itu, sehingga bahasa roh tidak menjadi batu sandungan bagi orang2 tidak percaya yg menyaksikan fenomena bahasa roh itu. Dan jika didoakan dalam hening, aku percaya Roh Kudus memberikan kedamaian setidaknya pada masing2 pribadi yg berdoa. At least that was my experience. :)
f. Ketika saya berdoa dan tidak tahu apa yang harus didoakan, karena Roh Kudus yang selalu menjadi kekuatan ketika kita berdoa, maka Roh Kudus sendirilah yang akan membantu kita, entah Ia menyuarakan bahasa Roh, atau Ia memberikan perkataan hikmat (yang juga merupakan karunia Roh, baca 1 Kor 12:8). Bukan berdoa dalam bahasa Roh, emang orang yang didoain ngerti?
Setuju!! Dan aku rasa sama maksudnya dengan yg dituliskan dalam artikel tersebut?
-
a. Kis 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, akau akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Not exactly kerjasama, karena kita sebenarnya tidak sanggup berbuat apa-apa, semua hanya karena pekerjaan kuasa Allah. Bagian dari kita, kita cuma bisa berserah.
Kerja sama di sini maksudnya adalah kita mau menerima rahmat dari Allah.
Kalo Allah mengaruniakan, tetapi kita menolak (i.e. tidak bekerja sama), maka karunia itu tidak akan termanifestasi dalam diri kita.
b. not sure what it means by faal iman, tetapi memang mencabut akar-akar pahit dalam hati itu perlu, tetapi bukan kita yang mencabutnya, minta Roh Kudus untuk membantu mencabut semua akar-akar pahit.
Setuju!!
c. "Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!"
jadi menyerahkan diri pada, karunia? Bukan dipenuhi Roh? Ini aja udah ga bener, lalu mendoakan orang lain dalam bahasa Roh, entah orang itu mengerti atau tidak, lalu orang yang didoakan disuruh meniru yang artinya udah berserah. apa yang BENAR dan SESUAI DENGAN Alkitab dari poin ini?
Menyerahkan diri ya artinya menyerahkan pada Allah Roh Kudus, Sang Pemberi karunia. :)
Metode ini adalah praktek yg umum dilakukan di PKK, dan mungkin berbeda dgn cara jemaat dalam gereja Anda utk mengejar karunia ini. IMHO, sekali lagi ini hanya beda dalam hal interpretasi dan praktek, tapi bukan utk saling membenarkan/menyalahkan.
Atau, jika Anda punya interpretasi lain ttg cara mengejar karunia bahasa roh, mungkin bisa dibagikan di sini?
d. wait, ini proses?
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
Err… hubungannya dengan point yg dbahas apa ya?
gak yakin sih, apa ajaran dari aliran Kharismatik denom lainnya sama dengan ajaran katolik karismatik ini, tetapi yang pasti saya memandang artikel ataupun ajaran ini Alkitabiah.
IMHO, artikel di atas itu alkitabiah. :)
Artikel ini juga banyak inkonsistensi, misalnya bahasa Roh udah ditulis hendaknya berdoa membangun jemaat dalam bahasa yang dimengerti, tetapi juga menulis mendoakan orang lain dalam bahasa Roh atau bahasa malaikat. piye toh iki
Bahasa roh itu bagaikan sekeping mata uang dgn 2 sisi.
Di satu sisi dapat dimengerti jika diterjemahkan dan dapat membangun jemaat; di sisi lain bahasa ini pada dasarnya tidak dimengerti oleh manusia tetapi dimengerti oleh Allah, makanya disebut (seibarat) bahasa malaikat.
Saya dapat dibilang orang yang sangat sound dengan karunia-karunia ini karena saya dibesarkan dalam lingkungan Kristen Pantekosta (Gereja Pantekosta di Indonesia, gereja Pantekosta pertama di Indonesia sebelum GISI dan GBI), dan karena saya melihat banyak false 'prophet' dari kalangan ajaran Kharismatik dan Word of Faith seperti Kenneth Copeland dan Rodney Howard-Browne dan pengikut2 gerakan Toronto Blessing lainnya, sehingga banyak ajaran-ajaran dalam Alkitab termasuk Karunia Roh diacak-acak, sehingga muncul orang-orang seperti John MacArthur yang menyangkal Roh Kudus masih bekerja, karena adanya orang-orang ini.
Ya, sungguh ironis.
IMHO, banyak umat katolik yg “anti” gerakan karismatik dikarenakan terlanjur paranoid dengan praktek2 karismatik palsu yg mengejar ketenaran dan sensasi saja seperti yg Anda sebutkan ini. :(
-
Diskusi yg sangat menarik. Bukan saja dari isinya, tapi justru dari latar belakang peserta diskusi.
Seperti ada yg terbalik disini, seorang katolik yg pro bahasa roh dan seorang aliran pentakosta yg (tampak terlihat) mengcounter karunia bahasa roh di hari2 ini.
Nice FIK.. !
-
Setuju!!! :afro:
Bukan, silakan dibaca sekali lagi kalimatnya. :)
Yg dituliskan di artikel tersebut adalah jika seseorang berdoa dlm bahasa roh secara teratur maka ia akan semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.
sama aja yang kayak saya bilang di atas, bahasa Roh ga bikin orang peka dengan bimbingan Roh Kudus. baik secara alkitabiah, maupun secara pengalaman, I don't find that to be true.
Maksud dari statement ”(bahasa roh) merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif” adalah demikian: bahwa dalam karunia karismatik itu dapat membangun diri sendiri dengan kata2 hikmat yg tidak dimengerti oleh budi dan dapat membangun jemaat jika ditafsirkan. Dalam PKK, kami mengimani bahwa utk dapat memahami atau menerjemahkan bahasa roh, maka seseorang harus mendapat karunia utk berbahasa roh itu dulu. Inilah mengapa kami katakan bahwa ”berbahasa roh menjadi pintu”, karena tanpa memperoleh karunia bahasa roh itu, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memasuki karunia2 karismatik lainnya seperti bernubuat ataupun menerjemahkan nubuat.
ada dasar atau bukti?
Setuju!!
IMHO, ketika pertama kali mendengar doa dalam senandung roh, aku merasakan damai lho, padahal waktu itu aku belum mendapat karunia utk berbahasa roh.
Dan doa bahasa roh dalam hening itu dilakukan jika (sesuai ajaran Paulus) tidak ada yg memiliki karunia menafsirkan dalam jemaat itu, sehingga bahasa roh tidak menjadi batu sandungan bagi orang2 tidak percaya yg menyaksikan fenomena bahasa roh itu. Dan jika didoakan dalam hening, aku percaya Roh Kudus memberikan kedamaian setidaknya pada masing2 pribadi yg berdoa. At least that was my experience. :)
Roh Kudus memang namanya "Comforter" maka pasti membawa damai. Itu sebabnya orang tertarik untuk memiliki Yesus, untuk memiliki Roh Kudus. setiap kita memiliki sebahagian dari Roh Kudus meskipun belum penuh, yang memungkinkan kita memuji Allah. Setelah dipenuhi Roh Kudus dan bertumbuh secara rohani, hubungan pribadi dengan Allah Bapa, baru karunia-karunia akan dipercayakan.
Senandung Roh bukan karunia. maksudnya mungkin bersenandung tapi dalam konteks memuji menyembah Allah, singing simple melodies for the most high God. dan setiap saat memang kita harus menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
Setuju!! Dan aku rasa sama maksudnya dengan yg dituliskan dalam artikel tersebut?
saya mengomentari kata2 terakhir di akhir poin f -> "misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya."
Kerja sama di sini maksudnya adalah kita mau menerima rahmat dari Allah.
Kalo Allah mengaruniakan, tetapi kita menolak (i.e. tidak bekerja sama), maka karunia itu tidak akan termanifestasi dalam diri kita.
I'm talking from a John Calvin view, but is also true from an Arminian view.
Setuju!!
Menyerahkan diri ya artinya menyerahkan pada Allah Roh Kudus, Sang Pemberi karunia. :)
Metode ini adalah praktek yg umum dilakukan di PKK, dan mungkin berbeda dgn cara jemaat dalam gereja Anda utk mengejar karunia ini. IMHO, sekali lagi ini hanya beda dalam hal interpretasi dan praktek, tapi bukan utk saling membenarkan/menyalahkan.
Atau, jika Anda punya interpretasi lain ttg cara mengejar karunia bahasa roh, mungkin bisa dibagikan di sini?
kita TIDAK PERNAH MENGEJAR KARUNIA BAHASA ROH MAUPUN KARUNIA-KARUNIA LAINNYA, tetapi PENGENALAN AKAN Allah!!
Hosea 6:6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
kita udah pernah baca dalam Matius 7:21-23 Yesus mengatakan kepada orang-orang yang bisa bikin mukjizat2, punya karunia-karunia, tapi Yesus bilang Dia ga kenal mereka.
Apa yang kita kejar? Pengenalan akan Allah. Tapi ga bisa dengan kekuatan sendiri, kita butuh Roh Kudus. Yesus menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong et al, sebelum Yesus diangkat Yesus bilang kepada murid2nya agar tunggu sampai Kuasa itu turun atas mereka. Yang kita kejar adalah kepenuhan Roh Kudus, bukan karunia Roh atau hanya karunia bahasa Roh.
saya tidak tahu apa dasar praktek tersebut but that's certainly not right. saya bahkan tidak tahu apakah "karunia" tsb asli atau tidak. most likely not, karena saya membaca kata "meniru". menyerahkan diri bukan pada kata-kata orang yang punya karunia bahasa roh, tetapi Roh Kudus.
we can argue from the scriptures, and I found many of your practices don't go according to the Scriptures.
d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!
“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”
Err… hubungannya dengan point yg dbahas apa ya?
itu bukan dari artikel?
IMHO, artikel di atas itu alkitabiah. :)
ralat. maksud saya tidak Alkitabiah.
Bahasa roh itu bagaikan sekeping mata uang dgn 2 sisi.
Di satu sisi dapat dimengerti jika diterjemahkan dan dapat membangun jemaat; di sisi lain bahasa ini pada dasarnya tidak dimengerti oleh manusia tetapi dimengerti oleh Allah, makanya disebut (seibarat) bahasa malaikat.
^ gak sesuai dengan yang saya baca dari artikel
Ya, sungguh ironis.
IMHO, banyak umat katolik yg “anti” gerakan karismatik dikarenakan terlanjur paranoid dengan praktek2 karismatik palsu yg mengejar ketenaran dan sensasi saja seperti yg Anda sebutkan ini. :(
they're clouding the works, making many people feel ill about it.
Diskusi yg sangat menarik. Bukan saja dari isinya, tapi justru dari latar belakang peserta diskusi.
Seperti ada yg terbalik disini, seorang katolik yg pro bahasa roh dan seorang aliran pentakosta yg (tampak terlihat) mengcounter karunia bahasa roh di hari2 ini.
Nice FIK.. !
First and foremost, I am totally not against gift of tongues. But what I am against, are the false teachings of the whole Bible, not just about the gift of tongues. I do acknowledge different interpretation, but can also decide if the interpretation seem to disagree with a different part of the Bible. I've been trying to write, like an article about "Bridging Calvinism and Arminianism", it's just a mater of their interpretation of the issue of salvation, but I know they're talking the same thing, but from a different point of view. And this kind of interpretation, nope.
Saya pun sudah dibaptis dengan Roh Kudus, bahasa Roh keluar ketika Roh Kudus yang memampukan saya melakukannya, juga karunia-karunia lain seperti perkataan hikmat, karunia iman, dlsb. So at this matter, I can argue from theological/scriptural aspect, as well as my own experience.
-
ehehehe.. Bahasa Roh...
ehehe....hehe...
-
sama aja yang kayak saya bilang di atas, bahasa Roh ga bikin orang peka dengan bimbingan Roh Kudus. baik secara alkitabiah, maupun secara pengalaman, I don't find that to be true.
1 Kor 14 : 2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Aku yakin Anda akan setuju bahwa berdoa itu membuat seseorang semakin dekat dengan Allah, i.e. semakin peka dengan bimbingan Roh Kudus. Berdoa dalam bahasa roh itu kita mengucapkah hal2 yg rahasia kepada Allah, in a way we have an advantage by praying in tongue compared to normal praying.
Kalo berdoa dgn cara biasa saja bisa membuat kita semakin peka thd bimbingan Roh Kudus, mosok berdoa dgn bahasa roh tidak dapat membuat kita peka terhadap bimbingan Roh Kudus?
ada dasar atau bukti?
1 Kor 14 : 2
Tanpa memiliki karunia berbahasa roh, bagaimana kita bisa mengucapkan hal2 yg rahasia kepada Allah?
1 Kor 14 : 3
Nubuat biasanya terjadi ketika karunia berbahas roh dimanifestasikan. Bagaimana kita dapat membangun jemaat dengan nubuatan2 jika kita tidak tidak/belum berbahasa roh?
1 Kor 14 : 5
Bahasa roh itu harus diterjemakan agar dapat membangun jemaat. Bagaimana kita dapat menerjemahkan kalo bahasa roh itu sendiri msh asing bagi kita, i.e. kita belum berbahasa roh?
Roh Kudus memang namanya "Comforter" maka pasti membawa damai. Itu sebabnya orang tertarik untuk memiliki Yesus, untuk memiliki Roh Kudus. setiap kita memiliki sebahagian dari Roh Kudus meskipun belum penuh, yang memungkinkan kita memuji Allah. Setelah dipenuhi Roh Kudus dan bertumbuh secara rohani, hubungan pribadi dengan Allah Bapa, baru karunia-karunia akan dipercayakan.
Agree!!!
Senandung Roh bukan karunia. maksudnya mungkin bersenandung tapi dalam konteks memuji menyembah Allah, singing simple melodies for the most high God. dan setiap saat memang kita harus menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
Senandung roh memang bukan karunia. Bersenandung tidak dalam roh memang bukan karunia.
Tetapi ketika kita berbahasa roh, dan bahasa itu disenandungkan, maka sejatinya kita sedang mempraktekkan karunia yg kita peroleh.
saya mengomentari kata2 terakhir di akhir poin f -> "misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya."
1 Kor 14 : 2
Penyakit yg kita tidak tahu penyebabnya, IMHO merupakan contoh2 hal2 yg rahasia.
Dengan berbahasa roh, maka hal yg rahasia ini terungkap, dan kita dapat mendoakan secara lebih specific utk kesembuhan dari penyakit ”misterius” ini.
I'm talking from a John Calvin view, but is also true from an Arminian view.
Hmm… berkaitan dgn single predestination dalam TULIPnya Calvin ya?
Makanya tidak diperlukan kerja sama manusia, salvation by grace only.
Let’s agree to disagree then, that we have different doctrines here regarding human cooperation to salvation. :)
kita TIDAK PERNAH MENGEJAR KARUNIA BAHASA ROH MAUPUN KARUNIA-KARUNIA LAINNYA, tetapi PENGENALAN AKAN Allah!!
Hosea 6:6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
kita udah pernah baca dalam Matius 7:21-23 Yesus mengatakan kepada orang-orang yang bisa bikin mukjizat2, punya karunia-karunia, tapi Yesus bilang Dia ga kenal mereka.
Apa yang kita kejar? Pengenalan akan Allah. Tapi ga bisa dengan kekuatan sendiri, kita butuh Roh Kudus. Yesus menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong et al, sebelum Yesus diangkat Yesus bilang kepada murid2nya agar tunggu sampai Kuasa itu turun atas mereka. Yang kita kejar adalah kepenuhan Roh Kudus, bukan karunia Roh atau hanya karunia bahasa Roh.
saya tidak tahu apa dasar praktek tersebut but that's certainly not right. saya bahkan tidak tahu apakah "karunia" tsb asli atau tidak. most likely not, karena saya membaca kata "meniru". menyerahkan diri bukan pada kata-kata orang yang punya karunia bahasa roh, tetapi Roh Kudus.
1 Kor 14 : 1, 5
Paulus mengajarkan utk mengejar karunia2 Roh Kudus, dan bahasa roh termasuk sebagai salah satu karunia itu. Paulus menyukai kita berbahasa roh.
Mengejar karunia2 Roh Kudus adalah alkitabiah menurut 1 Kor 14 : 1, 5 :)
itu bukan dari artikel?
Dari artikel, chapter 7, point d.
http://forumimankristen.com/index.php/topic,887.0.html
:)
ralat. maksud saya tidak Alkitabiah.
-------------
we can argue from the scriptures, and I found many of your practices don't go according to the Scriptures.
Not according to the Scriptures based on whose interpretation? :)
I have my arguments based on Scriptures, as do yours. If my interpretation is not according to your interpretation, that doesn’t mean that mine is not according to scripture. :)
^ gak sesuai dengan yang saya baca dari artikel
Bahasa roh ibarat bahasa malaikat: chapter 5, point c.
Bahasa roh dlm bahasa yg dimengerti (diterjemahkan): chapter 5, point d.
they're clouding the works, making many people feel ill about it.
Agree!! But this doesn’t mean that there are no true glossolalia as a gift from the Holy Spirit. :)
First and foremost, I am totally not against gift of tongues. But what I am against, are the false teachings of the whole Bible, not just about the gift of tongues. I do acknowledge different interpretation, but can also decide if the interpretation seem to disagree with a different part of the Bible. I've been trying to write, like an article about "Bridging Calvinism and Arminianism", it's just a mater of their interpretation of the issue of salvation, but I know they're talking the same thing, but from a different point of view. And this kind of interpretation, nope.
IMHO, you can disagree with different interpretation, but you can’t judge that an interpretation is according or not according to the Scripture. Doing so means that you are infallible, that your interpretation is infallible thus any others not according to yours are not according to the Scripture, i.e. false interpretation.
Unless you claim that you are infallible, I suggest you not to judge others as according / not according to Scripture. :)
Saya pun sudah dibaptis dengan Roh Kudus, bahasa Roh keluar ketika Roh Kudus yang memampukan saya melakukannya, juga karunia-karunia lain seperti perkataan hikmat, karunia iman, dlsb. So at this matter, I can argue from theological/scriptural aspect, as well as my own experience.
My question now is: are you against or with the idea that there are true gift of tongues in the world nowadays?
-
Ikut menikmati diskusi sambil membawa catatan
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_096_K.gif)
-
First and foremost, I am totally not against gift of tongues. But what I am against, are the false teachings of the whole Bible, not just about the gift of tongues. I do acknowledge different interpretation, but can also decide if the interpretation seem to disagree with a different part of the Bible. I've been trying to write, like an article about "Bridging Calvinism and Arminianism", it's just a mater of their interpretation of the issue of salvation, but I know they're talking the same thing, but from a different point of view. And this kind of interpretation, nope.
Mungkin memang tidak against, tetapi terlihat bahwa bro amat skeptis dgn karunia2 Roh saat2 ini. Dan ini cenderung, sekali lagi cenderung, membuat anda menolak praktek karunia Roh nowdays.
Perlu ditekankan, adanya fenomena toronto blessing yg anda anggap keliru tidak membuat keseluruhan karunia Roh yg terjadi sekarang ini menjadi false jg.
Saya pun sudah dibaptis dengan Roh Kudus, bahasa Roh keluar ketika Roh Kudus yang memampukan saya melakukannya, juga karunia-karunia lain seperti perkataan hikmat, karunia iman, dlsb. So at this matter, I can argue from theological/scriptural aspect, as well as my own experience.
Jika saya seskeptis anda, maka saya pun akan meragukan bahasa roh yg anda praktekan itu asli atau tidak.
Dan hal ini tidak baik. So, will be better jika kita saling support dan menguatkan iman saudara2 kita saja, ketimbang "menjudge" praktek bahasa roh org lain.
-
1 Kor 14 : 2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Aku yakin Anda akan setuju bahwa berdoa itu membuat seseorang semakin dekat dengan Allah, i.e. semakin peka dengan bimbingan Roh Kudus. Berdoa dalam bahasa roh itu kita mengucapkah hal2 yg rahasia kepada Allah, in a way we have an advantage by praying in tongue compared to normal praying.
Kalo berdoa dgn cara biasa saja bisa membuat kita semakin peka thd bimbingan Roh Kudus, mosok berdoa dgn bahasa roh tidak dapat membuat kita peka terhadap bimbingan Roh Kudus?
itu yang buat mukjizat, pny karunia2 dlsb dlsb tapi Yesus bilang "enyah Aku tidak kenal kamu"?
kuncinya bukan di bahasa Roh, tetapi Roh Kudus, hubungan pribadi dengan Bapa. bukan bahasa Roh yang terutama. Kalau mau peka sama bimbingan Roh Kudus, stop berbicara, mulai mendengar.
1 Kor 14 : 2
Tanpa memiliki karunia berbahasa roh, bagaimana kita bisa mengucapkan hal2 yg rahasia kepada Allah?
1 Kor 14 : 3
Nubuat biasanya terjadi ketika karunia berbahas roh dimanifestasikan. Bagaimana kita dapat membangun jemaat dengan nubuatan2 jika kita tidak tidak/belum berbahasa roh?
1 Kor 14 : 5
Bahasa roh itu harus diterjemakan agar dapat membangun jemaat. Bagaimana kita dapat menerjemahkan kalo bahasa roh itu sendiri msh asing bagi kita, i.e. kita belum berbahasa roh?
bagaimana kita mengucapakan hal2 yang rahasia kepada Allah? Matius 6 katakan masuk kamar, tutup pintu, berdoa di sana. Atau, berdoa dalam hati, dimanapun kita berada, ga harus berlutut, ga harus tutup mata, ga harus lipat tangan. Gak mungkin tiba2 di kantor kita berdoa dengan bahasa Roh.
Nubuat biasanya terjadi ketika karunia berbahasa roh dimanifestasikan. Biasanya, but not necessarily. ayat tersebut ga mendukung, tidak ada tertulis setelah bahasa Roh bakal muncul karunia2 lain seperti nubuatan.
bahasa Roh harus diterjemahkan, ini baru konteks yang benar, apa yang mau diterjemahkan kalau ga ada yang berbahasa roh.
Agree!!!
Senandung roh memang bukan karunia. Bersenandung tidak dalam roh memang bukan karunia.
Tetapi ketika kita berbahasa roh, dan bahasa itu disenandungkan, maka sejatinya kita sedang mempraktekkan karunia yg kita peroleh.
ok.
1 Kor 14 : 2
Penyakit yg kita tidak tahu penyebabnya, IMHO merupakan contoh2 hal2 yg rahasia.
Dengan berbahasa roh, maka hal yg rahasia ini terungkap, dan kita dapat mendoakan secara lebih specific utk kesembuhan dari penyakit ”misterius” ini.
gimana cara rahasianya terungkap? nanya sama yang nerjemahin bahasa Roh.
coba nonton film2 dokumenter Darren Wilson, seperti Finger of God, Furious Love, dan Father of Lights. saya ga liat mereka berbahasa roh dulu, pas ketemu orangnya, Roh Kudus sendiri yang kasih tau (karunia pengetahuan/hikmat).
Hmm… berkaitan dgn single predestination dalam TULIPnya Calvin ya?
Makanya tidak diperlukan kerja sama manusia, salvation by grace only.
Let’s agree to disagree then, that we have different doctrines here regarding human cooperation to salvation. :)
I'm not a pure Calvinist, or pure Arminianist, manusia tetap perlu "menerima". orang banyak menuduh Calvinist mematikan free will, Arminianist menonjolkan freewill, but not a problem. let's move on.
1 Kor 14 : 1, 5
Paulus mengajarkan utk mengejar karunia2 Roh Kudus, dan bahasa roh termasuk sebagai salah satu karunia itu. Paulus menyukai kita berbahasa roh.
Mengejar karunia2 Roh Kudus adalah alkitabiah menurut 1 Kor 14 : 1, 5 :)
ok maaf untuk yang ini memang demikian. tetapi kadang yang saya lihat dari gerakan2 karismatik mereka cenderung mengejar karunia daripada kepenuhan Roh Kudus, bahkan ada yang buka kursus bahasa roh. yang bener aja..? yang paling utama adalah penuh dengan Roh, karunia penting, tapi urusan belakangan.
Dari artikel, chapter 7, point d.
http://forumimankristen.com/index.php/topic,887.0.html
:)
ok jd bingung maksudnya... lewatin dulu
Not according to the Scriptures based on whose interpretation? :)
I have my arguments based on Scriptures, as do yours. If my interpretation is not according to your interpretation, that doesn’t mean that mine is not according to scripture. :)
really according to the Scripture?
seperti Maria terlahir tanpa dosa dan perawan seumur hidup, apakah itu sesuai dengan Alkitab?
Bahasa roh ibarat bahasa malaikat: chapter 5, point c.
Bahasa roh dlm bahasa yg dimengerti (diterjemahkan): chapter 5, point d.
ok
Agree!! But this doesn’t mean that there are no true glossolalia as a gift from the Holy Spirit. :)
Yes, that's what I've been saying to a lot of people in disbelief of the work of the Holy Ghost. tapi juga banyak yang palsu.
IMHO, you can disagree with different interpretation, but you can’t judge that an interpretation is according or not according to the Scripture. Doing so means that you are infallible, that your interpretation is infallible thus any others not according to yours are not according to the Scripture, i.e. false interpretation.
Unless you claim that you are infallible, I suggest you not to judge others as according / not according to Scripture. :)
I do disagree with many different interpretation of the Bible, I can disagree at some points with Calvinism, as well with Arminianism, many views of Eschatology, Millenialism, Creationism, Lordship Salvation, et al. As long as I can see what they mean. But there are some things the we should remind that it's wrong, or it's heresy.
My question now is: are you against or with the idea that there are true gift of tongues in the world nowadays?
I'm clearly not against the TRUTH (not just idea) that there are true gift of tongues in the current world, as well as the other gifts like prophecy (nevi'im/propheteuo), healing, as well as supranatural visions, one of the reason is obviously that I come from Pentecostal church, and these things are occurring in my church, my youth community, my cell groups, campus fellowships, and many other places.
-
Mungkin memang tidak against, tetapi terlihat bahwa bro amat skeptis dgn karunia2 Roh saat2 ini. Dan ini cenderung, sekali lagi cenderung, membuat anda menolak praktek karunia Roh nowdays.
Perlu ditekankan, adanya fenomena toronto blessing yg anda anggap keliru tidak membuat keseluruhan karunia Roh yg terjadi sekarang ini menjadi false jg.
Jika saya seskeptis anda, maka saya pun akan meragukan bahasa roh yg anda praktekan itu asli atau tidak.
Dan hal ini tidak baik. So, will be better jika kita saling support dan menguatkan iman saudara2 kita saja, ketimbang "menjudge" praktek bahasa roh org lain.
Yohanes 7:24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.
I'm not being skeptical, but critical. They are two different things. Skeptical is a questioning attitude, but critical is a more structural and reflective way of thinking. Saya sama sekali tidak menolak FAKTA bahwa Roh Kudus sedang bekerja secara luar biasa hari-hari ini. Kis 2:17 mengatakan anak-anak bernubuat, teruna-teruna mendapat penglihatan dan ini sungguh terjadi di gereja saya dan di komunitas-komunitas kristen lain yang saya tahu yang bahkan bukan gereja Pantekosta atau Karismatik. Tetapi dalam banyak hal kita harus sungguh-sungguh menyelidiki apakah hal tersebut benar atau tidak. I can say this is how I worship, that is how you worship God, that's fine, we worship the same God of diversity. I'm totally not against diversity of culture and thought, but I'm against heresies and false teachers, yang mana harus kita lihat dan kita tolak, kita doakan orang-orang ini.
Seperti kasus Toronto Blessing, kenapa saya anggap keliru? saya tidak benar2 anggap keliru, tetapi ada sesuatu yang salah dengan fenomena ini. Pertama, kebaktian ini tidak bisa dikontrol padahal dalam 1 Korintus 14 Paulus menulis bahwa Allah tidak menghendaki kekacauan, dan karunia-karunia nabi ini tunduk pada nabi (mis pemimpin ibadah). Kedua, dari tokoh-tokohnya. Banyak video yang menunjukkan tentang Kenneth Copeland, bagaimana ia menyamakan diri dengan Allah, bagaimana ia berkata-kata dengan bahasa yang tidak dimengerti (berberapa video malah menunjukkan sebenarnya dia berbahasa Inggris tapi kumur-kumur, isinya: lucifer seal my money, come take the mark of satan dsb). Juga Rodney Howard-Brown, sebelum menumpangkan tangan dia bilang "don't pray!" ini udah ga bener.
-
Saya punya artikel yang menarik tentang karunia bahasa Roh... oleh kalangan calvinist/reformed konservatif!!
PENGAJARAN CALVIN TENTANG BAHASA ROH
Natur Bahasa Roh
Calvin secara konsisten menafsirkan fenomena bahasa roh sebagai kemampuan untuk berbicara dalam bahasa asing yang sama sekali tidak pernah dipelajari oleh pembicara sebelumnya. Hal ini terlihat jelas dari komentarnya atas peristiwa dan pengajaran mengenai karunia bahasa roh yang tercatat dalam Alkitab, baik di Kisah Para... Rasul maupun 1 Korintus 12-14.
Mengomentari fenomena berbahasa roh yang terjadi pada hari Pentakosta, ia menulis:
He showeth that the effect did appear presently, and also to use their tongues were to be framed and applied. But because Luke setteth down shortly after, that strangers out of divers countries hear the apostles speaking in their own tongue. . . . I suppose that it doth manifestly appear hereby that the apostles had the variety and understanding to tongues given them, that they might speak unto the Greek in Greek, unto the Italians in the Italian tongue, and that they might have true communication (and conference) with their hearers
Hal yang sama diungkapkan dalam khotbahnya di hari Pentakosta:
How then were the Apostles, having always been isolated as foolish and unlearned people in this corner of Judea, able to publish the Gospel to all the world, unless God accomplished what He had previously promised: namely, that He would be known by all tongues and by all nations?
Terhadap kejadian serupa yang tercatat di rumah Kornelius (Kis. 10), Calvin hanya memberi dua kalimat untuk menjelaskan natur dari bahasa roh, yakni: “He expresseth what gifts of the Spirit were poured out upon them, and therewithal he noteth the use; to wit, that they had variety of tongues given them, so that they did glorify God with many tongues.”
Penafsiran yang sama ditunjukkan Calvin ketika ia mengomentari pengajaran rasul Paulus di 1 Korintus 12-14. Secara spesifik ia menuliskan bahwa “in the use of the word tongue, there is not a pleonasm (a figure of speech – involving a redundancy of expression). . . . The term denotes a foreign language.” Selanjutnya, berulang kali—dalam bagian Alkitab ini—ia mengartikan karunia bahasa roh sebagai kemampuan yang diberikan kepada Roh Kudus kepada seseorang untuk berbahasa asing tanpa terlebih dahulu mempelajarinya, misalnya: “karunia untuk berkatakata dengan bahasa roh” (12:10) ditafsirkan sebagai kemampuan untuk berbicara bahasa bangsa asing;“berdoa dengan bahasa roh” (14:14) diartikan sebagai“to frame a prayer in a foreign language”;dan bahasa roh bagi orang percaya di kota Korintus yang dianalogikan dengan bahasa Ibrani dan Yunani bagi Calvin dan orang sezamannya.8
Dengan penafsiran di atas, Calvin menyangkal kemungkinan untuk menafsirkan praktik bahasa roh sebagai suatu kepenuhan Roh Kudus yang menghasilkan fenomena ecstatic dengan mengucapkan bunyi-bunyian atau suku kata-suku kata yang sepenuhnya bukan bahasa manusia, sehingga menjadi asing bagi segala bangsa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bagi Calvin, karunia berbahasa roh dalam Alkitab hanya memiliki satu makna, yakni sebuah karya Roh Kudus atas orang percaya sehingga mampu berbahasa asing tanpa terlebih dahulu mempelajarinya. Selanjutnya, pandangan ini yang mewakili pandangan Calvin dalam tulisan ini.
Fungsi Bahasa Roh
Di mata Calvin, bahasa roh adalah sebuah karunia yang diberikan oleh Roh Kudus kepada orang percaya.Namun, karunia ini—sama seperti karunia yang lainnya juga—tidak serta merta diberikan kepada semua orang pada setiap saat, tetapi hanya diberikan oleh Roh Kudus dalam kondisi tertentu dengan tujuan tertentu.Sesuai dengan keyakinannya, semua karunia roh diberikan Roh Kudus kepada orang percaya dengan satu tujuan utama, yakni untuk membangun tubuh Kristus, sehingga penerapan karunia apa pun kalau bukan bertujuan membangun tubuh Kristus adalah pelanggaran dari tujuan Roh Kudus memberikan karuniakarunia tersebut.
Sesuai dengan penjelasan di atas, karunia bahasa roh juga harus dipraktikkan demi pembangunan tubuh Kristus, yakni: pertama, karunia bahasa roh diberikan dalam hubungan yang sangat erat dengan pekabaran Injil. Tujuan karunia bahasa roh dalam aspek ini secara khusus ditemukan dalam catatan di Kisah Para Rasul. Pada saat itu, para rasul atau pekabar Injil di abad pertama mengalami keterbatasan karena faktor bahasa. Dengan memberikan kemampuan berbahasa asing kepada para rasul, Allah telah menghilangkan salah satu penghalang utama pekabaran Injil. Hal ini dapat dibaca lewat komentarnya atas peristiwa para murid berbahasa roh pada hari Pentakosta:
The diversity of tongues did hinder the gospel from being spread abroad any farther; so that, if the preachers of the gospel had spoken one language only, all men would have thought that Christ had been shut up in the small corner of Jewry.
Dalam khotbahnya di hari Pentakosta, ia juga mengungkapkan bahwa Roh Kudus memberikan manifestasi bahasa roh kepada para rasul dengan dua tujuan, yakni agar Injil dapat disampaikan kepada segala bangsa dalam bahasa mereka masing-masing dan agar konsep yang salah bahwa keselamatan hanya disediakan bagi bangsa Yahudi dapat dibuang, seperti yang dapat dibaca lewat kutipan berikut ini:
It is true that it is said that all will speak the Hebrew language in order to join in a true faith, but the truth is better declared to us when it is said that all believers, from whatever region they may be, will cry, “Abba, Father,”invoking God with one accord; although there may be diversity of language. That, then, is how the Spirit of God wished to display His power in these tongues, in order that the Name of God might be invoked by all and that we might together be made partakers of this covenant of salvation which belonged only to the Jews until the wall was torn down.
Pendapat di atas diperkuat dengan pernyataan dari rasul Paulus bahwa “karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman” (1Kor. 14:22). Bagi Calvin, kalimat di atas berarti karunia ini berfungsi sebagai sebuah mukjizat untuk dipertunjukkan kepada orang yang belum percaya agar mereka diyakinkan untuk menerima Injil, seperti yang dapat dibaca dari tulisannya:
The advantages derived from tongues were various. They provided against necessity— that diversity of tongues might not prevent the Apostles from disseminating the gospel over the whole world: there was, consequently, no nation with which they could not hold fellowship.
Hasil dari pekabaran Injil adalah bangsa-bangsa yang datang dari aneka ragam latar belakang dan bahasa dapat bersatu di hadapan Tuhan, seperti yang tertuang dalam pikirannya: “But God did furnish the apostles with the diversity of tongues now, that he may bring and call home, into a blessed unity, men which wander here and there.”
Konsep yang sama diungkapkannya ketika mengomentari kejadian di rumah Kornelius (Kis. 10:46) dengan mengatakan bahwa “that the tongues were given them . . . seeing the gospel to be preached to strangers and to men of another language.”
Kedua, praktik bahasa roh dalam pertemuan jemaat. Bagi Calvin, bahasa roh—sama dengan karunia yang lain—memiliki satu tujuan utama, yakni untuk membangun jemaat dan membawa berkat bagi semua orang (for the common benefit).Supaya dapat membangun jemaat, maka semua bentuk praktik bahasa roh harus dapat dimengerti oleh orang-orang yang hadir dalam pertemuan ibadah tersebut, seperti yang dapat dibaca dalam tulisannya:
For the gift of tongues was conferred— not for the mere purpose of uttering a sound, but, on the contrary, with the view of making a communication. For how ridiculous a thing it would be, that the tongue of a Roman should be framed by the Spirit of God to pronounce Greek words, which were altogether unknown to the speaker, as parrots, magpies, and crows, ar taught to mimic human voices!
(to be continued)
-
(continued)
Sesuai dengan pengajaran rasul Paulus di 1 Korintus 12-14, Calvin menerapkan prinsip bahwa dalam setiap pengajaran yang menggunakan bahasa roh harus diterjemahkan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh semua pendengar; dan seandainya tidak ada penerjemah, maka tidak seorang pun diizinkan berbicara dengan bahasa roh dalam pertemuan ibadah.22 Baginya, karunia bahasa roh yang dipadukan dengan karunia menerjemahkan menghasilkan karunia bernubuat, seperti ungkapannya: “For if interpretation is added, there will then be prophecy.
Sebaliknya, praktik bahasa roh yang tidak diterjemahkan dalam sebuah pertemuan ibadah merupakan sebuah pelanggaran atau penyalahgunaan, yang digambarkan Calvin dengan berbagai istilah berikut:
(1) Misdirected ambition: sebuah ambisi untuk menyombongkan diri atau mempertontonkan kehebatan pribadi dalam barbahasa asing di balik praktik berbahasa roh di hadapan umum;untuk hal ini Calvin menyebut bahasa roh sebagai empty vauntings.
(2) Speaking to no purpose: sebuah praktik berbahasa asing yang tidak membawa manfaat apa pun bagi pendengar, yang menurut Calvin bahwa “thy voice will not reach either to God or man, but will vanish into air.”
(3) Speaking as a barbarian: sebuah manifestasi bahasa roh yang membingungkan para pendengar karena pada dasarnya tidak ada seorang pun yang mengerti; para pendengar pada gilirannya nanti akan menghina mereka yang berbahasa roh, yang oleh Calvin digambarkan sebagai “how foolish then it is and preposterous in a man, to utter in an assembly a voice which the hearer understand nothing – in which he perceives no token from which he may learn what the person means!”
Ketiga, praktik bahasa roh dalam doa orang percaya. Sehubungan dengan hal ini, Calvin berpegang kepada prinsip bahwa semua doa harus diucapkan dalam bahasa yang dapat dimengerti. Baginya, doa tanpa pengertian tidak mungkin diterima oleh Allah, seperti yang dapat dibaca dalam tulisannya: “But this must be fully admitted: that it is by no means possible, either in public prayer or in private, that the tongue without the heart is accepted by God.”
Di bagian lain, ia menulis bahwa berdoa dalam bahasa roh namun tanpa pengertian adalah sebuah pelanggaran atas fungsi dan tujuan dari karunia tersebut, sehingga tindakan tersebut merupakan sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah. Ia bahkan mengritik gereja Katolik Roma yang saat itu mempraktikkan hal ini, menurutnya:
It is also plain that public prayers are not to be couched in Greek among the Latins, nor in Latin among the French or English (as hitherto has been everywhere practiced), but in vulgar tongue, so that all present may understand them, since they ought to be used for the edification of the whole Church, which cannot be in the least degree benefited by a sound not understood.
Hal yang sama juga diajarkannya mengenai doa pribadi ketika ia menulis bahwa “the tongue is not even necessary to private prayer.” Namun, ia memberikan sebuah pengecualian penggunaan bahasa roh dalam doa, yakni ketika seseorang dalam kondisi yang sedemikian rupa sehingga tidak mampu mengucapkan kata-kata dan secara spontan mengeluarkan bahasa roh atau bahasa tubuh lainnya. Tetapi, dalam kondisi demikian pun, orang tersebut tidak boleh kehilangan pengendalian atas pikiran dan pengertian, seperti yang ia tuliskan:
For although the best prayers are sometimes without utterances, yet when the feeling of the mind is overpowering, the tongue spontaneously breaks forth into utterance, and our other members in gesture. Hence that dubious muttering of Hannah (1Sam. 1:13), something similar to which is experienced by all saints when concise and abrupt expressions escape from them..
IMPLIKASI DARI PENGAJARAN CALVIN BAGI GEREJA MASA KINI
Tidak dapat disangkal bahwa sejarah gereja mencatat Calvin sebagai salah satu “bintang yang paling bersinar di tengah-tengah masa kegelapan gereja.”Buah pemikiran dan karyanya telah menjadi salah satu acuan utama kehidupan bergereja sepanjang masa, salah satunya adalah berhubungan dengan pengajarannya tentang karunia bahasa roh.
Pemaparan pengajaran di atas membawa beberapa implikasi praktis bagi kalangan orang percaya hari ini. Pertama, karunia bahasa roh tidak berfungsi sebagai penentu tingkat spiritualitas seseorang. Zaman ini, terdapat kelompok-kelompok tertentu yang mengajarkan bahwa kemampuan berbahasa roh merupakan tanda tingginya tingkat kerohanian seseorang,35 bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai prasyarat untuk menerima keselamatan.
Pandangan demikian telah dianulir oleh pengajaran Calvin yang menyatakan bahwa karunia bahasa roh hanya memiliki dua fungsi, yakni sebagai alat untuk mengabarkan Injil dan sebagai alat untuk membangun jemaat. Dengan kata lain, dalam pandangannya, bahasa roh tidak ada hubungan dengan tingkat spiritualitas seseorang. Baginya, tingkat spiritualitas seseorang ditentukan oleh ada tidaknya ia menyatu dengan Yesus Kristus dalam semua aspek kehidupan sehari-hari, seperti yang dapat dibaca dari tafsirannya terhadap perumpamaan tentang pohon anggur dan carang-carangnya:
Now, there are three principal parts; first, that we have no power of doing good but what comes from himself; secondly, that we, having a root in him, are dressed and pruned by the Father; thirdly, that he removes the unfruitful branches, that they may be thrown into the fire and burned.
Selanjutnya, berbicara tentang pruning, ia menulis:
By these words, he shows that believers need incessant culture, that they may be prevented from degenerating. . . . When he says that the vines are pruned, that they may yield more abundant fruit, he shows what ought to be the progress of believers in the course of true religions.
Masih dalam konteks yang sama, ia menyimpulkan bahwa:
Christ has no other object in view than to keep us as a hen keepeth her chickens under her wings (Matth. xxiii. 37), lest our indifference should carry us away, and make us fly to our destruction. In order to prove that he did not begin the work of our salvation for the purpose of leaving it imperfect in the middle of the course, he promises that his Spirit will always be efficacious in us, if we do not prevent him.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa spiritualitas dapat diumpamakan dengan carang-carang yang bergantung sepenuhnya kepada pohon untuk mendapatkan makanan, perawatan, dan perlindungan agar dapat menghasilkan banyak buah.
(to be continued)
-
( continued)
Pandangan Calvin di atas juga didukung oleh beberapa penulis modern. Di antaranya adalah Dallas Willard yang mengartikan spiritualitas sebagai sebuah renovation of the heart, sebuah proses di mana seseorang menerima kehidupan yang baru dari Yesus Kristus dan secara konstan hidup di dalam hadirat-Nya untuk menerima makanan rohani bagi setiap hari.
Pernyataan yang senada juga diungkapkan oleh R. Paul Stevens dan Michael Green yang mengartikan spiritualitas sebagai sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan pengalaman bersama Allah, sehingga orang-orang percaya dapat menemukan Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di dalamnya pekerjaan, hubungan dengan sesama, dan kehidupan di gereja serta dunia.41 Bagi mereka, spiritualitas yang sejati hanya dapat dicapai dengan ketaatan kepada pengajaran Alkitab dan sebuah hati yang takut akan Allah.
Sementara itu, Barry L. Callen mengungkapkan bahwa spiritualitas Kristen lebih dari sekadar usaha mencari Tuhan lewat pengajaran dan liturgi keagamaan, melainkan sebuah hati yang terpanggil dan siap untuk mengiring Tuhan dan terbuka untuk dipimpin oleh Roh Kudus dalam kehidupan setiap hari,
For the church to be authentically Christian, spiritual as God intends, the primary influences must be an intentional alliance with Jesus Christ and a genuine openness to the power of the Holy Spirit. . . . The Spirit wants to move the church beyond the spiritual deadness of mere religion.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa spiritualitas Kristen yang sejati ditemukan di dalam hubungan yang erat dan konstan dengan Yesus Kristus, dengan firman Allah, dengan ketaatan kepada pengajaran Allah. Karunia bahasa roh mutlak tidak dapat membawa orang percaya kepada tingkat tersebut karena Roh Kudus tidak memberikan karunia ini untuk mencapai tujuan tersebut.
Kedua, manifestasi karunia bahasa roh dalam pertemuan jemaat harus dilaksanakan dalam konteks membangun jemaat. Calvin tidak pernah melarang orang berbahasa roh, namun ia selalu memegang prinsip bahwa dalam pertemuan jemaat, karunia bahasa roh harus dipraktikkan untuk kebaikan semua yang hadir serta berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini tentu bertolak belakang dengan apa yang terjadi dalam pertemuan atau kebaktian di kalangan tertentu.
Hari ini tidak sulit ditemukan kelompok orang percaya, atas nama sebuah puji dan sembah dalam ibadah, secara simultan mengucapkan (lebih tepat meneriakkan) kalimat-kalimat dalam suku kata yang tidak dapat dimengerti manusia (unintelligible) dalam suasana yang kacau dan tidak terkendali. Adakah manfaat dari fenomena tersebut? Jawabannya adalah tidak, baik bagi yang mempraktikkan atau yang menyaksikan, karena pada dasarnya apa yang diucapkan tidak dimengerti oleh siapa pun juga. Jika ada orang yang mengaku bahwa sewaktu atau setelah mempraktikkan apa yang mereka sebut sebagai bahasa roh tersebut, mereka merasa “lebih dekat kepada Allah, lebih rohani, lebih sukacita, atau melihat kemuliaan Allah,” semua pengakuan tersebut tentu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara alkitabiah, karena Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa bahasa roh berfungsi untuk hasil-hasil yang disebutkan di atas. Jadi, apa yang sudah dilakukan di atas bukan hanya tidak membawa berkat, sebaliknya Calvin sudah memperingatkan bahwa mereka sangat mungkin dianggap sebagai orang yang memiliki misdirected ambition untuk menampilkan sebuah pertunjukan rohani agar dinilai lebih hebat, lebih suci, atau lebih rohani.
Sedangkan, bagi para pendengar atau mereka yang tidak mempraktikkan, kejadian tersebut alih-alih membawa berkat atau manfaat, sebaliknya tentu menciptakan sebuah kebingungan yang besar, karena pada dasarnya mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sedang diucapkan atau apa yang sedang terjadi. Kejadian seperti itulah yang digambarkan oleh Calvin sebagai praktik speaking to no purpose atau speaking as a barbarian. Dengan kata lain, apa yang sedang terjadi sebenarnya merupakan sebuah penyalahgunaan atau penyimpangan dari karunia yang diberikan oleh Roh Kudus, sehingga kebaktian atau ibadah yang dipenuhi dengan fenomena seperti itu tentu bukan hal yang berkenan kepada Tuhan.
Ketiga, karunia bahasa roh tidak berperan di dalam gerakan kebangunan rohani. Pembahasan mengenai Calvin tidak pernah lepas dari konteks Reformasi gereja pada abad ke-16. Dalam catatan sejarah gereja, gerakan Reformasi gereja merupakan sebuah kebangunan rohani yang tidak tertandingi, baik dari segi luasnya pengaruh maupun pembaharuan spiritualitas orang percaya. Uniknya, selama proses gerakan ini tidak tercatat sedikit pun peran karunia bahasa roh di dalamnya.45 Kenyataan di atas seharusnya tidak membuat kita heran karena pada dasarnya karunia bahasa roh diberikan oleh Roh Kudus bukan untuk tujuan kebangunan rohani, seperti yang dijelaskan lewat pengajaran Calvin di atas serta kenyataan bahwa sejarah tidak merekam sedikit pun jejak praktik bahasa roh dalam kehidupannya.
Memang, hari ini cukup banyak gereja yang mengalami “kebangunan rohani”46 mengaku bahwa sumber kebangunan tersebut adalah karunia bahasa roh. Namun, pengakuan tersebut perlu diimbangi dengan kenyataan bahwa tidak semua gereja yang berbahasa roh mengalami kebangunan rohani dan sebaliknya tidak semua gereja yang mengalami kebangunan rohani berbahasa roh. Lagi pula, tidak sedikit “kebangunan rohani” yang dimaksud lebih difokuskan kepada hal-hal lahiriah, seperti bertambahnya pengunjung kebaktian, jumlah persembahan, atau kesuksesan lahiriah lainnya; yang tentu bukan tolok ukur yang sebenarnya bagi sebuah kebangunan rohani yang sejati.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, bisa disimpulak beberapa hal:
Pertama, natur bahasa roh yang dikaruniakan Roh Kudus kepada orang percaya adalah kemampuan seseorang untuk mengucapkan bahasa asing tanpa terlebih dahulu mempelajarinya. Bahasa asing yang dimaksud adalah bahasa manusia yang dapat dimengerti oleh pemakai aslinya.
Kedua, Roh Kudus memberikan karunia ini dengan dua tujuan: sebagai alat untuk mengabarkan Injil dan sebagai alat untuk membangun jemaat. Oleh sebab itu, setiap aplikasi dari karunia ini harus diterapkan dalam koridor dua tujuan pemberian di atas.
Ketiga, karunia bahasa roh dapat disalahgunakan, baik untuk tujuan menyombongkan diri dengan menjadikan karunia berbahasa roh sebagai bahan pertunjukan maupun dalam bentuk “kebodohan,” yakni mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti baik oleh pembicara maupun pendengar, sehingga apa yang dilakukan tidak mencapai tujuan apa pun juga serta tidak membawa manfaat kepada siapa pun juga.
Keempat, karunia bahasa roh tidak dapat dijadikan baik sebagai tolok ukur tingkat kerohanian—apalagi sebagai prasyarat keselamatan—seseorang, maupun alat untuk mencapai kebangunan rohani sebuah Gereja, karena karunia ini diberikan bukan untuk tujuan tersebut.
Pdt. Drs. Timotius Fu, M.Div., M.Th
maaf saya harus post di sini, saya lupa sumbernya di mana...
-
Yohanes 7:24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.
I'm not being skeptical, but critical. They are two different things. Skeptical is a questioning attitude, but critical is a more structural and reflective way of thinking.
Tapi dalam prakteknya, sulit sekali membedakannya.
Ketika ada seseorang berbahasa roh, kita langsung muncul dgn bersikap seperti "detektif" mengamati gerak-gerik orang tsb, apakah bahasa rohnya asli atau tidak.
Padahal celakanya, IMO tidak ada satu orangpun yg betul2 bisa mengetahui apakah itu asli atau tidak, kecuali yg bersangkutan sendiri.
Sifat curiga yg kita miliki ini imo malah membuat kita jadi tidak sehat.
Saya sama sekali tidak menolak FAKTA bahwa Roh Kudus sedang bekerja secara luar biasa hari-hari ini. Kis 2:17 mengatakan anak-anak bernubuat, teruna-teruna mendapat penglihatan dan ini sungguh terjadi di gereja saya dan di komunitas-komunitas kristen lain yang saya tahu yang bahkan bukan gereja Pantekosta atau Karismatik.
Nice to know that you know it bro. :afro1:
Tetapi dalam banyak hal kita harus sungguh-sungguh menyelidiki apakah hal tersebut benar atau tidak.
Tapi jangan sampai kita kebablasan dgn ikut mencurigai pekerjaan Roh Kudus yg luar biasa dlm gereja2 Tuhan, termasuk karunia bahasa roh. Dan itu adalah Fakta.
I can say this is how I worship, that is how you worship God, that's fine, we worship the same God of diversity. I'm totally not against diversity of culture and thought, but I'm against heresies and false teachers, yang mana harus kita lihat dan kita tolak, kita doakan orang-orang ini.
Yg mungkin bisa sy berikan adlh ayat ini..
Mat 13:30
(30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
Peace be with you. :)
-
permisi... mau bertanya ... :giggle:
Lha iya emang beda. Dari awal kan sudah saya bilang.
Makanya kalo ada orang berbahasa roh, bro jangan main pukul rata bahwa harus ada penafsirnya.
Ada orang berbahasa roh, utk menguatkan dirinya sendiri. Roh Kudus membantu hati orang tsb sedemikian rupa sampai hancur hati sehingga rohnya bisa dibimbing Roh Kudus utk berbicara intim dgn Bapa. Nah kalo yg sperti ini bagaimana bisa mau ditafsirkan kpd jemaat ? karena tiap2 jemaat mempunyai masalahnya sendiri2.
Ada orang berbahasa roh krn mendapat vision atau hal yg akan terjadi kelak. Saat org itu berbahasa roh, bisa saja kemudian ada orang lain yg mendapat pengertian dari Allah dan memahami maksud org yg berbahasa roh tsb. Atau bahkan org yg berbahasa roh itu sendiri yg menafsirkannya.
Sudah di jawab bro Jenova.
saya pernah ikut KKR Kharismatikers, dan memang pada sesi penyembahan mayoritas berbahasa roh. saat itu yang saya rasakan adalah [sorry] ketakutan dan bulu kuduk merinding, terutama ketika saya mendengar banyak yang berdesis2 seperti ular dan bahkan ada yang sampai histeris :swt:
tapi saya punya teman yang bisa berbahasa roh, dia sering pakai untuk doa pribadi, dia Katolik aliran hening - bukan karismatiker. nah anehnya sewaktu ada kesempatan doa bareng dia, di mana dia juga berbahasa roh, sy tidak merasa ketakutan, namun merasa damai sejahtera.
pertanyaannya : koq efeknya bisa beda begitu ya ?
Bro ada salah kaprah mengenai pengertian "mentor" atau pengajaran bahasa roh..
Memang yg di yakini kharismatik semua sama.. Bahwa bahasa roh tidak dapat di ajarkan, krn itu adalah karunia..
Akan tetapi kharismatik mempercayai, bahwa disetiap pribadi masing2 sudah ada Roh Kudus beserta semua karunia Roh Kudus..
Jadi yg di ajarkan adalah cara meng-"aktif" kan-nya
Bukan di ajarkan abjad pengucapannya..
Tapi yang menjadi masalah adalah, justru abjad pengucapannya yg di tiru oleh orang2 kharismatik, bukan cara meng-aktif-kannya
Gbu
waduh saya baru tahu kalo karunia bahasa roh bisa diaktifkan, ada yg bisa sharing bagaimana caranya?
thanks :)
-
saya pernah ikut KKR Kharismatikers, dan memang pada sesi penyembahan mayoritas berbahasa roh. saat itu yang saya rasakan adalah [sorry] ketakutan dan bulu kuduk merinding, terutama ketika saya mendengar banyak yang berdesis2 seperti ular dan bahkan ada yang sampai histeris :swt:
Ya, isi hati dan permasalahan tiap2 orang memang berbeda2. Sifat orang jg berbeda2. Ada yg meletup2, ada yg cool, dsb.
Mungkin jg dlm KKR tsb ada sesi pelepasan, jadi ya manifestasinya campur2 deh.
tapi saya punya teman yang bisa berbahasa roh, dia sering pakai untuk doa pribadi, dia Katolik aliran hening - bukan karismatiker. nah anehnya sewaktu ada kesempatan doa bareng dia, di mana dia juga berbahasa roh, sy tidak merasa ketakutan, namun merasa damai sejahtera.
boleh tanya gak ?
pada saat event apa dia berbahasa roh ?
apakah anda mengerti kata2nya ?
apakah ada yg menterjemahkan ?
-
Tapi dalam prakteknya, sulit sekali membedakannya.
Ketika ada seseorang berbahasa roh, kita langsung muncul dgn bersikap seperti "detektif" mengamati gerak-gerik orang tsb, apakah bahasa rohnya asli atau tidak.
Padahal celakanya, IMO tidak ada satu orangpun yg betul2 bisa mengetahui apakah itu asli atau tidak, kecuali yg bersangkutan sendiri.
Sifat curiga yg kita miliki ini imo malah membuat kita jadi tidak sehat.
Nice to know that you know it bro. :afro1:Tapi jangan sampai kita kebablasan dgn ikut mencurigai pekerjaan Roh Kudus yg luar biasa dlm gereja2 Tuhan, termasuk karunia bahasa roh. Dan itu adalah Fakta.
Yg mungkin bisa sy berikan adlh ayat ini..
Mat 13:30
(30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
Peace be with you. :)
no I never try to.
tapi ada satu kasus jg di kebaktian remaja, and this boy happens to be in my cell group.
... bingung juga jelasinnya gmn, tapi mengganggu banget smp harus dihardik bbrp kali
-
itu yang buat mukjizat, pny karunia2 dlsb dlsb tapi Yesus bilang "enyah Aku tidak kenal kamu"?
kuncinya bukan di bahasa Roh, tetapi Roh Kudus, hubungan pribadi dengan Bapa. bukan bahasa Roh yang terutama. Kalau mau peka sama bimbingan Roh Kudus, stop berbicara, mulai mendengar.
Bro Reckord,
AFAIK, tidak ada satu karismatik manapun, terutama PKK, yg mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia yg paling utama yg harus dikejar.
Kami PKK mengimani bahwa karunia karismatik adalah karunia yg baik dikejar. Tapi kalo memilih utk tidak mengejarnya, tidak ada masalah sama sekali selama kita tetap mengejar Roh Kudus. Buah2 roh yg sama, e.g. kasih, murah hati, damai, dll, akan tetap berlimpah selama yang dikejar adalah Sang Sumber nya, bukan sekedar karunianya.
Anda mgkn blm membaca kesaksianku yg ditegur keras oleh pembimbing di KTM ketika aku mengeluh tidak merasakan damai (nikmat) dalam ekaristi seperti damai (nikmat) dalam bahasa roh.
Kalo Anda baca lagi artikel yg aku bawa, jelas2 disebutkan bahwa bahasa roh BUKAN karunia utama yg harus dikejar.
Karunia bahasa roh adalah baik utk dikejar. Dan kalo mau mengejar satu pake karunia karismatik yg berkaitan dgn bahasa roh (membangun diri sendiri, karunia nubuat, dan karunia menerjemahkan nubuat), maka logisnya mengejar karunia berbahasa roh menjadi pintu utk membuka karunia2 yg lain itu.
bagaimana kita mengucapakan hal2 yang rahasia kepada Allah? Matius 6 katakan masuk kamar, tutup pintu, berdoa di sana. Atau, berdoa dalam hati, dimanapun kita berada, ga harus berlutut, ga harus tutup mata, ga harus lipat tangan. Gak mungkin tiba2 di kantor kita berdoa dengan bahasa Roh.
IMHO, beda context. :)
Matius mengajarkan bahwa kita berdoa bukan utk pamer, melainkan cukup diketahui oleh Allah dan kita sendiri, dalam rahasia.
Yg kami maksud mendoakan hal2 yg rahasia, adalah mendoakan hal2 yg hanya diketahui oleh Allah dan roh kita, bahkan tidak diketahui oleh budi kita.
Ketika mendoakan orang yg sakit tidak jelas, budi kita tidak tahu apa2, diartikan bahwa sumber penyakitnya adalah hal yg rahasia. Tapi dengan berdoa berbahasa roh, maka roh mengatakan hal yg tidak diketahui (rahasia) itu kepada Allah dalam bahasa yg tidak kita mengerti.
Nubuat biasanya terjadi ketika karunia berbahasa roh dimanifestasikan. Biasanya, but not necessarily. ayat tersebut ga mendukung, tidak ada tertulis setelah bahasa Roh bakal muncul karunia2 lain seperti nubuatan.
1 Kor 14 : 1 menyuruh utk mengejar kasih dan karunia2 Roh. Karunia bernubuat disuruh utk diutamakan. Berhubung disebut karunia2 (jamak), maka selain bernubuat tentu msh ada karunia yg lain. Karunia apakah itu? Mari kita lihat ayat berikutnya.
1 Kor 14 : 2 berbicara ttg bahasa roh, yg mengungkapkan kata2 yg rahasia kepada Allah.
1 Kor 14 : 3-4 Paulus membandingkan karunia berbahasa roh dengan karunia bernubuat.
1 Kor 14 : 5 Paulus mengatakan bahwa dia menyukai kita berbahasa roh, tetapi dia lebih menyukai karunia bernubuat dibanding bahasa roh, kecuali jika bahasa roh itu diterjemahkan agar dipahami oleh umat, dalam artian bahasa roh menjadi sama bergunanya bagi jemaat dengan karunia nubuat itu.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2. Utk dapat menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh, tentu saja orang tersebut harus mengenal/mengerti bahasa roh. Tanpa memiliki karunia bahasa roh, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memperoleh karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh.
bahasa Roh harus diterjemahkan, ini baru konteks yang benar, apa yang mau diterjemahkan kalau ga ada yang berbahasa roh. ok.
Kalo tidak ada bahasa roh, maka tidak ada yg akan diterjemahkan.
Jadi seharusnya Anda setuju dong, agar ada karunia nubuatan yg diterjemahkan dan berguna utk jemaat, setidaknya harus ada yg berbahasa roh. Apakah salah kalo dikatakan karunia bahasa roh itu menjadi pintu utk karunia yg lain, i.e. karunia nubuat yg diterjemahkan?
-
gimana cara rahasianya terungkap? nanya sama yang nerjemahin bahasa Roh.
coba nonton film2 dokumenter Darren Wilson, seperti Finger of God, Furious Love, dan Father of Lights. saya ga liat mereka berbahasa roh dulu, pas ketemu orangnya, Roh Kudus sendiri yang kasih tau (karunia pengetahuan/hikmat).
1 Kor 14 : 2 tidak mengisyaratkan utk selalu diterjemahkan kalo memang maksudnya adalah menyampaikan hal2 yg rahasia (i.e. tidak dimengerti) kepada Allah.
I'm not a pure Calvinist, or pure Arminianist, manusia tetap perlu "menerima". orang banyak menuduh Calvinist mematikan free will, Arminianist menonjolkan freewill, but not a problem. let's move on.
Yeah, mari didiskusikan di tempat lain ttg peran serta / kerja sama manusia dalam karya keselamatan Allah.
ok maaf untuk yang ini memang demikian. tetapi kadang yang saya lihat dari gerakan2 karismatik mereka cenderung mengejar karunia daripada kepenuhan Roh Kudus, bahkan ada yang buka kursus bahasa roh. yang bener aja..? yang paling utama adalah penuh dengan Roh, karunia penting, tapi urusan belakangan.
Setuju!!
Dan AFAIK, memang ini yg kita imani dalam karismatik, at least dalam PKK, bahwa yg dikejar adalah Sang Sumber. Bahasa roh dan karunia2 karismatik lainnya perlu dikejar, tapi tidak menjadi yg utama.
Memperoleh karunia bahasa roh TIDAK menjadikan orang tersebut lebih baik / lebih buruk dari mereka yg tidak mendapat/mengejar karunia itu.
Mereka yg dgn mengejar karunia bahasa roh menjadi semakin dekat dengan Sang Sumber, itu adalah yg paling baik dan menjadi tujuan utama dalam PKK.
ok jd bingung maksudnya... lewatin dulu
No problem for me. :)
really according to the Scripture?
seperti Maria terlahir tanpa dosa dan perawan seumur hidup, apakah itu sesuai dengan Alkitab?
According to Catholic’s point of view, yes, it is biblical and according to apostolic teaching.
The teaching from the early fathers can be referred as proofs.
Ok
:afro:
Yes, that's what I've been saying to a lot of people in disbelief of the work of the Holy Ghost. tapi juga banyak yang palsu.
Justru krn banyak yg palsu, maka PKK setidaknya berusaha memberi kesaksian bahwa karunia karismatik sejati masih dapat diperoleh di jaman sekarang ini. :)
I do disagree with many different interpretation of the Bible, I can disagree at some points with Calvinism, as well with Arminianism, many views of Eschatology, Millenialism, Creationism, Lordship Salvation, et al. As long as I can see what they mean. But there are some things the we should remind that it's wrong, or it's heresy.
To condemn a doctrine as a heresy requires infallibility. Do you hold such authorities?
As for the Catholic Church (as well as Orthodox Churches, CMIIW), we do believe that the Church holds such power, thus anything declared as heresy by her should be rejected by all the faithful.
You don’t acknowledge any infallible body to teach doctrines, everyone can interpret the Scripture differently, so on which basis you will judge that other interpretation is wrong or heretic?
I'm clearly not against the TRUTH (not just idea) that there are true gift of tongues in the current world, as well as the other gifts like prophecy (nevi'im/propheteuo), healing, as well as supranatural visions, one of the reason is obviously that I come from Pentecostal church, and these things are occurring in my church, my youth community, my cell groups, campus fellowships, and many other places.
Then I guess we have nothing to argue about regarding this topic.. :)
-
Saya punya artikel yang menarik tentang karunia bahasa Roh... oleh kalangan calvinist/reformed konservatif!!
PENGAJARAN CALVIN TENTANG BAHASA ROH
Natur Bahasa Roh
... ... ...
Artikel yg menarik sekali, bro Reckord!! :afro:
Kalo sumbernya bisa diklarifikasi, alangkah bagusnya kalo artikel ini di posting di board ajaran karismatik / reformed.
-
Bro Reckord,
AFAIK, tidak ada satu karismatik manapun, terutama PKK, yg mengajarkan bahwa bahasa roh adalah karunia yg paling utama yg harus dikejar.
Kami PKK mengimani bahwa karunia karismatik adalah karunia yg baik dikejar. Tapi kalo memilih utk tidak mengejarnya, tidak ada masalah sama sekali selama kita tetap mengejar Roh Kudus. Buah2 roh yg sama, e.g. kasih, murah hati, damai, dll, akan tetap berlimpah selama yang dikejar adalah Sang Sumber nya, bukan sekedar karunianya.
Secara explisit, ya.
tapi secara praktek?
Anda mgkn blm membaca kesaksianku yg ditegur keras oleh pembimbing di KTM ketika aku mengeluh tidak merasakan damai (nikmat) dalam ekaristi seperti damai (nikmat) dalam bahasa roh.
Kalo Anda baca lagi artikel yg aku bawa, jelas2 disebutkan bahwa bahasa roh BUKAN karunia utama yg harus dikejar.
Karunia bahasa roh adalah baik utk dikejar. Dan kalo mau mengejar satu pake karunia karismatik yg berkaitan dgn bahasa roh (membangun diri sendiri, karunia nubuat, dan karunia menerjemahkan nubuat), maka logisnya mengejar karunia berbahasa roh menjadi pintu utk membuka karunia2 yg lain itu.
saya pernah baca. saya g akan komen soal "ditegur keras".
dan ga ada karunia menerjemahkan nubuat btw. karunia bernubuat (nevi'im/propheteuo = perkataan profetik), apakah benar berkaitan dengan bahasa Roh?
IMHO, beda context. :)
Matius mengajarkan bahwa kita berdoa bukan utk pamer, melainkan cukup diketahui oleh Allah dan kita sendiri, dalam rahasia.
I do know.
that's my habit, excuse me for doing that.
Yg kami maksud mendoakan hal2 yg rahasia, adalah mendoakan hal2 yg hanya diketahui oleh Allah dan roh kita, bahkan tidak diketahui oleh budi kita.
Ketika mendoakan orang yg sakit tidak jelas, budi kita tidak tahu apa2, diartikan bahwa sumber penyakitnya adalah hal yg rahasia. Tapi dengan berdoa berbahasa roh, maka roh mengatakan hal yg tidak diketahui (rahasia) itu kepada Allah dalam bahasa yg tidak kita mengerti.
1 Cor 14:9
So likewise ye, except ye utter by the tongue words easy to be understood, how shall it be known what is spoken? for ye shall speak into the air.
apakah dengan berbahasa roh kita sama org yang kita doakan jadi tau apa penyakitnya?
1 Cor 14:14
For if I pray in an unknown tongue, my spirit prayeth, but my understanding is unfruitful.
karunia yang tepat untuk kasus ini bukan karunia berbahasa roh tetapi karunia hikmat/pengetahuan (1 Kor 12:8).
-
1 Kor 14 : 1 menyuruh utk mengejar kasih dan karunia2 Roh. Karunia bernubuat disuruh utk diutamakan. Berhubung disebut karunia2 (jamak), maka selain bernubuat tentu msh ada karunia yg lain. Karunia apakah itu? Mari kita lihat ayat berikutnya.
1 Kor 14 : 2 berbicara ttg bahasa roh, yg mengungkapkan kata2 yg rahasia kepada Allah.
1 Kor 14 : 3-4 Paulus membandingkan karunia berbahasa roh dengan karunia bernubuat.
1 Kor 14 : 5 Paulus mengatakan bahwa dia menyukai kita berbahasa roh, tetapi dia lebih menyukai karunia bernubuat dibanding bahasa roh, kecuali jika bahasa roh itu diterjemahkan agar dipahami oleh umat, dalam artian bahasa roh menjadi sama bergunanya bagi jemaat dengan karunia nubuat itu.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2. Utk dapat menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh, tentu saja orang tersebut harus mengenal/mengerti bahasa roh. Tanpa memiliki karunia bahasa roh, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memperoleh karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh.
Kalo tidak ada bahasa roh, maka tidak ada yg akan diterjemahkan.
Jadi seharusnya Anda setuju dong, agar ada karunia nubuatan yg diterjemahkan dan berguna utk jemaat, setidaknya harus ada yg berbahasa roh. Apakah salah kalo dikatakan karunia bahasa roh itu menjadi pintu utk karunia yg lain, i.e. karunia nubuat yg diterjemahkan?
tidak salah, juga tidak tepat.
seseorang yang mendapat karunia bahasa roh, Paulus anjurkan untuk juga meminta karunia untuk menafsirkannya agar dapat dimengerti.
seseorang yang mendapat karunia menerjemahkan bahasa-bahasa, sudah pasti akan mengerti kalo ada yang berkata-kata dalam bahasa asing, tapi kalaupun ga ada, ya tidak masalah.
seseorang yang mendapat karunia nubuat, sudah pasti pesannya dapat ditangkap.
sepertinya anda cuma mampu menjelaskan karunia bahasa roh menjadi "pintu" untuk karunia lain sampai nubuat, jadi sebenarnya cuma "pintu" sampai 2 karunia profetik lainnya. bukan begitu?
udah coba nonton film2 yang saya rujukkan? mereka dapat karunia iman, karunia mukjizat, karunia perkataan hikmat, karunia pengetahuan, karunia menyembuhkan, ga usah pake bahasa roh.
bahasa Roh genoglossolalia dengan xenoglossolalia masih menjadi perdebatan banyak teolog, tetapi yang pasti adalah sebuah bahasa. dalam Kis 2, orang-orang ibrani perantauan mengerti apa yang mereka bicarakan dalam bahasa-bahasa mereka, isinya "...wonderful works of God (ay. 11)".
dan kalau dibaca penjelasan anda, sepertinya anda menambahkan dua karunia lagi... karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh dan karunia menerjemahkan nubuatan?
FYI maksud kata "nubuat" (prophesy, propheteuo) di sini tidak harus mengatakan hal-hal yang di masa yang akan datang, dalam strong's exhaustive concordance arti lainnya ialah "I set forth matter of divine teaching by special faculty." Kamus lain mengatakan "forthtelling which reveals the mind (message) of God in a particular situation", "assert by elevating one statement over another", "speak forth in divinely-empowered"
1 Kor 14 : 2 tidak mengisyaratkan utk selalu diterjemahkan kalo memang maksudnya adalah menyampaikan hal2 yg rahasia (i.e. tidak dimengerti) kepada Allah.
Yeah, mari didiskusikan di tempat lain ttg peran serta / kerja sama manusia dalam karya keselamatan Allah.
Setuju!!
Dan AFAIK, memang ini yg kita imani dalam karismatik, at least dalam PKK, bahwa yg dikejar adalah Sang Sumber. Bahasa roh dan karunia2 karismatik lainnya perlu dikejar, tapi tidak menjadi yg utama.
Memperoleh karunia bahasa roh TIDAK menjadikan orang tersebut lebih baik / lebih buruk dari mereka yg tidak mendapat/mengejar karunia itu.
Mereka yg dgn mengejar karunia bahasa roh menjadi semakin dekat dengan Sang Sumber, itu adalah yg paling baik dan menjadi tujuan utama dalam PKK.
apakah PKK dan gerakan kharismatik lainnya mengajarkan karunia-karunia datang setelah dibaptis/penuh oleh Roh Kudus?
No problem for me. :)
According to Catholic’s point of view, yes, it is biblical and according to apostolic teaching.
The teaching from the early fathers can be referred as proofs.
:afro:
Justru krn banyak yg palsu, maka PKK setidaknya berusaha memberi kesaksian bahwa karunia karismatik sejati masih dapat diperoleh di jaman sekarang ini. :)
To condemn a doctrine as a heresy requires infallibility. Do you hold such authorities?
As for the Catholic Church (as well as Orthodox Churches, CMIIW), we do believe that the Church holds such power, thus anything declared as heresy by her should be rejected by all the faithful.
You don’t acknowledge any infallible body to teach doctrines, everyone can interpret the Scripture differently, so on which basis you will judge that other interpretation is wrong or heretic?
Hermeneutics.
Artikel yg menarik sekali, bro Reckord!! :afro:
Kalo sumbernya bisa diklarifikasi, alangkah bagusnya kalo artikel ini di posting di board ajaran karismatik / reformed.
ditulis oleh Timotius Fu, faculty member of SAAT Malang.
-
Ya, isi hati dan permasalahan tiap2 orang memang berbeda2. Sifat orang jg berbeda2. Ada yg meletup2, ada yg cool, dsb.
Mungkin jg dlm KKR tsb ada sesi pelepasan, jadi ya manifestasinya campur2 deh.
waktu itu intinya sih penyembahan, nah kalo pelepasan itu bagaimana lagi ya, apanya yang dilepaskan, roh jahat dalam diri orang tsb, semacam kerasukan begitu?
memang di KKR Karismatik terjadi hal2 yg luar biasa, walau selama mengikuti KKR 2x saya tidak mendapat apa2, bahkan resting in spirit saja saya tidak merasakannya :giggle:
boleh tanya gak ?
boleh ....
pada saat event apa dia berbahasa roh ?
ngga tau dan saya tidak memperhatikan, karena mulanya kami berdevosi bersama, lalu pada entah menit ke berapa dia mengucapkan bahasa roh dengan lirih.
apakah anda mengerti kata2nya ?
... hihii.. tentu saja tidak :swt:
karena dia mengucapkan kata2 bukan dalam bahasa yg saya kenal, bukan bahasa indo / inggris / mandarin / latin, entah bahasa apa itu, yg jelas saya merasakan damai.
apakah ada yg menterjemahkan ?
sayangnya tidak ada, karena kami hanya berduaan di dalam kapel di siang bolong :giggle:
dan saya rasa kalo memang bahasa roh untuk doa pribadi maka tidak perlu ada penterjemah
Rm 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
benar ngga bos Djo? :)
-
waktu itu intinya sih penyembahan, nah kalo pelepasan itu bagaimana lagi ya, apanya yang dilepaskan, roh jahat dalam diri orang tsb, semacam kerasukan begitu?
memang di KKR Karismatik terjadi hal2 yg luar biasa, walau selama mengikuti KKR 2x saya tidak mendapat apa2, bahkan resting in spirit saja saya tidak merasakannya :giggle:
boleh ....
ngga tau dan saya tidak memperhatikan, karena mulanya kami berdevosi bersama, lalu pada entah menit ke berapa dia mengucapkan bahasa roh dengan lirih.
... hihii.. tentu saja tidak :swt:
karena dia mengucapkan kata2 bukan dalam bahasa yg saya kenal, bukan bahasa indo / inggris / mandarin / latin, entah bahasa apa itu, yg jelas saya merasakan damai.
sayangnya tidak ada, karena kami hanya berduaan di dalam kapel di siang bolong :giggle:
dan saya rasa kalo memang bahasa roh untuk doa pribadi maka tidak perlu ada penterjemah
Rm 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
benar ngga bos Djo? :)
Kalo bukan dalam pertemuan Jemaat, cuman berdua saja .... enggak apa2 sih kalo berbahasa roh.
26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah
(1Co 14:26-28 ITB)
11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
(1Co 14:10-11 ITB)
IMHO dari yang saya baca2 di Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, kog menyiratkan adanya perpecahan jemaat dimana pada satu tempat ada yang berbahasa roh dan ada yang tidak berbahasa roh.
Sehingga supaya tidak menimbulkan pertanyaan bagi yang tidak memiliki karunia bahasa roh, maka Rasul Paulus mengeluarkan aturan seperti diatas.
2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (1Co 14:2 ITB)
Bila dalam keseluruhan jemaat memang semuanya berbahasa roh dan tidak ada yang mengartikannya, berarti mereka semua berbahasa vertikal langsung ke Allah.
Diatas hanya pemikiran pribadi saja, karena saya memang awam dengan bahasa roh.
Dan dari diskusi terdahulu .. Bos Djo menjelaskan bahwa bahasa roh tidak dapat dipelajari karena merupakan karunia :think:
:)
-
Kalo bukan dalam pertemuan Jemaat, cuman berdua saja .... enggak apa2 sih kalo berbahasa roh.
:afro:
IMHO dari yang saya baca2 di Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, kog menyiratkan adanya perpecahan jemaat dimana pada satu tempat ada yang berbahasa roh dan ada yang tidak berbahasa roh.
Sehingga supaya tidak menimbulkan pertanyaan bagi yang tidak memiliki karunia bahasa roh, maka Rasul Paulus mengeluarkan aturan seperti diatas.
ngga bisa comment karena sy belum selesai mempelajari Korintus
kalo yg sudah saya baca; dalam Korintus Paulus menceritakan perpecahan umat karena munculnya nabi2 palsu [anti Kristus] seperti yg disebutkan dalam 1 Yoh 4 : 3-4. Paulus ingin membangun jemaat (karunia nubuatan) dan ingin menerangkan kepada jemaat akan apa yang terjadi pada saat Pentakosta, ketika karunia bahasa roh diberikan secara ajaib untuk membuat orang yang tidak percaya agar menjadi percaya dan agar dapat sampai kepada iman yang benar.
belum saya temukan relasinya dengan tulisan Kung Pho yang di bold di atas
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_096_K.gif)
Diatas hanya pemikiran pribadi saja, karena saya memang awam dengan bahasa roh.
Dan dari diskusi terdahulu .. Bos Djo menjelaskan bahwa bahasa roh tidak dapat dipelajari karena merupakan karunia :think:
:)
setahu saya juga begitu, si penerima karunia mendadak saja bisa berbahasa roh tanpa perlu latihan apa pun,
namun ternyata menurut Mod Rusdinech lain, apa saya yang salah mengerti tulisan beliau :think:
-
waktu itu intinya sih penyembahan, nah kalo pelepasan itu bagaimana lagi ya, apanya yang dilepaskan, roh jahat dalam diri orang tsb, semacam kerasukan begitu?
Ya bisa jadi roh jahat. Atau bisa juga akar kepahitan dari seseorang, untuk melepaskan pengampunan kpd org yg telah menyakitinya. Atau dosa2 lama yg dipendam terus dlm hatinya.
Biasanya dlm sesi pelepasan, itu semua bisa terbongkar.
memang di KKR Karismatik terjadi hal2 yg luar biasa, walau selama mengikuti KKR 2x saya tidak mendapat apa2, bahkan resting in spirit saja saya tidak merasakannya :giggle:
Ya memang, jika kita beribadah dlm kondisi kebingungan (tidak mengerti yg terjadi) maka sulit bagi kita utk mencerna. Menurut saya ini hanya masalah kebiasaan saja.
boleh ....
ngga tau dan saya tidak memperhatikan, karena mulanya kami berdevosi bersama, lalu pada entah menit ke berapa dia mengucapkan bahasa roh dengan lirih.
... hihii.. tentu saja tidak :swt:
karena dia mengucapkan kata2 bukan dalam bahasa yg saya kenal, bukan bahasa indo / inggris / mandarin / latin, entah bahasa apa itu, yg jelas saya merasakan damai.
sayangnya tidak ada, karena kami hanya berduaan di dalam kapel di siang bolong :giggle:
dan saya rasa kalo memang bahasa roh untuk doa pribadi maka tidak perlu ada penterjemah
Rm 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
benar ngga bos Djo? :)
Oh, jadi dalam doa pribadi ya.
Senangnya saya, ternyata rekan2 katolik jg banyak yg menerima karunia bahasa roh ya.
Praise the Lord.
-
Kalo bukan dalam pertemuan Jemaat, cuman berdua saja .... enggak apa2 sih kalo berbahasa roh.
boleh nggak kita berdoa pribadi dalam pertemuan jemaat ??
-
---cut---
belum saya temukan relasinya dengan tulisan Kung Pho yang di bold di atas
---cut---
ITB 1 Corinthians 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?
8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
10 Ada banyak entah berapa banyak macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
17 Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.
(1Co 14:1-17 ITB)
27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
(1Co 14:27-28 ITB)
Saya menafsir adanya perpecahan jemaat, antara yang berbahasa roh dan yang tidak dari yang saya bold merah diatas.
Dan yang jelas karena saat tersebut, pengaruh Yunani sangat kuat dimana mereka menempatkan roh lebih tinggi daripada badan.
Maka saat tersebut, pihak yang berbahasa roh diprediksi lebih bangga daripada yang tidak dapat berbahasa roh.
Karena itu dikeluarkan aturan oleh Rasul Paulus yang berwarna biru.
CMIIW
:think:
-
Ya, jika ditemukan bertentangan dengan dogma atau ajaran infallible GK, maka ajaran itu harus ditolak, sekalipun telah memperoleh status nihil obstat.
Masalahnya sekarang yg berkaitan dengan ajaran bahasa roh, apakah ada ajaran infallible GK yg menolak / bertentangan dengan ajaran/praktek bahasa roh dalam PKK?
Kalo tidak ada ajaran infallible GK yg bertentangan / mengutuk ajaran / praktek bahasa roh dalam PKK, mengapa kita harus mempertanyakan keabsahan nihil obstat dalam ajaran bahasa roh PKK?
Anda melihatnya secara terbalik.
Yg saya pertanyakan adalah ajaran Bahasa Roh yang Anda sebutkan sebagai ajaran yg Katolik walaupun tidak ada referensi Katolik yg jelas mengenai itu.
Ketika saya menyanggahnya, Anda membuat penekanan keabsahan ajaran bahasa Roh tersebut sebagai ajaran yg Katolik, karena adanya restu dari beberapa pihak hierarki Gereja dan stempel nihil obstat dan imprimatur.
sbb:
Selama ajaran2 ini dapat dipertanggung-jawabkan secara katolik, sesuai dengan ajaran2 katolik, terlebih jika telah mendapat "nihil obstat" dan "imprimatur" atau direstui oleh keuskupan setempat
Nihil obstat dan imprimatur hanyalah pernyataan tidak bertentangan dengan iman dan moral [pada waktu itu]. Bukan pernyataan bahwa itu adalah ajaran yang Katolik.===> semoga Anda bisa melihat bedanya.
Jika benar ajaran-ajaran yg Anda posting tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara Katolik sebutkan satu saja ajaran Katolik yg menyatakan bahwa ada 4 (a-d) cara memperoleh karunia berbahasa roh,?
Anda atau siapa pun bisa mengajarkan jutaan hal dan praktek yang tidak bertentangan dengan ajaran iman dan moral Katolik tetapi itu bukan ajaran Katolik.
Banyak gerakan dan organisasi yg diretui Gereja serta buku2 dan pendapat para individu Katolik yg dilabeli nihil obstat yg kemudian dinyatakan sesat oleh Gereja. Buku-bukunya Anthony De Mello salah satunya.
====
Salam,
-
So... menggaris bawahi sekali lagi, gerakan karismatik katolik yg mirip dgn protestant karismatik itu telah direstui oleh uskup setempat.
Direstui artinya gerakan ini di bawah asuhan keuskupan tersebut, jadi IMHO sebaiknya tidak dicurigai sebagai gerakan sesat karena keuskupan tidak mungkin merestui dan membimbing gerakan2 sesat.
Hm... statement yg terlalu menggampangkan sesuatu hal yg serius.
Jangankan yg menetas dari Pentacostal.... yg dari dalam RK sendiri ada yg dinyatakan sesat kemudian walau awalnya diretui Gereja.
The Knights Templars dan komunitas SSPX awalnya adalah juga direstui oleh beberapa Uskup.
====
Salam,
-
Silakan, jika Anda mau menyanggah keabsahan ajaran bahasa roh PKK, bisa Anda bagikan ajaran resmi GK yg menolak gerakan karismatik PKK. :)
Sebenarnya sudah saya sanggah langsung di Board Ajaran tersebut.
Jika melihat peristiwa yg dialami para Rasul di Yerusalem, Glossolalia adalah karunia temporary yg memungkinkan Injil tersampaikan ke-berbagai bangsa dan bahasa pada tahap awal pembentukan dan pengembangan Gereja. Karunia adikodrati yang saat ini tidak perlu ada lagi karena tergantikan oleh berbagai bangsa dan bahasa dalam Gereja dewasa ini.
Arti dari postingan saya di atas adalah usaha kalian untuk mengejar-ngejar karunia tersebut adalah sia-sia dan tidak Katolik.
Silakan Anda hapus sanggahan saya tersebut jika Anda bisa membuktikan bahwa sanggahan saya tersebut bertentangan dengan ajaran Katolik.
Dengan catatan: jangan gunakan Rm. Deshi Ramadhani, SJ, cum suis sebagai tolok ukur ke Katolikan suatu ajaran.
===
Salam,
-
Secara explisit, ya.
tapi secara praktek?
Kalo dalam PKK, AFAIK prakteknya seperti yg aku sebut di atas. :)
saya pernah baca. saya g akan komen soal "ditegur keras".
dan ga ada karunia menerjemahkan nubuat btw. karunia bernubuat (nevi'im/propheteuo = perkataan profetik), apakah benar berkaitan dengan bahasa Roh?
1 Kor 14 : 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih daripada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun .
Dapat dilihat di ayat ini, bahwa bahasa roh yg diterjemahkan akan menjadi sama berharganya dengan nubuat, dengan kata lain bahasa roh (yg diterjemahkan) = nubuat.
I do know. that's my habit, excuse me for doing that.
Sorry, your statement is confusing.
You do know that the verse is out of context, or you do know we should pray in secret?
For the second one, we do have to pray in secret so we don’t become hypocrites, but there are time we should pray out loud too, e.g. prayer together in communion.
1 Cor 14:9 So likewise ye, except ye utter by the tongue words easy to be understood, how shall it be known what is spoken? for ye shall speak into the air.
IMHO, ayat ini konteksnya adalah jika kita berbahasa roh yg ditujukan kepada orang2 yg tidak mengerti maksudnya. Tapi jika ditujukan kepada Allah, maka sesuai 1 Kor 14 : 2, 5 maka bahasa roh itu tidak menjadi sia2 dan dapat membangun orang tersebut.
apakah dengan berbahasa roh kita sama org yang kita doakan jadi tau apa penyakitnya?
1 Cor 14:14
For if I pray in an unknown tongue, my spirit prayeth, but my understanding is unfruitful.
karunia yang tepat untuk kasus ini bukan karunia berbahasa roh tetapi karunia hikmat/pengetahuan (1 Kor 12:8).
Tidak, kita (at least kami) tidak butuh tahu apa penyakitnya, tetapi kami butuh tahu bahwa kami telah mendoakan penyakit yg tidak kami ketahui itu kepada Allah secara specific, dan Allah mengetahui persisnya penyakit apa yg harus disembuhkan, dan itulah yg kami butuhkan: mendoakan secara tepat agar Allah berkenan menyembuhkannya.
-
tidak salah, juga tidak tepat.
seseorang yang mendapat karunia bahasa roh, Paulus anjurkan untuk juga meminta karunia untuk menafsirkannya agar dapat dimengerti.
seseorang yang mendapat karunia menerjemahkan bahasa-bahasa, sudah pasti akan mengerti kalo ada yang berkata-kata dalam bahasa asing, tapi kalaupun ga ada, ya tidak masalah.
seseorang yang mendapat karunia nubuat, sudah pasti pesannya dapat ditangkap.
Bedanya dengan penjelasanku di atas apa ya? Kok penjelasanku di atas dibilang tidak tepat?
sepertinya anda cuma mampu menjelaskan karunia bahasa roh menjadi "pintu" untuk karunia lain sampai nubuat, jadi sebenarnya cuma "pintu" sampai 2 karunia profetik lainnya. bukan begitu?
udah coba nonton film2 yang saya rujukkan? mereka dapat karunia iman, karunia mukjizat, karunia perkataan hikmat, karunia pengetahuan, karunia menyembuhkan, ga usah pake bahasa roh.
bahasa Roh genoglossolalia dengan xenoglossolalia masih menjadi perdebatan banyak teolog, tetapi yang
pasti adalah sebuah bahasa. dalam Kis 2, orang-orang ibrani perantauan mengerti apa yang mereka bicarakan dalam bahasa-bahasa mereka, isinya "...wonderful works of God (ay. 11)".
Yep, memang itu yg selama ini aku maksudkan, bahwa berbahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg lain yg berhubungan dgn bahasa roh juga, e.g. bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuatan yg terjadi dalam sesi bahasa roh.
Utk karunia2 yg ga berhubungan dgn bahasa roh, e.g. karunia bernubuat TIDAK dalam bahasa roh, ya tentu saja ga relevant, ga perlu bisa berbahasa roh utk memperoleh / mengejar karunia itu.
dan kalau dibaca penjelasan anda, sepertinya anda menambahkan dua karunia lagi... karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh dan karunia menerjemahkan nubuatan?
Bukan menambahkan, tapi memang itu yg selama ini kami bicarakan ketika membahas karunia karismatik yg berkaitan dengan bahasa roh.
FYI maksud kata "nubuat" (prophesy, propheteuo) di sini tidak harus mengatakan hal-hal yang di masa yang akan datang, dalam strong's exhaustive concordance arti lainnya ialah "I set forth matter of divine teaching by special faculty." Kamus lain mengatakan "forthtelling which reveals the mind (message) of God in a particular situation", "assert by elevating one statement over another", "speak forth in divinely-empowered"
Setuju!!
Dan memang nubuatan2 seperti itu yg AFAIK terjadi di PKK, ga selalu nubuatan akan masa yg akan datang.
apakah PKK dan gerakan kharismatik lainnya mengajarkan karunia-karunia datang setelah dibaptis/penuh oleh Roh Kudus?
PKK, sesuai iman katolik, mengajarkan bahwa karunia2 datang setelah dibaptis.
Dan AFAIK hanya ada satu baptisan dalam katolik, yaitu dibaptis dengan sarana air, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Kepenuhan manifestasi kuasa Roh Kudus dalam baptisan, AFAIK dalam iman katolik dipenuhi dalam sakramen krisma.
Dalam PKK, AFAIK kami tidak mengimani dan tidak mengadakan pembaptisan kedua, i.e. pembaptisan Roh Kudus.
Hermeneutics.
Anyone can do hermeneutics interpretation, with all of their arguments to support their claim that they have hermeneutics interpretation.
A claim of hermeneutics does NOT give infallibility authority to condemn one teaching as a heresy.
ditulis oleh Timotius Fu, faculty member of SAAT Malang.
Ada link-nya, bro?
Kalo Anda tidak keberatan, aku ingin memindahkan postingan Anda itu ke board ajaran reform.
-
Kalo dalam PKK, AFAIK prakteknya seperti yg aku sebut di atas. :)
duly noted.
1 Kor 14 : 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih daripada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun .
Dapat dilihat di ayat ini, bahwa bahasa roh yg diterjemahkan akan menjadi sama berharganya dengan nubuat, dengan kata lain bahasa roh (yg diterjemahkan) = nubuat.
no, you said "menerjemahkan nubuat". itu yang saya tekankan.
Sorry, your statement is confusing.
You do know that the verse is out of context, or you do know we should pray in secret?
For the second one, we do have to pray in secret so we don’t become hypocrites, but there are time we should pray out loud too, e.g. prayer together in communion.
both.
i was being sarcastic.
IMHO, ayat ini konteksnya adalah jika kita berbahasa roh yg ditujukan kepada orang2 yg tidak mengerti maksudnya. Tapi jika ditujukan kepada Allah, maka sesuai 1 Kor 14 : 2, 5 maka bahasa roh itu tidak menjadi sia2 dan dapat membangun orang tersebut.
Tidak, kita (at least kami) tidak butuh tahu apa penyakitnya, tetapi kami butuh tahu bahwa kami telah mendoakan penyakit yg tidak kami ketahui itu kepada Allah secara specific, dan Allah mengetahui persisnya penyakit apa yg harus disembuhkan, dan itulah yg kami butuhkan: mendoakan secara tepat agar Allah berkenan menyembuhkannya.
Semua doa ditujukan kepada Allah. Bukan kepada orang lain, atau kepada orang-orang suci. Tetapi apakah orang yang kita lagi doakan bisa mengerti apa yang kita doakan dan apakah mereka bisa mengikuti apa yang kita lagi doakan?
I'll tell you this, ketika orang mendoakan saya dalam bahasa Roh, artinya saya ga tau apa yang dia omong, saya ga ikut berdoa sama-sama, saya ga merasa diberkati atau dibangun. tetapi ketika seseorang mendoakan dengan bahasa yang kita sama-sama kenal, artinya saya tahu apa yang dia omong, dan saya ikut berdoa bersama, dan saya bisa mengaminkan apa yang dia katakan, dan kita sama-sama diberkati. Begitu juga saya mau buat ketika mendoakan setiap orang. bukan tiba2 burst into other tongues (or it might be false). My brother reported to me anak cell group saya pas satu kebaktian pas doa tiba-tiba berdoa dalam bahasa roh (or it might be false) sambil pegang dia, ngomong di kupingnya, seketika konstrasi kakak saya buyar. Nope itu tidak membangun kakak saya.
If you think you are smarter than Apostle Paul, you can cross out that 1 Corinthians 14:9-11 from your Bible.
Bedanya dengan penjelasanku di atas apa ya? Kok penjelasanku di atas dibilang tidak tepat?
read again
Yep, memang itu yg selama ini aku maksudkan, bahwa berbahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg lain yg berhubungan dgn bahasa roh juga, e.g. bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuatan yg terjadi dalam sesi bahasa roh.
Utk karunia2 yg ga berhubungan dgn bahasa roh, e.g. karunia bernubuat TIDAK dalam bahasa roh, ya tentu saja ga relevant, ga perlu bisa berbahasa roh utk memperoleh / mengejar karunia itu.
so, pintu untuk "karunia menerjemahkan bahasa Roh", bukan "karunia-karunia lainnya".
Bukan menambahkan, tapi memang itu yg selama ini kami bicarakan ketika membahas karunia karismatik yg berkaitan dengan bahasa roh.
Setuju!!
Dan memang nubuatan2 seperti itu yg AFAIK terjadi di PKK, ga selalu nubuatan akan masa yg akan datang.
PKK, sesuai iman katolik, mengajarkan bahwa karunia2 datang setelah dibaptis.
Dan AFAIK hanya ada satu baptisan dalam katolik, yaitu dibaptis dengan sarana air, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Kepenuhan manifestasi kuasa Roh Kudus dalam baptisan, AFAIK dalam iman katolik dipenuhi dalam sakramen krisma.
Dalam PKK, AFAIK kami tidak mengimani dan tidak mengadakan pembaptisan kedua, i.e. pembaptisan Roh Kudus.
right...
Matthew 3:11
I (John the Baptist) indeed baptize you with water unto repentance: but he (Jesus) that cometh after me is mightier than me, whose shoes I am not worthy to bear; he shall baptize you with the Holy Ghost, and with fire.
anda mengimani ayat ini sebagai kebenaran?
Anyone can do hermeneutics interpretation, with all of their arguments to support their claim that they have hermeneutics interpretation.
A claim of hermeneutics does NOT give infallibility authority to condemn one teaching as a heresy.
but is it good hermeneutics?
I can disagree with a lot of people but I still can see if their opinion still works if I see it from their point of view.
I do not condemn any teaching as heresy, but to judge, to remind, in love as a brother in Christ.
Ada link-nya, bro?
Kalo Anda tidak keberatan, aku ingin memindahkan postingan Anda itu ke board ajaran reform.
silahkan. itu dapet dari notes temen di facebook
-
Anda melihatnya secara terbalik.
Yg saya pertanyakan adalah ajaran Bahasa Roh yang Anda sebutkan sebagai ajaran yg Katolik walaupun tidak ada referensi Katolik yg jelas mengenai itu.
Ketika saya menyanggahnya, Anda membuat penekanan keabsahan ajaran bahasa Roh tersebut sebagai ajaran yg Katolik, karena adanya restu dari beberapa pihak hierarki Gereja dan stempel nihil obstat dan imprimatur.
sbb:
Nihil obstat dan imprimatur hanyalah pernyataan tidak bertentangan dengan iman dan moral [pada waktu itu]. Bukan pernyataan bahwa itu adalah ajaran yang Katolik.===> semoga Anda bisa melihat bedanya.
Ya, sepertinya kita memang memiliki sudut pandang yg berbeda.
Dalam FIK ini, yang dimaksud dengan ajaran denominasi (e.g. ajaran katolik) adalah segala pengajaran, baik berupa ajaran resmi, dogma, doktrin, atau sebatas artikel2 atau interpretasi2 pribadi individu atau golongan tertentu yg berkaitan dengan denominasi tersebut (e.g. dapat diasosiasikan dgn ajaran katolik).
Postingan2 dalam board ajaran TIDAK dibatasi hanya utk ajaran infallible atau ajaran resmi denominasi yg bersangkutan. Selama ajaran tersebut bernafaskan / berkaitan dengan denominasi tersebut, meskipun hanya berupa kotbah Pendeta/pastor atau sekedar karya tulis dari seorang awam, selama bisa dipertanggung-jawabkan sumbernya, dan tidak bertentangan dengan ajaran resmi atau ajaran infallible denominasi tersebut, maka FIK memperbolehkan ajaran tsb utk dipostingkan di board ajaran.
Sanggahan dan diskusi utk ajaran tersebut diperkenankan utk dilakukan di board diskusi, dan jika ditemukan bertentangan dgn ajaran resmi (e.g. dogma / ajaran infallible), maka postingan di board ajaran dapat dilock / dihapus / dipindahkan dari board ajaran.
Anda boleh tidak setuju dengan definisi ini, tapi berhubung ini adalah konsep yg kami bawa dalam FIK, mohon utk Anda menerimanya utk saat ini.
Kembali mengenai topik yg aku bawa, aku klarifikasi saja, bahwa jika aku mengatakan suatu ajaran adalah katolik, BUKAN otomatis berarti bahwa ajaran tersebut adalah ajaran resmi GK, i.e. ajaran dogmatik yg mutlak dan infallible.
Karena dalam FIK, suatu ajaran/postingan dikategorikan sbg ajaran denominasi tertentu artinya bahwa ajaran tersebut memiliki asosiasi dgn denominasi tersebut dan tidak bertentangan dgn ajaran resmi denominasi tersebut. Artikel yg aku bawa itu bernafaskan katolik, mencantumkan sumber2 katolik, dan AFAIK tidak ada ajaran resmi/dogma yg menolak / berlawanan dgn artikel tersebut. By FIK rules, artikel tersebut memenuhi syarat utk ditampilkan di board ajaran katolik.
Jika benar ajaran-ajaran yg Anda posting tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara Katolik sebutkan satu saja ajaran Katolik yg menyatakan bahwa ada 4 (a-d) cara memperoleh karunia berbahasa roh,?
Aku katakana ajaran tersebut katolik, karena berasosiasikan dengan Gereja Katolik.
Aku tidak mengatakan ajaran2 tersebut adalah ajaran dogmatik GK, melainkan ajaran2 tersebut adalah interpretasi si penulis dikaitkan dgn pemahamannya dalam kerangka teologi GK.
Aku ambil contoh yg lain, ketika St. Theresa dari Avila berkata / mengajarkan: “Arahkanlah matamu ke dalam batin dan lihatlah di dalam dirimu…. Engkau akan menemukan Tuhanmu”, IMHO kita dapat mengatakan bahwa ajakan St. Theresa dari Avila ini adalah ajaran katolik, meskipun kita tidak perlu menanyakan keabsahannya sbg ajaran Katolik dgn menanyakan mana ajaran resmi yg menyatakan bahwa cara berdoa adalah demikian.
Dalam GK memang tidak ada ajaran resmi yg mengatakan ada 4 (a-d) cara utk memperoleh karunia bahasa roh. Tapi dalam GK ada ada ajaran resmi utk mengejar karunia Roh Kudus dlm berbagai2 rupa (Lumen Gentium, n12), dan karunia2 karismatik (e.g. bahasa roh) oleh Paus Yohanes Paulus II diacu sebagai salah satu dari rupa2 karunia Roh Kudus ini (http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/speeches/1998/may/documents/hf_jp-ii_spe_19980530_riflessioni_en.html).
Jika ada yg merefleksikan bahwa ada 4 cara memperoleh karunia bahasa roh, IMHO, sah2 saja kalo mau diterima atau ditolak. Dan berhubung refleksi yg aku bawa itu, sekali lagi, memiliki asosiasi dengan GK, maka aku sengaja taruh di board ajaran katolik.
Anda atau siapa pun bisa mengajarkan jutaan hal dan praktek yang tidak bertentangan dengan ajaran iman dan moral Katolik tetapi itu bukan ajaran Katolik.
Setuju!! Tapi ajaran2 dalam agama Islam, misalnya, yg tidak bertentangan dgn ajaran iman dan moral katolik tidak pernah dinyatakan sebagai nihil obstat dan imprimatur bukan?
Tapi AFAIK, nihil obstat dan imprimatur hanya diberikan kepada ajaran2 yg berasosiasikan dengan ajaran GK:
AFAIK, tidak ada ajaran filsafat atau ajaran agama lain yg diberi status nihil obstat / imprimatur.
Jadi IMHO, jika sudah memperoleh nihil obstat / imprimatur, artinya ajaran tsb bernafas katolik, dan memenuhi syarat utk ditaruh di board ajaran katolik di FIK ini.
Banyak gerakan dan organisasi yg diretui Gereja serta buku2 dan pendapat para individu Katolik yg dilabeli nihil obstat yg kemudian dinyatakan sesat oleh Gereja. Buku-bukunya Anthony De Mello salah satunya.
Mengacu pada kasus De Mello, apakah lalu semua ajaran nihil obstat dan imprimatur harus ditolak sebagai ajaran / doktrin katolik?
-
Hm... statement yg terlalu menggampangkan sesuatu hal yg serius.
Jangankan yg menetas dari Pentacostal.... yg dari dalam RK sendiri ada yg dinyatakan sesat kemudian walau awalnya diretui Gereja.
The Knights Templars dan komunitas SSPX awalnya adalah juga direstui oleh beberapa Uskup.
Harap dibedakan antara organisasi dengan spiritualitas dari organisasi tersebut.
Knights Templar dan SSPX adalah organisasi. Organisasinya bisa jadi ditentang / dibubarkan oleh Gereja, tapi tidak menjadikan spiritualitasnya ditolak oleh Gereja.
Banyak PDKK yg ditolak / dibubarkan oleh keuskupan / keparokian setempat, tapi tidak berarti spritualitas karismatik ditolak di keuskupan atau keparokian tersebut.
AFAIK, aku masih tidak menemukan ajaran GK yg menolak bahasa roh, malah ajaran2 resmi seperti LG atau papal speech malah banyak yg mendukung gerakan karismatik yg berbahasa roh.
-
Sebenarnya sudah saya sanggah langsung di Board Ajaran tersebut.
Like I said, utk menyanggah board ajaran, terutama utk meminta agar dikeluarkan dari board ajaran, mohon disampaikan ajaran resmi dari denominasi tsb yg menolak postingan dalam board ajaran tsb.
Aku berharap Anda bersedia menyampaikan ajaran resmi GK yg lebih kuat otoritasnya dari artikel yg aku berikan itu. Tidak perlu ajaran dogmatis, bisa juga ajaran doctrinal yg menolak karismatik katolik dan praktek bahasa rohnya.
IMHO, kalo Anda bisa memberikan referensi yg lebih kuat dr artikelku (e.g. ajaran dogmatis) yg menentang karismatik katolik, maka kita bisa pindahkan / hapus artikel yg aku postingkan di board ajaran itu.
Tapi kalo referensi yg Anda berikan itu sama2 dalam taraf doctrinal, maka IMHO kita sama2 pegang2 doktrin2 itu sebagai kekayaan dalam GK.
Arti dari postingan saya di atas adalah usaha kalian untuk mengejar-ngejar karunia tersebut adalah sia-sia dan tidak Katolik.
Silakan Anda hapus sanggahan saya tersebut jika Anda bisa membuktikan bahwa sanggahan saya tersebut bertentangan dengan ajaran Katolik.
Dengan catatan: jangan gunakan Rm. Deshi Ramadhani, SJ, cum suis sebagai tolok ukur ke Katolikan suatu ajaran.
Sanggahan Anda tidak perlu dihapus, malah TBH sangat aku hargai.
Sekali lagi, silakan kembali ke definisi ”ajaran katolik” yg aku maksud di atas.
Jika Anda mau menyanggahnya dan menggugat utk tidak ditampilkan dalam board ajaran katolik, by FIK rules, silakan disampaikan di sini referensi yg lebih kuat (e.g. dogma atau keputusan2 dogmatis) yg menolak karismatik katolik dan bahasa roh.
-
Bro Jeno dan bro Medice... :)
begini saja ...ajaran bahasa Roh dari karismatik tetap ada dalam board iman katolik...tetapi ajaran kontra bahasa ROh sepanjang argumennya sesuai dengan Kitab Suci atau Tradisi atau pengajaran magisterium apapun taraf otoritasnya dipersilahkan pula ditaruh dalam ajaran iman katolik.
Biar transparan dan memang begitulah adanya ada pro dan kontra sepanjang hal2 yang bukan dogmatik tetaplah bersatu teguh dalam bunda Gereja... yang satu kudus katolik dan apostolik.
Untuk diskusinya silahkan dilanjutkan juga oleh member yang lain seperti biasa...
salam damai :)
-
duly noted.
:nod:
no, you said "menerjemahkan nubuat". itu yang saya tekankan.
Hope it’s clear now? :)
both.
i was being sarcastic.
:grining:
Semua doa ditujukan kepada Allah. Bukan kepada orang lain, atau kepada orang-orang suci. Tetapi apakah orang yang kita lagi doakan bisa mengerti apa yang kita doakan dan apakah mereka bisa mengikuti apa yang kita lagi doakan?
I'll tell you this, ketika orang mendoakan saya dalam bahasa Roh, artinya saya ga tau apa yang dia omong, saya ga ikut berdoa sama-sama, saya ga merasa diberkati atau dibangun. tetapi ketika seseorang mendoakan dengan bahasa yang kita sama-sama kenal, artinya saya tahu apa yang dia omong, dan saya ikut berdoa bersama, dan saya bisa mengaminkan apa yang dia katakan, dan kita sama-sama diberkati. Begitu juga saya mau buat ketika mendoakan setiap orang. bukan tiba2 burst into other tongues (or it might be false). My brother reported to me anak cell group saya pas satu kebaktian pas doa tiba-tiba berdoa dalam bahasa roh (or it might be false) sambil pegang dia, ngomong di kupingnya, seketika konstrasi kakak saya buyar. Nope itu tidak membangun kakak saya.
Entah dengan praktek doa karismatik bahasa roh di luar PKK yg aku ikuti (i.e. Komunitas Tritunggal Maha Kudus).
Dalam KTM, biasanya orang yg didoakan dalam bahasa roh adalah saudara2 yg familiar dgn bahasa roh ini. Kalopun kami mendoakan orang di luar komunitas kami yg tidak familiar dgn bahasa roh, dan kami hendak mendoakan dalam bahasa roh, pasti akan kami beritahu di awal bahwa kami akan berdoa dalam bahasa roh.
Kalo orang itu tidak suka didoakan dgn bahasa roh, atau orang itu tidak percaya akan bahasa roh, ya kami akan mendoakan dgn cara biasa (atau jika berbahasa roh hanya akan diucapkan dalam hati).
Btw, dalam PKK, sekalipun kami berdoa dalam bahasa roh, pasti ada doa yg menggunakan kata2 yg dimengerti. Bahasa roh hanya menjadi sebagian dari doa itu, karena kami memberikan proporsi yg seimbang antara berdoa dgn budi dan berdoa tanpa menggunakan budi (doa bahasa roh).
If you think you are smarter than Apostle Paul, you can cross out that 1 Corinthians 14:9-11 from your Bible.
Wow… what a harsh statement!!
I don’t have any slightest intention to reject Paul’s teaching. Amen to these verses!!!
What I do intend to say is, that this verse has been used out of context to forbid speaking in tongues.
If you do your hermeneutics, you will understand that Paul was against glossolalia in Corinth because they have abused the gifts and make it as a source of schism. The verses in 1 Cor 14 were intended to control the use of glossolalia in church meetings, as it could be a stumbling stone and create schism for the church. BUT, on the other part of his epistle, Paul also urged us to follow after spiritual gifts, including speaking in tongues. When it is used properly, the gifts will edify us.
read again
Reply #272:
Anda katakan bahwa tidak tertulis bahwa setelah bahasa roh akan muncul karunia nubuatan.
Reply #281:
Aku uraikan ayat 1-5 dari perikop 1 Korintus 14.
Aku simpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2.
Reply #285
Anda hanya mengulang uraianku ttg ayat 1-5, lalu Anda bilang tidak salah, tapi juga kurang tepat.
Sudah aku baca ulang, aku masih tidak mengerti, apa yg Anda maksud sbg kurang tepat? :confused:
so, pintu untuk "karunia menerjemahkan bahasa Roh", bukan "karunia-karunia lainnya".
Pintu utk karunia2 yg lainnya yang berkaitan dgn bahasa roh, misal: membangun diri dengan kata2 rahasia yg hanya dimengerti oleh roh dan Allah, bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuat, dsb.
right...
Matthew 3:11
I (John the Baptist) indeed baptize you with water unto repentance: but he (Jesus) that cometh after me is mightier than me, whose shoes I am not worthy to bear; he shall baptize you with the Holy Ghost, and with fire.
anda mengimani ayat ini sebagai kebenaran?
Amen to this verse!!
But does this literally mean that Jesus will baptize us with Holy Spirit and fire, as we were baptized using water? IMHO, NO!!
In all 4 gospels (Matt. 3: 11; Mark 1: 8; Luke 3: 16; John 1: 33) it was John Baptist saying those words, and we can see that the framework is eschatological. According to Matthew and Luke, this promise is immediately followed by a verse about final judgment, thus John the Baptist was following the prophecy from the Old Testament. In this perspective, “baptism with Holy Spirit” is not something that Jesus does, but it is something to do to emphasize that He has come. When we were baptized by the mean of water, in the Name of the Most Holy Trinity, we are truly baptized and fully filled with Holy Spirit.
The Lord only gives one instruction regarding baptism, by water and in the name of the Most Holy Trinity.
After His resurrection, He fully grants Holy Spirit in every baptism for every each of us. There is no second baptism (in catholic faith) as “baptism in holy spirit”.
but is it good hermeneutics?
I can disagree with a lot of people but I still can see if their opinion still works if I see it from their point of view.
I do not condemn any teaching as heresy, but to judge, to remind, in love as a brother in Christ.
We (catholics) do acknowledge infallible teaching from the Church, so we can remind our brothers who stray away from the true teaching, to remind them the danger of heresy whenever they stray too far from the infallible teaching of the Church. As long as any doctrine doesn’t against any of the infallible teachings, we can’t say it as heresy.
But what about you? If you said that my interpretation is wrong (i.e. heresy), by what basis you can say that my hermeneutics is not good enough, or that your hermeneutics is better than mine, or vice versa?
silahkan. itu dapet dari notes temen di facebook
:afro1:
-
Bro Jeno dan bro Medice... :)
begini saja ...ajaran bahasa Roh dari karismatik tetap ada dalam board iman katolik...tetapi ajaran kontra bahasa ROh sepanjang argumennya sesuai dengan Kitab Suci atau Tradisi atau pengajaran magisterium apapun taraf otoritasnya dipersilahkan pula ditaruh dalam ajaran iman katolik.
Biar transparan dan memang begitulah adanya ada pro dan kontra sepanjang hal2 yang bukan dogmatik tetaplah bersatu teguh dalam bunda Gereja... yang satu kudus katolik dan apostolik.
Untuk diskusinya silahkan dilanjutkan juga oleh member yang lain seperti biasa...
salam damai :)
Setuju sekali, bro Leo!! :afro:
IMHO, ini adalah win2 solution, dan aku berharap bahwa bro medice bersedia memberikan juga referensi2 yg ada yg berkaitan dgn pandangan2 katolik yg tidak menyetujui karismatik bahasa roh ini. :)
-
permisi... mau bertanya ... :giggle:
saya pernah ikut KKR Kharismatikers, dan memang pada sesi penyembahan mayoritas berbahasa roh. saat itu yang saya rasakan adalah [sorry] ketakutan dan bulu kuduk merinding, terutama ketika saya mendengar banyak yang berdesis2 seperti ular dan bahkan ada yang sampai histeris :swt:
Btw, sis lily, ini KKR-nya katolik punya?
Kalo di KTM, klo yg histeris gitu sih biasanya klo lg pelepasan, yg histeris teriak2 itu dari si jahat yg ga mau keluar.
Yah... tapi aku tidak mengingkari, bahwa byk jg PDKK yg ”kurang bagus” dalam melakukan ”penyembahan dalam roh”, dan IMHO ga bisa dipukul rata semua PDKK itu baik atau semua PDKK itu buruk (menakutkan). :)
tapi saya punya teman yang bisa berbahasa roh, dia sering pakai untuk doa pribadi, dia Katolik aliran hening - bukan karismatiker. nah anehnya sewaktu ada kesempatan doa bareng dia, di mana dia juga berbahasa roh, sy tidak merasa ketakutan, namun merasa damai sejahtera.
pertanyaannya : koq efeknya bisa beda begitu ya ?
Damai sejahtera --> karunia sejati dari Allah.
Saranku, terus dicari aja utk yg seperti ini, sis.
waduh saya baru tahu kalo karunia bahasa roh bisa diaktifkan, ada yg bisa sharing bagaimana caranya?
thanks :)
Kalo dalam PKK yg aku tahu, ya cara mengaktifkannya seperti yg ditulis di artikel yg aku taruh di board ajaran katolik itu.
Kita didoakan dalam bahasa roh, atau ketika dalam sesi berdoa bersama dalam bahasa roh, kita berusaha meniru kata2 asing yg kita dengar itu. Kalo Allah berkenan, ketika karunia itu diberikan, dan ”dipancing” utk digunakan, maka bahasa roh itu akan bisa kita ucapkan / keluar dengan lebih leluasa.
-
Entah dengan praktek doa karismatik bahasa roh di luar PKK yg aku ikuti (i.e. Komunitas Tritunggal Maha Kudus).
Dalam KTM, biasanya orang yg didoakan dalam bahasa roh adalah saudara2 yg familiar dgn bahasa roh ini. Kalopun kami mendoakan orang di luar komunitas kami yg tidak familiar dgn bahasa roh, dan kami hendak mendoakan dalam bahasa roh, pasti akan kami beritahu di awal bahwa kami akan berdoa dalam bahasa roh.
Kalo orang itu tidak suka didoakan dgn bahasa roh, atau orang itu tidak percaya akan bahasa roh, ya kami akan mendoakan dgn cara biasa (atau jika berbahasa roh hanya akan diucapkan dalam hati).
Btw, dalam PKK, sekalipun kami berdoa dalam bahasa roh, pasti ada doa yg menggunakan kata2 yg dimengerti. Bahasa roh hanya menjadi sebagian dari doa itu, karena kami memberikan proporsi yg seimbang antara berdoa dgn budi dan berdoa tanpa menggunakan budi (doa bahasa roh).
Wow… what a harsh statement!!
I don’t have any slightest intention to reject Paul’s teaching. Amen to these verses!!!
What I do intend to say is, that this verse has been used out of context to forbid speaking in tongues.
If you do your hermeneutics, you will understand that Paul was against glossolalia in Corinth because they have abused the gifts and make it as a source of schism. The verses in 1 Cor 14 were intended to control the use of glossolalia in church meetings, as it could be a stumbling stone and create schism for the church. BUT, on the other part of his epistle, Paul also urged us to follow after spiritual gifts, including speaking in tongues. When it is used properly, the gifts will edify us.
Oh I know it for sure. Hampir setengah dari suratan 1 Korintus adalah karena Paulus mendengar bahwa jemaat di Korintus telah melakukan berbagai macam dosa yang bahkan tidak dilakukan orang-orang yang tidak kenal Kristus (pasal 1-7). dan lainnya karena mereka telah melakukan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan perpecahan, aliran Apolos kah, aliran Paulus, aliran Taurat, aliran non Taurat, aliran apapun.
dan 1 Kor 14:9-11 telah menjelaskan penggunaan karunia-karunia, tetapi anda sendiri menyangkalnya dengan mendoakan orang lain menggunakan bahasa Roh. saya sendiri tidak menyangkal adanya karunia bahasa Roh, tetapi saya tidak akan menggunakannya ketika mendoakan orang lain. kecuali emang saat itu Tuhan yang memberikan kita karunia bahasa Roh dan saat yang sama Tuhan kasih ke orang yang kita doakan karunia menerjemahkan bahasa Roh (this is also a case in my church), they don't need babbles they do not understand but they need words of encouragement and affirmation in that way edifying the church.
Reply #272:
Anda katakan bahwa tidak tertulis bahwa setelah bahasa roh akan muncul karunia nubuatan.
Reply #281:
Aku uraikan ayat 1-5 dari perikop 1 Korintus 14.
Aku simpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2.
Reply #285
Anda hanya mengulang uraianku ttg ayat 1-5, lalu Anda bilang tidak salah, tapi juga kurang tepat.
Sudah aku baca ulang, aku masih tidak mengerti, apa yg Anda maksud sbg kurang tepat? :confused:
read again. you're missing something.
Pintu utk karunia2 yg lainnya yang berkaitan dgn bahasa roh, misal: membangun diri dengan kata2 rahasia yg hanya dimengerti oleh roh dan Allah, bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuat, dsb.
itu bukan karunia2 yang tertulis dalam 1 Korintus 12.
membangun diri = mau dengan bahasa Roh atau kalimat2 profetik ataupun tidak, siapa bilang tidak bisa membangun? bagaimana yang tidak memiliki karunia berbahasa Roh?
bernubuat dalam bahasa Roh = dalam ajaran Pantekosta/Foursquare kami membagi karunia-karunia Roh Kudus menjadi 3 bagian dan karunia berbahasa dan menerjemahkan bahasa Roh dan bernubuat adalah karunia nubuatan/profetik. setiap kalimat yang diucapkan adalah kalimat profetik
lalu nubuat/perkataan profetik adalah sesuatu yang Paulus katakan membangun jemaat, kalau masih perlu diterjemahkan, then...?
Amen to this verse!!
But does this literally mean that Jesus will baptize us with Holy Spirit and fire, as we were baptized using water? IMHO, NO!!
In all 4 gospels (Matt. 3: 11; Mark 1: 8; Luke 3: 16; John 1: 33) it was John Baptist saying those words, and we can see that the framework is eschatological. According to Matthew and Luke, this promise is immediately followed by a verse about final judgment, thus John the Baptist was following the prophecy from the Old Testament. In this perspective, “baptism with Holy Spirit” is not something that Jesus does, but it is something to do to emphasize that He has come. When we were baptized by the mean of water, in the Name of the Most Holy Trinity, we are truly baptized and fully filled with Holy Spirit.
The Lord only gives one instruction regarding baptism, by water and in the name of the Most Holy Trinity.
After His resurrection, He fully grants Holy Spirit in every baptism for every each of us. There is no second baptism (in catholic faith) as “baptism in holy spirit”.
Di Matius 3:11 jelas kok tertulis "he that cometh after me". Lukas 1:17 menyatakan Yohanes bin Zakharia akan mendahului Tuhan (Yesus), meluruskan jalan bagi kedatangan Tuhan (Matius 3:3). Salah satu contoh adalah Kis 19:1-7 di mana Paulus membandingkan kata dibaptis dengan kata menerima. Ketika mereka ditumpangkan tangan oleh Paulus, mereka kembali dibaptis dalam Roh dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi that's not the case kepada anggota sida Etiopia yang dibaptis oleh Filipus, di mana gak tertulis tanda dia penuh oleh Roh Kudus. Paulus menulis bahwa hanya oleh Roh Kudus setiap orang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, yang artinya setiap orang percaya sudah memilki sebahagian porsi dari Roh Kudus tetapi Paulus mengatakan itu saja tidak cukup, tetapi hendaklah penuh (secara terus menerus, perpetually) dengan Roh. Gak cuma punya, sebagian, tetapi penuh setiap hari. Bukan tidak mungkin baptisan Roh Kudus terjadi secara bersamaan ketika baptisan selam, tidak mungkin juga seseorang dipenuhi Roh Kudus terlebih dahulu baru setelah itu dibaptis dalam air. Coba cek alkitabnya apakah keduabelas rasul, rasul2 seperti Paulus, pernah dibaptis selam dalam nama Yesus Kristus? Yesus memerintahkan mereka untuk membaptis tapi mereka sendiri belum tentu pernah dibaptis!
We (catholics) do acknowledge infallible teaching from the Church, so we can remind our brothers who stray away from the true teaching, to remind them the danger of heresy whenever they stray too far from the infallible teaching of the Church. As long as any doctrine doesn’t against any of the infallible teachings, we can’t say it as heresy.
But what about you? If you said that my interpretation is wrong (i.e. heresy), by what basis you can say that my hermeneutics is not good enough, or that your hermeneutics is better than mine, or vice versa?
what about veneration of saints, purgatory, mass, transubstantion, perpetual virginity of Mary, things that do not even exist in the Bible?
-
what about veneration of saints, purgatory, mass, transubstantion, perpetual virginity of Mary, things that do not even exist in the Bible?
Bro r3ck0rd,
Please make several thread so the discussion is no out of context.
salam :)
-
I do not condemn any teaching as heresy, but to judge, to remind, in love as a brother in Christ.
Bro,
kalo saya usul..
Kata-kata spt kalimat diatas yang merupakan SALES PITCH yang sering digunakan untuk Jualan Gereja..
sebaiknya dapat dihindari digunakan di forum ini... untuk mencegah jangan sampai spt forum sebelah yang makin lama tambah gak mutu ehehe..
Ibarat di Pasar Malam:
Penjual Permen selalu bilang kepada Ibu-ibu & Anak Kecil pengunjung pasar malam:
Ayo bu SAYANG ANAK... SAYANG ANAK....
Kasihan bu.. Anak Ibu pengen permen sampai air liurnya menetes gitu lho bu.... Kasihan sekali anak ibu itu..
Tapi saya tidak jualan permen lho....
cuma kalau anak ibu membutuhkan pertolongan sebuah permen, saya ada, dan ibu cukup ganti ongkos angkot saya 5.000 perak aja..
Mudah-mudahan tidak salah dimengerti..
Only to keep this forum discussable... as opposed to Jualan Permen..
Thanks.
-
Ya, sepertinya kita memang memiliki sudut pandang yg berbeda.
Dalam FIK ini, yang dimaksud dengan ajaran denominasi (e.g. ajaran katolik) adalah segala pengajaran, baik berupa ajaran resmi, dogma, doktrin, atau sebatas artikel2 atau interpretasi2 pribadi individu atau golongan tertentu yg berkaitan dengan denominasi tersebut (e.g. dapat diasosiasikan dgn ajaran katolik).
Postingan2 dalam board ajaran TIDAK dibatasi hanya utk ajaran infallible atau ajaran resmi denominasi yg bersangkutan. Selama ajaran tersebut bernafaskan / berkaitan dengan denominasi tersebut, meskipun hanya berupa kotbah Pendeta/pastor atau sekedar karya tulis dari seorang awam, selama bisa dipertanggung-jawabkan sumbernya, dan tidak bertentangan dengan ajaran resmi atau ajaran infallible denominasi tersebut, maka FIK memperbolehkan ajaran tsb utk dipostingkan di board ajaran.
Sanggahan dan diskusi utk ajaran tersebut diperkenankan utk dilakukan di board diskusi, dan jika ditemukan bertentangan dgn ajaran resmi (e.g. dogma / ajaran infallible), maka postingan di board ajaran dapat dilock / dihapus / dipindahkan dari board ajaran.
Anda boleh tidak setuju dengan definisi ini, tapi berhubung ini adalah konsep yg kami bawa dalam FIK, mohon utk Anda menerimanya utk saat ini.
Kembali mengenai topik yg aku bawa, aku klarifikasi saja, bahwa jika aku mengatakan suatu ajaran adalah katolik, BUKAN otomatis berarti bahwa ajaran tersebut adalah ajaran resmi GK, i.e. ajaran dogmatik yg mutlak dan infallible.
Karena dalam FIK, suatu ajaran/postingan dikategorikan sbg ajaran denominasi tertentu artinya bahwa ajaran tersebut memiliki asosiasi dgn denominasi tersebut dan tidak bertentangan dgn ajaran resmi denominasi tersebut. Artikel yg aku bawa itu bernafaskan katolik, mencantumkan sumber2 katolik, dan AFAIK tidak ada ajaran resmi/dogma yg menolak / berlawanan dgn artikel tersebut. By FIK rules, artikel tersebut memenuhi syarat utk ditampilkan di board ajaran katolik.
Aku katakana ajaran tersebut katolik, karena berasosiasikan dengan Gereja Katolik.
Aku tidak mengatakan ajaran2 tersebut adalah ajaran dogmatik GK, melainkan ajaran2 tersebut adalah interpretasi si penulis dikaitkan dgn pemahamannya dalam kerangka teologi GK.
Yap, saya memang tidak setuju. Ajaran Katolik seyogyanya ajaran yang Katolik (universal) dan buka sekedar pendapat pribadi. Tapi ya sudah... jika memang demikian aturannya.
Aku ambil contoh yg lain, ketika St. Theresa dari Avila berkata / mengajarkan: “Arahkanlah matamu ke dalam batin dan lihatlah di dalam dirimu…. Engkau akan menemukan Tuhanmu”, IMHO kita dapat mengatakan bahwa ajakan St. Theresa dari Avila ini adalah ajaran katolik, meskipun kita tidak perlu menanyakan keabsahannya sbg ajaran Katolik dgn menanyakan mana ajaran resmi yg menyatakan bahwa cara berdoa adalah demikian.
Silakan baca Katekismus (2709-2719) mengenai DOA BATIN, yang justru mengacu kepada St. Theresa dari Avila (dari Yesus)
Dalam GK memang tidak ada ajaran resmi yg mengatakan ada 4 (a-d) cara utk memperoleh karunia bahasa roh. Tapi dalam GK ada ada ajaran resmi utk mengejar karunia Roh Kudus dlm berbagai2 rupa (Lumen Gentium, n12), dan karunia2 karismatik (e.g. bahasa roh) oleh Paus Yohanes Paulus II diacu sebagai salah satu dari rupa2 karunia Roh Kudus ini (http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/speeches/1998/may/documents/hf_jp-ii_spe_19980530_riflessioni_en.html).
[/quote]
Afaik, apa yang dilakukan PKK berbeda dengan apa yang ada di LG.
"Extraordinary gifts are not to be sought after, nor are the fruits of apostolic labor to be presumptuously expected from their use; but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church..."
Jika ada yg merefleksikan bahwa ada 4 cara memperoleh karunia bahasa roh, IMHO, sah2 saja kalo mau diterima atau ditolak. Dan berhubung refleksi yg aku bawa itu, sekali lagi, memiliki asosiasi dengan GK, maka aku sengaja taruh di board ajaran katolik.
Jika Anda dan siapapun yang mengaku diri KATOLIK harus menolak bahwa ada cara-cara (4 cara) untuk memperoleh karunia bahasa roh.
Karunia bahasa roh yg merupakan karunia extra-ordinari tidak dapat diperoleh dengan cara-cara tertentu. Sebab itu diberikan Roh secara gratis, dimana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
Setuju!! Tapi ajaran2 dalam agama Islam, misalnya, yg tidak bertentangan dgn ajaran iman dan moral katolik tidak pernah dinyatakan sebagai nihil obstat dan imprimatur bukan?
Nihil obstat tidak untuk terbitan non Katolik
Tapi AFAIK, nihil obstat dan imprimatur hanya diberikan kepada ajaran2 yg berasosiasikan dengan ajaran GK:
AFAIK, tidak ada ajaran filsafat atau ajaran agama lain yg diberi status nihil obstat / imprimatur.
Jadi IMHO, jika sudah memperoleh nihil obstat / imprimatur, artinya ajaran tsb bernafas katolik, dan memenuhi syarat utk ditaruh di board ajaran katolik di FIK ini.
Apakah kalau nihil obstat menjadi bersyarat utk nongkrong di ajaran Katolik ala FIK.... itu keputusan kalian para modie [kalau saya sih gak setuju]
Yang mau saya sampaikan adalah: Nihil obstat dan imprimatur [entah itu sesuai atau bernafaskan ajaran Katolik] tidak menjadikan publikasi dengan stempel tsb pasti tidak bertentangan dengan ajaran Katolik.
Mengacu pada kasus De Mello, apakah lalu semua ajaran nihil obstat dan imprimatur harus ditolak sebagai ajaran / doktrin katolik?
Ya, gak juga lah... Bagaimana pun yg dengan nihil obstat dan imprimatur setidaknya telah diperiksa oleh 'pihak berwenang'.
===
Salam,
-
Bro r3ck0rd,
Please make several thread so the discussion is no out of context.
salam :)
he talked about infallible teaching of the church, I was just saying about the "infallible teaching" that is even not said in the Bible! I had no intention of taking this out of topic, but to test all things according to the Bible.
Bro,
kalo saya usul..
Kata-kata spt kalimat diatas yang merupakan SALES PITCH yang sering digunakan untuk Jualan Gereja..
sebaiknya dapat dihindari digunakan di forum ini... untuk mencegah jangan sampai spt forum sebelah yang makin lama tambah gak mutu ehehe..
Ibarat di Pasar Malam:
Penjual Permen selalu bilang kepada Ibu-ibu & Anak Kecil pengunjung pasar malam:
Ayo bu SAYANG ANAK... SAYANG ANAK....
Kasihan bu.. Anak Ibu pengen permen sampai air liurnya menetes gitu lho bu.... Kasihan sekali anak ibu itu..
Tapi saya tidak jualan permen lho....
cuma kalau anak ibu membutuhkan pertolongan sebuah permen, saya ada, dan ibu cukup ganti ongkos angkot saya 5.000 perak aja..
Mudah-mudahan tidak salah dimengerti..
Only to keep this forum discussable... as opposed to Jualan Permen..
Thanks.
Take not my words, but read this:
John 7:24
Judge not according to the appearance, but judge righteous judgment.
1 Tim 5:1-2
Rebuke not an elder, but intreat him as a father; and the younger men as brethren; The elder women as mothers; the younger as sisters, with all purity.
Galatians 6:1
Brethren, if a man be overtaken in a fault, ye which are spiritual, restore such an one in the spirit of meekness; considering thyself, lest thou also be tempted.
dan saya rasa SALES PITCH satu gereja adalah mengatakan ajaran situ salah, ajaran kita benar, tetapi saya berdiskusi untuk mengingatkan ada hal-hal yang benar-benar secara hermeneutika tidak benar dengan tetap mengingat bahwa ada interpretasi-interpretasi lain yang masih sesuai dengan Alkitab meskipun tidak sejalan dengan interpretasi saya. I may disagree with a lot of interpretation, but as long they go along with the scriptures, I'm fine with it.
-
Yap, saya memang tidak setuju. Ajaran Katolik seyogyanya ajaran yang Katolik (universal) dan buka sekedar pendapat pribadi. Tapi ya sudah... jika memang demikian aturannya.
:deal:
Silakan baca Katekismus (2709-2719) mengenai DOA BATIN, yang justru mengacu kepada St. Theresa dari Avila (dari Yesus)
Hmm.. bad example then. Sorry… :grining:
But thanks for the info, very insightful!!
Okay, contoh lain, kalo Beata Teresa Calcuta mengatakan: ”True holiness consists in doing God's will with a smile”, apakah kita bisa mengatakan bahwa ini adalah (ajaran) katolik?
Kalo dikatakan ajaran ini adalah katolik, perlukah kita menanyakan adakah ajaran resmi GK yg mengajarkan demikian?
Afaik, apa yang dilakukan PKK berbeda dengan apa yang ada di LG.
"Extraordinary gifts are not to be sought after, nor are the fruits of apostolic labor to be presumptuously expected from their use; but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church..."
Ketika kami mengatakan utk mengejar karunia Roh Kudus dalam rupa bahasa roh, kami mengacu pada
1 Kor 14 : 1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat..
Tentu saja kami memegang teguh pemahaman bahwa karunia2 itu adalah semata2 anugerah, diberikan secara cuma2, tidak satu pun usaha manusia dapat mendatangkan karunia itu. Tapi kami mengikuti ajaran Kitab Suci utk “mengejar karunia Roh Kudus”, dalam artian kami memohon utk diberikan karunia itu dan bertindak aktif utk menyambut dan memanifestasikan ketika karunia itu diberikan.
Satu lagi, bagaimana dgn kalimat terakhir dari kutipan LG yg Anda bawa ini?
Kalo church leaders (e.g. uskup atau romo paroki) sudah mengijinkan PKK, atau bahkan mengijinkan spiritualitas karismatik dalam misa katolik, bukankah PKK sama sekali tidak melanggar ajaran infallible GK?
Jika Anda dan siapapun yang mengaku diri KATOLIK harus menolak bahwa ada cara-cara (4 cara) untuk memperoleh karunia bahasa roh.
Sekali lagi, bagiku pengajaran di atas adalah dalam taraf doktrin fallible.
Selama tidak ada ajaran infallible yg menentang / mengutuknya, maka IMHO sah2 saja seorang katolik utk menerima doktrin tersebut.
Jika Anda mengatakan aku harus menolaknya, tolong ditunjukkan ajaran infallible yg melarang utk menerima ajaran ttg cara2 memperoleh karunia bahasa roh itu. :)
Karunia bahasa roh yg merupakan karunia extra-ordinari tidak dapat diperoleh dengan cara-cara tertentu. Sebab itu diberikan Roh secara gratis, dimana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
See above. :)
Nihil obstat tidak untuk terbitan non Katolik
Exactly!! :)
Nihil Obstat --> utk ajaran katolik --> tidak ditemukan ajaran yg merusak iman dan moral --> dapat diasosiasikan sbg ajaran (yg bernafaskan) katolik --> memenuhi syarat FIK utk ditaruh di board ajaran katolik.
Apakah kalau nihil obstat menjadi bersyarat utk nongkrong di ajaran Katolik ala FIK.... itu keputusan kalian para modie [kalau saya sih gak setuju]
Syarat utk ditaruh di board ajaran (yg disepakati oleh FIK founders) adalah berkaitan dgn denominasi yg bersangkutan, dapat dipertanggun-jawabkan sumbernya, dan tidak bertentangan dgn ajaran resmi denominasi tsb.
Tbh, nihil obstat menjadi criteria sbg ajaran katolik, itu adalah pendapat pribadiku. :)
Yang mau saya sampaikan adalah: Nihil obstat dan imprimatur [entah itu sesuai atau bernafaskan ajaran Katolik] tidak menjadikan publikasi dengan stempel tsb pasti tidak bertentangan dengan ajaran Katolik.
Setuju!! Tidak pasti tidak bertentangan dgn ajaran Katolik.
Tapi by definition, nihil obstat & imprimatur memberikan status “tidak (belum) ditemukan ajaran2 yg merusak iman dan moral katolik”. Jadi IMHO, selama tidak / belum ada referensi yg mengatakan sebaliknya, maka ajaran nihil obstat / imprimatur boleh2 saja utk diterima sebagai doktrin katolik. :)
Ya, gak juga lah... Bagaimana pun yg dengan nihil obstat dan imprimatur setidaknya telah diperiksa oleh 'pihak berwenang'.
Sepakat!! :deal:
-
Oh I know it for sure. Hampir setengah dari suratan 1 Korintus adalah karena Paulus mendengar bahwa jemaat di Korintus telah melakukan berbagai macam dosa yang bahkan tidak dilakukan orang-orang yang tidak kenal Kristus (pasal 1-7). dan lainnya karena mereka telah melakukan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan perpecahan, aliran Apolos kah, aliran Paulus, aliran Taurat, aliran non Taurat, aliran apapun.
:deal:
dan 1 Kor 14:9-11 telah menjelaskan penggunaan karunia-karunia, tetapi anda sendiri menyangkalnya dengan mendoakan orang lain menggunakan bahasa Roh.
Huh? :confused:
What did I deny? When did I deny it? Please show in which post you read my denial!
saya sendiri tidak menyangkal adanya karunia bahasa Roh, tetapi saya tidak akan menggunakannya ketika mendoakan orang lain.
Please show the verse that forbid using of “gift of tongues” for praying for others.
kecuali emang saat itu Tuhan yang memberikan kita karunia bahasa Roh dan saat yang sama Tuhan kasih ke orang yang kita doakan karunia menerjemahkan bahasa Roh (this is also a case in my church), they don't need babbles they do not understand but they need words of encouragement and affirmation in that way edifying the church.
So you’re saying that praying in tongues is babbling?
What about those who gave these words of encouragement and affirmation in your church that were translated? Are they speaking in a distinct language? I’m sure for an outsider, they will be judged as babbling as well..
read again. you're missing something.
Show me then, what did I miss.
Or show me again then if you already did that, coz I really didn’t recall you have done it.
itu bukan karunia2 yang tertulis dalam 1 Korintus 12.
membangun diri = mau dengan bahasa Roh atau kalimat2 profetik ataupun tidak, siapa bilang tidak bisa membangun? bagaimana yang tidak memiliki karunia berbahasa Roh?
Yang tidak memiliki bahasa roh tentu saja bisa memperoleh karunia membangun diri sendiri dgn cara yg lain.
Kita kan sedang membicarakan membangun diri dengan bahasa roh, ya tentu saja utk kasus ini diperlukan utk dapat berbicara roh terlebih dahulu.
Is this simple logic too difficult to understand?
bernubuat dalam bahasa Roh = dalam ajaran Pantekosta/Foursquare kami membagi karunia-karunia Roh Kudus menjadi 3 bagian dan karunia berbahasa dan menerjemahkan bahasa Roh dan bernubuat adalah karunia nubuatan/profetik. setiap kalimat yang diucapkan adalah kalimat profetik
lalu nubuat/perkataan profetik adalah sesuatu yang Paulus katakan membangun jemaat, kalau masih perlu diterjemahkan, then...?
1 Kor 14 : 5 Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun.
Apakah Anda kelewatan membaca kalimat yg aku warnai merah itu?
Apa lagi yg diterjemahkan kalo bukan bahasa roh yg tidak dimengerti oleh akal budi itu?
Dari sini jelas terlihat bahwa dalam bahasa roh itu terkandung juga nubuatan2 yg jika diterjemahkan akan menjadi sama bergunanya dgn karunia2 nubuatan dalam bahasa manusia.
Di Matius 3:11 jelas kok tertulis "he that cometh after me". Lukas 1:17 menyatakan Yohanes bin Zakharia akan mendahului Tuhan (Yesus), meluruskan jalan bagi kedatangan Tuhan (Matius 3:3). Salah satu contoh adalah Kis 19:1-7 di mana Paulus membandingkan kata dibaptis dengan kata menerima. Ketika mereka ditumpangkan tangan oleh Paulus, mereka kembali dibaptis dalam Roh dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi that's not the case kepada anggota sida Etiopia yang dibaptis oleh Filipus, di mana gak tertulis tanda dia penuh oleh Roh Kudus. Paulus menulis bahwa hanya oleh Roh Kudus setiap orang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, yang artinya setiap orang percaya sudah memilki sebahagian porsi dari Roh Kudus tetapi Paulus mengatakan itu saja tidak cukup, tetapi hendaklah penuh (secara terus menerus, perpetually) dengan Roh. Gak cuma punya, sebagian, tetapi penuh setiap hari. Bukan tidak mungkin baptisan Roh Kudus terjadi secara bersamaan ketika baptisan selam, tidak mungkin juga seseorang dipenuhi Roh Kudus terlebih dahulu baru setelah itu dibaptis dalam air.
Berarti memang berbeda iman kita akan pembaptisan ini. :)
Coba cek alkitabnya apakah keduabelas rasul, rasul2 seperti Paulus, pernah dibaptis selam dalam nama Yesus Kristus? Yesus memerintahkan mereka untuk membaptis tapi mereka sendiri belum tentu pernah dibaptis!
Kalo hanya mencari di Alkitab, maka kita tidak akan pernah bisa tahu apakah para rasul dibaptis atau tidak.
Tapi dalam Gereja Apostolik, sesuai tradisi, kami tahu bahwa para rasul ini telah dibaptis!!!
Bagaimana mungkin mereka menjalankan amanat Tuhan utk membaptis kalo mereka sendiri tidak dibaptis?
Yes, truly, the apostles were baptised, as Clement the Stromatist relates in the fifth book of the Hypotyposes. For, in explaining the apostolic statement, I thank God that I baptised none of you, he says, Christ is said to have baptised Peter alone, and Peter Andrew, and Andrew John, and they James and the rest.
Moschus: Spiritual Meadow, Book V. Chap. 176.
what about veneration of saints, purgatory, mass, transubstantion, perpetual virginity of Mary, things that do not even exist in the Bible?
If you want to know more about these doctrines, just start a new thread, and we’ll gladly show you how biblical and apostolic these teachings are.. :)
-
Like I said, utk menyanggah board ajaran, terutama utk meminta agar dikeluarkan dari board ajaran, mohon disampaikan ajaran resmi dari denominasi tsb yg menolak postingan dalam board ajaran tsb.
Aku berharap Anda bersedia menyampaikan ajaran resmi GK yg lebih kuat otoritasnya dari artikel yg aku berikan itu. Tidak perlu ajaran dogmatis, bisa juga ajaran doctrinal yg menolak karismatik katolik dan praktek bahasa rohnya.
IMHO, kalo Anda bisa memberikan referensi yg lebih kuat dr artikelku (e.g. ajaran dogmatis) yg menentang karismatik katolik, maka kita bisa pindahkan / hapus artikel yg aku postingkan di board ajaran itu.
Tapi kalo referensi yg Anda berikan itu sama2 dalam taraf doctrinal, maka IMHO kita sama2 pegang2 doktrin2 itu sebagai kekayaan dalam GK.
Sayang sekali.... yang Anda harapakan adalah ajaran resmi Gereja yang menentang/menolak Karismatik Katolik. Sementara gerakan tersebut direstui.
Mari bermain-main di soal ajarannya saja. Sebab saya yakin bahwa banyak ajaran dan praktek PKK yg tidak sesuai dengan Katolik.... tapi hal itu tidak sampai ke hierarki Gereja. Atau ketika itu sampai ke hierarki Gereja.... ada pembelaan bahwa itu adalah ulah segelintir oknum.
Dan sayangnya lagi, saya tidak punya ketertarikan untuk mengikuti dan memata-matai apa saja yang dilakukan PKK dalam persekutuannya.
Yang saya dengar2 kalian begitu mendamba-dambakan Baptisan Roh Kudus, seakan-akan ada Baptisan lain selain baptisan Air.
Saya ambil satu saja dari postingan Anda di Board Ajaran Katolik.... yang menurut saya bertentangan dengan ajaran Katolik. Sbb:
Bahasa roh ini merupakan tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum (Kis.2: 1-4, Kis.10: 44-47, Kis.!9:6, dll)
Orang Kristen menerima Roh Kudus melalui Sakramen Baptis dan Penguatan. Dan hal itu tidak mesti termanifestasi dalam kemampuan berbahasa Roh.
Efek dari Sakramen Baptis.
- The remission of all sin, original and actual
- remission of temporal punishment
- Infusion of supernatural grace, gifts, and virtues
- Conferral of The right to special graces
Sanggahan Anda tidak perlu dihapus, malah TBH sangat aku hargai.
Sekali lagi, silakan kembali ke definisi ”ajaran katolik” yg aku maksud di atas.
Jika Anda mau menyanggahnya dan menggugat utk tidak ditampilkan dalam board ajaran katolik, by FIK rules, silakan disampaikan di sini referensi yg lebih kuat (e.g. dogma atau keputusan2 dogmatis) yg menolak karismatik katolik dan bahasa roh.
Untung tidak dihapus.... sebab jika iya harus dihapus pula pendapat2 Bapa Gereja seperti St. Thomas Aquinas berikut
Summa Theologica: Question 176. The grace of tongues
Christ's first disciples were chosen by Him in order that they might disperse throughout the whole world, and preach His faith everywhere, according to Matthew 28:19, "Going . . . teach ye all nations." Now it was not fitting that they who were being sent to teach others should need to be taught by others, either as to how they should speak to other people, or as to how they were to understand those who spoke to them; and all the more seeing that those who were being sent were of one nation, that of Judea, according to Isaiah 27:6, "When they shall rush out from Jacob [Vulgate: 'When they shall rush in unto Jacob,' etc.] . . . they shall fill the face of the world with seed." Moreover those who were being sent were poor and powerless; nor at the outset could they have easily found someone to interpret their words faithfully to others, or to explain what others said to them, especially as they were sent to unbelievers. Consequently it was necessary, in this respect, that God should provide them with the gift of tongues; in order that, as the diversity of tongues was brought upon the nations when they fell away to idolatry, according to Genesis 11, so when the nations were to be recalled to the worship of one God a remedy to this diversity might be applied by the gift of tongues.
Christ in His own person purposed preaching to only one nation, namely the Jews. Consequently, although without any doubt He possessed most perfectly the knowledge of all languages, there was no need for Him to speak in every tongue. And therefore, as Augustine says (Tract. xxxii in Joan.), "whereas even now the Holy Ghost is received, yet no one speaks in the tongues of all nations, because the Church herself already speaks the languages of all nations: since whoever is not in the Church, receives not the Holy Ghost."
===
Salam,
-
Sayang sekali.... yang Anda harapakan adalah ajaran resmi Gereja yang menentang/menolak Karismatik Katolik. Sementara gerakan tersebut direstui.
Sayangnya, iya… aku hanya bisa diyakinkan dari ajaran infallible, atau setidaknya ajaran resmi GK, bahwa sebagai katolik harus menolak PKK.
Semua paroki yg aku tahu telah menerima dan merestui PKK, bahkan tidak sedikit yg mengijinkan utk membawa spiritualitas karismatik dalam misa khusus (i.e. misa karismatik). Jadi, sebelum ada referensi yg kuat dan resmi dari GK utk menolak PKK, IMHO aku masih bisa (i.e. tidak berdosa) jika sebagai katolik menerima PKK. :)
Mari bermain-main di soal ajarannya saja. Sebab saya yakin bahwa banyak ajaran dan praktek PKK yg tidak sesuai dengan Katolik.... tapi hal itu tidak sampai ke hierarki Gereja. Atau ketika itu sampai ke hierarki Gereja.... ada pembelaan bahwa itu adalah ulah segelintir oknum.
Dan sayangnya lagi, saya tidak punya ketertarikan untuk mengikuti dan memata-matai apa saja yang dilakukan PKK dalam persekutuannya.
Yang saya dengar2 kalian begitu mendamba-dambakan Baptisan Roh Kudus, seakan-akan ada Baptisan lain selain baptisan Air.
Sayang juga ya, sepertinya Anda enggan mencari tahu ttg ajaran PKK, pemahaman PKK ttg bahasa roh, dan segala pengajaran dalam PKK, tapi Anda menolak segala sesuatu yg berkaitan dgn PKK.
Berdasar pengalamanku, dan AFAIK, aku dapat mengatakan bahwa yg Anda dengar itu TIDAK BENAR.
PKK yg benar2 katolik, tidak mengakui adanya ”pembaptisan Roh Kudus”.
Pembaptisan hanya ada satu, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dng sarana air.
Seorang karismatik katolik yg menolak baptisan dalam format katolik, dan hanya mengejar ”pembaptisan roh” akan ditolak oleh PKK.
Contoh nyata, aku tahu ada PDKK di Semarang yg dibubarkan oleh keparokian, karena mereka menyimpang dari ajaran GK ketika mereka menekankan pembaptisan roh dan menyuruh baptis ulang (baptis selam) seperti yg dilakukan oleh gereja protestant.
Kami mengenal adanya ”pencurahan Roh Kudus”, dan salah satu manifestasinya adalah karunia berbahasa roh. Tapi AFAIK, bahkan pencurahan Roh Kudus dan bahasa roh ini tidak bisa disamakan dgn sakramen. Berbahasa roh tidak menjadikan seorang PKK menjadi lebh baik / lebih katolik dari katolik2 yg lain.
Klo aku bisa bandingkan, PKK dan praktek bahasa rohnya ini adalah sebanding dgn ibadah taize dan tata cara ibadahnya. Menyukai ibadah taize itu tidak salah, tapi juga tidak menjadikan ibadah taize itu lebih baik dari cara2 ibadah lainnya.
Saya ambil satu saja dari postingan Anda di Board Ajaran Katolik.... yang menurut saya bertentangan dengan ajaran Katolik. Sbb:
Orang Kristen menerima Roh Kudus melalui Sakramen Baptis dan Penguatan. Dan hal itu tidak mesti termanifestasi dalam kemampuan berbahasa Roh.
Semantik. :)
IMHO, ga salah yg ditulis di atas.
Kecuali kalo ditulis:
Bahasa roh ini merupakan satu2nya tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum
Maka, YA, aku setuju kalo hal tsb bertentangan dgn ajaran GK.
IMHO, tulisan di atas itu setara dgn tulisan ”kasih dan lemah lembut merupakan tanda yg mudah utk mengenali apakah seseorang telah menerima Roh Kudus atau belum”.
IMHO tidak ada unsur heresy dalam statemen2 demikian. :)
Efek dari Sakramen Baptis.
- The remission of all sin, original and actual
- remission of temporal punishment
- Infusion of supernatural grace, gifts, and virtues
- Conferral of The right to special graces
Amen!!!
FYI, PKK tidak mengimani / mengajarkan bahwa “pencurahan Roh Kudus” memberikan efek yg sama dengan (atau bahkan dapat menggantikan) pembaptisan.
Membangkitkan (lagi) kuasa dan manifestasi Roh Kudus, ya itu yang kami percaya terjadi dalam ”pencurahan Roh Kudus”. IMHO, efek membangkitkan lagi kuasa dan manifestasi Roh Kudus dalam PKK itu ibarat non PKK mendoakan doa ”Memohon 7 karunia Roh Kudus”, BUKAN utk menggantikan atau mengulang efek dari sakramen baptis, tapi utk membangkitkan kembali karunia dan kuasa Roh Kudus dalam diri kita.
Untung tidak dihapus.... sebab jika iya harus dihapus pula pendapat2 Bapa Gereja seperti St. Thomas Aquinas berikut
Summa Theologica: Question 176. The grace of tongues
Christ's first disciples were chosen by Him in order that they might disperse throughout the whole world, and preach His faith everywhere, according to Matthew 28:19, "Going . . . teach ye all nations." Now it was not fitting that they who were being sent to teach others should need to be taught by others, either as to how they should speak to other people, or as to how they were to understand those who spoke to them; and all the more seeing that those who were being sent were of one nation, that of Judea, according to Isaiah 27:6, "When they shall rush out from Jacob [Vulgate: 'When they shall rush in unto Jacob,' etc.] . . . they shall fill the face of the world with seed." Moreover those who were being sent were poor and powerless; nor at the outset could they have easily found someone to interpret their words faithfully to others, or to explain what others said to them, especially as they were sent to unbelievers. Consequently it was necessary, in this respect, that God should provide them with the gift of tongues; in order that, as the diversity of tongues was brought upon the nations when they fell away to idolatry, according to Genesis 11, so when the nations were to be recalled to the worship of one God a remedy to this diversity might be applied by the gift of tongues.
Christ in His own person purposed preaching to only one nation, namely the Jews. Consequently, although without any doubt He possessed most perfectly the knowledge of all languages, there was no need for Him to speak in every tongue. And therefore, as Augustine says (Tract. xxxii in Joan.), "whereas even now the Holy Ghost is received, yet no one speaks in the tongues of all nations, because the Church herself already speaks the languages of all nations: since whoever is not in the Church, receives not the Holy Ghost."
IMHO, out of context jika menggunakan tulisan St. Thomas Aquinas di atas utk menolak praktek bahasa roh dalam GK.
AFAIU, ajaran Thomas Aquinas di atas, dalam tulisannya Summa Theologica, dimaksudkan utk menjawab keberatan: ”Whether those who received the gift of tongues spoke in every language?”.
-
Sayangnya, iya… aku hanya bisa diyakinkan dari ajaran infallible, atau setidaknya ajaran resmi GK, bahwa sebagai katolik harus menolak PKK.
Semua paroki yg aku tahu telah menerima dan merestui PKK, bahkan tidak sedikit yg mengijinkan utk membawa spiritualitas karismatik dalam misa khusus (i.e. misa karismatik). Jadi, sebelum ada referensi yg kuat dan resmi dari GK utk menolak PKK, IMHO aku masih bisa (i.e. tidak berdosa) jika sebagai katolik menerima PKK. :)
Bro Jeno,
mau menambahkan saja.. Imo, Misa khusus karismatik tidak ada dlm GK http://www.indonesianpapist.com/2012/05/tidak-pernah-ada-yang-namanya-misa.html#axzz2DO781B5L
-
Bro Jeno,
mau menambahkan saja.. Imo, Misa khusus karismatik tidak ada dlm GK http://www.indonesianpapist.com/2012/05/tidak-pernah-ada-yang-namanya-misa.html#axzz2DO781B5L
(http://i1165.photobucket.com/albums/q592/phooey777/nuansakharismatik.jpg)
Lebih umum di sebutkan (Nuansa Kharismatik)
:)
-
Sayangnya, iya… aku hanya bisa diyakinkan dari ajaran infallible, atau setidaknya ajaran resmi GK, bahwa sebagai katolik harus menolak PKK.
Semua paroki yg aku tahu telah menerima dan merestui PKK, bahkan tidak sedikit yg mengijinkan utk membawa spiritualitas karismatik dalam misa khusus (i.e. misa karismatik). Jadi, sebelum ada referensi yg kuat dan resmi dari GK utk menolak PKK, IMHO aku masih bisa (i.e. tidak berdosa) jika sebagai katolik menerima PKK. :)
Barangkali itu yang membedakan kita; saya bergantung kepada ajaran Infallible Magisterium dan bukan pada restu atau larangan Puas/uskup atas suatu hal.
Misa Karismatik????===> Mudah-mudahan para Pastor Paroki yg Anda sebut itu berani menerbitkan Pedoman Umum Misa Karismatik menggantikan atau beriringan dengan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). [gak usah ditanggapi, sekedar iseng aja mengenai terminologi tsb] :)
Btw.... apa yang dimaksud dengan spiritualitas karismatik dan dengan cara apa itu dimasukkan dalam Misa Kudus serta untuk apa?
Sayang juga ya, sepertinya Anda enggan mencari tahu ttg ajaran PKK, pemahaman PKK ttg bahasa roh, dan segala pengajaran dalam PKK, tapi Anda menolak segala sesuatu yg berkaitan dgn PKK.
Sebenarnya ada alasan saya kenapa jadi enggan. karena dari puluhan orang-orang yg aktif 'mencari' karunia extraordinary tsb (yg saya temui di berbagai Fordis: Edo, PR, AP, FK dan sekarang FIK) tidak ada yg menemukan pencarian mereka akan karunia yg lebih utama daripada karunia berbahasa Roh. [sebut misalnya: karunia menyembuhkan atau karunia bernubuat]. Lebih jauh, tidak juga karunia berbahasa roh sebagaiamana di Kis 2, not even one. Jika itu dari Roh Kudus.... masa melulu hanya bahasa roh yg tidak dimengerti? Sementara karunia-karunia lain yg lebih utama justru gak ada? :)
Atau mungkin Anda punya pengalaman lain yg belum pernah saya dengar?
Berdasar pengalamanku, dan AFAIK, aku dapat mengatakan bahwa yg Anda dengar itu TIDAK BENAR.
PKK yg benar2 katolik, tidak mengakui adanya ”pembaptisan Roh Kudus”.
Pembaptisan hanya ada satu, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dng sarana air.
Seorang karismatik katolik yg menolak baptisan dalam format katolik, dan hanya mengejar ”pembaptisan roh” akan ditolak oleh PKK.
Bagaimana ini? Anda mengatakan tidak mengakui adanya Pembaptisan Roh tetapi kemudian berkata "jika hanya mengejar Pembaptisan Roh maka akan ditolak.
Sepanjang pencernaan saya dari kalimat Anda adalah sbb: "Pembaptisan Roh itu ada dan diakui di PKK tetapi jika hanya mengejar itu maka akan ditolak"
Bagaimana jika TIDAK MENOLAK sakramen Baptis tetapi juga mendambakan baptisan Roh Kudus???
Paragraf 5 dari suatu entry di ICCR [http://iccrs.org/en/index.php/ccr/] adalah sbb:
The common thread for the Movement is the ‘baptism of the Holy Spirit’. For many people, this new, powerful, and life-transforming outpouring of the Holy Spirit takes place in the context of a specifically designed seminar called ‘Life in the Spirit’, although many have been ‘baptised in the Spirit’ outside of the seminar.
Contoh nyata, aku tahu ada PDKK di Semarang yg dibubarkan oleh keparokian, karena mereka menyimpang dari ajaran GK ketika mereka menekankan pembaptisan roh dan menyuruh baptis ulang (baptis selam) seperti yg dilakukan oleh gereja protestant.
Nah, bagaimana dengan PKK2 lain... yang tidak menekankan tapi melaksanakan yg demikian?
Kami mengenal adanya ”pencurahan Roh Kudus”, dan salah satu manifestasinya adalah karunia berbahasa roh. Tapi AFAIK, bahkan pencurahan Roh Kudus dan bahasa roh ini tidak bisa disamakan dgn sakramen. Berbahasa roh tidak menjadikan seorang PKK menjadi lebh baik / lebih katolik dari katolik2 yg lain.
Jadi, kalau gak ada nilai tambahnya.... buat apa ada gerakan semacam itu? Buat apa meniru-niru Pentacostal.
Klo aku bisa bandingkan, PKK dan praktek bahasa rohnya ini adalah sebanding dgn ibadah taize dan tata cara ibadahnya. Menyukai ibadah taize itu tidak salah, tapi juga tidak menjadikan ibadah taize itu lebih baik dari cara2 ibadah lainnya.
Jelas, Taize berbeda dengan Karismatik. Bertolak belakang malah. Taiza sudah dipraktekkan oleh para Rohaniawan2. Dan sama sekali tidak menyentuh hal-hal pencurahan Roh Kudus ataupun Liturgi.
Semantik. :)
IMHO, ga salah yg ditulis di atas.
Kecuali kalo ditulis:
Bahasa roh ini merupakan satu2nya tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum
Maka, YA, aku setuju kalo hal tsb bertentangan dgn ajaran GK.
Saya kira tidak.
Silakan lihat kembali: "tanda yg mudah" Vs "tanda yang PALING mudah"
dan saya kira definisi anda tentang "bertentangan dengan GK" agak lain dengan yang saya mengerti. [Seperti contoh: ada 4 cara utk memperoleh karunia berbahasa Roh]
Ketika Gereja tidak ada menyatakan bahwa ada cara-cara tertentu untuk memperoleh karunia berbahasa roh dan kemudian ada pihak tertentu yang mengklaim 4 cara===> menurut saya itu sudah bertentangan dengan ajaran Gereja.
IMHO, tulisan di atas itu setara dgn tulisan ”kasih dan lemah lembut merupakan tanda yg mudah utk mengenali apakah seseorang telah menerima Roh Kudus atau belum”.
IMHO tidak ada unsur heresy dalam statemen2 demikian. :)
Sama saja.... tidak ada yang namanya 'tanda-tanda' an.===> ini asli pola pikir Protestantism
Tandanya adalah sakramen itu sendiri yg ex opere operato . Jika seseorang telah menerima sakramen Baptis [juga Krisma] maka dia telah menerima Roh Kudus.
Amen!!!
FYI, PKK tidak mengimani / mengajarkan bahwa “pencurahan Roh Kudus” memberikan efek yg sama dengan (atau bahkan dapat menggantikan) pembaptisan.
Membangkitkan (lagi) kuasa dan manifestasi Roh Kudus, ya itu yang kami percaya terjadi dalam ”pencurahan Roh Kudus”. IMHO, efek membangkitkan lagi kuasa dan manifestasi Roh Kudus dalam PKK itu ibarat non PKK mendoakan doa ”Memohon 7 karunia Roh Kudus”, BUKAN utk menggantikan atau mengulang efek dari sakramen baptis, tapi utk membangkitkan kembali karunia dan kuasa Roh Kudus dalam diri kita.
semantik lg kalau begitu :)
IMHO, out of context jika menggunakan tulisan St. Thomas Aquinas di atas utk menolak praktek bahasa roh dalam GK.
AFAIU, ajaran Thomas Aquinas di atas, dalam tulisannya Summa Theologica, dimaksudkan utk menjawab keberatan: ”Whether those who received the gift of tongues spoke in every language?”.
Koq, OOC?
St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa karunia itu perlu untuk menyampaikan Kabar Suka Cita ke berbagai bangsa dan berbagai bahasa [karena para Rasul tidak menguasai bahasa dari bangsa-bangsa tersebut]; Yesus Kristus tidak menggunakan bahasa itu karena audience DIA adalah Yahudi, dan Yesus menguasai bahasa itu. Sekarang karena Gereja sudah mampu menyampaikan Kabar Suka Cita tersebut ke berbagai bangsa dan bahasa sesuai bangsa yg dituju, maka karunia itu gak perlu lagi.
Untuk suku Jawa===> Gereja menggunakan bahasa Jawa
Untuk suku Dayak ==> Gereja menggunakan bahasa Dayak.
-etc
Makanya di awal saya katakan: betap mubazir bahasa Roh yg kalian kuasai itu (jika benar kalian bisa) tapi hanya berlaku di PKK.
Aneh bin ajaib. Saya yang bisa berbahasa Indonesia, justru mengejar kemampuan berbahasa Roh (non bahasa Indonesia), ketika orang-orang di sekitar saya adalah orang-orang Indonesia dan hanya mengerti bahasa Indonesia.
Begitu kira-kira yang dimaksudkan St. Thomas Aquinas.
====
Salam,
-
Bro Jeno,
mau menambahkan saja.. Imo, Misa khusus karismatik tidak ada dlm GK http://www.indonesianpapist.com/2012/05/tidak-pernah-ada-yang-namanya-misa.html#axzz2DO781B5L
(http://i1165.photobucket.com/albums/q592/phooey777/nuansakharismatik.jpg)
Lebih umum di sebutkan (Nuansa Kharismatik)
:)
Barangkali itu yang membedakan kita; saya bergantung kepada ajaran Infallible Magisterium dan bukan pada restu atau larangan Puas/uskup atas suatu hal.
Misa Karismatik????===> Mudah-mudahan para Pastor Paroki yg Anda sebut itu berani menerbitkan Pedoman Umum Misa Karismatik menggantikan atau beriringan dengan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). [gak usah ditanggapi, sekedar iseng aja mengenai terminologi tsb] :)
Btw.... apa yang dimaksud dengan spiritualitas karismatik dan dengan cara apa itu dimasukkan dalam Misa Kudus serta untuk apa?
@sis avila, bro phooey, dan bro medice,
Ya, sepertinya kita terbentur dgn penggunaan istilah ”misa karismatik” di sini.
Mgkn artikel ini bisa dijadikan perbandingan utk artikel yg dibawa oleh sis avila:
http://seputarliturgimisa.blogspot.no/2011/02/misa-karismatik.html
Di sini dikatakan demikian:
Dari Gerakan Karismatik ini (GP Kharismatik Katolik) ini lahirlah beberapa acara rohani, seperti Persekutuan Doa, retret, dan Misa Kudus. Artinya persekutuan umat yang berdoa itu diwarnai oleh gaya dan semangat karismatik. Demikian juga misa yang dimaksudkan dengan Misa Karismatik itu adalah misa yang diwarnai oleh gaya dan semangat karismatik.
Maka misanya ya tetap harus ikut pedoman baku Misa kudus, dan tidak dikorbankan dalam arti disesuaikan dengan keinginan tokoh karismatik di situ.
Misa karismatik yg aku maksud di sini adalah menggunakan lagu2 yg umum digunakan dalam ibadah karismatik sebagai pengganti lagu2 dari puji syukur / madah bakti. Tapi bukan berarti lagu2 ordinarium dapat diganti. Lagu2 dan doa2 baku tidak pernah dan tidak dapat diganti sekalipun dalam ”misa karismatik”, tetapi utk yg dapat diganti seperti lagu setelah komuni, maka dalam ”misa karismatik” biasanya kami menyanyikan lagu yg lebih meriah yg sesuai dengan semangat / spiritualitas karismatik.
Aku pernah mengatakan bahwa dalam misa karismatik KTM, kami melanjutkan lagu kemuliaan dgn senandung dalam bahasa roh. AFAIK, hal ini tidak bertentangan dgn aturan baku misa, seperti yg tertulis dalam ”General Instruction of the Roman Missal, chp. 37”.
37. Finally, concerning the other formulas:
a) Some constitute an independent rite or act, such as the Gloria, the responsorial Psalm, the Alleluia and verse before the Gospel, the Sanctus, the Memorial Acclamation, and the cantus post communionem (song after communion);
b) Others accompany another rite, such as the chants at the Entrance, at the Offertory, at the fraction (Agnus Dei), and at Communion.
http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20030317_ordinamento-messale_en.html
-
@ MImin Jenova....
Yang saya postingkan hanya sekedar tukar pendapat lho.
Bukan Kontra Kharismatik :hug:
Hanya sekedar mencocokkan dengan dokumen2 Gereja Katolik yang ada. :)
Salam Damai
:)
-
Barangkali itu yang membedakan kita; saya bergantung kepada ajaran Infallible Magisterium dan bukan pada restu atau larangan Puas/uskup atas suatu hal.
Yang pasti, kita sama2 bergantung pada ajaran2 infallible Magisterium.
Tapi utk hal2 yg belum ditetapkan secara mutlak (infallible), aku masih menerimanya selama tidak bertentangan / dilarang oleh Magisterium. Apalagi jika telah direstui oleh keuskupan setempat, maka aku sangat berbeda dgn Anda, di mana aku akan menerimanya sekalipun hal tersebut msh merupakan kontroversi bagi umat katolik.
Misa Karismatik????===> Mudah-mudahan para Pastor Paroki yg Anda sebut itu berani menerbitkan Pedoman Umum Misa Karismatik menggantikan atau beriringan dengan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). [gak usah ditanggapi, sekedar iseng aja mengenai terminologi tsb] :)
Btw.... apa yang dimaksud dengan spiritualitas karismatik dan dengan cara apa itu dimasukkan dalam Misa Kudus serta untuk apa?
AFAIK, ciri khas yg paling dapat dilihat dalam spiritualitas karismatik adalah berdoa dgn bahasa roh, nubuatan2 dalam bahasa roh. Selain itu, kami cenderung menggunakan puji2an yg lebih meriah dan kadang disertai tepuk tangan dan tari2an.
Jika ditanya utk apa, maka jawabannya adalah sama ketika ditanyakan mengapa ordo tertentu memilih spiritualitas jenis tertentu, misal desert spirituality, Dominican spirituality, Carmelite spirituality, Fransiscan spirituality, dsb.
IMHO, spiritualitas lebih mengarah ke devosi, disesuaikan dgn kebutuhan dan apa yg lebih cocok utk masing2 dari kita saja.
Sebenarnya ada alasan saya kenapa jadi enggan. karena dari puluhan orang-orang yg aktif 'mencari' karunia extraordinary tsb (yg saya temui di berbagai Fordis: Edo, PR, AP, FK dan sekarang FIK) tidak ada yg menemukan pencarian mereka akan karunia yg lebih utama daripada karunia berbahasa Roh. [sebut misalnya: karunia menyembuhkan atau karunia bernubuat]. Lebih jauh, tidak juga karunia berbahasa roh sebagaiamana di Kis 2, not even one. Jika itu dari Roh Kudus.... masa melulu hanya bahasa roh yg tidak dimengerti? Sementara karunia-karunia lain yg lebih utama justru gak ada? :)
Kalo boleh aku bertanya, darimana Anda mengambil kesimpulan demikian?
AFAIK, utk PKK yg benar2 katolik, kita justru harus mengejar karunia2 yg lebih utama itu, e.g. bernubuat (dalam bahasa roh), menerjemahkan (nubuatan2) bahasa roh, dan yg terpenting mengejar hubungan yg lebih intim dgn Sang Pemberi Karunia, Roh Kudus.
Anda pikir mengapa kami mengejar bahasa roh? Tidak lain karena kami meyakini, setelah memperoleh bahasa roh, maka jalan utk memperoleh karunia2 yg lain itu (yg berkaitan dgn bahasa roh) akan lebih terbuka, seperti yg telah aku diskusikan dgn bro reckord.
Atau mungkin Anda punya pengalaman lain yg belum pernah saya dengar?
Pengalamanku di KTM, bahasa roh adalah karunia yg pertama (BUKAN TERUTAMA) yg kami kejar.
Jika karunia bahasa roh telah diterima, maka karunia yg lain harus semakin dikejar, seperti karunia bernubuat dan menerjemahkan nubuat. Dan tidak berhenti di situ, semua karunia Roh Kudus harus semakin giat kita kejar seperti karunia kebijaksanaan, pengertian, dan nasihat (utk saling memberikan counseling dalam komunitas), karunia berdoa, karunia menyembuhkan (e.g. mendoakan utk menyembuhkan), karunia melawan dan mengusir roh jahat, dsb.
Bagaimana ini? Anda mengatakan tidak mengakui adanya Pembaptisan Roh tetapi kemudian berkata "jika hanya mengejar Pembaptisan Roh maka akan ditolak.
Sepanjang pencernaan saya dari kalimat Anda adalah sbb: "Pembaptisan Roh itu ada dan diakui di PKK tetapi jika hanya mengejar itu maka akan ditolak"
Bagaimana jika TIDAK MENOLAK sakramen Baptis tetapi juga mendambakan baptisan Roh Kudus???
Paragraf 5 dari suatu entry di ICCR [http://iccrs.org/en/index.php/ccr/] adalah sbb:
The common thread for the Movement is the ‘baptism of the Holy Spirit’. For many people, this new, powerful, and life-transforming outpouring of the Holy Spirit takes place in the context of a specifically designed seminar called ‘Life in the Spirit’, although many have been ‘baptised in the Spirit’ outside of the seminar.
AFAIK, PKK yg benar2 katolik tidak akan menyamakan “baptism of the Holy Spirit” ini sebanding dgn sakramen, apalagi sakramen baptis. Dalam KTM kami mengadakan retret rohani, dan di situlah kami mencari pengalaman ”baptism of the Holy Spirit”, dan AFAIK ”baptism of the Holy Spirit” ini dalam pengertian utk memperoleh jamahan Roh Kudus dan membangkitkan kembali karunia2 Roh Kudus yg telah diberikan dalam diri kita sejak baptisan air.
Nah, bagaimana dengan PKK2 lain... yang tidak menekankan tapi melaksanakan yg demikian?
IMHO, kalo ada PKK yg melanggar ajaran2 katolik, sebaiknya dilaporkan ke keparokian setempat, atau kalo keparokian membiarkan PKK yg salah, bisa dilaporkan ke hierarki yg lebih tinggi, misal keuskupan. :)
Jadi, kalau gak ada nilai tambahnya.... buat apa ada gerakan semacam itu? Buat apa meniru-niru Pentacostal.
Apa dasarnya Anda mengatakan ga ada nilai tambahnya?
IMHO, bagi yg lebih menyukai / cocok dgn ibadah karismatik, nilai tambahnya (setidaknya) adalah membuat mereka semakin semangat dalam mencari Sang Sumber Hidup. :)
IMHO, Lumen Gentium 12 sudah sangat jelas mewakili manfaat / nilai tambah gerakan2 pembaruan dalam GK, termasuk pembaruan karismatik ini.
It is not only through the sacraments and the ministries of the Church that the Holy Spirit sanctifies and leads the people of God and enriches it with virtues, but, "allotting his gifts to everyone according as He wills, He distributes special graces among the faithful of every rank. By these gifts He makes them fit and ready to undertake the various tasks and offices which contribute toward the renewal and building up of the Church, according to the words of the Apostle: "The manifestation of the Spirit is given to everyone for profit".
-
Jelas, Taize berbeda dengan Karismatik. Bertolak belakang malah. Taiza sudah dipraktekkan oleh para Rohaniawan2. Dan sama sekali tidak menyentuh hal-hal pencurahan Roh Kudus ataupun Liturgi.
IMHO, aku tidak pernah bilang taize itu sama dengan karismatik.
Aku bilang, taize bisa dibandingkan dgn karismatik. Taize hanya dipraktekkan oleh kalangan tertentu, tidak ditemukan aturan bakunya dalam ajaran infallible, dan selama tidak dilarang oleh Magisterium, maka spiritualitas taize boleh utk diterima oleh umat katolik.
Analoginys, karismatik berada dalam kondisi yg sama dgn taize. Bedanya hanya bahwa karismatik lebih banyak ditolak oleh katolik2 konservatif. Tapi IMHO, dalam taraf doktrin dan spiritualitasnya, karismatik ”sama” dengan taize, dalam artian tidak menjadikan seorang katolik berdosa utk memeluk spiritualitas itu.
Saya kira tidak.
Silakan lihat kembali: "tanda yg mudah" Vs "tanda yang PALING mudah"
dan saya kira definisi anda tentang "bertentangan dengan GK" agak lain dengan yang saya mengerti. [Seperti contoh: ada 4 cara utk memperoleh karunia berbahasa Roh]
Ketika Gereja tidak ada menyatakan bahwa ada cara-cara tertentu untuk memperoleh karunia berbahasa roh dan kemudian ada pihak tertentu yang mengklaim 4 cara===> menurut saya itu sudah bertentangan dengan ajaran Gereja.
Hmm... IMHO, kebalik pengertiannya. Bertentangan dgn ajaran Gereja itu jika Gereja telah memberikan ajaran yg mutlak dan infallible tapi kita memegang ajaran yg sebaliknya. Atau jika ajaran itu sebelumnya belum dijadikan ajaran mutlak dan infallible, dan setelah ditetapkan sebagai dogma, maka bertentangan itu jika kita tetap memegang ajaran yg tidak sesuai dgn ketetapan Magisterium yg infallible.
Jika Gereja belum menetapkannya, jika kita memegang doktrin yg blm ditetapkan, IMHO tidak menjadikan doktrin itu sebagai heresy. Contoh gampang, pernyataan Bunda Teresa dari Kalkuta yg aku bawa sebelumnya, AFAIK belum ada ajaran infallible GK yg mengajarkan demikian. Apakah ini menjadikan ajakan Bunda Teresa itu sebagai ajaran yg bertentangan dgn ajaran GK?
Sama saja.... tidak ada yang namanya 'tanda-tanda' an.===> ini asli pola pikir Protestantism
Tandanya adalah sakramen itu sendiri yg ex opere operato . Jika seseorang telah menerima sakramen Baptis [juga Krisma] maka dia telah menerima Roh Kudus.
Tolong dipahami bahwa kata ”tanda” itu tidak bisa disamakan dgn ”sakramen”.
Tanda di sini bisa diasosiasikan sbg ciri2. Kalo seseorang berbahasa roh, sementara bahasa roh itu diyakini berasal dari Roh Kudus, apakah salah (heretic) jika mengatakan orang itu memiliki ciri2 yg paling gampang dikenal bahwa dia telah menerima Roh Kudus?
Apakah bisa kita sepakati sebagai masalah semantic utk point ini?
semantik lg kalau begitu :)
:nod: :deal:
Koq, OOC?
St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa karunia itu perlu untuk menyampaikan Kabar Suka Cita ke berbagai bangsa dan berbagai bahasa [karena para Rasul tidak menguasai bahasa dari bangsa-bangsa tersebut]; Yesus Kristus tidak menggunakan bahasa itu karena audience DIA adalah Yahudi, dan Yesus menguasai bahasa itu. Sekarang karena Gereja sudah mampu menyampaikan Kabar Suka Cita tersebut ke berbagai bangsa dan bahasa sesuai bangsa yg dituju, maka karunia itu gak perlu lagi.
Untuk suku Jawa===> Gereja menggunakan bahasa Jawa
Untuk suku Dayak ==> Gereja menggunakan bahasa Dayak.
-etc
Makanya di awal saya katakan: betap mubazir bahasa Roh yg kalian kuasai itu (jika benar kalian bisa) tapi hanya berlaku di PKK.
Aneh bin ajaib. Saya yang bisa berbahasa Indonesia, justru mengejar kemampuan berbahasa Roh (non bahasa Indonesia), ketika orang-orang di sekitar saya adalah orang-orang Indonesia dan hanya mengerti bahasa Indonesia.
Begitu kira-kira yang dimaksudkan St. Thomas Aquinas.
AFAIU, tulisan Thomas Aquinas itu utk membahas apakah bahasa roh diperlukan utk mengajarkan injil kepada bangsa2 dgn berbagai macam bahasa. Dan dijawab oleh Thomas Aquinas tidak relevant, karena Gereja telah berbicara dalam semua bahasa.
AFAIU, Anda mengacu bahwa bahasa roh hanya digunakan utk mewartakan injil dalam bahasa2 yg tidak dimengerti oleh penginjil. Anda mengacu pada tulisan Thomas Aquinas utk mendukung pendapat Anda.
Menurut Anda (CMIIW), karena Gereja telah berbicara dalam semua bahasa, maka bahasa roh tidak diperlukan lagi, jadi praktek bahasa roh sekarang ini adalah salah.
IMHO, irrelevant, karena dalam 1 Kor 14 pun telah dijelaskan bahwa bahasa roh itu memiliki manfaat yg lain, tidak melulu utk menyatakan mujizat dan menyampaikan injil dalam berbagai bahasa seperti yg dikisahkan di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul.
-
@ MImin Jenova....
Yang saya postingkan hanya sekedar tukar pendapat lho.
Bukan Kontra Kharismatik :hug:
Hanya sekedar mencocokkan dengan dokumen2 Gereja Katolik yang ada. :)
Salam Damai
:)
Clearly understood, bro Phooey!! :nod:
Makasih buat masukannya... :afro:
-
Btw, sis lily, ini KKR-nya katolik punya?
Kalo di KTM, klo yg histeris gitu sih biasanya klo lg pelepasan, yg histeris teriak2 itu dari si jahat yg ga mau keluar.
Yah... tapi aku tidak mengingkari, bahwa byk jg PDKK yg ”kurang bagus” dalam melakukan ”penyembahan dalam roh”, dan IMHO ga bisa dipukul rata semua PDKK itu baik atau semua PDKK itu buruk (menakutkan). :)
iya, Katolik punya, dalam rangka SHDBR dan KKR [sorry saya ngga begitu tahu bedanya Min] yang diadakan rekan2 karismatik
(http://www.cute-factor.com/images/smilies/onion/th_110_.gif)
Damai sejahtera --> karunia sejati dari Allah.
Saranku, terus dicari aja utk yg seperti ini, sis.
itu karunia milik teman saya Min, saya mah [untungnya] tidak diberi karunia2 spektakular seperti itu, krn biasanya menerima karunia = ada tugas yang menanti :)
Kalo dalam PKK yg aku tahu, ya cara mengaktifkannya seperti yg ditulis di artikel yg aku taruh di board ajaran katolik itu.
Kita didoakan dalam bahasa roh, atau ketika dalam sesi berdoa bersama dalam bahasa roh, kita berusaha meniru kata2 asing yg kita dengar itu. Kalo Allah berkenan, ketika karunia itu diberikan, dan ”dipancing” utk digunakan, maka bahasa roh itu akan bisa kita ucapkan / keluar dengan lebih leluasa.
understood, sudah saya baca :afro:
-
:deal:
Huh? :confused:
What did I deny? When did I deny it? Please show in which post you read my denial!
anda menyatakannya sendiri toh anda mendoakan orang lain dengan bahasa Roh.
Please show the verse that forbid using of “gift of tongues” for praying for others.
So you’re saying that praying in tongues is babbling?
What about those who gave these words of encouragement and affirmation in your church that were translated? Are they speaking in a distinct language? I’m sure for an outsider, they will be judged as babbling as well..
bukan saya yang bilang. tapi Paulus dalam suratnya buat jemaat di Korintus.
katakanlah memang tidak dilarang. tapi buat saya tetap saya akan mendoakan orang lain tidak dengan bahasa Roh, karena belum tentu mereka mengerti.
Show me then, what did I miss.
Or show me again then if you already did that, coz I really didn’t recall you have done it.
bandingkan:
uraian saya:
seseorang yang mendapat karunia bahasa roh, Paulus anjurkan untuk juga meminta karunia untuk menafsirkannya agar dapat dimengerti.
seseorang yang mendapat karunia menerjemahkan bahasa-bahasa, sudah pasti akan mengerti kalo ada yang berkata-kata dalam bahasa asing, tapi kalaupun ga ada, ya tidak masalah.
seseorang yang mendapat karunia nubuat, sudah pasti pesannya dapat ditangkap (karena bukan pakai bahasa lain).
uraian anda:
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2. Utk dapat menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh, tentu saja orang tersebut harus mengenal/mengerti bahasa roh. Tanpa memiliki karunia bahasa roh, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memperoleh karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh.
Kalo tidak ada bahasa roh, maka tidak ada yg akan diterjemahkan.
Jadi seharusnya Anda setuju dong, agar ada karunia nubuatan yg diterjemahkan dan berguna utk jemaat, setidaknya harus ada yg berbahasa roh. Apakah salah kalo dikatakan karunia bahasa roh itu menjadi pintu utk karunia yg lain, i.e. karunia nubuat yg diterjemahkan?
Yang tidak memiliki bahasa roh tentu saja bisa memperoleh karunia membangun diri sendiri dgn cara yg lain.
Kita kan sedang membicarakan membangun diri dengan bahasa roh, ya tentu saja utk kasus ini diperlukan utk dapat berbicara roh terlebih dahulu.
Is this simple logic too difficult to understand?
gimana caranya kalau belum punya karunia bahasa roh? kan katanya karunia bahasa roh itu jadi pintu nya...
1 Kor 14 : 5 Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun.
Apakah Anda kelewatan membaca kalimat yg aku warnai merah itu?
Apa lagi yg diterjemahkan kalo bukan bahasa roh yg tidak dimengerti oleh akal budi itu?
Dari sini jelas terlihat bahwa dalam bahasa roh itu terkandung juga nubuatan2 yg jika diterjemahkan akan menjadi sama bergunanya dgn karunia2 nubuatan dalam bahasa manusia.
yang saya maksud adalah jika dalam karunia nubuat, nubuatan itu masih harus diterjemahkan lagi (ie. dikatakan dengan bahasa yang sulit dimengerti, figuratif dlsb) ya... sama saja.
Berarti memang berbeda iman kita akan pembaptisan ini. :)
lho? tapi Alkitab nya kan sama? gimana bisa beda iman?
saya baca di atas toh anda juga mengakui adanya baptisan Roh Kudus, tetapi tidak setingkat sakramen baptisan air, betul?
jadi intinya, anda percaya adanya baptisan Roh Kudus?
Kalo hanya mencari di Alkitab, maka kita tidak akan pernah bisa tahu apakah para rasul dibaptis atau tidak.
Tapi dalam Gereja Apostolik, sesuai tradisi, kami tahu bahwa para rasul ini telah dibaptis!!!
Bagaimana mungkin mereka menjalankan amanat Tuhan utk membaptis kalo mereka sendiri tidak dibaptis?
Yes, truly, the apostles were baptised, as Clement the Stromatist relates in the fifth book of the Hypotyposes. For, in explaining the apostolic statement, I thank God that I baptised none of you, he says, Christ is said to have baptised Peter alone, and Peter Andrew, and Andrew John, and they James and the rest.
Moschus: Spiritual Meadow, Book V. Chap. 176.
sesuai, tradisi.
If you want to know more about these doctrines, just start a new thread, and we’ll gladly show you how biblical and apostolic these teachings are.. :)
yea, according to Catholic Magisterium and Catechism, or, the Papa.
-
kalau saya lihat dari diskusinya jadinya ngomongin cuma "bahasa Roh/suasana ibadah karismatik dalam Gereja Katolik", bukan tentang diskusi bahasa Roh semula lagi... hmm..
-
kalau saya lihat dari diskusinya jadinya ngomongin cuma "bahasa Roh/suasana ibadah karismatik dalam Gereja Katolik", bukan tentang diskusi bahasa Roh semula lagi... hmm..
Karena kebetulan kita punya mimin yg lebih "ngeroh" dari orang kharismatik, padahal dia itu katolik. :afro1:
-
Karena kebetulan kita punya mimin yg lebih "ngeroh" dari orang kharismatik, padahal dia itu katolik. :afro1:
Hehe iya, apalagi di awal2 diskusi sempet panas juga tuh debat-nya, sampai di adem2in sama momod yang laen :flower:
Tapi jadi tambah banyak wawasan terutama penjelasan dari sisi Katolik baik yang menerima maupun yang menolak :afro1:
-
Yang pasti, kita sama2 bergantung pada ajaran2 infallible Magisterium.
Tapi utk hal2 yg belum ditetapkan secara mutlak (infallible), aku masih menerimanya selama tidak bertentangan / dilarang oleh Magisterium. Apalagi jika telah direstui oleh keuskupan setempat, maka aku sangat berbeda dgn Anda, di mana aku akan menerimanya sekalipun hal tersebut msh merupakan kontroversi bagi umat katolik.
Tentang hal ini saya kira kita tidak perlu bahas lagi. Sebab tanggapan saya bukanlah soal bagaimana penyikapan Anda. Saya hanya menggaris bawahi saja bahwa ajaran atau praktek tidaklah otomatis Katolik karena direstui atau ditempeli nihil obstat oleh uskup [sebagaimana yg Anda katakan].
AFAIK, ciri khas yg paling dapat dilihat dalam spiritualitas karismatik adalah berdoa dgn bahasa roh, nubuatan2 dalam bahasa roh. Selain itu, kami cenderung menggunakan puji2an yg lebih meriah dan kadang disertai tepuk tangan dan tari2an.
Sorry, spiritualitas yg demikian adalah spiritualitas (aliran) Pentacostal bukan spiritualitas Charismata.
Jika ditanya utk apa, maka jawabannya adalah sama ketika ditanyakan mengapa ordo tertentu memilih spiritualitas jenis tertentu, misal desert spirituality, Dominican spirituality, Carmelite spirituality, Fransiscan spirituality, dsb.
IMHO, spiritualitas lebih mengarah ke devosi, disesuaikan dgn kebutuhan dan apa yg lebih cocok utk masing2 dari kita saja.
Mereka gak mimilih koq, melainkan meneladani/terinspirasi.
Para Fransiskan meneladani St. Fransiskus Assisi; demikian halnya dengan lain, Benediktin, Dominikan, etc.
Kalo boleh aku bertanya, darimana Anda mengambil kesimpulan demikian?
Dari banyak orang dan sumber terutama dari diskusi2 seputar Karismatik [bahasa roh, baptisan roh, seminar hidup baru dalam roh, rebah dalam roh… etc]
AFAIK, utk PKK yg benar2 katolik, kita justru harus mengejar karunia2 yg lebih utama itu, e.g. bernubuat (dalam bahasa roh), menerjemahkan (nubuatan2) bahasa roh, dan yg terpenting mengejar hubungan yg lebih intim dgn Sang Pemberi Karunia, Roh Kudus.
Yang mengatakan bahwa kalian mengejar yg lebih rendah… siapa?
Yang saya katakan adalah: kalian mengejar yg utama tetapi yg kalian dapat (wallahualam) selalu yg lebih rendah.
Anda pikir mengapa kami mengejar bahasa roh? Tidak lain karena kami meyakini, setelah memperoleh bahasa roh, maka jalan utk memperoleh karunia2 yg lain itu (yg berkaitan dgn bahasa roh) akan lebih terbuka, seperti yg telah aku diskusikan dgn bro reckord.
Itu keyakinan Anda. (maaf sebelumnya) menurut saya itu keyakinan yg tak berdasar. Aneh saja, kenapa Rasul Paulus tidak menekankan bahwa bahasa roh adalah pintu untuk karunia prophesying dan interpreting ke umat di Korintus tersebut.
Apa yang saya pikirkan dari gejala tersebut adalah:
Karena karunia bahasa roh lah yg paling mudah 'diakali', makanya hanya karunia tersebutlah yang kalian klaim berhasil didapatkan.
- Tidak ada yg mengerti==> setiap orang dapat meng-klaim telah diberi karunia berbahasa roh [walaupun sama sekali bukan dari Roh Kudus]
- Diklaim ada yg diberi karunia 'menerjemahkan' bahasa roh tersebut ===> siapa pun bisa menerjemahkan secara sembarang.
[Hadapkan kepada saya seorang yg sedang berbahasa roh....> maka saya akan mengklaim telah diberi karunia utk menerjemahkan.... lalu langsung saya terjemahkan.===> mudah bukan?]
Bandingkan misalnya dengan karunia menyembuhkan. Tidak bisa diakali dan diklaim-klaim. Sebab hasilnya terlihat nyata dan tanpa terjemahan.
Karena itu barangkali LG menegaskannya sbb: ".... but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church....".
Saya penasaran:
Apakah kalian selalu merekam kata-kata yg diucapkan oleh seseorang yg kalian yakini sedang berbahasa roh :pray3:; juga merekam 'terjemahan' bahasa roh tersebut oleh seseorang yg kalian yakini memperoleh karunia 'menerjemahkan' :think1: lalu mengirimkan/menyerahkannya ke keuskupun/hieraki Gereja utk diperiksa dan diputuskan keaslian dan penggunaannya
=====
Salam
-
Pengalamanku di KTM, bahasa roh adalah karunia yg pertama (BUKAN TERUTAMA) yg kami kejar.
Jika karunia bahasa roh telah diterima, maka karunia yg lain harus semakin dikejar, seperti karunia bernubuat dan menerjemahkan nubuat. Dan tidak berhenti di situ, semua karunia Roh Kudus harus semakin giat kita kejar seperti karunia kebijaksanaan, pengertian, dan nasihat (utk saling memberikan counseling dalam komunitas), karunia berdoa, karunia menyembuhkan (e.g. mendoakan utk menyembuhkan), karunia melawan dan mengusir roh jahat, dsb.
hanya dalam process dan pengurutan Anda bisa berkata bahwa yang utama belum tentu yg pertama. Tapi dalam hal hasil [keterjadian] yang utama adalah yang pertama. Hal PERTAMA/AWAL yang diharapkan akan tercapai ==> itulah yg disebut UTAMA.
[Barangkali, Karena kalian memandang karunia-karunia Roh Kudus sebagai process, makanya kalian yakini bahwa bahasa Roh yang pertama (pintu).]
Tapi ya sudahlah, jika Anda meyakininya secara berbeda. Saya ikuti aja dulu alur keyakinan Anda; sbb:
Ada 5 Karismata yg masuk dalam kategori ke-2 [Charismata given for the outer development of the Church], i.e:
- iman,
- mengadakan mujizat,
- penyembuhan,
- bahasa roh,
- interpretasi bahasa Roh
http://www.newadvent.org/cathen/03588e.htm
Jika yang Pertama (Ke-1) adalah bahasa Roh, lantas yang ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 … apa???
AFAIK, PKK yg benar2 katolik tidak akan menyamakan “baptism of the Holy Spirit” ini sebanding dgn sakramen, apalagi sakramen baptis. Dalam KTM kami mengadakan retret rohani, dan di situlah kami mencari pengalaman ”baptism of the Holy Spirit”, dan AFAIK ”baptism of the Holy Spirit” ini dalam pengertian utk memperoleh jamahan Roh Kudus dan membangkitkan kembali karunia2 Roh Kudus yg telah diberikan dalam diri kita sejak baptisan air.
Ya sudah barang tentu kalian tidak menambah atau mengurangi jumlah sakramen. Dan saya tidak pernah mengatakan bahwa di PKK ada Sakramen baru.
Namun dari terminologi yang kalian gunakan saja sudah menyiratkan ke-anehan. Karena hanya ada satu satu BAPTISAN [Eph 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,]
Baptisan apakah yang the only one tersebut?==> Ya baptisan dengan air, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus, Batisan Api ===> ya Baptisan yg itu-itu juga [Sakramen Baptis]
IMHO, kalo ada PKK yg melanggar ajaran2 katolik, sebaiknya dilaporkan ke keparokian setempat, atau kalo keparokian membiarkan PKK yg salah, bisa dilaporkan ke hierarki yg lebih tinggi, misal keuskupan. :)
Bagaimana mau tahu… lha wong tidak ada yg tahu bahasa Roh. :(
Saya, sebagai misal: Bagaimana saya mau melaporkan si A berbahasa roh yg asal sedangkan saya sendiri gak ngerti apakah itu bahasa Roh asal atau asli.==> makanya di atas saya anjurkan kalian yg di PKK untuk selalu merekam bahasa roh yg terjadi serta tafsiran atas bahasa roh tsb utk selanjutnya diserahkan ke pihak Gereja.
Apa dasarnya Anda mengatakan ga ada nilai tambahnya?
Dasarnya, ya dari perkataan Anda sendiri: “Berbahasa roh tidak menjadikan seorang PKK menjadi lebh baik / lebih katolik dari katolik2 yg lain”.
IMHO, bagi yg lebih menyukai / cocok dgn ibadah karismatik, nilai tambahnya (setidaknya) adalah membuat mereka semakin semangat dalam mencari Sang Sumber Hidup. :)
Itu sih bukan nilai tambah mas… tapi nilai suka-suka. Nilai tambah itu ya dari gerakan itu sendiri, bukan dari persepsi orang per orang yg ikut. Kalau ada yng ikut lantas malah jadi bête, jadi sombong, etc gimana???
IMHO, Lumen Gentium 12 sudah sangat jelas mewakili manfaat / nilai tambah gerakan2 pembaruan dalam GK, termasuk pembaruan karismatik ini.
It is not only through the sacraments and the ministries of the Church that the Holy Spirit sanctifies and leads the people of God and enriches it with virtues, but, "allotting his gifts to everyone according as He wills, He distributes special graces among the faithful of every rank. By these gifts He makes them fit and ready to undertake the various tasks and offices which contribute toward the renewal and building up of the Church, according to the words of the Apostle: "The manifestation of the Spirit is given to everyone for profit".
Apanya yang sudah SANGAT jelas???
LG yg Anda kutip di atas adalah menyangkut rahmat. Bukan menyangkut PKK atau Gerekan Karismatik yang mengejar-ngejar rahmat dengan cara-cara tertentu.
Kutipan Anda diatas simply mengatakan bahwa rahmat gak melulu hanya dari Sakramen [Karena Allah gak terikat pada Sakramen]. Adalah suka-suka Roh Kudus mau mengaruniakannya kepada siapa yang DIA kehendaki dan sudah pasti rahmat tersebut memberi keuntungan bagi Gereja.
====
Salam
-
(http://i1165.photobucket.com/albums/q592/phooey777/nuansakharismatik.jpg)
Lebih umum di sebutkan (Nuansa Kharismatik)
:)
@sis avila, bro phooey, dan bro medice,
Ya, sepertinya kita terbentur dgn penggunaan istilah ”misa karismatik” di sini.
Mgkn artikel ini bisa dijadikan perbandingan utk artikel yg dibawa oleh sis avila:
http://seputarliturgimisa.blogspot.no/2011/02/misa-karismatik.html
Di sini dikatakan demikian:
Dari Gerakan Karismatik ini (GP Kharismatik Katolik) ini lahirlah beberapa acara rohani, seperti Persekutuan Doa, retret, dan Misa Kudus. Artinya persekutuan umat yang berdoa itu diwarnai oleh gaya dan semangat karismatik. Demikian juga misa yang dimaksudkan dengan Misa Karismatik itu adalah misa yang diwarnai oleh gaya dan semangat karismatik.
Maka misanya ya tetap harus ikut pedoman baku Misa kudus, dan tidak dikorbankan dalam arti disesuaikan dengan keinginan tokoh karismatik di situ.
Misa karismatik yg aku maksud di sini adalah menggunakan lagu2 yg umum digunakan dalam ibadah karismatik sebagai pengganti lagu2 dari puji syukur / madah bakti. Tapi bukan berarti lagu2 ordinarium dapat diganti. Lagu2 dan doa2 baku tidak pernah dan tidak dapat diganti sekalipun dalam ”misa karismatik”, tetapi utk yg dapat diganti seperti lagu setelah komuni, maka dalam ”misa karismatik” biasanya kami menyanyikan lagu yg lebih meriah yg sesuai dengan semangat / spiritualitas karismatik.
Tentang lagu-lagu, tari-tarian, alat musik, etc saya komentari nanti (kapan-kapan ada waktu). Untuk sementara saya komentari dulu satu di bawah ini (yg imho sangat aneh)
Aku pernah mengatakan bahwa dalam misa karismatik KTM, kami melanjutkan lagu kemuliaan dgn senandung dalam bahasa roh. AFAIK, hal ini tidak bertentangan dgn aturan baku misa, seperti yg tertulis dalam ”General Instruction of the Roman Missal, chp. 37”.
37. Finally, concerning the other formulas:
a) Some constitute an independent rite or act, such as the Gloria, the responsorial Psalm, the Alleluia and verse before the Gospel, the Sanctus, the Memorial Acclamation, and the cantus post communionem (song after communion);
b) Others accompany another rite, such as the chants at the Entrance, at the Offertory, at the fraction (Agnus Dei), and at Communion.
http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20030317_ordinamento-messale_en.html
Entah saya dan Anda yg memahaminya berbeda dari apa yg dimaksudkan di IGMR 37. Atau saya yang tidak memahami apa yg Anda maksudkan di atas.
Sbb (Cmiiw).
Yang dimaksud dengan "the other formulas" itu adalah partisipasi aktif umat dalam Misa. Aklamasi, nyanyian, ucapan, yang merupakan bagian umat. ==> [Jika Anda ingat dengan singkatan I (imam) dan U (umat) dalam buku/teks Misa]
Misalnya:
- mazmur tanggapan yg dinyanyikan umat,
- lagu kemuliaan
- lagu Kudus
- lagu tanggapan atas amnanese
- etc.
Partisipasi umat ini ada yang merupakan:
a. bagian/kegiatan tersendiri (Some constitute an independent rite or act)
- Misalnya: Kemuliaan, mazmur tanggapan, bait pengantar Injil, Kudus, aklamasi anamnesis, lagu syukur sesudah komuni
b. Yang lain mengiringi ritus lain (accompany another rite)
- Misalnya: Lagu Pembuka (mengiringi Ritus Pembuka), lagu persembahan (mengiringi Ritus/Kegiatan Persembahan di Liturgi Ekaristi), nyanyian komuni, Anak domaba Allah, yanyian penutup (pengantar Imam meninggalkan Altar)
===
Jadi yang dimaksudkan bukanlah ada ristus lain atau nuansa lain yang diperkenankan. Misalnya yg ala Karismatik dengan senandung-senandung berbahasa Roh setelah Kemuliaan..
===
Salam,
-
Karena kebetulan kita punya mimin yg lebih "ngeroh" dari orang kharismatik, padahal dia itu katolik. :afro1:
Dan saya liat ada member yang konservatif seperti orang katolik padahal dia pantekostal seperti bro R3ckOrd :D
Gimana bro Djo...minat sharing sama bro R3cK0rd nggak...soalnya keliatannya mimin Jenova sudah sibuk melayani diskusi dengan bro Medice :D
bravo buat Fikers semua :afro1:
salam damai :)
-
Dan saya liat ada member yang konservatif seperti orang katolik padahal dia pantekostal seperti bro R3ckOrd :D
Gimana bro Djo...minat sharing sama bro R3cK0rd nggak...soalnya keliatannya mimin Jenova sudah sibuk melayani diskusi dengan bro Medice :D
bravo buat Fikers semua :afro1:
salam damai :)
bukan apa-apa, karena banyak banget gerakan karismatik yang ga bener. bahkan yang katanya denominasi pantekostapun bisa aja pengajarannya menyimpang. yang ini kita harus awas. gereja saya (GPdI) adalah gereja Pantekosta tertua di Indonesia, alongside with GISI, GBI (dan bawah2nya), studi Alkitab dan dasar pengajarannya masih kuat. Dalam hal penafsiran dalam bbrp hal mungkin berbeda, seperti eskatologi (penunggang kuda putih misalnya, GBI menganggap itu sebagai kedatangan Kristus yang kedua kali, pengajaran GPdI ialah penanda pencurahan Roh Kudus untuk pertamakalinya setelah sekian lama (second wave) pada tahun 1900 di Topeka, Kansas. CMIIW i'm not the expert), tetapi dalam hal-hal esensial seperti peranan Roh Kudus, keesaan Allah, setahu saya masih sama. ga tahu kalo ternyata uda ada gereja2nya yang menyimpang. contoh ada gereja yang ternyata gembalanya ngikat perjanjian sama nyai roro kidul. ada juga yang bukan "kursus bahasa roh", ada juga yang ngajarin "niru bahasa roh orang lain" (seperti yang disebut dalam artikel yang dikutip Jenova), ada yang dalam ibadah saat penyembahan worship leadernya bilang "mari kita berbahasa roh" (satu contoh City Harvest Church Singapore yang pastornya Kong Hee, segala aspek pelayanan mrk memberkati bgt dari puji2an, firman Tuhan, pengajaran, pelayanan jemput bola, yg bikin ga sreg saat ibadah di sana, ya itu).
-
Dan saya liat ada member yang konservatif seperti orang katolik padahal dia pantekostal seperti bro R3ckOrd :D
Gimana bro Djo...minat sharing sama bro R3cK0rd nggak...soalnya keliatannya mimin Jenova sudah sibuk melayani diskusi dengan bro Medice :D
bravo buat Fikers semua :afro1:
salam damai :)
Diskusinya menarik sekali!! I'm so happy... :)
TBH, tangan sudah gatal mau research kecil2an dan menjawab postingan2 bro reckord & bro medice, tapi sayangnya lg diberi tugas seabrek2 ama pak bos, kayanya dia sengaja ngerjain diriku gara2 aku ngotot mau ngambil cuti panjang in 2 weeks... :takethat:
Sementara ini, silakan diskusinya dilanjutkan dulu dgn yg lain.
Bro reckord & bro medice, mohon maaf kalo aku tidak bisa segera menanggapi diskusi dgn Anda.
Aku akan coba kembali ikut berdiskusi setelah weekend ini... :)
-
Diskusinya menarik sekali!! I'm so happy... :)
TBH, tangan sudah gatal mau research kecil2an dan menjawab postingan2 bro reckord & bro medice, tapi sayangnya lg diberi tugas seabrek2 ama pak bos, kayanya dia sengaja ngerjain diriku gara2 aku ngotot mau ngambil cuti panjang in 2 weeks... :takethat:
Sementara ini, silakan diskusinya dilanjutkan dulu dgn yg lain.
Bro reckord & bro medice, mohon maaf kalo aku tidak bisa segera menanggapi diskusi dgn Anda.
Aku akan coba kembali ikut berdiskusi setelah weekend ini... :)
hihihihhihi :onion18:
Masak gara2 Bro Reckord & Bro Medice ......
Mimin Jenova sampai harus cuti panjang 2 minggu untuk persiapan menjawab postingan mereka berdua .......... :whistle:
-
hihihihhihi :onion18:
Masak gara2 Bro Reckord & Bro Medice ......
Mimin Jenova sampai harus cuti panjang 2 minggu untuk persiapan menjawab postingan mereka berdua .......... :whistle:
Wekeke... Strawman neh bro Phooey... :scold:
Aku mau ambil cuti panjang buat mudik, cutinya 2 mgg lagi dimulai dari sekarang, jd skrg lg dikerjain pak bos dsuruh nyelesaiin kerjaan seabrek2 sebelum aku tinggal.
Cuma punya waktu 1-2 menit buat ngetik2 di FIK, sedangkan kalo nanggapin postingannya bro reckord & medice at least butuh waktu buat baca2 referensi2 dulu... :swt: :swt:
-
Dan saya liat ada member yang konservatif seperti orang katolik padahal dia pantekostal seperti bro R3ckOrd :D
Gimana bro Djo...minat sharing sama bro R3cK0rd nggak...soalnya keliatannya mimin Jenova sudah sibuk melayani diskusi dengan bro Medice :D
bravo buat Fikers semua :afro1:
salam damai :)
ya FIK memang penuh keanekaragaman. Good :afro1:
Kalo soal bahasa roh, permasalahannya cuma di ada/tidaknya penterjemah.
Semua sudah setuju kalo doa pribadi dalam bahasa roh tidak perlu penterjemah.
Yg jadi pertanyaan kan adalah kalau dalam pertemuan jemaat boleh berbahasa roh gak, kalo tidak ada penterjemah ?
Sekarang saya ganti pertanyaannya, kalo dalam pertemuan jemaat boleh berdoa pribadi gak ??
Kalo datang ke pertemuan jemaat hanya utk berdoa pribadi ya salah tempat.
Kalo datang ke pertemuan jemaat hanya utk berbahasa roh ya salah tempat.
karena itu Paulus kasih solusi buat kita semua.
Aku akan berdoa dgn rohKu (bahasa roh), tetapi aku juga akan berdoa dgn akal budiku (bahasa biasa).
Jadi bahasa rohnya jalan, bahasa biasanya juga jalan. Tapi akan jauh lebih bermaanfaat jika kita mendapat karunia utk menafsirkan. Dan ingat, kita tidak bisa menyalahkan orang jika tidak ada yg bisa menafsirkan, karena kita hanya bisa meminta dan mengejar, sedangkan diberi atau tidak, itu urusan Sang pemberi karunia.
-
ya FIK memang penuh keanekaragaman. Good :afro1:
Kalo soal bahasa roh, permasalahannya cuma di ada/tidaknya penterjemah.
Semua sudah setuju kalo doa pribadi dalam bahasa roh tidak perlu penterjemah.
Yg jadi pertanyaan kan adalah kalau dalam pertemuan jemaat boleh berbahasa roh gak, kalo tidak ada penterjemah ?
Sekarang saya ganti pertanyaannya, kalo dalam pertemuan jemaat boleh berdoa pribadi gak ??
Kalo datang ke pertemuan jemaat hanya utk berdoa pribadi ya salah tempat.
Kalo datang ke pertemuan jemaat hanya utk berbahasa roh ya salah tempat.
karena itu Paulus kasih solusi buat kita semua.
Aku akan berdoa dgn rohKu (bahasa roh), tetapi aku juga akan berdoa dgn akal budiku (bahasa biasa).
Jadi bahasa rohnya jalan, bahasa biasanya juga jalan. Tapi akan jauh lebih bermaanfaat jika kita mendapat karunia utk menafsirkan. Dan ingat, kita tidak bisa menyalahkan orang jika tidak ada yg bisa menafsirkan, karena kita hanya bisa meminta dan mengejar, sedangkan diberi atau tidak, itu urusan Sang pemberi karunia.
^ this
-
Wekeke... Strawman neh bro Phooey... :scold:
Aku mau ambil cuti panjang buat mudik, cutinya 2 mgg lagi dimulai dari sekarang, jd skrg lg dikerjain pak bos dsuruh nyelesaiin kerjaan seabrek2 sebelum aku tinggal.
Cuma punya waktu 1-2 menit buat ngetik2 di FIK, sedangkan kalo nanggapin postingannya bro reckord & medice at least butuh waktu buat baca2 referensi2 dulu... :swt: :swt:
Baru tau arti strawman .... setelah dipentung Mimin Jenova :rotfl:
:dance:
-
anda menyatakannya sendiri toh anda mendoakan orang lain dengan bahasa Roh.
Again, apa yg aku sangkal di sini?? :confused:
1 Kor 14 menjelaskan ada karunia2 roh yg harus dikejar, terutama karunia bernubuat. Dan dikatakan juga bahwa bahasa roh itu baik, dapat membangun diri sendiri, dan jika diterjemahkan maka dapat membangun jemaat.
Jika aku ber-eksegesis, dari berdoa bahasa roh yg jika didoakan itu dapat membangun diri sendiri karena menyampaikan hal2 yg rahasia kepada Allah, apakah salah jika disimpulkan bahwa jika kita mendoakan utk orang lain (dalam bahasa roh juga) kita dapat menyampaikan hal2 yg rahasia (tidak dimengerti) mengenai permasalahan yg dihadapi orang yg didoakan itu, dan kemudian memohon kepada Allah dgn cara yg rahasia tapi paling tepat utk memperoleh pertolongan dari Allah (i.e. doa dikabulkan)?
I get your point now, but I really don’t understand your choice of words saying that I denied something which I didn’t.
katakanlah memang tidak dilarang. tapi buat saya tetap saya akan mendoakan orang lain tidak dengan bahasa Roh, karena belum tentu mereka mengerti.
Tunjukkan di mana ayat yg melarang utk mendoakan orang lain dgn menggunakan bahasa roh.
IMHO, kesalahan besar kalo menyimpulkan bahwa sesuatu itu dilarang karena tidak tertulis di Alkitab.
Merayakan natal tidak tertulis di Alkitab, apakah ini berarti bahwa merayakan natal itu dilarang?
bukan saya yang bilang. tapi Paulus dalam suratnya buat jemaat di Korintus.
Really? Babbling???
Paul didn’t even say that the Corinthians glossolalia were counterfeit.
He just mentioned that when should pray in tongues, it should be IN A MANNERED WAY.
Glossolalia may be heard as babbling, but in a mannered way, it is actually NOT!
bandingkan:
uraian saya:
seseorang yang mendapat karunia bahasa roh, Paulus anjurkan untuk juga meminta karunia untuk menafsirkannya agar dapat dimengerti.
seseorang yang mendapat karunia menerjemahkan bahasa-bahasa, sudah pasti akan mengerti kalo ada yang berkata-kata dalam bahasa asing, tapi kalaupun ga ada, ya tidak masalah.
seseorang yang mendapat karunia nubuat, sudah pasti pesannya dapat ditangkap (karena bukan pakai bahasa lain).
uraian anda:
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa roh, selain berbicara ttg hal2 yg hanya dimengerti Allah, juga terkandung nubuatan2. Utk dapat menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh, tentu saja orang tersebut harus mengenal/mengerti bahasa roh. Tanpa memiliki karunia bahasa roh, maka akan sulit (jika bukan mustahil) utk memperoleh karunia menerjemahkan nubuatan dalam bahasa roh.
Kalo tidak ada bahasa roh, maka tidak ada yg akan diterjemahkan.
Jadi seharusnya Anda setuju dong, agar ada karunia nubuatan yg diterjemahkan dan berguna utk jemaat, setidaknya harus ada yg berbahasa roh. Apakah salah kalo dikatakan karunia bahasa roh itu menjadi pintu utk karunia yg lain, i.e. karunia nubuat yg diterjemahkan?
Mari dibedakan dulu, bahwa ada 2 jenis karunia nubuat di sini.
Pertama: karunia bernubuat TANPA bahasa roh, seperti yg dilakukan oleh para nabi di PL.
Kedua: karunia nubuatan yang terjadi dalam doa berbahasa roh.
Uraian yg Anda sampaikan, apakah membedakan keduanya ketika kita membicarakan 1 Kor 14, atau Anda samakan?
IMHO, dalam 1 Kor 14 HANYA membicarakan yang kedua, yaitu karunia bernubuat ketika berbicara dalam bahasa roh. Kalo orang tersebut memiliki karunia menerjemahkan, ketika aku mengatakan bahwa dia sedang bernubuat, ya tentu saja aku sedang mengacu pada nubuatan dalam bahasa roh, karena kita memang sedang membicarakan karunia2 yang berkaitan dgn bahasa roh. Tetap saja dalam kasus ini, nubuatan itu harus diterjemahkan agar semua jemaat termasuk yg tidak memiliki karunia menerjemahkan dapat memahaminya.
Apakah sampai di sini kita memiliki pemahaman yg sama?
Kalo kita membicarakan nubuatan tanpa bahasa roh, seperti yg dilakukan oleh para nabi PL, ya ga perlu kita bahas. Kita sama2 tahu, nubuatan itu dapat dipahami oleh semua org yg mendengarkan, karena para pelihat itu berbicara dalam bahasa sehari2.
Mengenai menerjemahkan (menafsirkan) apa yg telah diterjemahkan, IMHO itu bukan karunia menerjemahkan, tapi itu adalah karunia mengajar.
-
gimana caranya kalau belum punya karunia bahasa roh? kan katanya karunia bahasa roh itu jadi pintu nya...
Kalo belum punya karunia bahasa roh, ya kejarlah karunia yg ga memerlukan bahasa roh, e.g. karunia mendoakan, karunia kebijaksanaan dan nasehat, karunia menyembuhkan, dll.
Kalo sudah punya bahasa roh, akan lebih mudah utk mengejar karunia2 lain yg memerlukan bahasa roh, e.g. bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahakan bahasa roh, berdoa dalam bahasa roh utk mendoakan hal2 yg rahasia, dsb.
Bahasa roh menjadi pintu bagi karunia2 lain YANG BERKAITAN DENGAN BAHASA ROH ITU.
yang saya maksud adalah jika dalam karunia nubuat, nubuatan itu masih harus diterjemahkan lagi (ie. dikatakan dengan bahasa yang sulit dimengerti, figuratif dlsb) ya... sama saja.
IMHO, menjelaskan arti nubuatan itu bukan karunia ”menerjemahkan”, melainkan karunia ”mengajar”.
Contoh: kotbah Petrus dalam Kis 2 : 14 - 40 menjelaskan ttg nubuatan yg dibuat oleh nabi Yoel.
Dalam hal ini Petrus sedang exercising karunia mengajar yg dia miliki, bukan sedang exercising karunia ”menerjemahkan” nubuatan Yoel yg disampaikan dalam bahasa yg telah dimengerti umat.
lho? tapi Alkitab nya kan sama?
Alkitab boleh sama, tetapi penafsiran bisa berbeda… :grining:
Contoh saja nih, silakan Anda bandingkan antara penafsirannya Lutheran, Calvinist, dan Pentakosta seperti Anda. Kalian bahkan memegang Alkitab yg sama2 tidak menyertakan 7 kitab yg kalian sebut deutrokanonika, tapi silakan dibandingkan iman kalian akan transubstansi.
Surprise... surprise!! Lutheran bilang kalo roti anggur tetaplah roti anggur tapi sekaligus benar2 menjadi Tubuh dan Darah Tuhan (CMIIW), Calvinist bilang kalo roti anggur hanya menjadi ”spiritual feeding” (CMIIW), sedangkan protestant2 yg lain seperti denominasi Anda (CMIIW) mengatakan bahwa roti anggur hanya menjadi lambang Tubuh dan Darah Kristus.
Contoh lain, Anda sendiri yg menyebutkan, bahkan dalam gereja Anda sendiri ada beberapa pengajaran yg berbeda ttg ”penungga kuda putih”.
So... seharusnya tidak mengherankan kalo doktrin iman kita ttg pembaptisan jg berbeda. :)
gimana bisa beda iman?saya baca di atas toh anda juga mengakui adanya baptisan Roh Kudus, tetapi tidak setingkat sakramen baptisan air, betul?
jadi intinya, anda percaya adanya baptisan Roh Kudus?
Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik, hanya mengakui satu baptisan, seperti yg kami akui dalam syahadat nisea:
“We acknowledge ONE baptism for the forgiveness of sin…”
Hanya ada satu baptisan, seperti yg diamanatkan dan diajarkan oleh para rasul: pembaptisan dalam nama Tritunggal Maha Kudus, dan dengan sarana air.
Silakan dipahami, dalam iman apostolic, kepenuhan rahmat baptisan itu terpenuhi setelah kebangkitan Yesus.
Sebelum kebangkitan Yesus, semua baptisan: termasuk diantaranya baptisan air oleh Yohanes Pembaptis ataupun baptisan2 yg diterima oleh Petrus dan rasul2 yg lain, hanya merupakan lambang pertobatan.
Itulah sebabnya dalam keempat injil dikatakan bahwa Yesus akan membaptis dgn api dan Roh, ungkapan iman figurative, bahwa Penebus telah datang, dan setelah kemenanganNya, Sakramen Baptis dipenuhi kuasanya dan akan memenuhi seseorang dgn Roh Kudus.
Ungkapan iman dari keempat injil ini diamini dalam Kis 1 : 5 dan terpenuhi dalam peristiwa Pentakosta Kis 2 : 1 - 13.
PKK mengimani adanya “baptisan dalam Roh Kudus”, tetapi AFAIK tidak sama dengan baptisan dalam arti sesungguhnya. Silakan dilihat penjelasanku kepada bro medice ttg arti ”baptisan dalam Roh Kudus” bagi PKK.
sesuai, tradisi.
And proven that without tradition or the teaching of the Church, the bible itself is not sufficient to give all the knowledge needed**, e.g. whether if the apostles were baptized just like us or if they were inconsistent in their teaching (i.e. they teach that everyone shall be baptized whereas they were not baptized).
:):):)
**
Don't get me wrong, bible is sufficient to give the knowledge regarding faith and salvation, but by itself, it's still not sufficient to give all the knowledge to understand the Divine Mystery of Salvation. :)
yea, according to Catholic Magisterium and Catechism, or, the Papa.
According to the Catholic Magisterium is a guarantee that the teaching is according to the bible.
The same way you believe that the interpretation of the bible according you your church (GPdI) is the strongest interpretation of the bible.
Now it’s up to you, whether you want to know how biblical the catholic teaching, or you still want to continue your presumption that all catholic doctrines are not biblical. :)
-
^ this
maksudnya ?
-
Tentang hal ini saya kira kita tidak perlu bahas lagi. Sebab tanggapan saya bukanlah soal bagaimana penyikapan Anda. Saya hanya menggaris bawahi saja bahwa ajaran atau praktek tidaklah otomatis Katolik karena direstui atau ditempeli nihil obstat oleh uskup [sebagaimana yg Anda katakan].
Wait a minute, aku katakan bahwa nihil obstat tidak otomatis berarti ajarannya infallible atau pasti benar, tapi bukankah kita sama2 telah menyepakati bahwa nihil obstat hanya diberikan pada ajaran/tulisan yg berasosiasikan dgn katolik?
Dan kita juga telah sepakat bukan bahwa kita akan mengacu pada definisi ”ajaran katolik” yg digunakan dalam FIK ini, yaitu ajaran2 yg berasosiasikan dgn ajaran katolik, jadi dalam hal ini ”nihil obstat” diterima sebagai referensi utk memenuhi kriteria sbg ”ajaran katolik” dalam board ajaran FIK.
Kalo kita sepakat dgn dua hal di atas, aku setuju, hal ini tidak perlu kita bahas lagi. :)
Sorry, spiritualitas yg demikian adalah spiritualitas (aliran) Pentacostal bukan spiritualitas Charismata.
Kalopun benar ini adalah spiritualitas pentacostal, apakah spiritual Pentacostal itu adalah heresy utk dipeluk oleh umat katolik? Bisa tolong minta referensinya?
Mereka gak mimilih koq, melainkan meneladani/terinspirasi.
Para Fransiskan meneladani St. Fransiskus Assisi; demikian halnya dengan lain, Benediktin, Dominikan, etc.
Okay, kita mengacu ke desert spirituality aja utk kali ini.
Desert spirituality ini meneladani siapa? Kalo mereka menemukan spiritualitas ini cocok utk mereka dan mereka boleh memeluknya, bukankah spiritualitas PKK ini sebanding dgn desert spirituality, dalam artian sama2 spiritualitas yg dipeluk oleh sekelompok tertentu dan tidak menjadikan kelompok tersebut sbg bidaah?
Dari banyak orang dan sumber terutama dari diskusi2 seputar Karismatik [bahasa roh, baptisan roh, seminar hidup baru dalam roh, rebah dalam roh… etc]
:nod:
IMHO, mgkn diskusi kalian belum selesai, atau Anda salah memahami ajaran2 karismatik katolik.
But never mind, bisa kita diskusikan lebih lanjut di sini. :)
Yang mengatakan bahwa kalian mengejar yg lebih rendah… siapa?
Yang saya katakan adalah: kalian mengejar yg utama tetapi yg kalian dapat (wallahualam) selalu yg lebih rendah.
IMHO, ini karena Anda belum atau mgkn enggan utk melihat PKK yg sesungguhnya.
Dalam KTM, ada banyak karunia yg jauh lebih besar dari bahasa roh yg diterima oleh umat.
Karunia menyembuhkan, karunia mendoakan, karunia mengusir roh2 jahat dan mematahkan kuasa2 kegelapan, dsb.
Contoh nyata yg aku saksikan sendiri, dalam retret hidup baru, ada banyak kuasa2 jahat (seperti tenung, santet, jimat2, ilmu2 supranatural yg diwarisi dari leluhur, dsb) yg dikalahkan. Dalam retret penyembuhan luka batin, tidak sedikit yg dikuatkan dan disembuhkan luka2 batinnya dari nubuatan2 yg diperoleh dalam sesi doa bahasa roh. Kalo Anda datang ke ”misa karismatik” di Tumpang Jatim atau Cikanyere Jabar, tidak sedikit pula yg memperoleh rahmat kesembuhan dari dari penyakit fisik dalam sesi karismatik itu.
IMHO, terlalu dini menyimpulkan bahwa kami selalu mendapat yg lebih rendah.
Tolong Anda pelajari dulu semua yg terjadi PKK sebelum Anda menyimpulkannya hanya dari diskusi dan pengamatan2 dari luar saja. :)
Itu keyakinan Anda. (maaf sebelumnya) menurut saya itu keyakinan yg tak berdasar. Aneh saja, kenapa Rasul Paulus tidak menekankan bahwa bahasa roh adalah pintu untuk karunia prophesying dan interpreting ke umat di Korintus tersebut.
IMHO, bahasa roh menjadi pintu karunia2 lain yg berkaitan dgn bahasa roh adalah suatu hasil renungan, hasil study eksegesis, dan berdasar pada pengalaman pribadi / kelompok, diimani dalam taraf doktrin.
IMHO, sekalipun Paulus tidak pernah menyatakan demikian, tidak ada salahnya kami memiliki doktrin demikian, karena kenyataan berdasar pengalaman kami, memang demikian adanya bahwa mereka yg memiilki karunia bahasa roh lebih mudah utk mengejar karunia2 yg lain yg berkaitan dgn bahasa roh itu.
Apa yang saya pikirkan dari gejala tersebut adalah:
Karena karunia bahasa roh lah yg paling mudah 'diakali', makanya hanya karunia tersebutlah yang kalian klaim berhasil didapatkan
- Tidak ada yg mengerti==> setiap orang dapat meng-klaim telah diberi karunia berbahasa roh [walaupun sama sekali bukan dari Roh Kudus]
- Diklaim ada yg diberi karunia 'menerjemahkan' bahasa roh tersebut ===> siapa pun bisa menerjemahkan secara sembarang.
[Hadapkan kepada saya seorang yg sedang berbahasa roh....> maka saya akan mengklaim telah diberi karunia utk menerjemahkan.... lalu langsung saya terjemahkan.===> mudah bukan?]
Bandingkan misalnya dengan karunia menyembuhkan. Tidak bisa diakali dan diklaim-klaim. Sebab hasilnya terlihat nyata dan tanpa terjemahan.
Karena itu barangkali LG menegaskannya sbb: ".... but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church....".
Saya penasaran:
Apakah kalian selalu merekam kata-kata yg diucapkan oleh seseorang yg kalian yakini sedang berbahasa roh :pray3:; juga merekam 'terjemahan' bahasa roh tersebut oleh seseorang yg kalian yakini memperoleh karunia 'menerjemahkan' :think1: lalu mengirimkan/menyerahkannya ke keuskupun/hieraki Gereja utk diperiksa dan diputuskan keaslian dan penggunaannya
Bro Medice, sebelum Anda melanjutkan presumption2 ini, saranku, coba Anda setidaknya sekali saja mengikuti sesi bahasa roh dari awal sampai akhir dalam KTM utk melihat apa yg terjadi di PDKK.
Dalam sesi bahasa roh, selalu ada yg menerjemahkan. Tidak hanya 1 orang, tetapi terjemahan itu dikonfirmasi oleh orang2 yg lain yg juga memiliki karunia menerjemahkan.
Kesembuhan dari penyakit fisik, penghiburan batin, penyembuhan luka batin, dsb, tidak jarang terjadi dalam sesi bahasa roh dan ketika nubuatan2 diterjemahkan.
Tidak berhenti di situ, di akhir praise and worship, biasanya kami berikan kesempatan pada yg ingin berbagi berkat (kesaksian), dan tidak sedikit yg bersaksi bahwa nubuatan2 ditujukan khusus utk mereka, bahwa mereka disembuhkan, dihibur, dsb.
TBH, belum pernah terpikir utk merekam bahasa roh utk dikirim dan diterjemahkan oleh pihak ke3 utk verifikasi. Really, what for???
Di akhir PDKK, sudah ada sesi kesaksian, di mana mereka2 yg memperoleh mujizat (e.g. kesembuhan atau penghiburan dari nubuatan2) telah memberikan kesaksian mereka dan ini telah cukup menjadi bukti bahwa bahasa roh yg ada dalam PDKK itu bukan bahasa roh palsu.
Kalo kesaksian ini tidak cukup, mau direkam dan diterjemahkan ulang oleh pihak ketiga juga ga bakal ada gunanya. Toh kalo memang dasarnya ga percaya, ya mau diberi bukti apapun ga bakal percaya. :grining:
Tapi kalo Anda masih mau mencobanya, aku persilakan, lho.. :)
-
TBH, belum pernah terpikir utk merekam bahasa roh utk dikirim dan diterjemahkan oleh pihak ke3 utk verifikasi. Really, what for???
Untuk membuktikan bahwa kegiatan kalian tidak bertentangan dengan Gereja. Ya, ikutilah apa yg dikatakan Gereja mengenai keaslian suatu karunia Roh Kudus dan peggunaannya, sebagaimana disebutkan di Lumen Gentium... itu.
===
Salam,
-
hanya dalam process dan pengurutan Anda bisa berkata bahwa yang utama belum tentu yg pertama. Tapi dalam hal hasil [keterjadian] yang utama adalah yang pertama. Hal PERTAMA/AWAL yang diharapkan akan tercapai ==> itulah yg disebut UTAMA.
Pertama TIDAK selalu menjadi yg terutama.
Sakramen baptis sebagai contohnya, adalah yg pertama harus diterima oleh seorang percaya.
Tetapi baptis tidak menjadi yang utama, karena sakramen2 yg lainnya, terutama Ekaristi sama2 penting dan sama2 utamanya utk dikejar oleh umat katolik.
[Barangkali, Karena kalian memandang karunia-karunia Roh Kudus sebagai process, makanya kalian yakini bahwa bahasa Roh yang pertama (pintu).]
Tapi ya sudahlah, jika Anda meyakininya secara berbeda. Saya ikuti aja dulu alur keyakinan Anda; sbb:
Ada 5 Karismata yg masuk dalam kategori ke-2 [Charismata given for the outer development of the Church], i.e:
- iman,
- mengadakan mujizat,
- penyembuhan,
- bahasa roh,
- interpretasi bahasa Roh
http://www.newadvent.org/cathen/03588e.htm
Jika yang Pertama (Ke-1) adalah bahasa Roh, lantas yang ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 … apa???
[/quote]
Lagi2 Anda memberikan analogi yg tidak sebanding. Lagipula newadvent tidak menyebutkan urutan2.
Sekarang kita ambil logisnya saja, kalo kami mengejar karunia2 yg lain seperti bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuat2 dalam bahasa roh, berdoa dalam bahasa roh, mengadakan mujizat2 penyembuhan ataupun exorcism dalam bahasa roh, logikanya bahasa roh itu harus dimiliki dulu jika seorang karismatiker mau exercising karunia2 yg aku sebut ini. Apakah berlebihan kalo kami katakan bahwa bahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg dipraktekkan dalam komunitas karismatik??
Kami tidak mengatakan bahwa mujizat2 ini tidak dapat dilakukan tanpa bahasa roh. Tentu saja tanpa bahasa roh karunia2 yg lain itu dapat dikejar.
Tapi perlu Anda ingat, bahwa dalam komunitas karismatik, kami memilih spiritualitas yg menggunakan karunia bahasa roh, sama seperti biara2 tertentu memilih mempraktekkan desert spirituality, jadi utk dapat bergabung dalam fellowship kami, ya tentu saja kami menekankan bahwa bahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg lain.
Ya sudah barang tentu kalian tidak menambah atau mengurangi jumlah sakramen. Dan saya tidak pernah mengatakan bahwa di PKK ada Sakramen baru.
Namun dari terminologi yang kalian gunakan saja sudah menyiratkan ke-anehan. Karena hanya ada satu satu BAPTISAN [Eph 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,]
Baptisan apakah yang the only one tersebut?==> Ya baptisan dengan air, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus, Batisan Api ===> ya Baptisan yg itu-itu juga [Sakramen Baptis]
Yah, aku akui terminologinya emang salah kaprah.
Sama seperti terminologi misa yg digunakan utk menyebut perayaan ekaristi itu jg salah kaprah karena misa berasal dari kata lati ”missa” yg artinya adalah ”dismissal” atau ”selesai”.
Salah kaprah memang, tapi selama pengertiannya benar, IMHO tidak akan menjadi masalah. :)
Bagaimana mau tahu… lha wong tidak ada yg tahu bahasa Roh. :(
Saya, sebagai misal: Bagaimana saya mau melaporkan si A berbahasa roh yg asal sedangkan saya sendiri gak ngerti apakah itu bahasa Roh asal atau asli.==> makanya di atas saya anjurkan kalian yg di PKK untuk selalu merekam bahasa roh yg terjadi serta tafsiran atas bahasa roh tsb utk selanjutnya diserahkan ke pihak Gereja.
:grining: :grining: :grining:
Bro Medice, jujur aku jadi kurang respect dgn diskusi ini.
Anda tidak tahu bahasa roh. Ketika sudah diterjemahkan artinya demikian, lalu diperteguh oleh orang lain yg juga menerjemahkannya demikian. Lalu di akhir PDKK ketika diberikan kesaksian bahwa nubuatan2 / terjemahan2 itu benar adanya, tapi Anda masih mencurigai bahasa roh nya sebagai palsu, dan tetap saja Anda tidak pernah puas dgn bukti2 dan penjelasan2 yg kami berikan.
Apa sebenarnya yg Anda inginkan di sini? Kalo Anda hanya mau dipuaskan oleh pembuktian Anda sendiri, bagaimana kalo sekarang Anda yg merekam sesi2 bahasa roh itu, Anda verifikasi sendiri ke pihak ketiga, dan mungkin bisa Anda bagikan di sini hasil research Anda itu?
Dasarnya, ya dari perkataan Anda sendiri: “Berbahasa roh tidak menjadikan seorang PKK menjadi lebh baik / lebih katolik dari katolik2 yg lain”.
Aduh.. ya jangan diartikan out of context dong kalimatku.
Aku sudah berikan banyak kelebihan dan buah2 yg dipetik dari karismatik yg mempraktekkan bahasa roh.
Aku mengatakan bahasa roh tidak menjadikan seseorang lebih baik dari yg tidak berbahasa roh itu adalah utk menekankan bahwa bahasa roh adalah BUKAN yang utama dan berakhir di bahasa roh saja, utk memperjelas tuduhan2 bahwa kami melanggar ajaran Paulus utk mengejar karunia2 yg lain.
Itu sih bukan nilai tambah mas… tapi nilai suka-suka. Nilai tambah itu ya dari gerakan itu sendiri, bukan dari persepsi orang per orang yg ikut. Kalau ada yng ikut lantas malah jadi bête, jadi sombong, etc gimana???
Aku kan hanya memberikan contoh extrem yang paling trivial, harusnya Anda tidak berhenti di sini dong analisanya.
Nilai tambahnya spritualitas karismatik ya sama seperti spiritualitas2 rohani lainnya, yg jika diterapkan dengan benar akan membawa orang tersebut semakin dekat dengan Allah Tritunggal Maha Kudus.
Apanya yang sudah SANGAT jelas???
LG yg Anda kutip di atas adalah menyangkut rahmat. Bukan menyangkut PKK atau Gerekan Karismatik yang mengejar-ngejar rahmat dengan cara-cara tertentu.
Kutipan Anda diatas simply mengatakan bahwa rahmat gak melulu hanya dari Sakramen [Karena Allah gak terikat pada Sakramen]. Adalah suka-suka Roh Kudus mau mengaruniakannya kepada siapa yang DIA kehendaki dan sudah pasti rahmat tersebut memberi keuntungan bagi Gereja.
Apakah karunia2 dalam PKK itu bukan dari Roh Kudus, ketika paus dan uskup2 sendiri memberikan restu mereka dan mengakui karya Roh Kudus dalam gerakan2 pembaruan karismatik Katolik ini?
Untuk membuktikan bahwa kegiatan kalian tidak bertentangan dengan Gereja. Ya, ikutilah apa yg dikatakan Gereja mengenai keaslian suatu karunia Roh Kudus dan peggunaannya, sebagaimana disebutkan di Lumen Gentium... itu.
:grining: :grining: :grining:
Paus dan banyak uskup telah mengakui ke-katolik-an PKK, kami telah juga berikan pembelaan kami thd kecurigaan2 Anda.
Kalo Anda masih mengatakan karunia Roh Kudus dalam PKK itu tidak asli alias palsu, IMHO seharusnya Anda lah yg sekarang ini memberikan bukti bahwa karunia2 itu palsu, bukan sebaliknya kami yg harus mati2an membuktikkan karunia2 yg kami terima itu bukan sebagai karunia palsu!
-
Tentang lagu-lagu, tari-tarian, alat musik, etc saya komentari nanti (kapan-kapan ada waktu). Untuk sementara saya komentari dulu satu di bawah ini (yg imho sangat aneh)
Entah saya dan Anda yg memahaminya berbeda dari apa yg dimaksudkan di IGMR 37. Atau saya yang tidak memahami apa yg Anda maksudkan di atas.
Sbb (Cmiiw).
Yang dimaksud dengan "the other formulas" itu adalah partisipasi aktif umat dalam Misa. Aklamasi, nyanyian, ucapan, yang merupakan bagian umat. ==> [Jika Anda ingat dengan singkatan I (imam) dan U (umat) dalam buku/teks Misa]
Misalnya:
- mazmur tanggapan yg dinyanyikan umat,
- lagu kemuliaan
- lagu Kudus
- lagu tanggapan atas amnanese
- etc.
Partisipasi umat ini ada yang merupakan:
a. bagian/kegiatan tersendiri (Some constitute an independent rite or act)
- Misalnya: Kemuliaan, mazmur tanggapan, bait pengantar Injil, Kudus, aklamasi anamnesis, lagu syukur sesudah komuni
b. Yang lain mengiringi ritus lain (accompany another rite)
- Misalnya: Lagu Pembuka (mengiringi Ritus Pembuka), lagu persembahan (mengiringi Ritus/Kegiatan Persembahan di Liturgi Ekaristi), nyanyian komuni, Anak domaba Allah, yanyian penutup (pengantar Imam meninggalkan Altar)
===
Jadi yang dimaksudkan bukanlah ada ristus lain atau nuansa lain yang diperkenankan. Misalnya yg ala Karismatik dengan senandung-senandung berbahasa Roh setelah Kemuliaan..
===
Salam,
Ya, aku setuju dengan Anda, bro Medice, bahwa GIRM 34-37 itu mengatur ttg partisipasi umat dalam aklamasi, doa, dan lagu2 dalam misa, karena misa pada dasarnya adalah persekutuan semua umat, termasuk persekutuan umat dgn pemimpim misa (pastor), bukan ritus yg dilakukan oleh pastor saja.
Aku menggaris bawahi, bahwa di artikel 37, disebutkan bahwa "other formulas" itu disebut sebagai "independent rite or act", yg aku pahami sebagai kegiatan mandiri dari umat.
Lagu ordinarium kemuliaan, misalnya, kita memiliki bermacam2 versi lagu. Ada versi Gregorian, versi misa Dolo2, dsb. Aku jg sering menjumpai dalam misa2 di sini bahwa lagu2 ordinarium seperti Kemuliaan dan Kyrie Eleison diganti dgn lagu2 modern yg rumusan kata2nya berbeda dgn rumusan orthodox dalam bahasa latin.
My point is, mengacu pada LG26, selama otoritas setempat (i.e. uskup) memperbolehkannya, maka aksi mandiri utk "other formulas" yg diatur dalam GIRM 37 itu dapat disesuaikan oleh kebutuhan umat, dan selama tidak mengubah tujuan penggunaan "formulas" itu, maka boleh digunakan di misa2 katolik.
Mengacu dari sini, aku menyimpulkan bahwa praktek pujian bahasa roh dalam misa (nuansa) karismatik yg dilakukan setelah ordinarium gloria itu, selama disetujui oleh otoritas setempat, IMHO tidak melanggar aturan2 eklesiatikal.
-
kalau saya lihat dari diskusinya jadinya ngomongin cuma "bahasa Roh/suasana ibadah karismatik dalam Gereja Katolik", bukan tentang diskusi bahasa Roh semula lagi... hmm..
IMHO, diskusinya masih sesuai topik, karena dalam FIK ini memang kita ingin menggali kekayaan iman dari sudut pandang - sudut pandang yg berbeda dari berbagai macam denominasi.
Sudut pandang katolik termasuk salah satu yg diperbolehkan utk didiskusikan dalam FIK, dan kebetulan saja akhir2 ini lagi intense didiskusikan dari sudut pandang katolik.
Silakan, Anda (dan juga rekan2 yg lain) bisa kembali meramaikan diskusinya dari sudut pandang karismatik, atau dari sudut pandang denominasi lainnya.
-
Lagi2 Anda memberikan analogi yg tidak sebanding. Lagipula newadvent tidak menyebutkan urutan2.
Sekarang kita ambil logisnya saja, kalo kami mengejar karunia2 yg lain seperti bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahkan nubuat2 dalam bahasa roh, berdoa dalam bahasa roh, mengadakan mujizat2 penyembuhan ataupun exorcism dalam bahasa roh, logikanya bahasa roh itu harus dimiliki dulu jika seorang karismatiker mau exercising karunia2 yg aku sebut ini. Apakah berlebihan kalo kami katakan bahwa bahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg dipraktekkan dalam komunitas karismatik??
Apakah Anda mau mengatkan bahwa tanpa memperoleh karunia berbahasa seseorang takkan mungkin memperoleh karunia seperti iman, penyembuhan, dan muzizat lainnya???
Kami tidak mengatakan bahwa mujizat2 ini tidak dapat dilakukan tanpa bahasa roh. Tentu saja tanpa bahasa roh karunia2 yg lain itu dapat dikejar. Tapi perlu Anda ingat, bahwa dalam komunitas karismatik, kami memilih spiritualitas yg menggunakan karunia bahasa roh, sama seperti biara2 tertentu memilih mempraktekkan desert spirituality, jadi utk dapat bergabung dalam fellowship kami, ya tentu saja kami menekankan bahwa bahasa roh menjadi pintu utk karunia2 yg lain.
Sekali lagi saya tidak mempersoalkan kalian bagaimana... itu hak kalian.
Kepentigan saya dalam diskusi dengan Anda ini adalah menolak bahwa apa yang kalian praktekkan dan ajarkan sebagai Katolik. Silakan response dari sisi itu saja.
Jika Anda katakan bahwa Bahasa Roh adalah pintu untuk karunia lain... ya berarti seseorang yg tak pernah pernah berbahasa roh takkan mungkin diberi karunia untuk bernubuat atau karunia utk mengintrepertasi bahasa roh.===> sekarang tanya diri Anda sendiri, secara jujur,: Ini ajaran Katolik atau bukan?
Yah, aku akui terminologinya emang salah kaprah.
Sama seperti terminologi misa yg digunakan utk menyebut perayaan ekaristi itu jg salah kaprah karena misa berasal dari kata lati ”missa” yg artinya adalah ”dismissal” atau ”selesai”.
Sekarang bersediakah Anda menganjurkan mengganti istilah tersebut kepada pemimpin-pemimpin spiritualitas Anda itu? [Ini bukan hal yang baru saja diketahui oleh orang-orang. Toh untuk menggantinya saja kalian enggan]
Salah kaprah memang, tapi selama pengertiannya benar, IMHO tidak akan menjadi masalah. :)
:grining: :grining: :grining:
Itu menurut pembelaannmu. Menurut saya kalian bukan hanya salah kaprah.
Saya sudah memerikan link dari http://iccrs.org/en/index.php/ccr/ kepada Anda mengenai apa dan bagaimana yg dimaksud dengan Baptisan Roh Kudus tersebut.
Bro Medice, jujur aku jadi kurang respect dgn diskusi ini.
Dari awal saya sudah tidak respect, koq. Pembelaan Anda hanya membanding-bandingkan. Sampai soal 'senyum' yg digunakan Bunda Teresa pun Anda jadikan sebagai pembanding.
Sebelum Anda membuat pembanding-bandingan... Anda lihat dulu perbedaan paling mendasar dari Gerakan Anda dengan yang lain yg Anda bandingkan.
Anda tidak tahu bahasa roh. Ketika sudah diterjemahkan artinya demikian, lalu diperteguh oleh orang lain yg juga menerjemahkannya demikian. Lalu di akhir PDKK ketika diberikan kesaksian bahwa nubuatan2 / terjemahan2 itu benar adanya, tapi Anda masih mencurigai bahasa roh nya sebagai palsu, dan tetap saja Anda tidak pernah puas dgn bukti2 dan penjelasan2 yg kami berikan.
Apa sebenarnya yg Anda inginkan di sini? Kalo Anda hanya mau dipuaskan oleh pembuktian Anda sendiri, bagaimana kalo sekarang Anda yg merekam sesi2 bahasa roh itu, Anda verifikasi sendiri ke pihak ketiga, dan mungkin bisa Anda bagikan di sini hasil research Anda itu?
Anda jangan berusaha menyudutkan saya disini dengan statement-statement tak bermutu seperti di atas.
Anda tahu persis kenapa saya terlibat di diskusi ini. Bahkan Anda sendiri yg mengajak setelah sebelumnya saya menanggapi postingan Anda di board Ajaran Katolik.
Saya hanya mengulang apa yang dianjurkan di Lumen Gentium mengenai SIAPA yang mestinya memutuskan keaslian dan penggunaan suatu Kaunia luar bisa seperti Bahasa Roh.
"It is not only through the sacraments and the ministries of the Church that the Holy Spirit sanctifies and leads the people of God and enriches it with virtues, but, "allotting his gifts to everyone according as He wills,(114) He distributes special graces among the faithful of every rank. By these gifts He makes them fit and ready to undertake the various tasks and offices which contribute toward the renewal and building up of the Church, according to the words of the Apostle: "The manifestation of the Spirit is given to everyone for profit".(115) These charisms, whether they be the more outstanding or the more simple and widely diffused, are to be received with thanksgiving and consolation for they are perfectly suited to and useful for the needs of the Church. Extraordinary gifts are not to be sought after, nor are the fruits of apostolic labor to be presumptuously expected from their use; but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church, to whose special competence it belongs, not indeed to extinguish the Spirit, but to test all things and hold fast to that which is good.(116)"
Perhatikan yang saya underline tersebut di atas.
Itu bukan kata-kata saya..... [tapi ada di LUMEN GENTIUM]
Jika Anda memiliki pengertian yang berbeda dengan yang saya mengerti.... silakan sampaikan. Jangan malah menuding-nuding saya dan mempertanyakan niat saya.
Saya tidak seberuntung Anda sekalian yg di PKK yang berhasil mengejar dan mendapatkan karunia -karunia luar biasa dari Roh Kudus. Bagaimana mungkin Anda menyuruh saya untuk memverifikasi sesuatu yg gak pernah menerima karunia tsb.???
Kalian semua yg mengklaim mempereloh karunia bahasa roh ===> adalah tanggung jawab kalian utk membuktikan keasliannya kepada pihak Gereja sebagaimana dimaksudkan di Lumen Gentium tersebut. [Catat baik-baik: Intu bukan keinginan atau demi kepuasan saya tapi itu yang dikatakan di LUMEN GENTIUM paragraf 12.]
Bahwa gerakan kalian direstui oleh beberapa uskup dan Paus tidak berarti kalian menjadi judgment atas keaslian dan pemanfaatan suatu karunia-karunia yang kalian klaim dari Roh Kudus.
Pantas aja kalian seenaknya saja bersenandung ria dengan berbahasa roh setelah Kemulian dalam suatu Misa Kudus.
====
Saya cukupkan diskusi saya dengan Anda mengenai ini.
====
Salam,
-
bro Medice dan bro Jeno,
Wow...diskusi tingkat tinggi...tapi entah kenapa endingnya seperti anti klimaks yah :swt:
Ok sbg modie saya tidak ikut campur dalam hasil diskusi saya hanya berharap bro berdua walaupun berada dalam pendapat yang berbeda mengenai hal ini (bukan berarti semua hal heda kan :D) tetap respect satu sama lain. :afro:
btw mungkin bro Jeno bisa menerangkan kedudukan karismatik dalam Gereja katolik sebagai apa, strukturnya bagaimana apa ada ordo sendiri dll kalau sibuk mungkin bisa menampilkan linknya saja ...
dan kalau boleh nambah satu pertanyaan lagi yah..apakah ada romo pembimbing dalam setiap kegiatan2 PKK atau dilepas pada orang2 awam saja ....
Jawabnya takes your time saja bro....tidak usah terburu-buru.
salam damai :)
-
Apakah Anda mau mengatkan bahwa tanpa memperoleh karunia berbahasa seseorang takkan mungkin memperoleh karunia seperti iman, penyembuhan, dan muzizat lainnya???
Tidak! Aku sudah berkali2 mengatakan tidak demikian maksudnya.
Bahkan sudah aku tuliskan di kalimat persis di bawah yang Anda quote itu:
Kami tidak mengatakan bahwa mujizat2 ini tidak dapat dilakukan tanpa bahasa roh. Tentu saja tanpa bahasa roh karunia2 yg lain itu dapat dikejar.
Sekali lagi saya tidak mempersoalkan kalian bagaimana... itu hak kalian.
Kepentigan saya dalam diskusi dengan Anda ini adalah menolak bahwa apa yang kalian praktekkan dan ajarkan sebagai Katolik. Silakan response dari sisi itu saja.
Jika Anda katakan bahwa Bahasa Roh adalah pintu untuk karunia lain... ya berarti seseorang yg tak pernah pernah berbahasa roh takkan mungkin diberi karunia untuk bernubuat atau karunia utk mengintrepertasi bahasa roh.===> sekarang tanya diri Anda sendiri, secara jujur,: Ini ajaran Katolik atau bukan?
Dari sudut pandangku, kalo seseorang bisa memahami atau menerjemahkan bahasa roh, berarti dia seharusnya dapat berkata2 dalam bahasa roh.
Hal ini adalah di dalam konteks logika, sebab akibat.
Sama seperti logika jika seseorang bisa membaca aksara, tentu saja dia dapat menuliskan aksara itu.
IMHO, tidak ada sangkut pautnya dgn ajaran katolik atau bukan.
Sekarang bersediakah Anda menganjurkan mengganti istilah tersebut kepada pemimpin-pemimpin spiritualitas Anda itu? [Ini bukan hal yang baru saja diketahui oleh orang-orang. Toh untuk menggantinya saja kalian enggan]
Kalo aku sih tidak mempersoalkan mengenai penggunaan istilah.
Kalo memang disuruh mengganti dan aku dalam kapasitas utk menggantinya, ya tentu saja aku bersedia alias tidak keberatan.
Kalo aku tidak dalam kapasitas utk menggantinya (which is I am), atau tidak ada otoritas yg menyuruh menggantinya, ya aku juga tidak keberatan jika tidak diganti.
Itu menurut pembelaannmu. Menurut saya kalian bukan hanya salah kaprah.
Saya sudah memerikan link dari http://iccrs.org/en/index.php/ccr/ kepada Anda mengenai apa dan bagaimana yg dimaksud dengan Baptisan Roh Kudus tersebut.
Entah mengapa, kita selalu saja berbeda dalam menafsirkan referensi2 yg sama2 kita baca.
Link yg Anda berikan itu, dalam pemahamanku, sama persis menguraikan definisi "baptisan dalam Roh Kudus" dalam PKK.
Jika aku klik link yg Anda berikan ini pun, aku menemukan kalimat ini:
The deepest identity of the CCR and its essential mission described in the preamble of the ICCRS Statutes, specified in five objectives, as follows:
- To foster mature and continuous personal conversion to Jesus Christ, our Lord and Saviour.
- To foster a decisive personal receptivity to the person, presence and the power of the Holy Spirit. These two spiritual graces are often experienced together in what is called in different parts of the world a baptism in the Holy Spirit, or a release of the Holy Spirit, or a renewal of the Holy Spirit. They are most often understood as a personal acceptance of the graces of Christian initiation and as an empowering for personal Christian service in the Church and in the world.
IMHO, ICCR memahami bahwa baptisan Roh Kudus itu adalah membangkitkan kembali manifestasi2 Roh Kudus, terutama yg telah diberikan dalam sakramen baptis.
Dari awal saya sudah tidak respect, koq. Pembelaan Anda hanya membanding-bandingkan. Sampai soal 'senyum' yg digunakan Bunda Teresa pun Anda jadikan sebagai pembanding.
Sebelum Anda membuat pembanding-bandingan... Anda lihat dulu perbedaan paling mendasar dari Gerakan Anda dengan yang lain yg Anda bandingkan.
Lho, aku justru melihat persamaan yg sangat mencolok lho.
Ajaran bunda Teresa ttg senyum --> tidak ada ajaran resmi GK ttg senyum --> ajaran bunda Teresa bisa diterima sebagai ajaran katolik.
Ajaran romo Yohanes ttg 5 cara memperoleh bahasa roh --> tidak ada ajaran resmi GK ttg 5 cara memperoleh bahasa roh --> seharusnya bisa diterima juga sebagai ajaran katolik.
Anda jangan berusaha menyudutkan saya disini dengan statement-statement tak bermutu seperti di atas.
Anda tahu persis kenapa saya terlibat di diskusi ini. Bahkan Anda sendiri yg mengajak setelah sebelumnya saya menanggapi postingan Anda di board Ajaran Katolik.
Bro Medice, jujur aku tidak ada maksud utk menyudutkan Anda atau siapa pun dalam diskusi2 di FIK.
Aku hanya sekedar menyampaikan apa yg ada di pikiranku ttg perkembangan diskusi kita.
Mohon maaf jika ada tutur kata yg kurang berkenan... :)
-
Saya hanya mengulang apa yang dianjurkan di Lumen Gentium mengenai SIAPA yang mestinya memutuskan keaslian dan penggunaan suatu Kaunia luar bisa seperti Bahasa Roh.
"It is not only through the sacraments and the ministries of the Church that the Holy Spirit sanctifies and leads the people of God and enriches it with virtues, but, "allotting his gifts to everyone according as He wills,(114) He distributes special graces among the faithful of every rank. By these gifts He makes them fit and ready to undertake the various tasks and offices which contribute toward the renewal and building up of the Church, according to the words of the Apostle: "The manifestation of the Spirit is given to everyone for profit".(115) These charisms, whether they be the more outstanding or the more simple and widely diffused, are to be received with thanksgiving and consolation for they are perfectly suited to and useful for the needs of the Church. Extraordinary gifts are not to be sought after, nor are the fruits of apostolic labor to be presumptuously expected from their use; but judgment as to their genuinity and proper use belongs to those who are appointed leaders in the Church, to whose special competence it belongs, not indeed to extinguish the Spirit, but to test all things and hold fast to that which is good.(116)"
Perhatikan yang saya underline tersebut di atas.
Itu bukan kata-kata saya..... [tapi ada di LUMEN GENTIUM]
Bro Medice, aku masih tidak mengerti dgn kesimpulan Anda ttg Lument Gentium 12 di atas.
Di atas disebutkan bahwa "church leaders" harus menjadi "hakim" utk menguji hal2 yg baik dan mempertahankannya. Church leaders di sini, AFAIU, adalah uskup dan pembantu2nya, i.e. para imam.
Jika uskup dan para imam telah menerima dan merestui PKK dan praktek bahasa roh nya (ambil lah kasus specific di KTM yg aku tahu), satu2nya kesimpulan yg bisa aku ambil kok bahwa LG12 telah dipenuhi, dan kami selaku anggota KTM selama mengikuti bimbingan "church leaders" kok IMHO sah2 saja utk bersaksi bahwa bahasa roh yg kami ambil ini adalah genuine.
Jika Anda memiliki pengertian yang berbeda dengan yang saya mengerti.... silakan sampaikan. Jangan malah menuding-nuding saya dan mempertanyakan niat saya.
Saya tidak seberuntung Anda sekalian yg di PKK yang berhasil mengejar dan mendapatkan karunia -karunia luar biasa dari Roh Kudus. Bagaimana mungkin Anda menyuruh saya untuk memverifikasi sesuatu yg gak pernah menerima karunia tsb.???
Kalian semua yg mengklaim mempereloh karunia bahasa roh ===> adalah tanggung jawab kalian utk membuktikan keasliannya kepada pihak Gereja sebagaimana dimaksudkan di Lumen Gentium tersebut. [Catat baik-baik: Intu bukan keinginan atau demi kepuasan saya tapi itu yang dikatakan di LUMEN GENTIUM paragraf 12.]
Bahwa gerakan kalian direstui oleh beberapa uskup dan Paus tidak berarti kalian menjadi judgment atas keaslian dan pemanfaatan suatu karunia-karunia yang kalian klaim dari Roh Kudus.
TBH, inilah mengapa aku mempertanyakan niat Anda. Please allow me to explain myself.
Anda tidak tahu bahasa roh, Anda juga sepertinya tidak ada minat utk mengejar karunia ini. Otomatis, Anda tidak dalam kapasitas utk mempelajari apalagi utk menguji keaslian karunia bahasa roh. Ketika kami berikan cara2 yg telah kami lakukan utk menguji bahasa roh itu, Anda tidak mau menerimanya dan mengusulkan cara yg bagi kami sangat aneh (atau mungkin malah tidak pantas) utk dilakukan.
Satu lagi, Anda menggunakan LG12 utk menyarankan kami agar mempertanggung-jawabkan keaslian bahasa roh dalam PKK kepada Gereja.
Tapi AFAIK, tidak ada church leaders yg meminta pertanggung-jawaban kami, malah AFAIK church leaders banyak yg telah merestui PKK.
Ketika kami memiliki dan mempraktekkan cara utk menguji keaslian bahasa roh dalam PKK, ketika tidak ada church leaders yg meminta pertanggung-jawaban kami, ketika church leaders justru telah merestui bahasa roh dalam PKK, dan ketika Anda terus2an mempertanyakan keaslian bahasa roh, terus terang aku merasa Anda secara tidak langsung telah menuduh bahwa bahasa roh dalam PKK sebagai bahasa roh palsu (CMIIW).
Jadi terus terang, aku merasa jengah ketika kami telah menunjukkan cara2 kami menguji keaslian bahasa roh kami, tapi Anda terus2an minta kami mempertanggung-jawabkan keasliannya bahkan dengan cara2 yg IMHO tidak pantas dilakukan seperti merekam dan meng-exercise karunia menerjemahkan hanya utk kepentingan investigasi.
Pantas aja kalian seenaknya saja bersenandung ria dengan berbahasa roh setelah Kemulian dalam suatu Misa Kudus.
Lagi2 aku ingin memberikan analogi agar bahasa roh setelah Kemuliaan tidak dianggap sebagai seenaknya saja.
Kalo dalam Gloria di malam natal atau perayaan paskah, boleh diakhiri dengan lonceng yg terus2an dibunyikan, IMHO sama2 sahnya jika dalam misa (nuansa) karismatik lagu Gloria itu diakhiri dengan senandung bahasa roh, sebagai ungkapan kegembiraan dan syukur umat atas kasih karunia Allah. :)
Saya cukupkan diskusi saya dengan Anda mengenai ini.
Sebetulnya aku masih ingin melanjutkan diskusi dengan Anda, karena kita sepertinya sering memiliki kesimpulan yg berbeda dalam mempelajari referensi2 yg ada.
IMHO, akan sangat memperkaya (setidaknya bagi diriku) jika dilanjutkan dalam diskusi2 demikian.
Tapi jika Anda ingin mengakhiri diskusi ini di sini, aku hormati keputusan Anda.
Terima kasih atas diskusinya sejauh ini yang mengenai bahasa roh. :) :deal:
-
bro Medice dan bro Jeno,
Wow...diskusi tingkat tinggi...tapi entah kenapa endingnya seperti anti klimaks yah :swt:
Ok sbg modie saya tidak ikut campur dalam hasil diskusi saya hanya berharap bro berdua walaupun berada dalam pendapat yang berbeda mengenai hal ini (bukan berarti semua hal heda kan :D) tetap respect satu sama lain. :afro:
btw mungkin bro Jeno bisa menerangkan kedudukan karismatik dalam Gereja katolik sebagai apa, strukturnya bagaimana apa ada ordo sendiri dll kalau sibuk mungkin bisa menampilkan linknya saja ...
dan kalau boleh nambah satu pertanyaan lagi yah..apakah ada romo pembimbing dalam setiap kegiatan2 PKK atau dilepas pada orang2 awam saja ....
Jawabnya takes your time saja bro....tidak usah terburu-buru.
salam damai :)
Thanks, bro Leo.
Btw, sudah sampai di rumah nih? Puji Tuhan!!! :)
Mengenai struktur PKK dalam GK, AFAIK karismatik katolik adalah suatu gerakan atau kegiatan dalam GK yang mengusung spiritualitas tertentu, dalam hal ini adalah spiritualitas karismatik.
PKK sendiri bukanlah suatu struktur organisasi dalam GK, tetapi kemudian muncul organisasi2 dan ordo2 (institusi2) religius yg bernaung di bawah GK yang membawa spiritualitas karismatik ini, seperti misal International Catholic Charismatic Renewal (ICCR), ordo karmelit, dan Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM).
Mengenai pembimbing, AFAIK, dalam PDKK2 yg mandiri di suatu paroki biasanya selalu diasuh oleh seorang romo paroki.
Kalo dalam KTM, pembimbing sekaligus pelindung organisasi (kalo masih sama seperti sejak aku tidak aktif di KTM) adalah Romo Yohanes yg merupakan pendirinya.
Dalam setiap kegiatan2 KTM seperti PDKK atau misa karismatik, kami selalu mengundang dan melibatkan romo paroki setempat dalam kegiatan2 kami.
IMHO, PKK yg sehat seharusnya memiliki setidaknya satu pembimbing tetap yg merupakan "church leaders", sehingga LG12 seperti yg aku diskusikan dgn bro Medice itu tetap dipatuhi. :)
-
Again, apa yg aku sangkal di sini?? :confused:
1 Kor 14 menjelaskan ada karunia2 roh yg harus dikejar, terutama karunia bernubuat. Dan dikatakan juga bahwa bahasa roh itu baik, dapat membangun diri sendiri, dan jika diterjemahkan maka dapat membangun jemaat.
Jika aku ber-eksegesis, dari berdoa bahasa roh yg jika didoakan itu dapat membangun diri sendiri karena menyampaikan hal2 yg rahasia kepada Allah, apakah salah jika disimpulkan bahwa jika kita mendoakan utk orang lain (dalam bahasa roh juga) kita dapat menyampaikan hal2 yg rahasia (tidak dimengerti) mengenai permasalahan yg dihadapi orang yg didoakan itu, dan kemudian memohon kepada Allah dgn cara yg rahasia tapi paling tepat utk memperoleh pertolongan dari Allah (i.e. doa dikabulkan)?
I get your point now, but I really don’t understand your choice of words saying that I denied something which I didn’t.
Tunjukkan di mana ayat yg melarang utk mendoakan orang lain dgn menggunakan bahasa roh.
IMHO, kesalahan besar kalo menyimpulkan bahwa sesuatu itu dilarang karena tidak tertulis di Alkitab.
Merayakan natal tidak tertulis di Alkitab, apakah ini berarti bahwa merayakan natal itu dilarang?
Really? Babbling???
Paul didn’t even say that the Corinthians glossolalia were counterfeit.
He just mentioned that when should pray in tongues, it should be IN A MANNERED WAY.
Glossolalia may be heard as babbling, but in a mannered way, it is actually NOT!
I won't go any further with this, we were just going round and round and round.
dan saya tidak menyimpulkan sesuatu itu dilarang karena tidak tertulis dalam Alkitab, this sounds like argumentum ad hominem.
Mari dibedakan dulu, bahwa ada 2 jenis karunia nubuat di sini.
Pertama: karunia bernubuat TANPA bahasa roh, seperti yg dilakukan oleh para nabi di PL.
Kedua: karunia nubuatan yang terjadi dalam doa berbahasa roh.
Uraian yg Anda sampaikan, apakah membedakan keduanya ketika kita membicarakan 1 Kor 14, atau Anda samakan?
IMHO, dalam 1 Kor 14 HANYA membicarakan yang kedua, yaitu karunia bernubuat ketika berbicara dalam bahasa roh. Kalo orang tersebut memiliki karunia menerjemahkan, ketika aku mengatakan bahwa dia sedang bernubuat, ya tentu saja aku sedang mengacu pada nubuatan dalam bahasa roh, karena kita memang sedang membicarakan karunia2 yang berkaitan dgn bahasa roh. Tetap saja dalam kasus ini, nubuatan itu harus diterjemahkan agar semua jemaat termasuk yg tidak memiliki karunia menerjemahkan dapat memahaminya.
Apakah sampai di sini kita memiliki pemahaman yg sama?
Kalo kita membicarakan nubuatan tanpa bahasa roh, seperti yg dilakukan oleh para nabi PL, ya ga perlu kita bahas. Kita sama2 tahu, nubuatan itu dapat dipahami oleh semua org yg mendengarkan, karena para pelihat itu berbicara dalam bahasa sehari2.
Mengenai menerjemahkan (menafsirkan) apa yg telah diterjemahkan, IMHO itu bukan karunia menerjemahkan, tapi itu adalah karunia mengajar.
jadi setelah orang berbahasa Roh, ada yang menerjemahkan, terus ada yang menerjemahkan lagi menurut apa yang telah diterjemahkan?
Kalo belum punya karunia bahasa roh, ya kejarlah karunia yg ga memerlukan bahasa roh, e.g. karunia mendoakan, karunia kebijaksanaan dan nasehat, karunia menyembuhkan, dll.
Kalo sudah punya bahasa roh, akan lebih mudah utk mengejar karunia2 lain yg memerlukan bahasa roh, e.g. bernubuat dalam bahasa roh, menerjemahakan bahasa roh, berdoa dalam bahasa roh utk mendoakan hal2 yg rahasia, dsb.
bernubuat dalam bahasa Roh...? berdoa dalam bahasa Roh? itu hanya penggunaan.
karunia mendoakan? tanpa ini anda tidak bisa mendoakan orang lain kah?
Bahasa roh menjadi pintu bagi karunia2 lain YANG BERKAITAN DENGAN BAHASA ROH ITU.
berarti bukan pintu bagi karunia2 lain yang tidak berkaitan dengan bahasa Roh, berarti cuma pintu untuk "karunia menerjemahkan bahasa Roh". done.
IMHO, menjelaskan arti nubuatan itu bukan karunia ”menerjemahkan”, melainkan karunia ”mengajar”.
Contoh: kotbah Petrus dalam Kis 2 : 14 - 40 menjelaskan ttg nubuatan yg dibuat oleh nabi Yoel.
Dalam hal ini Petrus sedang exercising karunia mengajar yg dia miliki, bukan sedang exercising karunia ”menerjemahkan” nubuatan Yoel yg disampaikan dalam bahasa yg telah dimengerti umat.
ok.
-
Alkitab boleh sama, tetapi penafsiran bisa berbeda… :grining:
Contoh saja nih, silakan Anda bandingkan antara penafsirannya Lutheran, Calvinist, dan Pentakosta seperti Anda. Kalian bahkan memegang Alkitab yg sama2 tidak menyertakan 7 kitab yg kalian sebut deutrokanonika, tapi silakan dibandingkan iman kalian akan transubstansi.
Surprise... surprise!! Lutheran bilang kalo roti anggur tetaplah roti anggur tapi sekaligus benar2 menjadi Tubuh dan Darah Tuhan (CMIIW), Calvinist bilang kalo roti anggur hanya menjadi ”spiritual feeding” (CMIIW), sedangkan protestant2 yg lain seperti denominasi Anda (CMIIW) mengatakan bahwa roti anggur hanya menjadi lambang Tubuh dan Darah Kristus.
Martin Luther adalah "pahlawan reformasi" pertama yang berpisah dari gereja Katolik, sebagai bentuk kekecewaan dari "kebijakan-kebijakan" gereja katolik yang belakangan ini, seperti penjualan letter of indulgence, pembangunan St. Peter Basilica, dlsb yang tertulis dalam 95 theses nya yang dipaku di pintu gereja Wittenburg, tetapi Martin Luther tetap berpegang pada ajaran-ajaran Katolik lama seperti doa bunda maria, dlsb. dan karena Lutheran tidak memakai deuterokanonika, mereka tidak percaya purgatory, meski tetap ada conservative wing yang mempertahankan hampir semua doktrin katolik.
Sedangkan John Calvin adalah ekspositor Alkitab yang termahsyur dan disegani sepanjang sejarah yang membongkar kembali ajaran-ajaran dalam Akitab dan menjadi pengajar pertama dalam theologi sistematik. dalam hal ekaristi/perjamuan kudus, gereja kami (dan setahu saya juga gereja-gereja Pantekosta lain) juga menganggapnya sama, yaitu roti dan anggur adalah lambang Tubuh dan Darah Kristus sebagaimana disebutkan "sebagai peringatan akan Aku" dan semua telah selesai di atas kayu salib, dan juga Tubuh dan Darah Kristus sebagaimana disebutkan oleh Yesus sendiri "Ini tubuh-Ku dan ini darahKu" -- bukan roti dan anggur dijadikan tubuh dan darah Kristus -- yang terimpartasi melalui "pneumatic presence", kehadiran Roh Kudus yang mengaplikasikan kuasa bilur-bilur Yesus menghasilkan kesembuhan dan berkat-berkat jasmani (Yesaya 53:5) dan kuasa darah Yesus yang membenarkan kita (Rm 3:25, 5:9; Ibrani 10:19, 13:12), mengampuni dan menghapuskan dosa (Mat. 26:28), dan melindungi dari dan mengalahkan iblis (Wahyu 12:10-11).
Contoh lain, Anda sendiri yg menyebutkan, bahkan dalam gereja Anda sendiri ada beberapa pengajaran yg berbeda ttg ”penungga kuda putih”.
hal tersebut merupakan hal yang non esensial yang tetap harus diselidiki dan diidentifikasi sepanjang berjalannya kronologi sejarah dan waktu.
So... seharusnya tidak mengherankan kalo doktrin iman kita ttg pembaptisan jg berbeda. :)
Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik, hanya mengakui satu baptisan, seperti yg kami akui dalam syahadat nisea:
“We acknowledge ONE baptism for the forgiveness of sin…”
Hanya ada satu baptisan, seperti yg diamanatkan dan diajarkan oleh para rasul: pembaptisan dalam nama Tritunggal Maha Kudus, dan dengan sarana air.
pengampunan dosa hanya oleh Darah Yesus, bukan baptisan. Baptisan hanya lambang pertobatan, kita dikuburkan dalam air seperti Yesus dikuburkan dalam tanah, kita mau meninggalkan hidup kita yang lama dan hidup dalam pengertian dan ketaatan akan kehendak Tuhan.
Silakan dipahami, dalam iman apostolic, kepenuhan rahmat baptisan itu terpenuhi setelah kebangkitan Yesus.
Sebelum kebangkitan Yesus, semua baptisan: termasuk diantaranya baptisan air oleh Yohanes Pembaptis ataupun baptisan2 yg diterima oleh Petrus dan rasul2 yg lain, hanya merupakan lambang pertobatan.
Itulah sebabnya dalam keempat injil dikatakan bahwa Yesus akan membaptis dgn api dan Roh, ungkapan iman figurative, bahwa Penebus telah datang, dan setelah kemenanganNya, Sakramen Baptis dipenuhi kuasanya dan akan memenuhi seseorang dgn Roh Kudus.
Ungkapan iman dari keempat injil ini diamini dalam Kis 1 : 5 dan terpenuhi dalam peristiwa Pentakosta Kis 2 : 1 - 13.
PKK mengimani adanya “baptisan dalam Roh Kudus”, tetapi AFAIK tidak sama dengan baptisan dalam arti sesungguhnya. Silakan dilihat penjelasanku kepada bro medice ttg arti ”baptisan dalam Roh Kudus” bagi PKK.
And proven that without tradition or the teaching of the Church, the bible itself is not sufficient to give all the knowledge needed**, e.g. whether if the apostles were baptized just like us or if they were inconsistent in their teaching (i.e. they teach that everyone shall be baptized whereas they were not baptized).
:):):)
**
Don't get me wrong, bible is sufficient to give the knowledge regarding faith and salvation, but by itself, it's still not sufficient to give all the knowledge to understand the Divine Mystery of Salvation. :)
saya mengerti bahwa baptisan Roh Kudus bukan seperti sakramen baptisan air, karena baptisan Roh Kudus sendiri bisa terjadi kapan saja (Philip Mantofa, menceritakan ia dibaptis dan dipenuhi Roh Kudus, saat berdoa dalam toilet!), baptisan air perlu diatur oleh gereja dan diadakan oleh gereja dengan sekelompok orang yang menerima diri untuk dibaptis dalam air.
dan tetap ada tradisi yang kita ikuti. bagaimana kalau orang lumpuh atau orang sakit mau dibaptis? misalnya, Petrus menulis dalam buku ajaran para rasul-rasul (didahke) untuk menyiramkan ke atas kepalanya 3 ember penuh air baptiskan dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, karena tidak mungkin turun ke dalam kolam Mikveh Mayim.
According to the Catholic Magisterium is a guarantee that the teaching is according to the bible.
The same way you believe that the interpretation of the bible according you your church (GPdI) is the strongest interpretation of the bible.
Now it’s up to you, whether you want to know how biblical the catholic teaching, or you still want to continue your presumption that all catholic doctrines are not biblical. :)
I didn't say my church has the strongest interpretation of the Bible. I only say, this is our belief, understanding and interpretation. Selama pengajarannya tidak bertentangan dengan Alkitab sebagai kebenaran dan dasar dari kebenaran, maka tidak masalah.
maksudnya ?
itu kebiasaan maksudnya pernyataan ini bener banget. berberapa orang cuma bilang "word!!" in another part of the country
-
Thanks, bro Leo.
Btw, sudah sampai di rumah nih? Puji Tuhan!!! :)
Mengenai struktur PKK dalam GK, AFAIK karismatik katolik adalah suatu gerakan atau kegiatan dalam GK yang mengusung spiritualitas tertentu, dalam hal ini adalah spiritualitas karismatik.
PKK sendiri bukanlah suatu struktur organisasi dalam GK, tetapi kemudian muncul organisasi2 dan ordo2 (institusi2) religius yg bernaung di bawah GK yang membawa spiritualitas karismatik ini, seperti misal International Catholic Charismatic Renewal (ICCR), ordo karmelit, dan Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM).
Hehe iya bro sudah sampai hehe...thanks atas doanya :)
I see :)
Jadi tidak ada ordo khusus karismatik yah bro Jeno...
btw, apakah pengajaran spritualitas karismatik ini sama dalam masing2 ordo yang membawahi...atau mereka punya ajaran yang berbeda2 dalam menerapkan spirtualitas karismatik dalam institusi2 mereka tersebut ?
Mengenai pembimbing, AFAIK, dalam PDKK2 yg mandiri di suatu paroki biasanya selalu diasuh oleh seorang romo paroki.
Kalo dalam KTM, pembimbing sekaligus pelindung organisasi (kalo masih sama seperti sejak aku tidak aktif di KTM) adalah Romo Yohanes yg merupakan pendirinya.
Dalam setiap kegiatan2 KTM seperti PDKK atau misa karismatik, kami selalu mengundang dan melibatkan romo paroki setempat dalam kegiatan2 kami.
IMHO, PKK yg sehat seharusnya memiliki setidaknya satu pembimbing tetap yg merupakan "church leaders", sehingga LG12 seperti yg aku diskusikan dgn bro Medice itu tetap dipatuhi. :)
I see :)
Memang bagusnya begitu bro...dan jauh lebih aman seperti itu . Karena satu hal yang aku pernah baca mengenai kehidupan para santo santa dalam GK kita bahwa segala karunia khusus mereka yang datang dari Tuhan selalu sejalan dengan ajaran Gereja.
semoga kita semua bisa saling mendukung untuk tetap setia sebagai pengikut Kristus dalam Gereja yang satu yah bro :signofcross:
salam damai :)
-
Pbahasan soal bahasa roh yg luar biasa
-
Pbahasan soal bahasa roh yg luar biasa
he he he.. betul bro..
-
Pbahasan soal bahasa roh yg luar biasa
Oooww oowww Ooowww..... ada bro siip disini..... :)
-
Kadang saya mrasa aneh Bro...
Fenomena bbahasa roh banyak dikomentari (baca=dikritik) oleh para saudara yg tidak bbahasa roh dan tidak brasal dari denominasi yg terbuka terhadap bahasa roh.
Psoalannya, fenomena bbahasa roh bukanlah suatu tatanan konsep pmikiran atau konsep pnafsiran, mlainkan manifestasi nyata (riil).
Org yg sudah bbahasa roh tidak akan bisa mnyangkal kbradaan dan kgunaan bahasa roh skalipun ia disuguhi rangkaian argumentasi yg mngomentari pngalamannya bbahasa roh (dari mreka yg belum pernah bbahasa roh atau yg tidak tbuka thd bahasa roh).
-
Kadang saya mrasa aneh Bro...
Fenomena bbahasa roh banyak dikomentari (baca=dikritik) oleh para saudara yg tidak bbahasa roh dan tidak brasal dari denominasi yg terbuka terhadap bahasa roh.
Psoalannya, fenomena bbahasa roh bukanlah suatu tatanan konsep pmikiran atau konsep pnafsiran, mlainkan manifestasi nyata (riil).
Org yg sudah bbahasa roh tidak akan bisa mnyangkal kbradaan dan kgunaan bahasa roh skalipun ia disuguhi rangkaian argumentasi yg mngomentari pngalamannya bbahasa roh (dari mreka yg belum pernah bbahasa roh atau yg tidak tbuka thd bahasa roh).
memang kenyataannya demikian bro... orang2 yang mengkritik gerakan Pantekosta dan karismatik seperti John F. MacArthur (salah satu Bible Scholar favorit saya) pasti memang tidak pernah mengalami kalau nggak gimana bisa dia menganut cessationalism, apalagi karena ngeliatnya tokoh2 karismatik yang kacau seperti Kenneth Copeland, Howard-Browne, meskipun ada yang bener pun pasti dia ill feel.
-
Saya jadi ingat perkataan Gamaliel :
Kis 5:34,38-39
Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
Saya ingat betapa banyaknya org yg mkomentari (mkritik) gerakan Karismatik, tetapi gerakan ini semakin mjamur bahkan mpengaruhi scr langsung maupun tidak langsung pada beragam aspek dalam kekristenan dewasa ini.
Pernahkan tpikir bhw ini bisa saja adalah kegerakan dari Roh Kudus itu sendiri?
Kritik dan komentar adalah baik, krn praktek berbahasa roh di rata-rata gereja karismatik belumlah sempurna.
Tetapi jika kegerakan karismatik adalah kegerakan dari Allah (dg segala ktidaksempurnaan manusia), maka kritik dan komentar akan lebih tepat jika dilakukan utk encourage menuju praktek yg benar, bukan brusaha menihilkan berbahasa roh.
-
Lha mana pernah Misa ada bahasa Rohnya???
Kamu mau buat aturan sendiri?
Sesat apabila seperti karismatik protestan:
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=BeguOPBE-vs
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=XS8F-WcZ22g
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=dkYcurJQELw
Tanpa mengurangi penghargaan saya atas diskusi yang memang 'kelas tinggi' ini antara Bro Medice, Bro Yopi dan Bro Jenova...
Saya ingin bertanya kepada Bro Yopi...
Yang di bold merah itu tidak salah, Bro...? :what:
Boleh tahu alasannya? :think1:
Hehehe... Karismatik Protestan jadi 'collateral damage'...?
-
Saya jadi ingat perkataan Gamaliel :
Kis 5:34,38-39
Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
Saya ingat betapa banyaknya org yg mkomentari (mkritik) gerakan Karismatik, tetapi gerakan ini semakin mjamur bahkan mpengaruhi scr langsung maupun tidak langsung pada beragam aspek dalam kekristenan dewasa ini.
Pernahkan tpikir bhw ini bisa saja adalah kegerakan dari Roh Kudus itu sendiri?
Kritik dan komentar adalah baik, krn praktek berbahasa roh di rata-rata gereja karismatik belumlah sempurna.
Tetapi jika kegerakan karismatik adalah kegerakan dari Allah (dg segala ktidaksempurnaan manusia), maka kritik dan komentar akan lebih tepat jika dilakukan utk encourage menuju praktek yg benar, bukan brusaha menihilkan berbahasa roh.
illuminati, masonic lodge, satanisme, islam, juga menjamur dan makin menjamur. banyak bentuk bangunan modern berdasarkan filosofi masonry, ilmu seperti alkimia dan aljabar berasal dari kesultanan islam. apakah ini kegerakan dari Roh Kudus?
II Korintus 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan sebab iblispun menyamar sebagai Malaikat Terang.
-
illuminati, masonic lodge, satanisme, islam, juga menjamur dan makin menjamur. banyak bentuk bangunan modern berdasarkan filosofi masonry, ilmu seperti alkimia dan aljabar berasal dari kesultanan islam. apakah ini kegerakan dari Roh Kudus?
II Korintus 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan sebab iblispun menyamar sebagai Malaikat Terang.
Bedanya, smua gerakan yg Bro tulis itu tidak memuliakan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat yg hanya dalam Dialah ada keselamatan.
Apakah Anda mrasa percaya diri dan mrasa berhak mhakimi bhw saudaramu dari Karismatik (jika masih kau anggap saudara), yg mnyebut nama Tuhan Yesus dan mnyembahNya sbg Tuhan dan Juruselamat, serta yg mengaku bahwa hanya dalam Dia ada keselamatan, adalah sesat?
Jika Anda mrasa percaya diri dan berhak mencap gerakan Karismatik adalah sesat, ya terserah Anda juga. Brarti saya tidak perlu mlanjutkan diskusi dg Anda.
-
Bedanya, smua gerakan yg Bro tulis itu tidak memuliakan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat yg hanya dalam Dialah ada keselamatan.
Apakah Anda mrasa percaya diri dan mrasa berhak mhakimi bhw saudaramu dari Karismatik (jika masih kau anggap saudara), yg mnyebut nama Tuhan Yesus dan mnyembahNya sbg Tuhan dan Juruselamat, serta yg mengaku bahwa hanya dalam Dia ada keselamatan, adalah sesat?
Jika Anda mrasa percaya diri dan berhak mencap gerakan Karismatik adalah sesat, ya terserah Anda juga. Brarti saya tidak perlu mlanjutkan diskusi dg Anda.
Mau tanya, nih, Bro... (yang saya bold hijau)
Kenapa Anda tidak mau melanjutkannya?
Bukankah sebaiknya Anda share-kan dulu perspektif (alasan/argumen) Anda tentang 'mengapa menurut Anda tidak sesat'? Baru setelah itu, kalau rekan diskusi Anda tetap keukeuh memvonis 'sesat', yah... barulah berhenti... tidak perlu dilanjutkan...
Sorry, Bro... agak pribadi...
-
Mau tanya, nih, Bro... (yang saya bold hijau)
Kenapa Anda tidak mau melanjutkannya?
Bukankah sebaiknya Anda share-kan dulu perspektif (alasan/argumen) Anda tentang 'mengapa menurut Anda tidak sesat'? Baru setelah itu, kalau rekan diskusi Anda tetap keukeuh memvonis 'sesat', yah... barulah berhenti... tidak perlu dilanjutkan...
Sorry, Bro... agak pribadi...
Saya punya alasan tersendiri utk tidak mlanjutkan diskusi, Bro.
Lagipula persoalan bahasa roh dan aliran karismatik itu bukan hal fundamental yg mnyangkut keselamatan.
Jika ada saudara yg hendak diskusi terbuka (saya ngga suka debat) dg saya mngenai bahasa roh / karunia roh, saya dengan gembira hati akan membicarakannya, tetapi di thread karismatik saja.
-
Saya punya alasan tersendiri utk tidak mlanjutkan diskusi, Bro.
Lagipula persoalan bahasa roh dan aliran karismatik itu bukan hal fundamental yg mnyangkut keselamatan.
Jika ada saudara yg hendak diskusi terbuka (saya ngga suka debat) dg saya mngenai bahasa roh / karunia roh, saya dengan gembira hati akan membicarakannya, tetapi di thread karismatik saja.
Setuju sekali dengan yang bold biru diatas.
Hanya saja sudah -+ 2.000 tahun tetapi masih menjadi bahan diskusi ya ?
Salam Damai
:)
-
Bedanya, smua gerakan yg Bro tulis itu tidak memuliakan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat yg hanya dalam Dialah ada keselamatan.
Apakah Anda mrasa percaya diri dan mrasa berhak mhakimi bhw saudaramu dari Karismatik (jika masih kau anggap saudara), yg mnyebut nama Tuhan Yesus dan mnyembahNya sbg Tuhan dan Juruselamat, serta yg mengaku bahwa hanya dalam Dia ada keselamatan, adalah sesat?
Jika Anda mrasa percaya diri dan berhak mencap gerakan Karismatik adalah sesat, ya terserah Anda juga. Brarti saya tidak perlu mlanjutkan diskusi dg Anda.
marilah back to bibble
yang berbahasa roh tidaklah sesat
tapi tanda itu (bahasa roh ) diberikan bagi orang yang tidak beriman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman ; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
jadi orang percaya diberitanda bisa menyembuhkan yang sakit
orang yang bertobat diberi tanda babtisan air
anti kris diberi tanda angka 666 pada jidat atau tangannya
orang yang tidak beriman di beri tanda karunia bahasa roh, entar kalau orang nya sudah mulai beriman maka tanda itu akan hilang dengan sendirinya diganti karunia lain
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
marilah back to bibble
yang berbahasa roh tidaklah sesat
tapi tanda itu (bahasa roh ) diberikan bagi orang yang tidak beriman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman ; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
jadi orang percaya diberitanda bisa menyembuhkan yang sakit
orang yang bertobat diberi tanda babtisan air
anti kris diberi tanda angka 666 pada jidat atau tangannya
orang yang tidak beriman di beri tanda karunia bahasa roh, entar kalau orang nya sudah mulai beriman maka tanda itu akan hilang dengan sendirinya diganti karunia lain
Tuhan Yesus memberkati
Han
Yang diatas...IMHO termasuk kata2 yang sulit dari Rasul Paulus.
Mungkin kalo dihubungkan dengan :
5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. (1Co 14:5 ITB)
Rasul Paulus hendak menekankan bahwa posisi karunia Nubuat lebih tinggi dari pada karunia bahasa roh.
CMIIW
Salam Damai.
:)
-
marilah back to bibble
yang berbahasa roh tidaklah sesat
tapi tanda itu (bahasa roh ) diberikan bagi orang yang tidak beriman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman ; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Jangan hanya berhenti sampai dsana!
1 Kor 14:23
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
Org yg tidak beriman (dlm artian orang tidak percaya) jika mendengar bahasa roh, maka mreka akan mnuduh yg bbahasa roh sbg orang gila.
jadi orang percaya diberitanda bisa menyembuhkan yang sakit
orang yang bertobat diberi tanda babtisan air
anti kris diberi tanda angka 666 pada jidat atau tangannya
orang yang tidak beriman di beri tanda karunia bahasa roh, entar kalau orang nya sudah mulai beriman maka tanda itu akan hilang dengan sendirinya diganti karunia lain
Yg saya bold adl tafsiran yg tidak tepat.
Paulus sudah beriman, sudah percaya, sudah jadi rasul dan sudah malang melintang dalam penginjilan, tetapi ia masih tetap berbahasa roh!
Bro sudah benar dg mngajak back-to-bible, tp sayang pnafsirannya tidak sesuai dg bible.
Paulus mngajar utk mdahulukan bernubuat sbg karunia yg lebih utama, bukan mhilangkan/mniadakan karunia bahasa roh.
Di jaman skrg, bahkan Gereja (tmsk yg ber-sola-scriptura) telah menihilkan nubuat dan bahasa roh dg bbagai macam dalih.
Mksdnya menihilkan adalah :
Tidak mnyangkali bhw bahasa roh dan nubuat itu fenomena rohani Alkitabiah (krn tertulis jelas-jelas di Alkitab), tetapi mreka mniadakan prakteknya di Gereja mreka, mengkritisi bahkan mbuat pnuduhan macam-macam bagi Gereja yg mpraktekkannya.
Kl mnrt saya sih, jika ada Gereja yg tidak mpraktekkan nubuat dan bahasa roh, ya ngga apa-apa juga. Mreka tetap bisa btumbuh, tetap bisa mmenangkan jiwa dan tetap selamat. Hanya saja tak perlu mngurus-urus bagaimana Gereja lain mpraktekkan nubuat dan bahasa roh KECUALI jika Gereja tersebut menentang doktrin fundamental yg benar.
-
Bedanya, smua gerakan yg Bro tulis itu tidak memuliakan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat yg hanya dalam Dialah ada keselamatan.
Apakah Anda mrasa percaya diri dan mrasa berhak mhakimi bhw saudaramu dari Karismatik (jika masih kau anggap saudara), yg mnyebut nama Tuhan Yesus dan mnyembahNya sbg Tuhan dan Juruselamat, serta yg mengaku bahwa hanya dalam Dia ada keselamatan, adalah sesat?
Jika Anda mrasa percaya diri dan berhak mencap gerakan Karismatik adalah sesat, ya terserah Anda juga. Brarti saya tidak perlu mlanjutkan diskusi dg Anda.
saya tidak mencap gerakan karismatik sebagai sesat, tetapi ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab dan ada kelompok-kelopok sesat yang menyatakan diri sebagai Kristen Pantekosta atau Kristen Karismatik.
Banyak kok yang menyebut nama Tuhan Yesus tapi apakah benar mereka "menyembah" Yesus sebagai "Tuhan dan Juruselamat" yang hidup atas hidup mereka dan sebagai satu-satunya jalan menuju Bapa? Yesus bilang dalam matius 18 banyak orang yang memanggil Nama Tuhan, buat banyak mukjizat, tapi Tuhan bilang Dia tidak kenal mereka. Saya tidak bilang semua dari mereka sesat, tetapi coba kita pikir, coba kita pikir kita sendiri, apa nanti Tuhan bilang "enyahlah Aku tidak mengenal kamu sekalian pembuat kejahatan"?
Take example. Billy Graham, evangelist terbesar sepanjang sejarah, bilang "saya pikir semua orang dari berbagai kepercayaan mendapat bagian dari kerajaan Allah pada akhirnya." Rob Bell salah satu pengajar yang influential bilang, "Pada akhirnya semua akan berkumpul di surga." Kenneth Copeland, salah satu pengajar word of faith bilang, "When the Bible says 'I am', I say, 'Yes I am too'."
-
saya tidak mencap gerakan karismatik sebagai sesat, tetapi ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab dan ada kelompok-kelopok sesat yang menyatakan diri sebagai Kristen Pantekosta atau Kristen Karismatik.
Banyak kok yang menyebut nama Tuhan Yesus tapi apakah benar mereka "menyembah" Yesus sebagai "Tuhan dan Juruselamat" yang hidup atas hidup mereka dan sebagai satu-satunya jalan menuju Bapa? Yesus bilang dalam matius 18 banyak orang yang memanggil Nama Tuhan, buat banyak mukjizat, tapi Tuhan bilang Dia tidak kenal mereka. Saya tidak bilang semua dari mereka sesat, tetapi coba kita pikir, coba kita pikir kita sendiri, apa nanti Tuhan bilang "enyahlah Aku tidak mengenal kamu sekalian pembuat kejahatan"?
Take example. Billy Graham, evangelist terbesar sepanjang sejarah, bilang "saya pikir semua orang dari berbagai kepercayaan mendapat bagian dari kerajaan Allah pada akhirnya." Rob Bell salah satu pengajar yang influential bilang, "Pada akhirnya semua akan berkumpul di surga." Kenneth Copeland, salah satu pengajar word of faith bilang, "When the Bible says 'I am', I say, 'Yes I am too'."
Bro Calvin, walau begitu....bukankah yang penting Kristus diberitakan ?
Filipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
Salam Damai.
:)
-
Yang diatas...IMHO termasuk kata2 yang sulit dari Rasul Paulus.
Mungkin kalo dihubungkan dengan :
Rasul Paulus hendak menekankan bahwa posisi karunia Nubuat lebih tinggi dari pada karunia bahasa roh.
CMIIW
Salam Damai.
:)
betul !!!!!!!
karunia nubuat lebih tinggi tingkatnya dari karunia bahasa roh
sebagaimana diketahui bahwa karunia nubuatan biasanya diterima sama para nabi {kebanyakan) tapi karunia bahasA roh para cecere pun dapet
Tuhan Yesus memberkati
Han
j
-
Jangan hanya berhenti sampai dsana!
1 Kor 14:23
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
Org yg tidak beriman (dlm artian orang tidak percaya) jika mendengar bahasa roh, maka mreka akan mnuduh yg bbahasa roh sbg orang gila.
supaya tidak melebar maka om tanggapi point to point
maka dari itu orang dari luar yang tidak beriman akan diberi bahasa roh juga supaya tidak memaki orang yang berbahasa roh sebagai orang gila
masa jeruk makan jeruk !!
biar tau rasa dia !!!
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Jangan hanya berhenti sampai dsana!
yang saya bold adl tafsiran yg tidak tepat.
Paulus sudah beriman, sudah percaya, sudah jadi rasul dan sudah malang melintang dalam penginjilan, tetapi ia masih tetap berbahasa roh!
Bro sudah benar dg mngajak back-to-bible, tp sayang pnafsirannya tidak sesuai dg bible.
.
Paulus memang sudah beriman tapi imannya belum sempurna itulah sebabnya bahasa rohnya belum hilang. tatkala imannya agak goyah dia pakai lagi tuh bahasa rohnya
sebab menurut bibble
I Korintus 13
13:8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
I Korintus 13
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Tuan Yesus memberkati
Han
-
Jangan hanya berhenti sampai dsana!
Bro sudah benar dg mngajak back-to-bible, tp sayang pnafsirannya tidak sesuai dg bible.
Di jaman skrg, bahkan Gereja (tmsk yg ber-sola-scriptura) telah menihilkan nubuat dan bahasa roh dg bbagai macam dalih.
Mksdnya menihilkan adalah :
Tidak mnyangkali bhw bahasa roh dan nubuat itu fenomena rohani Alkitabiah (krn tertulis jelas-jelas di Alkitab), tetapi mreka mniadakan prakteknya di Gereja mreka, mengkritisi bahkan mbuat pnuduhan macam-macam bagi Gereja yg mpraktekkannya.
sy tidak menihilkan karunia bahasa roh, akan tetapi saya menjelaskan sesuai tertulis dalam Alkitab bahwa bahasa roh adalah tanda bagi orang yang tidak beriman
saya jjuga tidak mau memblowup bahwa karunia berbahasa roh adalah sesuatu yang wah/hebat tapi karunia bahasaroh adalah tanda bagi orang yang tak beriman/ kurang beriman sesuai apa kata Alkitab
juga guna bahasa roh adalah untuk membagun diri sendiri (dengan kata kasar maaf egois )
I Korintus 14
14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
saya tidak mencap gerakan karismatik sebagai sesat, tetapi ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab dan ada kelompok-kelopok sesat yang menyatakan diri sebagai Kristen Pantekosta atau Kristen Karismatik.
Misalnya?
Banyak kok yang menyebut nama Tuhan Yesus tapi apakah benar mereka "menyembah" Yesus sebagai "Tuhan dan Juruselamat" yang hidup atas hidup mereka dan sebagai satu-satunya jalan menuju Bapa? Yesus bilang dalam matius 18 banyak orang yang memanggil Nama Tuhan, buat banyak mukjizat, tapi Tuhan bilang Dia tidak kenal mereka. Saya tidak bilang semua dari mereka sesat, tetapi coba kita pikir, coba kita pikir kita sendiri, apa nanti Tuhan bilang "enyahlah Aku tidak mengenal kamu sekalian pembuat kejahatan"?
Bisa sebut dg lebih spesifik Bro siapa saja yg Bro maksudkan?
Atau mau pukul rata saja?
Take example. Billy Graham, evangelist terbesar sepanjang sejarah, bilang "saya pikir semua orang dari berbagai kepercayaan mendapat bagian dari kerajaan Allah pada akhirnya." Rob Bell salah satu pengajar yang influential bilang, "Pada akhirnya semua akan berkumpul di surga." Kenneth Copeland, salah satu pengajar word of faith bilang, "When the Bible says 'I am', I say, 'Yes I am too'."
Ya.
Lalu?
Ptanyaan saya, aliran mana sajakah yg mngaku Yesus adl Tuhan tetapi sesat?
-
supaya tidak melebar maka om tanggapi point to point
maka dari itu orang dari luar yang tidak beriman akan diberi bahasa roh juga supaya tidak memaki orang yang berbahasa roh sebagai orang gila
masa jeruk makan jeruk !!
biar tau rasa dia !!!
Tuhan Yesus memberkati
Han
Hahahaha...
Saya bharap juga bgitu.
Spt janji Tuhan di Yoel dan di Kisah Para Rasul,
Pd hari-hari terakhir nanti, Tuhan akan curahkan RohNya dan dunia akan melihat lagi karunia-karunia Roh.
-
Paulus memang sudah beriman tapi imannya belum sempurna itulah sebabnya bahasa rohnya belum hilang. tatkala imannya agak goyah dia pakai lagi tuh bahasa rohnya
sebab menurut bibble
I Korintus 13
13:8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
I Korintus 13
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Tuan Yesus memberkati
Han
Jika Bro hanya bhenti di ayat 10, maka tafsirannya menjadi kurang tepat.
Yg dmaksud ksempurnaan itu adalah 'kehidupan kekal', saat kita berjumpa Tuhan muka dengan muka.
1 Kor 13:12
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
Ketika kita bjumpa Tuhan muka dengan muka, maka pngenalan kita mjd sempurna, dan saat itulah nubuat berhenti dan bahasa roh lenyap, yg tertinggal hanyalah kasih yg kekal antara kita dan Tuhan kita.
Selama kita hidup di bumi ini dan selama Injil diberitakan, semua karunia Roh akan tetap dbutuhkan (kcuali bagi mreka yg bkeyakinan bhw mreka sanggup mbritakan Injil tanpa karunia Roh).
-
sy tidak menihilkan karunia bahasa roh, akan tetapi saya menjelaskan sesuai tertulis dalam Alkitab bahwa bahasa roh adalah tanda bagi orang yang tidak beriman
saya jjuga tidak mau memblowup bahwa karunia berbahasa roh adalah sesuatu yang wah/hebat tapi karunia bahasaroh adalah tanda bagi orang yang tak beriman/ kurang beriman sesuai apa kata Alkitab
juga guna bahasa roh adalah untuk membagun diri sendiri (dengan kata kasar maaf egois )
I Korintus 14
14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Tuhan Yesus memberkati
Han
Memang benar, bahasa roh adalah tanda bagi orang tidak beriman.
Krn bahasa roh adalah salah satu fenomena rohani yg mbuat orang 'tidak beriman' menjadi percaya kpd kuasa Allah ketika mereka sendiri menerima bahasa roh itu.
Tp Alkitab juga menuliskan bahwa bahasa roh sangat berguna bagi orang-orang beriman.
Alkitab jangan dikutip spotong-spotong.
Bagi orang tidak beriman, bahasa roh adalah tanda.
Bagi orang beriman, bahasa roh sangat besar gunanya (walau masih dibawah nubuat) - kecuali bagi mreka yg memilih utk menihilkan fungsi bahasa roh (krn mreka tidak bbahasa roh, krn gerejanya tidak mbuka diri thd bahasa roh dan mreka brusaha mngecilkan hati rekan-rekan yg bbahasa roh).
--------
Apakah mbangun diri sendiri adalah tindakan egois?
Justru dengan mbangun diri sendiri terlebih dulu, maka orang itu bisa mbangun orang lain.
Tidakkah kita mbaca Alkitab utk mbangun diri kita?
Tidakkan kita makan utk mbangun diri kita?
Tidakkah kita bkerja utk mbangun diri kita?
Tp kita juga lakukan smua itu utk mberkati orang lain, bukan?
Tuhan tidak mbrikan karunia Roh dg sia-sia.
Tuhan juga tidak mberi lalu mhilangkan seolah karunia Roh sudah tidak berlaku lagi.
-
betul !!!!!!!
karunia nubuat lebih tinggi tingkatnya dari karunia bahasa roh
sebagaimana diketahui bahwa karunia nubuatan biasanya diterima sama para nabi {kebanyakan) tapi karunia bahasA roh para cecere pun dapet
Tuhan Yesus memberkati
Han
j
:onion21: ampunnn.....Om Han...........................
-
Selama kita hidup di bumi ini dan selama Injil diberitakan, semua karunia Roh akan tetap dbutuhkan (kcuali bagi mreka yg bkeyakinan bhw mreka sanggup mbritakan Injil tanpa karunia Roh).
semua karunia memang dibutuhkan oleh orang yang membutuhkan sesuai fungsi dari masing masing karunia sesuai tertera di Alkitab
misalnya karunia penyembuhan dibutuhkan buat menyembuhkan orang yang sakit, maka baik orang yang sakit .maupun si penyembuh butuh karunia itu,
karunia bahasa roh dibutuhkan oleh orang orang tak beriman/kurang imannya buat membangun dirinya sendiri ,baik orang dalam aupun orang luar yang tak beriman
jadi sesuai fungsinya itu gunakanlah bahasa roh pada tempatnya dan sesuai fungsinya,
jadi jangan sok pamer bahasa roh.seolah olah bahasa roh adalah ilmu /mantera yang bisa menyembuhkan orang sakit simsalabim ada kadarba,karena justru bahasaroh adalah tanda bagi orang tak beriman/kurang imannya
Tuhan jesus memberkati
Han
-
Apakah mbangun diri sendiri adalah tindakan egois?
Justru dengan mbangun diri sendiri terlebih dulu, maka orang itu bisa mbangun orang lain.
Tidakkah kita mbaca Alkitab utk mbangun diri kita?
Tidakkan kita makan utk mbangun diri kita?
Tidakkah kita bkerja utk mbangun diri kita?
.
[/quote
betul bro
egois adalah sifat dasar manusia dan itu adalah normal dan boleh boleh saja asal jangan berlebihan
dan sah sah saja manusia mencari alasan ke egoisannya.
relax dikit:
egois jangan egois sayang
egois boleh saja
kalau ada perlunya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
semua karunia memang dibutuhkan oleh orang yang membutuhkan sesuai fungsi dari masing masing karunia sesuai tertera di Alkitab
misalnya karunia penyembuhan dibutuhkan buat menyembuhkan orang yang sakit, maka baik orang yang sakit .maupun si penyembuh butuh karunia itu,
karunia bahasa roh dibutuhkan oleh orang orang tak beriman/kurang imannya buat membangun dirinya sendiri ,baik orang dalam aupun orang luar yang tak beriman
jadi sesuai fungsinya itu gunakanlah bahasa roh pada tempatnya dan sesuai fungsinya,
jadi jangan sok pamer bahasa roh.seolah olah bahasa roh adalah ilmu /mantera yang bisa menyembuhkan orang sakit simsalabim ada kadarba,karena justru bahasaroh adalah tanda bagi orang tak beriman/kurang imannya
Tuhan jesus memberkati
Han
@ Om Han...
Yang membuat Om Han tidak setuju dengan bahasa roh apakah karena Om Han beranggapan bahwa bahasa roh dibuat "Pamer" ??
Salam Damai
:)
-
@ Om Han...
Yang membuat Om Han tidak setuju dengan bahasa roh apakah karena Om Han beranggapan bahwa bahasa roh dibuat "Pamer" ??
Salam Damai
:)
om bukan tidak setuju sama bahasa roh.'
dan karena om kurang beriman maka om juga "dapet" walaupun sekarang sekarang ini sudah 'jarang'
tetapi janganlah bahasa roh itu di anggap jampi jampi/mantera semacam simsalabim adakadarba walaupun bunyinya tidak sama (biasanya bunyinya seki raba raba )
jadi gunakanlah sesuai fungsinya pada tempatnya.
contoh :
suatu kali om sakit, trus ada temen saudara bilang : mau engga/boleh engga ada yang mendoakan dari kristen non katholik';
om sih oke & welcome karena bagi om mereka masih satu iman (imam agung Yesus)
pada saat yang disepakati datanglah team perlayanan doa kesembuhan itu
setelah tim itu menjelaskan biang penyakitnya (om juga tidak percaya pada keterangannya) mulailah mereka berdoa dalam bahasa roh sambil ngolesin minyak
nah inilah yang om ga stuju yaitu penggunaannya
kalau mereka itu tak beriman ya doa bahasa roh nya dirumah saja , atau pada waktu mau berangkat melayani
sebab bahasa roh untuk membangun dirinya sendiri bukan untuk menyembuhkan om yang sakit
Tuhan Jesus memberkati
Han
-
om bukan tidak setuju sama bahasa roh.'
dan karena om kurang beriman maka om juga "dapet" walaupun sekarang sekarang ini sudah 'jarang'
tetapi janganlah bahasa roh itu di anggap jampi jampi/mantera semacam simsalabim adakadarba walaupun bunyinya tidak sama (biasanya bunyinya seki raba raba )
jadi gunakanlah sesuai fungsinya pada tempatnya.
contoh :
suatu kali om sakit, trus ada temen saudara bilang : mau engga/boleh engga ada yang mendoakan dari kristen non katholik';
om sih oke & welcome karena bagi om mereka masih satu iman (imam agung Yesus)
pada saat yang disepakati datanglah team perlayanan doa kesembuhan itu
setelah tim itu menjelaskan biang penyakitnya (om juga tidak percaya pada keterangannya) mulailah mereka berdoa dalam bahasa roh sambil ngolesin minyak
nah inilah yang om ga stuju yaitu penggunaannya
kalau mereka itu tak beriman ya doa bahasa roh nya dirumah saja , atau pada waktu mau berangkat melayani
sebab bahasa roh untuk membangun dirinya sendiri bukan untuk menyembuhkan om yang sakit
Tuhan Jesus memberkati
Han
Waduh...kalo mendoakan orang sakit memakai bahasa roh, ini saya tidak pernah tahu apakah dilarang oleh Alkitab.
Teman2 mungkin dapat memberikan masukan untuk perihal diatas.
Salam Damai
:)
-
Entah mengapa, kita selalu saja berbeda dalam menafsirkan referensi2 yg sama2 kita baca.
Link yg Anda berikan itu, dalam pemahamanku, sama persis menguraikan definisi "baptisan dalam Roh Kudus" dalam PKK.
Jika aku klik link yg Anda berikan ini pun, aku menemukan kalimat ini:
The deepest identity of the CCR and its essential mission described in the preamble of the ICCRS Statutes, specified in five objectives, as follows:
- To foster mature and continuous personal conversion to Jesus Christ, our Lord and Saviour.
- To foster a decisive personal receptivity to the person, presence and the power of the Holy Spirit. These two spiritual graces are often experienced together in what is called in different parts of the world a baptism in the Holy Spirit, or a release of the Holy Spirit, or a renewal of the Holy Spirit. They are most often understood as a personal acceptance of the graces of Christian initiation and as an empowering for personal Christian service in the Church and in the world.
IMHO, ICCR memahami bahwa baptisan Roh Kudus itu adalah membangkitkan kembali manifestasi2 Roh Kudus, terutama yg telah diberikan dalam sakramen baptis.
Min Jenova,
Saya ingin bertanya mengenai Pencurahan Roh Kudus yang merupakan suatu sesi wajib dalam SHDBR…
Umat Katolik yang sudah berusia 14 tahun ke atas boleh menerima Sakramen Krisma, tentu saja setelah menerima katekisasi terlebih dahulu. Nah, Sakramen Krisma ini diberikan oleh Bapa Uskup, bukan Romo.
Apakah yang telah menerima Sakramen Krisma tsb, bila mengikuti SHDBR tetap harus menerima Pencurahan Roh Kudus yang diberikan oleh Pemimpin Ibadat, yang biasanya adalah orang awam yang sudah menerima penugasan dari Keuskupan?
Apakah Sakramen Krisma masih perlu di on kan lagi Roh Kudus nya melalui Pencurahan RK tsb? :think:
IMHO, ini karena Anda belum atau mgkn enggan utk melihat PKK yg sesungguhnya.
Dalam KTM, ada banyak karunia yg jauh lebih besar dari bahasa roh yg diterima oleh umat.
Karunia menyembuhkan, karunia mendoakan, karunia mengusir roh2 jahat dan mematahkan kuasa2 kegelapan, dsb.
Contoh nyata yg aku saksikan sendiri, dalam retret hidup baru, ada banyak kuasa2 jahat (seperti tenung, santet, jimat2, ilmu2 supranatural yg diwarisi dari leluhur, dsb) yg dikalahkan. Dalam retret penyembuhan luka batin, tidak sedikit yg dikuatkan dan disembuhkan luka2 batinnya dari nubuatan2 yg diperoleh dalam sesi doa bahasa roh. Kalo Anda datang ke ”misa karismatik” di Tumpang Jatim atau Cikanyere Jabar, tidak sedikit pula yg memperoleh rahmat kesembuhan dari dari penyakit fisik dalam sesi karismatik itu.
Ya, saya pernah ke Tumpang, ikut retret dan ibadah di sana, namun tidak ada nuansa karismatiknya sama sekali, tidak ada bahasa roh, tidak ada Pencurahan RK... ibadahnya tetap Konservatif dan bahkan sebagian mengacu pada Brevier, namun karunia Romo di Tumpang itu luar memang biasa. Bisa dikatakan saya berhutang nyawa dengan karismatik, karena dari situlah saya menemukan pintu masuk untuk mulai menekuni perjalanan rohani, walau setelah itu saya tetap tidak bisa & tidak mau menjadi karismatikers :giggle:
IMHO, bahasa roh menjadi pintu karunia2 lain yg berkaitan dgn bahasa roh adalah suatu hasil renungan, hasil study eksegesis, dan berdasar pada pengalaman pribadi / kelompok, diimani dalam taraf doktrin.
IMHO, sekalipun Paulus tidak pernah menyatakan demikian, tidak ada salahnya kami memiliki doktrin demikian, karena kenyataan berdasar pengalaman kami, memang demikian adanya bahwa mereka yg memiilki karunia bahasa roh lebih mudah utk mengejar karunia2 yg lain yg berkaitan dgn bahasa roh itu.
Saya masih belum menangkap mengapa Karunia bahasa Roh menjadi yang pertama dikejar, mengingat di Tumpang juga tidak ada sesi didoakan dalam bahasa roh [tapi tidak tahu ya kalo kami didoakan memakai bahasa roh di dalam hati], nah berarti karunia2 lain bisa diberikan olehNya tanpa ybs mengejar bahasa roh, berarti bisa membangun orang lain / jemaat tanpa membangun diri sendiri terlebih dahulu? lagipula Paulus mengatakan karunia Kasih lah yang paling utama, bukan bahasa roh... :think:
-
semua karunia memang dibutuhkan oleh orang yang membutuhkan sesuai fungsi dari masing masing karunia sesuai tertera di Alkitab
misalnya karunia penyembuhan dibutuhkan buat menyembuhkan orang yang sakit, maka baik orang yang sakit .maupun si penyembuh butuh karunia itu,
karunia bahasa roh dibutuhkan oleh orang orang tak beriman/kurang imannya buat membangun dirinya sendiri ,baik orang dalam aupun orang luar yang tak beriman
jadi sesuai fungsinya itu gunakanlah bahasa roh pada tempatnya dan sesuai fungsinya,
jadi jangan sok pamer bahasa roh.seolah olah bahasa roh adalah ilmu /mantera yang bisa menyembuhkan orang sakit simsalabim ada kadarba,karena justru bahasaroh adalah tanda bagi orang tak beriman/kurang imannya
Tuhan jesus memberkati
Han
Bgini Bro Han,
Jika Bro katakan :
Jangan pakai bahasa roh utk pamer.
Maka saya setuju.
Jika Bro katakan :
Gunakan bahasa roh pd tempat dan fungsinya.
Maka saya setuju.
-------
Psoalannya adalah, saya merasa nih, Bro Han ini pukul rata bhw semua orang yg bbahasa roh cenderung pamer dan cenderung tidak bbahasa roh pd tempat maupun fungsinya.
Bukan hanya Bro Han, tp beberapa (kl bukan banyak) sesama Kristen yg mnuduh rekan-rekan karismatik sbg sok pamer, shg dg sndirinya (tanpa disadari) brusaha mnekan praktek pnggunaan bahasa roh.
Nah, itu saya tidak setuju.
Saya tau ada beberapa orang yg baru dapat bbahasa roh, shg mreka bangga skali dg pemberian itu, lalu bdoa dg cara munafik.
Itu saya tau emang ada.
Tp tidak semua orang yg bdoa di ibadah raya, di saat sesi pujian pnyembahan pribadi kpd Tuhan, adalah pendoa-pendoa munafik.
Banyak diantara mreka adalah pendoa yg tulus, yg sedang mmuji Tuhan dan berdoa kepadaNya dengan rohNya (dalam bahasa roh).
1 Kor 14:15
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
Kemudian mngenai bbahasa roh pd waktu dan tempatnya sesuai fungsinya,
Hingga dengan saat ini, saya jarang menemukan praktek di gereja karismatik yg mlanggar hal ini.
Jemaat karismatik hanya bbahasa roh (secara massal) di dalam sesi doa pribadi, yang mana hal yg sangat baik mnurut Alkitab.
Ada sesi mnyanyi, maka jemaat mnyanyi. Ada sesi berdoa pribadi, maka jemaat dapat bbahasa roh atau bdoa dg akal budi. Ada sesi bmazmur pribadi, maka jemaat dapat mnyanyi dlm bahasa roh atau bmazmur dg akal budi.
Bukankah 'membangun diri dg bahasa roh' dapat dilakukan pd saat sesi doa pribadi dalam ibadah raya, ataukah kita perlu mlarang juga sesi doa pribadi dalam ibadah raya?
Sama-sama tertib, hanya saja beda liturginya dengan gereja konvensional.
seolah olah bahasa roh adalah ilmu /mantera yang bisa menyembuhkan orang sakit simsalabim ada kadarba,karena justru bahasaroh adalah tanda bagi orang tak beriman/kurang imannya
Bro tidak tau apa yg Bro tuliskan ini.
Bahasa roh adalah bahasa yg dbrikan oleh Roh Kudus kpd tiap-tiap org shg ia dapat berbicara langsung dg Tuhan.
Saya sarankan, berhati-hatilah sebelum Bro mmulai mnulis mngenai perkara-perkara rohani yg Bro belum pahami dan belum alami.
-----------
Saya pikir apa yg perlu saya tuliskan terkait bahasa roh dg Bro Halim sudah cukup.
Jadi saya akhiri diskusi sampai disini dg Bro Halim.
Terima kasih atas pendapat dan masukan dari Bro Halim.
Tuhan Yesus memberkatimu.
-
---cut---
Ya, saya pernah ke Tumpang, ikut retret dan ibadah di sana, namun tidak ada nuansa karismatiknya sama sekali, tidak ada bahasa roh, tidak ada Pencurahan RK... ibadahnya tetap Konservatif dan bahkan sebagian mengacu pada Brevier, namun karunia Romo di Tumpang itu luar memang biasa. Bisa dikatakan saya berhutang nyawa dengan karismatik, karena dari situlah saya menemukan pintu masuk untuk mulai menekuni perjalanan rohani, walau setelah itu saya tetap tidak bisa & tidak mau menjadi karismatikers :giggle:
---cut---
Lho..... kog pengalamannya sama ya Sis. :afro:
Saya juga mengalami pencerahan perjalanan iman saya juga dari teman2 Kharismatik...... :flower:
-
Waduh...kalo mendoakan orang sakit memakai bahasa roh, ini saya tidak pernah tahu apakah dilarang oleh Alkitab.
Teman2 mungkin dapat memberikan masukan untuk perihal diatas.
Salam Damai
:)
@ Bro Siipp
Bagaimana pandangan Bro Siipp untuk mendoakan orang sakit menggunakan bahasa roh ?
Salam Damai
:)
-
Bgini Bro Han,
Jika Bro katakan :
Jangan pakai bahasa roh utk pamer.
Maka saya setuju.
Jika Bro katakan :
Gunakan bahasa roh pd tempat dan fungsinya.
Maka saya setuju.
:deal: :deal: :deal: :deal:
-------
Psoalannya adalah, saya merasa nih, Bro Han ini pukul rata bhw semua orang yg bbahasa roh cenderung pamer dan cenderung tidak bbahasa roh pd tempat maupun fungsinya.
Bukan hanya Bro Han, tp beberapa (kl bukan banyak) sesama Kristen yg mnuduh rekan-rekan karismatik sbg sok pamer, shg dg sndirinya (tanpa disadari) brusaha mnekan praktek pnggunaan bahasa roh.
Nah, itu saya tidak setuju.
om tidak mengeneralisasi (pukul rata ) yang berbahasa roh adalah Pamer, darimana /dari postingan yang mana sehingga nip menyimpulkan demikian ???<<
Saya tau ada beberapa orang yg baru dapat bbahasa roh, shg mreka bangga skali dg pemberian itu, lalu bdoa dg cara munafik.
Itu saya tau emang ada.
Tp tidak semua orang yg bdoa di ibadah raya, di saat sesi pujian pnyembahan pribadi kpd Tuhan, adalah pendoa-pendoa munafik.
Banyak diantara mreka adalah pendoa yg tulus, yg sedang mmuji Tuhan dan berdoa kepadaNya dengan rohNya (dalam bahasa roh).
lha kapan om mengenralisasi bahwa semua yang berdoa kepada Tuhan dengan bahasa roh adalah pendoa pendoa munafic ?
coba nif teliti postingan om sebelumnya om juga bahkan mengatakan bahwa om juga :dapet
sedangkan mengenai bahwa kegunaan bahasaroh adalah untuk memmbangun diri sendiri itu ada tertulis dalam bible (back to bibble)
juga bahwa bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman itu juga ada tertulis dialkitab
I Korintus 14
14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman
sekian dulu selebihnya menyusull
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Waduh...kalo mendoakan orang sakit memakai bahasa roh, ini saya tidak pernah tahu apakah dilarang oleh Alkitab.
Teman2 mungkin dapat memberikan masukan untuk perihal diatas.
Salam Damai
:)
tentu saja tidak ada batasan larangan dalam Alkitab untuk mengunakan bahasa roh,bahkan Paulus juga mengatakan untuk tidak melarang orang megunakan bahasa roh
yang ada adalah himbauan Paulus untuk mengunakan bahasa roh dengan tertib yaitu 2 atau paling banyak tiga orang kemudian ditafsirkan baru dilanjutkan lagi
I Korintus 14
14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
tetapi juga tidak ada anjuran untuk mengobati orang sakit dengan bahasa roh
sebab bahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri, bukan untuk membangun jemat ataupun mengobati pasien
kalau dengan contoh akan lebih jelas
bersambung
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bgini Bro Han,
Kemudian mengenai bahasa roh pd waktu dan tempatnya sesuai fungsinya,
Hingga dengan saat ini, saya jarang menemukan praktek di gereja karismatik yg mlanggar hal ini.
jarang berarti ada juga kan yang melakukannya tapi tidak semua
Jemaat karismatik hanya berbahasa roh (secara massal) di dalam sesi doa pribadi, yang mana hal yg sangat baik mnurut Alkitab.
Ada sesi mnyanyi, maka jemaat mnyanyi. Ada sesi berdoa pribadi, maka jemaat dapat bbahasa roh atau bdoa dg akal budi. Ada sesi bmazmur pribadi, maka jemaat dapat mnyanyi dlm bahasa roh atau bmazmur dg akal budi.
mungkin bro belum berkeliling sehigga bro belum pernah saksikan diluar itu
Bukankah 'membangun diri dg bahasa roh' dapat dilakukan pd saat sesi doa pribadi dalam ibadah raya, ataukah kita perlu mlarang juga sesi doa pribadi dalam ibadah raya?
Sama-sama tertib, hanya saja beda liturginya dengan gereja konvensional.
mungkin tertib nya bro beda dengan tertibnya yang dimaksud oleh Paulus yaitu dua atau sebanyak banyaknya tiga orang seorang demi seorang sesuai dengan apa yang tertulis dalam bible
Bro tidak tau apa yg Bro tuliskan ini.
Bahasa roh adalah bahasa yg dbrikan oleh Roh Kudus kpd tiap-tiap org shg ia dapat berbicara langsung dg Tuhan.
lho, apakah bahasa manusia itu bukan karunia dari Tuhan ???
IMHO menurut saya seorang manusia dapat berbicara dengan bahasa manusia pun merupakan anugrah/karunia dari Tuhan ,betul atau benar ??
dan dengan doa yang diucapkan dengan bahasa manusiapun orang dapat berbicara langsung dg Tuhan
Saya sarankan, berhati-hatilah sebelum Bro mmulai mnulis mngenai perkara-perkara rohani yg Bro belum pahami dan belum alami.
--------
mungkin bro blm baca tulisan om pada board board lain pada trit yang berbeda,sehingga bro bilang bahwa om blum alami
atau mungkin karena di FIK bro tulis bahwa denom bro adalah Kharismatic dan denom om R,katholik maka bro anggap om blum paham ttg Kharismatic ?
mungkin cuma beda pemahaman saja
atau mungkin bro blum tahu bahwa ada KHARISMATIC KATHOLIK
---
Saya pikir apa yg perlu saya tuliskan terkait bahasa roh dg Bro Halim sudah cukup.
Jadi saya akhiri diskusi sampai disini dg Bro Halim.
Terima kasih atas pendapat dan masukan dari Bro Halim.
Tuhan Yesus memberkatimu.
dalam diskusi belum tentu tercapai suatu kesepakatan .paling paling sepakat untuk tidak sepakat
Okelah kalau begitu,
terima kasih juga atas sharing/ masukkannya
sampai jumpa di trit yang lain
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Waduh...kalo mendoakan orang sakit memakai bahasa roh, ini saya tidak pernah tahu apakah dilarang oleh Alkitab.
Teman2 mungkin dapat memberikan masukan untuk perihal diatas.
Salam Damai
:)
LANJUTAN
SUPAYA LEBIH JELAS OM buat ANALAOGINYA:
kali ini yang datang buat mengobati om yang sakit adalah team dokter (dulu team doa penyembuhan )
yang om harapkan dokter dokter akan mendiagnosa (team doa pun mendiagnosa )
kemudian team dokter akan membuka tas nya lalu buka resep khasiat obat(analogi nya buka Alkitab )
lalu ambil obat
kemudian menyuntik om
tetapi ...TERNYATA PARA TEAM DOKTER ITU MALAH MENYUNTIK DIRINYA MASING MASING (analogi bahasa roh untuk membangun diri sendiri)
om jadinya shok /iman jadi lemah karena ternyata dokter yang mau mengobati om pada kurang sehat (seharusnya para dokter itu nyuntik diri sendirinya dirumah masing masing supaya om tersugesti mahwa mereka semua dalam keadaan sehat)
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
LANJUTAN
SUPAYA LEBIH JELAS OM buat ANALAOGINYA:
kali ini yang datang buat mengobati om yang sakit adalah team dokter (dulu team doa penyembuhan )
yang om harapkan dokter dokter akan mendiagnosa (team doa pun mendiagnosa )
kemudian team dokter akan membuka tas nya lalu buka resep khasiat obat(analogi nya buka Alkitab )
lalu ambil obat
kemudian menyuntik om
tetapi ...TERNYATA PARA TEAM DOKTER ITU MALAH MENYUNTIK DIRINYA MASING MASING (analogi bahasa roh untuk membangun diri sendiri)
om jadinya shok /iman jadi lemah karena ternyata dokter yang mau mengobati om pada kurang sehat (seharusnya para dokter itu nyuntik diri sendirinya dirumah masing masing supaya om tersugesti mahwa mereka semua dalam keadaan sehat)
Tuhan Yesus memberkati
Han
Salam Damai.
Ooo kalo dijelaskan sedetail ini .... baru mengerti maksud Om :swt:
GBU
:)
-
ikutan nimbrung ya om
jarang berarti ada juga kan yang melakukannya tapi tidak semua
mungkin bro belum berkeliling sehigga bro belum pernah saksikan diluar itu
bisa jadi itu cuma oknum om..... :D
bukan salah ajarannya...
mungkin tertib nya bro beda dengan tertibnya yang dimaksud oleh Paulus yaitu dua atau sebanyak banyaknya tiga orang seorang demi seorang sesuai dengan apa yang tertulis dalam bible
Yg dimaksud dlm ayat itu adalah bahasa roh untuk nubuatan. Ketika seseorang bernubuat dalam mekanisme bahasa roh, maka sebaiknya bergantian, untuk memudahkan orang yg akan menafsirkannya.
Berbeda dengan bahasa roh utk doa pribadi. Di halaman awal2 saya sudah berulang kali menjelaskan.
lho, apakah bahasa manusia itu bukan karunia dari Tuhan ???
IMHO menurut saya seorang manusia dapat berbicara dengan bahasa manusia pun merupakan anugrah/karunia dari Tuhan ,betul atau benar ??
dan dengan doa yang diucapkan dengan bahasa manusiapun orang dapat berbicara langsung dg Tuhan
Betul. Tapi doa dgn bahasa roh berbeda.
Ketika kita berbicara bahasa manusia, maka otak dan pikiran kita yg jalan.
Ketika kita berbicara bahasa roh, roh kitalah yg berjalan dgn dibantu oleh Roh Kudus.
Apa manfaatnya ?
Rom 8 : 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Apa yg tidak terpikirkan dan terucapkan oleh otak, pikiran dan mulut kita, itulah yg didoakan oleh Roh Kudus dan roh kita.
mungkin bro blm baca tulisan om pada board board lain pada trit yang berbeda,sehingga bro bilang bahwa om blum alami
atau mungkin karena di FIK bro tulis bahwa denom bro adalah Kharismatic dan denom om R,katholik maka bro anggap om blum paham ttg Kharismatic ?
mungkin cuma beda pemahaman saja
atau mungkin bro blum tahu bahwa ada KHARISMATIC KATHOLIK
Sama aja om.
Buktinya rekan karismatik katolik jg mendapat tekanan yg sama dari rekan GRK.
dalam diskusi belum tentu tercapai suatu kesepakatan .paling paling sepakat untuk tidak sepakat
Mengenai bahasa roh, semua memang sepakat bahwa bahasa roh boleh2 saja digunakan ketika berdoa pribadi.
Hanya saja rekan2 GRK belum ada yg menjawab pertanyaan yg sy ulang berkali2.
Apakah dalam ibadah/pertemuan jemaat, setiap umat DILARANG berdoa pribadi ??
Apakah dalam sebuah misa, setiap umat PASTI berdoa berjamaah ??
Salam om.
-
LANJUTAN
SUPAYA LEBIH JELAS OM buat ANALAOGINYA:
kali ini yang datang buat mengobati om yang sakit adalah team dokter (dulu team doa penyembuhan )
yang om harapkan dokter dokter akan mendiagnosa (team doa pun mendiagnosa )
kemudian team dokter akan membuka tas nya lalu buka resep khasiat obat(analogi nya buka Alkitab )
lalu ambil obat
kemudian menyuntik om
tetapi ...TERNYATA PARA TEAM DOKTER ITU MALAH MENYUNTIK DIRINYA MASING MASING (analogi bahasa roh untuk membangun diri sendiri)
om jadinya shok /iman jadi lemah karena ternyata dokter yang mau mengobati om pada kurang sehat (seharusnya para dokter itu nyuntik diri sendirinya dirumah masing masing supaya om tersugesti mahwa mereka semua dalam keadaan sehat)
Tuhan Yesus memberkati
Han
Ketika saya sakit, saya berdoa scr pribadi.
Ketika istri saya hendak melahirkan, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika mama saya ulang tahun, saya mendoakannya scr pribadi.
ketika papa saya koma di ICU RSPAD, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika Jokowi/Ahok lolos putaran kedua, saya mendoakannya scr pribadi spy menang.
Saya berdoa secara pribadi memang utk kebaikan saya pribadi. Tapi saya berdoa secara pribadi bukan hanya untuk kepentingan saya pribadi.
Tinggal kita lihat hasil doanya.......om sembuh atau tidak ?? :)
-
Ketika saya sakit, saya berdoa scr pribadi.
Ketika istri saya hendak melahirkan, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika mama saya ulang tahun, saya mendoakannya scr pribadi.
ketika papa saya koma di ICU RSPAD, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika Jokowi/Ahok lolos putaran kedua, saya mendoakannya scr pribadi spy menang.
Saya berdoa secara pribadi memang utk kebaikan saya pribadi. Tapi saya berdoa secara pribadi bukan hanya untuk kepentingan saya pribadi.
Tinggal kita lihat hasil doanya.......om sembuh atau tidak ?? :)
LANJUTAN
SUPAYA LEBIH JELAS OM buat ANALAOGINYA:
kali ini yang datang buat mengobati om yang sakit adalah team dokter (dulu team doa penyembuhan )
yang om harapkan dokter dokter akan mendiagnosa (team doa pun mendiagnosa )
kemudian team dokter akan membuka tas nya lalu buka resep khasiat obat(analogi nya buka Alkitab )
lalu ambil obat
kemudian menyuntik om
tetapi ...TERNYATA PARA TEAM DOKTER ITU MALAH MENYUNTIK DIRINYA MASING MASING (analogi bahasa roh untuk membangun diri sendiri)
om jadinya shok /iman jadi lemah karena ternyata dokter yang mau mengobati om pada kurang sehat (seharusnya para dokter itu nyuntik diri sendirinya dirumah masing masing supaya om tersugesti mahwa mereka semua dalam keadaan sehat)
Tuhan Yesus memberkati
Han
Salam Damai.
Lama2 puyeng juga kepala saya :shrug:
Sebenarnya bahasa roh itu hanya boleh untuk diri sendiri ataukah boleh untuk orang lain :'o
GBU
:)
-
ikutan nimbrung ya om
bisa jadi itu cuma oknum om..... :D
bukan salah ajarannya...
Yg dimaksud dlm ayat itu adalah bahasa roh untuk nubuatan. Ketika seseorang bernubuat dalam mekanisme bahasa roh, maka sebaiknya bergantian, untuk memudahkan orang yg akan menafsirkannya.
Berbeda dengan bahasa roh utk doa pribadi. Di halaman awal2 saya sudah berulang kali menjelaskan.
Betul. Tapi doa dgn bahasa roh berbeda.
Ketika kita berbicara bahasa manusia, maka otak dan pikiran kita yg jalan.
Ketika kita berbicara bahasa roh, roh kitalah yg berjalan dgn dibantu oleh Roh Kudus.
Apa manfaatnya ?
Rom 8 : 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Apa yg tidak terpikirkan dan terucapkan oleh otak, pikiran dan mulut kita, itulah yg didoakan oleh Roh Kudus dan roh kita.
Sama aja om.
Buktinya rekan karismatik katolik jg mendapat tekanan yg sama dari rekan GRK.Mengenai bahasa roh, semua memang sepakat bahwa bahasa roh boleh2 saja digunakan ketika berdoa pribadi.
Hanya saja rekan2 GRK belum ada yg menjawab pertanyaan yg sy ulang berkali2.
Apakah dalam ibadah/pertemuan jemaat, setiap umat DILARANG berdoa pribadi ??
Apakah dalam sebuah misa, setiap umat PASTI berdoa berjamaah ??
Salam om.
pertama tama maaf kalau om menanggapi sepotong sepotong ,hal ini karena ada sedikit masalah yang sangat mengganggu pada komputer om
yaitu ketka sudah panjang lebar menulis tanggapan ketika om tekan tombol post ternyata tidak terkirim ,malah lari ke iklan/advertising
dan ketika om menekan tombol back hilanglah semua apa yang sudah om tulis panjang lebar.dan ketika dicheck ke forum ternyata postingan belum ada terkirim
Tuhan Yesus memberkati
han
-
ikutan nimbrung ya om
you 're welcome
bisa jadi itu cuma oknum om..... :D
bukan salah ajarannya...
yang om tidak setuju juga adalah ajaran si -oknum itu
dalam suatu kebaktian (nama denom sengaja tidak disebut ) sebelum firman diadakan lagu pujian ,kemudian mulailah si oknum berdoa trus dia bilang kurang lebih seperti ini :ayo .semua yang sudah nisa berbahasa roh keurkan bahasa rohnya maka mulailah pada pamer (tidak semuanya )
yang bisa bahasa roh yapi mengerti bahwa bahasa roh bukan buat pamer tentunya tidak ikut ikutan tapi menahan diri
yang blon bisa dan blon paham pada tengok kiri tengokkana.lihat depan lihat belakang
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Salam Damai.
Lama2 puyeng juga kepala saya :shrug:
Sebenarnya bahasa roh itu hanya boleh untuk diri sendiri ataukah boleh untuk orang lain :'o
GBU
:)
Menurut saya bahasa roh boleh digunakan dalam doa pribadi untuk diri sendiri dan mendoakan orang lain.
Ibaratnya kalo saya sedang dilanda kesusahan dan ada teman yg bermurah hati ingin ikut mendoakan ... kebetulan teman tsb tidak seiman, tentu saja dia mendoakan sesuai agama dan keyakinannya, bahkan mungkin dia rela berpuasa agar doanya tsb terkabul... Apakah saya begitu sombongnya menolak niat baik tsb?
Atau kalo dibalik, andai saya tahu ada teman tidak seiman yg sedang dilanda kesusahan dan dia minta saya doakan, ya tentu saja saya doakan secara Katolik, entah saya mau menjalani novena, atau devosi bagi dia kan terserah saya. Adalah mustahil bila saya mendoakan sesuai doa dalam agama ybs bukan?
Doa adalah pemberian terbaik dari seorang sahabat. Orang yg ringan hati mau mendoakan dengan tulus jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Maka sebaiknya saya juga rendah hati, welcome dan tidak menganggap hanya doa saya yg terbaik bagi saya.
:nod:
-
Salam Damai.
Lama2 puyeng juga kepala saya :shrug:
Sebenarnya bahasa roh itu hanya boleh untuk diri sendiri ataukah boleh untuk orang lain :'o
GBU
:)
Menurut saya boleh2 saja berdoa pribadi dalam bahasa roh hanya saja bagaimana kita tau kalau kita sudah mendoakan orang lain...karena si pendoa bahasa rohnya sendiri tidak mengetahui dia sudah berdoa apa saja.....
Apa dia yakin dia sudah mendoakan temannya yang sakit...kalau isi doanya saja dia tidak tau... :D
Jadi kalau mau lebih amannya yah berdoa juga dengan akal budi kita seperti anjuran Paulus...
salam damai :)
-
Menurut saya bahasa roh boleh digunakan dalam doa pribadi untuk diri sendiri dan mendoakan orang lain.
Ibaratnya kalo saya sedang dilanda kesusahan dan ada teman yg bermurah hati ingin ikut mendoakan ... kebetulan teman tsb tidak seiman, tentu saja dia mendoakan sesuai agama dan keyakinannya, bahkan mungkin dia rela berpuasa agar doanya tsb terkabul... Apakah saya begitu sombongnya menolak niat baik tsb?
Atau kalo dibalik, andai saya tahu ada teman tidak seiman yg sedang dilanda kesusahan dan dia minta saya doakan, ya tentu saja saya doakan secara Katolik, entah saya mau menjalani novena, atau devosi bagi dia kan terserah saya. Adalah mustahil bila saya mendoakan sesuai doa dalam agama ybs bukan?
Doa adalah pemberian terbaik dari seorang sahabat. Orang yg ringan hati mau mendoakan dengan tulus jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Maka sebaiknya saya juga rendah hati, welcome dan tidak menganggap hanya doa saya yg terbaik bagi saya.
:nod:
Tentu saja kita menerima dengan baik doa yang diberikan oleh teman/ saudara/ sahabat kita even menurut kepercayaannya...
namun doa bahasa roh ini sepanjang tidak ada yang mengartikannya maka kita tidak tau artinya jangankan yang didoakan yang mendoakan dengan bahasa rohnya sendiri bisa tidak tau artinya jika dirinya tidak mempunyai karunia bernubuat... :)
jadi menurut saya sekali imho lebih baik teman2 yang punya karunia bahasa roh selain berdoa dengan bahasa roh juga berdoa dengan akal budinya.
salam damai :)
-
Menurut saya boleh2 saja berdoa pribadi dalam bahasa roh hanya saja bagaimana kita tau kalau kita sudah mendoakan orang lain...karena si pendoa bahasa rohnya sendiri tidak mengetahui dia sudah berdoa apa saja.....
Apa dia yakin dia sudah mendoakan temannya yang sakit...kalau isi doanya saja dia tidak tau... :D
Jadi kalau mau lebih amannya yah berdoa juga dengan akal budi kita seperti anjuran Paulus...
salam damai :)
Kalo saya didoakan tetapi saya tidak mengerti apa yang diucapkan......membuat sedikit enggak nyaman :think:
Salam Damai
:)
-
Sambungan
Yg dimaksud dlm ayat itu adalah bahasa roh untuk nubuatan. Ketika seseorang bernubuat dalam mekanisme bahasa roh, maka sebaiknya bergantian, untuk memudahkan orang yg akan menafsirkannya.
bahasa roh is bahasa roh
nubuatan is nubuatan
Dua karunia yang berbeda baik manfaat maupun cara
walau keduanya adalah sama sama karunia roh dan tidak tertutup kemungkinan dimiliki oleh satu orang
Bahasa roh untuk membangun diri sendiri
karunia nubuatan untuk membangun jemat
bahasa roh tidak dimengerti kecuali oleh Tuhan dan orang yang diberi karunia tafsir
bahasa untuk nubuatan adalah bahasa yang dimengerti oleh manusia (bahasa manusia) karena memang nubuatan ada untuk manusia
I Korintus 14
14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
I Korintus 14
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya ; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
I Korintus 14
14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas , bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
bersambung
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Lanjutan
Betul. Tapi doa dgn bahasa roh berbeda.
Ketika kita berbicara bahasa manusia, maka otak dan pikiran kita yg jalan.
Ketika kita berbicara bahasa roh, roh kitalah yg berjalan dgn dibantu oleh Roh Kudus.
Apa manfaatnya ?
Rom 8 : 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita ; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Apa yg tidak terpikirkan dan terucapkan oleh otak, pikiran dan mulut kita, itulah yg didoakan oleh Roh Kudus dan roh kita.
lihat yang om bold
ayat diatas itu semakin menegaskan bahwa manfaat bahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri (_maaf :egoist dalam artian positif )
.Mengenai bahasa roh, semua memang sepakat bahwa bahasa roh boleh2 saja digunakan ketika berdoa pribadi.
aulus juga tidak melarang orang berbahasa roh
Hanya saja rekan2 GRK belum ada yg menjawab pertanyaan yg sy ulang berkali2.
Apakah dalam ibadah/pertemuan jemaat, setiap umat DILARANG berdoa pribadi ??
Apakah dalam sebuah misa, setiap umat PASTI berdoa berjamaah ??
Salam om.
jawabannya Tidak
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Ketika saya sakit, saya berdoa scr pribadi.
Ketika istri saya hendak melahirkan, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika mama saya ulang tahun, saya mendoakannya scr pribadi.
ketika papa saya koma di ICU RSPAD, saya mendoakannya scr pribadi.
Ketika Jokowi/Ahok lolos putaran kedua, saya mendoakannya scr pribadi spy menang.
Saya berdoa secara pribadi memang utk kebaikan saya pribadi. Tapi saya berdoa secara pribadi bukan hanya untuk kepentingan saya pribadi.
no comment
:whistle:
Tinggal kita lihat hasil doanya.......om sembuh atau tidak ?? :)
sebelum di doakan om sudah kedokter (tapi bukan dokter yang menyuntik dirinya sendiri lho }
disamping itu ada teman yang berbaik hati membelikan obat herbal yang mahal
jadinya om tidak tahu,siapa perantara yang menyembuh kan om
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Salam Damai.
Lama2 puyeng juga kepala saya :shrug:
Sebenarnya bahasa roh itu hanya boleh untuk diri sendiri ataukah boleh untuk orang lain :'o
GBU
:)
lho katanya sudah mengerti maksud om ketika om jelaskan dengan analogi,
kenapa jadi puyeng lagi :think1:
Alkitab jelas mengutarakan bahwa bahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri
I Korintus 14
14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Alkitab jelas mengutarakan bahwa bahasa roh adalah bahasa yang tidak dimengerti manusia.sehingga kita sendiri yang mengucapkannya juga tidak mengerti dan tidak tahu apa saja yang di doakan oleh roh kita dalam bahasa roh,kecuali kalau kita sendiri juga di beri karunia menafsirkan
I Korintus 14
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Alkitab jelas mengutarakan bahwa dalam bahasa roh ,roh membantu kita untuk berkata kata yang tak terucapkan akal pikiran kita
jadi dengan kata lain akal pikiran kita tidak dapat mengatur apa yang di doakan oleh roh kita
Alkitab jelas mengutarakan bahwa dalam bahasa roh, roh kita membantu kelemahan kita (bukan kelemahan orang lain+)
Rom 8 : 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita ; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kalo saya didoakan tetapi saya tidak mengerti apa yang diucapkan......membuat sedikit enggak nyaman :think:
Salam Damai
:)
Nah mungkin inilah pentingnya untuk ada penapsiran bahasa roh jika digunakan dalam doa bersama dengan jemaat agar jemaat ikut terbangun dan sama2 dapat mengucapkan amin :)
salam :)
-
yang om tidak setuju juga adalah ajaran si -oknum itu
dalam suatu kebaktian (nama denom sengaja tidak disebut ) sebelum firman diadakan lagu pujian ,kemudian mulailah si oknum berdoa trus dia bilang kurang lebih seperti ini :ayo .semua yang sudah nisa berbahasa roh keurkan bahasa rohnya maka mulailah pada pamer (tidak semuanya )
yang bisa bahasa roh yapi mengerti bahwa bahasa roh bukan buat pamer tentunya tidak ikut ikutan tapi menahan diri
yang blon bisa dan blon paham pada tengok kiri tengokkana.lihat depan lihat belakang
Tuhan Yesus memberkati
Han
Yg saya bold, saya percaya itu hanya kata tambahan dari pribadi om saja.
Jemaat tuh gak bego2 amat om. Semua orang jg tau klo pamer2 buat kesombongan itu dosa.
Nggak mungkin jemaat mau kalo disuruh melakukan sesuatu yg bakalan dosa.
See at the other side....
-
bahasa roh is bahasa roh
nubuatan is nubuatan
Dua karunia yang berbeda baik manfaat maupun cara
walau keduanya adalah sama sama karunia roh dan tidak tertutup kemungkinan dimiliki oleh satu orang
Bahasa roh untuk membangun diri sendiri
karunia nubuatan untuk membangun jemat
bahasa roh tidak dimengerti kecuali oleh Tuhan dan orang yang diberi karunia tafsir
bahasa untuk nubuatan adalah bahasa yang dimengerti oleh manusia (bahasa manusia) karena memang nubuatan ada untuk manusia
Mungkin om kurang referensi...... :)
Ada kalanya seseorang bernubuat dalam bahasa roh. Ketika ia bernubuat dlm bahasa roh, maka akan ada jemaat lain (atau dia sendiri) yg mendapatkan karunia utk menafsirkan bahasa roh tsb sehingga seluruh jemaat bisa mengerti nubuatan tsb.
Jadi bernubuat dalam bahasa roh itu memang ada. :)
Sekarang saya tanya om...
Kalo memang isi bahasa roh itu hanya berguna utk membangun iman si pendoa pribadi doang, lalu BUAT APA DITAFSIRKAN kpd jemaat ???
-
lihat yang om bold
ayat diatas itu semakin menegaskan bahwa manfaat bahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri (_maaf :egoist dalam artian positif )
kalo begitu buat apa diterjemahkan kpd orang lain ?
apakah supaya orang lain jadi tahu kalo kita egois ?? :D
Paulus juga tidak melarang orang berbahasa roh
Syukurlah. Seharusnya murid2 Petrus jg tidak melarang orang berbahasa roh.
jawabannya Tidak
Oke. Tidak ada larangan ya utk berdoa pribadi dalam ibadah. :deal:
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang pertanyaan kedua...
Boleh nggak kita berbahasa roh dalam doa2 Pribadi kita ?
-
@ All
Sebelumnya saya mau tanya dulu ya ttg kasus mendoakan orang sakit dgn bahasa roh ini.......
Apakah selama berdoa, si pendoa HANYA menggunakan bahasa roh terus sampai doanya selesai ?
Atau si pendoa berdoa bahasa roh, kemudian dicampur dgn bahasa indonesia ?
Mohon dishare...
-
Yg saya bold, saya percaya itu hanya kata tambahan dari pribadi om saja.
Jemaat tuh gak bego2 amat om. Semua orang jg tau klo pamer2 buat kesombongan itu dosa.
Nggak mungkin jemaat mau kalo disuruh melakukan sesuatu yg bakalan dosa.
See at the other side....
jemaat memang engga bego bego amat semua itulah seperti kata om tidak semua yang bisa bahasa roh ikut ikutan pamer
juga tidak semua yang pamer adalah karena sombong melainkan karena disuruh ama si -oknum itu
ada juga para pemula yang blum bisa mengendalikan bahasa roh yang ikut terpancing
tapi ada juga jemat yang bego yang memang sengaja pamer tanpa tau kalau bahasa roh adalah tanda bagi orang tak ber-iman
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Mungkin om kurang referensi...... :)
Ada kalanya seseorang bernubuat dalam bahasa roh. Ketika ia bernubuat dlm bahasa roh, maka akan ada jemaat lain (atau dia sendiri) yg mendapatkan karunia utk menafsirkan bahasa roh tsb sehingga seluruh jemaat bisa mengerti nubuatan tsb.
Jadi bernubuat dalam bahasa roh itu memang ada. :)
sesuai Alkitab :
Bahasa roh adalah bahasa yang digunakan roh (kita) untuk menyampaikan keluh kesah kelemahan kita yang tidak terkatakan oleh akal pikiran kita
bahasa itu tidak dimengerti oleh siapapun termasuk oleh diri kita kecuali dapet karunia menafsirkan
jadi arah bahasa roh adalah manusia ----------ke--------> Tuhan
Nubuatan adalah sesuatu dari Tuhan untuk manusia
karena untuk manusia maka bahasanya tentulah bahasa manusia bukan bahasa
yang tidak dimengerti manusia
,kalau tidak dimengerti mana bisa membangun jemat (istilah Paulus akan sia sia diudara)
arah nubuatan adalah Tuhan ----------ke========> manusia
Sekarang saya tanya om...
Kalo memang isi bahasa roh itu hanya berguna utk membangun iman si pendoa pribadi doang, lalu BUAT APA DITAFSIRKAN kpd jemaat ???
om jawab dalam postingan berikut karena ada pertanyaan yang senada tapi lebih spesifik
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
@ All
Sebelumnya saya mau tanya dulu ya ttg kasus mendoakan orang sakit dgn bahasa roh ini.......
Apakah selama berdoa, si pendoa HANYA menggunakan bahasa roh terus sampai doanya selesai ?
Atau si pendoa berdoa bahasa roh, kemudian dicampur dgn bahasa indonesia ?
Mohon dishare...
Salam Damai
Dari pengalaman yang pernah saya dapatkan, dicampur dengan bahasa Indonesia.
Jadi berdoa dulu dengan bahasa Indonesia kemudian dilanjutkan dengan bahasa roh dan ditutup dengan bahasa Indonesia.
Bgmn dengan pengalaman teman2 yang lain ?
GBU
:)
-
Tentu saja kita menerima dengan baik doa yang diberikan oleh teman/ saudara/ sahabat kita even menurut kepercayaannya...
namun doa bahasa roh ini sepanjang tidak ada yang mengartikannya maka kita tidak tau artinya jangankan yang didoakan yang mendoakan dengan bahasa rohnya sendiri bisa tidak tau artinya jika dirinya tidak mempunyai karunia bernubuat... :)
Benar Mod, ngga semua orang yg diberi karunia bahasa Roh, diberi pula karunia menafsirkannya.
Maksud saya sebaiknya kita berhati2 menilai ttg keaslian bahasa roh tsb, siapa tahu memang dari Roh Kudus seperti yg diFirmankan dalam Roma 8 : 26 :)
jadi menurut saya sekali imho lebih baik teman2 yang punya karunia bahasa roh selain berdoa dengan bahasa roh juga berdoa dengan akal budinya.
salam damai :)
Memang mereka, teman2 Kharismatik, berdoa dengan akal budi dan berbahasa roh.
-
Benar Mod, ngga semua orang yg diberi karunia bahasa Roh, diberi pula karunia menafsirkannya.
Maksud saya sebaiknya kita berhati2 menilai ttg keaslian bahasa roh tsb, siapa tahu memang dari Roh Kudus seperti yg diFirmankan dalam Roma 8 : 26 :)
benar sis imho kalau di kita otoritas tersebut ada dalam Gereja dalam hal ini magisterium 1 TIm 3:15.
Dan ini bukan hanya dalam fenomena bahasa roh saja tetapi berbagai mujijat penyembuhan juga diserahkan penilaiannya kepada Gereja yang melibatkan iptek dan dunia medis juga :)
Memang mereka, teman2 Kharismatik, berdoa dengan akal budi dan berbahasa roh.
Nah ini lebih baik karena dengan akal budi maka baik yang didoakan dan jemaat yang lain dapat mengerti apa maksud doanya dan dapat juga meng-amininya. :)
salam :)
-
kalo begitu buat apa diterjemahkan kpd orang lain ?
apakah supaya orang lain jadi tahu kalo kita egois ?? :D
sebelon om jawab lebih jauh
ada beberapa hal yang perlu diketahui dan disamakan presepsinya terlebih dahulu supaya tidak menjadi ngawur arahnya
menurut pengertian presepsi om dan sebagaimana yang om dapatkan baik yang om baca di bible maupun di kharismatic katholik (PDKK } sejauh ini:
BAHASA ROH TIDAK DAPAT DI TERJEMAHKAN melainkan di tafsirkan
jadi andaikata seseorang bekata dalam bahasaroh seiki raba raba kemudian ada seseorang yang lain juga berkata dalam bahasa roh seiki raba raba juga tidaklah berarti mereka berbicara yang sama artinya
pertanyyaan om apakah dalam aliran kharismatic yang bo Djo anut bahasa roh dapat diterjemahkan ??
karena mungkin saja kharismatik katholik sudah ketinggalan zaman belum mencapai kemajuan kemampuan untuk menterjemahkan bahsa roh
jadi sebaiknya om tanyakan dulu dan menyamakan presepsi dulu, supaya nanti ketika bro nanya ke kulon om jawab ke wetan
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sebelon om jawab lebih jauh
ada beberapa hal yang perlu diketahui dan disamakan presepsinya terlebih dahulu supaya tidak menjadi ngawur arahnya
menurut pengertian presepsi om dan sebagaimana yang om dapatkan baik yang om baca di bible maupun di kharismatic katholik (PDKK } sejauh ini:
BAHASA ROH TIDAK DAPAT DI TERJEMAHKAN melainkan di tafsirkan
jadi andaikata seseorang bekata dalam bahasaroh seiki raba raba kemudian ada seseorang yang lain juga berkata dalam bahasa roh seiki raba raba juga tidaklah berarti mereka berbicara yang sama artinya
pertanyyaan om apakah dalam aliran kharismatic yang bo Djo anut bahasa roh dapat diterjemahkan ??
karena mungkin saja kharismatik katholik sudah ketinggalan zaman belum mencapai kemajuan kemampuan untuk menterjemahkan bahsa roh
jadi sebaiknya om tanyakan dulu dan menyamakan presepsi dulu, supaya nanti ketika bro nanya ke kulon om jawab ke wetan
Tuhan Yesus memberkati
Han
Salam Damai.
Memang bedanya apa Om, antara menterjemahkan dan mentafsirkan ?
Apakah menterjemahkan itu hasilnya selalu benar dan mentafsirkan itu hasilnya dapat benar dapat salah ?
GBu
:)
-
Salam Damai.
Memang bedanya apa Om, antara menterjemahkan dan mentafsirkan ?
Apakah menterjemahkan itu hasilnya selalu benar dan mentafsirkan itu hasilnya dapat benar dapat salah ?
GBu
:)
contoh analogi kalau om bilang I love You maka diterjemahkan saya cinta kamu
kalau dulu om bilang ehem didepan para gadis om ditafsir mau PDKT
kalau om bilang ehem waktu om besuk dirumah sakit ditafsir orang om ketularan flu orang
kalau om bilang ehem dirumah malam hari oleh si tante om disangka ada maunya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
contoh analogi kalau om bilang I love You maka diterjemahkan saya cinta kamu
kalau dulu om bilang ehem didepan para gadis om ditafsir mau PDKT
kalau om bilang ehem waktu om besuk dirumah sakit ditafsir orang om ketularan flu orang
kalau om bilang ehem dirumah malam hari oleh si tante om disangka ada maunya
Tuhan Yesus memberkati
Han
Kalau saya EHEM di depan om, gimana??
-
Kalau saya EHEM di depan om, gimana??
om musti lihat dulu raut mukanya ,kalau sembari senyum om tafsir nif setuju :deal:
tapi kalau nif ehem sembari melotot om buru buru pakai helm takut di :scold:
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sesuai Alkitab :
Bahasa roh adalah bahasa yang digunakan roh (kita) untuk menyampaikan keluh kesah kelemahan kita yang tidak terkatakan oleh akal pikiran kita
bahasa itu tidak dimengerti oleh siapapun termasuk oleh diri kita kecuali dapet karunia menafsirkan
jadi arah bahasa roh adalah manusia ----------ke--------> Tuhan
Kis 2 :11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Apakah orang2 ini sedang menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka ?
Lagipula jika mereka HANYA menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka, buat apa harus ditafsirkan kepada orang lain ? apakah supaya aib mereka diketahui orang lain ??
Ini om belum jawab....
-
sebelon om jawab lebih jauh
ada beberapa hal yang perlu diketahui dan disamakan presepsinya terlebih dahulu supaya tidak menjadi ngawur arahnya
menurut pengertian presepsi om dan sebagaimana yang om dapatkan baik yang om baca di bible maupun di kharismatic katholik (PDKK } sejauh ini:
BAHASA ROH TIDAK DAPAT DI TERJEMAHKAN melainkan di tafsirkan
jadi andaikata seseorang bekata dalam bahasaroh seiki raba raba kemudian ada seseorang yang lain juga berkata dalam bahasa roh seiki raba raba juga tidaklah berarti mereka berbicara yang sama artinya
pertanyyaan om apakah dalam aliran kharismatic yang bo Djo anut bahasa roh dapat diterjemahkan ??
karena mungkin saja kharismatik katholik sudah ketinggalan zaman belum mencapai kemajuan kemampuan untuk menterjemahkan bahsa roh
jadi sebaiknya om tanyakan dulu dan menyamakan presepsi dulu, supaya nanti ketika bro nanya ke kulon om jawab ke wetan
Tuhan Yesus memberkati
Han
Ini mah hanya masalah kata2 saja...
Baik menafsirkan / menterjemahkan, maksud saya adalah supaya orang lain bisa mengerti dan memahami yg dimaksud oleh si pendoa.
Terserah mau dibilang tafsir atau terjemah...
-
Salam Damai
Dari pengalaman yang pernah saya dapatkan, dicampur dengan bahasa Indonesia.
Jadi berdoa dulu dengan bahasa Indonesia kemudian dilanjutkan dengan bahasa roh dan ditutup dengan bahasa Indonesia.
Bgmn dengan pengalaman teman2 yang lain ?
GBU
:)
Kalo begitu, yg didoakan silahkan mengamini doa bagian awal dan akhir saja..... pas ditengah2 (bagian bahasa roh) silahkan berdoa sendiri. :)
Simple khan ? :P :P
-
Kis 2 :11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Apakah orang2 ini sedang menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka ?
Lagipula jika mereka HANYA menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka, buat apa harus ditafsirkan kepada orang lain ? apakah supaya aib mereka diketahui orang lain ??
Ini om belum jawab....
Ini mah hanya masalah kata2 saja...
Baik menafsirkan / menterjemahkan, maksud saya adalah supaya orang lain bisa mengerti dan memahami yg dimaksud oleh si pendoa.
Terserah mau dibilang tafsir atau terjemah...
Salam Damai.
Bos Djo ...
IMHO bahasa roh yang di Kisah Para Rasul berbeda dengan yang di Korintus.
Kalau di Kisah Para Rasul, yang mendengarkan terdiri dari berbagai macam bangsa dan mereka dapat mengerti tanpa dilakukan penterjemahan/penafsiran.
Sedangkan yang di Korintus, yang mendengarkan tidak mengerti sehingga perlu ditafsirkan/diterjemahkan.
Sedangkan yang terjadi saat ini, bahasa roh seperti yang di Korintus yang membutuhkan penterjemahan.
CMIIW
GBU
-
Kalo begitu, yg didoakan silahkan mengamini doa bagian awal dan akhir saja..... pas ditengah2 (bagian bahasa roh) silahkan berdoa sendiri. :)
Simple khan ? :P :P
Salam Damai.
Kalo pas ikutan di persekutuan kharismatik, yang memang melakukan seperti yang disarankan Bos Djo :swt:
GBU
:)
-
Salam Damai.
Bos Djo ...
IMHO bahasa roh yang di Kisah Para Rasul berbeda dengan yang di Korintus.
Kalau di Kisah Para Rasul, yang mendengarkan terdiri dari berbagai macam bangsa dan mereka dapat mengerti tanpa dilakukan penterjemahan/penafsiran.
Sedangkan yang di Korintus, yang mendengarkan tidak mengerti sehingga perlu ditafsirkan/diterjemahkan.
Sedangkan yang terjadi saat ini, bahasa roh seperti yang di Korintus yang membutuhkan penterjemahan.
CMIIW
GBU
Jadi kung Phoo sudah tahu ya kalo bahasa roh ada yg berbeda2 ? Ada yg perlu ditafsirkan dan ada yg tidak perlu ditafsirkan. :afro:
Ada bahasa roh yg berisi pengagungan kepada Allah, dan ada jg bahasa roh yg berisi keluh kesah dan kelemahan si pendoa.
Namun menurut bro Yopi, bahasa roh di pantekosta jg harus ditafsirkan. Karena itu menurut bro Yopi, Petrus lah yg kemudian menafsirkan bahasa roh tsb. :think1:
Dan menurut Om Han, bahasa roh itu cuma 1 macam.... yaitu HARUS ditafsirkan, dan isinya PASTI HANYA keluh kesah kelemahan orang tsb. Istilahnya curhat kpd Allah. Ya type2 orang egois gitu lah, yg cuma ngurusin pribadinya aja. :think:
Padahal di pentakosta ada contoh orang yg berbahasa roh isinya ttg pengagungan thdp perbuatan2 besar yg dilakukan Allah. :nod:
-
Lanjutan yang dulu
Syukurlah. Seharusnya murid2 Petrus jg tidak melarang orang berbahasa roh.
Apakah bro Djo pernah bertemu atau mengalami /mengetahui adanya murid murid Petrus yang melarang orang berbahasa roh sehingga Bro Djo meng"Haruskan " orang untuk tidak melarrang berbahasa roh ?
mohon di sharingkan kesaksian Bro yang demikian itu ???
Oke. Tidak ada larangan ya utk berdoa pribadi dalam ibadah. :deal:
.
tapi dalam batas batas tertentu ya
misalnya ibadah yang mana, dan doa pribadi yang bagaimana.
.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kis 2 :11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Apakah orang2 ini sedang menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka ?
Lagipula jika mereka HANYA menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka, buat apa harus ditafsirkan kepada orang lain ? apakah supaya aib mereka diketahui orang lain ??
Ini om belum jawab....
tentang fenomena ini
Kis 2 :11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Apakah orang2 ini sedang menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka ?
lihat yang om bold merah di ayat itu
mereka berkata kata dalam bahasa kita sendiri
ini berarti orang arab mendengar dalam bahasa arab orang yahudi mendengar dalam bahasa yahudi dan orang kreta mendengar dalam bahasa kereta
para pendengar bukan mendengar mereka berkata kata dalam bahasa roh melainkan dalam bahasa (arab ,kreta .yahudi )
Lagipula jika mereka HANYA menyampaikan keluh kesah dan kelemahan mereka, buat apa harus ditafsirkan kepada orang lain ? apakah supaya aib mereka diketahui orang lain ??
Dalam kaitannya dengan ayat yang diatas tentu saja sudah jelas mereka bukan sedang menyampaikan keluh kesah mereka sedang menceritakan tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." dan tentunya tidak lagi perlu ditafsirkan lagi sebab mereka berbicara bukan dalam bahasa roh melainkan dalam bahasa manusia (bahasa arab yahudi kreta)
Tuhan Yesus mmberkati
Han
-
Bahasa roh pertama membikin orang yang tidak ngerti menjadi mengerti karena karunia bahasa tempat tinggal mereka masing masing tetapi sekarang bahasa roh membikin orang yang ngerti menjadi tidak ngerti karena hanya racauan doang yang didengar.
-
Bahasa roh pertama membikin orang yang tidak ngerti menjadi mengerti karena karunia bahasa tempat tinggal mereka masing masing tetapi sekarang bahasa roh membikin orang yang ngerti menjadi tidak ngerti karena hanya racauan doang yang didengar.
??????? :think1: :think1:
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bahasa roh pertama membikin orang yang tidak ngerti menjadi mengerti karena karunia bahasa tempat tinggal mereka masing masing tetapi sekarang bahasa roh membikin orang yang ngerti menjadi tidak ngerti karena hanya racauan doang yang didengar.
Salam Damai.
Yang dapat dimengerti banyak orang yang diceritakan di Kisah Para Rasul.
Kalo yang di Korintus .... enggak dimengerti.
CMIIW
GBU
:)
-
Salam Damai.
Yang dapat dimengerti banyak orang yang diceritakan di Kisah Para Rasul.
Kalo yang di Korintus .... enggak dimengerti.
CMIIW
GBU
:)
Bahasa roh adalah bahasa didalam lidah bahasa asing dari suatu suku bangsa bukan racauan yang tidak ada tatabahasanya.
-
??????? :think1: :think1:
Tuhan Yesus memberkati
Han
post 433 !
-
Bahasa roh adalah bahasa didalam lidah bahasa asing dari suatu suku bangsa bukan racauan yang tidak ada tatabahasanya.
Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
Kalo kita nggak ngerti ucapan mereka, bukan berarti mereka yg ngomongnya ngaco kan ?
Salam.
-
Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
Kalo kita nggak ngerti ucapan mereka, bukan berarti mereka yg ngomongnya ngaco kan ?
Salam.
Kalau pakai bahasa manusia sih tidak mungkin ngaco melainkan bisa dimengerti oleh pemakai bahasa itu sendiri.
-
Kalau pakai bahasa manusia sih tidak mungkin ngaco melainkan bisa dimengerti oleh pemakai bahasa itu sendiri.
Kata siapa ? ayat please ?
-
Kata siapa ? ayat please ?
Kis.2:8 - 10 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.
-
Kis.2:8 - 10 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.
Kalau karunia bahasa roh yang di korintus bagaimana bro ?
-
Kis.2:8 - 10 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.
Saat ini kira2 ada berapa ratus bahasa yg bro kuasai ?
Takutnya nih, bro menganggap mereka cuma meracau saja hanya karena bro nggak ngerti bahasa mereka.... padahal sudah saya kasih ayatnya bahwa tidak ada satupun yg berbunyi itu tidak memiliki arti.
-
Kalau karunia bahasa roh yang di korintus bagaimana bro ?
Disitulah Paulus banyak mencela bahasa roh.
-
Kis.2:8 - 10 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.
Saat ini kira2 ada berapa ratus bahasa yg bro kuasai ?
Takutnya nih, bro menganggap mereka cuma meracau saja hanya karena bro nggak ngerti bahasa mereka.... padahal sudah saya kasih ayatnya bahwa tidak ada satupun yg berbunyi itu tidak memiliki arti.
Kalau bahasa roh sekarang sama sekali tidak jelas apa artinya karena hanya mengguman belaka,padahal harusnya dalam bahasa manusia.
-
Kalau bahasa roh sekarang sama sekali tidak jelas apa artinya karena hanya mengguman belaka,padahal harusnya dalam bahasa manusia.
makanya saya tanya bro..... ada berapa bahasa yg bro tahu saat ini tepatnya ?
-
makanya saya tanya bro..... ada berapa bahasa yg bro tahu saat ini tepatnya ?
Banyak sekali bahasa suku bangsa yang dipakai manusia dan saya tidak tahu persis ada berapa.
-
Banyak sekali bahasa suku bangsa yang dipakai manusia dan saya tidak tahu persis ada berapa.
terus darimana anda tahu mereka sedang menggumam ?
-
terus darimana anda tahu mereka sedang menggumam ?
Kalau seperti dibawah ini pasti mengguman namanya :
“prou pray proddey…pa palasate pa pau pu pe, teli teratata taw, terea, te..te..te..te.., vole virte elle letelede…tele…tele..luto…singe…imba…imba…imba”.
-
Kalau seperti dibawah ini pasti mengguman namanya :
“prou pray proddey…pa palasate pa pau pu pe, teli teratata taw, terea, te..te..te..te.., vole virte elle letelede…tele…tele..luto…singe…imba…imba…imba”.
kalau seperti diatas jawabannya pasti sotoy namanya...
-
kalau seperti diatas jawabannya pasti sotoy namanya...
Demikianlah seseorang yang pernah merekamnya sehingga tidak ada satupun yang ngerti apa artinya sedangkan Paulus melarang bahasa roh kalau tidak ada penterjemah.
Jadi memang banyak bahasa roh yang palsu.
-
Disitulah Paulus banyak mencela bahasa roh.
Afaik yang dipersoalkan adalah pelaksanaan bahasa rohnya bukan karunia bahasa roh itu sendiri karena Paulus pun mempunyai karunia bahasa roh seperti jemaat Korintus.
-
Afaik yang dipersoalkan adalah pelaksanaan bahasa rohnya bukan karunia bahasa roh itu sendiri karena Paulus pun mempunyai karunia bahasa roh seperti jemaat Korintus.
Yang menjadi persoalan adalah bahwa bahasa roh adalah bahasa dari berbagai suku bangsa bukan bahasa mantera yang tidak dimengerti.
-
Demikianlah seseorang yang pernah merekamnya sehingga tidak ada satupun yang ngerti apa artinya sedangkan Paulus melarang bahasa roh kalau tidak ada [/b] penterjemah.[/b]
yang ini om tidak setuju (lhat yang di bold)
karena Paulus TIDAK MELARANG sseorang berbahasa roh melainkan mengendaki supaya yang berbahasa Roh itu tertib (seorang demi seorang)
Bahasa roh tidak dapat diterjemahkan melainkan di tafsirkan
sampai sekarang ini blon pernah terbit Kamus bahasa Roh
Jadi memang banyak bahasa roh yang palsu.
yang ini om setuju .
banyak sekali bahasa roh yang palsu, hal ini disebabkan karena berangapan bahwa kalau tidak berbahasa roh kurang afdol ,sehingga mereka meniru niru perkataan bahasa roh ,ataupun ngarang sendiri perkataan toh mereka pikir tidak ada yang tau
padahal janganlah berbangga hati karena bahasa roh bukan untuk pamer ,bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beiman
Tuhan Yesus memberkati
han
-
yang ini om tidak setuju (lhat yang di bold)
karena Paulus TIDAK MELARANG sseorang berbahasa roh melainkan mengendaki supaya yang berbahasa Roh itu tertib (seorang demi seorang)
Bahasa roh tidak dapat diterjemahkan melainkan di tafsirkan
sampai sekarang ini blon pernah terbit Kamus bahasa Roh
yang ini om setuju .
banyak sekali bahasa roh yang palsu, hal ini disebabkan karena berangapan bahwa kalau tidak berbahasa roh kurang afdol ,sehingga mereka meniru niru perkataan bahasa roh ,ataupun ngarang sendiri perkataan toh mereka pikir tidak ada yang tau
padahal janganlah berbangga hati karena bahasa roh bukan untuk pamer ,bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beiman
Tuhan Yesus memberkati
han
1 Kor.14:9,10 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara.Ada banyak -- entah berapa banyak -- macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti
Jadi Paulus melarang berkata kata dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti seperti mantera orang kafir.
-
1 Kor.14:9,10 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara.Ada banyak -- entah berapa banyak -- macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti
Jadi Paulus melarang berkata kata dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti seperti mantera orang kafir.
18 Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. (1Co 14:18-19 ITB)
IMHO pelarangan tersebut bila tidak diterjemahkan.
Tapi kalo sendirian kemudian berbahasa roh (yg tidak dimengerti) menurut saya enggak dilarang karena membangun diri sendiri.
Rasul Paulus sendiri juga berbahasa roh.
:)
-
IMHO pelarangan tersebut bila tidak diterjemahkan.
Tapi kalo sendirian kemudian berbahasa roh (yg tidak dimengerti) menurut saya enggak dilarang karena membangun diri sendiri.
Rasul Paulus sendiri juga berbahasa roh.
:)
Kalau ngomong bahasa roh sendiri apa dia sadar apa yang dia katakan ?
-
Kalau ngomong bahasa roh sendiri apa dia sadar apa yang dia katakan ?
2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (1Co 14:2 ITB)
4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. (1Co 14:4 ITB)
Enggak. :)
Tapi dapat membangun diri sendiri.
Jawaban saya adalah berdasarkan teori saja. Untuk prakteknya saya tidak bisa berbahasa roh.
Dilanjut Bro diskusinya dengan teman2 yang berbahasa roh.
GBU
:)
-
Demikianlah seseorang yang pernah merekamnya sehingga tidak ada satupun yang ngerti apa artinya sedangkan Paulus melarang bahasa roh kalau tidak ada penterjemah.
Jadi memang banyak bahasa roh yang palsu.
Kalau ngomong bahasa roh sendiri apa dia sadar apa yang dia katakan ?
kalo semua orang mengerti ucapan tsb, lantas dimana letak rahasianya ??? :think1:
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
-
Kalau ngomong bahasa roh sendiri apa dia sadar apa yang dia katakan ?
Biarpun banyakan dia tidak akan ngerti apa yang dia omongin ,kecuali kalu dia juga beroleh karunia untuk menafsirkannya saat itu
oleh sebab itu sebaiknya tatkala membangun diri sendiri dilakukan sendiri di rumah di kamar yang dikunci supaya tidak menggangu konsentrasi jemat lainnya
pada celingukan
I Korintus 14
14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
kalo semua orang mengerti ucapan tsb, lantas dimana letak rahasianya ??? :think1:
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kalau dia sendiri tidak sadar apa yang dikatakannya apa gunanya bahasa roh ?
1 Kor.14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Paulus sudah memperingatkan sesuatu yang tidak dimengerti itu tidak ada gunanya bagi pertumbuhan iman.
-
Kalau dia sendiri tidak sadar apa yang dikatakannya apa gunanya bahasa roh ?
1 Kor.14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
Paulus sudah memperingatkan sesuatu yang tidak dimengerti itu tidak ada gunanya bagi pertumbuhan iman.
lhoo ??
Yg jelas bahasa roh itu berguna utk si pendoa....
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,.....
Meskipun dia sendiri nggak ngerti, tapi Alkitab bilang ia membangun dirinya sendiri..... tidak useless... !!!
------------------------------------------------------------------------
Lebih baik bro baca thread ini dari awal deh.... supaya nggak ngulang2 lagi pertanyaan serupa.
-
lhoo ??
Yg jelas bahasa roh itu berguna utk si pendoa....
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,.....
Meskipun dia sendiri nggak ngerti, tapi Alkitab bilang ia membangun dirinya sendiri..... tidak useless... !!!
------------------------------------------------------------------------
Lebih baik bro baca thread ini dari awal deh.... supaya nggak ngulang2 lagi pertanyaan serupa.
Adakah ayatnya berdoa dengan bahasa roh ?
-
Adakah ayatnya berdoa dengan bahasa roh ?
1 Kor 14:14
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
cukup ??
-
lhoo ??
Yg jelas bahasa roh itu berguna utk si pendoa....
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,.....
Meskipun dia sendiri nggak ngerti, tapi Alkitab bilang ia membangun dirinya sendiri..... tidak useless... !!!
------------------------------------------------------------------------
Yup :deal: :deal:
-
1 Kor 14:14
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
cukup ??
Berdoa tidak pakai akal budi ?
Bagaimana kita bisa memahami berdoa tanpa kita mengerti apa yang kita doakan ?
Itu hanyalah kritikan Paulus akan cara berdoa yang salah.
1Kor 14:14 tidak mendukung doa dengan bahasa Roh, karena ayat ini hanya merupakan suatu sindiran.
-
Berdoa tidak pakai akal budi ?
Bagaimana kita bisa memahami berdoa tanpa kita mengerti apa yang kita doakan ?
Itu hanyalah kritikan Paulus akan cara berdoa yang salah.
1Kor 14:14 tidak mendukung doa dengan bahasa Roh, karena ayat ini hanya merupakan suatu sindiran.
Jangan maksa bro !!!!!
(15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
dua2nya berjalan berdampingan. Paham ???
-
Jangan maksa bro !!!!!
(15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
dua2nya berjalan berdampingan. Paham ???
Paham kalau berdoa dengan roh dan akalbudi tetapi tidak setuju kalau berdoa tidak pakai akal budi karena itu sindiran sifatnya.
-
Yang menjadi persoalan adalah bahwa bahasa roh adalah bahasa dari berbagai suku bangsa bukan bahasa mantera yang tidak dimengerti.
Jadi anda berpendapat bahwa karunia bahasa roh di korintus dan KIS itu sama?
-
Jadi anda berpendapat bahwa karunia bahasa roh di korintus dan KIS itu sama?
Berbeda,makanya dikritik oleh Paulus.
-
Paham kalau berdoa dengan roh dan akalbudi tetapi tidak setuju kalau berdoa tidak pakai akal budi karena itu sindiran sifatnya.
Lah memangnya siapa yg berdoa tidak pernah pakai akal budi ???
Siapa yg berdoa SELALU hanya dgn bahasa roh saja ???
Maksud Paulus adalah bahasa rohnya silahkan jalan, bahasa sehari2nya silahkan jalan. Jangan main cut aja...
-
Lah memangnya siapa yg berdoa tidak pernah pakai akal budi ???
Siapa yg berdoa SELALU hanya dgn bahasa roh saja ???
Maksud Paulus adalah bahasa rohnya silahkan jalan, bahasa sehari2nya silahkan jalan. Jangan main cut aja...
Maksud saya kalau pakai akal budi berarti bahasa yang dipakai adalah bahasa yang dipahami oleh akal budi bukan bahasa mantera yang tidak jelas bunyinya.
-
Berbeda,makanya dikritik oleh Paulus.
Keluarkan ayatnya jika Paulus melarang umat berbahasa roh !!!!
Yg ditekankan Paulus dlm Korintus adalah spy umat lebih mengejar karunia bernubuat dan menafsirkan. Tapi Paulus sama sekali TIDAK melarang umat berbahasa roh.
Bahkan Paulus sendiri TETAP berbahasa roh. Dan umat lain jg tidak mengerti bahasa roh dan tidak dibangun imannya oleh bahasa roh Paulus. Karena itulah Paulus juga berdoa dgn akal budinya....
So ???
-
Keluarkan ayatnya jika Paulus melarang umat berbahasa roh !!!!
Yg ditekankan Paulus dlm Korintus adalah spy umat lebih mengejar karunia bernubuat dan menafsirkan. Tapi Paulus sama sekali TIDAK melarang umat berbahasa roh.
Bahkan Paulus sendiri TETAP berbahasa roh. Dan umat lain jg tidak mengerti bahasa roh dan tidak dibangun imannya oleh bahasa roh Paulus. Karena itulah Paulus juga berdoa dgn akal budinya....
So ???
Yang dikritik Paulus adalah bahasa yang tidak dimengerti jemaat !
-
Maksud saya kalau pakai akal budi berarti bahasa yang dipakai adalah bahasa yang dipahami oleh akal budi bukan bahasa mantera yang tidak jelas bunyinya.
lah iya lah namanya juga ucapan rahasia.....
Anda tahu dong artinya rahasia...???? kalo saya ngomong sesuatu dan anda mengerti, itu namanya bukan rahasia !!!
Ada hal/kata2 yg tidak bisa diucapkan oleh otak dan pikiran kamu sbg manusia, maka dari itu roh kamulah yg bicara dgn dibantu oleh Roh Kudus.
Simple kan ?
-
lah iya lah namanya juga ucapan rahasia.....
Anda tahu dong artinya rahasia...???? kalo saya ngomong sesuatu dan anda mengerti, itu namanya bukan rahasia !!!
Ada hal/kata2 yg tidak bisa diucapkan oleh otak dan pikiran kamu sbg manusia, maka dari itu roh kamulah yg bicara dgn dibantu oleh Roh Kudus.
Simple kan ?
Kalau siapapun tidak mengerti tidak ada gunanya rahasia itu.
-
Yang dikritik Paulus adalah bahasa yang tidak dimengerti jemaat !
Lagi-lagi salah.....!!!
Paulus sdg mengingatkan jemaat agar jg mengejar karunia menafsirkan..... jgn berhenti atau cepat puas setelah mendapat karunia berbahasa roh saja.
-
Kalau siapapun tidak mengerti tidak ada gunanya rahasia itu.
Lho ?????
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Allah mengerti kok...
Memangnya kepada siapa anda berdoa ?????
Kepada Allah atau kepada manusia ??? :doh:
-
Lagi-lagi salah.....!!!
Paulus sdg mengingatkan jemaat agar jg mengejar karunia menafsirkan..... jgn berhenti atau cepat puas setelah mendapat karunia berbahasa roh saja.
1 Kor.14:10 Ada banyak -- entah berapa banyak -- macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
Jadi bahasa roh/lidah merupakan bahasa suatu suku bangsa tertentu bukan bunyi yang tidak ada artinya.
-
Lho ?????
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Allah mengerti kok...
Memangnya kepada siapa anda berdoa ?????
Kepada Allah atau kepada manusia ??? :doh:
Baca post 476
-
1 Kor.14:10 Ada banyak -- entah berapa banyak -- macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
Jadi bahasa roh/lidah merupakan bahasa suatu suku bangsa tertentu bukan bunyi yang tidak ada artinya.
Saya udah bilang kamu jangan sok tahu.....
saya tanya ada berapa ratus bahasa yg kamu kuasai saat ini.... kamu ngga mau jawab.
Lalu bagaimana bisa kamu haqul yakin bahwa bunyi itu tidak ada artinya ????
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kalo database kamu yg error, jgn orang lain yg disalahkan...
Kalo SETIAP orang bisa mengerti ucapannya, lebih baik ayat diatas dibuang saja !!!!
-
1 Kor.14:10 Ada banyak -- entah berapa banyak -- macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
Jadi bahasa roh/lidah merupakan bahasa suatu suku bangsa tertentu bukan bunyi yang tidak ada artinya.
Ayat yg anda berikan justru menolak argumen anda. Setiap bunyi pasti memiliki arti, walaupun anda bilang itu meracau / mantra.
Justru itu ayat referensi dari saya..... :)
-
Saya udah bilang kamu jangan sok tahu.....
saya tanya ada berapa ratus bahasa yg kamu kuasai saat ini.... kamu ngga mau jawab.
Lalu bagaimana bisa kamu haqul yakin bahwa bunyi itu tidak ada artinya ????
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kalo database kamu yg error, jgn orang lain yg disalahkan...
Kalo SETIAP orang bisa mengerti ucapannya, lebih baik ayat diatas dibuang saja !!!!
Bagaimana orang bisa berdoa kepada Allah pakai bahasa yang dia sendiri tidak ngerti dengan akal budinya ???
Tidak logis sama sekali.
-
Ayat yg anda berikan justru menolak argumen anda. Setiap bunyi pasti memiliki arti, walaupun anda bilang itu meracau / mantra.
Justru itu ayat referensi dari saya..... :)
Bunyi itu mengikuti suatu kaidah aturan tatabahasa yang baku dari suatu suku bangsa tertentu bukan seperti orang meracau tidak jelas apa yang dikatakannya.
-
Saya udah bilang kamu jangan sok tahu.....
saya tanya ada berapa ratus bahasa yg kamu kuasai saat ini.... kamu ngga mau jawab.
Lalu bagaimana bisa kamu haqul yakin bahwa bunyi itu tidak ada artinya ????
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Kalo database kamu yg error, jgn orang lain yg disalahkan...
Kalo SETIAP orang bisa mengerti ucapannya, lebih baik ayat diatas dibuang saja !!!!
1, Bagaimana mungkin berdoa dalam bahasa lidah kalau doa itu harus diterjemahkan (1 Korintus 14:13-17)?
2.Bagaimana berdoa dalam bahasa lidah membangun diri sendiri padahal Alkitab mengatakan bahwa karunia roh adalah untuk membangun gereja dan bukan diri sendiri (1 Korintus 12:7)?
3. Bagaimana bahasa lidah dapat merupakan bahasa doa pribadi kalau bahasa lidah adalah “tanda untuk mereka yang tidak percaya” (1 Korintus 14:22)?
4.Nyata dengan jelas dalam Alkitab bahwa tidak semua orang memiliki karunia bahasa lidah (1 Korintus 12:11, 28-30). Bagaimana bahasa lidah dapat menjadi karunia untuk membangun diri sendiri kalau tidak semua orang percaya memilikinya? Bukankah kita semua perlu dibangun?
-
Sejak kapan Roh perlu pake bahasa, tong? Wkwkwkwkwkwkwk
Makin aneh aneh aja nih, wkwkwkwkwkwkwkwk
-
Berbeda,makanya dikritik oleh Paulus.
Perbedaannya yang satu tidak perlu diterjemahkan lagi / ditapsirkan lagi karena masing2 orang mengerti dan yang satu butuh ditapsirkan jika dalam pertemuan jemaat bukankah begitu :)
-
Perbedaannya yang satu tidak perlu diterjemahkan lagi / ditapsirkan lagi karena masing2 orang mengerti dan yang satu butuh ditapsirkan jika dalam pertemuan jemaat bukankah begitu :)
Paulus mewajibkan selalu ada penterjemah kalau ada yang menggunakan bahasa lidah/roh karena itu memang bahasa manusia.
-
Bagaimana orang bisa berdoa kepada Allah pakai bahasa yang dia sendiri tidak ngerti dengan akal budinya ???
Tidak logis sama sekali.
Lha Alkitab bilang gitu kok....., dibaca nggak Alkitabnya ???
Waktu para rasul ngomong bahasa daerah lain (luar galilea), kamu pikir para rasul ngerti apa yg mereka ucapkan ??
Think !!!
-
Lha Alkitab bilang gitu kok....., dibaca nggak Alkitabnya ???
Waktu para rasul ngomong bahasa daerah lain (luar galilea), kamu pikir para rasul ngerti apa yg mereka ucapkan ??
Think !!!
Kamu yang tidak memahami gaya bahasa Paulus yang merupakan sindiran.
Baca post 482
-
Paulus mewajibkan selalu ada penterjemah kalau ada yang menggunakan bahasa lidah/roh karena itu memang bahasa manusia.
konteksnya dalam pertemuan di jemaat kan ...dan untuk membangun jemaat kalau untuk membangun diri sendiri apakah ada larangan seperti itu dari Paulus?
-
konteksnya dalam pertemuan di jemaat kan ...dan untuk membangun jemaat kalau untuk membangun diri sendiri apakah ada larangan seperti itu dari Paulus?
Sudah saya jawab dalam post 482
-
Sudah saya jawab dalam post 482
ok sementara dari saya cukup silahkan dilanjutkan dengan yang lain
salam :)
-
ok sementara dari saya cukup silahkan dilanjutkan dengan yang lain
salam :)
salam kembali !
-
Bunyi itu mengikuti suatu kaidah aturan tatabahasa yang baku dari suatu suku bangsa tertentu bukan seperti orang meracau tidak jelas apa yang dikatakannya.
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa suku asmat ??
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa homo sapiens ??
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa pithecanthropus erectus ?
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa seediq bale ?
tell me, apalagi yg anda tahu ?
-
Kamu yang tidak memahami gaya bahasa Paulus yang merupakan sindiran.
Baca post 482
kamu nggak jawab pertanyaan saya !!!
Waktu pentakosta, para rasul berbahasa roh. Apakah mereka mengerti apa yg mereka ucapkan ???
Mengerti atau tidak mengerti, jawab itu saja !!!
-
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa suku asmat ??
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa homo sapiens ??
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa pithecanthropus erectus ?
kamu ngerti kaidah aturan tatabahasa seediq bale ?
tell me, apalagi yg anda tahu ?
Saya tidak mengerti bahasa mereka tetapi kalau memang bahasa mereka yang dipakai didalam pemberitaan Firman itu memang Alkitabiah.
Kalau tidak memakai bahasa manusialah yang dikritik secara sinis oleh Paulus.
Sudah ngerti ?
-
kamu nggak jawab pertanyaan saya !!!
Waktu pentakosta, para rasul berbahasa roh. Apakah mereka mengerti apa yg mereka ucapkan ???
Mengerti atau tidak mengerti, jawab itu saja !!!
Mereka tentu mengerti karena mereka memakai bahasa ibu mereka tetapi para pendengar yang mendengar dalam bahasa perantauan mereka karena pekerjaan keajaiban Roh Kudus.
-
Paulus mewajibkan selalu ada penterjemah kalau ada yang menggunakan bahasa lidah/roh karena itu memang bahasa manusia.
Kis 2 :4 siapa yg menterjemahkan ??
Kis 10 : 46 siapa yg menterjemahkan ??
Kis 19 : 6 siapa yg menterjemahkan ??
-
Mereka tentu mengerti karena mereka memakai bahasa ibu mereka tetapi para pendengar yang mendengar dalam bahasa perantauan mereka karena pekerjaan keajaiban Roh Kudus.
maksudnya ??
-
Kis 2 :4 siapa yg menterjemahkan ??
Kis 10 : 46 siapa yg menterjemahkan ??
Kis 19 : 6 siapa yg menterjemahkan ??
Roh Kudus yang bekerja sebagaimana ketika Pentakosta !
-
maksudnya ??
Pembicara berbicara dalam dia sendiri tetapi pendengar mendengar dalam bahasa mereka.
-
1, Bagaimana mungkin berdoa dalam bahasa lidah kalau doa itu harus diterjemahkan (1 Korintus 14:13-17)?
2.Bagaimana berdoa dalam bahasa lidah membangun diri sendiri padahal Alkitab mengatakan bahwa karunia roh adalah untuk membangun gereja dan bukan diri sendiri (1 Korintus 12:7)?
3. Bagaimana bahasa lidah dapat merupakan bahasa doa pribadi kalau bahasa lidah adalah “tanda untuk mereka yang tidak percaya” (1 Korintus 14:22)?
4.Nyata dengan jelas dalam Alkitab bahwa tidak semua orang memiliki karunia bahasa lidah (1 Korintus 12:11, 28-30). Bagaimana bahasa lidah dapat menjadi karunia untuk membangun diri sendiri kalau tidak semua orang percaya memilikinya? Bukankah kita semua perlu dibangun?
Semua ayat kamu tabrak-tabrakin semaunya saja bro.... :(
-
Pembicara berbicara dalam dia sendiri tetapi pendengar mendengar dalam bahasa mereka.
:o :o :o
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Jadi begitu ya pengertian yg kamu dapatkan saat membaca ayat diatas ??
-
Roh Kudus yang bekerja sebagaimana ketika Pentakosta !
Jawab saja, siapa yg menterjemahkan ???
Kan kamu bilang wajib harus ada yg menterjemahkan ....
-
Semua ayat kamu tabrak-tabrakin semaunya saja bro.... :(
Begitulah seharusnya didalam memahami apa yang dimaksudkan Paulus dengan bahasa lidah/roh,bukan seperti sekarang yang :
1.Bunyi bunyian tidak jelas.
2.Tidak bergiliran sehingga kacau
3.Tidak ada penterjemah
4.Suasana ekstasi mirip kesurupan
5.Perempuan juga berbahasa lidah padahal dilarang.
-
:o :o :o
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Jadi begitu ya pengertian yg kamu dapatkan saat membaca ayat diatas ??
Demikianlah kesaksian yang saya dengar dari dari seseorang Amerika yang berkotbah didalam bahasa Inggris di Rusia tetapi pendengarnya mendengar didalam bahasa mereka.
-
Jawab saja, siapa yg menterjemahkan ???
Kan kamu bilang wajib harus ada yg menterjemahkan ....
Kalau Roh Kudus yang sudah bekerja menterjemahkan kedalam masing masing bahasa manusia tidak perlu ada orang lain lagi yang sok jago.
-
Demikianlah kesaksian yang saya dengar dari dari seseorang Amerika yang berkotbah didalam bahasa Inggris di Rusia tetapi pendengarnya mendengar didalam bahasa mereka.
hahahahha....
Jadi yg terjadi saat pentakosta PASTI SAMA PERSIS seperti kesaksian yg kamu dengar itu ??
-
Kalau Roh Kudus yang sudah bekerja menterjemahkan kedalam masing masing bahasa manusia tidak perlu ada orang lain lagi yang sok jago.
:rofl: :rofl:
kalo gitu ngapain kamu maksa harus ada yg menterjemahkan ?? Kan udah Roh Kudus yg menterjemahkan ?? :doh: :doh:
Biar saja kalo ada yg mau berbahasa roh, kan nanti Roh Kudus yg menterjemahkan.... :P :P
-
hahahahha....
Jadi yg terjadi saat pentakosta PASTI SAMA PERSIS seperti kesaksian yg kamu dengar itu ??
Demikianlah karena 3.120 orang yang menerima pemberitaan Injil hanya oleh beberapa Rasul didalam peristiwa Pentakosta.
-
:rofl: :rofl:
kalo gitu ngapain kamu maksa harus ada yg menterjemahkan ?? Kan udah Roh Kudus yg menterjemahkan ?? :doh: :doh:
Biar saja kalo ada yg mau berbahasa roh, kan nanti Roh Kudus yg menterjemahkan.... :P :P
Penterjemahan Roh Kudus tidak selamanya berlangsung makanya Paulus mewajibkan ada penterjemah lain.
-
Demikianlah karena 3.120 orang yang menerima pemberitaan Injil hanya oleh beberapa Rasul didalam peristiwa Pentakosta.
lha ?? mereka bertobat karena mendengar khotbah atau karena mendengar bahasa roh ??
-
lha ?? mereka bertobat karena mendengar khotbah atau karena mendengar bahasa roh ??
Mendengar kotbah ditambah fenomena turunnya Roh Kudus sebagai proklamasi hari lahirnya gereja Kristus.
-
Kalau Roh Kudus yang sudah bekerja menterjemahkan kedalam masing masing bahasa manusia tidak perlu ada orang lain lagi yang sok jago.
Mana ayatnya kalo dalam ketiga kejadian tsb, Roh Kudus menterjemahkan kpd orang2... ?
-
Mana ayatnya kalo dalam ketiga kejadian tsb, Roh Kudus menterjemahkan kpd orang2... ?
Kalau bukan Roh Kudus yang melakukan itu emangnya siapa karena itu merupakan fakta ketika Pentakosta terjadi.
masakan roh Setan ?
-
Mendengar kotbah ditambah fenomena turunnya Roh Kudus sebagai proklamasi hari lahirnya gereja Kristus.
Lha iya karena mendengar khotbah....... bukan krn mendengar bahasa roh mereka. Justru awalnya banyak yg menyindir bahasa roh pra rasul....
Itu membuktikan bahwa banyak yg kagak mengerti ucapan bahasa roh para rasul....karena itu mereka menyindir....
-
Lha iya karena mendengar khotbah....... bukan krn mendengar bahasa roh mereka. Justru awalnya banyak yg menyindir bahasa roh pra rasul....
Itu membuktikan bahwa banyak yg kagak mengerti ucapan bahasa roh para rasul....karena itu mereka menyindir....
Alkitab mengatakan mereka mendengar kotbah itu didalam bahasa perantauan mereka sendiri,berarti bahasa manusia yang dipakai.
-
Kalau bukan Roh Kudus yang melakukan itu emangnya siapa karena itu merupakan fakta ketika Pentakosta terjadi.
masakan roh Setan ?
Lah makanya saya tanya..... siapa yg menterjemahkan bahasa roh di 3 peristiwa itu ??
terus kamu bilang yg menterjemahkan Roh Kudus.... lah dasar alkitabnya apa ??
-
Lah makanya saya tanya..... siapa yg menterjemahkan bahasa roh di 3 peristiwa itu ??
terus kamu bilang yg menterjemahkan Roh Kudus.... lah dasar alkitabnya apa ??
Dasar Alkitabnya bahwa mujizat itu hanya bisa dilakukan oleh Allah.
Saya tanya kamu balik kalau bukan Roh Kudus emangnya siapa ?
-
Alkitab mengatakan mereka mendengar kotbah itu didalam bahasa perantauan mereka sendiri,berarti bahasa manusia yang dipakai.
dan disitu bukan cuma ada orang perantauan saja... ada jg orang galileanya....
Dan terbukti mereka tidak mengerti ucapan rasul...., karena itu mereka menyindir bahwa para rasul sedang mabuk
Ini membuktikan bahwa bahasa para rasul TIDAK DIMENGERTI oleh mereka !!!
Dan terbukti argumen kamu salah.
-
dan disitu bukan cuma ada orang perantauan saja... ada jg orang galileanya....
Dan terbukti mereka tidak mengerti ucapan rasul...., karena itu mereka menyindir bahwa para rasul sedang mabuk
Ini membuktikan bahwa bahasa para rasul TIDAK DIMENGERTI oleh mereka !!!
Dan terbukti argumen kamu salah.
hanya yang mendapat anugerah yang bisa mengerti sedangkan 3.120 bisa mengerti dan bertobat.
Jadi argumentasimu yang keliru.
-
Dasar Alkitabnya bahwa mujizat itu hanya bisa dilakukan oleh Allah.
kamu ini sedang ngomongin apa sih ?? :think1: :think1:
Saya tanya kamu balik kalau bukan Roh Kudus emangnya siapa ?
Saya akan jawab bahwa dalam peristiwa itu tidak ada yg menterjemahkan.
-
@solideogloria
Sebentar ya saya mau tanya dulu sama kamu nih...
Jadi menurut kamu bahasa roh itu apaan sih ?
Kamu bilang bahwa para rasul itu berbicara menggunakan bahasa ibu mereka, tapi yg mendengarkan bisa mendengarkan ucapan mereka dalam bahasa masing2.
benar begitu yg disebut bahasa roh ??
Lalu buat apa karunia menafsirkan bahasa roh jika tiap2 orang sebenarnya menggunakan bahasa ibu mereka ??
-
kamu ini sedang ngomongin apa sih ?? :think1: :think1:
Saya akan jawab bahwa dalam peristiwa itu tidak ada yg menterjemahkan.
Bahasa roh yang terjadi didalam peristiwa Pentakosta adalah mujizat karena itu tidak mungkin terjadi secara natural melainkan kuasa supranatural.
Kalau kuasa supranatural tidak ada yang melakukan maka komentarmu aneh bin ajaib !
-
Paulus mewajibkan selalu ada penterjemah kalau ada yang menggunakan bahasa lidah/roh karena itu memang bahasa manusia.
Paulus tidak mewajibkan ada penterjemah karena memang bahasaroh belum ada kamusnya dan tidak pernah akan ada kamusnya ,karena bahasaroh bukan bahasa manusia jadi hanya bisa ditafsirkan saja (oleh orang yang iberi karuna untuk menafsrkan saat iu)
penting untuk diketahui tentang perbedaan menafsirkan dan menterjemahkan
akan om jelaskan pada posting balasan yang terlewat pada bro Djo berikutnya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Ini mah hanya masalah kata2 saja...
Baik menafsirkan / menterjemahkan, maksud saya adalah supaya orang lain bisa mengerti dan memahami yg dimaksud oleh si pendoa.
Terserah mau dibilang tafsir atau terjemah...
balasan posting yang terlewat
memang hanya masalah kata kata saja, om juga ngerti maksud nif.
akan tetapi om sekali lagi menegaskan bahwa menafsir tidak sama dengan men terjemahkan karena sampai sekarang bln ada kamus bahasa roh
om bukan maksud memojokan nif, akan tetapi om merasa ada bahaya dari pengertian mempesamakan tafsir dengan tejemah
bedanya disini suatu kata kalau diterjemahkan akan mempunyai satu atau beberapa arti yang Tetap
akan tetapi suatu kata (dalam bahasa roh) kalau di tafsirkan akan menjadi banyak arti multi tafsir
bahayanya begini :pernah dalam suatu diskusi di forum lain ada yang mengatakan bahwa kata kata bahasa roh :seiki raba raba mempunyai arti /terjemahan nya adalah "terkutuklah Y"
bukankah ini sangat berbahaya seandainya di-imani oleh jemat lainnya,mereka akan berpikiran bahwa setiap orang yang berdoa bahsaroh seiki raba raba erarti terkutuklah Y
(maaf sekali lagi maaf bukan pengalaman om },
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Paulus tidak mewajibkan ada penterjemah karena memang bahasaroh belum ada kamusnya dan tidak pernah akan ada kamusnya ,karena bahasaroh bukan bahasa manusia jadi hanya bisa ditafsirkan saja (oleh orang yang iberi karuna untuk menafsrkan saat iu)
penting untuk diketahui tentang perbedaan menafsirkan dan menterjemahkan
akan om jelaskan pada posting balasan yang terlewat pada bro Djo berikutnya
Tuhan Yesus memberkati
Han
Kalau tidak ada penterjemah maka persis seperti dikatakan Paulus sebagai "orang gila" :
1 Kor.14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila.
-
Kalau tidak ada penterjemah maka persis seperti dikatakan Paulus sebagai "orang gila" :
1 Kor.14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau .orang-orang yang tidak beriman. tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila.
1 Kor.14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau .orang-orang yang tidak beriman. tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila.
karena bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman ,maka orang luar yang tak beriman itu akan diberi bahasa roh pula sehingga sama sama gila dan saling mengila gila i
itulah sebabnya Paulus menghendaki supaya berbahasa roh dengan tertib seorang demi seorang supaya tidak pada gila semuanya
jadi kalau seorang demi seorang akan lebih tertib walaupun ada yang tidak bisa di tafsirkan juga
(baca juga topic karunia untuk menafsirkan )
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
1 Kor.14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau .orang-orang yang tidak beriman. tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila.
karena bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman ,maka orang luar yang tak beriman itu akan diberi bahasa roh pula sehingga sama sama gila dan saling mengila gila i
itulah sebabnya Paulus menghendaki supaya berbahasa roh dengan tertib seorang demi seorang supaya tidak pada gila semuanya
jadi kalau seorang demi seorang akan lebih tertib walaupun ada yang tidak bisa di tafsirkan juga
Tuhan Yesus memberkati
Han
Yang gila itu kalau meracau bersama sama sekali gus sehingga tidak ada yang ngerti dan suasana menjadi kacau balau.
-
Yang gila itu kalau meracau bersama sama sekali gus sehingga tidak ada yang ngerti dan suasana menjadi kacau balau.
ya betul,Paulus menghendaki ketertiban demikian Seorang demi seorang
jadi jangan sengajaan pamer bahasa roh
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
ya betul,Paulus menghendaki ketertiban demikian Seorang demi seorang
jadi jangan sengajaan pamer bahasa roh
Tuhan Yesus memberkati
Han
Setuju 100% bro.
-
Setuju 100% bro.
Tapi ...Janganlah meng GENERALISASI bahwa semua orang yang berbahasa roh adalah sedang pamer bahasa roh----------------------------------karena ada juga jemat yang terpancing,biasanya orang yang baru bisa mendapatkan bahasa roh dan punya banyak masalah.keluhan
dia belumlah dapat mengendalikan bahasa rohnya.digoyang dikit langsung keluar deh
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Tapi ...Janganlah meng GENERALISASI bahwa semua orang yang berbahasa roh adalah sedang pamer bahasa roh----------------------------------karena ada juga jemat yang terpancing,biasanya orang yang baru bisa mendapatkan bahasa roh dan punya banyak masalah.keluhan
dia belumlah dapat mengendalikan bahasa rohnya.digoyang dikit langsung keluar deh
Tuhan Yesus memberkati
Han
Memanvg karunia itu hanya atas kehendak Tuhan bukan semau gue manusia.
-
Memanvg karunia itu hanya atas kehendak Tuhan bukan semau gue manusia.
Yup :deal: :deal:
-
balasan posting yang terlewat
memang hanya masalah kata kata saja, om juga ngerti maksud nif.
akan tetapi om sekali lagi menegaskan bahwa menafsir tidak sama dengan men terjemahkan karena sampai sekarang bln ada kamus bahasa roh
om bukan maksud memojokan nif, akan tetapi om merasa ada bahaya dari pengertian mempesamakan tafsir dengan tejemah
bedanya disini suatu kata kalau diterjemahkan akan mempunyai satu atau beberapa arti yang Tetap
akan tetapi suatu kata (dalam bahasa roh) kalau di tafsirkan akan menjadi banyak arti multi tafsir
bahayanya begini :pernah dalam suatu diskusi di forum lain ada yang mengatakan bahwa kata kata bahasa roh :seiki raba raba mempunyai arti /terjemahan nya adalah "terkutuklah Y"
bukankah ini sangat berbahaya seandainya di-imani oleh jemat lainnya,mereka akan berpikiran bahwa setiap orang yang berdoa bahsaroh seiki raba raba erarti terkutuklah Y
(maaf sekali lagi maaf bukan pengalaman om },
Tuhan Yesus memberkati
Han
oke saya ganti menjadi menafsirkan. Karena di Alkitab tertulis menafsirkan, bukan menterjemahkan.
-
@solideogloria
anda belum jawab reply #521
-
@solideogloria
Sebentar ya saya mau tanya dulu sama kamu nih...
Jadi menurut kamu bahasa roh itu apaan sih ?
Kamu bilang bahwa para rasul itu berbicara menggunakan bahasa ibu mereka, tapi yg mendengarkan bisa mendengarkan ucapan mereka dalam bahasa masing2.
benar begitu yg disebut bahasa roh ??
Lalu buat apa karunia menafsirkan bahasa roh jika tiap2 orang sebenarnya menggunakan bahasa ibu mereka ??
Saya menjelaskan peristiwa Pentakosta bahwa Rasul berbicara bahasa Hibrani/Aramaik dan pendengarnya yang ribuan itu masing masing mendengarb didalam bahasa daerah mereka.
-
Saya menjelaskan peristiwa Pentakosta bahwa Rasul berbicara bahasa Hibrani/Aramaik dan pendengarnya yang ribuan itu masing masing mendengarb didalam bahasa daerah mereka.
Pertanyaan pertama, lantas knp orang2 sekitar menyindir mereka bahwa mereka sedang mabuk, padahal seharusnya mereka mengerti yg diucapkan para rasul sbg sesama orang galilea ?? Tidak perlu karunia utk bisa mengerti ucapan rasul dong, kan sama2 berbahasa galilea/aramaik ?
Ngerti gak pertanyaan saya ??
Pertanyaan kedua, apakah dalam peristiwa Kis 10:46 dan kis 19:6 kejadiannya sama persis ?? Dalam arti bahwa mereka sebenarnya ngomong pake bahasa yg biasa mereka gunakan tapi orang lain mendengarnya dalam bahasa yg berbeda ??
-
Pertanyaan pertama, lantas knp orang2 sekitar menyindir mereka bahwa mereka sedang mabuk, padahal seharusnya mereka mengerti yg diucapkan para rasul sbg sesama orang galilea ?? Tidak perlu karunia utk bisa mengerti ucapan rasul dong, kan sama2 berbahasa galilea/aramaik ?
Ngerti gak pertanyaan saya ??
Pertanyaan kedua, apakah dalam peristiwa Kis 10:46 dan kis 19:6 kejadiannya sama persis ?? Dalam arti bahwa mereka sebenarnya ngomong pake bahasa yg biasa mereka gunakan tapi orang lain mendengarnya dalam bahasa yg berbeda ??
Yang menyindir itu pasti bukan mereka yang diselamatkan karena mereka tidak mendapat pengertian rohani yang benar.
Sedangkan ribuan mereka yang diselamatkan takjub akan fenomena mujizat tsb dan percaya akan kuasa Allah.
Soal peristiwa lainnya tidak dijelaskan oleh Alkitab sebagaimana didalam peristiwa Pentakosta.
-
Yang menyindir itu pasti bukan mereka yang diselamatkan karena mereka tidak mendapat pengertian rohani yang benar.
Lho ?? nggak perlu mendapat pengertian rohani dong....
Secara jasmani saja mereka sudah bisa mengerti ucapan rasul karena menggunakan bahasa yg SAMA.
Jadi kalo bro ngomong "TERPUJILAH Tuhan" dlm bahasa indonesia, saya pasti ngerti dan gak mungkin meledek bro.
Lain halnya kalo bro ngomong pake bahasa Tarzan, barulah saya meledek dan menyindir jangan2 bro ini gila. Karena apa ? karena saya nggak ngerti ucapan bro.
Bro mengerti pointnya gak sih ??
Soal peristiwa lainnya tidak dijelaskan oleh Alkitab sebagaimana didalam peristiwa Pentakosta.
Nggak bisa begitu.
Bro yg sudah mewajibkan tiap orang yg berbahasa roh harus ada yg menafsirkan dan semua yg mendengar jadi mengerti.
Bro harus kasih penjelasan ttg peristiwa tsb !!!
-
Kalau tidak ada penterjemah maka persis seperti dikatakan Paulus sebagai "orang gila" :
Beberapa peristiwa di kisah para rasul tidak ada yg menafsirkan. apa mereka semua gila ???
-
Lho ?? nggak perlu mendapat pengertian rohani dong....
Secara jasmani saja mereka sudah bisa mengerti ucapan rasul karena menggunakan bahasa yg SAMA.
Jadi kalo bro ngomong "TERPUJILAH Tuhan" dlm bahasa indonesia, saya pasti ngerti dan gak mungkin meledek bro.
Lain halnya kalo bro ngomong pake bahasa Tarzan, barulah saya meledek dan menyindir jangan2 bro ini gila. Karena apa ? karena saya nggak ngerti ucapan bro.
Bro mengerti pointnya gak sih ??
Walau mereka mengerti apa yang dikatakan Rasul tetapi kalau pikirannya tidak dicerahkan Roh Kudus mana mungkin mereka memahami fenomena tsb.
Iman hanya melalui anugerah belaka bukan usaha manusia.
Yesus saja ketika membuat mujizat pernah dikatakan dari kuasa Beelzebul oleh para Ahli Taurat.
Quote
Nggak bisa begitu.
Bro yg sudah mewajibkan tiap orang yg berbahasa roh harus ada yg menafsirkan dan semua yg mendengar jadi mengerti.
Bro harus kasih penjelasan ttg peristiwa tsb !!!
Itu adalah perkataan Paulus kepada jemaat di Korintus bukan pada peristiwa Pentakosta .
-
Walau mereka mengerti apa yang dikatakan Rasul tetapi kalau pikirannya tidak dicerahkan Roh Kudus mana mungkin mereka memahami fenomena tsb.
Ngeles...., yg jelas mereka tidak akan menyindir, meskipun mereka tidak dicerahkan Roh Kudus.
Kenapa mereka menyindir bahasa mrk ? karena mereka nggak ngerti bahasa mereka.
Kenapa kamu menyindir bahasa roh org lain ? karena kamu nggak ngerti bahasa mrk.
Nggak ada hal baru di dunia ini. Semuanya pengulangan dari apa yg pernah terjadi. :D
Itu adalah perkataan Paulus kepada jemaat di Korintus bukan pada peristiwa Pentakosta .
Dalam Kisah para rasul ada 3 peristiwa. bukan cuma saat pentakosta saja.
Lalu kisah yg di Kaisarea dan Efesus gimana ?
apa kamu mau pukul rata ketiganya ??
-
Ngeles...., yg jelas mereka tidak akan menyindir, meskipun mereka tidak dicerahkan Roh Kudus.
Kenapa mereka menyindir bahasa mrk ? karena mereka nggak ngerti bahasa mereka.
Kenapa kamu menyindir bahasa roh org lain ? karena kamu nggak ngerti bahasa mrk.
Nggak ada hal baru di dunia ini. Semuanya pengulangan dari apa yg pernah terjadi. :D
Dalam Kisah para rasul ada 3 peristiwa. bukan cuma saat pentakosta saja.
Lalu kisah yg di Kaisarea dan Efesus gimana ?
apa kamu mau pukul rata ketiganya ??
Hanya dengan iman manusia bisa mengerti pekerjaan Allah bukan seperti para Ahli Taurat yang menghina Yesus.
Hanya peristiwa Pentakosta saja yang dijelaskan secara rinci akan fenomena bahasa roh/lidah,makanya apa yang tidak diajarkan Alkitab jangan ditambah- tambah.
-
Hanya peristiwa Pentakosta saja yang dijelaskan secara rinci akan fenomena bahasa roh/lidah,makanya apa yang tidak diajarkan Alkitab jangan ditambah- tambah.
terus kamu bisa bilang semua bahasa roh WAJIB ditafsirkan itu gimana ceritanya...??
kamu sendiri tahu bahasa roh di efesus dan kaisarea tidak ditafsirkan, tapi kamu ngotot SETIAP bahasa roh WAJIB ditafsirkan ???
So ??
-
terus kamu bisa bilang semua bahasa roh WAJIB ditafsirkan itu gimana ceritanya...??
kamu sendiri tahu bahasa roh di efesus dan kaisarea tidak ditafsirkan, tapi kamu ngotot SETIAP bahasa roh WAJIB ditafsirkan ???
So ??
Kalau Paulus yang mewajibkannya apakah itu bukan wahyu Tuhan ?
-
oke saya ganti menjadi menafsirkan. Karena di Alkitab tertulis menafsirkan, bukan menterjemahkan.
sekarang om teruskan postingan yang lalu mengenai pertanyaan nif Djo berikut ini:
kalo begitu buat apa diterjemahkan kpd orang lain ?
apakah supaya orang lain jadi tahu kalo kita egois ?? :D
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1214.msg29551.html#msg2955
yang pertama mau sharingkan adalah tentang menafsirkan bahasa roh
didalam Alkitab tidak ada contoh kongkrit dari menafirkan bahasa roh
jadi apa yang akan om sharingkan adalah pengalaman/kesaksian om, dan pengalaman teman teman om ,juga masukan masukan dari hamba Tuhan yang terlibat dalam perlayanan dari berbagai denominasi
sekilas Tentang bahasa roh ntu sendiri :
Bahasa roh bukan seperti bahasa manusia (bahasa arab, bahasa perancis, bahasa jepang, dll_) yang dapat diterjemahkan
bahasa roh adalah bahasa yang tidak dapat diterjemahkan
samai saat sekarang ini Belum ada Kamus bahasa Roh
sekilas tentang karunia menafsirkan bahasa Roh
Tafsir bahasa roh diberikan oleh Allah/rohkudus pada orang tertentu pada saat event tertentu untuk orang tertentu
jadi seandai si A bisa menafsrkan bahasa roh yang di ucapkan si B belum tentu dia bisa menafsirkan bahasa roh yang diucapkan si C ,
dan dia juga belum tentu bisa menafsirkan bahasa roh yang di uca[kan si B pada kesempatan /event lain
adakah diantara Fiker:s yang pernah menyaksikan seserang diberi karunia yang selalu bisa menafsirkan setiap bahasa roh ???? (hanya Yesus saja khan yang bisa )
( mudah mudahan dimengerti penjelasannya )
Nah pertanyaan om pada nif Djo,dan fiker lainnya :
pernahkan anda menjumpai ada orang yang SELALU dapatmenafsirkan setiap bahasa roh dari setiap orang ??
bersambung
1Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sekarang om teruskan postingan yang lalu mengenai pertanyaan nif Djo berikut ini:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1214.msg29551.html#msg2955
yang pertama mau sharingkan adalah tentang menafsirkan bahasa roh
didalam Alkitab tidak ada contoh kongkrit dari menafirkan bahasa roh
jadi apa yang akan om sharingkan adalah pengalaman/kesaksian om, dan pengalaman teman teman om ,juga masukan masukan dari hamba Tuhan yang terlibat dalam perlayanan dari berbagai denominasi
sekilas Tentang bahasa roh ntu sendiri :
Bahasa roh bukan seperti bahasa manusia (bahasa arab, bahasa perancis, bahasa jepang, dll_) yang dapat diterjemahkan
bahasa roh adalah bahasa yang tidak dapat diterjemahkan
samai saat sekarang ini Belum ada Kamus bahasa Roh
sekilas tentang karunia menafsirkan bahasa Roh
Tafsir bahasa roh diberikan oleh Allah/rohkudus pada orang tertentu pada saat event tertentu untuk orang tertentu
jadi seandai si A bisa menafsrkan bahasa roh yang di ucapkan si B belum tentu dia bisa menafsirkan bahasa roh yang diucapkan si C ,
dan dia juga belum tentu bisa menafsirkan bahasa roh yang di uca[kan si B pada kesempatan /event lain
adakah diantara Fiker:s yang pernah menyaksikan seserang diberi karunia yang selalu bisa menafsirkan setiap bahasa roh ???? (hanya Yesus saja khan yang bisa )
( mudah mudahan dimengerti penjelasannya )
Nah pertanyaan om pada nif Djo,dan fiker lainnya :
pernahkan anda menjumpai ada orang yang SELALU dapatmenafsirkan setiap bahasa roh dari setiap orang ??
bersambung
1Tuhan Yesus memberkati
Han
sambungan posting yang lalu post 545
sebagaimana tertulis bahwa bahasa roh adalah bahasa yang tidak dimengerti ontuk menyampaikan keluhan keluhan dan bersifat rahasia
lalu pertanyaannya seperti apa kemugkinan keluhan yang bersifat rahasia itu ???
om ambil contoh :
1)orang yang selingkuh kalau dia doa insafdalam bahasa manusia sambil membeberkan perselingkuhannya dengan siapa kemungkinan besar istri /suaminya akan ngotrok atau membunuh pasangan selingkuhnya
2)pecandu narkoba misalnya
3)orang kena penyakit yang dianggap aib seperti aid
contoh 123 seperti itulah yang tidak terkatakan oleh akal pikiran (sengaja di tutupi+)
mengapa pada GRK konvensional (non kharismatic) jarang yang berbahasa roh ??
itu disebabkan karena umat GRK konvensional telah punya jalur yang tepercaya tidak membocorkan rahasia yaitu pada sakramen pengakuan dosa
bersambung
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sambungan posting yang lalu post 545
sebagaimana tertulis bahwa bahasa roh adalah bahasa yang tidak dimengerti ontuk menyampaikan keluhan keluhan dan bersifat rahasia
lalu pertanyaannya seperti apa kemugkinan keluhan yang bersifat rahasia itu ???
om ambil contoh :
1)orang yang selingkuh kalau dia doa insafdalam bahasa manusia sambil membeberkan perselingkuhannya dengan siapa kemungkinan besar istri /suaminya akan ngotrok atau membunuh pasangan selingkuhnya
2)pecandu narkoba misalnya
3)orang kena penyakit yang dianggap aib seperti aid
contoh 123 seperti itulah yang tidak terkatakan oleh akal pikiran (sengaja di tutupi+)
mengapa pada GRK konvensional (non kharismatic) jarang yang berbahasa roh ??
itu disebabkan karena umat GRK konvensional telah punya jalur yang tepercaya tidak membocorkan rahasia yaitu pada sakramen pengakuan dosa
bersambung
Tuhan Yesus memberkati
Han
sambungan topic 546
lalu kembali kepertamyaan awal
kalo begitu buat apa diterjemahkan kpd orang lain ?
apakah supaya orang lain jadi tahu kalo kita egois ?? :D
.
sebagaimana keterangan yang lalu
bahasa roh.tidak selalu akan bisa ditafsirkan tergantung Tuhan sendiri yang mana yang mau dibuka kepada orang lain dan yang mana yang tidak perlu dibuka, (suka suka Tuhan )
jadi tidak ada yang benar benar jago menafsirkan bahasa roh,semata mata hanya Tuhan yang membrikan penafsiran itu
jadi arahnya adalah Tuhan =========> dengan perantara orang yang diberi karunia menafsirkan =========>> ke manusia lain (jem=at)
Tuhan tidak akan mempermalukan umatnya .percayalah bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik
kalaupun ada aib berupa keluhan yang terbongkar pastilah untuk kebaikan bersama baik untuk yang berbahasa roh maupun jem:'at lainnya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sambungan posting yang lalu post 545
sebagaimana tertulis bahwa bahasa roh adalah bahasa yang tidak dimengerti ontuk menyampaikan keluhan keluhan dan bersifat rahasia
lalu pertanyaannya seperti apa kemugkinan keluhan yang bersifat rahasia itu ???
om ambil contoh :
1)orang yang selingkuh kalau dia doa insafdalam bahasa manusia sambil membeberkan perselingkuhannya dengan siapa kemungkinan besar istri /suaminya akan ngotrok atau membunuh pasangan selingkuhnya
2)pecandu narkoba misalnya
3)orang kena penyakit yang dianggap aib seperti aid
contoh 123 seperti itulah yang tidak terkatakan oleh akal pikiran (sengaja di tutupi+)
mengapa pada GRK konvensional (non kharismatic) jarang yang berbahasa roh ??
itu disebabkan karena umat GRK konvensional telah punya jalur yang tepercaya tidak membocorkan rahasia yaitu pada sakramen pengakuan dosa
bersambung
Tuhan Yesus memberkati
Han
Bahasa roh didalam Kisah Para Rasul adalah bahasa manusia,karena Paulus juga mengatakan kalimat yang tidak bisa dimenegrti tidak ada gunanya.
-
Bahasa roh didalam Kisah Para Rasul adalah bahasa manusia,karena Paulus juga mengatakan kalimat yang tidak bisa dimenegrti tidak ada gunanya.
KARENA BAHASA MANUSIA MAKA YANG DI KISAH PARA RASUL , MEREKA BERKATA KATA DENGAN BAHASA MANUSIA BUKAN DENGAN BAHASA ROH
Tuhan Yesus MEMBERKATI
hAN
-
KARENA BAHASA MANUSIA MAKA YANG DI KISAH PARA RASUL , MEREKA BERKATA KATA DENGAN BAHASA MANUSIA BUKAN DENGAN BAHASA ROH
Tuhan Yesus MEMBERKATI
hAN
Bahasa roh sama dengan bahasa lidah karena keduanya harus bisa dimengerti oleh manusia.
Kalau tidak ada yg ngerti bukan bahasa namanya.
-
Bahasa roh sama dengan bahasa lidah karena keduanya harus bisa dimengerti oleh manusia.
Kalau tidak ada yg ngerti bukan bahasa namanya.
mau main komedi putar nih ????? atau mau sola sola-an ?
I Korintus 14
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
mau main komedi putar nih ????? atau mau sola sola-an ?
I Korintus 14
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Tuhan Yesus memberkati
Han
Itulah yang saya katakan merupakan sindiran oleh Paulus sebab bagaimana seseorang berdoa dengan kata kata yang dia sendiri tidak ngerti.
-
Itulah yang saya katakan merupakan sindiran oleh Paulus sebab bagaimana seseorang berdoa dengan kata kata yang dia sendiri tidak ngerti.
menurut anda Paulus sedang melawak ya ???
padahal Paulus sedang menerangkan tentang bahasa Roh
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
menurut anda Paulus sedang melawak ya ???
padahal Paulus sedang menerangkan tentang bahasa Roh
Tuhan Yesus memberkati
Han
Didalam kita Korintus Paulus sedang mencela dan memperingatkan segala praktek bahasa roh mereka yang tidak benar.
Coba baca lagi dari awal.
-
Didalam kita Korintus Paulus sedang mencela dan memperingatkan segala praktek bahasa roh mereka yang tidak benar.
Coba baca lagi dari awal.
kalau baca dari awal maka akan kebali kepada Allah Tugu di sola old scripture
silahkan aja kembali sendiri kehal yang sudah tidak berlaku lagi ( experied)
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
kalau baca dari awal maka akan kebali kepada Allah Tugu di sola old scripture
silahkan aja kembali sendiri kehal yang sudah tidak berlaku lagi ( experied)
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes
Tuhan Yesus memberkati
Han
Topiknya soal bahasa roh jadi jangan OOT kemasalah Taurat !
-
Topiknya soal bahasa roh jadi jangan OOT kemasalah Taurat !
sebab disinilah dasar perbedaan pijakan kita masing masing? dalam hal bahasa roh
bro soli maih berpijak kepada PL dan Taurat dan om berpijak seluruhnya pada PB dan kasih karunia.
orang orang PL masih belum dapat menerima pengertian bahasa roh seperti yang telah di jelaskan Paulus ( sbab belum zamannya)
itulah sebabnya Yesus bilang :
kantung kantung tua
(kerbat kerbat lama )tidak dapat enerima/ menyimpan anggur baru
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
sebab disinilah dasar perbedaan pijakan kita masing masing? dalam hal bahasa roh
bro soli maih berpijak kepada PL dan Taurat dan om berpijak seluruhnya pada PB dan kasih karunia.
orang orang PL masih belum dapat menerima pengertian bahasa roh seperti yang telah di jelaskan Paulus ( sbab belum zamannya)
itulah sebabnya Yesus bilang :
kantung kantung tua
(kerbat kerbat lama )tidak dapat enerima/ menyimpan anggur baru
Tuhan Yesus memberkati
Han
Alkitab saya lengkap ada PL dan PB nya dan saya selalu menjawab bahasa roh pakai PB kok.
Apa Alkitab anda tidak pakai PL ?
-
Alkitab saya lengkap ada PL dan PB nya dan saya selalu menjawab bahasa roh pakai PB kok.
Apa Alkitab anda tidak pakai PL ?
Alkitab om ada banyak. kalau cerita sejarah om pakai yang ada pl nya
tapi kalu bicara soal hukum dan nubuat om pakai yang pb saja
kalau mrnginjilya pakai PB
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kalau Paulus yang mewajibkannya apakah itu bukan wahyu Tuhan ?
Berarti kamu salah menafsirkan maksud Paulus.
Karena jika kamu maksa bahwa Paulus mewajibkan, maka ayat itu akan bentrok dgn contoh peristiwa bahasa roh yg lain yg juga terdapat di Alkitab.
-
sekarang om teruskan postingan yang lalu mengenai pertanyaan nif Djo berikut ini:
http://forumimankristen.com/index.php/topic,1214.msg29551.html#msg2955
yang pertama mau sharingkan adalah tentang menafsirkan bahasa roh
didalam Alkitab tidak ada contoh kongkrit dari menafirkan bahasa roh
jadi apa yang akan om sharingkan adalah pengalaman/kesaksian om, dan pengalaman teman teman om ,juga masukan masukan dari hamba Tuhan yang terlibat dalam perlayanan dari berbagai denominasi
sekilas Tentang bahasa roh ntu sendiri :
Bahasa roh bukan seperti bahasa manusia (bahasa arab, bahasa perancis, bahasa jepang, dll_) yang dapat diterjemahkan
bahasa roh adalah bahasa yang tidak dapat diterjemahkan
samai saat sekarang ini Belum ada Kamus bahasa Roh
sekilas tentang karunia menafsirkan bahasa Roh
Tafsir bahasa roh diberikan oleh Allah/rohkudus pada orang tertentu pada saat event tertentu untuk orang tertentu
jadi seandai si A bisa menafsrkan bahasa roh yang di ucapkan si B belum tentu dia bisa menafsirkan bahasa roh yang diucapkan si C ,
dan dia juga belum tentu bisa menafsirkan bahasa roh yang di uca[kan si B pada kesempatan /event lain
adakah diantara Fiker:s yang pernah menyaksikan seserang diberi karunia yang selalu bisa menafsirkan setiap bahasa roh ???? (hanya Yesus saja khan yang bisa )
( mudah mudahan dimengerti penjelasannya )
Nah pertanyaan om pada nif Djo,dan fiker lainnya :
pernahkan anda menjumpai ada orang yang SELALU dapatmenafsirkan setiap bahasa roh dari setiap orang ??
bersambung
1Tuhan Yesus memberkati
Han
Sama halnya seperti berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh juga merupakan sebuah karunia. Saya sependapat bahwa karunia ini juga tidak berjalan sendiri, artinya Roh Kudus ikut campur tangan sehingga orang tersebut bisa mengerti bahasa roh orang lain. Dan belum tentu ia juga bisa menafsirkan pada kesempatan yg lain.
Kalau ditanya apakah ada orang yg selalu bisa menafsirkan bahasa roh setiap orang, maka saya akan jawab tidak tahu. Tapi jika Roh Kudus berkenan untuk memberikannya kepada seseorang setiap saat, maka saya akan bilang ya bisa saja.
Tapi sekali lagi, jika Roh Kudus berkenan.....
-
Wah saya senasib sama om nih, udah nulis panjang2 eh error waktu nge-post...
singkat aja deh ya..
sambungan posting yang lalu post 545
sebagaimana tertulis bahwa bahasa roh adalah bahasa yang tidak dimengerti ontuk menyampaikan keluhan keluhan dan bersifat rahasia
lalu pertanyaannya seperti apa kemugkinan keluhan yang bersifat rahasia itu ???
om ambil contoh :
1)orang yang selingkuh kalau dia doa insafdalam bahasa manusia sambil membeberkan perselingkuhannya dengan siapa kemungkinan besar istri /suaminya akan ngotrok atau membunuh pasangan selingkuhnya
2)pecandu narkoba misalnya
3)orang kena penyakit yang dianggap aib seperti aid
contoh 123 seperti itulah yang tidak terkatakan oleh akal pikiran (sengaja di tutupi+)
Nggak gitu juga om....
Peristiwa di Kaisarea dan Efesus mungkin bisa jadi contoh. Yg jelas mereka berbahasa roh karena karunia dan kuasa Roh Kudus turun atas mereka. Jadi mereka berbahasa roh bukannya mau curhat bahwa mereka habis selingkuh, pakai narkoba atau kena aids.
Dikatakan bahwa mereka berbahasa roh sambil memuliakan Tuhan dan bernubuat.
mengapa pada GRK konvensional (non kharismatic) jarang yang berbahasa roh ??
itu disebabkan karena umat GRK konvensional telah punya jalur yang tepercaya tidak membocorkan rahasia yaitu pada sakramen pengakuan dosa
Nggak nyambung om :D
Berbahasa roh berbeda dgn mengaku dosa. Bagaimana saya bisa mengakui dosa2 saya dgn bahasa yg saya tidak pahami ? Mengaku dosa membutuhkan hati, ucapan dan pikiran kita...
Yg jelas GRK memang tidak terbuka (kalau tidak mau dikatakan menutup rapat) terhadap karunia2 ini, sehingga umat jarang (kalau tidak mau dikatakan tidak ada) yg berbahasa roh.
-
Alkitab om ada banyak. kalau cerita sejarah om pakai yang ada pl nya
tapi kalu bicara soal hukum dan nubuat om pakai yang pb saja
kalau mrnginjilya pakai PB
Tuhan Yesus memberkati
Han
Belajar tentang kasih juga banyak ada di PL bukan hanya di PB.
Belajar tentang kebenaran Allah berjibun di PL bukan hanya di PB.
Apalagi kalau mau sadar apa itu dosa,maka di PL penuh dengan bukti buktinya.
Karena nubuatan Mesias di PL maka kita memahami kebenaran Yesus sebagai Mesias.
-
Sama halnya seperti berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh juga merupakan sebuah karunia. Saya sependapat bahwa karunia ini juga tidak berjalan sendiri, artinya Roh Kudus ikut campur tangan sehingga orang tersebut bisa mengerti bahasa roh orang lain. Dan belum tentu ia juga bisa menafsirkan pada kesempatan yg lain.
:deal: :deal:
Kalau ditanya apakah ada orang yg selalu bisa menafsirkan bahasa roh setiap orang, maka saya akan jawab tidak tahu. Tapi jika Roh Kudus berkenan untuk memberikannya kepada seseorang setiap saat, maka saya akan bilang ya bisa saja.
Tapi sekali lagi, jika Roh Kudus berkenan.....
:deal: :deal:
tapi sejauh pengalaman om ,dan sharing dari teman teman kharismatic om baik yang katholik maupun non Katholik
belum pernah om dan teman teman om menjumpai orng yang slalu bisa
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Wah saya senasib sama om nih, udah nulis panjang2 eh error waktu nge-post...
singkat aja deh ya..
lagi lagi senasib :deal:
Nggak gitu juga om....
Peristiwa di Kaisarea dan Efesus mungkin bisa jadi contoh. Yg jelas mereka berbahasa roh karena karunia dan kuasa Roh Kudus turun atas mereka. Jadi mereka berbahasa roh bukannya mau curhat bahwa mereka habis selingkuh, pakai narkoba atau kena aids.
Dikatakan bahwa mereka berbahasa roh sambil memuliakan Tuhan dan bernubuat.
maksud nif dengan yang di kaisaria dan di efesus itu yang mana ? bisa tolong di kutip dulu ayatnya supaya jelas
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
:deal: :deal:
:deal: :deal:
tapi sejauh pengalaman om ,dan sharing dari teman teman kharismatic om baik yang katholik maupun non Katholik
belum pernah om dan teman teman om menjumpai orng yang slalu bisa
Tuhan Yesus memberkati
Han
Ya, saya jg belum pernah bertemu.
Dulu pacar (skrg istri) saya bisa mengerti, tp skrg blm terlihat lg. :D
-
maksud nif dengan yang di kaisaria dan di efesus itu yang mana ? bisa tolong di kutip dulu ayatnya supaya jelas
Kis 10:46, Kis 19:6
-
Nggak gitu juga om....
Peristiwa di Kaisarea dan Efesus mungkin bisa jadi contoh. Yg jelas mereka berbahasa roh karena karunia dan kuasa Roh Kudus turun atas mereka. Jadi mereka berbahasa roh bukannya mau curhat bahwa mereka habis selingkuh, pakai narkoba atau kena aids.
Dikatakan bahwa mereka berbahasa roh sambil memuliakan Tuhan dan bernubuat.
Kis 10:46, Kis 19:6
P. Baru: Kisah Para Rasul: 10
10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
P. Baru: Kisah Para Rasul: 19
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
perhatikan kata kata yang om bold itu yaitu baik orang orang maupun mereka bermakna jamak
juga perhatikan kata sambung dan (bukan dalam]
jadi orang orang bukan memuliakan Allah dalam bahasa roh
dan mereka bukan bernubuatan dalam bahasa roh
sebab kalau pakai bahasa roh engga ada yang ngerti kalau engga ada yang menafsirkan bahwa mereka sedang bernubuat atau memuji
melainkan orang orang ada sebagian yang berbahasa roh dan ada sebagian yang memuliakan Allah (dalam bahasa manusia)
mereka [jamak _) ada yang berkata kata dalam bahasa roh ada sebagian bernubuat (dalam bahasa manusia)
mari kita lihat penjelasan Paulus dalam kesempatan lain
I Korintus 12
12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Wah saya senasib sama om nih, udah nulis panjang2 eh error waktu nge-post...
singkat aja deh ya..
Nggak nyambung om :D
Berbahasa roh berbeda dgn mengaku dosa. Bagaimana saya bisa mengakui dosa2 saya dgn bahasa yg saya tidak pahami ? Mengaku dosa membutuhkan hati, ucapan dan pikiran kita...
Yg jelas GRK memang tidak terbuka (kalau tidak mau dikatakan menutup rapat) terhadap karunia2 ini, sehingga umat jarang (kalau tidak mau dikatakan tidak ada) yg berbahasa roh.
memang sakramen pengakuan dosa tidak dilakukan dalam bahasa roh tapi dalam bahasa manusia sehari hari
dan om juga tidak bermaksud mempersamakan bahasa roh dengan sakramen pengakuan dosa (grk konvensional non kharismatic ]
tapi pointnya disini :
ketika anggauta grk konvensional mengaku dosa pada pastur terpercaya,kemudian pastur memberi hukuman dan pengampunan dosa
anggauta grk itu merasa beban dosanya telah terangkat ,dan merasa plong lega (karena iman percayanya pada sakrament itu)
jadi karena semua aib dosa sudah di akui kepada pastur maka dia tidak lagi punya rahasia aib dosa atau keluhan keluhan
sehingga ketika dia berdoa , roh tidak lagi punya bahan rahasia yang perlu disampaikan kepada Allah dengan bahasa roh jadilah mereka jarang bebahasa roh
tapi tidak semua anggauta grk percaya sama pastur, ada yang khawatir kalau patrnya ember, maka ketika mereka doa rohnya masih berbahasa roh tapi karena dihimbau tertb maka rohnya berdoa pakai bahasa roh dalam hati :( :)
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Berarti kamu salah menafsirkan maksud Paulus.
Karena jika kamu maksa bahwa Paulus mewajibkan, maka ayat itu akan bentrok dgn contoh peristiwa bahasa roh yg lain yg juga terdapat di Alkitab.
Bisa dijelaskan lebih rinci apa maksud anda dengan tidak wajib ?
Apakah boleh dilanggar ?
Bahasa roh lain itu bahasa apaan,bisa kasi contoh ?
-
P. Baru: Kisah Para Rasul: 10
10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
P. Baru: Kisah Para Rasul: 19
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
perhatikan kata kata yang om bold itu yaitu baik orang orang maupun mereka bermakna jamak
juga perhatikan kata sambung dan (bukan dalam]
jadi orang orang bukan memuliakan Allah dalam bahasa roh
dan mereka bukan bernubuatan dalam bahasa roh
sebab kalau pakai bahasa roh engga ada yang ngerti kalau engga ada yang menafsirkan bahwa mereka sedang bernubuat atau memuji
melainkan orang orang ada sebagian yang berbahasa roh dan ada sebagian yang memuliakan Allah (dalam bahasa manusia)
mereka [jamak _) ada yang berkata kata dalam bahasa roh ada sebagian bernubuat (dalam bahasa manusia)
Iya, tapi tidak seperti penjelasan om juga, bahwa isi bahasa roh itu adalah curhatan orang yg selingkuh, pakai narkoba atau kena aids.
jika penjelasan om itu dikaitkan dalam peristiwa diatas maka akan amat sangat sungguh tidak nyambung baik dalam konteks kapan dan dimana.
-
memang sakramen pengakuan dosa tidak dilakukan dalam bahasa roh tapi dalam bahasa manusia sehari hari
dan om juga tidak bermaksud mempersamakan bahasa roh dengan sakramen pengakuan dosa (grk konvensional non kharismatic ]
tapi pointnya disini :
ketika anggauta grk konvensional mengaku dosa pada pastur terpercaya,kemudian pastur memberi hukuman dan pengampunan dosa
anggauta grk itu merasa beban dosanya telah terangkat ,dan merasa plong lega (karena iman percayanya pada sakrament itu)
jadi karena semua aib dosa sudah di akui kepada pastur maka dia tidak lagi punya rahasia aib dosa atau keluhan keluhan
sehingga ketika dia berdoa , roh tidak lagi punya bahan rahasia yang perlu disampaikan kepada Allah dengan bahasa roh jadilah mereka jarang bebahasa roh
tapi tidak semua anggauta grk percaya sama pastur, ada yang khawatir kalau patrnya ember, maka ketika mereka doa rohnya masih berbahasa roh tapi karena dihimbau tertb maka rohnya berdoa pakai bahasa roh dalam hati :( :)
Tuhan Yesus memberkati
Han
Hahahahaha....
Berarti seharusnya tidak ada seorangpun katolik yg berbahasa roh. Padre Pio patut dicurigai bahwa ia tidak melakukan sakramen pengakuan dosa.
Kedua, jika ada umat katolik berbahasa roh berarti pasturnya embeerr..
Begitu maksudnya om ?? :D :D
-
Hahahahaha....
Berarti seharusnya tidak ada seorangpun katolik yg berbahasa roh. Padre Pio patut dicurigai bahwa ia tidak melakukan sakramen pengakuan dosa.
Kedua, jika ada umat katolik berbahasa roh berarti pasturnya embeerr..
Begitu maksudnya om ?? :D :D
Bukan begitu Tetapi begini :
orang katholik konvensional yang beriman katholik kuat tentunya percaya penuh pada pastur dan dapat mempercayakan smua keluhan keluhan rahasia sehingga tak ada lagi punya keluhan yang taterkatakan lagi maka dia tak perlu berbahasa roh
orang katholik konvensional yang berbahasa roh adalah mereka yang tak beriman atau,lemah iman katholiknya sehingga orang itu tidak percaya penuh pada pasturnya (munkin takut ember ,atau takut ditertawai walau tertawanya dalam hati sekalipun} maka roh orang katholik itupun berbahasa roh tapi dalam hati sesuai tertib yang dianjurkan
jadi jangan salahkan pasturnya itu hanya dugaan rang katholik konvesional yang tak beriman katholik kuat
sebab bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman/lemah iman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman;
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bukan begitu Tetapi begini :
orang katholik konvensional yang beriman katholik kuat tentunya percaya penuh pada pastur dan dapat mempercayakan smua keluhan keluhan rahasia sehingga tak ada lagi punya keluhan yang taterkatakan lagi maka dia tak perlu berbahasa roh
orang katholik konvensional yang berbahasa roh adalah mereka yang tak beriman atau,lemah iman katholiknya sehingga orang itu tidak percaya penuh pada pasturnya (munkin takut ember ,atau takut ditertawai walau tertawanya dalam hati sekalipun} maka roh orang katholik itupun berbahasa roh tapi dalam hati sesuai tertib yang dianjurkan
jadi jangan salahkan pasturnya itu hanya dugaan rang katholik konvesional yang tak beriman katholik kuat
sebab bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman/lemah iman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman;
Tuhan Yesus memberkati
Han
Lebih percaya pastur atau Alkitab bro ?
-
Lebih percaya pastur atau Alkitab bro ?
maksud nif soli nanya tentang pribadi om,atau nanya tentang orang katholik konvensional pada umumnya ?
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Bukan begitu Tetapi begini :
orang katholik konvensional yang beriman katholik kuat tentunya percaya penuh pada pastur dan dapat mempercayakan smua keluhan keluhan rahasia sehingga tak ada lagi punya keluhan yang taterkatakan lagi maka dia tak perlu berbahasa roh
orang katholik konvensional yang berbahasa roh adalah mereka yang tak beriman atau,lemah iman katholiknya sehingga orang itu tidak percaya penuh pada pasturnya (munkin takut ember ,atau takut ditertawai walau tertawanya dalam hati sekalipun} maka roh orang katholik itupun berbahasa roh tapi dalam hati sesuai tertib yang dianjurkan
jadi jangan salahkan pasturnya itu hanya dugaan rang katholik konvesional yang tak beriman katholik kuat
sebab bahasa roh adalah tanda bagi orang tak beriman/lemah iman
I Korintus 14
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman;
Tuhan Yesus memberkati
Han
Sejujurnya saya tidak dapat menemukan korelasi antara karunia berbahasa roh dan rutin/tidaknya seseorang menjalankan sakramen pengakuan dosa.
Karena apa ?
Pertama, bahasa roh adalah karunia yg diberikan oleh Roh Kudus, dan ini tidak ada urusannya dgn dosa2 orang yg bersangkutan. Jika Roh Kudus memberikan , maka si manusia menerima, siapa pun dia, entah sudah mengakui dosa atau belum.
Kedua, isi bahasa roh bukan hanya pertobatan dan mengakui dosa2 kita. Bisa juga penyembahan kpd Tuhan, seperti yg pernah sy beri contoh dlm Alkitab.
-
maksud nif soli nanya tentang pribadi om,atau nanya tentang orang katholik konvensional pada umumnya ?
Tuhan Yesus memberkati
Han
Nif tanya pribadi oom pendapatnya gimane ?
-
Pertama, bahasa roh adalah karunia yg diberikan oleh Roh Kudus, dan ini tidak ada urusannya dgn dosa2 orang yg bersangkutan. Jika Roh Kudus memberikan , maka si manusia menerima, siapa pun dia, entah sudah mengakui dosa atau belum.
Apakah Roh Kudus juga memberikan karunia kepada orang yang belum bertobat dari dosa dosanya ?
-
Apakah Roh Kudus juga memberikan karunia kepada orang yang belum bertobat dari dosa dosanya ?
Ya. Itulah sebabnya mengapa disebut karunia.
Semuanya tergantung si pemberi, bukan si penerima.
-
Nif tanya pribadi oom pendapatnya gimane ?
kalau om sih pilih pilih sesuai petunjuk Rohkudus
dalam hal pastur om pilih pilih pastur
dalam hal Alkitab om pilih Perjanjian baru karena perjanjian lama masa berlakunya udah lewat
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
maka tentunya om tidak mau kalau disuruh memberikan mersembahan persepuluhan kepada Allah tugu dan bersola
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
kalau om sih pilih pilih sesuai petunjuk Rohkudus
dalam hal pastur om pilih pilih pastur
dalam hal Alkitab om pilih Perjanjian baru karena perjanjian lama masa berlakunya udah lewat
P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
maka tentunya om tidak mau kalau disuruh memberikan mersembahan persepuluhan kepada Allah tugu dan bersola
Tuhan Yesus memberkati
Han
Kalau misalnya ajaran Pasturnya tidak sesuai Alkitab,anda percaya yang mana ?
Hukum Taurat masih tetap berlaku untuk menghakimi manusia akan dosa dosanya.
Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat
Jadi kalau Hukum Taurat tidak ada dosa tidak bisa diperhitungkan untuk dihakimi.
-
Kalau misalnya ajaran Pasturnya tidak sesuai Alkitab,anda percaya yang mana ?
Hukum Taurat masih tetap berlaku untuk menghakimi manusia akan dosa dosanya.
kalau pasturnya ngajarin bahwa taurat belum batal dan masih berlaku
tentunya om lebih percaya PB bahwa taurat telah batal dan habis masa berlakunya
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Ya. Itulah sebabnya mengapa disebut karunia.
Semuanya tergantung si pemberi, bukan si penerima.
Setahu saya karunia rohani oleh Roh Kudus diberikan hanya kepada mereka yang sudah beriman kepada Yesus karena karunia diberikan bagi pelayanan rohani.
Kis.2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
-
kalau pasturnya ngajarin bahwa taurat belum batal dan masih berlaku
tentunya om lebih percaya PB bahwa taurat telah batal dan habis masa berlakunya
Tuhan Yesus memberkati
Han
Kalau Pasturnya ngajar bahwa Hukum Taurat sudah digenapi oleh Yesus dan diteguhkan berdasarkan ajaran Paulus bagaimana ?
-
Kalau Pasturnya ngajar bahwa Hukum Taurat sudah digenapi oleh Yesus dan diteguhkan berdasarkan ajaran Paulus bagaimana ?
lalu sehabis d genapkan dibatakan engga ??kata pasturnya ???
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
lalu sehabis d genapkan dibatakan engga ??kata pasturnya ???
Tuhan Yesus memberkati
Han
Hukum Taurat Tetap berlaku dong untuk menghukum manusia yang berdosa ibarat KUHP.
Kalau Hakim menghukum kan harus ada KUHP nya.
Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah
Tuh..Paulus bilang malah Hukum Turat ditambahkan bukan dibatalkan !
Note: KUHP jangan diplesetkan menjadi kasih uang habis perkara yah.
-
Iya, tapi tidak seperti penjelasan om juga, bahwa isi bahasa roh itu adalah curhatan orang yg selingkuh, pakai narkoba atau kena aids.
jika penjelasan om itu dikaitkan dalam peristiwa diatas maka akan amat sangat sungguh tidak nyambung baik dalam konteks kapan dan dimana.
tentunya tidaklah digeneralisasi demikian itu .
dalam artian tidak semua orang yang berbahasa roh itu ,selingkuh ,kena aid dll
ada banyak (mungkin jutaan keluhan keluhan/rahasia lainnya yang mungkin terucapkan oleh roh kita yang tidak terpikirkan atau malu untuk diucapkan )
dalam hal itu om sengaja memberikan salah satu contoh yang exstrem supaya lebih jelas mengenai hal keluhan keluhan rahasia.
contoh contoh lain dar keluhan rahasia :misalnya ada exsim / kurap yang tersembunyi, nyesel telah korupsi ataupun berbohong dan ya masih banyak lainnya terlalu banyak untuk di tulis
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Setahu saya karunia rohani oleh Roh Kudus diberikan hanya kepada mereka yang sudah beriman kepada Yesus karena karunia diberikan bagi pelayanan rohani.
Kis.2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Roh Kudus tentu memiliki otoritas penuh kepada siapa Ia memberikan karuniaNya.
Orang bisa memiliki iman juga karena merupakan karunia dari Roh Kudus. Bahkan seorang wanita diluar Israel (baca : dianggap bangsa yg tidak mengenal Tuhan) yg dianggap sbg anjing bisa memiliki karunia iman tsb.
-
tentunya tidaklah digeneralisasi demikian itu .
dalam artian tidak semua orang yang berbahasa roh itu ,selingkuh ,kena aid dll
ada banyak (mungkin jutaan keluhan keluhan/rahasia lainnya yang mungkin terucapkan oleh roh kita yang tidak terpikirkan atau malu untuk diucapkan )
dalam hal itu om sengaja memberikan salah satu contoh yang exstrem supaya lebih jelas mengenai hal keluhan keluhan rahasia.
contoh contoh lain dar keluhan rahasia :misalnya ada exsim / kurap yang tersembunyi, nyesel telah korupsi ataupun berbohong dan ya masih banyak lainnya terlalu banyak untuk di tulis
Tuhan Yesus memberkati
Han
Dan point saya jg hanya ingin menekankan bahwa megungkapkan keluhan2 rahasia bukanlah satu2nya isi bahasa roh seseorang. Bisa juga isinya pengagungan, pujian kpd Allah, dsb.
Salam.
-
Dan point saya jg hanya ingin menekankan bahwa megungkapkan keluhan2 rahasia bukanlah satu2nya isi bahasa roh seseorang. Bisa juga isinya pengagungan, pujian kpd Allah, dsb.
Salam.
disini kita bebeda pendapat
sebab jika isinya bahasa roh itu pujian dan pengagungan kepada Allah tentunya tidak perlu di rahasiakan ,maka tentunya pujian dan pemangungan kepada Allah akan memakai bahasa manusia supaya dapat membangun jemat
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
disini kita bebeda pendapat
sebab jika isinya bahasa roh itu pujian dan pengagungan kepada Allah tentunya tidak perlu di rahasiakan ,maka tentunya pujian dan pemangungan kepada Allah akan memakai bahasa manusia supaya dapat membangun jemat
Tuhan Yesus memberkati
Han
Tetapi tentu saja tidak salah jika kita ingin menyembah dan mengagungkan Allah secara pribadi/intim kan ??
Kalo saya lagi nelpon mesra berduaan dgn pacar saya, saya jg nggak mau kalo ada yg nguping... :)
Salam.
-
Tetapi tentu saja tidak salah jika kita ingin menyembah dan mengagungkan Allah secara pribadi/intim kan ??
Kalo saya lagi nelpon mesra berduaan dgn pacar saya, saya jg nggak mau kalo ada yg nguping... :)
Salam.
[/quote
kalau sama pacar mungkin malu ada yang nguping rayuan gombal,
tapinya kalo sama Tuhan kan ngga bisa ngegombal sbab Tuhan maha tau
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Roh Kudus tentu memiliki otoritas penuh kepada siapa Ia memberikan karuniaNya.
Orang bisa memiliki iman juga karena merupakan karunia dari Roh Kudus. Bahkan seorang wanita diluar Israel (baca : dianggap bangsa yg tidak mengenal Tuhan) yg dianggap sbg anjing bisa memiliki karunia iman tsb.
Memang karunia diberikan oleh Roh Kudus tetapi hanya kepada mereka yang sudah beriman dimana Roh Kudus tinggal didalam diri mereka yaitu semua bangsa didunia tidak terkecuali.
-
disini kita bebeda pendapat
sebab jika isinya bahasa roh itu pujian dan pengagungan kepada Allah tentunya tidak perlu di rahasiakan ,maka tentunya pujian dan pemangungan kepada Allah akan memakai bahasa manusia supaya dapat membangun jemat
Tuhan Yesus memberkati
Han
Memangnya selain bahasa manusia ada bahasa apa lagi ?
Yesus dan para Rasul saja selalu menggunakan bahasa manusia kok.
-
Memangnya selain bahasa manusia ada bahasa apa lagi ?
Yesus dan para Rasul saja selalu menggunakan bahasa manusia kok.
bahasa monyet? bahasa kucing? bahasa semut?
belum lagi media komunikasi non verbal lainnya..
pernah dengar feromon? belum deh kayanya.. ehehe...
paling entar di google... terus bilang udah tahu dari dulu.. ehehe..
-
bahasa monyet? bahasa kucing? bahasa semut?
belum lagi media komunikasi non verbal lainnya..
pernah dengar feromon? belum deh kayanya.. ehehe...
paling entar di google... terus bilang udah tahu dari dulu.. ehehe..
tambahan lagi : bahasa mesin
Tuhan Yesus memberkati
han
-
bahasa monyet? bahasa kucing? bahasa semut?
belum lagi media komunikasi non verbal lainnya..
pernah dengar feromon? belum deh kayanya.. ehehe...
paling entar di google... terus bilang udah tahu dari dulu.. ehehe..
Kok anda ini saya perhatikan bukannya diskusi tetapi ngebanyol doang ?
Disini tempatnya berdiskusi secara serius saya kira.
-
Mengulangi topik lama ...
Bahasa roh apakah sama dengan bahasa lidah ?
Apakah ada teman2 disini yang dapat berbahasa roh dan atau berbahasa lidah?
:D
-
Mengulangi topik lama ...
Bahasa roh apakah sama dengan bahasa lidah ?
Apakah ada teman2 disini yang dapat berbahasa roh dan atau berbahasa lidah?
:D
Apa roh = lidah ?
He he he he
:D :shrug:
-
Saya ngeliat di youtube, persekutuan doa yang terkait dengan bahasa roh, menggunakan lagu2 modern.
Apakah masih dapat berbahasa roh bila menggunakan lagu2 Gregorian ?
:D
-
Apa roh = lidah ?
He he he he
:D :shrug:
Berarti lain ya Bro ?
Bisa dijelaskan lebih lanjut ?
:D
-
Mau nanya lagi.
Manifestasi seseorang ditumpang tangan dan didoakan, kemudian tumbang.
Apakah hanya terjadi pada komunitas bahasa roh ataukah juga terjadi dikomunitas non bahasa roh.
Maap cerewet
:)
-
Mau nanya lagi.
Manifestasi seseorang ditumpang tangan dan didoakan, kemudian tumbang.
Apakah hanya terjadi pada komunitas bahasa roh ataukah juga terjadi dikomunitas non bahasa roh.
berarti sy termasuk kebal, nga pernah tumbang kalo didoakan tumpang tangan di komunitas bahasa roh :giggle:
konon yang tumbang2 itu kebanyakan yang sedang berbeban berat alias banyak problem, katanya loh yaaa...
Maap cerewet
:)
tiada maaf bagimu :giggle:
Kung2 bisa bahasa roh?
-
aneh, jaman skrg masih ada yg mempertanyakan hal2 spt ini
non karismatik menanyakan bahasa roh
sedangkan non katolik menanyakan bunda Maria, dll dah..
begitu jg pihak2 laennya
kapan anak2 Tuhan bs maju kl masih bicarakan hal ini terus?
-
aneh, jaman skrg masih ada yg mempertanyakan hal2 spt ini
non karismatik menanyakan bahasa roh
sedangkan non katolik menanyakan bunda Maria, dll dah..
begitu jg pihak2 laennya
kapan anak2 Tuhan bs maju kl masih bicarakan hal ini terus?
Namanya bertukar pikiran Om Steavan.
Ngomong2 kemana aja kog lama gak nongol :hi:
-
berarti sy termasuk kebal, nga pernah tumbang kalo didoakan tumpang tangan di komunitas bahasa roh :giggle:
konon yang tumbang2 itu kebanyakan yang sedang berbeban berat alias banyak problem, katanya loh yaaa...
Jangan2 seperti Margareth Tatcher .... wanita berhati baja :giggle:
tiada maaf bagimu :giggle:
Kung2 bisa bahasa roh?
Ga bisa Sis.
Tapi ada beberapa teman2 setelah mengikuti komunitas tersebut, menjadi bisa berbahasa roh.
:)
-
Namanya bertukar pikiran Om Steavan.
Ngomong2 kemana aja kog lama gak nongol :hi:
pikirannya jgn dtuker2 nanti pusing hehe
saya ada kok di jakarta hehe
maap ga dateng2 krn lg urus forum jg :)
-
pikirannya jgn dtuker2 nanti pusing hehe
saya ada kok di jakarta hehe
maap ga dateng2 krn lg urus forum jg :)
Terus terang kawatir.
Beritanya kan jakarta banjir besar.
Siapa tahu ....... kintirrr....
:giggle:
-
'Kintir' itu bahasa Jerman Timur, kung.
Bahasa betawinya 'Hanyut'
:D :D
-
'Kintir' itu bahasa Jerman Timur, kung.
Bahasa betawinya 'Hanyut'
:D :D
Jakarta kalo banjir, serius serem
Inget2 dulu pernah tinggal di tomang.
Waktu lebaran, pulang ke jerman timur.
Balik2 kasur sudah pada basah semua
:rofl:
-
Waaaah, kalau cuma basah kasurnya itu sih gak seram, om.
Kalau sudah 2-3 meter dalamnya, baru seram.
:D
-
Waaaah, kalau cuma basah kasurnya itu sih gak seram, om.
Kalau sudah 2-3 meter dalamnya, baru seram.
:D
Negara bagian jerman timur gak pernah lo seperti itu.
Paling2 beberapa cm diatas lantai
:whistle: :dance:
-
Negara bagian jerman timur gak pernah lo seperti itu.
Paling2 beberapa cm diatas lantai
Silahkan disimak berita berikut :
http://beritajatim.com/peristiwa/187469/surabaya_masih_langganan_banjir.html#.Up7h0dIW1pU
dan ini yang paling fenomenal :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo
Bayangin, bukan air, tetapi lumpur yang memusnahkan bukan hanya rumah, tetapi pabrik pabrik dan kawasan.
Jatim ohhh jatim
:D :D :D
-
Silahkan disimak berita berikut :
http://beritajatim.com/peristiwa/187469/surabaya_masih_langganan_banjir.html#.Up7h0dIW1pU
dan ini yang paling fenomenal :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo
Bayangin, bukan air, tetapi lumpur yang memusnahkan bukan hanya rumah, tetapi pabrik pabrik dan kawasan.
Jatim ohhh jatim
:D :D :D
iya yahhh...... :blush: :blush: :blush: :blush:
-
Mending ngusi ke sini aja, om, bebas banjir
(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Death_Valley_Mesquite_Flats_Sand_Dunes_2013.jpg/220px-Death_Valley_Mesquite_Flats_Sand_Dunes_2013.jpg)
Death valley
-
Silahkan disimak berita berikut :
http://beritajatim.com/peristiwa/187469/surabaya_masih_langganan_banjir.html#.Up7h0dIW1pU
dan ini yang paling fenomenal :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo
Bayangin, bukan air, tetapi lumpur yang memusnahkan bukan hanya rumah, tetapi pabrik pabrik dan kawasan.
Jatim ohhh jatim
:D :D :D
wah...
saya tiba-tiba nemu sambungan post ini dgn topik kita..
kalo misal Banjir Lumpur ini di doakan atau ditumpang tangan i pake Bahasa Roh..
kira-kira bisa surut ambles bumi gak ya lumpurnya?
-
wah...
saya tiba-tiba nemu sambungan post ini dgn topik kita..
kalo misal Banjir Lumpur ini di doakan atau ditumpang tangan i pake Bahasa Roh..
kira-kira bisa surut ambles bumi gak ya lumpurnya?
Kalo kita punya iman sebesar biji sesawi maka kita bisa mindahin gunung
tapi kalo bahasa Roh kan itu tanda orang tak Beriman
maka klo orang tak beriman mana bisa netop lumpur lapindo
he he he b
Tuhan Yesus memberkati
Han
-
Kalo kita punya iman sebesar biji sesawi maka kita bisa mindahin gunung
tapi kalo bahasa Roh kan itu tanda orang tak Beriman
maka klo orang tak beriman mana bisa netop lumpur lapindo
he he he b
Tuhan Yesus memberkati
Han
wah...
saya tiba-tiba nemu sambungan post ini dgn topik kita..
kalo misal Banjir Lumpur ini di doakan atau ditumpang tangan i pake Bahasa Roh..
kira-kira bisa surut ambles bumi gak ya lumpurnya?
Waduhhh.... :scold:
Lha kalo di doakan, supaya bencana tersebut cepat tuntas ??
Tapi yang jelas, saat ini mulai mengecil
:nod:
-
Waduhhh.... :scold:
Lha kalo di doakan, supaya bencana tersebut cepat tuntas ??
Tapi yang jelas, saat ini mulai mengecil
:nod:
dengan atau tanpa Doa, segala sesauatu pasti ada ahirnya
yang penting segerakan ganti Rugi pada para korban Lapindo
Tuhan Yesus memberkati
han
-
bahasa roh mau pake lagu gregorian juga bisa, mau ngga pake lagu juga bisa
-
bahasa roh mau pake lagu gregorian juga bisa, mau ngga pake lagu juga bisa
Ohh bisa ya...
oke oke thanks :afro:
-
sami-sami brow
-
Ada!!
Ada kok misa katolik karismatik yg menggunakan bahasa roh.
Kalo Anda belum pernah lihat dan tertarik utk melihatnya, silakan ikuti misa yg diadakan KTM, atau bisa ikut misa di Pertapaan Putri Karmel di Tumpang, Jawa Timur, atau di Lembah Karmel Cikanyere, Jawa Barat.
Misa Katolik tidak ada Karismatik, tidak ada bahasa roh!
Pujian dalam (senandung) bahasa roh biasanya dilakukan hanya di akhir lagu ordinarium "Kemuliaan".
Mengenai aturan baku misa, apakah diperbolehkan memasukkan sesi bahasa roh dalam misa, itu sepenuhnya adalah wewenang dari uskup setempat.
Bisa dilihat aturannya di sini:
Lumen Gentium 26
Every legitimate celebration of the Eucharist is regulated by the bishop, to whom is committed the office of offering the worship of Christian religion to the Divine Majesty and of administering it in accordance with the Lord's commandments and the Church's laws, as further defined by his particular judgment for his diocese.
Ini salah satu bukti yg bisa aku temukan, bahwa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, merestui gerakan karismatik dan sesi bahasa rohnya.
http://www.hidupkatolik.com/2012/10/17/tumbuh-dalam-kekudusan
Dapat dibaca di artikel tersebut, bahwa Mgr. Ignatius membuka dan merestui gerakan pembaharuan karismatik Katolik, yg mempraktekkan bahasa roh yg mirip dengan praktek yg dilakukan oleh rekan2 kita dari protestant karismatik.
So... menggaris bawahi sekali lagi, gerakan karismatik katolik yg mirip dgn protestant karismatik itu telah direstui oleh uskup setempat.
Direstui artinya gerakan ini di bawah asuhan keuskupan tersebut, jadi IMHO sebaiknya tidak dicurigai sebagai gerakan sesat karena keuskupan tidak mungkin merestui dan membimbing gerakan2 sesat.
Sungguh salah kaprah!
Lumen Gentium 26
Every legitimate celebration of the Eucharist is regulated by the bishop, to whom is committed the office of offering the worship of Christian religion to the Divine Majesty and of administering it in accordance with the Lord's commandments and the Church's laws, as further defined by his particular judgment for his diocese.
Uskup Agung sekalipun, tetap tunduk pada aturan mengenai liturgi, tata cara Perayaan Ekaristi!
Sekalipun Uskup Agung, yang berhak memimpin Perayaan Ekaristi adalah penerima Sakramen Imamat, Suster dan awam tidak bisa, apa boleh dirubah Uskup Agung juga?
22. 1. Regulation of the Sacred Liturgy depends solely on the authority of the Church, that is, on the Apostolic See and, as laws may determine, on the bishop.
2. In virtue of power conceded by the law, the regulation of the Liturgy within certain defined limits belongs also to various kinds of competent territorial bodies of bishops legitimately established.
3. Therefore no other person, even if he be a priest, may add, remove, or change anything in the Liturgy on his own authority.
Lihat penjelasan dari link dibawah mengenai kesalahan dalam Perayaan Ekaristi!
Melanjutkan apa yang telah dijelaskan oleh bro Medice_curateipsum:
Bro Medice, aku masih tidak mengerti dgn kesimpulan Anda ttg Lument Gentium 12 di atas.
Di atas disebutkan bahwa "church leaders" harus menjadi "hakim" utk menguji hal2 yg baik dan mempertahankannya. Church leaders di sini, AFAIU, adalah uskup dan pembantu2nya, i.e. para imam.
Jika uskup dan para imam telah menerima dan merestui PKK dan praktek bahasa roh nya (ambil lah kasus specific di KTM yg aku tahu), satu2nya kesimpulan yg bisa aku ambil kok bahwa LG12 telah dipenuhi, dan kami selaku anggota KTM selama mengikuti bimbingan "church leaders" kok IMHO sah2 saja utk bersaksi bahwa bahasa roh yg kami ambil ini adalah genuine.
PDKK, porsinya Persekutuan Doa, harap jangan dilebih-lebihkan
http://katolisitas.org/11354/garis-besar-arahan-gereja-tentang-pembaruan-karismatik-katolik
...
4. Mengikuti teladan Bunda Maria
5. Jangan mengejar karunia- karunia
...
Lagi2 aku ingin memberikan analogi agar bahasa roh setelah Kemuliaan tidak dianggap sebagai seenaknya saja.
Kalo dalam Gloria di malam natal atau perayaan paskah, boleh diakhiri dengan lonceng yg terus2an dibunyikan, IMHO sama2 sahnya jika dalam misa (nuansa) karismatik lagu Gloria itu diakhiri dengan senandung bahasa roh, sebagai ungkapan kegembiraan dan syukur umat atas kasih karunia Allah. :)
Lonceng dibunyikan itu aturan Liturgi, senandung bahasa roh tidak ada didalam aturan liturgi, liturgi bukan mainan anak-anak, hormatilah
-
My point is, mengacu pada LG26, selama otoritas setempat (i.e. uskup) memperbolehkannya, maka aksi mandiri utk "other formulas" yg diatur dalam GIRM 37 itu dapat disesuaikan oleh kebutuhan umat, dan selama tidak mengubah tujuan penggunaan "formulas" itu, maka boleh digunakan di misa2 katolik.
Mengacu dari sini, aku menyimpulkan bahwa praktek pujian bahasa roh dalam misa (nuansa) karismatik yg dilakukan setelah ordinarium gloria itu, selama disetujui oleh otoritas setempat, IMHO tidak melanggar aturan2 eklesiatikal.
Dilarang, aturan Liturgi telah ditetapkan, contohnya tari-tarian dalam Perayaan Ekaristi, ini juga sama halnya.
LG26, tidak serta merta tata cara Perayaan Ekaristi bisa dirubah sekehendak hati, sama halnya bahwa yang memimpin Perayaan Ekaristi adalah yang mempunyai Sakramen Imamat, dengan landasan LG26, tetap saja tidak bisa dirubah.
Kelakuan yang tidak sesuai dengan aturan liturgi, telah dijelaskan dengan baik oleh Katolisitas:
http://katolisitas.org/8757/sekilas-makna-liturgi-dan-beberapa-pelanggaran-liturgi
http://katolisitas.org/7422/kenapa-tidak-ada-tarian-sorak-sorai-dan-tepuk-tangan-di-misa
1. Ordinarium digantikan dengan lagu- lagu lain dengan teks yang berbeda, yang tidak sama dengan yang sudah disahkan KWI.
RS 59 Di sana-sini terjadi bahwa Imam, Diakon atau umat dengan bebas mengubahkan atau menggantikan teks-teks liturgi suci yang harus mereka bawakan. Praktek yang amat tidak baik ini harus dihentikan. Karena dengan berbuat demikian, perayaan Liturgi Suci digoyahkan dan tidak jarang arti asli liturgi dibengkokkan.
Seharusnya:
PUMR 393 Perlu diperhatikan pentingnya nyanyian dalam Misa sebagai bagian utuh dari liturgi. Konferensi Uskuplah yang berwenang mengesahkan lagu-lagu yang serasi, khususnya untuk teks-teks Ordinarium, jawaban dan aklamasi umat, dan untuk ritus-ritus khusus yang diselenggarakan dalam kurun tahun liturgi….
2. Diizinkannya seorang awam untuk berkhotbah/ memberikan kesaksian di dalam homili (misalnya untuk mengisi homili Minggu Panggilan, homili di misa requiem, ataupun kesempatan khusus lainnya).
Seharusnya:
RS 64 Homili yang diberikan dalam rangka perayaan Misa Kudus, dan yang merupakan bagian utuh dari liturgi itu “pada umumnya dibawakan oleh Imam perayaan. Ia dapat menyerahkan tugas ini kepada salah seorang imam konselebran, atau kadang-kadang, tergantung situasi, kepada diakon, tetapi tidak pernah kepada seorang awam….”
RS 66 Larangan terhadap orang awam untuk berkhotbah dalam Misa, berlaku juga untuk para seminaris, untuk mahasiswa teologi dan untuk orang yang telah diangkat dan dikenal sebagai “asisten pastoral”; tidak boleh ada kekecualian untuk orang awam lain, atau kelompok, komunitas atau perkumpulan apa pun.
RS 74 Jika dipandang perlu bahwa kepada umat yang berkumpul di dalam gereja, diberi instruksi atau kesaksian tentang hidup Kristiani oleh seorang awam, maka sepatutnya hal ini dibuat di luar Misa. Akan tetapi jika ada alasan kuat, maka dapat diizinkan bahwa suatu instruksi atau kesaksian yang demikian disampaikan setelah Doa sesudah Komuni. Namun hal ini tidak boleh menjadi kebiasaan. Selain itu, instruksi atau kesaksian itu tidak boleh bercorak seperti sebuah homili, dan tidak boleh homili dibatalkan karena ada acara dimaksud.
RS 67 Perlulah diperhatikan secara khusus, agar homili itu sungguh berdasarkan misteri-misteri penebusan, dengan menguraikan misteri-misteri iman serta patokan hidup Kristiani, bertitik tolak dari bacaan-bacaan Kitab Suci serta teks-teks liturgi sepanjang tahun liturgi, dan juga memberi penjelasan tentang bagian umum (Ordinarium) maupun bagian khusus (Proprium) dala Misa ataupun suatu perayaan gerejawi lain…..
3. Dinyanyikannya lagu-lagu pop rohani dalam perayaan Ekaristi
Seharusnya:
Tra le Sollecitudini 1 Musik liturgis (sacred music)… mengambil bagian dalam ruang lingkup umum liturgi, yaitu kemuliaan Tuhan, pengudusan dan pengajaran umat beriman. Musik liturgis memberi kontribusi kepada keindahan dan keagungan upacara gerejawi, dan karena tujuan prinsipnya adalah untuk melingkupi teks liturgis dengan melodi yang cocok demi pemahaman umat beriman, tujuan utamanya adalah untuk menambahkan dayaguna-nya kepada teks, agar melaluinya umat dapat lebih terdorong kepada devosi dan lebih baik diarahkan kepada penerimaan buah-buah rahmat yang dihasilkan oleh perayaan misteri-misteri yang paling kudus tersebut.
Tra le Sollecitudini 2 Karena itu musik liturgis (sacred music) … harus kudus, dan harus tidak memasukkan segala bentuk profanitas, tidak hanya di dalam musik itu sendiri, tetapi juga di dalam cara pembawaannya oleh mereka yang memainkannya.
Tra le Sollecitudini 5 Gereja telah selalu mengakui dan menyukai kemajuan dalam hal seni, dan menerima bagi pelayanan agama semua yang baik dan indah yang ditemukan oleh para pakar yang ada sepanjang sejarah — namun demikian, selalu sesuai dengan kaidah- kaidah liturgi. Karena itu musik modern juga diterima Gereja, sebab musik tersebut menyelesaikan komposisi dengan keistimewaan, keagungan dan kedalaman, sehingga bukannya tak layak bagi fungsi-fungsi liturgis. Namun karena musik modern telah timbul kebanyakan untuk melayani penggunaan profan, maka perhatian yang khusus harus diberikan sehubungan dengan itu, agar komposisi musik dengan gaya modern yang diterima oleh Gereja tidak mengandung apapun yang profan, menjadi bebas dari sisa-sisa motif yang diangkat dari teater, dan tidak disusun bahkan di dalam bentuk- bentuk teatrikal seperti cara menyusun lagu- lagu profan.
Harus dibedakan bahwa untuk lagu-lagu liturgis, lagu bukan hanya sebagai ungkapan perasaan tetapi ungkapan iman (lex orandi lex credendi).
4. Adanya tari- tarian yang menyerupai pertunjukan/ performance diadakan dalam perayaan Ekaristi, kemudian diikuti dengan tepuk tangan umat.
Seharusnya:
RS 78 … Perlu dihindarkan suatu Perayaan Ekaristi yang hanya dilangsungkan sebagai pertunjukan atau menurut gaya upacara-upacara lain, termasuk upacara-upacara profan: agar Ekaristi tidak kehilangan artinya yang otentik.
Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi 17 …. Di kalangan sejumlah suku, nyanyian secara naluriah terkait dengan tepuk tangan, gerak tubuh secara ritmis, dan bahkan tarian. Ini semua adalah bentuk lahiriah dari gejolak batin dan merupakan bagian dari tradisi suku ….Jelas, itu hendaknya menjadi ungkapan tulus doa jemaat dan tidak sekedar menjadi tontonan…
-
Paus Benediktus XVI dalam The Spirit of the Liturgy (San Francisco: Ignatius Press, 2000), p. 198: “Adalah suatu kekacauan untuk mencoba membuat liturgi menjadi “menarik” dengan memperkenalkan tarian pantomim (bahkan sedapat mungkin ditarikan oleh grop dansa ternama), yang sering kali (dan benar, dari sudut pandang profesionalisme) berakhir dengan applause -tepuk tangan. Setiap kali tepuk tangan terjadi di tengah liturgi yang disebabkan oleh semacam prestasi manusia, itu adalah tanda yang pasti bahwa esensi liturgi telah secara total hilang, dan telah digantikan dengan semacam pertunjukan religius. Atraksi sedemikian akan memudar dengan cepat- ia tak dapat bersaing di arena pertunjukan untuk mencapai kesenangan (leisure pursuits), dengan memasukkan tambahan berbagai bentuk gelitik religius.”
Kardinal Arinze menjelaskannya demikian: bahwa pada budaya- budaya tertentu (yaitu di Afrika dan Asia), tarian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cara penyembahan, namun gerakan ini adalah ‘graceful movement‘ untuk menunjukkan suka cita dan penghormatan, dan bukan ‘performance‘. Dalam budaya ini, gerakan tersebut dapat diadakan dalam prosesi perayaan Ekaristi, namun bukan sebagai pertunjukan. Sedangkan di tempat- tempat lain di mana tarian tidak menjadi bagian dari penyembahan/ penghormatan (seperti di Eropa dan Amerika) maka memasukkan tarian ke dalam perayaan Ekaristi menjadi tidak relevan. Untuk mendengarkan penjelasan Kardinal Arinze tentang hal ini, silakan klik.
5. Band masuk gereja dan digunakan sebagai alat musik liturgi.
Seharusnya:
Tra le Sollecitudini 19 Penggunaan alat musik piano tidak diperkenankan di gereja, sebagaimana juga alat musik yang ribut atau berkesan tidak serius (frivolous), seperti drum, cymbals, bells dan sejenisnya.
Tra le Sollecitudini 20 Dilarang keras menggunakan alat musik band di dalam gereja, dan hanya di dalam kondisi- kondisi khusus dengan persetujuan Ordinaris dapat diizinkan penggunaan alat musik tiup, yang terbatas jumlahnya, dengan penggunaan yang bijaksana, sesuai dengan ukuran tempat yang tersedia dan komposisi dan aransemen yang ditulis dengan gaya yang sesuai, dan sesuai dalam segala hal dengan penggunaan organ.
6. Bolehkah imam menambah hanya beberapa kata atau bagian dalam sebuah Perayaan Ekaristi?
Jika ada titik-titik (….) boleh disebutkan nama orang yang didoakan (doa bagi orang yang masih hidup maupun orang yang sudah meninggal) seperti dalam Doa Syukur Agung pertama.
RS 51 ….”Tidak ada toleransi terhadap imam-imam yang merasa berhak menyusun Doa Syukur Agungnya sendiri” atau mengubahkan teks-teks yang sudah disahkan oleh Gereja atau memperkenalkan teks-teks lain, yang telah dikarang oleh pribadi-pribadi tertentu.
Sekarang, bagian mana yang telah anda lakukan?
Bahasa roh itu baik, mendapat karunia itu baik, banyak Santo, Paus, awam yang berbahasa roh, tidak ada yang melarang bahasa roh, bahasa roh itu ada dan diakui oleh Gereja dan Alkitab, namun ada tempat dan waktunya, kalau Persekutuan Doa, jangan melebihi apa yang telah ditetapkan oleh Magisterium Gereja.
Persekutuan doa tetaplah persekutuan doa.
"Iman, pengharapan dan kasih, dan yang terbesar adalah kasih, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap, namun kasih tidak berkesudahan!"
*St Paulus
Sadarilah, dan tetaplah menjadi Katolik yang baik.
-
Cardinal Francis Arinze—Prefect for the Congregation for Divine Worship and Discipline of the Sacraments:
Jadi semua yang ingin menghibur kita – setelah Misa, marilah kita menuju ke aula paroki dan kemudian anda bisa menari. Dan kemudian kita bertepuk tangan. Tapi ketika kita datang ke Misa kita tidak datang untuk bertepuk tangan. Kita tidak datang untuk melihat orang, [atau] untuk mengagumi orang. Kita ingin menyembah Allah, untuk bersyukur kepadaNya, untuk memintaNya ampunan bagi dosa-dosa kita, dan untuk memintaNya apa yang kita perlukan.
Cardinal Joseph Ratzinger—Prefect for the Congregation for Doctrine of Faith (dalam buku The Spirit of Liturgy, halaman 198):
"Kapanpun tepuk tangan terlontar dalam liturgi karena suatu pencapaian manusia, itu adalah tanda bahwa inti dari liturgi telah lenyap secara total dan telah diganti oleh suatu hiburan religius"
"Whenever applause breaks out in the liturgy because of some human achievement, it is a sure sign that the essence of liturgy has totally disappeared and been replaced by a kind of religious entertainment"
63. In permitting and using musical instruments, the culture and traditions of individual peoples must be taken into account.
However, those instruments which are, by common opinion and use, suitable for secular music only, are to be altogether prohibited from every liturgical celebration and from popular devotions.
64. The use of musical instruments to accompany the singing can act as a support to the voices, render participation easier, and achieve a deeper union in the assembly. However, their sound should not so overwhelm the voices that it is difficult to make out the text; and when some part is proclaimed aloud by the priest or a minister by virtue of his role, they should be silent.
65. Homili merupakan bagian liturgi dan sangat dianjurkan, Sebab homili itu penting untuk memupuk semangat hidup kristen. Homili itu haruslah merupakan penjelasan tentang bacaan dari Alkitab, ataupun penjelasan tentang teks lain yang diambil dari ordinarium atau proprium Misa hari itu, yang bertalian dengan misteri yang dirayakan, atau yang bersangkutan dengan keperluan khusus umat yang hadir.
66. Pada umumnya yang memberikan homili ialah imam pemimpin perayaan.
Ia dapat menyerahkan tugas ini kepada salah seorang imam konselebran, atau kadang-kadang, tergantung situasi, kepada diakon, tetapi tidak pernah kepada seorang awam.
Dalam kesempatan-kesempatan tertentu atau karena alasan khusus, tugas homili bahkan dapat diberikan kepada seorang uskup atau imam yang hadir dalam perayaan Ekaristi tetapi tidak ikut berkonselebrasi.
Salam
(Semoga tidak ada bagian dalam tata cara Perayaan Ekaristi yang kalian langgar!)
-
Misa Katolik tidak ada Karismatik, tidak ada bahasa roh!Sungguh salah kaprah!
Lumen Gentium 26
Every legitimate celebration of the Eucharist is regulated by the bishop, to whom is committed the office of offering the worship of Christian religion to the Divine Majesty and of administering it in accordance with the Lord's commandments and the Church's laws, as further defined by his particular judgment for his diocese.
Uskup Agung sekalipun, tetap tunduk pada aturan mengenai liturgi, tata cara Perayaan Ekaristi!
Sekalipun Uskup Agung, yang berhak memimpin Perayaan Ekaristi adalah penerima Sakramen Imamat, Suster dan awam tidak bisa, apa boleh dirubah Uskup Agung juga?
22. 1. Regulation of the Sacred Liturgy depends solely on the authority of the Church, that is, on the Apostolic See and, as laws may determine, on the bishop.
2. In virtue of power conceded by the law, the regulation of the Liturgy within certain defined limits belongs also to various kinds of competent territorial bodies of bishops legitimately established.
3. Therefore no other person, even if he be a priest, may add, remove, or change anything in the Liturgy on his own authority.
Lihat penjelasan dari link dibawah mengenai kesalahan dalam Perayaan Ekaristi!
Melanjutkan apa yang telah dijelaskan oleh bro Medice_curateipsum:PDKK, porsinya Persekutuan Doa, harap jangan dilebih-lebihkan
http://katolisitas.org/11354/garis-besar-arahan-gereja-tentang-pembaruan-karismatik-katolik
...
4. Mengikuti teladan Bunda Maria
5. Jangan mengejar karunia- karunia
...Lonceng dibunyikan itu aturan Liturgi, senandung bahasa roh tidak ada didalam aturan liturgi, liturgi bukan mainan anak-anak, hormatilah
Di Kristen Katolik kan.
Setuju ..... :nod: